Carousel

Selasa, 06 Januari 2026

Teknik Unmuh Jember Hadir di Bondowoso, Bangun Solusi Air Bersih dan Lingkungan Berkelanjutan

Program Studi Teknik Sipil dan Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat terpadu di Dusun Plampang, Desa Klekehan, Kecamatan Botolinggo, Kabupaten Bondowoso. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini (3-4/1/2026), melibatkan tiga dosen, sebelas mahasiswa, serta empat belas relawan dari berbagai organisasi, dengan partisipasi aktif seluruh masyarakat Dusun Plampang yang berjumlah 41 Kepala Keluarga (KK). Pelaksanaan pengabdian ini merupakan bagian dari program desa binaan Fakultas Teknik Unmuh Jember sesuai dengan Nota Kesepahaman (MoA).

Kegiatan pengabdian masyarakat tersebut dirancang sebagai upaya menghadirkan solusi teknis yang aplikatif dan berkelanjutan bagi warga desa, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan dasar terkait air bersih, sanitasi, dan ketahanan lingkungan. Dosen Teknik Sipil Unmuh Jember, Senki Desta Galuh, S.T., M.T., selaku narasumber, menjelaskan bahwa program ini merupakan implementasi langsung keilmuan Teknik Sipil dan Teknik Lingkungan yang dipadukan dengan pendekatan partisipatif berbasis kebutuhan masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, tim pengabdian bersama warga Dusun Plampang melaksanakan sejumlah kegiatan, mulai dari pembangunan kolam retensi pemanen air hujan sebagai upaya pengelolaan sumber daya air, pembuatan filter air minum untuk meningkatkan kualitas air konsumsi warga, hingga pembangunan bank bibit sayuran guna mendukung ketahanan pangan masyarakat. Selain itu, tim juga membangun sarana mandi, cuci, dan kakus (MCK) umum serta melakukan pemasangan biopori sebagai langkah meningkatkan daya resap tanah dan mengurangi potensi genangan air.

Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan secara gotong royong dengan melibatkan masyarakat setempat sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan di lapangan. Keterlibatan aktif warga tidak hanya mempercepat proses pembangunan, tetapi juga menjadi sarana transfer pengetahuan mengenai pengelolaan lingkungan dan pemanfaatan teknologi tepat guna. Melalui proses ini, masyarakat diharapkan mampu menjaga dan mengembangkan fasilitas yang telah dibangun secara mandiri dan berkelanjutan.

Senki Desta Galuh menegaskan bahwa pengabdian masyarakat ini tidak hanya berorientasi pada hasil fisik semata, tetapi juga pada peningkatan kesadaran dan kapasitas masyarakat dalam menghadapi persoalan lingkungan. Ia berharap Dusun Plampang dapat menjadi contoh desa binaan yang mampu menerapkan solusi teknis sederhana namun berdampak nyata bagi kehidupan warga.

Melalui kegiatan pengabdian masyarakat terpadu ini, Fakultas Teknik Unmuh Jember menegaskan komitmennya dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Sinergi antara dosen, mahasiswa, relawan, dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan manfaat jangka panjang serta memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan.

  

Perjalanan Hidup Atlet Muda Maba Unmuh Jember: Dedikasi dan Disiplin Muhammad Vito Maulana di Dunia Sepak Bola

 

Perjalanan hidup Muhammad Vito Maulana, mahasiswa baru Program Studi Pendidikan Jasmani Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember), menjadi kisah inspiratif tentang dedikasi, disiplin, dan semangat pantang menyerah dalam meraih prestasi di dunia sepak bola.

Lahir dan dibesarkan di Wuluhan, Vito tumbuh dalam keluarga dengan keterbatasan ekonomi. Namun kondisi tersebut tidak pernah memadamkan semangatnya untuk terus berjuang. Dukungan penuh dari orang tua, khususnya sang ayah yang juga pernah menekuni sepak bola, menjadi sumber motivasi utama dalam perjalanan kariernya.

Vito mulai mengenal sepak bola sejak usia 12 tahun, berawal dari bermain bola di depan rumah. Ketertarikannya semakin serius ketika ia bergabung dan berlatih di Sekolah Sepak Bola (SSB) PBJ Desa Karang Duren. Meski berlatih di lingkungan desa, Vito menilai materi latihan yang ia dapatkan berkualitas dan mampu bersaing dengan klub-klub dari perkotaan.

Latihan keras dan disiplin yang dijalani membuahkan hasil. Pada tahun 2022, Vito bersama timnya berhasil menjuarai Turnamen Soeratin KU-17 di Bali. Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk meraih cita-cita menjadi pemain sepak bola profesional.

Memasuki masa sebagai mahasiswa baru Unmuh Jember, Vito kembali menguji kemampuannya dengan mengikuti Liga 4 bersama tim Academy Blayu FC. Pada babak kualifikasi, timnya tergabung dalam grup yang cukup berat dengan persaingan ketat antar tim.

Pada pertandingan pertama, Blayu FC harus menghadapi tim unggulan Triple’s Kediri. Laga berlangsung sengit sejak menit awal. Kedua tim mampu menjaga keseimbangan permainan hingga menit ke-70. Namun, insiden pelanggaran keras di menit-menit akhir membuat salah satu pemain Blayu FC menerima kartu merah. Situasi tersebut dimanfaatkan Triple’s Kediri yang berhasil mencetak gol pada menit ke-86 dan menutup laga dengan skor 1–0.

Di pertandingan kedua, Blayu FC berhadapan dengan tim asal Mojokerto yang diperkuat pemain berlevel Liga 3. Meski kalah dalam penguasaan permainan, Blayu FC mampu membaca kelemahan lini pertahanan lawan. Strategi tersebut membuahkan hasil ketika pada menit ke-89, striker Blayu FC berhasil memanfaatkan kesalahan bek tengah lawan dan mencetak gol penentu kemenangan. Skor 1–0 mengantarkan Blayu FC meraih tiga poin penting.

Namun, pada pertandingan terakhir melawan tuan rumah Persema Malang, Blayu FC kembali menghadapi tantangan berat. Meski bertahan dengan disiplin, pelanggaran di dalam kotak penalti pada menit ke-65 membuat Persema Malang unggul melalui titik putih. Skor 1–0 bertahan hingga akhir laga dan memastikan Blayu FC harus tersingkir di fase grup.

Meski perjalanan di Liga 4 harus terhenti di babak penyisihan, semangat Vito tidak pernah padam. Pengalaman tersebut justru menjadi pembelajaran berharga dalam perjalanan kariernya sebagai atlet muda sekaligus mahasiswa.

Kisah Muhammad Vito Maulana diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan pelajar lainnya, bahwa dengan kerja keras, disiplin, dan dukungan keluarga, prestasi dapat diraih baik di bidang olahraga maupun akademik. Semangat juang Vito menjadi cerminan nilai sportivitas dan ketekunan yang sejalan dengan semangat pendidikan di Universitas Muhammadiyah Jember.


Senin, 05 Januari 2026

Perkuat Kompetensi Calon Pendidik, FKIP Unmuh Jember Laksanakan Magang Kependidikan di Sekolah Mitra

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) melaksanakan kegiatan penerjunan peserta Magang Kependidikan yang diikuti oleh 152 mahasiswa dari enam program studi, yakni Pendidikan Bahasa Indonesia, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Biologi, Pendidikan Matematika, Pendidikan Jasmani, serta Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD).

Program magang ini merupakan bagian dari program akademik wajib bagi mahasiswa kependidikan yang bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung di dunia pendidikan. Mahasiswa diterjunkan ke sejumlah sekolah mitra di Kabupaten Jember sebagai upaya meningkatkan kesiapan mereka menjadi calon pendidik profesional.

Adapun sekolah mitra yang menjadi lokasi magang antara lain PAUD Yasmin, SMA Bima Ambulu, SMAN Balung, SMAM 1 Rambipuji, SMAN Kalisat, SMKM Kalisat, SMAN Pakusari, SMPN 4 Sukowono, dan SMPM 1 Jember. Penempatan mahasiswa dilakukan sesuai dengan program studi dan kompetensi masing-masing.

Peserta magang ditempatkan di berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Taman Kanak-kanak (TK) dan Kelompok Bermain (KB) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat. Pada jenjang TK dan KB, mahasiswa difokuskan pada pendampingan perkembangan anak usia dini, sementara pada jenjang SMP dan SMA mahasiswa diarahkan untuk melakukan praktik pembelajaran di kelas.

Selama masa magang yang berlangsung sekitar tiga bulan, mahasiswa tidak hanya melaksanakan praktik mengajar, tetapi juga terlibat dalam berbagai kegiatan kependidikan lainnya. Kegiatan tersebut meliputi administrasi pembelajaran, pendampingan peserta didik, serta partisipasi dalam kegiatan sekolah. Mahasiswa juga didorong untuk memahami budaya dan tata kelola sekolah guna memperoleh gambaran utuh tentang dunia pendidikan.

Kegiatan penerjunan magang kependidikan ini secara resmi dibuka oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) di masing-masing sekolah. Dalam sambutannya, DPL menyampaikan bahwa magang kependidikan merupakan sarana penting dalam pembentukan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian calon guru. Melalui interaksi langsung dengan guru pamong dan peserta didik, mahasiswa diharapkan mampu memahami tantangan nyata di lingkungan sekolah.

Selama pelaksanaan magang, mahasiswa akan mendapatkan bimbingan dari guru pamong di sekolah serta pendampingan dan evaluasi berkala dari dosen pembimbing lapangan FKIP Unmuh Jember. Sistem bimbingan ini bertujuan untuk memastikan pelaksanaan magang berjalan optimal serta membantu mahasiswa meningkatkan kualitas pembelajaran.

Pelaksanaan magang kependidikan ini juga menjadi bentuk penguatan kerja sama antara FKIP Unmuh Jember dengan sekolah-sekolah mitra. Melalui sinergi ini, sekolah memperoleh dukungan dalam proses pembelajaran, sementara mahasiswa mendapatkan pengalaman nyata sebagai bekal memasuki dunia kerja di bidang pendidikan.

Melalui program magang kependidikan ini, FKIP Unmuh Jember berharap dapat mencetak calon pendidik yang kompeten, profesional, dan berkarakter. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas lulusan serta kontribusi nyata Unmuh Jember dalam pengembangan dunia pendidikan di Kabupaten Jember.

  

Selasa, 30 Desember 2025

Aksi Kepedulian, Gabungan UKM Unmuh Jember Gotong Royong Pasang Bronjong Cegah Longsor di Kaliwates

Puluhan mahasiswa dan mahasiswi Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) yang tergabung dalam gabungan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) terlibat langsung dalam kegiatan Gotong Royong Pemasangan Bronjong Penahan Tanah Longsor di Jalan Imam Bonjol, Lingkungan Krajan RT 05 RW 04, Kelurahan Kaliwates, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Selasa (30/12/2025).

Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya antisipasi longsor susulan menyusul kejadian longsor yang terjadi pada 9 dan 22 November 2025. Kondisi tanah di lokasi dinilai semakin labil, bahkan tiga rumah warga di atas tebing telah mengalami retakan, sehingga diperlukan langkah mitigasi segera untuk mencegah risiko yang lebih besar.

Lurah Kaliwates, Abdul Kamil, menjelaskan bahwa pemasangan bronjong dilakukan untuk menahan pergerakan tanah pada tebing yang longsor, terutama saat debit air sungai meningkat di musim hujan.

“Bronjong ini kami bangun agar tidak terjadi longsor berikutnya. Tanah di tebing sudah labil dan ada tiga rumah di atasnya yang mulai retak. Karena keterbatasan anggaran pemerintah di akhir tahun, kegiatan ini kami lakukan secara swadaya dengan melibatkan perguruan tinggi dan elemen masyarakat,” ujarnya.

Dirinya menambahkan bahwa pemasangan bronjong dilakukan dengan memanfaatkan bantuan 100 unit bronjong kawat, dengan target pemasangan maksimal meski jumlah tersebut baru mencukupi sekitar sepertiga dari kebutuhan ideal di lokasi tersebut. Namun demikian, keberadaan bronjong dinilai sangat membantu menahan tanah saat air sungai naik hingga empat sampai lima tingkat.

Dalam kegiatan ini, Unmuh Jember turut berkontribusi melalui dukungan material dan sumber daya manusia. Wakil Rektor III Unmuh Jember, Dr. Sofyan Rofi, M.Pd.I, menyampaikan bahwa keterlibatan mahasiswa merupakan bagian dari komitmen kampus dalam pengabdian kepada masyarakat.

“Kami hadir melalui unit kegiatan mahasiswa dengan membawa empati dan simpati untuk membantu masyarakat terdampak bencana. Kontribusi kami meliputi penyediaan batu sungai sebagai material bronjong serta keterlibatan langsung mahasiswa dari berbagai UKM,” jelasnya.

Menurutnya, mayoritas mahasiswa yang terlibat merupakan pengurus UKM, sebagai bentuk pembelajaran sosial dan penguatan nilai kemanusiaan. Ia menegaskan bahwa pengabdian masyarakat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari aktivitas kemahasiswaan.

“Mahasiswa harus memahami bahwa dirinya adalah bagian dari masyarakat. Kehadiran mereka di sini bukan hanya untuk membantu saat bencana, tetapi juga sebagai bagian dari pengabdian masyarakat secara menyeluruh,” tutupnya.


Pendidikan Jasmani Unmuh Jember Gelar Workshop Perwasitan dan Edukasi LOTG Futsal 2025/20


Program Studi Pendidikan Jasmani Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) menggelar Workshop Perwasitan dan Edukasi Law of The Game (LOTG) Futsal 2025/2026 sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan kompetensi dasar perwasitan futsal mahasiswa, Sabtu (20/12/2025).

Kegiatan yang berlangsung di Lobby Gedung FKIP Unmuh Jember dan dilanjutkan di Lapangan Futsal Unmuh Jember ini merupakan hasil kerja sama antara Program Studi Pendidikan Jasmani Unmuh Jember dengan MGMP PJOK SMA Kabupaten Jember. Peserta workshop merupakan mahasiswa Pendidikan Jasmani angkatan 2023.

Workshop ini bertujuan memberikan pembaruan pengetahuan terkait peraturan futsal terbaru sesuai LOTG 2025/2026, sekaligus membekali mahasiswa dengan kompetensi perwasitan sebagai bagian dari kesiapan praktik kependidikan, pengembangan keprofesian guru PJOK, serta persiapan penyelenggaraan kompetisi futsal di lingkungan kampus dan sekolah.

Kegiatan menghadirkan dua pemateri, yakni Andika Fence, H.A., S.Or., S.Pd., Gr, Guru PJOK SMAN 3 Jember sekaligus Sekretaris MGMP PJOK Kabupaten Jember, serta Heri Cahya, S.Pd, Guru PJOK SMAN 1 Balung dan anggota MGMP PJOK Kabupaten Jember.

Rangkaian kegiatan diawali dengan doa bersama di dalam kelas, dilanjutkan pembukaan yang dipandu oleh moderator. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan Kaprodi Pendidikan Jasmani Unmuh Jember, Ahmad Sulaiman, M.Pd. Sesi inti berupa pemaparan materi LOTG Futsal 2025/2026 yang disampaikan oleh para pemateri, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang berlangsung secara interaktif.

Setelah sesi teori, kegiatan dilanjutkan dengan praktik perwasitan futsal di Lapangan Futsal Unmuh Jember. Pada sesi ini, mahasiswa secara langsung mempraktikkan peran wasit sesuai dengan aturan dan situasi pertandingan, sehingga pemahaman tidak hanya bersifat konseptual, tetapi juga aplikatif.

Workshop ditutup dengan sesi penutup, doa bersama, serta dokumentasi bersama pemateri dan peserta. Melalui kegiatan ini, Program Studi Pendidikan Jasmani Unmuh Jember berharap mahasiswa memiliki pemahaman yang komprehensif terhadap regulasi futsal terbaru serta siap berkontribusi dalam pengembangan olahraga futsal di lingkungan pendidikan dan masyarakat.

Dari Kampus ke Dunia Usaha, Pendidikan Biologi Unmuh Jember Bangun Mindset Entrepreneur Muda

Dunia pendidikan tinggi kini dituntut tidak hanya melahirkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga mandiri, kreatif, dan adaptif menghadapi tantangan zaman. Menjawab kebutuhan tersebut, Program Studi Pendidikan Biologi Unmuh Jember menggelar seminar bertajuk “Membangun Mindset Entrepreneurship di Era 5.0”, Selasa (22/12/2025), bertempat di Lobby FKIP Gedung Pascasarjana.

Kegiatan ini merupakan bagian dari penguatan pembelajaran melalui mata kuliah Bioedupreneur dan Review Produk Mahasiswa, sekaligus menjadi upaya strategis dalam menanamkan jiwa kewirausahaan sejak bangku kuliah. Seminar dibuka secara resmi oleh Dekan FKIP Unmuh Jember, Dr. Fitri Amalia, S.S., M.Pd., dan diikuti oleh 73 mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi.

Seminar menghadirkan Yusuf Yudistira, S.Pd., M.Pd. sebagai narasumber utama. Ia dikenal sebagai sosok berprestasi di bidang kewirausahaan dengan pengalaman berusaha yang telah dirintis sejak masa SMA. Pengalaman tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun dan mengembangkan usaha secara berkelanjutan.

Dalam pemaparannya, Yusuf Yudistira menekankan bahwa kewirausahaan tidak cukup hanya mengandalkan ide kreatif, tetapi harus berangkat dari pemahaman terhadap kebutuhan dan permasalahan nyata di masyarakat.
“Produk yang baik bukan hanya inovatif, tetapi juga memiliki target pasar yang jelas serta mampu dikembangkan dan dipasarkan secara berkelanjutan,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan tiga jenis pasar dalam dunia usaha, yakni bleeding market, sleeping market, dan potential market. Menurutnya, peluang usaha terbesar berada pada segmen potential market, sehingga mahasiswa perlu melakukan riset pasar sebelum mengembangkan produk.

Selama kegiatan berlangsung, antusiasme mahasiswa terlihat tinggi. Mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi Unmuh Jember mengikuti seminar dengan tertib dan penuh perhatian. Suasana diskusi berlangsung kondusif dan interaktif, mencerminkan keterbukaan mahasiswa terhadap wawasan kewirausahaan yang relevan dengan tantangan dunia kerja saat ini.

Melalui seminar ini, mahasiswa didorong untuk menanamkan pola pikir mandiri serta mulai memandang peluang usaha dari potensi diri dan lingkungan sekitar sejak masih menempuh pendidikan di perguruan tinggi.

Menutup materinya, Yusuf Yudistira menegaskan bahwa kewirausahaan dapat berjalan berdampingan dengan profesi apa pun, termasuk di bidang pendidikan.
“Lulusan pendidikan tidak hanya dituntut menjadi pengajar, tetapi juga mampu menciptakan solusi dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat. Guru yang baik mampu mengubah kurikulum, sedangkan entrepreneur sejati mampu mengubah nasib bangsa. Kita bisa menjadi keduanya,” pungkasnya.

BEM FISIP Unmuh Jember Gelar Diskusi Publik, Soroti Krisis Ekologis Sumatera

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember menggelar diskusi publik terbuka bertema “Krisis Ekologis Sumatera: Banjir dan Longsor Akibat Deforestasi dan Tata Kelola Kehutanan yang Lemah”. Kegiatan ini berlangsung di Lobby Gedung Akademi Pariwisata Unmuh Jember pada Senin (22/12/2025), sebagai wujud kepedulian mahasiswa terhadap isu lingkungan dan kebencanaan nasional.

Diskusi publik yang diselenggarakan oleh Departemen Sosial dan Politik BEM FISIP Kabinet PRISMA Unmuh Jember ini bertujuan membuka ruang dialog kritis untuk mengkaji penyebab, dampak, serta langkah mitigasi atas bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera. Kegiatan tersebut mendapat antusiasme tinggi dari peserta yang berasal dari mahasiswa lintas program studi serta masyarakat umum.

Acara ini menghadirkan tiga narasumber, yakni Khairul Fahri Arrijal, Sekretaris Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kabupaten Jember; Ahmad Sugianto dari Majelis Lingkungan Hidup (MLH) Kabupaten Jember; serta Ir. Senki Desta Galuh, ST., MT., IPM, Dosen Teknik Sipil dan Teknik Lingkungan Universitas Muhammadiyah Jember.

Dalam pemaparannya, Khairul Fahri Arrijal menyoroti kejanggalan peristiwa banjir dan longsor di Sumatera, khususnya ditemukannya kayu gelondongan berukuran besar yang hanyut hingga ke permukiman warga. Menurutnya, fenomena tersebut mengindikasikan lemahnya pengawasan terhadap aktivitas penebangan hutan.

“Hal ini menunjukkan bahwa pengelolaan dan pengawasan kehutanan masih sangat lemah,” ujarnya. Ia juga menjelaskan peran MDMC sebagai lembaga pendukung dalam penanggulangan bencana, sekaligus mendorong pemerintah mempertimbangkan penetapan status bencana nasional sesuai Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007.

Sementara itu, Ahmad Sugianto menegaskan bahwa banjir dan longsor yang terjadi di Sumatera tidak dapat dikategorikan sebagai bencana alam murni.

“Kerusakan lingkungan akibat penebangan liar telah menghilangkan fungsi kawasan resapan air dan secara langsung meningkatkan risiko bencana,” tegasnya. Ia mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan serta mendorong penegakan hukum yang tegas dan evaluasi kebijakan kehutanan.

Dari perspektif akademik dan teknis, Ir. Senki Desta Galuh menekankan pentingnya penerapan prinsip zero impact dalam setiap aktivitas manusia terhadap lingkungan.

“Penebangan tanpa perencanaan yang jelas tidak hanya menimbulkan pemborosan sumber daya, tetapi juga memperbesar potensi bencana,” jelasnya. Ia menilai penanganan krisis ekologis membutuhkan keseriusan pemerintah serta peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam pengelolaan lingkungan.

Menutup diskusi, para narasumber menegaskan pentingnya aksi nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan. Ahmad Sugianto menyampaikan bahwa kondisi lingkungan saat ini tidak sedang baik-baik saja dan membutuhkan tindakan konkret. Ir. Senki Desta Galuh mengingatkan pentingnya nilai kemanusiaan dalam setiap kebijakan terhadap alam. Sementara itu, Khairul Fahri Arrijal menegaskan bahwa sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang mampu memberikan manfaat bagi sesama.

Connect