Kamis, 23 Juli 2026

Unmuh Jember Lepas 565 Mahasiswa KKN Reguler 2026, Rektor: Jadilah Mahasiswa yang Mengabdi dengan Profesional

Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember secara resmi melepas 565 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Tahun 2026 dalam apel pemberangkatan yang digelar di halaman depan Gedung A Universitas Muhammadiyah Jember, Kamis (23/7/2026). Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya pengabdian mahasiswa di berbagai wilayah sebagai implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang pengabdian kepada masyarakat.

Acara pelepasan dihadiri oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Jember Dr. Hanafi, M.Pd., jajaran pimpinan universitas, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), dosen pembimbing lapangan, serta ratusan mahasiswa peserta KKN yang akan diterjunkan ke sejumlah lokasi, termasuk Kabupaten Bondowoso.

Dalam sambutannya, Rektor Dr. Hanafi menegaskan bahwa KKN merupakan momentum bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan di bangku kuliah.

"Selama ini mahasiswa telah banyak belajar teori. Kini saatnya mengimplementasikan ilmu tersebut di tengah masyarakat. Tidak semua teori sama dengan praktik, sehingga dibutuhkan kedewasaan, kebijaksanaan, dan kemampuan mengendalikan diri dalam menghadapi berbagai kondisi di lapangan," ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa selama menjalankan KKN, mahasiswa tidak hanya hadir sebagai peserta pengabdian, tetapi juga sebagai representasi Universitas Muhammadiyah Jember di tengah masyarakat.

"Mahasiswa adalah wakil Universitas Muhammadiyah Jember. Tunjukkan sikap yang baik, profesional, dan selalu menaati aturan yang berlaku. Dari perilaku mahasiswa inilah masyarakat akan menilai kualitas Universitas Muhammadiyah Jember," tegasnya.

Menurutnya, berbagai tantangan yang akan dihadapi selama pelaksanaan KKN merupakan bagian dari proses pembelajaran yang akan membentuk karakter mahasiswa. Oleh karena itu, mahasiswa diminta mampu beradaptasi dengan lingkungan baru, menjalin komunikasi yang baik dengan masyarakat, serta melaksanakan setiap program kerja dengan penuh tanggung jawab.

"Ikuti dinamika yang ada di masyarakat dengan tenang, santai, tetapi tetap serius menjalankan program. Dalam kehidupan pasti ada tantangan dan hambatan, namun semuanya dapat diatasi dengan sikap profesional dan kedewasaan berpikir," katanya.


Rektor juga memberikan perhatian khusus terhadap aspek keselamatan selama pelaksanaan KKN. Ia mengimbau mahasiswa agar selalu berhati-hati selama perjalanan maupun ketika menjalankan aktivitas di lokasi pengabdian.

"Tolong berangkat utuh dan pulang juga utuh. Keselamatan adalah yang utama. Tetap patuhi rambu-rambu yang ada dan selalu ingat bahwa kalian membawa nama baik Universitas Muhammadiyah Jember," pesannya.

Selain itu, Dr. Hanafi mengingatkan mahasiswa agar memanfaatkan peran dosen pembimbing lapangan sebagai mitra konsultasi selama pelaksanaan KKN. Pendampingan tersebut diharapkan mampu membantu mahasiswa menyelesaikan berbagai persoalan di lapangan sekaligus memastikan seluruh program kerja berjalan sesuai rencana.


Melalui KKN Reguler Tahun 2026 yang diikuti 565 mahasiswa, Universitas Muhammadiyah Jember berharap para peserta mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat sekaligus mengembangkan kompetensi akademik, kepemimpinan, komunikasi, dan kemampuan berkolaborasi. Pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal penting dalam membentuk lulusan yang profesional, adaptif, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi.

Dengan semangat pengabdian, ratusan mahasiswa Unmuh Jember siap menjadi agen perubahan di tengah masyarakat. Kehadiran mereka diharapkan mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan di daerah pengabdian sekaligus memperkuat peran Universitas Muhammadiyah Jember sebagai perguruan tinggi yang terus berkontribusi dalam pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.

 

Selasa, 21 Juli 2026

Mahasiswa KKN Unmuh Jember Resmi Mengabdi di SMA Muhammadiyah 2 Wuluhan, Perkuat Sinergi Kampus dan Sekolah

Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember secara resmi menyerahkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Reguler Sore/RPL Gelombang II Tahun 2026 kepada SMA Muhammadiyah 2 Wuluhan, Jumat (3/7/2026). Prosesi serah terima yang berlangsung di ruang pertemuan sekolah tersebut menjadi penanda dimulainya rangkaian program pengabdian mahasiswa di lingkungan sekolah.

Kegiatan dihadiri oleh Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unmuh Jember, Dr. Juariyah, M.Si., Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr. Reni Umilasari, S.Pd., M.Si., Kepala SMA Muhammadiyah 2 Wuluhan, Alim Purnomosidi, S.Pd., beserta dewan guru dan mahasiswa peserta KKN.

Dalam sambutannya, Dr. Juariyah menjelaskan bahwa KKN Tematik merupakan implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, Universitas Muhammadiyah Jember terus mengembangkan berbagai skema KKN yang disesuaikan dengan kebutuhan mitra sehingga mahasiswa dapat memberikan kontribusi yang lebih tepat sasaran.

"KKN bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik, tetapi menjadi media bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan, membangun kepedulian sosial, serta menghadirkan solusi yang bermanfaat bagi masyarakat melalui program-program yang relevan," ujarnya.

Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan, Dr. Reni Umilasari, S.Pd., M.Si., mengingatkan mahasiswa agar menjaga nama baik almamater selama menjalankan pengabdian. Ia juga menekankan pentingnya komunikasi yang baik dengan pihak sekolah serta pelaksanaan program kerja yang mengedepankan kolaborasi dan tanggung jawab.

Di sisi lain, Kepala SMA Muhammadiyah 2 Wuluhan, Alim Purnomosidi, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Universitas Muhammadiyah Jember yang kembali memilih sekolahnya sebagai lokasi pelaksanaan KKN.

"Hari ini kami mengucapkan selamat datang kepada mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember. Hubungan antara universitas dan SMA Muhammadiyah merupakan hubungan yang erat, layaknya kakak dan adik yang saling mendukung dan saling membantu. Semoga keberadaan mahasiswa KKN dapat memberikan manfaat bagi sekolah sekaligus menjadi pengalaman berharga dalam mengabdi kepada masyarakat," tuturnya.

Ia berharap kehadiran mahasiswa KKN tidak hanya mendukung berbagai aktivitas pendidikan di sekolah, tetapi juga mampu menghadirkan inovasi yang memberikan dampak positif bagi siswa maupun tenaga pendidik.

Program KKN Tematik Reguler Sore/RPL Gelombang II Tahun 2026 di SMA Muhammadiyah 2 Wuluhan akan diisi dengan berbagai kegiatan yang berfokus pada penguatan pendidikan, pengembangan karakter, serta pemberdayaan lingkungan sekolah. Melalui kolaborasi antara mahasiswa, guru, dan warga sekolah, berbagai program tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan.

Prosesi serah terima ini sekaligus mempertegas komitmen Universitas Muhammadiyah Jember dalam memperkuat sinergi dengan sekolah-sekolah Muhammadiyah melalui kegiatan pengabdian yang berdampak nyata. Dengan semangat kolaborasi, mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang menghadirkan inovasi, memperluas wawasan, serta berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di SMA Muhammadiyah 2 Wuluhan.

 

Mahasiswa KKN Unmuh Jember Perkenalkan Olahraga Petanque di SMA Muhammadiyah 2 Wuluhan



Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Reguler Sore/RPL Gelombang II Tahun 2026 Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember menghadirkan pengalaman baru bagi warga SMA Muhammadiyah 2 Wuluhan melalui sosialisasi olahraga Petanque, Sabtu (18/7/2026). Bertempat di halaman sekolah, kegiatan yang dimulai pukul 07.30 WIB tersebut berlangsung meriah dengan melibatkan seluruh siswa, dewan guru, dan mahasiswa KKN.

Mengusung semangat edukasi sekaligus rekreasi, kegiatan ini bertujuan memperkenalkan Petanque sebagai cabang olahraga yang belum banyak dikenal di lingkungan sekolah. Selain menambah wawasan, olahraga asal Prancis tersebut juga dikenalkan sebagai sarana membangun karakter, mulai dari sportivitas, disiplin, kerja sama, hingga konsentrasi.

Mahasiswa KKN membuka kegiatan dengan memberikan pemaparan mengenai sejarah Petanque, peralatan yang digunakan, teknik dasar permainan, hingga aturan pertandingan. Agar materi lebih mudah dipahami, peserta juga diajak menyaksikan demonstrasi langsung teknik melempar bola, menentukan poin, dan strategi sederhana dalam permainan.

Antusiasme peserta semakin terasa ketika sesi praktik dimulai. Murid bersama para guru mencoba memainkan olahraga tersebut secara langsung dengan penuh semangat. Suasana halaman sekolah pun dipenuhi gelak tawa dan sorak sorai yang mencerminkan keakraban antara guru, siswa, dan mahasiswa.

Kemeriahan berlanjut melalui pertandingan persahabatan antarkelas yang juga melibatkan tim guru. Masing-masing tim berusaha menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam permainan yang mengandalkan ketepatan lemparan dan strategi tersebut.

Momen menarik terjadi ketika Kepala SMA Muhammadiyah 2 Wuluhan, Alim Purnomosidi, S.Pd., turun langsung memperkuat tim guru. Kehadirannya di lapangan menjadi penyemangat bagi peserta sekaligus menunjukkan dukungan penuh terhadap program yang diinisiasi mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember.

"Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena tidak hanya memperkenalkan cabang olahraga yang mungkin masih asing bagi murid, tetapi juga membangun kebersamaan antara guru dan murid melalui pertandingan yang berlangsung penuh sportivitas. Saya sengaja ikut bermain bersama tim guru agar bisa merasakan langsung antusiasme kegiatan ini. Mudah-mudahan olahraga Petanque dapat terus dikembangkan sebagai salah satu aktivitas positif di sekolah," ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Kelompok KKN Universitas Muhammadiyah Jember menjelaskan bahwa sosialisasi Petanque merupakan bagian dari program kerja yang dirancang untuk menghadirkan inovasi kegiatan positif di lingkungan sekolah sekaligus memperkenalkan olahraga yang memiliki potensi berkembang di Indonesia.

"Petanque mengajarkan banyak nilai positif, seperti kesabaran, ketelitian, disiplin, konsentrasi, kerja sama, dan sportivitas. Kami berharap setelah kegiatan ini para siswa memperoleh pengalaman baru sekaligus termotivasi untuk mencoba berbagai cabang olahraga yang belum banyak dikenal," jelasnya.

Sebagai bentuk apresiasi, panitia menutup kegiatan dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang pertandingan. Momen tersebut disambut meriah oleh seluruh peserta dan menjadi penutup yang semakin menghangatkan suasana kebersamaan.

Melalui program ini, mahasiswa KKN Tematik Reguler Sore/RPL Gelombang II Tahun 2026 Universitas Muhammadiyah Jember berharap olahraga Petanque semakin dikenal di kalangan pelajar. Lebih dari sekadar mengenalkan cabang olahraga baru, kegiatan ini menjadi wujud nyata pengabdian mahasiswa dalam mendorong budaya hidup sehat, mempererat hubungan antara guru dan siswa, serta menanamkan nilai-nilai sportivitas di lingkungan sekolah.

 

Rabu, 01 Juli 2026

Tebar Kepedulian untuk Lansia, BEM FISIP Unmuh Jember Gelar Program "Sharing Love" di Panti Sosial Tresna Werdha

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Jember kembali menunjukkan komitmennya dalam mengimplementasikan nilai-nilai kepedulian sosial melalui program kerja bertajuk "Sharing Love". Kegiatan pengabdian masyarakat ini akan dilaksanakan di Panti Sosial Tresna Werdha (PT PSTW) pada Sabtu, (27/6/2026), dengan menghadirkan berbagai aktivitas yang bertujuan memberikan kebahagiaan sekaligus dukungan psikososial bagi para lanjut usia (lansia).

Program ini merupakan salah satu agenda kerja BEM FISIP Kabinet PRISMA periode 2025–2026 yang dirancang sebagai wadah bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan nilai-nilai kemanusiaan, empati, dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui interaksi langsung dengan para penghuni panti, mahasiswa diharapkan mampu memahami realitas sosial sekaligus mengasah kemampuan komunikasi dan kepedulian terhadap kelompok rentan.

Kegiatan "Sharing Love" dilatarbelakangi oleh kepedulian terhadap kondisi lansia yang kerap menghadapi keterasingan sosial dan minimnya perhatian dari lingkungan sekitar. Sebagai organisasi kemahasiswaan, BEM FISIP memandang penting menghadirkan ruang interaksi yang humanis agar para lansia dapat merasakan perhatian, kebersamaan, dan penghargaan atas kontribusi mereka selama ini kepada masyarakat.

Tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, "Sharing Love" dikemas melalui berbagai aktivitas interaktif. Mahasiswa akan mengadakan sesi perkenalan, ice breaking, permainan sederhana, kegiatan kreatif bersama, hingga penyerahan bantuan kebutuhan pokok secara simbolis kepada penghuni panti. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk menciptakan suasana hangat yang mampu mempererat hubungan emosional antara mahasiswa dan para lansia.

Selain memberikan manfaat bagi penghuni panti, kegiatan ini juga menjadi media pembelajaran nonformal bagi mahasiswa. Melalui pengalaman berinteraksi secara langsung, mahasiswa diharapkan mampu menumbuhkan karakter yang berintegritas, empatik, dan memiliki tanggung jawab sosial sebagai calon intelektual yang dekat dengan persoalan masyarakat.

BEM FISIP berharap program "Sharing Love" dapat menjadi jembatan antara dunia akademik dan masyarakat. Kehadiran mahasiswa di tengah para lansia bukan hanya untuk berbagi bantuan, tetapi juga menghadirkan kebersamaan, semangat, dan perhatian yang menjadi kebutuhan penting bagi mereka.

Lebih jauh, kegiatan ini diharapkan menjadi budaya kepedulian yang terus tumbuh di lingkungan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Jember. Dengan semangat berbagi dan mengabdi, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman berharga di luar ruang kuliah, tetapi juga menjalankan perannya sebagai agen perubahan yang mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat.

 

Senin, 29 Juni 2026

Gelar Public Speaking is Fun, HIMAKOM Unmuh Jember Latih Keberanian Siswa SD Tampil di Depan Publik

Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (HIMAKOM) Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk "Public Speaking is Fun" di SDN Curahnongko 03, Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember, Kamis (11/6/2026). Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu komunikasi sekaligus menumbuhkan keberanian berbicara dan rasa percaya diri siswa sekolah dasar.

Program yang diinisiasi HIMAKOM ini berangkat dari masih terbatasnya akses edukasi mengenai komunikasi, kreativitas, dan literasi media bagi anak-anak sekolah dasar. Di tengah perkembangan teknologi dan arus informasi yang semakin pesat, kemampuan berkomunikasi dinilai menjadi bekal penting yang perlu ditanamkan sejak usia dini.

Melalui konsep pembelajaran yang menyenangkan, mahasiswa Ilmu Komunikasi menghadirkan berbagai aktivitas interaktif yang mendorong siswa berani menyampaikan pendapat, berinteraksi dengan teman, serta mengekspresikan ide di depan umum.

Ketua HIMAKOM bersama jajaran pengurus berharap kegiatan ini tidak hanya memberikan pengalaman baru bagi siswa, tetapi juga menjadi bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam meningkatkan kualitas pendidikan karakter di lingkungan sekolah dasar. Selain itu, kegiatan ini menjadi media pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan sosial, empati, serta praktik komunikasi secara langsung di tengah masyarakat.

Selama kegiatan berlangsung, siswa mengikuti berbagai permainan edukatif seperti Kotak Ekspresi, Pesan Berantai, dan Reporter Cilik. Melalui permainan tersebut, peserta diajak belajar menyampaikan pesan dengan baik, bekerja sama, serta melatih keberanian berbicara di depan teman-temannya. Rangkaian kegiatan juga diisi dengan pengenalan konsep public speaking, penyerahan hasil donasi, hingga sesi foto bersama.

Program ini memiliki sejumlah tujuan, di antaranya meningkatkan kemampuan komunikasi dasar siswa, menumbuhkan rasa percaya diri, serta membangun hubungan yang lebih erat antara mahasiswa dengan lingkungan sekolah. Sasaran kegiatan tidak hanya siswa sebagai peserta utama, tetapi juga guru sebagai mitra edukasi dan mahasiswa HIMAKOM sebagai fasilitator pembelajaran.

Kegiatan HIMAKOM Mengabdi menjadi salah satu bentuk implementasi pembelajaran di Program Studi Ilmu Komunikasi Unmuh Jember yang tidak berhenti di ruang kelas. Melalui pengabdian ini, mahasiswa diajak menghadirkan solusi edukatif bagi masyarakat sekaligus memperkuat perannya sebagai agen perubahan sosial.

Ke depan, HIMAKOM Unmuh Jember berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga semakin banyak sekolah yang memperoleh manfaat dari edukasi komunikasi, kreativitas, dan penguatan karakter sejak dini.

 

Kamis, 18 Juni 2026

Mahasiswa Elektro dan Mesin Unmuh Jember Rancang Skenario Revitalisasi Mesin di TPA Pakusari

Melanjutkan misi pemetaan krisis tata kelola sampah yang telah diinisiasi pekan sebelumnya, Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadiyah (UM) Jember kembali menerjunkan mahasiswanya dalam kunjungan gelombang kedua ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Pakusari pada hari Sabtu, 13 Juni 2026. Jika kunjungan gelombang pertama murni berfokus pada analisis infrastruktur fisik, kelancaran administrasi, dan kalkulasi beban volume harian, maka gelombang kedua ini secara khusus menitikberatkan pada evaluasi aspek rekayasa mekanikal, otomasi sistem kelistrikan, dan pemulihan fungsi fasilitas.

Kunjungan strategis kali ini membawa formasi yang berbeda, dengan melibatkan kolaborasi tajam dari mahasiswa program studi Teknik Elektro, Teknik Lingkungan, dan Teknik Mesin. Setibanya di lokasi, tim observasi langsung bergerak menembus area fasilitas pengolahan sampah dan menemukan realita teknis yang cukup memprihatinkan. Di tengah darurat volume sampah yang terus menggunung tanpa henti, sejumlah aset vital dan fasilitas mekanis di dalam TPA Pakusari justru ditemukan dalam kondisi tidak beroperasi secara maksimal, bahkan cenderung dibiarkan terbengkalai begitu saja.

Dalam inspeksi mendalam tersebut, mahasiswa secara langsung mendata berbagai macam alat berat dan mesin pengolahan yang mangkrak di lokasi. Terdapat perangkat krusial seperti mesin pemilah mekanis, mesin pencacah sampah, mesin pengepres raksasa (balling press), hingga instalasi mesin pengemasan (packaging) yang terdiam tanpa aktivitas operasional harian. Merespon temuan kritis ini, mahasiswa Teknik Mesin FT UM Jember langsung mengambil inisiatif untuk merumuskan kerangka kerja perbaikan teknis. Mereka menyusun strategi optimalisasi agar alat-alat berat serta mesin pencacah tersebut dapat direvitalisasi dan difungsikan kembali secara penuh.

Di sisi lain, mahasiswa Teknik Elektro mengambil peran yang tidak kalah penting dalam merancang ulang sistem otomasi jaringan kelistrikannya. Tidak hanya sekadar memperbaiki arus listrik, mereka juga mulai mengkaji potensi besar pemanfaatan gas metana yang terperangkap di bawah tumpukan sampah raksasa. Gas ini direncanakan untuk dikonversi menjadi sumber energi alternatif yang kelak dapat menghidupkan kembali mesin-mesin pengolahan tersebut secara mandiri. Sinergi mekanis dan elektris ini terus dikawal ketat oleh mahasiswa Teknik Lingkungan yang memastikan bahwa setiap rancangan mesin terapan tetap memenuhi standar baku mutu ekologis dan tidak menambah emisi baru.

Langkah taktis mahasiswa UM Jember ini menjadi sangat relevan karena berpacu dengan waktu transisi birokrasi. Berdasarkan informasi terkini dari otoritas lingkungan setempat, terhitung mulai tanggal 1 Juli 2026, Pemerintah Kabupaten Jember akan memberlakukan kebijakan baru yang sangat radikal. TPA Pakusari diproyeksikan hanya akan diizinkan menerima sampah dalam bentuk sampah residu saja. Hal ini menandai akhir dari era sistem penimbunan terbuka (open dumping) dan melangkah maju menuju metode Control Landfill. Melalui cetak biru revitalisasi teknologi dari kunjungan 13 Juni ini, FT UM Jember siap mengawal TPA Pakusari untuk bertransformasi menjadi fasilitas pengolahan modern terpadu.

 

Menembus Gunungan Sampah 35 Meter, Mahasiswa Lintas Disiplin FT Unmuh Jember Kaji Beban Kritis TPA Pakusari

Krisis tata kelola sampah domestik di Kabupaten Jember kini telah menjelma menjadi isu kedaruratan sosial dan ekologis yang membutuhkan penanganan luar biasa. Merespon kondisi kritis tersebut, jajaran sivitas akademika Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadiyah (UM) Jember mengambil langkah taktis proaktif melalui agenda observasi lapangan dan studi komprehensif. Gelombang pertama dari inisiatif ini resmi diterjunkan langsung ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Pakusari pada hari Sabtu, 6 Juni 2026.

Delegasi gelombang pertama ini membawa misi analisis infrastruktur dengan melibatkan kolaborasi lintas disiplin dari empat program studi sekaligus, yakni Teknik Kimia, Teknik Industri, Teknik Sipil, dan Teknik Lingkungan. Sinergi lintas keilmuan ini sengaja dibentuk untuk membedah problematika persampahan dari berbagai sudut pandang rekayasa, mulai dari tata letak operasional, stabilitas tumpukan fisik, hingga proses konversi bahan kimia yang terjadi secara alami di lokasi pembuangan raksasa tersebut.

Dalam peninjauan lapangan yang berlangsung intensif, para mahasiswa tidak hanya melakukan pengamatan visual, tetapi juga menggali data operasional harian secara mendetail. Mereka berdialog langsung dengan para petugas yang menjadi garda terdepan di TPA Pakusari. Mahasiswa berdiskusi secara mendalam dengan Bapak Moh. Jatim, selaku penanggung jawab bagian Administrasi dan Ritribusi. Dari diskusi ini, mahasiswa berhasil memetakan alur birokrasi, sistem pencatatan retribusi, serta pola kedatangan truk pengangkut sampah yang beroperasi tanpa henti dari berbagai penjuru kecamatan di Jember.

Lebih lanjut, investigasi pencarian data berlanjut di area krusial, yakni pos awal masuk TPA. Di sana, para mahasiswa berkoordinasi dengan Bapak Totok M. Soleh yang bertugas sebagai Operator Jembatan Timbang Sampah. Fakta kuantitatif yang terungkap di lapangan sangat mengejutkan; pos jembatan timbang mencatat bahwa TPA Pakusari saat ini dipaksa menampung beban volume timbulan sampah harian yang sangat ekstrem, mencapai rata-rata 600 meter kubik per harinya. Akumulasi sampah yang terus menerus masuk tanpa ada proses pengolahan yang seimbang ini telah mengakibatkan terbentuknya gunungan sampah masif dengan elevasi kritis setinggi 35 meter.

Bagi mahasiswa Teknik Sipil, data ketinggian 35 meter ini menjadi parameter vital untuk menganalisis stabilitas lereng sampah guna mencegah potensi bencana longsor. Sementara itu, mahasiswa Teknik Industri mengevaluasi efisiensi antrean logistik di jembatan timbang, dan mahasiswa Teknik Kimia serta Lingkungan meneliti potensi bahaya pencemaran air lindi (leachate) yang dihasilkan. Kunjungan terpadu pada tanggal 6 Juni ini pada akhirnya menjadi pondasi data primer yang sangat solid bagi riset mahasiswa FT UM Jember dalam merumuskan solusi penanganan infrastruktur persampahan di masa depan.

 


Rabu, 17 Juni 2026

Dari Ruang Kelas ke Masyarakat, Mahasiswa Unmuh Jember Kenalkan Nilai Kearifan Lokal di SMP Adz Dzikir

Pembelajaran di perguruan tinggi tidak berhenti di ruang kelas. Sebagai bentuk implementasi luaran mata kuliah, dosen dan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Pelestarian Tradisi Lokal sebagai Media Edukasi Penguatan Karakter Generasi Muda” di SMP Adz Dzikir, Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember, Kamis (11/6/2026).

Kegiatan ini merupakan implementasi dari Mata Kuliah Kearifan Lokal Pendalungan dan Budaya Pendalungan yang diampu oleh Dr. Dzarna, M.Pd. Bersama mahasiswa, ia mengajak para guru untuk memahami pentingnya pelestarian tradisi lokal sebagai bagian dari identitas budaya sekaligus sarana pembentukan karakter generasi muda.

Ketua tim pengabdian, Dr. Dzarna, M.Pd., menjelaskan bahwa tradisi lokal tidak hanya berfungsi sebagai warisan budaya yang perlu dijaga keberlangsungannya, tetapi juga mengandung berbagai nilai luhur yang relevan dengan kehidupan masa kini.

“Melalui tradisi lokal, generasi muda dapat belajar tentang gotong royong, tanggung jawab, kerja sama, toleransi, disiplin, hingga rasa hormat kepada sesama. Nilai-nilai inilah yang perlu terus diwariskan di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi,” ujarnya.

Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui penyampaian materi, diskusi, tanya jawab, serta refleksi bersama mengenai berbagai tradisi yang masih hidup dan berkembang di masyarakat Jember. Para peserta diajak mengenali bentuk-bentuk kearifan lokal sekaligus memahami makna yang terkandung di dalamnya sebagai modal pembentukan karakter.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Para guru aktif berbagi pengalaman mengenai tradisi yang masih dijalankan di lingkungan keluarga maupun masyarakat sekitar. Diskusi yang berlangsung menunjukkan bahwa budaya lokal masih memiliki ruang penting dalam proses pendidikan dan pembentukan karakter generasi muda.

Pihak SMP Adz Dzikir menyambut positif pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurut mereka, penguatan nilai-nilai budaya lokal sangat relevan dengan upaya sekolah dalam membangun karakter peserta didik yang berakhlak mulia, berbudaya, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosialnya.

Selain menjadi bentuk pengabdian kepada masyarakat, kegiatan ini juga menunjukkan bagaimana hasil pembelajaran di perguruan tinggi dapat diimplementasikan secara nyata untuk memberikan manfaat bagi masyarakat. Melalui sinergi antara kampus dan sekolah, nilai-nilai kearifan lokal diharapkan terus hidup dan menjadi bagian dari pendidikan karakter generasi muda.

Ke depan, tim pengabdian berharap kolaborasi serupa dapat terus dikembangkan sehingga pelestarian budaya lokal tidak hanya menjadi upaya menjaga warisan leluhur, tetapi juga menjadi media edukasi yang efektif dalam membentuk generasi yang berkarakter, kreatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

 

Selasa, 09 Juni 2026

Dari Pesisir Jember, Mahasiswa Teknik Informatika Unmuh Jember Gali Suara Nelayan tentang Korupsi dan Bahaya NAPZA


Perspektif masyarakat terhadap korupsi dan penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (NAPZA) menjadi perhatian mahasiswa Program Studi Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember). Melalui wawancara lapangan yang dilaksanakan pada 30 Mei dan 1 Juni 2026, mahasiswa menggali pandangan komunitas nelayan mengenai dua persoalan yang masih menjadi tantangan besar bangsa Indonesia tersebut.

Kegiatan ini merupakan bagian dari tugas Mata Kuliah Pendidikan Antikorupsi dan NAPZA. Sebanyak tujuh mahasiswa yang tergabung dalam Kelompok 5 turun langsung ke masyarakat pesisir untuk berdialog dan memperoleh pemahaman mengenai dampak korupsi serta bahaya penyalahgunaan narkoba dari sudut pandang masyarakat.

Salah satu narasumber dalam kegiatan tersebut adalah Firdaus, seorang nelayan yang sehari-hari menggantungkan hidup dari hasil laut. Menurutnya, korupsi merupakan tindakan mengambil sesuatu yang bukan haknya dan memanfaatkan jabatan untuk kepentingan pribadi.

“Korupsi itu merugikan banyak orang. Dana yang seharusnya digunakan untuk masyarakat bisa tidak sampai kepada yang membutuhkan,” ujarnya.

Sebagai masyarakat yang bergantung pada berbagai program bantuan dan pembangunan, Firdaus menilai praktik korupsi dapat berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat. Ia berharap setiap pihak yang diberi amanah dapat menjalankan tugasnya dengan jujur, transparan, dan bertanggung jawab.

Dalam wawancara tersebut, para nelayan juga menyoroti pentingnya menjaga nilai kejujuran dalam kehidupan sehari-hari. Menurut mereka, kepercayaan merupakan modal utama dalam membangun hubungan sosial dan kerja sama di lingkungan masyarakat.

Selain membahas korupsi, diskusi turut mengangkat isu penyalahgunaan NAPZA yang dinilai sebagai ancaman serius bagi generasi muda. Firdaus menyampaikan bahwa narkoba dapat merusak kesehatan, menghancurkan masa depan, serta menghilangkan kesempatan generasi muda untuk berkembang dan meraih cita-cita.

Menurutnya, keluarga memiliki peran penting dalam mencegah penyalahgunaan narkoba. Orang tua perlu memberikan perhatian, pengawasan, serta pendidikan karakter kepada anak-anak sejak dini agar tidak mudah terpengaruh lingkungan yang negatif.

“Anak-anak harus rajin belajar, memilih teman yang baik, dan menjauhi narkoba. Masa depan mereka masih panjang dan harus dijaga,” pesannya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh data untuk memenuhi tugas akademik, tetapi juga mendapatkan pelajaran berharga dari masyarakat. Hasil wawancara menunjukkan bahwa kesadaran terhadap pentingnya integritas, kejujuran, dan bahaya penyalahgunaan NAPZA telah tumbuh di tengah masyarakat pesisir.

Kegiatan wawancara ini dilaksanakan oleh Kelompok 5 Mata Kuliah Pendidikan Antikorupsi dan NAPZA Program Studi Teknik Informatika Unmuh Jember yang beranggotakan Putri Suci Rahmadhani, Yulian Adinda, Nafila, Nabila Senja Ramadhani, Mohammad Putra Fernanda, Chyka Mey Tree Ahmad, dan Firli Aisyah Faridatul Arifah atas arahan dosen pengampu mata kuliah yaitu, Rohimatush Shofiyah, S.Si., M.Si., dan Miftahul Huda, S.H., M.Kn..

Melalui interaksi langsung dengan masyarakat, mahasiswa diharapkan mampu memahami bahwa upaya pemberantasan korupsi dan pencegahan penyalahgunaan NAPZA bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga memerlukan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.

Minggu, 17 Mei 2026

Dua Mahasiswa Unmuh Jember Terlibat dalam Proyek Ketangguhan Bencana PMI dan JRCS Jepang

Komitmen mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) dalam bidang kemanusiaan kembali terlihat melalui keterlibatan dua mahasiswa dalam program School Community Resilience Project (SCR) yang diselenggarakan oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember bekerja sama dengan Japanese Red Cross Society (JRCS) Jepang.

Program ini diawali dengan kegiatan Pelatihan Dasar Disaster Risk Reduction (DRR) dan Enhanced Vulnerability Capacity Assessment (EVCA) yang berlangsung selama empat hari, pada 16–20 Januari 2025, di Hotel Safari Jember. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari proyek kolaborasi jangka panjang yang dirancang berjalan selama kurang lebih tiga tahun, mulai awal 2025 hingga 2027.

Pelatihan ini diikuti oleh 20 staf dan relawan PMI Kabupaten Jember, termasuk dua mahasiswa Unmuh Jember yang menjadi perwakilan dari KSR (Korps Sukarela) PMI Unit Unmuh Jember, yakni Lutfiah Indah Fardiyatin, mahasiswa Program Studi PGPAUD, dan Nur Alfiah, mahasiswa Program Studi Keperawatan.

Keterlibatan keduanya menjadi bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam mendukung penguatan ketangguhan masyarakat terhadap risiko bencana, khususnya di wilayah pesisir selatan Jember yang memiliki potensi ancaman gempa bumi dan tsunami.

Program SCR sendiri akan difokuskan di wilayah Kecamatan Puger dan Gumukmas, dua kawasan pesisir selatan Jember yang dinilai memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap bencana alam.

Saat itu, Ketua PMI Kabupaten Jember, Dr. Muhammad Thamrin, S.E., M.M., menegaskan bahwa pelatihan ini bukan hanya soal teori kebencanaan, tetapi juga membentuk karakter relawan yang tangguh dan siap terjun langsung ke masyarakat.

Menurutnya, relawan harus memiliki rasa percaya diri, komunikasi yang efektif, serta militansi dalam menjalankan tugas kemanusiaan.

Sementara itu, Weni Catur selaku Koordinator School and Community Resilience (SCR) menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang untuk membekali peserta dengan pemahaman teknis yang mendalam sebelum menjalankan pendampingan di lapangan.

Berbagai materi diberikan oleh fasilitator dari PMI Pusat, PMI Jawa Timur, PMI Kabupaten Jember, serta JRCS Jepang. Materi tersebut meliputi pengelolaan bencana, kesiapsiagaan, tanggap darurat, satuan pendidikan aman bencana, hingga kajian risiko.

Tidak hanya teori, peserta juga mengikuti simulasi lapangan, pelatihan teknik komunikasi, serta koordinasi respons kebencanaan agar mampu menjalankan tugas secara efektif saat berhadapan langsung dengan masyarakat.

Bagi Lutfiah dan Nur Alfiah, keterlibatan dalam proyek internasional ini menjadi pengalaman berharga yang tidak hanya memperluas wawasan kebencanaan, tetapi juga mengasah kemampuan kepemimpinan, komunikasi, dan pengabdian sosial sebagai mahasiswa.

Melalui program ini, Unmuh Jember menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya berperan di ruang akademik, tetapi juga hadir sebagai bagian dari solusi sosial dan kemanusiaan. Keterlibatan dalam School Community Resilience Project menjadi langkah nyata dalam membangun generasi muda yang tangguh, peduli, dan siap menghadapi tantangan kebencanaan di masa depan.

 

Selasa, 12 Mei 2026

Mahasiswa KKN Kenalkan Pemanfaatan Daun Kelor sebagai Tanaman Herbal Berkhasiat

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Jember melaksanakan kegiatan penyuluhan mengenai pemanfaatan daun kelor kepada masyarakat sebagai upaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya tanaman herbal bagi kesehatan.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang manfaat daun kelor yang selama ini mudah ditemukan di lingkungan sekitar, namun belum dimanfaatkan secara maksimal. Daun kelor atau yang dikenal masyarakat dengan sebutan maronggi merupakan tanaman tropis yang kaya akan kandungan nutrisi seperti vitamin A, vitamin B, vitamin C, zat besi, kalsium, kalium, dan magnesium.

Dalam penyuluhan tersebut, mahasiswa KKN menjelaskan bahwa daun kelor memiliki banyak manfaat kesehatan, di antaranya membantu menurunkan tekanan darah tinggi, mengontrol gula darah dan kolesterol, meningkatkan daya tahan tubuh, menjaga kesehatan jantung dan tulang, serta membantu memperlancar produksi ASI bagi ibu menyusui.

Selain itu, daun kelor juga mengandung antioksidan tinggi seperti flavonoid, polifenol, dan asam klorogenik yang berfungsi melawan radikal bebas serta membantu mencegah berbagai penyakit kronis seperti diabetes dan penyakit jantung.

Mahasiswa KKN juga memberikan penjelasan mengenai cara pengolahan daun kelor agar dapat dimanfaatkan secara maksimal, seperti diolah menjadi sayur bening, teh herbal, serbuk daun kelor, hingga jamu tradisional. Dengan pengolahan yang tepat, manfaat daun kelor dapat dirasakan lebih optimal oleh masyarakat.

Kegiatan ini mendapat respon positif dari warga karena dinilai memberikan pengetahuan baru tentang tanaman herbal yang murah, mudah didapat, dan memiliki manfaat besar bagi kesehatan keluarga. Warga juga merasa terbantu dengan adanya informasi mengenai pemanfaatan daun kelor sebagai alternatif pengobatan alami.

Namun demikian, mahasiswa juga mengingatkan agar konsumsi daun kelor tidak berlebihan karena dapat menimbulkan gangguan lambung. Khusus bagi ibu hamil, disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan tenaga kesehatan karena terdapat senyawa tertentu yang dapat memicu kontraksi.

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih bijak dalam memanfaatkan tanaman herbal yang ada di sekitar lingkungan mereka, serta menjadikan daun kelor sebagai salah satu solusi alami untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan kualitas hidup sehari-hari.

 

Senin, 11 Mei 2026

Mahasiswa KKN Unmuh Jember Ajak Warga Manfaatkan Sampah Plastik Menjadi Hiasan Kreatif

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Jember melaksanakan kegiatan sosialisasi dan pelatihan pemanfaatan sampah plastik menjadi berbagai hiasan kreatif bagi masyarakat Desa Selogudig Kulon, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mengolah sampah plastik menjadi barang yang lebih berguna serta memiliki nilai ekonomi.

Di lingkungan masyarakat, sampah plastik seperti botol bekas, kantong plastik, dan kemasan makanan sering kali menumpuk dan sulit terurai. Kondisi tersebut dapat menimbulkan pencemaran lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Melalui program ini, mahasiswa KKN mengajak warga untuk memanfaatkan sampah plastik menjadi berbagai hiasan menarik seperti bunga hias, tempat pensil, gantungan dinding, vas bunga, hingga dekorasi rumah lainnya.

Kegiatan sosialisasi dan pelatihan ini diikuti dengan antusias oleh ibu-ibu serta remaja Desa Selogudig Kulon. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN memberikan penjelasan mengenai cara memilah sampah plastik yang masih dapat digunakan, membersihkan bahan, hingga langkah-langkah membuat hiasan sederhana dari barang bekas.

Adapun alat dan bahan yang digunakan antara lain botol plastik bekas, gunting, lem, pita, cat warna, serta berbagai kemasan plastik lainnya yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar.

Melalui kegiatan ini, masyarakat memperoleh pengetahuan baru mengenai pentingnya pengelolaan sampah sekaligus keterampilan dalam membuat kerajinan tangan yang menarik dan bermanfaat. Hasil karya yang dibuat bersama memiliki nilai guna karena dapat digunakan sebagai hiasan rumah maupun dijadikan peluang usaha kecil untuk menambah penghasilan keluarga.

Program pemanfaatan sampah plastik ini mendapatkan respon positif dari masyarakat Desa Selogudig Kulon. Warga berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan agar lingkungan desa menjadi lebih bersih, sehat, dan masyarakat semakin kreatif dalam memanfaatkan barang bekas menjadi sesuatu yang bernilai.

Mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal dalam menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi kreatif berbasis daur ulang sampah.

 


Rabu, 06 Mei 2026

Dosen Unmuh Jember Dorong Transformasi Pembelajaran Digital melalui Integrasi AI di SMA Muhammadiyah 1 Lumajang

Upaya mendorong transformasi digital di dunia pendidikan terus dilakukan oleh kalangan akademisi. Tim dosen dari Universitas Muhammadiyah Jember melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Transformasi Pembelajaran Digital: Integrasi AI Code Generator dalam Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif di SMA Muhammadiyah 1 Lumajang.

Kegiatan yang dipimpin oleh Syahrul Mubaroq, M.Pd. ini dilaksanakan pada 16 Desember 2025 dan bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), khususnya AI Code Generator, untuk menciptakan media pembelajaran yang interaktif dan inovatif.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 18 guru dari berbagai mata pelajaran mengikuti pelatihan intensif yang mencakup pengenalan konsep AI, teknik penyusunan perintah (prompt), hingga praktik langsung pembuatan media berbasis HTML, CSS, dan JavaScript melalui platform Canva Code.

“Selama ini banyak guru sudah mengenal Canva, tetapi belum memanfaatkan fitur lanjutannya seperti AI Code Generator. Padahal teknologi ini bisa membantu membuat media interaktif tanpa harus menguasai coding secara mendalam,” ujar Syahrul dalam keterangannya.

Pelatihan dilaksanakan secara bertahap mulai dari analisis kebutuhan, workshop, pendampingan teknis, hingga evaluasi hasil. Para peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga menghasilkan produk nyata berupa media pembelajaran interaktif seperti kuis otomatis, simulasi pembelajaran, hingga game edukatif sederhana.

Hasilnya cukup signifikan. Sebanyak 16 guru mampu secara mandiri menghasilkan media interaktif berbasis AI, sementara dua lainnya mampu menyelesaikan produk dengan pendampingan. Secara keseluruhan, tercipta 18 produk media pembelajaran yang siap digunakan di kelas.

Tidak hanya berdampak pada keterampilan teknis, kegiatan ini juga mengubah pola pikir guru terhadap teknologi. AI yang sebelumnya dianggap rumit kini dipandang sebagai “asisten pedagogis” yang membantu mempercepat proses pembuatan materi ajar.

“Kami jadi lebih percaya diri. Ternyata membuat media interaktif tidak sesulit yang dibayangkan jika memanfaatkan AI,” ungkap salah satu guru peserta.

Selain itu, program ini juga mendorong terbentuknya budaya kolaboratif antar guru serta lahirnya repositori digital sekolah yang berisi kumpulan media pembelajaran interaktif. Repositori ini diharapkan menjadi fondasi pengembangan pembelajaran berbasis teknologi secara berkelanjutan.

Kepala sekolah SMA Muhammadiyah 1 Lumajang menyambut baik kegiatan ini dan berharap pelatihan serupa dapat terus berlanjut dengan materi yang lebih mendalam.

Program ini sejalan dengan upaya pengembangan pendidikan di era Society 5.0, di mana integrasi teknologi seperti AI menjadi kunci dalam menciptakan pembelajaran yang adaptif, interaktif, dan berpusat pada siswa.

Melalui kegiatan ini, Universitas Muhammadiyah Jember menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di daerah melalui inovasi berbasis teknologi.

Gerakan Menanam Seribu Pohon di TK DWP 3 Banyuputih: Wujud Nyata Peduli Lingkungan

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Jember melaksanakan kegiatan Gerakan Menanam Seribu Pohon sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan di TK DWP 3 Banyuputih, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, pada Minggu (4/5/2026).

Kegiatan ini melibatkan perangkat desa, karang taruna, guru, serta masyarakat setempat yang turut berpartisipasi aktif dalam proses penanaman pohon di berbagai titik strategis lingkungan desa.

Program penanaman seribu pohon ini dilatarbelakangi oleh kondisi lingkungan yang mulai mengalami penurunan kualitas, seperti berkurangnya ruang hijau, meningkatnya suhu udara, serta potensi terjadinya bencana alam seperti banjir dan longsor. Oleh karena itu, mahasiswa KKN bersama masyarakat berinisiatif melakukan aksi nyata penghijauan sebagai langkah preventif dan berkelanjutan.

Jenis pohon yang ditanam antara lain pohon sengon, mahoni, dan trembesi yang dikenal memiliki manfaat ekologis tinggi, seperti menyerap karbon dioksida, menghasilkan oksigen, menjaga kesuburan tanah, serta memperbaiki struktur lingkungan sekitar.

Penanaman dilakukan di beberapa lokasi penting seperti pinggir jalan desa, lahan kosong, serta area sekitar aliran sungai yang membutuhkan penghijauan agar lebih aman dari ancaman erosi dan longsor.

Kegiatan diawali dengan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya penghijauan serta cara merawat tanaman agar dapat tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat jangka panjang. Setelah itu, mahasiswa KKN memandu warga untuk melakukan praktik langsung penanaman pohon.

Warga terlihat sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut. Mulai dari proses penggalian tanah, penanaman bibit, hingga penyiraman awal dilakukan secara gotong royong dengan penuh semangat kebersamaan.

Salah satu perangkat desa menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa KKN yang dinilai sangat bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.

“Kami sangat berterima kasih kepada mahasiswa KKN yang telah menginisiasi kegiatan ini. Semoga pohon-pohon yang ditanam dapat tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat besar bagi generasi mendatang,” ujarnya.

Program penghijauan ini juga sejalan dengan berbagai hasil penelitian yang menunjukkan pentingnya penanaman pohon bagi keberlanjutan lingkungan. Berdasarkan kajian dari Food and Agriculture Organization (FAO), penanaman pohon mampu mengurangi emisi karbon dan membantu mitigasi perubahan iklim.

Selain itu, penelitian oleh Nowak dkk. dalam jurnal Environmental Pollution menyebutkan bahwa pohon di lingkungan perkotaan maupun pedesaan mampu menyerap polutan udara dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

Sementara itu, penelitian Chazdon dalam jurnal Science menjelaskan bahwa reforestasi atau penanaman kembali pohon dapat mempercepat pemulihan ekosistem yang rusak dan menjaga keseimbangan lingkungan dalam jangka panjang.

Hal tersebut membuktikan bahwa kegiatan sederhana seperti menanam pohon memiliki dampak besar bagi keberlanjutan alam dan kualitas hidup masyarakat.

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat terus menjaga dan merawat pohon yang telah ditanam serta menumbuhkan kesadaran kolektif tentang pentingnya pelestarian lingkungan.

Mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember berharap program ini menjadi langkah awal dalam menciptakan desa yang lebih hijau, sehat, sejuk, dan berkelanjutan untuk masa depan yang lebih baik.

 

Mahasiswa KKN Unmuh Jember Gelar Pelatihan Pembuatan Kerupuk Udang Bersama Warga Desa Kwanyar Barat

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Jember melaksanakan kegiatan pelatihan pembuatan kerupuk udang bersama masyarakat Desa Kwanyar Barat sebagai upaya meningkatkan keterampilan warga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa.

Kegiatan ini melibatkan ibu-ibu setempat yang antusias mengikuti setiap tahapan pembuatan kerupuk udang sebagai salah satu olahan hasil laut yang memiliki nilai jual tinggi dan berpotensi menjadi produk unggulan desa.

Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pemanfaatan hasil laut, khususnya udang, agar tidak hanya dijual dalam bentuk mentah, tetapi juga dapat diolah menjadi produk bernilai tambah yang mampu meningkatkan pendapatan keluarga.

Proses pembuatan dimulai dari tahap pembersihan udang segar yang kemudian dihaluskan. Setelah itu, udang dicampurkan dengan tepung tapioka, bawang putih, garam, serta beberapa bumbu tambahan lainnya hingga membentuk adonan yang merata.

Adonan yang telah siap kemudian dibentuk memanjang menyerupai lontongan, lalu dikukus hingga matang. Setelah proses pengukusan selesai dan adonan dingin, adonan dipotong tipis-tipis agar menghasilkan bentuk kerupuk yang sempurna saat digoreng.

Tahap selanjutnya adalah proses penjemuran di bawah sinar matahari hingga benar-benar kering. Kerupuk yang sudah kering kemudian siap digoreng menggunakan pasir laut yang telah disterilkan atau dapat langsung dikemas untuk dipasarkan sebagai produk rumahan.

Mahasiswa KKN menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada praktik pembuatan, tetapi juga memberikan motivasi kepada masyarakat agar mampu mengembangkan usaha mandiri berbasis potensi lokal.

“Kerupuk udang ini memiliki peluang usaha yang cukup besar karena bahan bakunya mudah didapat di daerah pesisir. Harapannya, masyarakat bisa menjadikannya sebagai usaha rumahan yang berkelanjutan,” ujar salah satu mahasiswa KKN.

Warga Desa Kwanyar Barat menyambut baik kegiatan tersebut karena dinilai memberikan manfaat nyata, terutama bagi ibu-ibu rumah tangga yang ingin menambah penghasilan keluarga melalui usaha kecil menengah.

Selain meningkatkan keterampilan, kegiatan ini juga menjadi sarana pemberdayaan masyarakat agar lebih kreatif dalam memanfaatkan sumber daya lokal yang tersedia di lingkungan sekitar.

Melalui pelatihan ini, diharapkan kerupuk udang dapat berkembang menjadi salah satu produk khas Desa Kwanyar Barat sekaligus menjadi ciri khas kuliner Madura yang memiliki daya saing di pasar yang lebih luas.

Mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember berharap kegiatan sederhana ini dapat menjadi langkah awal lahirnya usaha rumahan yang mandiri, produktif, dan berkelanjutan bagi masyarakat desa.

 


Senin, 04 Mei 2026

Peran Orang Tua Sebagai Guru di Rumah dalam Program KKN RPL Universitas Muhammadiyah Jember Sukseskan Pentas Seni Budaya TK 'Aisyiyah 36 PPI

 

Aula Nyai Walidah TK ‘Aisyiyah 36 Perumahan Pongangan Indah (PPI) tampak semarak dan penuh warna pada Kamis (16/4/2026). Sekolah yang dikenal aktif dalam pengembangan karakter anak ini sukses menggelar acara Pentas Seni Budaya bertajuk “Serunya Bermain Alat Musik dan Tampilan Kreasi Budaya Indonesia”.

Kegiatan ini menjadi bagian dari program Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Universitas Muhammadiyah Jember yang berkolaborasi dengan pihak sekolah dan para wali murid dalam mendukung pendidikan anak usia dini berbasis budaya.

Acara dibuka secara langsung oleh Kurniawati, mahasiswa RPL Universitas Muhammadiyah Jember yang bertindak sebagai pembawa acara (MC). Kegiatan berlangsung meriah dengan antusiasme tinggi dari siswa, guru, mahasiswa KKN, dan orang tua murid.

Di balik penampilan anak-anak yang penuh percaya diri di atas panggung, terdapat peran besar orang tua yang bertindak sebagai guru di rumah. Mereka mendampingi anak-anak dalam proses latihan, membantu menghafal lagu daerah, melatih gerakan tari, serta menyiapkan kostum dan busana adat yang dikenakan saat tampil.

Kolaborasi antara sekolah dan keluarga ini menjadi kunci keberhasilan acara, sekaligus membuktikan bahwa pendidikan anak tidak hanya berlangsung di sekolah, tetapi juga sangat bergantung pada keterlibatan aktif orang tua di rumah.

Berbagai penampilan budaya dari masing-masing kelompok belajar turut memeriahkan acara. Setiap kelompok menampilkan kreativitas melalui lagu daerah, tarian tradisional, dan permainan alat musik yang menarik.

Penampilan dibuka oleh kelompok A1 Bintang Kecil yang membawakan kreasi lagu dan tarian “Rasa Sayange”. Suasana semakin hidup saat kelompok A2 Matahari Pagi tampil membawakan gerak lagu tradisional “Cublak-Cublak Suweng” dengan kompak dan ceria.

Selanjutnya, kelompok B1 Pelangi Ceria menampilkan lagu daerah “Ampar-Ampar Pisang” dengan penuh semangat. Dilanjutkan oleh kelompok B2 Awan Biru yang membawakan tembang “Lir-Ilir” dengan penghayatan yang mendalam.

Sebagai penutup, kelompok B3 Bulan Sabit tampil apik membawakan lagu “Gundul-Gundul Pacul” yang diiringi permainan alat musik angklung, menambah kesan meriah dan membanggakan.

Salah satu wali murid dari kelompok B1 Pelangi Ceria, Zuliani Rizkiyah, ibunda dari Unna Meccalia Rein, menyampaikan rasa senangnya melihat kekompakan semua pihak dalam menyukseskan acara tersebut.

“Acaranya sangat meriah dan seru. Anak-anak terlihat sangat ceria dan percaya diri bisa tampil di depan banyak orang. Ini menjadi pengalaman yang luar biasa. Saya juga merasakan bagaimana tidak mudahnya mengajari anak menyanyi, menari, dan menyiapkan busana mereka di rumah,” ujarnya.

Mahasiswa KKN RPL dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jember juga mengungkapkan rasa bangga terhadap semangat dan kreativitas anak-anak.

“Kami sangat senang melihat antusiasme anak-anak hari ini. Persiapan yang dilakukan bersama para guru dan orang tua membuahkan hasil yang luar biasa. Kegiatan ini tidak hanya melatih keberanian tampil di depan umum, tetapi juga menjadi sarana yang sangat baik untuk mengenalkan dan menanamkan kecintaan terhadap budaya tradisional sejak dini,” ungkap Kurniawati.

Penanggung Jawab (PJ) Kurikulum TK Aisyiyah 36 PPI, Endang Khusniati, turut menyampaikan apresiasi atas suksesnya kegiatan tersebut. Menurutnya, pentas seni budaya menjadi salah satu sarana penting dalam pembentukan karakter anak.

“Melalui kegiatan ini, anak-anak tidak hanya belajar seni musik dan lagu daerah, tetapi juga melatih keberanian serta rasa percaya diri mereka tampil di depan umum. Sinergi antara sekolah, mahasiswa KKN, dan wali murid yang aktif melatih anak-anak di rumah sangat luar biasa. Ini sejalan dengan visi kurikulum kami dalam membentuk karakter anak yang kreatif dan cinta tanah air,” jelasnya.

Sebagai penutup, seluruh rangkaian acara diakhiri dengan sesi foto bersama yang diikuti oleh seluruh siswa, guru, mahasiswa KKN, dan wali murid. Momen ini menjadi simbol kebersamaan dan keberhasilan kolaborasi dalam menanamkan rasa cinta budaya bangsa sejak usia dini.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN RPL Universitas Muhammadiyah Jember kembali menunjukkan perannya dalam mendukung pendidikan karakter anak melalui pendekatan budaya, sekaligus memperkuat sinergi antara sekolah dan keluarga dalam proses tumbuh kembang anak.

Kolaborasi Mahasiswa RPL Unmuh Jember dan TK Aisyiyah 36 PPI Gelar Edukasi Gentle Parenting

 

Sebagai bagian dari kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN), mahasiswa Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Universitas Muhammadiyah Jember sukses menyelenggarakan edukasi parenting bertajuk Gentle Parenting di Aula Nyai Walidah TK Aisyiyah 36 PPI (TK ABA 36 PPI), Jalan Sawit No. 4, Kabupaten Gresik, Kamis (29/4/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB ini bertujuan memberikan wawasan kepada para orang tua mengenai pentingnya pendekatan pengasuhan yang empatik, suportif, dan penuh kasih sayang dalam mendukung tumbuh kembang anak sejak usia dini.

Program ini diinisiasi sebagai bentuk respons mahasiswa RPL yang menjalankan KKN sekaligus mengajar di TK ABA 36 PPI terhadap tantangan yang ditemui di lingkungan sekolah, khususnya masih kurangnya rasa empati anak terhadap orang lain dalam interaksi sehari-hari.

Acara dibuka oleh Ninik Nuryani selaku pembawa acara (MC), sementara Kurniawati bertindak sebagai moderator yang memandu jalannya diskusi secara interaktif dan komunikatif.

Hadir sebagai narasumber utama, Ika Famila Sari, S.Psi., M.Psi., Psikolog, yang merupakan konselor sekolah di SMA Muhammadiyah 10 GKB (SMAMIO) sekaligus Kepala Pusat Layanan Psikologi dan Konseling (PLPK) SMAMIO.

Dalam pemaparannya, Ika Famila Sari menjelaskan bahwa pola asuh merupakan cara orang tua dalam mengontrol, membimbing, dan mendampingi anak untuk menjalankan tugas-tugas perkembangannya menuju proses pendewasaan.

Ia menekankan bahwa Gentle Parenting bukan berarti memanjakan anak, melainkan membangun hubungan yang sehat melalui empati, komunikasi, dan batasan yang jelas.

Empat prinsip utama Gentle Parenting yang disampaikan dalam kegiatan tersebut meliputi:

1. Empati
Orang tua perlu memahami dan merasakan apa yang dirasakan anak serta berusaha melihat dunia dari sudut pandang mereka.

2. Rasa Hormat dan Komunikasi Dua Arah
Menghargai anak sebagai individu yang unik, mendengarkan mereka dengan penuh perhatian, dan memvalidasi perasaan anak tanpa menghakimi.

3. Batasan yang Tegas
Mendisiplinkan anak dengan cara yang lembut namun tetap konsisten, serta menjelaskan alasan di balik aturan yang dibuat.

4. Mengelola Emosi Diri
Orang tua harus mampu menjaga kestabilan emosi sebelum menghadapi anak, termasuk mengelola stres dan membangun kesepakatan bersama pasangan.

Sesi diskusi interaktif menjadi salah satu bagian paling menarik dalam kegiatan ini. Salah satu wali murid, Sinta Permani, orang tua dari Kautsar Putra Rosada siswa kelas B3 Bulan Sabit, mengajukan pertanyaan mengenai batasan usia penerapan pola asuh tersebut.

“Pada usia berapa penerapan ini dilakukan?” tanyanya.

Menanggapi hal tersebut, Ika Famila Sari menjelaskan bahwa Gentle Parenting dapat diterapkan sejak dini sesuai perkembangan emosi anak, dengan catatan orang tua harus menyesuaikan cara berkomunikasi pada setiap fase usia.

Ia juga menambahkan bahwa ketika anak sedang tantrum, orang tua sebaiknya memberi ruang terlebih dahulu bagi anak untuk mengekspresikan emosinya, kemudian mengajak berdiskusi setelah kondisi anak lebih tenang.

“Membangun koneksi dengan anak sejak usia dini adalah fondasi penting agar mereka tumbuh menjadi pribadi yang berempati dan memiliki kecerdasan emosi yang matang,” ujarnya.

Sebagai penutup sesi diskusi, moderator menyampaikan pesan penting kepada seluruh peserta bahwa memvalidasi perasaan anak tidak akan membuat mereka manja, melainkan membuat mereka merasa aman dan dihargai.

“Kunci utamanya adalah membangun koneksi terlebih dahulu sebelum memberikan koreksi,” jelasnya.

Kepala TK Aisyiyah 36 PPI, Iffah Nihayati, S.Psi., turut memberikan apresiasi atas kegiatan yang diinisiasi oleh mahasiswa RPL Universitas Muhammadiyah Jember tersebut.

“Edukasi ini sangat relevan dengan kebutuhan orang tua masa kini dalam membangun komunikasi yang hangat dan mendukung perkembangan emosional anak secara positif, baik di lingkungan keluarga maupun di sekolah,” ujarnya.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan lancar, edukatif, dan penuh antusiasme dari para wali murid. Acara ditutup dengan sesi foto bersama antara narasumber, mahasiswa KKN, panitia, serta seluruh peserta yang hadir.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa RPL Universitas Muhammadiyah Jember kembali menunjukkan kontribusinya dalam mendukung pendidikan anak usia dini, tidak hanya melalui pembelajaran di kelas, tetapi juga melalui penguatan peran keluarga sebagai fondasi utama pembentukan karakter anak.

Mahasiswa KKN Gelar Program Tabungan Berkelanjutan untuk Anak Yatim di Kediri

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Jember melaksanakan program sosial bertajuk “Tabungan Berkelanjutan untuk Anak Yatim” di Dusun Babatan, Desa Puhjarak, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri, pada Jumat (24/04/2026).

Program ini menjadi salah satu bentuk nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat sekaligus implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pemberdayaan sosial dan pendidikan masyarakat.

Kegiatan ini berfokus pada pemberdayaan anak-anak yatim melalui sistem tabungan yang dikelola secara berkelanjutan. Program tersebut dilaksanakan bekerja sama dengan kelompok pengajian Al Mubarok serta melibatkan partisipasi aktif masyarakat setempat sebagai donatur dan pendukung utama.

Ketua pelaksana KKN menjelaskan bahwa program ini tidak hanya bertujuan memberikan bantuan materi kepada anak-anak yatim, tetapi juga menanamkan nilai kepedulian sosial serta edukasi keuangan sejak dini.

“Kami ingin anak-anak tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga belajar menabung dan mengelola keuangan secara sederhana agar mereka memiliki bekal untuk masa depan,” ujarnya.

Pelaksanaan program dilakukan melalui mekanisme iuran sukarela dari anggota pengajian dan masyarakat sekitar, baik secara mingguan maupun bulanan. Dana yang terkumpul dicatat secara transparan dan dialokasikan ke dalam tabungan masing-masing anak yatim sesuai dengan kesepakatan bersama.

Selain pengumpulan dana, mahasiswa KKN juga memberikan pendampingan secara langsung kepada anak-anak mengenai pentingnya menabung, mengatur kebutuhan, serta memahami nilai tanggung jawab dalam pengelolaan keuangan sederhana.

Program ini mendapat respon positif dari masyarakat setempat. Antusiasme warga terlihat dari partisipasi aktif dalam pengumpulan dana, dukungan moral, serta semangat untuk menjaga keberlanjutan program meskipun masa KKN nantinya telah selesai.

Salah satu anggota pengajian Al Mubarok menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat. Menurutnya, program tersebut tidak hanya membantu anak-anak yatim secara finansial, tetapi juga mempererat rasa kebersamaan antarwarga.

“Kami merasa program ini sangat baik karena bisa membantu anak-anak yatim sekaligus memperkuat kepedulian sosial di lingkungan kami,” ungkapnya.

Meski demikian, pelaksanaan program tidak terlepas dari berbagai tantangan, seperti keterbatasan dana pada tahap awal serta belum meratanya pemahaman masyarakat mengenai pentingnya program sosial yang berkelanjutan.

Namun, melalui evaluasi rutin, komunikasi yang baik, dan kerja sama antara mahasiswa, masyarakat, serta kelompok pengajian, program ini dapat berjalan dengan lancar dan terus berkembang.

Dampak positif dari kegiatan ini mulai dirasakan oleh anak-anak yatim maupun masyarakat sekitar. Selain membantu memenuhi kebutuhan finansial anak-anak, program ini juga menumbuhkan budaya gotong royong, solidaritas sosial, dan semangat berbagi di tengah masyarakat.

Mahasiswa KKN berharap program tabungan berkelanjutan ini dapat terus dilanjutkan oleh masyarakat dan pengurus pengajian setelah masa KKN berakhir. Dengan keberlanjutan tersebut, manfaat yang diberikan diharapkan dapat dirasakan dalam jangka panjang dan menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk menjalankan program serupa.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember kembali menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak hanya berbentuk bantuan sesaat, tetapi juga melalui program berkelanjutan yang mampu menciptakan perubahan nyata bagi masa depan generasi muda.

 

Edukasi Bahaya Merokok dan Pencegahan HIV/AIDS: Mahasiswa KKN Unmuh Jember Sasar Gen Z

 


Sebagai wujud kepedulian terhadap kesehatan generasi muda, kelompok Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) menggelar sosialisasi bertajuk “Bahaya Merokok dan HIV/AIDS bagi Gen Z” di salah satu balai pertemuan warga dengan menghadirkan narasumber dari bidang kesehatan.

Kegiatan ini ditujukan kepada kalangan remaja atau Generasi Z sebagai upaya meningkatkan kesadaran sejak dini mengenai bahaya merokok serta pentingnya pencegahan HIV/AIDS. Di tengah perkembangan pergaulan remaja yang semakin kompleks, edukasi kesehatan dinilai menjadi langkah penting untuk membentuk generasi yang lebih sehat dan bertanggung jawab.

Mahasiswa KKN menilai bahwa masa remaja merupakan fase yang rentan terhadap pengaruh lingkungan, termasuk kebiasaan merokok dan perilaku berisiko lainnya. Oleh karena itu, pemberian informasi yang tepat dan akurat menjadi sangat penting agar remaja mampu mengambil keputusan yang sehat dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa rokok sering kali menjadi pintu masuk bagi gaya hidup tidak sehat lainnya. Selain berdampak buruk bagi kesehatan paru-paru dan jantung, kebiasaan merokok juga dapat memicu ketergantungan serta membuka peluang terhadap perilaku adiktif lainnya.

Sementara itu, edukasi mengenai HIV/AIDS difokuskan pada pemahaman tentang cara penularan, pencegahan, serta pentingnya menghapus stigma negatif terhadap Orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Peserta diajak memahami bahwa HIV tidak menular melalui interaksi sosial biasa, sehingga masyarakat perlu membangun lingkungan yang suportif namun tetap waspada.

Kegiatan yang dihadiri oleh belasan remaja setempat ini berlangsung dengan suasana santai namun tetap edukatif. Materi disampaikan menggunakan media visual seperti poster dan flipchart agar lebih mudah dipahami oleh peserta.

Tidak hanya mendengarkan materi, para peserta juga diajak berdialog secara aktif mengenai tantangan yang mereka hadapi dalam menghindari pengaruh negatif lingkungan. Diskusi ini menjadi ruang terbuka bagi remaja untuk menyampaikan pendapat, pengalaman, dan keresahan mereka secara langsung.

Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang muncul selama sesi berlangsung. Mereka menunjukkan ketertarikan terhadap isu kesehatan yang selama ini sering dianggap sensitif namun sangat penting untuk dipahami.

Sebagai penutup, kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai simbol komitmen untuk menjauhi rokok dan perilaku berisiko. Menariknya, para peserta dan penyelenggara melakukan pose tangan membentuk huruf “X” sebagai simbol gerakan “Say No to Smoking and Drugs”.

Salah satu perwakilan mahasiswa KKN menyampaikan harapannya agar kegiatan ini tidak berhenti hanya pada sosialisasi semata. Para remaja yang hadir diharapkan dapat menjadi agen perubahan (agent of change) di lingkungan sekitarnya.

“Kami berharap para remaja yang hadir hari ini dapat menjadi contoh bagi teman sebaya mereka untuk berani mengatakan tidak pada rokok dan lebih peduli terhadap kesehatan diri sendiri,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember kembali menunjukkan perannya dalam membangun kesadaran sosial dan kesehatan masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda yang menjadi penentu masa depan bangsa.

 


Connect