Senin, 04 Mei 2026

Mahasiswi KKN RPL Universitas Muhammadiyah Jember Dorong Pemberdayaan Masyarakat melalui Gotong Royong dan Budi Daya TOGA

Mahasiswi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Universitas Muhammadiyah Jember melaksanakan program pemberdayaan masyarakat melalui gerakan gotong royong dan budi daya Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di lingkungan TK Dharma Wanita Persatuan 07 Kalirejo, Bangil.

Program ini menyasar masyarakat sekitar sekolah dengan tujuan meningkatkan kesadaran akan pentingnya kebersamaan sosial, kesehatan keluarga, serta pemanfaatan lahan pekarangan sebagai sumber tanaman herbal yang bermanfaat.

Pemberdayaan masyarakat merupakan upaya untuk meningkatkan kemampuan dan kemandirian warga dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, baik dari segi ekonomi, sosial, maupun kesehatan. Salah satu bentuk pemberdayaan yang dinilai efektif adalah melalui gerakan gotong royong yang dipadukan dengan budidaya TOGA.

Mahasiswi KKN menjelaskan bahwa masyarakat Indonesia dikenal memiliki budaya gotong royong yang kuat. Namun, seiring perkembangan zaman, nilai tersebut mulai berkurang, baik di lingkungan perkotaan maupun pedesaan yang semakin individualistis.

Padahal, gotong royong memiliki peran penting dalam membangun kebersamaan, mempererat hubungan sosial, serta menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman. Oleh karena itu, program ini hadir sebagai upaya menghidupkan kembali semangat kebersamaan di tengah masyarakat.

Selain itu, kebutuhan masyarakat terhadap pengobatan yang murah dan mudah diakses juga semakin meningkat. Salah satu solusi sederhana yang dapat dilakukan adalah dengan membudidayakan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di lingkungan rumah.

Tanaman seperti jahe, kunyit, temulawak, serai, dan kencur dapat dimanfaatkan sebagai obat alami untuk berbagai kebutuhan kesehatan keluarga. Selain menghemat biaya pengobatan, tanaman TOGA juga dapat memperindah lingkungan rumah dan bahkan memiliki nilai ekonomi jika dijual.

Kegiatan diawali dengan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya gotong royong dan manfaat TOGA bagi kehidupan sehari-hari. Dalam sesi ini, warga diberikan pemahaman bahwa lahan pekarangan yang selama ini kurang dimanfaatkan dapat menjadi sumber kesehatan dan penghasilan tambahan.

Selanjutnya, masyarakat bersama mahasiswi KKN melaksanakan kerja bakti membersihkan lahan yang akan digunakan sebagai area penanaman TOGA. Kegiatan ini menjadi sarana untuk mempererat hubungan sosial antarwarga sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.

Setelah lahan siap, kegiatan dilanjutkan dengan penanaman bibit TOGA secara bersama-sama. Warga diajak untuk mengenal jenis-jenis tanaman obat, cara menanam yang benar, hingga teknik perawatan sederhana agar tanaman dapat tumbuh optimal.

Dalam tahap pemeliharaan, masyarakat dibagi tugas untuk melakukan penyiraman dan perawatan rutin secara bergantian. Sistem ini dilakukan agar seluruh warga memiliki rasa tanggung jawab bersama terhadap keberlangsungan program.

Hasil observasi menunjukkan bahwa kegiatan gotong royong mampu meningkatkan solidaritas masyarakat, memperkuat rasa kebersamaan, serta mendorong warga untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar. Selain itu, pemanfaatan TOGA memberikan manfaat nyata dalam bidang kesehatan dan ekonomi keluarga.

Program ini juga membuka peluang usaha berbasis herbal, seperti pengolahan jamu tradisional atau penjualan tanaman obat. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga memiliki peluang peningkatan kesejahteraan ekonomi.

Mahasiswi KKN berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut dan menjadi kebiasaan positif di lingkungan masyarakat. Pelestarian budaya gotong royong dan pemanfaatan TOGA diharapkan mampu menciptakan masyarakat yang sehat, mandiri, dan berdaya.

Selain itu, dukungan dari pemerintah desa, sekolah, serta lembaga pendidikan juga dinilai penting untuk memberikan edukasi dan pendampingan berkelanjutan agar program pemberdayaan masyarakat seperti ini dapat terus berkembang secara optimal.

 


Mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember Dorong Pemanfaatan Tanaman TOGA untuk Kesehatan Keluarga di Desa Ketowan

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Jember melaksanakan program pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sebagai upaya meningkatkan kesehatan keluarga dan mendukung kemandirian masyarakat di Desa Ketowan.

Program ini menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat dengan tujuan mengaplikasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan sekaligus memberikan manfaat nyata yang berkelanjutan bagi warga desa.

Tanaman Obat Keluarga atau TOGA merupakan jenis tanaman budidaya yang ditanam di lingkungan rumah maupun kebun, baik secara langsung di tanah maupun menggunakan polybag. Tanaman ini memiliki banyak manfaat, tidak hanya sebagai alternatif pengobatan alami, tetapi juga memperindah lingkungan rumah serta berpotensi menjadi sumber penghasilan tambahan bagi keluarga.

Mahasiswa KKN menjelaskan bahwa pemanfaatan TOGA memiliki berbagai manfaat penting, di antaranya sebagai pengganti obat herbal yang dapat terus dilestarikan, memperindah pekarangan rumah, memberikan edukasi kepada masyarakat tentang manfaat lingkungan sekitar, menambah nilai keasrian rumah, serta membuka peluang ekonomi melalui penjualan hasil budidaya tanaman obat.

Namun, berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, masih sekitar 20 persen masyarakat Desa Ketowan yang aktif membudidayakan tanaman TOGA. Rendahnya minat masyarakat dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti kurangnya pengetahuan tentang manfaat tanaman obat, teknik pengolahan yang dianggap rumit, serta gaya hidup masyarakat yang cenderung memilih hal-hal praktis.

Sebagian masyarakat beranggapan bahwa proses pascapanen tanaman TOGA cukup merepotkan, mulai dari membersihkan tanah yang melekat, pemotongan, pengolahan menjadi jamu, hingga proses pengemasan. Hal inilah yang membuat sebagian warga lebih memilih membeli obat instan dibanding mengolah tanaman sendiri.

Padahal, keterbatasan lahan bukan lagi menjadi kendala dalam membudidayakan TOGA. Mahasiswa KKN mengedukasi masyarakat bahwa tanaman obat dapat ditanam menggunakan polybag atau barang bekas yang mudah ditemukan di rumah, sehingga tidak membutuhkan lahan yang luas.

Selain itu, mahasiswa juga memberikan pemahaman bahwa banyak tanaman di sekitar rumah yang sebenarnya termasuk dalam kategori TOGA, namun belum disadari manfaatnya oleh masyarakat. Tanaman seperti jambu, kelor, pisang, pepaya, seledri, bunga mawar, hingga melati memiliki khasiat kesehatan yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.

Selama ini masyarakat cenderung menganggap TOGA hanya terbatas pada tanaman seperti jahe, kunyit, kencur, temulawak, sirih, dan mengkudu yang biasa diolah menjadi jamu. Padahal, masih banyak tanaman lain yang memiliki manfaat kesehatan.

Beberapa contoh tanaman yang diperkenalkan mahasiswa antara lain belimbing wuluh yang bermanfaat untuk mengatasi sakit gigi dan batuk, ciplukan yang berkhasiat menurunkan tekanan darah tinggi, gula darah, dan menjaga kesehatan jantung, pohon palembang yang dipercaya baik untuk kesehatan mata dan batuk, serta bunga telang yang dikenal memiliki manfaat untuk kesehatan mata.

Mahasiswa KKN juga melihat bahwa sebagian masyarakat sebenarnya sudah mulai membudidayakan tanaman TOGA dan mengolahnya secara sederhana, baik untuk konsumsi pribadi maupun dijual secara langsung. Bahkan, jamu tradisional tanpa label sering kali habis terjual dalam waktu singkat karena tingginya minat masyarakat terhadap pengobatan herbal alami.

Melalui program ini, mahasiswa mendorong masyarakat agar tidak hanya menanam TOGA untuk kebutuhan pribadi, tetapi juga mulai memikirkan pengolahan yang lebih baik, seperti pemberian label produk dan promosi secara online agar memiliki nilai jual yang lebih tinggi.

Mahasiswa KKN berharap pemanfaatan lahan pekarangan untuk budidaya TOGA dapat menjadi langkah awal dalam mewujudkan kemandirian kesehatan masyarakat Desa Ketowan sekaligus membuka peluang ekonomi baru berbasis potensi lokal yang berkelanjutan.

 

Mahasiswa KKN RPL Universitas Muhammadiyah Jember Gelar Edukasi dan Aksi Bersih Lingkungan Cegah Demam Berdarah di Desa Truni

Upaya pencegahan penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) terus digalakkan melalui berbagai kegiatan edukatif di masyarakat. Salah satunya dilakukan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Universitas Muhammadiyah Jember yang melaksanakan program penyuluhan dan aksi peduli lingkungan di TK Purnama, Desa Truni, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan.

Kegiatan ini menyasar wali murid sebagai sasaran utama edukasi, mengingat peran keluarga sangat penting dalam menjaga kebersihan lingkungan rumah dan mencegah berkembangnya nyamuk penyebab demam berdarah.

Dalam penyuluhan tersebut, mahasiswa KKN memberikan pemahaman mengenai bahaya Demam Berdarah Dengue, gejala yang perlu diwaspadai, serta cara penularannya melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Penyampaian materi dilakukan secara sederhana dan komunikatif agar mudah dipahami oleh para peserta.

Selain itu, peserta juga diberikan edukasi mengenai langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan secara mandiri di rumah melalui gerakan 3M, yaitu menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, serta mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.

Mahasiswa KKN menekankan bahwa upaya pencegahan lebih efektif dilakukan secara bersama-sama dan dimulai dari lingkungan keluarga. Dengan menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitar, risiko penyebaran DBD dapat ditekan secara signifikan.

Selain kegiatan penyuluhan kepada wali murid, mahasiswa KKN juga mengajak para siswa TK Purnama untuk berpartisipasi dalam kegiatan bersih-bersih lingkungan sekolah. Anak-anak diajak memungut sampah, membersihkan halaman sekolah, serta mengenali pentingnya menjaga kebersihan sejak usia dini.

Kegiatan ini dikemas secara menyenangkan dan interaktif agar mudah dipahami oleh anak-anak. Melalui pendekatan tersebut, siswa tidak hanya belajar tentang kebersihan lingkungan, tetapi juga mulai dibiasakan untuk hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari.

Desa Truni sendiri dikenal sebagai wilayah yang memiliki potensi tinggi terhadap perkembangan nyamuk penyebab demam berdarah. Hal ini disebabkan oleh kondisi geografis desa yang dikelilingi bekas aliran Sungai Bengawan Solo, sehingga banyak ditemukan genangan air yang dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.

Kondisi tersebut menjadi alasan utama mahasiswa KKN menghadirkan program yang bersifat preventif dan berkelanjutan. Edukasi kesehatan lingkungan dinilai menjadi langkah penting dalam memutus rantai penyebaran penyakit di masyarakat.

Antusiasme wali murid dan siswa terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung. Para peserta aktif mengikuti penyuluhan, berdiskusi, serta terlibat langsung dalam aksi kebersihan lingkungan sekolah.

Mahasiswa KKN berharap melalui kegiatan ini, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan semakin meningkat, khususnya dalam mencegah penyebaran penyakit demam berdarah yang masih menjadi ancaman di berbagai daerah.

Dengan adanya program edukasi dan aksi nyata ini, diharapkan masyarakat Desa Truni dapat terus menerapkan pola hidup bersih dan sehat secara berkelanjutan, sehingga tercipta lingkungan yang aman, sehat, dan bebas dari ancaman Demam Berdarah Dengue.

 

Mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember Gelar Parenting dan Jumat Bersih Bersama Wali Murid di TK Islam Assahudin

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Jember melaksanakan kegiatan parenting bersama wali murid serta program Jumat Bersih bersama anak-anak di TK Islam Assahudin, Desa Batioh, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, Jumat (17/04/2026).

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran orang tua mengenai pentingnya menanamkan kebiasaan hidup bersih sejak usia dini, sekaligus membentuk karakter peduli lingkungan pada anak melalui praktik langsung di lingkungan sekolah.

Pada sesi parenting, mahasiswa KKN bersama guru memberikan penyuluhan kepada wali murid mengenai pentingnya pola hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari. Orang tua diberikan pemahaman bahwa pembiasaan sederhana seperti mencuci tangan, menjaga kebersihan rumah, serta membiasakan anak hidup sehat harus dimulai dari lingkungan keluarga.

Melalui diskusi interaktif, para wali murid juga diajak memahami bahwa kerja sama antara orang tua dan sekolah sangat penting dalam membentuk perilaku anak yang konsisten. Dengan dukungan keluarga, anak-anak akan lebih mudah menerapkan kebiasaan baik secara berkelanjutan.

Selain penyuluhan, mahasiswa KKN juga memberikan contoh praktik sederhana yang dapat dilakukan di rumah, seperti membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan kamar tidur, serta membiasakan anak membersihkan alat bermain setelah digunakan.

Setelah kegiatan parenting, program dilanjutkan dengan kegiatan Jumat Bersih bersama anak-anak TK Islam Assahudin. Kegiatan rutin ini dilaksanakan setelah jam pulang sekolah sebagai bentuk pembiasaan hidup bersih dan tanggung jawab terhadap lingkungan.

Anak-anak tidak langsung pulang ke rumah, melainkan tetap berada di lingkungan sekolah untuk mengikuti kerja bakti bersama. Dengan pendampingan guru dan mahasiswa KKN, para siswa membawa peralatan kebersihan seperti sapu, pengki, dan alat sederhana lainnya untuk membersihkan area sekolah.

Mereka tampak antusias menyapu halaman, memungut sampah yang berserakan, serta merapikan lingkungan sekitar kelas. Meskipun masih berusia dini, anak-anak mampu bekerja sama, saling membantu, dan menunjukkan rasa tanggung jawab terhadap kebersihan lingkungan.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi aktivitas menjaga kebersihan sekolah, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran karakter bagi anak-anak. Melalui Jumat Bersih, mereka belajar disiplin, gotong royong, kerja sama, dan pentingnya menjaga lingkungan sejak dini.

Guru pendamping menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini sangat efektif dalam menanamkan nilai-nilai positif kepada anak. Selain menjaga kebersihan sekolah, kegiatan ini juga melatih anak untuk memiliki rasa peduli terhadap lingkungan di sekitarnya.

Mahasiswa KKN berharap kebiasaan baik ini tidak hanya dilakukan di sekolah, tetapi juga diterapkan di rumah dan lingkungan sekitar masing-masing siswa. Dengan demikian, nilai-nilai hidup bersih dapat menjadi bagian dari keseharian anak-anak.

Kegiatan Jumat Bersih berakhir setelah lingkungan sekolah terlihat bersih, rapi, dan nyaman. Melalui program parenting dan Jumat Bersih ini, diharapkan tercipta sinergi antara sekolah dan keluarga dalam membentuk generasi yang sehat, disiplin, dan peduli terhadap lingkungan sejak usia dini.

Mahasiswa KKN RPL PG PAUD Universitas Muhammadiyah Jember Tingkatkan Keterampilan Musik Anak melalui Pawai Drumband di TK Aisyiyah Besuki

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) S1 PG PAUD Universitas Muhammadiyah Jember melaksanakan kegiatan pelatihan drumband bagi anak didik TK Aisyiyah Besuki sebagai bagian dari implementasi keterampilan bermain alat musik dalam aktivitas pawai drumband, Kamis (30/04/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Desa Widoropayung, Kecamatan Besuki ini bertujuan untuk mengenalkan alat musik ritmis kepada anak usia dini sekaligus melatih keterampilan musikal, kedisiplinan, kerja sama tim, serta rasa percaya diri anak dalam tampil di depan umum.

Pendidikan di tingkat Taman Kanak-Kanak tidak hanya berfokus pada kemampuan akademik, tetapi juga pada pengembangan karakter, kreativitas, dan bakat anak. Salah satu media yang efektif untuk mendukung hal tersebut adalah melalui kegiatan seni musik, khususnya drumband.

Melalui kegiatan drumband, anak-anak tidak hanya belajar memainkan alat musik, tetapi juga dilatih untuk disiplin, mengikuti instruksi, menjaga kekompakan, serta mengembangkan koordinasi motorik saat berjalan dan memainkan alat musik secara bersamaan.

Kegiatan ini menyasar anak didik Kelompok B TK Aisyiyah Besuki dengan jumlah sebanyak 118 siswa. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN mempersiapkan alat musik, formasi barisan, serta lagu dan irama yang akan dibawakan dalam kegiatan pawai.

Tahap pelatihan dimulai dengan pengenalan alat musik ritmis seperti snare drum, bass drum, simbal, dan alat pendukung lainnya. Anak-anak diajarkan teknik dasar memukul alat musik, menjaga tempo, serta memahami hitungan agar dapat bermain secara selaras.

Selanjutnya, siswa dilatih untuk melakukan sinkronisasi antara permainan musik dan langkah kaki saat berjalan berbaris. Proses ini menjadi tantangan tersendiri karena membutuhkan konsentrasi, keseimbangan, dan kekompakan antaranggota tim.

Meskipun pada awalnya anak-anak mengalami kesulitan dalam menjaga irama musik dan langkah kaki secara bersamaan, namun melalui latihan rutin dan pendampingan yang intensif, mereka mulai terbiasa dan mampu tampil dengan lebih percaya diri.

Antusiasme siswa terlihat sangat tinggi selama kegiatan berlangsung. Mereka mengikuti setiap sesi latihan dengan semangat dan penuh kegembiraan. Kegiatan ini juga menjadi pengalaman baru yang menyenangkan sekaligus edukatif bagi anak-anak.

Hasil dari program ini menunjukkan bahwa siswa mampu memahami cara memainkan alat musik sesuai bagiannya masing-masing, meningkatkan kedisiplinan terhadap instruksi pelatih, serta mampu tampil dalam pawai drumband secara kompak dan sinkron.

Selain itu, kegiatan ini juga berhasil menumbuhkan rasa percaya diri anak-anak untuk tampil di depan banyak orang, sekaligus melatih motorik kasar dan mental sosial mereka melalui kerja sama dalam tim.

Mahasiswa KKN berharap kegiatan ini dapat menjadi sarana pengembangan bakat anak usia dini yang berkelanjutan serta memberikan pengalaman positif dalam pembelajaran berbasis seni dan praktik langsung.

Program pelatihan drumband ini berjalan dengan lancar dan sukses. Tidak hanya menghasilkan penampilan pawai yang menarik, tetapi juga memberikan dampak positif bagi perkembangan fisik, mental, dan sosial anak didik TK Aisyiyah Besuki.

 

Mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember Tingkatkan Gizi Anak dan Kepedulian Lingkungan di TK Dewi Masyithoh II Kedunglangkap

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Jember melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di TK Dewi Masyithoh II Kedunglangkap melalui program peduli lingkungan dan edukasi gizi. Kegiatan ini dilaksanakan dalam dua tahap dengan melibatkan wali murid, siswa, ibu-ibu PKK, serta masyarakat sekitar.

Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya gizi seimbang bagi anak serta menanamkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sejak usia dini. Melalui kegiatan yang edukatif dan aplikatif, mahasiswa KKN berupaya memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar sekolah.

Pada kegiatan pertama yang dilaksanakan pada 18 April 2026, mahasiswa KKN mengadakan pelatihan pembuatan nugget sayur bersama ibu-ibu PKK di lingkungan RT setempat. Pelatihan ini bertujuan memberikan pemahaman bahwa makanan sehat untuk anak dapat dibuat dari bahan sederhana namun tetap bergizi dan menarik.

Dalam pelatihan tersebut, peserta diajak mengenal pentingnya konsumsi sayuran bagi pertumbuhan anak, sekaligus mempraktikkan cara mengolah sayuran menjadi nugget sehat yang lebih disukai anak-anak. Program ini diharapkan dapat membantu para ibu dalam menyediakan bekal makanan sehat di rumah.

Selanjutnya, pada kegiatan kedua yang dilaksanakan pada 25 April 2026, mahasiswa KKN bersama ibu wali murid dan siswa mengadakan kegiatan “Bersih-Bersih Lingkungan Sekolah” yang dipusatkan di lingkungan TK Dewi Masyithoh II Kedunglangkap.

Kegiatan ini difokuskan pada pembersihan area sekolah, seperti halaman, saluran air, serta lingkungan sekitar agar tercipta suasana belajar yang bersih, sehat, dan nyaman. Para peserta melakukan kerja bakti secara gotong royong dengan penuh semangat dan kebersamaan.

Suasana kebersamaan terlihat jelas selama kegiatan berlangsung. Para siswa turut dilibatkan agar mereka memahami pentingnya menjaga kebersihan sejak dini, sementara wali murid dan ibu-ibu PKK memberikan dukungan penuh dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.

Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar berkat kerja sama yang solid antara mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember, pihak sekolah, ibu-ibu PKK, serta wali murid. Partisipasi peserta terlihat sangat antusias, mulai dari keterlibatan aktif dalam pelatihan hingga semangat gotong royong saat kegiatan kebersihan berlangsung.

Mahasiswa KKN berharap melalui kegiatan ini masyarakat semakin sadar akan pentingnya pola hidup sehat, baik dari sisi pemenuhan gizi anak maupun kebersihan lingkungan sekitar.

Selain memberikan manfaat langsung bagi kesehatan dan kenyamanan lingkungan sekolah, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antara mahasiswa, sekolah, dan masyarakat dalam membangun lingkungan pendidikan yang lebih baik.

Dengan adanya program ini, diharapkan kebiasaan hidup sehat dan peduli lingkungan dapat terus diterapkan secara berkelanjutan, sehingga mampu mendukung tumbuh kembang anak yang optimal serta menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan menyenangkan.

Mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember Tingkatkan Kesadaran Kebersihan Lingkungan Melalui Edukasi dan Aksi Nyata di Desa Sumberbendo

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) S1 PG PAUD Universitas Muhammadiyah Jember melaksanakan kegiatan peningkatan kesadaran kebersihan lingkungan melalui edukasi dan aksi nyata bersama masyarakat di Kelurahan Sumberbendo, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, pada Sabtu (02/05/2026).

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari pola hidup bersih dan sehat. Program ini juga menjadi media edukasi bagi anak usia dini melalui keterlibatan wali murid dan masyarakat dalam membangun lingkungan yang sehat sejak dini.

Kegiatan melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari kepala desa, wali murid, hingga warga sekitar. Partisipasi aktif seluruh elemen tersebut menjadi kunci utama keberhasilan program, mengingat kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.

Program ini dilaksanakan sebagai respons terhadap masih rendahnya kesadaran sebagian masyarakat Desa Sumberbendo dalam menjaga kebersihan lingkungan, khususnya terkait kebiasaan membuang sampah sembarangan yang dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan dan lingkungan.

Pada tahap awal kegiatan, mahasiswa KKN memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, dampak negatif pembuangan sampah sembarangan, serta hubungan antara kebersihan lingkungan dengan kesehatan masyarakat. Penyampaian materi dilakukan secara sederhana dan komunikatif agar mudah dipahami oleh seluruh peserta.

Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung berupa pemilahan sampah organik dan anorganik. Masyarakat diajak memahami perbedaan kedua jenis sampah tersebut serta cara pengelolaannya agar lebih bermanfaat dan tidak mencemari lingkungan.

Sebagai bentuk aksi nyata, seluruh peserta bersama-sama melakukan kerja bakti membersihkan lingkungan sekitar balai desa. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman untuk ditinggali.

Suasana kebersamaan dan gotong royong terlihat selama kegiatan berlangsung. Warga tampak antusias mengikuti setiap rangkaian acara, mulai dari sesi edukasi hingga praktik langsung di lapangan.

Salah satu warga, Ibu Sani, mengungkapkan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat karena memberikan pengalaman langsung dalam menjaga kebersihan lingkungan.

“Kegiatan ini sangat membantu kami untuk lebih sadar akan pentingnya kebersihan. Tidak hanya teori, tetapi kami juga langsung praktik bersama,” ujarnya.

Masyarakat Desa Sumberbendo berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara rutin agar kesadaran warga semakin meningkat dan kebiasaan hidup bersih dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember berharap masyarakat dapat terus menerapkan pola hidup bersih dan sehat serta berkomitmen menjaga lingkungan secara berkelanjutan. Dengan demikian, tercipta lingkungan desa yang lebih bersih, sehat, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak-anak serta kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan.

 

Mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember Hadirkan Inovasi “TELKOTEL Ikan Tenggiri” sebagai Camilan Khas Desa Bandaran

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Jember menghadirkan inovasi olahan hasil laut berupa TELKOTEL Ikan Tenggiri bersama masyarakat Desa Bandaran, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, pada Jumat (01/05/2025) pukul 09.00 WIB.

Kegiatan ini melibatkan ibu-ibu rumah tangga serta anak-anak dalam suasana yang kolaboratif dan edukatif. Program tersebut bertujuan untuk meningkatkan kreativitas masyarakat dalam mengolah potensi lokal, khususnya ikan tenggiri yang melimpah di wilayah pesisir Desa Bandaran.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berupaya mendorong masyarakat agar tidak hanya menjual hasil laut dalam bentuk mentah, tetapi juga mampu mengolahnya menjadi produk bernilai tambah yang memiliki peluang ekonomi lebih besar.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN memberikan pendampingan secara langsung mulai dari proses persiapan bahan, pengolahan adonan, hingga teknik penyajian dan pengemasan produk. Para peserta diajak memahami cara membuat TELKOTEL Ikan Tenggiri dengan baik agar menghasilkan cita rasa yang menarik dan layak dipasarkan.

Selain praktik pembuatan, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan dalam proses pengolahan makanan, terutama untuk produk rumahan yang berpotensi dipasarkan secara luas. Mahasiswa juga memberikan wawasan mengenai peluang usaha serta strategi pemasaran sederhana agar produk dapat berkembang menjadi usaha mandiri masyarakat.

Program ini tidak hanya berfokus pada keterampilan memasak, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat desa. Dengan memanfaatkan hasil laut yang melimpah, masyarakat diharapkan mampu menciptakan produk unggulan khas desa yang bernilai jual tinggi.

Salah satu mahasiswa KKN menyampaikan bahwa inovasi TELKOTEL ini diharapkan dapat menjadi produk khas Desa Bandaran yang dikenal lebih luas oleh masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong masyarakat agar lebih kreatif dalam memanfaatkan hasil laut sehingga memiliki nilai jual yang lebih tinggi. Kami berharap TELKOTEL Ikan Tenggiri dapat menjadi peluang usaha baru bagi warga,” ujarnya.

Masyarakat menyambut baik kegiatan tersebut dan terlihat antusias mengikuti setiap tahapan pembuatan. Ibu-ibu rumah tangga aktif bertanya dan mencoba langsung proses pengolahan, sementara anak-anak juga ikut terlibat dalam suasana yang menyenangkan.

Dengan adanya inovasi ini, diharapkan TELKOTEL Ikan Tenggiri dapat berkembang menjadi usaha rumahan yang berkelanjutan, sekaligus menjadi ikon kuliner khas Desa Bandaran yang mampu meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember kembali menunjukkan perannya sebagai agen perubahan yang tidak hanya hadir memberikan edukasi, tetapi juga berkontribusi nyata dalam pengembangan potensi lokal dan pemberdayaan masyarakat desa secara berkelanjutan.

 

Mahasiswi KKN Universitas Muhammadiyah Jember Edukasi Pembuatan Bekal Sehat “Jagung Urap Manis” kepada Ibu-Ibu PKK di Desa Kompol Basen

Mahasiswi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Jember melaksanakan kegiatan edukasi mengenai pentingnya pemberian bekal sehat dan bergizi untuk anak sebagai bagian dari Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) kepada para ibu PKK di Desa Kompol Basen pada Kamis (30/04/2026).

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran para ibu dalam menyiapkan bekal anak yang praktis, ekonomis, namun tetap memenuhi unsur gizi seimbang. Melalui edukasi ini, peserta diajak memahami bahwa makanan sehat tidak harus mahal, tetapi dapat dibuat dari bahan sederhana yang mudah ditemukan di sekitar.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswi KKN memperkenalkan menu sehat berupa Jagung Urap Manis, sebagai salah satu alternatif bekal sehat untuk anak sekolah. Menu ini dipilih karena memiliki cita rasa yang disukai anak-anak serta kandungan gizi yang baik untuk mendukung tumbuh kembang mereka.

Para ibu PKK diberikan penjelasan mengenai empat keunggulan Jagung Urap Manis. Pertama, bahan yang digunakan sangat murah dan mudah didapat, seperti jagung manis, kelapa parut, gula, garam, dan daun pandan yang tersedia di pasar tradisional.

Kedua, menu ini memiliki nilai gizi seimbang karena jagung mengandung karbohidrat kompleks dan serat, sementara kelapa memberikan lemak baik yang dibutuhkan anak untuk pertumbuhan dan energi sehari-hari.

Ketiga, proses pembuatannya sangat praktis, cukup dengan merebus jagung dan mengukus kelapa berbumbu, sehingga hemat waktu dan biaya, terutama dalam penggunaan gas dapur.

Keempat, rasa manis alami dari menu ini membuatnya lebih disukai anak-anak karena tidak menggunakan cabai maupun kencur, sehingga sangat cocok dijadikan bekal sekolah.

Setelah sesi penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung pembuatan Jagung Urap Manis. Para ibu diajak mengikuti setiap tahapan mulai dari merebus jagung bersama daun pandan, mengukus kelapa parut dengan campuran gula dan garam, hingga proses mencampurkan seluruh bahan menjadi sajian siap santap.

Dengan pendampingan dari mahasiswi KKN, peserta tampak antusias mengikuti proses memasak. Praktik langsung ini membantu para ibu lebih memahami teknik pembuatan sekaligus menumbuhkan kebiasaan menyiapkan bekal sehat bagi anak dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan ini mendapatkan respon positif dari para ibu PKK. Mereka merasa edukasi tersebut sangat bermanfaat karena memberikan pengetahuan sederhana namun berdampak besar dalam menjaga kesehatan keluarga.

Salah satu peserta menyampaikan bahwa menu ini sangat cocok diterapkan di rumah karena bahan-bahannya mudah diperoleh dan proses pembuatannya tidak rumit.

Melalui program ini, diharapkan masyarakat Desa Kompol Basen semakin sadar bahwa bekal sehat merupakan langkah kecil yang memiliki dampak besar dalam mencegah stunting, meningkatkan daya tahan tubuh, serta membantu konsentrasi belajar anak-anak di sekolah.

Program ini menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi mahasiswi KKN Universitas Muhammadiyah Jember dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui edukasi praktis yang mudah diterapkan, berkelanjutan, dan bermanfaat langsung bagi keluarga.

 

Mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember Edukasi Pemilahan Sampah melalui Program “Menyulap Sampah Jadi Berkah” di TK Negeri Pembina Panarukan

Suasana penuh keceriaan terlihat di halaman TK Negeri Pembina Panarukan, Kabupaten Situbondo, saat anak-anak Kelompok A usia 4–5 tahun mengikuti kegiatan edukatif bertajuk “Menyulap Sampah Jadi Berkah: Petualangan Cilik Pemilahan Sampah.” Program ini menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Jember dalam menanamkan kepedulian lingkungan sejak usia dini.

Dalam kegiatan ini, anak-anak tidak hanya bermain seperti biasanya, tetapi diajak belajar langsung mengenai pentingnya memilah sampah dan memanfaatkan limbah plastik menjadi sesuatu yang bernilai guna. Tangan-tangan mungil mereka tampak antusias memegang gunting tumpul dan berbagai bungkus plastik bekas kemasan camilan maupun detergen yang telah dibersihkan.

Program ini bertujuan menanamkan dua nilai penting kepada anak-anak, yaitu kesadaran lingkungan dan pemanfaatan limbah. Anak-anak dikenalkan bahwa sampah plastik membutuhkan waktu yang sangat lama untuk terurai sehingga perlu dikelola dengan baik. Selain itu, mereka juga belajar bahwa barang bekas dapat dimanfaatkan kembali menjadi media tanam yang fungsional.

Kegiatan dimulai dengan tahap pemilahan sampah. Anak-anak diajak membedakan sampah organik seperti daun dan sisa buah dengan sampah anorganik seperti plastik kemasan. Mereka tampak bersemangat saat berlomba mengumpulkan bungkus plastik bekas untuk dijadikan pot tanaman.

Selanjutnya, dengan pendampingan guru dan mahasiswa KKN, plastik bekas dimodifikasi menjadi pot ramah lingkungan. Guru membantu melubangi bagian bawah plastik agar dapat digunakan sebagai media tanam, sementara anak-anak menggunting bagian atas plastik dengan aman.

Tahap berikutnya adalah mengisi media tanam berupa tanah dan sekam ke dalam pot plastik. Aktivitas ini tidak hanya menyenangkan, tetapi juga menjadi latihan sensorik yang baik untuk perkembangan motorik halus anak. Setelah itu, anak-anak menanam benih sayuran seperti pakcoy, bayam, kangkung, dan sawi yang dipilih karena mudah tumbuh dan cepat panen.

Melalui kegiatan ini, anak-anak tidak hanya belajar tentang tanaman, tetapi juga memperoleh banyak manfaat perkembangan. Secara kognitif, mereka memahami konsep daur ulang dan siklus hidup tanaman. Dari sisi motorik halus, mereka melatih koordinasi tangan dan mata saat mengisi tanah dan menanam benih. Sementara secara sosial-emosional, kegiatan ini menumbuhkan rasa bangga, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Salah satu pengajar menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan agar anak-anak memahami bahwa sampah bukan sekadar barang kotor yang harus dibuang, tetapi dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat dan bernilai.

“Kami ingin anak-anak melihat bahwa sampah bisa menjadi sesuatu yang indah dan berguna. Dari kegiatan sederhana ini, mereka belajar mencintai lingkungan sejak dini,” ujarnya.

Melalui program ini, mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember berharap dapat membentuk kebiasaan positif pada anak-anak untuk menjaga lingkungan sejak usia dini. Sayuran yang nantinya tumbuh bukan hanya menjadi hasil panen biasa, tetapi juga simbol keberhasilan anak-anak dalam belajar peduli terhadap bumi melalui tindakan sederhana.

Program ini menjadi bukti bahwa langkah kecil dari tangan-tangan kecil dapat memberikan dampak besar bagi masa depan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.

 

Peran Mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat melalui Edukasi Parenting, Inovasi Pangan Lokal, dan Kepedulian Lingkungan

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Jember melaksanakan serangkaian program pengabdian masyarakat di Desa Pangpong, Kecamatan Labang, Kabupaten Bangkalan, sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui edukasi parenting, inovasi pangan lokal, pelayanan kesehatan, serta kepedulian terhadap lingkungan.

Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari mahasiswa KKN, wali murid, masyarakat setempat, tenaga kesehatan, hingga perangkat desa yang turut berpartisipasi aktif dalam setiap rangkaian program.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pertemuan wali murid yang dilaksanakan di TK DWP 3 Pangpong. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN memberikan pelatihan mengenai olahan berbahan dasar kacang hijau sebagai alternatif makanan sehat, bergizi, dan mudah dibuat di rumah. Program ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan bahan pangan lokal sekaligus mempererat hubungan antara wali murid dan pihak sekolah.

Selanjutnya, mahasiswa KKN mengadakan penyuluhan pola asuh anak dengan tema “Parenting yang Bijak di Era Digital.” Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada orang tua mengenai pentingnya pendampingan anak dalam penggunaan teknologi di era modern.

Dalam sesi tersebut, peserta diberikan penjelasan mengenai dampak positif dan negatif penggunaan gadget, serta strategi mendampingi anak agar tetap berkembang secara optimal di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Penyuluhan berlangsung secara interaktif melalui diskusi dan sesi tanya jawab yang disambut antusias oleh para peserta.

Sebagai bentuk penguatan kreativitas masyarakat, kegiatan dilanjutkan dengan lomba olahan kacang hijau yang diikuti warga setempat. Para peserta menampilkan berbagai inovasi makanan berbahan dasar kacang hijau dengan kreativitas yang beragam. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga mendorong pemanfaatan bahan pangan lokal secara lebih produktif dan bernilai ekonomi.

Selain itu, mahasiswa KKN juga bekerja sama dengan tenaga kesehatan setempat dalam melaksanakan pemeriksaan kesehatan bagi lansia di Polindes desa. Kegiatan ini meliputi pemeriksaan tekanan darah, konsultasi kesehatan, serta edukasi mengenai pola hidup sehat.

Program ini bertujuan membantu para lansia memantau kondisi kesehatannya secara rutin sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan di usia lanjut. Kehadiran mahasiswa bersama tenaga kesehatan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya kelompok lansia.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, mahasiswa KKN bersama masyarakat melaksanakan gotong royong atau kerja bakti bersih desa. Kegiatan ini melibatkan seluruh elemen masyarakat dan bertujuan menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman, sekaligus mempererat rasa kebersamaan antarwarga.

Seluruh program tersebut dilaksanakan sebagai bentuk nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat dengan harapan dapat memberikan manfaat berkelanjutan dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta kualitas hidup warga Desa Pangpong.

Kegiatan berjalan dengan lancar, tertib, dan mendapatkan respon positif dari seluruh peserta. Masyarakat berharap program-program seperti ini dapat terus dilaksanakan karena dinilai sangat bermanfaat dalam mendukung pembangunan sosial, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.

Mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember Gelar Senam Bersama di TK Wiyata Bhakti Dander Bojonegoro

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Jember melaksanakan kegiatan olahraga senam bersama di TK Wiyata Bhakti Dander, Bojonegoro, pada Rabu (28/04/2026). Kegiatan ini melibatkan anak-anak, guru, serta wali murid dalam suasana yang penuh semangat, kebersamaan, dan keceriaan.

Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya aktivitas fisik serta menjaga kesehatan tubuh sejak usia dini. Senam bersama dipilih sebagai kegiatan yang sederhana namun bermanfaat untuk menjaga kebugaran tubuh, meningkatkan kesehatan badan, serta mempererat kekompakan antara anak, orang tua, dan pihak sekolah.

Kegiatan diawali dengan pemanasan sederhana yang mudah diikuti oleh seluruh peserta. Anak-anak, guru, dan wali murid tampak antusias mengikuti setiap gerakan yang dipandu langsung oleh mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember.

Selama kegiatan berlangsung, suasana terlihat sangat menyenangkan. Gelak tawa dan semangat peserta menciptakan momen kebersamaan yang hangat. Senam bersama ini tidak hanya menjadi aktivitas olahraga, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan antara siswa, orang tua, guru, dan lingkungan sekolah.

Mahasiswa KKN menjelaskan bahwa kegiatan seperti ini penting untuk membangun pola hidup sehat sekaligus memperkuat hubungan sosial antarwali murid. Dengan adanya kegiatan bersama, komunikasi antara sekolah dan keluarga juga menjadi lebih harmonis.

Kegiatan ini mendapat apresiasi positif dari para wali murid. Mereka merasa senang dapat mengikuti aktivitas yang menyehatkan sekaligus mempererat silaturahmi dengan sesama orang tua dan guru.

Salah satu wali murid menyampaikan harapannya agar kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara rutin. Menurutnya, kegiatan senam bersama sangat bermanfaat karena memberikan dampak positif bagi kesehatan fisik maupun hubungan sosial di lingkungan sekolah.

Melalui program ini, mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember tidak hanya menghadirkan kegiatan olahraga semata, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kebersamaan, kekompakan, dan kepedulian terhadap kesehatan.

Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilakukan sebagai upaya membangun generasi yang sehat, aktif, dan memiliki hubungan sosial yang harmonis sejak usia dini.

Mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember Gelar Sosialisasi Kebersihan dan Edukasi Membuang Sampah pada Tempatnya di TK PGRI Al Ikhlas Patemon

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Jember melaksanakan kegiatan sosialisasi kebersihan lingkungan dan edukasi membuang sampah pada tempatnya kepada siswa-siswi TK PGRI Al Ikhlas Patemon, Desa Patemon, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo, pada Kamis (30/04/2026).

Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan kesadaran hidup bersih sejak usia dini sekaligus membiasakan anak-anak menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Mahasiswa KKN menilai bahwa pembentukan karakter peduli lingkungan perlu dimulai sejak masa kanak-kanak agar menjadi kebiasaan positif hingga dewasa.

Sosialisasi dilakukan dengan pendekatan interaktif melalui penyampaian materi sederhana, sesi tanya jawab, praktik langsung, serta pendampingan kepada anak-anak dalam membuang sampah pada tempat yang telah disediakan.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN mengajak siswa untuk mengenali pentingnya kebersihan lingkungan, memahami jenis-jenis sampah, serta mengetahui dampak negatif dari kebiasaan membuang sampah sembarangan. Materi disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami agar anak-anak dapat menerima pembelajaran dengan baik.

Tidak hanya melalui teori, anak-anak juga diajak berkeliling lingkungan sekolah untuk mempraktikkan secara langsung cara menjaga kebersihan. Mereka memungut sampah yang berserakan di sekitar sekolah dan membuangnya ke tempat sampah sesuai dengan jenisnya.

Kegiatan berlangsung dengan penuh antusiasme dari para siswa. Dengan pendampingan guru dan mahasiswa KKN, anak-anak terlihat aktif mengikuti setiap arahan serta bersemangat dalam menjaga kebersihan lingkungan sekolah.

Salah satu mahasiswa KKN menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat membentuk karakter disiplin dan peduli lingkungan pada anak sejak dini.

“Melalui pembiasaan sederhana seperti membuang sampah pada tempatnya, anak-anak dapat belajar bertanggung jawab terhadap kebersihan lingkungan sekitar,” ujarnya.

Pihak TK PGRI Al Ikhlas Patemon menyambut baik kegiatan ini dan berharap edukasi semacam ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan agar menjadi kebiasaan positif bagi peserta didik.

Melalui kegiatan sosialisasi kebersihan ini, mahasiswa KKN berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan nyaman, sekaligus menanamkan nilai-nilai kepedulian lingkungan kepada generasi sejak usia dini.

 

Mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember Mengajar di TPQ, Tingkatkan Minat Belajar Al-Qur’an Anak-Anak

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Jember melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan mengajar di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Darussalam pada Senin, 27 April 2026. Kegiatan ini menjadi bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung pendidikan keagamaan serta menanamkan nilai-nilai islami sejak usia dini.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN secara aktif membimbing para santri dalam membaca Al-Qur’an menggunakan metode Yanbu’a, menghafal surat-surat pendek, serta mempelajari doa-doa harian. Pembelajaran dilakukan secara bertahap agar anak-anak dapat memahami materi dengan baik sesuai kemampuan masing-masing.

Agar proses belajar menjadi lebih menarik, mahasiswa juga mengemas kegiatan dengan berbagai metode yang menyenangkan, seperti permainan edukatif, kuis islami, serta pendekatan interaktif yang membuat anak-anak lebih semangat dan tidak mudah bosan selama belajar.

Antusiasme para santri terlihat sangat tinggi selama kegiatan berlangsung. Mereka mengikuti setiap sesi pembelajaran dengan penuh semangat, keceriaan, dan rasa ingin tahu yang besar. Kehadiran mahasiswa KKN memberikan suasana baru yang membuat proses belajar menjadi lebih hidup dan menyenangkan.

Para pengajar TPQ Darussalam serta masyarakat sekitar juga menyambut baik kegiatan ini. Mereka menilai kehadiran mahasiswa KKN sangat membantu dalam proses pembelajaran karena mampu menghadirkan metode belajar yang lebih variatif dan mendekatkan anak-anak pada kegiatan keagamaan dengan cara yang lebih menarik.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an, menanamkan nilai-nilai keislaman, serta membentuk karakter religius pada anak-anak sejak dini. Pendidikan agama yang diberikan sejak usia awal diharapkan mampu menjadi pondasi kuat dalam kehidupan mereka di masa depan.

Selain memberikan manfaat bagi masyarakat, kegiatan ini juga menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam berinteraksi langsung dengan lingkungan sosial, memahami kebutuhan masyarakat, serta mengaplikasikan ilmu yang telah dipelajari selama perkuliahan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan hubungan antara mahasiswa dan masyarakat dapat terjalin semakin baik serta memberikan manfaat berkelanjutan bagi perkembangan pendidikan keagamaan di lingkungan TPQ.

Mahasiswa KKN berharap semangat belajar Al-Qur’an anak-anak terus meningkat, sehingga mereka tumbuh menjadi generasi yang berakhlak mulia, cinta Al-Qur’an, dan memiliki dasar keislaman yang kuat.

 

Mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember Gelar Senam Bersama Wali Murid di TK Khadijah 59 Purwoagung

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Jember mengadakan kegiatan senam bersama yang berpusat di halaman sekolah TK Khadijah 59 Purwoagung, Tegaldlimo, Banyuwangi. Kegiatan ini diikuti oleh puluhan wali siswa dengan penuh antusias dan semangat.

Program ini bertujuan untuk memberikan teladan langsung kepada anak-anak tentang pentingnya menerapkan pola hidup sehat sejak dini. Mahasiswa KKN menilai bahwa anak-anak cenderung belajar lebih cepat melalui contoh nyata dari orang tua mereka.

Melalui kegiatan senam bersama ini, para orang tua diajak untuk aktif bergerak dan menunjukkan bahwa olahraga merupakan aktivitas yang menyenangkan, sehat, dan dapat dilakukan bersama keluarga.

Mahasiswa KKN menjelaskan bahwa jika orang tua memiliki semangat dalam menjaga kesehatan dan rutin berolahraga, maka anak-anak akan meniru kebiasaan positif tersebut. Hal ini menjadi langkah sederhana namun efektif dalam membentuk pola hidup sehat pada anak sejak usia dini.

Selain bertujuan untuk menjaga kebugaran tubuh, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan silaturahmi antar wali murid, guru, dan pihak sekolah. Suasana kebersamaan terlihat jelas selama kegiatan berlangsung, menciptakan hubungan yang harmonis antara keluarga dan lingkungan pendidikan.

Pihak sekolah menyambut baik kegiatan ini karena dinilai mampu membangun sinergi positif antara sekolah dan orang tua dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Mahasiswa KKN berharap kegiatan senam bersama ini tidak hanya menjadi kegiatan sesaat, tetapi dapat dijadikan agenda rutin setiap bulan sebagai bagian dari budaya hidup sehat di lingkungan sekolah.

“Anak hebat berawal dari orang tua yang sehat. Kami ingin membangun energi positif antara sekolah dan keluarga agar tumbuh kembang anak menjadi lebih optimal,” ungkap salah satu mahasiswa KKN.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan kesadaran akan pentingnya kesehatan fisik dan kebersamaan keluarga semakin meningkat, sehingga tercipta lingkungan pendidikan yang sehat, harmonis, dan mendukung perkembangan anak secara menyeluruh.

 

Mahasiswa KKN Gelar Proyek Pembuatan Mebel Kayu sebagai Upaya Peningkatan Keterampilan dan Peluang Usaha

Mebel kayu merupakan salah satu kebutuhan penting dalam kehidupan sehari-hari, baik untuk keperluan rumah tangga, perkantoran, maupun fasilitas umum. Selain memiliki nilai fungsi, mebel juga memiliki nilai estetika yang mampu memperindah suatu ruangan.

Melihat besarnya kebutuhan masyarakat terhadap produk mebel, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) melaksanakan proyek pembuatan mebel kayu sebagai bentuk pengembangan keterampilan sekaligus upaya membuka peluang usaha yang bernilai ekonomi.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai proses pembuatan mebel kayu yang baik dan benar agar menghasilkan produk yang berkualitas serta memiliki nilai jual tinggi. Program ini juga menjadi sarana pembelajaran praktik bagi mahasiswa dalam memahami dunia usaha berbasis keterampilan.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa mempelajari berbagai tahapan penting dalam proses pembuatan mebel kayu, mulai dari perencanaan desain hingga tahap finishing akhir. Perencanaan desain dilakukan dengan menentukan bentuk, ukuran, dan fungsi mebel yang akan dibuat, seperti meja, kursi, lemari, maupun tempat tidur.

Tahap selanjutnya adalah pemilihan bahan baku. Kayu yang digunakan dipilih berdasarkan kualitas, kekuatan, dan kesesuaiannya dengan kebutuhan produk. Jenis kayu yang umum digunakan antara lain kayu jati, mahoni, dan pinus.

Setelah bahan dipilih, proses dilanjutkan dengan pemotongan kayu sesuai ukuran desain menggunakan alat seperti gergaji, mesin serut, bor, pahat, palu, dan amplas. Ketelitian dalam tahap ini sangat menentukan hasil akhir produk.

Bagian-bagian kayu kemudian dirakit menggunakan paku, lem kayu, atau teknik sambungan khusus agar menghasilkan struktur yang kuat dan tahan lama. Setelah proses perakitan selesai, permukaan kayu diamplas agar halus, rapi, dan siap memasuki tahap finishing.

Tahap finishing dilakukan dengan pemberian cat atau pelitur untuk melindungi permukaan kayu sekaligus memperindah tampilan mebel. Finishing yang baik menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas dan daya tarik produk di pasaran.

Mahasiswa juga mempelajari bahwa peningkatan kualitas produk mebel dapat dilakukan dengan menggunakan bahan baku berkualitas, memperhatikan detail pengerjaan, menggunakan teknik sambungan yang kuat, serta mengikuti perkembangan tren desain terbaru.

Melalui proyek ini, mahasiswa KKN berharap dapat menumbuhkan jiwa wirausaha serta meningkatkan keterampilan praktis yang bermanfaat dalam dunia kerja maupun usaha mandiri di masa depan.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pembuatan mebel kayu bukan hanya membutuhkan keterampilan teknis, tetapi juga ketelitian, kreativitas, dan inovasi agar m

 

 

Mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember Tanamkan Kesadaran Pemilahan Sampah Sejak Dini di PAUD Miftahul Ulum

Kesadaran menjaga lingkungan perlu ditanamkan sejak usia dini sebagai langkah awal membentuk generasi yang peduli terhadap kebersihan dan kelestarian alam. Melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN), mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jember melaksanakan program edukasi tentang pemilahan sampah di PAUD Miftahul Ulum, Kecamatan Banyuates.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan anak-anak usia dini pada pentingnya memilah sampah sebagai langkah sederhana namun memiliki dampak besar bagi keberlanjutan lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, anak-anak diajak mengikuti pembelajaran tematik mengenai sampah dengan suasana yang menyenangkan dan interaktif. Mereka diperkenalkan pada berbagai jenis sampah, seperti sampah organik, anorganik, dan sampah berbahaya.

Mahasiswa KKN menggunakan media gambar, permainan warna, serta praktik langsung agar anak-anak lebih mudah memahami materi. Melalui pendekatan yang sederhana dan menyenangkan, anak-anak tampak antusias mengikuti setiap sesi pembelajaran.

Salah satu metode yang digunakan adalah mengenalkan warna tempat sampah sesuai jenisnya. Anak-anak belajar membedakan sampah berdasarkan warna tempat sampah, sehingga mereka dapat memahami konsep dasar pemilahan sampah tanpa merasa terbebani.

Selain itu, kegiatan ini juga dilengkapi dengan praktik langsung. Anak-anak diminta memilah berbagai jenis sampah seperti sisa makanan, kertas, plastik, dan bungkus makanan ke dalam wadah yang telah disediakan sesuai kategorinya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap pemahaman tentang kebersihan lingkungan tidak hanya menjadi pengetahuan sesaat, tetapi dapat tumbuh menjadi kebiasaan positif yang terus dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menanamkan nilai tanggung jawab dan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini. Anak-anak diajak memahami bahwa menjaga kebersihan bukan hanya tugas orang dewasa, tetapi juga dapat dimulai dari diri sendiri melalui tindakan kecil seperti membuang dan memilah sampah dengan benar.

Para guru dan orang tua menyambut baik kegiatan ini karena dinilai sangat bermanfaat dalam membentuk karakter anak yang peduli terhadap lingkungan sejak usia dini.

Mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember berharap program ini dapat menjadi langkah awal dalam menciptakan budaya hidup bersih dan sehat di lingkungan sekolah maupun rumah.

Melalui edukasi sederhana ini, diharapkan anak-anak tumbuh menjadi generasi yang mencintai lingkungannya dan memiliki kesadaran untuk menjaga bumi agar tetap bersih, sehat, dan berkelanjutan di masa depan.

 

Mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember Gelar Edukasi Pola Pengasuhan Positif pada Anak Usia Dini

Pentingnya pola asuh yang tepat dalam mendukung tumbuh kembang anak usia dini menjadi perhatian utama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Jember. Melalui program pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa KKN melaksanakan kegiatan edukasi bertema “Pola Pengasuhan Positif pada Anak Usia Dini” yang bertempat di PAUD Anna Husada pada Kamis, 30 April 2026.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman orang tua mengenai pentingnya pola pengasuhan yang tepat dalam membentuk karakter, perkembangan emosional, serta kemampuan sosial anak sejak usia dini.

Program ini diikuti oleh para orang tua yang memiliki anak usia dini di lingkungan setempat. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN menyampaikan materi secara komunikatif dan interaktif agar mudah dipahami oleh peserta.

Materi yang disampaikan meliputi pentingnya peran orang tua dalam perkembangan anak, komunikasi yang baik antara orang tua dan anak, penerapan disiplin positif, serta pentingnya menyediakan waktu berkualitas antara orang tua dan anak dalam kehidupan sehari-hari.

Mahasiswa KKN menjelaskan bahwa pola pengasuhan positif bukan berarti memanjakan anak, tetapi bagaimana orang tua mampu membimbing anak dengan penuh kasih sayang, kesabaran, serta memberikan batasan yang jelas tanpa menggunakan kekerasan fisik maupun verbal.

Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman bahwa komunikasi yang baik menjadi fondasi penting dalam membangun hubungan emosional yang sehat antara orang tua dan anak. Anak yang merasa didengar dan dihargai cenderung memiliki rasa percaya diri yang lebih baik.

Kegiatan ini juga dilengkapi dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Para peserta tampak antusias mengikuti jalannya kegiatan, yang terlihat dari banyaknya pertanyaan serta pengalaman yang dibagikan terkait pola pengasuhan yang selama ini diterapkan di rumah.

Salah satu peserta menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat karena memberikan wawasan baru mengenai cara mendidik anak dengan pendekatan yang lebih sabar, lembut, dan penuh perhatian.

Mahasiswa KKN berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak jangka panjang bagi para orang tua, khususnya dalam menciptakan lingkungan keluarga yang harmonis dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Dengan diterapkannya pola pengasuhan positif, diharapkan anak-anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, percaya diri, memiliki kecerdasan emosional yang baik, serta mampu berkembang secara fisik, sosial, emosional, dan kognitif secara seimbang.

Program ini menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan keluarga melalui edukasi sederhana namun memiliki dampak besar bagi masa depan anak.

 

Kamis, 30 April 2026

Mahasiswa KKN Mandiri Universitas Muhammadiyah Jember Gelar Sosialisasi Imunisasi Lengkap di TK Nurul Islam Situbondo

Anak usia dini merupakan generasi penerus bangsa yang perlu mendapatkan perhatian serius, terutama dalam hal kesehatan. Salah satu upaya penting untuk menjaga kesehatan anak adalah melalui imunisasi lengkap sebagai bentuk perlindungan dari berbagai penyakit berbahaya.

Melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jember melaksanakan sosialisasi dan pendampingan administrasi pembuatan sertifikat imunisasi di TK Nurul Islam, Kecamatan Kapongan, Kabupaten Situbondo, pada Rabu, 6 Mei 2026.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran orang tua mengenai pentingnya imunisasi lengkap bagi anak serta membantu mereka memahami proses administrasi dalam pengurusan sertifikat imunisasi sebagai dokumen pendukung pendidikan.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN menjelaskan bahwa imunisasi merupakan proses pemberian vaksin untuk meningkatkan kekebalan tubuh terhadap penyakit tertentu seperti campak, polio, difteri, hepatitis, dan berbagai penyakit menular lainnya.

Imunisasi memiliki banyak manfaat, antara lain mencegah penyakit menular berbahaya, mengurangi risiko kecacatan dan kematian pada anak, membentuk kekebalan kelompok (herd immunity), serta mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Anak yang mendapatkan imunisasi lengkap cenderung lebih sehat, aktif, dan siap mengikuti kegiatan pembelajaran di sekolah. Oleh karena itu, pemahaman orang tua mengenai pentingnya imunisasi menjadi hal yang sangat penting.

Selain aspek kesehatan, mahasiswa juga memberikan edukasi mengenai pentingnya sertifikat imunisasi sebagai bukti administratif bahwa anak telah mendapatkan imunisasi sesuai jadwal. Sertifikat ini sering menjadi salah satu syarat dalam proses pendaftaran sekolah.

Namun, masih banyak orang tua yang belum memahami cara pengurusan sertifikat imunisasi tersebut. Oleh sebab itu, mahasiswa KKN memberikan pendampingan langsung mulai dari pengecekan data, kelengkapan dokumen, hingga proses administrasi yang dibutuhkan.

Kegiatan ini menyasar para orang tua peserta didik di TK Nurul Islam dan dilaksanakan dalam bentuk sosialisasi, edukasi jadwal imunisasi sesuai usia anak, pendampingan administrasi, serta sesi diskusi dan tanya jawab.

Melalui sesi diskusi, para orang tua diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan dan kendala yang mereka hadapi terkait imunisasi maupun dokumen kesehatan anak.

Kegiatan ini mendapatkan respon positif dari para wali murid. Mereka merasa terbantu karena mendapatkan pemahaman yang lebih jelas mengenai pentingnya imunisasi lengkap dan tata cara pengurusan sertifikat imunisasi.

Hasil dari kegiatan ini menunjukkan meningkatnya kesadaran orang tua terhadap kesehatan anak, tertibnya penyimpanan dokumen kesehatan, serta semakin mudahnya proses pengurusan sertifikat imunisasi.

Mahasiswa KKN berharap melalui kegiatan ini tidak ada lagi anak yang tertinggal dalam mendapatkan imunisasi maupun dokumen pendukungnya, sehingga setiap anak dapat tumbuh sehat, cerdas, dan siap menghadapi masa depan.

Imunisasi lengkap merupakan langkah nyata dalam mewujudkan generasi yang sehat dan berkualitas. Dukungan dari orang tua, tenaga pendidik, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam memastikan setiap anak mendapatkan hak kesehatannya secara optimal.

Mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember Gelar Penanaman TOGA Bersama Murid dan Wali Murid di TK Nurur Rohmah

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Jember melaksanakan kegiatan penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) bersama murid, guru, dan wali murid di TK Nurur Rohmah, Desa Curah Dringu, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, pada Senin, 27 April 2026.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan tanaman obat kepada anak sejak dini, menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan, serta memberikan edukasi kepada wali murid mengenai pentingnya pemanfaatan tanaman obat keluarga dalam kehidupan sehari-hari.

Program ini diikuti oleh siswa-siswi TK Nurur Rohmah, para wali murid, serta dewan guru dengan penuh antusias dan semangat kebersamaan. Acara diawali dengan pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai manfaat TOGA serta peran tanaman obat dalam menjaga kesehatan keluarga secara alami.

Mahasiswa KKN menjelaskan bahwa tanaman obat keluarga dapat menjadi alternatif pengobatan sederhana yang mudah ditanam di lingkungan rumah maupun sekolah. Selain itu, keberadaan tanaman TOGA juga dapat memperindah lingkungan dan menciptakan suasana yang lebih hijau dan sehat.

Adapun jenis tanaman yang ditanam dalam kegiatan ini antara lain jahe, kunyit, kencur, dan serai. Tanaman-tanaman tersebut dipilih karena mudah dibudidayakan dan memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, seperti membantu meningkatkan daya tahan tubuh, meredakan masuk angin, serta menjaga kesehatan pencernaan.

Mahasiswa KKN bersama guru memberikan contoh secara langsung mengenai cara menanam yang baik dan benar, mulai dari menyiapkan media tanam, proses penanaman bibit, hingga cara perawatan sederhana agar tanaman dapat tumbuh dengan baik.

Anak-anak terlihat sangat antusias mengikuti setiap proses penanaman. Mereka belajar mengenal jenis tanaman sekaligus berinteraksi langsung dengan alam. Para wali murid juga turut aktif berpartisipasi dalam kegiatan tersebut, sehingga tercipta suasana belajar yang menyenangkan dan edukatif.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap anak-anak dapat lebih mencintai lingkungan serta memahami pentingnya menjaga kesehatan melalui pemanfaatan tanaman herbal sejak usia dini.

Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kerja sama antara sekolah dan orang tua dalam mendukung pembelajaran anak di luar kelas, khususnya dalam menanamkan kebiasaan hidup sehat dan peduli lingkungan.

Selama kegiatan berlangsung, suasana penuh semangat dan kebersamaan sangat terasa. Program ini tidak hanya menjadi sarana edukasi, tetapi juga mempererat hubungan antara mahasiswa KKN, guru, dan wali murid.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan sesi foto sebagai dokumentasi, menandai keberhasilan pelaksanaan program penanaman TOGA yang bermanfaat bagi seluruh warga sekolah.

Connect