Senin, 29 Juni 2026

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Unmuh Jember Sabet Gelar Winner Putera Kampus Jawa Timur 2026

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember. Arya Jaziera Hidayat, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, berhasil meraih gelar Winner Putera Kampus Jawa Timur 2026 setelah melalui serangkaian seleksi yang diikuti mahasiswa berprestasi dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Timur.

Ajang Putera Puteri Kampus Jawa Timur merupakan kompetisi tahunan yang mempertemukan mahasiswa-mahasiswi terbaik dari berbagai kampus di provinsi tersebut. Tahun ini, kegiatan berlangsung selama dua hari satu malam di Surabaya Suites Hotel, Kota Surabaya.

Arya mengaku pencapaian tersebut menjadi momen yang sangat berharga dalam perjalanan akademiknya.

"Alhamdulillah saya sangat bersyukur dan bangga atas pencapaian ini. Bagi saya, gelar ini bukan sekadar kemenangan, tetapi amanah besar untuk terus mengabdi kepada Jawa Timur dan membawa nama baik Universitas Muhammadiyah Jember," ujarnya.

Perjalanan menuju gelar juara tidaklah mudah. Arya harus melewati tahapan administrasi, seleksi semifinal, hingga berhasil masuk ke jajaran 30 finalis terbaik yang kemudian mengikuti masa karantina sebelum malam grand final.

Menurutnya, tantangan terbesar justru datang dari rasa gugup saat harus bersaing dengan mahasiswa-mahasiswa berprestasi dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Timur.

"Tantangan terbesar adalah mengatasi rasa grogi ketika berhadapan dengan peserta-peserta yang memiliki prestasi luar biasa. Namun saya mencoba menjadikannya sebagai motivasi untuk tampil maksimal," katanya.

Sebelum mengikuti kompetisi, Arya mempersiapkan diri dengan mempelajari berbagai isu pendidikan, Tri Dharma Perguruan Tinggi, serta memperdalam kemampuan public speaking. Ia mengaku pengalaman sebagai peserta Duta Kampus Universitas Muhammadiyah Jember menjadi bekal penting dalam menghadapi setiap tahapan seleksi.

Selain itu, masa karantina menjadi pengalaman yang paling berkesan baginya. Selama kegiatan tersebut, para finalis saling bertukar gagasan mengenai sistem pendidikan di kampus masing-masing, mulai dari program beasiswa, kurikulum, hingga kebijakan pemerintah di sektor pendidikan.

Arya juga mengungkapkan bahwa keberhasilannya tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, terutama keluarga, teman-teman, dosen, dan Universitas Muhammadiyah Jember.

"Dukungan terbesar tentu datang dari orang tua, khususnya ibu yang selalu mendoakan saya. Saya juga berterima kasih kepada teman-teman Duta Kampus Unmuh Jember, teman kuliah, organisasi, serta pihak universitas yang telah memberikan dukungan, termasuk membantu pembiayaan pendaftaran kompetisi ini," ungkapnya.

Sebagai mahasiswa Ilmu Komunikasi, Arya merasa ilmu yang diperolehnya selama kuliah sangat membantu, terutama dalam meningkatkan kemampuan komunikasi dan public speaking. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada dosennya, Ari Susanti, yang selama ini banyak memberikan masukan dalam mengasah kemampuan berbicara di depan publik.

Mengusung advokasi tentang pengabdian kepada masyarakat, Arya ingin menghadirkan kontribusi nyata bagi Universitas Muhammadiyah Jember melalui berbagai program yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

Menurutnya, seorang Putera Kampus tidak hanya dituntut memiliki prestasi, tetapi juga dedikasi dan kontribusi yang nyata.

"Kualitas yang harus dimiliki seorang Putera Kampus adalah mampu memberikan dampak positif, baik bagi lingkungan kampus maupun masyarakat luas. Itu sejalan dengan jargon Putera Puteri Kampus Jawa Timur, yaitu dedikasi, kontribusi, dan prestasi," jelasnya.

Ke depan, Arya menargetkan untuk melanjutkan perjuangannya pada ajang Putera Kampus Indonesia yang dijadwalkan berlangsung pada Februari tahun depan.

Ia pun memberikan motivasi kepada mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jember agar tidak ragu mengikuti kompetisi di tingkat regional maupun nasional.

"Kompetisi mungkin terlihat besar dan menantang, tetapi kita memiliki potensi yang sama besarnya. Menjadi mahasiswa di daerah bukan batasan untuk bersinar di panggung nasional. Beranilah memulai, konsisten berproses, jangan takut gagal, dan manfaatkan setiap fasilitas kampus serta bimbingan dosen untuk terus berkembang," pesannya.

Prestasi yang diraih Arya menjadi bukti bahwa mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jember mampu bersaing di tingkat regional sekaligus memperkuat citra kampus melalui dedikasi, kontribusi, dan prestasi yang membawa dampak positif bagi masyarakat.

 

Rabu, 24 Juni 2026

Media Pembelajaran Anak Usia Dini "Zip & Play" Karya Mahasiswi PGPAUD


    Pada gelaran pameran Expo Luaran Mata Kuliah Wajib Universitas (MKMU) Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember), mahasiswa didorong untuk menghasilkan produk yang memiliki nilai guna bagi masyarakat. Kegiatan yang diselenggarakan di Gedung Aula Ahmad Zainuri pada Selasa (23/6/2026) ini menampilkan berbagai inovasi mahasiswa dari beragam program studi. Salah satu produk yang disorot adalah rancangan Lubna Kumaylia dan Tim, mahasiswi Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD), yang ditetapkan sebagai Juara Pertama pada kategori Kewirausahaan. 

    Lubna memenangkan kategori tersebut melalui produk alat permainan edukatif bernama "Zip & Play Learning Activity Box For Kids". Produk ini dirancang dalam bentuk kotak aktivitas fisik yang di dalamnya terdapat beberapa modul permainan interaktif. Target utama dari pembuatan produk ini adalah anak-anak usia dini yang sedang berada dalam masa krusial perkembangan fisik dan mental. 

    Pembuatan Zip & Play dilatarbelakangi oleh kebutuhan masyarakat, khususnya kalangan orang tua, terhadap alat bermain yang aman secara material dan mampu melatih kemampuan motorik halus serta kognitif anak secara efektif. Dengan memanfaatkan keilmuan dari program studi PGPAUD, Lubna merancang instrumen permainan yang sesuai dengan standar psikologi perkembangan balita. Secara simultan, produk ini diproyeksikan sebagai purwarupa bisnis yang memiliki nilai komersial dengan mengaplikasikan teori-teori dari mata kuliah Kewirausahaan.

    Proses pengembangan produk inovatif ini dibimbing oleh Nuraini Kusumaningtyas, M.Psi., Pendampingan tersebut berfungsi untuk memastikan kualitas produk memenuhi kriteria kelayakan akademis sekaligus memiliki struktur perencanaan produk yang terarah. 

    Pencapaian Lubna di ajang Expo MKMU ini membuktikan bahwa mahasiswa dapat memadukan pemahaman teori pendidikan dengan prinsip bisnis yang terukur. Luaran produk Zip & Play Learning Activity Box For Kids menjadi representasi nyata dari pembelajaran berbasis proyek, di mana tugas perkuliahan dieksekusi menjadi barang fisik yang memiliki fungsi edukasi dan prospek ekonomi yang jelas.


Inovasi "Skillmu" Karya Gavriel: Integrasi Teknologi dan Nilai Keislaman

    Universitas Muhammadiyah Jember  (Unmuh Jember) menggelar pameran Expo Luaran Mata Kuliah Wajib Universitas (MKMU) Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 pada Selasa (23/6/2026). Bertempat di Gedung Aula Ahmad Zainuri, kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mempresentasikan hasil implementasi pembelajaran selama satu semester. Pada ajang tersebut, Gavriel Ayatullah Khomaini, mahasiswa Program Studi Sistem Informasi, berhasil meraih Juara Pertama untuk kategori mata kuliah Al Islam IV. 

    Gavriel menampilkan inovasi berupa platform digital yang diberi nama "Skillmu". Platform ini dirancang secara khusus untuk memfasilitasi mahasiswa dalam mengembangkan kemampuan teknis (hard skill) sekaligus kemampuan interpersonal (soft skill). Pengembangan aplikasi ini didasarkan pada kebutuhan mahasiswa akan sarana edukasi dan pengembangan diri yang terintegrasi serta mudah diakses melalui perangkat digital.     

    Dalam merancang Skillmu, Gavriel tidak hanya berfokus pada aspek kecerdasan buatan atau teknologi informasi, tetapi juga mengintegrasikan materi dari mata kuliah Al Islam IV ke dalam sistemnya. Ia menerapkan nilai-nilai "Amanah" dan "Fastabiqul Khairat" sebagai basis etika operasional platform tersebut. Pendekatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa pengembangan kompetensi akademik dan profesional mahasiswa tetap sejalan dengan pembentukan karakter dan moralitas. 

    Proses perancangan platform ini mendapat pendampingan dari dosen pengampu, Saibah, S.Pd., M.Pd., yang turut menerima penghargaan sebagai Dosen Pengampu Berprestasi pada kategori yang sama. Keterlibatan dosen pengampu memastikan bahwa aspek teknis aplikasi sejalan dengan indikator capaian pembelajaran mata kuliah. 

    Kemenangan Gavriel dalam Expo MKMU ini menunjukkan bahwa mahasiswa mampu mengonversi pemahaman teoretis dari mata kuliah keagamaan menjadi produk teknologi yang fungsional. Platform Skillmu berpotensi menjadi media penunjang operasional bagi mahasiswa lain dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja, dengan tetap memegang teguh prinsip-prinsip etika dasar.


Rabu, 17 Juni 2026

Mahasiswa Akuntansi Unmuh Jember Lolos Pendanaan PKM Nasional, Bawa Literasi Keuangan ke Sekolah Dasar

Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember). Tim mahasiswa Program Studi Akuntansi berhasil lolos pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat (PKM-PM) tingkat nasional melalui program edukasi literasi keuangan bagi siswa sekolah dasar.

Tim yang diketuai oleh M. Mufti Yuda Firmansyah bersama Muhammad Alfian Faruqi, Deva Sintiasari, Selvia Khusnul Khotimah, dan Febryan Aldi Winata mengusung proposal berjudul “Finance For Kids Project: Literasi Keuangan Anak Menuju Generasi Emas di SDN Sukorambi 01 Jember.”

Melalui program tersebut, tim berupaya meningkatkan pemahaman literasi keuangan siswa sekolah dasar melalui pendekatan yang edukatif, interaktif, dan menyenangkan. Materi yang diberikan meliputi pengenalan uang, perbedaan kebutuhan dan keinginan, pentingnya menabung, hingga pengelolaan uang sederhana yang dikemas melalui permainan, simulasi, dan aktivitas kreatif sesuai usia anak.

Ketua tim, M. Mufti Yuda Firmansyah, menjelaskan bahwa ide program lahir dari keprihatinan terhadap masih rendahnya pemahaman literasi keuangan pada anak usia sekolah dasar. Padahal, anak-anak telah akrab dengan penggunaan uang dalam kehidupan sehari-hari, namun belum memiliki bekal yang cukup untuk mengelolanya secara bijak.

“Literasi keuangan sejak dini merupakan fondasi penting untuk membentuk kebiasaan finansial yang sehat. Kami ingin membantu anak-anak memahami konsep dasar keuangan dengan cara yang mudah dipahami dan menyenangkan,” ujarnya.

Menurutnya, program ini dirancang untuk menjawab berbagai persoalan yang ditemukan di lapangan, mulai dari rendahnya kemampuan siswa dalam membedakan kebutuhan dan keinginan hingga minimnya media pembelajaran literasi keuangan yang menarik dan aplikatif bagi anak-anak.

Proses penyusunan proposal hingga akhirnya dinyatakan lolos pendanaan nasional memerlukan waktu sekitar empat hingga lima bulan. Selama periode tersebut, tim melakukan observasi awal kepada mitra, menyusun konsep kegiatan, merancang anggaran, serta melakukan berbagai revisi berdasarkan arahan dosen pendamping.

“Tantangan terbesar adalah menyelaraskan ide program dengan kebutuhan mitra serta memastikan seluruh kegiatan yang dirancang benar-benar sesuai dengan karakteristik siswa sekolah dasar. Selain itu, pembagian waktu antaranggota tim juga menjadi tantangan tersendiri,” jelas Mufti.

Keberhasilan proposal tersebut tidak lepas dari peran dosen pendamping yang aktif memberikan arahan dan masukan selama proses penyusunan. Mulai dari pengembangan ide, evaluasi kelayakan program, hingga penyempurnaan proposal agar sesuai dengan pedoman PKM nasional.

Saat menerima kabar lolos pendanaan, seluruh anggota tim mengaku merasa bangga, bersyukur, dan terharu. Bagi mereka, capaian tersebut merupakan hasil dari proses panjang yang penuh kerja keras dan kolaborasi.

“Ini menjadi bentuk apresiasi atas usaha yang telah kami lakukan sekaligus motivasi untuk melaksanakan program dengan sebaik-baiknya,” ungkapnya.

Melalui program Finance For Kids Project, tim menargetkan peningkatan pemahaman siswa mengenai pentingnya menabung, kemampuan membedakan kebutuhan dan keinginan, serta terbentuknya kebiasaan mengelola uang secara sederhana sejak usia dini. Selain itu, program ini juga akan menghasilkan media pembelajaran, dokumentasi kegiatan, dan laporan pelaksanaan PKM.

Mufti menilai bahwa kunci keberhasilan hingga proposal dapat lolos pendanaan nasional terletak pada kesesuaian antara permasalahan yang dihadapi mitra dengan solusi yang ditawarkan, inovasi program yang aplikatif, serta kekompakan tim dalam menyusun proposal.

Ia pun mengajak mahasiswa Unmuh Jember untuk tidak ragu mengikuti PKM pada tahun-tahun berikutnya.

“Jangan takut mencoba dan berani menuangkan ide. PKM bukan hanya tentang pendanaan, tetapi juga menjadi sarana mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kepemimpinan, kerja sama tim, dan kepedulian sosial. Melalui PKM, mahasiswa dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat sekaligus ikut mendukung kemajuan bangsa,” pungkasnya.

Keberhasilan tim Akuntansi ini semakin memperkuat komitmen Unmuh Jember dalam mendorong lahirnya inovasi mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Senin, 15 Juni 2026

Mahasiswa Agroteknologi Unmuh Jember Lolos Pendanaan PKM Nasional, Kembangkan Bakteri Gunung Ijen untuk Lindungi Tanaman Padi

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember). Tim mahasiswa Program Studi Agroteknologi berhasil meraih pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) tingkat nasional melalui gagasan inovatif pemanfaatan bakteri termofil dari kawasan Gunung Ijen sebagai agen pengendali hayati penyakit pada tanaman padi.

Tim yang diketuai oleh Olivia Cantika (2310311023) bersama Afthon Hielman Huda (2310311009), Wahida Rahmania Putri (2310311005), Erwin Angriawan (2210311015), dan Junaidi (2510311002) berhasil lolos pendanaan dengan proposal berjudul “Optimasi Bakteri Termofil Gunung Ijen serta Potensinya sebagai Biokontrol Xanthomonas oryzae (Xoo)”.

Ketua tim, Olivia Cantika, menjelaskan bahwa ide penelitian tersebut berangkat dari kekhawatiran terhadap menurunnya produktivitas padi akibat serangan penyakit hawar daun bakteri yang disebabkan oleh bakteri Xanthomonas oryzae pv. oryzae. Kondisi tersebut semakin diperparah oleh perubahan iklim global yang menciptakan lingkungan ideal bagi perkembangan penyakit tanaman.

“Padi merupakan sumber pangan utama bagi sebagian besar penduduk dunia. Namun produktivitasnya terus menghadapi ancaman akibat perubahan iklim dan serangan penyakit hawar daun bakteri. Karena itu kami mencoba mencari solusi yang lebih ramah lingkungan melalui pemanfaatan bakteri termofil dari kawasan Gunung Ijen,” ujarnya.

Menurut Olivia, penggunaan agen biokontrol berbasis mikroorganisme menjadi salah satu pendekatan berkelanjutan yang dapat mengurangi ketergantungan pada bahan kimia pertanian. Bakteri termofil yang hidup di lingkungan ekstrem seperti Gunung Ijen diketahui memiliki aktivitas antimikroba yang berpotensi dimanfaatkan untuk mengendalikan bakteri penyebab penyakit tanaman.

Proses penyusunan proposal hingga berhasil memperoleh pendanaan nasional memerlukan waktu sekitar tiga bulan. Selama proses tersebut, tim harus menyelesaikan berbagai tahapan mulai dari penyusunan latar belakang, metode penelitian, hingga perencanaan anggaran kegiatan.

“Tantangan terbesar yang kami hadapi adalah membagi waktu antara tugas kuliah, aktivitas akademik, dan proses bimbingan proposal. Namun berkat kerja sama tim dan dukungan dosen pendamping, semua dapat dilalui dengan baik,” jelasnya.

Olivia juga mengapresiasi peran dosen pendamping yang dinilai memiliki semangat dan komitmen tinggi dalam membimbing mahasiswa sejak tahap penyusunan hingga proposal dinyatakan lolos pendanaan.

Keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi seluruh anggota tim. Menurutnya, pendanaan PKM bukan hanya bentuk apresiasi atas kerja keras yang telah dilakukan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk menghasilkan luaran akademik yang bermanfaat.

Adapun target yang ingin dicapai melalui program ini antara lain menghasilkan artikel ilmiah dan laporan penelitian yang dapat menjadi kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang pertanian berkelanjutan.

Olivia menilai konsistensi, semangat belajar, dan keberanian bangkit dari kegagalan menjadi kunci utama keberhasilan dalam mengikuti kompetisi PKM.

“Puncak prestasi tidak bisa diraih secara instan. Dibutuhkan usaha, kerja keras, konsistensi, dan doa. Jangan takut mencoba karena setiap proses akan memberikan pelajaran berharga,” pesannya kepada mahasiswa Unmuh Jember yang ingin mengikuti PKM pada tahun mendatang.

Keberhasilan tim Agroteknologi ini menambah deretan capaian mahasiswa Unmuh Jember di tingkat nasional sekaligus menunjukkan komitmen kampus dalam mendorong budaya riset dan inovasi yang memberikan solusi terhadap berbagai persoalan masyarakat, termasuk ketahanan pangan di Indonesia.

 

Minggu, 17 Mei 2026

Delegasi Unmuh Jember Raih Best Team Kedua Nasional di Ajang Literasi Internasional SEALNET PI25

Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional hingga Asia Tenggara. Setelah terpilih sebagai salah satu dari lima perguruan tinggi terbaik di Indonesia dalam program SEALNET Project Indonesia 2025 (PI25) Read to Lead, delegasi Unmuh Jember berhasil meraih predikat Best Team Kedua Nasional pada ajang literasi internasional bergengsi SEALNET PI25 (Southeast Asian Service Leadership Network Program Initiative 2025).

Prestasi tersebut diumumkan dalam Closing Ceremony SEALNET PI25 yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Kamis, 10 April 2026 pukul 19.00 WIB, menandai berakhirnya proyek literasi yang telah berjalan selama kurang lebih enam bulan.

Tim delegasi Unmuh Jember terdiri dari Muhammad Sulton Al Gifari, mahasiswa Fakultas Psikologi, Lutfiah Indah Fardiyatin, mahasiswa Program Studi PGPAUD, serta Helmy Maulana Wahid, pustakawan Unmuh Jember.

Sebelumnya, pada Juli 2025, Unmuh Jember terpilih sebagai salah satu dari hanya lima perguruan tinggi di Indonesia yang lolos dalam program mentoring intensif SEALNET PI25 bersama Universitas Perbanas, UIN Sunan Gunung Djati, Universitas Multimedia Nusantara, dan Universitas Buddhi Dharma.

Program yang diselenggarakan oleh Southeast Asian Service Leadership Network (SEALNET) ini berfokus pada penguatan budaya literasi, kepemimpinan sosial, serta pengembangan program berbasis komunitas melalui proposal gerakan literasi bertajuk “Literazine.”

Melalui proposal tersebut, Unmuh Jember dinilai memiliki potensi besar dalam membangun ekosistem literasi yang inklusif, berkelanjutan, dan berdampak langsung bagi masyarakat kampus maupun masyarakat luas.

Selama lima hari, pada 16–20 Juli 2025, tim delegasi mengikuti mentoring intensif di Jakarta bersama mentor internasional dari berbagai negara Asia Tenggara, seperti Vietnam, Thailand, Myanmar, Filipina, Singapura, dan Indonesia.

Tidak hanya menerima materi, peserta juga melakukan kunjungan studi ke Perpustakaan Jakarta dan HB Jassin, Perpustakaan Universitas Indonesia, serta Gramedia Pustaka Utama, guna memperluas wawasan mengenai ekosistem literasi dan kepemimpinan berbasis layanan (service leadership).

Dalam proses pendampingan tersebut, para delegasi mendapatkan pembekalan mengenai pendekatan berbasis komunitas, strategi advokasi, serta praktik kepemimpinan sosial yang mampu menciptakan perubahan nyata.

Keberhasilan meraih predikat Best Team Kedua Nasional tidak datang secara instan. Tim Unmuh Jember dinilai menunjukkan performa terbaik melalui komunikasi aktif dengan mentor, konsistensi implementasi program, serta inovasi gerakan literasi yang kolaboratif dan inklusif.

Beberapa program unggulan yang berhasil dijalankan antara lain Library Tour bagi mahasiswa baru, Galeri Tour hasil kolaborasi dengan komunitas literasi lokal seperti Kanca Aksara, Literaya, Pena, dan PNE, hingga integrasi literasi dengan edukasi lingkungan melalui program Kunang-Kunang dan Nara Garden Tour.

Selain itu, tim juga mengembangkan gerakan literasi inklusif berbasis bahasa isyarat bersama BISINDO dan JBP, serta memperluas jejaring internasional melalui program English Mentoring yang berkolaborasi dengan Teaching Beyond Borders Singapura.

Lutfiah Indah Fardiyatin menyampaikan bahwa penghargaan ini menjadi bukti bahwa gerakan literasi kampus dapat berkembang menjadi gerakan sosial yang berdampak luas jika dikelola dengan kolaborasi dan konsistensi.

“Literasi bukan hanya soal membaca buku, tetapi bagaimana ilmu itu bisa hidup di masyarakat, menyentuh banyak orang, dan menjadi ruang perubahan sosial yang nyata,” ujarnya.

Prestasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Unmuh Jember mampu bersaing di level nasional maupun internasional, sekaligus memperkuat posisi kampus sebagai institusi yang aktif mendorong inovasi sosial, kepemimpinan muda, dan budaya literasi berkelanjutan.

Melalui capaian ini, Unmuh Jember tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi juga sebagai penggerak perubahan yang membawa semangat literasi dari kampus menuju jejaring Asia Tenggara.

Sabtu, 25 April 2026

Anak Sopir Jadi Wisudawati Teladan, Kisah Inspiratif Sesilia Tristianti di Wisuda ke-54 Unmuh Jember


Riuh tepuk tangan menggema di Gedung Ahmad Zainuri saat Sesilia Tristianti melangkah menuju podium Rapat Terbuka Senat Wisuda ke-54 Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember). Mahasiswi Program Studi Ilmu Komunikasi ini terpilih mewakili rekan-rekannya untuk menyampaikan pesan dan kesan wisudawan. Di balik selempang predikat Wisudawan Berprestasi Kategori Teladan yang ia kenakan, Sesilia membawa sebuah cerita perjuangan yang membuktikan bahwa latar belakang sederhana bukanlah penghalang untuk mencapai puncak prestasi.

Dalam pidatonya yang lugas, Sesilia mengungkapkan jati dirinya sebagai anak seorang sopir bernama Bok Tarmidi dan ibu rumah tangga bernama Istikomah. Keberhasilannya meraih gelar sarjana hari ini adalah sebuah tonggak sejarah baru, sebab ia merupakan wisudawan pertama di dalam keluarganya.

 "Ayah dan ibu saya tidak menempuh pendidikan sarjana, namun hari ini mereka membuktikan bahwa mereka mampu mengantarkan anaknya menjadi sarjana," ungkapnya dengan terharu.

Selama menempuh studi di Program Studi Ilmu Komunikasi, Sesilia tidak hanya fokus pada perkuliahan di kelas, tetapi juga aktif mengukir prestasi di kancah nasional. Ia tercatat sebagai pemenang Duta Kampus Unmuh Jember 3.0, Miss Intelligensia Muslimah Jawa Timur 2023, hingga sukses meraih posisi Runner Up 5 Putri Kampus Indonesia 2026. Tak hanya di bidang pageant, nalar kritisnya pun teruji melalui berbagai kemenangan dalam forum diskusi dan presentasi tingkat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) se-Indonesia. Rentetan prestasi inilah yang mengukuhkan dirinya sebagai lulusan teladan yang mampu menyelaraskan aspek wawasan global, religiusitas, dan kompetensi bidang.


Sesilia menegaskan bahwa Unmuh Jember telah menjadi ruang bagi dirinya dan ratusan wisudawan lain untuk mewujudkan mimpi yang semula terasa mustahil. Dengan prinsip “there is a will, there is a way,” ia meyakini bahwa setiap lulusan Unmuh Jember memiliki daya saing yang tinggi dan tidak perlu gentar untuk berkompetisi dengan lulusan dari universitas ternama lainnya. Keberanian untuk melangkah dan mencoba, menurutnya, adalah awal dari setiap kesuksesan yang akan diraih di masa depan.

Mengakhiri masa studinya dengan penuh keceriaan, Sesilia bahkan sempat membawakan pantun yang mencairkan suasana di hadapan Rektor dan seluruh anggota senat. Namun, di balik keceriaan itu, ia meninggalkan pesan mendalam bagi mahasiswa yang masih berjuang di kampus. Ia mengingatkan bahwa pengalaman, rintangan, dan kesulitan yang dilalui selama kuliah adalah bekal berharga untuk menghadapi kehidupan di masyarakat.

Bagi mahasiswa yang saat ini masih berjuang, Sesilia menitipkan pesan motivasi agar tetap bertahan dan berani menyelesaikan apa yang telah dimulai. 

"Jangan pernah takut melangkah dan mencoba, karena keberanian adalah awal dari kesuksesan. Teruslah berjuang, karena pada akhirnya keberhasilan tidak ditentukan dari mana kita berasal, melainkan dari bagaimana kita terus berusaha untuk bertumbuh dan memberikan kontribusi nyata," pungkasnya. 

Toga Sempurna untuk Ayah Ibu di Surga, Kisah Haru Tria Fenda Wisudawati Dengan IPK 3,99 Unmuh Jember


Momen wisuda umumnya menjadi hari bahagia yang dirayakan bersama keluarga inti. Namun, realita berbeda harus dihadapi oleh Tria Fenda Afi Wijaya pada Rapat Terbuka Senat Wisuda ke-54 Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember). Berdiri tanpa pendampingan ayah dan ibu, mahasiswi Program Studi S1 Manajemen ini justru sukses membuktikan diri dengan menyandang predikat Wisudawan Terbaik Tingkat Universitas berbekal IPK nyaris sempurna, 3,99. Rentetan pencapaian yang ia raih menjadi wujud nyata bahwa kehilangan sosok kedua orang tua tidak menghentikan langkahnya untuk terus mencetak prestasi.

Ujian berat dalam hidup Tria sudah datang sejak ia masih duduk di kelas tiga SMA. Tepat saat ia tengah bersiap menghadapi ujian kelulusan, sang ibu meninggal dunia. Kehilangan tersebut tentu menjadi pukulan telak. Namun, ia menolak menjadikan duka sebagai alasan untuk menyerah. Tria justru mengubah kesedihannya menjadi energi pembuktian. Hasilnya, ia berhasil meraih nilai ujian kelulusan tertinggi dan mempertahankan posisi juara satu berturut-turut di sekolahnya, sebelum akhirnya memantapkan langkah melanjutkan pendidikan ke Unmuh Jember.

Sayangnya, takdir kembali menguji ketangguhan Tria di masa-masa paling krusial dalam perkuliahannya. Memasuki semester tujuh, tepat saat ia baru akan memulai proses penyusunan skripsi, sang ayah menghembuskan napas terakhirnya. Berpulangnya ayahanda membuat Tria sangat terpukul dan menyisakan trauma mendalam. Di tengah situasi yang berat tersebut, Tria teringat dan berpegang erat pada pesan yang selalu ditekankan oleh kedua orang tuanya semasa hidup.

"Terus fokus dan jangan pernah lari dari tanggung jawab," kenangnya mengulangi pesan tersebut saat diwawancarai.

Prinsip itulah yang kemudian memacunya untuk kembali bangkit, mengerjakan skripsinya, dan bertekad mewujudkan impian almarhum kedua orang tuanya untuk melihatnya menjadi mahasiswa terbaik.

Hebatnya, di tengah perjuangan menyelesaikan tugas akhir dengan kondisi batin yang sedang berduka, langkah Tria tidak melambat sama sekali. Ia tidak sekadar mengejar nilai di dalam kelas, melainkan terus aktif memperluas kapasitas dirinya di berbagai bidang.

Ketekunannya tersebut mengantarkan Tria lolos sebagai salah satu penerima program prestisius Djarum Beasiswa Plus (Beswan Djarum) 2024/2025. Ia juga berhasil menyabet gelar Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) mulai dari tingkat program studi, fakultas, hingga universitas, yang memberinya kesempatan berharga mewakili Unmuh Jember di ajang Pilmapres tingkat nasional. Di sela-sela kesibukannya, Tria juga aktif mengabdi sebagai relawan Duta Kepemudaan, rajin memberikan edukasi dan advokasi kepada para pelajar di sekolah-sekolah mengenai pentingnya personal branding dan bahaya narkoba.

Kini, berdiri tegak membawa gelar kelulusan tertinggi, Tria tak menampik adanya rasa rindu karena tidak bisa mempersembahkan pencapaiannya langsung ke tangan kedua orang tuanya. Meski demikian, ia merasa bersyukur karena telah berjuang maksimal menuntaskan amanah mereka.

Mengakhiri masa studinya, Tria menitipkan pesan kuat bagi rekan-rekan mahasiswa yang tengah berjuang menghadapi hambatan akademiknya masing-masing. Ia menegaskan pentingnya menjaga fokus agar tidak mudah goyah apalagi menyerah oleh keadaan. Baginya, sesulit dan setidak enak apa pun proses bimbingan maupun hambatan yang datang, tetaplah fokus pada proses dan tujuan akhir, karena usaha tersebut pada akhirnya pasti akan membawa hasil.

 

Connect