Senin, 04 Mei 2026

Mahasiswa KKN RPL Unmuh Jember Gelar Pemberdayaan Perempuan melalui Sosialisasi Pembuatan Ikan Asin di Desa Batah Barat


Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Universitas Muhammadiyah Jember, Uun Munawaroh (NIM 2510274012), melaksanakan kegiatan pemberdayaan perempuan bersama masyarakat pesisir Desa Batah Barat, Kecamatan Kwanyar, Kabupaten Bangkalan, pada Senin (4/5/2026).

Kegiatan ini mengusung tema “Pemberdayaan Wanita dalam Proses Tradisional yang Sederhana namun Penuh Nilai Ekonomi” dengan fokus pada pemanfaatan hasil laut nelayan menjadi olahan ikan asin yang memiliki nilai jual lebih tinggi.

Sebagai wilayah pesisir, Desa Batah Barat memiliki hasil tangkapan ikan yang melimpah. Namun, tidak jarang hasil laut tersebut memiliki harga jual rendah ketika dijual secara langsung. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berupaya memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya kaum perempuan, tentang cara mengolah ikan menjadi ikan asin sebagai salah satu solusi peningkatan ekonomi keluarga.

Pengolahan ikan asin dipilih karena selain menjadi bagian dari identitas masyarakat pesisir, produk ini juga memiliki daya tahan lebih lama serta peluang pasar yang cukup luas. Dengan proses yang sederhana namun tepat, ikan asin dapat menjadi sumber penghasilan tambahan yang menjanjikan bagi masyarakat setempat.

Rangkaian kegiatan diikuti oleh ibu-ibu warga Desa Batah Barat, wali murid, serta murid TK PGRI 1 Batah Barat. Mahasiswa KKN berperan sebagai penggerak utama dalam pelaksanaan kegiatan, mulai dari sosialisasi pemilihan jenis ikan yang tepat, proses pembersihan, teknik penggaraman, penjemuran, hingga tahap pengemasan dan strategi penjualan ikan asin.

Selama kegiatan berlangsung, peserta terlihat sangat antusias mengikuti setiap tahapan. Para ibu rumah tangga aktif berdiskusi dan berbagi pengalaman seputar pengolahan hasil laut yang biasa mereka lakukan sehari-hari.

Mahasiswa KKN menjelaskan bahwa melalui keterampilan sederhana ini, masyarakat dapat meningkatkan nilai jual ikan hasil tangkapan sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi keluarga. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat kebersamaan antarwarga dan menumbuhkan semangat gotong royong dalam membangun potensi desa.

Kegiatan ini mendapat apresiasi tinggi dari masyarakat, khususnya ibu-ibu, wali murid, murid TK, hingga kepala desa setempat. Kepala desa menyambut baik program tersebut dan berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan.

Bahkan, kepala desa menyarankan agar program ini dapat dikolaborasikan dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) agar pengelolaan serta pemasaran ikan asin dapat berjalan lebih terstruktur dan memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN RPL Universitas Muhammadiyah Jember kembali menunjukkan peran aktifnya sebagai agen perubahan di tengah masyarakat. Tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga menghadirkan solusi nyata dalam pemberdayaan perempuan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.

 

Mahasiswa KKN RPL Universitas Muhammadiyah Jember Gelar Edukasi Cuci Tangan dan Gosok Gigi di TK Dharma Wanita Panggungrejo 01

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Universitas Muhammadiyah Jember, Ika Zuliana (NIM 2510274090), melaksanakan kegiatan edukasi cuci tangan dan gosok gigi bagi siswa TK Dharma Wanita Panggungrejo 01 sebagai upaya menanamkan perilaku hidup bersih dan sehat sejak usia dini.

Kesehatan anak usia dini menjadi faktor penting dalam mendukung tumbuh kembang yang optimal. Pada usia taman kanak-kanak, anak berada pada fase belajar melalui kebiasaan dan peniruan. Oleh karena itu, pembiasaan menjaga kebersihan diri seperti mencuci tangan dan menggosok gigi perlu dikenalkan sejak dini agar menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Kurangnya kesadaran anak dalam menjaga kebersihan diri dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti gigi berlubang, sakit perut, hingga penyakit akibat kuman. Melalui edukasi ini, mahasiswa KKN berupaya memberikan pemahaman sederhana namun penting tentang cara menjaga kesehatan diri dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami anak-anak.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan anak mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri, mengajarkan cara menggosok gigi yang baik dan benar, serta langkah-langkah mencuci tangan pakai sabun secara tepat. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan membiasakan anak menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam aktivitas sehari-hari.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN menggunakan beberapa metode edukatif, seperti ceramah sederhana dengan bahasa yang mudah dipahami anak, demonstrasi langsung, praktik bersama, sesi tanya jawab, serta penggunaan media edukatif berupa gambar dan video agar pembelajaran lebih menarik.

Mahasiswa terlebih dahulu menjelaskan pentingnya mencuci tangan sebelum makan, setelah bermain, dan setelah dari kamar mandi. Selanjutnya, anak-anak diajak mempraktikkan enam langkah cuci tangan pakai sabun dengan benar.

Selain itu, edukasi gosok gigi juga dilakukan dengan memperagakan cara menyikat gigi yang baik, mulai dari membersihkan bagian depan, belakang, hingga sela-sela gigi. Anak-anak kemudian mengikuti praktik secara langsung dengan penuh antusias.

Suasana kegiatan berlangsung menyenangkan dan interaktif. Anak-anak terlihat aktif menjawab pertanyaan, mengikuti arahan, serta bersemangat saat mempraktikkan cara mencuci tangan dan menggosok gigi. Pendekatan belajar sambil bermain membuat mereka lebih mudah memahami materi yang diberikan.

Kegiatan ini memberikan banyak manfaat, antara lain membantu anak memahami pentingnya menjaga kebersihan diri, mencegah penyakit sejak dini seperti gigi berlubang dan infeksi, serta membentuk kebiasaan hidup sehat sejak kecil. Selain itu, kegiatan ini juga meningkatkan peran guru dan orang tua dalam membimbing anak untuk terus menerapkan kebiasaan baik tersebut di rumah maupun di sekolah.

Melalui edukasi ini, mahasiswa KKN berharap anak-anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang sehat, mandiri, dan memiliki kesadaran tinggi terhadap pentingnya kebersihan diri. Dengan pembiasaan yang dilakukan sejak dini, perilaku hidup bersih dan sehat dapat menjadi fondasi penting bagi masa depan anak yang lebih baik.

 

Mahasiswa KKN RPL Universitas Muhammadiyah Jember Edukasi Pemilahan Sampah Organik dan Anorganik di TK Dharma Wanita Panggungrejo 02

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Universitas Muhammadiyah Jember, Nuryanti (NIM 2510274071), melaksanakan kegiatan edukasi pemilahan sampah organik dan anorganik di TK Dharma Wanita Panggungrejo 02 sebagai upaya menanamkan kesadaran menjaga lingkungan sejak usia dini.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman anak-anak tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, mengenalkan perbedaan antara sampah organik dan anorganik, serta melatih siswa agar terbiasa membuang sampah pada tempatnya sesuai jenisnya.

Sampah organik merupakan sampah yang berasal dari bahan alami dan mudah terurai oleh mikroorganisme, seperti sisa makanan, daun kering, dan kulit buah. Sementara itu, sampah anorganik berasal dari bahan non-alami atau hasil olahan manusia yang sulit terurai, seperti plastik, kaca, dan kaleng.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN menggunakan metode edukatif dan interaktif agar materi mudah dipahami oleh anak-anak. Kegiatan diawali dengan penyuluhan sederhana menggunakan bahasa yang ringan dan mudah dimengerti. Selain itu, media visual seperti gambar dan warna berbeda pada tempat sampah juga digunakan untuk membantu anak mengenali jenis-jenis sampah.

Dua tempat sampah dengan warna berbeda disiapkan, misalnya warna hijau untuk sampah organik dan warna kuning untuk sampah anorganik. Anak-anak kemudian diajak untuk mempraktikkan langsung cara memilah sampah sesuai contoh yang telah diberikan.

Tidak hanya itu, kegiatan juga dilengkapi dengan permainan edukatif untuk meningkatkan minat belajar dan partisipasi siswa. Melalui permainan tersebut, anak-anak menjadi lebih antusias dan aktif mengikuti setiap instruksi yang diberikan.

Selama kegiatan berlangsung, siswa terlihat sangat bersemangat. Mereka mulai memahami perbedaan antara sampah organik dan anorganik serta mampu memilah sampah dengan baik. Pendekatan belajar sambil bermain terbukti efektif dalam menanamkan kebiasaan positif kepada anak usia dini.

Kegiatan ini memberikan berbagai manfaat, di antaranya meningkatkan kepedulian lingkungan sejak dini, membantu menciptakan lingkungan sekolah yang bersih dan sehat, menanamkan kebiasaan baik dalam kehidupan sehari-hari, serta mengurangi jumlah sampah yang tercampur.

Mahasiswa KKN berharap melalui kegiatan sederhana ini, anak-anak dapat terus menerapkan kebiasaan memilah sampah tidak hanya di sekolah, tetapi juga di rumah bersama keluarga. Dukungan dari guru dan orang tua sangat penting agar pembiasaan ini dapat berjalan secara berkelanjutan.

Sekolah juga diharapkan dapat menyediakan fasilitas tempat sampah terpilah secara permanen agar siswa semakin terbiasa menjaga kebersihan lingkungan. Dengan edukasi sejak dini, generasi muda dapat tumbuh menjadi pribadi yang peduli terhadap lingkungan dan memiliki tanggung jawab sosial yang tinggi.

 

Mahasiswa KKN RPL Universitas Muhammadiyah Jember Gelar Program “Dari Receh Jadi Berkah” di TK Muslimat NU 127

Kreativitas sederhana mampu membawa dampak besar. Hal inilah yang terlihat dalam kegiatan edukatif bertajuk “Dari Receh Jadi Berkah” yang dilaksanakan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Universitas Muhammadiyah Jember di TK Muslimat NU 127.

Program ini mengajak siswa untuk belajar menabung sejak dini melalui pemanfaatan botol bekas sebagai celengan, dengan dukungan penuh dari orang tua. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk edukasi karakter yang menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini.

Mahasiswa KKN membuat celengan dari botol plastik bekas yang kemudian dihias dengan warna-warna menarik agar lebih disukai anak-anak. Celengan tersebut dibagikan kepada seluruh siswa sebagai media pembelajaran menabung yang sederhana namun bermakna.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN sekaligus bertindak sebagai moderator dan menyampaikan bahwa program ini tidak hanya bertujuan mengenalkan konsep menabung, tetapi juga membangun kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari.

“Anak-anak belajar bahwa uang receh yang sering dianggap sepele ternyata bisa menjadi sesuatu yang bermanfaat jika dikumpulkan secara konsisten,” ujarnya.

Kolaborasi dengan orang tua menjadi kunci utama keberhasilan program ini. Para orang tua berperan aktif dalam mendampingi anak-anak di rumah dengan mengingatkan mereka untuk rutin menabung. Selain itu, komunikasi antara guru dan wali murid terus dijalin untuk memantau perkembangan kebiasaan menabung anak.

Melalui kegiatan ini, anak-anak tidak hanya belajar menyimpan uang, tetapi juga memahami nilai kesabaran, tanggung jawab, dan pentingnya kebiasaan hidup hemat. Penggunaan botol bekas sebagai celengan juga menjadi bentuk edukasi sederhana tentang pemanfaatan barang bekas dan kepedulian terhadap lingkungan.

Dalam jangka panjang, hasil tabungan anak-anak direncanakan akan digunakan untuk kegiatan sosial sederhana, seperti berbagi kepada teman yang membutuhkan atau kegiatan amal lainnya. Langkah ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa empati serta kepedulian sosial sejak dini.

Program “Dari Receh Jadi Berkah” menjadi bukti bahwa pembelajaran bermakna dapat dimulai dari hal-hal kecil di sekitar anak. Dengan melibatkan peran aktif keluarga dan sekolah, kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat bagi siswa, tetapi juga mempererat hubungan antara orang tua, guru, dan anak.

Melalui program ini, mahasiswa KKN RPL Universitas Muhammadiyah Jember berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam membentuk generasi yang mandiri, peduli, dan memiliki kebiasaan baik untuk masa depan yang lebih cerah.

 


Mahasiswa KKN RPL Universitas Muhammadiyah Jember Gelar Program Penghijauan dan Edukasi Lingkungan di TK Insan Permata

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) Universitas Muhammadiyah Jember melaksanakan program bertajuk “Menanam Kasih Sayang, Menuai Kebersamaan: Program Penghijauan dan Edukasi Lingkungan di TK Insan Permata” sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat sekaligus upaya menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan menyenangkan bagi anak usia dini.

Program ini diprakarsai oleh Sukarno, mahasiswa PG PAUD dengan NIM 2510274120, dan melibatkan guru, wali murid, serta seluruh siswa TK Insan Permata. Kegiatan ini bertujuan untuk memperindah lingkungan sekolah, mengenalkan pentingnya menjaga alam sejak dini, serta membangun kerja sama yang harmonis antara mahasiswa, pihak sekolah, dan orang tua.

Lingkungan sekolah yang bersih, hijau, dan asri dinilai sangat berpengaruh terhadap kenyamanan proses belajar mengajar, khususnya bagi anak-anak usia dini. Oleh karena itu, mahasiswa KKN menghadirkan program penghijauan yang tidak hanya berfokus pada penanaman tanaman, tetapi juga edukasi lingkungan melalui pemanfaatan barang bekas menjadi media tanam yang kreatif dan bermanfaat.

Kegiatan diawali dengan tahap persiapan berupa survei lokasi, diskusi dengan pihak sekolah, serta pengumpulan alat dan bahan seperti botol bekas, tanah, bibit tanaman, cat, dan perlengkapan pendukung lainnya. Botol bekas air mineral kemudian diolah menjadi pot tanaman yang dicat dan dihias agar menarik bagi anak-anak.

Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan pengisian media tanam berupa tanah subur ke dalam pot yang telah dibuat. Anak-anak bersama guru dan mahasiswa kemudian melakukan proses penanaman bibit tanaman secara langsung. Mereka juga diajak untuk melakukan penyiraman sebagai tahap awal perawatan tanaman.

Mahasiswa KKN menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, gotong royong, serta kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini. Anak-anak belajar bahwa tanaman membutuhkan tanah, air, dan sinar matahari untuk tumbuh, sekaligus melatih motorik halus dan kepekaan sensorik mereka melalui aktivitas langsung.

Selain manfaat edukatif, kegiatan ini juga menghasilkan dampak fisik berupa puluhan pot bunga dari bahan daur ulang yang ditempatkan di area sekolah. Tanaman hias tersebut mempercantik tampilan sekolah, membuat suasana lebih sejuk, serta menjadi simbol nyata pengurangan sampah plastik melalui pemanfaatan ulang barang bekas.

Suasana kebersamaan sangat terasa saat kegiatan penutupan berlangsung. Mahasiswa, guru, wali murid, dan anak-anak berkumpul bersama untuk melihat hasil akhir kegiatan sekaligus melakukan dokumentasi bersama. Momen ini menjadi bukti bahwa program penghijauan tidak hanya menciptakan lingkungan yang lebih baik, tetapi juga mempererat hubungan sosial antar seluruh elemen sekolah.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN RPL Universitas Muhammadiyah Jember berharap budaya peduli lingkungan dapat terus tumbuh dan menjadi bagian dari pembelajaran sehari-hari di TK Insan Permata. Program ini diharapkan menjadi langkah awal menuju sekolah yang lebih hijau, sehat, dan penuh semangat kebersamaan.

Mahasiswa KKN Kenalkan Baju Adat kepada Anak TK PKK Sumber III

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Jember melaksanakan kegiatan edukatif bertajuk “Mengenal Baju Adat di TK PKK Sumber III” pada Selasa (21/4/2026) di TK PKK Sumber III, Desa Curahdringu, Kabupaten Probolinggo.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan keberagaman budaya Indonesia kepada anak-anak sejak usia dini melalui pengenalan pakaian adat dari berbagai daerah di Nusantara. Program ini menjadi salah satu bentuk pembelajaran budaya yang menyenangkan sekaligus menanamkan rasa cinta tanah air kepada peserta didik.

Baju adat merupakan pakaian tradisional yang mencerminkan budaya dan identitas suatu daerah. Setiap daerah di Indonesia memiliki ciri khas tersendiri, seperti pakaian adat dari Jawa, Bali, Sumatera, hingga Papua. Melalui kegiatan ini, anak-anak diajak untuk mengenal berbagai jenis pakaian adat beserta keunikan yang dimilikinya.

Dalam pelaksanaannya, anak-anak diperkenalkan dengan pakaian adat seperti kebaya sederhana untuk perempuan dan beskap untuk laki-laki dari Jawa, serta pakaian adat Bali lengkap dengan selendang dan udeng. Pakaian adat yang dikenalkan dibuat lebih sederhana, nyaman, dan berwarna cerah agar sesuai dengan karakter anak-anak yang aktif dan ceria.

Selain pengenalan pakaian adat, kegiatan juga diisi dengan penampilan anak-anak menyanyikan lagu Ibu Kita Kartini sebagai bentuk peringatan Hari Kartini sekaligus menambah semangat nasionalisme. Anak-anak terlihat antusias mengikuti kegiatan dan percaya diri saat tampil di depan teman-temannya.

Mahasiswa KKN menyampaikan bahwa penggunaan baju adat di lingkungan TK memiliki manfaat edukatif yang besar. Anak-anak tidak hanya belajar tentang keberagaman budaya Indonesia, tetapi juga diajarkan untuk menghargai perbedaan, menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya bangsa, serta meningkatkan keberanian tampil di depan umum.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan kecintaan terhadap budaya Indonesia sejak dini. Anak-anak dapat belajar bahwa Indonesia memiliki banyak budaya yang indah dan harus dijaga bersama,” ujar mahasiswa KKN.

Pihak sekolah menyambut baik kegiatan ini dan berharap program serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan anak-anak dapat tumbuh menjadi generasi yang mencintai budaya bangsa dan memiliki rasa bangga terhadap identitas nasionalnya.

 

TELKOTEL Ikan Tenggiri, Inovasi Camilan Khas Desa Bandaran

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Jember menghadirkan inovasi olahan hasil laut berupa TELKOTEL Ikan Tenggiri bersama masyarakat Desa Bandaran, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, Jumat (1/5/2026) pukul 09.00 WIB.

Kegiatan ini melibatkan ibu-ibu rumah tangga serta anak-anak dalam suasana kolaboratif dan edukatif. Program tersebut bertujuan untuk meningkatkan kreativitas masyarakat dalam mengolah potensi lokal, khususnya ikan tenggiri yang melimpah di wilayah pesisir Desa Bandaran.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN memberikan pendampingan secara langsung mulai dari proses persiapan bahan, pengolahan adonan, hingga teknik penyajian dan pengemasan produk. Peserta juga mendapatkan edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan dalam pengolahan makanan serta peluang pemasaran produk rumahan agar memiliki nilai jual yang lebih tinggi.

Sejalan dengan program pengabdian kepada masyarakat, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada praktik pembuatan makanan, tetapi juga pada pemberdayaan ekonomi masyarakat. Mahasiswa KKN berupaya menumbuhkan kesadaran bahwa hasil laut lokal dapat diolah menjadi produk inovatif yang berpotensi menjadi usaha rumahan berkelanjutan.

Salah satu mahasiswa KKN menyampaikan bahwa inovasi TELKOTEL ini diharapkan dapat menjadi produk khas Desa Bandaran. “Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong masyarakat agar lebih kreatif dalam memanfaatkan hasil laut sehingga memiliki nilai jual yang lebih tinggi,” ujarnya.

Masyarakat menyambut baik kegiatan tersebut dan terlihat antusias mengikuti setiap tahapan pembuatan. Ibu-ibu rumah tangga aktif berpartisipasi dalam proses pengolahan, sementara anak-anak juga ikut belajar mengenal potensi hasil laut daerah mereka.

Dengan adanya inovasi ini, diharapkan TELKOTEL Ikan Tenggiri dapat berkembang menjadi usaha rumahan yang berkelanjutan serta mampu meningkatkan perekonomian masyarakat desa.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember kembali menunjukkan perannya sebagai agen perubahan yang tidak hanya hadir memberikan edukasi, tetapi juga berkontribusi nyata dalam pengembangan potensi lokal masyarakat.

Tekan Pernikahan Anak, Mahasiswa KKN UM Jember Gelar Sarasehan di Dusun Kepoh

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Jember, Supinah (NIM 2510274089), menggelar sarasehan bertajuk “Peran Orang Tua dalam Mencegah Perkawinan Usia Dini” di Dusun Kepoh, Desa Bulumargi, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, Minggu (3/5/2026).

Kegiatan ini menghadirkan narasumber Ibu Anis Suadah, M.Pd., dari Penyuluh KUA Kecamatan Babat, dengan tujuan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pendewasaan usia perkawinan demi masa depan generasi muda yang lebih baik dan berkualitas.

Dalam penyampaian materinya, Anis Suadah menegaskan bahwa orang tua memiliki peran utama dalam mencegah pernikahan usia dini. Menurutnya, kesiapan fisik, mental, dan ekonomi merupakan fondasi penting yang harus dipersiapkan sebelum memasuki kehidupan rumah tangga.

“Pencegahan ini bukan sekadar mematuhi undang-undang, tetapi tentang melindungi hak anak untuk tumbuh, belajar, dan berkembang secara optimal. Orang tua harus hadir sebagai teman diskusi yang nyaman agar anak tidak salah mengambil keputusan,” ujarnya di hadapan warga yang hadir.

Selama sarasehan berlangsung, peserta diajak memahami berbagai risiko yang dapat muncul akibat pernikahan dini, mulai dari masalah kesehatan reproduksi, dampak psikologis, hingga tantangan ekonomi dalam kehidupan berumah tangga. Penyampaian materi dilakukan secara komunikatif dan interaktif sehingga warga dapat lebih mudah memahami pentingnya pendewasaan usia perkawinan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja individu Supinah dalam rangka pengabdian masyarakat melalui KKN Universitas Muhammadiyah Jember. Program tersebut lahir sebagai bentuk kepedulian terhadap masih adanya praktik pernikahan usia dini di lingkungan pedesaan.

Melalui sarasehan ini, diharapkan masyarakat Dusun Kepoh, khususnya para orang tua, memiliki pemahaman yang lebih matang dalam mendampingi dan membimbing anak-anak mereka agar dapat merencanakan masa depan dengan lebih baik.

Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab serta pemberian informasi tambahan mengenai layanan konsultasi keluarga yang tersedia di KUA Kecamatan Babat. Warga menyambut kegiatan ini dengan antusias dan berharap edukasi serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan.

Kolaborasi Sekolah dan Orang Tua Bersama Mahasiswa KKN Unmuh Jember dalam Pemanfaatan Pekarangan dan Galon Bekas untuk Menanam Sayuran sebagai Upaya Ketahanan Pangan Keluarga

Dalam upaya menanamkan nilai kepedulian lingkungan, kemandirian, serta kesadaran akan pentingnya ketahanan pangan keluarga sejak usia dini, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Jember mengadakan kegiatan menanam sayuran dengan memanfaatkan botol dan galon bekas di pekarangan TK Al Hidayah Modangan, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, Senin (27/4/2026).

Kegiatan ini menjadi momen istimewa karena melibatkan kolaborasi aktif antara pihak sekolah dengan orang tua murid. Sejak pagi hari, suasana sekolah dipenuhi semangat kebersamaan. Para orang tua hadir mendampingi anak-anak mereka sambil membawa galon bekas yang telah dikumpulkan dari rumah. Barang-barang yang sebelumnya dianggap tidak terpakai tersebut kemudian diolah menjadi media tanam yang kreatif dan ramah lingkungan.

Kegiatan diawali dengan sosialisasi dari mahasiswa KKN bersama Kepala TK Al Hidayah Modangan, Ibu Desi Nurhayati. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan sebagai pembelajaran praktik bercocok tanam, tetapi juga sebagai langkah kecil dalam membangun kesadaran akan pentingnya ketahanan pangan keluarga.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengenalkan kepada anak-anak bahwa kebutuhan pangan, khususnya sayuran, dapat dipenuhi secara mandiri meskipun dengan lahan terbatas. Dengan memanfaatkan pekarangan rumah dan barang bekas, keluarga dapat menanam sendiri sayuran sehat dan mengurangi ketergantungan pada pembelian di pasar,” ujarnya.

Lebih lanjut, beliau menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran kontekstual yang mengintegrasikan berbagai aspek perkembangan anak, mulai dari motorik, kognitif, sosial-emosional, hingga nilai karakter seperti tanggung jawab dan kerja sama. Anak-anak tidak hanya belajar menanam, tetapi juga diajak memahami proses pertumbuhan tanaman serta pentingnya merawat dan menjaga lingkungan.

Proses kegiatan dimulai dari langkah sederhana namun edukatif, seperti membersihkan botol, memotong bagian tertentu, melubangi sebagai saluran air, hingga mengisi media tanam dengan campuran tanah dan pupuk. Anak-anak bersama orang tua kemudian menanam berbagai jenis sayuran seperti kangkung, bayam, sawi, cabai, tomat, dan terong. Tanaman-tanaman ini dipilih karena mudah ditanam, cepat panen, dan dapat dimanfaatkan langsung untuk kebutuhan sehari-hari di rumah.

Antusiasme terlihat jelas dari wajah anak-anak yang dengan penuh semangat mengikuti setiap tahapan kegiatan. Mereka bekerja sama dengan orang tua mulai dari mengisi tanah, menanam bibit, hingga menyiram tanaman. Beberapa anak tampak bangga menunjukkan hasil tanamannya, sementara para orang tua pun terlihat senang dapat terlibat langsung dalam proses pembelajaran anak.

Salah satu wali murid mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman yang sangat berharga.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat, tidak hanya untuk anak-anak tetapi juga bagi kami sebagai orang tua. Kami jadi lebih sadar bahwa menanam sayuran di rumah itu mudah dan bisa membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga,” tuturnya.

Selain praktik menanam, mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember juga memberikan edukasi ringan mengenai cara merawat tanaman, seperti pentingnya penyiraman secara rutin, pemberian sinar matahari yang cukup, serta penggunaan pupuk organik. Orang tua juga diajak untuk melanjutkan kegiatan ini di rumah sebagai bentuk pembiasaan positif bagi anak. Kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan bibit tanaman dari mahasiswa KKN kepada warga sekitar.

Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat tumbuh budaya menanam di lingkungan keluarga. Dengan memanfaatkan pekarangan rumah, sekecil apa pun, setiap keluarga memiliki peluang untuk menghasilkan sayuran sendiri yang sehat, segar, dan bebas bahan kimia berbahaya. Hal ini tentu mendukung terciptanya ketahanan pangan keluarga sekaligus mengajarkan pola hidup sederhana dan mandiri kepada anak sejak dini.

Kegiatan menanam sayuran ini menjadi bukti bahwa langkah kecil yang dilakukan bersama dapat memberikan dampak besar. Dari pekarangan sederhana dan botol bekas, tumbuh harapan akan generasi yang lebih peduli, mandiri, dan siap menghadapi ta

Mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember Ajak Anak TK Belajar Memilah Sampah Plastik Sejak Dini di Bank Sampah

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Jember bersama TK IP Al Hidayah mengajak murid Kelompok A melakukan kunjungan edukatif ke bank sampah pada Sabtu (02/05/2026) sebagai upaya menanamkan kesadaran menjaga lingkungan sejak usia dini.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan anak-anak pada pentingnya memilah sampah, khususnya sampah plastik, serta memberikan pemahaman bahwa sampah dapat didaur ulang dan memiliki nilai manfaat apabila dikelola dengan baik.

Sampah merupakan salah satu permasalahan yang banyak terjadi di berbagai daerah. Meningkatnya jumlah konsumsi masyarakat berbanding lurus dengan meningkatnya volume sampah setiap harinya. Jika tidak dikelola dengan baik, sampah dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, mulai dari pencemaran lingkungan hingga gangguan kesehatan.

Sebagai salah satu solusi inovatif, konsep bank sampah kini semakin berkembang di masyarakat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN ingin memperkenalkan sistem pengelolaan sampah kepada anak-anak secara sederhana dan menyenangkan.

Dalam rangkaian kegiatan di bank sampah, anak-anak diajak mengenal perbedaan antara sampah basah dan sampah kering. Mereka diminta untuk mengamati, membedakan, serta memisahkan jenis-jenis sampah sesuai kategorinya.

Selain itu, anak-anak juga belajar memilah sampah plastik dan mengelompokkannya berdasarkan jenis masing-masing. Kegiatan ini dilakukan secara langsung agar anak lebih mudah memahami konsep pemilahan sampah melalui praktik nyata.

Mahasiswa KKN memberikan edukasi bahwa membuang sampah sembarangan dapat menyebabkan berbagai masalah seperti banjir, lingkungan kotor, dan munculnya berbagai penyakit. Dengan penjelasan yang sederhana, anak-anak diajak memahami bahwa menjaga kebersihan adalah tanggung jawab bersama.

Tidak hanya itu, anak-anak juga dikenalkan pada manfaat sampah basah yang dapat diolah menjadi pupuk tanaman. Hal ini memberikan pemahaman bahwa sampah tidak selalu menjadi limbah yang tidak berguna, tetapi juga dapat dimanfaatkan kembali untuk kebutuhan lingkungan.

Suasana kegiatan berlangsung penuh semangat dan antusias. Anak-anak terlihat senang saat belajar sambil bermain serta mencoba langsung proses pemilahan sampah. Pendekatan edukatif seperti ini dinilai efektif dalam membentuk kebiasaan baik sejak dini.

Guru pendamping menyampaikan bahwa kegiatan kunjungan ke bank sampah memberikan pengalaman baru bagi anak-anak yang tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga menanamkan rasa peduli terhadap lingkungan sekitar.

Mahasiswa KKN berharap melalui kegiatan ini, anak-anak dapat membawa kebiasaan baik tersebut ke rumah dan mulai menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, seperti membuang sampah pada tempatnya dan memilah sampah sederhana bersama keluarga.

Melalui edukasi sejak usia dini, diharapkan kesadaran menjaga kebersihan lingkungan dapat tumbuh lebih kuat, sehingga terbentuk generasi yang peduli, disiplin, dan bertanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan di masa depan.

Mahasiswi KKN RPL Universitas Muhammadiyah Jember Dorong Pemberdayaan Masyarakat melalui Gotong Royong dan Budi Daya TOGA

Mahasiswi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Universitas Muhammadiyah Jember melaksanakan program pemberdayaan masyarakat melalui gerakan gotong royong dan budi daya Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di lingkungan TK Dharma Wanita Persatuan 07 Kalirejo, Bangil.

Program ini menyasar masyarakat sekitar sekolah dengan tujuan meningkatkan kesadaran akan pentingnya kebersamaan sosial, kesehatan keluarga, serta pemanfaatan lahan pekarangan sebagai sumber tanaman herbal yang bermanfaat.

Pemberdayaan masyarakat merupakan upaya untuk meningkatkan kemampuan dan kemandirian warga dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, baik dari segi ekonomi, sosial, maupun kesehatan. Salah satu bentuk pemberdayaan yang dinilai efektif adalah melalui gerakan gotong royong yang dipadukan dengan budidaya TOGA.

Mahasiswi KKN menjelaskan bahwa masyarakat Indonesia dikenal memiliki budaya gotong royong yang kuat. Namun, seiring perkembangan zaman, nilai tersebut mulai berkurang, baik di lingkungan perkotaan maupun pedesaan yang semakin individualistis.

Padahal, gotong royong memiliki peran penting dalam membangun kebersamaan, mempererat hubungan sosial, serta menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman. Oleh karena itu, program ini hadir sebagai upaya menghidupkan kembali semangat kebersamaan di tengah masyarakat.

Selain itu, kebutuhan masyarakat terhadap pengobatan yang murah dan mudah diakses juga semakin meningkat. Salah satu solusi sederhana yang dapat dilakukan adalah dengan membudidayakan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di lingkungan rumah.

Tanaman seperti jahe, kunyit, temulawak, serai, dan kencur dapat dimanfaatkan sebagai obat alami untuk berbagai kebutuhan kesehatan keluarga. Selain menghemat biaya pengobatan, tanaman TOGA juga dapat memperindah lingkungan rumah dan bahkan memiliki nilai ekonomi jika dijual.

Kegiatan diawali dengan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya gotong royong dan manfaat TOGA bagi kehidupan sehari-hari. Dalam sesi ini, warga diberikan pemahaman bahwa lahan pekarangan yang selama ini kurang dimanfaatkan dapat menjadi sumber kesehatan dan penghasilan tambahan.

Selanjutnya, masyarakat bersama mahasiswi KKN melaksanakan kerja bakti membersihkan lahan yang akan digunakan sebagai area penanaman TOGA. Kegiatan ini menjadi sarana untuk mempererat hubungan sosial antarwarga sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.

Setelah lahan siap, kegiatan dilanjutkan dengan penanaman bibit TOGA secara bersama-sama. Warga diajak untuk mengenal jenis-jenis tanaman obat, cara menanam yang benar, hingga teknik perawatan sederhana agar tanaman dapat tumbuh optimal.

Dalam tahap pemeliharaan, masyarakat dibagi tugas untuk melakukan penyiraman dan perawatan rutin secara bergantian. Sistem ini dilakukan agar seluruh warga memiliki rasa tanggung jawab bersama terhadap keberlangsungan program.

Hasil observasi menunjukkan bahwa kegiatan gotong royong mampu meningkatkan solidaritas masyarakat, memperkuat rasa kebersamaan, serta mendorong warga untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar. Selain itu, pemanfaatan TOGA memberikan manfaat nyata dalam bidang kesehatan dan ekonomi keluarga.

Program ini juga membuka peluang usaha berbasis herbal, seperti pengolahan jamu tradisional atau penjualan tanaman obat. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga memiliki peluang peningkatan kesejahteraan ekonomi.

Mahasiswi KKN berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut dan menjadi kebiasaan positif di lingkungan masyarakat. Pelestarian budaya gotong royong dan pemanfaatan TOGA diharapkan mampu menciptakan masyarakat yang sehat, mandiri, dan berdaya.

Selain itu, dukungan dari pemerintah desa, sekolah, serta lembaga pendidikan juga dinilai penting untuk memberikan edukasi dan pendampingan berkelanjutan agar program pemberdayaan masyarakat seperti ini dapat terus berkembang secara optimal.

 


Mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember Dorong Pemanfaatan Tanaman TOGA untuk Kesehatan Keluarga di Desa Ketowan

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Jember melaksanakan program pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sebagai upaya meningkatkan kesehatan keluarga dan mendukung kemandirian masyarakat di Desa Ketowan.

Program ini menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat dengan tujuan mengaplikasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan sekaligus memberikan manfaat nyata yang berkelanjutan bagi warga desa.

Tanaman Obat Keluarga atau TOGA merupakan jenis tanaman budidaya yang ditanam di lingkungan rumah maupun kebun, baik secara langsung di tanah maupun menggunakan polybag. Tanaman ini memiliki banyak manfaat, tidak hanya sebagai alternatif pengobatan alami, tetapi juga memperindah lingkungan rumah serta berpotensi menjadi sumber penghasilan tambahan bagi keluarga.

Mahasiswa KKN menjelaskan bahwa pemanfaatan TOGA memiliki berbagai manfaat penting, di antaranya sebagai pengganti obat herbal yang dapat terus dilestarikan, memperindah pekarangan rumah, memberikan edukasi kepada masyarakat tentang manfaat lingkungan sekitar, menambah nilai keasrian rumah, serta membuka peluang ekonomi melalui penjualan hasil budidaya tanaman obat.

Namun, berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, masih sekitar 20 persen masyarakat Desa Ketowan yang aktif membudidayakan tanaman TOGA. Rendahnya minat masyarakat dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti kurangnya pengetahuan tentang manfaat tanaman obat, teknik pengolahan yang dianggap rumit, serta gaya hidup masyarakat yang cenderung memilih hal-hal praktis.

Sebagian masyarakat beranggapan bahwa proses pascapanen tanaman TOGA cukup merepotkan, mulai dari membersihkan tanah yang melekat, pemotongan, pengolahan menjadi jamu, hingga proses pengemasan. Hal inilah yang membuat sebagian warga lebih memilih membeli obat instan dibanding mengolah tanaman sendiri.

Padahal, keterbatasan lahan bukan lagi menjadi kendala dalam membudidayakan TOGA. Mahasiswa KKN mengedukasi masyarakat bahwa tanaman obat dapat ditanam menggunakan polybag atau barang bekas yang mudah ditemukan di rumah, sehingga tidak membutuhkan lahan yang luas.

Selain itu, mahasiswa juga memberikan pemahaman bahwa banyak tanaman di sekitar rumah yang sebenarnya termasuk dalam kategori TOGA, namun belum disadari manfaatnya oleh masyarakat. Tanaman seperti jambu, kelor, pisang, pepaya, seledri, bunga mawar, hingga melati memiliki khasiat kesehatan yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.

Selama ini masyarakat cenderung menganggap TOGA hanya terbatas pada tanaman seperti jahe, kunyit, kencur, temulawak, sirih, dan mengkudu yang biasa diolah menjadi jamu. Padahal, masih banyak tanaman lain yang memiliki manfaat kesehatan.

Beberapa contoh tanaman yang diperkenalkan mahasiswa antara lain belimbing wuluh yang bermanfaat untuk mengatasi sakit gigi dan batuk, ciplukan yang berkhasiat menurunkan tekanan darah tinggi, gula darah, dan menjaga kesehatan jantung, pohon palembang yang dipercaya baik untuk kesehatan mata dan batuk, serta bunga telang yang dikenal memiliki manfaat untuk kesehatan mata.

Mahasiswa KKN juga melihat bahwa sebagian masyarakat sebenarnya sudah mulai membudidayakan tanaman TOGA dan mengolahnya secara sederhana, baik untuk konsumsi pribadi maupun dijual secara langsung. Bahkan, jamu tradisional tanpa label sering kali habis terjual dalam waktu singkat karena tingginya minat masyarakat terhadap pengobatan herbal alami.

Melalui program ini, mahasiswa mendorong masyarakat agar tidak hanya menanam TOGA untuk kebutuhan pribadi, tetapi juga mulai memikirkan pengolahan yang lebih baik, seperti pemberian label produk dan promosi secara online agar memiliki nilai jual yang lebih tinggi.

Mahasiswa KKN berharap pemanfaatan lahan pekarangan untuk budidaya TOGA dapat menjadi langkah awal dalam mewujudkan kemandirian kesehatan masyarakat Desa Ketowan sekaligus membuka peluang ekonomi baru berbasis potensi lokal yang berkelanjutan.

 

Mahasiswa KKN RPL Universitas Muhammadiyah Jember Gelar Edukasi dan Aksi Bersih Lingkungan Cegah Demam Berdarah di Desa Truni

Upaya pencegahan penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) terus digalakkan melalui berbagai kegiatan edukatif di masyarakat. Salah satunya dilakukan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Universitas Muhammadiyah Jember yang melaksanakan program penyuluhan dan aksi peduli lingkungan di TK Purnama, Desa Truni, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan.

Kegiatan ini menyasar wali murid sebagai sasaran utama edukasi, mengingat peran keluarga sangat penting dalam menjaga kebersihan lingkungan rumah dan mencegah berkembangnya nyamuk penyebab demam berdarah.

Dalam penyuluhan tersebut, mahasiswa KKN memberikan pemahaman mengenai bahaya Demam Berdarah Dengue, gejala yang perlu diwaspadai, serta cara penularannya melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Penyampaian materi dilakukan secara sederhana dan komunikatif agar mudah dipahami oleh para peserta.

Selain itu, peserta juga diberikan edukasi mengenai langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan secara mandiri di rumah melalui gerakan 3M, yaitu menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, serta mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.

Mahasiswa KKN menekankan bahwa upaya pencegahan lebih efektif dilakukan secara bersama-sama dan dimulai dari lingkungan keluarga. Dengan menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitar, risiko penyebaran DBD dapat ditekan secara signifikan.

Selain kegiatan penyuluhan kepada wali murid, mahasiswa KKN juga mengajak para siswa TK Purnama untuk berpartisipasi dalam kegiatan bersih-bersih lingkungan sekolah. Anak-anak diajak memungut sampah, membersihkan halaman sekolah, serta mengenali pentingnya menjaga kebersihan sejak usia dini.

Kegiatan ini dikemas secara menyenangkan dan interaktif agar mudah dipahami oleh anak-anak. Melalui pendekatan tersebut, siswa tidak hanya belajar tentang kebersihan lingkungan, tetapi juga mulai dibiasakan untuk hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari.

Desa Truni sendiri dikenal sebagai wilayah yang memiliki potensi tinggi terhadap perkembangan nyamuk penyebab demam berdarah. Hal ini disebabkan oleh kondisi geografis desa yang dikelilingi bekas aliran Sungai Bengawan Solo, sehingga banyak ditemukan genangan air yang dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.

Kondisi tersebut menjadi alasan utama mahasiswa KKN menghadirkan program yang bersifat preventif dan berkelanjutan. Edukasi kesehatan lingkungan dinilai menjadi langkah penting dalam memutus rantai penyebaran penyakit di masyarakat.

Antusiasme wali murid dan siswa terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung. Para peserta aktif mengikuti penyuluhan, berdiskusi, serta terlibat langsung dalam aksi kebersihan lingkungan sekolah.

Mahasiswa KKN berharap melalui kegiatan ini, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan semakin meningkat, khususnya dalam mencegah penyebaran penyakit demam berdarah yang masih menjadi ancaman di berbagai daerah.

Dengan adanya program edukasi dan aksi nyata ini, diharapkan masyarakat Desa Truni dapat terus menerapkan pola hidup bersih dan sehat secara berkelanjutan, sehingga tercipta lingkungan yang aman, sehat, dan bebas dari ancaman Demam Berdarah Dengue.

 

Mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember Gelar Parenting dan Jumat Bersih Bersama Wali Murid di TK Islam Assahudin

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Jember melaksanakan kegiatan parenting bersama wali murid serta program Jumat Bersih bersama anak-anak di TK Islam Assahudin, Desa Batioh, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, Jumat (17/04/2026).

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran orang tua mengenai pentingnya menanamkan kebiasaan hidup bersih sejak usia dini, sekaligus membentuk karakter peduli lingkungan pada anak melalui praktik langsung di lingkungan sekolah.

Pada sesi parenting, mahasiswa KKN bersama guru memberikan penyuluhan kepada wali murid mengenai pentingnya pola hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari. Orang tua diberikan pemahaman bahwa pembiasaan sederhana seperti mencuci tangan, menjaga kebersihan rumah, serta membiasakan anak hidup sehat harus dimulai dari lingkungan keluarga.

Melalui diskusi interaktif, para wali murid juga diajak memahami bahwa kerja sama antara orang tua dan sekolah sangat penting dalam membentuk perilaku anak yang konsisten. Dengan dukungan keluarga, anak-anak akan lebih mudah menerapkan kebiasaan baik secara berkelanjutan.

Selain penyuluhan, mahasiswa KKN juga memberikan contoh praktik sederhana yang dapat dilakukan di rumah, seperti membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan kamar tidur, serta membiasakan anak membersihkan alat bermain setelah digunakan.

Setelah kegiatan parenting, program dilanjutkan dengan kegiatan Jumat Bersih bersama anak-anak TK Islam Assahudin. Kegiatan rutin ini dilaksanakan setelah jam pulang sekolah sebagai bentuk pembiasaan hidup bersih dan tanggung jawab terhadap lingkungan.

Anak-anak tidak langsung pulang ke rumah, melainkan tetap berada di lingkungan sekolah untuk mengikuti kerja bakti bersama. Dengan pendampingan guru dan mahasiswa KKN, para siswa membawa peralatan kebersihan seperti sapu, pengki, dan alat sederhana lainnya untuk membersihkan area sekolah.

Mereka tampak antusias menyapu halaman, memungut sampah yang berserakan, serta merapikan lingkungan sekitar kelas. Meskipun masih berusia dini, anak-anak mampu bekerja sama, saling membantu, dan menunjukkan rasa tanggung jawab terhadap kebersihan lingkungan.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi aktivitas menjaga kebersihan sekolah, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran karakter bagi anak-anak. Melalui Jumat Bersih, mereka belajar disiplin, gotong royong, kerja sama, dan pentingnya menjaga lingkungan sejak dini.

Guru pendamping menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini sangat efektif dalam menanamkan nilai-nilai positif kepada anak. Selain menjaga kebersihan sekolah, kegiatan ini juga melatih anak untuk memiliki rasa peduli terhadap lingkungan di sekitarnya.

Mahasiswa KKN berharap kebiasaan baik ini tidak hanya dilakukan di sekolah, tetapi juga diterapkan di rumah dan lingkungan sekitar masing-masing siswa. Dengan demikian, nilai-nilai hidup bersih dapat menjadi bagian dari keseharian anak-anak.

Kegiatan Jumat Bersih berakhir setelah lingkungan sekolah terlihat bersih, rapi, dan nyaman. Melalui program parenting dan Jumat Bersih ini, diharapkan tercipta sinergi antara sekolah dan keluarga dalam membentuk generasi yang sehat, disiplin, dan peduli terhadap lingkungan sejak usia dini.

Mahasiswa KKN RPL PG PAUD Universitas Muhammadiyah Jember Tingkatkan Keterampilan Musik Anak melalui Pawai Drumband di TK Aisyiyah Besuki

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) S1 PG PAUD Universitas Muhammadiyah Jember melaksanakan kegiatan pelatihan drumband bagi anak didik TK Aisyiyah Besuki sebagai bagian dari implementasi keterampilan bermain alat musik dalam aktivitas pawai drumband, Kamis (30/04/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Desa Widoropayung, Kecamatan Besuki ini bertujuan untuk mengenalkan alat musik ritmis kepada anak usia dini sekaligus melatih keterampilan musikal, kedisiplinan, kerja sama tim, serta rasa percaya diri anak dalam tampil di depan umum.

Pendidikan di tingkat Taman Kanak-Kanak tidak hanya berfokus pada kemampuan akademik, tetapi juga pada pengembangan karakter, kreativitas, dan bakat anak. Salah satu media yang efektif untuk mendukung hal tersebut adalah melalui kegiatan seni musik, khususnya drumband.

Melalui kegiatan drumband, anak-anak tidak hanya belajar memainkan alat musik, tetapi juga dilatih untuk disiplin, mengikuti instruksi, menjaga kekompakan, serta mengembangkan koordinasi motorik saat berjalan dan memainkan alat musik secara bersamaan.

Kegiatan ini menyasar anak didik Kelompok B TK Aisyiyah Besuki dengan jumlah sebanyak 118 siswa. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN mempersiapkan alat musik, formasi barisan, serta lagu dan irama yang akan dibawakan dalam kegiatan pawai.

Tahap pelatihan dimulai dengan pengenalan alat musik ritmis seperti snare drum, bass drum, simbal, dan alat pendukung lainnya. Anak-anak diajarkan teknik dasar memukul alat musik, menjaga tempo, serta memahami hitungan agar dapat bermain secara selaras.

Selanjutnya, siswa dilatih untuk melakukan sinkronisasi antara permainan musik dan langkah kaki saat berjalan berbaris. Proses ini menjadi tantangan tersendiri karena membutuhkan konsentrasi, keseimbangan, dan kekompakan antaranggota tim.

Meskipun pada awalnya anak-anak mengalami kesulitan dalam menjaga irama musik dan langkah kaki secara bersamaan, namun melalui latihan rutin dan pendampingan yang intensif, mereka mulai terbiasa dan mampu tampil dengan lebih percaya diri.

Antusiasme siswa terlihat sangat tinggi selama kegiatan berlangsung. Mereka mengikuti setiap sesi latihan dengan semangat dan penuh kegembiraan. Kegiatan ini juga menjadi pengalaman baru yang menyenangkan sekaligus edukatif bagi anak-anak.

Hasil dari program ini menunjukkan bahwa siswa mampu memahami cara memainkan alat musik sesuai bagiannya masing-masing, meningkatkan kedisiplinan terhadap instruksi pelatih, serta mampu tampil dalam pawai drumband secara kompak dan sinkron.

Selain itu, kegiatan ini juga berhasil menumbuhkan rasa percaya diri anak-anak untuk tampil di depan banyak orang, sekaligus melatih motorik kasar dan mental sosial mereka melalui kerja sama dalam tim.

Mahasiswa KKN berharap kegiatan ini dapat menjadi sarana pengembangan bakat anak usia dini yang berkelanjutan serta memberikan pengalaman positif dalam pembelajaran berbasis seni dan praktik langsung.

Program pelatihan drumband ini berjalan dengan lancar dan sukses. Tidak hanya menghasilkan penampilan pawai yang menarik, tetapi juga memberikan dampak positif bagi perkembangan fisik, mental, dan sosial anak didik TK Aisyiyah Besuki.

 

Mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember Tingkatkan Gizi Anak dan Kepedulian Lingkungan di TK Dewi Masyithoh II Kedunglangkap

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Jember melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di TK Dewi Masyithoh II Kedunglangkap melalui program peduli lingkungan dan edukasi gizi. Kegiatan ini dilaksanakan dalam dua tahap dengan melibatkan wali murid, siswa, ibu-ibu PKK, serta masyarakat sekitar.

Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya gizi seimbang bagi anak serta menanamkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sejak usia dini. Melalui kegiatan yang edukatif dan aplikatif, mahasiswa KKN berupaya memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar sekolah.

Pada kegiatan pertama yang dilaksanakan pada 18 April 2026, mahasiswa KKN mengadakan pelatihan pembuatan nugget sayur bersama ibu-ibu PKK di lingkungan RT setempat. Pelatihan ini bertujuan memberikan pemahaman bahwa makanan sehat untuk anak dapat dibuat dari bahan sederhana namun tetap bergizi dan menarik.

Dalam pelatihan tersebut, peserta diajak mengenal pentingnya konsumsi sayuran bagi pertumbuhan anak, sekaligus mempraktikkan cara mengolah sayuran menjadi nugget sehat yang lebih disukai anak-anak. Program ini diharapkan dapat membantu para ibu dalam menyediakan bekal makanan sehat di rumah.

Selanjutnya, pada kegiatan kedua yang dilaksanakan pada 25 April 2026, mahasiswa KKN bersama ibu wali murid dan siswa mengadakan kegiatan “Bersih-Bersih Lingkungan Sekolah” yang dipusatkan di lingkungan TK Dewi Masyithoh II Kedunglangkap.

Kegiatan ini difokuskan pada pembersihan area sekolah, seperti halaman, saluran air, serta lingkungan sekitar agar tercipta suasana belajar yang bersih, sehat, dan nyaman. Para peserta melakukan kerja bakti secara gotong royong dengan penuh semangat dan kebersamaan.

Suasana kebersamaan terlihat jelas selama kegiatan berlangsung. Para siswa turut dilibatkan agar mereka memahami pentingnya menjaga kebersihan sejak dini, sementara wali murid dan ibu-ibu PKK memberikan dukungan penuh dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.

Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar berkat kerja sama yang solid antara mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember, pihak sekolah, ibu-ibu PKK, serta wali murid. Partisipasi peserta terlihat sangat antusias, mulai dari keterlibatan aktif dalam pelatihan hingga semangat gotong royong saat kegiatan kebersihan berlangsung.

Mahasiswa KKN berharap melalui kegiatan ini masyarakat semakin sadar akan pentingnya pola hidup sehat, baik dari sisi pemenuhan gizi anak maupun kebersihan lingkungan sekitar.

Selain memberikan manfaat langsung bagi kesehatan dan kenyamanan lingkungan sekolah, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antara mahasiswa, sekolah, dan masyarakat dalam membangun lingkungan pendidikan yang lebih baik.

Dengan adanya program ini, diharapkan kebiasaan hidup sehat dan peduli lingkungan dapat terus diterapkan secara berkelanjutan, sehingga mampu mendukung tumbuh kembang anak yang optimal serta menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan menyenangkan.

Mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember Tingkatkan Kesadaran Kebersihan Lingkungan Melalui Edukasi dan Aksi Nyata di Desa Sumberbendo

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) S1 PG PAUD Universitas Muhammadiyah Jember melaksanakan kegiatan peningkatan kesadaran kebersihan lingkungan melalui edukasi dan aksi nyata bersama masyarakat di Kelurahan Sumberbendo, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, pada Sabtu (02/05/2026).

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari pola hidup bersih dan sehat. Program ini juga menjadi media edukasi bagi anak usia dini melalui keterlibatan wali murid dan masyarakat dalam membangun lingkungan yang sehat sejak dini.

Kegiatan melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari kepala desa, wali murid, hingga warga sekitar. Partisipasi aktif seluruh elemen tersebut menjadi kunci utama keberhasilan program, mengingat kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.

Program ini dilaksanakan sebagai respons terhadap masih rendahnya kesadaran sebagian masyarakat Desa Sumberbendo dalam menjaga kebersihan lingkungan, khususnya terkait kebiasaan membuang sampah sembarangan yang dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan dan lingkungan.

Pada tahap awal kegiatan, mahasiswa KKN memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, dampak negatif pembuangan sampah sembarangan, serta hubungan antara kebersihan lingkungan dengan kesehatan masyarakat. Penyampaian materi dilakukan secara sederhana dan komunikatif agar mudah dipahami oleh seluruh peserta.

Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung berupa pemilahan sampah organik dan anorganik. Masyarakat diajak memahami perbedaan kedua jenis sampah tersebut serta cara pengelolaannya agar lebih bermanfaat dan tidak mencemari lingkungan.

Sebagai bentuk aksi nyata, seluruh peserta bersama-sama melakukan kerja bakti membersihkan lingkungan sekitar balai desa. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman untuk ditinggali.

Suasana kebersamaan dan gotong royong terlihat selama kegiatan berlangsung. Warga tampak antusias mengikuti setiap rangkaian acara, mulai dari sesi edukasi hingga praktik langsung di lapangan.

Salah satu warga, Ibu Sani, mengungkapkan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat karena memberikan pengalaman langsung dalam menjaga kebersihan lingkungan.

“Kegiatan ini sangat membantu kami untuk lebih sadar akan pentingnya kebersihan. Tidak hanya teori, tetapi kami juga langsung praktik bersama,” ujarnya.

Masyarakat Desa Sumberbendo berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara rutin agar kesadaran warga semakin meningkat dan kebiasaan hidup bersih dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember berharap masyarakat dapat terus menerapkan pola hidup bersih dan sehat serta berkomitmen menjaga lingkungan secara berkelanjutan. Dengan demikian, tercipta lingkungan desa yang lebih bersih, sehat, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak-anak serta kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan.

 

Mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember Hadirkan Inovasi “TELKOTEL Ikan Tenggiri” sebagai Camilan Khas Desa Bandaran

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Jember menghadirkan inovasi olahan hasil laut berupa TELKOTEL Ikan Tenggiri bersama masyarakat Desa Bandaran, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, pada Jumat (01/05/2025) pukul 09.00 WIB.

Kegiatan ini melibatkan ibu-ibu rumah tangga serta anak-anak dalam suasana yang kolaboratif dan edukatif. Program tersebut bertujuan untuk meningkatkan kreativitas masyarakat dalam mengolah potensi lokal, khususnya ikan tenggiri yang melimpah di wilayah pesisir Desa Bandaran.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berupaya mendorong masyarakat agar tidak hanya menjual hasil laut dalam bentuk mentah, tetapi juga mampu mengolahnya menjadi produk bernilai tambah yang memiliki peluang ekonomi lebih besar.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN memberikan pendampingan secara langsung mulai dari proses persiapan bahan, pengolahan adonan, hingga teknik penyajian dan pengemasan produk. Para peserta diajak memahami cara membuat TELKOTEL Ikan Tenggiri dengan baik agar menghasilkan cita rasa yang menarik dan layak dipasarkan.

Selain praktik pembuatan, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan dalam proses pengolahan makanan, terutama untuk produk rumahan yang berpotensi dipasarkan secara luas. Mahasiswa juga memberikan wawasan mengenai peluang usaha serta strategi pemasaran sederhana agar produk dapat berkembang menjadi usaha mandiri masyarakat.

Program ini tidak hanya berfokus pada keterampilan memasak, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat desa. Dengan memanfaatkan hasil laut yang melimpah, masyarakat diharapkan mampu menciptakan produk unggulan khas desa yang bernilai jual tinggi.

Salah satu mahasiswa KKN menyampaikan bahwa inovasi TELKOTEL ini diharapkan dapat menjadi produk khas Desa Bandaran yang dikenal lebih luas oleh masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong masyarakat agar lebih kreatif dalam memanfaatkan hasil laut sehingga memiliki nilai jual yang lebih tinggi. Kami berharap TELKOTEL Ikan Tenggiri dapat menjadi peluang usaha baru bagi warga,” ujarnya.

Masyarakat menyambut baik kegiatan tersebut dan terlihat antusias mengikuti setiap tahapan pembuatan. Ibu-ibu rumah tangga aktif bertanya dan mencoba langsung proses pengolahan, sementara anak-anak juga ikut terlibat dalam suasana yang menyenangkan.

Dengan adanya inovasi ini, diharapkan TELKOTEL Ikan Tenggiri dapat berkembang menjadi usaha rumahan yang berkelanjutan, sekaligus menjadi ikon kuliner khas Desa Bandaran yang mampu meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember kembali menunjukkan perannya sebagai agen perubahan yang tidak hanya hadir memberikan edukasi, tetapi juga berkontribusi nyata dalam pengembangan potensi lokal dan pemberdayaan masyarakat desa secara berkelanjutan.

 

Mahasiswi KKN Universitas Muhammadiyah Jember Edukasi Pembuatan Bekal Sehat “Jagung Urap Manis” kepada Ibu-Ibu PKK di Desa Kompol Basen

Mahasiswi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Jember melaksanakan kegiatan edukasi mengenai pentingnya pemberian bekal sehat dan bergizi untuk anak sebagai bagian dari Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) kepada para ibu PKK di Desa Kompol Basen pada Kamis (30/04/2026).

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran para ibu dalam menyiapkan bekal anak yang praktis, ekonomis, namun tetap memenuhi unsur gizi seimbang. Melalui edukasi ini, peserta diajak memahami bahwa makanan sehat tidak harus mahal, tetapi dapat dibuat dari bahan sederhana yang mudah ditemukan di sekitar.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswi KKN memperkenalkan menu sehat berupa Jagung Urap Manis, sebagai salah satu alternatif bekal sehat untuk anak sekolah. Menu ini dipilih karena memiliki cita rasa yang disukai anak-anak serta kandungan gizi yang baik untuk mendukung tumbuh kembang mereka.

Para ibu PKK diberikan penjelasan mengenai empat keunggulan Jagung Urap Manis. Pertama, bahan yang digunakan sangat murah dan mudah didapat, seperti jagung manis, kelapa parut, gula, garam, dan daun pandan yang tersedia di pasar tradisional.

Kedua, menu ini memiliki nilai gizi seimbang karena jagung mengandung karbohidrat kompleks dan serat, sementara kelapa memberikan lemak baik yang dibutuhkan anak untuk pertumbuhan dan energi sehari-hari.

Ketiga, proses pembuatannya sangat praktis, cukup dengan merebus jagung dan mengukus kelapa berbumbu, sehingga hemat waktu dan biaya, terutama dalam penggunaan gas dapur.

Keempat, rasa manis alami dari menu ini membuatnya lebih disukai anak-anak karena tidak menggunakan cabai maupun kencur, sehingga sangat cocok dijadikan bekal sekolah.

Setelah sesi penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung pembuatan Jagung Urap Manis. Para ibu diajak mengikuti setiap tahapan mulai dari merebus jagung bersama daun pandan, mengukus kelapa parut dengan campuran gula dan garam, hingga proses mencampurkan seluruh bahan menjadi sajian siap santap.

Dengan pendampingan dari mahasiswi KKN, peserta tampak antusias mengikuti proses memasak. Praktik langsung ini membantu para ibu lebih memahami teknik pembuatan sekaligus menumbuhkan kebiasaan menyiapkan bekal sehat bagi anak dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan ini mendapatkan respon positif dari para ibu PKK. Mereka merasa edukasi tersebut sangat bermanfaat karena memberikan pengetahuan sederhana namun berdampak besar dalam menjaga kesehatan keluarga.

Salah satu peserta menyampaikan bahwa menu ini sangat cocok diterapkan di rumah karena bahan-bahannya mudah diperoleh dan proses pembuatannya tidak rumit.

Melalui program ini, diharapkan masyarakat Desa Kompol Basen semakin sadar bahwa bekal sehat merupakan langkah kecil yang memiliki dampak besar dalam mencegah stunting, meningkatkan daya tahan tubuh, serta membantu konsentrasi belajar anak-anak di sekolah.

Program ini menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi mahasiswi KKN Universitas Muhammadiyah Jember dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui edukasi praktis yang mudah diterapkan, berkelanjutan, dan bermanfaat langsung bagi keluarga.

 

Mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember Edukasi Pemilahan Sampah melalui Program “Menyulap Sampah Jadi Berkah” di TK Negeri Pembina Panarukan

Suasana penuh keceriaan terlihat di halaman TK Negeri Pembina Panarukan, Kabupaten Situbondo, saat anak-anak Kelompok A usia 4–5 tahun mengikuti kegiatan edukatif bertajuk “Menyulap Sampah Jadi Berkah: Petualangan Cilik Pemilahan Sampah.” Program ini menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Jember dalam menanamkan kepedulian lingkungan sejak usia dini.

Dalam kegiatan ini, anak-anak tidak hanya bermain seperti biasanya, tetapi diajak belajar langsung mengenai pentingnya memilah sampah dan memanfaatkan limbah plastik menjadi sesuatu yang bernilai guna. Tangan-tangan mungil mereka tampak antusias memegang gunting tumpul dan berbagai bungkus plastik bekas kemasan camilan maupun detergen yang telah dibersihkan.

Program ini bertujuan menanamkan dua nilai penting kepada anak-anak, yaitu kesadaran lingkungan dan pemanfaatan limbah. Anak-anak dikenalkan bahwa sampah plastik membutuhkan waktu yang sangat lama untuk terurai sehingga perlu dikelola dengan baik. Selain itu, mereka juga belajar bahwa barang bekas dapat dimanfaatkan kembali menjadi media tanam yang fungsional.

Kegiatan dimulai dengan tahap pemilahan sampah. Anak-anak diajak membedakan sampah organik seperti daun dan sisa buah dengan sampah anorganik seperti plastik kemasan. Mereka tampak bersemangat saat berlomba mengumpulkan bungkus plastik bekas untuk dijadikan pot tanaman.

Selanjutnya, dengan pendampingan guru dan mahasiswa KKN, plastik bekas dimodifikasi menjadi pot ramah lingkungan. Guru membantu melubangi bagian bawah plastik agar dapat digunakan sebagai media tanam, sementara anak-anak menggunting bagian atas plastik dengan aman.

Tahap berikutnya adalah mengisi media tanam berupa tanah dan sekam ke dalam pot plastik. Aktivitas ini tidak hanya menyenangkan, tetapi juga menjadi latihan sensorik yang baik untuk perkembangan motorik halus anak. Setelah itu, anak-anak menanam benih sayuran seperti pakcoy, bayam, kangkung, dan sawi yang dipilih karena mudah tumbuh dan cepat panen.

Melalui kegiatan ini, anak-anak tidak hanya belajar tentang tanaman, tetapi juga memperoleh banyak manfaat perkembangan. Secara kognitif, mereka memahami konsep daur ulang dan siklus hidup tanaman. Dari sisi motorik halus, mereka melatih koordinasi tangan dan mata saat mengisi tanah dan menanam benih. Sementara secara sosial-emosional, kegiatan ini menumbuhkan rasa bangga, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Salah satu pengajar menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan agar anak-anak memahami bahwa sampah bukan sekadar barang kotor yang harus dibuang, tetapi dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat dan bernilai.

“Kami ingin anak-anak melihat bahwa sampah bisa menjadi sesuatu yang indah dan berguna. Dari kegiatan sederhana ini, mereka belajar mencintai lingkungan sejak dini,” ujarnya.

Melalui program ini, mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember berharap dapat membentuk kebiasaan positif pada anak-anak untuk menjaga lingkungan sejak usia dini. Sayuran yang nantinya tumbuh bukan hanya menjadi hasil panen biasa, tetapi juga simbol keberhasilan anak-anak dalam belajar peduli terhadap bumi melalui tindakan sederhana.

Program ini menjadi bukti bahwa langkah kecil dari tangan-tangan kecil dapat memberikan dampak besar bagi masa depan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.

 

Connect