Kamis, 15 Januari 2026

Unmuh Jember Berkolaborasi dengan PCA Sumbersari Cegah Stunting Berbasis Pemberdayaan Keluarga

 


Stunting masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia. Kondisi ini ditandai dengan terhambatnya pertumbuhan anak akibat kekurangan gizi kronis, infeksi berulang, serta pola asuh dan lingkungan yang kurang mendukung, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan. Dampak stunting tidak hanya berpengaruh pada tinggi badan anak, tetapi juga berdampak jangka panjang terhadap perkembangan kognitif, produktivitas, dan kualitas sumber daya manusia di masa depan.

Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting di Kabupaten Jember tercatat sebesar 30,4 persen, tertinggi di Jawa Timur. Tingginya angka tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari rendahnya pemahaman keluarga tentang gizi seimbang, keterbatasan kemampuan deteksi dini di tingkat komunitas, hingga belum optimalnya sinergi antar elemen masyarakat dalam pendampingan keluarga berisiko stunting. Kondisi ini menuntut pendekatan yang tidak hanya bersifat kuratif, tetapi juga preventif dan berbasis pemberdayaan keluarga.

Menjawab tantangan tersebut, Universitas Muhammadiyah Jember berkolaborasi dengan Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Sumbersari dalam upaya pencegahan stunting berbasis komunitas. Kecamatan Sumbersari sebagai wilayah perkotaan dengan dinamika sosial yang tinggi turut menghadapi persoalan stunting, terutama pada keluarga muda, ibu hamil, dan balita dengan latar belakang sosial ekonomi yang beragam. Oleh karena itu, peran organisasi perempuan dinilai strategis dalam menjangkau keluarga secara langsung dan berkelanjutan.

Ketua hibah RisetMu, Dr. Ns. Awatiful Azza, M.Kep., Sp.Kep.Mat, menyampaikan bahwa permasalahan stunting membutuhkan penyelesaian melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat agar dapat diatasi secara lebih cepat dan berkelanjutan. Hal tersebut diperkuat oleh Cipto Susilo, anggota tim RisetMu, yang menegaskan bahwa keterlibatan akademisi dan organisasi perempuan ‘Aisyiyah dapat menjadi dukungan nyata bagi pemerintah daerah dalam percepatan penurunan stunting.

Penguatan peran ‘Aisyiyah melalui sinergi antar ranting menjadi strategi penting dalam pencegahan stunting di Jember. Melalui pendekatan berbasis keluarga dan komunitas, upaya deteksi dini, edukasi gizi, serta pendampingan tumbuh kembang anak diharapkan dapat berjalan lebih efektif. Kader dan keluarga didorong untuk mampu melakukan deteksi dini secara mandiri, mulai dari pengukuran pertumbuhan, pemantauan gizi, hingga pemahaman faktor risiko stunting.

Rangkaian kegiatan kolaboratif ini telah dilaksanakan pada Minggu, 11 Januari 2026, bertempat di Padepokan Tapak Suci, Jalan Rotawu, Kabupaten Jember. Kegiatan meliputi pelatihan deteksi dini stunting, pengukuran antropometri balita, edukasi gizi seimbang berbasis pangan lokal, pendampingan keluarga berisiko stunting, serta penguatan peran kader sebagai agen edukasi kesehatan di lingkungan masing-masing.

Sebagai upaya meningkatkan pemenuhan gizi seimbang, tim pengabdian juga memberikan pelatihan pembuatan es krim ubi ungu sebagai camilan sehat alternatif untuk mencegah stunting pada balita. Kegiatan ini turut melibatkan dua mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan semester tujuh, Anis dan Anggi, sebagai bentuk integrasi peran mahasiswa dalam pengabdian kepada masyarakat.

Melalui sinergi antar ranting dan kolaborasi dengan masyarakat, ‘Aisyiyah Sumbersari optimistis dapat berkontribusi nyata dalam menurunkan angka stunting serta mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya di Kabupaten Jember. Para peserta mengapresiasi kegiatan ini karena memberikan keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan dalam kegiatan posyandu maupun kehidupan sehari-hari. Mereka berharap pelatihan serupa dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak keluarga.

Melalui kegiatan ini, ‘Aisyiyah Sumbersari bersama Universitas Muhammadiyah Jember menegaskan komitmen untuk terus membumikan peran perempuan dalam pembangunan kesehatan masyarakat, khususnya dalam upaya menekan angka stunting dan membangun generasi masa depan yang sehat dan berkualitas.

Sabtu, 10 Januari 2026

International Extension Program Unmuh Jember–BSU Filipina Bahas Pendampingan Anak Autisme di Era Global

Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) kembali memperkuat jejaring internasional melalui pelaksanaan International Extension Program yang digelar secara hybrid melalui Zoom Meeting, Jumat pagi (9/1/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian kolaborasi pengabdian masyarakat internasional antara Unmuh Jember dan Benguet State University (BSU), Filipina.

Sharing session ini menghadirkan Karen O. Laking dari Benguet State University Philippines sebagai narasumber utama. Dalam paparannya yang berjudul “Working, Living, and Loving Children in the Autism Spectrum”, Karen membagikan pengalaman akademik dan praktis dalam mendampingi anak-anak dengan spektrum autisme, baik di lingkungan pendidikan, keluarga, maupun masyarakat.

Dalam pemaparannya, Karen O. Laking menekankan bahwa pendampingan anak dengan Autism Spectrum Disorder (ASD) tidak hanya menuntut kompetensi akademik, tetapi juga empati, kesabaran, dan pemahaman mendalam terhadap karakteristik unik setiap anak. Ia menyoroti pentingnya pendekatan yang humanis dalam proses pembelajaran, dengan menempatkan anak sebagai individu yang memiliki potensi, bukan keterbatasan.

Karen juga menjelaskan bahwa proses working dengan anak autis menuntut pendidik untuk fleksibel dan kreatif dalam merancang metode belajar. Sementara itu, aspek living menekankan pentingnya menciptakan lingkungan yang aman dan suportif, baik di sekolah maupun di rumah. Adapun loving, menurutnya, menjadi fondasi utama dalam membangun hubungan emosional yang sehat antara pendidik, orang tua, dan anak.

Selain itu, Karen menggarisbawahi peran kolaborasi lintas disiplin dan lintas negara dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan bagi anak autis. Menurutnya, pertukaran pengetahuan dan praktik baik antarnegara dapat memperkaya perspektif pendidik dalam menghadapi tantangan pendidikan inklusif di era global.

International Extension Program ini menjadi ruang strategis untuk memperluas wawasan internasional sivitas akademika Unmuh Jember, sekaligus memperkuat komitmen kampus dalam mengembangkan pendidikan yang ramah terhadap anak berkebutuhan khusus. 

Kegiatan ini juga menjadi pembuka bagi rangkaian agenda lanjutan pada hari yang sama, termasuk bimbingan teknis pembuatan Digital Storybook untuk anak autis yang dilaksanakan secara luring di SLB Negeri Branjangan Jember.

Melalui kegiatan ini, Unmuh Jember menegaskan posisinya sebagai perguruan tinggi yang aktif membangun kolaborasi global serta berkontribusi nyata dalam pengembangan pendidikan inklusif dan pengabdian kepada masyarakat berbasis keilmuan.

Kolaborasi Internasional, Unmuh Jember Kembangkan Digital Storybook untuk Anak Autis

Upaya meningkatkan kualitas pembelajaran inklusif terus dilakukan oleh Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember). Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat, Unmuh Jember berkolaborasi dengan Benguet State University (BSU) Filipina menyelenggarakan Bimbingan Teknis Pembuatan Media Digital Storybook untuk Anak Autis yang dilaksanakan di SLB Negeri Branjangan Jember, Jumat (9/1/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh para guru SLB Negeri Branjangan Jember sebagai garda terdepan dalam proses pembelajaran bagi anak berkebutuhan khusus. Bimbingan teknis ini dirancang sebagai respons atas masih minimnya media pembelajaran digital yang sesuai dengan karakteristik anak autis, khususnya media yang mampu mendukung pengembangan kemampuan bahasa reseptif dan ekspresif secara optimal.

Dalam pelaksanaannya, tim pengabdian Unmuh Jember bersama mitra internasional dari BSU Filipina memberikan pelatihan intensif terkait konsep, desain, dan implementasi Digital Storybook yang ramah bagi anak autis. Media ini dirancang dengan menonjolkan visual yang menarik, alur cerita sederhana, penggunaan warna dan ilustrasi yang terstruktur, serta penyajian bahasa yang mudah dipahami oleh siswa.

Tidak hanya bersifat teoritis, kegiatan ini juga menekankan pada praktik langsung. Para guru mendapatkan pendampingan dalam proses pembuatan Digital Storybook, mulai dari perencanaan cerita, pemilihan visual, hingga pengemasan media digital yang siap digunakan di kelas. Selanjutnya, peserta diajak untuk mengimplementasikan media yang telah dibuat dalam kegiatan pembelajaran, sehingga guru dapat melihat secara langsung respons dan keterlibatan siswa.

Melalui kegiatan ini, guru diharapkan mampu mengembangkan media pembelajaran yang kontekstual dan adaptif sesuai dengan kebutuhan siswa autis. Digital Storybook dinilai efektif karena mampu menggabungkan unsur visual dan narasi secara seimbang, sehingga membantu siswa dalam memahami makna cerita, memperkaya kosakata, serta melatih kemampuan berkomunikasi secara bertahap.

Kolaborasi antara Unmuh Jember dan Benguet State University Filipina juga menjadi nilai tambah dalam kegiatan ini. Pertukaran pengalaman dan perspektif lintas negara diharapkan dapat memperkaya wawasan guru terkait praktik pendidikan inklusif, sekaligus mendorong inovasi pembelajaran berbasis teknologi di sekolah luar biasa.

Melalui bimbingan teknis ini, Unmuh Jember menegaskan komitmennya dalam mendukung pendidikan inklusif dan peningkatan kompetensi pendidik. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas pembelajaran di SLB Negeri Branjangan Jember, tetapi juga dapat direplikasi di sekolah luar biasa lainnya sebagai bagian dari upaya menciptakan pendidikan yang ramah, adaptif, dan berkeadilan bagi semua anak.


Selasa, 06 Januari 2026

Teknik Unmuh Jember Hadir di Bondowoso, Bangun Solusi Air Bersih dan Lingkungan Berkelanjutan

Program Studi Teknik Sipil dan Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat terpadu di Dusun Plampang, Desa Klekehan, Kecamatan Botolinggo, Kabupaten Bondowoso. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini (3-4/1/2026), melibatkan tiga dosen, sebelas mahasiswa, serta empat belas relawan dari berbagai organisasi, dengan partisipasi aktif seluruh masyarakat Dusun Plampang yang berjumlah 41 Kepala Keluarga (KK). Pelaksanaan pengabdian ini merupakan bagian dari program desa binaan Fakultas Teknik Unmuh Jember sesuai dengan Nota Kesepahaman (MoA).

Kegiatan pengabdian masyarakat tersebut dirancang sebagai upaya menghadirkan solusi teknis yang aplikatif dan berkelanjutan bagi warga desa, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan dasar terkait air bersih, sanitasi, dan ketahanan lingkungan. Dosen Teknik Sipil Unmuh Jember, Senki Desta Galuh, S.T., M.T., selaku narasumber, menjelaskan bahwa program ini merupakan implementasi langsung keilmuan Teknik Sipil dan Teknik Lingkungan yang dipadukan dengan pendekatan partisipatif berbasis kebutuhan masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, tim pengabdian bersama warga Dusun Plampang melaksanakan sejumlah kegiatan, mulai dari pembangunan kolam retensi pemanen air hujan sebagai upaya pengelolaan sumber daya air, pembuatan filter air minum untuk meningkatkan kualitas air konsumsi warga, hingga pembangunan bank bibit sayuran guna mendukung ketahanan pangan masyarakat. Selain itu, tim juga membangun sarana mandi, cuci, dan kakus (MCK) umum serta melakukan pemasangan biopori sebagai langkah meningkatkan daya resap tanah dan mengurangi potensi genangan air.

Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan secara gotong royong dengan melibatkan masyarakat setempat sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan di lapangan. Keterlibatan aktif warga tidak hanya mempercepat proses pembangunan, tetapi juga menjadi sarana transfer pengetahuan mengenai pengelolaan lingkungan dan pemanfaatan teknologi tepat guna. Melalui proses ini, masyarakat diharapkan mampu menjaga dan mengembangkan fasilitas yang telah dibangun secara mandiri dan berkelanjutan.

Senki Desta Galuh menegaskan bahwa pengabdian masyarakat ini tidak hanya berorientasi pada hasil fisik semata, tetapi juga pada peningkatan kesadaran dan kapasitas masyarakat dalam menghadapi persoalan lingkungan. Ia berharap Dusun Plampang dapat menjadi contoh desa binaan yang mampu menerapkan solusi teknis sederhana namun berdampak nyata bagi kehidupan warga.

Melalui kegiatan pengabdian masyarakat terpadu ini, Fakultas Teknik Unmuh Jember menegaskan komitmennya dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Sinergi antara dosen, mahasiswa, relawan, dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan manfaat jangka panjang serta memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan.

  

Selasa, 30 Desember 2025

Aksi Kepedulian, Gabungan UKM Unmuh Jember Gotong Royong Pasang Bronjong Cegah Longsor di Kaliwates

Puluhan mahasiswa dan mahasiswi Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) yang tergabung dalam gabungan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) terlibat langsung dalam kegiatan Gotong Royong Pemasangan Bronjong Penahan Tanah Longsor di Jalan Imam Bonjol, Lingkungan Krajan RT 05 RW 04, Kelurahan Kaliwates, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Selasa (30/12/2025).

Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya antisipasi longsor susulan menyusul kejadian longsor yang terjadi pada 9 dan 22 November 2025. Kondisi tanah di lokasi dinilai semakin labil, bahkan tiga rumah warga di atas tebing telah mengalami retakan, sehingga diperlukan langkah mitigasi segera untuk mencegah risiko yang lebih besar.

Lurah Kaliwates, Abdul Kamil, menjelaskan bahwa pemasangan bronjong dilakukan untuk menahan pergerakan tanah pada tebing yang longsor, terutama saat debit air sungai meningkat di musim hujan.

“Bronjong ini kami bangun agar tidak terjadi longsor berikutnya. Tanah di tebing sudah labil dan ada tiga rumah di atasnya yang mulai retak. Karena keterbatasan anggaran pemerintah di akhir tahun, kegiatan ini kami lakukan secara swadaya dengan melibatkan perguruan tinggi dan elemen masyarakat,” ujarnya.

Dirinya menambahkan bahwa pemasangan bronjong dilakukan dengan memanfaatkan bantuan 100 unit bronjong kawat, dengan target pemasangan maksimal meski jumlah tersebut baru mencukupi sekitar sepertiga dari kebutuhan ideal di lokasi tersebut. Namun demikian, keberadaan bronjong dinilai sangat membantu menahan tanah saat air sungai naik hingga empat sampai lima tingkat.

Dalam kegiatan ini, Unmuh Jember turut berkontribusi melalui dukungan material dan sumber daya manusia. Wakil Rektor III Unmuh Jember, Dr. Sofyan Rofi, M.Pd.I, menyampaikan bahwa keterlibatan mahasiswa merupakan bagian dari komitmen kampus dalam pengabdian kepada masyarakat.

“Kami hadir melalui unit kegiatan mahasiswa dengan membawa empati dan simpati untuk membantu masyarakat terdampak bencana. Kontribusi kami meliputi penyediaan batu sungai sebagai material bronjong serta keterlibatan langsung mahasiswa dari berbagai UKM,” jelasnya.

Menurutnya, mayoritas mahasiswa yang terlibat merupakan pengurus UKM, sebagai bentuk pembelajaran sosial dan penguatan nilai kemanusiaan. Ia menegaskan bahwa pengabdian masyarakat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari aktivitas kemahasiswaan.

“Mahasiswa harus memahami bahwa dirinya adalah bagian dari masyarakat. Kehadiran mereka di sini bukan hanya untuk membantu saat bencana, tetapi juga sebagai bagian dari pengabdian masyarakat secara menyeluruh,” tutupnya.


Sabtu, 20 Desember 2025

Aksi Nyata Mahasiswa Unmuh Jember dalam Mitigasi Longsor di Jantung Kota Jember

 

    Puluhan mahasiswa dan mahasiswi Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) dari berbagai program studi dan organisasi kemahasiswaan (ormawa) mengikuti kegiatan Gotong Royong Pemasangan Bronjong Penahan Tanah Longsor yang dilaksanakan pada Sabtu (20/12/2025). Kegiatan ini berlangsung di Jalan Imam Bonjol, Lingkungan Krajan RT 05 RW 04, Kelurahan Kaliwates, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember.

    Kegiatan gotong royong tersebut merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap potensi bencana tanah longsor susulan di kawasan tersebut, terutama saat musim hujan. Pemasangan bronjong dilakukan sebagai upaya mitigasi untuk memperkuat struktur tanah dan mengurangi risiko longsor yang dapat membahayakan warga sekitar.

Wakil Rektor III bersama Lurah Kaliwates

    Dalam kegiatan ini turut hadir Wakil Rektor III Unmuh Jember, Dr. Sofyan Rofi, M.Pd.I, Lurah Kaliwates Abdul Kamil, serta Ketua Destana (Desa Tanggap Bencana) Kaliwates, Hj. Indra GunawanSelain mahasiswa, kegiatan ini juga melibatkan unsur relawan dari MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Center) Jember, KOKAM (Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah).

    Wakil Rektor III Unmuh Jember, Dr. Sofyan Rofi, menyampaikan bahwa keterlibatan mahasiswa merupakan bagian dari implementasi nilai pengabdian kepada masyarakat.
“Kami berharap mahasiswa dan mahasiswi Unmuh Jember yang terlibat di sini bisa membantu dan memperkuat program gotong royong yang ada di Kelurahan Kaliwates, sekaligus belajar langsung tentang kepedulian sosial dan kebencanaan,” ujarnya.

    Ia menambahkan bahwa kegiatan semacam ini menjadi sarana pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa agar tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial terhadap persoalan di masyarakat.

    Lurah Kaliwates Abdul Kamil, menyampaikan bahwa kolaborasi antara mahasiswa, relawan, dan pemerintah setempat sangat dibutuhkan dalam upaya mitigasi bencana berbasis masyarakat. Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak dapat mempercepat penanganan dan meningkatkan kesiapsiagaan warga terhadap potensi bencana alam.

    Melalui kegiatan gotong royong pemasangan bronjong ini, Unmuh Jember menegaskan komitmennya dalam mendukung upaya mitigasi bencana berbasis masyarakat. Kegiatan tersebut diharapkan mampu memberikan perlindungan jangka panjang bagi lingkungan sekitar serta meningkatkan kesiapsiagaan warga Kelurahan Kaliwates dalam menghadapi potensi tanah longsor.

Rabu, 26 November 2025

PBSI FKIP Unmuh Jember Hidupkan Semangat Literasi Lewat Kuliah Lapangan di Kampoeng Batja

Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) kembali menghadirkan inovasi pembelajaran dengan menggelar Kuliah Lapangan di pusat literasi legendaris Kota Jember, Kampoeng Batja, Selasa (25/11/2025).

Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi Mata Kuliah Keterampilan Membaca yang sengaja dikemas di luar ruang kelas agar mahasiswa dapat merasakan langsung atmosfer literasi di masyarakat. Suasana Kampoeng Batja yang asri dan penuh nuansa edukatif menjadi ruang belajar yang ideal bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan sekaligus memperkaya wawasan.

Dosen Pengampu Keterampilan Membaca, Dr. Dzarna, M.Pd., menegaskan bahwa pembelajaran langsung di lapangan memberi pengalaman yang tidak bisa digantikan oleh teori semata.

"Kami ingin mahasiswa melihat bagaimana ekosistem literasi tumbuh di tengah masyarakat. Interaksi antara dosen, mahasiswa, dan lingkungan nyata seperti ini akan menciptakan proses belajar yang lebih hidup dan interaktif," ujarnya.

Kunjungan ini semakin bermakna karena para mahasiswa disambut langsung oleh pendiri Kampoeng Batja, Iman Suligi. Ia menceritakan perjalanan panjang tempat ini, yang berawal dari perpustakaan komik pribadinya “Taman Baca Tintin” pada era 1980-an. Perkembangan demi perkembangan akhirnya melahirkan Kampoeng Batja yang resmi berdiri pada 7 Maret 2009, kini dikenal sebagai ikon literasi di Jember.

Mahasiswa tampak antusias menelusuri setiap sudut lokasi. Selain ribuan koleksi buku, mereka juga disuguhi pemandangan deretan barang antik bernilai sejarah yang menambah nuansa vintage dan kenyamanan membaca.

Dinda Latifatul Muhtar, salah satu mahasiswa PBSI, mengaku mendapat pengalaman belajar yang sangat berbeda.

"Rasanya menyenangkan sekali belajar di sini. Suasananya santai, tapi ilmunya dapat. Kami bisa melihat langsung tantangan dalam membangun budaya baca dan berdiskusi dengan Pak Iman Suligi mengenai karya serta sejarah Kampoeng Batja," ungkapnya.

Rabu, 22 Oktober 2025

Summer Camp Cocoa 2025 Resmi Dimulai, Peserta Kunjungi Panti Asuhan LKSAM Assofyan

Rangkaian kegiatan Summer Camp Cocoa 2025 resmi dimulai dengan agenda perdana yang sarat makna, yakni kunjungan sosial ke Panti Asuhan Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak Muhammadiyah (LKSAM) Assofyan yang terletak di Desa Watukebo, Kecamatan Ambulu. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu (22/10) dan diikuti oleh mahasiswa dari empat universitas berbeda yang tergabung dalam program Summer Camp tahun.

Kunjungan ini menjadi salah satu agenda unggulan yang bertujuan tidak hanya untuk mempererat hubungan sosial antara mahasiswa dan masyarakat, tetapi juga untuk menanamkan nilai-nilai edukatif dan motivasional kepada anak-anak di panti asuhan. Dengan semangat kolaboratif, para mahasiswa menginisiasi berbagai kegiatan interaktif yang dirancang untuk membangkitkan semangat belajar dan optimisme anak-anak dalam menggapai cita-cita mereka.

Salah satu bentuk kegiatan yang dilakukan adalah diskusi kelompok. Anak-anak panti dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil dan masing-masing kelompok didampingi oleh mahasiswa peserta Summer Camp. Dalam suasana yang hangat dan penuh semangat, para mahasiswa membimbing anak-anak untuk mengungkapkan impian mereka dan berdiskusi tentang langkah-langkah yang bisa mereka tempuh untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Metode pembelajaran yang digunakan pun cukup menarik. Anak-anak diberikan lembar pernyataan yang harus diisi, yang berisi tentang cara berpikir strategis untuk mencapai mimpi mereka. Mulai dari mengenali potensi diri, menentukan tujuan jangka pendek dan panjang, hingga menyusun rencana aksi yang realistis dan terukur.

Kegiatan ini menjadi pembuka yang inspiratif dalam rangkaian Summer Camp Cocoa 2025, yang selama penyelenggaraannya menghadirkan berbagai agenda pembelajaran, pengabdian, dan pengembangan diri. Dengan semangat sinergi antara kampus dan masyarakat, Summer Camp Cocoa 2025 diharapkan mampu menjadi wadah penguatan karakter, kolaborasi, dan kepedulian sosial bagi para pesertanya.

COCOA 2025: Dosen Fakultas Hukum Unmuh Jember Edukasi Siswa MI Muhammadiyah 1 Watukebo tentang Kekerasan di Dunia Pendidikan

Masih banyak anak-anak yang belum memahami secara menyeluruh bentuk kekerasan yang terjadi di dunia pendidikan. Hal tersebut mendorong Dr. Fina Rosalina, S.H., M.H., dosen Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Jember, untuk memberikan edukasi langsung kepada 15 siswa MI Muhammadiyah 1 Watukebo dan 5 mahasiswa asing dari Universiti Malaya (Malaysia) dalam rangkaian kegiatan Summer Camp 2025: COCOA (Colleagues Collaborative Actions) pada Rabu (22/10/2025).

Dalam sesi bertajuk “Kekerasan di Lingkungan Pendidikan,” Dr. Fina mengawali dengan menanyakan pemahaman peserta tentang kekerasan. Mayoritas siswa hanya menyebut bullying sebagai satu-satunya bentuk kekerasan yang mereka kenal. Dari situlah, Dr. Fina kemudian memperluas perspektif mereka bahwa kekerasan di dunia pendidikan bisa muncul dalam berbagai bentuk, mulai dari kekerasan verbal, fisik, emosional, hingga kekerasan seksual. Ia menegaskan pentingnya memahami isu ini sejak dini agar peserta didik mampu melindungi diri dan tidak menjadi korban.

“Sebagai akademisi, saya berharap anak-anak dapat memahami bentuk kekerasan sejak dini, sehingga mereka mampu menjaga diri dan tidak menjadi korban, terutama dalam konteks kekerasan seksual di dunia pendidikan,” ungkapnya.

Dalam pemaparannya, Dr. Fina memaparkan data dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) serta Komnas Perempuan tahun 2022 yang menunjukkan bahwa hampir 46,76 persen pelaku kekerasan di lingkungan pendidikan adalah guru atau tenaga pendidik. Angka tersebut, menurutnya, menandakan masih kuatnya relasi kuasa antara pendidik dan peserta didik yang sering kali disalahgunakan. Ia menjelaskan bahwa perbedaan mendasar antara tindakan disiplin edukatif dan kekerasan berbasis relasi kuasa terletak pada niat, konteks, dan dampaknya.

Pemukulan atau teguran dalam konteks mendidik dilakukan dengan kendali diri dan niat untuk menanamkan disiplin, sedangkan kekerasan terjadi ketika guru menggunakan otoritasnya untuk menghukum, mempermalukan, atau melampiaskan emosi. Dalam konteks hukum, tidak ada bentuk kekerasan fisik maupun verbal yang dapat dibenarkan atas nama pendidikan, karena semua tindakan tersebut masuk dalam kategori pelanggaran terhadap Undang-Undang Perlindungan Anak Nomor 35 Tahun 2014.

Lebih lanjut, Dr. Fina juga membahas karakteristik kekerasan seksual yang kerap muncul di lembaga pendidikan dan pesantren, mulai dari pelecehan verbal hingga pemaksaan perkawinan yang dibungkus dalih keagamaan atau bimbingan spiritual. Ia menjelaskan bahwa relasi kuasa yang tidak seimbang sering kali membuat korban merasa takut untuk melapor. Rasa khawatir akan kehilangan dukungan, takut mendapat stigma sosial, hingga tidak mengetahui mekanisme pelaporan menjadi hambatan besar bagi korban untuk mencari keadilan.

Melalui pendekatan edukatif yang sederhana dan dialogis, Dr. Fina mengajak para siswa untuk memahami perbedaan antara “dihukum” dan “dianiaya.” Sekolah, katanya, memang tempat belajar, bukan tempat menyakiti. Namun dalam proses pendidikan, ada kalanya siswa perlu dikoreksi atau diberi sanksi agar memahami batas perilaku yang benar. Permasalahan muncul ketika setiap bentuk ketegasan dianggap sebagai kekerasan, padahal tidak semua tindakan korektif bersifat abusif.

Pada bagian akhir kegiatan, Dr. Fina memberikan panduan praktis kepada siswa dan mahasiswa asing tentang bagaimana bersikap jika mengalami atau menyaksikan kekerasan di lingkungan pendidikan. Ia mengingatkan pentingnya segera bercerita kepada orang dewasa yang dipercaya, menggunakan jalur aman di sekolah, mendukung teman yang menjadi korban, serta melaporkan kejadian tersebut ke lembaga resmi yang berwenang. Pesan sederhana “Jangan diam, ceritakan dan laporkan” menjadi penekanan utama dalam sesi tersebut.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Jember dalam mendukung misi COCOA 2025—membangun kesadaran hukum dan keberanian moral sejak usia dini. Melalui pendekatan lintas budaya yang melibatkan mahasiswa Universiti Malaya, kegiatan ini juga memperluas ruang pembelajaran tentang perlindungan diri dan nilai-nilai kemanusiaan di ranah pendidikan.

“Harapannya, anak-anak dan mahasiswa asing yang hadir hari ini bisa membawa nilai-nilai perlindungan diri ke lingkungan masing-masing. Edukasi hukum tidak harus dimulai dari istilah rumit, tapi dari pemahaman sederhana tentang bagaimana menghargai dan melindungi sesama,” tutup Dr. Fina.

COCOA 2025: Dosen PGSD Unmuh Jember Kenalkan Tarian Sadeng kepada Mahasiswa Asing dan Siswa MI Muhammadiyah 1 Watukebo

Dalam rangkaian program Summer Camp 2025: COCOA (Colleagues Collaborative Actions) pada Rabu (22/10/2025), dosen Program Studi PGSD Universitas Muhammadiyah Jember, Sri Kantina, M.Pd, memperkenalkan Tarian Sadeng, kesenian khas Kabupaten Jember yang berasal dari Desa Grenden, Kecamatan Puger, kepada mahasiswa asing dan siswa MI Muhammadiyah 1 Watukebo, Kecamatan Ambulu.

Program COCOA 2025 mempertemukan mahasiswa dari Universitas Malaya (Malaysia) dan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) dalam kolaborasi lintas budaya, riset, dan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di berbagai wilayah Jember.

Tarian Sadeng, yang mulai diperkenalkan ke publik pada tahun 2020, mengisahkan perang antara Kerajaan Majapahit dan Kerajaan Sadeng, kerajaan kecil yang dahulu berdiri di wilayah Puger. Melalui kegiatan ini, mahasiswa asing diajak untuk mengenal nilai sejarah, simbol perjuangan, dan makna budaya yang terkandung dalam tarian tradisional tersebut.

“Kegiatan ini bertujuan untuk melatih dan menumbuhkan kembali kecintaan terhadap kesenian lokal, sekaligus menjadi wadah bagi mahasiswa asing untuk belajar dan mengenal budaya Indonesia,” ujar Sri Kantina, M.Pd, dosen PGSD Unmuh Jember.


Sebanyak 15 siswa kelas 5 MI Muhammadiyah 1 Watukebo, 5 mahasiswa Universitas Malaya, dan 1 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) turut berpartisipasi dalam kegiatan pelatihan ini. Mereka tampak antusias mengikuti setiap gerakan tarian di bawah bimbingan langsung Sri Kantina, sambil mempelajari filosofi di balik kisah Tarian Sadeng.

Selain menjadi sarana belajar seni, kegiatan ini juga menjadi wadah akulturasi budaya antara mahasiswa asing dan masyarakat lokal. Mahasiswa Universitas Malaya berkesempatan memahami budaya Indonesia secara langsung, sementara siswa MI mendapatkan pengalaman berinteraksi dan belajar bersama peserta internasional.

“Harapannya, kegiatan ini menjadi bentuk akulturasi budaya. Teman-teman dari MI hingga mahasiswa Universitas Malaya dapat mengenal budaya Indonesia yang baru dikembangkan, dan membawanya sebagai pengalaman berharga lintas negara,” tambah Sri Kantina.

Melalui kegiatan ini, COCOA 2025 menegaskan komitmennya dalam membangun kolaborasi internasional berbasis budaya lokal, sejalan dengan semangat Universitas Muhammadiyah Jember dalam memperluas jejaring global tanpa meninggalkan akar budaya daerah.


Senin, 20 Oktober 2025

Lansia Desa Karangpring Antusias Ikuti Edukasi dan Senam Hipertensi Bersama Mahasiswa Profesi Ners Fikes Unmuh Jember

Mahasiswa profesi Ners Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) melaksanakan kegiatan edukasi dan senam hipertensi bagi warga lanjut usia di Desa Karangpring, Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember  pada Selasa (14/10/2025). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pencegahan dan pengendalian hipertensi melalui edukasi dan penerapan gaya hidup sehat.

Berdasarkan data Puskesmas Sukorambi dalam tiga bulan terakhir, tercatat sebanyak 177 warga mengalami hipertensi. Sementara hasil pengkajian mahasiswa terhadap 256 kepala keluarga (KK) serta wawancara dengan kader kesehatan menunjukkan bahwa hipertensi menjadi masalah kesehatan terbanyak di Desa Karangpring, dengan total 63 warga yang teridentifikasi menderita tekanan darah tinggi.

Menanggapi kondisi tersebut, mahasiswa profesi Ners Fikes Unmuh Jember menghadirkan kegiatan edukatif yang berfokus pada peningkatan pengetahuan masyarakat. Acara diawali dengan penyuluhan interaktif mengenai pengertian hipertensi, faktor risiko, cara pencegahan, serta pentingnya pemeriksaan tekanan darah secara rutin. Warga terlihat sangat antusias, ditandai dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan selama sesi berlangsung.

Salah satu peserta lansia menyampaikan kesannya setelah mengikuti kegiatan ini.

“Saya jadi lebih paham tentang hipertensi, dan gerakan senam tadi bisa saya lakukan setiap hari,” ujarnya dengan penuh semangat.

Usai sesi edukasi, kegiatan dilanjutkan dengan senam hipertensi yang dipandu langsung oleh mahasiswa. Gerakan senam yang sederhana dan mudah diikuti ini dirancang agar dapat dilakukan secara mandiri di rumah untuk membantu menjaga kebugaran dan menstabilkan tekanan darah. Suasana berlangsung hangat dan penuh kebersamaan.

Pihak pemerintah desa turut memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan ini.

“Kami sangat mendukung inisiatif mahasiswa dalam mengedukasi warga tentang pentingnya menjaga kesehatan. Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat, terutama bagi para lansia,” ujar salah satu perangkat desa yang hadir dalam acara tersebut.

Melalui sinergi antara edukasi dan praktik langsung, mahasiswa profesi Ners Fikes Unmuh Jember berharap kegiatan ini dapat mendorong masyarakat Desa Karangpring, khususnya para lansia, untuk lebih proaktif dalam menjaga kesehatan melalui pola hidup sehat, olahraga teratur, serta pemeriksaan tekanan darah secara berkala.

Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud nyata komitmen Unmuh Jember dalam melaksanakan bidang pengabdian kepada masyarakat, guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan mendukung terwujudnya kehidupan yang lebih sehat dan sejahtera.

 

Rabu, 08 Oktober 2025

Mahasiswa Unmuh Jember Ajak Anak MI Al-Hamidi Jadi Cerdas Finansial Sejak Dini


Guna meningkatkan literasi keuangan sejak dini dan menekan perilaku konsumtif siswa, sebuah tim dari Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember berhasil melaksanakan Program Kreativitas Mahasiswa-Pengabdian Masyarakat (PKM-PM) yakni Smart Money Kids & Savings Project. Program pengabdian ini didanai melalui Hibah Internal Unmuh Jember.

Kegiatan yang berlokasi di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al-Hamidi, Desa Cangkring, Kecamatan Jenggawah, Kabupaten Jember ini, berlangsung selama kurang lebih lima bulan, yaitu sejak Mei hingga September 2025. Sasaran utama program ini adalah siswa kelas 3 MI Al-Hamidi yang tengah berada di usia efektif untuk menanamkan kebiasaan positif seperti mengelola uang dan menabung.

Berangkat dari permasalahan utama yang dihadapi MI Al-Hamidi yaitu kurangnya pemahaman siswa dalam pengelolaan keuangan pribadi, kurangnya kesadaran menabung, serta perilaku konsumtif oleh siswa itu sendiri. Kepala Sekolah MI Al-Hamidi, Bapak Ahmad Mufti, S.P., menyambut baik inisiatif ini sebagai solusi nyata dalam pengelolaan uang pribadi siswa.

Tim PKM-PM dari program studi S1 Akuntansi ini dipimpin oleh Adinda Eka Kimiel Aprilia selaku ketua tim, dan dibantu oleh rekan anggotanya yaitu Muhammad Zakki, Maria Ulfah, dan Muhammad Alfian Faruqi, serta didampingi oleh dosen pendamping Ibu Ari Sita Nastiti, S.E., M. Akun., yang menawarkan dua program utama untuk mengatasi masalah ini. 

Program pertama bernama Smart Money Kids dimana isi dari program ini yaitu pemberian materi literasi keuangan yang disusun secara edukatif, interaktif, dan menyenangkan. Program ini mengajarkan siswa cara mengelola uang dengan bijak, termasuk membedakan antara kebutuhan dan keinginan.

Program yang kedua bernama Savings Project isi dari program ini adalah untuk menumbuhkan sikap gemar menabung dengan memberikan celengan dan buku mini "Dompet Pintarku". Melalui buku ini, siswa diajak mencatat pemasukan, pengeluaran, dan jumlah uang yang ditabung secara mandiri.

Hasil monitoring dan evaluasi menunjukkan dampak positif yang signifikan. Terdapat peningkatan pemahaman siswa mengenai literasi keuangan, yang tercermin dari kenaikan rata-rata nilai post-test sebesar 5,41% dibandingkan pre-test. Selain itu, lebih dari 80% siswa menunjukkan konsistensi dalam menabung dan mencatatnya dalam buku "Dompet Pintarku" selama proyek berlangsung, yang membuktikan keberhasilan program dalam membentuk kebiasaan positif.

Peningkatan pemahaman ini mencakup kemampuan mempraktikkan keterampilan yaitu membedakan kebutuhan dan keinginan dalam kehidupan sehari-hari.

Diharapkan program ini dapat berlanjut melalui integrasi Smart Money Kids & Saving Project ke dalam kegiatan rutin sekolah, baik sebagai bahan ajar tambahan, kegiatan tematik, maupun melalui peran aktif guru dan dukungan orang tua. Program ini dinilai tidak hanya bermanfaat bagi MI Al-Hamidi, tetapi juga mendukung penguatan literasi keuangan di masyarakat.

 

Rabu, 24 September 2025

Fakultas Teknik Unmuh Jember Serahkan Pintu Air Irigasi untuk Petani Puger

 

Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) menyerahkan pintu air irigasi kepada para petani di empat desa wilayah Kecamatan Puger, Kabupaten Jember. Serah terima dilakukan di Kantor Kecamatan Puger pada Senin (15/9/2025).


Pintu air irigasi tersebut dipasang di 12 titik, tersebar di Desa Kasiyan Timur, Wonosari, Jambearum, dan Bagon. Proyek ini digagas oleh Taufan Abadi bersama tim. Ia menjelaskan bahwa pintu air dibuat menggunakan material beton ringan Hollow Galvalum untuk mengurangi risiko pencurian karena nilai jual material rendah.

Perwakilan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Sumber Daya Air Kabupaten Jember, Hafid, ST, menekankan pentingnya tiga prinsip dalam pengelolaan irigasi, yaitu efisiensi, efektivitas, dan umur bangunan. “Ketiga prinsip ini menjadi kunci agar irigasi dapat dikelola secara baik dan berkelanjutan,” ujarnya.


Data menunjukkan, pemasangan pintu air irigasi memberikan dampak positif bagi produktivitas pertanian. Dengan luas baku sawah sekitar 200 hektar, produktivitas padi meningkat sebesar 5 persen per tahun atau setara 150 ton. Peningkatan ini berdampak pada tambahan pendapatan petani hingga Rp1,3 miliar per tahun.


Serah terima pintu air irigasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus menjadi solusi atas persoalan irigasi yang dihadapi masyarakat di Kecamatan Puger.

Minggu, 21 September 2025

Limbah Kayu Jember Disulap Jadi Produk Bernilai Ekspor Lewat Program PKM

Limbah kayu yang selama ini hanya dianggap sisa tak bernilai di Kabupaten Jember kini berhasil disulap menjadi produk rumah tangga bernilai ekonomis tinggi. Transformasi ini lahir dari Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang didanai Kemendiktisaintek, dengan dukungan tim dosen dari 3 program studi yaitu Retno Murwanti dari prodi Agribisnis, Asroful Abidin dari prodi Teknik Mesin, Diyah Probowulan dari prodi Akuntansi, dan mahasiswa dari Program Studi Agribisnis, mahasiswa serta laboran dari Teknik Mesin, dan Tendik dari Manajemen Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember.

PKM yang bertema Revitalisasi Industri Agrokreatif Limbah Kayu di Jember ini menyasar kelompok pengrajin lokal yang semula dikenal dengan nama Muterin Dapur. Melalui proses pendampingan, mitra kini melakukan rebranding menjadi Gudang Vintage, sebuah identitas baru yang lebih profesional dan sesuai dengan karakter produk vintage berbasis eco-friendly.

Dalam pelaksanaannya, program ini berfokus pada dua aspek utama, yaitu penerapan teknologi tepat guna dan penguatan pemasaran digital. Mitra diperkenalkan pada mesin CNC Router skala kecil serta peralatan pendukung produksi yang memungkinkan hasil kerajinan lebih presisi, variatif, dan berkualitas. Dampaknya, kapasitas produksi meningkat sekitar 20–30% dibandingkan sebelumnya.

Selain aspek produksi, mitra juga mendapat pelatihan manajemen usaha dan keuangan untuk memperbaiki pencatatan kas, menghitung biaya pokok, hingga menyusun strategi harga. Dari sisi pemasaran, tiga kanal digital kini aktif digunakan: Instagram untuk katalog produk, Shopee sebagai marketplace utama, serta TikTok sebagai media promosi kreatif.

“Dulu penjualan hanya dari mulut ke mulut. Sekarang, dengan adanya Shopee dan promosi di TikTok, produk kami mulai dikenal lebih luas,” ujar salah satu mitra pengrajin.

Hasil awal menunjukkan peningkatan kepercayaan konsumen terhadap produk Gudang Vintage. Rebranding dan kehadiran di platform digital berhasil menghasilkan transaksi perdana, sekaligus membuka peluang pasar baru di luar Jember.

Ke depan, program ini masih menyisakan agenda lanjutan, seperti pelatihan Computer Aided Design (CAD) untuk mendukung desain produk serta pengembangan konten promosi berbasis Augmented Reality (AR). Selain itu, tim juga mendorong percepatan pendaftaran merek Gudang Vintage agar memiliki kekuatan hukum dalam persaingan pasar.

Dengan inovasi teknologi dan pemasaran digital, PKM ini diharapkan mampu membawa mitra naik kelas, dari sekadar pengrajin lokal menjadi UMKM kreatif yang berdaya saing hingga level ekspor, sekaligus memberi inspirasi pemanfaatan limbah menjadi karya yang bernilai tinggi.

Kamis, 18 September 2025

KWT Nawasena dapat Pelatihan Digital dan Smart-Drying Dongkrak Produksi Produk Mawar

Pemberian Alat Rose Smart-Drying

    Pemasaran berbasis digital atau digital marketing kini menjadi pilihan utama bagi banyak produsen barang maupun jasa untuk meningkatkan brand awareness dan memperluas pasar. Strategi ini dinilai lebih mudah menjangkau konsumen dari berbagai kalangan. Namun, bagi Kelompok Wanita Tani (KWT) Nawasena Desa Karangpring, konsep ini masih terbilang baru.

    Selama ini, produk olahan bunga mawar yang menjadi ikon KWT Nawasena hanya dikenal di sekitar desa dan produksinya sebatas jika ada pesanan. Padahal, potensi pengembangan usaha sangat besar, mengingat bahan baku berupa bunga mawar mudah didapat dan memiliki nilai jual tinggi jika dikelola dengan baik.

    Untuk menjawab tantangan tersebut, tim Pengabdian dari Fakultas Pertanian (FAPERTA) Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) mengadakan pelatihan digital marketing sekaligus menyerahkan bantuan alat pengering bunga mawar, pada Selasa (26/8/2025), di Desa Karangpring, Kec. Sukorambi, Kab. Jember.

 Tim Pengabdian Faperta Unmuh Jember

    Dalam pelatihan tersebut, Anisa Nurina Aulia, S.P., M.Sc., selaku pemateri, menekankan pentingnya brand awareness agar produk tidak hanya dikenal secara lokal, tetapi juga mampu menembus pasar yang lebih luas. “Selain sosialisasi brand awareness, kami membantu membuatkan e-commerce melalui platform Shopee dan Instagram. Kami juga melatih anggota KWT Nawasena membuat katalog produk serta konten promosi yang dapat menarik perhatian konsumen,” jelasnya.

    Selain materi pemasaran, tim pengabdian juga memberikan bantuan alat pengering bunga mawar atau Rose Smart-Drying. Ketua tim pengabdian, Andika Putra Setiawan, S.ST., M.T., menjelaskan bahwa alat tersebut merupakan luaran Hibah Pengabdian dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia. “Rose Smart-Drying dapat mengeringkan bunga mawar dalam jumlah besar tanpa bergantung pada sinar matahari. Ini akan memudahkan produksi dan meningkatkan kualitas olahan bunga mawar,” ujarnya.

 Dengan adanya pelatihan dan dukungan teknologi, KWT Nawasena diharapkan mampu mengembangkan usaha secara berkelanjutan. Tidak hanya meningkatkan kapasitas produksi, tetapi juga memperkuat daya saing produk di pasar yang lebih luas. Pada akhirnya, kegiatan ini diharapkan membawa manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan anggota kelompok serta masyarakat Desa Karangpring.



Selasa, 02 September 2025

Peningkatan Kapasitas Kelompok Wanita Tani Nawasena Melalui Pelatihan Pembuatan Sabun Cuci Piring Berbahan Baku Bunga Mawar

Desa Karangpring, Kecamatan Sukorambi, Jember, memiliki cara baru untuk memanfaatkan potensi lokal. Melalui kegiatan Pelatihan Penerapan Teknologi Pengolahan Bunga Mawar, para anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) “NAWASENA” belajar bagaimana menyulap bunga mawar menjadi produk bernilai ekonomi, yakni sabun cair.

Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (6/8/2025) pukul 13.00–16.30 WIB di rumah Ibu Elik, anggota KWT “NAWASENA”, diikuti oleh 20 peserta. Hadir sebagai narasumber, Danu Indra Wardhana, S.TP., M.P. dari Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jember, yang membimbing peserta mulai dari teori hingga praktik langsung.

Peserta terdiri dari anggota KWT, pelaku usaha kecil, hingga mahasiswa yang tertarik pada agroindustri dan kewirausahaan. Mereka mendapatkan materi seputar potensi bunga mawar sebagai bahan dasar sabun cair, teknik ekstraksi aroma dan zat aktif, hingga proses formulasi produk. Tidak hanya itu, sesi praktik turut digelar, meliputi persiapan bahan, pencampuran, pengendalian kualitas, hingga pengemasan produk sabun cair berbahan bunga mawar.

Ketua pelaksana kegiatan, Ibu Yuliati, menegaskan bahwa pelatihan ini menjadi langkah penting dalam membuka peluang usaha baru di bidang herbal dan kosmetik alami. “Selama ini bunga mawar lebih sering dipandang sebagai tanaman hias atau bunga tabur di pemakaman. Melalui pelatihan ini, kami ingin menunjukkan bahwa mawar juga bisa diolah menjadi produk bernilai tambah dan mendukung kemandirian ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan KWT “NAWASENA” dan masyarakat Desa Karangpring dapat mengembangkan produk berbasis bunga mawar secara berkelanjutan, sekaligus mendorong lahirnya UKM kreatif di bidang kosmetik alami yang mampu bersaing di pasar.

Rabu, 20 Agustus 2025

Mahasiswa KKN Unmuh Jember Dampingi Pendataan Tanah Wakaf di Desa Paseban

Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) melaksanakan program pendampingan tanah wakaf di empat dusun Desa Paseban, Kecamatan Kencong. Serah terima mahasiswa KKN berlangsung pada Selasa (5/8/2025) dengan pendampingan langsung oleh Ketua LPPM Unmuh Jember, Dr. Juariyah, M.Si.

Acara penyerahan mahasiswa KKN juga dihadiri Camat Kencong serta ditandai dengan penyerahan cendera mata dari LPPM kepada pihak kecamatan. Dalam sambutannya, pihak kecamatan menyambut baik kontribusi mahasiswa yang berfokus pada penguatan administrasi tanah wakaf di masyarakat.

“Fokus utama kami adalah melakukan pendataan akta tanah wakaf, mulai dari mushola, masjid, hingga rumah ibadah. Hal ini penting untuk memastikan kejelasan hak tanah yang dimiliki masyarakat Paseban,” ungkap salah satu anggota tim KKN.

Langkah awal yang dilakukan mahasiswa adalah mendata status tanah wakaf pada mushola, masjid, dan rumah ibadah, baik yang sudah maupun belum memiliki akta tanah. Data ini nantinya menjadi dasar untuk mempermudah proses pendampingan lebih lanjut.

Di tengah padatnya penduduk Desa Paseban, mushola memiliki peran penting sebagai pusat kegiatan ibadah dan keagamaan skala kecil, seperti pengajian, shalat berjamaah, hingga pembinaan anak-anak. Sebagian besar mushola tersebut berdiri di atas tanah wakaf yang diserahkan warga secara sukarela.

Program ini sejalan dengan kebijakan pemerintah daerah bersama BPN dan Kemenag yang tengah menggalakkan sertifikat gratis bagi tanah rumah ibadah semua agama. Program tersebut diharapkan mempercepat proses legalisasi, mulai dari pengukuran bidang tanah hingga pengakuan hukum atas kepemilikan.

Pengurus Wakaf PCM Cakru, Rozik, mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN Unmuh Jember. “Kami berharap program ini dapat membantu menjaga keaslian akta tanah wakaf sekaligus melindungi dari praktik mafia tanah. Dengan pendampingan mahasiswa, data tanah wakaf menjadi lebih administratif dan terverifikasi,” ujarnya.

Melalui program ini, mahasiswa KKN Tematik Unmuh Jember tidak hanya hadir sebagai pengabdi masyarakat, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam menjaga aset wakaf yang menjadi pusat kegiatan spiritual warga Desa Paseban.

Selasa, 19 Agustus 2025

Mahasiswa KKN Unmuh Jember Jadi Jembatan Informasi Sertifikat Wakaf di Desa Kencong

Upaya mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Jember di Desa Kencong kembali membuahkan dampak nyata bagi masyarakat. Dalam program pendataan aset wakaf, mereka menemukan adanya keterlambatan penerbitan sertifikat tanah wakaf yang seharusnya sudah selesai melalui program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).

Alih-alih berhenti pada temuan tersebut, tim KKN Tematik Desa Kencong langsung bergerak cepat. Mereka mendatangi Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jember untuk menelusuri penyebab keterlambatan sekaligus mencari solusi percepatan penerbitan sertifikat.

“Awalnya kami kira semua data wakaf sudah lengkap, namun saat pendataan ada satu sertifikat yang prosesnya terhambat. Maka kami memutuskan untuk langsung ke BPN menanyakan detail masalahnya,” ungkap Aan Candra Ajis, Koordinator KKN Tematik Desa Kencong.

Pihak BPN mengonfirmasi bahwa salah satu kendala disebabkan oleh adanya mutasi pegawai administrasi baru di lingkungan Kabupaten Jember. “Permasalahan tanah di Jember itu bermacam-macam, terutama tentang wakaf. Oleh karena itu BPN mendorong program percepatan sertifikasi tanah wakaf agar lebih cepat dimanfaatkan masyarakat,” jelas Gatot Marjianto, pegawai BPN, Jumat (8/8/2025).

Selain berkoordinasi dengan BPN, mahasiswa KKN juga menginformasikan situasi ini kepada pengelola wakaf. Langkah tersebut penting agar pihak terkait memahami alasan keterlambatan dan dapat melengkapi dokumen yang dibutuhkan.

“Data yang mereka bawa sangat membantu. Dengan komunikasi langsung ke BPN dan pemberitahuan ke pemilik wakaf, kami berharap sertifikat ini bisa segera terbit sehingga tanah wakaf dapat digunakan secara optimal,” tambah Aan.

Program pendataan dan pendampingan wakaf ini menjadi salah satu program kerja unggulan KKN Tematik Desa Kencong, di samping pendampingan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikasi halal bagi pelaku UMKM setempat.

Mahasiswi Unmuh Jember Kenalkan Pandhalungan di Malaysia

Lima mahasiswi Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) sukses mengharumkan nama kampus di kancah internasional lewat program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional di Malaysia. Bertempat di Sanggar Bimbingan Muhammadiyah Kampung Baru dan Sanggar Bimbingan Kepong, mereka memperkenalkan budaya Pandhalungan—identitas khas masyarakat tapal kuda Jawa Timur—kepada siswa-siswi sekolah setempat pada Selasa (6/8/2025).

Kegiatan ini dipandu oleh Dwimay Fawzy, S.I.Kom., M.Hsc., selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), serta melibatkan lima mahasiswi lintas program studi, yaitu Putri Suci Fitriani dari Prodi Ilmu Komunikasi, Dwi Vebby Ria Yuswantini dari Prodi Teknik Lingkungan, Aryanti Nafasatuz Zukhli dari Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, Mazdalifah Hanuranda dari Prodi Ekonomi Syariah, dan Tiara Aprilia Hapsari Pratikno Putri dari Prodi Teknologi Industri Pertanian. Dengan semangat kebhinekaan, mereka menghadirkan berbagai kegiatan interaktif seperti pengenalan makanan khas suwar-suwir, permainan tradisional, hingga pembelajaran bahasa Indonesia dan budaya lokal. Cara penyampaian yang kreatif membuat para pelajar di Malaysia begitu antusias mengikuti setiap sesi yang berlangsung.

Menurut Dwimay Fawzy, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pengabdian masyarakat internasional, tetapi juga ruang pembelajaran lintas budaya bagi mahasiswa. 

“Mahasiswi tidak hanya belajar berinteraksi dengan lingkungan global, tetapi juga menjadi duta budaya Indonesia yang membawa misi edukatif sekaligus mempererat hubungan baik antara Indonesia dan Malaysia,” ujarnya.

Budaya Pandhalungan sendiri merupakan perpaduan unik antara Jawa dan Madura yang tumbuh subur di wilayah tapal kuda Jawa Timur. Melalui kegiatan ini, nilai-nilai budaya tersebut berhasil disampaikan dengan cara yang menyenangkan sekaligus memperkaya wawasan lintas bangsa. Program KKN Internasional ini sekaligus menjadi bukti nyata komitmen Unmuh Jember dalam mendukung internasionalisasi kampus, serta menegaskan tekadnya mencetak lulusan yang tidak hanya berwawasan global, tetapi juga tetap berakar kuat pada nilai-nilai lokal sebagai identitas bangsa.

 

Jumat, 15 Agustus 2025

Pelatihan Penanganan Cedera untuk Komunitas Sepak Bola Usia Lanjut: Mencegah Risiko Fatal di Lapangan

Dunia olahraga, khususnya yang melibatkan kontak fisik seperti sepak bola, tidak lepas dari risiko cedera. Risiko ini semakin meningkat pada atlet atau pemain usia lanjut, yang kondisi fisiknya tidak lagi seprima saat muda. Cedera yang tidak ditangani secara tepat dan cepat bisa berdampak serius, bahkan fatal. Kasus-kasus kematian mendadak di lapangan karena henti jantung atau cedera berat bukanlah hal yang asing.


Menyadari pentingnya pengetahuan dan keterampilan dalam menangani kondisi darurat tersebut, tim dosen dari Program Studi Pendidikan Jasmani dan Keperawatan Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember mengadakan Pelatihan Pencegahan dan Penanganan Cedera bagi komunitas sepak bola usia lanjut. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 2 Agustus 2025, bertempat di ruang diskusi lantai 4 Fakultas Ilmu Kesehatan Unmuh Jember.

Pelatihan diikuti oleh 39 peserta dari empat klub sepak bola senior: Punggawa B3 FC, Asero FC, Remasok FC, dan X_Unmuh Jember. Para peserta rata-rata berusia di atas 40 tahun, bahkan ada yang telah berusia 65 tahun namun masih aktif bermain. Fakta ini menunjukkan antusiasme luar biasa dari para pemain senior, namun sekaligus menegaskan pentingnya edukasi tentang pencegahan dan penanganan cedera.


Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 12.30 WIB ini menghadirkan tiga narasumber ahli di bidangnya. Ahmad Sulaiman, M.Pd., membawakan materi mengenai pencegahan dan penanganan cedera jaringan lunak seperti keseleo atau memar, termasuk praktik metode RICE (Rest, Ice, Compression, Elevation). Dr. Ns. Cipto Susilo, S.Kep., M.Kep., melanjutkan sesi dengan membahas cedera pada jaringan keras seperti patah tulang, dan bagaimana tindakan awal yang benar sangat menentukan proses penyembuhan. Sementara itu, Ns. Mohammad Ali Hamid, S.Kep., M.Kes., menutup sesi dengan pelatihan praktis Bantuan Hidup Dasar (BHD) – keterampilan penyelamatan jiwa yang sangat krusial, terutama dalam kasus henti jantung mendadak di lapangan.

Menurut Ahmad Sulaiman, pencegahan cedera tidak hanya bergantung pada teknik bermain yang aman, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh kesiapan fisik, kualitas pemanasan, serta penggunaan perlengkapan pelindung yang sesuai. "Banyak cedera bisa dicegah jika pemain memahami faktor risikonya dan menerapkan prosedur keselamatan secara disiplin," ujarnya.

Salah satu faktor utama yang berkontribusi terhadap tingginya risiko cedera adalah usia. Memasuki usia 30 tahun ke atas, kekuatan otot dan fleksibilitas tubuh cenderung mulai menurun. Tanpa latihan yang teratur dan pemahaman tentang batas kemampuan tubuh, pemain rentan mengalami cedera. Oleh karena itu, peserta juga diingatkan untuk tidak memaksakan bermain saat kondisi tubuh sedang tidak fit atau masih dalam masa pemulihan cedera. Intensitas saat bermain pun harus disesuaikan dengan usia dan kondisi fisik masing-masing individu.


Pelatihan ini menjadi sangat relevan mengingat beberapa kasus tragis yang terjadi baik di tingkat nasional maupun lokal. Dalam lima tahun terakhir, sejumlah atlet Indonesia meninggal dunia akibat henti jantung mendadak saat berolahraga, termasuk Markis Kido saat bermain bulu tangkis, dan Bejo Sugiantoro saat bermain sepak bola. Di Jember sendiri, dua kasus serupa juga terjadi, yaitu pada Santoso Pribadi saat bermain bulu tangkis dan Taufik Hidayat saat bermain sepak bola di Stadion Notohadinegoro.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang didanai oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) tahun 2025. Tujuannya tidak hanya untuk meningkatkan pemahaman, tetapi juga keterampilan praktis yang bisa langsung diterapkan di lapangan — baik dalam mencegah, menangani cedera, maupun menyelamatkan nyawa dalam situasi kritis.

Connect