Kamis, 18 Juni 2026

Menembus Gunungan Sampah 35 Meter, Mahasiswa Lintas Disiplin FT Unmuh Jember Kaji Beban Kritis TPA Pakusari

Krisis tata kelola sampah domestik di Kabupaten Jember kini telah menjelma menjadi isu kedaruratan sosial dan ekologis yang membutuhkan penanganan luar biasa. Merespon kondisi kritis tersebut, jajaran sivitas akademika Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadiyah (UM) Jember mengambil langkah taktis proaktif melalui agenda observasi lapangan dan studi komprehensif. Gelombang pertama dari inisiatif ini resmi diterjunkan langsung ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Pakusari pada hari Sabtu, 6 Juni 2026.

Delegasi gelombang pertama ini membawa misi analisis infrastruktur dengan melibatkan kolaborasi lintas disiplin dari empat program studi sekaligus, yakni Teknik Kimia, Teknik Industri, Teknik Sipil, dan Teknik Lingkungan. Sinergi lintas keilmuan ini sengaja dibentuk untuk membedah problematika persampahan dari berbagai sudut pandang rekayasa, mulai dari tata letak operasional, stabilitas tumpukan fisik, hingga proses konversi bahan kimia yang terjadi secara alami di lokasi pembuangan raksasa tersebut.

Dalam peninjauan lapangan yang berlangsung intensif, para mahasiswa tidak hanya melakukan pengamatan visual, tetapi juga menggali data operasional harian secara mendetail. Mereka berdialog langsung dengan para petugas yang menjadi garda terdepan di TPA Pakusari. Mahasiswa berdiskusi secara mendalam dengan Bapak Moh. Jatim, selaku penanggung jawab bagian Administrasi dan Ritribusi. Dari diskusi ini, mahasiswa berhasil memetakan alur birokrasi, sistem pencatatan retribusi, serta pola kedatangan truk pengangkut sampah yang beroperasi tanpa henti dari berbagai penjuru kecamatan di Jember.

Lebih lanjut, investigasi pencarian data berlanjut di area krusial, yakni pos awal masuk TPA. Di sana, para mahasiswa berkoordinasi dengan Bapak Totok M. Soleh yang bertugas sebagai Operator Jembatan Timbang Sampah. Fakta kuantitatif yang terungkap di lapangan sangat mengejutkan; pos jembatan timbang mencatat bahwa TPA Pakusari saat ini dipaksa menampung beban volume timbulan sampah harian yang sangat ekstrem, mencapai rata-rata 600 meter kubik per harinya. Akumulasi sampah yang terus menerus masuk tanpa ada proses pengolahan yang seimbang ini telah mengakibatkan terbentuknya gunungan sampah masif dengan elevasi kritis setinggi 35 meter.

Bagi mahasiswa Teknik Sipil, data ketinggian 35 meter ini menjadi parameter vital untuk menganalisis stabilitas lereng sampah guna mencegah potensi bencana longsor. Sementara itu, mahasiswa Teknik Industri mengevaluasi efisiensi antrean logistik di jembatan timbang, dan mahasiswa Teknik Kimia serta Lingkungan meneliti potensi bahaya pencemaran air lindi (leachate) yang dihasilkan. Kunjungan terpadu pada tanggal 6 Juni ini pada akhirnya menjadi pondasi data primer yang sangat solid bagi riset mahasiswa FT UM Jember dalam merumuskan solusi penanganan infrastruktur persampahan di masa depan.

 


Rabu, 17 Juni 2026

Mahasiswa Akuntansi Unmuh Jember Lolos Pendanaan PKM Nasional, Bawa Literasi Keuangan ke Sekolah Dasar

Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember). Tim mahasiswa Program Studi Akuntansi berhasil lolos pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat (PKM-PM) tingkat nasional melalui program edukasi literasi keuangan bagi siswa sekolah dasar.

Tim yang diketuai oleh M. Mufti Yuda Firmansyah bersama Muhammad Alfian Faruqi, Deva Sintiasari, Selvia Khusnul Khotimah, dan Febryan Aldi Winata mengusung proposal berjudul “Finance For Kids Project: Literasi Keuangan Anak Menuju Generasi Emas di SDN Sukorambi 01 Jember.”

Melalui program tersebut, tim berupaya meningkatkan pemahaman literasi keuangan siswa sekolah dasar melalui pendekatan yang edukatif, interaktif, dan menyenangkan. Materi yang diberikan meliputi pengenalan uang, perbedaan kebutuhan dan keinginan, pentingnya menabung, hingga pengelolaan uang sederhana yang dikemas melalui permainan, simulasi, dan aktivitas kreatif sesuai usia anak.

Ketua tim, M. Mufti Yuda Firmansyah, menjelaskan bahwa ide program lahir dari keprihatinan terhadap masih rendahnya pemahaman literasi keuangan pada anak usia sekolah dasar. Padahal, anak-anak telah akrab dengan penggunaan uang dalam kehidupan sehari-hari, namun belum memiliki bekal yang cukup untuk mengelolanya secara bijak.

“Literasi keuangan sejak dini merupakan fondasi penting untuk membentuk kebiasaan finansial yang sehat. Kami ingin membantu anak-anak memahami konsep dasar keuangan dengan cara yang mudah dipahami dan menyenangkan,” ujarnya.

Menurutnya, program ini dirancang untuk menjawab berbagai persoalan yang ditemukan di lapangan, mulai dari rendahnya kemampuan siswa dalam membedakan kebutuhan dan keinginan hingga minimnya media pembelajaran literasi keuangan yang menarik dan aplikatif bagi anak-anak.

Proses penyusunan proposal hingga akhirnya dinyatakan lolos pendanaan nasional memerlukan waktu sekitar empat hingga lima bulan. Selama periode tersebut, tim melakukan observasi awal kepada mitra, menyusun konsep kegiatan, merancang anggaran, serta melakukan berbagai revisi berdasarkan arahan dosen pendamping.

“Tantangan terbesar adalah menyelaraskan ide program dengan kebutuhan mitra serta memastikan seluruh kegiatan yang dirancang benar-benar sesuai dengan karakteristik siswa sekolah dasar. Selain itu, pembagian waktu antaranggota tim juga menjadi tantangan tersendiri,” jelas Mufti.

Keberhasilan proposal tersebut tidak lepas dari peran dosen pendamping yang aktif memberikan arahan dan masukan selama proses penyusunan. Mulai dari pengembangan ide, evaluasi kelayakan program, hingga penyempurnaan proposal agar sesuai dengan pedoman PKM nasional.

Saat menerima kabar lolos pendanaan, seluruh anggota tim mengaku merasa bangga, bersyukur, dan terharu. Bagi mereka, capaian tersebut merupakan hasil dari proses panjang yang penuh kerja keras dan kolaborasi.

“Ini menjadi bentuk apresiasi atas usaha yang telah kami lakukan sekaligus motivasi untuk melaksanakan program dengan sebaik-baiknya,” ungkapnya.

Melalui program Finance For Kids Project, tim menargetkan peningkatan pemahaman siswa mengenai pentingnya menabung, kemampuan membedakan kebutuhan dan keinginan, serta terbentuknya kebiasaan mengelola uang secara sederhana sejak usia dini. Selain itu, program ini juga akan menghasilkan media pembelajaran, dokumentasi kegiatan, dan laporan pelaksanaan PKM.

Mufti menilai bahwa kunci keberhasilan hingga proposal dapat lolos pendanaan nasional terletak pada kesesuaian antara permasalahan yang dihadapi mitra dengan solusi yang ditawarkan, inovasi program yang aplikatif, serta kekompakan tim dalam menyusun proposal.

Ia pun mengajak mahasiswa Unmuh Jember untuk tidak ragu mengikuti PKM pada tahun-tahun berikutnya.

“Jangan takut mencoba dan berani menuangkan ide. PKM bukan hanya tentang pendanaan, tetapi juga menjadi sarana mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kepemimpinan, kerja sama tim, dan kepedulian sosial. Melalui PKM, mahasiswa dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat sekaligus ikut mendukung kemajuan bangsa,” pungkasnya.

Keberhasilan tim Akuntansi ini semakin memperkuat komitmen Unmuh Jember dalam mendorong lahirnya inovasi mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Dari Ruang Kelas ke Masyarakat, Mahasiswa Unmuh Jember Kenalkan Nilai Kearifan Lokal di SMP Adz Dzikir

Pembelajaran di perguruan tinggi tidak berhenti di ruang kelas. Sebagai bentuk implementasi luaran mata kuliah, dosen dan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Pelestarian Tradisi Lokal sebagai Media Edukasi Penguatan Karakter Generasi Muda” di SMP Adz Dzikir, Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember, Kamis (11/6/2026).

Kegiatan ini merupakan implementasi dari Mata Kuliah Kearifan Lokal Pendalungan dan Budaya Pendalungan yang diampu oleh Dr. Dzarna, M.Pd. Bersama mahasiswa, ia mengajak para guru untuk memahami pentingnya pelestarian tradisi lokal sebagai bagian dari identitas budaya sekaligus sarana pembentukan karakter generasi muda.

Ketua tim pengabdian, Dr. Dzarna, M.Pd., menjelaskan bahwa tradisi lokal tidak hanya berfungsi sebagai warisan budaya yang perlu dijaga keberlangsungannya, tetapi juga mengandung berbagai nilai luhur yang relevan dengan kehidupan masa kini.

“Melalui tradisi lokal, generasi muda dapat belajar tentang gotong royong, tanggung jawab, kerja sama, toleransi, disiplin, hingga rasa hormat kepada sesama. Nilai-nilai inilah yang perlu terus diwariskan di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi,” ujarnya.

Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui penyampaian materi, diskusi, tanya jawab, serta refleksi bersama mengenai berbagai tradisi yang masih hidup dan berkembang di masyarakat Jember. Para peserta diajak mengenali bentuk-bentuk kearifan lokal sekaligus memahami makna yang terkandung di dalamnya sebagai modal pembentukan karakter.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Para guru aktif berbagi pengalaman mengenai tradisi yang masih dijalankan di lingkungan keluarga maupun masyarakat sekitar. Diskusi yang berlangsung menunjukkan bahwa budaya lokal masih memiliki ruang penting dalam proses pendidikan dan pembentukan karakter generasi muda.

Pihak SMP Adz Dzikir menyambut positif pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurut mereka, penguatan nilai-nilai budaya lokal sangat relevan dengan upaya sekolah dalam membangun karakter peserta didik yang berakhlak mulia, berbudaya, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosialnya.

Selain menjadi bentuk pengabdian kepada masyarakat, kegiatan ini juga menunjukkan bagaimana hasil pembelajaran di perguruan tinggi dapat diimplementasikan secara nyata untuk memberikan manfaat bagi masyarakat. Melalui sinergi antara kampus dan sekolah, nilai-nilai kearifan lokal diharapkan terus hidup dan menjadi bagian dari pendidikan karakter generasi muda.

Ke depan, tim pengabdian berharap kolaborasi serupa dapat terus dikembangkan sehingga pelestarian budaya lokal tidak hanya menjadi upaya menjaga warisan leluhur, tetapi juga menjadi media edukasi yang efektif dalam membentuk generasi yang berkarakter, kreatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

 

Senin, 15 Juni 2026

Mahasiswa Agroteknologi Unmuh Jember Lolos Pendanaan PKM Nasional, Kembangkan Bakteri Gunung Ijen untuk Lindungi Tanaman Padi

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember). Tim mahasiswa Program Studi Agroteknologi berhasil meraih pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) tingkat nasional melalui gagasan inovatif pemanfaatan bakteri termofil dari kawasan Gunung Ijen sebagai agen pengendali hayati penyakit pada tanaman padi.

Tim yang diketuai oleh Olivia Cantika (2310311023) bersama Afthon Hielman Huda (2310311009), Wahida Rahmania Putri (2310311005), Erwin Angriawan (2210311015), dan Junaidi (2510311002) berhasil lolos pendanaan dengan proposal berjudul “Optimasi Bakteri Termofil Gunung Ijen serta Potensinya sebagai Biokontrol Xanthomonas oryzae (Xoo)”.

Ketua tim, Olivia Cantika, menjelaskan bahwa ide penelitian tersebut berangkat dari kekhawatiran terhadap menurunnya produktivitas padi akibat serangan penyakit hawar daun bakteri yang disebabkan oleh bakteri Xanthomonas oryzae pv. oryzae. Kondisi tersebut semakin diperparah oleh perubahan iklim global yang menciptakan lingkungan ideal bagi perkembangan penyakit tanaman.

“Padi merupakan sumber pangan utama bagi sebagian besar penduduk dunia. Namun produktivitasnya terus menghadapi ancaman akibat perubahan iklim dan serangan penyakit hawar daun bakteri. Karena itu kami mencoba mencari solusi yang lebih ramah lingkungan melalui pemanfaatan bakteri termofil dari kawasan Gunung Ijen,” ujarnya.

Menurut Olivia, penggunaan agen biokontrol berbasis mikroorganisme menjadi salah satu pendekatan berkelanjutan yang dapat mengurangi ketergantungan pada bahan kimia pertanian. Bakteri termofil yang hidup di lingkungan ekstrem seperti Gunung Ijen diketahui memiliki aktivitas antimikroba yang berpotensi dimanfaatkan untuk mengendalikan bakteri penyebab penyakit tanaman.

Proses penyusunan proposal hingga berhasil memperoleh pendanaan nasional memerlukan waktu sekitar tiga bulan. Selama proses tersebut, tim harus menyelesaikan berbagai tahapan mulai dari penyusunan latar belakang, metode penelitian, hingga perencanaan anggaran kegiatan.

“Tantangan terbesar yang kami hadapi adalah membagi waktu antara tugas kuliah, aktivitas akademik, dan proses bimbingan proposal. Namun berkat kerja sama tim dan dukungan dosen pendamping, semua dapat dilalui dengan baik,” jelasnya.

Olivia juga mengapresiasi peran dosen pendamping yang dinilai memiliki semangat dan komitmen tinggi dalam membimbing mahasiswa sejak tahap penyusunan hingga proposal dinyatakan lolos pendanaan.

Keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi seluruh anggota tim. Menurutnya, pendanaan PKM bukan hanya bentuk apresiasi atas kerja keras yang telah dilakukan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk menghasilkan luaran akademik yang bermanfaat.

Adapun target yang ingin dicapai melalui program ini antara lain menghasilkan artikel ilmiah dan laporan penelitian yang dapat menjadi kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang pertanian berkelanjutan.

Olivia menilai konsistensi, semangat belajar, dan keberanian bangkit dari kegagalan menjadi kunci utama keberhasilan dalam mengikuti kompetisi PKM.

“Puncak prestasi tidak bisa diraih secara instan. Dibutuhkan usaha, kerja keras, konsistensi, dan doa. Jangan takut mencoba karena setiap proses akan memberikan pelajaran berharga,” pesannya kepada mahasiswa Unmuh Jember yang ingin mengikuti PKM pada tahun mendatang.

Keberhasilan tim Agroteknologi ini menambah deretan capaian mahasiswa Unmuh Jember di tingkat nasional sekaligus menunjukkan komitmen kampus dalam mendorong budaya riset dan inovasi yang memberikan solusi terhadap berbagai persoalan masyarakat, termasuk ketahanan pangan di Indonesia.

 

Jumat, 12 Juni 2026

Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah, Bank Indonesia dan Unmuh Jember Perkuat Sinergi Digital


    Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jember terus memperluas jaringan literasi keuangan digital ke sektor akademisi. Melalui kolaborasi strategis bersama Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Jember, sukses digelar kegiatan Diseminasi Kebijakan Bank Indonesia pada Selasa, 9 Juni 2026. Acara bertajuk "Sinergi Kebijakan Bank Indonesia dan Akademisi dalam Mencetak SDM Bisnis Digital Guna Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah" ini diselenggarakan di Aula Fakultas Hukum (FH) Unmuh Jember sebagai wadah strategis dalam menyelaraskan visi antara regulator keuangan dan institusi pendidikan demi mencetak talenta ekonomi yang siap pakai.

    Kegiatan diseminasi yang berlangsung interaktif ini menghadirkan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jember, Iqbal Reza Nugraha, sebagai narasumber utama, dengan dipandu oleh Bayu Wijayantini, Ph.D. selaku moderator. Momentum penting ini turut dihadiri oleh berbagai elemen lintas sektor, termasuk Komandan Yonif 509 Kostrad Letkol Inf. Juni Fitriyan, S.H., M.H.I., M.Han., perwakilan Bakorwil, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Jember, para kepala sekolah, serta ratusan pelajar SMA/SMK berbakat se-Kabupaten Jember yang dipersiapkan menjadi motor penggerak ekonomi masa depan.


    Dalam pemaparannya, Iqbal Reza Nugraha menegaskan bahwa pasca-implementasi Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK), peran Bank Indonesia kian krusial, terutama dalam menjaga stabilitas moneter, nilai rupiah, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif melalui transformasi digital. Salah satu program prioritas yang terus digenjot oleh Bank Indonesia adalah perluasan penetrasi penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) serta digitalisasi sistem pembayaran nasional. 

    Menurutnya, sektor UMKM lokal dan lingkungan kampus merupakan mitra paling strategis untuk mempercepat mata rantai ekosistem digital ini. Bank Indonesia juga menekankan bahwa pengembangan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul di bidang teknologi finansial akan menjadi pilar utama penopang stabilitas ekonomi daerah dalam jangka panjang.

    Langkah edukasi ini dirasa sangat relevan dengan tren nasional saat ini, di mana adopsi transaksi nontunai di wilayah Jawa Timur terus mencatat pertumbuhan yang sangat signifikan. Keterlibatan aktif pihak akademisi diharapkan mampu mempercepat penetrasi literasi keuangan digital hingga ke akar rumput. Selain mendorong produktivitas ekonomi, sinergi literasi ini juga berfungsi sebagai benteng perlindungan penting bagi generasi muda. Dengan pemahaman keuangan yang matang, para mahasiswa dan pelajar diharapkan dapat lebih cerdas secara finansial serta terhindar dari maraknya risiko kejahatan siber, seperti investasi bodong, pinjaman online ilegal, hingga fenomena judi online yang meresahkan masyarakat.


    Melalui forum yang berjalan selaras dengan semangat gerakan Diktisaintek Berdampak ini, Bank Indonesia Jember dan Unmuh Jember secara resmi bersepakat untuk memperluas program kemitraan. Kerja sama ke depan akan mencakup penguatan riset terapan ekonomi regional, program pendampingan digitalisasi bagi pelaku UMKM binaan, hingga penyediaan ruang inkubasi startup terpadu bagi mahasiswa. Kolaborasi nyata ini diharapkan mampu melahirkan ekosistem ekonomi digital di kawasan Tapal Kuda yang tangguh, adaptif, inklusif, dan berdaya saing tinggi di kancah nasional.

Siapkan Gen Z Bangun Startup, FEB Unmuh Jember Resmi Launching Prodi Bisnis Digital

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Jember resmi mengambil langkah progresif dalam dunia pendidikan tinggi dengan meluncurkan Program Studi S1 Bisnis Digital. Kegiatan penting yang berlangsung pada Selasa, 9 Juni 2026 ini dipusatkan di Aula Fakultas Hukum (FH) Unmuh Jember. Langkah strategis tersebut dirancang khusus untuk membekali generasi muda, khususnya Gen Z, agar tidak hanya menjadi konsumen teknologi, melainkan menjadi pemain kunci dalam ekosistem startup nasional. Peresmian prodi baru ini ditandai secara simbolis melalui prosesi pemotongan pita oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Jember, Dr. Hanafi, M.Pd. Acara peluncuran ini juga dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan penting, mulai dari jajaran Muspika, Bakorwil, Cabang Dinas Pendidikan, hingga perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Jember serta ratusan siswa SMA/SMK.


    Kehadiran program studi baru ini disambut hangat dan dinilai sangat tepat momentumnya di tengah pesatnya transformasi teknologi global. Rektor Unmuh Jember, Dr. Hanafi, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi serta rasa optimisme terhadap terobosan yang diambil oleh FEB. Menurut beliau, institusi pendidikan tinggi harus bergerak dinamis dan adaptif terhadap disrupsi teknologi agar lulusannya memiliki daya saing tinggi dan mampu menjawab kebutuhan industri digital yang berkembang sangat cepat saat ini.

    "Kami sangat bangga dan mendukung penuh lahirnya Prodi Bisnis Digital ini. Ini adalah wujud nyata komitmen Unmuh Jember dalam menerapkan gerakan Diktisaintek Berdampak. Di era ekonomi baru saat ini, mahasiswa tidak boleh lagi kuliah dengan metode konvensional yang hanya berfokus pada teori di kelas. Mereka harus disiapkan menjadi inovator dan technopreneur yang mampu mendirikan usaha digital sendiri sejak dari bangku perkuliahan. Kami menyediakan fasilitas dan ekosistem terbaik agar lulusannya siap membawa Indonesia menuju era ekonomi berbasis teknologi yang maju, inklusif, serta tetap bernafaskan nilai-nilai keislaman yang luhur," tegas Dr. Hanafi penuh optimisme.


    Berdasarkan proyeksi dari Kementerian Kominfo serta berbagai laporan ekonomi nasional, Indonesia diperkirakan membutuhkan sekitar 9 juta talenta digital hingga beberapa tahun ke depan demi mengakselerasi pertumbuhan ekonomi digital yang potensinya mencapai ribuan triliun Rupiah. Menjawab tantangan besar tersebut, Prodi Bisnis Digital Unmuh Jember hadir dengan kurikulum masa depan terintegrasi. Kurikulum ini mencakup bidang-bidang krusial seperti Artificial Intelligence (AI) for Business, Data Science, Digital Marketing, Business Analytics, E-Commerce, hingga Financial Technology (Fintech).


Keunggulan utama prodi ini terletak pada sistem pembelajarannya yang tidak hanya terpaku di dalam ruang kelas. Mahasiswa akan langsung didukung oleh ekosistem inovasi nyata melalui kelompok studi seperti AI Builder Study Group, platform BizAI.id, WarungMU, Bank Syariah Matahari, hingga ruang inkubasi bisnis eksklusif hasil kolaborasi dengan Laskar AI–Lintasarta dan IDX Incubator. Melalui sinergi kuat antara akademisi, industri, dan pemerintah, Unmuh Jember berkomitmen mencetak Digital Business Consultant, Content Strategist, maupun Data Analyst profesional yang siap membawa Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045.

Kamis, 11 Juni 2026

Seminar Nasional FEB Unmuh Jember Bekali Mahasiswa dan Pelajar Hadapi Ketidakpastian Ekonomi Global

 

Ratusan peserta yang terdiri atas mahasiswa dan pelajar SMA mengikuti Seminar Nasional bertajuk “Investasi Cerdas untuk Masa Depan yang Lebih Baik: Penguatan Strategi Investasi dalam Merespons Dinamika serta Ketidakpastian Ekonomi Global” yang digelar Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Jember di Aula Zainuri, Rabu (10/6/2026).

Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber dari sektor keuangan, yakni perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), dan Sucor Sekuritas. Seminar dirancang sebagai sarana edukasi untuk meningkatkan literasi investasi sekaligus membekali generasi muda menghadapi dinamika ekonomi global yang penuh ketidakpastian.

Ketua Panitia, Dimas Ilham Yudhistira, mengatakan bahwa seminar ini menjadi upaya KSPM FEB Unmuh Jember dalam memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai investasi kepada masyarakat, khususnya kalangan muda.

“Di era ekonomi yang tidak pasti seperti sekarang, kami ingin meningkatkan literasi investasi bagi seluruh peserta. Harapannya mereka memiliki pemahaman yang baik sehingga mampu mengambil keputusan keuangan yang lebih tepat di masa depan,” ujarnya.

Menariknya, peserta seminar tidak hanya berasal dari kalangan mahasiswa. Panitia juga mengundang siswa SMA di wilayah Kota Jember agar mereka dapat mengenal dunia investasi sejak dini.

Mengupload: 3637339 dari 3637339 byte diupload.

Menurut Dimas, langkah tersebut penting dilakukan untuk memberikan edukasi dasar mengenai investasi sekaligus mencegah generasi muda terjebak dalam praktik investasi ilegal atau investasi bodong yang masih marak terjadi.

“Kami ingin mengenalkan investasi lebih awal kepada siswa SMA. Dengan pemahaman yang benar, mereka bisa lebih waspada dan tidak mudah terpengaruh tawaran investasi yang merugikan,” tambahnya.

Dalam sesi seminar, peserta memperoleh berbagai materi mengenai pasar modal, strategi investasi, pengelolaan risiko, hingga pentingnya memahami kondisi ekonomi global sebelum mengambil keputusan investasi. Perwakilan Bursa Efek Indonesia menekankan pentingnya menentukan tujuan investasi, mengenali profil risiko, serta aktif mencari informasi dari sumber terpercaya sebelum berinvestasi.



Sementara itu, pemateri dari Sucor Sekuritas menjelaskan bahwa investor perlu siap menghadapi volatilitas pasar dengan menerapkan manajemen risiko, disiplin investasi, serta strategi jangka panjang agar tidak mudah terpengaruh fenomena FOMO maupun panic selling.

Selain seminar nasional, KSPM FEB Unmuh Jember juga menggelar kegiatan Sekolah Pasar Modal yang diperuntukkan bagi anggota internal organisasi sebagai tindak lanjut penguatan kapasitas di bidang investasi.

Dimas berharap kegiatan ini mampu menjadi pengalaman edukatif yang berharga, terutama bagi peserta dari kalangan pelajar yang baru mengenal dunia investasi.

“Harapan kami, seminar ini memberikan edukasi yang penting dan menjadi bekal bagi peserta, khususnya siswa SMA, agar tidak salah mengambil keputusan untuk masa depannya,” pungkasnya.

Seminar yang berlangsung sejak pagi hingga siang hari tersebut mendapat antusiasme tinggi dari peserta. Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif, pembagian doorprize, serta penyerahan kenang-kenangan kepada para narasumber.

 

Selasa, 09 Juni 2026

Dari Pesisir Jember, Mahasiswa Teknik Informatika Unmuh Jember Gali Suara Nelayan tentang Korupsi dan Bahaya NAPZA


Perspektif masyarakat terhadap korupsi dan penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (NAPZA) menjadi perhatian mahasiswa Program Studi Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember). Melalui wawancara lapangan yang dilaksanakan pada 30 Mei dan 1 Juni 2026, mahasiswa menggali pandangan komunitas nelayan mengenai dua persoalan yang masih menjadi tantangan besar bangsa Indonesia tersebut.

Kegiatan ini merupakan bagian dari tugas Mata Kuliah Pendidikan Antikorupsi dan NAPZA. Sebanyak tujuh mahasiswa yang tergabung dalam Kelompok 5 turun langsung ke masyarakat pesisir untuk berdialog dan memperoleh pemahaman mengenai dampak korupsi serta bahaya penyalahgunaan narkoba dari sudut pandang masyarakat.

Salah satu narasumber dalam kegiatan tersebut adalah Firdaus, seorang nelayan yang sehari-hari menggantungkan hidup dari hasil laut. Menurutnya, korupsi merupakan tindakan mengambil sesuatu yang bukan haknya dan memanfaatkan jabatan untuk kepentingan pribadi.

“Korupsi itu merugikan banyak orang. Dana yang seharusnya digunakan untuk masyarakat bisa tidak sampai kepada yang membutuhkan,” ujarnya.

Sebagai masyarakat yang bergantung pada berbagai program bantuan dan pembangunan, Firdaus menilai praktik korupsi dapat berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat. Ia berharap setiap pihak yang diberi amanah dapat menjalankan tugasnya dengan jujur, transparan, dan bertanggung jawab.

Dalam wawancara tersebut, para nelayan juga menyoroti pentingnya menjaga nilai kejujuran dalam kehidupan sehari-hari. Menurut mereka, kepercayaan merupakan modal utama dalam membangun hubungan sosial dan kerja sama di lingkungan masyarakat.

Selain membahas korupsi, diskusi turut mengangkat isu penyalahgunaan NAPZA yang dinilai sebagai ancaman serius bagi generasi muda. Firdaus menyampaikan bahwa narkoba dapat merusak kesehatan, menghancurkan masa depan, serta menghilangkan kesempatan generasi muda untuk berkembang dan meraih cita-cita.

Menurutnya, keluarga memiliki peran penting dalam mencegah penyalahgunaan narkoba. Orang tua perlu memberikan perhatian, pengawasan, serta pendidikan karakter kepada anak-anak sejak dini agar tidak mudah terpengaruh lingkungan yang negatif.

“Anak-anak harus rajin belajar, memilih teman yang baik, dan menjauhi narkoba. Masa depan mereka masih panjang dan harus dijaga,” pesannya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh data untuk memenuhi tugas akademik, tetapi juga mendapatkan pelajaran berharga dari masyarakat. Hasil wawancara menunjukkan bahwa kesadaran terhadap pentingnya integritas, kejujuran, dan bahaya penyalahgunaan NAPZA telah tumbuh di tengah masyarakat pesisir.

Kegiatan wawancara ini dilaksanakan oleh Kelompok 5 Mata Kuliah Pendidikan Antikorupsi dan NAPZA Program Studi Teknik Informatika Unmuh Jember yang beranggotakan Putri Suci Rahmadhani, Yulian Adinda, Nafila, Nabila Senja Ramadhani, Mohammad Putra Fernanda, Chyka Mey Tree Ahmad, dan Firli Aisyah Faridatul Arifah atas arahan dosen pengampu mata kuliah yaitu, Rohimatush Shofiyah, S.Si., M.Si., dan Miftahul Huda, S.H., M.Kn..

Melalui interaksi langsung dengan masyarakat, mahasiswa diharapkan mampu memahami bahwa upaya pemberantasan korupsi dan pencegahan penyalahgunaan NAPZA bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga memerlukan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.

Kamis, 28 Mei 2026

Idul Adha Ramah Lingkungan, Unmuh Jember Bagikan Daging Kurban dengan Besek Bambu

 

Ada suasana berbeda dalam pelaksanaan Idul Adha 1447 Hijriah di Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember). Jika umumnya daging kurban dibagikan menggunakan kantong plastik, tahun ini panitia memilih memakai besek bambu sebagai wadah distribusi kepada masyarakat dan karyawan kampus.

Langkah tersebut menjadi bagian dari kampanye ecogreen yang tengah dikembangkan Unmuh Jember untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai sekaligus menghadirkan pelaksanaan kurban yang lebih ramah lingkungan.

Rektor Unmuh Jember, Dr. Hanafi, M.Pd., mengatakan penggunaan besek bambu bukan sekadar alternatif kemasan, tetapi juga bentuk kepedulian kampus terhadap persoalan limbah plastik yang terus meningkat di masyarakat.

“Kami ingin momentum Idul Adha tidak hanya dimaknai sebagai ibadah, tetapi juga menjadi sarana membangun kesadaran menjaga lingkungan,” ujarnya usai meninjau proses penyembelihan hewan kurban di lingkungan kampus, Rabu (27/5/2026).

Menurutnya, penggunaan besek bambu dipilih karena lebih ramah lingkungan dan dapat digunakan kembali oleh masyarakat setelah menerima daging kurban. Selain mengurangi sampah plastik, langkah ini juga dinilai lebih selaras dengan nilai keberlanjutan yang mulai diterapkan di lingkungan kampus.

Tak hanya berdampak pada lingkungan, penggunaan besek turut memberikan manfaat ekonomi bagi pelaku UMKM perajin anyaman bambu. Unmuh Jember diketahui menggandeng perajin lokal untuk memenuhi kebutuhan besek pada momentum Idul Adha tahun ini.

“Kami ingin kegiatan kurban juga memberi dampak ekonomi kepada masyarakat, khususnya pelaku UMKM yang memproduksi anyaman bambu,” tambah Hanafi.

Pada pelaksanaan Idul Adha 1447 H, panitia kurban Unmuh Jember menerima empat ekor sapi dan dua ekor kambing untuk disembelih dan dibagikan kepada masyarakat sekitar serta keluarga besar kampus.

Penggunaan besek bambu pun mendapat respons positif dari warga penerima daging kurban. Selain dinilai lebih unik dan menarik, wadah tersebut juga dapat dimanfaatkan kembali untuk kebutuhan rumah tangga.

Melalui inovasi sederhana ini, Unmuh Jember berharap pelaksanaan kurban dapat menghadirkan manfaat yang lebih luas, tidak hanya dalam aspek ibadah dan sosial, tetapi juga dalam menjaga lingkungan serta mendukung keberlangsungan UMKM lokal.

 

Rabu, 27 Mei 2026

Ribuan Jamaah Padati Lapangan Unmuh Jember, Khutbah Idul Adha Tekankan Makna Kurban yang Sesungguhnya


Universitas  Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) menggelar Sholat Idul Adha 1447 Hijriah di Lapangan Sepak Bola Unmuh Jember, Rabu (27/5/2026). Ribuan jamaah yang terdiri dari sivitas akademika, warga Muhammadiyah, dan masyarakat umum memadati area lapangan sejak pagi untuk menunaikan ibadah hari raya Idul Adha.

Bertindak sebagai imam dalam pelaksanaan sholat Idul Adha kali ini adalah M. Khotib Firdaus, S.Pd., Kepala Sekolah SD Mudisa Jember. Sementara khutbah Idul Adha disampaikan oleh Prof. Dr. Aminullah El-Hady, M.Ag., Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Jember.

Mengusung tema “Ritual Kurban: Makna Kesalehan Spiritual dan Kepedulian Sosial”, khutbah mengajak umat Islam untuk memaknai Idul Adha tidak hanya sebagai ritual keagamaan, tetapi juga sebagai momentum memperkuat ketakwaan dan kepedulian terhadap sesama.

Dalam khutbahnya, Prof. Aminullah menjelaskan bahwa ibadah haji, Idul Adha, dan kurban merupakan rangkaian syariat yang saling berkaitan dan dilaksanakan pada bulan Dzulhijjah. Ketiganya mengandung pelajaran tentang ketakwaan, kepatuhan, dan pengorbanan sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Ibrahim AS beserta keluarganya.

“Ritual kurban bukan sekadar penyembelihan hewan, tetapi ujian ketakwaan dan kerelaan seseorang dalam melepaskan kecintaan berlebihan terhadap harta dan materi demi mendekatkan diri kepada Allah SWT,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan jamaah mengenai kisah Habil dan Qabil, dua putra Nabi Adam AS, yang menunjukkan bahwa Allah menerima amal berdasarkan ketulusan dan ketakwaan pelakunya. Menurutnya, nilai utama dari kurban terletak pada keikhlasan hati dan kesungguhan dalam menjalankan perintah Allah.

Selain memiliki dimensi spiritual, Prof. Aminullah menegaskan bahwa ibadah kurban juga mengandung dimensi sosial yang sangat kuat. Melalui pembagian daging kurban, umat Islam diajak membangun solidaritas, mempererat persaudaraan, dan meningkatkan kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.

“Kesalehan spiritual harus berjalan beriringan dengan kesalehan sosial. Orang yang bertakwa tidak hanya baik hubungannya dengan Allah, tetapi juga menghadirkan manfaat bagi sesama manusia,” ujarnya.

Menurutnya, masyarakat yang maju tidak hanya dibangun melalui kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga melalui budaya saling menghormati, berbagi, dan peduli terhadap lingkungan sosial di sekitarnya.

Pelaksanaan Sholat Idul Adha berlangsung khidmat dan tertib. Sejak sebelum pelaksanaan sholat, jamaah telah memadati lapangan untuk mengikuti rangkaian ibadah hari raya. Momentum Idul Adha di lingkungan Unmuh Jember ini sekaligus menjadi sarana mempererat silaturahmi antara sivitas akademika dengan masyarakat sekitar.

Melalui peringatan Idul Adha 1447 H, Unmuh Jember berharap nilai-nilai pengorbanan, keikhlasan, dan kepedulian sosial yang terkandung dalam ibadah kurban dapat terus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan kampus maupun masyarakat luas.

Senin, 18 Mei 2026

Perempuan Tangguh Peternak Domba, Kisah Yesita Alumni Unmuh Jember

Dunia peternakan kerap dianggap identik dengan pekerjaan laki-laki. Namun anggapan itu berhasil dipatahkan oleh Yesita Karel, alumni Program Studi Manajemen Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) asal Sidomulyo, Kabupaten Jember, yang sukses membangun bisnis peternakan dan penjualan domba bernama Artisnya Domba Jember sejak masih duduk di bangku kuliah.

Sebagai perempuan muda, Yesita memilih jalan yang tidak biasa. Di tengah banyak mahasiswa yang fokus mencari pekerjaan setelah lulus, ia justru berani terjun langsung ke dunia peternakan.

Usaha tersebut dirintis sejak tahun 2017, berawal dari latar belakang keluarganya yang merupakan peternak domba. Lingkungan tempat tinggalnya di Sidomulyo, Kabupaten Jember yang mayoritas dihuni oleh peternak, membuatnya akrab dengan kandang, pakan ternak, hingga proses jual beli domba sejak kecil.

Melihat peluang itu, Yesita memutuskan memulai usaha sendiri saat masih berada di semester awal perkuliahan. Ia ingin mandiri secara finansial dan tidak hanya bergantung pada orang tua.

“Saya ingin punya penghasilan sendiri. Dari kecil sudah melihat peluang itu ada di sekitar rumah, jadi saya memberanikan diri untuk mulai,” ujarnya.

Namun, memilih menjadi peternak perempuan bukan tanpa tantangan. Ia mengaku sempat dihantui rasa takut, mulai dari khawatir dagangannya tidak laku, takut ditipu, hingga ancaman pencurian ternak.

Selain itu, keterbatasan pengetahuan tentang dunia peternakan juga menjadi tantangan tersendiri. Ia harus belajar memahami usia domba, bobot ideal, jenis-jenis domba unggulan, hingga menentukan jasa pengiriman yang tepat untuk pembeli luar daerah.



Sebagai perempuan, ia juga sering menghadapi pandangan bahwa bisnis peternakan bukan bidang yang lazim digeluti perempuan. Namun Yesita memilih membuktikan lewat kerja nyata.

Ia belajar langsung di lapangan, mengamati, bertanya, hingga memahami seluk-beluk usaha ternak secara perlahan.

Cobaan terbesar datang saat pandemi dan wabah PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) menyerang. Saat itu, pengiriman domba mengalami lockdown, sementara beberapa ternak di kandangnya terserang penyakit hingga mati.

“Pernah merasa sangat berat. Saat wabah PMK, pengiriman terhambat, beberapa domba sakit bahkan mati. Tapi saya memilih tetap bertahan karena saya percaya usaha ini bisa berkembang,” katanya.

Ketekunan itu akhirnya membuahkan hasil. Tahun 2022 menjadi titik balik penting ketika omzet penjualannya meningkat drastis. Dari yang awalnya hanya menjual domba lokal, Yesita mulai meningkatkan kualitas produknya dengan menghadirkan domba Merino, Dormas, hingga Sopas.

Perkembangan usaha tersebut juga terlihat dari aset yang dimiliki. Jika awalnya hanya memiliki satu kandang, kini ia telah memiliki tiga kandang aktif untuk menunjang bisnisnya.

Dari hasil usaha itu, Yesita mampu membayar uang kuliah (UKT) sendiri sejak semester satu hingga lulus. Bahkan, ia juga berhasil membeli motor, handphone, hingga membantu renovasi rumah.

“Bangga sekali bisa sampai di titik ini. Saya sangat berterima kasih kepada kedua orang tua dan kakak-kakak saya yang selalu memberi support dan doa,” ungkapnya.

Bagi Yesita, perjalanan kuliah di Unmuh Jember bukan hanya soal mengejar nilai akademik, tetapi juga proses membentuk diri menjadi pribadi yang lebih baik.

Ia mengaku banyak belajar tentang disiplin, komunikasi, manajemen waktu, kerja tim, hingga keberanian mengambil keputusan.

Salah satu pengalaman paling berkesan terjadi saat semester akhir ketika ia hampir mengalami kendala besar dalam proses skripsi akibat perubahan judul tanpa koordinasi penuh dengan dosen pembimbing.

Saat itu, ia merasa sangat takut kelulusannya tertunda. Namun dari pengalaman tersebut, ia justru mendapatkan pelajaran berharga tentang komunikasi dan tanggung jawab.

“Dari situ saya belajar, jangan seenaknya mengubah sesuatu tanpa komunikasi yang jelas. Dalam bisnis juga begitu, jangan diam-diam mengganti produk atau harga ke klien. Kalau salah, cepat minta maaf dan beri solusi,” jelasnya.


Yesita percaya bahwa keberhasilan tidak datang secara instan. Baginya, langkah pertama adalah keberanian untuk memulai.

“Mengambil langkah pertama adalah awal untuk mewujudkan cita-cita menjadi pengusaha. Saya percaya usaha tidak akan mengkhianati hasil, dan Allah SWT tidak menunda, tetapi menata,” tuturnya.

Kini, ia terus mengembangkan Artisnya Domba Jember dengan target menjadi ahli di bidang peternakan sekaligus pengusaha sukses yang mampu membuka peluang bagi banyak orang.

Kisah Yesita menjadi bukti bahwa perempuan bisa kuat, mandiri, dan sukses bahkan dari kandang domba. Bahwa menjadi peternak bukan soal gender, tetapi soal keberanian untuk memulai dan konsistensi untuk bertahan.

 

Minggu, 17 Mei 2026

Delegasi Unmuh Jember Raih Best Team Kedua Nasional di Ajang Literasi Internasional SEALNET PI25

Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional hingga Asia Tenggara. Setelah terpilih sebagai salah satu dari lima perguruan tinggi terbaik di Indonesia dalam program SEALNET Project Indonesia 2025 (PI25) Read to Lead, delegasi Unmuh Jember berhasil meraih predikat Best Team Kedua Nasional pada ajang literasi internasional bergengsi SEALNET PI25 (Southeast Asian Service Leadership Network Program Initiative 2025).

Prestasi tersebut diumumkan dalam Closing Ceremony SEALNET PI25 yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Kamis, 10 April 2026 pukul 19.00 WIB, menandai berakhirnya proyek literasi yang telah berjalan selama kurang lebih enam bulan.

Tim delegasi Unmuh Jember terdiri dari Muhammad Sulton Al Gifari, mahasiswa Fakultas Psikologi, Lutfiah Indah Fardiyatin, mahasiswa Program Studi PGPAUD, serta Helmy Maulana Wahid, pustakawan Unmuh Jember.

Sebelumnya, pada Juli 2025, Unmuh Jember terpilih sebagai salah satu dari hanya lima perguruan tinggi di Indonesia yang lolos dalam program mentoring intensif SEALNET PI25 bersama Universitas Perbanas, UIN Sunan Gunung Djati, Universitas Multimedia Nusantara, dan Universitas Buddhi Dharma.

Program yang diselenggarakan oleh Southeast Asian Service Leadership Network (SEALNET) ini berfokus pada penguatan budaya literasi, kepemimpinan sosial, serta pengembangan program berbasis komunitas melalui proposal gerakan literasi bertajuk “Literazine.”

Melalui proposal tersebut, Unmuh Jember dinilai memiliki potensi besar dalam membangun ekosistem literasi yang inklusif, berkelanjutan, dan berdampak langsung bagi masyarakat kampus maupun masyarakat luas.

Selama lima hari, pada 16–20 Juli 2025, tim delegasi mengikuti mentoring intensif di Jakarta bersama mentor internasional dari berbagai negara Asia Tenggara, seperti Vietnam, Thailand, Myanmar, Filipina, Singapura, dan Indonesia.

Tidak hanya menerima materi, peserta juga melakukan kunjungan studi ke Perpustakaan Jakarta dan HB Jassin, Perpustakaan Universitas Indonesia, serta Gramedia Pustaka Utama, guna memperluas wawasan mengenai ekosistem literasi dan kepemimpinan berbasis layanan (service leadership).

Dalam proses pendampingan tersebut, para delegasi mendapatkan pembekalan mengenai pendekatan berbasis komunitas, strategi advokasi, serta praktik kepemimpinan sosial yang mampu menciptakan perubahan nyata.

Keberhasilan meraih predikat Best Team Kedua Nasional tidak datang secara instan. Tim Unmuh Jember dinilai menunjukkan performa terbaik melalui komunikasi aktif dengan mentor, konsistensi implementasi program, serta inovasi gerakan literasi yang kolaboratif dan inklusif.

Beberapa program unggulan yang berhasil dijalankan antara lain Library Tour bagi mahasiswa baru, Galeri Tour hasil kolaborasi dengan komunitas literasi lokal seperti Kanca Aksara, Literaya, Pena, dan PNE, hingga integrasi literasi dengan edukasi lingkungan melalui program Kunang-Kunang dan Nara Garden Tour.

Selain itu, tim juga mengembangkan gerakan literasi inklusif berbasis bahasa isyarat bersama BISINDO dan JBP, serta memperluas jejaring internasional melalui program English Mentoring yang berkolaborasi dengan Teaching Beyond Borders Singapura.

Lutfiah Indah Fardiyatin menyampaikan bahwa penghargaan ini menjadi bukti bahwa gerakan literasi kampus dapat berkembang menjadi gerakan sosial yang berdampak luas jika dikelola dengan kolaborasi dan konsistensi.

“Literasi bukan hanya soal membaca buku, tetapi bagaimana ilmu itu bisa hidup di masyarakat, menyentuh banyak orang, dan menjadi ruang perubahan sosial yang nyata,” ujarnya.

Prestasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Unmuh Jember mampu bersaing di level nasional maupun internasional, sekaligus memperkuat posisi kampus sebagai institusi yang aktif mendorong inovasi sosial, kepemimpinan muda, dan budaya literasi berkelanjutan.

Melalui capaian ini, Unmuh Jember tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi juga sebagai penggerak perubahan yang membawa semangat literasi dari kampus menuju jejaring Asia Tenggara.

Dua Mahasiswa Unmuh Jember Terlibat dalam Proyek Ketangguhan Bencana PMI dan JRCS Jepang

Komitmen mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) dalam bidang kemanusiaan kembali terlihat melalui keterlibatan dua mahasiswa dalam program School Community Resilience Project (SCR) yang diselenggarakan oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember bekerja sama dengan Japanese Red Cross Society (JRCS) Jepang.

Program ini diawali dengan kegiatan Pelatihan Dasar Disaster Risk Reduction (DRR) dan Enhanced Vulnerability Capacity Assessment (EVCA) yang berlangsung selama empat hari, pada 16–20 Januari 2025, di Hotel Safari Jember. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari proyek kolaborasi jangka panjang yang dirancang berjalan selama kurang lebih tiga tahun, mulai awal 2025 hingga 2027.

Pelatihan ini diikuti oleh 20 staf dan relawan PMI Kabupaten Jember, termasuk dua mahasiswa Unmuh Jember yang menjadi perwakilan dari KSR (Korps Sukarela) PMI Unit Unmuh Jember, yakni Lutfiah Indah Fardiyatin, mahasiswa Program Studi PGPAUD, dan Nur Alfiah, mahasiswa Program Studi Keperawatan.

Keterlibatan keduanya menjadi bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam mendukung penguatan ketangguhan masyarakat terhadap risiko bencana, khususnya di wilayah pesisir selatan Jember yang memiliki potensi ancaman gempa bumi dan tsunami.

Program SCR sendiri akan difokuskan di wilayah Kecamatan Puger dan Gumukmas, dua kawasan pesisir selatan Jember yang dinilai memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap bencana alam.

Saat itu, Ketua PMI Kabupaten Jember, Dr. Muhammad Thamrin, S.E., M.M., menegaskan bahwa pelatihan ini bukan hanya soal teori kebencanaan, tetapi juga membentuk karakter relawan yang tangguh dan siap terjun langsung ke masyarakat.

Menurutnya, relawan harus memiliki rasa percaya diri, komunikasi yang efektif, serta militansi dalam menjalankan tugas kemanusiaan.

Sementara itu, Weni Catur selaku Koordinator School and Community Resilience (SCR) menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang untuk membekali peserta dengan pemahaman teknis yang mendalam sebelum menjalankan pendampingan di lapangan.

Berbagai materi diberikan oleh fasilitator dari PMI Pusat, PMI Jawa Timur, PMI Kabupaten Jember, serta JRCS Jepang. Materi tersebut meliputi pengelolaan bencana, kesiapsiagaan, tanggap darurat, satuan pendidikan aman bencana, hingga kajian risiko.

Tidak hanya teori, peserta juga mengikuti simulasi lapangan, pelatihan teknik komunikasi, serta koordinasi respons kebencanaan agar mampu menjalankan tugas secara efektif saat berhadapan langsung dengan masyarakat.

Bagi Lutfiah dan Nur Alfiah, keterlibatan dalam proyek internasional ini menjadi pengalaman berharga yang tidak hanya memperluas wawasan kebencanaan, tetapi juga mengasah kemampuan kepemimpinan, komunikasi, dan pengabdian sosial sebagai mahasiswa.

Melalui program ini, Unmuh Jember menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya berperan di ruang akademik, tetapi juga hadir sebagai bagian dari solusi sosial dan kemanusiaan. Keterlibatan dalam School Community Resilience Project menjadi langkah nyata dalam membangun generasi muda yang tangguh, peduli, dan siap menghadapi tantangan kebencanaan di masa depan.

 

Usai Youth Diplomacy Forum Jakarta, Delegasi IMM Unmuh Jember Lahirkan Agent of Diplomation

Semangat diplomasi dan kepemimpinan global terus digaungkan oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember). Setelah mengikuti Youth Diplomacy Forum (YDF) 2025 di Jakarta, dua mahasiswi delegasi dari Koordinator Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (Korkom IMM) Unmuh Jember, yakni Lutfiah Indah Fardiyatin dari Program Studi PGPAUD dan Zahra Hakim dari Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), menghadirkan tindak lanjut nyata melalui kegiatan bertajuk “Agent of Diplomation”.

Program ini menjadi bentuk output action sekaligus pertanggungjawaban publik atas keikutsertaan mereka dalam forum diplomasi nasional yang diselenggarakan oleh kolaborasi antara Dewan Pimpinan Pusat (DPP) IMM, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI), Islamic Cooperation Youth Forum (ICYF), dan OIC Youth Indonesia.

Sebelumnya, pada 26–28 September 2025, Lutfiah dan Zahra menjadi delegasi resmi Unmuh Jember dalam Youth Diplomacy Forum 2025 yang digelar di Gedung Pusat Dakwah Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Jakarta Pusat. Forum tersebut mengusung tema “Muhammadiyah Diplomats as Catalysts of Global Change”, yang berfokus pada pelatihan dasar diplomasi, literasi hubungan internasional, serta simulasi sidang Organisasi Kerja Sama Islam melalui Model OIC (MOIC).

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Anis Matta dan dihadiri sejumlah diplomat senior Kemlu RI serta tokoh nasional Muhammadiyah dan MUI. Selama tiga hari, para peserta mendapatkan materi eksklusif dari direktur Kemlu RI dan para duta besar, sekaligus mengikuti simulasi sidang internasional yang melatih kemampuan negosiasi, diplomasi publik, dan penyusunan resolusi global.

Menurut Lutfiah, pengalaman tersebut menjadi ruang belajar yang sangat berharga bagi mahasiswa untuk memahami peran diplomasi dalam menghadapi isu-isu global.

“Forum ini membuka cara pandang kami bahwa mahasiswa tidak hanya berperan di lingkungan kampus, tetapi juga harus siap menjadi bagian dari perubahan global melalui komunikasi, negosiasi, dan diplomasi publik,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut dari pengalaman tersebut, Korkom IMM Unmuh Jember kemudian menggelar kegiatan “Agent of Diplomation” pada Minggu, 1 Maret 2026, bertempat di Ruang Rapat G.A Universitas Muhammadiyah Jember.

Kegiatan ini diikuti oleh kader pilihan yang merupakan tiga orang perwakilan dari masing-masing komisariat IMM di lingkungan Unmuh Jember. Sebanyak sembilan komisariat turut terlibat, sehingga puluhan kader muda IMM berpartisipasi dalam proses transfer ilmu dan penguatan kapasitas organisasi.

Mengusung tema “Menginternalisasi Nilai Adab dan Etika dalam Menciptakan Kolaborasi Organisasi yang Efektif, Produktif, dan Profesional,” kegiatan ini menghadirkan Dr. Sudahri, S.Sos., M.I.Kom. sebagai pemateri utama, dengan Faiq Nizamuddin sebagai fasilitator diskusi.

Dalam pemaparannya, Dr. Sudahri menekankan pentingnya adab, komunikasi taktis, dan etika organisasi sebagai fondasi utama dalam membangun kolaborasi yang sehat dan profesional di lingkungan mahasiswa.

Kegiatan berlangsung secara semi-formal dan interaktif. Para peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga aktif berdiskusi, bertukar gagasan, serta mempelajari bagaimana teknik diplomasi dapat diterapkan dalam menyelesaikan tantangan organisasi di tingkat komisariat.

Zahra Hakim menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan agar ilmu yang diperoleh dari forum nasional tidak berhenti pada delegasi yang berangkat, tetapi dapat menyebar dan memberikan dampak lebih luas.

“Kami ingin keterampilan diplomasi, negosiasi, dan etika berorganisasi ini bisa dirasakan seluruh kader IMM di Unmuh Jember. Ini bukan hanya soal forum nasional, tetapi bagaimana ilmu itu bisa kembali ke kampus dan menguatkan organisasi,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, IMM Unmuh Jember berharap lahir kader-kader muda yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kapasitas diplomasi, kepemimpinan, dan kepekaan sosial yang kuat dalam menjawab tantangan zaman.

Program “Agent of Diplomation” menjadi bukti bahwa pengalaman mahasiswa di tingkat nasional dapat diolah menjadi gerakan nyata di lingkungan kampus membangun kolaborasi, memperkuat adab organisasi, dan menyiapkan generasi pemimpin masa depan.

Selasa, 12 Mei 2026

Mahasiswa KKN Kenalkan Pemanfaatan Daun Kelor sebagai Tanaman Herbal Berkhasiat

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Jember melaksanakan kegiatan penyuluhan mengenai pemanfaatan daun kelor kepada masyarakat sebagai upaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya tanaman herbal bagi kesehatan.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang manfaat daun kelor yang selama ini mudah ditemukan di lingkungan sekitar, namun belum dimanfaatkan secara maksimal. Daun kelor atau yang dikenal masyarakat dengan sebutan maronggi merupakan tanaman tropis yang kaya akan kandungan nutrisi seperti vitamin A, vitamin B, vitamin C, zat besi, kalsium, kalium, dan magnesium.

Dalam penyuluhan tersebut, mahasiswa KKN menjelaskan bahwa daun kelor memiliki banyak manfaat kesehatan, di antaranya membantu menurunkan tekanan darah tinggi, mengontrol gula darah dan kolesterol, meningkatkan daya tahan tubuh, menjaga kesehatan jantung dan tulang, serta membantu memperlancar produksi ASI bagi ibu menyusui.

Selain itu, daun kelor juga mengandung antioksidan tinggi seperti flavonoid, polifenol, dan asam klorogenik yang berfungsi melawan radikal bebas serta membantu mencegah berbagai penyakit kronis seperti diabetes dan penyakit jantung.

Mahasiswa KKN juga memberikan penjelasan mengenai cara pengolahan daun kelor agar dapat dimanfaatkan secara maksimal, seperti diolah menjadi sayur bening, teh herbal, serbuk daun kelor, hingga jamu tradisional. Dengan pengolahan yang tepat, manfaat daun kelor dapat dirasakan lebih optimal oleh masyarakat.

Kegiatan ini mendapat respon positif dari warga karena dinilai memberikan pengetahuan baru tentang tanaman herbal yang murah, mudah didapat, dan memiliki manfaat besar bagi kesehatan keluarga. Warga juga merasa terbantu dengan adanya informasi mengenai pemanfaatan daun kelor sebagai alternatif pengobatan alami.

Namun demikian, mahasiswa juga mengingatkan agar konsumsi daun kelor tidak berlebihan karena dapat menimbulkan gangguan lambung. Khusus bagi ibu hamil, disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan tenaga kesehatan karena terdapat senyawa tertentu yang dapat memicu kontraksi.

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih bijak dalam memanfaatkan tanaman herbal yang ada di sekitar lingkungan mereka, serta menjadikan daun kelor sebagai salah satu solusi alami untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan kualitas hidup sehari-hari.

 

Senin, 11 Mei 2026

Mahasiswa KKN Unmuh Jember Ajak Warga Manfaatkan Sampah Plastik Menjadi Hiasan Kreatif

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Jember melaksanakan kegiatan sosialisasi dan pelatihan pemanfaatan sampah plastik menjadi berbagai hiasan kreatif bagi masyarakat Desa Selogudig Kulon, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mengolah sampah plastik menjadi barang yang lebih berguna serta memiliki nilai ekonomi.

Di lingkungan masyarakat, sampah plastik seperti botol bekas, kantong plastik, dan kemasan makanan sering kali menumpuk dan sulit terurai. Kondisi tersebut dapat menimbulkan pencemaran lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Melalui program ini, mahasiswa KKN mengajak warga untuk memanfaatkan sampah plastik menjadi berbagai hiasan menarik seperti bunga hias, tempat pensil, gantungan dinding, vas bunga, hingga dekorasi rumah lainnya.

Kegiatan sosialisasi dan pelatihan ini diikuti dengan antusias oleh ibu-ibu serta remaja Desa Selogudig Kulon. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN memberikan penjelasan mengenai cara memilah sampah plastik yang masih dapat digunakan, membersihkan bahan, hingga langkah-langkah membuat hiasan sederhana dari barang bekas.

Adapun alat dan bahan yang digunakan antara lain botol plastik bekas, gunting, lem, pita, cat warna, serta berbagai kemasan plastik lainnya yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar.

Melalui kegiatan ini, masyarakat memperoleh pengetahuan baru mengenai pentingnya pengelolaan sampah sekaligus keterampilan dalam membuat kerajinan tangan yang menarik dan bermanfaat. Hasil karya yang dibuat bersama memiliki nilai guna karena dapat digunakan sebagai hiasan rumah maupun dijadikan peluang usaha kecil untuk menambah penghasilan keluarga.

Program pemanfaatan sampah plastik ini mendapatkan respon positif dari masyarakat Desa Selogudig Kulon. Warga berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan agar lingkungan desa menjadi lebih bersih, sehat, dan masyarakat semakin kreatif dalam memanfaatkan barang bekas menjadi sesuatu yang bernilai.

Mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal dalam menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi kreatif berbasis daur ulang sampah.

 


Rabu, 06 Mei 2026

Dosen Unmuh Jember Dorong Transformasi Pembelajaran Digital melalui Integrasi AI di SMA Muhammadiyah 1 Lumajang

Upaya mendorong transformasi digital di dunia pendidikan terus dilakukan oleh kalangan akademisi. Tim dosen dari Universitas Muhammadiyah Jember melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Transformasi Pembelajaran Digital: Integrasi AI Code Generator dalam Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif di SMA Muhammadiyah 1 Lumajang.

Kegiatan yang dipimpin oleh Syahrul Mubaroq, M.Pd. ini dilaksanakan pada 16 Desember 2025 dan bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), khususnya AI Code Generator, untuk menciptakan media pembelajaran yang interaktif dan inovatif.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 18 guru dari berbagai mata pelajaran mengikuti pelatihan intensif yang mencakup pengenalan konsep AI, teknik penyusunan perintah (prompt), hingga praktik langsung pembuatan media berbasis HTML, CSS, dan JavaScript melalui platform Canva Code.

“Selama ini banyak guru sudah mengenal Canva, tetapi belum memanfaatkan fitur lanjutannya seperti AI Code Generator. Padahal teknologi ini bisa membantu membuat media interaktif tanpa harus menguasai coding secara mendalam,” ujar Syahrul dalam keterangannya.

Pelatihan dilaksanakan secara bertahap mulai dari analisis kebutuhan, workshop, pendampingan teknis, hingga evaluasi hasil. Para peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga menghasilkan produk nyata berupa media pembelajaran interaktif seperti kuis otomatis, simulasi pembelajaran, hingga game edukatif sederhana.

Hasilnya cukup signifikan. Sebanyak 16 guru mampu secara mandiri menghasilkan media interaktif berbasis AI, sementara dua lainnya mampu menyelesaikan produk dengan pendampingan. Secara keseluruhan, tercipta 18 produk media pembelajaran yang siap digunakan di kelas.

Tidak hanya berdampak pada keterampilan teknis, kegiatan ini juga mengubah pola pikir guru terhadap teknologi. AI yang sebelumnya dianggap rumit kini dipandang sebagai “asisten pedagogis” yang membantu mempercepat proses pembuatan materi ajar.

“Kami jadi lebih percaya diri. Ternyata membuat media interaktif tidak sesulit yang dibayangkan jika memanfaatkan AI,” ungkap salah satu guru peserta.

Selain itu, program ini juga mendorong terbentuknya budaya kolaboratif antar guru serta lahirnya repositori digital sekolah yang berisi kumpulan media pembelajaran interaktif. Repositori ini diharapkan menjadi fondasi pengembangan pembelajaran berbasis teknologi secara berkelanjutan.

Kepala sekolah SMA Muhammadiyah 1 Lumajang menyambut baik kegiatan ini dan berharap pelatihan serupa dapat terus berlanjut dengan materi yang lebih mendalam.

Program ini sejalan dengan upaya pengembangan pendidikan di era Society 5.0, di mana integrasi teknologi seperti AI menjadi kunci dalam menciptakan pembelajaran yang adaptif, interaktif, dan berpusat pada siswa.

Melalui kegiatan ini, Universitas Muhammadiyah Jember menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di daerah melalui inovasi berbasis teknologi.

Unmuh Jember Gelar Program International Financial Behavior & Investment Empowerment di MSU Malaysia

Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) internasional melaksanakan kegiatan bertajuk International Financial Behavior & Investment Empowerment bekerja sama dengan Management and Science University (MSU) Malaysia. Program ini bertujuan meningkatkan literasi keuangan, perilaku keuangan, serta kesiapan investasi mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh studi di MSU Malaysia.

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh tingginya tantangan finansial yang dihadapi mahasiswa Indonesia di luar negeri, khususnya dalam mengatur biaya hidup, memahami investasi digital, serta menghadapi risiko keputusan keuangan yang impulsif akibat pengaruh media sosial dan tren investasi. Mahasiswa perantau dinilai rentan mengalami stres finansial dan kesalahan dalam pengambilan keputusan investasi.

Melalui program ini, tim pengabdian memberikan edukasi mengenai pengelolaan keuangan pribadi, perencanaan keuangan, literasi investasi, serta pemahaman mengenai pasar modal syariah Indonesia dan Malaysia. Selain itu, peserta juga dibekali pemahaman tentang behavioral finance seperti overconfidence, herding behavior, dan fear of missing out (FOMO) yang sering memengaruhi keputusan investasi generasi muda.

Rangkaian kegiatan dimulai dari koordinasi dengan pihak MSU Malaysia, survei kebutuhan peserta, baseline study, penyusunan modul literasi keuangan, hingga pelaksanaan workshop literasi keuangan dan pelatihan behavioral finance. Mahasiswa juga mengikuti simulasi pasar modal internasional melalui platform virtual trading yang terintegrasi dengan data pasar Indonesia dan Malaysia.

Hasil sementara menunjukkan adanya peningkatan pemahaman mahasiswa terkait pengelolaan keuangan pribadi, diversifikasi risiko, dan perbedaan instrumen investasi lintas negara. Selain itu, sekitar 70 persen peserta mengaku lebih percaya diri dalam mengelola keuangan pribadi dan memahami risiko investasi internasional.

Program ini juga berhasil memperkuat kolaborasi akademik antara Unmuh Jember dan MSU Malaysia melalui keterlibatan dosen mitra dalam penyampaian materi serta diskusi akademik lintas negara. Sinergi ini menjadi bagian dari upaya internasionalisasi tridharma perguruan tinggi sekaligus mendukung Renstra Pengabdian kepada Masyarakat Unmuh Jember.

Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa Indonesia di Malaysia mampu menjadi generasi muda yang memiliki literasi keuangan yang baik, mampu mengambil keputusan investasi secara rasional, serta siap menghadapi sistem keuangan global secara bijak dan berkelanjutan.

 

Gerakan Menanam Seribu Pohon di TK DWP 3 Banyuputih: Wujud Nyata Peduli Lingkungan

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Jember melaksanakan kegiatan Gerakan Menanam Seribu Pohon sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan di TK DWP 3 Banyuputih, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, pada Minggu (4/5/2026).

Kegiatan ini melibatkan perangkat desa, karang taruna, guru, serta masyarakat setempat yang turut berpartisipasi aktif dalam proses penanaman pohon di berbagai titik strategis lingkungan desa.

Program penanaman seribu pohon ini dilatarbelakangi oleh kondisi lingkungan yang mulai mengalami penurunan kualitas, seperti berkurangnya ruang hijau, meningkatnya suhu udara, serta potensi terjadinya bencana alam seperti banjir dan longsor. Oleh karena itu, mahasiswa KKN bersama masyarakat berinisiatif melakukan aksi nyata penghijauan sebagai langkah preventif dan berkelanjutan.

Jenis pohon yang ditanam antara lain pohon sengon, mahoni, dan trembesi yang dikenal memiliki manfaat ekologis tinggi, seperti menyerap karbon dioksida, menghasilkan oksigen, menjaga kesuburan tanah, serta memperbaiki struktur lingkungan sekitar.

Penanaman dilakukan di beberapa lokasi penting seperti pinggir jalan desa, lahan kosong, serta area sekitar aliran sungai yang membutuhkan penghijauan agar lebih aman dari ancaman erosi dan longsor.

Kegiatan diawali dengan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya penghijauan serta cara merawat tanaman agar dapat tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat jangka panjang. Setelah itu, mahasiswa KKN memandu warga untuk melakukan praktik langsung penanaman pohon.

Warga terlihat sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut. Mulai dari proses penggalian tanah, penanaman bibit, hingga penyiraman awal dilakukan secara gotong royong dengan penuh semangat kebersamaan.

Salah satu perangkat desa menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa KKN yang dinilai sangat bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.

“Kami sangat berterima kasih kepada mahasiswa KKN yang telah menginisiasi kegiatan ini. Semoga pohon-pohon yang ditanam dapat tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat besar bagi generasi mendatang,” ujarnya.

Program penghijauan ini juga sejalan dengan berbagai hasil penelitian yang menunjukkan pentingnya penanaman pohon bagi keberlanjutan lingkungan. Berdasarkan kajian dari Food and Agriculture Organization (FAO), penanaman pohon mampu mengurangi emisi karbon dan membantu mitigasi perubahan iklim.

Selain itu, penelitian oleh Nowak dkk. dalam jurnal Environmental Pollution menyebutkan bahwa pohon di lingkungan perkotaan maupun pedesaan mampu menyerap polutan udara dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

Sementara itu, penelitian Chazdon dalam jurnal Science menjelaskan bahwa reforestasi atau penanaman kembali pohon dapat mempercepat pemulihan ekosistem yang rusak dan menjaga keseimbangan lingkungan dalam jangka panjang.

Hal tersebut membuktikan bahwa kegiatan sederhana seperti menanam pohon memiliki dampak besar bagi keberlanjutan alam dan kualitas hidup masyarakat.

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat terus menjaga dan merawat pohon yang telah ditanam serta menumbuhkan kesadaran kolektif tentang pentingnya pelestarian lingkungan.

Mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember berharap program ini menjadi langkah awal dalam menciptakan desa yang lebih hijau, sehat, sejuk, dan berkelanjutan untuk masa depan yang lebih baik.

 

Connect