Minggu, 17 Mei 2026

Delegasi Unmuh Jember Raih Best Team Kedua Nasional di Ajang Literasi Internasional SEALNET PI25

Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional hingga Asia Tenggara. Setelah terpilih sebagai salah satu dari lima perguruan tinggi terbaik di Indonesia dalam program SEALNET Project Indonesia 2025 (PI25) Read to Lead, delegasi Unmuh Jember berhasil meraih predikat Best Team Kedua Nasional pada ajang literasi internasional bergengsi SEALNET PI25 (Southeast Asian Service Leadership Network Program Initiative 2025).

Prestasi tersebut diumumkan dalam Closing Ceremony SEALNET PI25 yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Kamis, 10 April 2026 pukul 19.00 WIB, menandai berakhirnya proyek literasi yang telah berjalan selama kurang lebih enam bulan.

Tim delegasi Unmuh Jember terdiri dari Muhammad Sulton Al Gifari, mahasiswa Fakultas Psikologi, Lutfiah Indah Fardiyatin, mahasiswa Program Studi PGPAUD, serta Helmy Maulana Wahid, pustakawan Unmuh Jember.

Sebelumnya, pada Juli 2025, Unmuh Jember terpilih sebagai salah satu dari hanya lima perguruan tinggi di Indonesia yang lolos dalam program mentoring intensif SEALNET PI25 bersama Universitas Perbanas, UIN Sunan Gunung Djati, Universitas Multimedia Nusantara, dan Universitas Buddhi Dharma.

Program yang diselenggarakan oleh Southeast Asian Service Leadership Network (SEALNET) ini berfokus pada penguatan budaya literasi, kepemimpinan sosial, serta pengembangan program berbasis komunitas melalui proposal gerakan literasi bertajuk “Literazine.”

Melalui proposal tersebut, Unmuh Jember dinilai memiliki potensi besar dalam membangun ekosistem literasi yang inklusif, berkelanjutan, dan berdampak langsung bagi masyarakat kampus maupun masyarakat luas.

Selama lima hari, pada 16–20 Juli 2025, tim delegasi mengikuti mentoring intensif di Jakarta bersama mentor internasional dari berbagai negara Asia Tenggara, seperti Vietnam, Thailand, Myanmar, Filipina, Singapura, dan Indonesia.

Tidak hanya menerima materi, peserta juga melakukan kunjungan studi ke Perpustakaan Jakarta dan HB Jassin, Perpustakaan Universitas Indonesia, serta Gramedia Pustaka Utama, guna memperluas wawasan mengenai ekosistem literasi dan kepemimpinan berbasis layanan (service leadership).

Dalam proses pendampingan tersebut, para delegasi mendapatkan pembekalan mengenai pendekatan berbasis komunitas, strategi advokasi, serta praktik kepemimpinan sosial yang mampu menciptakan perubahan nyata.

Keberhasilan meraih predikat Best Team Kedua Nasional tidak datang secara instan. Tim Unmuh Jember dinilai menunjukkan performa terbaik melalui komunikasi aktif dengan mentor, konsistensi implementasi program, serta inovasi gerakan literasi yang kolaboratif dan inklusif.

Beberapa program unggulan yang berhasil dijalankan antara lain Library Tour bagi mahasiswa baru, Galeri Tour hasil kolaborasi dengan komunitas literasi lokal seperti Kanca Aksara, Literaya, Pena, dan PNE, hingga integrasi literasi dengan edukasi lingkungan melalui program Kunang-Kunang dan Nara Garden Tour.

Selain itu, tim juga mengembangkan gerakan literasi inklusif berbasis bahasa isyarat bersama BISINDO dan JBP, serta memperluas jejaring internasional melalui program English Mentoring yang berkolaborasi dengan Teaching Beyond Borders Singapura.

Lutfiah Indah Fardiyatin menyampaikan bahwa penghargaan ini menjadi bukti bahwa gerakan literasi kampus dapat berkembang menjadi gerakan sosial yang berdampak luas jika dikelola dengan kolaborasi dan konsistensi.

“Literasi bukan hanya soal membaca buku, tetapi bagaimana ilmu itu bisa hidup di masyarakat, menyentuh banyak orang, dan menjadi ruang perubahan sosial yang nyata,” ujarnya.

Prestasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Unmuh Jember mampu bersaing di level nasional maupun internasional, sekaligus memperkuat posisi kampus sebagai institusi yang aktif mendorong inovasi sosial, kepemimpinan muda, dan budaya literasi berkelanjutan.

Melalui capaian ini, Unmuh Jember tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi juga sebagai penggerak perubahan yang membawa semangat literasi dari kampus menuju jejaring Asia Tenggara.

Dua Mahasiswa Unmuh Jember Terlibat dalam Proyek Ketangguhan Bencana PMI dan JRCS Jepang

Komitmen mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) dalam bidang kemanusiaan kembali terlihat melalui keterlibatan dua mahasiswa dalam program School Community Resilience Project (SCR) yang diselenggarakan oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember bekerja sama dengan Japanese Red Cross Society (JRCS) Jepang.

Program ini diawali dengan kegiatan Pelatihan Dasar Disaster Risk Reduction (DRR) dan Enhanced Vulnerability Capacity Assessment (EVCA) yang berlangsung selama empat hari, pada 16–20 Januari 2025, di Hotel Safari Jember. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari proyek kolaborasi jangka panjang yang dirancang berjalan selama kurang lebih tiga tahun, mulai awal 2025 hingga 2027.

Pelatihan ini diikuti oleh 20 staf dan relawan PMI Kabupaten Jember, termasuk dua mahasiswa Unmuh Jember yang menjadi perwakilan dari KSR (Korps Sukarela) PMI Unit Unmuh Jember, yakni Lutfiah Indah Fardiyatin, mahasiswa Program Studi PGPAUD, dan Nur Alfiah, mahasiswa Program Studi Keperawatan.

Keterlibatan keduanya menjadi bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam mendukung penguatan ketangguhan masyarakat terhadap risiko bencana, khususnya di wilayah pesisir selatan Jember yang memiliki potensi ancaman gempa bumi dan tsunami.

Program SCR sendiri akan difokuskan di wilayah Kecamatan Puger dan Gumukmas, dua kawasan pesisir selatan Jember yang dinilai memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap bencana alam.

Saat itu, Ketua PMI Kabupaten Jember, Dr. Muhammad Thamrin, S.E., M.M., menegaskan bahwa pelatihan ini bukan hanya soal teori kebencanaan, tetapi juga membentuk karakter relawan yang tangguh dan siap terjun langsung ke masyarakat.

Menurutnya, relawan harus memiliki rasa percaya diri, komunikasi yang efektif, serta militansi dalam menjalankan tugas kemanusiaan.

Sementara itu, Weni Catur selaku Koordinator School and Community Resilience (SCR) menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang untuk membekali peserta dengan pemahaman teknis yang mendalam sebelum menjalankan pendampingan di lapangan.

Berbagai materi diberikan oleh fasilitator dari PMI Pusat, PMI Jawa Timur, PMI Kabupaten Jember, serta JRCS Jepang. Materi tersebut meliputi pengelolaan bencana, kesiapsiagaan, tanggap darurat, satuan pendidikan aman bencana, hingga kajian risiko.

Tidak hanya teori, peserta juga mengikuti simulasi lapangan, pelatihan teknik komunikasi, serta koordinasi respons kebencanaan agar mampu menjalankan tugas secara efektif saat berhadapan langsung dengan masyarakat.

Bagi Lutfiah dan Nur Alfiah, keterlibatan dalam proyek internasional ini menjadi pengalaman berharga yang tidak hanya memperluas wawasan kebencanaan, tetapi juga mengasah kemampuan kepemimpinan, komunikasi, dan pengabdian sosial sebagai mahasiswa.

Melalui program ini, Unmuh Jember menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya berperan di ruang akademik, tetapi juga hadir sebagai bagian dari solusi sosial dan kemanusiaan. Keterlibatan dalam School Community Resilience Project menjadi langkah nyata dalam membangun generasi muda yang tangguh, peduli, dan siap menghadapi tantangan kebencanaan di masa depan.

 

Usai Youth Diplomacy Forum Jakarta, Delegasi IMM Unmuh Jember Lahirkan Agent of Diplomation

Semangat diplomasi dan kepemimpinan global terus digaungkan oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember). Setelah mengikuti Youth Diplomacy Forum (YDF) 2025 di Jakarta, dua mahasiswi delegasi dari Koordinator Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (Korkom IMM) Unmuh Jember, yakni Lutfiah Indah Fardiyatin dari Program Studi PGPAUD dan Zahra Hakim dari Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), menghadirkan tindak lanjut nyata melalui kegiatan bertajuk “Agent of Diplomation”.

Program ini menjadi bentuk output action sekaligus pertanggungjawaban publik atas keikutsertaan mereka dalam forum diplomasi nasional yang diselenggarakan oleh kolaborasi antara Dewan Pimpinan Pusat (DPP) IMM, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI), Islamic Cooperation Youth Forum (ICYF), dan OIC Youth Indonesia.

Sebelumnya, pada 26–28 September 2025, Lutfiah dan Zahra menjadi delegasi resmi Unmuh Jember dalam Youth Diplomacy Forum 2025 yang digelar di Gedung Pusat Dakwah Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Jakarta Pusat. Forum tersebut mengusung tema “Muhammadiyah Diplomats as Catalysts of Global Change”, yang berfokus pada pelatihan dasar diplomasi, literasi hubungan internasional, serta simulasi sidang Organisasi Kerja Sama Islam melalui Model OIC (MOIC).

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Anis Matta dan dihadiri sejumlah diplomat senior Kemlu RI serta tokoh nasional Muhammadiyah dan MUI. Selama tiga hari, para peserta mendapatkan materi eksklusif dari direktur Kemlu RI dan para duta besar, sekaligus mengikuti simulasi sidang internasional yang melatih kemampuan negosiasi, diplomasi publik, dan penyusunan resolusi global.

Menurut Lutfiah, pengalaman tersebut menjadi ruang belajar yang sangat berharga bagi mahasiswa untuk memahami peran diplomasi dalam menghadapi isu-isu global.

“Forum ini membuka cara pandang kami bahwa mahasiswa tidak hanya berperan di lingkungan kampus, tetapi juga harus siap menjadi bagian dari perubahan global melalui komunikasi, negosiasi, dan diplomasi publik,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut dari pengalaman tersebut, Korkom IMM Unmuh Jember kemudian menggelar kegiatan “Agent of Diplomation” pada Minggu, 1 Maret 2026, bertempat di Ruang Rapat G.A Universitas Muhammadiyah Jember.

Kegiatan ini diikuti oleh kader pilihan yang merupakan tiga orang perwakilan dari masing-masing komisariat IMM di lingkungan Unmuh Jember. Sebanyak sembilan komisariat turut terlibat, sehingga puluhan kader muda IMM berpartisipasi dalam proses transfer ilmu dan penguatan kapasitas organisasi.

Mengusung tema “Menginternalisasi Nilai Adab dan Etika dalam Menciptakan Kolaborasi Organisasi yang Efektif, Produktif, dan Profesional,” kegiatan ini menghadirkan Dr. Sudahri, S.Sos., M.I.Kom. sebagai pemateri utama, dengan Faiq Nizamuddin sebagai fasilitator diskusi.

Dalam pemaparannya, Dr. Sudahri menekankan pentingnya adab, komunikasi taktis, dan etika organisasi sebagai fondasi utama dalam membangun kolaborasi yang sehat dan profesional di lingkungan mahasiswa.

Kegiatan berlangsung secara semi-formal dan interaktif. Para peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga aktif berdiskusi, bertukar gagasan, serta mempelajari bagaimana teknik diplomasi dapat diterapkan dalam menyelesaikan tantangan organisasi di tingkat komisariat.

Zahra Hakim menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan agar ilmu yang diperoleh dari forum nasional tidak berhenti pada delegasi yang berangkat, tetapi dapat menyebar dan memberikan dampak lebih luas.

“Kami ingin keterampilan diplomasi, negosiasi, dan etika berorganisasi ini bisa dirasakan seluruh kader IMM di Unmuh Jember. Ini bukan hanya soal forum nasional, tetapi bagaimana ilmu itu bisa kembali ke kampus dan menguatkan organisasi,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, IMM Unmuh Jember berharap lahir kader-kader muda yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kapasitas diplomasi, kepemimpinan, dan kepekaan sosial yang kuat dalam menjawab tantangan zaman.

Program “Agent of Diplomation” menjadi bukti bahwa pengalaman mahasiswa di tingkat nasional dapat diolah menjadi gerakan nyata di lingkungan kampus membangun kolaborasi, memperkuat adab organisasi, dan menyiapkan generasi pemimpin masa depan.

Rabu, 06 Mei 2026

Dosen Unmuh Jember Dorong Transformasi Pembelajaran Digital melalui Integrasi AI di SMA Muhammadiyah 1 Lumajang

Upaya mendorong transformasi digital di dunia pendidikan terus dilakukan oleh kalangan akademisi. Tim dosen dari Universitas Muhammadiyah Jember melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Transformasi Pembelajaran Digital: Integrasi AI Code Generator dalam Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif di SMA Muhammadiyah 1 Lumajang.

Kegiatan yang dipimpin oleh Syahrul Mubaroq, M.Pd. ini dilaksanakan pada 16 Desember 2025 dan bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), khususnya AI Code Generator, untuk menciptakan media pembelajaran yang interaktif dan inovatif.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 18 guru dari berbagai mata pelajaran mengikuti pelatihan intensif yang mencakup pengenalan konsep AI, teknik penyusunan perintah (prompt), hingga praktik langsung pembuatan media berbasis HTML, CSS, dan JavaScript melalui platform Canva Code.

“Selama ini banyak guru sudah mengenal Canva, tetapi belum memanfaatkan fitur lanjutannya seperti AI Code Generator. Padahal teknologi ini bisa membantu membuat media interaktif tanpa harus menguasai coding secara mendalam,” ujar Syahrul dalam keterangannya.

Pelatihan dilaksanakan secara bertahap mulai dari analisis kebutuhan, workshop, pendampingan teknis, hingga evaluasi hasil. Para peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga menghasilkan produk nyata berupa media pembelajaran interaktif seperti kuis otomatis, simulasi pembelajaran, hingga game edukatif sederhana.

Hasilnya cukup signifikan. Sebanyak 16 guru mampu secara mandiri menghasilkan media interaktif berbasis AI, sementara dua lainnya mampu menyelesaikan produk dengan pendampingan. Secara keseluruhan, tercipta 18 produk media pembelajaran yang siap digunakan di kelas.

Tidak hanya berdampak pada keterampilan teknis, kegiatan ini juga mengubah pola pikir guru terhadap teknologi. AI yang sebelumnya dianggap rumit kini dipandang sebagai “asisten pedagogis” yang membantu mempercepat proses pembuatan materi ajar.

“Kami jadi lebih percaya diri. Ternyata membuat media interaktif tidak sesulit yang dibayangkan jika memanfaatkan AI,” ungkap salah satu guru peserta.

Selain itu, program ini juga mendorong terbentuknya budaya kolaboratif antar guru serta lahirnya repositori digital sekolah yang berisi kumpulan media pembelajaran interaktif. Repositori ini diharapkan menjadi fondasi pengembangan pembelajaran berbasis teknologi secara berkelanjutan.

Kepala sekolah SMA Muhammadiyah 1 Lumajang menyambut baik kegiatan ini dan berharap pelatihan serupa dapat terus berlanjut dengan materi yang lebih mendalam.

Program ini sejalan dengan upaya pengembangan pendidikan di era Society 5.0, di mana integrasi teknologi seperti AI menjadi kunci dalam menciptakan pembelajaran yang adaptif, interaktif, dan berpusat pada siswa.

Melalui kegiatan ini, Universitas Muhammadiyah Jember menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di daerah melalui inovasi berbasis teknologi.

Selasa, 28 April 2026

Auto Lolos Kerja, Unmuh Jember Kembali Hadirkan Tips Hadapi CV dan Wawancara Kerja

Universitas Muhammadiyah Jember melalui UPT Tracer Study dan Career Development Center (CDC) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesiapan kerja lulusan dengan menggelar pelatihan dan seminar bertajuk “Stand Out & Get Hired: CV Hacks and Interview Secrets”, Selasa (28/4/2026).

Wakil Rektor III, Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unmuh Jember, Dr. Sofyan Rofi, M.Pd.I menilai bahwa kegiatan ini merupakan agenda aktif dan rutin dilaksanakan untuk memperkuat pemahaman dunia kerja yang selalu update kepada para mahasiswa semester akhir dan para lulusan Unmuh Jember.

Kegiatan ini bertujuan menjawab tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif, di mana lulusan tidak hanya dituntut unggul secara akademik, tetapi juga mampu mempresentasikan diri secara profesional melalui CV dan wawancara kerja.


Berdasarkan hasil evaluasi internal, masih ditemukan kesenjangan antara kesiapan lulusan dan kebutuhan industri. Hal ini terlihat dari masih rendahnya kualitas penyusunan CV, kurang optimalnya personal branding, serta minimnya kepercayaan diri saat menghadapi proses interview.

Dalam kegiatan ini, peserta yang terdiri dari mahasiswa tingkat akhir dan alumni mendapatkan pembekalan komprehensif, mulai dari teknik menyusun CV yang sesuai standar industri (ATS-friendly), strategi personal branding, hingga metode menjawab pertanyaan wawancara secara sistematis seperti STAR.


Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi seminar, workshop, hingga simulasi wawancara kerja (role play). Peserta juga berkesempatan langsung merevisi CV serta mendapatkan umpan balik dari narasumber.

Hadir sebagai pemateri, Mieke Prasetyo, S.Psi., M.Psi., Psikolog, yang merupakan praktisi psikologi industri dan organisasi dengan pengalaman luas di bidang pengembangan karier dan sumber daya manusia. Ia saat ini menjabat sebagai Direktur Mandaya Psikologika Jember serta aktif sebagai psikolog di Garwita Institute Jember dan konsultan psikologi di RS Bhayangkara Bondowoso.


Selain itu, ia juga pernah berperan sebagai Direktur Pusat Pengembangan Psikologi dan Layanan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jember serta memiliki pengalaman profesional di Thinkplus Surabaya. Latar belakang pendidikan magister psikologi profesi dari Universitas Padjadjaran semakin memperkuat kompetensinya dalam memberikan pelatihan pengembangan karier.

Pelatihan yang digelar di KCM Studio ini berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 11.00 WIB dengan metode ceramah, praktik langsung, diskusi interaktif, serta evaluasi berbasis umpan balik.

Sebagai tindak lanjut, CDC UM Jember juga menyiapkan program coaching clinic, pengembangan database CV mahasiswa dan alumni, serta penguatan jejaring dengan dunia industri.


Melalui kegiatan ini, Universitas Muhammadiyah Jember berharap dapat meningkatkan employability lulusan serta mencetak generasi yang lebih siap dan kompetitif dalam menghadapi dunia kerja.

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jember Gelar Literasi Sains Terapan di SMA Muhammadiyah 2 Genteng

Dunia sains terus berkembang seiring perjalanan waktu dan tidak pernah habis untuk dibahas. Berbagai kajian ilmiah melahirkan metode, teori, dan praktik yang bermanfaat bagi kehidupan manusia. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin dinamis menuntut generasi muda untuk tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan nyata.

Melalui sistem Kurikulum Merdeka, siswa diharapkan mampu memahami konsep sains secara aplikatif melalui eksperimen dan praktik langsung seperti para ilmuwan terdahulu. Namun, kenyataannya tidak semua sekolah memiliki fasilitas laboratorium yang memadai. Keterbatasan alat, bahan, dan sarana praktikum sering kali menjadi hambatan dalam proses pembelajaran sains.

Melihat kondisi tersebut, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jember menghadirkan kegiatan Literasi Sains Terapan bagi siswa-siswi SMA Muhammadiyah 2 Genteng pada Selasa dan Rabu (27-28/1/2026) silam. Program ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman siswa terhadap ilmu sains melalui praktik langsung yang menyenangkan dan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Tema yang diangkat dalam kegiatan ini adalah fermentasi makanan, karena mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari dan dekat dengan lingkungan siswa. Salah satu praktik yang dilakukan adalah pembuatan minuman probiotik berupa susu kefir.

Sejak diumumkan adanya kegiatan tambahan di luar jam pelajaran, siswa-siswi SMA Muhammadiyah 2 Genteng menunjukkan antusiasme yang tinggi. Mereka tertarik mengikuti kegiatan karena dapat belajar sains secara langsung, bukan hanya melalui teori di dalam kelas.

Dalam kegiatan ini, siswa diperkenalkan secara bertahap mengenai kandungan bahan baku, cara kerja mikroorganisme dalam proses fermentasi, perubahan pH, metabolisme, hingga pentingnya higienitas pangan. Materi disampaikan secara sederhana agar mudah dipahami dan dikaitkan langsung dengan praktik pembuatan susu kefir.

Satu per satu bahan baku diolah oleh siswa sesuai instruksi pemateri. Dengan penuh kehati-hatian, mereka mengikuti proses fermentasi sambil mengamati perubahan yang terjadi. Praktikum ini tidak hanya memberikan pengalaman baru, tetapi juga menumbuhkan rasa ingin tahu serta semangat kolaborasi antar siswa.

Selain membuat susu kefir, siswa juga diajak mengolah hasil fermentasi tersebut menjadi produk lain, salah satunya smoothie kefir. Hal ini memberikan gambaran bahwa hasil praktik sains dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi dan berpotensi menjadi peluang usaha di masa depan.

Mahasiswa berharap kegiatan ini dapat membuka wawasan siswa bahwa sains bukan sekadar pelajaran hafalan, melainkan ilmu yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari dan dapat menjadi solusi nyata.

“Melalui praktik ini, kami ingin siswa memahami bahwa teori yang ada di buku pelajaran bisa diaplikasikan secara langsung dan bahkan memiliki nilai ekonomi jika dikembangkan,” ujar salah satu pemateri.

Guru-guru di SMA Muhammadiyah 2 Genteng juga menyambut positif kegiatan ini. Mereka merasa program ini sangat membantu dalam menjembatani teori dan praktik yang selama ini sulit dilakukan karena keterbatasan fasilitas sekolah.

Selama ini, sebagian siswa menganggap pelajaran sains sebagai sesuatu yang membosankan karena hanya berfokus pada teori dan nilai akademik. Dengan adanya literasi sains terapan ini, siswa menjadi lebih aktif, tertarik, dan memahami tujuan sebenarnya dari pembelajaran sains.

Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa tidak hanya mengejar nilai semata, tetapi juga mampu memahami proses ilmiah, berpikir kritis, serta berani mengeksplorasi ide-ide kreatif yang dapat bermanfaat bagi masa depan mereka maupun masyarakat sekitar.

 

Sabtu, 25 April 2026

Cetak Generasi Tangguh Berprestasi, Unmuh Jember Bawa Kabar Fakultas Kedokteran di Momen Wisuda ke-54

Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember kembali membuktikan posisinya sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi yang paling progresif di Jawa Timur. Bertempat di Gedung Ahmad Zainuri pada Sabtu (25/4/2026), Unmuh Jember sukses menggelar Rapat Terbuka Senat dalam rangka Wisuda ke-54 untuk Program Magister, Sarjana, dan Ahli Madya Semester Ganjil Tahun Akademik 2025/2026. Sebanyak 413 wisudawan dari berbagai disiplin ilmu resmi dilepas untuk berkontribusi di tengah masyarakat. Momen wisuda kali ini tak sekadar menjadi ajang selebrasi kelulusan, melainkan juga menjadi panggung kebanggaan atas lompatan-lompatan besar yang diraih oleh institusi.

Rektor Unmuh Jember, Dr. Hanafi, M.Pd., mengawali pidatonya dengan membagikan kabar yang sangat menggembirakan. Beliau menegaskan bahwa sejak Juli 2025, Unmuh Jember telah resmi menyandang Akreditasi Institusi "Unggul", sebuah pencapaian kolektif seluruh sivitas akademika yang menjadi fondasi kokoh untuk melangkah lebih maju. 

Kualitas akademik kampus ini juga semakin tak terbantahkan dengan resminya pengukuhan dua Guru Besar baru pada bulan ini, yakni Prof. Dr. Ir. Muhtar, S.T., M.T., IPM. dari Fakultas Teknik dan Prof. Dr. Dwi Cahyono, S.E., M.Si., Akt. dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Kehadiran mereka menggenapi total tiga profesor yang kini dimiliki kampus, sekaligus memperkuat jajaran pendidik yang didukung oleh 86 dosen bergelar doktor.

Seakan tak ingin berpuas diri dengan 32 program studi, Unmuh Jember kini tengah bersiap melakukan gebrakan yang lebih besar. Tahun ini, kampus sedang mengajukan perizinan untuk 11 program studi baru, dengan sorotan utama jatuh pada persiapan pembukaan Program Studi Kedokteran dan Pendidikan Profesi Dokter. Keseriusan langkah ini dibuktikan dengan tengah dikebutnya pembangunan 12 laboratorium khusus bertaraf modern guna memastikan Fakultas Kedokteran Unmuh Jember siap melahirkan tenaga medis yang andal dan berkualitas di masa depan.

Kemeriahan prosesi wisuda turut diisi dengan pesan inspiratif dari Ketua Majelis Diktilitbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. Bambang Setiaji, M.Si., yang hadir menyapa secara daring. Beliau mengingatkan para lulusan akan pentingnya nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan sebagai pegangan mental di tengah era ketidakpastian. 

Prof. Bambang juga menantang para wisudawan untuk merombak pola pikir lama agar tidak hanya bergantung pada ketersediaan lapangan kerja dari pemerintah. Beliau menekankan bahwa keunggulan lulusan kampus swasta terletak pada kemampuan berpikir efisien dan inovatif, sehingga para lulusan diharapkan mampu membangun jiwa kemandirian dan kewiraswastaan di bidangnya masing-masing.

Rabu, 15 April 2026

Inovasi Beton Bambu Berstandar Internasional: Prof. Muhtar Dikukuhkan Sebagai Guru Besar Teknik Sipil Unmuh Jember


Solusi visioner bagi dunia konstruksi ramah lingkungan lahir dari Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember). Pada Selasa (14/4/2026), Unmuh Jember secara resmi mengukuhkan Prof. Dr. Ir. Muhtar, S.T., M.T., IPM. sebagai Guru Besar di bidang Teknik Sipil – Rekayasa Struktur. Dalam prosesi pengukuhan tersebut, Prof. Muhtar menyampaikan orasi ilmiah yang sangat menggugah dan aplikatif berjudul "Bambu Sebagai Material Terbarukan Untuk Konstruksi Dan Kemaslahatan Umat".

Orasi ilmiah ini berangkat dari keprihatinan mendalam Prof. Muhtar terhadap tingginya kesenjangan industrialisasi antara wilayah perkotaan dan pedesaan. Selama ini, negara sering kali mengundang investor asing guna mempercepat proses industrialisasi dan penguasaan teknologi. Namun, pendekatan top-down dan "jalan pintas" ini sering kali mengabaikan potensi industrialisasi di tingkat pedesaan. Menurut Prof. Muhtar, mempercepat industrialisasi sebaiknya dimulai dari industri kecil di desa yang dijadikan sebagai fondasi ekonomi kerakyatan yang kuat.

"Pembangunan desa harus mampu memberikan nilai tambah (added value) terhadap komoditas lokalnya, sehingga warga desa menjadi sejahtera tanpa harus bergantung pada material industri dari kota yang mahal," papar Prof. Muhtar.

Sebagai jawaban atas tantangan tersebut, Prof. Muhtar memperkenalkan inovasi mutakhirnya: pemanfaatan bambu sebagai material utama pengganti baja dalam teknologi beton bertulang pracetak. Melalui serangkaian pengujian laboratorium yang ketat, inovasi ini telah membuktikan kualitas strukturalnya. Produk aplikatif yang dihasilkan, seperti panel pagar pracetak dan rangka jembatan beton bertulang bambu, telah melewati uji kelayakan mekanis yang komprehensif, meliputi uji lentur sumbu-lemah, uji lentur sumbu-kuat, hingga uji geser horizontal siklik.

Hasil temuan Prof. Muhtar sungguh luar biasa. Rangka beton bertulang bambu pracetak ciptaannya terbukti memiliki integritas struktural yang sangat baik, mampu mendistribusikan beban berat dengan defleksi dan deformasi yang sangat minimal. Dalam pengujian, tercatat perpindahan maksimum hanya sebesar 0,25 mm, sementara deformasi maksimum mencapai 0,20 mm, dan deformasi pada rangka jembatan hanya 0,13 mm. Angka-angka tersebut jauh berada di bawah ambang batas maksimal yang diizinkan (yakni 3,75 mm), sehingga inovasi ini secara resmi telah memenuhi standar kelayakan internasional AASHTO serta Standar Nasional Indonesia (RSNI T-12-2004).

Lebih dari sekadar rekayasa teknik, inovasi beton bambu ini membawa misi ekologis dan sosial yang sangat krusial. Penggunaan bambu material lokal yang pertumbuhannya sangat cepat dan mudah diperbarui menjadi antitesis terhadap material konstruksi konvensional yang menyumbang emisi karbon tinggi.

Pengukuhan Prof. Muhtar ini diharapkan tidak hanya menginspirasi dunia akademik, tetapi juga mendorong pemerintah dan sektor swasta untuk mulai melirik material terbarukan berbasis kearifan lokal. Inovasi beton bambu dari Unmuh Jember ini menjadi bukti nyata bahwa teknologi yang berakar dari desa mampu menghadirkan solusi konstruksi global yang berkelanjutan, sekaligus mewujudkan kemaslahatan umat yang sebesar-besarnya.

Connect