Kamis, 13 Agustus 2026

UMKM Suger Lor Naik Kelas! KKN-T 02 Unmuh Jember Bantu Urus Legalitas hingga Go Digital


Mahasiswa KKN-T Kelompok 02 Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Suger Lor, Bondowoso, untuk memperkuat legalitas dan pemasaran digital. Pendampingan tersebut dilaksanakan pada Kamis (30/7/2026) melalui sejumlah program, mulai dari pemasangan banner usaha, pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB), stiker identitas usaha, hingga penambahan lokasi UMKM di Google Maps.

Program ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan daya saing sekaligus memperkuat identitas usaha masyarakat. Pemasangan banner dan stiker identitas diharapkan membuat usaha lebih mudah dikenali, sementara pendampingan pembuatan NIB membantu pelaku UMKM memiliki legalitas usaha yang dapat mendukung akses terhadap program pembinaan dan bantuan pemerintah.

Mahasiswa KKN-T juga membantu mendaftarkan lokasi UMKM ke Google Maps. Langkah tersebut diharapkan memudahkan konsumen menemukan lokasi usaha sekaligus memperluas jangkauan pemasaran melalui teknologi digital.

Kepala Desa Suger Lor, Koesnadi, mengapresiasi pendampingan yang diberikan mahasiswa. Menurutnya, penguatan legalitas dan pemanfaatan teknologi digital menjadi bagian penting dalam meningkatkan daya saing UMKM.

“Kami berharap program ini dapat membantu pelaku UMKM menjadi lebih dikenal, memiliki legalitas yang jelas, serta mampu memperluas jangkauan pasar melalui pemanfaatan teknologi digital,” ujarnya.

Hal serupa dirasakan Ahmad Yani, pelaku UMKM Keripik Samilir. Ia menilai pemasangan banner dan lokasi usaha di Google Maps membantu masyarakat lebih mudah mengenali dan menemukan tempat usahanya.

“Pemasangan banner dan titik Google Maps sangat membantu usaha kami. Pelanggan menjadi lebih mudah menemukan lokasi usaha melalui aplikasi navigasi,” kata Ahmad.

Tokoh masyarakat Desa Suger Lor turut menilai program tersebut sebagai langkah positif dalam mendukung pertumbuhan ekonomi desa. Pendampingan yang mencakup aspek promosi sekaligus legalitas dinilai dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi pelaku UMKM.

Melalui program ini, KKN-T Kelompok 02 berharap UMKM Desa Suger Lor semakin memiliki identitas usaha yang kuat, legal secara administrasi, serta mampu memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pasar dan meningkatkan daya saing produk lokal.

Rabu, 12 Agustus 2026

Tingkatkan Keselamatan Pengguna Jalan, KKN-T 03 UNMUH Jember Pasang Reflektor di Desa Sumber Kemuning

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) 03 Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember melaksanakan pemasangan reflektor jalan di Desa Sumber Kemuning, Kecamatan Tamanan, Kabupaten Bondowoso, pada Senin (10/8/2026). Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap keselamatan masyarakat, khususnya pengguna jalan yang melintas pada malam hari.

Pemasangan reflektor dilakukan bersama perangkat Desa Sumber Kemuning dengan didampingi Bhabinsa. Sebelum pemasangan, mahasiswa bersama pihak desa terlebih dahulu melakukan survei untuk menentukan titik-titik yang membutuhkan reflektor. Sasaran utama pemasangan berada di sejumlah lokasi yang minim penerangan dan dinilai memiliki risiko kecelakaan.

Reflektor dipasang sebagai penanda bagi pengguna jalan agar dapat mengenali kondisi dan batas jalan ketika melintas pada malam hari. Pantulan cahaya dari lampu kendaraan diharapkan membuat reflektor lebih mudah terlihat sehingga dapat membantu meningkatkan kewaspadaan pengendara.

Perangkat Desa Sumber Kemuning, Wahyudi, mengapresiasi program yang dilakukan mahasiswa KKN-T 03 Unmuh Jember tersebut. Menurutnya, keberadaan reflektor dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama di titik jalan yang dinilai rawan kecelakaan.

“Saya mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dan kepeduliannya dalam pembuatan reflektor jalan ini. Insyaallah, program ini akan sangat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan keselamatan pengguna jalan, mengingat lokasi ini merupakan salah satu titik yang rawan terjadi kecelakaan,” ujar Wahyudi.

Melalui kegiatan tersebut, sejumlah titik jalan yang telah ditentukan berdasarkan hasil survei kini telah dilengkapi reflektor. Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat menjadi penanda bagi pengguna jalan, terutama pada malam hari dan di lokasi dengan penerangan yang terbatas.

Selain menghasilkan fasilitas pendukung keselamatan jalan, kegiatan ini juga menjadi upaya untuk meningkatkan kepedulian dan kesadaran bersama mengenai pentingnya keselamatan dalam berkendara. Mahasiswa KKN-T 03 Unmuh Jember berharap reflektor yang telah dipasang dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat saat menggunakan jalan, khususnya pada malam hari.

Mahasiswa juga berharap masyarakat setempat dapat menjaga dan merawat reflektor tersebut agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan meskipun kegiatan KKN telah berakhir.

Selasa, 11 Agustus 2026

Akselerasi Ekonomi Digital Desa Tanah Wulan, KKN 13 Unmuh Jember Dorong UMKM Manfaatkan QRIS dan Google Maps

 

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 13 Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember mendorong transformasi digital bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Tanah Wulan, Kecamatan Maesan, Kabupaten Bondowoso. Melalui program digitalisasi usaha, mahasiswa membantu pelaku UMKM mengintegrasikan sistem pembayaran digital melalui QRIS serta meningkatkan visibilitas usaha melalui layanan Google Maps, Selasa (4/8/2026).

Program ini menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa dalam mendukung penguatan ekonomi masyarakat desa melalui pemanfaatan teknologi. Digitalisasi UMKM dinilai mampu membantu pelaku usaha meningkatkan kualitas pelayanan, memperluas jangkauan pemasaran, serta beradaptasi dengan perubahan pola transaksi masyarakat yang semakin mengarah pada sistem non-tunai.

Dalam aspek transaksi keuangan, mahasiswa KKN 13 memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM dalam pembuatan dan penggunaan QRIS sebagai metode pembayaran digital. Melalui sistem tersebut, pelanggan dapat melakukan pembayaran dengan lebih mudah menggunakan berbagai layanan keuangan digital, seperti dompet elektronik maupun mobile banking.

Selain memberikan kemudahan transaksi, penggunaan QRIS juga membantu pelaku usaha dalam mengurangi risiko kesalahan pencatatan transaksi serta meningkatkan keamanan pembayaran dibandingkan sistem tunai. Dengan adanya sistem pembayaran digital, pengelolaan usaha diharapkan menjadi lebih praktis dan tertata.

Tidak hanya pada aspek pembayaran, mahasiswa KKN 13 juga membantu pelaku UMKM mendaftarkan lokasi usaha melalui Google Maps. Pendampingan tersebut meliputi pembuatan profil usaha, pengisian informasi lokasi, kategori usaha, jam operasional, kontak, hingga dokumentasi foto. Melalui layanan tersebut, keberadaan UMKM Desa Tanah Wulan dapat lebih mudah ditemukan oleh masyarakat luas.

Salah satu warga Desa Tanah Wulan, Mamik (45), mengapresiasi program yang dilakukan mahasiswa KKN. Menurutnya, keberadaan teknologi digital dapat membantu perkembangan UMKM dan membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat desa.

"Menurut saya, dengan berjalannya usaha UMKM dan adanya program kerja pembuatan QRIS dan Google Maps sangat membantu," ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN Kelompok 13 tidak hanya memberikan fasilitas digital, tetapi juga melakukan pendampingan secara langsung kepada masyarakat. Kegiatan diawali dengan identifikasi potensi UMKM, pemetaan kebutuhan usaha, hingga pemberian edukasi mengenai pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung keberlangsungan bisnis.

Melalui program ini, mahasiswa memberikan dukungan teknis mulai dari pemeriksaan administrasi, pembuatan akun digital, pencarian titik lokasi usaha, hingga pendampingan penggunaan layanan teknologi yang telah dibuat.

Transformasi digital UMKM Desa Tanah Wulan mendapat respons positif dari masyarakat. Dengan adanya kemudahan transaksi melalui QRIS dan informasi lokasi usaha melalui Google Maps, pelaku UMKM diharapkan mampu meningkatkan daya saing serta memperluas pasar.

Program tersebut juga sejalan dengan upaya mendukung pencapaian SDGs Desa poin 1 (Desa Tanpa Kemiskinan) melalui penguatan sektor ekonomi masyarakat. Mahasiswa KKN Kelompok 13 Unmuh Jember berharap digitalisasi UMKM dapat menjadi langkah berkelanjutan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi desa yang lebih mandiri dan produktif.

Fakultas Psikologi Unmuh Jember Bedah Model Keterhubungan Ekologis Generasi Z



Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) memperkuat komitmennya dalam merespons persoalan lingkungan melalui Workshop Diseminasi Hasil Penelitian Model Keterhubungan Ekologis pada Generasi Z di Indonesia, Selasa (11/8/2026).

Bertempat di Aula Ahmad Zainuri Universitas Muhammadiyah Jember, kegiatan tersebut mempertemukan akademisi, peneliti, pakar teologi, serta praktisi lingkungan untuk mendiskusikan hasil penelitian mengenai kesadaran ekologis Generasi Z sekaligus membahas strategi mendorong kepedulian terhadap lingkungan agar dapat diwujudkan dalam tindakan nyata.

Penelitian tersebut melibatkan tim peneliti lintas disiplin yang terdiri atas Dr. Heru Prakosa, Dr. Johanes Seno Aditya Utama, dan Dr. Nurlaela Widyarini dari Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Jember.

Dalam pemaparan hasil penelitian, tim peneliti mengungkap bahwa Generasi Z memiliki modal awal yang cukup kuat dalam membangun keterhubungan dengan lingkungan. Kepedulian terhadap alam dan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan telah tumbuh di kalangan generasi muda.

Namun, persoalan muncul ketika kesadaran tersebut harus diterjemahkan menjadi perilaku dan aksi ekologis dalam kehidupan sehari-hari.

Ketua peneliti, Dr. Heru Prakosa, menjelaskan bahwa kepedulian ekologis Generasi Z tidak selalu secara otomatis menghasilkan tindakan nyata. Berbagai faktor eksternal, seperti keterbatasan fasilitas, minimnya dukungan sosial, serta belum tersedianya ruang komunitas yang memadai, dapat menjadi penghambat.


Karena itu, perubahan perilaku ekologis tidak cukup hanya dibangun melalui peningkatan pengetahuan. Diperlukan mediator sosial dan ruang praktik yang memungkinkan generasi muda menerjemahkan pengetahuan tersebut menjadi kebiasaan atau habitus dalam kehidupan sehari-hari.

Persoalan tersebut kemudian mendapatkan perspektif praktis dari Zahrotul Jannah, aktivis lingkungan yang hadir sebagai penanggap dalam kegiatan tersebut.

Ia membagikan pengalaman pendampingan gerakan lingkungan yang melibatkan anak muda melalui inisiatif “Besuk Sungai”. Dalam kegiatan tersebut, anak muda diajak melihat secara langsung kondisi sungai yang tercemar, melakukan brand audit terhadap sampah plastik yang ditemukan, hingga mengolah sampah menjadi eco-brick.

Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa keterlibatan langsung dapat menjadi sarana penting dalam membangun kepedulian lingkungan. Ketika anak muda diberikan ruang, kepercayaan, serta kesempatan untuk mengambil peran, mereka dapat berkembang menjadi penggerak kegiatan lingkungan di komunitasnya.

Diskusi kemudian berkembang pada pentingnya mengintegrasikan pendekatan ekologis dengan nilai budaya dan keagamaan.

Akademisi sejarah lingkungan, Gusti Ngurah Ary Kesuma Puja, mengangkat kembali nilai kearifan lokal Tri Hita Karana yang menekankan pentingnya keharmonisan hubungan antara manusia, Tuhan, dan alam.

Sementara itu, Prof. Fawaizul Umam menyoroti dimensi teologis dalam persoalan lingkungan. Menurut perspektif yang disampaikan dalam diskusi, krisis ekologis tidak hanya berkaitan dengan persoalan lingkungan, tetapi juga dapat dipandang sebagai refleksi dari hubungan manusia dengan nilai-nilai ketuhanan. Karena itu, kepedulian terhadap bumi perlu ditempatkan sebagai bagian dari tanggung jawab moral dan sosial.


Workshop diseminasi hasil penelitian tersebut menjadi ruang untuk mempertemukan perspektif akademik, pengalaman praktis, kearifan lokal, dan pendekatan teologis dalam melihat persoalan ekologis Generasi Z.

Temuan penelitian menunjukkan bahwa membangun generasi yang peduli terhadap lingkungan membutuhkan lebih dari sekadar penyampaian pengetahuan. Dukungan lingkungan sosial, ketersediaan fasilitas, komunitas, serta kesempatan untuk terlibat langsung menjadi bagian penting dalam proses perubahan perilaku.

Universitas Muhammadiyah Jember melalui kegiatan tersebut berupaya mendorong agar hasil penelitian tidak berhenti sebagai pengetahuan akademik, tetapi dapat menjadi dasar pengembangan program dan kolaborasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Sinergi antara penelitian, praktik lapangan, nilai budaya, dan pendekatan keagamaan diharapkan mampu menciptakan ruang yang lebih luas bagi Generasi Z untuk terlibat dalam gerakan lingkungan.

Dengan demikian, generasi muda tidak hanya ditempatkan sebagai kelompok yang memiliki kepedulian terhadap krisis ekologis, tetapi juga sebagai aktor yang mampu mengambil peran dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan mendorong terwujudnya keadilan ekologis di Indonesia.

 

AKURAT : Mahasiswa KKN Unmuh Jember Ciptakan Aplikasi Pembukuan Tanpa Ribet

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember menghadirkan inovasi digital berupa aplikasi pembukuan bernama “Akurat” untuk membantu peternak ayam dalam melakukan pencatatan hasil panen telur. Inovasi tersebut lahir dari hasil pengamatan mahasiswa terhadap sistem pembukuan peternak yang masih dilakukan secara manual.

Sebelum adanya aplikasi tersebut, pencatatan hasil panen telur dilakukan menggunakan buku tulis. Cara ini dinilai membutuhkan waktu lebih lama dan memiliki risiko terjadinya kesalahan dalam pencatatan maupun perhitungan data. Kondisi tersebut mendorong mahasiswa KKN untuk mencari solusi yang lebih praktis dan mudah digunakan oleh peternak.

Aplikasi Akurat dirancang sebagai alat bantu pencatatan saat proses panen telur. Melalui aplikasi tersebut, data hasil panen dapat dicatat secara lebih terstruktur sehingga peternak tidak perlu lagi sepenuhnya bergantung pada pencatatan menggunakan buku.

Developer aplikasi Akurat, Bhisrofil, mengatakan ide pengembangan aplikasi tersebut berawal dari survei lapangan yang dilakukan mahasiswa. Dari hasil pengamatan, ditemukan bahwa sistem pencatatan manual masih menjadi salah satu kendala yang dihadapi peternak.

“Aplikasi ini dibuat berdasarkan hasil survei lapangan. Kami melihat peternak masih melakukan pembukuan secara manual, sehingga kami mencoba membuat aplikasi yang bisa memudahkan proses pencatatan,” ujarnya.

Menurut Bhisrofil, proses pengembangan aplikasi tersebut dilakukan selama kurang lebih satu minggu. Dalam perancangannya, mahasiswa berupaya membuat sistem yang sederhana agar dapat digunakan oleh peternak dengan berbagai tingkat pemahaman terhadap teknologi.

Aplikasi tersebut, ucap Bhisrofil, sangat efektif karena hasil panen yang tercatat di aplikasi tesebut otomatis dikoneversi menjadi dokumen dengan format pdf yang memudahkan pengguna untuk melihat data panen tiap harinya. Juga kuantitas yang terdapat pada aplikasi Akurat ini dapat disesuaikan dengan jumlah kandang dan jumlah ayam yang ada.

"Akurat ini simpel karena hasil pembukuan langsung terkonversi jadi file pdf, dan bisa disesuaikan jumlah kandang dan ayamnya" lanjutnya.

Inovasi tersebut mendapat respons positif dari pemilik peternakan, Pak Sudahnan. Ia mengaku terbantu dengan kehadiran aplikasi Akurat, terutama karena aplikasi tersebut dapat membantu mengurangi kemungkinan kesalahan dalam pencatatan hasil panen.

Selain dinilai praktis, aplikasi tersebut juga dianggap mudah digunakan oleh pengguna yang belum terbiasa dengan teknologi digital. Hal ini menjadi salah satu pertimbangan penting dalam pengembangan aplikasi agar inovasi yang dihadirkan mahasiswa benar-benar dapat diterapkan dalam aktivitas peternakan sehari-hari.

Pak Sudahnan berharap aplikasi “Akurat” tidak berhenti pada fungsi pencatatan hasil panen telur, tetapi dapat terus dikembangkan dengan fitur tambahan.

“Saya sangat terbantu dengan adanya aplikasi ini. Selain bisa meminimalisir kesalahan dalam pencatatan, penggunaannya juga mudah, termasuk bagi yang kurang memahami teknologi. Harapannya, aplikasi ini bisa terus dikembangkan sehingga nantinya dapat membantu pencatatan keuangan juga,” ungkapnya.

Kehadiran aplikasi Akurat menjadi salah satu bentuk penerapan teknologi sederhana yang dikembangkan mahasiswa KKN-T Unmuh Jember berdasarkan kebutuhan masyarakat. Inovasi tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi tidak selalu harus kompleks, tetapi dapat dimulai dari solusi praktis terhadap persoalan yang ditemui secara langsung di lapangan.

Melalui inovasi ini, mahasiswa KKN-T Unmuh Jember berharap aplikasi Akurat dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan sehingga mampu mendukung pengelolaan usaha peternakan yang lebih tertib, efisien, dan akurat.

Sabtu, 08 Agustus 2026

Belajar Cinta Lingkungan Lewat Ecoprint, KKN Kelompok 05 Unmuh Jember Ajak Siswa SDN 1 Mengen Berkarya


Belajar mencintai lingkungan tidak selalu harus dilakukan melalui teori di dalam kelas. Mahasiswa KKN Kelompok 05 Universitas Muhammadiyah Jember menghadirkan pengalaman belajar kreatif melalui kegiatan edukasi ecoprint bagi siswa SDN 1 Mengen, Kecamatan Tamanan, Kabupaten Bondowoso, Rabu (29/7/2026).

Puluhan siswa diajak memanfaatkan berbagai jenis daun di lingkungan sekitar sebagai bahan alami untuk menciptakan motif pada totebag putih. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program pengabdian mahasiswa sekaligus sarana mengenalkan pentingnya menjaga lingkungan sejak usia dini.

Suasana belajar pun terasa berbeda. Para siswa tampak antusias memilih dan menyusun berbagai bentuk daun di atas totebag. Mereka bebas mengeksplorasi susunan daun untuk menghasilkan motif yang berbeda-beda sebelum mencetaknya menjadi karya.

Secara sederhana, ecoprint merupakan teknik membuat motif dengan memanfaatkan pigmen alami dari daun, bunga, maupun bagian tumbuhan lainnya tanpa menggunakan pewarna kimia sintetis. Selain menghasilkan karya yang unik, teknik tersebut juga menjadi media pembelajaran yang memanfaatkan bahan-bahan alami yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar.

Koordinator KKN Kelompok 05 Universitas Muhammadiyah Jember, Asep Tumpak Sundara, menjelaskan bahwa pemilihan ecoprint tidak terlepas dari kondisi lingkungan di sekitar sekolah yang memiliki beragam jenis tanaman.

“Kami memiliki program kerja untuk adik-adik SDN 1 Mengen yaitu ecoprint, yang bertujuan memanfaatkan alam sekitar, seperti daun-daun yang ada di lingkungan sini. Kami ingin melihat bagaimana adik-adik dapat belajar dan berkarya melalui kegiatan ecoprint,” ujarnya.

Sebelum praktik dimulai, mahasiswa KKN terlebih dahulu memberikan pengenalan mengenai pengertian ecoprint, manfaatnya bagi lingkungan, jenis daun yang dapat digunakan, hingga tahapan pembuatannya.

Setelah itu, siswa langsung mempraktikkan proses penyusunan daun di atas totebag putih. Dari tangan-tangan kecil tersebut, berbagai bentuk dan susunan daun kemudian menghasilkan motif alami yang berbeda pada setiap karya. Antusiasme siswa terlihat ketika mereka mencoba beragam komposisi untuk menciptakan motif yang mereka sukai.

Lebih dari sekadar membuat kerajinan, kegiatan ini dirancang untuk menghubungkan kreativitas dengan kepedulian terhadap lingkungan. Siswa diperkenalkan pada alternatif pembuatan karya seni menggunakan bahan alami sekaligus diajak memahami pentingnya mengurangi penggunaan bahan yang berpotensi mencemari lingkungan.

Guru Kelas IIIA SDN 1 Mengen, Indra Manto, mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa KKN tersebut. Menurutnya, ecoprint sejalan dengan upaya sekolah dalam membangun budaya peduli lingkungan.

“Saya sangat berterima kasih dan mendukung kegiatan ini karena sangat selaras dengan program sekolah untuk mengurangi sampah atau limbah plastik di lingkungan sekolah. Dengan adanya ecoprint, selain siswa mengenal cara membuat batik, mereka juga mendapatkan edukasi tentang batik yang ramah lingkungan,” ungkapnya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan sebagai bentuk kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah. Menurutnya, kegiatan kreatif berbasis lingkungan dapat menjadi salah satu cara untuk meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus membentuk karakter peserta didik yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan.

Melalui kegiatan ecoprint, KKN Kelompok 05 Unmuh Jember tidak hanya menghadirkan aktivitas kreatif bagi siswa, tetapi juga membawa pesan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat ditanamkan melalui hal-hal sederhana.

Dari selembar totebag dan daun yang tumbuh di sekitar sekolah, para siswa belajar bahwa alam bukan hanya sesuatu yang perlu dijaga, tetapi juga dapat menjadi sumber inspirasi untuk berkarya. Program ini diharapkan menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus mendorong tumbuhnya kebiasaan mencintai lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.

 

Jumat, 07 Agustus 2026

Dorong Ekonomi Desa, Mahasiswa KKN Tematik Unmuh Jember Dampingi Pengembangan BUMDes Ayam Petelur di Sumbersari


Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember melakukan kunjungan kerja sekaligus pendampingan kepada pengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sumbersari, Kecamatan Maesan, Kabupaten Bondowoso, Sabtu (1/8/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mahasiswa dalam mendukung pengembangan potensi ekonomi desa melalui penguatan unit usaha ayam petelur.

BUMDes Sumbersari memiliki potensi besar dalam pengembangan budidaya ayam petelur yang tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, tetapi juga berpeluang menjadi salah satu penggerak ekonomi lokal. Melalui kegiatan pendampingan ini, mahasiswa KKN Tematik berupaya membantu pengelola dalam mengoptimalkan tata kelola usaha agar lebih berkembang dan berkelanjutan.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa melakukan pemetaan terhadap kondisi usaha, termasuk mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi dalam pengelolaan BUMDes. Pendampingan difokuskan pada dua aspek utama, yaitu penguatan administrasi keuangan dan pengembangan strategi pemasaran produk telur ayam.

Mahasiswa memberikan masukan mengenai pentingnya pencatatan keuangan yang lebih sistematis, transparan, dan akuntabel agar pengelola dapat mengetahui perkembangan usaha secara lebih terukur. Selain itu, mahasiswa juga mendorong perluasan strategi pemasaran melalui pengembangan jaringan distribusi agar produk telur ayam BUMDes dapat menjangkau pasar yang lebih luas.

"Unit usaha ayam petelur di Desa Sumbersari memiliki prospek pasar yang sangat tinggi. Namun, pengelolaan tata kelola keuangan yang terstruktur serta strategi pemasaran yang lebih luas masih perlu ditingkatkan agar dampaknya semakin maksimal," ujar perwakilan tim KKN Tematik Unmuh Jember.

Pengelola BUMDes Sumbersari menyambut positif kegiatan pendampingan yang dilakukan mahasiswa KKN Tematik Unmuh Jember. Kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan pengelola BUMDes diharapkan dapat memperkuat kapasitas usaha desa agar mampu berkembang secara profesional dan mandiri.

Melalui program ini, mahasiswa KKN Tematik Unmuh ember berharap unit usaha ayam petelur BUMDes Sumbersari dapat menjadi salah satu sektor unggulan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pendampingan tersebut juga menjadi bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendorong kemandirian ekonomi desa melalui penerapan ilmu pengetahuan yang tepat guna.

Ciptakan Sekolah Ramah Anak, KKN Unmuh Jember Ajak Siswa Desa Sumbersari Hentikan Bullying

 

Suasana ceria dan penuh antusiasme mewarnai kegiatan edukasi “Stop Bullying” yang digelar mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember di tiga sekolah dasar Desa Sumbersari, Kecamatan Maesan, Kabupaten Bondowoso, Kamis (30/7/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan di SDN 1 Sumbersari, SDN 2 Sumbersari, dan SDN 3 Sumbersari sebagai bentuk kepedulian mahasiswa KKN dalam menanamkan nilai empati, saling menghargai, dan kepedulian terhadap sesama sejak usia dini.

Melalui pendekatan yang komunikatif dan menyenangkan, mahasiswa mengajak para siswa memahami makna bullying, berbagai bentuk perundungan yang sering terjadi di lingkungan sekolah, serta dampak yang dapat ditimbulkan bagi korban. Penyampaian materi dilakukan dengan cara interaktif agar siswa lebih mudah memahami bahwa tindakan seperti mengejek, menghina, maupun menyakiti teman bukanlah bentuk candaan yang dapat dibenarkan.

Kehadiran mahasiswa KKN mendapat sambutan hangat dari para siswa. Suasana kegiatan berlangsung penuh keceriaan melalui interaksi, permainan edukatif, dan diskusi ringan yang membuat siswa lebih berani menyampaikan pendapat serta pengalaman mereka.

Mahasiswa KKN-T Unmuh Jember berharap edukasi tersebut dapat menjadi langkah awal dalam membangun lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari tindakan perundungan. Dengan menanamkan sikap saling menghormati sejak dini, siswa diharapkan mampu menjadi generasi yang memiliki kepedulian sosial dan mampu menciptakan hubungan pertemanan yang positif.

Pihak sekolah juga memberikan apresiasi terhadap kegiatan yang dilakukan mahasiswa KKN-T Universitas Muhammadiyah Jember. Edukasi tersebut dinilai memberikan manfaat bagi siswa karena membantu memperkuat pemahaman mengenai pentingnya menjaga sikap dan perilaku terhadap teman di lingkungan sekolah.

Melalui program edukasi “Stop Bullying” ini, mahasiswa KKN Unmuh Jember berharap pesan tentang pentingnya kepedulian, kasih sayang, dan penghargaan terhadap sesama dapat terus diterapkan oleh siswa, baik di sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari.

Edukasi Pilah Sampah Sejak Dini, Mahasiswa KKN Unmuh Jember Ajak Siswa SD Wonosari Peduli Lingkungan

 

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember  menggelar sosialisasi pemilahan sampah organik dan anorganik kepada siswa SD Negeri 1 Wonosari dan SD Negeri 4 Wonosari, Desa Wonosari, Kecamatan Grujugan, Kabupaten Bondowoso, Selasa (28/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00–11.00 WIB tersebut diikuti oleh 75 siswa kelas V dan VI. Sosialisasi ini bertujuan menanamkan kesadaran kepada siswa mengenai pentingnya memilah sampah sejak usia dini sebagai langkah sederhana dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Kegiatan diawali dengan ice breaking untuk menciptakan suasa
na belajar yang menyenangkan sekaligus membangun kedekatan antara mahasiswa KKN dan para siswa. Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan siswa dalam mengikuti permainan maupun diskusi selama kegiatan berlangsung.

Dalam penyampaian materi, mahasiswa KKN menjelaskan perbedaan antara sampah organik dan anorganik, contoh jenis sampah yang sering ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, serta dampak buruk apabila sampah tidak dikelola dengan baik. Siswa juga diberikan pemahaman mengenai cara pengolahan sampah, seperti pembuatan kompos dari sampah organik dan pemanfaatan kembali sampah anorganik melalui proses daur ulang.

Untuk mengukur pemahaman siswa, kegiatan ditutup dengan kuis interaktif mengenai materi yang telah disampaikan. Para siswa mampu menjawab berbagai pertanyaan terkait jenis sampah dan manfaat pemilahan sampah dengan baik.

Sebagai bentuk penguatan pesan edukasi, mahasiswa KKN juga mengajak siswa membuat komitmen bersama melalui kegiatan simbolis. Di SD Negeri 1 Wonosari, kegiatan ditutup dengan Tepuk Sampah, sedangkan di SD Negeri 4 Wonosari mahasiswa bersama siswa mengucapkan jargon "Sampahmu, Tanggung Jawabmu!" sebagai pengingat pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

Ketua KKN Unmuh Jember Kelompok 25, Jefri Danuarta, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan langkah sederhana untuk membangun kepedulian lingkungan sejak usia sekolah.

"Kami berharap sosialisasi ini tidak hanya menambah pengetahuan siswa mengenai perbedaan sampah organik dan anorganik, tetapi juga mendorong mereka untuk mulai menerapkan kebiasaan memilah sampah dalam kehidupan sehari-hari. Kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten akan memberikan dampak besar bagi kebersihan lingkungan di masa depan," ujarnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember berharap siswa dapat menjadi pelopor budaya peduli lingkungan di sekolah maupun di rumah. Dengan membiasakan pemilahan sampah sejak dini, diharapkan tercipta lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat.

UMKM Kedai Endula Mulai Beradaptasi dengan Digitalisasi Melalui QRIS dan Google Maps Bersama KKN-T 19 Unmuh Jember

 

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) 19 Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember melakukan pendampingan digitalisasi kepada UMKM Kedai Endula di Desa Sumber Pakem, Kecamatan Maesan, Kabupaten Bondowoso. Program ini dilakukan melalui pembuatan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai metode pembayaran digital serta pendaftaran lokasi usaha melalui Google Maps untuk meningkatkan kemudahan akses bagi pelanggan.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN-T 19 dalam mendukung transformasi digital bagi pelaku UMKM desa. Digitalisasi dinilai penting untuk meningkatkan daya saing usaha, memperluas jangkauan pemasaran, serta memberikan pelayanan yang lebih mudah dan modern kepada konsumen.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN-T 19 mendampingi pemilik Kedai Endula mulai dari pengumpulan data usaha, proses pembuatan akun pendukung, hingga pengajuan QRIS sesuai prosedur yang berlaku. Dengan adanya QRIS, pelanggan dapat melakukan transaksi secara lebih praktis melalui dompet digital maupun layanan mobile banking tanpa harus menggunakan uang tunai.

Selain pendampingan pembayaran digital, mahasiswa juga membantu mendaftarkan lokasi Kedai Endula ke Google Maps. Proses tersebut meliputi pengisian informasi usaha, alamat, kategori bisnis, jam operasional, nomor kontak, hingga dokumentasi foto lokasi. Setelah melalui proses verifikasi, keberadaan Kedai Endula dapat ditemukan dengan lebih mudah oleh masyarakat melalui layanan pencarian digital.

Program digitalisasi ini diharapkan mampu meningkatkan visibilitas usaha sekaligus memberikan pengalaman pelayanan yang lebih baik bagi pelanggan. Kehadiran QRIS dan Google Maps menjadi langkah sederhana namun strategis bagi UMKM untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi serta memperluas peluang pemasaran.

Pemilik Kedai Endula menyambut baik pendampingan yang diberikan mahasiswa KKN-T 19 Unnmuh Jember. Melalui program tersebut, pelaku usaha mendapatkan pemahaman baru mengenai pentingnya pemanfaatan teknologi dalam mendukung keberlangsungan bisnis di era digital.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN-T 19 Unmuh Jember berharap UMKM Kedai Endula dapat terus berkembang dan mampu memanfaatkan teknologi digital secara optimal. Pendampingan tersebut tidak hanya membantu aspek administrasi usaha, tetapi juga menjadi bentuk pemberdayaan masyarakat agar lebih siap menghadapi perubahan pola transaksi dan pemasaran di era modern.

Mahasiswa KKN Unmuh Jember Edukasi PHBS di Tiga Sekolah Dasar Desa Pujerbaru


Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik 2 Kelompok 6 Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember menggelar sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di tiga sekolah dasar Desa Pujerbaru, Kecamatan Maesan, Kabupaten Bondowoso. Kegiatan tersebut dilaksanakan di SDN 1 Pujerbaru dan SDN 2 Pujerbaru pada Kamis (30/7/2026), serta SDI Kartini pada Sabtu (1/8/2026).

Program ini menjadi bagian dari pengabdian mahasiswa KKN di bidang kesehatan dengan tujuan menanamkan kesadaran hidup bersih dan sehat sejak usia dini. Kegiatan tersebut juga menjadi upaya preventif terhadap berbagai permasalahan kesehatan di wilayah Desa Pujerbaru, seperti kasus diare dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang masih menjadi perhatian berdasarkan data puskesmas setempat.

Dalam sosialisasi tersebut, mahasiswa KKN memperkenalkan enam pilar utama PHBS di lingkungan sekolah, meliputi kebiasaan mencuci tangan menggunakan sabun, membuang sampah pada tempatnya, mengonsumsi jajanan sehat, menggunakan jamban bersih, tidak merokok di lingkungan sekolah, serta memberantas jentik nyamuk.

Penyampaian materi dilakukan secara interaktif melalui penggunaan alat peraga, permainan edukatif, dan praktik langsung enam langkah mencuci tangan sesuai standar kesehatan. Metode tersebut membuat siswa lebih mudah memahami pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan.

Koordinator Desa (Kordes) KKN Kelompok 6, Miftahululumuddin, mengatakan bahwa siswa sekolah dasar menjadi sasaran utama karena berada pada fase penting dalam pembentukan kebiasaan.

"Jika kami bisa menanamkan kebiasaan mencuci tangan dengan sabun sejak kecil, kebiasaan itu akan terbawa hingga dewasa. Kami berharap ini menjadi investasi jangka panjang untuk kesehatan masyarakat Pujerbaru," ujarnya.

Salah satu siswi SDN 2 Pujerbaru, Nayla, mengaku mendapatkan pengetahuan baru setelah mengikuti kegiatan tersebut.

"Aku jadi tahu kalau cuci tangan pakai sabun itu harus sampai sela-sela jari, tidak boleh hanya dibilas air saja. Nanti aku akan kasih tahu adikku di rumah," katanya.

Kepala SDN 1 Pujerbaru, Yanti Junaeda, S.Pd., mengapresiasi kegiatan yang dilakukan mahasiswa KKN karena memberikan pemahaman baru kepada siswa mengenai pentingnya menjaga kebersihan.

"Kami sangat mengapresiasi kontribusi nyata dari adik-adik mahasiswa KKN. Anak-anak kami jadi lebih paham mengapa harus membuang sampah pada tempatnya dan bagaimana dampaknya bagi kesehatan jika tidak menjaga kebersihan," tuturnya.

Kegiatan ini juga mendapat respons positif dari pihak sekolah dan orang tua siswa. Kepala SDI Kartini berharap program edukasi PHBS dapat terus berlanjut melalui pendampingan maupun penyediaan fasilitas pendukung seperti sarana cuci tangan dan tempat sampah.

Sebagai bentuk keberlanjutan program, mahasiswa KKN Kelompok 6 berencana melakukan evaluasi melalui kunjungan ulang ke sekolah, membuat mural edukatif PHBS, serta membantu pengadaan tempat sampah terpilah. Guru sekolah juga akan dilibatkan sebagai penggerak PHBS agar kebiasaan hidup bersih dan sehat tetap diterapkan setelah masa KKN berakhir.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Tematik 2 Kelompok 6 Unmuh Jember berharap edukasi PHBS dapat membentuk generasi yang lebih peduli terhadap kesehatan diri dan lingkungan, sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat desa.

Solusi Hemat Pupuk, Mahasiswa KKN 20 Unmuh Jember Sosialisasikan Pupuk Organik Cair dari Kotoran Sapi di Desa Kabuaran


Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Kelompok 20 Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember menggelar sosialisasi pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) berbahan dasar kotoran sapi di Desa Kabuaran, Kecamatan Grujugan, Kabupaten Bondowoso. Kegiatan ini bertujuan memberikan alternatif pupuk yang lebih ekonomis, ramah lingkungan, sekaligus mendukung peningkatan produktivitas pertanian di desa yang mayoritas masyarakatnya berprofesi sebagai petani.

Sosialisasi yang berlangsung di halaman Masjid Nurul Hasan tersebut dihadiri oleh perangkat desa, kelompok tani, dan warga setempat. Dalam kegiatan ini, mahasiswa KKN menjelaskan manfaat pupuk organik cair, proses pembuatannya menggunakan bahan-bahan yang mudah diperoleh, serta teknik pengaplikasiannya pada berbagai jenis tanaman.

Mahasiswa KKN memaparkan bahwa pemanfaatan kotoran sapi sebagai bahan baku POC tidak hanya membantu mengurangi limbah peternakan, tetapi juga mampu memperbaiki kesuburan tanah, meningkatkan pertumbuhan tanaman, serta mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk kimia yang harganya terus meningkat.

Selain penyampaian materi, peserta juga mengikuti demonstrasi pembuatan pupuk organik cair, mulai dari proses pencampuran bahan, fermentasi, hingga penyimpanan yang benar. Antusiasme warga terlihat dari banyaknya pertanyaan dan diskusi mengenai cara penerapan POC pada lahan pertanian mereka.

Ketua Kelompok KKN 20 Unnmuh Jember mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan yang dapat langsung dimanfaatkan oleh petani.

"Melalui kegiatan ini, kami berharap warga semakin memahami pentingnya pemanfaatan pupuk organik cair sebagai alternatif yang lebih ekonomis, ramah lingkungan, dan mampu meningkatkan produktivitas pertanian. Harapannya, ilmu yang telah dibagikan dapat diterapkan secara berkelanjutan sehingga memberikan dampak positif bagi hasil panen dan kesejahteraan petani," ujarnya.


Perangkat Desa Kabuaran, Agus Purwanto, mengapresiasi kegiatan tersebut karena dinilai memberikan pengetahuan baru yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

"Kami sangat berterima kasih atas adanya sosialisasi ini. Semoga informasi yang diperoleh dapat diterapkan sehingga mampu meningkatkan hasil pertanian sekaligus menjaga kesuburan tanah," katanya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN 20 Unmuh Jember berharap masyarakat Desa Kabuaran semakin terdorong memanfaatkan pupuk organik cair sebagai solusi pertanian yang hemat biaya, mudah dibuat, dan berkelanjutan. Program ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mengembangkan sektor pertanian yang lebih produktif dan ramah lingkungan.

Mahasiswa KKN Tematik 26 Unmuh Jember Gelar Sosialisasi Anti-Bullying dan Edukasi Beasiswa di MTs dan MA Al-Hasyimi


Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik 26 Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember menggelar sosialisasi bertema anti-bullying dan edukasi beasiswa bagi siswa MTs dan MA Al-Hasyimi, Desa Sukosari, Kecamatan Tamanan, Kabupaten Bondowoso, Selasa (4/8/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman sekaligus memperluas wawasan mengenai peluang melanjutkan pendidikan melalui program beasiswa.

Puluhan siswa mengikuti kegiatan yang berlangsung di aula sekolah dengan antusias. Dalam sosialisasi tersebut, mahasiswa KKN menjelaskan berbagai bentuk perundungan, dampaknya terhadap korban, serta langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah dan menangani kasus bullying di lingkungan sekolah.

Selain membahas pencegahan perundungan, mahasiswa juga memberikan edukasi mengenai berbagai peluang beasiswa bagi siswa jenjang menengah. Peserta dikenalkan dengan jenis-jenis beasiswa, persyaratan pendaftaran, hingga persiapan yang perlu dilakukan sejak dini agar memiliki peluang lebih besar untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Perwakilan MTs dan MA Al-Hasyimi, Muhammad Sueb, S.Pd., mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN yang menghadirkan kegiatan edukatif tersebut. Menurutnya, materi yang disampaikan memberikan pengetahuan baru sekaligus memotivasi siswa untuk lebih percaya diri dalam meraih cita-cita.

"Kami sangat senang dengan adanya kegiatan yang dilaksanakan oleh adik-adik KKN Tematik 26 Desa Sukosari ini. Materi tentang anti-bullying dan beasiswa ini sangat bermanfaat karena dapat menambah wawasan siswa-siswi kami yang selama ini belum banyak mendapatkan informasi seperti ini," ujarnya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja KKN Tematik 26 Unmuh Jember yang berfokus pada penguatan pendidikan dan pemberdayaan generasi muda. Melalui sosialisasi tersebut, mahasiswa berharap siswa semakin memahami pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari perundungan serta termotivasi untuk mempersiapkan diri meraih kesempatan melanjutkan pendidikan melalui berbagai program beasiswa yang tersedia.

KKN Kolaboratif Kelompok 5 Kenalkan Eco Enzyme dari Limbah Dapur kepada Masyarakat Desa Lojejer

Mahasiswa KKN Kolaboratif 5 Pemerintah Kabupaten Jember yang melaksanakan pengabdian di Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, menggelar edukasi dan pelatihan pembuatan eco enzyme sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah organik rumah tangga. Kegiatan ini bertujuan mengenalkan cara sederhana mengolah limbah dapur, khususnya kulit buah dan sisa bahan organik, menjadi produk yang bermanfaat serta bernilai guna.

Kegiatan diikuti oleh ibu-ibu PKK, masyarakat Desa Lojejer, serta siswa SMA/SMK. Selain menerima materi mengenai pentingnya pengelolaan sampah organik, peserta juga diajak mempraktikkan secara langsung proses pembuatan eco enzyme melalui metode fermentasi yang mudah diterapkan di lingkungan rumah tangga.

Dalam pemaparannya, mahasiswa KKN menjelaskan bahwa eco enzyme memiliki berbagai manfaat, di antaranya sebagai pembersih alami untuk membersihkan kerak pada kamar mandi maupun permukaan rumah, serta dapat dimanfaatkan sebagai alternatif ramah lingkungan untuk membantu mengendalikan hama tanaman. Melalui pemanfaatan limbah organik ini, masyarakat tidak hanya mengurangi jumlah sampah yang dibuang, tetapi juga memperoleh produk yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Ketua PKK Desa Lojejer, Srini, mengapresiasi kegiatan tersebut dan berharap pelatihan yang diberikan dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh masyarakat.

"Kami berharap setelah mengikuti pelatihan ini, masyarakat dapat memanfaatkan sampah organik dari rumah sehingga tidak hanya dibuang, tetapi bisa diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat," ujarnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Kolaboratif 5 Pemkab Jember berharap masyarakat semakin memahami pentingnya pengelolaan sampah organik sejak dari rumah. Edukasi tersebut diharapkan mampu mendorong lahirnya kebiasaan baru dalam memanfaatkan limbah dapur menjadi produk yang bermanfaat, sehingga dapat mengurangi volume sampah sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Mahasiswa KKN Unmuh Jember Bersama Warga Bersihkan Puing Rumah Korban Kebakaran di Desa Sumber Anom


Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember bersama warga bergotong royong membersihkan puing-puing rumah korban kebakaran di Desa Sumber Anom, Kecamatan Tamanan, Kabupaten Bondowoso, Rabu (5/8/2026). Kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian mahasiswa dalam membantu mempercepat proses pemulihan pascakebakaran.

Gotong royong difokuskan pada pembersihan sisa material bangunan, seperti kayu, genteng, dan puing lainnya agar lokasi kembali aman untuk proses pembangunan. Mahasiswa KKN bersama warga saling bahu-membahu membersihkan area rumah dan mengangkut puing menggunakan peralatan sederhana.

Koordinator Lapangan KKN, Ammar Jihad Hidayatulloh, mengatakan keterlibatan mahasiswa merupakan wujud pengabdian kepada masyarakat yang tidak hanya diwujudkan melalui program kerja, tetapi juga aksi nyata saat warga membutuhkan bantuan.

"Kami berharap kegiatan ini dapat meringankan beban keluarga yang terdampak serta memperkuat semangat kebersamaan antara mahasiswa dan masyarakat Desa Sumber Anom," ujarnya.

Kepala Desa Sumber Anom, Misyono, mengapresiasi partisipasi mahasiswa KKN Unmuh Jember yang turut membantu proses pembersihan rumah warga terdampak kebakaran.

"Kami sangat berterima kasih kepada mahasiswa yang langsung turun membantu warga. Kehadiran mereka memberikan semangat bagi masyarakat untuk bersama-sama mempercepat proses pembersihan rumah yang terdampak kebakaran," katanya.

Apresiasi juga datang dari warga terdampak yang mengaku terbantu dengan kehadiran mahasiswa dan masyarakat yang bergotong royong membersihkan puing-puing rumah.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Unnmuh Jember berharap semangat kepedulian, solidaritas, dan gotong royong dapat terus terjaga serta membantu mempercepat proses pemulihan warga pascakebakaran sekaligus mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat selama pelaksanaan KKN di Desa Sumber Anom.

Kamis, 06 Agustus 2026

Mahasiswa KKN Unmuh Jember Bersama Dinas Sosial P3AKB Edukasi Siswa MTs Nurussalam Cegah Bullying

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember berkolaborasi dengan Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (P3AKB) Kabupaten Bondowoso menggelar sosialisasi pencegahan bullying di MTs Nurussalam, Desa Sumber Kemuning, Kecamatan Tamanan, Kamis (4/8/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai bahaya perundungan sekaligus menumbuhkan kesadaran untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan saling menghargai.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN bersama narasumber dari Dinas Sosial P3AKB menyampaikan materi mengenai pengertian bullying, berbagai bentuk perundungan yang sering terjadi di lingkungan sekolah, dampak yang ditimbulkan bagi korban maupun pelaku, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan oleh seluruh warga sekolah.

Selain pemaparan materi, para peserta juga diajak berdiskusi mengenai contoh-contoh perilaku bullying yang kerap terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Melalui sesi interaktif tersebut, siswa didorong untuk lebih berani menyampaikan pendapat, menghargai perbedaan, serta membangun budaya saling peduli terhadap sesama teman.


Kepala MTs Nurussalam, Uswadi, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, edukasi mengenai bullying sangat penting diberikan sejak dini agar peserta didik memiliki pemahaman yang benar tentang dampak negatif perundungan serta mampu membangun hubungan sosial yang sehat di lingkungan sekolah.

"Kegiatan ini bisa bermanfaat terhadap lembaga dan anak-anak sehingga tidak ada perundungan di sekolah, serta siswa dapat lebih memahami tentang bullying," ujar Uswadi.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai bentuk penguatan karakter siswa sekaligus mendukung terciptanya lingkungan belajar yang kondusif, aman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.

Melalui kolaborasi antara mahasiswa KKN Unmuh Jember dan Dinas Sosial P3AKB Kabupaten Bondowoso, diharapkan kesadaran peserta didik terhadap pentingnya saling menghormati, menghargai perbedaan, serta menolak segala bentuk perundungan semakin meningkat. Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen bersama dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang inklusif, ramah anak, dan mampu mendukung perkembangan karakter generasi muda secara optimal.

Siapkan Generasi Berprestasi, Mahasiswa KKN 11 Unmuh Jember Dampingi Siswa MI Nurul Hasan Menuju PORSENI

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 11 Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember memberikan pendampingan latihan olahraga kepada siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurul Hasan, Desa Dadapan, Kecamatan Grujugan, Kabupaten Bondowoso. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya mempersiapkan siswa menghadapi Pekan Olahraga dan Seni (PORSENI) tingkat kecamatan yang akan berlangsung pada 26 Agustus 2026.

Program pendampingan dimulai dengan proses seleksi siswa pada 31 Juli 2026 untuk menjaring peserta yang berpotensi mewakili MI Nurul Hasan dalam cabang olahraga lari sprint dan tolak peluru. Dari hasil seleksi tersebut, terpilih beberapa siswa yang kemudian mendapatkan pelatihan secara intensif dari mahasiswa KKN 11 Unmuh Jember.

Latihan dilakukan secara rutin setiap sore mulai 1 hingga 24 Agustus 2026 di lapangan Desa Dadapan. Para siswa menunjukkan antusiasme tinggi selama mengikuti kegiatan, baik saat menjalani latihan maupun ketika memberikan dukungan kepada teman-temannya yang sedang berlatih.

Koordinator Desa (Kordes) KKN, Muhammad Anwar Thoriq, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung pengembangan potensi siswa di bidang pendidikan dan olahraga.

"Kami ingin anak-anak MI Nurul Hasan tidak hanya siap secara akademik, tetapi juga percaya diri saat tampil di ajang PORSENI. Pendampingan ini diharapkan dapat membantu mereka tampil maksimal dan membawa nama baik sekolah maupun desa," ujarnya.

Kegiatan tersebut juga mendapat apresiasi dari Kepala MI Nurul Hasan, Ruwaidah. Menurutnya, kehadiran mahasiswa KKN memberikan motivasi baru bagi siswa untuk lebih semangat mengembangkan kemampuan mereka.

"Kami sangat terbantu dengan adanya pendampingan ini. Anak-anak menjadi lebih semangat berlatih, dan kami berharap kerja sama seperti ini dapat terus berlanjut untuk mendukung prestasi siswa MI Nurul Hasan ke depannya," tuturnya.

Melalui program pendampingan ini, mahasiswa KKN 11 Unmuh Jember berharap dapat menumbuhkan semangat berprestasi sejak dini sekaligus memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Desa Dadapan.

Cegah Perundungan, Mahasiswa KKN 07 Unmuh Jember Edukasi Siswa SDN Kalianyar 01



Mahasiswa KKN kelompok 07 Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember gelar sosialisasi kepada siswa-siswi SDN Kalianyar 01, Kecamatan Tamanan, Kabupaten Bondowoso untuk meningkatkan pengetahuan tentang bahaya perundungan. Kegiatan tersebut diselenggarkan pada Selasa (4/8/2026).

Sekitar 40 siswa mengikuti kegiatan yang bertujuan meningkatkan pemahaman mengenai berbagai bentuk perundungan, mulai dari ejekan, pengucilan, pemberian julukan yang merendahkan, hingga perundungan di media digital. Melalui sosialisasi ini, siswa juga didorong untuk berani melaporkan apabila mengalami maupun menyaksikan tindakan perundungan di lingkungan sekolah.

Penyampaian materi dikemas secara interaktif melalui presentasi, video edukasi, permainan, dan diskusi. Suasana yang komunikatif membuat siswa antusias mengikuti kegiatan, bahkan beberapa di antaranya berbagi pengalaman terkait ejekan yang pernah mereka alami atau saksikan.

Koordinator kegiatan, Fahmi, mengatakan sosialisasi tersebut merupakan bagian dari program KKN dalam mendukung terwujudnya sekolah ramah anak.

"Saat observasi kami menemukan sebagian siswa masih menganggap ejekan sebagai candaan. Karena itu kami memilih pendekatan yang sederhana agar mereka memahami batas antara bercanda dan perundungan," ujarnya.

Kepala SD Negeri Kalianyar 01, Siti Aminah, S.Pd., mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, kebiasaan saling mengejek masih kerap terjadi di kalangan siswa sehingga edukasi seperti ini sangat diperlukan.

"Anak-anak di sini masih sering mengolok nama orang tua temannya. Kami berharap setelah sosialisasi ini mereka memahami bahwa perilaku tersebut termasuk perundungan dan tidak lagi melakukannya," tuturnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember berharap dapat menumbuhkan kesadaran siswa untuk saling menghormati dan menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, serta bebas dari perundungan.

Mahasiswa KKN 27 Unmuh Jember Edukasi Siswa SDN Kemirian 01 tentang Pentingnya Menabung Sejak Dini


Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 27 Unmuh Jember menggelar sosialisasi Gerakan Menabung Sejak Dini di SDN Kemirian 01, Rabu (5/8/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi keuangan sekaligus menanamkan kebiasaan menabung kepada siswa sejak usia sekolah dasar.

Sosialisasi diikuti siswa kelas I, II, dan III dengan materi mengenai pengertian dan manfaat menabung, serta pentingnya membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Penyampaian materi dikemas secara interaktif melalui diskusi dan tanya jawab sehingga siswa lebih mudah memahami pentingnya mengelola uang secara bijak.

Sebagai bentuk dukungan terhadap program tersebut, mahasiswa KKN juga membagikan celengan kepada seluruh peserta. Diharapkan, pemberian celengan ini dapat memotivasi siswa untuk mulai menyisihkan uang saku dan membiasakan diri menabung, baik di rumah maupun di sekolah.

Kepala SDN Kemirian 01 mengapresiasi kegiatan tersebut karena dinilai mampu memberikan edukasi yang bermanfaat dalam membentuk karakter anak sejak dini.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa KKN Unmuh Jember yang telah menghadirkan program edukatif ini. Semoga kebiasaan menabung yang ditanamkan kepada anak-anak dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi bekal yang bermanfaat bagi masa depan mereka," ujarnya.

Ketua Kelompok KKN 27, M. Faris Abdillah, mengatakan bahwa program ini merupakan upaya menanamkan pemahaman dasar mengenai pengelolaan keuangan sejak usia dini. Menurutnya, menabung tidak hanya mengajarkan anak menyimpan uang, tetapi juga membentuk sikap disiplin, bijak dalam menentukan prioritas, serta bertanggung jawab dalam menggunakan uang.

"Ini bentuk belajar bagi mereka dalam mengelola keuangan, membentuk disiplin anak sejak usaia dini," ujarnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN 27 Unmuh Jember berharap budaya gemar menabung dapat tumbuh sejak dini sebagai bagian dari pembentukan karakter dan literasi keuangan anak.

Rabu, 05 Agustus 2026

UMKM Arang Desa Tegalmijin Tembus Pasar Internasional, Mahasiswa KKN Tematik Unmuh Jember Dukung Promosi Potensi Desa

 


Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) produksi arang di Desa Tegalmijin, Kecamatan Grujugan, Kabupaten Bondowoso, menjadi salah satu potensi ekonomi lokal yang berhasil menembus pasar internasional. Melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Kelompok 22, mahasiswa Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember turut mendukung pengembangan usaha tersebut melalui kegiatan pendataan, dokumentasi, dan publikasi potensi desa.

Usaha yang telah beroperasi selama lima tahun ini memanfaatkan kayu kopi (arabika) dan kayu asam sebagai bahan baku utama untuk menghasilkan arang berkualitas ekspor. Produk yang dihasilkan dipasarkan ke berbagai negara, seperti Jepang, Thailand, dan Arab Saudi.

Pemilik usaha, Yubi (38), mengatakan bahwa usaha produksi arang tidak hanya menjadi sumber pendapatan, tetapi juga membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar. Ia menegaskan bahwa kualitas produk terus dijaga agar mampu memenuhi standar pasar internasional.

"Usaha arang ini menjadi peluang kerja bagi masyarakat Desa Tegalmijin. Kami terus menjaga kualitas produk agar tetap diterima di pasar internasional," ujarnya.

Koordinator KKN, Unmuh Jember menjelaskan bahwa publikasi potensi UMKM dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap promosi produk lokal. Mahasiswa bersama pelaku usaha melakukan pengumpulan data, dokumentasi, serta penyusunan materi publikasi yang disebarluaskan melalui media sosial dan berbagai media informasi lainnya.

"Kami berharap usaha arang Desa Tegalmijin semakin dikenal masyarakat luas dan menjadi produk unggulan yang mampu meningkatkan kesejahteraan warga," ungkapnya.

Dari sisi produksi, UMKM ini mampu menghasilkan hingga enam kontainer arang setiap bulan dengan total produksi sekitar 108 ton. Untuk memenuhi standar ekspor, setiap produk harus memiliki kadar air maksimal 6 persen, sehingga proses produksi didukung dengan alat pengukur kadar air guna memastikan kualitas tetap terjaga.

Keberadaan usaha ini juga memberikan dampak nyata terhadap perekonomian desa. Sebanyak 24 warga bekerja di sektor produksi, terdiri atas 18 pekerja di bagian pengemasan dan enam pekerja di bagian pembakaran. Selain menciptakan lapangan kerja, usaha tersebut menjadi sumber pendapatan yang berkelanjutan bagi masyarakat setempat.

Melalui pendampingan dan publikasi yang dilakukan mahasiswa KKN Tematik, UMKM arang Desa Tegalmijin diharapkan semakin berkembang serta mampu memperluas jangkauan pasar. Program ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Desa, khususnya Tujuan 1 (Desa Tanpa Kemiskinan) dan Tujuan 8 (Pertumbuhan Ekonomi Desa Merata) melalui penguatan UMKM berbasis potensi lokal yang berdaya saing hingga pasar global.

Connect