Rabu, 24 Juni 2026

Inovasi "Skillmu" Karya Gavriel: Integrasi Teknologi dan Nilai Keislaman

    Universitas Muhammadiyah Jember  (Unmuh Jember) menggelar pameran Expo Luaran Mata Kuliah Wajib Universitas (MKMU) Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 pada Selasa (23/6/2026). Bertempat di Gedung Aula Ahmad Zainuri, kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mempresentasikan hasil implementasi pembelajaran selama satu semester. Pada ajang tersebut, Gavriel Ayatullah Khomaini, mahasiswa Program Studi Sistem Informasi, berhasil meraih Juara Pertama untuk kategori mata kuliah Al Islam IV. 

    Gavriel menampilkan inovasi berupa platform digital yang diberi nama "Skillmu". Platform ini dirancang secara khusus untuk memfasilitasi mahasiswa dalam mengembangkan kemampuan teknis (hard skill) sekaligus kemampuan interpersonal (soft skill). Pengembangan aplikasi ini didasarkan pada kebutuhan mahasiswa akan sarana edukasi dan pengembangan diri yang terintegrasi serta mudah diakses melalui perangkat digital.     

    Dalam merancang Skillmu, Gavriel tidak hanya berfokus pada aspek kecerdasan buatan atau teknologi informasi, tetapi juga mengintegrasikan materi dari mata kuliah Al Islam IV ke dalam sistemnya. Ia menerapkan nilai-nilai "Amanah" dan "Fastabiqul Khairat" sebagai basis etika operasional platform tersebut. Pendekatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa pengembangan kompetensi akademik dan profesional mahasiswa tetap sejalan dengan pembentukan karakter dan moralitas. 

    Proses perancangan platform ini mendapat pendampingan dari dosen pengampu, Saibah, S.Pd., M.Pd., yang turut menerima penghargaan sebagai Dosen Pengampu Berprestasi pada kategori yang sama. Keterlibatan dosen pengampu memastikan bahwa aspek teknis aplikasi sejalan dengan indikator capaian pembelajaran mata kuliah. 

    Kemenangan Gavriel dalam Expo MKMU ini menunjukkan bahwa mahasiswa mampu mengonversi pemahaman teoretis dari mata kuliah keagamaan menjadi produk teknologi yang fungsional. Platform Skillmu berpotensi menjadi media penunjang operasional bagi mahasiswa lain dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja, dengan tetap memegang teguh prinsip-prinsip etika dasar.


Bawa Inovasi SDGs ke Panggung Dunia, Unmuh Jember Tampil di Global Sustainable Development Congress 2026

Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) turut ambil bagian dalam ajang internasional The 5th Global Sustainable Development Congress (GSDC) 2026 yang berlangsung di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, pada 22–25 Juni 2026. Kehadiran Unmuh Jember menjadi bagian dari kontribusi 30 Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) yang difasilitasi oleh Asosiasi Kantor Urusan Internasional (ASKUI) PTMA di bawah koordinasi Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

GSDC 2026 merupakan forum yang diinisiasi oleh Times Higher Education (THE) dan dihadiri sekitar 5.000 delegasi dari berbagai negara yang berasal dari kalangan akademisi, pemerintah, industri, hingga organisasi masyarakat sipil. Forum tersebut menjadi ruang kolaborasi global dalam merumuskan langkah nyata pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Pada kesempatan tersebut, Unmuh Jember menampilkan sejumlah inovasi yang mendukung pembangunan berkelanjutan melalui booth PTMA. Berbagai karya unggulan yang dipresentasikan mencerminkan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus kontribusi kampus terhadap isu lingkungan, energi, dan pertanian berkelanjutan.

Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah Forage Chopper Machine, mesin pencacah pakan ternak yang dikembangkan untuk meningkatkan produktivitas peternak sekaligus mendukung ekonomi hijau. Program yang dipimpin Hadi Jatmiko bersama tim Unmuh Jember tersebut telah dimanfaatkan oleh PRA Karangtengah dan melibatkan mahasiswa melalui program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Selain itu, Unmuh Jember juga menampilkan hasil riset Battery-Less RFID Sensor for Smart Agriculture yang dipimpin Dr. Danang Kumara Hadi bekerja sama dengan Ibaraki University, Jepang. Inovasi ini memungkinkan pemantauan suhu dan kelembaban secara real time tanpa menggunakan baterai sehingga lebih ramah lingkungan dan hemat energi. 

Di bidang energi terbarukan, Unmuh Jember memperkenalkan program pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan limbah pertanian menjadi bahan bakar padat ramah lingkungan (Eco-Friendly Solid Fuel). Program yang dipimpin Asroful Abidin dan Hilfi Harisan tersebut memberdayakan petani di Desa Plalangan melalui teknologi pirolisis sekaligus membuka peluang ekonomi baru berbasis pengolahan limbah pertanian.

Ketua ASKUI PTMA, Aidil Syahputra, menjelaskan bahwa partisipasi PTMA dalam GSDC 2026 merupakan bagian dari strategi internasionalisasi perguruan tinggi Muhammadiyah sekaligus memperkuat posisi kampus di tingkat global.

“Agenda kami di sini adalah menyampaikan dan mempresentasikan hasil SDGs dari setiap perguruan tinggi serta mengikuti rangkaian seminar internasional untuk menjawab permasalahan SDGs di dunia,” ujarnya.

Menurutnya, keikutsertaan dalam forum tersebut juga menjadi momentum untuk memperluas jejaring internasional dan membuka peluang kolaborasi riset lintas negara.

Sementara itu, Sekretaris Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Ahmad Muttaqin, mengapresiasi keterlibatan PTMA dalam GSDC 2026. Ia menilai langkah tersebut dapat mendorong perguruan tinggi Muhammadiyah semakin aktif menghasilkan inovasi yang berdampak serta memperkuat daya saing di tingkat internasional.

Keikutsertaan Unmuh Jember dalam GSDC 2026 menjadi bukti bahwa inovasi yang lahir dari kampus tidak hanya memberi manfaat bagi masyarakat lokal, tetapi juga mampu berkontribusi dalam menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan di tingkat global. Dengan membawa semangat kolaborasi, riset, dan pemberdayaan masyarakat, Unmuh Jember terus memperkuat perannya sebagai kampus berdampak yang berorientasi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

 

Senin, 22 Juni 2026

BEM Unmuh Jember Gelar Jember Raya Debat Competition 2026, Tim Unej Sapu Bersih Gelar Juara



 
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) sukses menyelenggarakan acara "Jember Raya Debat Competition 2026" di Gedung Aula Ahmad Zainuri, Senin (22/6/2026). Dalam kompetisi bergengsi ini, delegasi dari Universitas Jember (Unej) tampil mendominasi dengan menyapu bersih seluruh podium juara.

    Kompetisi tahun ini mengangkat tema yang cukup kritis, yakni "Jember di Persimpangan Jalan Antara Ambisi Infrastruktur dan Keadilan Sosial". Tema ini dipilih untuk memantik daya kritis mahasiswa terhadap arah pembangunan daerah yang kerap berbenturan dengan isu kesejahteraan masyarakat prasejahtera.

    Untuk mengbedah tema tersebut, BEM Unmuh Jember merumuskan lima mosi debat yang dinilai bersinggungan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Kelima mosi tersebut meliputi akurasi pendataan kemiskinan, evaluasi program beasiswa daerah “Cinta Bergema”, efektivitas program Bupati Jember Mampir Desa (Bunga Desaku), revitalisasi koridor kota melalui penataan Jalan Kartini, serta pengawasan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG).


    Jalannya perdebatan berlangsung sengit dan kritis. Pada isu pendataan kemiskinan, peserta debat menyoroti pentingnya validasi data agar penyaluran bantuan sosial benar-benar tepat sasaran. Sementara pada mosi beasiswa “Cinta Bergema”, pembahasan difokuskan pada ketepatan penerima manfaat serta dampaknya terhadap pemerataan akses pendidikan tinggi di Jember.

    Tak hanya itu, program Bunga Desaku juga dikaji secara mendalam dari aspek efektivitas pelayanan administrasi kependudukan serta kemampuannya dalam memangkas birokrasi bagi masyarakat desa. Sementara pada isu infrastruktur, revitalisasi Jalan Kartini menjadi sorotan peserta untuk menilai sejauh mana keseimbangan antara aspek estetika tata kota dan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat sekitar.

    Adapun acara ini dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor III Unmuh Jember, Dr. Sofyan Rofi, M.Pd.I. Dalam rangkaian pembukaan tersebut, turut memberikan sambutan Ketua Panitia Alifia Bilqis yang melaporkan jalannya persiapan acara, disusul oleh Wakil Presiden Mahasiswa (Wapresma) Unmuh Jember, Zinatul Hayati.

    Kompetisi ini diikuti oleh tujuh tim yang berasal dari tiga perguruan tinggi di Jember, yaitu Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember, Universitas Jember (Unej), dan Politeknik Negeri Jember (Polije). Ketujuh tim tersebut adalah Justice, Law Warriors, Koalisi Tengah, Antek-antek Asing, Abraham Lincoln, Tim Brantas, dan Lentera Justitia.

    Untuk menjamin kualitas dan objektivitas penilaian, BEM Unmuh Jember menghadirkan tiga dewan juri dari latar belakang profesional dan pemerintahan. Ketiga juri tersebut adalah Mohamad Roky Huzaeni, M.H. dari PAR Alternatif Indonesia; Muhammad Syamsu Rijal, S.H., M.H. selaku Kepala Bidang Wawasan Kebangsaan Bakesbangpol Kabupaten Jember; serta Muhammad Rido I., S.Pd., M.Pd., Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Jember.

    Setelah melalui berbagai babak penyisihan yang ketat, dewan juri akhirnya mengumumkan para pemenang. Tim Lentera Justitia dari Universitas Jember berhasil keluar sebagai Juara Pertama. Posisi Juara Kedua diraih oleh Tim Brantas, yang juga berasal dari Universitas Jember. Dominasi Unej semakin disempurnakan oleh tim Abraham Lincoln yang berhasil mengamankan posisi Juara Ketiga.

    Acara debat ini diharapkan tidak hanya menjadi wadah adu retorika, tetapi juga melahirkan gagasan-gagasan konkret dari mahasiswa yang dapat menjadi bahan masukan berharga bagi para pemangku kebijakan di Kabupaten Jember.

 


Kamis, 18 Juni 2026

Mahasiswa Elektro dan Mesin Unmuh Jember Rancang Skenario Revitalisasi Mesin di TPA Pakusari

Melanjutkan misi pemetaan krisis tata kelola sampah yang telah diinisiasi pekan sebelumnya, Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadiyah (UM) Jember kembali menerjunkan mahasiswanya dalam kunjungan gelombang kedua ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Pakusari pada hari Sabtu, 13 Juni 2026. Jika kunjungan gelombang pertama murni berfokus pada analisis infrastruktur fisik, kelancaran administrasi, dan kalkulasi beban volume harian, maka gelombang kedua ini secara khusus menitikberatkan pada evaluasi aspek rekayasa mekanikal, otomasi sistem kelistrikan, dan pemulihan fungsi fasilitas.

Kunjungan strategis kali ini membawa formasi yang berbeda, dengan melibatkan kolaborasi tajam dari mahasiswa program studi Teknik Elektro, Teknik Lingkungan, dan Teknik Mesin. Setibanya di lokasi, tim observasi langsung bergerak menembus area fasilitas pengolahan sampah dan menemukan realita teknis yang cukup memprihatinkan. Di tengah darurat volume sampah yang terus menggunung tanpa henti, sejumlah aset vital dan fasilitas mekanis di dalam TPA Pakusari justru ditemukan dalam kondisi tidak beroperasi secara maksimal, bahkan cenderung dibiarkan terbengkalai begitu saja.

Dalam inspeksi mendalam tersebut, mahasiswa secara langsung mendata berbagai macam alat berat dan mesin pengolahan yang mangkrak di lokasi. Terdapat perangkat krusial seperti mesin pemilah mekanis, mesin pencacah sampah, mesin pengepres raksasa (balling press), hingga instalasi mesin pengemasan (packaging) yang terdiam tanpa aktivitas operasional harian. Merespon temuan kritis ini, mahasiswa Teknik Mesin FT UM Jember langsung mengambil inisiatif untuk merumuskan kerangka kerja perbaikan teknis. Mereka menyusun strategi optimalisasi agar alat-alat berat serta mesin pencacah tersebut dapat direvitalisasi dan difungsikan kembali secara penuh.

Di sisi lain, mahasiswa Teknik Elektro mengambil peran yang tidak kalah penting dalam merancang ulang sistem otomasi jaringan kelistrikannya. Tidak hanya sekadar memperbaiki arus listrik, mereka juga mulai mengkaji potensi besar pemanfaatan gas metana yang terperangkap di bawah tumpukan sampah raksasa. Gas ini direncanakan untuk dikonversi menjadi sumber energi alternatif yang kelak dapat menghidupkan kembali mesin-mesin pengolahan tersebut secara mandiri. Sinergi mekanis dan elektris ini terus dikawal ketat oleh mahasiswa Teknik Lingkungan yang memastikan bahwa setiap rancangan mesin terapan tetap memenuhi standar baku mutu ekologis dan tidak menambah emisi baru.

Langkah taktis mahasiswa UM Jember ini menjadi sangat relevan karena berpacu dengan waktu transisi birokrasi. Berdasarkan informasi terkini dari otoritas lingkungan setempat, terhitung mulai tanggal 1 Juli 2026, Pemerintah Kabupaten Jember akan memberlakukan kebijakan baru yang sangat radikal. TPA Pakusari diproyeksikan hanya akan diizinkan menerima sampah dalam bentuk sampah residu saja. Hal ini menandai akhir dari era sistem penimbunan terbuka (open dumping) dan melangkah maju menuju metode Control Landfill. Melalui cetak biru revitalisasi teknologi dari kunjungan 13 Juni ini, FT UM Jember siap mengawal TPA Pakusari untuk bertransformasi menjadi fasilitas pengolahan modern terpadu.

 

Menembus Gunungan Sampah 35 Meter, Mahasiswa Lintas Disiplin FT Unmuh Jember Kaji Beban Kritis TPA Pakusari

Krisis tata kelola sampah domestik di Kabupaten Jember kini telah menjelma menjadi isu kedaruratan sosial dan ekologis yang membutuhkan penanganan luar biasa. Merespon kondisi kritis tersebut, jajaran sivitas akademika Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadiyah (UM) Jember mengambil langkah taktis proaktif melalui agenda observasi lapangan dan studi komprehensif. Gelombang pertama dari inisiatif ini resmi diterjunkan langsung ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Pakusari pada hari Sabtu, 6 Juni 2026.

Delegasi gelombang pertama ini membawa misi analisis infrastruktur dengan melibatkan kolaborasi lintas disiplin dari empat program studi sekaligus, yakni Teknik Kimia, Teknik Industri, Teknik Sipil, dan Teknik Lingkungan. Sinergi lintas keilmuan ini sengaja dibentuk untuk membedah problematika persampahan dari berbagai sudut pandang rekayasa, mulai dari tata letak operasional, stabilitas tumpukan fisik, hingga proses konversi bahan kimia yang terjadi secara alami di lokasi pembuangan raksasa tersebut.

Dalam peninjauan lapangan yang berlangsung intensif, para mahasiswa tidak hanya melakukan pengamatan visual, tetapi juga menggali data operasional harian secara mendetail. Mereka berdialog langsung dengan para petugas yang menjadi garda terdepan di TPA Pakusari. Mahasiswa berdiskusi secara mendalam dengan Bapak Moh. Jatim, selaku penanggung jawab bagian Administrasi dan Ritribusi. Dari diskusi ini, mahasiswa berhasil memetakan alur birokrasi, sistem pencatatan retribusi, serta pola kedatangan truk pengangkut sampah yang beroperasi tanpa henti dari berbagai penjuru kecamatan di Jember.

Lebih lanjut, investigasi pencarian data berlanjut di area krusial, yakni pos awal masuk TPA. Di sana, para mahasiswa berkoordinasi dengan Bapak Totok M. Soleh yang bertugas sebagai Operator Jembatan Timbang Sampah. Fakta kuantitatif yang terungkap di lapangan sangat mengejutkan; pos jembatan timbang mencatat bahwa TPA Pakusari saat ini dipaksa menampung beban volume timbulan sampah harian yang sangat ekstrem, mencapai rata-rata 600 meter kubik per harinya. Akumulasi sampah yang terus menerus masuk tanpa ada proses pengolahan yang seimbang ini telah mengakibatkan terbentuknya gunungan sampah masif dengan elevasi kritis setinggi 35 meter.

Bagi mahasiswa Teknik Sipil, data ketinggian 35 meter ini menjadi parameter vital untuk menganalisis stabilitas lereng sampah guna mencegah potensi bencana longsor. Sementara itu, mahasiswa Teknik Industri mengevaluasi efisiensi antrean logistik di jembatan timbang, dan mahasiswa Teknik Kimia serta Lingkungan meneliti potensi bahaya pencemaran air lindi (leachate) yang dihasilkan. Kunjungan terpadu pada tanggal 6 Juni ini pada akhirnya menjadi pondasi data primer yang sangat solid bagi riset mahasiswa FT UM Jember dalam merumuskan solusi penanganan infrastruktur persampahan di masa depan.

 


Rabu, 17 Juni 2026

Mahasiswa Akuntansi Unmuh Jember Lolos Pendanaan PKM Nasional, Bawa Literasi Keuangan ke Sekolah Dasar

Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember). Tim mahasiswa Program Studi Akuntansi berhasil lolos pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat (PKM-PM) tingkat nasional melalui program edukasi literasi keuangan bagi siswa sekolah dasar.

Tim yang diketuai oleh M. Mufti Yuda Firmansyah bersama Muhammad Alfian Faruqi, Deva Sintiasari, Selvia Khusnul Khotimah, dan Febryan Aldi Winata mengusung proposal berjudul “Finance For Kids Project: Literasi Keuangan Anak Menuju Generasi Emas di SDN Sukorambi 01 Jember.”

Melalui program tersebut, tim berupaya meningkatkan pemahaman literasi keuangan siswa sekolah dasar melalui pendekatan yang edukatif, interaktif, dan menyenangkan. Materi yang diberikan meliputi pengenalan uang, perbedaan kebutuhan dan keinginan, pentingnya menabung, hingga pengelolaan uang sederhana yang dikemas melalui permainan, simulasi, dan aktivitas kreatif sesuai usia anak.

Ketua tim, M. Mufti Yuda Firmansyah, menjelaskan bahwa ide program lahir dari keprihatinan terhadap masih rendahnya pemahaman literasi keuangan pada anak usia sekolah dasar. Padahal, anak-anak telah akrab dengan penggunaan uang dalam kehidupan sehari-hari, namun belum memiliki bekal yang cukup untuk mengelolanya secara bijak.

“Literasi keuangan sejak dini merupakan fondasi penting untuk membentuk kebiasaan finansial yang sehat. Kami ingin membantu anak-anak memahami konsep dasar keuangan dengan cara yang mudah dipahami dan menyenangkan,” ujarnya.

Menurutnya, program ini dirancang untuk menjawab berbagai persoalan yang ditemukan di lapangan, mulai dari rendahnya kemampuan siswa dalam membedakan kebutuhan dan keinginan hingga minimnya media pembelajaran literasi keuangan yang menarik dan aplikatif bagi anak-anak.

Proses penyusunan proposal hingga akhirnya dinyatakan lolos pendanaan nasional memerlukan waktu sekitar empat hingga lima bulan. Selama periode tersebut, tim melakukan observasi awal kepada mitra, menyusun konsep kegiatan, merancang anggaran, serta melakukan berbagai revisi berdasarkan arahan dosen pendamping.

“Tantangan terbesar adalah menyelaraskan ide program dengan kebutuhan mitra serta memastikan seluruh kegiatan yang dirancang benar-benar sesuai dengan karakteristik siswa sekolah dasar. Selain itu, pembagian waktu antaranggota tim juga menjadi tantangan tersendiri,” jelas Mufti.

Keberhasilan proposal tersebut tidak lepas dari peran dosen pendamping yang aktif memberikan arahan dan masukan selama proses penyusunan. Mulai dari pengembangan ide, evaluasi kelayakan program, hingga penyempurnaan proposal agar sesuai dengan pedoman PKM nasional.

Saat menerima kabar lolos pendanaan, seluruh anggota tim mengaku merasa bangga, bersyukur, dan terharu. Bagi mereka, capaian tersebut merupakan hasil dari proses panjang yang penuh kerja keras dan kolaborasi.

“Ini menjadi bentuk apresiasi atas usaha yang telah kami lakukan sekaligus motivasi untuk melaksanakan program dengan sebaik-baiknya,” ungkapnya.

Melalui program Finance For Kids Project, tim menargetkan peningkatan pemahaman siswa mengenai pentingnya menabung, kemampuan membedakan kebutuhan dan keinginan, serta terbentuknya kebiasaan mengelola uang secara sederhana sejak usia dini. Selain itu, program ini juga akan menghasilkan media pembelajaran, dokumentasi kegiatan, dan laporan pelaksanaan PKM.

Mufti menilai bahwa kunci keberhasilan hingga proposal dapat lolos pendanaan nasional terletak pada kesesuaian antara permasalahan yang dihadapi mitra dengan solusi yang ditawarkan, inovasi program yang aplikatif, serta kekompakan tim dalam menyusun proposal.

Ia pun mengajak mahasiswa Unmuh Jember untuk tidak ragu mengikuti PKM pada tahun-tahun berikutnya.

“Jangan takut mencoba dan berani menuangkan ide. PKM bukan hanya tentang pendanaan, tetapi juga menjadi sarana mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kepemimpinan, kerja sama tim, dan kepedulian sosial. Melalui PKM, mahasiswa dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat sekaligus ikut mendukung kemajuan bangsa,” pungkasnya.

Keberhasilan tim Akuntansi ini semakin memperkuat komitmen Unmuh Jember dalam mendorong lahirnya inovasi mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Dari Ruang Kelas ke Masyarakat, Mahasiswa Unmuh Jember Kenalkan Nilai Kearifan Lokal di SMP Adz Dzikir

Pembelajaran di perguruan tinggi tidak berhenti di ruang kelas. Sebagai bentuk implementasi luaran mata kuliah, dosen dan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Pelestarian Tradisi Lokal sebagai Media Edukasi Penguatan Karakter Generasi Muda” di SMP Adz Dzikir, Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember, Kamis (11/6/2026).

Kegiatan ini merupakan implementasi dari Mata Kuliah Kearifan Lokal Pendalungan dan Budaya Pendalungan yang diampu oleh Dr. Dzarna, M.Pd. Bersama mahasiswa, ia mengajak para guru untuk memahami pentingnya pelestarian tradisi lokal sebagai bagian dari identitas budaya sekaligus sarana pembentukan karakter generasi muda.

Ketua tim pengabdian, Dr. Dzarna, M.Pd., menjelaskan bahwa tradisi lokal tidak hanya berfungsi sebagai warisan budaya yang perlu dijaga keberlangsungannya, tetapi juga mengandung berbagai nilai luhur yang relevan dengan kehidupan masa kini.

“Melalui tradisi lokal, generasi muda dapat belajar tentang gotong royong, tanggung jawab, kerja sama, toleransi, disiplin, hingga rasa hormat kepada sesama. Nilai-nilai inilah yang perlu terus diwariskan di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi,” ujarnya.

Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui penyampaian materi, diskusi, tanya jawab, serta refleksi bersama mengenai berbagai tradisi yang masih hidup dan berkembang di masyarakat Jember. Para peserta diajak mengenali bentuk-bentuk kearifan lokal sekaligus memahami makna yang terkandung di dalamnya sebagai modal pembentukan karakter.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Para guru aktif berbagi pengalaman mengenai tradisi yang masih dijalankan di lingkungan keluarga maupun masyarakat sekitar. Diskusi yang berlangsung menunjukkan bahwa budaya lokal masih memiliki ruang penting dalam proses pendidikan dan pembentukan karakter generasi muda.

Pihak SMP Adz Dzikir menyambut positif pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurut mereka, penguatan nilai-nilai budaya lokal sangat relevan dengan upaya sekolah dalam membangun karakter peserta didik yang berakhlak mulia, berbudaya, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosialnya.

Selain menjadi bentuk pengabdian kepada masyarakat, kegiatan ini juga menunjukkan bagaimana hasil pembelajaran di perguruan tinggi dapat diimplementasikan secara nyata untuk memberikan manfaat bagi masyarakat. Melalui sinergi antara kampus dan sekolah, nilai-nilai kearifan lokal diharapkan terus hidup dan menjadi bagian dari pendidikan karakter generasi muda.

Ke depan, tim pengabdian berharap kolaborasi serupa dapat terus dikembangkan sehingga pelestarian budaya lokal tidak hanya menjadi upaya menjaga warisan leluhur, tetapi juga menjadi media edukasi yang efektif dalam membentuk generasi yang berkarakter, kreatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

 

Connect