Kamis, 27 Agustus 2026

Mahasiswa Unmuh Jember Edukasi Penggunaan Gawai Sehat bagi Anak PMI di Malaysia


Mahasiswa Program Studi Teknik Informatika Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember, Muhammad Zackakhal Wafda, memimpin workshop literasi digital tentang penggunaan gawai secara sehat bagi siswa Sanggar Bimbingan Muhammadiyah (SBM) Kampung Bharu, Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (10/8/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program International Community Service (KKN Internasional) hasil kolaborasi lima Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ’Aisyiyah (5 PTMA), yakni UMJ, Unmuh Jember, UM Bandung, UNIMUGO, dan UM Bima, bersama PCIM Malaysia.

Dengan pendekatan komunikatif dan ramah anak, Wafda mengajak siswa memahami pentingnya membatasi penggunaan gawai agar tidak mengganggu waktu tidur, belajar, aktivitas fisik, ibadah, dan interaksi sosial. Para siswa juga diajak berdiskusi menentukan waktu yang sebaiknya bebas dari gawai, seperti saat belajar, makan bersama, menjelang tidur, dan waktu salat.

Selain edukasi, Wafda memperkenalkan fitur pembatas waktu aplikasi pada ponsel serta aplikasi penata rutinitas yang dikembangkannya. Ia menekankan bahwa teknologi dapat menjadi alat bantu, tetapi kebiasaan digital yang sehat tetap membutuhkan kesadaran diri, komunikasi keluarga, dan keteladanan orang dewasa.

Kegiatan mendapat sambutan positif dari para pendidik SBM Kampung Bharu. Seusai workshop, mahasiswa bersama dewan guru berdiskusi mengenai strategi penerapan kebiasaan digital sehat di lingkungan belajar.

Keterlibatan Wafda menjadi bagian dari upaya Unmuh Jember mendorong mahasiswa mengimplementasikan ilmu sekaligus berkontribusi bagi masyarakat Indonesia di luar negeri. KKN Internasional 5 PTMA yang berlangsung pada 8–13 Agustus 2026 di Malaysia dan Singapura juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan, membangun kolaborasi, dan mengembangkan empati sosial.

Senin, 24 Agustus 2026

Mahasiswa KKN Unmuh Jember Gandeng Dinas Pertanian, Sulap Kotoran Sapi Jadi Pupuk Kompos di Desa Sumber Kemuning

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 03 Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember bersama Dinas Pertanian Kabupaten Bondowoso menggelar sosialisasi pengolahan kotoran sapi menjadi pupuk kompos. Kegiatan tersebut berlangsung di Dusun Karang Tengah, Desa Sumber Kemuning, Kecamatan Tamanan, Kabupaten Bondowoso.

Kegiatan ini dihadiri Kepala Desa Sumber Kemuning, perangkat desa, serta masyarakat setempat. Sosialisasi digelar sebagai upaya memberikan edukasi kepada warga mengenai pemanfaatan kotoran sapi yang selama ini dianggap sebagai limbah agar dapat diolah menjadi pupuk kompos yang bermanfaat bagi pertanian.

Selain mengurangi limbah peternakan, pemanfaatan kotoran sapi menjadi kompos dinilai dapat memberikan nilai guna bagi masyarakat sekaligus mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan.

Dalam kegiatan tersebut, perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten Bondowoso memberikan pemaparan mengenai teknik pengolahan kotoran sapi menjadi pupuk kompos. Materi juga dilengkapi dengan praktik langsung di lapangan, mulai dari proses pengolahan, pemanfaatan kompos, hingga manfaatnya bagi tanaman dan kesuburan tanah.

Masyarakat turut diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan menyampaikan pertanyaan terkait kendala yang dihadapi dalam pengolahan limbah peternakan.

Kepala Desa Sumber Kemuning, Roby, menyambut positif kegiatan yang diinisiasi mahasiswa KKN Unmuh Jember tersebut. Menurutnya, kotoran sapi selama ini masih menjadi persoalan bagi sebagian warga karena belum mengetahui cara pengelolaan dan pemanfaatannya.

“Sosialisasi dari adik-adik KKN ini sangat bermanfaat bagi masyarakat. Selama ini, kotoran sapi menjadi salah satu permasalahan bagi warga karena masih bingung bagaimana cara mengelolanya dan harus dibuang ke mana. Dengan adanya sosialisasi ini, kami berharap warga dapat menerapkan ilmu yang telah diberikan serta memanfaatkan kotoran sapi yang ada di lingkungan sekitar menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat,” ujar Roby.

Sementara itu, perwakilan Dinas Pertanian menjelaskan bahwa kotoran sapi memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku pupuk kompos apabila dikelola dengan metode yang tepat.

“Kotoran sapi memiliki potensi untuk dijadikan pupuk kompos. Kalau dikelola dengan baik, limbah ini bisa memberikan manfaat bagi pertanian dan lingkungan, khususnya bagi kesuburan tanah,” jelasnya.

Melalui kegiatan tersebut, masyarakat Dusun Karang Tengah memperoleh pengetahuan dan keterampilan dasar mengenai pengolahan kotoran sapi menjadi pupuk kompos. Edukasi ini diharapkan dapat mendorong warga untuk mulai mengubah limbah peternakan menjadi sumber pupuk organik yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan pertanian.

KKN Unmuh Jember berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada sosialisasi, tetapi dapat diterapkan secara mandiri oleh masyarakat. Dengan demikian, pengolahan kotoran sapi dapat menjadi salah satu solusi untuk mengurangi limbah peternakan sekaligus mengoptimalkan potensi lokal dalam mendukung pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Jumat, 14 Agustus 2026

Bukan Sekadar Membaca, KKN Unmuh Jember Latih Anak Desa Wonosuko Berani Bicara

 

Menumbuhkan minat baca sekaligus keberanian berbicara sejak usia dini menjadi perhatian mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember. Melalui kegiatan literasi bertajuk “Perpustakaan Lingkungan dan Aku Berani Bicara”, mahasiswa mengajak anak-anak Desa Wonosuko, Kecamatan Tamanan, Kabupaten Bondowoso, membaca buku sekaligus berani menyampaikan gagasan di hadapan orang lain.

Kegiatan yang berlangsung pada Ahad (2/8/2026) tersebut dikemas secara interaktif. Anak-anak diberikan kesempatan memilih buku yang mereka sukai, kemudian membaca dan memahami isi bacaan sebelum mempresentasikannya di hadapan teman-teman. Mereka juga diajak menceritakan cita-cita yang ingin diraih.

Konsep tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan minat baca, tetapi juga melatih kemampuan memahami informasi, berpikir, serta berkomunikasi. Anak-anak didorong untuk menyampaikan kembali isi buku menggunakan bahasa mereka sendiri.

Koordinator Desa, Muhammad Imron, mengatakan budaya literasi perlu dikenalkan sejak usia dini agar membaca dapat menjadi kebiasaan hingga dewasa. Menurutnya, ketertarikan anak terhadap gawai menjadi salah satu tantangan dalam membangun kebiasaan membaca.

“Anak-anak saat ini sering dibiasakan dengan handphone yang mengakibatkan malas membaca buku. Saya berharap kegiatan ini dapat mendorong minat anak-anak dalam membaca buku,” ujarnya.

Antusiasme anak-anak terlihat sepanjang kegiatan. Mereka tampak aktif memilih buku, membaca, hingga tampil di depan teman-temannya. Meski beberapa peserta awalnya masih terlihat malu dan ragu untuk berbicara, keberanian mereka mulai tumbuh setelah diberikan kesempatan untuk tampil.

Kegiatan tersebut juga melibatkan Partai Buku Bondowoso sebagai mitra. Koordinator Partai Buku Bondowoso, Kiya, menilai kegiatan ini menjadi pengalaman positif bagi anak-anak untuk mulai membangun keberanian berbicara di depan umum.

“Ini adalah pengalaman pertama mereka. Di awal terlihat malu-malu, tetapi yang terpenting mereka sudah berani maju ke depan, membaca, memahami isi bacaan, lalu menyampaikan kembali dengan bahasa mereka sendiri. Itu merupakan perkembangan yang patut diapresiasi,” ungkapnya.

Salah satu peserta, Aini, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut. Baginya, kegiatan literasi tidak hanya memberikan kesempatan untuk membaca berbagai buku, tetapi juga menjadi ruang untuk bertemu dan berinteraksi dengan teman-teman.

“Aku sangat senang sekali karena bukunya sangat banyak dan bisa bertemu dengan teman-teman,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Unmuh Jember berharap keberadaan ruang literasi di lingkungan masyarakat dapat menjadi alternatif kegiatan positif bagi anak-anak. Tidak hanya membangun kebiasaan membaca, kegiatan tersebut diharapkan mampu menumbuhkan keberanian anak dalam menyampaikan pendapat dan mengembangkan potensi diri.

Program “Perpustakaan Lingkungan dan Aku Berani Bicara” sekaligus menjadi bentuk kontribusi mahasiswa KKN Unmuh Jember dalam mendukung penguatan budaya literasi di masyarakat. Dengan menciptakan kegiatan belajar yang menyenangkan dan partisipatif, anak-anak diharapkan tumbuh menjadi generasi yang gemar membaca, mampu memahami informasi, serta percaya diri dalam menyampaikan gagasan.

KKN Kelompok 17 Unmuh Jember Edukasi Siswa tentang Cita-Cita dan Bijak Bermedia Sosial


Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 17 Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember menggelar sosialisasi bertajuk “Ceria Belajar dan Cerdas Bermedia Sosial” di SD Negeri Sumberpandan 1, Selasa (28/7/2026).

Mengusung tema “Mewujudkan Generasi Cerdas, Kreatif, Berkarakter, dan Bijak di Era Digital”, kegiatan tersebut bertujuan membekali siswa dengan motivasi belajar sekaligus pemahaman dalam memanfaatkan teknologi dan media sosial secara positif, aman, dan bertanggung jawab.

Kegiatan dilaksanakan dalam dua sesi, yakni pukul 08.00–09.00 WIB dan 09.50–10.45 WIB, dengan melibatkan seluruh siswa SD Negeri Sumberpandan 1. Materi disesuaikan dengan jenjang pendidikan agar lebih mudah dipahami.

Siswa kelas 1–3 mendapatkan materi “Belajar Ceria untuk Menggapai Cita-Cita” yang berfokus pada peningkatan semangat belajar, pengenalan berbagai profesi, serta motivasi agar siswa berani memiliki cita-cita dan berusaha untuk mewujudkannya.

Sementara itu, siswa kelas 4–6 mengikuti materi “Anak Hebat di Dunia Nyata dan Dunia Digital”. Materi tersebut membahas manfaat dan risiko penggunaan media sosial serta pentingnya bersikap bijak, aman, dan bertanggung jawab ketika menggunakan media digital.

Kepala SD Negeri Sumberpandan 1 menyambut positif kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa KKN tersebut. Menurutnya, materi yang diberikan relevan dengan perkembangan zaman, terutama karena anak-anak semakin dekat dengan penggunaan gawai dan media sosial.

“Materi yang disampaikan relevan dengan perkembangan zaman. Melalui sosialisasi ini, diharapkan siswa tidak hanya memiliki semangat untuk meraih cita-cita, tetapi juga mampu menjadi generasi yang cerdas dan bijak dalam memanfaatkan teknologi digital,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN mengemas materi secara interaktif melalui presentasi, permainan edukatif, diskusi, dan sesi tanya jawab. Pendekatan tersebut membuat siswa lebih aktif mengikuti kegiatan. Antusiasme terlihat dari keterlibatan siswa dalam permainan maupun keberanian mereka menjawab berbagai pertanyaan yang diberikan pemateri.

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara mahasiswa KKN Kelompok 17 Unmuh Jember dan SD Negeri Sumberpandan 1 dalam memberikan edukasi yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

Melalui kegiatan tersebut, siswa kelas 1–3 diharapkan semakin termotivasi untuk belajar dan memiliki keberanian dalam mengejar cita-cita. Sementara siswa kelas 4–6 diharapkan mampu menerapkan perilaku bijak dan bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial serta teknologi digital dalam kehidupan sehari-hari.

Sosialisasi ini sekaligus menjadi bentuk kontribusi mahasiswa KKN Unmuh Jember dalam mendukung pendidikan karakter dan literasi digital bagi generasi muda. Sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah diharapkan dapat terus diperkuat untuk menciptakan generasi yang cerdas, kreatif, berkarakter, dan mampu menghadapi tantangan di era digital.

Ubah Sampah Jadi Berkah, KKN Kolaborasi Unmuh Jember Dorong Warga Mayangan Bentuk Bank Sampah

 

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaborasi Desa Mayangan Universitas Muhammadiyah (Unnmuh) Jember menggelar sosialisasi bank sampah di Balai Desa Mayangan, Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember, Senin (10/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi langkah awal untuk mendorong masyarakat mengelola sampah secara lebih terorganisasi sekaligus melihat potensi ekonomi dari limbah rumah tangga.

Sosialisasi yang berlangsung mulai pukul 13.00 WIB tersebut diikuti oleh perangkat Desa Mayangan dan masyarakat setempat. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memberikan pemahaman mengenai pengelolaan sampah berbasis komunitas, mulai dari mekanisme pembentukan bank sampah hingga sistem pengelolaannya di tingkat desa.

Tim KKN menjelaskan tahapan pembentukan bank sampah, pembagian tugas, serta struktur organisasi yang dapat diterapkan. Masyarakat juga diberikan edukasi mengenai klasifikasi dan jenis sampah agar proses pemilahan dapat dilakukan sejak dari sumbernya, terutama pada lingkungan rumah tangga.

Tidak hanya menyampaikan teori, mahasiswa turut memperkenalkan berbagai inovasi pengolahan sampah organik yang dapat memberikan manfaat lingkungan sekaligus memiliki nilai ekonomi. Beberapa di antaranya adalah ekoenzim, kompos dan pupuk organik, serta budidaya maggot.

Ekoenzim diperkenalkan sebagai cairan serbaguna yang dihasilkan melalui proses fermentasi sampah dapur organik. Sementara itu, limbah tumbuhan dan sisa makanan dapat dimanfaatkan sebagai bahan kompos dan pupuk organik untuk mendukung kesuburan tanah.

Mahasiswa juga mengenalkan budidaya maggot sebagai salah satu alternatif pengelolaan sampah organik. Selain membantu menguraikan sampah, maggot dapat dimanfaatkan sebagai sumber pakan berprotein bagi sejumlah jenis ternak.

Kegiatan tersebut mendapat dukungan dari Pemerintah Desa Mayangan. Dalam sambutannya, perwakilan Kepala Desa Mayangan menyambut positif inisiatif mahasiswa dan mendorong masyarakat untuk mulai mengubah cara pandang terhadap sampah.

Sampah yang selama ini dianggap sebagai persoalan lingkungan, menurutnya, dapat memiliki nilai guna dan nilai ekonomi apabila dikelola dengan tepat. Karena itu, keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting agar pengelolaan sampah dapat berjalan secara berkelanjutan.

Sebagai tindak lanjut kegiatan, tim KKN Kolaborasi bersama Pemerintah Desa Mayangan berkomitmen mendorong pembentukan Komunitas Bank Sampah Desa Mayangan. Komunitas tersebut diharapkan menjadi wadah bagi masyarakat untuk melakukan pemilahan, pengumpulan, dan pengelolaan sampah secara bersama-sama.

Keberadaan komunitas bank sampah diharapkan tidak hanya membantu menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat melalui pemanfaatan sampah yang masih memiliki nilai jual maupun nilai guna.

Melalui program ini, mahasiswa KKN Kolaborasi Unmuh Jember berharap kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah dapat semakin meningkat. Dari langkah sederhana berupa memilah sampah dari rumah, masyarakat Desa Mayangan diharapkan mampu membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih tertib, berkelanjutan, dan memberikan manfaat bagi lingkungan maupun perekonomian warga.

Atasi Persoalan Sampah, KKN-T 18 Unmuh Jember Hadirkan Teknologi Incinerator Minim Asap


Persoalan sampah yang masih menjadi tantangan di Desa Maesan, Kecamatan Maesan, Kabupaten Bondowoso, mendorong mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Kelompok 18 Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember menghadirkan inovasi berupa incinerator pembakaran minim asap.

Pembuatan dan pengembangan alat tersebut dilaksanakan selama dua hari, Sabtu–Minggu (1–2/8/2026), sebagai salah satu upaya mahasiswa membantu masyarakat dalam menangani sampah yang sulit terurai, khususnya sampah anorganik.

Program tersebut berangkat dari kondisi pengelolaan sampah di Desa Maesan yang masih menghadapi sejumlah kendala. Salah satunya adalah belum tersedianya Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang memadai, sehingga sebagian masyarakat masih membuang sampah secara tidak terkelola, termasuk ke sungai. Kondisi tersebut berpotensi mencemari lingkungan dan mengganggu kebersihan aliran air.

Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN-T Kelompok 18 merancang incinerator sebagai salah satu alternatif pengelolaan sampah anorganik yang sulit dimanfaatkan kembali. Alat tersebut dirancang dengan sistem pembakaran yang lebih terarah sehingga diharapkan dapat menghasilkan asap lebih sedikit dibandingkan pembakaran sampah secara terbuka.

Penggunaan incinerator diarahkan untuk sampah anorganik tertentu, terutama material yang sulit terurai seperti beberapa jenis plastik dan kemasan rumah tangga. Sementara itu, sampah organik tidak diarahkan untuk dibakar, melainkan dapat dikelola melalui metode lain seperti pengomposan.

Selain menghasilkan alat, mahasiswa KKN-T 18 juga mendorong masyarakat menerapkan prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle (3R) dalam kehidupan sehari-hari. Sampah organik dapat dimanfaatkan sebagai bahan kompos, sedangkan sampah anorganik yang masih memiliki nilai guna dapat dipilah untuk digunakan kembali maupun didaur ulang.

Inovasi tersebut mendapat perhatian dari berbagai unsur masyarakat, mulai dari ketua RT, kepala dusun, perangkat desa, hingga Kepala Desa Maesan. Pemerintah desa menilai persoalan sampah membutuhkan solusi yang dapat diterapkan secara berkelanjutan dan melibatkan partisipasi masyarakat.

Perangkat Desa Maesan, Yogi, berharap inovasi yang dikembangkan mahasiswa dapat memberikan manfaat bagi masyarakat di berbagai dusun.

“Adanya inovasi dari mahasiswa KKN ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam menangani permasalahan sampah di setiap dusun Desa Maesan. Kami berharap alat yang dibuat dapat dimanfaatkan, dirawat, dan juga dapat diproduksi sebanyak 10 titik di Desa Maesan,” ujarnya.

Sementara itu, PDD KKN-T Kelompok 18 Unmuh Jember, Heki, mengatakan pembuatan incinerator merupakan bentuk kontribusi mahasiswa dalam menghadirkan alternatif terhadap persoalan sampah di Desa Maesan.

“Kami mencoba menghadirkan sebuah solusi sederhana yang dapat diterapkan di lingkungan desa. Namun, incinerator bukan satu-satunya solusi dalam mengurangi limbah sampah. Kami juga berharap masyarakat tetap melakukan pemilahan sampah sesuai jenisnya agar pengelolaan sampah dapat dilakukan dengan lebih baik,” jelasnya.

Melalui program tersebut, KKN-T Kelompok 18 Unmuh Jember tidak hanya berupaya menghadirkan teknologi tepat guna, tetapi juga mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah.

Keberadaan incinerator diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif dalam mengurangi timbunan sampah yang sulit terurai. Namun, pengelolaan sampah secara menyeluruh tetap membutuhkan pemilahan sejak dari sumber, pengurangan penggunaan barang sekali pakai, pemanfaatan kembali, serta pengolahan sampah yang sesuai dengan jenisnya.

Program ini diharapkan menjadi langkah awal menuju pengelolaan sampah yang lebih tertib dan bertanggung jawab di Desa Maesan. Dengan kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat, inovasi sederhana tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan dan memberikan manfaat secara berkelanjutan bagi lingkungan.

KKN Kelompok 1 Unmuh Jember Hadirkan Rumah Belajar untuk Perkuat Literasi Anak di Desa Sumber Anyar

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 1 Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember menghadirkan program Rumah Belajar di Desa Sumber Anyar, Kecamatan Maesan, Kabupaten Bondowoso. Program tersebut menjadi salah satu upaya mahasiswa dalam meningkatkan kemampuan literasi sekaligus mengembangkan potensi akademik anak-anak di tingkat desa.

Kegiatan Rumah Belajar dilaksanakan pada 29 Juli dan dilanjutkan pada 5 Agustus 2026. Program ini dirancang sebagai ruang belajar yang kreatif dan interaktif untuk membantu anak-anak membangun kebiasaan membaca, meningkatkan rasa ingin tahu, serta mengembangkan kepercayaan diri dalam proses pembelajaran.

Ketua KKN Kelompok 1, Syahidin, mengatakan bahwa program tersebut berangkat dari kepedulian mahasiswa terhadap pentingnya penguatan kemampuan literasi anak. Menurutnya, kemampuan membaca dan memahami informasi menjadi salah satu fondasi penting dalam mendukung keberhasilan pendidikan.

“Rumah Belajar kami hadir bukan hanya untuk membantu anak menyelesaikan tugas sekolah, tetapi juga menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan agar mereka memiliki motivasi untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan diri,” ujar Syahidin.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa mengemas pembelajaran dengan pendekatan yang berbeda dari kegiatan belajar formal di sekolah. Anak-anak diajak mengikuti berbagai aktivitas edukatif, seperti membaca bersama, diskusi sederhana, permainan berbasis pengetahuan, hingga latihan pemecahan masalah.

Pada kegiatan perdana, 29 Juli 2026, mahasiswa memperkenalkan konsep Rumah Belajar sekaligus membangun kedekatan dengan para peserta. Tahap tersebut dimanfaatkan untuk mengenali kebutuhan belajar dan karakter masing-masing anak.

Kegiatan kemudian dilanjutkan pada 5 Agustus 2026 dengan pendampingan yang lebih terarah. Mahasiswa memberikan bimbingan membaca, berhitung, memahami materi pelajaran, serta melatih kemampuan anak dalam menyampaikan pendapat.

Pendekatan pembelajaran menempatkan anak sebagai peserta aktif. Mereka diberikan ruang untuk bertanya, berdiskusi, dan mengeksplorasi ide sehingga proses belajar tidak hanya berpusat pada penyampaian materi dari pendamping.

Mahasiswa KKN Kelompok 1 memandang bahwa literasi tidak sebatas kemampuan membaca teks, tetapi juga mencakup kemampuan memahami, mengolah, dan menggunakan informasi untuk menyelesaikan persoalan. Oleh karena itu, Rumah Belajar diarahkan untuk membangun pola belajar yang lebih mandiri dan kritis.

Antusiasme anak-anak menjadi salah satu respons positif terhadap pelaksanaan program. Para peserta terlihat aktif mengikuti kegiatan serta menunjukkan ketertarikan terhadap aktivitas membaca dan pembelajaran tambahan yang diberikan mahasiswa.

Selain mendukung kemampuan akademik, kegiatan tersebut juga memberikan ruang bagi perkembangan nonakademik anak. Peserta didorong untuk lebih percaya diri dalam menjawab pertanyaan, berkomunikasi dengan teman, dan menyampaikan gagasan di hadapan kelompok.

Program Rumah Belajar menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN Unmuh Jember dalam menghadirkan inovasi pendidikan yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Melalui program tersebut, mahasiswa tidak hanya menjalankan pengabdian, tetapi juga berupaya memberikan solusi terhadap tantangan literasi di lingkungan pedesaan.

Mahasiswa KKN Kelompok 1 berharap Rumah Belajar dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan meskipun masa pelaksanaan KKN telah berakhir. Keberlanjutan program diharapkan dapat melibatkan pemerintah desa, orang tua, dan masyarakat setempat.

Dengan dukungan berbagai pihak, Rumah Belajar di Desa Sumber Anyar diharapkan dapat berkembang menjadi ruang edukasi yang berkelanjutan serta membantu menciptakan generasi muda yang memiliki kemampuan literasi kuat, potensi akademik yang berkembang, dan kesiapan menghadapi tantangan pendidikan di masa depan.

Beri Privasi Lebih Layak, KKN 27 Unmuh Jember Benahi Pemandian MCK Warga Dusun Krajan

 

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 27 Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) memasang tabing pada fasilitas pemandian MCK di Dusun Krajan, Desa Kemirian, Kecamatan Tamanan, Kabupaten Bondowoso, Jumat (7/8/2026).

Pemasangan tabing dilakukan untuk memberikan batas dan privasi yang lebih layak bagi warga saat memanfaatkan fasilitas pemandian. Program tersebut menjadi bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kebutuhan fasilitas umum yang nyaman dan aman bagi masyarakat.

Kegiatan dilaksanakan secara gotong royong bersama Kepala Dusun Krajan, Sujoto. Mahasiswa KKN bersama pemerintah dusun terlibat mulai dari menyiapkan bahan hingga proses pemasangan tabing pada area pemandian MCK.

Program tersebut dilatarbelakangi kondisi sebagian masyarakat Desa Kemirian yang masih memanfaatkan sungai sebagai tempat mandi. Kondisi tersebut menjadi perhatian mahasiswa KKN karena ketersediaan fasilitas pemandian yang memiliki privasi dan kenyamanan merupakan bagian penting dalam mendukung kualitas hidup masyarakat.

Dengan adanya tabing, warga diharapkan dapat menggunakan fasilitas pemandian MCK dengan lebih nyaman, aman, dan memiliki privasi. Fasilitas tersebut juga diharapkan dapat menjadi alternatif bagi masyarakat yang selama ini masih melakukan aktivitas mandi di sungai.

Kepala Dusun Krajan, Sujoto, mengapresiasi keterlibatan mahasiswa KKN 27 Unmuh Jember dalam memperbaiki fasilitas pemandian tersebut. Menurutnya, pemasangan tabing memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi mahasiswa KKN yang sudah membantu membuat tabing di tempat pemandian ini. Dengan adanya tabing, warga menjadi lebih nyaman dan terbantu, terutama karena masih banyak warga yang mandi di sungai,” ujarnya.

Mahasiswa KKN Kelompok 27 berharap fasilitas yang telah diperbaiki dapat dimanfaatkan dan dirawat bersama oleh masyarakat. Pemasangan tabing ini tidak hanya menjadi bagian dari program pengabdian mahasiswa selama KKN, tetapi juga diharapkan memberikan manfaat berkelanjutan bagi warga Dusun Krajan.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi wujud kolaborasi antara mahasiswa KKN Unmuh Jember dan pemerintah dusun dalam menghadirkan solusi sederhana terhadap kebutuhan fasilitas umum masyarakat.

Terangi Jalur Rawan, KKN 13 Unmuh Jember Pasang Reflektor Jalan di Desa Tanah Wulan


Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 13 Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) bersama masyarakat memasang reflektor jalan di sejumlah titik rawan di Desa Tanah Wulan, Kecamatan Maesan, Kabupaten Bondowoso, Jumat (7/8/2026).

Program tersebut dilakukan sebagai upaya meningkatkan keselamatan pengguna jalan, khususnya pada jalur yang memiliki tikungan, minim penerangan, dan jarak pandang terbatas pada malam hari.

Pemasangan reflektor dilakukan di sejumlah titik yang dinilai memiliki tingkat risiko lebih tinggi bagi pengguna jalan. Reflektor berfungsi memantulkan cahaya lampu kendaraan sehingga keberadaan tikungan dan arah jalan dapat terlihat lebih jelas oleh pengemudi.

Koordinator KKN Kelompok 13, Warna, mengatakan pemasangan reflektor menjadi salah satu langkah sederhana untuk membantu mengatasi kondisi penerangan yang masih terbatas di beberapa ruas jalan Desa Tanah Wulan.

“Kami memasang reflektor-reflektor ini sebagai upaya mengatasi masalah pencahayaan yang kurang memadai di Desa Tanah Wulan. Kami berharap inisiatif ini dapat membantu mengurangi risiko kecelakaan, sehingga masyarakat dapat merasa lebih aman saat bepergian pada malam hari,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa bersama warga menentukan titik pemasangan yang dianggap strategis, terutama pada ruas jalan berliku dan tikungan dengan jarak pandang terbatas. Reflektor kemudian dipasang agar dapat memantulkan cahaya lampu kendaraan dan memberikan penanda visual bagi pengemudi.

Dengan adanya reflektor, pengendara diharapkan dapat mengenali tikungan dan arah jalan lebih awal sehingga memiliki waktu untuk mengurangi kecepatan dan meningkatkan kewaspadaan ketika melintas pada malam hari.

Program tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN Unmuh Jember dalam membantu menjawab kebutuhan masyarakat melalui solusi sederhana yang dapat memberikan manfaat langsung.

Mahasiswa KKN Kelompok 13 berharap reflektor yang telah dipasang dapat dirawat dan dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat Desa Tanah Wulan. Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dapat menghadirkan solusi praktis untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan lingkungan.

KKN-T 19 Unmuh Jember Tanamkan Budaya Menabung Sejak Dini kepada Siswa SDN 1 Sumberpakem

 

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Kelompok 19 Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember memberikan edukasi literasi keuangan kepada siswa kelas VI SDN 1 Sumberpakem, Kecamatan Maesan, Kabupaten Bondowoso. Kegiatan tersebut dilakukan untuk menanamkan kebiasaan menabung dan mengenalkan pengelolaan keuangan sederhana sejak usia sekolah dasar.

Dalam sosialisasi tersebut, mahasiswa KKN-T memberikan pemahaman mengenai manfaat menabung, cara mengatur uang saku, serta pentingnya membedakan kebutuhan dan keinginan. Materi disampaikan secara interaktif melalui diskusi, tanya jawab, dan permainan edukatif agar siswa lebih mudah memahami dan menerapkan konsep pengelolaan keuangan dalam kehidupan sehari-hari.

Koordinator KKN-T Kelompok 19 Unmuh Jember mengatakan bahwa kebiasaan mengelola keuangan perlu dikenalkan sejak dini. Menurutnya, menabung bukan semata-mata tentang jumlah uang yang disisihkan, tetapi juga membentuk sikap disiplin dan bertanggung jawab.

“Kami berharap melalui sosialisasi ini siswa termotivasi untuk mulai menyisihkan uang saku secara rutin. Meskipun jumlahnya sedikit, kebiasaan menabung akan memberikan manfaat yang besar di masa mendatang,” ujarnya.

Selain menabung, mahasiswa juga mengajak siswa memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan. Pemahaman tersebut diharapkan dapat membantu siswa lebih bijak dalam menggunakan uang saku dan tidak mudah menghabiskannya untuk hal-hal yang kurang diperlukan.

Kepala SDN 1 Sumberpakem mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa KKN-T Unmuh Jember. Menurutnya, edukasi literasi keuangan menjadi bekal penting bagi siswa untuk belajar hidup hemat sekaligus membangun kebiasaan menggunakan uang secara bijak.

 “Kami mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa KKN-T Universitas Muhammadiyah Jember atas sosialisasi yang telah diberikan. Semoga ilmu yang diperoleh dapat diterapkan oleh siswa dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi kebiasaan yang terus dilakukan,” ungkapnya.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN-T Kelompok 19 berharap siswa kelas VI SDN 1 Sumberpakem dapat mulai membiasakan diri menabung secara rutin. Kebiasaan sederhana tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun kemandirian serta tanggung jawab finansial sejak usia dini.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk kontribusi mahasiswa KKN-T Unmuh Jember dalam mendukung SDGs 4 tentang Pendidikan Berkualitas, khususnya melalui penguatan literasi keuangan, serta SDGs 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pengenalan budaya pengelolaan keuangan yang baik sejak usia sekolah.

Perkuat Promosi UMKM Desa, KKN-T 22 Unmuh Jember Hadirkan Banner Gratis untuk 8 Pelaku Usaha


Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Kelompok 22 Universitas Muhammadiyah (unmuh) Jember membantu delapan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Tegalmijin, Kecamatan Grujugan, Kabupaten Bondowoso, melalui penyediaan banner identitas usaha secara gratis.

Program tersebut dilaksanakan pada Rabu (5/8/2026), mulai dari proses perancangan desain, pencetakan, hingga pemasangan banner di lokasi usaha masing-masing pelaku UMKM. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mahasiswa dalam mendukung penguatan identitas dan promosi usaha masyarakat desa.

Program pembuatan banner tersebut berangkat dari hasil observasi mahasiswa KKN yang menemukan masih banyak UMKM di Desa Tegalmijin belum memiliki media promosi visual berupa banner atau papan nama usaha. Kondisi tersebut membuat sejumlah usaha belum mudah dikenali oleh masyarakat, khususnya bagi calon pelanggan yang melintas di sekitar lokasi usaha.

Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya membantu mencetak banner, tetapi juga mendampingi pelaku usaha dalam menentukan informasi yang perlu ditampilkan. Setiap banner memuat identitas usaha, produk unggulan, serta kontak yang dapat dihubungi sehingga masyarakat dapat lebih mudah mengenali dan memperoleh informasi mengenai produk yang ditawarkan.

Salah satu pelaku UMKM, Surinap, menyambut positif program yang dilaksanakan mahasiswa KKN-T Kelompok 22. Menurutnya, keberadaan banner membantu membuat usaha lebih mudah dikenali oleh masyarakat.

“Sebelumnya usaha saya tidak punya banner. Jadi, orang yang lewat kadang tidak tahu ini jualan apa. Sekarang mahasiswa KKN yang mendesain sekaligus mencetak bannernya. Jadi usaha saya lebih mudah dikenali,” ungkapnya.

Koordinator Desa (Kordes) KKN-T Kelompok 22 menjelaskan bahwa program tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil pemetaan kondisi UMKM di Desa Tegalmijin. Mahasiswa menemukan sejumlah pelaku usaha yang belum memiliki identitas usaha yang terlihat jelas.

“Kami melihat banyak UMKM di sini yang masih belum punya papan nama usaha. Jadi kami bantu mulai dari mendesain sampai mencetak. Semuanya kami berikan gratis kepada delapan UMKM di sini,” jelasnya.

Kehadiran banner diharapkan dapat membantu pelaku UMKM memperkuat identitas usaha sekaligus meningkatkan visibilitas produk di lingkungan sekitar. Identitas usaha yang jelas dapat memudahkan calon pelanggan mengenali lokasi usaha dan produk yang ditawarkan.

Mahasiswa KKN-T Kelompok 22 berharap program tersebut dapat memberikan dampak jangka panjang terhadap pengembangan UMKM Desa Tegalmijin. Dengan promosi yang lebih mudah dikenali, pelaku usaha diharapkan dapat memperluas jangkauan pasar, meningkatkan jumlah pelanggan, serta mendorong pertumbuhan usaha dan pendapatan masyarakat.

Program ini sekaligus menjadi bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung SDGs Desa Nomor 9 tentang Infrastruktur dan Inovasi Desa Sesuai Kebutuhan, khususnya melalui pemanfaatan media promosi sederhana untuk memperkuat pemasaran UMKM dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Mahasiswa KKN Unmuh Jember Tanamkan Kesadaran Kelola Sampah kepada Siswa SDN 02 Tamanan

 

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember menggelar kegiatan belajar bersama bertema “Pendidikan Sadar Sampah” bersama siswa SDN 02 Tamanan, Kecamatan Tamanan, Kabupaten Bondowoso, Jumat (31/7/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa dalam menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini melalui pembelajaran yang interaktif dan mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN mengajak siswa memahami pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mengenal cara mengelola sampah dengan tepat. Materi yang disampaikan mencakup kebiasaan sederhana seperti membuang sampah pada tempatnya, memilah sampah berdasarkan jenis, serta menjaga kebersihan lingkungan sekolah.

Agar proses pembelajaran berlangsung menarik, mahasiswa menggunakan metode tanya jawab, permainan edukatif, dan diskusi bersama. Pendekatan tersebut mendorong siswa untuk aktif berpartisipasi sekaligus membantu mereka memahami bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari kebiasaan kecil dalam kehidupan sehari-hari.

Koordinator KKN Kelompok 16 Universitas Muhammadiyah Jember, Ahmada Lux Lintar, mengatakan bahwa edukasi mengenai pengelolaan sampah penting diberikan sejak sekolah dasar agar kebiasaan menjaga lingkungan dapat tumbuh dan diterapkan secara berkelanjutan.

“Melalui kegiatan belajar bersama ini, kami berharap siswa tidak hanya memahami pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga mampu menerapkan perilaku sadar sampah di sekolah, di rumah, maupun di lingkungan sekitar,” ujarnya.

Kegiatan tersebut mendapat respons positif dari pihak sekolah. Kepala SDN 02 Tamanan, Kusnadi, mengapresiasi kolaborasi mahasiswa KKN dengan sekolah karena memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi para siswa.

Menurutnya, pendekatan pembelajaran yang komunikatif membuat siswa lebih mudah memahami pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mendorong mereka membangun kebiasaan positif.

“Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat karena tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga membangun kebiasaan positif pada anak-anak untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan,” ungkap Kusnadi.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN Unmuh Jember tidak hanya memberikan pengetahuan mengenai pengelolaan sampah, tetapi juga mendorong siswa untuk menerapkannya melalui tindakan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

Kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah ini diharapkan dapat memperkuat pendidikan karakter sekaligus menumbuhkan budaya sadar sampah di lingkungan sekolah. Dengan keterlibatan siswa secara aktif, nilai-nilai kepedulian terhadap kebersihan lingkungan diharapkan dapat terus diterapkan, baik di sekolah maupun di lingkungan tempat tinggal.

Program tersebut sekaligus menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember dalam mendukung pendidikan lingkungan dan membangun kesadaran generasi muda terhadap pentingnya menjaga kebersihan serta kelestarian lingkungan di Kabupaten Bondowoso.

Mahasiswa KKN-T Kelompok 14 Unmuh Jember Kembangkan Website Desa Pekauman untuk Dukung Digitalisasi dan Pelayanan Publik


Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Kelompok 14 Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember mengembangkan website resmi Desa Pekauman, Kecamatan Grujugan, Kabupaten Bondowoso. Program tersebut menjadi salah satu upaya mahasiswa dalam mendukung digitalisasi pemerintahan desa, memperluas akses informasi, serta meningkatkan pelayanan publik kepada masyarakat.

Website Desa Pekauman dikembangkan sebagai media informasi yang dapat diakses masyarakat secara lebih mudah dan cepat. Melalui platform tersebut, berbagai informasi mengenai profil desa, potensi wilayah, struktur pemerintahan, berita kegiatan, pelayanan administrasi, hingga agenda desa dapat disampaikan secara lebih terbuka.

Program ini merupakan bagian dari pengabdian mahasiswa KKN-T Kelompok 14 selama melaksanakan kegiatan di Desa Pekauman. Dalam proses pengembangannya, mahasiswa berkolaborasi dengan perangkat desa untuk mengidentifikasi kebutuhan informasi, menghimpun data, menyusun struktur website, hingga mengisi konten yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat.

Tahapan pengembangan dilakukan secara bertahap, dimulai dari observasi kebutuhan desa, pengumpulan dan verifikasi data, perancangan tampilan, pengembangan sistem, hingga pengujian website. Mahasiswa juga memberikan pendampingan kepada perangkat desa agar dapat mengelola dan memperbarui informasi secara mandiri setelah program KKN berakhir.

Kehadiran website tersebut diharapkan dapat menjawab kebutuhan masyarakat terhadap informasi yang cepat, terbuka, dan mudah dijangkau. Sebelumnya, penyampaian informasi desa masih banyak dilakukan melalui media konvensional dan komunikasi langsung sehingga jangkauannya belum optimal.

Selain menjadi pusat informasi, website Desa Pekauman juga dirancang sebagai media untuk memperkenalkan berbagai potensi lokal. Informasi mengenai sektor pertanian, usaha masyarakat, kegiatan pemberdayaan, budaya, serta berbagai agenda desa dapat dipublikasikan secara lebih luas sehingga berpotensi meningkatkan daya tarik dan memperkenalkan Desa Pekauman kepada masyarakat di luar wilayah desa.


Tim KKN-T Kelompok 14 menilai bahwa pemanfaatan teknologi informasi menjadi bagian penting dalam mendorong tata kelola pemerintahan desa yang lebih efektif dan transparan. Website desa tidak hanya berfungsi sebagai sarana publikasi, tetapi juga dapat menjadi media dokumentasi kegiatan serta jembatan komunikasi antara pemerintah desa dan masyarakat.

Kepala Desa Pekauman turut mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN-T Kelompok 14 Unmuh Jember dalam menghadirkan inovasi digital tersebut. Website dinilai dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi pemerintah desa, khususnya dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat secara lebih cepat sekaligus mendokumentasikan berbagai kegiatan pembangunan dan pelayanan desa.

Koordinator KKN-T Kelompok 14 Unmuh Jember menyampaikan bahwa pembangunan website tidak hanya ditujukan untuk memenuhi program kerja selama masa pengabdian. Website tersebut diharapkan dapat terus dikelola dan dikembangkan oleh pemerintah desa sehingga menjadi pusat informasi resmi yang aktif dan diperbarui sesuai perkembangan Desa Pekauman.

Melalui program tersebut, mahasiswa KKN-T Kelompok 14 Unmuh Jember berharap Desa Pekauman semakin siap menghadapi era digital dengan memanfaatkan teknologi sebagai sarana peningkatan pelayanan publik. Pengembangan website menjadi salah satu langkah awal untuk mewujudkan pemerintahan desa yang lebih terbuka, responsif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi.



Kamis, 13 Agustus 2026

Modal Minim, Cuan Menjanjikan! KKN-T 02 Unmuh Jember Soroti Potensi Lobster Air Tawar Suger Lor


Mahasiswa KKN Tematik Kelompok 02 Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember  melakukan observasi terhadap potensi budidaya lobster air tawar di Desa Suger Lor, Kecamatan Maesan, Kabupaten Bondowoso, pada Senin (27/7/2026). Budidaya lobster air tawar dinilai memiliki peluang ekonomi menjanjikan karena perawatannya relatif mudah dan dapat dikembangkan dengan modal yang terjangkau.

Komoditas yang dikembangkan masyarakat setempat merupakan jenis Clarki dan Red Claw atau lobster capit merah. Budidaya tersebut mulai dikembangkan secara intensif sejak 2024 menggunakan kolam berukuran relatif kecil yang dapat ditempatkan di area pekarangan rumah.

Kristian Fajar, salah satu pencetus budidaya lobster air tawar di Desa Suger Lor, mengatakan permintaan terhadap lobster terus menunjukkan peluang yang baik. Menurutnya, lobster air tawar memiliki keunggulan karena lebih mudah dirawat dibandingkan lobster laut dan kebutuhan pakannya relatif efisien.

Dalam praktiknya, peternak menggunakan kolam berukuran sekitar 3×2 meter dengan kedalaman air 40–50 sentimeter. Kualitas air dijaga pada pH 7–8 dengan bantuan aerasi. Peternak juga menyediakan tempat berlindung berupa potongan pipa PVC atau genteng untuk membantu lobster saat mengalami pergantian kulit.

Pemberian pakan dilakukan dua kali sehari menggunakan pelet tenggelam yang dikombinasikan dengan pakan alami, seperti tauge, wortel, dan cacing tanah. Dengan pengelolaan tersebut, lobster dapat dipelihara hingga mencapai ukuran konsumsi sekitar 10–12 ekor per kilogram.

Hasil observasi mahasiswa KKN-T menunjukkan budidaya lobster mulai memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Sejumlah warga turut terlibat dalam proses pembibitan dan pemeliharaan, sehingga berpotensi membuka peluang usaha dan lapangan kerja baru di Desa Suger Lor.

Tidak hanya menghasilkan komoditas utama, limbah berupa kulit dan kepala lobster juga berpotensi dimanfaatkan kembali menjadi bahan kerupuk maupun pakan ikan lele. Pemanfaatan limbah tersebut menjadi peluang tambahan bagi masyarakat sekaligus mendukung pengembangan budidaya yang lebih berkelanjutan.

Melalui observasi ini, KKN-T Kelompok 02 Unmuh Jember berharap potensi budidaya lobster air tawar di Desa Suger Lor dapat terus dikembangkan sebagai salah satu alternatif usaha produktif masyarakat dan penggerak ekonomi lokal.

UMKM Suger Lor Naik Kelas! KKN-T 02 Unmuh Jember Bantu Urus Legalitas hingga Go Digital


Mahasiswa KKN-T Kelompok 02 Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Suger Lor, Bondowoso, untuk memperkuat legalitas dan pemasaran digital. Pendampingan tersebut dilaksanakan pada Kamis (30/7/2026) melalui sejumlah program, mulai dari pemasangan banner usaha, pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB), stiker identitas usaha, hingga penambahan lokasi UMKM di Google Maps.

Program ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan daya saing sekaligus memperkuat identitas usaha masyarakat. Pemasangan banner dan stiker identitas diharapkan membuat usaha lebih mudah dikenali, sementara pendampingan pembuatan NIB membantu pelaku UMKM memiliki legalitas usaha yang dapat mendukung akses terhadap program pembinaan dan bantuan pemerintah.

Mahasiswa KKN-T juga membantu mendaftarkan lokasi UMKM ke Google Maps. Langkah tersebut diharapkan memudahkan konsumen menemukan lokasi usaha sekaligus memperluas jangkauan pemasaran melalui teknologi digital.

Kepala Desa Suger Lor, Koesnadi, mengapresiasi pendampingan yang diberikan mahasiswa. Menurutnya, penguatan legalitas dan pemanfaatan teknologi digital menjadi bagian penting dalam meningkatkan daya saing UMKM.

“Kami berharap program ini dapat membantu pelaku UMKM menjadi lebih dikenal, memiliki legalitas yang jelas, serta mampu memperluas jangkauan pasar melalui pemanfaatan teknologi digital,” ujarnya.

Hal serupa dirasakan Ahmad Yani, pelaku UMKM Keripik Samilir. Ia menilai pemasangan banner dan lokasi usaha di Google Maps membantu masyarakat lebih mudah mengenali dan menemukan tempat usahanya.

“Pemasangan banner dan titik Google Maps sangat membantu usaha kami. Pelanggan menjadi lebih mudah menemukan lokasi usaha melalui aplikasi navigasi,” kata Ahmad.

Tokoh masyarakat Desa Suger Lor turut menilai program tersebut sebagai langkah positif dalam mendukung pertumbuhan ekonomi desa. Pendampingan yang mencakup aspek promosi sekaligus legalitas dinilai dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi pelaku UMKM.

Melalui program ini, KKN-T Kelompok 02 berharap UMKM Desa Suger Lor semakin memiliki identitas usaha yang kuat, legal secara administrasi, serta mampu memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pasar dan meningkatkan daya saing produk lokal.

Rabu, 12 Agustus 2026

Tingkatkan Keselamatan Pengguna Jalan, KKN-T 03 UNMUH Jember Pasang Reflektor di Desa Sumber Kemuning

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) 03 Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember melaksanakan pemasangan reflektor jalan di Desa Sumber Kemuning, Kecamatan Tamanan, Kabupaten Bondowoso, pada Senin (10/8/2026). Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap keselamatan masyarakat, khususnya pengguna jalan yang melintas pada malam hari.

Pemasangan reflektor dilakukan bersama perangkat Desa Sumber Kemuning dengan didampingi Bhabinsa. Sebelum pemasangan, mahasiswa bersama pihak desa terlebih dahulu melakukan survei untuk menentukan titik-titik yang membutuhkan reflektor. Sasaran utama pemasangan berada di sejumlah lokasi yang minim penerangan dan dinilai memiliki risiko kecelakaan.

Reflektor dipasang sebagai penanda bagi pengguna jalan agar dapat mengenali kondisi dan batas jalan ketika melintas pada malam hari. Pantulan cahaya dari lampu kendaraan diharapkan membuat reflektor lebih mudah terlihat sehingga dapat membantu meningkatkan kewaspadaan pengendara.

Perangkat Desa Sumber Kemuning, Wahyudi, mengapresiasi program yang dilakukan mahasiswa KKN-T 03 Unmuh Jember tersebut. Menurutnya, keberadaan reflektor dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama di titik jalan yang dinilai rawan kecelakaan.

“Saya mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dan kepeduliannya dalam pembuatan reflektor jalan ini. Insyaallah, program ini akan sangat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan keselamatan pengguna jalan, mengingat lokasi ini merupakan salah satu titik yang rawan terjadi kecelakaan,” ujar Wahyudi.

Melalui kegiatan tersebut, sejumlah titik jalan yang telah ditentukan berdasarkan hasil survei kini telah dilengkapi reflektor. Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat menjadi penanda bagi pengguna jalan, terutama pada malam hari dan di lokasi dengan penerangan yang terbatas.

Selain menghasilkan fasilitas pendukung keselamatan jalan, kegiatan ini juga menjadi upaya untuk meningkatkan kepedulian dan kesadaran bersama mengenai pentingnya keselamatan dalam berkendara. Mahasiswa KKN-T 03 Unmuh Jember berharap reflektor yang telah dipasang dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat saat menggunakan jalan, khususnya pada malam hari.

Mahasiswa juga berharap masyarakat setempat dapat menjaga dan merawat reflektor tersebut agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan meskipun kegiatan KKN telah berakhir.

Selasa, 11 Agustus 2026

Akselerasi Ekonomi Digital Desa Tanah Wulan, KKN 13 Unmuh Jember Dorong UMKM Manfaatkan QRIS dan Google Maps

 

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 13 Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember mendorong transformasi digital bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Tanah Wulan, Kecamatan Maesan, Kabupaten Bondowoso. Melalui program digitalisasi usaha, mahasiswa membantu pelaku UMKM mengintegrasikan sistem pembayaran digital melalui QRIS serta meningkatkan visibilitas usaha melalui layanan Google Maps, Selasa (4/8/2026).

Program ini menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa dalam mendukung penguatan ekonomi masyarakat desa melalui pemanfaatan teknologi. Digitalisasi UMKM dinilai mampu membantu pelaku usaha meningkatkan kualitas pelayanan, memperluas jangkauan pemasaran, serta beradaptasi dengan perubahan pola transaksi masyarakat yang semakin mengarah pada sistem non-tunai.

Dalam aspek transaksi keuangan, mahasiswa KKN 13 memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM dalam pembuatan dan penggunaan QRIS sebagai metode pembayaran digital. Melalui sistem tersebut, pelanggan dapat melakukan pembayaran dengan lebih mudah menggunakan berbagai layanan keuangan digital, seperti dompet elektronik maupun mobile banking.

Selain memberikan kemudahan transaksi, penggunaan QRIS juga membantu pelaku usaha dalam mengurangi risiko kesalahan pencatatan transaksi serta meningkatkan keamanan pembayaran dibandingkan sistem tunai. Dengan adanya sistem pembayaran digital, pengelolaan usaha diharapkan menjadi lebih praktis dan tertata.

Tidak hanya pada aspek pembayaran, mahasiswa KKN 13 juga membantu pelaku UMKM mendaftarkan lokasi usaha melalui Google Maps. Pendampingan tersebut meliputi pembuatan profil usaha, pengisian informasi lokasi, kategori usaha, jam operasional, kontak, hingga dokumentasi foto. Melalui layanan tersebut, keberadaan UMKM Desa Tanah Wulan dapat lebih mudah ditemukan oleh masyarakat luas.

Salah satu warga Desa Tanah Wulan, Mamik (45), mengapresiasi program yang dilakukan mahasiswa KKN. Menurutnya, keberadaan teknologi digital dapat membantu perkembangan UMKM dan membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat desa.

"Menurut saya, dengan berjalannya usaha UMKM dan adanya program kerja pembuatan QRIS dan Google Maps sangat membantu," ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN Kelompok 13 tidak hanya memberikan fasilitas digital, tetapi juga melakukan pendampingan secara langsung kepada masyarakat. Kegiatan diawali dengan identifikasi potensi UMKM, pemetaan kebutuhan usaha, hingga pemberian edukasi mengenai pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung keberlangsungan bisnis.

Melalui program ini, mahasiswa memberikan dukungan teknis mulai dari pemeriksaan administrasi, pembuatan akun digital, pencarian titik lokasi usaha, hingga pendampingan penggunaan layanan teknologi yang telah dibuat.

Transformasi digital UMKM Desa Tanah Wulan mendapat respons positif dari masyarakat. Dengan adanya kemudahan transaksi melalui QRIS dan informasi lokasi usaha melalui Google Maps, pelaku UMKM diharapkan mampu meningkatkan daya saing serta memperluas pasar.

Program tersebut juga sejalan dengan upaya mendukung pencapaian SDGs Desa poin 1 (Desa Tanpa Kemiskinan) melalui penguatan sektor ekonomi masyarakat. Mahasiswa KKN Kelompok 13 Unmuh Jember berharap digitalisasi UMKM dapat menjadi langkah berkelanjutan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi desa yang lebih mandiri dan produktif.

AKURAT : Mahasiswa KKN Unmuh Jember Ciptakan Aplikasi Pembukuan Tanpa Ribet

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember menghadirkan inovasi digital berupa aplikasi pembukuan bernama “Akurat” untuk membantu peternak ayam dalam melakukan pencatatan hasil panen telur. Inovasi tersebut lahir dari hasil pengamatan mahasiswa terhadap sistem pembukuan peternak yang masih dilakukan secara manual.

Sebelum adanya aplikasi tersebut, pencatatan hasil panen telur dilakukan menggunakan buku tulis. Cara ini dinilai membutuhkan waktu lebih lama dan memiliki risiko terjadinya kesalahan dalam pencatatan maupun perhitungan data. Kondisi tersebut mendorong mahasiswa KKN untuk mencari solusi yang lebih praktis dan mudah digunakan oleh peternak.

Aplikasi Akurat dirancang sebagai alat bantu pencatatan saat proses panen telur. Melalui aplikasi tersebut, data hasil panen dapat dicatat secara lebih terstruktur sehingga peternak tidak perlu lagi sepenuhnya bergantung pada pencatatan menggunakan buku.

Developer aplikasi Akurat, Bhisrofil, mengatakan ide pengembangan aplikasi tersebut berawal dari survei lapangan yang dilakukan mahasiswa. Dari hasil pengamatan, ditemukan bahwa sistem pencatatan manual masih menjadi salah satu kendala yang dihadapi peternak.

“Aplikasi ini dibuat berdasarkan hasil survei lapangan. Kami melihat peternak masih melakukan pembukuan secara manual, sehingga kami mencoba membuat aplikasi yang bisa memudahkan proses pencatatan,” ujarnya.

Menurut Bhisrofil, proses pengembangan aplikasi tersebut dilakukan selama kurang lebih satu minggu. Dalam perancangannya, mahasiswa berupaya membuat sistem yang sederhana agar dapat digunakan oleh peternak dengan berbagai tingkat pemahaman terhadap teknologi.

Aplikasi tersebut, ucap Bhisrofil, sangat efektif karena hasil panen yang tercatat di aplikasi tesebut otomatis dikoneversi menjadi dokumen dengan format pdf yang memudahkan pengguna untuk melihat data panen tiap harinya. Juga kuantitas yang terdapat pada aplikasi Akurat ini dapat disesuaikan dengan jumlah kandang dan jumlah ayam yang ada.

"Akurat ini simpel karena hasil pembukuan langsung terkonversi jadi file pdf, dan bisa disesuaikan jumlah kandang dan ayamnya" lanjutnya.

Inovasi tersebut mendapat respons positif dari pemilik peternakan, Pak Sudahnan. Ia mengaku terbantu dengan kehadiran aplikasi Akurat, terutama karena aplikasi tersebut dapat membantu mengurangi kemungkinan kesalahan dalam pencatatan hasil panen.

Selain dinilai praktis, aplikasi tersebut juga dianggap mudah digunakan oleh pengguna yang belum terbiasa dengan teknologi digital. Hal ini menjadi salah satu pertimbangan penting dalam pengembangan aplikasi agar inovasi yang dihadirkan mahasiswa benar-benar dapat diterapkan dalam aktivitas peternakan sehari-hari.

Pak Sudahnan berharap aplikasi “Akurat” tidak berhenti pada fungsi pencatatan hasil panen telur, tetapi dapat terus dikembangkan dengan fitur tambahan.

“Saya sangat terbantu dengan adanya aplikasi ini. Selain bisa meminimalisir kesalahan dalam pencatatan, penggunaannya juga mudah, termasuk bagi yang kurang memahami teknologi. Harapannya, aplikasi ini bisa terus dikembangkan sehingga nantinya dapat membantu pencatatan keuangan juga,” ungkapnya.

Kehadiran aplikasi Akurat menjadi salah satu bentuk penerapan teknologi sederhana yang dikembangkan mahasiswa KKN-T Unmuh Jember berdasarkan kebutuhan masyarakat. Inovasi tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi tidak selalu harus kompleks, tetapi dapat dimulai dari solusi praktis terhadap persoalan yang ditemui secara langsung di lapangan.

Melalui inovasi ini, mahasiswa KKN-T Unmuh Jember berharap aplikasi Akurat dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan sehingga mampu mendukung pengelolaan usaha peternakan yang lebih tertib, efisien, dan akurat.

Senin, 10 Agustus 2026

KKN MAs Kelompok 102 Turun Langsung Bantu Peternak Wiyurejo, dari Memerah Susu hingga Proses di Koperasi

Tidak sekadar hadir di tengah masyarakat, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah 'Aisyiyah (KKN MAs) Kelompok 102 Desa Wiyurejo turut merasakan langsung aktivitas warga. Pada Minggu (9/8/2026) sore, mahasiswa turun ke peternakan warga untuk membantu proses pemerahan susu sapi hingga mendampingi penyetoran dan pengolahan susu di koperasi setempat.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa untuk mengenal sekaligus mendukung potensi ekonomi masyarakat Desa Wiyurejo, khususnya sektor peternakan sapi perah. Di sisi lain, aktivitas ini juga menjadi ruang pembelajaran langsung bagi mahasiswa mengenai proses produksi susu dari tingkat peternak hingga sebelum didistribusikan.

KKN MAs Kelompok 102 sendiri merupakan bagian dari program pengabdian yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan 'Aisyiyah (PTMA) di Indonesia. Mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan tersebut berasal dari Universitas Muhammadiyah Jember, Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Muhammadiyah Bone, Universitas Muhammadiyah Surabaya, Universitas Muhammadiyah Palembang, Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (Uhamka), Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta, Universitas Muhammadiyah Gorontalo, Universitas Muhammadiyah Bandung, Universitas Muhammadiyah Palu, Universitas Muhammadiyah Gombong, dan Universitas Muhammadiyah Purwokerto.

Sejak sore hari, mahasiswa bersama warga mendatangi salah satu peternakan sapi perah. Kegiatan diawali dengan membersihkan area kandang dan melakukan sterilisasi peralatan yang digunakan dalam proses pemerahan. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kebersihan dan kualitas susu yang dihasilkan.

Setelah persiapan selesai, mahasiswa turut membantu proses pemerahan susu sapi. Mereka tidak hanya mengamati, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk terlibat secara langsung dalam aktivitas yang selama ini menjadi bagian dari rutinitas para peternak.

Pengalaman tersebut memberikan gambaran nyata kepada mahasiswa mengenai tantangan dan proses produksi susu di tingkat peternak. Terlebih, setiap tahapan membutuhkan perhatian terhadap kebersihan, kondisi ternak, hingga waktu pemerahan.

Usai pemerahan, mahasiswa kemudian mendampingi peternak membawa susu segar menuju koperasi penampungan. Di lokasi tersebut, mahasiswa menyaksikan rangkaian proses mulai dari penimbangan, pengujian kualitas susu, hingga penyimpanan menggunakan cooling unit dan mesin pengolahan koperasi sebelum susu didistribusikan lebih lanjut.

 

Di sela kegiatan, Huzainul, selaku pihak yang bertanggung jawab dalam peternakan tersebut, turut memberikan edukasi kepada mahasiswa mengenai perawatan dan produktivitas sapi perah.

Menurutnya, produktivitas sapi sangat bergantung pada kondisi dan fase reproduksi ternak. Ia menjelaskan bahwa satu ekor sapi dapat menghasilkan rata-rata 25 liter susu dalam sehari. Namun, ketika sapi memasuki masa kehamilan tertentu, proses pemerahan harus dihentikan.

“Satu ekor sapi di sini bisa menghasilkan rata-rata 25 liter susu per hari. Namun, jika sapi sudah hamil 7 bulan, maka pemerahan harus dihentikan atau dikeringkan. Hal ini sangat penting untuk menjaga kesehatan induk dan memastikan nutrisinya fokus pada perkembangan janin sapi,” tutur Huzainul.

Bagi mahasiswa, penjelasan tersebut menjadi pengetahuan tambahan yang tidak selalu diperoleh melalui pembelajaran di ruang kelas. Interaksi langsung dengan peternak membuat mahasiswa dapat memahami bagaimana pengetahuan dan pengalaman masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan usaha peternakan.

Kehangatan interaksi antara mahasiswa dan keluarga peternak juga semakin terasa sebelum kegiatan berakhir. Sebagai bentuk apresiasi dan kebersamaan, Vina, selaku pemilik peternakan, menyajikan susu segar hasil produksi peternakan dalam tiga varian rasa, yakni susu murni, strawberry, dan coffee.

Sajian tersebut menjadi penutup sederhana namun berkesan bagi mahasiswa setelah mengikuti seluruh rangkaian aktivitas peternakan pada sore itu. Suasana santai sambil menikmati susu segar sekaligus mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat yang menjadi bagian dari lokasi pengabdian.

Melalui kegiatan tersebut, KKN MAs Kelompok 102 tidak hanya memperoleh pengalaman mengenai sektor peternakan sapi perah, tetapi juga belajar mengenai pentingnya kolaborasi, gotong royong, dan interaksi langsung dengan masyarakat.

Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa pengabdian mahasiswa dapat dilakukan melalui aktivitas sederhana yang dekat dengan keseharian warga. Dengan terlibat langsung dalam proses pemerahan hingga pengolahan susu, mahasiswa dapat memahami potensi lokal sekaligus membangun komunikasi yang lebih erat dengan masyarakat.

Ke depan, KKN MAs Kelompok 102 berharap sinergi lintas kampus PTMA dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Wiyurejo selama masa pengabdian. Khususnya, melalui pengenalan dan penguatan potensi sektor peternakan agar semakin berkembang dan memiliki daya saing.

 

Sabtu, 08 Agustus 2026

Mahasiswa KKN Unmuh Jember Bantu UMKM Desa Suco Lor Go Digital


Sebanyak 20 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) menghadirkan pelatihan digital marketing bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Suco Lor, Kecamatan Maesan, Kabupaten Bondowoso, Kamis (30/7/2026).

Bertempat di Aula Balai Desa Suco Lor, kegiatan tersebut menjadi bagian dari program pengabdian mahasiswa untuk membantu pelaku UMKM lokal meningkatkan kemampuan pemasaran di tengah perkembangan teknologi digital. Melalui pemanfaatan media sosial dan platform digital, pelaku usaha didorong agar mampu memperluas jangkauan pasar hingga ke luar daerah.

Koordinator Desa KKN-T Kelompok 15, Ilbi Zani, mengatakan program tersebut berangkat dari hasil pengamatan mahasiswa terhadap berbagai kendala pemasaran yang dihadapi pelaku UMKM di Desa Suco Lor.

"Setelah melihat permasalahan yang ada, kami melaksanakan pelatihan digital marketing sederhana. Kami membantu pelaku UMKM mulai dari membuat banner promosi hingga mendaftarkan lokasi usaha di Google Maps agar lebih mudah ditemukan oleh calon pembeli," jelasnya.

Tidak berhenti pada pemberian materi, mahasiswa juga memberikan pendampingan secara langsung kepada pelaku UMKM. Peserta diajak mempraktikkan teknik pengambilan foto produk menggunakan smartphone, menyusun deskripsi produk yang menarik, hingga memahami pentingnya kemasan dan tampilan visual dalam pemasaran digital.

Pendampingan tersebut diharapkan dapat membuat pelaku UMKM lebih percaya diri dalam mempromosikan produknya secara mandiri. Kehadiran digital juga dinilai penting agar produk lokal Desa Suco Lor memiliki peluang lebih besar dikenal oleh konsumen di luar wilayah desa.

Kepala Desa Suco Lor, Abas Rian Santoso Alamin, menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa KKN Unmuh Jember yang menurutnya memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.


"Kami sangat mengapresiasi dan mendukung penuh kegiatan ini. Harapannya, program yang ada bisa terus dilanjutkan dan dikembangkan secara berkelanjutan, serta tetap dipantau meskipun masa KKN telah selesai. Kegiatan ini merupakan bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam mendukung pelaku UMKM di Desa Suco Lor. Jika dilihat dari sisi sosial, kinerjanya sudah sangat baik dan dampaknya benar-benar tampak di masyarakat," ujarnya.

Apresiasi juga datang dari pelaku UMKM Desa Suco Lor. Bu Nur, salah seorang pelaku UMKM yang mengikuti kegiatan, mengaku terbantu dengan pendampingan mahasiswa, khususnya dalam pembuatan media promosi usaha.

"Bulan lalu sebenarnya saya ada rencana bikin banner dengan anak saya. Tapi alhamdulillah, dengan bantuan dari mahasiswa KKN, keinginan itu akhirnya bisa terwujud. Kami merasa sangat terbantu dan dimudahkan. Kehadiran adik-adik KKN di sini benar-benar membuktikan kerja nyata mereka di tengah masyarakat, dan kami sangat senang dengan adanya anak KKN," tuturnya.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, mahasiswa KKN juga melakukan pemasangan banner promosi pada salah satu usaha milik warga. Langkah sederhana tersebut menjadi bentuk implementasi langsung dari materi yang diberikan sekaligus upaya meningkatkan visibilitas usaha di lingkungan sekitar.

Melalui program ini, mahasiswa KKN-T Kelompok 15 Unmuh Jember tidak hanya memberikan pengetahuan mengenai pemasaran digital, tetapi juga berupaya menghadirkan solusi yang dapat langsung diterapkan oleh pelaku UMKM.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pengabdian kepada masyarakat. Dengan pendampingan yang sederhana dan sesuai kebutuhan warga, mahasiswa berharap pelaku UMKM Desa Suco Lor semakin siap memanfaatkan teknologi digital untuk mengembangkan usaha, memperluas pasar, dan meningkatkan daya saing produk lokal.

 

Connect