Unmuh Jember dan Ifugao State University Resmi Buka Program Kolaborasi Internasional, Bahas Etika Akademik hingga Kehidupan Kampus
Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) resmi memulai
program kolaborasi akademik internasional bersama Ifugao State University
(IFSU), Filipina, pada Jumat (28/02/2026). Program yang berjalan di bawah skema
Program Kemitraan Masyarakat Kolaborasi Internasional (PKMKI) ini menjadi
tonggak penting dalam perjalanan internasionalisasi Unmuh Jember, sekaligus
membuka ruang dialog akademik lintas budaya yang selama ini dinantikan oleh
mahasiswa dari kedua negara.
Sesi perdana program bertajuk International Partnership
Collaborative Extension Program: Exploration and Preservation of Pandalungan
Culture Based on Multi-Ethnic Values ini dilaksanakan secara daring melalui
platform Zoom Meeting dan diikuti oleh sekitar 60 peserta, terdiri dari 30
mahasiswa Unmuh Jember dan 30 mahasiswa IFSU. Kegiatan berlangsung pada pukul
08.00 hingga 10.00 WIB, atau setara pukul 09.00 hingga 11.00 waktu Filipina.
Program ini diketuai oleh Dr. Astri Widyaruli Anggraeni,
S.S., M.A. dari Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas
Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unmuh Jember, dengan anggota tim Kristi Nuraini,
S.Pd., M.Pd., serta dua mahasiswa, dan 2 orang mahasiswa; Charissa Wahyu Qomala
Rahma dan Aryanti Nafasatuz Zukhli. Koordinasi awal antara kedua institusi
sendiri telah dilakukan sejak Jumat (07/02/2026) untuk menyepakati konsep
program, jadwal kegiatan, dan pembagian tugas narasumber.
Sesi pertama pada hari Sabtu (28/02/20260) mengangkat tema
Academic Ethics and Formal Communication, disampaikan oleh Dr. Maribel T. De
Guzman dari IFSU. Dalam pemaparannya, Dr. De Guzman membahas secara mendalam
pentingnya integritas akademik sebagai fondasi kehidupan ilmiah di perguruan
tinggi. Ia mengupas konsep academic integrity, etika penulisan ilmiah, hingga
standar komunikasi formal yang berlaku dalam lingkungan akademik global.
Tak hanya berhenti pada tataran konseptual, kedua narasumber
juga menghadirkan contoh kasus nyata seputar plagiarisme dan berbagai bentuk
pelanggaran etika akademik, sembari memberikan panduan praktis bagi mahasiswa
agar terhindar dari praktik-praktik tersebut. Selain itu, peserta mendapat
pembekalan mengenai cara menulis surat elektronik akademik kepada dosen, etika
dalam presentasi ilmiah, serta bagaimana membangun komunikasi profesional saat
tampil di forum internasional.
Sesi ini berlangsung interaktif dan hidup. Mahasiswa dari
kedua institusi begitu antusias
mengajukan pertanyaan, terutama mengenai persamaan dan perbedaan standar etika
akademik yang berlaku di Indonesia dan Filipina. Diskusi yang mengalir hangat
itu menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya hadir sebagai pendengar, tetapi
benar-benar terlibat sebagai peserta yang ingin belajar dan berbagi.
Memasuki materi kedua,
Dr. Astri Widyaruli Anggraeni, M.A yang memaparkan tema Academic life in
Indonesian Universities giliran dari Unmuh Jember tampil membawakan materi
Academic Life in Indonesian Universities. Sesi ini dirancang untuk
memperkenalkan sistem pendidikan tinggi di Indonesia kepada mahasiswa Filipina,
sekaligus membuka jendela bagi kedua belah pihak untuk saling memahami dinamika
kehidupan kampus di masing-masing negara. Topik yang dibahas mencakup struktur
pembelajaran di perguruan tinggi, sistem penilaian akademik, kehidupan
mahasiswa di lingkungan kampus, hingga ragam kegiatan organisasi kemahasiswaan.
Yang menarik, sesi ini tidak hanya menyentuh aspek sistem
pendidikan secara formal Dr.Astri juga a memperkenalkan nilai-nilai budaya yang
melekat dalam kehidupan akademik Indonesia, seperti semangat gotong royong,
penghormatan kepada tenaga pengajar, dan tradisi kerja sama dalam kegiatan
belajar. Nilai-nilai ini rupanya menjadi titik menarik bagi mahasiswa IFSU yang
penasaran dengan cara mahasiswa Indonesia menjalani keseharian di kampus.
"Kegiatan ini sangat menarik karena kami dapat
berdiskusi langsung dengan mahasiswa dari negara lain dan belajar tentang
budaya serta sistem pendidikan mereka," ujar salah satu mahasiswa Unmuh
Jember yang berpartisipasi dalam sesi tersebut.
Ketertarikan mahasiswa IFSU pun tak kalah besar. Mereka
aktif mengajukan pertanyaan seputar sistem pembelajaran di Indonesia, kegiatan
mahasiswa di luar kelas, hingga bagaimana organisasi kemahasiswaan berperan
dalam membentuk karakter dan kompetensi mahasiswa. Interaksi yang terjadi bukan
sekadar tanya jawab formal, melainkan percakapan yang tulus antara dua kelompok
mahasiswa yang tengah membangun jembatan pemahaman lintas budaya.
Hasil observasi selama kegiatan berlangsung mencatat tingkat
partisipasi yang sangat baik dari seluruh peserta. Kehadiran peserta terpantau
penuh, diskusi berjalan aktif, dan antusiasme peserta dinilai sangat tinggi
sejak menit pertama kegiatan dibuka. Ini menjadi sinyal kuat bahwa program
kolaborasi internasional semacam ini memang dibutuhkan dan disambut hangat oleh
mahasiswa dari kedua negara.
Sesi perdana ini menjadi awal yang menjanjikan bagi keseluruhan program yang direncanakan berlangsung hingga bulan April 2026. Dengan tujuh sesi yang telah dirancang mencakup topik-topik strategis mulai dari linguistik, komunikasi lintas budaya, public speaking, hingga proyek kolaboratif mahasiswa, program ini diharapkan mampu menjadi model pengembangan kolaborasi internasional berbasis pengabdian masyarakat yang dapat direplikasi oleh program studi lain di lingkungan Unmuh Jember.


Posting Komentar