Selasa, 20 Januari 2026

Mahasiswa PBSI Unmuh Jember Hidupkan Panggung Lewat Pementasan Drama Indonesia

Mahasiswa angkatan 2024 Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Muhammadiyah Jember menggelar pementasan Drama Indonesia pada Sabtu, (17/1/2026), bertempat di Gedung Ahmad Zainuri Unmuh Jember. Kegiatan yang berlangsung dari sore hingga malam hari ini merupakan tugas luaran sekaligus tugas akhir mata kuliah Drama Indonesia.

Dalam pementasan tersebut, mahasiswa menampilkan empat karya drama, yakni Askara, Kabayan, Gisaka, dan Unfinished Love. Seluruh mahasiswa angkatan 2024 terlibat secara aktif sebagai pemeran, sehingga setiap kelas berpartisipasi langsung di atas panggung dan menjadi bagian dari pertunjukan.

Pementasan drama ini digelar sebagai bentuk implementasi pembelajaran praktik yang telah ditempuh mahasiswa selama satu semester. Selain berperan sebagai aktor, mahasiswa juga terlibat dalam penataan panggung, pengelolaan properti, hingga pengaturan teknis pertunjukan. Keterlibatan menyeluruh tersebut mencerminkan kerja sama tim yang solid dan tanggung jawab bersama dalam menghadirkan pementasan yang terorganisir.

Empat drama yang dipentaskan mengusung tema dan alur cerita yang beragam. Askara menampilkan kisah beberapa tokoh dengan latar belakang dan permasalahan hidup yang berbeda-beda. Kabayan mengangkat cerita rakyat tentang pencarian jodoh dengan balutan humor khas. Gisaka bercerita tentang seorang pelukis yang tumbuh di lingkungan keluarga pebisnis, namun memilih jalan hidup yang berbeda dengan menekuni dunia seni. Sementara itu, Unfinished Love menggambarkan kisah percintaan remaja yang penuh konflik dan tanpa kepastian akhir.

Dosen pengampu mata kuliah Drama Indonesia, Dzarna, menjelaskan bahwa pementasan ini dirancang sebagai tugas akhir mata kuliah sekaligus sarana pengembangan bakat dan minat mahasiswa. Seluruh mahasiswa angkatan 2024 tampil sebagai pemeran agar mereka dapat merasakan pengalaman panggung secara langsung dan utuh.

Melalui pementasan ini, mahasiswa dilatih untuk mengasah kreativitas, kemampuan mengekspresikan diri secara artistik, keterampilan berkomunikasi, serta kerja sama tim. Pengalaman tampil di atas panggung juga menjadi bekal penting bagi mahasiswa, baik dalam konteks akademik maupun pengembangan diri di luar kampus.

Proses persiapan pementasan berlangsung selama beberapa minggu, dimulai dari pemilihan naskah, pendalaman karakter, latihan rutin, hingga pelaksanaan gladi bersih. Seluruh rangkaian kegiatan dikerjakan secara kolektif oleh mahasiswa, sehingga setiap individu memiliki peran dan tanggung jawab yang sama.

Pementasan Drama Indonesia ini mendapat sambutan hangat dari penonton. Pertunjukan yang menampilkan seluruh mahasiswa angkatan 2024 sebagai pemeran dinilai mampu menghadirkan suasana panggung yang hidup, dinamis, dan komunikatif. Selain menjadi bentuk penilaian akademik, kegiatan ini juga menjadi ruang ekspresi mahasiswa dalam menyalurkan ide, emosi, dan kreativitas melalui seni pertunjukan.

Melalui pementasan ini, mahasiswa angkatan 2024 Universitas Muhammadiyah Jember membuktikan bahwa pembelajaran drama tidak hanya berhenti pada teori, tetapi diwujudkan dalam praktik nyata yang mengasah kompetensi, kreativitas, dan kerja sama secara menyeluruh.

Fakultas Psikologi Unmuh Jember Bekali Guru Keterampilan Konseling untuk Cegah Perilaku Berisiko Remaja

Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember kembali menegaskan komitmennya dalam penguatan kesehatan mental remaja melalui kegiatan Pelatihan Konseling bagi Guru dalam Pencegahan Perilaku Berisiko Remaja. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 15 Januari 2026, bertempat di SMA Muhammadiyah 1 Watukebo, Jember, dan diikuti oleh guru-guru Madrasah Aliyah Muhammadiyah (MAM) 1 Jember.

Kegiatan menghadirkan empat narasumber dari Fakultas Psikologi Unmuh Jember, yaitu Anggraeni Swastika Sari, S.Psi., M.Si. selaku ketua tim, Nuraini Kusumaningtyas, S.Psi., M.Psi., Psikolog, Rya Wiyatfi Linsiya, S.Psi., M.A., Psikolog, serta Maulana Arif Muhibbin, S.Psi., M.Si. Materi pelatihan dirancang secara komprehensif melalui tiga sesi utama dan satu sesi praktik berupa role play konseling.

Materi pertama membahas etika konselor yang disampaikan oleh Maulana Arif Muhibbin, dilanjutkan dengan pemaparan konsep dasar konseling oleh Anggraeni Swastika Sari. Sesi berikutnya berfokus pada teknik micro skill konseling yang disampaikan oleh Rya Wiyatfi Linsiya. Rangkaian pelatihan ditutup dengan sesi praktik role play konseling yang dipandu oleh Nuraini Kusumaningtyas.

Pada sesi role play, peserta dibagi ke dalam kelompok kecil dengan pembagian peran sebagai konselor, konseli, dan observer. Setiap peserta secara bergantian menjalankan seluruh peran tersebut, sehingga memperoleh pengalaman langsung dalam mempraktikkan proses konseling, mengamati dinamika interaksi, serta memberikan umpan balik. Metode ini dinilai efektif dalam meningkatkan pemahaman praktis sekaligus kepercayaan diri guru dalam melakukan pendampingan terhadap siswa.

Sebagai bentuk evaluasi, peserta juga mengikuti pre-test dan post-test sebelum dan sesudah pelatihan. Evaluasi ini dilakukan untuk mengukur peningkatan pemahaman dan keterampilan konseling yang diperoleh selama kegiatan berlangsung.

Ketua tim pengabdian, Anggraeni Swastika Sari, menjelaskan bahwa permasalahan remaja saat ini semakin kompleks, mulai dari tekanan akademik, konflik keluarga, krisis identitas, perundungan, hingga risiko perilaku menyimpang dan gangguan kesehatan mental. Kondisi tersebut menuntut keterlibatan lebih luas dari seluruh unsur pendidik di sekolah.

Menurutnya, peran konseling tidak dapat dibebankan sepenuhnya kepada guru BK. Guru mata pelajaran dan wali kelas yang memiliki intensitas interaksi lebih tinggi dengan siswa perlu dibekali keterampilan dasar konseling agar mampu melakukan pendampingan awal serta deteksi dini terhadap permasalahan siswa. Apabila permasalahan tidak dapat ditangani secara optimal di sekolah, maka diperlukan mekanisme rujukan kepada tenaga profesional seperti psikolog atau layanan kesehatan mental.

Salah satu peserta pelatihan, Anang Supriyadi, S.Pd., wali kelas X, mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan pemahaman baru bagi para guru dalam mendampingi siswa. Pelatihan ini dinilai membantu guru dalam memahami cara mendengarkan siswa secara tepat serta memberikan respons yang sesuai sebelum melibatkan guru BK atau tenaga profesional.

Melalui kegiatan ini, Fakultas Psikologi Unmuh Jember menegaskan perannya tidak hanya sebagai pusat pendidikan dan keilmuan, tetapi juga sebagai mitra strategis sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat secara psikologis. Pelatihan ini diharapkan menjadi langkah awal terbangunnya kolaborasi berkelanjutan antara akademisi dan sekolah dalam upaya pencegahan perilaku berisiko serta penguatan kesehatan mental remaja.

 

 

Kamis, 15 Januari 2026

FH Unmuh Jember Gelar Kuliah Umum Pengelolaan Dana Desa 2026, Hadirkan Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat

Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember menggelar kuliah umum terkait pengelolaan Dana Desa dengan menghadirkan Dodik Merdiawan, S.E., Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Jember, sebagai dosen tamu, Selasa (12/1/2026). Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman komprehensif kepada mahasiswa serta pemangku kepentingan desa mengenai arah kebijakan Dana Desa Tahun Anggaran 2026.

Dalam pemaparannya, Dodik menjelaskan bahwa pengelolaan Dana Desa 2026 wajib mengacu pada Peraturan Menteri Desa PDTT Nomor 16 Tahun 2025 tentang Petunjuk Teknis Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2026. Regulasi tersebut menjadi dasar dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes). Ia menyampaikan bahwa Dana Desa terbagi dalam dua kategori utama, yakni alokasi wajib dan prioritas reguler.

“Alokasi wajib digunakan untuk operasional pemerintahan desa, termasuk Dana Operasional Desa Merah Putih yang dibatasi maksimal tiga persen dari pagu Dana Desa,” jelasnya.

Sementara itu, pada skema prioritas reguler terdapat delapan fokus pembangunan desa. Prioritas pertama dan utama adalah penanganan kemiskinan ekstrem melalui skema Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) yang diberikan kepada keluarga miskin ekstrem berdasarkan data di masing-masing desa.

“Penanggulangan kemiskinan ekstrem menjadi prioritas utama melalui BLT Desa. Bantuan ini diberikan maksimal Rp300.000 per keluarga per bulan dan dapat dibayarkan sekaligus untuk paling lama tiga bulan,” ujar Dodik.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa seluruh penggunaan Dana Desa harus selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs) Desa sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 111 Tahun 2022. SDGs Desa memiliki 17 tujuan pembangunan yang diturunkan hingga level desa, di antaranya Desa Tanpa Kemiskinan, Desa Tanpa Kelaparan, Desa Sehat dan Bersih, Pendidikan Berkualitas, serta Pemberdayaan Perempuan dan Kesetaraan Gender.

“Seluruh tujuan SDGs Desa harus diterjemahkan ke dalam program dan kegiatan desa, sehingga setiap penggunaan Dana Desa memiliki dampak yang jelas dan terukur,” tegasnya.

Selain penanganan kemiskinan ekstrem, Dodik juga menyoroti pentingnya fokus pada ketahanan pangan, ketahanan iklim, dan kesehatan dasar sebagai bagian dari delapan prioritas penggunaan Dana Desa 2026. Ketiga aspek tersebut dinilai berperan strategis dalam mendorong pembangunan desa yang berkelanjutan.

Kuliah umum ini mendapat respons positif dari mahasiswa dan para pemangku kepentingan desa yang hadir. Materi yang disampaikan dinilai memberikan gambaran yang jelas mengenai arah kebijakan Dana Desa ke depan. Melalui kegiatan ini, Unmuh Jember berharap dapat berkontribusi dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia desa guna mendukung pengentasan kemiskinan ekstrem serta mewujudkan desa yang mandiri, tangguh, dan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045

Katalis Fest 2026 Hadirkan Festival Kreatif Mahasiswa, UMKM, dan Hiburan Musik di Jember

Katalis Fest 2026 digelar sebagai festival kreatif yang menjadi wadah kolaborasi antara mahasiswa, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), komunitas, serta masyarakat umum. Kegiatan ini berlangsung selama empat hari, mulai 7 hingga 10 Januari 2026, dan berlokasi di Gedung Ahmad Zainuri, Universitas Muhammadiyah Jember.

Festival ini menghadirkan beragam rangkaian acara yang memadukan unsur kreativitas, kewirausahaan, dan hiburan. Sejumlah agenda yang ditampilkan antara lain pertunjukan musik, tenant food and beverage (F&B), tenant fashion thrifting, serta berbagai aktivitas kreatif yang menarik minat pengunjung dari berbagai kalangan. Selain itu, Katalis Fest 2026 juga diramaikan oleh kolaborasi komunitas PSC dan GMT yang turut berkontribusi melalui penampilan serta aktivitas komunitas selama acara berlangsung.

Ketua Panitia Katalis Fest 2026, Alwi Setya Budi H., menjelaskan bahwa festival ini tidak hanya berorientasi pada hiburan, tetapi juga dirancang sebagai sarana pembelajaran bagi mahasiswa. Mahasiswa terlibat secara langsung dalam seluruh proses penyelenggaraan acara, mulai dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan.

“Katalis Fest 2026 kami rancang sebagai ruang belajar sekaligus ruang ekspresi. Mahasiswa tidak hanya terlibat sebagai panitia, tetapi benar-benar belajar mengelola event secara profesional,” ujarnya.

Selain menjadi ruang pembelajaran mahasiswa, Katalis Fest 2026 juga membuka peluang bagi pelaku UMKM lokal untuk memperluas jangkauan pasar. Melalui penyediaan tenant, UMKM dapat mempromosikan produk mereka secara langsung kepada pengunjung festival sekaligus membangun jejaring dengan berbagai pihak.

“Kami ingin Katalis Fest menjadi titik temu antara kreativitas mahasiswa dan potensi UMKM lokal, sehingga keduanya dapat saling mendukung dan berkembang,” tambah Alwi.

Sementara itu, Kaprodi Ilmu Komunikasi Unmuh Jember, Kukuh Pribadi, M.A., menjelaskan bahwa Katalis Fest merupakan bagian dari tugas Project Independent mahasiswa dengan luaran dari mata kuliah Event Organizer. Melalui kegiatan ini, mahasiswa dituntut untuk merancang dan mengeksekusi event secara nyata dengan standar profesional.

“Event ini merupakan luaran dari mata kuliah Event Organizer dalam skema Project Independent. Mahasiswa tidak hanya belajar konsep di kelas, tetapi juga mempraktikkannya langsung melalui penyelenggaraan event,” jelasnya.

Antusiasme pengunjung terlihat meningkat pada hari terakhir pelaksanaan Katalis Fest 2026. Suasana semakin meriah dengan penampilan Band Sisikita serta DJ Assik Room yang menjadi penutup rangkaian acara. Hiburan musik tersebut disambut meriah oleh pengunjung dan memberikan kesan positif terhadap keseluruhan pelaksanaan festival.

Melalui penyelenggaraan Katalis Fest 2026, panitia berharap kegiatan ini dapat terus dikembangkan dan menjadi agenda tahunan, sekaligus memberikan dampak positif bagi mahasiswa, pelaku UMKM, dan masyarakat luas di Kabupaten Jember.

Senin, 12 Januari 2026

Ridevolution1100 Sukses Digelar, Mahasiswa Ilmu Komunikasi Unmuh Jember Kampanyekan Sport Tourism

Event bersepeda jarak jauh Ridevolution1100 yang diselenggarakan oleh mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) sukses digelar pada Minggu (11/1/2026). Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi antara mahasiswa, komunitas pesepeda, dan masyarakat umum dalam mengampanyekan gaya hidup sehat sekaligus memperkenalkan potensi sport tourism di Kabupaten Jember.

Ridevolution1100 mengusung konsep fondo ride atau bersepeda jarak jauh nonkompetitif dengan dua kategori jarak, yakni 50 kilometer dan 100 kilometer. Kedua kategori tersebut dirancang untuk menjangkau berbagai tingkat kemampuan pesepeda, baik pemula maupun pesepeda berpengalaman, dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan dan kebersamaan. Start dan finis kegiatan dipusatkan di lingkungan Universitas Muhammadiyah Jember.

Rute Ridevolution1100 melintasi sejumlah kawasan di Kabupaten Jember dengan karakter lintasan yang bervariasi, mulai dari wilayah perkotaan hingga pedesaan. Peserta tidak hanya ditantang secara fisik, tetapi juga diajak menikmati panorama alam serta berinteraksi dengan masyarakat lokal yang menjadi bagian dari konsep wisata olahraga berbasis komunitas.

Pelaksanaan kegiatan didukung dengan sejumlah fasilitas penunjang, seperti hydration point dan pit stop di beberapa titik rute, serta area finis yang diramaikan dengan aktivitas kebersamaan dan pembagian doorprize. Penyelenggara juga melibatkan pelaku UMKM lokal untuk mendukung perputaran ekonomi masyarakat di sekitar lokasi kegiatan.

Kaprodi Ilmu Komunikasi Unmuh Jember, Kukuh Pribadi, M.A., menjelaskan bahwa Ridevolution1100 merupakan bagian dari tugas Project Independent mahasiswa dengan luaran dari mata kuliah Event Organizer. Melalui kegiatan ini, mahasiswa dituntut untuk merancang dan mengeksekusi event secara nyata dengan standar profesional.

“Event ini merupakan luaran dari mata kuliah Event Organizer dalam skema Project Independent. Mahasiswa tidak hanya belajar konsep di kelas, tetapi juga mempraktikkannya langsung melalui penyelenggaraan event yang melibatkan publik,” jelas Kukuh.

Ia menambahkan, kegiatan semacam ini menjadi sarana pembelajaran yang komprehensif karena mahasiswa terlibat langsung dalam perencanaan konsep, manajemen acara, koordinasi peserta, hingga publikasi dan dokumentasi kegiatan.

Sebagai event yang sepenuhnya dikelola oleh mahasiswa Ilmu Komunikasi, Ridevolution1100 menjadi bukti implementasi pembelajaran berbasis proyek yang aplikatif. Mahasiswa berperan sebagai panitia inti, mulai dari divisi teknis, humas, media, hingga kemitraan, sehingga memperoleh pengalaman nyata dalam pengelolaan event berskala publik.

Melalui keberhasilan Ridevolution1100, mahasiswa Ilmu Komunikasi Unmuh Jember menegaskan perannya sebagai agen perubahan yang mampu menghadirkan kegiatan positif, kolaboratif, dan berdampak. Event ini sekaligus menunjukkan bahwa kampus tidak hanya menjadi ruang akademik, tetapi juga ruang praktik dan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Sabtu, 10 Januari 2026

FEB Unmuh Jember Gelar Turnamen MLBB, Tarik Minat Siswa SMA Lewat Ajang E-Sport Kompetitif

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Jember (FEB Unmuh Jember) menggelar turnamen e-sport Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) di Gedung A Unmuh Jember, Sabtu (10/1/2026). Kegiatan ini dilaksanakan bersamaan dengan pelaksanaan Expo Luaran Mata Kuliah Wajib Universitas (MKWU) yang berlangsung di lokasi yang sama.

Turnamen MLBB tersebut diikuti oleh siswa SMA dan SMK dari wilayah Besuki Raya dan Lumajang. Tercatat sebanyak 40 tim atau sekitar 200 peserta mengikuti kompetisi ini. Babak penyisihan telah digelar sehari sebelumnya, sebelum dilanjutkan ke babak 16 besar yang dipertandingkan secara langsung di lingkungan kampus Unmuh Jember.

Panitia pelaksana turnamen, Iqbal Maulana, M.M., menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan memberikan ruang kompetisi positif bagi pelajar, sekaligus mengenalkan lingkungan kampus Unmuh Jember kepada calon mahasiswa melalui pendekatan yang dekat dengan minat generasi muda.

“Turnamen MLBB ini kami buka untuk siswa SMA dan SMK se-Besuki Raya dan Lumajang. Harapannya, peserta tidak hanya berkompetisi, tetapi juga bisa mengenal Unmuh Jember lebih dekat karena kegiatan ini dilaksanakan di area kampus,” ujarnya. 

Ia menambahkan bahwa e-sport dipilih karena memiliki daya tarik yang kuat di kalangan pelajar dan berpotensi dikembangkan secara berkelanjutan sebagai wadah pembinaan minat dan bakat di bidang digital dan kompetitif.

Salah satu peserta turnamen, Muhammad Fathir Syafa Al Rasya dari SMA Muhammadiyah 3 Jember, mengikuti kompetisi ini bersama tim yang berasal dari satu angkatan. Ia menyebut bahwa timnya telah melakukan persiapan secara rutin sebelum mengikuti turnamen.

“Kami satu tim satu angkatan dan memang sudah aktif di e-sport sejak lama. Untuk persiapan turnamen ini sekitar dua minggu, sementara latihan scrim hampir dilakukan setiap hari,” ungkap Fathir. 

Menurutnya, pertandingan berjalan cukup ketat sejak babak awal. Meski persaingan antar tim berlangsung sengit, turnamen ini tetap menjadi pengalaman berharga dalam melatih kekompakan tim dan mental bertanding.

Pelaksanaan turnamen MLBB yang digelar bersamaan dengan kegiatan akademik kampus menunjukkan upaya Unmuh Jember dalam menghadirkan ruang aktivitas yang beragam bagi pelajar dan mahasiswa. Melalui kegiatan ini, kampus tidak hanya menjadi ruang pembelajaran formal, tetapi juga wadah pengembangan minat dan bakat generasi muda.

Expo Luaran MKWU Unmuh Jember Jadi Ruang Aktualisasi Nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan

Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) menggelar Expo Luaran Mata Kuliah Wajib Universitas (MKWU) di Gedung A Unmuh Jember, Sabtu (10/1/2026). Kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menampilkan hasil pembelajaran, termasuk luaran Mata Kuliah Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) yang menekankan penguatan nilai keislaman dan kemuhammadiyahan.

Dalam Expo Luaran MKWU tersebut, mahasiswa yang menempuh Mata Kuliah AIK I dan AIK III menampilkan berbagai karya sebagai hasil pembelajaran. Luaran ini dirancang untuk merefleksikan pemahaman mahasiswa terhadap nilai-nilai Al-Islam, ideologi Muhammadiyah, serta implementasinya dalam kehidupan sosial dan kemasyarakatan.

Karya-karya yang ditampilkan menggambarkan upaya mahasiswa dalam mengontekstualisasikan ajaran Islam dan nilai kemuhammadiyahan secara relevan dengan realitas generasi muda. Melalui pendekatan kreatif, mahasiswa menyajikan pesan-pesan keislaman yang moderat, inklusif, dan berorientasi pada kemaslahatan sosial.

Luaran AIK dalam expo ini disusun secara kolaboratif, mendorong mahasiswa untuk bekerja dalam tim serta mengembangkan kemampuan komunikasi, tanggung jawab, dan kepemimpinan. Proses ini menjadi bagian dari pembelajaran karakter yang terintegrasi dengan penguasaan materi keislaman dan kemuhammadiyahan.

Selain menjadi ajang apresiasi karya mahasiswa, Expo Luaran MKWU juga membuka ruang interaksi dengan pengunjung dari kalangan siswa SMA. Melalui luaran AIK yang ditampilkan, pengunjung dapat melihat bagaimana nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan diterapkan dalam bentuk karya kreatif yang komunikatif dan mudah dipahami.

Melalui penyelenggaraan Expo Luaran MKWU, Unmuh Jember menunjukkan komitmen dalam menghadirkan pembelajaran AIK yang tidak hanya bersifat normatif, tetapi juga aplikatif. Mata Kuliah Al-Islam dan Kemuhammadiyahan menjadi sarana pembentukan karakter mahasiswa yang berlandaskan nilai keislaman, keilmuan, dan kepedulian sosial.

Expo Luaran MKWU Unmuh Jember Jadi Ruang Kreativitas Mahasiswa Bahasa Indonesia

Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) menggelar Expo Luaran Mata Kuliah Wajib Universitas (MKWU) di Gedung A Unmuh Jember, Sabtu (10/1/2026). Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menampilkan hasil pembelajaran MKWU, salah satunya dari Mata Kuliah Bahasa Indonesia yang berfokus pada penguatan literasi dan keterampilan komunikasi.

Dalam expo tersebut, mahasiswa semester satu yang menempuh Mata Kuliah Bahasa Indonesia menampilkan berbagai karya sebagai luaran pembelajaran. Karya-karya ini merepresentasikan kemampuan mahasiswa dalam menyusun gagasan secara sistematis, menggunakan bahasa yang baik dan benar, serta menyampaikan pesan secara efektif melalui media yang kreatif.

Luaran Mata Kuliah Bahasa Indonesia dirancang untuk mendorong mahasiswa mengembangkan keterampilan berbahasa secara aplikatif. Mahasiswa tidak hanya dituntut memahami kaidah kebahasaan, tetapi juga mampu menerapkannya dalam bentuk karya yang relevan dengan kebutuhan komunikasi di era digital.

Seluruh luaran disusun melalui kerja kelompok, sehingga mahasiswa memperoleh pengalaman kolaboratif dalam merancang, memproduksi, dan menyajikan karya. Proses ini menjadi bagian penting dalam melatih kemampuan bekerja sama, berkomunikasi, dan bertanggung jawab terhadap hasil kerja tim.

Karya-karya yang ditampilkan dalam Expo Luaran MKWU menunjukkan ragam kreativitas mahasiswa dalam mengemas pesan kebahasaan secara menarik dan mudah dipahami. Pemanfaatan media kreatif menjadi sarana bagi mahasiswa untuk menyampaikan ide secara jelas, persuasif, dan kontekstual.

Kegiatan expo juga melibatkan siswa SMA yang turut hadir sebagai pengunjung dan peserta kegiatan pendukung. Kehadiran mereka memberikan ruang interaksi edukatif sekaligus memperkenalkan pentingnya literasi bahasa sebagai bekal melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

Melalui Expo Luaran MKWU ini, Unmuh Jember menegaskan pelaksanaan pembelajaran Bahasa Indonesia yang bersifat aplikatif dan kontekstual. Mata Kuliah Bahasa Indonesia menjadi ruang pembentukan kemampuan literasi, komunikasi, serta pola pikir kritis mahasiswa melalui karya nyata yang dapat diapresiasi bersama.

Expo Luaran MKWU Unmuh Jember Jadi Wadah Ekspresi Nilai Pancasila Mahasiswa

Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) menggelar Expo Luaran Mata Kuliah Wajib Universitas (MKWU) di Gedung A Unmuh Jember, Sabtu (10/1/2026). Kegiatan ini menjadi ruang aktualisasi mahasiswa dalam mengekspresikan nilai-nilai Pancasila melalui karya kreatif yang dihasilkan dari proses pembelajaran di kelas.

Salah satu luaran yang ditampilkan dalam expo ini berasal dari Mata Kuliah Pendidikan Pancasila. Mahasiswa didorong untuk menerjemahkan nilai-nilai Pancasila ke dalam bentuk karya aplikatif, salah satunya melalui lomba video bertema anti kekerasan. Karya tersebut merepresentasikan pemahaman mahasiswa terhadap nilai kemanusiaan, keadilan sosial, serta kehidupan bermasyarakat yang beradab.

Ketua Panitia Expo Luaran MKWU Unmuh Jember, Fitrotul Mufaridah, M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai bentuk luaran pembelajaran MKWU yang selaras dengan capaian pembelajaran mata kuliah (CPMK). Menurutnya, Pendidikan Pancasila tidak hanya berhenti pada pemahaman konseptual, tetapi juga harus diwujudkan dalam sikap dan tindakan nyata.

“Melalui luaran ini, mahasiswa kami ajak untuk mengekspresikan nilai Pancasila dalam bentuk karya. Tema anti kekerasan dipilih agar mahasiswa peka terhadap persoalan sosial yang ada di sekitar mereka, sekaligus mampu menyampaikan pesan kebangsaan secara kreatif dan kontekstual,” ujar Fitrotul.

Ia menambahkan bahwa seluruh rangkaian lomba MKWU, termasuk dari mata kuliah Pendidikan Pancasila, dirancang berbasis kerja kelompok. Hal ini bertujuan untuk melatih kemampuan kolaborasi, komunikasi, serta tanggung jawab mahasiswa dalam sebuah tim, sejalan dengan nilai gotong royong yang menjadi salah satu ruh Pancasila.

Karya-karya mahasiswa yang ditampilkan dalam Expo Luaran MKWU memperlihatkan beragam sudut pandang tentang isu kekerasan, toleransi, dan kehidupan sosial yang harmonis. Pesan-pesan tersebut dikemas dalam bentuk audio visual yang komunikatif dan mudah dipahami, sehingga mampu menjangkau audiens yang lebih luas, termasuk kalangan pelajar SMA yang turut hadir dalam kegiatan ini.

Selain menjadi ajang apresiasi karya mahasiswa, Expo Luaran MKWU juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda. Dengan melibatkan siswa SMA sebagai pengunjung dan peserta kegiatan, Unmuh Jember berharap nilai-nilai Pancasila dapat ditanamkan sejak dini melalui pendekatan yang kreatif dan relevan dengan perkembangan zaman.

Melalui kegiatan ini, Unmuh Jember menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran MKWU yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif dan berdampak. Expo Luaran MKWU menjadi bukti bahwa Pendidikan Pancasila mampu menjadi ruang pembentukan karakter, kepekaan sosial, serta kesadaran kebangsaan mahasiswa di tengah tantangan era digital.

Expo Luaran MKWU Unmuh Jember Tampilkan Kreativitas Mahasiswa dan Libatkan Ratusan Siswa SMA

Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) menggelar Expo Luaran Mata Kuliah Wajib Universitas (MKWU) yang berlangsung di Gedung A Unmuh Jember, Sabtu (10/1/2026). Kegiatan ini menjadi ajang unjuk karya dan kreativitas mahasiswa sebagai luaran pembelajaran MKWU, sekaligus ruang kolaborasi dengan siswa SMA se-Kabupaten Jember dan sekitarnya.

Ketua Panitia Expo Luaran MKWU Unmuh Jember, Fitrotul Mufaridah, M.Pd., menjelaskan bahwa expo ini merupakan luaran dari pelaksanaan MKWU pada semester genap Tahun Akademik 2025/2026. Mata kuliah yang terlibat meliputi Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) I, Pendidikan Pancasila, dan Bahasa Indonesia untuk mahasiswa semester satu, serta AIK III untuk mahasiswa semester tiga.

“Expo ini kami desain sebagai rangkaian kegiatan lomba yang menjadi luaran MKWU. Harapannya, mahasiswa dapat menunjukkan kontribusi nyata kepada kampus dan masyarakat melalui kreativitas yang mereka kembangkan selama perkuliahan, tentu tetap selaras dengan capaian pembelajaran mata kuliah (CPMK),” ujar Fitrotul.

Beragam lomba dihadirkan dalam Expo Luaran MKWU tahun ini, yang seluruhnya mendorong mahasiswa untuk bekerja secara kolaboratif dalam tim. Menurut Fitrotul, pendekatan ini bertujuan agar mahasiswa tidak hanya berkembang secara individual, tetapi juga memperoleh pengalaman bekerja sama, berkomunikasi, dan bertanggung jawab dalam sebuah kelompok.

Selain menampilkan karya mahasiswa, Expo Luaran MKWU juga menghadirkan perlombaan e-sport yang digelar oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unmuh Jember. Perlombaan ini diikuti oleh sekitar 200 siswa SMA dari berbagai sekolah di Kabupaten Jember dan sekitarnya. Kegiatan ini menjadi salah satu daya tarik utama karena memberikan ruang bagi generasi muda untuk menyalurkan potensi kreatif di bidang digital.

“Kami sengaja mengundang siswa SMA melalui lomba e-sport ini. Selain berkompetisi, mereka juga kami ajak untuk mengenal Unmuh Jember lebih dekat melalui rangkaian kegiatan yang telah kami siapkan,” jelasnya.

Sebagai penguatan kompetensi, Expo Luaran MKWU juga dilengkapi dengan workshop pembuatan video. Workshop ini selaras dengan jenis lomba MKWU yang ditampilkan, di antaranya lomba video profil Amal Usaha Muhammadiyah dari mata kuliah AIK III serta video anti kekerasan dari mata kuliah Pendidikan Pancasila. Workshop tersebut tidak hanya diikuti oleh mahasiswa, tetapi juga melibatkan siswa SMA peserta lomba sebagai bekal peningkatan keterampilan digital.

“Karena sebagian besar luaran berbentuk video, kami lengkapi expo ini dengan workshop agar peserta mendapatkan pengetahuan dan pengalaman membuat konten digital yang baik dan berkualitas,” tambah Fitrotul.

Rangkaian kegiatan Expo Luaran MKWU juga diisi dengan campus tour, di mana siswa SMA diajak berkeliling lingkungan kampus untuk mengenal gedung, sarana prasarana, serta fasilitas pendukung pembelajaran dan pengembangan keterampilan mahasiswa di Unmuh Jember. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan kesan positif sekaligus menumbuhkan minat siswa untuk melanjutkan studi di Unmuh Jember pada tahun akademik mendatang.

Terkait jumlah peserta lomba MKWU selain e-sport, Fitrotul menyebutkan rata-rata berada di kisaran 50 hingga 60 peserta, mengingat peserta yang hadir pada hari pelaksanaan merupakan finalis dari masing-masing kategori lomba.

Melalui Expo Luaran MKWU ini, Unmuh Jember menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif dan berdampak. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa MKWU mampu menjadi ruang pembentukan karakter, kreativitas, kolaborasi, serta literasi digital bagi mahasiswa dan generasi muda.

Selasa, 30 Desember 2025

Dari Kampus ke Dunia Usaha, Pendidikan Biologi Unmuh Jember Bangun Mindset Entrepreneur Muda

Dunia pendidikan tinggi kini dituntut tidak hanya melahirkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga mandiri, kreatif, dan adaptif menghadapi tantangan zaman. Menjawab kebutuhan tersebut, Program Studi Pendidikan Biologi Unmuh Jember menggelar seminar bertajuk “Membangun Mindset Entrepreneurship di Era 5.0”, Selasa (22/12/2025), bertempat di Lobby FKIP Gedung Pascasarjana.

Kegiatan ini merupakan bagian dari penguatan pembelajaran melalui mata kuliah Bioedupreneur dan Review Produk Mahasiswa, sekaligus menjadi upaya strategis dalam menanamkan jiwa kewirausahaan sejak bangku kuliah. Seminar dibuka secara resmi oleh Dekan FKIP Unmuh Jember, Dr. Fitri Amalia, S.S., M.Pd., dan diikuti oleh 73 mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi.

Seminar menghadirkan Yusuf Yudistira, S.Pd., M.Pd. sebagai narasumber utama. Ia dikenal sebagai sosok berprestasi di bidang kewirausahaan dengan pengalaman berusaha yang telah dirintis sejak masa SMA. Pengalaman tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun dan mengembangkan usaha secara berkelanjutan.

Dalam pemaparannya, Yusuf Yudistira menekankan bahwa kewirausahaan tidak cukup hanya mengandalkan ide kreatif, tetapi harus berangkat dari pemahaman terhadap kebutuhan dan permasalahan nyata di masyarakat.
“Produk yang baik bukan hanya inovatif, tetapi juga memiliki target pasar yang jelas serta mampu dikembangkan dan dipasarkan secara berkelanjutan,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan tiga jenis pasar dalam dunia usaha, yakni bleeding market, sleeping market, dan potential market. Menurutnya, peluang usaha terbesar berada pada segmen potential market, sehingga mahasiswa perlu melakukan riset pasar sebelum mengembangkan produk.

Selama kegiatan berlangsung, antusiasme mahasiswa terlihat tinggi. Mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi Unmuh Jember mengikuti seminar dengan tertib dan penuh perhatian. Suasana diskusi berlangsung kondusif dan interaktif, mencerminkan keterbukaan mahasiswa terhadap wawasan kewirausahaan yang relevan dengan tantangan dunia kerja saat ini.

Melalui seminar ini, mahasiswa didorong untuk menanamkan pola pikir mandiri serta mulai memandang peluang usaha dari potensi diri dan lingkungan sekitar sejak masih menempuh pendidikan di perguruan tinggi.

Menutup materinya, Yusuf Yudistira menegaskan bahwa kewirausahaan dapat berjalan berdampingan dengan profesi apa pun, termasuk di bidang pendidikan.
“Lulusan pendidikan tidak hanya dituntut menjadi pengajar, tetapi juga mampu menciptakan solusi dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat. Guru yang baik mampu mengubah kurikulum, sedangkan entrepreneur sejati mampu mengubah nasib bangsa. Kita bisa menjadi keduanya,” pungkasnya.

BEM FISIP Unmuh Jember Gelar Diskusi Publik, Soroti Krisis Ekologis Sumatera

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember menggelar diskusi publik terbuka bertema “Krisis Ekologis Sumatera: Banjir dan Longsor Akibat Deforestasi dan Tata Kelola Kehutanan yang Lemah”. Kegiatan ini berlangsung di Lobby Gedung Akademi Pariwisata Unmuh Jember pada Senin (22/12/2025), sebagai wujud kepedulian mahasiswa terhadap isu lingkungan dan kebencanaan nasional.

Diskusi publik yang diselenggarakan oleh Departemen Sosial dan Politik BEM FISIP Kabinet PRISMA Unmuh Jember ini bertujuan membuka ruang dialog kritis untuk mengkaji penyebab, dampak, serta langkah mitigasi atas bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera. Kegiatan tersebut mendapat antusiasme tinggi dari peserta yang berasal dari mahasiswa lintas program studi serta masyarakat umum.

Acara ini menghadirkan tiga narasumber, yakni Khairul Fahri Arrijal, Sekretaris Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kabupaten Jember; Ahmad Sugianto dari Majelis Lingkungan Hidup (MLH) Kabupaten Jember; serta Ir. Senki Desta Galuh, ST., MT., IPM, Dosen Teknik Sipil dan Teknik Lingkungan Universitas Muhammadiyah Jember.

Dalam pemaparannya, Khairul Fahri Arrijal menyoroti kejanggalan peristiwa banjir dan longsor di Sumatera, khususnya ditemukannya kayu gelondongan berukuran besar yang hanyut hingga ke permukiman warga. Menurutnya, fenomena tersebut mengindikasikan lemahnya pengawasan terhadap aktivitas penebangan hutan.

“Hal ini menunjukkan bahwa pengelolaan dan pengawasan kehutanan masih sangat lemah,” ujarnya. Ia juga menjelaskan peran MDMC sebagai lembaga pendukung dalam penanggulangan bencana, sekaligus mendorong pemerintah mempertimbangkan penetapan status bencana nasional sesuai Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007.

Sementara itu, Ahmad Sugianto menegaskan bahwa banjir dan longsor yang terjadi di Sumatera tidak dapat dikategorikan sebagai bencana alam murni.

“Kerusakan lingkungan akibat penebangan liar telah menghilangkan fungsi kawasan resapan air dan secara langsung meningkatkan risiko bencana,” tegasnya. Ia mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan serta mendorong penegakan hukum yang tegas dan evaluasi kebijakan kehutanan.

Dari perspektif akademik dan teknis, Ir. Senki Desta Galuh menekankan pentingnya penerapan prinsip zero impact dalam setiap aktivitas manusia terhadap lingkungan.

“Penebangan tanpa perencanaan yang jelas tidak hanya menimbulkan pemborosan sumber daya, tetapi juga memperbesar potensi bencana,” jelasnya. Ia menilai penanganan krisis ekologis membutuhkan keseriusan pemerintah serta peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam pengelolaan lingkungan.

Menutup diskusi, para narasumber menegaskan pentingnya aksi nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan. Ahmad Sugianto menyampaikan bahwa kondisi lingkungan saat ini tidak sedang baik-baik saja dan membutuhkan tindakan konkret. Ir. Senki Desta Galuh mengingatkan pentingnya nilai kemanusiaan dalam setiap kebijakan terhadap alam. Sementara itu, Khairul Fahri Arrijal menegaskan bahwa sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang mampu memberikan manfaat bagi sesama.

Selasa, 23 Desember 2025

HIMATA Unmuh Jember Gelar Talkshow Kewirausahaan, Dorong Mahasiswa Berani Menjemput Peluang

Himpunan Mahasiswa Ilmu Pemerintahan (HIMATA) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) menggelar Talkshow Kewirausahaan bertajuk “Cuan Is Calling: Pick Up Your Passion!”, Jumat (19/12/2025). Kegiatan yang berlangsung di Gedung B Lantai 3 Ruang 3.3 dan 3.4 Unmuh Jember ini menjadi wadah inspiratif bagi mahasiswa untuk menumbuhkan jiwa entrepreneur di tengah tantangan ekonomi kreatif era digital.

Talkshow ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai Himpunan Mahasiswa (HIMA) di lingkungan Universitas Muhammadiyah Jember. Melalui kegiatan ini, HIMATA berupaya meningkatkan pemahaman sekaligus minat mahasiswa terhadap dunia kewirausahaan, khususnya dalam melihat peluang usaha yang relevan dengan perkembangan teknologi dan media sosial.

Rangkaian acara diawali dengan opening ceremony, dilanjutkan sambutan Ketua Pelaksana, Ketua Umum HIMATA, serta sambutan Ketua Program Studi Ilmu Pemerintahan Dr. Iffan Gallant El Muhammady, S.Sos., M.Si. Kegiatan secara resmi dibuka oleh Dekan FISIP Unmuh Jember, Dr. Sudahri, S.Sos., M.I.Kom.

Dalam pelaksanaannya, talkshow menghadirkan narasumber muda yang berpengalaman di bidang bisnis dan pemasaran digital. Materi yang disampaikan meliputi strategi promosi melalui media sosial, personal branding, pengenalan peluang usaha bagi generasi muda, hingga langkah awal membangun usaha mandiri.

Ketua Pelaksana kegiatan, Sunni Chotijah Balqis, menjelaskan bahwa talkshow ini dirancang dengan konsep Hybrid Inspiration dan Action Plan, sehingga peserta tidak hanya mendapatkan motivasi, tetapi juga bekal praktis untuk memulai bisnis.
“Kami ingin mahasiswa tidak hanya terinspirasi, tetapi juga memiliki keberanian dan kesiapan untuk mengeksekusi ide usaha yang mereka miliki,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, HIMATA FISIP Universitas Muhammadiyah Jember berharap dapat menumbuhkan semangat kewirausahaan di kalangan mahasiswa serta menciptakan ruang diskusi berkelanjutan sebagai wadah pengembangan ide, kolaborasi, dan inovasi bisnis di lingkungan kampus.

Senin, 22 Desember 2025

Ratusan Runners Meriahkan PelesiRun 2025 Ilmu Komunikasi Unmuh Jember

Semangat hidup sehat berpadu dengan kreativitas dan kolaborasi akademik dalam gelaran PelesiRun (Walk & Run) 2025 yang berlangsung meriah di Lapangan Olahraga Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember), Minggu (21/12/2025).

Event olahraga akhir tahun ini digagas dan diselenggarakan oleh mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Unmuh Jember sebagai bagian dari implementasi pembelajaran berbasis proyek melalui mata kuliah Project Independent. Lebih dari 300 peserta yang terdiri dari civitas akademika Unmuh Jember, anggota Muhammadiyah, hingga masyarakat umum turut ambil bagian dalam kegiatan ini.

Sejak pagi hari, kawasan kampus tampak semarak. Selain kegiatan jalan dan lari, peserta juga mengikuti senam zumba bersama serta memanfaatkan layanan cek kesehatan gratis yang disediakan oleh mahasiswa Ilmu Kesehatan Unmuh Jember. Konsep kegiatan dirancang inklusif dan partisipatif, sehingga dapat diikuti oleh berbagai kalangan.

Untuk kategori Run 5 Kilometer, panitia menghadirkan lintasan bertema urban exploration dengan titik start dan finis di lingkungan kampus Unmuh Jember. Rute membawa pelari menyusuri Jalan Karimata, pertigaan Perhutani, Jalan Letjen S. Parman, kawasan Lapangan Sumbersari/Sukorejo, dilanjutkan ke Jalan Tidar dan Semeru sebelum kembali ke Karimata. Tantangan lintasan terasa lengkap dengan tanjakan di awal dan pertengahan rute, serta turunan menjelang garis akhir.

Dosen Ilmu Komunikasi Unmuh Jember, Dwimay Fawzy, S.I.Kom., M.HSc, menjelaskan bahwa PelesiRun merupakan bagian dari mata kuliah Project Independent yang menuntut mahasiswa terlibat langsung dalam perencanaan hingga pelaksanaan event.

“Mahasiswa didorong untuk merancang konsep, membangun kerja sama, dan mengeksekusi acara dengan standar profesional. Mata kuliah ini telah berjalan sekitar empat hingga lima tahun dan konsisten melahirkan event yang sukses,” ujarnya.

Secara resmi, PelesiRun 2025 dibuka dan dilepas langsung oleh Kaprodi Ilmu Komunikasi Unmuh Jember, Kukuh Pribadi, S.I.Kom., M.A. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan tugas mandiri mahasiswa dalam kerangka Project Independent.

“Semester ini terdapat sekitar 12 event yang diselenggarakan mahasiswa Ilmu Komunikasi, mulai dari olahraga hingga kegiatan kreatif lainnya. Jika dikumulatifkan, jumlah pesertanya bisa mencapai ribuan orang,” jelasnya.

Rangkaian PelesiRun 2025 ditutup dengan agenda Zumba lalu Awarding Morning sebagai bentuk apresiasi kepada peserta. Penghargaan diberikan dalam beberapa kategori, seperti Creative Content, 1st Finisher, dan Best Costume, menegaskan bahwa PelesiRun tidak hanya menekankan kecepatan, tetapi juga kreativitas dan kebersamaan.

Melalui PelesiRun 2025, mahasiswa Ilmu Komunikasi Unmuh Jember menunjukkan bahwa olahraga dapat menjadi medium pembelajaran kontekstual, ruang kolaborasi, sekaligus sarana membangun kedekatan antara kampus dan masyarakat.

Kamis, 18 Desember 2025

FunCingFest 2025 Ilmu Komunikasi Unmuh Jember, Festival Mancing Bangkitkan Ekonomi dan Kebersamaan Desa Dukuh Dempok

Suasana riuh penuh kegembiraan menyelimuti kawasan Desa Dukuh Dempok, di Gumuk Watu, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember, Minggu (14/12/2025). Ratusan warga dari berbagai kalangan memadati lokasi pelaksanaan FunCingFest 2025 (Fun Mancing Festival), sebuah festival memancing yang tak hanya menyuguhkan kompetisi seru, tetapi juga menghadirkan hiburan rakyat dan penguatan ekonomi lokal.

Lomba mancing menjadi magnet utama FunCingFest 2025. Sejak pagi, para peserta tampak antusias memancing, saling adu strategi dan kesabaran di area perairan Gumuk Watu yang dikenal masih alami. Kompetisi berlangsung sportif dengan penilaian berdasarkan berat ikan terbesar, jumlah tangkapan terbanyak, serta kecepatan memperoleh ikan pertama.

Tak hanya lomba, kemeriahan semakin terasa saat sesi doorprize digelar. Sorak sorai penonton pecah ketika panitia mengundi berbagai hadiah menarik. Momen ini menjadi simbol kebersamaan sekaligus bentuk apresiasi atas partisipasi masyarakat yang mengikuti acara dari awal hingga akhir.

Di sisi lain, Bazar UMKM menjadi denyut ekonomi FunCingFest 2025. Sedikitnya 10 pelaku UMKM lokal turut ambil bagian dengan menawarkan beragam produk, mulai dari kuliner, kerajinan tangan, fashion, hingga olahan hasil pertanian. Kehadiran ratusan pengunjung memberikan dampak langsung terhadap peningkatan omzet sekaligus memperluas jangkauan pemasaran produk lokal.

Menjelang sore, panggung hiburan menjadi pusat perhatian. Penampilan penyanyi lokal serta penampilan spesial Dini Kurnia sukses menghibur warga dengan suguhan lagu-lagu populer. Alunan musik, tawa, dan kebersamaan menjadi penutup manis rangkaian FunCingFest 2025.

Kegiatan ini digagas oleh mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Jember sebagai bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman melalui skema Project Independent. Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya memahami teori di ruang kelas, tetapi terlibat langsung dalam proses perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi kegiatan nyata di tengah masyarakat.

Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi Unmuh Jember, Kukuh Pribadi, S.I.Kom., M.A., menegaskan bahwa FunCingFest 2025 merupakan implementasi konkret dari pembelajaran kontekstual yang mendorong mahasiswa untuk adaptif, kreatif, dan solutif.

“Project Independent ini dirancang agar mahasiswa Ilmu Komunikasi belajar langsung di lapangan. Mereka mengelola event, berkomunikasi dengan masyarakat, membangun relasi dengan UMKM dan stakeholder, serta merasakan dinamika komunikasi publik secara nyata. FunCingFest menjadi contoh bagaimana pembelajaran tidak berhenti pada teori, tetapi berdampak langsung bagi masyarakat,” ujarnya.

Ketua panitia, Salsabila Sari Yasmin, menyampaikan bahwa FunCing Fest bukan sekadar festival hiburan, melainkan ruang kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat.

“Melalui FunCing Fest, kami ingin menunjukkan bahwa hobi memancing bisa menjadi ruang bertemu, berbagi, sekaligus menggerakkan ekonomi desa. Ini juga menjadi pengalaman berharga bagi kami sebagai mahasiswa Ilmu Komunikasi,” ujarnya.

Rabu, 17 Desember 2025

Inovatif! PBSI Unmuh Jember Gelar Seminar Terbuka Tugas Akhir Non-Skripsi di Area Terbuka

Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) menghadirkan inovasi unik dalam pelaksanaan kegiatan akademik. Pada Selasa, (16/12/2025), suasana di Lapangan Mandalika Unmuh Jember tampak berbeda dengan diadakannya seminar terbuka tugas akhir bagi mahasiswa yang menempuh jalur non-skripsi. Acara yang dimulai pukul 09.00 WIB ini menjadi wadah bagi para mahasiswa tingkat akhir untuk mempresentasikan karya ilmiah mereka di hadapan para dosen penguji serta disaksikan secara langsung oleh mahasiswa dari berbagai angkatan.

Pemilihan konsep outdoor atau ruang terbuka merupakan langkah berani dari Prodi PBSI untuk menciptakan atmosfer akademik yang lebih segar, komunikatif, dan inovatif. Melalui format ini, seminar tidak lagi terasa kaku di dalam aula atau ruang kelas, melainkan lebih mendekatkan aktivitas riset dengan lingkungan sosial kampus. Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk mengasah mental dan keterampilan berbicara di depan umum (public speaking) bagi mahasiswa, sekaligus menarik minat mahasiswa angkatan bawah untuk menyimak dan belajar dari proses penyelesaian tugas akhir kakak tingkat mereka.

Dalam suasana yang interaktif, sejumlah mahasiswa memaparkan hasil penelitian yang sangat beragam dan menarik. Novi Afriliya mempresentasikan artikel berjudul “Representasi Trauma dalam Novel Kidung Rindu di Tapal Batas Aguk Irawan: Analisis Sigmun Freud” di bawah bimbingan Dr. Eka Nova Ali Vardani dan Dr. Hasan Suaedi. Selain itu, Yuniar Firjinia Fatwa membawakan kajian lanskap linguistik mengenai penggunaan eponim pada penamaan jalan di Kota Jember, yang dibimbing oleh Dr. Astri Widyaruli Anggraeni dan Dina Merdeka Citraningrum. Tak kalah menarik, Jasmin Fauzia memaparkan konstruksi makna kiasan dalam dialog film populer Home Sweet Loan di bawah bimbingan tim dosen yang sama.

Diskusi berlangsung secara dinamis di bawah terik matahari yang menambah semangat para peserta. Mahasiswa angkatan 22, 23, dan 24 yang hadir turut aktif memberikan pertanyaan terkait temuan-temuan unik dalam penelitian tersebut. Para penguji pun memberikan masukan serta kritik konstruktif sebagai bentuk apresiasi terhadap karya non-skripsi yang dihasilkan, yang menunjukkan kualitas penelitian yang tetap terjaga meski dalam format yang berbeda.

Melalui terlaksananya seminar terbuka di Lapangan Mandalika ini, Program Studi PBSI Unmuh Jember berharap dapat terus menghadirkan terobosan dalam kegiatan akademik. Harapannya, lulusan PBSI tidak hanya unggul dalam penguasaan teori bahasa dan sastra, tetapi juga memiliki karakter yang kreatif, komunikatif, dan siap berkontribusi nyata di tengah masyarakat luas. Kegiatan ini menegaskan posisi Unmuh Jember sebagai kampus yang dinamis dan adaptif terhadap perkembangan metode pembelajaran masa kini.

Senin, 15 Desember 2025

Ratusan Peserta Ramaikan Penjas Fun Run 2025: Aspect Unmuh Jember Kampanyekan Gaya Hidup Sehat

Himpunan Mahasiswa Pendidikan Jasmani Universitas Muhammadiyah Jember, Association for Physical Education (ASPECT), sukses menggelar kegiatan Penjas Fun Run 2025 pada Sabtu, (14/12/2025). Mengusung tema “Health Investment for the Future”, acara ini menjadi ajang olahraga rekreatif dan program mahasiswa dalam mengampanyekan gaya hidup aktif dan sehat di lingkungan kampus serta masyarakat sekitar.

Kegiatan Penjas Fun Run 2025 diikuti oleh ratusan peserta yang terdiri atas mahasiswa Pendidikan Jasmani, dosen, serta masyarakat umum. Antusiasme peserta terlihat sejak pagi hari, menandakan tingginya minat masyarakat terhadap aktivitas fisik yang menyenangkan ini. Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari pihak Program Studi sebagai bentuk implementasi pembelajaran mata kuliah secara kontekstual.

Kegiatan lari santai dengan jarak tempuh sekitar 5 kilometer ini berlokasi start dan finis di Lapangan Sepakbola Universitas Muhammadiyah Jember, dengan rute yang mengelilingi jalan utama sekitar kampus.


Ketua Himpunan Mahasiswa Pendidikan Jasmani (ASPECT), Hifni At, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata peran mahasiswa dalam mengedukasi masyarakat melalui aktivitas fisik yang menyenangkan.

“Penjas Fun Run 2025 kita rancang sebagai kegiatan olahraga yang inklusif dan edukatif. Harapannya, kegiatan ini dapat menumbuhkan kesadaran akan pentingnya kebugaran jasmani serta mempererat kebersamaan,” ujar Hifni At.

Ia menambahkan bahwa Fun Run ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa Pendidikan Jasmani untuk mengaplikasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan ke dalam kegiatan nyata di lapangan.

Pembina Himpunan Mahasiswa Pendidikan Jasmani, Dr. Bahtiar Hari Hardovi, M.Pd., mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai bahwa Penjas Fun Run 2025 sejalan dengan tujuan pendidikan jasmani yang bersifat holistik.

“Kegiatan ini tidak hanya melatih aspek fisik, tetapi juga menanamkan nilai sportivitas, disiplin, dan kerja sama. Ini merupakan bentuk pembelajaran kontekstual yang sangat positif bagi mahasiswa,” tuturnya.

Secara teknis, panitia telah menyiapkan dua pos air minum, tim kesehatan, serta petugas keamanan sepanjang rute guna memastikan keselamatan seluruh peserta hingga mencapai garis finis.

Melalui penyelenggaraan Penjas Fun Run 2025, Himpunan Mahasiswa Pendidikan Jasmani (ASPECT) berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda tahunan dan mampu mengajak lebih banyak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam olahraga.

Rabu, 10 Desember 2025

Agribisnis Harumanis Tembus Puluhan Miliar: Ketua Koperasi Y.A. Bagikan Rahasia Potensi Ekonomi Tinggi di Unmuh Jember

Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) menghadirkan perspektif bisnis yang menjanjikan melalui Cocoa Segment Lecture Voice pada Rabu (3/12/2025). Acara ini menghadirkan praktisi sekaligus wirausahawan agribisnis, Mr. Mohd Asri Bin Yusoff, Ketua Koperasi Y.A. Harumanis, untuk berbagi wawasan mengenai Agribusiness Entrepreneurship.

Dalam paparannya, Mohd Asri Yusoff, yang beroperasi di Kg Baru Panggas, Chuping, Perlis, Malaysia, menegaskan bahwa Industri Harumanis memiliki peluang dan potensi yang sangat tinggi dalam menjana ekonomi. Ia memaparkan bahwa agribisnis Harumanis Y.A. diproyeksikan mencapai pendapatan total RM 10 Juta (sekitar IDR 33 Miliar) pada tahun 2027.

Mohd Asri menjelaskan bahwa potensi pendapatan tinggi dalam agribisnis Harumanis tidak hanya bergantung pada penjualan buah segar, tetapi bertumpu pada tiga cabang bisnis utama.

Pertama adalah Penjualan Buah Langsung atau buah segar. Penjualan ini dilakukan secara langsung atau online dan sangat bergantung pada kualitas gred buah. Koperasi Y.A. menjual buah berdasarkan gred A hingga D, dengan Gred A memiliki harga tertinggi (RM 45/kg) dan kontribusi persentase terbesar dari hasil per pokok (60%). Koperasi ini juga menyediakan layanan kurir untuk pengiriman ke seluruh Semenanjung Malaysia.

Kedua, adalah Produk Hiliran (Downstream Products). Untuk meningkatkan nilai tambah dan meminimalkan kerugian buah non-premium, Koperasi Y.A. mengembangkan berbagai produk hiliran. Produk-produk ini memanfaatkan isi mangga Harumanis, termasuk Isi Sejuk Beku, Serbuk Harumanis, Kordial, Jem, Cheese Tart, Sirap, Sos Salad, dan Sos Mangga Harumanis.

Ketiga, adalah Agropelancongan. Cabang ini memanfaatkan ladang mangga sebagai daya tarik wisata, dengan menawarkan aktivitas seperti wisata ke ladang mangga dan kegiatan event publik seperti Harumanis Y.A Family Fun Run 5km. Sektor Agropelancongan diprediksi menyumbang sekitar 20% dari estimasi pendapatan di tahun 2027.

Mohd Asri memproyeksikan pertumbuhan pendapatan yang sangat agresif dalam tiga tahun ke depan. Total pendapatan dari tiga cabang agribisnis diperkirakan naik signifikan dari RM 1.2 Juta (sekitar IDR 4 Miliar) di tahun 2025 menjadi RM 2.5 Juta (sekitar IDR 8.3 Miliar) di tahun 2026, dan mencapai RM 10 Juta (sekitar IDR 33 Miliar) pada tahun 2027. Presentasi ini membuktikan bahwa Mangga Harumanis adalah salah satu bidang agro-bisnis yang cukup berpotensi tinggi jika dikelola melalui diversifikasi produk dan strategi pemasaran yang kuat.

Prof. Subash UniMAP Ungkap Revolusi Pertanian dengan Plasma Dingin di Unmuh Jember

Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) kembali mengadakan sesi akademik internasional melalui Cocoa Segment Lecture Voice pada Rabu (3/12/2025). Kegiatan ini menghadirkan profesor terkemuka, Prof. Dr. Subash Gopinath dari Universiti Malaysia Perlis (UniMAP), yang dikenal sebagai salah satu ilmuwan top dunia dari tahun 2020 hingga 2024.

Prof. Subash Gopinath, yang bertugas di Fakultas Kejuruteraan & Teknologi Kimia (FKTK) dan Institute of Nano Electronic Engineering (INEE) UniMAP, mempresentasikan materi berjudul “Advancing Agricultural Performance with Nanotechnology and Cold Plasma Technologies”. Presentasi ini menyoroti bagaimana teknologi skala nano dapat mentransformasi efisiensi dan keamanan pangan, sebuah konsep yang sangat relevan dengan industri pertanian.

Dalam paparannya, Prof. Subash menjelaskan dua pilar teknologi yang dikembangkan timnya untuk meningkatkan kinerja pertanian:

Prof. Subash memperkenalkan konsep nanoteknologi, yaitu produksi dan manipulasi nanomaterial (dimensi kurang dari 100 nm) yang digunakan dalam pengembangan Biosensor. Biosensor adalah perangkat yang mampu mendeteksi berbagai jenis biomarker penyakit dengan sensitivitas tinggi.

Pekerjaan timnya mencakup sintesis nanomaterial seperti Graphene Oxide (GO), Carbon Nanotubes (CNTs), Zinc Oxide (ZnO), dan Silicon Nanowires (SiNW) sebagai transduser biosensor. Meskipun awalnya berfokus pada diagnosis biomedis (seperti deteksi Diabetes, DENV, HIV, dan berbagai jenis kanker), potensi akurasi dan kecepatan deteksi biosensor ini sangat relevan untuk mengukur kondisi kesehatan tanaman dan tanah secara cepat dan tepat.

Aspek kedua yang disorot adalah penggunaan Cold Plasma Technologies (Plasma Dingin). Perlakuan Atmospheric Cold Plasma telah terbukti efektif dalam inaktivasi mikroba. Sebagai contoh, perlakuan ini dapat mengurangi pertumbuhan Aspergillus Flavus (jamur) pada sereal beras merah secara signifikan, sebuah indikasi bahwa teknologi ini sangat potensial dalam pertanian dan keamanan pangan untuk mengurangi pertumbuhan jamur dan mikroba pada hasil panen pasca-panen.

Selain teknologi sensor, Prof. Subash juga memaparkan kontribusi timnya dalam menghadapi Zero-waste Challenge melalui pemanfaatan limbah menjadi nanomaterial berharga. Beberapa contoh pemanfaatan limbah meliputi ekstraksi Silica Nanopartikel dari abu ampas jerami padi (rice straw fly ash), pemanfaatan abu kertas sembahyang (Joss paper dan Holly stick) untuk menghasilkan Aluminosilikat Nanokomposit, serta produksi Tembaga Oksida Nanopartikel dari limbah papan sirkuit tercetak (Printed Circuit Board).

Acara Cocoa Segment Lecture Voice di Unmuh Jember ini menegaskan komitmen institusi untuk memfasilitasi wawasan global tentang teknologi maju, memicu kolaborasi internasional, dan mendorong pengembangan riset mahasiswa dan dosen di bidang agroteknologi dan nanoteknologi.

Peningkatan Hasil 9 Kali Lipat! Dosen UniMAP Malaysia Kupas Tuntas Transformasi Industri Mangga Harumanis di Unmuh Jember

Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) kembali menjadi pusat diskusi akademik ASEAN melalui penyelenggaraan Cocoa Segment Lecture Voice pada Rabu (3/12/2025). Bertempat di Aula Fakultas Pertanian Unmuh Jember, acara ini menghadirkan Ts. Ahmad Radi Wan Yaakub dari Universiti Malaysia Perlis (UniMAP). Ts. Ahmad Radi, seorang Jurutera Pengajar dan Penyelidik Mangga Harumanis dari Fakultas Kejuruteraan & Teknologi Kimia UniMAP, memaparkan risetnya yang berjudul “Transformasi Industri Harumanis Melalui Penyelidikan, Teknologi & Kesan kepada Komuniti” (Transformation of the Harumanis Industry Through Research, Technology & Impact on the Community).

Mangga Harumanis dikenal sebagai komoditas premium di Malaysia, dengan harga jual mencapai MYR 35.00 per kilogram (sekitar IDR 141.000) untuk Gred AAA. Namun, industri ini menghadapi tantangan besar, terutama serangan jamur (kulat) pada bunga saat musim hujan (Oktober), yang menyebabkan kegagalan panen yang signifikan.

Ts. Ahmad Radi menjelaskan, kunci transformasi industri Harumanis terletak pada pengendalian hama dan penyakit yang efektif di fase kritis, yaitu saat musim berbunga di bulan Oktober yang identik dengan curah hujan tinggi. Melalui penyelidikan ilmiah, tim UniMAP berhasil mengidentifikasi spesis jamur utama yang menyerang bunga Harumanis, termasuk Oidium species, Aspergillus species, dan Fusarium species. Setelah pengujian, mereka menemukan bahwa bahan aktif Propineb merupakan anti-jamur yang paling efektif untuk melawan spesis tersebut. Riset ini menghasilkan protokol penting, yakni merekomendasikan penyemprotan anti-jamur secara berkala, yaitu setiap 2-3 hari sekali (48 jam), untuk memastikan bunga terlindungi sepenuhnya dari serangan jamur yang fatal.

Penerapan teknologi dan protokol penyemprotan yang disarankan oleh UniMAP ini membuahkan hasil yang luar biasa di lapangan. Dalam uji coba di Lot Cubaan (kebun percontohan) seluas kurang dari 1 Relung (sekitar 47 pohon), dengan penerapan protokol penyemprotan yang ketat saat musim berbunga, Bunga Harumanis berhasil terlindungi, sehingga panen sukses dilakukan pada akhir bulan Januari. Jumlah buah yang dipanen mencapai 1.2 Ton. Hasil ini menunjukkan peningkatan jumlah buah hingga 9 kali lipat dibandingkan hasil rata-rata tanpa kontrol yang memadai. Keberhasilan ini tidak hanya meningkatkan hasil panen dan kualitas Gred AAA Harumanis, tetapi juga memberikan dampak positif yang signifikan pada pendapatan dan ketahanan komunitas petani Harumanis di Perlis.

Acara Cocoa Segment Lecture Voice di Fakultas Pertanian Unmuh Jember ini diharapkan dapat menginspirasi peneliti, mahasiswa, dan pelaku agribisnis di Indonesia untuk mengadopsi teknologi berbasis riset guna mengoptimalkan hasil pertanian tropis lokal. 

Connect