Senin, 14 September 2026

Dari Losida hingga Biopori, KKN Unmuh Jember dan UAD Dorong Desa Sambimulyo Kelola Sampah


Sebanyak sembilan unit Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember bersama mahasiwa KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD)
berkolaborasi memperkenalkan berbagai inovasi pengelolaan sampah kepada masyarakat Desa Sambimulyo, Banyuwangi pada Jumat (28/8/2026).

Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa KKN untuk memperkenalkan berbagai program dan solusi praktis dalam menangani permasalahan sampah di lingkungan Desa Sambimulyo. Kegiatan dihadiri oleh perwakilan dari sembilan unit KKN, Ibu-Ibu PKK, Kepala Desa Sambimulyo, tokoh masyarakat, serta Camat yang turut hadir untuk menyimak pemaparan program kerja mahasiswa.

Dalam kegiatan tersebut, masing-masing unit KKN mempresentasikan program kerja sesuai dengan fokus yang telah disusun. Secara keseluruhan, terdapat lima program pengelolaan sampah yang diperkenalkan, yaitu Losida (Lodong Sisa Dapur), Ember Tumpuk Sampah Organik, Biopori, Tong Pembakaran Sampah Minim Asap, serta pembuatan tempat sampah anorganik dari galon bekas.

Salah satu program tersebut diperkenalkan oleh Unit I.C.1 yang diketuai oleh Abdul Muhyi Nasution, dengan fokus pada pengolahan sampah organik rumah tangga melalui Losida dan Ember Tumpuk.

Losida memanfaatkan pipa yang ditanam di tanah sebagai sarana pengolahan limbah dapur langsung dari sumbernya. Metode ini dapat menjadi alternatif pengelolaan sampah organik rumah tangga tanpa membutuhkan lahan yang luas.

Sementara itu, Ember Tumpuk diperkenalkan sebagai metode pengolahan sampah dapur menjadi pupuk organik cair (POC) dan kompos. Dalam prosesnya, sampah organik diberikan EM4 sebagai bahan tambahan untuk membantu mempercepat proses penguraian atau fermentasi. Dengan bantuan EM4, sampah organik dapat lebih cepat terurai dan menghasilkan cairan yang kemudian dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik cair. Metode ini diharapkan dapat membantu masyarakat mengolah sampah dapur secara lebih praktis, efisien, dan higienis.

Abdul mengatakan bahwa program tersebut tidak hanya ditujukan untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat, tetapi juga mendorong adanya solusi sederhana yang dapat diterapkan secara langsung di tingkat rumah tangga.

 “Kami berharap program yang kami kenalkan tidak berhenti pada sosialisasi saja. Losida dan Ember Tumpuk ini kami pilih karena relatif sederhana dan dapat diterapkan dari lingkungan rumah masing-masing. Harapannya, masyarakat bisa mulai mengelola sampah dari sumbernya dan program ini dapat terus dilanjutkan setelah KKN selesai,” ujar Abdul.

Selain Losida dan Ember Tumpuk, mahasiswa KKN dari unit lainnya turut memperkenalkan Biopori, Tong Pembakaran Sampah Minim Asap, dan tempat sampah anorganik berbahan galon bekas. Berbagai program tersebut diharapkan dapat menjadi alternatif bagi masyarakat dalam mengurangi serta mengelola sampah sesuai dengan kondisi lingkungan desa.

Camat Bangorejo, Khoirul Anam, S.H., M.H., memberikan apresiasi terhadap inisiatif mahasiswa KKN yang mengangkat persoalan pengelolaan sampah di tingkat desa.

 “Kami mengapresiasi mahasiswa KKN yang telah membawa gagasan dan program terkait pengelolaan sampah. Persoalan sampah tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja, sehingga diperlukan kerja sama antara pemerintah, masyarakat, PKK, dan mahasiswa. Kami berharap program yang disampaikan dapat memberikan manfaat dan bisa diterapkan secara berkelanjutan di masyarakat,” ujar Khairul Anam.

Setelah pemaparan program, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi interaktif bersama peserta Pokja dan tamu undangan. Pemerintah desa, pihak kecamatan, Ibu-Ibu PKK, serta tokoh masyarakat menyambut positif berbagai gagasan yang disampaikan oleh mahasiswa KKN.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap pengetahuan dan keterampilan mengenai pengelolaan sampah dapat diteruskan oleh pengurus Pokja, kader PKK, dan tokoh masyarakat kepada warga di lingkungan masing-masing. Kolaborasi sembilan unit KKN bersama pemerintah desa, PKK, tokoh masyarakat, dan pihak kecamatan diharapkan menjadi langkah awal dalam mendorong terciptanya Desa Sambimulyo yang lebih bersih, sehat, dan mandiri dalam mengelola sampah.

Kegiatan sosialisasi kemudian ditutup dengan sesi foto bersama mahasiswa KKN dan Ibu-Ibu PKK. Momen tersebut menjadi simbol kebersamaan sekaligus komitmen awal untuk mendukung keberlanjutan program pengelolaan sampah di Desa Sambimulyo.

Rabu, 09 September 2026

Mahasiswa KKN Kolaborasi UNMUH Jember dan UAD Sukses Dampingi Anak TPQ Raih Prestasi di Festival Anak Sholih

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaborasi Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember bersama Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta turut berkontribusi dalam mencetak generasi muda yang berprestasi dan berakhlak Islami melalui kegiatan Festival Anak Sholih yang digelar di Desa Sumberasri, Kecamatan Purwoharjo, Ahad (6/9/2026).

Kegiatan tersebut merupakan salah satu program kerja kolaboratif mahasiswa KKN UAD dan Unmuh Jember yang melibatkan peserta didik dari berbagai Taman Pendidikan Qur’an (TPQ) di Desa Sumberasri. Para peserta merupakan perwakilan dari TPQ yang menjadi lokasi pelaksanaan program kerja mahasiswa KKN Kolaborasi.

Festival Anak Sholih menghadirkan sejumlah cabang perlombaan keagamaan, meliputi kaligrafi, Pildacil (Pidato Anak Sholeh), adzan, dan hafalan Juz ‘Amma. Perlombaan tersebut menjadi wadah bagi anak-anak untuk mengembangkan kemampuan, kreativitas, keberanian tampil di depan umum, sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap nilai-nilai keislaman.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN Kolaborasi UAD dan Unmuh Jember terlibat aktif sejak tahap persiapan hingga kegiatan berakhir. Mahasiswa berperan sebagai panitia sekaligus juri yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan lomba, proses penilaian, hingga pengumuman pemenang. Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Desa Sumberasri, Pimpinan Cabang Muhammadiyah Sumberasri, Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah Sumberasri, serta sejumlah Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dari UAD.

Apresiasi terhadap kegiatan tersebut disampaikan oleh Kepala Desa Sumberasri. Menurutnya, Festival Anak Sholih menjadi ruang bagi anak-anak untuk menunjukkan bakat dan potensi yang dimiliki sekaligus melatih kepercayaan diri melalui pengalaman tampil di hadapan banyak orang.

“Kami sangat mengapresiasi adanya kegiatan Festival Anak Sholeh yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN Kolaborasi antara UAD Yogyakarta dan Unmuh Jember. Kegiatan ini akan menjadi wadah bagi anak-anak di Desa Sumberasri untuk menunjukkan bakat dan potensi yang selama ini mungkin belum terlihat,” ungkapnya.

Salah satu capaian membanggakan datang dari mahasiswa KKN Kolaborasi Unmuh Jember dan UAD Unit I.D.1 Sumberasri. Melalui pendampingan dan pembinaan yang dilakukan selama pelaksanaan program KKN, mahasiswa berhasil mengantarkan peserta didik dari TPQ Miftahul Jannah Sumberasri meraih prestasi pada seluruh cabang perlombaan yang diikuti.

Adapun prestasi yang berhasil diraih meliputi Juara 1 Kaligrafi, Juara 3 Pildacil, Juara 2 Adzan, dan Juara 1 Hafalan Juz ‘Amma. Capaian tersebut menjadi bukti nyata keberhasilan pendampingan mahasiswa KKN dalam membina dan mengembangkan potensi anak-anak TPQ di Desa Sumberasri.

Keberhasilan tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan bagi para peserta didik, tetapi juga bagi mahasiswa KKN, ustadz dan ustadzah TPQ, serta masyarakat Desa Sumberasri. Prestasi yang diraih menunjukkan bahwa pembinaan keagamaan yang dilakukan secara konsisten dapat menjadi sarana bagi anak-anak untuk mengasah kemampuan sekaligus membangun rasa percaya diri.

Melalui kegiatan Festival Anak Sholih, mahasiswa KKN Kolaborasi Unmuh Jember dan UAD berharap kegiatan pembinaan serupa dapat terus memberikan pengalaman positif bagi anak-anak serta mendorong mereka untuk semakin giat belajar dan mengembangkan kemampuan di bidang keagamaan.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk nyata kontribusi mahasiswa Unmuh Jember dalam mengimplementasikan ilmu dan pengabdian kepada masyarakat. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendukung terbentuknya generasi muda yang religius, berprestasi, percaya diri, dan berakhlak mulia.

Kamis, 27 Agustus 2026

Mahasiswa Unmuh Jember Edukasi Penggunaan Gawai Sehat bagi Anak PMI di Malaysia


Mahasiswa Program Studi Teknik Informatika Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember, Muhammad Zackakhal Wafda, memimpin workshop literasi digital tentang penggunaan gawai secara sehat bagi siswa Sanggar Bimbingan Muhammadiyah (SBM) Kampung Bharu, Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (10/8/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program International Community Service (KKN Internasional) hasil kolaborasi lima Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ’Aisyiyah (5 PTMA), yakni UMJ, Unmuh Jember, UM Bandung, UNIMUGO, dan UM Bima, bersama PCIM Malaysia.

Dengan pendekatan komunikatif dan ramah anak, Wafda mengajak siswa memahami pentingnya membatasi penggunaan gawai agar tidak mengganggu waktu tidur, belajar, aktivitas fisik, ibadah, dan interaksi sosial. Para siswa juga diajak berdiskusi menentukan waktu yang sebaiknya bebas dari gawai, seperti saat belajar, makan bersama, menjelang tidur, dan waktu salat.

Selain edukasi, Wafda memperkenalkan fitur pembatas waktu aplikasi pada ponsel serta aplikasi penata rutinitas yang dikembangkannya. Ia menekankan bahwa teknologi dapat menjadi alat bantu, tetapi kebiasaan digital yang sehat tetap membutuhkan kesadaran diri, komunikasi keluarga, dan keteladanan orang dewasa.

Kegiatan mendapat sambutan positif dari para pendidik SBM Kampung Bharu. Seusai workshop, mahasiswa bersama dewan guru berdiskusi mengenai strategi penerapan kebiasaan digital sehat di lingkungan belajar.

Keterlibatan Wafda menjadi bagian dari upaya Unmuh Jember mendorong mahasiswa mengimplementasikan ilmu sekaligus berkontribusi bagi masyarakat Indonesia di luar negeri. KKN Internasional 5 PTMA yang berlangsung pada 8–13 Agustus 2026 di Malaysia dan Singapura juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan, membangun kolaborasi, dan mengembangkan empati sosial.

Senin, 24 Agustus 2026

Mahasiswa KKN Unmuh Jember Gandeng Dinas Pertanian, Sulap Kotoran Sapi Jadi Pupuk Kompos di Desa Sumber Kemuning

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 03 Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember bersama Dinas Pertanian Kabupaten Bondowoso menggelar sosialisasi pengolahan kotoran sapi menjadi pupuk kompos. Kegiatan tersebut berlangsung di Dusun Karang Tengah, Desa Sumber Kemuning, Kecamatan Tamanan, Kabupaten Bondowoso.

Kegiatan ini dihadiri Kepala Desa Sumber Kemuning, perangkat desa, serta masyarakat setempat. Sosialisasi digelar sebagai upaya memberikan edukasi kepada warga mengenai pemanfaatan kotoran sapi yang selama ini dianggap sebagai limbah agar dapat diolah menjadi pupuk kompos yang bermanfaat bagi pertanian.

Selain mengurangi limbah peternakan, pemanfaatan kotoran sapi menjadi kompos dinilai dapat memberikan nilai guna bagi masyarakat sekaligus mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan.

Dalam kegiatan tersebut, perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten Bondowoso memberikan pemaparan mengenai teknik pengolahan kotoran sapi menjadi pupuk kompos. Materi juga dilengkapi dengan praktik langsung di lapangan, mulai dari proses pengolahan, pemanfaatan kompos, hingga manfaatnya bagi tanaman dan kesuburan tanah.

Masyarakat turut diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan menyampaikan pertanyaan terkait kendala yang dihadapi dalam pengolahan limbah peternakan.

Kepala Desa Sumber Kemuning, Roby, menyambut positif kegiatan yang diinisiasi mahasiswa KKN Unmuh Jember tersebut. Menurutnya, kotoran sapi selama ini masih menjadi persoalan bagi sebagian warga karena belum mengetahui cara pengelolaan dan pemanfaatannya.

“Sosialisasi dari adik-adik KKN ini sangat bermanfaat bagi masyarakat. Selama ini, kotoran sapi menjadi salah satu permasalahan bagi warga karena masih bingung bagaimana cara mengelolanya dan harus dibuang ke mana. Dengan adanya sosialisasi ini, kami berharap warga dapat menerapkan ilmu yang telah diberikan serta memanfaatkan kotoran sapi yang ada di lingkungan sekitar menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat,” ujar Roby.

Sementara itu, perwakilan Dinas Pertanian menjelaskan bahwa kotoran sapi memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku pupuk kompos apabila dikelola dengan metode yang tepat.

“Kotoran sapi memiliki potensi untuk dijadikan pupuk kompos. Kalau dikelola dengan baik, limbah ini bisa memberikan manfaat bagi pertanian dan lingkungan, khususnya bagi kesuburan tanah,” jelasnya.

Melalui kegiatan tersebut, masyarakat Dusun Karang Tengah memperoleh pengetahuan dan keterampilan dasar mengenai pengolahan kotoran sapi menjadi pupuk kompos. Edukasi ini diharapkan dapat mendorong warga untuk mulai mengubah limbah peternakan menjadi sumber pupuk organik yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan pertanian.

KKN Unmuh Jember berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada sosialisasi, tetapi dapat diterapkan secara mandiri oleh masyarakat. Dengan demikian, pengolahan kotoran sapi dapat menjadi salah satu solusi untuk mengurangi limbah peternakan sekaligus mengoptimalkan potensi lokal dalam mendukung pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Jumat, 14 Agustus 2026

Bukan Sekadar Membaca, KKN Unmuh Jember Latih Anak Desa Wonosuko Berani Bicara

 

Menumbuhkan minat baca sekaligus keberanian berbicara sejak usia dini menjadi perhatian mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember. Melalui kegiatan literasi bertajuk “Perpustakaan Lingkungan dan Aku Berani Bicara”, mahasiswa mengajak anak-anak Desa Wonosuko, Kecamatan Tamanan, Kabupaten Bondowoso, membaca buku sekaligus berani menyampaikan gagasan di hadapan orang lain.

Kegiatan yang berlangsung pada Ahad (2/8/2026) tersebut dikemas secara interaktif. Anak-anak diberikan kesempatan memilih buku yang mereka sukai, kemudian membaca dan memahami isi bacaan sebelum mempresentasikannya di hadapan teman-teman. Mereka juga diajak menceritakan cita-cita yang ingin diraih.

Konsep tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan minat baca, tetapi juga melatih kemampuan memahami informasi, berpikir, serta berkomunikasi. Anak-anak didorong untuk menyampaikan kembali isi buku menggunakan bahasa mereka sendiri.

Koordinator Desa, Muhammad Imron, mengatakan budaya literasi perlu dikenalkan sejak usia dini agar membaca dapat menjadi kebiasaan hingga dewasa. Menurutnya, ketertarikan anak terhadap gawai menjadi salah satu tantangan dalam membangun kebiasaan membaca.

“Anak-anak saat ini sering dibiasakan dengan handphone yang mengakibatkan malas membaca buku. Saya berharap kegiatan ini dapat mendorong minat anak-anak dalam membaca buku,” ujarnya.

Antusiasme anak-anak terlihat sepanjang kegiatan. Mereka tampak aktif memilih buku, membaca, hingga tampil di depan teman-temannya. Meski beberapa peserta awalnya masih terlihat malu dan ragu untuk berbicara, keberanian mereka mulai tumbuh setelah diberikan kesempatan untuk tampil.

Kegiatan tersebut juga melibatkan Partai Buku Bondowoso sebagai mitra. Koordinator Partai Buku Bondowoso, Kiya, menilai kegiatan ini menjadi pengalaman positif bagi anak-anak untuk mulai membangun keberanian berbicara di depan umum.

“Ini adalah pengalaman pertama mereka. Di awal terlihat malu-malu, tetapi yang terpenting mereka sudah berani maju ke depan, membaca, memahami isi bacaan, lalu menyampaikan kembali dengan bahasa mereka sendiri. Itu merupakan perkembangan yang patut diapresiasi,” ungkapnya.

Salah satu peserta, Aini, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut. Baginya, kegiatan literasi tidak hanya memberikan kesempatan untuk membaca berbagai buku, tetapi juga menjadi ruang untuk bertemu dan berinteraksi dengan teman-teman.

“Aku sangat senang sekali karena bukunya sangat banyak dan bisa bertemu dengan teman-teman,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Unmuh Jember berharap keberadaan ruang literasi di lingkungan masyarakat dapat menjadi alternatif kegiatan positif bagi anak-anak. Tidak hanya membangun kebiasaan membaca, kegiatan tersebut diharapkan mampu menumbuhkan keberanian anak dalam menyampaikan pendapat dan mengembangkan potensi diri.

Program “Perpustakaan Lingkungan dan Aku Berani Bicara” sekaligus menjadi bentuk kontribusi mahasiswa KKN Unmuh Jember dalam mendukung penguatan budaya literasi di masyarakat. Dengan menciptakan kegiatan belajar yang menyenangkan dan partisipatif, anak-anak diharapkan tumbuh menjadi generasi yang gemar membaca, mampu memahami informasi, serta percaya diri dalam menyampaikan gagasan.

KKN Kelompok 17 Unmuh Jember Edukasi Siswa tentang Cita-Cita dan Bijak Bermedia Sosial


Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 17 Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember menggelar sosialisasi bertajuk “Ceria Belajar dan Cerdas Bermedia Sosial” di SD Negeri Sumberpandan 1, Selasa (28/7/2026).

Mengusung tema “Mewujudkan Generasi Cerdas, Kreatif, Berkarakter, dan Bijak di Era Digital”, kegiatan tersebut bertujuan membekali siswa dengan motivasi belajar sekaligus pemahaman dalam memanfaatkan teknologi dan media sosial secara positif, aman, dan bertanggung jawab.

Kegiatan dilaksanakan dalam dua sesi, yakni pukul 08.00–09.00 WIB dan 09.50–10.45 WIB, dengan melibatkan seluruh siswa SD Negeri Sumberpandan 1. Materi disesuaikan dengan jenjang pendidikan agar lebih mudah dipahami.

Siswa kelas 1–3 mendapatkan materi “Belajar Ceria untuk Menggapai Cita-Cita” yang berfokus pada peningkatan semangat belajar, pengenalan berbagai profesi, serta motivasi agar siswa berani memiliki cita-cita dan berusaha untuk mewujudkannya.

Sementara itu, siswa kelas 4–6 mengikuti materi “Anak Hebat di Dunia Nyata dan Dunia Digital”. Materi tersebut membahas manfaat dan risiko penggunaan media sosial serta pentingnya bersikap bijak, aman, dan bertanggung jawab ketika menggunakan media digital.

Kepala SD Negeri Sumberpandan 1 menyambut positif kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa KKN tersebut. Menurutnya, materi yang diberikan relevan dengan perkembangan zaman, terutama karena anak-anak semakin dekat dengan penggunaan gawai dan media sosial.

“Materi yang disampaikan relevan dengan perkembangan zaman. Melalui sosialisasi ini, diharapkan siswa tidak hanya memiliki semangat untuk meraih cita-cita, tetapi juga mampu menjadi generasi yang cerdas dan bijak dalam memanfaatkan teknologi digital,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN mengemas materi secara interaktif melalui presentasi, permainan edukatif, diskusi, dan sesi tanya jawab. Pendekatan tersebut membuat siswa lebih aktif mengikuti kegiatan. Antusiasme terlihat dari keterlibatan siswa dalam permainan maupun keberanian mereka menjawab berbagai pertanyaan yang diberikan pemateri.

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara mahasiswa KKN Kelompok 17 Unmuh Jember dan SD Negeri Sumberpandan 1 dalam memberikan edukasi yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

Melalui kegiatan tersebut, siswa kelas 1–3 diharapkan semakin termotivasi untuk belajar dan memiliki keberanian dalam mengejar cita-cita. Sementara siswa kelas 4–6 diharapkan mampu menerapkan perilaku bijak dan bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial serta teknologi digital dalam kehidupan sehari-hari.

Sosialisasi ini sekaligus menjadi bentuk kontribusi mahasiswa KKN Unmuh Jember dalam mendukung pendidikan karakter dan literasi digital bagi generasi muda. Sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah diharapkan dapat terus diperkuat untuk menciptakan generasi yang cerdas, kreatif, berkarakter, dan mampu menghadapi tantangan di era digital.

Ubah Sampah Jadi Berkah, KKN Kolaborasi Unmuh Jember Dorong Warga Mayangan Bentuk Bank Sampah

 

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaborasi Desa Mayangan Universitas Muhammadiyah (Unnmuh) Jember menggelar sosialisasi bank sampah di Balai Desa Mayangan, Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember, Senin (10/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi langkah awal untuk mendorong masyarakat mengelola sampah secara lebih terorganisasi sekaligus melihat potensi ekonomi dari limbah rumah tangga.

Sosialisasi yang berlangsung mulai pukul 13.00 WIB tersebut diikuti oleh perangkat Desa Mayangan dan masyarakat setempat. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memberikan pemahaman mengenai pengelolaan sampah berbasis komunitas, mulai dari mekanisme pembentukan bank sampah hingga sistem pengelolaannya di tingkat desa.

Tim KKN menjelaskan tahapan pembentukan bank sampah, pembagian tugas, serta struktur organisasi yang dapat diterapkan. Masyarakat juga diberikan edukasi mengenai klasifikasi dan jenis sampah agar proses pemilahan dapat dilakukan sejak dari sumbernya, terutama pada lingkungan rumah tangga.

Tidak hanya menyampaikan teori, mahasiswa turut memperkenalkan berbagai inovasi pengolahan sampah organik yang dapat memberikan manfaat lingkungan sekaligus memiliki nilai ekonomi. Beberapa di antaranya adalah ekoenzim, kompos dan pupuk organik, serta budidaya maggot.

Ekoenzim diperkenalkan sebagai cairan serbaguna yang dihasilkan melalui proses fermentasi sampah dapur organik. Sementara itu, limbah tumbuhan dan sisa makanan dapat dimanfaatkan sebagai bahan kompos dan pupuk organik untuk mendukung kesuburan tanah.

Mahasiswa juga mengenalkan budidaya maggot sebagai salah satu alternatif pengelolaan sampah organik. Selain membantu menguraikan sampah, maggot dapat dimanfaatkan sebagai sumber pakan berprotein bagi sejumlah jenis ternak.

Kegiatan tersebut mendapat dukungan dari Pemerintah Desa Mayangan. Dalam sambutannya, perwakilan Kepala Desa Mayangan menyambut positif inisiatif mahasiswa dan mendorong masyarakat untuk mulai mengubah cara pandang terhadap sampah.

Sampah yang selama ini dianggap sebagai persoalan lingkungan, menurutnya, dapat memiliki nilai guna dan nilai ekonomi apabila dikelola dengan tepat. Karena itu, keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting agar pengelolaan sampah dapat berjalan secara berkelanjutan.

Sebagai tindak lanjut kegiatan, tim KKN Kolaborasi bersama Pemerintah Desa Mayangan berkomitmen mendorong pembentukan Komunitas Bank Sampah Desa Mayangan. Komunitas tersebut diharapkan menjadi wadah bagi masyarakat untuk melakukan pemilahan, pengumpulan, dan pengelolaan sampah secara bersama-sama.

Keberadaan komunitas bank sampah diharapkan tidak hanya membantu menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat melalui pemanfaatan sampah yang masih memiliki nilai jual maupun nilai guna.

Melalui program ini, mahasiswa KKN Kolaborasi Unmuh Jember berharap kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah dapat semakin meningkat. Dari langkah sederhana berupa memilah sampah dari rumah, masyarakat Desa Mayangan diharapkan mampu membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih tertib, berkelanjutan, dan memberikan manfaat bagi lingkungan maupun perekonomian warga.

Atasi Persoalan Sampah, KKN-T 18 Unmuh Jember Hadirkan Teknologi Incinerator Minim Asap


Persoalan sampah yang masih menjadi tantangan di Desa Maesan, Kecamatan Maesan, Kabupaten Bondowoso, mendorong mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Kelompok 18 Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember menghadirkan inovasi berupa incinerator pembakaran minim asap.

Pembuatan dan pengembangan alat tersebut dilaksanakan selama dua hari, Sabtu–Minggu (1–2/8/2026), sebagai salah satu upaya mahasiswa membantu masyarakat dalam menangani sampah yang sulit terurai, khususnya sampah anorganik.

Program tersebut berangkat dari kondisi pengelolaan sampah di Desa Maesan yang masih menghadapi sejumlah kendala. Salah satunya adalah belum tersedianya Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang memadai, sehingga sebagian masyarakat masih membuang sampah secara tidak terkelola, termasuk ke sungai. Kondisi tersebut berpotensi mencemari lingkungan dan mengganggu kebersihan aliran air.

Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN-T Kelompok 18 merancang incinerator sebagai salah satu alternatif pengelolaan sampah anorganik yang sulit dimanfaatkan kembali. Alat tersebut dirancang dengan sistem pembakaran yang lebih terarah sehingga diharapkan dapat menghasilkan asap lebih sedikit dibandingkan pembakaran sampah secara terbuka.

Penggunaan incinerator diarahkan untuk sampah anorganik tertentu, terutama material yang sulit terurai seperti beberapa jenis plastik dan kemasan rumah tangga. Sementara itu, sampah organik tidak diarahkan untuk dibakar, melainkan dapat dikelola melalui metode lain seperti pengomposan.

Selain menghasilkan alat, mahasiswa KKN-T 18 juga mendorong masyarakat menerapkan prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle (3R) dalam kehidupan sehari-hari. Sampah organik dapat dimanfaatkan sebagai bahan kompos, sedangkan sampah anorganik yang masih memiliki nilai guna dapat dipilah untuk digunakan kembali maupun didaur ulang.

Inovasi tersebut mendapat perhatian dari berbagai unsur masyarakat, mulai dari ketua RT, kepala dusun, perangkat desa, hingga Kepala Desa Maesan. Pemerintah desa menilai persoalan sampah membutuhkan solusi yang dapat diterapkan secara berkelanjutan dan melibatkan partisipasi masyarakat.

Perangkat Desa Maesan, Yogi, berharap inovasi yang dikembangkan mahasiswa dapat memberikan manfaat bagi masyarakat di berbagai dusun.

“Adanya inovasi dari mahasiswa KKN ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam menangani permasalahan sampah di setiap dusun Desa Maesan. Kami berharap alat yang dibuat dapat dimanfaatkan, dirawat, dan juga dapat diproduksi sebanyak 10 titik di Desa Maesan,” ujarnya.

Sementara itu, PDD KKN-T Kelompok 18 Unmuh Jember, Heki, mengatakan pembuatan incinerator merupakan bentuk kontribusi mahasiswa dalam menghadirkan alternatif terhadap persoalan sampah di Desa Maesan.

“Kami mencoba menghadirkan sebuah solusi sederhana yang dapat diterapkan di lingkungan desa. Namun, incinerator bukan satu-satunya solusi dalam mengurangi limbah sampah. Kami juga berharap masyarakat tetap melakukan pemilahan sampah sesuai jenisnya agar pengelolaan sampah dapat dilakukan dengan lebih baik,” jelasnya.

Melalui program tersebut, KKN-T Kelompok 18 Unmuh Jember tidak hanya berupaya menghadirkan teknologi tepat guna, tetapi juga mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah.

Keberadaan incinerator diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif dalam mengurangi timbunan sampah yang sulit terurai. Namun, pengelolaan sampah secara menyeluruh tetap membutuhkan pemilahan sejak dari sumber, pengurangan penggunaan barang sekali pakai, pemanfaatan kembali, serta pengolahan sampah yang sesuai dengan jenisnya.

Program ini diharapkan menjadi langkah awal menuju pengelolaan sampah yang lebih tertib dan bertanggung jawab di Desa Maesan. Dengan kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat, inovasi sederhana tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan dan memberikan manfaat secara berkelanjutan bagi lingkungan.

KKN Kelompok 1 Unmuh Jember Hadirkan Rumah Belajar untuk Perkuat Literasi Anak di Desa Sumber Anyar

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 1 Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember menghadirkan program Rumah Belajar di Desa Sumber Anyar, Kecamatan Maesan, Kabupaten Bondowoso. Program tersebut menjadi salah satu upaya mahasiswa dalam meningkatkan kemampuan literasi sekaligus mengembangkan potensi akademik anak-anak di tingkat desa.

Kegiatan Rumah Belajar dilaksanakan pada 29 Juli dan dilanjutkan pada 5 Agustus 2026. Program ini dirancang sebagai ruang belajar yang kreatif dan interaktif untuk membantu anak-anak membangun kebiasaan membaca, meningkatkan rasa ingin tahu, serta mengembangkan kepercayaan diri dalam proses pembelajaran.

Ketua KKN Kelompok 1, Syahidin, mengatakan bahwa program tersebut berangkat dari kepedulian mahasiswa terhadap pentingnya penguatan kemampuan literasi anak. Menurutnya, kemampuan membaca dan memahami informasi menjadi salah satu fondasi penting dalam mendukung keberhasilan pendidikan.

“Rumah Belajar kami hadir bukan hanya untuk membantu anak menyelesaikan tugas sekolah, tetapi juga menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan agar mereka memiliki motivasi untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan diri,” ujar Syahidin.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa mengemas pembelajaran dengan pendekatan yang berbeda dari kegiatan belajar formal di sekolah. Anak-anak diajak mengikuti berbagai aktivitas edukatif, seperti membaca bersama, diskusi sederhana, permainan berbasis pengetahuan, hingga latihan pemecahan masalah.

Pada kegiatan perdana, 29 Juli 2026, mahasiswa memperkenalkan konsep Rumah Belajar sekaligus membangun kedekatan dengan para peserta. Tahap tersebut dimanfaatkan untuk mengenali kebutuhan belajar dan karakter masing-masing anak.

Kegiatan kemudian dilanjutkan pada 5 Agustus 2026 dengan pendampingan yang lebih terarah. Mahasiswa memberikan bimbingan membaca, berhitung, memahami materi pelajaran, serta melatih kemampuan anak dalam menyampaikan pendapat.

Pendekatan pembelajaran menempatkan anak sebagai peserta aktif. Mereka diberikan ruang untuk bertanya, berdiskusi, dan mengeksplorasi ide sehingga proses belajar tidak hanya berpusat pada penyampaian materi dari pendamping.

Mahasiswa KKN Kelompok 1 memandang bahwa literasi tidak sebatas kemampuan membaca teks, tetapi juga mencakup kemampuan memahami, mengolah, dan menggunakan informasi untuk menyelesaikan persoalan. Oleh karena itu, Rumah Belajar diarahkan untuk membangun pola belajar yang lebih mandiri dan kritis.

Antusiasme anak-anak menjadi salah satu respons positif terhadap pelaksanaan program. Para peserta terlihat aktif mengikuti kegiatan serta menunjukkan ketertarikan terhadap aktivitas membaca dan pembelajaran tambahan yang diberikan mahasiswa.

Selain mendukung kemampuan akademik, kegiatan tersebut juga memberikan ruang bagi perkembangan nonakademik anak. Peserta didorong untuk lebih percaya diri dalam menjawab pertanyaan, berkomunikasi dengan teman, dan menyampaikan gagasan di hadapan kelompok.

Program Rumah Belajar menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN Unmuh Jember dalam menghadirkan inovasi pendidikan yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Melalui program tersebut, mahasiswa tidak hanya menjalankan pengabdian, tetapi juga berupaya memberikan solusi terhadap tantangan literasi di lingkungan pedesaan.

Mahasiswa KKN Kelompok 1 berharap Rumah Belajar dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan meskipun masa pelaksanaan KKN telah berakhir. Keberlanjutan program diharapkan dapat melibatkan pemerintah desa, orang tua, dan masyarakat setempat.

Dengan dukungan berbagai pihak, Rumah Belajar di Desa Sumber Anyar diharapkan dapat berkembang menjadi ruang edukasi yang berkelanjutan serta membantu menciptakan generasi muda yang memiliki kemampuan literasi kuat, potensi akademik yang berkembang, dan kesiapan menghadapi tantangan pendidikan di masa depan.

Beri Privasi Lebih Layak, KKN 27 Unmuh Jember Benahi Pemandian MCK Warga Dusun Krajan

 

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 27 Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) memasang tabing pada fasilitas pemandian MCK di Dusun Krajan, Desa Kemirian, Kecamatan Tamanan, Kabupaten Bondowoso, Jumat (7/8/2026).

Pemasangan tabing dilakukan untuk memberikan batas dan privasi yang lebih layak bagi warga saat memanfaatkan fasilitas pemandian. Program tersebut menjadi bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kebutuhan fasilitas umum yang nyaman dan aman bagi masyarakat.

Kegiatan dilaksanakan secara gotong royong bersama Kepala Dusun Krajan, Sujoto. Mahasiswa KKN bersama pemerintah dusun terlibat mulai dari menyiapkan bahan hingga proses pemasangan tabing pada area pemandian MCK.

Program tersebut dilatarbelakangi kondisi sebagian masyarakat Desa Kemirian yang masih memanfaatkan sungai sebagai tempat mandi. Kondisi tersebut menjadi perhatian mahasiswa KKN karena ketersediaan fasilitas pemandian yang memiliki privasi dan kenyamanan merupakan bagian penting dalam mendukung kualitas hidup masyarakat.

Dengan adanya tabing, warga diharapkan dapat menggunakan fasilitas pemandian MCK dengan lebih nyaman, aman, dan memiliki privasi. Fasilitas tersebut juga diharapkan dapat menjadi alternatif bagi masyarakat yang selama ini masih melakukan aktivitas mandi di sungai.

Kepala Dusun Krajan, Sujoto, mengapresiasi keterlibatan mahasiswa KKN 27 Unmuh Jember dalam memperbaiki fasilitas pemandian tersebut. Menurutnya, pemasangan tabing memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi mahasiswa KKN yang sudah membantu membuat tabing di tempat pemandian ini. Dengan adanya tabing, warga menjadi lebih nyaman dan terbantu, terutama karena masih banyak warga yang mandi di sungai,” ujarnya.

Mahasiswa KKN Kelompok 27 berharap fasilitas yang telah diperbaiki dapat dimanfaatkan dan dirawat bersama oleh masyarakat. Pemasangan tabing ini tidak hanya menjadi bagian dari program pengabdian mahasiswa selama KKN, tetapi juga diharapkan memberikan manfaat berkelanjutan bagi warga Dusun Krajan.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi wujud kolaborasi antara mahasiswa KKN Unmuh Jember dan pemerintah dusun dalam menghadirkan solusi sederhana terhadap kebutuhan fasilitas umum masyarakat.

Connect