Kamis, 10 September 2026

Mahasiswa PBSI Unmuh Jember Raih Juara 1 Essay Writing 3rd ASEAN FUSION 2026


Mahasiswa Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional. Faizatul Khoiriyah, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, berhasil meraih Juara 1 Essay Writing dalam kompetisi 3rd ASEAN FUSION 2026 yang diselenggarakan oleh Ifugao State University (IFSU), Filipina.

Mengusung tema “Navigating Our Future, Together”, ASEAN FUSION 2026 menjadi ajang bagi mahasiswa se-ASEAN untuk menyampaikan gagasan kritis mengenai berbagai isu strategis, mulai dari diplomasi kawasan, keberlanjutan lingkungan, hingga integrasi teknologi. Selain Essay Writing, kompetisi ini juga menghadirkan cabang seni digital, pidato, dan tari budaya yang selaras dengan capaian Sustainable Development Goals (SDGs) PBB.

Faizatul mengaku awalnya mengikuti kompetisi tersebut tanpa memasang target untuk menjadi juara. Dorongan dari Kaprodi menjadi langkah awal baginya untuk berani mencoba sekaligus menguji kemampuan dan keluar dari zona nyaman.

“Yang penting berani mencoba dan ambil pengalaman dulu,” ungkap Faizatul. Ia bahkan baru mengetahui dirinya meraih Juara 1 setelah mendapat kabar langsung dari Kaprodi.

Dalam kompetisi tersebut, Faizatul mengangkat isu tata kelola lingkungan dan krisis iklim di kawasan ASEAN melalui esai berjudul “Epistemological Pluralism and Epistemic Resilience: Reimagining ASEAN’s Sustainable Future Through Indigenous Knowledge Systems and Regional Governance”.

Melalui esainya, ia menekankan bahwa penyelesaian krisis lingkungan tidak cukup hanya mengandalkan teknologi modern. Kearifan lokal masyarakat adat juga perlu dipandang sebagai sumber pengetahuan yang dapat melengkapi riset akademis dan teknologi dalam merumuskan kebijakan lingkungan.

Faizatul juga menawarkan gagasan AIKERP (ASEAN Indigenous Knowledge and Ecological Resilience Platform) sebagai platform regional yang menjembatani akademisi, generasi muda, dan masyarakat adat. Gagasan tersebut mendorong integrasi teknologi modern dengan pengetahuan lokal, seperti sistem Muyong di Filipina, Subak di Bali, dan Sasi di Maluku.

Menurutnya, keberlanjutan ASEAN tidak hanya membutuhkan teknologi, tetapi juga keterlibatan berbagai sistem pengetahuan yang selama ini berkembang di tengah masyarakat.

Proses penyusunan esai dilakukan Faizatul secara mandiri, mulai dari riset literatur, merumuskan gagasan AIKERP, hingga menulis dalam bahasa Inggris. Tantangan tersebut semakin besar karena proses pengerjaan berlangsung bersamaan dengan kegiatan KKN MAs di Malang.

Di tengah padatnya aktivitas KKN, Faizatul memanfaatkan waktu luang untuk melakukan riset dan menyusun draf esai. Meski tidak mendapatkan bimbingan intensif, dukungan Kaprodi sejak awal menjadi motivasi baginya untuk mengikuti kompetisi tersebut.

Bagi Faizatul, pencapaian tersebut bukan sekadar memperoleh E-Certificate of Recognition tingkat internasional. Pengalaman mengatur waktu, merumuskan gagasan pada tingkat regional, serta menaklukkan keraguan terhadap kemampuan diri menjadi pelajaran penting yang ia dapatkan dari kompetisi tersebut.

Faizatul pun mengajak mahasiswa Unmuh Jember untuk tidak ragu mengambil kesempatan yang ada.

“Jangan pernah minder atau ragu dengan potensi diri sendiri. Sering kali musuh terbesar kita bukanlah persaingan yang ketat, melainkan rasa ragu sebelum mencoba.”

Menurutnya, kesibukan bukan alasan untuk berhenti berkarya. Pengalaman menyelesaikan esai di tengah KKN MAs membuktikan bahwa dengan niat, kemampuan mengatur waktu, doa orang tua, dan arahan dosen, mahasiswa tetap dapat menghasilkan karya terbaik.

Mahasiswa Psikologi Unmuh Jember Raih Juara 3 Essay Internasional ASEAN FUSION 2026


Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember. Lydia Febiyanti, mahasiswa Program Studi Psikologi Unmuh Jember, berhasil meraih Juara 3 Essay Writing dalam rangkaian kegiatan internasional 3rd ASEAN FUSION 2026 yang diselenggarakan oleh Ifugao State University (IFSU), Filipina.

ASEAN FUSION merupakan salah satu rangkaian kegiatan pertukaran budaya yang dikemas dalam bentuk kompetisi dengan berbagai cabang lomba, salah satunya Essay Writing. Selain mengikuti kompetisi tersebut, Lydia juga berpartisipasi dalam program ASEAN Language and Culture Exchange (LACE).

Melalui program tersebut, peserta dari berbagai negara ASEAN melakukan pertukaran budaya melalui presentasi dan interaksi antarpeserta. Kegiatan ini juga ditutup dengan Expo Showcase sebagai wadah untuk memperkenalkan potensi budaya dari masing-masing negara ASEAN.

Lydia mengaku ketertarikannya terhadap budaya menjadi alasan utama dirinya mengikuti rangkaian kegiatan tersebut. Baginya, kegiatan ini tidak hanya menjadi wadah untuk menyalurkan minat terhadap budaya melalui kompetisi, tetapi juga membuka kesempatan membangun relasi sosial dalam lingkup internasional.

“Hal yang membuat saya tertarik untuk mengikuti kegiatan-kegiatan tersebut adalah karena saya memiliki ketertarikan yang cukup tinggi jika berbicara terkait budaya. Program ini dapat menjadi wadah untuk menyalurkan ketertarikan saya, baik dalam bentuk kompetisi maupun membangun relasi sosial, terlebih lagi dalam lingkup internasional,” ujarnya.

Dalam kompetisi Essay Writing, Lydia mengangkat gagasan mengenai peran budaya dalam memengaruhi masa depan ASEAN, khususnya dalam membangun relasi dan kolaborasi untuk menjaga serta memperkuat keutuhan kawasan.

Ia menjadikan salah satu ritual adat Banyuwangi, Seblang Olehsari, sebagai pondasi dalam penyusunan esainya. Menurut Lydia, kolaborasi di era saat ini tidak seharusnya hanya terpaku pada perkembangan teknologi.

Adat, tradisi, dan budaya yang telah hidup sejak dahulu, menurutnya, juga memiliki potensi besar dalam membangun kolaborasi antarnegara ASEAN.

“This is why resilience should mean more than economic strength, technological advancement, or institutional capacity. A resilient ASEAN also needs communities with a strong sense of identity, young people who understand their roots, and cultures capable of adapting without disappearing,” tulis Lydia dalam esainya.

Melalui gagasan tersebut, ia menekankan bahwa ketahanan ASEAN tidak hanya berkaitan dengan kekuatan ekonomi, kemajuan teknologi, maupun kapasitas kelembagaan, tetapi juga membutuhkan masyarakat yang memiliki identitas kuat, generasi muda yang memahami akar budayanya, serta budaya yang mampu beradaptasi tanpa kehilangan jati diri.

Bagi Lydia, karya tulis tersebut juga menjadi salah satu bentuk kebanggaannya sebagai bagian dari masyarakat Banyuwangi.

Lydia menyampaikan bahwa tidak ada bimbingan khusus dalam proses penyusunan esainya. Pengalaman mengikuti berbagai kompetisi essay dan karya tulis ilmiah sejak SMA menjadi bekal yang dimanfaatkannya dalam menyusun karya tersebut.

Meski demikian, ia mengapresiasi dukungan dari Kantor Urusan Internasional (KUI) Unmuh Jember yang telah mengenalkannya pada rangkaian kegiatan ASEAN FUSION dan LACE.

Bagi Lydia, pencapaian sebagai juara bukanlah satu-satunya hal berharga yang diperoleh dari kegiatan tersebut. Ia juga mendapatkan pengalaman serta kesempatan untuk memperkenalkan budaya Indonesia kepada peserta dari berbagai negara.

“Hal yang saya dapatkan selain juara dalam kompetisi ini adalah pengalaman yang berharga dan kesempatan yang luar biasa untuk memperkenalkan budaya Indonesia kepada mancanegara,” ungkapnya.

Lydia pun berpesan kepada mahasiswa Unmuh Jember agar tidak takut memulai dan mencoba berbagai kesempatan.

“Don’t be afraid to start something. Awal mula dari seorang juara adalah mereka yang berani mencoba.” pesannya.

Jumat, 07 Agustus 2026

Prodi Magister Manajemen Raih Akreditasi Unggul, FEB Unmuh Jember Perkuat Komitmen Hadirkan Pendidikan Berkualitas

Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Jember kembali menorehkan prestasi membanggakan. Program Studi Magister Manajemen (S2 Manajemen) resmi meraih predikat Akreditasi Unggul, sebuah capaian yang menjadi pengakuan atas kualitas penyelenggaraan pendidikan, tata kelola, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta sistem penjaminan mutu yang diterapkan.

Dekan FEB Universitas Muhammadiyah Jember, Dr. Maheni Ika Sari, S.E., M.M., menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Menurutnya, Akreditasi Unggul merupakan hasil kerja kolektif seluruh sivitas akademika yang selama ini berkomitmen membangun budaya mutu secara berkelanjutan.

"Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas diraihnya predikat Akreditasi Unggul oleh Program Studi Magister Manajemen. Capaian ini merupakan amanah sekaligus bukti bahwa proses penyelenggaraan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, tata kelola, serta penjaminan mutu di Program Studi Magister Manajemen telah memenuhi standar kualitas yang sangat baik," ujarnya.

Ia menegaskan, keberhasilan tersebut bukan hanya menjadi kebanggaan program studi, tetapi juga seluruh unsur yang terlibat, mulai dari pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, hingga mitra kerja sama.

Menurut Maheni, predikat Akreditasi Unggul memiliki arti strategis bagi pengembangan fakultas. Selain menjadi pengakuan resmi atas kualitas pendidikan yang diselenggarakan, capaian ini semakin memperkuat posisi FEB Universitas Muhammadiyah Jember sebagai salah satu fakultas ekonomi dan bisnis yang kompetitif di tingkat regional maupun nasional.

Perjalanan menuju Akreditasi Unggul, lanjutnya, ditempuh melalui proses yang panjang dan terencana. Berbagai aspek terus diperkuat, mulai dari implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), evaluasi kurikulum secara berkelanjutan, peningkatan kualitas dosen, pengembangan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, perluasan jejaring kerja sama, hingga peningkatan layanan akademik dan kemahasiswaan.


"Seluruh dokumen disusun berdasarkan data yang valid dan didukung implementasi nyata di lapangan. Saat asesmen lapangan, tim asesor dapat melihat bahwa budaya mutu benar-benar telah menjadi bagian dari tata kelola program studi, bukan sekadar pemenuhan dokumen administrasi," jelasnya.

Maheni menyebut sejumlah faktor yang menjadi kekuatan utama Program Studi Magister Manajemen, di antaranya komitmen pimpinan universitas terhadap budaya mutu, kualitas dosen yang terus berkembang, kurikulum yang adaptif terhadap kebutuhan dunia usaha dan industri, tata kelola yang akuntabel, produktivitas penelitian dan pengabdian, serta dukungan jejaring kerja sama dan alumni.

Ia menambahkan, keberhasilan tersebut merupakan hasil sinergi seluruh pemangku kepentingan. Dosen berperan menjaga mutu pembelajaran, penelitian, dan publikasi ilmiah. Tenaga kependidikan memastikan layanan akademik berjalan profesional, sementara mahasiswa, alumni, dan mitra memberikan kontribusi melalui prestasi, masukan, hingga kolaborasi dalam berbagai program.

Bagi mahasiswa, Akreditasi Unggul memberikan berbagai manfaat, mulai dari jaminan mutu pendidikan yang diakui secara nasional, meningkatnya kepercayaan dunia kerja terhadap lulusan, hingga terbukanya peluang kerja sama akademik yang lebih luas, termasuk program pertukaran mahasiswa, penelitian bersama, dan kolaborasi internasional.

"Pada akhirnya, manfaat terbesar adalah meningkatnya daya saing lulusan di tingkat nasional maupun internasional," ungkapnya.

Maheni juga menjelaskan bahwa Program Studi Magister Manajemen memiliki sejumlah keunggulan, seperti kurikulum yang adaptif terhadap transformasi digital dan kebutuhan dunia bisnis modern, integrasi kompetensi manajerial dengan nilai-nilai Islam berkemajuan, dosen yang aktif dalam penelitian dan publikasi ilmiah, serta jejaring kerja sama dengan berbagai institusi pemerintah, dunia usaha, industri, dan mitra internasional.

Meski telah meraih Akreditasi Unggul, FEB Universitas Muhammadiyah Jember tidak berhenti melakukan pembenahan. Ke depan, fakultas akan terus memperkuat budaya mutu melalui evaluasi berkelanjutan, penyempurnaan kurikulum berbasis kebutuhan industri, peningkatan kompetensi dosen, penguatan publikasi internasional, digitalisasi layanan akademik, serta peningkatan kepuasan mahasiswa dan pengguna lulusan.


Selain itu, pengembangan riset kolaboratif, perluasan kerja sama internasional melalui joint research, visiting professor, student mobility, hingga inovasi pembelajaran berbasis teknologi digital, project-based learning, dan pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) secara bertanggung jawab juga menjadi fokus pengembangan ke depan.

Menutup wawancara, Maheni berharap capaian Akreditasi Unggul mampu menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika Universitas Muhammadiyah Jember untuk terus membangun budaya mutu, budaya berprestasi, dan budaya melayani.

"Keberhasilan ini menunjukkan bahwa dengan kerja sama, komitmen, integritas, dan semangat untuk terus belajar, kita mampu menghasilkan prestasi yang membanggakan. Semoga Akreditasi Unggul ini menjadi motivasi bagi seluruh program studi untuk terus meningkatkan kualitasnya sehingga Universitas Muhammadiyah Jember semakin dipercaya masyarakat, semakin berdaya saing, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa," pungkasnya.

 


Kamis, 30 Juli 2026

Ciamik, Lima Jurnal Unmuh Jember Raih Peningkatan Peringkat Akreditasi SINTA

Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember kembali menorehkan prestasi, kali ini di bidang publikasi ilmiah. Berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 355/DST/D.D1/HM.01.01/2026 tentang Peringkat Akreditasi Baru Jurnal Ilmiah Periode III Tahun 2025, lima jurnal yang dikelola Unmuh Jember berhasil meningkatkan maupun mempertahankan peringkat akreditasi Science and Technology Index (SINTA).

Capaian tersebut menjadi bukti komitmen Unmuh Jember dalam meningkatkan kualitas tata kelola jurnal ilmiah serta mendorong publikasi hasil penelitian yang memenuhi standar nasional. Keberhasilan ini juga menunjukkan konsistensi universitas dalam membangun budaya akademik yang berorientasi pada mutu dan keberlanjutan.

Seluruh jurnal ilmiah Unmuh Jember berada di bawah koordinasi UPT Pengelolaan Hasil Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (PHP2M). Melalui berbagai program pembinaan, mulai dari pendampingan pengelola jurnal, penguatan kapasitas editor dan reviewer, hingga peningkatan kualitas substansi artikel, UPT PHP2M terus berupaya meningkatkan mutu jurnal agar memenuhi standar akreditasi nasional.

Berdasarkan hasil akreditasi terbaru, capaian yang berhasil diraih Universitas Muhammadiyah Jember meliputi:

  • Justindo (Jurnal Sistem dan Teknologi Informasi Indonesia) meningkat dari SINTA 4 menjadi SINTA 3.

  • JASIE berhasil meraih akreditasi baru pada peringkat SINTA 4.

  • The Indonesian Journal of Health Sciences (TIJHS) berhasil mempertahankan peringkat SINTA 4.

  • Jurnal Pengabdian IPTEKS meningkat dari SINTA 5 menjadi SINTA 4.

  • Jiwakarta naik dari SINTA 6 menjadi SINTA 5.

Kepala UPT PHP2M Unmuh Jember, Abdul Jalil, S.P., M.P., menyampaikan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja sama seluruh pihak yang terlibat dalam pengelolaan jurnal ilmiah.

"Capaian ini merupakan hasil sinergi antara pengelola jurnal, editor, reviewer, penulis, serta dukungan pimpinan universitas dalam membangun budaya publikasi ilmiah yang berkualitas," ujarnya.

Lebih lanjut, Abdul Jalil menjelaskan bahwa UPT PHP2M masih memfokuskan strategi pengembangan jurnal pada pencapaian akreditasi nasional hingga peringkat SINTA 2. Langkah tersebut disesuaikan dengan kebijakan dan regulasi terbaru mengenai akreditasi jurnal nasional, sehingga penguatan tata kelola, peningkatan kualitas artikel, konsistensi penerbitan, serta pemenuhan seluruh instrumen akreditasi menjadi prioritas utama.

Setelah target tersebut tercapai, pengembangan jurnal akan diarahkan secara bertahap menuju peningkatan visibilitas dan reputasi di tingkat internasional. Upaya tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan publikasi ilmiah Unmuh Jember sekaligus meningkatkan kontribusi penelitian bagi perkembangan ilmu pengetahuan.

Keberhasilan lima jurnal meraih peningkatan dan mempertahankan akreditasi SINTA diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh pengelola jurnal di lingkungan Unmuh Jember untuk terus meningkatkan kualitas publikasi ilmiah.

Dengan semangat kolaborasi dan pembinaan yang berkelanjutan, Unmuh Jember optimistis semakin banyak jurnal yang mampu meraih akreditasi lebih tinggi dan memperkuat reputasi institusi sebagai perguruan tinggi unggul dalam bidang penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan publikasi ilmiah.

Rabu, 22 Juli 2026

PROMOIN.ID Antar Mahasiswa FEB Unmuh Jember Raih Juara 2 Nasional Studentpreneur Bootcamp 2026

Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Jember kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Tim mahasiswa Program Studi Manajemen berhasil meraih Juara 2 Proposal Bisnis Jasa Digital dalam ajang Studentpreneur Bootcamp 2026 melalui inovasi PROMOIN.ID, layanan promosi digital berbasis teknologi proyektor logo yang dirancang untuk membantu pelaku UMKM meningkatkan visibilitas usahanya.

Tim pengembang PROMOIN.ID terdiri atas Jefri Danuarta, Af'idatus Salsabilla Iza, dan Rianul Hudan. Mereka berhasil menyisihkan berbagai peserta dari Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan 'Aisyiyah (PTMA) se-Indonesia setelah melewati serangkaian seleksi, pelatihan, hingga presentasi di hadapan dewan juri.

Jefri Danuarta mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian tersebut.

"Kami sangat bersyukur dan bangga. Prestasi ini merupakan hasil kerja keras, kerja sama tim, serta dukungan dari dosen pembimbing dan Universitas Muhammadiyah Jember. Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengembangkan inovasi yang memiliki manfaat nyata bagi masyarakat," ujarnya.

Studentpreneur Bootcamp 2026 merupakan program pengembangan kewirausahaan yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai PTMA di Indonesia. Selama kegiatan, peserta memperoleh pembekalan mengenai mindset kewirausahaan, penyusunan model bisnis, business networking, strategi pengembangan usaha berkelanjutan, hingga kompetisi presentasi proposal bisnis di hadapan akademisi dan praktisi.

Untuk meraih prestasi tersebut, tim PROMOIN.ID harus melalui berbagai tahapan, mulai dari penyusunan proposal bisnis, seleksi administrasi, mengikuti pelatihan intensif dan mentoring, penyempurnaan business model, hingga sesi pitching dan tanya jawab dengan dewan juri.

Menurut Jefri, tantangan terbesar selama kompetisi adalah memastikan ide yang dikembangkan tidak hanya inovatif, tetapi juga realistis dan siap diimplementasikan di dunia usaha.

"Kami juga harus membagi waktu antara persiapan kompetisi dengan aktivitas perkuliahan, sekaligus memastikan seluruh anggota tim memiliki pemahaman yang sama terhadap konsep bisnis yang kami tawarkan," jelasnya.

Dalam proses persiapan, setiap anggota tim memiliki peran yang berbeda sesuai kompetensi masing-masing. Jefri berfokus pada penyusunan konsep bisnis, strategi pemasaran, dan presentasi. Af'idatus Salsabilla Iza menangani penyusunan proposal, analisis pasar, serta administrasi, sedangkan Rianul Hudan bertanggung jawab pada pengembangan konsep teknis, visualisasi produk, dan penyempurnaan materi presentasi.

PROMOIN.ID merupakan layanan promosi digital yang memanfaatkan teknologi proyektor logo untuk menampilkan identitas usaha pada berbagai permukaan, seperti jalan, trotoar, dinding, maupun area depan toko. Teknologi tersebut memungkinkan pelaku usaha memperoleh media promosi yang lebih menarik, modern, hemat energi, dan efektif menarik perhatian masyarakat, khususnya pada malam hari.

Inovasi ini lahir dari keprihatinan tim terhadap masih banyaknya pelaku UMKM yang mengandalkan media promosi konvensional dengan biaya relatif tinggi dan daya tarik yang terbatas.

"PROMOIN.ID hadir sebagai solusi promosi yang lebih kreatif, fleksibel, dan mampu meningkatkan daya tarik visual sehingga membantu UMKM memperkuat branding usahanya," terang Jefri.

Keunggulan utama PROMOIN.ID terletak pada integrasi teknologi proyeksi logo dengan strategi branding digital. Konsep ini menawarkan media promosi yang mudah dipasang tanpa merusak bangunan, lebih ramah lingkungan, biaya operasional yang relatif terjangkau, serta dapat diterapkan pada berbagai sektor usaha, mulai dari UMKM, kafe, restoran, toko, hingga penyelenggara acara.

Tim juga mengungkapkan bahwa dewan juri memberikan apresiasi terhadap konsep bisnis yang dinilai mampu menjawab kebutuhan pelaku UMKM saat ini. Selain inovatif, model bisnis yang disusun dianggap memiliki potensi pasar yang besar dan peluang implementasi yang realistis.

Berbeda dengan sekadar proposal kompetisi, PROMOIN.ID sejak awal dirancang sebagai bisnis yang siap dikembangkan. Saat ini tim tengah menyempurnakan konsep usaha, memperluas jaringan mitra, serta meningkatkan kualitas layanan agar dapat dimanfaatkan oleh lebih banyak pelaku UMKM.

"Kami ingin PROMOIN.ID berkembang menjadi startup lokal yang mampu memberikan dampak positif bagi dunia usaha, khususnya UMKM yang membutuhkan solusi promosi kreatif dan terjangkau," kata Jefri.

Ke depan, tim menargetkan layanan PROMOIN.ID dapat menjangkau berbagai daerah di Indonesia. Mereka juga berencana mengikuti program inkubasi bisnis, memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak, serta terus mengikuti kompetisi inovasi dan kewirausahaan sebagai langkah pengembangan usaha.

Prestasi yang diraih tim PROMOIN.ID menjadi bukti bahwa mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jember mampu menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat sekaligus memiliki daya saing di tingkat nasional.

Menutup wawancara, Jefri mengajak mahasiswa Unmuh Jember untuk tidak ragu mengembangkan ide dan mengikuti berbagai kompetisi.

"Jangan takut mencoba. Mulailah dari ide sederhana, kemudian kembangkan melalui riset dan diskusi. Jadikan setiap kompetisi sebagai proses belajar. Yang terpenting adalah terus berani berinovasi, menerima masukan, dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi tantangan."

 

Mahasiswa Unmuh Jember Sulap Buah Mangrove Jadi Minuman Inovatif SUKAU, Raih Juara 1 Bootcamp Studentpreneur 2026


Kreativitas mahasiswa Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Tim mahasiswa Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) berhasil meraih Juara 1 Kategori Minuman Siap Saji pada Bootcamp Studentpreneur 2026 melalui inovasi SUKAU (Sirup Bakau), minuman berbahan dasar buah bakau yang mengangkat potensi lokal kawasan pesisir Jember.

Tim pengembang SUKAU terdiri atas Mohammad Widana Prayuda, Siska Putri Pratama, dan Nadya Ulya Indrasta Rahmani. Prestasi tersebut diraih setelah melewati rangkaian pelatihan, pendampingan bisnis, hingga kompetisi pitching yang mempertemukan mahasiswa inovatif dari berbagai perguruan tinggi.

Nadya Ulya Indrasta Rahmani mengaku pencapaian tersebut menjadi hasil dari kerja keras seluruh tim selama mengikuti proses kompetisi.

"Kami sangat bersyukur, bahagia, dan bangga. Kemenangan ini merupakan hasil dari kerja keras, kekompakan tim, serta bimbingan dosen dan dukungan Universitas Muhammadiyah Jember. Prestasi ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengembangkan SUKAU menjadi produk yang bermanfaat bagi masyarakat," ujarnya.

Bootcamp Studentpreneur 2026 tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga ruang belajar bagi mahasiswa untuk mengembangkan ide bisnis secara komprehensif. Peserta mendapatkan pelatihan mengenai penyusunan model bisnis, strategi pemasaran, pengembangan usaha berkelanjutan, business networking, hingga presentasi bisnis di hadapan dewan juri.

Selama kompetisi, tim SUKAU melalui berbagai tahapan, mulai dari penyusunan business model, pengembangan produk, pendampingan bersama mentor, hingga sesi pitching. Setiap proses menjadi kesempatan untuk menyempurnakan kualitas produk sekaligus strategi bisnis yang ditawarkan.

Ide menghadirkan SUKAU lahir dari pengalaman ketua tim saat mengikuti kegiatan konservasi hutan bakau bersama anggota MAPALA se-Kabupaten Jember di kawasan pesisir Payangan.

Saat itu, masyarakat setempat menyampaikan bahwa buah bakau yang melimpah belum dimanfaatkan secara optimal, padahal memiliki potensi ekonomi yang besar.

Berangkat dari kondisi tersebut, tim melihat peluang untuk mengolah buah bakau menjadi produk minuman yang memiliki nilai tambah sekaligus mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Melalui berbagai proses riset dan uji coba, lahirlah SUKAU (Sirup Bakau), minuman dengan cita rasa khas yang mengangkat potensi lokal sekaligus menawarkan alternatif minuman alami yang lebih sehat.

Keunggulan SUKAU terletak pada pemanfaatan buah bakau sebagai bahan utama yang masih sangat jarang diolah menjadi produk minuman komersial. Selain memiliki cita rasa unik, produk ini juga mengandung antioksidan alami serta dikembangkan dengan konsep bisnis yang mengedepankan keberlanjutan lingkungan.

Tim juga membidik pasar wisatawan yang berkunjung ke kawasan Pantai Payangan, masyarakat umum, mahasiswa, hingga pelaku UMKM yang membutuhkan produk khas daerah sebagai oleh-oleh.

Menurut Nadya, respons para juri terhadap inovasi tersebut sangat positif.

"Mereka mengapresiasi pemanfaatan buah bakau sebagai bahan baku yang inovatif, potensi pengembangan bisnisnya, serta konsep keberlanjutan yang kami terapkan. Kami juga mendapatkan banyak masukan untuk menyempurnakan produk agar siap bersaing di pasar."

Saat ini SUKAU masih berada pada tahap penyempurnaan produk. Tim telah menghasilkan prototipe dan melakukan uji coba kepada calon konsumen sebagai bagian dari validasi pasar sebelum dipasarkan secara lebih luas.

Ke depan, mereka berencana mengurus legalitas produk seperti PIRT dan sertifikasi halal, memperbaiki desain kemasan, memperluas pemasaran melalui platform digital, serta menjalin kolaborasi dengan UMKM dan sektor pariwisata agar SUKAU dapat berkembang menjadi produk unggulan khas Jember.

Bagi tim, kemenangan ini bukan sekadar pencapaian kompetisi, tetapi juga bukti bahwa mahasiswa mampu menghadirkan solusi inovatif yang memiliki nilai ekonomi sekaligus manfaat sosial bagi masyarakat.

Mereka berharap keberhasilan SUKAU dapat menginspirasi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jember untuk berani mengembangkan ide-ide kreatif dan mengikuti berbagai kompetisi kewirausahaan.

"Jangan takut mencoba dan jangan ragu memulai dari ide sederhana. Persiapkan diri dengan baik, manfaatkan bimbingan dosen, terus belajar dari setiap proses, dan jadikan setiap kompetisi sebagai pengalaman untuk berkembang. Yang terpenting adalah berani mengambil kesempatan," pesan Nadya.

Melalui inovasi SUKAU, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jember membuktikan bahwa potensi lokal dapat diolah menjadi produk bernilai tinggi. Dengan menggabungkan semangat kewirausahaan, inovasi, dan kepedulian terhadap lingkungan, mereka berharap SUKAU tidak hanya menjadi minuman khas Jember, tetapi juga mampu meningkatkan nilai ekonomi buah bakau, membuka peluang usaha bagi masyarakat pesisir, serta mendukung pengembangan ekonomi berbasis sumber daya lokal secara berkelanjutan.

 

Kolaborasi Lintas Prodi Unmuh Jember Raih Juara I Nasional LKTIN SAFE POLIJE 2026 Lewat Inovasi Biogas Berbasis IoT

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember di tingkat nasional. Tim yang terdiri dari Satria Bagaskoro (Program Studi Ilmu Pemerintahan) dan Gilang Arya Mahmudi (Program Studi Ilmu Keperawatan) berhasil meraih Juara I pada Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional (LKTIN) 11th SAFE POLIJE 2026 yang diselenggarakan di Auditorium Politeknik Negeri Jember (Polije), Sabtu (18/7/2026).

Keberhasilan tersebut diraih melalui karya ilmiah berjudul "Optimalisasi Produksi Biogas sebagai Energi Terbarukan dari Limbah Jagung dan Jerami melalui Sistem Anaerobic Digestion Berbasis Internet of Things untuk Mendukung Pertanian Berkelanjutan." Inovasi ini menawarkan solusi pemanfaatan limbah pertanian menjadi energi terbarukan dengan dukungan teknologi Internet of Things (IoT).

Satria Bagaskoro mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian yang diraih timnya. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil dari proses panjang yang penuh dedikasi, mulai dari penyusunan gagasan, studi literatur, observasi lapangan, hingga persiapan presentasi secara intensif.

"Kami tentu merasa sangat bersyukur, bangga, dan terharu atas pencapaian ini. Kemenangan ini merupakan hasil dari proses yang panjang. Lebih dari sekadar meraih juara, kami merasa termotivasi untuk terus mengembangkan karya yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujarnya.

LKTIN 11th SAFE POLIJE 2026 merupakan kompetisi ilmiah tingkat nasional yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk menghadirkan solusi inovatif terhadap berbagai persoalan masyarakat. Penilaian tidak hanya berfokus pada kualitas penulisan ilmiah, tetapi juga kebaruan inovasi, kelayakan implementasi, kemampuan presentasi, hingga ketepatan peserta dalam menjawab pertanyaan dewan juri.

Untuk mencapai gelar juara, tim harus melalui berbagai tahapan, mulai dari identifikasi permasalahan, studi literatur dari jurnal ilmiah internasional, observasi lapangan, wawancara dengan petani di Desa Balung Kulon, penyusunan karya tulis, hingga lolos ke babak final nasional. Menjelang final, keduanya mempersiapkan prototipe, visualisasi sistem, serta melakukan latihan presentasi secara intensif.

Ide penelitian lahir dari keprihatinan terhadap tingginya ketergantungan sektor pertanian pada energi fosil, sekaligus melimpahnya limbah jagung dan jerami yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Melalui sistem anaerobic digestion berbasis IoT, limbah pertanian diolah menjadi biogas yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi terbarukan.

Tak hanya menghasilkan biogas, inovasi tersebut juga dirancang mampu menghasilkan listrik, energi panas untuk pengeringan hasil panen, biochar, serta pupuk organik dari sisa proses fermentasi. Seluruh proses dipantau menggunakan sensor IoT yang mampu memonitor suhu, pH, kelembapan, dan tekanan gas secara real-time melalui aplikasi seluler, sehingga proses produksi menjadi lebih efisien dan mudah dikendalikan oleh petani.

"Kami ingin menghadirkan solusi yang tidak hanya menghasilkan energi terbarukan, tetapi juga membantu petani mengurangi biaya operasional serta mendukung pertanian berkelanjutan melalui pemanfaatan teknologi Internet of Things," jelas Satria.

Meski hanya terdiri dari dua anggota dengan latar belakang disiplin ilmu yang berbeda, keduanya mampu membangun kolaborasi yang solid. Gilang Arya Mahmudi berfokus pada penyusunan naskah ilmiah serta aspek bioenergi dan pertanian, sementara Satria menangani analisis teknis sistem, implementasi inovasi, penyusunan presentasi, dan pemaparan di hadapan dewan juri.

Menurut mereka, tantangan terbesar selama kompetisi adalah menyatukan berbagai disiplin ilmu menjadi solusi yang komprehensif sekaligus memastikan inovasi yang diajukan memiliki dasar ilmiah yang kuat, realistis diterapkan, dan didukung data yang valid.

Prestasi ini menjadi motivasi bagi keduanya untuk terus mengembangkan inovasi yang telah dirancang. Mereka berencana mewujudkan gagasan tersebut menjadi prototipe yang dapat diterapkan secara nyata di masyarakat, sekaligus memperluas kolaborasi penelitian bersama dosen maupun mitra eksternal.

"Kami berharap inovasi ini dapat menjadi alternatif solusi energi bagi masyarakat, khususnya petani. Selain mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil, sistem ini juga mampu meningkatkan nilai ekonomi limbah pertanian, mengurangi pencemaran lingkungan, serta mendukung terwujudnya pertanian berkelanjutan dan ketahanan energi nasional," tutur Satria.

Kepada mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jember, keduanya berpesan agar tidak ragu untuk memulai berkarya dan mengikuti kompetisi ilmiah.

"Jangan takut untuk memulai. Banyak mahasiswa memiliki ide yang bagus, tetapi ragu untuk mengembangkannya. Mulailah dari permasalahan di sekitar kita, lakukan riset yang mendalam, manfaatkan masukan dosen pembimbing, dan jangan mudah menyerah. Kompetisi bukan hanya tentang menjadi juara, tetapi juga tentang proses belajar dan memberikan solusi nyata bagi masyarakat," pesannya.

Prestasi ini kembali menegaskan bahwa kolaborasi lintas program studi di Universitas Muhammadiyah Jember mampu melahirkan inovasi yang berdaya saing nasional. Melalui semangat riset, kerja sama, dan keberanian untuk berinovasi, mahasiswa Unmuh Jember terus menunjukkan kontribusi nyata dalam menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

 

Senin, 29 Juni 2026

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Unmuh Jember Sabet Gelar Winner Putera Kampus Jawa Timur 2026

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember. Arya Jaziera Hidayat, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, berhasil meraih gelar Winner Putera Kampus Jawa Timur 2026 setelah melalui serangkaian seleksi yang diikuti mahasiswa berprestasi dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Timur.

Ajang Putera Puteri Kampus Jawa Timur merupakan kompetisi tahunan yang mempertemukan mahasiswa-mahasiswi terbaik dari berbagai kampus di provinsi tersebut. Tahun ini, kegiatan berlangsung selama dua hari satu malam di Surabaya Suites Hotel, Kota Surabaya.

Arya mengaku pencapaian tersebut menjadi momen yang sangat berharga dalam perjalanan akademiknya.

"Alhamdulillah saya sangat bersyukur dan bangga atas pencapaian ini. Bagi saya, gelar ini bukan sekadar kemenangan, tetapi amanah besar untuk terus mengabdi kepada Jawa Timur dan membawa nama baik Universitas Muhammadiyah Jember," ujarnya.

Perjalanan menuju gelar juara tidaklah mudah. Arya harus melewati tahapan administrasi, seleksi semifinal, hingga berhasil masuk ke jajaran 30 finalis terbaik yang kemudian mengikuti masa karantina sebelum malam grand final.

Menurutnya, tantangan terbesar justru datang dari rasa gugup saat harus bersaing dengan mahasiswa-mahasiswa berprestasi dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Timur.

"Tantangan terbesar adalah mengatasi rasa grogi ketika berhadapan dengan peserta-peserta yang memiliki prestasi luar biasa. Namun saya mencoba menjadikannya sebagai motivasi untuk tampil maksimal," katanya.

Sebelum mengikuti kompetisi, Arya mempersiapkan diri dengan mempelajari berbagai isu pendidikan, Tri Dharma Perguruan Tinggi, serta memperdalam kemampuan public speaking. Ia mengaku pengalaman sebagai peserta Duta Kampus Universitas Muhammadiyah Jember menjadi bekal penting dalam menghadapi setiap tahapan seleksi.

Selain itu, masa karantina menjadi pengalaman yang paling berkesan baginya. Selama kegiatan tersebut, para finalis saling bertukar gagasan mengenai sistem pendidikan di kampus masing-masing, mulai dari program beasiswa, kurikulum, hingga kebijakan pemerintah di sektor pendidikan.

Arya juga mengungkapkan bahwa keberhasilannya tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, terutama keluarga, teman-teman, dosen, dan Universitas Muhammadiyah Jember.

"Dukungan terbesar tentu datang dari orang tua, khususnya ibu yang selalu mendoakan saya. Saya juga berterima kasih kepada teman-teman Duta Kampus Unmuh Jember, teman kuliah, organisasi, serta pihak universitas yang telah memberikan dukungan, termasuk membantu pembiayaan pendaftaran kompetisi ini," ungkapnya.

Sebagai mahasiswa Ilmu Komunikasi, Arya merasa ilmu yang diperolehnya selama kuliah sangat membantu, terutama dalam meningkatkan kemampuan komunikasi dan public speaking. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada dosennya, Ari Susanti, yang selama ini banyak memberikan masukan dalam mengasah kemampuan berbicara di depan publik.

Mengusung advokasi tentang pengabdian kepada masyarakat, Arya ingin menghadirkan kontribusi nyata bagi Universitas Muhammadiyah Jember melalui berbagai program yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

Menurutnya, seorang Putera Kampus tidak hanya dituntut memiliki prestasi, tetapi juga dedikasi dan kontribusi yang nyata.

"Kualitas yang harus dimiliki seorang Putera Kampus adalah mampu memberikan dampak positif, baik bagi lingkungan kampus maupun masyarakat luas. Itu sejalan dengan jargon Putera Puteri Kampus Jawa Timur, yaitu dedikasi, kontribusi, dan prestasi," jelasnya.

Ke depan, Arya menargetkan untuk melanjutkan perjuangannya pada ajang Putera Kampus Indonesia yang dijadwalkan berlangsung pada Februari tahun depan.

Ia pun memberikan motivasi kepada mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jember agar tidak ragu mengikuti kompetisi di tingkat regional maupun nasional.

"Kompetisi mungkin terlihat besar dan menantang, tetapi kita memiliki potensi yang sama besarnya. Menjadi mahasiswa di daerah bukan batasan untuk bersinar di panggung nasional. Beranilah memulai, konsisten berproses, jangan takut gagal, dan manfaatkan setiap fasilitas kampus serta bimbingan dosen untuk terus berkembang," pesannya.

Prestasi yang diraih Arya menjadi bukti bahwa mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jember mampu bersaing di tingkat regional sekaligus memperkuat citra kampus melalui dedikasi, kontribusi, dan prestasi yang membawa dampak positif bagi masyarakat.

 

Rabu, 24 Juni 2026

Media Pembelajaran Anak Usia Dini "Zip & Play" Karya Mahasiswi PGPAUD


    Pada gelaran pameran Expo Luaran Mata Kuliah Wajib Universitas (MKMU) Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember), mahasiswa didorong untuk menghasilkan produk yang memiliki nilai guna bagi masyarakat. Kegiatan yang diselenggarakan di Gedung Aula Ahmad Zainuri pada Selasa (23/6/2026) ini menampilkan berbagai inovasi mahasiswa dari beragam program studi. Salah satu produk yang disorot adalah rancangan Nasywa Putri Anyelir dan Tim, mahasiswi Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD), yang ditetapkan sebagai Juara Pertama pada kategori Kewirausahaan. 

    Nasywa memenangkan kategori tersebut melalui produk alat permainan edukatif bernama "Zip & Play Learning Activity Box For Kids". Produk ini dirancang dalam bentuk kotak aktivitas fisik yang di dalamnya terdapat beberapa modul permainan interaktif. Target utama dari pembuatan produk ini adalah anak-anak usia dini yang sedang berada dalam masa krusial perkembangan fisik dan mental. 

    Pembuatan Zip & Play dilatarbelakangi oleh kebutuhan masyarakat, khususnya kalangan orang tua, terhadap alat bermain yang aman secara material dan mampu melatih kemampuan motorik halus serta kognitif anak secara efektif. Dengan memanfaatkan keilmuan dari program studi PGPAUD, Nasywa merancang instrumen permainan yang sesuai dengan standar psikologi perkembangan balita. Secara simultan, produk ini diproyeksikan sebagai purwarupa bisnis yang memiliki nilai komersial dengan mengaplikasikan teori-teori dari mata kuliah Kewirausahaan.

    Proses pengembangan produk inovatif ini dibimbing oleh Nuraini Kusumaningtyas, M.Psi., Pendampingan tersebut berfungsi untuk memastikan kualitas produk memenuhi kriteria kelayakan akademis sekaligus memiliki struktur perencanaan produk yang terarah. 

    Pencapaian Nasywa di ajang Expo MKMU ini membuktikan bahwa mahasiswa dapat memadukan pemahaman teori pendidikan dengan prinsip bisnis yang terukur. Luaran produk Zip & Play Learning Activity Box For Kids menjadi representasi nyata dari pembelajaran berbasis proyek, di mana tugas perkuliahan dieksekusi menjadi barang fisik yang memiliki fungsi edukasi dan prospek ekonomi yang jelas.


Inovasi "Skillmu" Karya Gavriel: Integrasi Teknologi dan Nilai Keislaman

    Universitas Muhammadiyah Jember  (Unmuh Jember) menggelar pameran Expo Luaran Mata Kuliah Wajib Universitas (MKMU) Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 pada Selasa (23/6/2026). Bertempat di Gedung Aula Ahmad Zainuri, kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mempresentasikan hasil implementasi pembelajaran selama satu semester. Pada ajang tersebut, Gavriel Ayatullah Khomaini, mahasiswa Program Studi Sistem Informasi, berhasil meraih Juara Pertama untuk kategori mata kuliah Al Islam IV. 

    Gavriel menampilkan inovasi berupa platform digital yang diberi nama "Skillmu". Platform ini dirancang secara khusus untuk memfasilitasi mahasiswa dalam mengembangkan kemampuan teknis (hard skill) sekaligus kemampuan interpersonal (soft skill). Pengembangan aplikasi ini didasarkan pada kebutuhan mahasiswa akan sarana edukasi dan pengembangan diri yang terintegrasi serta mudah diakses melalui perangkat digital.     

    Dalam merancang Skillmu, Gavriel tidak hanya berfokus pada aspek kecerdasan buatan atau teknologi informasi, tetapi juga mengintegrasikan materi dari mata kuliah Al Islam IV ke dalam sistemnya. Ia menerapkan nilai-nilai "Amanah" dan "Fastabiqul Khairat" sebagai basis etika operasional platform tersebut. Pendekatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa pengembangan kompetensi akademik dan profesional mahasiswa tetap sejalan dengan pembentukan karakter dan moralitas. 

    Proses perancangan platform ini mendapat pendampingan dari dosen pengampu, Saibah, S.Pd., M.Pd., yang turut menerima penghargaan sebagai Dosen Pengampu Berprestasi pada kategori yang sama. Keterlibatan dosen pengampu memastikan bahwa aspek teknis aplikasi sejalan dengan indikator capaian pembelajaran mata kuliah. 

    Kemenangan Gavriel dalam Expo MKMU ini menunjukkan bahwa mahasiswa mampu mengonversi pemahaman teoretis dari mata kuliah keagamaan menjadi produk teknologi yang fungsional. Platform Skillmu berpotensi menjadi media penunjang operasional bagi mahasiswa lain dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja, dengan tetap memegang teguh prinsip-prinsip etika dasar.


Rabu, 17 Juni 2026

Mahasiswa Akuntansi Unmuh Jember Lolos Pendanaan PKM Nasional, Bawa Literasi Keuangan ke Sekolah Dasar

Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember). Tim mahasiswa Program Studi Akuntansi berhasil lolos pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat (PKM-PM) tingkat nasional melalui program edukasi literasi keuangan bagi siswa sekolah dasar.

Tim yang diketuai oleh M. Mufti Yuda Firmansyah bersama Muhammad Alfian Faruqi, Deva Sintiasari, Selvia Khusnul Khotimah, dan Febryan Aldi Winata mengusung proposal berjudul “Finance For Kids Project: Literasi Keuangan Anak Menuju Generasi Emas di SDN Sukorambi 01 Jember.”

Melalui program tersebut, tim berupaya meningkatkan pemahaman literasi keuangan siswa sekolah dasar melalui pendekatan yang edukatif, interaktif, dan menyenangkan. Materi yang diberikan meliputi pengenalan uang, perbedaan kebutuhan dan keinginan, pentingnya menabung, hingga pengelolaan uang sederhana yang dikemas melalui permainan, simulasi, dan aktivitas kreatif sesuai usia anak.

Ketua tim, M. Mufti Yuda Firmansyah, menjelaskan bahwa ide program lahir dari keprihatinan terhadap masih rendahnya pemahaman literasi keuangan pada anak usia sekolah dasar. Padahal, anak-anak telah akrab dengan penggunaan uang dalam kehidupan sehari-hari, namun belum memiliki bekal yang cukup untuk mengelolanya secara bijak.

“Literasi keuangan sejak dini merupakan fondasi penting untuk membentuk kebiasaan finansial yang sehat. Kami ingin membantu anak-anak memahami konsep dasar keuangan dengan cara yang mudah dipahami dan menyenangkan,” ujarnya.

Menurutnya, program ini dirancang untuk menjawab berbagai persoalan yang ditemukan di lapangan, mulai dari rendahnya kemampuan siswa dalam membedakan kebutuhan dan keinginan hingga minimnya media pembelajaran literasi keuangan yang menarik dan aplikatif bagi anak-anak.

Proses penyusunan proposal hingga akhirnya dinyatakan lolos pendanaan nasional memerlukan waktu sekitar empat hingga lima bulan. Selama periode tersebut, tim melakukan observasi awal kepada mitra, menyusun konsep kegiatan, merancang anggaran, serta melakukan berbagai revisi berdasarkan arahan dosen pendamping.

“Tantangan terbesar adalah menyelaraskan ide program dengan kebutuhan mitra serta memastikan seluruh kegiatan yang dirancang benar-benar sesuai dengan karakteristik siswa sekolah dasar. Selain itu, pembagian waktu antaranggota tim juga menjadi tantangan tersendiri,” jelas Mufti.

Keberhasilan proposal tersebut tidak lepas dari peran dosen pendamping yang aktif memberikan arahan dan masukan selama proses penyusunan. Mulai dari pengembangan ide, evaluasi kelayakan program, hingga penyempurnaan proposal agar sesuai dengan pedoman PKM nasional.

Saat menerima kabar lolos pendanaan, seluruh anggota tim mengaku merasa bangga, bersyukur, dan terharu. Bagi mereka, capaian tersebut merupakan hasil dari proses panjang yang penuh kerja keras dan kolaborasi.

“Ini menjadi bentuk apresiasi atas usaha yang telah kami lakukan sekaligus motivasi untuk melaksanakan program dengan sebaik-baiknya,” ungkapnya.

Melalui program Finance For Kids Project, tim menargetkan peningkatan pemahaman siswa mengenai pentingnya menabung, kemampuan membedakan kebutuhan dan keinginan, serta terbentuknya kebiasaan mengelola uang secara sederhana sejak usia dini. Selain itu, program ini juga akan menghasilkan media pembelajaran, dokumentasi kegiatan, dan laporan pelaksanaan PKM.

Mufti menilai bahwa kunci keberhasilan hingga proposal dapat lolos pendanaan nasional terletak pada kesesuaian antara permasalahan yang dihadapi mitra dengan solusi yang ditawarkan, inovasi program yang aplikatif, serta kekompakan tim dalam menyusun proposal.

Ia pun mengajak mahasiswa Unmuh Jember untuk tidak ragu mengikuti PKM pada tahun-tahun berikutnya.

“Jangan takut mencoba dan berani menuangkan ide. PKM bukan hanya tentang pendanaan, tetapi juga menjadi sarana mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kepemimpinan, kerja sama tim, dan kepedulian sosial. Melalui PKM, mahasiswa dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat sekaligus ikut mendukung kemajuan bangsa,” pungkasnya.

Keberhasilan tim Akuntansi ini semakin memperkuat komitmen Unmuh Jember dalam mendorong lahirnya inovasi mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Senin, 15 Juni 2026

Mahasiswa Agroteknologi Unmuh Jember Lolos Pendanaan PKM Nasional, Kembangkan Bakteri Gunung Ijen untuk Lindungi Tanaman Padi

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember). Tim mahasiswa Program Studi Agroteknologi berhasil meraih pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) tingkat nasional melalui gagasan inovatif pemanfaatan bakteri termofil dari kawasan Gunung Ijen sebagai agen pengendali hayati penyakit pada tanaman padi.

Tim yang diketuai oleh Olivia Cantika (2310311023) bersama Afthon Hielman Huda (2310311009), Wahida Rahmania Putri (2310311005), Erwin Angriawan (2210311015), dan Junaidi (2510311002) berhasil lolos pendanaan dengan proposal berjudul “Optimasi Bakteri Termofil Gunung Ijen serta Potensinya sebagai Biokontrol Xanthomonas oryzae (Xoo)”.

Ketua tim, Olivia Cantika, menjelaskan bahwa ide penelitian tersebut berangkat dari kekhawatiran terhadap menurunnya produktivitas padi akibat serangan penyakit hawar daun bakteri yang disebabkan oleh bakteri Xanthomonas oryzae pv. oryzae. Kondisi tersebut semakin diperparah oleh perubahan iklim global yang menciptakan lingkungan ideal bagi perkembangan penyakit tanaman.

“Padi merupakan sumber pangan utama bagi sebagian besar penduduk dunia. Namun produktivitasnya terus menghadapi ancaman akibat perubahan iklim dan serangan penyakit hawar daun bakteri. Karena itu kami mencoba mencari solusi yang lebih ramah lingkungan melalui pemanfaatan bakteri termofil dari kawasan Gunung Ijen,” ujarnya.

Menurut Olivia, penggunaan agen biokontrol berbasis mikroorganisme menjadi salah satu pendekatan berkelanjutan yang dapat mengurangi ketergantungan pada bahan kimia pertanian. Bakteri termofil yang hidup di lingkungan ekstrem seperti Gunung Ijen diketahui memiliki aktivitas antimikroba yang berpotensi dimanfaatkan untuk mengendalikan bakteri penyebab penyakit tanaman.

Proses penyusunan proposal hingga berhasil memperoleh pendanaan nasional memerlukan waktu sekitar tiga bulan. Selama proses tersebut, tim harus menyelesaikan berbagai tahapan mulai dari penyusunan latar belakang, metode penelitian, hingga perencanaan anggaran kegiatan.

“Tantangan terbesar yang kami hadapi adalah membagi waktu antara tugas kuliah, aktivitas akademik, dan proses bimbingan proposal. Namun berkat kerja sama tim dan dukungan dosen pendamping, semua dapat dilalui dengan baik,” jelasnya.

Olivia juga mengapresiasi peran dosen pendamping yang dinilai memiliki semangat dan komitmen tinggi dalam membimbing mahasiswa sejak tahap penyusunan hingga proposal dinyatakan lolos pendanaan.

Keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi seluruh anggota tim. Menurutnya, pendanaan PKM bukan hanya bentuk apresiasi atas kerja keras yang telah dilakukan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk menghasilkan luaran akademik yang bermanfaat.

Adapun target yang ingin dicapai melalui program ini antara lain menghasilkan artikel ilmiah dan laporan penelitian yang dapat menjadi kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang pertanian berkelanjutan.

Olivia menilai konsistensi, semangat belajar, dan keberanian bangkit dari kegagalan menjadi kunci utama keberhasilan dalam mengikuti kompetisi PKM.

“Puncak prestasi tidak bisa diraih secara instan. Dibutuhkan usaha, kerja keras, konsistensi, dan doa. Jangan takut mencoba karena setiap proses akan memberikan pelajaran berharga,” pesannya kepada mahasiswa Unmuh Jember yang ingin mengikuti PKM pada tahun mendatang.

Keberhasilan tim Agroteknologi ini menambah deretan capaian mahasiswa Unmuh Jember di tingkat nasional sekaligus menunjukkan komitmen kampus dalam mendorong budaya riset dan inovasi yang memberikan solusi terhadap berbagai persoalan masyarakat, termasuk ketahanan pangan di Indonesia.

 

Minggu, 17 Mei 2026

Delegasi Unmuh Jember Raih Best Team Kedua Nasional di Ajang Literasi Internasional SEALNET PI25

Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional hingga Asia Tenggara. Setelah terpilih sebagai salah satu dari lima perguruan tinggi terbaik di Indonesia dalam program SEALNET Project Indonesia 2025 (PI25) Read to Lead, delegasi Unmuh Jember berhasil meraih predikat Best Team Kedua Nasional pada ajang literasi internasional bergengsi SEALNET PI25 (Southeast Asian Service Leadership Network Program Initiative 2025).

Prestasi tersebut diumumkan dalam Closing Ceremony SEALNET PI25 yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Kamis, 10 April 2026 pukul 19.00 WIB, menandai berakhirnya proyek literasi yang telah berjalan selama kurang lebih enam bulan.

Tim delegasi Unmuh Jember terdiri dari Muhammad Sulton Al Gifari, mahasiswa Fakultas Psikologi, Lutfiah Indah Fardiyatin, mahasiswa Program Studi PGPAUD, serta Helmy Maulana Wahid, pustakawan Unmuh Jember.

Sebelumnya, pada Juli 2025, Unmuh Jember terpilih sebagai salah satu dari hanya lima perguruan tinggi di Indonesia yang lolos dalam program mentoring intensif SEALNET PI25 bersama Universitas Perbanas, UIN Sunan Gunung Djati, Universitas Multimedia Nusantara, dan Universitas Buddhi Dharma.

Program yang diselenggarakan oleh Southeast Asian Service Leadership Network (SEALNET) ini berfokus pada penguatan budaya literasi, kepemimpinan sosial, serta pengembangan program berbasis komunitas melalui proposal gerakan literasi bertajuk “Literazine.”

Melalui proposal tersebut, Unmuh Jember dinilai memiliki potensi besar dalam membangun ekosistem literasi yang inklusif, berkelanjutan, dan berdampak langsung bagi masyarakat kampus maupun masyarakat luas.

Selama lima hari, pada 16–20 Juli 2025, tim delegasi mengikuti mentoring intensif di Jakarta bersama mentor internasional dari berbagai negara Asia Tenggara, seperti Vietnam, Thailand, Myanmar, Filipina, Singapura, dan Indonesia.

Tidak hanya menerima materi, peserta juga melakukan kunjungan studi ke Perpustakaan Jakarta dan HB Jassin, Perpustakaan Universitas Indonesia, serta Gramedia Pustaka Utama, guna memperluas wawasan mengenai ekosistem literasi dan kepemimpinan berbasis layanan (service leadership).

Dalam proses pendampingan tersebut, para delegasi mendapatkan pembekalan mengenai pendekatan berbasis komunitas, strategi advokasi, serta praktik kepemimpinan sosial yang mampu menciptakan perubahan nyata.

Keberhasilan meraih predikat Best Team Kedua Nasional tidak datang secara instan. Tim Unmuh Jember dinilai menunjukkan performa terbaik melalui komunikasi aktif dengan mentor, konsistensi implementasi program, serta inovasi gerakan literasi yang kolaboratif dan inklusif.

Beberapa program unggulan yang berhasil dijalankan antara lain Library Tour bagi mahasiswa baru, Galeri Tour hasil kolaborasi dengan komunitas literasi lokal seperti Kanca Aksara, Literaya, Pena, dan PNE, hingga integrasi literasi dengan edukasi lingkungan melalui program Kunang-Kunang dan Nara Garden Tour.

Selain itu, tim juga mengembangkan gerakan literasi inklusif berbasis bahasa isyarat bersama BISINDO dan JBP, serta memperluas jejaring internasional melalui program English Mentoring yang berkolaborasi dengan Teaching Beyond Borders Singapura.

Lutfiah Indah Fardiyatin menyampaikan bahwa penghargaan ini menjadi bukti bahwa gerakan literasi kampus dapat berkembang menjadi gerakan sosial yang berdampak luas jika dikelola dengan kolaborasi dan konsistensi.

“Literasi bukan hanya soal membaca buku, tetapi bagaimana ilmu itu bisa hidup di masyarakat, menyentuh banyak orang, dan menjadi ruang perubahan sosial yang nyata,” ujarnya.

Prestasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Unmuh Jember mampu bersaing di level nasional maupun internasional, sekaligus memperkuat posisi kampus sebagai institusi yang aktif mendorong inovasi sosial, kepemimpinan muda, dan budaya literasi berkelanjutan.

Melalui capaian ini, Unmuh Jember tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi juga sebagai penggerak perubahan yang membawa semangat literasi dari kampus menuju jejaring Asia Tenggara.

Sabtu, 25 April 2026

Anak Sopir Jadi Wisudawati Teladan, Kisah Inspiratif Sesilia Tristianti di Wisuda ke-54 Unmuh Jember


Riuh tepuk tangan menggema di Gedung Ahmad Zainuri saat Sesilia Tristianti melangkah menuju podium Rapat Terbuka Senat Wisuda ke-54 Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember). Mahasiswi Program Studi Ilmu Komunikasi ini terpilih mewakili rekan-rekannya untuk menyampaikan pesan dan kesan wisudawan. Di balik selempang predikat Wisudawan Berprestasi Kategori Teladan yang ia kenakan, Sesilia membawa sebuah cerita perjuangan yang membuktikan bahwa latar belakang sederhana bukanlah penghalang untuk mencapai puncak prestasi.

Dalam pidatonya yang lugas, Sesilia mengungkapkan jati dirinya sebagai anak seorang sopir bernama Bok Tarmidi dan ibu rumah tangga bernama Istikomah. Keberhasilannya meraih gelar sarjana hari ini adalah sebuah tonggak sejarah baru, sebab ia merupakan wisudawan pertama di dalam keluarganya.

 "Ayah dan ibu saya tidak menempuh pendidikan sarjana, namun hari ini mereka membuktikan bahwa mereka mampu mengantarkan anaknya menjadi sarjana," ungkapnya dengan terharu.

Selama menempuh studi di Program Studi Ilmu Komunikasi, Sesilia tidak hanya fokus pada perkuliahan di kelas, tetapi juga aktif mengukir prestasi di kancah nasional. Ia tercatat sebagai pemenang Duta Kampus Unmuh Jember 3.0, Miss Intelligensia Muslimah Jawa Timur 2023, hingga sukses meraih posisi Runner Up 5 Putri Kampus Indonesia 2026. Tak hanya di bidang pageant, nalar kritisnya pun teruji melalui berbagai kemenangan dalam forum diskusi dan presentasi tingkat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) se-Indonesia. Rentetan prestasi inilah yang mengukuhkan dirinya sebagai lulusan teladan yang mampu menyelaraskan aspek wawasan global, religiusitas, dan kompetensi bidang.


Sesilia menegaskan bahwa Unmuh Jember telah menjadi ruang bagi dirinya dan ratusan wisudawan lain untuk mewujudkan mimpi yang semula terasa mustahil. Dengan prinsip “there is a will, there is a way,” ia meyakini bahwa setiap lulusan Unmuh Jember memiliki daya saing yang tinggi dan tidak perlu gentar untuk berkompetisi dengan lulusan dari universitas ternama lainnya. Keberanian untuk melangkah dan mencoba, menurutnya, adalah awal dari setiap kesuksesan yang akan diraih di masa depan.

Mengakhiri masa studinya dengan penuh keceriaan, Sesilia bahkan sempat membawakan pantun yang mencairkan suasana di hadapan Rektor dan seluruh anggota senat. Namun, di balik keceriaan itu, ia meninggalkan pesan mendalam bagi mahasiswa yang masih berjuang di kampus. Ia mengingatkan bahwa pengalaman, rintangan, dan kesulitan yang dilalui selama kuliah adalah bekal berharga untuk menghadapi kehidupan di masyarakat.

Bagi mahasiswa yang saat ini masih berjuang, Sesilia menitipkan pesan motivasi agar tetap bertahan dan berani menyelesaikan apa yang telah dimulai. 

"Jangan pernah takut melangkah dan mencoba, karena keberanian adalah awal dari kesuksesan. Teruslah berjuang, karena pada akhirnya keberhasilan tidak ditentukan dari mana kita berasal, melainkan dari bagaimana kita terus berusaha untuk bertumbuh dan memberikan kontribusi nyata," pungkasnya. 

Toga Sempurna untuk Ayah Ibu di Surga, Kisah Haru Tria Fenda Wisudawati Dengan IPK 3,99 Unmuh Jember


Momen wisuda umumnya menjadi hari bahagia yang dirayakan bersama keluarga inti. Namun, realita berbeda harus dihadapi oleh Tria Fenda Afi Wijaya pada Rapat Terbuka Senat Wisuda ke-54 Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember). Berdiri tanpa pendampingan ayah dan ibu, mahasiswi Program Studi S1 Manajemen ini justru sukses membuktikan diri dengan menyandang predikat Wisudawan Terbaik Tingkat Universitas berbekal IPK nyaris sempurna, 3,99. Rentetan pencapaian yang ia raih menjadi wujud nyata bahwa kehilangan sosok kedua orang tua tidak menghentikan langkahnya untuk terus mencetak prestasi.

Ujian berat dalam hidup Tria sudah datang sejak ia masih duduk di kelas tiga SMA. Tepat saat ia tengah bersiap menghadapi ujian kelulusan, sang ibu meninggal dunia. Kehilangan tersebut tentu menjadi pukulan telak. Namun, ia menolak menjadikan duka sebagai alasan untuk menyerah. Tria justru mengubah kesedihannya menjadi energi pembuktian. Hasilnya, ia berhasil meraih nilai ujian kelulusan tertinggi dan mempertahankan posisi juara satu berturut-turut di sekolahnya, sebelum akhirnya memantapkan langkah melanjutkan pendidikan ke Unmuh Jember.

Sayangnya, takdir kembali menguji ketangguhan Tria di masa-masa paling krusial dalam perkuliahannya. Memasuki semester tujuh, tepat saat ia baru akan memulai proses penyusunan skripsi, sang ayah menghembuskan napas terakhirnya. Berpulangnya ayahanda membuat Tria sangat terpukul dan menyisakan trauma mendalam. Di tengah situasi yang berat tersebut, Tria teringat dan berpegang erat pada pesan yang selalu ditekankan oleh kedua orang tuanya semasa hidup.

"Terus fokus dan jangan pernah lari dari tanggung jawab," kenangnya mengulangi pesan tersebut saat diwawancarai.

Prinsip itulah yang kemudian memacunya untuk kembali bangkit, mengerjakan skripsinya, dan bertekad mewujudkan impian almarhum kedua orang tuanya untuk melihatnya menjadi mahasiswa terbaik.

Hebatnya, di tengah perjuangan menyelesaikan tugas akhir dengan kondisi batin yang sedang berduka, langkah Tria tidak melambat sama sekali. Ia tidak sekadar mengejar nilai di dalam kelas, melainkan terus aktif memperluas kapasitas dirinya di berbagai bidang.

Ketekunannya tersebut mengantarkan Tria lolos sebagai salah satu penerima program prestisius Djarum Beasiswa Plus (Beswan Djarum) 2024/2025. Ia juga berhasil menyabet gelar Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) mulai dari tingkat program studi, fakultas, hingga universitas, yang memberinya kesempatan berharga mewakili Unmuh Jember di ajang Pilmapres tingkat nasional. Di sela-sela kesibukannya, Tria juga aktif mengabdi sebagai relawan Duta Kepemudaan, rajin memberikan edukasi dan advokasi kepada para pelajar di sekolah-sekolah mengenai pentingnya personal branding dan bahaya narkoba.

Kini, berdiri tegak membawa gelar kelulusan tertinggi, Tria tak menampik adanya rasa rindu karena tidak bisa mempersembahkan pencapaiannya langsung ke tangan kedua orang tuanya. Meski demikian, ia merasa bersyukur karena telah berjuang maksimal menuntaskan amanah mereka.

Mengakhiri masa studinya, Tria menitipkan pesan kuat bagi rekan-rekan mahasiswa yang tengah berjuang menghadapi hambatan akademiknya masing-masing. Ia menegaskan pentingnya menjaga fokus agar tidak mudah goyah apalagi menyerah oleh keadaan. Baginya, sesulit dan setidak enak apa pun proses bimbingan maupun hambatan yang datang, tetaplah fokus pada proses dan tujuan akhir, karena usaha tersebut pada akhirnya pasti akan membawa hasil.

 

Rabu, 15 April 2026

Inovasi Beton Bambu Berstandar Internasional: Prof. Muhtar Dikukuhkan Sebagai Guru Besar Teknik Sipil Unmuh Jember


Solusi visioner bagi dunia konstruksi ramah lingkungan lahir dari Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember). Pada Selasa (14/4/2026), Unmuh Jember secara resmi mengukuhkan Prof. Dr. Ir. Muhtar, S.T., M.T., IPM. sebagai Guru Besar di bidang Teknik Sipil – Rekayasa Struktur. Dalam prosesi pengukuhan tersebut, Prof. Muhtar menyampaikan orasi ilmiah yang sangat menggugah dan aplikatif berjudul "Bambu Sebagai Material Terbarukan Untuk Konstruksi Dan Kemaslahatan Umat".

Orasi ilmiah ini berangkat dari keprihatinan mendalam Prof. Muhtar terhadap tingginya kesenjangan industrialisasi antara wilayah perkotaan dan pedesaan. Selama ini, negara sering kali mengundang investor asing guna mempercepat proses industrialisasi dan penguasaan teknologi. Namun, pendekatan top-down dan "jalan pintas" ini sering kali mengabaikan potensi industrialisasi di tingkat pedesaan. Menurut Prof. Muhtar, mempercepat industrialisasi sebaiknya dimulai dari industri kecil di desa yang dijadikan sebagai fondasi ekonomi kerakyatan yang kuat.

"Pembangunan desa harus mampu memberikan nilai tambah (added value) terhadap komoditas lokalnya, sehingga warga desa menjadi sejahtera tanpa harus bergantung pada material industri dari kota yang mahal," papar Prof. Muhtar.

Sebagai jawaban atas tantangan tersebut, Prof. Muhtar memperkenalkan inovasi mutakhirnya: pemanfaatan bambu sebagai material utama pengganti baja dalam teknologi beton bertulang pracetak. Melalui serangkaian pengujian laboratorium yang ketat, inovasi ini telah membuktikan kualitas strukturalnya. Produk aplikatif yang dihasilkan, seperti panel pagar pracetak dan rangka jembatan beton bertulang bambu, telah melewati uji kelayakan mekanis yang komprehensif, meliputi uji lentur sumbu-lemah, uji lentur sumbu-kuat, hingga uji geser horizontal siklik.

Hasil temuan Prof. Muhtar sungguh luar biasa. Rangka beton bertulang bambu pracetak ciptaannya terbukti memiliki integritas struktural yang sangat baik, mampu mendistribusikan beban berat dengan defleksi dan deformasi yang sangat minimal. Dalam pengujian, tercatat perpindahan maksimum hanya sebesar 0,25 mm, sementara deformasi maksimum mencapai 0,20 mm, dan deformasi pada rangka jembatan hanya 0,13 mm. Angka-angka tersebut jauh berada di bawah ambang batas maksimal yang diizinkan (yakni 3,75 mm), sehingga inovasi ini secara resmi telah memenuhi standar kelayakan internasional AASHTO serta Standar Nasional Indonesia (RSNI T-12-2004).

Lebih dari sekadar rekayasa teknik, inovasi beton bambu ini membawa misi ekologis dan sosial yang sangat krusial. Penggunaan bambu material lokal yang pertumbuhannya sangat cepat dan mudah diperbarui menjadi antitesis terhadap material konstruksi konvensional yang menyumbang emisi karbon tinggi.

Pengukuhan Prof. Muhtar ini diharapkan tidak hanya menginspirasi dunia akademik, tetapi juga mendorong pemerintah dan sektor swasta untuk mulai melirik material terbarukan berbasis kearifan lokal. Inovasi beton bambu dari Unmuh Jember ini menjadi bukti nyata bahwa teknologi yang berakar dari desa mampu menghadirkan solusi konstruksi global yang berkelanjutan, sekaligus mewujudkan kemaslahatan umat yang sebesar-besarnya.

Menggali Sisi Psikologis di Balik Angka: Prof. Dwi Cahyono Resmi Dikukuhkan Sebagai Guru Besar Akuntansi Keperilakuan Unmuh Jember


Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) kembali mencatatkan sejarah akademik dengan mengukuhkan Prof. Dr. Dwi Cahyono, S.E., M.Si., Akt. sebagai Guru Besar dalam bidang Akuntansi Keperilakuan pada Rapat Terbuka Senat yang digelar Selasa (14/4/2026). Dalam momentum bersejarah tersebut, Prof. Dwi menyampaikan orasi ilmiah bertajuk "Pengantar Akuntansi Keperilakuan: Sebuah Eksplorasi Model Konseptual Bagi Pemula", yang secara tajam membedah bagaimana faktor manusia dan psikologi memengaruhi pelaporan serta pengambilan keputusan keuangan.

Selama ini, ilmu akuntansi kerap dipandang secara tradisional sebagai disiplin ilmu yang kaku, eksak, dan hanya berkutat pada deretan angka. Namun, Prof. Dwi menegaskan bahwa lahirnya Akuntansi Keperilakuan (Behavioral Accounting) didasarkan pada satu kesadaran fundamental: manusia tidak selalu rasional dalam membuat keputusan keuangan. Bidang multidisiplin ini menggabungkan ilmu akuntansi, psikologi, dan ekonomi perilaku untuk mengkaji secara mendalam pengaruh bias kognitif (cognitive biases), emosi, dan dinamika sosial terhadap informasi keuangan.

Dalam orasinya, Prof. Dwi memaparkan temuan dari analisis bibliometrik selama 53 tahun terhadap perkembangan riset behavioral accounting secara global. Data menunjukkan lonjakan publikasi yang sangat drastis pasca-krisis keuangan global tahun 2008, yang menyadarkan dunia bahwa kegagalan sistem keuangan sering kali bermuara pada perilaku irasional dan tidak etis pelakunya. Dari analisis tersebut, diketahui bahwa topik Mental Accounting menjadi subjek yang paling dominan diteliti, sementara Amerika Serikat memimpin dominasi riset global dengan lebih dari 52% total sitasi.

Lebih lanjut, Prof. Dwi membedah evolusi fokus penelitian akuntansi keperilakuan dari masa ke masa. Jika pada era awal (1970–1990) riset lebih banyak berfokus pada akuntansi manajemen, penganggaran, dan audit, maka pada era transisi (1991–2018) trennya berevolusi ke arah etika dan pengambilan keputusan (ethics & decision making). Menariknya, pada era terkini (2019–2023), arah riset semakin meluas menyentuh isu-isu keberlanjutan (sustainability), Environmental, Social, and Governance (ESG), suasana hati investor (investor mood), hingga teori perilaku terencana (planned behavior).

"Behavioral accounting bukan sekadar angka ini tentang memahami manusia di balik keputusan keuangan," tegas Prof. Dwi. Landasan teori seperti Prospect Theory dan Social Identity Theory kini menjadi fondasi utama untuk memahami fenomena keuangan modern.

Sebagai penutup, Prof. Dwi Cahyono memberikan peta jalan bagi pengembangan riset masa depan, khususnya bagi para akademisi dan praktisi. Ia menyoroti pentingnya integrasi Artificial Intelligence (AI) dan Big Data dalam akuntansi keperilakuan, perlunya riset di konteks negara berkembang yang masih minim, hingga urgensi pendekatan psikologis dalam mendeteksi kecurangan (fraud detection) dan perlindungan whistleblower. Implikasi praktisnya jelas: pengambil keputusan bisnis harus mulai memahami bias kognitif mereka sendiri demi membangun praktik akuntansi yang transparan dan etis.

Selasa, 03 Maret 2026

Resmi Terakreditasi Unggul, Prodi Ilmu Pemerintahan Unmuh Jember Proyeksikan Program Magister dan Perkuat Dampak Tata Kelola Lokal

Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Jember resmi meraih predikat Unggul berdasarkan SK LAMSPAK Nomor 022/AK.03.05/2026 dengan masa berlaku 2 Desember 2025 hingga 2 Desember 2030. Capaian ini menjadi tonggak penting dalam penguatan mutu akademik sekaligus penegasan komitmen prodi dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang adaptif dan berdampak di bidang tata kelola pemerintahan. 

Ketua Program Studi Ilmu Pemerintahan, Dr. Iffan Gallant El Muhammady, S.Sos., M.Si., menjelaskan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kerja panjang yang telah dimulai sejak 2022. Proses tersebut diawali dengan evaluasi menyeluruh terhadap kurikulum lama, yang dinilai perlu disesuaikan dengan perkembangan keilmuan dan kebutuhan pemangku kepentingan. Melalui pendampingan Asosiasi Ilmu Pemerintahan Perguruan Tinggi Muhammadiyah (AIPPTM), Asosiasi Dosen Ilmu Pemerintahan (ADIPSI), dan Kesatuan Program Studi Ilmu Pemerintahan Indonesia (KAPSIPI), serta forum diskusi dengan stakeholder internal dan eksternal, prodi berhasil menyusun kurikulum baru yang disahkan pada 2024. Kurikulum tersebut kemudian menjadi fondasi utama dalam proses akreditasi hingga akhirnya berhasil meraih predikat Unggul.

Menurut Dr. Iffan, raihan ini bukan akhir, melainkan awal dari kerja strategis menuju akreditasi berikutnya pada 2030. Prodi telah menyiapkan perencanaan jangka menengah hingga lima tahun ke depan, termasuk melakukan perbaikan atas sejumlah rekomendasi asesor, khususnya dalam aspek internasionalisasi. Ke depan, peningkatan kolaborasi internasional bagi dosen dan mahasiswa menjadi prioritas agar tidak hanya satu atau dua individu yang terlibat, melainkan lebih luas dan sistematis. Selain itu, paradigma pengelolaan program juga akan bergeser dari berbasis anggaran menjadi berbasis data dan kebutuhan riil. Artinya, setiap kegiatan dirancang berdasarkan analisis yang kuat demi mencapai target mutu yang lebih tinggi.

Langkah strategis lainnya adalah rencana pembukaan Program Magister (S2) Ilmu Pemerintahan yang akan didaftarkan pada Maret 2026. Rencana ini didasarkan pada hasil survei kebutuhan di wilayah Tapal Kuda yang menunjukkan tingginya permintaan terhadap lulusan S2 Ilmu Pemerintahan, terutama dari kalangan aparatur pemerintahan daerah. Jika proses berjalan sesuai rencana, izin operasional diharapkan terbit pada Juli dan penerimaan mahasiswa baru dapat dimulai Agustus 2026.

Untuk menghidupkan suasana akademik, Prodi Ilmu Pemerintahan berencana meluncurkan forum akademik bulanan 'Raboan' sekaligus menghidupkan kembali diskusi publik 'Cangkir' (Cangkruk dan Berfikir). Forum ini akan menjadi ruang diskusi kepakaran dosen dan mahasiswa dalam membahas isu-isu strategis seperti administrasi publik, tata kelola pemerintahan, kebijakan publik, hingga politik dan sosial politik. Melalui forum ini, prodi ingin membangun budaya akademik yang dinamis dan terbuka, sekaligus memperkuat identitas keilmuan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.

Lebih jauh, Dr. Iffan menegaskan bahwa capaian Unggul harus berdampak nyata bagi masyarakat. Ia menekankan bahwa dosen tidak boleh hanya berada di “menara gading”, tetapi harus menjadi intelektual yang hadir di tengah masyarakat, memberikan sumbangsih pemikiran dan strategi dalam menjawab persoalan kebijakan publik. Visi keilmuan prodi yang mengusung adaptive local governance diarahkan untuk memperkuat tata kelola pemerintahan lokal, termasuk melalui kerja sama dengan pusat studi desa dan pengembangan program pemberdayaan di tingkat desa.

Dengan predikat Unggul yang kini disandang hingga 2030, Prodi Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Jember optimistis mampu memperluas jejaring, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta menghadirkan kontribusi nyata dalam pembangunan pemerintahan yang adaptif dan berkelanjutan di tingkat lokal maupun nasional.

Connect