Minggu, 28 April 2024

KOPI LATTE Unmuh Jember Bahas Penerapan Teknologi dalam Pendidikan



Acara Kopi Latte (Konferensi Pendidikan Internasional Language, Teaching, and Technology in Education) yang diadakan oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) pada Sabtu & Minggu (27-28/4/2024), telah menjadi sorotan dengan tema Tech Edition: Enriching Advanced Technology in Education. Dalam acara yang berlangsung selama dua hari tersebut, lebih dari 150 peserta dari berbagai Universitas Muhammadiyah serta beberapa universitas luar negeri, seperti Perfectural University of Hiroshima (Jepang) dan Asia University (Taiwan), hadir untuk membahas penerapan teknologi dalam pendidikan.

Pada hari kedua acara, para peserta didik, dosen, dan karyawan dari berbagai institusi pendidikan tersebut, disajikan dengan materi menarik oleh para pemateri ternama, seperti Profesor Shinjiro Ogita S. Bio. Sci. dari Perfectural University of Hiroshima, Jepang, dan Ya-wen Cheng dari Asia University Taiwan. Mereka membahas bagaimana teknologi dapat menjadi katalisator untuk menciptakan pembelajaran yang lebih baik di masa depan.

Salah satu sorotan dari acara tersebut adalah pembahasan tentang penggunaan robot dalam proses pembelajaran interaktif. Para pemateri menjelaskan bagaimana kolaborasi antara robot, guru, dan siswa dapat meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran, serta memberikan pengalaman pembelajaran yang lebih menyenangkan melalui permainan.

Selain itu, penggunaan berbagai media pembelajaran berbasis kecerdasan buatan (AI) juga menjadi fokus pembahasan. Dari Google Translate hingga aplikasi pembelajaran bahasa seperti Duolingo, pembicara menggambarkan bagaimana teknologi ini dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran.

Acara ini juga memberikan kesempatan bagi peserta untuk berinteraksi langsung dengan para pemateri melalui sesi tanya jawab yang penuh semangat. Pertanyaan-pertanyaan terkait dengan masa depan pendidikan dan teknologi mendapat tanggapan yang informatif dari para ahli.

FKIP Unmuh Jember Gelar Konferensi Internasional Bahas AI di Dunia Pendidikan


 
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) menggelar acara bergengsi, Konferensi Pendidikan Internasional (KOPI) yang berkolaborasi dengan Language Teaching and Technology in Education (LATTE) pada Sabtu & Minggu (27-28/4/2024). Kolaborasi ini bukan hanya menandai tahun kedua penyelenggaraan acara ini oleh FKIP Unmuh Jember, tetapi juga memperkuat posisinya sebagai agenda pendidikan yang dinantikan, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Acara daring ini melibatkan lebih dari 250 peserta dari berbagai negara, termasuk Jepang, Filipina, Taiwan, dan Indonesia, yang terdiri dari mahasiswa, dosen, guru, dan peneliti. Dengan tema utama "Enriching Advanced Technology in Education", KOPI LATTE menjadi panggung bagi para pelaku pendidikan untuk menjelajahi potensi teknologi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.

Salah satu narasumber utama, Profesor Kazunori Nozawa dari Jepang, menyampaikan pandangannya tentang penggunaan Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran bahasa. Dalam pemaparan materinya, dirinya mengungkapkan bahwa saat ini kehadiran kecerdaasan buatan dalam dunia pendidikan merupakan sebuah kebutuhan.

 "Integrasi AI dalam pendidikan bahasa bukan hanya pilihan, tetapi sebuah kebutuhan dalam dunia pendidikan yang terus berkembang." ungkapnya.

Selain Profesor Nozawa, para pemateri ternama seperti Profesor Shinjiro Ogita dari Perfectural University of Hiroshima, Jepang, dan Ya-wen Cheng dari Asia University, Taiwan, membahas tentang penggunaan robot dalam pembelajaran interaktif serta potensi aplikasi kecerdasan buatan dalam meningkatkan pembelajaran bahasa anak-anak.

Salah satu sorotan dari pemateri tersebut adalah pembahasan tentang penggunaan robot dalam proses pembelajaran interaktif. Para pemateri menjelaskan bagaimana kolaborasi antara robot, guru, dan siswa dapat meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran, serta memberikan pengalaman pembelajaran yang lebih menyenangkan melalui permainan.

Selain itu, penggunaan berbagai media pembelajaran berbasis Artificial Intelligence (AI) juga menjadi fokus pembahasan. Dari Google Translate hingga aplikasi pembelajaran bahasa seperti Duolingo, pembicara menggambarkan bagaimana teknologi ini dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran.

Dr. Tanzil Huda, seorang ahli pendidikan dengan pengalaman yang luas, juga memberikan kontribusi berharga dengan membahas adaptasi siswa terhadap aplikasi berbasis AI dalam pembelajaran bahasa Inggris. Dalam presentasinya, Dr. Huda menekankan bahwa perubahan besar akan terjadi dalam pendidikan dengan semakin meningkatnya ketergantungan pada teknologi AI di masa depan.

Melalui KOPI LATTE, FKIP Unmuh Jember menunjukkan komitmen dalam mendampingi mahasiswa untuk menjadi pendidik yang berkualitas. Acara ini tidak hanya memberikan wawasan tentang perkembangan teknologi dalam pendidikan, tetapi juga menekankan pentingnya penanganan etis dan kepatuhan terhadap regulasi privasi dalam penggunaan teknologi AI.

Kamis, 14 Maret 2024

Akademisi Unmuh Jember Ungkap Proses Berfikir Siswa dapat diukur secara Matematis

Ketua Program Studi Pendidikan Matematika di Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember). Dr Lady Agustina, MPd, telah berhasil mengungkap proses berpikir matematis siswa dalam memahami konsep luas dan keliling bangun datar. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas V di MI Al Kawtsar Panti, Jember, Jawa Timur, dan mengacu pada teori Mason, yang mencakup tahapan-tahapan penting dalam berpikir matematis: Spesializing (mengkhususkan), Generalizing (menggeneralisasi), Conjecturing (menduga), dan Convincing/Justifying (meyakinkan).


Dalam penelitian ini, Dr. Lady Agustina bersama timnya, telah melibatkan 40 siswa yang diberikan soal mengenai luas dan keliling bangun datar. Jawaban siswa dianalisis untuk melihat apakah mereka memenuhi indikator-indikator berpikir matematis menurut teori Mason. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa telah mampu memenuhi indikator tersebut, menandakan pemahaman yang baik terhadap materi yang diajarkan.

Pengumpulan data dilakukan melalui tes tertulis dan wawancara. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara mendalam untuk memahami bagaimana siswa memproses informasi dan menyelesaikan masalah matematis. Teknik purposive sampling digunakan untuk memilih siswa yang memiliki kemampuan komunikasi yang baik, guna memastikan bahwa proses berpikir mereka dapat diungkapkan dengan jelas.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa mampu menganalisis masalah secara cermat, menggunakan simbol dan permisalan yang tepat, serta menggambarkan bangun datar yang relevan. Mereka juga berhasil menerapkan rumus yang telah dipelajari sebelumnya dan menyusun langkah penyelesaian secara terurut dan terperinci. Selain itu, siswa mengecek kembali jawaban mereka untuk memastikan kebenarannya, menunjukkan keyakinan dalam solusi yang mereka temukan.

Dr. Lady Agustina menekankan pentingnya bagi guru untuk memahami proses berpikir siswa dalam memecahkan masalah. Dengan pemahaman yang mendalam, guru dapat lebih efektif dalam membimbing siswa, mengidentifikasi kesalahan yang dilakukan, dan merancang pembelajaran yang sesuai dengan cara berpikir siswa. Kekurangan perhatian terhadap kemandirian berpikir siswa dapat mengakibatkan siswa hanya menghafal konsep dan prosedur tanpa mampu menemukan solusi alternatif dalam menyelesaikan masalah.

Secara keseluruhan, penelitian yang diusung oleh Dr. Lady Agustina ini menunjukkan bahwa siswa kelas V di MI Al Kawtsar Panti Jember sudah memenuhi indikator-indikator berpikir matematis menurut teori Mason dalam pemahaman materi luas dan keliling bangun datar. Temuan ini memberikan kontribusi signifikan bagi pengembangan metode pengajaran matematika yang lebih efektif di tingkat Sekolah Dasar.

Baca juga :

Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) Bersama Mahasiswa KKN dari 3 Perguruan

Pakar Ilmu Pangan Unmuh Jember Ungkap Daging Kurban Aman Dikonsumsi Jangka Panjang

Minggu, 31 Desember 2023

Minggu, 22 Oktober 2023

Proyek Kemanusiaan TIM ISS MBKM UNMUH Jember Membantu Perangi Stunting di Desa Sumberanyar

 


Pada tanggal 13 Oktober 2023, Tim Mahasiswa Prodi S1 Teknologi Industri Pertanian dari Universitas Muhammadiyah Jember (UNMUH) meluncurkan proyek kemanusiaan bertujuan memerangi masalah stunting di Desa Sumberanyar, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur.

     Kegiatan ini bukan sekadar pembelajaran, tetapi juga mengajarkan mahasiswa untuk mengembangkan kepedulian dan kepekaan sosial melalui program terprogram dan melembaga. Oleh kelompok Rizki Rismawati, Siska Aula Alfianti, Iraudatul Hasanah, dan Syahroni Riskiyono, tim ini dibimbing oleh Dr. Trias Setyowati, SH., SE., MM.

     Desa Sumberanyar, dengan luas mencapai 381,204 hektar, memiliki populasi sebanyak 3,347 jiwa. Angka stunting di Kabupaten Bondowoso, menurut data dari Status Survei Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021, mencapai 37%, namun mengalami penurunan menjadi 32% pada tahun 2022.

     Dalam upaya pencegahan stunting, berbagai program pemerintah telah dijalankan melalui berbagai sektor masyarakat, termasuk lembaga sosial, dunia usaha, lembaga profesi, dan akademisi, hingga media massa.

     Dalam rangka menyebarkan informasi dan meningkatkan sosialisasi tentang stunting di masyarakat, tim dari UNMUH Jember mengadakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) di Desa Sumberanyar pada tanggal 13 Oktober 2023. Tujuan dari FGD ini adalah untuk mengidentifikasi permasalahan stunting di desa tersebut serta memberikan materi pencegahan dan penanganan stunting.

     Kader dan anggota posyandu Desa Sumberanyar menjadi fokus penyuluhan. Sebanyak 4 kader dan 6 anggota posyandu dilibatkan dalam kegiatan ini. Turut hadir juga Ibu Bidan Desa Sumberanyar.

     Melalui FGD ini, diharapkan para kader dan anggota posyandu dapat menyerap informasi dengan lebih baik mengenai strategi pencegahan dan penanganan stunting. Informasi yang diperoleh dari kegiatan ini kemudian diharapkan dapat disebarluaskan oleh para kader dan anggota posyandu ke masyarakat sekitar.

     Proyek ini menjadi langkah konkrit dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Sumberanyar dan mengurangi angka stunting di wilayah tersebut. Langkah ini membuktikan komitmen tim ISS MBKM UNMUH Jember dalam membantu membangun masyarakat yang sehat dan sejahtera

Selasa, 10 Oktober 2023

Dosen Unmuh Jember Optimalisasi Ruang Baca di MI Al Kawtsar Panti Jember

 


Membaca adalah keterampilan penting yang harus dikuasai oleh setiap siswa. Namun, di MI Al Kawtsar Panti Jember, tantangan dalam meningkatkan kemampuan literasi siswa telah menjadi perhatian serius. Untuk mengatasi masalah ini, sebuah pengabdian telah diluncurkan dengan tujuan utama: mengoptimalisasi ruang baca di sekolah ini untuk memotivasi siswa membaca lebih banyak dan meningkatkan literasi mereka.

Dibimbing oleh ketua pelaksana Dr. Lady Agustina, M.Pd, seorang dosen dengan latar belakang Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unmuh Jember, bersama dengan bantuan dua dosen lainnya, Eka Nova Ali Vardani, S.Pd, M.Pd (dosen Pendidikan Bahasa Indonesia) dan Ilanka Cahya Dewi, ST, MT (dosen Program Studi Teknik Sipil), serta melibatkan mahasiswa dari berbagai jurusan, pengabdian ini telah menghasilkan kemajuan yang sangat berarti.

Ruang baca di MI Al Kawtsar Panti Jember tidak lagi hanya menjadi tempat untuk buku pelajaran. Sebagai bagian dari pengoptimalan, ruang perpustakaan dan ruang baca telah digabungkan untuk menciptakan suasana yang lebih menarik bagi siswa. Penataan ulang ruang baca, penambahan buku-buku tambahan, dan pengadaan media dan alat yang nyaman telah dilakukan untuk menciptakan lingkungan yang menarik bagi para pembaca muda.

Salah satu aspek penting dari pengabdian ini adalah pengenalan buku-buku yang mengandung hiburan seperti buku cerita, yang bertujuan untuk memicu minat siswa dalam kegiatan literasi mereka. Dengan demikian, siswa tidak hanya belajar dari buku pelajaran, tetapi mereka juga memiliki kesempatan untuk mengeksplorasi dunia buku dengan lebih luas.

Hasil dari pengabdian ini tidak hanya memberikan manfaat bagi MI Al Kawtsar Panti Jember, tetapi juga bagi sekolah-sekolah lain dalam hal kebutuhan literasi siswa. Hasil pengabdian ini direncanakan untuk dimuat dalam jurnal nasional yang memiliki reputasi tinggi dengan indeks SINTA. Selain itu, artikel dan konten video pelaksanaan kegiatan akan dibagikan melalui media massa elektronik untuk memberikan inspirasi kepada sekolah-sekolah lain dalam upaya meningkatkan literasi siswa.

Dengan langkah-langkah konkret yang telah diambil, pengabdian ini diharapkan dapat membantu mengatasi masalah literasi siswa di MI Al Kawtsar Panti Jember. Semoga dengan ruang baca yang lebih menarik dan beragam bahan bacaan, para siswa akan semakin termotivasi untuk membaca dan kemampuan literasi mereka akan meningkat secara signifikan.

Sabtu, 07 Oktober 2023

PKM Unmuh Jember Melawan Stunting dengan Olahan Bekatul

 


Tim PKM Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) kembali mengambil inisiatif untuk meningkatkan kesehatan anak-anak di Kabupaten Jember. Dalam sebuah kolaborasi yang melibatkan Fakultas Ilmu Kesehatan dan Program Studi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian, mereka menjalankan program pemberdayaan ibu-ibu rumah tangga dengan mengembangkan olahan nutrisi berbasis bekatul sebagai solusi pencegahan stunting.

Stunting adalah masalah serius yang terjadi ketika anak mengalami gangguan pertumbuhan dan perkembangan akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang. Data terbaru dari SSGI 2022 menunjukkan bahwa Kabupaten Jember mengalami peningkatan prevalensi stunting hingga 11 poin, menjadikannya sebagai kabupaten dengan tingkat stunting tertinggi di Jawa Timur, mencapai 35.9 persen. Angka kematian ibu yang tinggi dan kemiskinan ekstrim juga menjadi tantangan serius di wilayah ini.

Dalam upaya mencegah stunting, tim PKM Universitas Muhammadiyah Jember fokus pada pemberian nutrisi berkualitas, terutama pada remaja putri. Ketua PKM, Dr. Awatiful Azza, S.Kep., Ns. M.Kep., Sp.Kep.Mat, menjelaskan bahwa perbaikan kondisi stunting pada balita yang sudah teridentifikasi sulit dilakukan. Oleh karena itu, pencegahan menjadi kunci utama, terutama melalui pendekatan pada remaja putri dan calon pengantin untuk memastikan generasi penerus terbebas dari stunting. Pernyataan ini juga disetujui oleh Dr. Nikmatur Rohmah, S.Kep., Ns. M.Kes, dan Ara Nugrahayu, N., S.TP., M.Si, sebagai anggota tim PKM.

Program PKM ini melibatkan ibu-ibu rumah tangga yang menjadi binaan mitra "Azzahra." Mereka diberikan pelatihan tentang cara mengolah bekatul sebagai nutrisi alternatif. Pelatihan ini dilaksanakan di Desa Pace, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, melibatkan 15 ibu rumah tangga pada akhir bulan September. Selain memberikan pengetahuan, ibu-ibu juga diajarkan cara mengolah bekatul menjadi cake yang enak dan menarik, sehingga dapat menjadi alternatif cemilan atau nutrisi untuk remaja putri.

Bekatul adalah produk dari proses penggilingan padi, yang merupakan lapisan luar beras yang berwarna cokelat atau disebut juga dedak. Ara Nugrahayu, N., S.TP., M.Si, seorang dosen teknologi pangan di Universitas Muhammadiyah Jember, menjelaskan bahwa bekatul sebenarnya mirip dengan dedak, tetapi memiliki tekstur yang lebih halus karena melalui proses pengelupasan kedua. Bekatul memiliki kandungan nutrisi yang beragam, termasuk protein, lemak, vitamin E, dan mineral seperti zat besi, zinc, tembaga, mangan, fosfor, kalium, kalsium, dan magnesium. Oleh karena itu, olahan bekatul dapat menjadi solusi murah untuk meningkatkan gizi masyarakat.

Menurut Dr. Nikmatur Rohmah, S.Kep., Ns. M.Kes, olahan bekatul dapat membantu mencegah stunting karena kandungan gizi yang baik dan aman dikonsumsi oleh remaja. Harapannya adalah bahwa melalui kegiatan ini, pengetahuan dan keterampilan peserta pelatihan dalam mengolah bekatul sebagai nutrisi alternatif dapat meningkat, dan mereka dapat menerapkannya di rumah. Selain itu, program ini diharapkan dapat membantu pemerintah daerah Kabupaten Jember mencapai target penurunan stunting, melibatkan masyarakat secara langsung.

Inisiatif yang dilakukan oleh tim PKM Universitas Muhammadiyah Jember ini menjadi langkah berani dalam menghadapi tantangan stunting di wilayah tersebut, dengan mengajak masyarakat lokal untuk turut serta dalam upaya pencegahan melalui nutrisi yang berkualitas dan terjangkau. Semoga langkah ini akan membawa perubahan positif bagi generasi penerus Kabupaten Jember.

Crafis, Produk Mahasiswa Teknologi Industri Pertanian yang Kaya Protein

 


     Sebuah inovasi produk baru bernama CRAFIS telah dikembangkan oleh tim mahasiswa Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K) dari prodi S1 Teknologi Industri Pertanian Universitas Muhammadiyah Jember. Produk ini mengandung protein dari hidrolisat ikan tongkol (Euthynnus Affinis) dengan tujuan menangani masalah wasting pada balita.

     Tim mahasiswa yang terlibat dalam penelitian ini, dipimpin oleh Asih Imer Rita sebagai ketua, dengan anggota lainnya adalah Rizki Rismawati, Andi Setiawan, Muhammad Andrian Maulana, dan Edo Edwin Saputra. Mereka didampingi oleh dosen Ara Nugrahayu Nalawati, S. TP., M. Si.

     Masalah kekurangan gizi pada balita telah menjadi perhatian serius, karena dapat berdampak negatif pada perkembangan anak dan bahkan bagi negara. Salah satu faktor utama dari kekurangan gizi adalah kurangnya konsumsi makanan yang kaya protein, seperti ikan tongkol. Ikan ini memiliki tingkat protein yang tinggi dan kandungan asam lemak omega 3.

     Kabupaten Jember memiliki pasokan ikan tongkol yang melimpah, namun belum terdapat inovasi signifikan dalam pengolahan ikan ini. Oleh karena itu, tim mahasiswa menciptakan CRAFIS, crackers berbahan dasar ikan tongkol, dengan harapan dapat memberikan solusi terhadap permasalahan wasting pada balita.

     Produk CRAFIS dijual dengan harga terjangkau dan dikemas dalam kemasan yang praktis untuk dibawa kemana-mana. Keunikan dari CRAFIS adalah penggunaan bahan baku ikan tongkol yang kaya protein, serta bentuk crackers yang dicetak menyerupai ikan untuk menarik minat balita.

     CRAFIS ditujukan untuk balita berusia 12-59 bulan, dengan tekstur lembut dan rasa yang enak, sehingga cocok untuk memenuhi kebutuhan gizi penting dalam masa pertumbuhan mereka. Produk ini dipasarkan melalui berbagai media sosial dan juga di tempat-tempat fisik dengan mematuhi protokol kesehatan.

     Diharapkan, inovasi ini akan memberikan nilai tambah pada pemanfaatan ikan tongkol, meningkatkan daya saing produk, dan pada akhirnya, membantu menurunkan jumlah wasting pada balita. CRAFIS menjadi langkah positif dalam mencapai tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) terkait dengan gizi dan pangan pada tahun 2030.

Kamis, 05 Oktober 2023

Mahasiswa Unmuh Jember Hadirkan Teh Rosella Kapulaga sebagai Solusi Antioksidan

 


     Sebuah inovasi menarik muncul dari mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember). Mereka menghadirkan produk minuman herbal berbahan dasar bunga rosella yang dipadukan dengan rempah asli Indonesia, kapulaga. Kelompok mahasiswa yang terlibat dalam proyek ini antara lain Anisatus Syamsil Arifin (Mahasiswa Ilmu Keperawatan 2022), Deva Ayu Nurazizah (Mahasiswa Akuntansi 2021), dan Finggiani Anjar Ningrum (Mahasiswa Akuntansi 2021), dengan pendampingan dari Ibu Ari Sita Nastiti, SE., M. Akun., CIIQA, Dosen Akuntansi Universitas Muhammadiyah Jember.

     Produk bernama Teh Rosella Kapulaga ini dipilih karena mengandung senyawa aktif antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Antioksidan memiliki peran penting dalam melindungi tubuh dari paparan radikal bebas, yang dapat berasal dari berbagai sumber seperti proses metabolisme tubuh dan lingkungan luar seperti sinar matahari berlebih, polusi udara, dan lain sebagainya.

     Ketua kelompok, Anisatus Syamsil Arifin, menyatakan, "Minimnya pengetahuan akan manfaat dari Rosella dan kapulaga ini membuat kami tertarik untuk memberikan inovasi minuman herbal dalam kemasan celup yang fungsional, praktis, mudah dikonsumsi, dan higienis."

     Proses pengolahan yang dipilih adalah proses simplisia atau pengeringan khusus untuk tanaman obat, sehingga produk memiliki daya simpan yang lebih lama dan bebas dari bahan pengawet. Teh Rosella Kapulaga ini juga diklaim memiliki cita rasa yang sangat autentik, memberikan pengalaman minum teh herbal yang unik.

     Inisiatif ini merupakan bagian dari Program Kreativitas Mahasiswa (PKM-K) di bawah Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti), yang bertujuan untuk mengembangkan kewirausahaan di kalangan mahasiswa. Diharapkan, program ini dapat menjadi cikal bakal lahirnya produk-produk usaha karya mandiri bangsa.

     Meskipun proyek ini menjanjikan, kelompok mahasiswa masih menghadapi beberapa tantangan. Ketersediaan bahan baku yang langka menjadi salah satu masalah utama, terutama dalam mencari petani rosella dan kapulaga di daerah Jember dan sekitarnya. Selain itu, persaingan dengan produk minuman teh yang sudah terkenal dan dijual dengan harga yang lebih terjangkau menjadi hal lain yang perlu diatasi. Seluruh proses produksi juga masih dilakukan secara mandiri, yang memerlukan manajemen waktu yang efisien antara belajar, kuliah, dan proses produksi.

     Keberanian dan dedikasi mahasiswa Unmuh Jember dalam mengatasi tantangan ini menunjukkan potensi besar dari inovasi mereka. Dengan terus berkembangnya minuman Teh Rosella Kapulaga, diharapkan dapat memberikan manfaat kesehatan bagi masyarakat sekaligus membuka peluang bisnis baru di industri minuman herbal.

Mahasiswa Unmuh Jember Kembangkan Budidaya Lele dengan Memanfaatkan Kotoran Lele sebagai Pangan

 


Mahasiswa berbakat asal Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) Prodi Agribisnis, Nurojib Abdurachman, bersama timnya yang penuh semangat, telah meraih hibah Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) yang mendukung pengembangan bisnis budidaya lele dengan metode bioflok yang menarik. Timnya, yang terdiri dari Lailatul Karomah (Manajemen, semester 5), Achmad Ramadhani (Agribisnis, semester 7), dan Angelita Leilia Putri (Manajemen, semester 5), menggabungkan latar belakang keahlian mereka untuk menciptakan keberhasilan bisnis ini.

Dalam proyek ini, setiap anggota tim memiliki peran khusus antara lain, Lailatul mengelola keuangan, Achmad mengurusi pemasaran, dan Angelita mengatasi operasional. Metode bioflok adalah kunci keberhasilan mereka. Ini adalah pendekatan inovatif di mana kotoran dan amoniak dari ikan lele digunakan sebagai pakan organik, mengurangi ketergantungan pada pakan pabrikan dan meminimalkan biaya operasional.

“Jadi kotoran yang berasal dari lele kita manfaatkan dengan sistem bioflok yang dimana kita gunakan kotoran tersebut untuk jadi pakan lele seperti semacam mikroorganisme atau kalau orang awam biasanya memanggil istilah itu dengan nama plankton, untuk merubah kotoran tersebut kita picu dengan probiotik, kotoran ini bisa kita ubah jadi pakan sebanyak tiga kali, setelah tiga kali maka kotoran tersebut menjadi feses dan akan mengendap di dasar kolam lalu kita bersihkan”. Jelas Nurojib Abdurachman

Produk utama dari budidaya ini adalah lele segar, yang menjadi sorotan bisnis mereka. Meskipun relatif singkat, mereka telah memahami budidaya ikan lele selama 4 tahun. Mereka telah mengembangkan teknik fermentasi air selama minimal 3-7 hari sebelum bibit ikan ditebarkan ke kolam. Ini mempersiapkan pakan alami seperti plankton atau mikroorganisme untuk ikan lele setelah ditebarkan.

“Untuk tahapan ini memang sedikit berbeda dari sistem sistem lain nya yang mana metode ini perlu ada nya fermentasi air sebelum penebaran bibit pada kolam kurang lebih selama minimal 3 - 7 hari. hal ini bertujuan untuk menghidupkan plangton atau mikroorganisme pada kolam untuk mempersiapkan pakan alami untuk si lele setelah penebaran.” ungkapnya

Lokasi proyek, berada di Perum Green Tegal Gede, Blok AA, proyek ini bukan hanya beroperasi lokal tetapi juga telah mengirimkan lele segar ke Situbondo, memperluas jangkauan bisnis mereka.

Mereka memilih budidaya lele metode bioflok sebagai proyek wirausaha dikarenakan keuntungan yang lebih besar, perawatan yang lebih mudah, dan pemasaran yang lebih sederhana dibandingkan dengan budidaya lele konvensional.

Keunggulan metode ini meliputi operasional panen dan sortir yang lebih mudah, minim bau yang tidak sedap, pertumbuhan ikan yang lebih cepat, serta ketahanan ikan yang lebih baik terhadap penyakit.

Proses teknis budidaya lele metode bioflok melibatkan langkah-langkah seperti pengisian air kolam, campuran garam krosok, probiotik, dan molase ke dalam kolam, serta penambahan batang pohon pisang untuk mempercepat fermentasi selama minimal 3-7 hari.

Mereka juga telah mengembangkan strategi pemasaran yang kuat, menjual produk mereka kepada tukang kulak, pasar, dan warung di sekitar wilayah mereka.

Selain itu, mereka terus melakukan riset untuk mengembangkan pakan buatan mereka sendiri, memastikan bahwa hasil budidaya mereka berkualitas dan sesuai dengan preferensi konsumen. Inovasi dan kreativitas adalah kunci kesuksesan mereka dalam menciptakan produk berkualitas dan memenangkan hati konsumen.

“Yang harus kami siapkan untuk menjalankan proyek ini secara berkelanjutan, kami harus memainkan peran yang sangat teliti dalam mengelola keuangan, menjalin kemitraan dengan pemasok bibit, pakan, dan pembeli hasil panen.”  tutupnya.

Kamis, 07 September 2023

Era Digital, Jaga Kesehatan Mental Pakai Aplikasi e-DSSJ

 


Menurut hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, lebih dari 19 juta penduduk di atas usia 15 tahun mengalami gangguan mental emosional, dan lebih dari 12 juta penduduk dengan usia yang sama mengalami depresi. Hal ini menunjukkan bahwa masalah kesehatan jiwa masih merupakan isu yang perlu mendapat penanganan serius di tingkat lokal, nasional, maupun global.

Atas dasar tersebut Universitas Muhammadiyah Jember, bekerja sama dengan Pemerintah Desa Botolinggo Kabupaten Bondowoso dan Dinas Kesehatan Bondowoso, meluncurkan Program Desa Siaga Sehat Jiwa (DSSJ). Program ini dimulai pada bulan Juni 2023 dan dijadwalkan berakhir pada bulan November 2023.

Kegiatan yang dilakukan di Desa Botolinggo meliputi pembentukan Desa Siaga Sehat Jiwa (DSSJ), pendampingan perangkat desa dan tenaga kesehatan dalam manajemen pelayanan kesehatan jiwa, serta praktik deteksi, rujukan, dan kunjungan kasus gangguan jiwa oleh kader kesehatan jiwa di wilayah Desa Botolinggo.

Ns. Mad Zaini, M.Kep.,Sp.Kep.J, Ketua Tim Pengusul Program Desa Siaga Sehat Jiwa (DSSJ), menjelaskan bahwa pemilihan Desa Botolinggo sebagai mitra dalam Program Matching Fund Desa Siaga Sehat Jiwa karena desa ini memiliki karakteristik ideal untuk diberdayakan dalam program kesehatan jiwa, salah satunya adalah keaktifan kader kesehatan.

Tujuan akhir dari program ini adalah terbentuknya struktur Desa Siaga Sehat Jiwa (DSSJ) dengan Kader Kesehatan Jiwa (KKJ) sebagai anggotanya, serta adanya data terupdate tentang kesehatan jiwa di wilayah Desa Botolinggo. Selain itu, salah satu target dari program ini adalah penggunaan inovasi teknologi baru dalam deteksi dini kesehatan jiwa, yaitu melalui aplikasi e-DSSJ. Aplikasi ini akan memudahkan tenaga kesehatan, perangkat desa, dan kader kesehatan jiwa dalam memberikan pelayanan kesehatan jiwa kepada masyarakat.

Senin, 10 Juli 2023

Transformasi Sampah Menjadi Energi: Proyek Instalasi Biogas di TPA Pakusari Jember

Senki Desta Galuh, S.T., M.T. Dosen Progam Studi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember). Telah melakukan pengabdian terkait sumber energi alternatif yaitu biogas melalui pengolahan sampah menjadi gas metana. pengabdian ini dilakukan di TPA Pakusari,pada tanggal (10 /7/2023).

Pengabdian ini dipimpin langsung oleh Senki Desta Galuh, S.T., M.T., bersama tim. Dalam kegiatan ini, lima warga sekitar TPA Pakusari serta beberapa pekerja di TPA tersebut turut dilibatkan serta beberapa pekerja yang ada di TPA tersebut.

Tahapan kegiatan ini dimulai dengan survei lapangan untuk mengukur jarak antara reaktor biogas dengan rumah warga yang akan dipasangi saluran distribusi. Hal ini dilakukan untuk mengetahui panjang pipa yang dibutuhkan untuk melakuan penyaluran biogas ke rumah-rumah warga di sekitar TPA Pakusari.

Selain pemasangan saluran biogas, dalam kegiatan ini juga dilakukan pembuatan kompor gas metana yang dapat digunakan oleh warga untuk memanfaatkan biogas. Pemasangan saluran biogas dilakukan di lima rumah warga sekitar TPA Pakusari dengan menggunakan pipa berdiameter 1,5 inci dan 0,5 inci sebagai bahan utama.

Setelah semua tahapan instalasi selesai, dilakukan uji coba untuk memastikan saluran distribusi biogas dan kompor gas metana berfungsi dengan baik. Hal ini dilakukan untuk mengetahui panjang pipa yang dibutuhkan untuk melakuan penyaluran biogas ke rumah-rumah warga di sekitar TPA Pakusari.

Diharapkan melalui instalasi saluran distribusi biogas ini, warga di sekitar TPA Pakusari dapat secara aktif memanfaatkan biogas sebagai sumber energi alternatif untuk kebutuhan sehari-hari, khususnya memasak. Dengan pemanfaatan ini, dapat terjadi pengurangan ketergantungan pada bahan bakar fosil, yang pada akhirnya akan berkontribusi dalam pengurangan emisi gas rumah kaca dan pemanasan global.

Selain itu, penggunaan biogas juga dapat membantu mengurangi pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh sampah, sehingga tercipta lingkungan yang lebih bersih dan sehat bagi masyarakat sekitar. Keberhasilan kegiatan ini diharapkan dapat menjadi contoh yang dapat diadopsi oleh daerah lain yang menghadapi masalah serupa, sehingga manfaat dari pemanfaatan biogas dapat dirasakan lebih luas.

 

Kamis, 08 Juni 2023

Menciptakan Industri Kopi Berkelanjutan Melalui Pengelolaan Limbah yang Efektif

 


Kopi telah menjadi minuman yang sangat populer di Indonesia dengan ciri khasnya yang berwarna hitam dan memiliki rasa pahit yang khas. Minuman ini digemari oleh berbagai kalangan, dari anak muda hingga orang tua, dan mudah ditemukan di warung pinggir jalan, kafe, dan restoran dengan berbagai variasi jenis dan harga.

Kebiasaan minum kopi yang merajalela di masyarakat telah menciptakan peluang bisnis yang menjanjikan dan berdampak pada perkembangan dan persaingan kedai kopi. Namun, seiring dengan meningkatnya konsumsi kopi di dalam negeri, Indonesia juga menjadi konsumen kopi terbesar kelima di dunia. Data dari International Coffee Organization (ICO) menunjukkan bahwa jumlah konsumsi kopi Indonesia mencapai 5 juta kantong berukuran 60 kilogram pada periode tahun 2020/2021.


Namun, perkembangan kedai kopi dan tingginya konsumsi kopi juga membawa dampak negatif terhadap masalah sampah. Limbah yang dihasilkan oleh kedai kopi, terutama dalam bentuk biji kopi bekas, ampas kopi, dan kemasan sekali pakai, oleh karena hal tersebut Danu Indra Wardhana, S.TP., M.P. (Dosen Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jember) memberikan opini bahwa perlu dikelola dengan baik agar tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan.

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mendaur ulang limbah kopi dan mengurangi dampak negatifnya terhadap lingkungan:

  1. Limbah kantong plastik tempat kopi bubuk: Limbah kantong plastik dapat diatasi dengan menggunakan wadah yang dapat digunakan kembali dan terbuat dari kertas yang mudah didaur ulang. Dengan demikian, potensi pencemaran lingkungan dapat diminimalisir.
  2. Limbah ampas kopi: Ampas kopi dapat dimanfaatkan sebagai bahan kompos karena mengandung nutrisi yang baik untuk pertumbuhan tanaman, seperti nitrogen, kalium, dan fosfor. Dengan mencampurkan ampas kopi dengan bahan organik lainnya, seperti daun kering atau sisa makanan, dapat dibuat kompos yang kaya nutrisi. Kompos ini dapat digunakan untuk memperbaiki kualitas tanah dan menjadi pupuk untuk tanaman.
  3. Limbah kemasan minuman kopi: Kemasan minuman kopi sekali pakai, seperti gelas plastik, merupakan sumber pencemaran lingkungan yang sulit didaur ulang. Oleh karena itu,, penggunaan kemasan minuman kopi sekali pakai yang terbuat dari 100% kertas menjadi solusi yang lebih ramah lingkungan karena mudah terurai secara alami.

Untuk mengatasi masalah limbah kopi, penting untuk memisahkan kemasan kopi dari sisa limbah sebelum pembuangan. Beberapa kedai kopi telah menerapkan sistem daur ulang khusus untuk kemasan kopi, sehingga perlu memastikan ketersediaan fasilitas daur ulang di lokasi tersebut. Setiap kedai kopi juga perlu memiliki inisiatif daur ulang terhadap limbah kopi, yang melibatkan pengumpulan dan penanganan limbah secara efisien.

Selain itu, pengurangan limbah kopi juga dapat dilakukan dengan menggunakan gelas atau termos reusable yang mengurangi penggunaan kemasan sekali pakai dan mendorong kebiasaan yang lebih berkelanjutan. Penting juga untuk mengedukasi pelanggan dan staf kedai kopi tentang tanggung jawab terhadap pengelolaan limbah. Edukasi mengenai praktik daur ulang dan cara mengurangi limbah kopi perlu disosialisasikan agar semakin banyak orang terlibat dalam upaya ini, sehingga dapat mengurangi dampak limbah kopi terhadap lingkungan dan menciptakan industri kopi yang lebih berkelanjutan.

Sebagai konsumen kopi, kita juga memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan industri kopi. Dengan memilih kedai kopi yang sadar lingkungan dan menggunakan praktik pengelolaan limbah yang baik, kita dapat berkontribusi dalam menciptakan masa depan yang lebih baik bagi industri kopi Indonesia.

Kamis, 25 Mei 2023

Fakultas Teknik Produksi dan Uji Performa Bahan Bakar Cair Bioetanol Fuel Grade dari Limbah Industri Gula

 

Asroful Abidin, S.T., M.Eng., Dosen Program Studi Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember), lakukan penelitian inovatif yang menawarkan solusi pengelolaan limbah biomassa dari industri gula. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Konversi Energi dan Laboratorium Desain Teknik Mesin Unmuh Jember, dengan fokus pada pemanfaatan blotong (press mud) dan ampas tebu (bagasse) sebagai bahan baku untuk produksi bioetanol fuel grade.

Kegiatan penelitian yang dimulai pada 5 Januari 2020 dan berakhir pada 31 Mei 2023 ini melibatkan tim yang terdiri dari Asroful Abidin, Setiyo Ferdi Yanuar, S.T., M.T., serta dua mahasiswa dari jurusan Teknik Mesin dan Teknik Sipil. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan teknologi pengolahan limbah biomassa menjadi bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan.

Penelitian ini dilakukan di dua laboratorium utama di Unmuh Jember, Laboratorium Konversi Energi dan Laboratorium Desain Teknik Mesin, di mana perancangan dan pembuatan reaktor destilasi dilakukan. Pengujian bioetanol yang dihasilkan dilakukan di Bengkel Dynotest Teknik Mesin.

Tim berhasil merancang dan membangun reaktor destilasi yang terbuat dari stainless steel food grade, yang dilengkapi dengan sistem kontrol suhu otomatis. Reaktor ini mampu menjaga suhu pada titik didih etanol sekitar 78,37°C dengan tingkat akurasi yang tinggi, sehingga meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses destilasi.

Bioetanol yang dihasilkan dari penelitian ini berhasil memenuhi standar kualitas fuel grade. Pengujian performa bioetanol ini dilakukan di Bengkel Dynotest Teknik Mesin Unmuh Jember. Hasil pengujian menunjukkan bahwa bioetanol yang diproduksi memiliki performa yang baik dan layak untuk digunakan sebagai bahan bakar alternatif. Hasil penelitian ini juga telah dipublikasikan dalam jurnal SINTA 4, mempertegas kontribusi penelitian ini terhadap pengembangan energi alternatif dari limbah industri.

Penelitian ini menegaskan potensi besar dari limbah industri gula, seperti blotong dan ampas tebu, dalam pengembangan bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan. Dengan keberhasilan dalam merancang dan membangun reaktor destilasi yang efisien, serta hasil uji performa yang positif, penelitian ini diharapkan dapat menjadi solusi konkret bagi pengelolaan limbah industri gula sekaligus mendukung pengembangan bahan bakar ramah lingkungan di masa depan.

Selasa, 27 Desember 2022

Pantau Kualitas Air Bersih Berbasis Android dan IoT

 


    Universitas Muhammadiyah Jember melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) terus memberikan peran pentingnya terhadap masyarakat.


     Kali ini, Ketua LPPM Universitas Muhammadiyah Jember, Dr Bagus Setya Rintyarna MKom turun langsung ke Desa Lembengan, Kecamatan Ledokombo Kabupaten Jember untuk menjalankan program pengabdiannya dengan Judul riset "Continuous Monitoring Kualitas Air pada Sarana Air Bersih Desa Lembengan dengan Teknologi Wireless Sensor Network Berbasis Weighted Classifier Ensemble untuk Menjamin Baku Mutu Air".

     Saat berada di lokasi, Bagus menyampaikan cara warga dalam memantau kualitas air masih menggunakan Teknik Sampling (Pengambilan Sampel pada bangunan induk sarana air bersih) yang diambil selama enam bulan bahkan hingga sampai setahun sekali. Menurutnya, teknik pengambilan tersebut kurang menjamin kontinuitas monitoring baku mutu air.


     "Kualitas air ini harus sesuai berdasarkan peraturan perundang-undang kementerian lingkungan hidup No.115 tahun 2003 tentang baku mutu air. Untuk menjaga kualitas air tetap bisa terpantau, maka harus dilakukan dengan monitoring secara realtime." ujarnya.


     Pada Program Penelitian Rispro Invitasi Riset Keilmuan yang diinisiasi Direktorat Sumber Daya Kemendikbud Ristek dengan mendapat pendanaan dari LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) tersebut, Bagus mendapatkan kesempatan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut dengan metode installasi berbasis Wireless Sensor Network, Weighted Classifier Ensemble.

     Kegiatan ini berjalan untuk tahun pertamanya yaitu pada tahun 2021 hingga 2022, dengan beranggotakan Rusdiana Setyaningtias ST MT dari Program Studi Teknik Sipil Unmuh Jember. Sistem monitoring kualitas air pada sarana air bersih menjadi sebuah solusi atas permasalahan tersebut. Pasalnya, Bagus menyampaikan bahwa monitoring ini bisa dilakukan secara realtime darimana saja dan kapan saja melalui aplikasi yang diberi nama "Blynk IoT".

     Infrastruktur Sarana Air Bersih tersebut terpasang pada menara penampungan air bersih setinggi kurang lebih 12 meter sebanyak 1 buah alat yang terdiri atas sensor pH air, suhu, Total Suspended Solid (TSU), Dissolved Oxygen (DO), dan Nephelometric Turbidity Unit (NTU).


     Kepala Desa Lembengan, Mohamad Soefijandi SE MM menyampaikan rasa terima kasihnya kepada tim pengabdian Universitas Muhammadiyah Jember.

     "Kami sampaikan terima kasih banyak, karena dengan alat ini tentu menjadi kemudahan untuk memantau kualitas air di era yang sudah maju saat ini." ujar kades Lembengan.

Selasa, 20 Desember 2022

Tak Hanya Memperbaiki Asupan Nutrisi pada Anak, Peran Ayah adalah Kunci untuk Mengatasi Stunting pada Anak




Masalah malnutrisi pada anak masih menjadi salah satu fokus utama Pemerintah terlebih di Kabupaten Jember. Seperti diketahui, malnutrisi yaitu meliputi kekurangan gizi, mikronutrien, dan kelebihan gizi. 

Diungkapkan oleh Dosen S-1 Program Studi Keperawatan, Ns Ely Rahmatika Nugrahani MKep dalam penelitiannya, stunting termasuk ke dalam jenis malnutrisi kekurangan gizi bersaning dengan wasting. Stunting sendiri ialah kondisi dimana ketidaksesuaian pertumbuhan antara usia dan Panjang tubuh anak. 

Sementara itu, wasting adalah penambahan berat badan yang sangat lambat. Beberapa penelitian yang pernah dilakukan sebelumnya, masalah stunting masih menjadi yang tertinggi yang dialami di beberapa Negara berkembang.

Mengaca pada kondisi tersebut, dalam penelitian Ely dijelaskan bahwa ada penyebab langsung dan tidak langsung yang menjadi faktor tingginya angka stunting di Kabupaten Jember. Pada penyebab secara langsung, stunting disebabkan oleh pemenuhan gizi yang kurang. Pada dasarnya, pemenuhan nutrisi pada anak bukan serta merta anak merasa kenyang saja tetapi ada hal yang harus diperhatikan misalnya keseimbangan antara karbohidrat, protein, dan serat yang dikonsumsi.

Faktor lain yang tak kalah berpengaruhnya yaitu kondisi ekonomi, peran orang tua, dan Tingkat pendidikan. Peran orang tua menyumbangkan faktor terbesar tingginya angka stunting terlebih peran Ayah. 

Dalam penelitiannya, disebutkan oleh Ely, hal tersebut berkaitan dengan fenomena Fatherless yang ada di Indonesia dimana Indonesia menduduki peringkat 3 dunia. Selama ini, banyak anak yang tidak mendapat perhatian Ayah sehingga berdampak pada kecukupan kebutuhan nutrisinya. Sehingga perlu ditekankan bahwa peran Ayah tak hanya mencukupi kebutuhan nafkahnya saja tetapi harus bisa terlibat langsung dalam pola asuh anaknya.

Sumber foto : Sorotmata.id

Ada beberapa indikator yang harus dipahamkan bagi seorang Ayah untuk memaksimalkan perannya yaitu memperhatikan kesejahteraan anak, empati pada Kesehatan anak, memberikan kasih sayang dan pujian. Kesemuanya harus dilakukan secara imbang oleh seorang Ayah sehingga anaknya bisa bertumbuh kembang dengan maksimal baik dari nutrisi maupun motoriknya.

Hal tersebutlah yang dirasa masih sangat rendah di Kabupaten Jember. Angka perceraian menjadi salah satu penyebab tertinggi kejadian Fatherless di Kabupaten Jember. Terbukti, bahwa anak dengan kondisi orang tua yang bercerai, kebutuhan nutrisinya menjadi dikesampingkan karena yang mengasuh condong pada satu orang tua saja dan lebih banyak mengarah kepada Ibu.

Faktor selanjutnya yaitu rendahnya Tingkat pendidikan Ayah. Ketika seorang Ayah mempunyai jenjang pendidikan rendah, otomatis pekerjaan yang dilakoninya pun akan menghasilkan nafkah yang sedikit. Sehingga, orang tua merasa mengesampingkan kebutuhan nutrisi keluarganya. 

Faktor ini juga sangat berkaitan erat dengan usia orang tua. Ayah dengan usia yang belum matang, cenderung mempunyai Tingkat pendidikan rendah sehingga berdampak pada pendapatan yang dihasilkan. Ketika pendapatan yang didapat rendah, kebutuhan akan nutrisi yang dikonsumsi cenderung rendah juga karena fokusnya untuk memenuhi kebutuhan yang lainnya dulu.

Dari semua uraian tersebut, dapat ditarik garis besar yaitu masalah stunting tidak sesederhana ketidakseimbangan pertumbuhan anak saja. Untuk menghindarinya, selain dibenahi pola makannya, faktor dan peran orang tua khususnya Ayah menjadi fokus utama dalam pemberantasan stunting.

Jadilah orang tua yang siap. Karena kualitas para Ibu dan Ayah yang akan mempengaruhi kualitas dari anak-anakmu kelak.


Kamis, 22 September 2022

Solusi Air Bersih berbasis Broncaptering dan IOT

 


Permasalahan air bersih sering kali menjadi tantangan bagi seluruh elemen masyarakat. Hal ini dikarenakan air begitu sangat penting dan berpengaruh bagi kehidupan. Fenomena tersebut terjadi di Desa Sukogidri yang masih terkendala terkait air bersih terutama pada musim hujan.


     Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM) terus berkontribusi dalam menyelesaikan permasalahan tersebut. Salah satu yang diupayakan adalah pengoptimalisasi broncaptering dan implementasi teknologi continuous monitoring baku mutu air.

     Ketua PKM, Dr Bagus Setya Rintyarna ST MKom mengungkapkan bahwa Sumber mata air di Desa Sukogidri sering keruh saat musim hujan tiba sehingga pengurus harus berinisiatif mengambil air dari sumber mata air lain. Kemudian, menurutnya Brondcaptering tidak dilengkapi dengan pasir dan batu kosong untuk filter air baku sebelum dialirkan ke bak penampung sehingga air mengandung lumpur tidak terfilter dan belum adanya standarisasi baku mutu sumber air.

     Sejak survei tahun 2021, pengujian telah selesai dilaksanakan dan berjalan dengan baik hingga saat ini. Pengerjaannya yaitu dengan pengoptimalisasian konstruksi broncaptering yang melibatkan mahasiswa KKN dari Teknik Sipil yang dapat menghasilkan fisik air benih dan tidak keruh, kemudian pemasangan alat monitoring kualitas air yang melibatkan mahasiswa KKN dari Teknik elektro.

     “Monitoring ini dapat dilihat melalui smartphone berbasis android melalui aplikasi “Blynk” yang terhubung dengan teknologi Internet of Think (IoT) sehingga data di penampungan air dapat terpantau. Kita dapat melihat Indeks Pencemaran yang diambil oleh beberapa parameter sistem sensor yaitu pH air, suhu, Total Suspended Solid (TSU), Dissolved Oxygen (DO), dan Nephelometric Turbidity Unit (NTU).“ jelas Bagus.

     Broncaptering merupakan salah satu Sistem Instalasi Pengolahan Air Sederhana (SiPAS) yang digunakan untuk penyediaan air minum pada unit air baku dan berfungsi melindungi dan menangkap air dari mata air untuk ditampung dan disalurkan ke pipa transmisi ke reservoir.

     Bagus berharap, program pengabdiannya dapat menjadi solusi dan peningkatan akses air minum yang layak dan aman 100% bagi masyarakat di Desa Sukogidri.

Rabu, 14 September 2022

Bukan Lagi Besi, Unmuh Jember Kembangkan Bambu Jadi Tulangan Beton



Universitas Muhammadiyah Jember bersama Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian Masyarakat (DRTPM) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi gelar Program Kemitraan Masyarakat (PKM) di Desa Sukogidri, Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember.

     Hasil penelitian ini berupa “Bambu sebagai Tulangan Beton” salah satu bentuk pengembangan Kelompok Kreatif Masyarakat yang mandiri secara ekonomi dan sosial, serta meningkatkan keterampilan masyarakat desa. Kelompok Kreatif ini pula yang juga mendukung program pemerintah “Green Economy” di bidang bahan bangunan yang murah, terjangkau dan melimpah.

     Kepala Desa Sukogidri, H Purnoto menyambut baik upaya Tim Pelaksana PKM dalam ikut serta memberdayakan masyarakat melalui program PKM yang berjudul “PKM Kelompok Kreatif Tukang Bangunan Desa Sukogidri dengan Keterampilan Membuat Tulangan Beton dari Bambu”. Purnoto menyampaikan masyarakatnya saat ini membutuhkan banyak pendampingan untuk lebih mengenal bambu sebagai tulangan beton.

     “Saat ini, rumah-rumah warga desa Sukogidri banyak yang tidak menggunakan pondasi, atau balok beton bertulang sehingga jika terjadi gempa rumah mereka mudah retak. Hal ini terjadi karena harga besi mahal dan terus mengalami peningkatan.” kata Purnoto.

     Melihat potensi tersebut, Dosen Universitas Muhammadiyah Jember, Dr Ir Muhtar ST MT IPM, Dr Abadi Sanosra, SE MM, dan Amri Gunasti ST MT meninjau lokasi guna mendapatkan data dan kebutuhan penelitian. Selain permasalahan harga besi, pengetahuan masyarakat tentang manfaat bambu juga terbatas, sehingga membutuhkan mentor dan motivator untuk meningkatkan keberdayaan masyarakat melalui program PKM.

     Adapun agenda PKM berjalan dari Juli hingga September berupa bimbingan dan pelatihan produksi tulangan beton dan rangkaian tulangan elemen-elemen struktur rumah sederhana, treatment dan penyuluhan pemasaran dan prospek ekonomi bambu sebagai tulangan beton. Agar nilai edukasi lebih tepat sasaran, Muhtar mengimbuhkan agenda perlombaan membuat bangunan sederhana dari beton bertulang bambu.

     Hasil akhir dari kegiatan tersebut masyarakat khususnya tukang bangunan dapat menunjukkkan adanya peningkatan penguasaan keterampilan dalam membuat tulangan beton dari bambu dari 0% hingga 80,3%. Hingga saat ini, sebesar 19,7% perlu pendampingan lanjutan.

Rabu, 31 Agustus 2022

Dosen Pendidikan Biologi Mengangkat Kopi Lokal Jember di Seminar Visiting Profesor UMM

Dr. Kukuh Munandar, M.Kes. Dosen FKIP Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) berhasil lolos program Visiting Profesor di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dengan mengusung tema presentasi "Kopi Lokal Jember" yang dihadiri oleh dosen-dosen Perguruan Tinggi Negeri dan Perguruan Tinggi Swasta se-Indonesia. 

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Kukuh Munandar, M.Kes. mempresentasikan hasil inovasinya dalam bidang pengolahan kopi lokal Jember. Jember sendiri menjadi daerah yang memiliki kondisi geografis unik. Dataran tinggi di lereng Gunung Argopuro kerap dimanfaatkan menjadi lahan potensial untuk produksi tanaman kopi. Berdasar riset yang telah dilakukan menunjukkan bahwa keunggulan biji dan kualitas baik segi jenis kopi dan rasa berdaya saing tinggi.

Presentasi dalam program visiting profesor tersebut menarik perhatian dosen dan mahasiswa pascasarjana UMM karena menyoroti pemanfaatan fermentasi menggunakan mikroorganisme yang diisolasi dari saluran pencernaan luwak dapat meningkatkan kualitas kopi lokal, sehingga setara dengan kopi luwak yang terkenal mahal di pasar internasional.

"Beberapa pertimbangan menjadi alasan untuk beralih memanfaatkan kopi lokal sebagai solusi lanjutan tanpa luwak, dilihat dari segi kualitas kopi luwak menempati kualitas tinggi dengan harga yang cukup tinggi juga, hal ini beresiko luwak akan ditangkapi dan dipelihara di dalam kandang, namun secara statistik pemeliharaan luwak di dalam kandang kurang bagus. Jika hal ini terjadi kemungkinan beberapa tahun lagi populasi luwak dapat terancam. Selain itu, kopi luwak adalah biji kopi yang berasal dari sisa kotoran hewan luwak atau musang. Disyaratkan halal ketika biji tersebut masih terbungkus kulit kopi dan jika ditanam tetap tumbuh. Kopi hasil fermentasi ini dipastikan tidak menimbulkan kekhawatiran dari sisi halal, mengingat prosesnya tidak melibatkan kotoran luwak yang dinyatakan najis oleh MUI". Ungkap Dr. Kukuh Munandar, M.Kes.

Penelitian ini melalui proses uji riset segi rasa dan kualitas menunjukkan bahwa kopi hasil fermentasi ini tidak berbeda dengan kopi luwak asli, sebagaimana dinilai oleh barista profesional.

Inovasi kopi fermentasi tersebut dipresentasikan dalam sebuah seminar nasional yang terbuka untuk umum di Visiting Profesor UMM. Seminar ini menjadi platform bagi Kukuh untuk menyebarluaskan temuan dan inovasinya, sekaligus membuka diskusi tentang masa depan kopi lokal yang berkualitas tinggi tanpa merusak ekosistem luwak.

Dengan solusi keberlanjutan tanpa luwak ini, tidak hanya mengangkat kopi lokal Jember di mata duni, tetapi juga menunjukkan bahwa inovasi baru dalam bidang pertanian dan teknologi pangan dapat berjalan selaras dengan nilai-nilai kelestarian lingkungan dan keagamaan.


Kontributor : Alya Nurhaliza

Baca juga :Mahasiswa Teknik Lingkungan Unmuh Jember Belajar Kelola Sampah di TPA Pakusari

Minggu, 14 Agustus 2022

Gelar Webinar Keperawatan, Fikes Unmuh Jember Fokus Tekan Angka Kematian Ibu dan Anak di Kabupaten Jember

 


Tingginya angka kematian Ibu dan Bayi di Kabupaten Jember menjadi fokus tersendiri bagi dunia kesehatan. Menduduki urutan pertama di Jawa Timur dengan kasus tertinggi sebesar 44 kejadian selama satu tahun disusul dengan Kabupaten Bojonegoro dengan 28 kasus per tahun.


     Menilik hal tersebut, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jember menggelar Webinar Keperawatan Nasional bertema Sinergisme Petugas Kesehatan dengan Elemen Masyarakat untuk Menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) secara hybrid, Sabtu, (13/8/2022). Ketua DPD PPNI (Dewan Pengurus Daerah Persatuan Perawat Nasional Indonesia) Kabupaten Jember, Ns Eko Mustakim SKep MMKes SpKep MB berujar bahwa inilah saatnya bersinergi dengan pemerintahan.

     "Berusaha menjadi tenaga kesehatan yang membantu pemerintah untuk menekan angka kematian ibu dan bayi." ungkapnya. Seperti yang diketahui, banyak faktor yang mempengaruhi kesehatan ibu hamil diantaranya ialah pengetahuan tentang kesehatan kehamilan dan faktor usia. Maka dari itu, lanjut Eko, disinilah peran tenaga kesehatan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan dengan lebih mendekatkan dengan masyarakat. "Wes wayahe Jember sehat, wes wayahe perawat dekat dengan masyarakat."

     Sementara itu Dekan Fikes Unmuh Jember, Ns Sasmiyanto Skep MKes menjelaskan AKI dan AKB berpengaruh pada kondisi generasi pada masa depan. Karena generasi penerus dibentuk dari ibu sejak anak dalam kandungan, ungkapnya. "Pemerintah Kabupaten Jember mengungkapkan ini merupakan hal serius sehingga harus ditangani dengan benar untuk menciptakan masyarakat sejahtera untuk menciptakan kesehatan yang optimal."

     Dari segi medis, Pendarahan Post Partum (PPH) dan Preeklamsia menjadi faktor tertinggi AKI. Sementara faktor nonmedis, dijelaskan oleh Prof Dr Nyoman Anita drg MS, ada sebagian masyarakat yang menolak pengobatan lebih lanjut sehingga ada keterlambatan penanganan. "Faktor biaya di sini juga sangat berpengaruh terhadap AKI bagi masyarakat menengah bawah." jelas Wakil Dekan 1 Fakultas Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga tersebut. Nakes memberikan peran besar sebagai penolong dengan menjaga kualitas pelayanan untuk menjaga kuantitas.

     Untuk meningkatkan pelayanan, langkah yang diambil yaitu dengan melakukan empat strategi intervensi diantaranya peningkatan akses pelayanan kesehatan semesta, peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan tata kelola.

     Arah kebijakan RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional) tahun 2020-2024 yang paling utama ialah peningkatan kesehatan ibu, anak, KB, dan kesehatan reproduksi. Kemudian disusul dengan percepatan perbaikan gizi masyarakat, peningkatan pengendalian penyakit, penguatan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), dan peningkatan pelayanan kesehatan dan pengawasan obat dan makanan.
Connect