Senin, 30 Maret 2026

Linguistik Bukan Sekadar Teori: Unmuh Jember dan IFSU Buktikan Relevansinya dalam Pengajaran Bahasa Global

Sesi ketiga dalam rangkaian International Partnership Collaborative Extension Program yang digelar oleh Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) dan Ifugao State University (IFSU), Filipina, kembali mencatat partisipasi yang terus meningkat. Berlangsung pada Sabtu (07/03/2026) secara daring melalui platform Zoom Meeting, sesi ini mengangkat tema Linguistics and Language Teaching, sebuah topik yang langsung menyentuh jantung bidang studi sebagian besar peserta yang hadir.

Kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB atau 09.00 Philippine Time dan kali ini dihadiri oleh 87 peserta, naik secara signifikan dibandingkan sesi-sesi sebelumnya. Para peserta berasal dari kalangan mahasiswa dan dosen Program Studi Pendidikan Bahasa, Linguistik, dan Pendidikan Guru dari kedua institusi. Peningkatan jumlah peserta ini sekaligus mencerminkan tumbuhnya kepercayaan dan antusiasme terhadap program yang kini telah berjalan tiga sesi.

Sesi pertama dibawakan oleh Jhon Nery S. Martin dari College of Teacher Education, Ifugao State University, dengan judul materi Empowering Global Educators: Linguistics Meets Classroom Practice. Dalam pemaparannya, Martin menekankan bahwa pemahaman mendalam terhadap cabang-cabang ilmu linguistik, mulai dari fonologi, morfologi, sintaksis, hingga pragmatik, bukanlah bekal yang hanya relevan di ruang kuliah teori. Sebaliknya, penguasaan terhadap prinsip-prinsip linguistik dapat secara langsung membantu seorang pendidik merancang strategi pembelajaran bahasa yang lebih efektif, komunikatif, dan responsif terhadap kebutuhan peserta didik.

Martin juga mengajak peserta memahami bagaimana pendekatan linguistik dapat menjadi alat untuk memupuk kemampuan berpikir kritis dan analitis mahasiswa dalam memandang bahasa bukan sekadar sebagai alat komunikasi sehari-hari, melainkan sebagai sistem yang kompleks dan sarat makna. Di tangan seorang pendidik yang memahami linguistik, sebuah kelas bahasa bisa berubah menjadi ruang eksplorasi intelektual yang hidup.

Sesi kedua menampilkan Dr. Astri Widyaruli Anggraeni, M.A., Ketua Program PKMKI sekaligus dosen dari FKIP Unmuh Jember, dengan materi Bridging Linguistics, Communication, and Global Language Pedagogy. Dr. Astri membawa diskusi ke dimensi yang lebih luas: bagaimana linguistik, komunikasi akademik, dan pedagogi bahasa global saling berkelindan dalam praktik pengajaran bahasa masa kini.

Ia menegaskan bahwa pembelajaran bahasa tidak bisa lagi dipersempit hanya pada penguasaan struktur gramatikal. Di era globalisasi yang menuntut interaksi lintas budaya, seorang pengajar bahasa perlu membekali mahasiswanya dengan kemampuan berkomunikasi yang peka terhadap konteks sosial dan budaya. Dr. Astri juga membagikan contoh-contoh konkret bagaimana pendekatan pragmatik dan komunikasi lintas budaya diterapkan dalam pengajaran Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris di lingkungan akademik internasional.

Sesi diskusi yang mengikuti kedua pemaparan berlangsung dengan sangat dinamis. Pertanyaan demi pertanyaan mengalir dari peserta, menyentuh isu-isu yang sangat relevan dengan realitas di lapangan: bagaimana mengajar bahasa di kelas multilingual yang peserta didiknya memiliki latar belakang linguistik berbeda-beda, strategi apa yang paling efektif dalam mendampingi mahasiswa internasional menguasai bahasa baru, serta seberapa besar peran kesadaran budaya dalam proses pembelajaran bahasa asing.

Hasil observasi selama sesi berlangsung menunjukkan bahwa kedekatan tema dengan bidang studi peserta menjadi faktor kunci tingginya tingkat keterlibatan. Mahasiswa yang sehari-harinya bergelut dengan ilmu bahasa menemukan relevansi langsung antara apa yang mereka pelajari di kelas dan apa yang dipaparkan oleh para narasumber.

"Sesi ini membantu saya memahami bahwa linguistik bukan hanya bersifat teoritis, tetapi juga sangat praktis dalam pengajaran bahasa," kata salah satu mahasiswa IFSU yang mengikuti sesi tersebut.

Hal senada disampaikan peserta dari Unmuh Jember. "Saya jadi lebih memahami bagaimana linguistik dapat membantu guru menjelaskan struktur bahasa dengan lebih mudah kepada siswa," ujarnya.

Seorang mahasiswa lain dari IFSU menambahkan, "Diskusi tentang pedagogi bahasa global sangat menginspirasi bagi kami yang akan menjadi pendidik di masa depan."

Refleksi-refleksi itu bukan sekadar ungkapan sopan di akhir sesi. Mereka adalah bukti bahwa ketika dua institusi dengan tradisi akademik yang berbeda duduk bersama untuk mendiskusikan hal yang sama-sama mereka cintai, bahasa dan pengajarannya, yang lahir bukan hanya pertukaran pengetahuan, tetapi juga percikan inspirasi yang bisa mengubah cara seorang calon pendidik memandang perannya di masa depan.

Sesi ketiga ini sekaligus semakin mempertegas pola yang terbentuk sepanjang program: setiap pertemuan tidak hanya meninggalkan pengetahuan baru, tetapi juga mempererat hubungan antara Unmuh Jember dan IFSU sebagai dua institusi yang berbagi visi dalam memajukan pendidikan bahasa di tingkat global.

Tags :

bm
Created by: News Unmuh Jember

Humas Unmuh Jember Jaya Jaya Jaya!

Posting Komentar

Connect