Rabu, 22 Juli 2026

Faperta Unmuh Jember Sukses Gelar SEMARTANI 5 Secara Hybrid, Bahas Transformasi Pertanian Menuju Swasembada Pangan

Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Muhammadiyah Jember sukses menyelenggarakan perhelatan akbar Seminar Nasional Pertanian ke-5 (Semartani 5) Tahun 2026. Mengambil tempat di Aula Ahmad Zainuri Unmuh Jember, acara prestisius ini dilangsungkan secara hybridmemadukan kehadiran peserta secara luring dan daring melalui Zoom Meeting ada hari Selasa, (21/7/2026). Acara ini mengangkat tema sentral "Transformasi Ekosistem Pertanian Berkelanjutan Menuju Swasembada Pangan Melalui Inovasi Teknologi, Hilirisasi, dan Regenerasi Petani". Sesi seminar inti dipandu dengan apik oleh moderator Dr. Eng. Danang Kumarahadi, S. TP., M.T..

Dekan Faperta Unmuh Jember, Saptya Prawitasari, S.P., M.P., dalam laporan resminya menyampaikan rasa syukur atas antusiasme peserta yang sangat luar biasa. Tercatat, acara ini dihadiri oleh lebih dari 900 peserta terdaftar. Para peserta ini tidak hanya berasal dari internal Unmuh Jember, tetapi juga mewakili 15 universitas terkemuka di berbagai wilayah Indonesia, seperti Universitas Padjadjaran, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Universitas Brawijaya, Universitas Mulawarman, Universitas Riau, hingga IPB University. Selain itu, hadir pula jajaran perwakilan guru dan siswa dari SMA, SMK, dan MA se-Kabupaten Jember. 

"Bagi kami, Semartani 5 ini bukan hanya sekadar agenda seminar nasional yang digelar secara rutin, tetapi ini merupakan bagian dari ikhtiar nyata kita bersama untuk menghidupkan suasana akademis yang kental, dinamis, kritis, dan produktif di lingkungan kampus," tegas Saptya Prawitasari.

Lebih lanjut, Rektor Unmuh Jember, Dr. Hanafi, M.Pd., yang membuka acara secara resmi, turut memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Faperta yang secara konsisten mengadakan Semartani hingga memasuki tahun kelimanya. Beliau menekankan bahwa perguruan tinggi memiliki beban sekaligus tanggung jawab besar dalam mencetak inovasi-inovasi yang mampu merespons perubahan iklim ekstrem yang mengancam ketahanan pangan nasional. 

"Ketahanan pangan saat ini bukan sekadar persoalan bagaimana kita meningkatkan produksi pertanian, tetapi juga bagaimana kita membangun sebuah ekosistem yang mampu beradaptasi terhadap perubahan iklim dan kemajuan teknologi digital. Saya berharap seminar ini tidak hanya berhenti sebagai forum akademik semata, tetapi juga menjadi ajang mempererat tali silaturahmi, pertukaran gagasan, memunculkan kreasi baru, dan menciptakan jejaring kolaborasi bisnis maupun riset yang saling menguntungkan," tutur Dr. Hanafi di hadapan para undangan.

Sesi seminar nasional ini sendiri dibagi ke dalam dua sesi utama yang diisi oleh empat narasumber pakar dari lintas sektoral. Mereka membedah tantangan mulai dari sektor hulu, seperti penggunaan varietas unggul dan pemantauan keamanan mutu pangan berbasis kecerdasan buatan, hingga sektor hilir yang berfokus pada pentingnya regenerasi petani muda dan pemanfaatan platform startup agritech untuk memutus mata rantai persoalan modal dan akses pasar.


Jumat, 17 Juli 2026

Tingkatkan Kualitas Publikasi, Unmuh Jember Gelar Training Penulisan Buku dan Jurnal Berbasis Kompetensi

    Unit Pelaksana Teknis Pengelolaan Hasil Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (UPT PHP2M) Universitas Muhammadiyah Jember menggelar Inhouse Training Penulisan Buku dan Pengelolaan Jurnal Ilmiah Berbasis Kompetensi pada Kamis–Jumat, 16–17 Juli 2026. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini menjadi langkah strategis perguruan tinggi dalam memperkuat budaya akademik serta reputasi publikasi ilmiah di tingkat nasional maupun internasional.

    Rangkaian acara diawali dengan sesi pleno dan seremoni pembukaan di gedung utama yang dibuka secara resmi oleh Rektor Unmuh Jember, Dr. Hanafi, M.Pd. Pembukaan tersebut turut dihadiri Wakil Rektor 1, Ketua LPPM Dr. Juariyah, serta jajaran pimpinan civitas akademika. Pada momen tersebut, dilangsungkan pula penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Unmuh Jember dengan APPTI JABANUSA dan HIPJI, yang dirangkai dengan penyerahan Sertifikat Keanggotaan HIPJI bagi Universitas Muhammadiyah Jember.

    Kepala UPT PHP2M Unmuh Jember, Abdul Jalil, S.P., M.P., menegaskan bahwa pelatihan berbasis kompetensi ini diselenggarakan untuk merespons Peraturan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 9 Tahun 2026 yang diterbitkan pada 29 Juni 2026. Regulasi baru tersebut membawa perubahan tata kelola akreditasi jurnal nasional dari enam peringkat menjadi empat peringkat.


    "Keberhasilan institusi saat ini tidak hanya diukur dari banyaknya penelitian, tetapi dari kemampuan mentransformasikannya menjadi buku dan jurnal berkualitas serta bereputasi. Kebijakan ini menuntut pengelola jurnal meningkatkan kapasitas, integritas, dan tata kelola," ujar Abdul Jalil dalam sambutannya.

    Pelaksanaan pelatihan teknis ini dibagi ke dalam dua lokasi kegiatan utama. Pelatihan Penulisan Buku dipusatkan di Gedung Zaenuri dengan narasumber Ketua Koordinator APPTI JABANUSA, Dr. Hayat, S.AP., M.Si., tempat para dosen dibimbing secara taktis menyusun draf buku ilmiah berbasis hasil penelitian.


    Sementara itu, Pelatihan Pengelolaan Jurnal ditempatkan di Gedung A dan dibagi menjadi dua kelas spesifik. Kelas 1 bertempat di Ruang Rapat difokuskan bagi pengelola jurnal SINTA 4 dan 3 dengan proyeksi naik ke SINTA 3 atau 2, menghadirkan Ketua HIPJI, Dr. Andri Putra Kesmawan, M.IP. Adapun Kelas 2 bertempat di Ruang Kelas Internasional diperuntukkan bagi jurnal yang belum terakreditasi atau SINTA 5 dengan target proyeksi minimal mencapai SINTA 4.


    Selain pendampingan materi editorial, peserta juga mendapatkan pelatihan keamanan sistem OJS dari Direktur IT Journal Support, Indaka Barody, S.Kom., serta klinik indeksasi bersama UPT PHP2M. Kolaborasi ini diharapkan melahirkan penulis dan pengelola jurnal yang kompeten.

Rabu, 15 Juli 2026

BEM Fakultas Psikologi Unmuh Jember Gelar Seminar Advopsycare Talk

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Jember menyelenggarakan Seminar Advopsycare Talk bertema “Safe Campus Starts With Us: Membangun Kepedulian dan Respons terhadap Kekerasan di Kampus” pada Sabtu, (4/7/2026), bertempat di Gedung Ahmad Zainuri Universitas Muhammadiyah Jember. Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 200 peserta yang terdiri atas mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jember, tamu undangan, organisasi internal dan eksternal kampus, serta masyarakat umum, dengan menghadirkan narasumber dari Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) serta Pusat Pelayanan Psikologi dan Layanan Masyarakat (P3LM) Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Jember.

Seminar ini digelar sebagai upaya edukatif untuk meningkatkan kesadaran dan kapasitas mahasiswa dalam merespons isu kekerasan di lingkungan kampus secara menyeluruh, mulai dari pemahaman terhadap dampak psikologis yang dialami korban hingga pengetahuan mengenai mekanisme pencegahan, pelaporan, dan penanganan yang berlaku di perguruan tinggi. Panitia menyebutkan bahwa survei awal yang dilakukan sebelum kegiatan menunjukkan seluruh responden sepakat bahwa kampus harus bebas dari segala bentuk kekerasan.

Kegiatan ini dibuka secara resmi dengan sambutan dari Dekan Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Jember dan Ketua Pelaksana. Turut hadir jajaran Wakil Dekan dan Kepala Program Studi Psikologi beserta Bapak Ibu Dosen Program Studi Psikologi, perwakilan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), BEM Universitas, ORMAWA, dan UKM Universitas Muhammadiyah Jember. Hadir pula perwakilan lembaga mitra, yaitu Forum Anak Jember, YPSM, Tanoker, HPMS UIN KHAS, UPTD PPA Jember, dan Forum Anak Desa.

Pada sesi pertama, Yanny Tuharyati S.H., M.H., Dosen Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Jember yang juga menjabat Ketua Satgas PPKPT Universitas Muhammadiyah Jember, memaparkan materi mengenai konsep kampus aman, berbagai bentuk kekerasan yang dapat terjadi di lingkungan perguruan tinggi, serta alur pelaporan dan penanganan kasus sesuai Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 55 Tahun 2024. Sesi kedua diisi oleh Panca Kursistin Handayani, M.A., Psikolog, Dosen Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Jember yang juga menjabat sebagai Psikolog Tim Ahli Laboratorium P3LM Fakultas Psikologi, membahas dampak psikologis kekerasan serta prinsip Psychological First Aid (PFA) sebagai bentuk dukungan awal yang dapat diberikan mahasiswa kepada teman sebaya yang menjadi korban kekerasan.

“Kami sebagai BEM Fakultas Psikologi merasa hal ini tidak bisa dibiarkan. Perlu ada upaya untuk memperkuat kesadaran secara kolektif, sebab persoalan kekerasan berkaitan dengan sistem yang komprehensif, mulai dari mahasiswa hingga seluruh jajaran kampus. Melalui tagline Listen, Support, Protect, kami mengajak seluruh civitas akademika untuk bersedia mendengar tanpa menghakimi, memberikan dukungan, dan bersama sama melindungi korban dari kekerasan yang berulang,” ujar Siti Alfiyatun Nadhifa, Ketua Pelaksana Seminar Advopsycare Talk.

Sebagai salah satu luaran konkret dari kegiatan ini, ditandatangani Pakta Integritas Kampus Aman oleh Gubernur BEM Fakultas Psikologi dan Dekan Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Jember. Pakta ini menjadi komitmen bersama untuk membangun sinergi berkelanjutan antara Fakultas Psikologi, Satgas PPKPT, organisasi mahasiswa dalam upaya pencegahan, edukasi, serta penguatan budaya kampus aman di lingkungan Universitas Muhammadiyah Jember.

Melalui kegiatan ini, BEM Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Jember berharap seluruh mahasiswa semakin memahami hak dan kewajibannya dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.

Selasa, 14 Juli 2026

Mahasiswa Psikologi Unmuh Jember Kenalkan Budaya Nusantara lewat Film

    Sebuah langkah inovatif ditunjukkan oleh mahasiswa Program Studi Psikologi Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember angkatan 2025 yang tergabung dalam Aeterniapsyce Psychology. Melalui acara bertajuk IBD Cinematic Showcase, mereka sukses menyulap hasil pembelajaran mata kuliah Ilmu Budaya Dasar (IBD) menjadi sebuah karya seni visual yang sinematik. Acara ini digelar meriah di Kota Cinema Mall (KCM) Jember dengan mengundang orang tua mahasiswa serta jajaran senior.


    Sebanyak empat film pendek karya kolaborasi mahasiswa ditayangkan secara perdana, yaitu Dua Arus Satu Muara, The Mask of Konah, Dalan Mulih, dan Menari di Antara Zaman. Film-film tersebut merupakan hasil produksi intensif selama beberapa pekan terakhir yang menggambarkan dinamika sosial, nilai kemanusiaan, dan fenomena psikologis melalui lensa budaya lokal.

    Ketua Pelaksana, Tri Sudaryanto, menjelaskan bahwa media film dipilih karena sifatnya yang universal dan mudah dipahami dalam mengomunikasikan pesan psikologis. "Ini adalah wadah bagi kami untuk mengintegrasikan nilai IBD dengan perspektif psikologi, sekaligus menumbuhkan apresiasi terhadap budaya lokal dan mengasah kreativitas rekan-rekan," tuturnya.


    Dukungan penuh mengalir dari dosen pengampu mata kuliah, Maulana Arif Muhibbin, S.Psi., M.Si. Ia menjelaskan bahwa seluruh karya ini murni kreativitas mahasiswa angkatan 2025 yang melalui proses ketat, mulai dari penyusunan proposal hingga investigasi tim riset budaya agar sesuai dengan Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK). Tiket apresiasi seharga Rp10.000 untuk umum dan Rp25.000 untuk dosen serta tenaga kependidikan pun ludes terjual.


    Dekan Fakultas Psikologi Unmuh Jember, Dr. Nurlaela Widyarini, S.Psi., M.Si., turut memberikan apresiasi tinggi. Menurutnya, pembelajaran yang bermakna tidak hanya berhenti di kelas, melainkan lahir dari refleksi atas realitas manusia dan kehidupan sosial. Kolaborasi ini melatih mahasiswa berempati dan membaca persoalan dari beragam sudut pandang tanpa kehilangan integritas akademiknya.


    Senada dengan hal tersebut, Wakil Rektor I Bidang Akademik Unmuh Jember, Dr. Bagus Setya Rintyarna, S.T., M.Kom., menilai konsep ini sangat menarik karena memberikan pengalaman mendalam terkait pelestarian budaya. Melalui showcase ini, generasi muda diharapkan dapat terus mendalami budaya leluhur agar tidak punah tergerus zaman.

Selasa, 07 Juli 2026

PANKREAS 2026 Jadi Panggung Seni dan Sastra Mahasiswa PBSI Unmuh Jember

Lobi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember berubah menjadi ruang pertunjukan yang penuh semangat pada Sabtu (4/7/2026). Himpunan Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (HIMABIN) sukses menggelar PANKREAS 2026 (Panggung Kreasi) sebagai wadah bagi mahasiswa untuk menampilkan karya terbaik di bidang seni pertunjukan.

Suara musik, lantunan puisi, dialog drama, hingga gemuruh tepuk tangan penonton mewarnai jalannya acara. Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia angkatan 2023, 2024, dan 2025 tampil bergantian menyuguhkan beragam pertunjukan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga sarat pesan budaya, kemanusiaan, dan kreativitas.

Ketua Umum HIMABIN menjelaskan bahwa PANKREAS bukan sekadar agenda tahunan organisasi, melainkan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi sekaligus menunjukkan hasil kreativitas yang telah diasah selama proses perkuliahan.

"PANKREAS bukan hanya sekadar panggung, melainkan wadah bagi mahasiswa PBSI untuk menunjukkan bakat dan potensi dalam dirinya," ujarnya.

Rangkaian pertunjukan diawali dengan Tari Tanjung Gemilang yang memukau penonton melalui gerakan yang anggun dan penuh semangat. Penampilan pembuka tersebut menjadi simbol semangat mahasiswa dalam melestarikan seni budaya sekaligus membuka suasana pertunjukan dengan nuansa yang hangat.

Nuansa budaya kemudian semakin terasa melalui kolaborasi pembacaan puisi Dvipantara dengan tari Guardian of Nusantara. Perpaduan sastra dan seni tari menghadirkan harmoni yang memperlihatkan kekayaan budaya Indonesia sekaligus mengajak penonton merefleksikan pentingnya menjaga identitas bangsa.

Atmosfer acara berubah lebih energik saat kelompok Dance DNA tampil dengan koreografi modern yang dinamis. Gerakan atraktif yang dipadukan dengan iringan musik penuh semangat berhasil membangkitkan antusiasme penonton yang memenuhi area lobi FKIP.

Tak hanya menampilkan hiburan, PANKREAS juga menghadirkan ruang refleksi melalui drama Denyut Nadi dalam Rumah. Penampilan para pemain yang penuh penghayatan membuat penonton larut dalam alur cerita yang mengangkat dinamika hubungan antarmanusia. Dialog yang kuat dan konflik yang dibangun secara emosional memberikan pengalaman teater yang berkesan.

Keindahan budaya Nusantara kembali dihadirkan melalui Tari Dayak. Gerakan khas, kostum etnik, serta iringan musik tradisional memperlihatkan kekayaan budaya Indonesia yang tetap relevan dan mampu memikat generasi muda.

Sebagai penutup, drama Tanah Ingkar sukses mengakhiri rangkaian pertunjukan dengan kisah yang penuh makna. Penghayatan para pemain serta penyampaian pesan yang kuat membuat drama tersebut mendapatkan apresiasi meriah dari para penonton.

Seluruh penampilan mendapat sambutan hangat dari mahasiswa, dosen, dan tamu yang hadir. Tepuk tangan dan sorak apresiasi terus mengiringi setiap pertunjukan, menunjukkan bahwa karya-karya mahasiswa mampu membangun kedekatan emosional sekaligus menjadi ruang saling menghargai kreativitas.

Lebih dari sekadar pertunjukan seni, PANKREAS 2026 menjadi media pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan bekerja sama, meningkatkan rasa percaya diri, melatih kepemimpinan, serta menyampaikan gagasan melalui karya kreatif.

Melalui kegiatan ini, HIMABIN Universitas Muhammadiyah Jember kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan ruang ekspresi yang mendorong lahirnya mahasiswa kreatif, inovatif, dan berkarakter. PANKREAS 2026 pun menjadi bukti bahwa ketika mahasiswa diberi ruang untuk berkarya, seni dan sastra mampu menjadi bahasa yang menyatukan, menginspirasi, dan memperkuat kebersamaan di lingkungan kampus.

 


Mahasiswa PG PAUD Unmuh Jember Tampilkan Kreativitas Lewat Gelar Karya Bertema Etnis Pandhalungan

Suasana ceria dan penuh warna memenuhi lingkungan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Jember pada Selasa (7/7/2026). Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) menggelar Gelar Karya sebagai puncak pembelajaran selama satu semester dengan mengusung tema "Etnis Pendalungan".

Kegiatan ini menjadi ajang bagi mahasiswa untuk menampilkan hasil kreativitas sekaligus mengimplementasikan ilmu yang diperoleh dari berbagai mata kuliah. Beragam karya dipamerkan, mulai dari pertunjukan tari, karya seni rupa, media pembelajaran kreatif, hingga olahan makanan bergizi yang dirancang khusus untuk anak usia dini.

Dosen Seni Tari PG PAUD Universitas Muhammadiyah Jember, Misyana, menjelaskan bahwa gelar karya merupakan luaran pembelajaran dari beberapa mata kuliah, yaitu Seni Tari Dasar, Seni Tari Lanjut, Seni Rupa, Kreativitas dan Seni di PAUD, serta Kesehatan dan Gizi Anak Usia Dini.

"Hari ini mahasiswa menunjukkan apa yang sudah mereka pelajari selama satu semester. Kegiatan ini merupakan luaran dari beberapa mata kuliah yang saling terintegrasi dalam satu tema, yaitu Etnis Pendalungan," ujarnya.

Menurut Misyana, khusus pada mata kuliah seni tari, mahasiswa tidak hanya dituntut mampu menampilkan sebuah tarian, tetapi juga mengembangkan kreativitas melalui penciptaan karya tari anak usia dini secara mandiri.

"Kami ingin mahasiswa mampu berkreasi dan berinovasi dalam menciptakan gerakan tari untuk anak usia dini. Mereka juga belajar mendesain kostum tari hingga menyiapkan seluruh kebutuhan pertunjukan secara mandiri. Jadi bukan sekadar menari, tetapi juga menciptakan sebuah karya," jelasnya.

Seluruh karya yang dipamerkan merupakan hasil kreasi mahasiswa aktif PG PAUD. Tidak hanya menampilkan pertunjukan seni, mahasiswa juga menghadirkan berbagai menu makanan sehat yang disusun berdasarkan kebutuhan gizi anak usia dini sebagai implementasi dari mata kuliah Kesehatan dan Gizi Anak Usia Dini.

Menariknya, kegiatan ini turut mengundang sejumlah guru PAUD dan alumni PG PAUD Universitas Muhammadiyah Jember. Kehadiran mereka menjadi bagian dari upaya berbagi praktik baik sekaligus memberikan inspirasi mengenai pembelajaran kreatif yang dapat diterapkan di sekolah.

"Kami berharap setiap mata kuliah memiliki luaran yang berdampak. Misalnya pada mata kuliah gizi, guru-guru bisa melihat contoh makanan yang sesuai dengan kebutuhan anak. Begitu juga dengan tari, mahasiswa mampu menciptakan karya tari yang memang diperuntukkan bagi anak usia dini," tambah Misyana.

Melalui gelar karya ini, mahasiswa tidak hanya menunjukkan kemampuan akademik, tetapi juga mengasah keterampilan berpikir kreatif, inovatif, dan kolaboratif yang menjadi bekal penting sebagai calon pendidik anak usia dini.

Gelar Karya PG PAUD Universitas Muhammadiyah Jember menjadi bukti bahwa proses pembelajaran di perguruan tinggi tidak berhenti pada teori di ruang kelas. Melalui karya nyata yang berpijak pada budaya lokal Pendalungan, mahasiswa didorong untuk menghasilkan inovasi pembelajaran yang relevan, edukatif, sekaligus mampu melestarikan kearifan budaya kepada generasi sejak usia dini.

 

Senin, 29 Juni 2026

Unmuh Jember Jadi Tuan Rumah RAKORNAS APMU PTMA 2026, Luncurkan Panduan SPMI 5.0 untuk Perkuat Mutu PTMA

Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) dipercaya menjadi tuan rumah Rapat Koordinasi Nasional (RAKORNAS) Asosiasi Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan 'Aisyiyah (APMU PTMA) Tahun 2026 yang digelar di Aula Fortuna Grande Jember, Minggu (28/6/2026). Forum nasional ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat sistem penjaminan mutu perguruan tinggi Muhammadiyah dan 'Aisyiyah melalui peluncuran Panduan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) 5.0.

Mengusung tema "Penguatan APMU dan Pengembangan Sistem Penjaminan Mutu Menuju PTMA Unggul, Terakreditasi Internasional, dan Berdampak", kegiatan diikuti pimpinan perguruan tinggi Muhammadiyah dan 'Aisyiyah dari berbagai daerah, pengurus APMU PTMA, serta Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Rektor Unmuh Jember, Dr. Hanafi, M.Pd., menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan kepada kampusnya sebagai penyelenggara forum nasional tersebut. Menurutnya, penjaminan mutu tidak sekadar memenuhi tuntutan administrasi akreditasi, tetapi menjadi budaya yang harus terus dikembangkan demi menghasilkan pendidikan tinggi yang berkualitas dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

"Pengembangan mutu merupakan proses yang berkelanjutan. Budaya mutu harus terus dibangun agar perguruan tinggi mampu melahirkan lulusan yang unggul, adaptif, dan memberikan dampak bagi masyarakat," ujarnya.

Salah satu agenda penting dalam RAKORNAS adalah peluncuran Panduan SPMI 5.0, yang diharapkan menjadi pedoman baru bagi seluruh PTMA dalam memperkuat tata kelola, meningkatkan efektivitas sistem penjaminan mutu internal, sekaligus mendukung pencapaian standar pendidikan tinggi nasional maupun internasional.

Sementara itu, Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Ir. Muhammad Adam Jerusalem, Ph.D., memaparkan perkembangan mutu PTMA berdasarkan data hingga Juni 2026. Ia menekankan pentingnya percepatan peningkatan jumlah perguruan tinggi Muhammadiyah yang meraih akreditasi Unggul melalui tata kelola institusi yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas.

Menurutnya, unit penjaminan mutu memiliki peran sentral dalam memastikan seluruh proses akademik berjalan sesuai standar, mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengembangan kurikulum, hingga pemenuhan indikator akreditasi.

Selain itu, Adam juga menyoroti pentingnya penguatan kualitas Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kedokteran Gigi di lingkungan PTMA. Ia mendorong setiap perguruan tinggi untuk terus meningkatkan rasio dosen bergelar doktor, memperkuat penelitian, serta memenuhi berbagai standar yang ditetapkan pemerintah agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Ketua APMU PTMA bersama seluruh peserta RAKORNAS juga menjadikan forum tersebut sebagai ruang koordinasi untuk berbagi praktik baik dalam pengelolaan sistem penjaminan mutu di masing-masing perguruan tinggi. Melalui diskusi dan penyusunan langkah strategis bersama, diharapkan lahir berbagai inovasi yang mampu memperkuat daya saing PTMA di era global.

Dengan menjadi tuan rumah RAKORNAS APMU PTMA 2026, Unmuh Jember kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan tinggi Muhammadiyah. Kehadiran para pimpinan perguruan tinggi dari seluruh Indonesia diharapkan menjadi awal penguatan kolaborasi untuk mewujudkan PTMA yang unggul, berdaya saing internasional, dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.

 

Bangun Ruang Diskusi Akademik, Mahasiswa Ilmu Pemerintahan Unmuh Jember Gelar Mini Conference on Local Governance


Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan (HIMATA) Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember menggelar Mini Conference on Local Governance and Kolokium di Gedung B Lantai 3 Ruang 3.3, Senin (29/6/2026). Kegiatan yang diikuti sekitar 51 peserta ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memperdalam isu-isu tata kelola pemerintahan sekaligus mempresentasikan hasil penelitian di hadapan akademisi dan praktisi.

Kegiatan yang terlaksana atas kolaborasi Program Studi Ilmu Pemerintahan dan Himpunan Mahasiswa Ilmu Pemerintahan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, yakni Dr. Emi Kholifah, M.Si., Bina Rida Kusumaningtyas, S.IP., M.IP., Dr. Iffan Gallant El Muhammady, S.Sos., M.Si., serta Dr. Itok Wicaksono, M.Si.

Penyelenggaraan konferensi merupakan hasil persiapan selama kurang lebih dua bulan oleh seluruh panitia. Menurutnya, kegiatan ini dirancang untuk menjadi ruang akademik yang mempertemukan mahasiswa dengan para ahli dalam membahas berbagai persoalan pemerintahan daerah.

Dalam konferensi tersebut, peserta mendiskusikan empat tema utama, yakni pemberdayaan masyarakat, pelayanan publik, pembangunan desa, dan kebijakan publik. Melalui tema-tema tersebut, mahasiswa didorong untuk mengkaji berbagai persoalan pemerintahan secara kritis sekaligus menawarkan solusi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unmuh Jember, Dr. Sudahri, S.Sos., M.I.Kom., mengapresiasi inisiatif mahasiswa menyelenggarakan forum ilmiah yang dinilainya semakin jarang ditemukan di kalangan mahasiswa.

Menurutnya, mini conference bukan hanya menjadi sarana berbagi ilmu, tetapi juga memberikan banyak manfaat, mulai dari peningkatan kompetensi akademik mahasiswa hingga kontribusi nyata bagi masyarakat.

"Forum seperti ini sangat penting karena menjadi ruang transformasi pengetahuan. Mahasiswa tidak hanya memperoleh ilmu dan pengalaman dari para narasumber, tetapi juga menghasilkan karya ilmiah yang dapat dipublikasikan melalui prosiding sebagai bentuk rekognisi akademik," ungkapnya.

Lebih lanjut, Sudahri menilai tema-tema yang diangkat dalam konferensi sangat relevan dengan peran mahasiswa sebagai agen perubahan di tengah masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa konsep pemberdayaan masyarakat yang dibahas dalam forum tersebut sejalan dengan tugas perguruan tinggi dalam mendorong masyarakat berkembang dari kondisi kurang berdaya menuju masyarakat yang mandiri dan berdaya saing.

"Mahasiswa memiliki tanggung jawab sebagai agent of change. Melalui forum seperti ini diharapkan lahir gagasan-gagasan baru yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam pembangunan daerah," katanya.

Selain menjadi ruang diskusi, kegiatan ini juga merupakan implementasi dari beberapa mata kuliah di Program Studi Ilmu Pemerintahan, di antaranya Pemerintahan Desa dan Metode Penelitian Kuantitatif. Hasil presentasi mahasiswa direncanakan akan dihimpun dalam prosiding ilmiah sebagai luaran akademik sekaligus mendukung penyusunan tugas akhir mahasiswa.

Dekan FISIP berharap Mini Conference on Local Governance dapat menjadi agenda rutin yang terus berkembang, tidak hanya melibatkan mahasiswa Ilmu Pemerintahan, tetapi juga membuka partisipasi dari program studi lain di lingkungan Universitas Muhammadiyah Jember.

"Harapan kami, kegiatan ini tidak berhenti pada penyelenggaraan pertama. Ke depan dapat diperluas menjadi forum akademik lintas program studi sehingga semakin banyak ide, gagasan, dan solusi yang lahir untuk menjawab berbagai persoalan di masyarakat," pungkasnya.

 

Milad ke-3 RSU Unmuh Jember, Luncurkan Klinik Vaksin Internasional dan Perkuat Transformasi Layanan Kesehatan

Rumah Sakit Umum (RSU) Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) menandai usia tiga tahun dengan meluncurkan Klinik Vaksin Internasional sebagai langkah strategis memperluas pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Momentum Milad ke-3 yang digelar di Auditorium RSU Unmuh Jember, Sabtu (27/6/2026), menjadi refleksi perjalanan rumah sakit sekaligus penegasan komitmen untuk terus meningkatkan mutu layanan.

Mewakili Rektor Unmuh Jember, Wakil Rektor II Ns. Sasmiyanto, S.Kep., M.Kes. menyampaikan apresiasi atas perkembangan RSU Unmuh Jember yang dinilai menunjukkan tren positif sejak berdiri pada tahun 2023. Menurutnya, peningkatan jumlah kunjungan pasien dalam beberapa bulan terakhir menjadi indikator meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan rumah sakit.

"Perkembangan rumah sakit dalam beberapa bulan terakhir sangat menggembirakan. Jumlah pasien rawat inap terus meningkat dan kami optimistis target yang telah ditetapkan dapat segera tercapai," ujarnya.

Ia menegaskan, universitas akan terus memberikan dukungan terhadap pengembangan fasilitas dan layanan rumah sakit. Salah satu langkah yang segera direalisasikan ialah pembukaan layanan fisioterapi untuk melengkapi kebutuhan pasien pascaoperasi maupun rehabilitasi.

"Kami ingin masyarakat memperoleh layanan yang lebih lengkap di RSU Unmuh Jember, sehingga tidak perlu dirujuk ke fasilitas kesehatan lain hanya karena keterbatasan layanan," katanya.

Selain itu, Sasmiyanto mengungkapkan bahwa pengembangan rumah sakit menjadi bagian penting dalam persiapan pembukaan Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Jember. Ke depan, RSU Unmuh Jember ditargetkan berkembang menjadi rumah sakit pendidikan yang mampu mendukung proses akademik sekaligus pelayanan kesehatan masyarakat.

Direktur RSU Unmuh Jember dr. Bambang Indra H., Sp.THT mengatakan bahwa usia tiga tahun merupakan fase penting bagi rumah sakit untuk terus bertumbuh. Setelah memperoleh izin operasional pada Juni 2023, RSU Unmuh Jember berhasil menjalin kerja sama dengan BPJS Kesehatan hanya empat bulan kemudian, sehingga mampu memperluas akses pelayanan bagi masyarakat.

"Mayoritas pasien yang kami layani saat ini merupakan peserta BPJS. Kepercayaan masyarakat terus meningkat dari tahun ke tahun, dan hal itu menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan," ungkapnya.

Ia menjelaskan, rumah sakit juga berhasil meraih apresiasi paripurna dalam penilaian mutu rumah sakit. Capaian tersebut menjadi bukti komitmen seluruh jajaran dalam menjaga standar pelayanan, keselamatan pasien, serta tata kelola rumah sakit yang berkualitas.

Pada kesempatan yang sama, RSU Unmuh Jember resmi meluncurkan Klinik Vaksin Internasional, yang diharapkan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat akan layanan vaksinasi internasional, baik untuk keperluan ibadah, pendidikan, pekerjaan, maupun perjalanan ke luar negeri.

Peluncuran layanan tersebut menjadi bagian dari strategi pengembangan rumah sakit agar semakin adaptif terhadap kebutuhan masyarakat. Selain Klinik Vaksin Internasional, manajemen juga tengah menyiapkan sejumlah layanan baru sebagai upaya memperluas cakupan pelayanan kesehatan di Kabupaten Jember.

Sasmiyanto menegaskan bahwa RSU Unmuh Jember merupakan rumah sakit umum yang hadir untuk melayani seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan latar belakang.

"Kami berharap rumah sakit ini tidak hanya menjadi kebanggaan Muhammadiyah, tetapi juga menjadi pilihan masyarakat Jember dalam memperoleh pelayanan kesehatan yang profesional, berkualitas, dan berlandaskan nilai-nilai Islam," tuturnya.

Memasuki usia ketiga, RSU Unmuh Jember terus memperkuat langkah menuju rumah sakit yang unggul melalui peningkatan fasilitas, pengembangan layanan, penguatan kerja sama dengan berbagai mitra, serta komitmen menghadirkan pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

 

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Unmuh Jember Hidupkan Budaya Lokal Melalui Festival Budaya

Semangat pelestarian budaya lokal berpadu dengan kreativitas generasi muda dalam Festival Budaya 2026 yang diselenggarakan oleh Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember), Sabtu (20/6/2026). Mengusung tema "Ruang Ekspresi dan Budaya Bersemi" dengan tagline "Berani Berbudaya, Bebas Berkarya", kegiatan yang berlangsung di Lapangan Basket Unmuh Jember ini sukses menarik antusiasme lebih dari 200 pengunjung.

Festival yang berlangsung pada malam hari tersebut dihadiri mahasiswa, dosen, pelajar, komunitas seni, hingga masyarakat umum. Berbagai pertunjukan seni dan budaya disuguhkan sebagai ruang apresiasi sekaligus media edukasi bagi generasi muda untuk semakin mengenal kekayaan budaya lokal.

Kegiatan ini merupakan implementasi dari mata kuliah Komunikasi Antarbudaya, yang mendorong mahasiswa tidak hanya memahami konsep komunikasi secara teoritis, tetapi juga mengaplikasikannya melalui penyelenggaraan sebuah festival budaya yang melibatkan berbagai elemen masyarakat. Dengan demikian, mahasiswa belajar merancang strategi komunikasi, membangun kolaborasi, hingga mengelola sebuah kegiatan berskala publik.

Festival Budaya 2026 lahir dari kepedulian mahasiswa terhadap semakin kuatnya pengaruh budaya global yang berpotensi menggeser kecintaan generasi muda terhadap budaya daerah. Padahal, Kabupaten Jember memiliki kekayaan budaya yang sangat beragam, mulai dari seni tari tradisional, musik patrol, jaranan, batik, hingga berbagai produk kriya yang perlu terus diperkenalkan kepada masyarakat.

Melalui festival ini, mahasiswa Ilmu Komunikasi Unmuh Jember berupaya menghadirkan ruang dialog budaya yang mampu mempertemukan berbagai generasi. Tidak hanya menjadi ajang hiburan, festival juga dirancang sebagai wadah bagi para pelaku seni untuk menampilkan karya sekaligus memperluas jejaring dan apresiasi publik terhadap budaya lokal.

Untuk memperkaya rangkaian acara, panitia menggandeng berbagai komunitas seni di Kabupaten Jember, seperti Komunitas Tari Tradisional Jember, dan Komunitas Musik Etnik. Selain itu, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jember turut berpartisipasi sebagai mitra yang mendukung upaya pelestarian budaya daerah melalui sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan komunitas.

Keterlibatan berbagai pihak tersebut menjadi bukti bahwa pelestarian budaya memerlukan kolaborasi lintas sektor. Festival ini tidak hanya menjadi panggung ekspresi seni, tetapi juga membuka peluang bagi pelaku ekonomi kreatif untuk memperkenalkan produk lokal kepada masyarakat.

Melalui Festival Budaya 2026, Program Studi Ilmu Komunikasi Unmuh Jember berharap budaya lokal tidak hanya dipandang sebagai warisan masa lalu, tetapi juga sebagai identitas yang dapat terus hidup, berkembang, dan relevan di tengah perkembangan zaman. Kegiatan ini diharapkan menjadi agenda berkelanjutan yang mampu memperkuat kebanggaan terhadap budaya daerah sekaligus melahirkan ruang-ruang kreatif bagi generasi muda untuk terus berkarya.

Antusiasme pengunjung yang memenuhi area festival hingga acara berakhir menjadi bukti bahwa budaya lokal tetap memiliki daya tarik yang kuat ketika dikemas secara kreatif, komunikatif, dan dekat dengan kehidupan generasi muda. Dengan semangat "Berani Berbudaya, Bebas Berkarya", Festival Budaya 2026 menjadi wujud nyata kontribusi mahasiswa Ilmu Komunikasi Unmuh Jember dalam merawat sekaligus menghidupkan kembali budaya lokal melalui pendekatan komunikasi yang inovatif.

Kamis, 25 Juni 2026

Unmuh Jember Sukses Gelar Expo Luaran MKWU, Karya Inovatif dari 5 Mata Kuliah Dipamerkan



 Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) sukses menyelenggarakan Expo Luaran Mata Kuliah Wajib Universitas (MKMU) Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 di Gedung Aula Ahmad Zainuri, Selasa (23/6/2026). Kegiatan ini menjadi ajang pembuktian kreativitas mahasiswa melalui pameran karya nyata dan inovasi dari lima mata kuliah wajib universitas.

    Pameran edukatif ini menampilkan luaran karya dari mahasiswa yang menempuh mata kuliah Al Islam II, Al Islam IV, Pendidikan Kewarganegaraan dan Deradikalisme, Pendidikan Anti Korupsi dan Anti Napza, serta Kewirausahaan. Beragam inovasi dipamerkan secara langsung, mulai dari perancangan platform digital, kampanye video edukasi, media pembelajaran anak, hingga ragam produk kewirausahaan.

    Gavriel Ayatullah Khomaini dari Program Studi Sistem Informasi berhasil meraih Juara I kategori Al Islam IV. Ia menciptakan karya bernama "Skillmu", sebuah platform pengembangan hard skill dan soft skill mahasiswa berbasis nilai amanah. 

    Pada kategori Kewirausahaan, Nasywa Putri Anyelir (PGPAUD) keluar sebagai Juara I dengan inovasi media edukatif "Zip & Play Learning Activity Box For Kids". Sementara untuk Bazar Kewirausahaan, Juara I diraih oleh Hilmi Alivia Sahrul Gafur (Teknik Lingkungan) yang memamerkan maket Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM). 

    Kreativitas kampanye visual juga unjuk gigi. Anisa Mifta'ur Rizky (Manajemen) sukses menjuarai kategori Pendidikan Kewarganegaraan dan Deradikalisme melalui karya video "Perisai Bangsa: Melawan Radikalisme, Menjaga Identitas Nasional". Menyusul di kategori Pendidikan Anti Korupsi dan Anti Napza, Reisya Nasywa (Psikologi) merebut Juara I lewat karya video bertajuk "Pilihan Kecil, Dampak Besar". Adapun kategori Al Islam II dimenangkan oleh Muhammad Reza Radjaki A. (Sistem Informasi) dengan luaran Praktek Sholat. 


    Tidak hanya memberikan penghargaan bagi mahasiswa, kampus juga menobatkan predikat Dosen Pengampu Berprestasi kepada lima tenaga pendidik. Mereka adalah Saibah, S.Pd., M.Pd. untuk mata kuliah Al Islam IV, Hasna Huwaida S.Pd.I., M.Pd. (Al Islam II), serta Amara Diva Abigail, S.H., M.Kn. (PKn & Deradikalisme). Predikat serupa juga diberikan kepada Edhi Siswanto, S.I.P. M.SI. (Pendidikan Anti Korupsi & Anti Napza) dan Nuraini Kusumaningtyas, M.Psi. (Kewirausahaan). 

    Melalui pelaksanaan Expo MKMU, Unmuh Jember menegaskan komitmennya dalam menyelenggarakan evaluasi pembelajaran yang terbuka. Metode luaran proyek ini diharapkan mampu mencetak mahasiswa yang tidak hanya kuat secara teori, namun piawai dalam mengimplementasikan gagasan aplikatif bagi masyarakat luas. 


Rabu, 24 Juni 2026

Bawa Inovasi SDGs ke Panggung Dunia, Unmuh Jember Tampil di Global Sustainable Development Congress 2026

Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) turut ambil bagian dalam ajang internasional The 5th Global Sustainable Development Congress (GSDC) 2026 yang berlangsung di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, pada 22–25 Juni 2026. Kehadiran Unmuh Jember menjadi bagian dari kontribusi 30 Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) yang difasilitasi oleh Asosiasi Kantor Urusan Internasional (ASKUI) PTMA di bawah koordinasi Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

GSDC 2026 merupakan forum yang diinisiasi oleh Times Higher Education (THE) dan dihadiri sekitar 5.000 delegasi dari berbagai negara yang berasal dari kalangan akademisi, pemerintah, industri, hingga organisasi masyarakat sipil. Forum tersebut menjadi ruang kolaborasi global dalam merumuskan langkah nyata pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Pada kesempatan tersebut, Unmuh Jember menampilkan sejumlah inovasi yang mendukung pembangunan berkelanjutan melalui booth PTMA. Berbagai karya unggulan yang dipresentasikan mencerminkan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus kontribusi kampus terhadap isu lingkungan, energi, dan pertanian berkelanjutan.

Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah Forage Chopper Machine, mesin pencacah pakan ternak yang dikembangkan untuk meningkatkan produktivitas peternak sekaligus mendukung ekonomi hijau. Program yang dipimpin Hadi Jatmiko bersama tim Unmuh Jember tersebut telah dimanfaatkan oleh PRA Karangtengah dan melibatkan mahasiswa melalui program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Selain itu, Unmuh Jember juga menampilkan hasil riset Battery-Less RFID Sensor for Smart Agriculture yang dipimpin Dr. Danang Kumara Hadi bekerja sama dengan Ibaraki University, Jepang. Inovasi ini memungkinkan pemantauan suhu dan kelembaban secara real time tanpa menggunakan baterai sehingga lebih ramah lingkungan dan hemat energi. 

Di bidang energi terbarukan, Unmuh Jember memperkenalkan program pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan limbah pertanian menjadi bahan bakar padat ramah lingkungan (Eco-Friendly Solid Fuel). Program yang dipimpin Asroful Abidin dan Hilfi Harisan tersebut memberdayakan petani di Desa Plalangan melalui teknologi pirolisis sekaligus membuka peluang ekonomi baru berbasis pengolahan limbah pertanian.

Ketua ASKUI PTMA, Aidil Syahputra, menjelaskan bahwa partisipasi PTMA dalam GSDC 2026 merupakan bagian dari strategi internasionalisasi perguruan tinggi Muhammadiyah sekaligus memperkuat posisi kampus di tingkat global.

“Agenda kami di sini adalah menyampaikan dan mempresentasikan hasil SDGs dari setiap perguruan tinggi serta mengikuti rangkaian seminar internasional untuk menjawab permasalahan SDGs di dunia,” ujarnya.

Menurutnya, keikutsertaan dalam forum tersebut juga menjadi momentum untuk memperluas jejaring internasional dan membuka peluang kolaborasi riset lintas negara.

Sementara itu, Sekretaris Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Ahmad Muttaqin, mengapresiasi keterlibatan PTMA dalam GSDC 2026. Ia menilai langkah tersebut dapat mendorong perguruan tinggi Muhammadiyah semakin aktif menghasilkan inovasi yang berdampak serta memperkuat daya saing di tingkat internasional.

Keikutsertaan Unmuh Jember dalam GSDC 2026 menjadi bukti bahwa inovasi yang lahir dari kampus tidak hanya memberi manfaat bagi masyarakat lokal, tetapi juga mampu berkontribusi dalam menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan di tingkat global. Dengan membawa semangat kolaborasi, riset, dan pemberdayaan masyarakat, Unmuh Jember terus memperkuat perannya sebagai kampus berdampak yang berorientasi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

 

Senin, 22 Juni 2026

BEM Unmuh Jember Gelar Jember Raya Debat Competition 2026, Tim Unej Sapu Bersih Gelar Juara



 
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) sukses menyelenggarakan acara "Jember Raya Debat Competition 2026" di Gedung Aula Ahmad Zainuri, Senin (22/6/2026). Dalam kompetisi bergengsi ini, delegasi dari Universitas Jember (Unej) tampil mendominasi dengan menyapu bersih seluruh podium juara.

    Kompetisi tahun ini mengangkat tema yang cukup kritis, yakni "Jember di Persimpangan Jalan Antara Ambisi Infrastruktur dan Keadilan Sosial". Tema ini dipilih untuk memantik daya kritis mahasiswa terhadap arah pembangunan daerah yang kerap berbenturan dengan isu kesejahteraan masyarakat prasejahtera.

    Untuk mengbedah tema tersebut, BEM Unmuh Jember merumuskan lima mosi debat yang dinilai bersinggungan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Kelima mosi tersebut meliputi akurasi pendataan kemiskinan, evaluasi program beasiswa daerah “Cinta Bergema”, efektivitas program Bupati Jember Mampir Desa (Bunga Desaku), revitalisasi koridor kota melalui penataan Jalan Kartini, serta pengawasan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG).


    Jalannya perdebatan berlangsung sengit dan kritis. Pada isu pendataan kemiskinan, peserta debat menyoroti pentingnya validasi data agar penyaluran bantuan sosial benar-benar tepat sasaran. Sementara pada mosi beasiswa “Cinta Bergema”, pembahasan difokuskan pada ketepatan penerima manfaat serta dampaknya terhadap pemerataan akses pendidikan tinggi di Jember.

    Tak hanya itu, program Bunga Desaku juga dikaji secara mendalam dari aspek efektivitas pelayanan administrasi kependudukan serta kemampuannya dalam memangkas birokrasi bagi masyarakat desa. Sementara pada isu infrastruktur, revitalisasi Jalan Kartini menjadi sorotan peserta untuk menilai sejauh mana keseimbangan antara aspek estetika tata kota dan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat sekitar.

    Adapun acara ini dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor III Unmuh Jember, Dr. Sofyan Rofi, M.Pd.I. Dalam rangkaian pembukaan tersebut, turut memberikan sambutan Ketua Panitia Alifia Bilqis yang melaporkan jalannya persiapan acara, disusul oleh Wakil Presiden Mahasiswa (Wapresma) Unmuh Jember, Zinatul Hayati.

    Kompetisi ini diikuti oleh tujuh tim yang berasal dari tiga perguruan tinggi di Jember, yaitu Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember, Universitas Jember (Unej), dan Politeknik Negeri Jember (Polije). Ketujuh tim tersebut adalah Justice, Law Warriors, Koalisi Tengah, Antek-antek Asing, Abraham Lincoln, Tim Brantas, dan Lentera Justitia.

    Untuk menjamin kualitas dan objektivitas penilaian, BEM Unmuh Jember menghadirkan tiga dewan juri dari latar belakang profesional dan pemerintahan. Ketiga juri tersebut adalah Mohamad Roky Huzaeni, M.H. dari PAR Alternatif Indonesia; Muhammad Syamsu Rijal, S.H., M.H. selaku Kepala Bidang Wawasan Kebangsaan Bakesbangpol Kabupaten Jember; serta Muhammad Rido I., S.Pd., M.Pd., Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Jember.

    Setelah melalui berbagai babak penyisihan yang ketat, dewan juri akhirnya mengumumkan para pemenang. Tim Lentera Justitia dari Universitas Jember berhasil keluar sebagai Juara Pertama. Posisi Juara Kedua diraih oleh Tim Brantas, yang juga berasal dari Universitas Jember. Dominasi Unej semakin disempurnakan oleh tim Abraham Lincoln yang berhasil mengamankan posisi Juara Ketiga.

    Acara debat ini diharapkan tidak hanya menjadi wadah adu retorika, tetapi juga melahirkan gagasan-gagasan konkret dari mahasiswa yang dapat menjadi bahan masukan berharga bagi para pemangku kebijakan di Kabupaten Jember.

 


Jumat, 12 Juni 2026

Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah, Bank Indonesia dan Unmuh Jember Perkuat Sinergi Digital


    Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jember terus memperluas jaringan literasi keuangan digital ke sektor akademisi. Melalui kolaborasi strategis bersama Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Jember, sukses digelar kegiatan Diseminasi Kebijakan Bank Indonesia pada Selasa, 9 Juni 2026. Acara bertajuk "Sinergi Kebijakan Bank Indonesia dan Akademisi dalam Mencetak SDM Bisnis Digital Guna Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah" ini diselenggarakan di Aula Fakultas Hukum (FH) Unmuh Jember sebagai wadah strategis dalam menyelaraskan visi antara regulator keuangan dan institusi pendidikan demi mencetak talenta ekonomi yang siap pakai.

    Kegiatan diseminasi yang berlangsung interaktif ini menghadirkan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jember, Iqbal Reza Nugraha, sebagai narasumber utama, dengan dipandu oleh Bayu Wijayantini, Ph.D. selaku moderator. Momentum penting ini turut dihadiri oleh berbagai elemen lintas sektor, termasuk Komandan Yonif 509 Kostrad Letkol Inf. Juni Fitriyan, S.H., M.H.I., M.Han., perwakilan Bakorwil, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Jember, para kepala sekolah, serta ratusan pelajar SMA/SMK berbakat se-Kabupaten Jember yang dipersiapkan menjadi motor penggerak ekonomi masa depan.


    Dalam pemaparannya, Iqbal Reza Nugraha menegaskan bahwa pasca-implementasi Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK), peran Bank Indonesia kian krusial, terutama dalam menjaga stabilitas moneter, nilai rupiah, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif melalui transformasi digital. Salah satu program prioritas yang terus digenjot oleh Bank Indonesia adalah perluasan penetrasi penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) serta digitalisasi sistem pembayaran nasional. 

    Menurutnya, sektor UMKM lokal dan lingkungan kampus merupakan mitra paling strategis untuk mempercepat mata rantai ekosistem digital ini. Bank Indonesia juga menekankan bahwa pengembangan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul di bidang teknologi finansial akan menjadi pilar utama penopang stabilitas ekonomi daerah dalam jangka panjang.

    Langkah edukasi ini dirasa sangat relevan dengan tren nasional saat ini, di mana adopsi transaksi nontunai di wilayah Jawa Timur terus mencatat pertumbuhan yang sangat signifikan. Keterlibatan aktif pihak akademisi diharapkan mampu mempercepat penetrasi literasi keuangan digital hingga ke akar rumput. Selain mendorong produktivitas ekonomi, sinergi literasi ini juga berfungsi sebagai benteng perlindungan penting bagi generasi muda. Dengan pemahaman keuangan yang matang, para mahasiswa dan pelajar diharapkan dapat lebih cerdas secara finansial serta terhindar dari maraknya risiko kejahatan siber, seperti investasi bodong, pinjaman online ilegal, hingga fenomena judi online yang meresahkan masyarakat.


    Melalui forum yang berjalan selaras dengan semangat gerakan Diktisaintek Berdampak ini, Bank Indonesia Jember dan Unmuh Jember secara resmi bersepakat untuk memperluas program kemitraan. Kerja sama ke depan akan mencakup penguatan riset terapan ekonomi regional, program pendampingan digitalisasi bagi pelaku UMKM binaan, hingga penyediaan ruang inkubasi startup terpadu bagi mahasiswa. Kolaborasi nyata ini diharapkan mampu melahirkan ekosistem ekonomi digital di kawasan Tapal Kuda yang tangguh, adaptif, inklusif, dan berdaya saing tinggi di kancah nasional.

Connect