Kamis, 15 Januari 2026

Katalis Fest 2026 Hadirkan Festival Kreatif Mahasiswa, UMKM, dan Hiburan Musik di Jember

Katalis Fest 2026 digelar sebagai festival kreatif yang menjadi wadah kolaborasi antara mahasiswa, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), komunitas, serta masyarakat umum. Kegiatan ini berlangsung selama empat hari, mulai 7 hingga 10 Januari 2026, dan berlokasi di Gedung Ahmad Zainuri, Universitas Muhammadiyah Jember.

Festival ini menghadirkan beragam rangkaian acara yang memadukan unsur kreativitas, kewirausahaan, dan hiburan. Sejumlah agenda yang ditampilkan antara lain pertunjukan musik, tenant food and beverage (F&B), tenant fashion thrifting, serta berbagai aktivitas kreatif yang menarik minat pengunjung dari berbagai kalangan. Selain itu, Katalis Fest 2026 juga diramaikan oleh kolaborasi komunitas PSC dan GMT yang turut berkontribusi melalui penampilan serta aktivitas komunitas selama acara berlangsung.

Ketua Panitia Katalis Fest 2026, Alwi Setya Budi H., menjelaskan bahwa festival ini tidak hanya berorientasi pada hiburan, tetapi juga dirancang sebagai sarana pembelajaran bagi mahasiswa. Mahasiswa terlibat secara langsung dalam seluruh proses penyelenggaraan acara, mulai dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan.

“Katalis Fest 2026 kami rancang sebagai ruang belajar sekaligus ruang ekspresi. Mahasiswa tidak hanya terlibat sebagai panitia, tetapi benar-benar belajar mengelola event secara profesional,” ujarnya.

Selain menjadi ruang pembelajaran mahasiswa, Katalis Fest 2026 juga membuka peluang bagi pelaku UMKM lokal untuk memperluas jangkauan pasar. Melalui penyediaan tenant, UMKM dapat mempromosikan produk mereka secara langsung kepada pengunjung festival sekaligus membangun jejaring dengan berbagai pihak.

“Kami ingin Katalis Fest menjadi titik temu antara kreativitas mahasiswa dan potensi UMKM lokal, sehingga keduanya dapat saling mendukung dan berkembang,” tambah Alwi.

Sementara itu, Kaprodi Ilmu Komunikasi Unmuh Jember, Kukuh Pribadi, M.A., menjelaskan bahwa Katalis Fest merupakan bagian dari tugas Project Independent mahasiswa dengan luaran dari mata kuliah Event Organizer. Melalui kegiatan ini, mahasiswa dituntut untuk merancang dan mengeksekusi event secara nyata dengan standar profesional.

“Event ini merupakan luaran dari mata kuliah Event Organizer dalam skema Project Independent. Mahasiswa tidak hanya belajar konsep di kelas, tetapi juga mempraktikkannya langsung melalui penyelenggaraan event,” jelasnya.

Antusiasme pengunjung terlihat meningkat pada hari terakhir pelaksanaan Katalis Fest 2026. Suasana semakin meriah dengan penampilan Band Sisikita serta DJ Assik Room yang menjadi penutup rangkaian acara. Hiburan musik tersebut disambut meriah oleh pengunjung dan memberikan kesan positif terhadap keseluruhan pelaksanaan festival.

Melalui penyelenggaraan Katalis Fest 2026, panitia berharap kegiatan ini dapat terus dikembangkan dan menjadi agenda tahunan, sekaligus memberikan dampak positif bagi mahasiswa, pelaku UMKM, dan masyarakat luas di Kabupaten Jember.

Senin, 12 Januari 2026

Ridevolution1100 Sukses Digelar, Mahasiswa Ilmu Komunikasi Unmuh Jember Kampanyekan Sport Tourism

Event bersepeda jarak jauh Ridevolution1100 yang diselenggarakan oleh mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) sukses digelar pada Minggu (11/1/2026). Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi antara mahasiswa, komunitas pesepeda, dan masyarakat umum dalam mengampanyekan gaya hidup sehat sekaligus memperkenalkan potensi sport tourism di Kabupaten Jember.

Ridevolution1100 mengusung konsep fondo ride atau bersepeda jarak jauh nonkompetitif dengan dua kategori jarak, yakni 50 kilometer dan 100 kilometer. Kedua kategori tersebut dirancang untuk menjangkau berbagai tingkat kemampuan pesepeda, baik pemula maupun pesepeda berpengalaman, dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan dan kebersamaan. Start dan finis kegiatan dipusatkan di lingkungan Universitas Muhammadiyah Jember.

Rute Ridevolution1100 melintasi sejumlah kawasan di Kabupaten Jember dengan karakter lintasan yang bervariasi, mulai dari wilayah perkotaan hingga pedesaan. Peserta tidak hanya ditantang secara fisik, tetapi juga diajak menikmati panorama alam serta berinteraksi dengan masyarakat lokal yang menjadi bagian dari konsep wisata olahraga berbasis komunitas.

Pelaksanaan kegiatan didukung dengan sejumlah fasilitas penunjang, seperti hydration point dan pit stop di beberapa titik rute, serta area finis yang diramaikan dengan aktivitas kebersamaan dan pembagian doorprize. Penyelenggara juga melibatkan pelaku UMKM lokal untuk mendukung perputaran ekonomi masyarakat di sekitar lokasi kegiatan.

Kaprodi Ilmu Komunikasi Unmuh Jember, Kukuh Pribadi, M.A., menjelaskan bahwa Ridevolution1100 merupakan bagian dari tugas Project Independent mahasiswa dengan luaran dari mata kuliah Event Organizer. Melalui kegiatan ini, mahasiswa dituntut untuk merancang dan mengeksekusi event secara nyata dengan standar profesional.

“Event ini merupakan luaran dari mata kuliah Event Organizer dalam skema Project Independent. Mahasiswa tidak hanya belajar konsep di kelas, tetapi juga mempraktikkannya langsung melalui penyelenggaraan event yang melibatkan publik,” jelas Kukuh.

Ia menambahkan, kegiatan semacam ini menjadi sarana pembelajaran yang komprehensif karena mahasiswa terlibat langsung dalam perencanaan konsep, manajemen acara, koordinasi peserta, hingga publikasi dan dokumentasi kegiatan.

Sebagai event yang sepenuhnya dikelola oleh mahasiswa Ilmu Komunikasi, Ridevolution1100 menjadi bukti implementasi pembelajaran berbasis proyek yang aplikatif. Mahasiswa berperan sebagai panitia inti, mulai dari divisi teknis, humas, media, hingga kemitraan, sehingga memperoleh pengalaman nyata dalam pengelolaan event berskala publik.

Melalui keberhasilan Ridevolution1100, mahasiswa Ilmu Komunikasi Unmuh Jember menegaskan perannya sebagai agen perubahan yang mampu menghadirkan kegiatan positif, kolaboratif, dan berdampak. Event ini sekaligus menunjukkan bahwa kampus tidak hanya menjadi ruang akademik, tetapi juga ruang praktik dan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Selasa, 06 Januari 2026

Teknik Unmuh Jember Hadir di Bondowoso, Bangun Solusi Air Bersih dan Lingkungan Berkelanjutan

Program Studi Teknik Sipil dan Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat terpadu di Dusun Plampang, Desa Klekehan, Kecamatan Botolinggo, Kabupaten Bondowoso. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini (3-4/1/2026), melibatkan tiga dosen, sebelas mahasiswa, serta empat belas relawan dari berbagai organisasi, dengan partisipasi aktif seluruh masyarakat Dusun Plampang yang berjumlah 41 Kepala Keluarga (KK). Pelaksanaan pengabdian ini merupakan bagian dari program desa binaan Fakultas Teknik Unmuh Jember sesuai dengan Nota Kesepahaman (MoA).

Kegiatan pengabdian masyarakat tersebut dirancang sebagai upaya menghadirkan solusi teknis yang aplikatif dan berkelanjutan bagi warga desa, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan dasar terkait air bersih, sanitasi, dan ketahanan lingkungan. Dosen Teknik Sipil Unmuh Jember, Senki Desta Galuh, S.T., M.T., selaku narasumber, menjelaskan bahwa program ini merupakan implementasi langsung keilmuan Teknik Sipil dan Teknik Lingkungan yang dipadukan dengan pendekatan partisipatif berbasis kebutuhan masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, tim pengabdian bersama warga Dusun Plampang melaksanakan sejumlah kegiatan, mulai dari pembangunan kolam retensi pemanen air hujan sebagai upaya pengelolaan sumber daya air, pembuatan filter air minum untuk meningkatkan kualitas air konsumsi warga, hingga pembangunan bank bibit sayuran guna mendukung ketahanan pangan masyarakat. Selain itu, tim juga membangun sarana mandi, cuci, dan kakus (MCK) umum serta melakukan pemasangan biopori sebagai langkah meningkatkan daya resap tanah dan mengurangi potensi genangan air.

Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan secara gotong royong dengan melibatkan masyarakat setempat sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan di lapangan. Keterlibatan aktif warga tidak hanya mempercepat proses pembangunan, tetapi juga menjadi sarana transfer pengetahuan mengenai pengelolaan lingkungan dan pemanfaatan teknologi tepat guna. Melalui proses ini, masyarakat diharapkan mampu menjaga dan mengembangkan fasilitas yang telah dibangun secara mandiri dan berkelanjutan.

Senki Desta Galuh menegaskan bahwa pengabdian masyarakat ini tidak hanya berorientasi pada hasil fisik semata, tetapi juga pada peningkatan kesadaran dan kapasitas masyarakat dalam menghadapi persoalan lingkungan. Ia berharap Dusun Plampang dapat menjadi contoh desa binaan yang mampu menerapkan solusi teknis sederhana namun berdampak nyata bagi kehidupan warga.

Melalui kegiatan pengabdian masyarakat terpadu ini, Fakultas Teknik Unmuh Jember menegaskan komitmennya dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Sinergi antara dosen, mahasiswa, relawan, dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan manfaat jangka panjang serta memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan.

  

Senin, 05 Januari 2026

Perkuat Kompetensi Calon Pendidik, FKIP Unmuh Jember Laksanakan Magang Kependidikan di Sekolah Mitra

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) melaksanakan kegiatan penerjunan peserta Magang Kependidikan yang diikuti oleh 152 mahasiswa dari enam program studi, yakni Pendidikan Bahasa Indonesia, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Biologi, Pendidikan Matematika, Pendidikan Jasmani, serta Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD).

Program magang ini merupakan bagian dari program akademik wajib bagi mahasiswa kependidikan yang bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung di dunia pendidikan. Mahasiswa diterjunkan ke sejumlah sekolah mitra di Kabupaten Jember sebagai upaya meningkatkan kesiapan mereka menjadi calon pendidik profesional.

Adapun sekolah mitra yang menjadi lokasi magang antara lain PAUD Yasmin, SMA Bima Ambulu, SMAN Balung, SMAM 1 Rambipuji, SMAN Kalisat, SMKM Kalisat, SMAN Pakusari, SMPN 4 Sukowono, dan SMPM 1 Jember. Penempatan mahasiswa dilakukan sesuai dengan program studi dan kompetensi masing-masing.

Peserta magang ditempatkan di berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Taman Kanak-kanak (TK) dan Kelompok Bermain (KB) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat. Pada jenjang TK dan KB, mahasiswa difokuskan pada pendampingan perkembangan anak usia dini, sementara pada jenjang SMP dan SMA mahasiswa diarahkan untuk melakukan praktik pembelajaran di kelas.

Selama masa magang yang berlangsung sekitar tiga bulan, mahasiswa tidak hanya melaksanakan praktik mengajar, tetapi juga terlibat dalam berbagai kegiatan kependidikan lainnya. Kegiatan tersebut meliputi administrasi pembelajaran, pendampingan peserta didik, serta partisipasi dalam kegiatan sekolah. Mahasiswa juga didorong untuk memahami budaya dan tata kelola sekolah guna memperoleh gambaran utuh tentang dunia pendidikan.

Kegiatan penerjunan magang kependidikan ini secara resmi dibuka oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) di masing-masing sekolah. Dalam sambutannya, DPL menyampaikan bahwa magang kependidikan merupakan sarana penting dalam pembentukan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian calon guru. Melalui interaksi langsung dengan guru pamong dan peserta didik, mahasiswa diharapkan mampu memahami tantangan nyata di lingkungan sekolah.

Selama pelaksanaan magang, mahasiswa akan mendapatkan bimbingan dari guru pamong di sekolah serta pendampingan dan evaluasi berkala dari dosen pembimbing lapangan FKIP Unmuh Jember. Sistem bimbingan ini bertujuan untuk memastikan pelaksanaan magang berjalan optimal serta membantu mahasiswa meningkatkan kualitas pembelajaran.

Pelaksanaan magang kependidikan ini juga menjadi bentuk penguatan kerja sama antara FKIP Unmuh Jember dengan sekolah-sekolah mitra. Melalui sinergi ini, sekolah memperoleh dukungan dalam proses pembelajaran, sementara mahasiswa mendapatkan pengalaman nyata sebagai bekal memasuki dunia kerja di bidang pendidikan.

Melalui program magang kependidikan ini, FKIP Unmuh Jember berharap dapat mencetak calon pendidik yang kompeten, profesional, dan berkarakter. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas lulusan serta kontribusi nyata Unmuh Jember dalam pengembangan dunia pendidikan di Kabupaten Jember.

  

Senin, 22 Desember 2025

Ratusan Runners Meriahkan PelesiRun 2025 Ilmu Komunikasi Unmuh Jember

Semangat hidup sehat berpadu dengan kreativitas dan kolaborasi akademik dalam gelaran PelesiRun (Walk & Run) 2025 yang berlangsung meriah di Lapangan Olahraga Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember), Minggu (21/12/2025).

Event olahraga akhir tahun ini digagas dan diselenggarakan oleh mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Unmuh Jember sebagai bagian dari implementasi pembelajaran berbasis proyek melalui mata kuliah Project Independent. Lebih dari 300 peserta yang terdiri dari civitas akademika Unmuh Jember, anggota Muhammadiyah, hingga masyarakat umum turut ambil bagian dalam kegiatan ini.

Sejak pagi hari, kawasan kampus tampak semarak. Selain kegiatan jalan dan lari, peserta juga mengikuti senam zumba bersama serta memanfaatkan layanan cek kesehatan gratis yang disediakan oleh mahasiswa Ilmu Kesehatan Unmuh Jember. Konsep kegiatan dirancang inklusif dan partisipatif, sehingga dapat diikuti oleh berbagai kalangan.

Untuk kategori Run 5 Kilometer, panitia menghadirkan lintasan bertema urban exploration dengan titik start dan finis di lingkungan kampus Unmuh Jember. Rute membawa pelari menyusuri Jalan Karimata, pertigaan Perhutani, Jalan Letjen S. Parman, kawasan Lapangan Sumbersari/Sukorejo, dilanjutkan ke Jalan Tidar dan Semeru sebelum kembali ke Karimata. Tantangan lintasan terasa lengkap dengan tanjakan di awal dan pertengahan rute, serta turunan menjelang garis akhir.

Dosen Ilmu Komunikasi Unmuh Jember, Dwimay Fawzy, S.I.Kom., M.HSc, menjelaskan bahwa PelesiRun merupakan bagian dari mata kuliah Project Independent yang menuntut mahasiswa terlibat langsung dalam perencanaan hingga pelaksanaan event.

“Mahasiswa didorong untuk merancang konsep, membangun kerja sama, dan mengeksekusi acara dengan standar profesional. Mata kuliah ini telah berjalan sekitar empat hingga lima tahun dan konsisten melahirkan event yang sukses,” ujarnya.

Secara resmi, PelesiRun 2025 dibuka dan dilepas langsung oleh Kaprodi Ilmu Komunikasi Unmuh Jember, Kukuh Pribadi, S.I.Kom., M.A. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan tugas mandiri mahasiswa dalam kerangka Project Independent.

“Semester ini terdapat sekitar 12 event yang diselenggarakan mahasiswa Ilmu Komunikasi, mulai dari olahraga hingga kegiatan kreatif lainnya. Jika dikumulatifkan, jumlah pesertanya bisa mencapai ribuan orang,” jelasnya.

Rangkaian PelesiRun 2025 ditutup dengan agenda Zumba lalu Awarding Morning sebagai bentuk apresiasi kepada peserta. Penghargaan diberikan dalam beberapa kategori, seperti Creative Content, 1st Finisher, dan Best Costume, menegaskan bahwa PelesiRun tidak hanya menekankan kecepatan, tetapi juga kreativitas dan kebersamaan.

Melalui PelesiRun 2025, mahasiswa Ilmu Komunikasi Unmuh Jember menunjukkan bahwa olahraga dapat menjadi medium pembelajaran kontekstual, ruang kolaborasi, sekaligus sarana membangun kedekatan antara kampus dan masyarakat.

Jumat, 19 Desember 2025

Perkuat Literasi Demokrasi, Mahasiswa Ilmu Pemerintahan Unmuh Jember Gelar Diskusi Akademik Bersama KPU Jember

Guna memperdalam pemahaman mengenai mekanisme demokrasi di Indonesia, mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Jember angkatan 2023 dan 2025 menggelar Diskusi Akademik bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jember. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu, (17/12/2025), di Aula Kantor KPU Kabupaten Jember ini mengangkat tema strategis yaitu “Sistem Tata Kelola Pemilu dan Penyelenggaraan Pemilu”.

Diskusi ini menghadirkan Andi Wasis, anggota KPU Kabupaten Jember Divisi SDM, Parmas, dan Sosdiklih sebagai narasumber utama. Dalam paparannya, Andi Wasis mengupas tuntas berbagai aspek krusial mulai dari landasan demokrasi dan negara hukum, tinjauan historis pelaksanaan Pemilu di Indonesia, hingga implementasi Undang-Undang Pemilu. Selain itu, mahasiswa diberikan gambaran mendalam mengenai struktur penyelenggara pemilu, tugas, wewenang, serta tanggung jawab KPU mulai dari tingkat pusat hingga kabupaten/kota, termasuk kedudukan badan Adhoc seperti PPK, PPS, dan KPPS.

Ketua KPU Kabupaten Jember, Dessi Anggraeni, yang turut hadir dalam acara tersebut menekankan pentingnya literasi kepemiluan bagi generasi muda. Menurutnya, diskusi akademik seperti ini merupakan langkah vital dalam membentuk warga negara yang kritis, bertanggung jawab, dan aktif berpartisipasi dalam setiap tahapan demokrasi. Ia juga berpesan agar mahasiswa mampu menjadi pelopor dalam memilih pemimpin berdasarkan program dan gagasan, serta dengan tegas menolak praktik politik uang yang merusak integritas bangsa.

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya nyata untuk meningkatkan pemahaman akademik mahasiswa mengenai sistem tata kelola Pemilu yang demokratis, mandiri, dan berintegritas. Suasana diskusi berlangsung sangat interaktif, di mana para mahasiswa Ilmu Pemerintahan Unmuh Jember antusias melontarkan berbagai pertanyaan kritis terkait tantangan penyelenggaraan pemilu di masa depan. Interaksi ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai peran dan fungsi KPU sebagai lembaga penyelenggara pemilu yang independen.

Melalui kolaborasi antara FISIP Unmuh Jember dan KPU Kabupaten Jember ini, diharapkan muncul kesadaran kolektif di kalangan mahasiswa untuk tidak hanya menjadi penonton dalam kontestasi politik, tetapi juga menjadi penggerak demokrasi yang cerdas. Kegiatan ini diakhiri dengan harapan agar edukasi kepemiluan terus berlanjut guna menciptakan generasi yang sadar akan hak dan kewajibannya dalam kehidupan bernegara demi terciptanya kualitas demokrasi yang lebih baik.

 

Kamis, 18 Desember 2025

FunCingFest 2025 Ilmu Komunikasi Unmuh Jember, Festival Mancing Bangkitkan Ekonomi dan Kebersamaan Desa Dukuh Dempok

Suasana riuh penuh kegembiraan menyelimuti kawasan Desa Dukuh Dempok, di Gumuk Watu, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember, Minggu (14/12/2025). Ratusan warga dari berbagai kalangan memadati lokasi pelaksanaan FunCingFest 2025 (Fun Mancing Festival), sebuah festival memancing yang tak hanya menyuguhkan kompetisi seru, tetapi juga menghadirkan hiburan rakyat dan penguatan ekonomi lokal.

Lomba mancing menjadi magnet utama FunCingFest 2025. Sejak pagi, para peserta tampak antusias memancing, saling adu strategi dan kesabaran di area perairan Gumuk Watu yang dikenal masih alami. Kompetisi berlangsung sportif dengan penilaian berdasarkan berat ikan terbesar, jumlah tangkapan terbanyak, serta kecepatan memperoleh ikan pertama.

Tak hanya lomba, kemeriahan semakin terasa saat sesi doorprize digelar. Sorak sorai penonton pecah ketika panitia mengundi berbagai hadiah menarik. Momen ini menjadi simbol kebersamaan sekaligus bentuk apresiasi atas partisipasi masyarakat yang mengikuti acara dari awal hingga akhir.

Di sisi lain, Bazar UMKM menjadi denyut ekonomi FunCingFest 2025. Sedikitnya 10 pelaku UMKM lokal turut ambil bagian dengan menawarkan beragam produk, mulai dari kuliner, kerajinan tangan, fashion, hingga olahan hasil pertanian. Kehadiran ratusan pengunjung memberikan dampak langsung terhadap peningkatan omzet sekaligus memperluas jangkauan pemasaran produk lokal.

Menjelang sore, panggung hiburan menjadi pusat perhatian. Penampilan penyanyi lokal serta penampilan spesial Dini Kurnia sukses menghibur warga dengan suguhan lagu-lagu populer. Alunan musik, tawa, dan kebersamaan menjadi penutup manis rangkaian FunCingFest 2025.

Kegiatan ini digagas oleh mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Jember sebagai bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman melalui skema Project Independent. Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya memahami teori di ruang kelas, tetapi terlibat langsung dalam proses perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi kegiatan nyata di tengah masyarakat.

Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi Unmuh Jember, Kukuh Pribadi, S.I.Kom., M.A., menegaskan bahwa FunCingFest 2025 merupakan implementasi konkret dari pembelajaran kontekstual yang mendorong mahasiswa untuk adaptif, kreatif, dan solutif.

“Project Independent ini dirancang agar mahasiswa Ilmu Komunikasi belajar langsung di lapangan. Mereka mengelola event, berkomunikasi dengan masyarakat, membangun relasi dengan UMKM dan stakeholder, serta merasakan dinamika komunikasi publik secara nyata. FunCingFest menjadi contoh bagaimana pembelajaran tidak berhenti pada teori, tetapi berdampak langsung bagi masyarakat,” ujarnya.

Ketua panitia, Salsabila Sari Yasmin, menyampaikan bahwa FunCing Fest bukan sekadar festival hiburan, melainkan ruang kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat.

“Melalui FunCing Fest, kami ingin menunjukkan bahwa hobi memancing bisa menjadi ruang bertemu, berbagi, sekaligus menggerakkan ekonomi desa. Ini juga menjadi pengalaman berharga bagi kami sebagai mahasiswa Ilmu Komunikasi,” ujarnya.

Senin, 16 Juni 2025

Mahasiswa Teknik Sipil Unmuh Jember Terapkan Irigasi Tetes untuk Atasi Krisis Air di Bondowoso

Mahasiswa Program Studi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Sipil (HMS) melaksanakan kegiatan bakti sosial berupa penerapan teknologi irigasi tetes di Dusun Plampangan, Desa Klekehan, Kecamatan Botolinggo, Kabupaten Bondowoso, pada Minggu (15/6/2025). Kegiatan ini bertujuan membantu masyarakat dalam mengatasi krisis air yang berdampak serius terhadap pertanian setempat.

Kegiatan bertajuk “Penerapan Irigasi Tetes untuk Daerah yang Krisis Air” ini merupakan salah satu bentuk implementasi pengetahuan teknik sipil secara langsung ke masyarakat. Teknologi irigasi tetes dipilih karena dinilai sebagai solusi tepat guna untuk daerah yang kekurangan pasokan air, terutama untuk pertanian.

“Irigasi tetes ini merupakan teknologi yang efisien karena mampu menyalurkan air secara perlahan dan langsung ke akar tanaman. Sangat cocok untuk daerah seperti Desa Klekehan yang mengalami keterbatasan sumber air,” ujar Dimas ketua HMS.


Dosen pendamping kegiatan, Ir. Senki Desta Galuh, S.T., M.T., turut hadir mendampingi mahasiswa dan memberikan arahan selama pelaksanaan bakti sosial. Ia mengapresiasi kegiatan ini sebagai bentuk nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat.

“Dengan adanya contoh penerapan irigasi tetes ini, harapannya masyarakat bisa menerapkan teknologi ini disetiap ladang mereka masing - masing karena porositas tanah disini sangat tinggi. Saya mengapresiasi kegiatan yang luar biasa ini dari teman - teman” ungkap Ir. Desta.

Warga Desa Klekehan memberikan respons positif terhadap kegiatan ini. Mereka menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran para mahasiswa yang telah membantu memberikan solusi atas masalah yang selama ini mereka hadapi. Salah satu warga setempat, Zaki, menyampaikan antusiasmenya terhadap sistem irigasi tetes yang diperkenalkan mahasiswa.

“Kami merasa sangat terbantu. Biasanya tanaman kami kekurangan air dan tidak tumbuh maksimal. Sekarang kami tahu cara membuat irigasi tetes sendiri. Saya ingin coba terapkan ini juga di kebun saya yang lain,” ujar Zaki.


Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa juga diajak mengunjungi beberapa lahan pertanian yang mengalami kekeringan dan langsung melakukan pemasangan sistem irigasi sederhana bersama warga.

Kegiatan bakti sosial ini tidak hanya mempererat hubungan mahasiswa dengan masyarakat, tetapi juga memberikan pengalaman lapangan yang berharga dalam menerapkan solusi teknik sipil untuk persoalan nyata. HMS Unmuh Jember berharap, kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan di wilayah lain yang mengalami permasalahan serupa sebagai bentuk kontribusi nyata mahasiswa terhadap pembangunan berkelanjutan.

Connect