Rabu, 21 Oktober 2026

Mahasiswa RPL PGPAUD Unmuh Jember Gelar Parenting dan Gebyar Mewarnai di Bondowoso

Mahasiswa Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD) Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember, Dewi Ratnasari, menggelar kegiatan parenting bertema “Sinergi Orang Tua dan Guru Cegah Bullying” yang dirangkaikan dengan Gebyar Mewarnai Ibu dan Anak di Kelompok Bermain (KB) Nurul Hamdi, Desa Kalianyar, Kecamatan Tamanan, Kabupaten Bondowoso, Sabtu (17/10/2026).

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman orang tua dan guru tentang pentingnya kerja sama dalam mencegah perilaku bullying sejak usia dini. Selain itu, kegiatan tersebut menjadi sarana mempererat hubungan antara keluarga dan sekolah melalui aktivitas edukatif yang mendukung tumbuh kembang anak.

Kegiatan diikuti oleh lima orang guru, wali murid, serta 47 anak KB Nurul Hamdi. Dalam sesi parenting, Farida, S.Pd., hadir sebagai narasumber, sedangkan Dewi Ratnasari bertugas sebagai moderator sekaligus pendamping kegiatan.

Perkuat Peran Orang Tua dan Guru dalam Mencegah Bullying

Dalam pemaparan materi, Farida, S.Pd., mengajak orang tua dan guru untuk mengenali serta mencegah perilaku bullying sejak usia dini. Anak perlu dibiasakan menghargai teman, saling menyayangi, tidak mengejek maupun menyakiti orang lain, serta menggunakan kata-kata yang baik dalam berinteraksi.

Pencegahan bullying tidak hanya menjadi tanggung jawab guru di sekolah, tetapi juga memerlukan keterlibatan aktif orang tua di rumah. Penanaman pendidikan karakter perlu dilakukan secara konsisten di kedua lingkungan tersebut agar anak terbiasa menerapkan perilaku positif dalam kehidupan sehari-hari.

Orang tua dapat berperan melalui berbagai tindakan sederhana, seperti memberikan teladan yang baik, mendengarkan cerita anak, mengajarkan empati, serta membiasakan anak menghormati orang lain. Sinergi tersebut menjadi salah satu langkah penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan ramah anak.

Gebyar Mewarnai Bangun Kedekatan Ibu dan Anak

Setelah sesi parenting, kegiatan dilanjutkan dengan Gebyar Mewarnai yang melibatkan anak-anak bersama wali murid masing-masing. Aktivitas ini memberikan ruang bagi ibu dan anak untuk berkreasi sekaligus membangun kedekatan melalui kegiatan yang menyenangkan.

Selain menjadi sarana berekspresi, kegiatan mewarnai membantu anak mengenal warna, melatih koordinasi mata dan tangan, serta mengembangkan kreativitas dan imajinasi. Keterlibatan orang tua juga memberikan kesempatan untuk mendampingi anak, memberikan dukungan, dan menghargai hasil karya mereka.

Kegiatan ini tidak hanya menitikberatkan pada hasil gambar, tetapi juga pada proses kebersamaan antara orang tua dan anak. Apresiasi yang diberikan orang tua dapat membantu menumbuhkan rasa percaya diri anak sekaligus menciptakan pengalaman belajar yang positif.

Suasana kegiatan berlangsung dengan penuh semangat dan kebersamaan. Anak-anak mengikuti aktivitas mewarnai dengan pendampingan orang tua, sementara guru turut mendukung kelancaran kegiatan di lingkungan sekolah.

Wujud Keterlibatan Mahasiswa dalam Pendidikan Anak Usia Dini

Keterlibatan Dewi Ratnasari sebagai mahasiswa RPL PGPAUD Unmuh Jember menjadi bagian dari upaya mendukung peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini melalui kolaborasi antara mahasiswa, sekolah, dan keluarga.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa juga memperoleh pengalaman dalam mengembangkan keterampilan komunikasi, mengelola kegiatan edukatif, serta membangun hubungan positif antara pihak sekolah dan wali murid.

Kegiatan parenting dan Gebyar Mewarnai diharapkan dapat memperkuat kerja sama orang tua dan guru dalam mendampingi perkembangan anak, baik dari aspek sosial, emosional, maupun kreativitas.

Melalui kegiatan tersebut, orang tua diharapkan semakin memahami pentingnya pola pengasuhan positif di rumah, sedangkan guru terus berupaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan ramah anak.

Kolaborasi keluarga dan sekolah menjadi fondasi penting dalam membentuk anak yang percaya diri, peduli terhadap sesama, mampu menghargai perbedaan, serta terbiasa berperilaku positif sejak usia dini.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pelaksanaan program edukatif serupa secara berkelanjutan guna mendukung tumbuh kembang anak dan mewujudkan generasi yang berkarakter, kreatif, serta saling menghargai.

Selasa, 20 Oktober 2026

Mahasiswa KKN RPL PG PAUD Unmuh Jember Edukasi Anak Usia Dini melalui Gerakan Hidup Sehat di Desa Jarit

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember, Ira Handayani, menggelar gerakan hidup sehat bertajuk “Sekolahku Sehat Anakku Ceria” di KB Muslimat Sejahtera, Desa Jarit, pada Selasa (13/10/2026). Kegiatan ini bertujuan menanamkan kebiasaan mengonsumsi buah dan sayur sejak usia dini melalui aktivitas edukatif yang menyenangkan.

Suasana kelas KB Muslimat Sejahtera tampak semarak sejak pagi. Anak-anak mengenakan seragam merah dan duduk bersama mengelilingi meja yang dipenuhi aneka buah dan sayuran segar, mulai dari semangka, mangga, stroberi, jagung manis, tomat, kubis, hingga sayuran hijau.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN mengajak anak-anak mengenal beragam buah dan sayuran melalui pengamatan langsung. Anak-anak diperkenalkan pada bentuk, warna, nama, dan rasa berbagai bahan pangan sehat. Salah satu momen menarik terlihat ketika pendamping menunjukkan buah semangka utuh dan mengajak anak-anak menebak nama serta karakteristiknya.

Setelah sesi pengenalan, anak-anak berkesempatan mencicipi buah dan sayuran yang telah disiapkan bersama-sama. Metode belajar sambil bermain ini diharapkan dapat menumbuhkan ketertarikan anak terhadap makanan sehat sekaligus membangun pengalaman positif dalam mengonsumsi buah dan sayur.

Program ini dilaksanakan sebagai upaya mendukung pembiasaan pola makan sehat pada masa emas pertumbuhan dan perkembangan anak. Buah dan sayur mengandung vitamin, mineral, serta serat yang berperan penting dalam mendukung pertumbuhan, menjaga kesehatan tubuh, dan memenuhi kebutuhan gizi anak. Oleh karena itu, pengenalan makanan bergizi perlu dilakukan sejak dini dengan pendekatan yang sesuai dengan karakteristik anak usia dini.

Kegiatan ini juga selaras dengan semangat “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat”, khususnya kebiasaan mengonsumsi makanan sehat dan bergizi. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN berupaya mendorong terbentuknya kebiasaan positif yang dapat diterapkan secara berkelanjutan, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.

Kepala Desa Jarit, Novita Supristiwanti, menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Ia menilai kegiatan yang diinisiasi mahasiswa KKN Unmuh Jember tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama dalam mendukung pendidikan dan pembiasaan hidup sehat bagi anak usia dini.

“Kami mengapresiasi kegiatan mahasiswa KKN Unmuh Jember. Kebiasaan makan buah dan sayur memang harus ditanamkan sejak dini, dan sekolah adalah tempat yang tepat untuk memulainya. Kami berharap anak-anak di Jarit tumbuh sehat, aktif, dan ceria, serta kebiasaan baik ini dapat dilanjutkan di rumah bersama orang tua,” ujarnya.

Kegiatan berlangsung dengan lancar dan penuh keceriaan. Antusiasme anak-anak selama mengikuti setiap tahapan kegiatan menjadi bagian penting dari upaya memperkenalkan pola hidup sehat dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami.

Melalui program “Sekolahku Sehat Anakku Ceria”, mahasiswa KKN RPL PG PAUD Unmuh Jember berharap terbangun sinergi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam membiasakan konsumsi makanan bergizi pada anak. Upaya ini diharapkan dapat mendukung tumbuh kembang anak secara optimal sekaligus membentuk generasi yang sehat, cerdas, dan ceria.

Mahasiswa KKN Unmuh Jember Edukasi Gizi Seimbang dan Ajak Wali Murid Terapkan Pola Hidup Sehat di Lumajang


Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember, Meisy Anggraeni Yuliana Putri, berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pola hidup sehat melalui penyuluhan gizi seimbang dan kegiatan senam bersama di Desa Wonoayu, Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang.

Program kerja yang dilaksanakannya menyasar masyarakat di Posyandu Dusun Langgar serta wali murid TK Islam Darul Falah dan PAUD Cempaka.

Kegiatan penyuluhan gizi seimbang dan pengenalan konsep Isi Piringku dilaksanakan pada Senin (12/10/2026) di Posyandu Dusun Langgar. Kegiatan ini diikuti oleh ibu yang memiliki balita, ibu yang memiliki batita, serta para lansia, dengan dukungan dan pendampingan bidan desa, Rizqi Suciana.

Dalam kegiatan tersebut, Meisy memberikan edukasi mengenai pentingnya mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan beragam untuk memenuhi kebutuhan nutrisi sehari-hari. Peserta juga diperkenalkan dengan konsep Isi Piringku sebagai panduan praktis dalam mengatur komposisi makanan agar kebutuhan gizi keluarga dapat terpenuhi.

Penyuluhan ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya orang tua, mengenai pentingnya pemenuhan gizi bagi anak usia dini. Melalui edukasi tersebut, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya membangun kebiasaan makan sehat sejak dini sekaligus menjaga kesehatan seluruh anggota keluarga, termasuk lansia.

Selain penyuluhan gizi, Meisy juga menginisiasi kegiatan senam sehat bersama wali murid di TK Islam Darul Falah. Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin dua kali dalam seminggu, yakni setiap Selasa dan Kamis pukul 06.30 WIB, sebelum kegiatan belajar mengajar (KBM) dimulai.

Program senam sehat tersebut melibatkan wali murid TK Islam Darul Falah dan berkolaborasi dengan wali murid PAUD Cempaka. Melalui gerakan senam bersama dalam suasana yang menyenangkan, para peserta diajak membiasakan aktivitas fisik secara rutin untuk menjaga kebugaran tubuh.

Tidak hanya berorientasi pada kesehatan fisik, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan antara pihak sekolah dan orang tua peserta didik. Kolaborasi antarlembaga PAUD diharapkan dapat membangun kebersamaan serta memperkuat keterlibatan orang tua dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat.

Kedua program tersebut merupakan bentuk kontribusi mahasiswa KKN Unmuh


Jember dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat melalui edukasi gizi dan pembiasaan aktivitas fisik. Pendekatan ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat secara berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan tersebut, Meisy berharap masyarakat Desa Wonoayu semakin memahami pentingnya konsumsi makanan bergizi seimbang dan aktivitas fisik secara rutin. Sinergi antara mahasiswa KKN, tenaga kesehatan, lembaga PAUD, dan masyarakat juga diharapkan terus terjalin guna mendukung kesehatan keluarga serta tumbuh kembang anak secara optimal.

Dari Digitalisasi UMKM hingga Aksi Sosial, Mahasiswa KKN Unmuh Jember Hadir untuk Masyarakat Lumajang

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember, Mar'atus Sholehah, melakukan pendampingan digitalisasi pada UMKM Mebel Sahabat Jaya di Dusun Krajan Kulon, RT 11 RW 04, Desa Selokgondang, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang. Kegiatan ini bertujuan membantu pelaku usaha memperluas jangkauan pemasaran melalui pemanfaatan media digital.

UMKM Mebel Sahabat Jaya merupakan usaha milik Misnadi yang telah berdiri sejak 25 November 2012. Selama ini, pemasaran produk mebel masih mengandalkan promosi dari mulut ke mulut. Melalui program KKN, Mar'atus membantu mengembangkan strategi promosi agar produk mebel dapat dikenal oleh masyarakat yang lebih luas, termasuk calon konsumen dari luar daerah.

Pendampingan digitalisasi dilakukan secara langsung melalui sejumlah kegiatan, mulai dari pemotretan produk untuk menghasilkan foto yang menarik, pembuatan katalog produk digital sederhana, hingga pengenalan cara memasarkan produk melalui media sosial, seperti Instagram.

Pembuatan katalog digital diharapkan dapat memudahkan calon konsumen melihat pilihan produk mebel yang ditawarkan. Sementara itu, penggunaan media sosial menjadi salah satu alternatif pemasaran untuk memperkenalkan produk kepada masyarakat tanpa terbatas pada jangkauan wilayah sekitar.

Pemilik UMKM Mebel Sahabat Jaya, Misnadi, menyampaikan apresiasinya atas pendampingan yang diberikan mahasiswa KKN. Ia berharap bantuan promosi melalui media digital dapat meningkatkan popularitas usahanya yang telah berjalan selama lebih dari satu dekade.

“Terima kasih kepada adik mahasiswa KKN UnmuhJember yang sudah membantu mempromosikan mebel kami lewat online. Semoga dengan ini, usaha kami yang berdiri sejak tahun 2012 ini bisa lebih dikenal banyak orang,” ujar Misnadi.

Selain berfokus pada pengembangan ekonomi masyarakat melalui digitalisasi UMKM, Mar'atus juga melaksanakan sejumlah kegiatan yang menyasar aspek sosial, kesehatan, dan keagamaan.

Di bidang kesehatan, Mar'atus menggelar penyuluhan mengenai jamu tradisional untuk memperkenalkan pengetahuan tentang pemanfaatan bahan-bahan tradisional kepada masyarakat. Mahasiswa juga membagikan hasil panen kepada warga Dusun Krajan Kulon sebagai bentuk kegiatan sosial dan kepedulian terhadap masyarakat setempat.


Pada aspek keagamaan, Mar'atus melaksanakan ziarah ke makam pendiri Yayasan Miftahul Ulum Selokgondang bersama Kelompok B TK Miftahul Ulum Selokgondang. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian program KKN yang tidak hanya berorientasi pada pemberdayaan ekonomi, tetapi juga menyentuh kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, KKN RPL Unmuh Jember diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Selokgondang. Pendampingan digitalisasi UMKM Mebel Sahabat Jaya menjadi salah satu upaya mendorong pelaku usaha lokal untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi, memperluas pemasaran, dan meningkatkan peluang pertumbuhan usaha secara berkelanjutan.

Perkuat Karakter Islami Sejak Dini, Mahasiswa KKN Unmuh Jember Gelar Festival Anak di Bangkalan

Sebanyak 43 anak Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) mengikuti Festival Anak Sholeh dan Sholehah yang diselenggarakan oleh Suntin, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Jember dari program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD). Kegiatan ini berlangsung di Masjid Al Azhar, Dusun Rambay, Desa Mandung, Kecamatan Kokop, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, pada 18 Oktober 2026.

Festival ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN dalam mendukung pendidikan keagamaan dan pembentukan karakter anak sejak usia dini. Melalui kegiatan tersebut, anak-anak diberikan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan sekaligus mengembangkan potensi mereka dalam bidang keislaman.

Terdapat dua jenis perlombaan utama dalam festival ini, yaitu lomba adzan dan tahfidz surat-surat pendek Al-Qur’an. Kedua perlombaan tersebut dirancang untuk mendorong anak-anak agar semakin bersemangat mempelajari ajaran Islam serta meningkatkan kecintaan terhadap Al-Qur’an.

Lomba adzan menjadi sarana bagi peserta untuk melatih keberanian, meningkatkan rasa percaya diri, dan mengembangkan kemampuan mengumandangkan adzan dengan baik. Sementara itu, lomba tahfidz surat-surat pendek memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk menunjukkan kemampuan hafalan Al-Qur’an sekaligus memperkuat kebiasaan mempelajari dan mengamalkan nilai-nilai keislaman sejak dini.

Keikutsertaan 43 anak TPQ dalam kegiatan ini menunjukkan antusiasme peserta untuk mengikuti perlombaan dan mengembangkan kemampuan yang telah dipelajari selama menjalani pendidikan di TPQ. Selain menjadi ajang untuk menunjukkan potensi, festival ini juga menjadi ruang pembelajaran bagi anak-anak untuk melatih mental, membangun rasa percaya diri, serta menanamkan nilai sportivitas dan kebersamaan.

Penyelenggaraan festival di Masjid Al Azhar juga memperkuat peran masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan dan pembinaan generasi muda. Tidak hanya menjadi tempat ibadah, masjid dapat dimanfaatkan sebagai ruang pembelajaran bagi anak-anak untuk mengembangkan potensi diri dan mengikuti kegiatan positif yang bermanfaat bagi masyarakat.

Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana mempererat silaturahmi antara mahasiswa KKN, anak-anak TPQ, pengajar, dan masyarakat setempat. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendukung terciptanya lingkungan yang positif bagi pendidikan agama dan pembentukan karakter anak-anak di Desa Mandung.

Melalui Festival Anak Sholeh dan Sholehah, Suntin berharap anak-anak semakin termotivasi untuk mencintai Al-Qur’an, memperdalam ilmu agama, serta menerapkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini juga diharapkan dapat menumbuhkan generasi yang beriman, bertakwa, percaya diri, dan berakhlak mulia.

Festival tersebut menjadi salah satu wujud pengabdian mahasiswa KKN Unmuh Jember kepada masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan agama Islam. Lebih dari sekadar perlombaan, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap Al-Qur’an dan m

Mahasiswa KKN RPL PGPAUD Unmuh Jember Kenalkan Pemilahan Sampah kepada Anak TK melalui Program PHBS

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD) Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember, Siti Maifatul Khoiroh, melaksanakan program edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) melalui pengenalan sampah organik dan anorganik di TK Islam Terpadu Al Madinatul Munawaroh, Lumajang. Kegiatan yang berlangsung pada 5 Oktober hingga 11 November 2026 ini bertujuan menanamkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sejak usia dini.

Program tersebut dilaksanakan melalui pembelajaran sederhana dan praktik langsung agar anak-anak lebih mudah memahami jenis-jenis sampah serta pentingnya membuang sampah sesuai kategorinya. Edukasi ini juga menjadi upaya membangun kebiasaan hidup bersih dan sehat yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.

Dalam pelaksanaannya, Siti mengenalkan dua jenis sampah dengan memanfaatkan contoh benda yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar. Sampah organik diperkenalkan melalui daun kering dan sisa sayuran, sedangkan sampah anorganik dikenalkan menggunakan botol plastik dan bungkus makanan.

Materi disampaikan menggunakan bahasa sederhana yang sesuai dengan tahap perkembangan anak usia dini. Anak-anak diajak mengamati bentuk sampah, mengenali asalnya, serta memahami perbedaan antara sampah organik dan anorganik. Dengan metode tersebut, pembelajaran tidak hanya berlangsung melalui penjelasan, tetapi juga memberikan pengalaman belajar secara langsung kepada anak-anak.

Setelah pengenalan materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik memilah sampah menggunakan tempat sampah yang telah dipisahkan berdasarkan jenisnya. Anak-anak diminta mengelompokkan contoh sampah ke tempat yang sesuai dengan kategorinya, dengan pendampingan selama kegiatan berlangsung.

Praktik tersebut menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran karena membantu anak-anak menghubungkan pengetahuan yang diperoleh dengan tindakan nyata. Selain memahami jenis sampah, mereka juga dilatih untuk mengembangkan kemandirian, ketelitian, serta rasa tanggung jawab terhadap kebersihan lingkungan.

Melalui program PHBS ini, edukasi kebersihan tidak hanya berfokus pada pengenalan jenis sampah, tetapi juga pada pembentukan kebiasaan positif sejak dini. Anak-anak diperkenalkan pada perilaku menjaga kebersihan melalui kegiatan yang sederhana, menyenangkan, dan sesuai dengan usia mereka.

Siti berharap kegiatan KKN tersebut dapat meningkatkan pemahaman anak-anak TK Islam Terpadu Al Madinatul Munawaroh mengenai perbedaan sampah organik dan anorganik, sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Pembiasaan memilah sampah diharapkan menjadi langkah awal bagi anak-anak untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam aktivitas sehari-hari.

Pihak TK Islam Terpadu Al Madinatul Munawaroh menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Guru setempat mengapresiasi kehadiran mahasiswa KKN yang dinilai mampu menghadirkan pengalaman belajar baru yang menyenangkan sekaligus bermanfaat bagi anak-anak.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN RPL PGPAUD Unmuh Jember turut berkontribusi dalam mendukung pendidikan lingkungan bagi anak usia dini. Pengenalan dan praktik pemilahan sampah diharapkan dapat menjadi bagian dari pembentukan karakter anak yang peduli terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Senin, 19 Oktober 2026

Kolaborasi KKN Unmuh Jember dan PPT Bunda Kasih, Perkuat Edukasi Pencegahan TBC


Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember, menggelar kegiatan parenting bertema Stop TBC pada Anak di PPT Bunda Kasih, Kelurahan Pacarkembang, Kecamatan Tambaksari, Kota Surabaya, Rabu (14/10/2026).

Kegiatan ini menghadirkan Firdaus Ali, narasumber dari PRTB Konsorsium Komunitas Penabulu-STPI, untuk memberikan edukasi mengenai pencegahan dan penanggulangan tuberkulosis (TBC) pada anak. Kegiatan mengusung tema “Stop TBC pada Anak, Lindungi Anak Sejak Dini, Wujudkan Generasi Sehat Berkualitas” sebagai upaya meningkatkan kesadaran orang tua terhadap pentingnya menjaga kesehatan anak sejak usia dini.

Parenting ini diikuti oleh wali murid, kepala sekolah, Ketua PKK RW 03, serta anggota masyarakat sekitar. Melalui kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai penularan TBC, gejala yang perlu diwaspadai, serta pentingnya pemeriksaan di fasilitas pelayanan kesehatan apabila anak menunjukkan tanda-tanda yang mengarah pada penyakit tersebut.

Kepala sekolah dan Ketua PKK RW 03 turut mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ini. Edukasi kesehatan dinilai penting, khususnya bagi para orang tua dan ibu rumah tangga, agar lebih waspada terhadap risiko TBC pada anak serta memahami langkah yang perlu dilakukan untuk mencegah dan menangani penyakit tersebut.


TBC merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini paling sering menyerang paru-paru dan dapat menular melalui udara. Pada anak, TBC perlu mendapat perhatian khusus karena infeksi yang tidak terdeteksi dan ditangani dengan tepat dapat menimbulkan dampak serius bagi kesehatan serta tumbuh kembangnya.

Dalam kegiatan tersebut, orang tua diingatkan untuk mewaspadai sejumlah gejala yang dapat mengarah pada TBC, di antaranya berat badan anak yang tidak mengalami kenaikan dalam dua bulan terakhir meskipun telah mendapatkan asupan gizi yang baik, demam selama lebih dari dua minggu, serta batuk lebih dari dua minggu meskipun telah diberikan antibiotik.

Apabila anak mengalami gejala tersebut, orang tua dianjurkan segera membawa anak ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. Pengenalan gejala sejak dini menjadi salah satu langkah penting agar anak memperoleh penanganan yang sesuai.

Kolaborasi antara mahasiswa KKN UnmuhJember, PPT Bunda Kasih, dan PRTB Konsorsium Komunitas Penabulu-STPI ini diharapkan dapat memperkuat edukasi kesehatan di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat. Keterlibatan orang tua menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan TBC, terutama melalui perhatian terhadap kondisi kesehatan anak dan akses terhadap layanan kesehatan.

Melalui kegiatan parenting ini, kesadaran masyarakat di Kelurahan Pacarkembang, Surabaya, mengenai pencegahan TBC pada anak diharapkan semakin meningkat. Edukasi yang berkelanjutan dan kolaborasi berbagai pihak diharapkan dapat mendukung terciptanya lingkungan yang lebih sehat serta menunjang tumbuh kembang anak secara optimal.

Selasa, 22 September 2026

KKN Internasional Unmuh Jember Edukasi Hak Anak dan Etika Sosial bagi Masyarakat Indonesia di Malaysia



Mahasiswa Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember turut berkontribusi dalam kegiatan International Community Service atau KKN Internasional yang diselenggarakan Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) bekerja sama dengan Unmuh Jember dan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Malaysia.

Kegiatan yang berlangsung pada Senin, 10 Agustus 2026, tersebut dilaksanakan di Sanggar Bimbingan Muhammadiyah Kepong, Kuala Lumpur, Malaysia. Mengangkat tema “Peningkatan Kesadaran Hukum tentang Hak Anak dan Etika Sosial pada Masyarakat Indonesia di Malaysia”, kegiatan menyasar anak-anak, pendidik, serta masyarakat Indonesia di lingkungan Sanggar Bimbingan Muhammadiyah Kepong.

Ketua Tim International Community Service Unmuh Jember, Zafira Azra Ambarukmi, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pengabdian kepada masyarakat dalam lingkup internasional. Edukasi diberikan dengan pendekatan sederhana agar materi mengenai hukum dan kehidupan sosial dapat dipahami peserta.

Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan sejumlah materi, mulai dari hak dan tanggung jawab anak, pentingnya identitas hukum dan dokumen dasar, hingga perlindungan anak dari kekerasan dan perundungan (bullying).

Selain itu, peserta juga memperoleh edukasi mengenai etika sosial dalam lingkungan masyarakat multikultural serta etika dan tanggung jawab dalam menggunakan media digital.

Kegiatan dikemas secara partisipatif melalui penyampaian materi, contoh kasus, diskusi, tanya jawab, hingga simulasi sederhana yang berkaitan dengan persoalan sosial dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan tersebut dilakukan agar peserta tidak hanya menerima materi secara satu arah, tetapi juga dapat menyampaikan pengalaman dan pandangan mereka.


Melalui kegiatan tersebut, peserta diharapkan memiliki pemahaman dasar mengenai hak-hak anak, termasuk hak atas identitas, pendidikan, kesehatan, perlindungan, dan partisipasi. Peserta juga diperkenalkan dengan pentingnya mengetahui saluran bantuan resmi ketika menghadapi persoalan hukum maupun administrasi.

Tidak hanya aspek hukum, kegiatan juga menekankan pentingnya membangun komunikasi yang santun, kedisiplinan, sikap anti-perundungan, serta tanggung jawab sosial. Edukasi mengenai penggunaan media digital turut diberikan sebagai bagian dari pembentukan etika dalam kehidupan sehari-hari.

Hasil pelaksanaan menunjukkan peserta mendapatkan pengetahuan mengenai hak dan tanggung jawab anak, identitas hukum, perlindungan dari kekerasan dan perundungan, serta etika sosial di tengah masyarakat multikultural.

Kegiatan juga memberikan ruang bagi peserta untuk aktif bertanya, berdiskusi, dan melakukan praktik sederhana berdasarkan permasalahan yang mungkin ditemui dalam kehidupan sehari-hari.

Pihak mitra menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memberikan pengetahuan yang bermanfaat bagi peserta. Ke depan, kegiatan serupa direkomendasikan untuk dilanjutkan dengan aktivitas yang lebih interaktif, penggunaan contoh-contoh praktis, serta materi edukasi yang terus diperbarui.

Keterlibatan Unmuh Jember dalam International Community Service ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperluas kontribusi mahasiswa dalam pengabdian kepada masyarakat di tingkat internasional. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya menerapkan pengetahuan yang diperoleh di bangku perkuliahan, tetapi juga belajar menyampaikan edukasi sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan konteks lingkungan yang berbeda.

Kegiatan ditutup dengan refleksi dan evaluasi bersama serta dokumentasi sebagai bagian dari rangkaian pelaksanaan KKN Internasional di Sanggar Bimbingan Muhammadiyah Kepong, Kuala Lumpur, Malaysia.

Senin, 14 September 2026

Dari Losida hingga Biopori, KKN Unmuh Jember dan UAD Dorong Desa Sambimulyo Kelola Sampah


Sebanyak sembilan unit Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember bersama mahasiwa KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD)
berkolaborasi memperkenalkan berbagai inovasi pengelolaan sampah kepada masyarakat Desa Sambimulyo, Banyuwangi pada Jumat (28/8/2026).

Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa KKN untuk memperkenalkan berbagai program dan solusi praktis dalam menangani permasalahan sampah di lingkungan Desa Sambimulyo. Kegiatan dihadiri oleh perwakilan dari sembilan unit KKN, Ibu-Ibu PKK, Kepala Desa Sambimulyo, tokoh masyarakat, serta Camat yang turut hadir untuk menyimak pemaparan program kerja mahasiswa.

Dalam kegiatan tersebut, masing-masing unit KKN mempresentasikan program kerja sesuai dengan fokus yang telah disusun. Secara keseluruhan, terdapat lima program pengelolaan sampah yang diperkenalkan, yaitu Losida (Lodong Sisa Dapur), Ember Tumpuk Sampah Organik, Biopori, Tong Pembakaran Sampah Minim Asap, serta pembuatan tempat sampah anorganik dari galon bekas.

Salah satu program tersebut diperkenalkan oleh Unit I.C.1 yang diketuai oleh Abdul Muhyi Nasution, dengan fokus pada pengolahan sampah organik rumah tangga melalui Losida dan Ember Tumpuk.

Losida memanfaatkan pipa yang ditanam di tanah sebagai sarana pengolahan limbah dapur langsung dari sumbernya. Metode ini dapat menjadi alternatif pengelolaan sampah organik rumah tangga tanpa membutuhkan lahan yang luas.

Sementara itu, Ember Tumpuk diperkenalkan sebagai metode pengolahan sampah dapur menjadi pupuk organik cair (POC) dan kompos. Dalam prosesnya, sampah organik diberikan EM4 sebagai bahan tambahan untuk membantu mempercepat proses penguraian atau fermentasi. Dengan bantuan EM4, sampah organik dapat lebih cepat terurai dan menghasilkan cairan yang kemudian dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik cair. Metode ini diharapkan dapat membantu masyarakat mengolah sampah dapur secara lebih praktis, efisien, dan higienis.

Abdul mengatakan bahwa program tersebut tidak hanya ditujukan untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat, tetapi juga mendorong adanya solusi sederhana yang dapat diterapkan secara langsung di tingkat rumah tangga.

 “Kami berharap program yang kami kenalkan tidak berhenti pada sosialisasi saja. Losida dan Ember Tumpuk ini kami pilih karena relatif sederhana dan dapat diterapkan dari lingkungan rumah masing-masing. Harapannya, masyarakat bisa mulai mengelola sampah dari sumbernya dan program ini dapat terus dilanjutkan setelah KKN selesai,” ujar Abdul.

Selain Losida dan Ember Tumpuk, mahasiswa KKN dari unit lainnya turut memperkenalkan Biopori, Tong Pembakaran Sampah Minim Asap, dan tempat sampah anorganik berbahan galon bekas. Berbagai program tersebut diharapkan dapat menjadi alternatif bagi masyarakat dalam mengurangi serta mengelola sampah sesuai dengan kondisi lingkungan desa.

Camat Bangorejo, Khoirul Anam, S.H., M.H., memberikan apresiasi terhadap inisiatif mahasiswa KKN yang mengangkat persoalan pengelolaan sampah di tingkat desa.

 “Kami mengapresiasi mahasiswa KKN yang telah membawa gagasan dan program terkait pengelolaan sampah. Persoalan sampah tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja, sehingga diperlukan kerja sama antara pemerintah, masyarakat, PKK, dan mahasiswa. Kami berharap program yang disampaikan dapat memberikan manfaat dan bisa diterapkan secara berkelanjutan di masyarakat,” ujar Khairul Anam.

Setelah pemaparan program, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi interaktif bersama peserta Pokja dan tamu undangan. Pemerintah desa, pihak kecamatan, Ibu-Ibu PKK, serta tokoh masyarakat menyambut positif berbagai gagasan yang disampaikan oleh mahasiswa KKN.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap pengetahuan dan keterampilan mengenai pengelolaan sampah dapat diteruskan oleh pengurus Pokja, kader PKK, dan tokoh masyarakat kepada warga di lingkungan masing-masing. Kolaborasi sembilan unit KKN bersama pemerintah desa, PKK, tokoh masyarakat, dan pihak kecamatan diharapkan menjadi langkah awal dalam mendorong terciptanya Desa Sambimulyo yang lebih bersih, sehat, dan mandiri dalam mengelola sampah.

Kegiatan sosialisasi kemudian ditutup dengan sesi foto bersama mahasiswa KKN dan Ibu-Ibu PKK. Momen tersebut menjadi simbol kebersamaan sekaligus komitmen awal untuk mendukung keberlanjutan program pengelolaan sampah di Desa Sambimulyo.

Rabu, 09 September 2026

Mahasiswa KKN Kolaborasi UNMUH Jember dan UAD Sukses Dampingi Anak TPQ Raih Prestasi di Festival Anak Sholih

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaborasi Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember bersama Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta turut berkontribusi dalam mencetak generasi muda yang berprestasi dan berakhlak Islami melalui kegiatan Festival Anak Sholih yang digelar di Desa Sumberasri, Kecamatan Purwoharjo, Ahad (6/9/2026).

Kegiatan tersebut merupakan salah satu program kerja kolaboratif mahasiswa KKN UAD dan Unmuh Jember yang melibatkan peserta didik dari berbagai Taman Pendidikan Qur’an (TPQ) di Desa Sumberasri. Para peserta merupakan perwakilan dari TPQ yang menjadi lokasi pelaksanaan program kerja mahasiswa KKN Kolaborasi.

Festival Anak Sholih menghadirkan sejumlah cabang perlombaan keagamaan, meliputi kaligrafi, Pildacil (Pidato Anak Sholeh), adzan, dan hafalan Juz ‘Amma. Perlombaan tersebut menjadi wadah bagi anak-anak untuk mengembangkan kemampuan, kreativitas, keberanian tampil di depan umum, sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap nilai-nilai keislaman.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN Kolaborasi UAD dan Unmuh Jember terlibat aktif sejak tahap persiapan hingga kegiatan berakhir. Mahasiswa berperan sebagai panitia sekaligus juri yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan lomba, proses penilaian, hingga pengumuman pemenang. Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Desa Sumberasri, Pimpinan Cabang Muhammadiyah Sumberasri, Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah Sumberasri, serta sejumlah Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dari UAD.

Apresiasi terhadap kegiatan tersebut disampaikan oleh Kepala Desa Sumberasri. Menurutnya, Festival Anak Sholih menjadi ruang bagi anak-anak untuk menunjukkan bakat dan potensi yang dimiliki sekaligus melatih kepercayaan diri melalui pengalaman tampil di hadapan banyak orang.

“Kami sangat mengapresiasi adanya kegiatan Festival Anak Sholeh yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN Kolaborasi antara UAD Yogyakarta dan Unmuh Jember. Kegiatan ini akan menjadi wadah bagi anak-anak di Desa Sumberasri untuk menunjukkan bakat dan potensi yang selama ini mungkin belum terlihat,” ungkapnya.

Salah satu capaian membanggakan datang dari mahasiswa KKN Kolaborasi Unmuh Jember dan UAD Unit I.D.1 Sumberasri. Melalui pendampingan dan pembinaan yang dilakukan selama pelaksanaan program KKN, mahasiswa berhasil mengantarkan peserta didik dari TPQ Miftahul Jannah Sumberasri meraih prestasi pada seluruh cabang perlombaan yang diikuti.

Adapun prestasi yang berhasil diraih meliputi Juara 1 Kaligrafi, Juara 3 Pildacil, Juara 2 Adzan, dan Juara 1 Hafalan Juz ‘Amma. Capaian tersebut menjadi bukti nyata keberhasilan pendampingan mahasiswa KKN dalam membina dan mengembangkan potensi anak-anak TPQ di Desa Sumberasri.

Keberhasilan tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan bagi para peserta didik, tetapi juga bagi mahasiswa KKN, ustadz dan ustadzah TPQ, serta masyarakat Desa Sumberasri. Prestasi yang diraih menunjukkan bahwa pembinaan keagamaan yang dilakukan secara konsisten dapat menjadi sarana bagi anak-anak untuk mengasah kemampuan sekaligus membangun rasa percaya diri.

Melalui kegiatan Festival Anak Sholih, mahasiswa KKN Kolaborasi Unmuh Jember dan UAD berharap kegiatan pembinaan serupa dapat terus memberikan pengalaman positif bagi anak-anak serta mendorong mereka untuk semakin giat belajar dan mengembangkan kemampuan di bidang keagamaan.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk nyata kontribusi mahasiswa Unmuh Jember dalam mengimplementasikan ilmu dan pengabdian kepada masyarakat. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendukung terbentuknya generasi muda yang religius, berprestasi, percaya diri, dan berakhlak mulia.

Kamis, 27 Agustus 2026

Mahasiswa Unmuh Jember Edukasi Penggunaan Gawai Sehat bagi Anak PMI di Malaysia


Mahasiswa Program Studi Teknik Informatika Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember, Muhammad Zackakhal Wafda, memimpin workshop literasi digital tentang penggunaan gawai secara sehat bagi siswa Sanggar Bimbingan Muhammadiyah (SBM) Kampung Bharu, Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (10/8/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program International Community Service (KKN Internasional) hasil kolaborasi lima Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ’Aisyiyah (5 PTMA), yakni UMJ, Unmuh Jember, UM Bandung, UNIMUGO, dan UM Bima, bersama PCIM Malaysia.

Dengan pendekatan komunikatif dan ramah anak, Wafda mengajak siswa memahami pentingnya membatasi penggunaan gawai agar tidak mengganggu waktu tidur, belajar, aktivitas fisik, ibadah, dan interaksi sosial. Para siswa juga diajak berdiskusi menentukan waktu yang sebaiknya bebas dari gawai, seperti saat belajar, makan bersama, menjelang tidur, dan waktu salat.

Selain edukasi, Wafda memperkenalkan fitur pembatas waktu aplikasi pada ponsel serta aplikasi penata rutinitas yang dikembangkannya. Ia menekankan bahwa teknologi dapat menjadi alat bantu, tetapi kebiasaan digital yang sehat tetap membutuhkan kesadaran diri, komunikasi keluarga, dan keteladanan orang dewasa.

Kegiatan mendapat sambutan positif dari para pendidik SBM Kampung Bharu. Seusai workshop, mahasiswa bersama dewan guru berdiskusi mengenai strategi penerapan kebiasaan digital sehat di lingkungan belajar.

Keterlibatan Wafda menjadi bagian dari upaya Unmuh Jember mendorong mahasiswa mengimplementasikan ilmu sekaligus berkontribusi bagi masyarakat Indonesia di luar negeri. KKN Internasional 5 PTMA yang berlangsung pada 8–13 Agustus 2026 di Malaysia dan Singapura juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan, membangun kolaborasi, dan mengembangkan empati sosial.

Senin, 24 Agustus 2026

Mahasiswa KKN Unmuh Jember Gandeng Dinas Pertanian, Sulap Kotoran Sapi Jadi Pupuk Kompos di Desa Sumber Kemuning

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 03 Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember bersama Dinas Pertanian Kabupaten Bondowoso menggelar sosialisasi pengolahan kotoran sapi menjadi pupuk kompos. Kegiatan tersebut berlangsung di Dusun Karang Tengah, Desa Sumber Kemuning, Kecamatan Tamanan, Kabupaten Bondowoso.

Kegiatan ini dihadiri Kepala Desa Sumber Kemuning, perangkat desa, serta masyarakat setempat. Sosialisasi digelar sebagai upaya memberikan edukasi kepada warga mengenai pemanfaatan kotoran sapi yang selama ini dianggap sebagai limbah agar dapat diolah menjadi pupuk kompos yang bermanfaat bagi pertanian.

Selain mengurangi limbah peternakan, pemanfaatan kotoran sapi menjadi kompos dinilai dapat memberikan nilai guna bagi masyarakat sekaligus mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan.

Dalam kegiatan tersebut, perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten Bondowoso memberikan pemaparan mengenai teknik pengolahan kotoran sapi menjadi pupuk kompos. Materi juga dilengkapi dengan praktik langsung di lapangan, mulai dari proses pengolahan, pemanfaatan kompos, hingga manfaatnya bagi tanaman dan kesuburan tanah.

Masyarakat turut diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan menyampaikan pertanyaan terkait kendala yang dihadapi dalam pengolahan limbah peternakan.

Kepala Desa Sumber Kemuning, Roby, menyambut positif kegiatan yang diinisiasi mahasiswa KKN Unmuh Jember tersebut. Menurutnya, kotoran sapi selama ini masih menjadi persoalan bagi sebagian warga karena belum mengetahui cara pengelolaan dan pemanfaatannya.

“Sosialisasi dari adik-adik KKN ini sangat bermanfaat bagi masyarakat. Selama ini, kotoran sapi menjadi salah satu permasalahan bagi warga karena masih bingung bagaimana cara mengelolanya dan harus dibuang ke mana. Dengan adanya sosialisasi ini, kami berharap warga dapat menerapkan ilmu yang telah diberikan serta memanfaatkan kotoran sapi yang ada di lingkungan sekitar menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat,” ujar Roby.

Sementara itu, perwakilan Dinas Pertanian menjelaskan bahwa kotoran sapi memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku pupuk kompos apabila dikelola dengan metode yang tepat.

“Kotoran sapi memiliki potensi untuk dijadikan pupuk kompos. Kalau dikelola dengan baik, limbah ini bisa memberikan manfaat bagi pertanian dan lingkungan, khususnya bagi kesuburan tanah,” jelasnya.

Melalui kegiatan tersebut, masyarakat Dusun Karang Tengah memperoleh pengetahuan dan keterampilan dasar mengenai pengolahan kotoran sapi menjadi pupuk kompos. Edukasi ini diharapkan dapat mendorong warga untuk mulai mengubah limbah peternakan menjadi sumber pupuk organik yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan pertanian.

KKN Unmuh Jember berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada sosialisasi, tetapi dapat diterapkan secara mandiri oleh masyarakat. Dengan demikian, pengolahan kotoran sapi dapat menjadi salah satu solusi untuk mengurangi limbah peternakan sekaligus mengoptimalkan potensi lokal dalam mendukung pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Jumat, 14 Agustus 2026

Bukan Sekadar Membaca, KKN Unmuh Jember Latih Anak Desa Wonosuko Berani Bicara

 

Menumbuhkan minat baca sekaligus keberanian berbicara sejak usia dini menjadi perhatian mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember. Melalui kegiatan literasi bertajuk “Perpustakaan Lingkungan dan Aku Berani Bicara”, mahasiswa mengajak anak-anak Desa Wonosuko, Kecamatan Tamanan, Kabupaten Bondowoso, membaca buku sekaligus berani menyampaikan gagasan di hadapan orang lain.

Kegiatan yang berlangsung pada Ahad (2/8/2026) tersebut dikemas secara interaktif. Anak-anak diberikan kesempatan memilih buku yang mereka sukai, kemudian membaca dan memahami isi bacaan sebelum mempresentasikannya di hadapan teman-teman. Mereka juga diajak menceritakan cita-cita yang ingin diraih.

Konsep tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan minat baca, tetapi juga melatih kemampuan memahami informasi, berpikir, serta berkomunikasi. Anak-anak didorong untuk menyampaikan kembali isi buku menggunakan bahasa mereka sendiri.

Koordinator Desa, Muhammad Imron, mengatakan budaya literasi perlu dikenalkan sejak usia dini agar membaca dapat menjadi kebiasaan hingga dewasa. Menurutnya, ketertarikan anak terhadap gawai menjadi salah satu tantangan dalam membangun kebiasaan membaca.

“Anak-anak saat ini sering dibiasakan dengan handphone yang mengakibatkan malas membaca buku. Saya berharap kegiatan ini dapat mendorong minat anak-anak dalam membaca buku,” ujarnya.

Antusiasme anak-anak terlihat sepanjang kegiatan. Mereka tampak aktif memilih buku, membaca, hingga tampil di depan teman-temannya. Meski beberapa peserta awalnya masih terlihat malu dan ragu untuk berbicara, keberanian mereka mulai tumbuh setelah diberikan kesempatan untuk tampil.

Kegiatan tersebut juga melibatkan Partai Buku Bondowoso sebagai mitra. Koordinator Partai Buku Bondowoso, Kiya, menilai kegiatan ini menjadi pengalaman positif bagi anak-anak untuk mulai membangun keberanian berbicara di depan umum.

“Ini adalah pengalaman pertama mereka. Di awal terlihat malu-malu, tetapi yang terpenting mereka sudah berani maju ke depan, membaca, memahami isi bacaan, lalu menyampaikan kembali dengan bahasa mereka sendiri. Itu merupakan perkembangan yang patut diapresiasi,” ungkapnya.

Salah satu peserta, Aini, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut. Baginya, kegiatan literasi tidak hanya memberikan kesempatan untuk membaca berbagai buku, tetapi juga menjadi ruang untuk bertemu dan berinteraksi dengan teman-teman.

“Aku sangat senang sekali karena bukunya sangat banyak dan bisa bertemu dengan teman-teman,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Unmuh Jember berharap keberadaan ruang literasi di lingkungan masyarakat dapat menjadi alternatif kegiatan positif bagi anak-anak. Tidak hanya membangun kebiasaan membaca, kegiatan tersebut diharapkan mampu menumbuhkan keberanian anak dalam menyampaikan pendapat dan mengembangkan potensi diri.

Program “Perpustakaan Lingkungan dan Aku Berani Bicara” sekaligus menjadi bentuk kontribusi mahasiswa KKN Unmuh Jember dalam mendukung penguatan budaya literasi di masyarakat. Dengan menciptakan kegiatan belajar yang menyenangkan dan partisipatif, anak-anak diharapkan tumbuh menjadi generasi yang gemar membaca, mampu memahami informasi, serta percaya diri dalam menyampaikan gagasan.

KKN Kelompok 17 Unmuh Jember Edukasi Siswa tentang Cita-Cita dan Bijak Bermedia Sosial


Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 17 Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember menggelar sosialisasi bertajuk “Ceria Belajar dan Cerdas Bermedia Sosial” di SD Negeri Sumberpandan 1, Selasa (28/7/2026).

Mengusung tema “Mewujudkan Generasi Cerdas, Kreatif, Berkarakter, dan Bijak di Era Digital”, kegiatan tersebut bertujuan membekali siswa dengan motivasi belajar sekaligus pemahaman dalam memanfaatkan teknologi dan media sosial secara positif, aman, dan bertanggung jawab.

Kegiatan dilaksanakan dalam dua sesi, yakni pukul 08.00–09.00 WIB dan 09.50–10.45 WIB, dengan melibatkan seluruh siswa SD Negeri Sumberpandan 1. Materi disesuaikan dengan jenjang pendidikan agar lebih mudah dipahami.

Siswa kelas 1–3 mendapatkan materi “Belajar Ceria untuk Menggapai Cita-Cita” yang berfokus pada peningkatan semangat belajar, pengenalan berbagai profesi, serta motivasi agar siswa berani memiliki cita-cita dan berusaha untuk mewujudkannya.

Sementara itu, siswa kelas 4–6 mengikuti materi “Anak Hebat di Dunia Nyata dan Dunia Digital”. Materi tersebut membahas manfaat dan risiko penggunaan media sosial serta pentingnya bersikap bijak, aman, dan bertanggung jawab ketika menggunakan media digital.

Kepala SD Negeri Sumberpandan 1 menyambut positif kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa KKN tersebut. Menurutnya, materi yang diberikan relevan dengan perkembangan zaman, terutama karena anak-anak semakin dekat dengan penggunaan gawai dan media sosial.

“Materi yang disampaikan relevan dengan perkembangan zaman. Melalui sosialisasi ini, diharapkan siswa tidak hanya memiliki semangat untuk meraih cita-cita, tetapi juga mampu menjadi generasi yang cerdas dan bijak dalam memanfaatkan teknologi digital,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN mengemas materi secara interaktif melalui presentasi, permainan edukatif, diskusi, dan sesi tanya jawab. Pendekatan tersebut membuat siswa lebih aktif mengikuti kegiatan. Antusiasme terlihat dari keterlibatan siswa dalam permainan maupun keberanian mereka menjawab berbagai pertanyaan yang diberikan pemateri.

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara mahasiswa KKN Kelompok 17 Unmuh Jember dan SD Negeri Sumberpandan 1 dalam memberikan edukasi yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

Melalui kegiatan tersebut, siswa kelas 1–3 diharapkan semakin termotivasi untuk belajar dan memiliki keberanian dalam mengejar cita-cita. Sementara siswa kelas 4–6 diharapkan mampu menerapkan perilaku bijak dan bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial serta teknologi digital dalam kehidupan sehari-hari.

Sosialisasi ini sekaligus menjadi bentuk kontribusi mahasiswa KKN Unmuh Jember dalam mendukung pendidikan karakter dan literasi digital bagi generasi muda. Sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah diharapkan dapat terus diperkuat untuk menciptakan generasi yang cerdas, kreatif, berkarakter, dan mampu menghadapi tantangan di era digital.

Ubah Sampah Jadi Berkah, KKN Kolaborasi Unmuh Jember Dorong Warga Mayangan Bentuk Bank Sampah

 

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaborasi Desa Mayangan Universitas Muhammadiyah (Unnmuh) Jember menggelar sosialisasi bank sampah di Balai Desa Mayangan, Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember, Senin (10/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi langkah awal untuk mendorong masyarakat mengelola sampah secara lebih terorganisasi sekaligus melihat potensi ekonomi dari limbah rumah tangga.

Sosialisasi yang berlangsung mulai pukul 13.00 WIB tersebut diikuti oleh perangkat Desa Mayangan dan masyarakat setempat. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memberikan pemahaman mengenai pengelolaan sampah berbasis komunitas, mulai dari mekanisme pembentukan bank sampah hingga sistem pengelolaannya di tingkat desa.

Tim KKN menjelaskan tahapan pembentukan bank sampah, pembagian tugas, serta struktur organisasi yang dapat diterapkan. Masyarakat juga diberikan edukasi mengenai klasifikasi dan jenis sampah agar proses pemilahan dapat dilakukan sejak dari sumbernya, terutama pada lingkungan rumah tangga.

Tidak hanya menyampaikan teori, mahasiswa turut memperkenalkan berbagai inovasi pengolahan sampah organik yang dapat memberikan manfaat lingkungan sekaligus memiliki nilai ekonomi. Beberapa di antaranya adalah ekoenzim, kompos dan pupuk organik, serta budidaya maggot.

Ekoenzim diperkenalkan sebagai cairan serbaguna yang dihasilkan melalui proses fermentasi sampah dapur organik. Sementara itu, limbah tumbuhan dan sisa makanan dapat dimanfaatkan sebagai bahan kompos dan pupuk organik untuk mendukung kesuburan tanah.

Mahasiswa juga mengenalkan budidaya maggot sebagai salah satu alternatif pengelolaan sampah organik. Selain membantu menguraikan sampah, maggot dapat dimanfaatkan sebagai sumber pakan berprotein bagi sejumlah jenis ternak.

Kegiatan tersebut mendapat dukungan dari Pemerintah Desa Mayangan. Dalam sambutannya, perwakilan Kepala Desa Mayangan menyambut positif inisiatif mahasiswa dan mendorong masyarakat untuk mulai mengubah cara pandang terhadap sampah.

Sampah yang selama ini dianggap sebagai persoalan lingkungan, menurutnya, dapat memiliki nilai guna dan nilai ekonomi apabila dikelola dengan tepat. Karena itu, keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting agar pengelolaan sampah dapat berjalan secara berkelanjutan.

Sebagai tindak lanjut kegiatan, tim KKN Kolaborasi bersama Pemerintah Desa Mayangan berkomitmen mendorong pembentukan Komunitas Bank Sampah Desa Mayangan. Komunitas tersebut diharapkan menjadi wadah bagi masyarakat untuk melakukan pemilahan, pengumpulan, dan pengelolaan sampah secara bersama-sama.

Keberadaan komunitas bank sampah diharapkan tidak hanya membantu menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat melalui pemanfaatan sampah yang masih memiliki nilai jual maupun nilai guna.

Melalui program ini, mahasiswa KKN Kolaborasi Unmuh Jember berharap kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah dapat semakin meningkat. Dari langkah sederhana berupa memilah sampah dari rumah, masyarakat Desa Mayangan diharapkan mampu membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih tertib, berkelanjutan, dan memberikan manfaat bagi lingkungan maupun perekonomian warga.

Connect