Jumat, 14 Agustus 2026

Atasi Limbah Produksi, Tim Pengabdian Unmuh Jember Dampingi UMKM Dapur Shincan dengan Grease Trap



Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember memperkenalkan teknologi tepat guna berupa grease trap atau alat pemisah lemak kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bidang pangan. Inovasi tersebut diterapkan sebagai upaya membantu pengelolaan limbah produksi sekaligus meningkatkan kebersihan dan sanitasi lingkungan usaha.

Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan oleh tim yang terdiri atas Dr. Ir. Latifa Mirzatika Al-Rosyid, S.T., M.T.; Ir. Nely Ana Mufarida, S.T., M.T.; Dr. Feti Fatimah, S.E., M.M.; Mochammad Waris Ramadhani; Bela Pitaloka; dan Muhammad Raihandy Alfiansyah. Program tersebut dilaksanakan melalui pendampingan kepada UMKM Dapur Shincan di Desa Kencong, Kabupaten Jember.

Kegiatan ini didukung oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi. Salah satu fokus kegiatan adalah penerapan teknologi tepat guna untuk membantu mitra dalam mengelola limbah hasil produksi.

Penerapan grease trap menjadi salah satu fokus pendampingan karena aktivitas produksi UMKM pangan menghasilkan limbah berupa air bekas pencucian bahan baku, minyak, lemak, serta sisa bahan organik. Sebelum adanya pendampingan, sebagian limbah produksi, termasuk air bekas pencucian ayam dan sisa minyak, masih dialirkan langsung ke saluran pembuangan.

Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan penyumbatan saluran, menimbulkan bau tidak sedap, serta meningkatkan risiko pencemaran lingkungan apabila berlangsung secara terus-menerus.

Melalui pendampingan yang dilakukan tim pengabdian, pelaku UMKM diberikan edukasi mengenai pentingnya pengelolaan limbah serta praktik penggunaan grease trap. Alat tersebut bekerja dengan memisahkan minyak, lemak, dan material padat dari air limbah sebelum dialirkan menuju saluran pembuangan.


Prinsip kerja teknologi ini cukup sederhana. Lemak dan minyak yang memiliki massa jenis lebih rendah akan mengapung di permukaan, sedangkan material padat akan mengendap di dasar bak. Air yang telah melalui proses pemisahan kemudian dapat dialirkan keluar dengan kandungan lemak dan padatan yang lebih rendah.

Selain penerapan grease trap, tim pengabdian juga memberikan pendampingan terkait pemilahan limbah produksi. Minyak jelantah diarahkan untuk dikumpulkan dalam wadah khusus dan tidak dibuang langsung ke saluran air. Sementara itu, limbah padat seperti sisa bumbu dan bulu ayam juga dikelola secara terpisah agar area produksi tetap bersih dan higienis.

Penerapan teknologi sederhana tersebut memberikan perubahan terhadap pengelolaan lingkungan produksi UMKM Dapur Shincan. Pelaku usaha mulai memahami bahwa pengelolaan limbah merupakan bagian penting dalam menjaga kebersihan tempat produksi sekaligus mendukung keberlanjutan usaha.

Tidak hanya berdampak pada aspek lingkungan, pengelolaan limbah juga berpotensi memberikan nilai ekonomi. Minyak jelantah yang dikumpulkan dapat disalurkan kepada pihak yang melakukan pengolahan lebih lanjut, termasuk untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku biodiesel maupun produk lainnya.

Tim pengabdian Unmuh Jember menilai bahwa penerapan teknologi tepat guna tidak selalu membutuhkan peralatan yang mahal dan kompleks. Teknologi sederhana seperti grease trap dapat menjadi salah satu solusi yang mudah diterapkan oleh UMKM pangan untuk mengurangi risiko pencemaran lingkungan.

Ke depan, penerapan teknologi tersebut diharapkan dapat dikembangkan dan diterapkan pada lebih banyak UMKM pangan. Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat dinilai penting untuk mendorong pengelolaan limbah yang lebih baik dan berkelanjutan.

Melalui program pendampingan ini, UMKM tidak hanya didorong untuk meningkatkan kualitas produk dan pemasaran, tetapi juga membangun sistem produksi yang lebih bersih, higienis, dan ramah lingkungan. Kehadiran tim pengabdian Unmuh Jember menjadi bagian dari upaya perguruan tinggi dalam menghadirkan solusi teknologi yang aplikatif dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Senin, 10 Agustus 2026

KKN MAs Kelompok 102 Turun Langsung Bantu Peternak Wiyurejo, dari Memerah Susu hingga Proses di Koperasi

Tidak sekadar hadir di tengah masyarakat, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah 'Aisyiyah (KKN MAs) Kelompok 102 Desa Wiyurejo turut merasakan langsung aktivitas warga. Pada Minggu (9/8/2026) sore, mahasiswa turun ke peternakan warga untuk membantu proses pemerahan susu sapi hingga mendampingi penyetoran dan pengolahan susu di koperasi setempat.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa untuk mengenal sekaligus mendukung potensi ekonomi masyarakat Desa Wiyurejo, khususnya sektor peternakan sapi perah. Di sisi lain, aktivitas ini juga menjadi ruang pembelajaran langsung bagi mahasiswa mengenai proses produksi susu dari tingkat peternak hingga sebelum didistribusikan.

KKN MAs Kelompok 102 sendiri merupakan bagian dari program pengabdian yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan 'Aisyiyah (PTMA) di Indonesia. Mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan tersebut berasal dari Universitas Muhammadiyah Jember, Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Muhammadiyah Bone, Universitas Muhammadiyah Surabaya, Universitas Muhammadiyah Palembang, Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (Uhamka), Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta, Universitas Muhammadiyah Gorontalo, Universitas Muhammadiyah Bandung, Universitas Muhammadiyah Palu, Universitas Muhammadiyah Gombong, dan Universitas Muhammadiyah Purwokerto.

Sejak sore hari, mahasiswa bersama warga mendatangi salah satu peternakan sapi perah. Kegiatan diawali dengan membersihkan area kandang dan melakukan sterilisasi peralatan yang digunakan dalam proses pemerahan. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kebersihan dan kualitas susu yang dihasilkan.

Setelah persiapan selesai, mahasiswa turut membantu proses pemerahan susu sapi. Mereka tidak hanya mengamati, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk terlibat secara langsung dalam aktivitas yang selama ini menjadi bagian dari rutinitas para peternak.

Pengalaman tersebut memberikan gambaran nyata kepada mahasiswa mengenai tantangan dan proses produksi susu di tingkat peternak. Terlebih, setiap tahapan membutuhkan perhatian terhadap kebersihan, kondisi ternak, hingga waktu pemerahan.

Usai pemerahan, mahasiswa kemudian mendampingi peternak membawa susu segar menuju koperasi penampungan. Di lokasi tersebut, mahasiswa menyaksikan rangkaian proses mulai dari penimbangan, pengujian kualitas susu, hingga penyimpanan menggunakan cooling unit dan mesin pengolahan koperasi sebelum susu didistribusikan lebih lanjut.

 

Di sela kegiatan, Huzainul, selaku pihak yang bertanggung jawab dalam peternakan tersebut, turut memberikan edukasi kepada mahasiswa mengenai perawatan dan produktivitas sapi perah.

Menurutnya, produktivitas sapi sangat bergantung pada kondisi dan fase reproduksi ternak. Ia menjelaskan bahwa satu ekor sapi dapat menghasilkan rata-rata 25 liter susu dalam sehari. Namun, ketika sapi memasuki masa kehamilan tertentu, proses pemerahan harus dihentikan.

“Satu ekor sapi di sini bisa menghasilkan rata-rata 25 liter susu per hari. Namun, jika sapi sudah hamil 7 bulan, maka pemerahan harus dihentikan atau dikeringkan. Hal ini sangat penting untuk menjaga kesehatan induk dan memastikan nutrisinya fokus pada perkembangan janin sapi,” tutur Huzainul.

Bagi mahasiswa, penjelasan tersebut menjadi pengetahuan tambahan yang tidak selalu diperoleh melalui pembelajaran di ruang kelas. Interaksi langsung dengan peternak membuat mahasiswa dapat memahami bagaimana pengetahuan dan pengalaman masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan usaha peternakan.

Kehangatan interaksi antara mahasiswa dan keluarga peternak juga semakin terasa sebelum kegiatan berakhir. Sebagai bentuk apresiasi dan kebersamaan, Vina, selaku pemilik peternakan, menyajikan susu segar hasil produksi peternakan dalam tiga varian rasa, yakni susu murni, strawberry, dan coffee.

Sajian tersebut menjadi penutup sederhana namun berkesan bagi mahasiswa setelah mengikuti seluruh rangkaian aktivitas peternakan pada sore itu. Suasana santai sambil menikmati susu segar sekaligus mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat yang menjadi bagian dari lokasi pengabdian.

Melalui kegiatan tersebut, KKN MAs Kelompok 102 tidak hanya memperoleh pengalaman mengenai sektor peternakan sapi perah, tetapi juga belajar mengenai pentingnya kolaborasi, gotong royong, dan interaksi langsung dengan masyarakat.

Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa pengabdian mahasiswa dapat dilakukan melalui aktivitas sederhana yang dekat dengan keseharian warga. Dengan terlibat langsung dalam proses pemerahan hingga pengolahan susu, mahasiswa dapat memahami potensi lokal sekaligus membangun komunikasi yang lebih erat dengan masyarakat.

Ke depan, KKN MAs Kelompok 102 berharap sinergi lintas kampus PTMA dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Wiyurejo selama masa pengabdian. Khususnya, melalui pengenalan dan penguatan potensi sektor peternakan agar semakin berkembang dan memiliki daya saing.

 

Sabtu, 08 Agustus 2026

Mahasiswa KKN Unmuh Jember Bantu UMKM Desa Suco Lor Go Digital


Sebanyak 20 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) menghadirkan pelatihan digital marketing bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Suco Lor, Kecamatan Maesan, Kabupaten Bondowoso, Kamis (30/7/2026).

Bertempat di Aula Balai Desa Suco Lor, kegiatan tersebut menjadi bagian dari program pengabdian mahasiswa untuk membantu pelaku UMKM lokal meningkatkan kemampuan pemasaran di tengah perkembangan teknologi digital. Melalui pemanfaatan media sosial dan platform digital, pelaku usaha didorong agar mampu memperluas jangkauan pasar hingga ke luar daerah.

Koordinator Desa KKN-T Kelompok 15, Ilbi Zani, mengatakan program tersebut berangkat dari hasil pengamatan mahasiswa terhadap berbagai kendala pemasaran yang dihadapi pelaku UMKM di Desa Suco Lor.

"Setelah melihat permasalahan yang ada, kami melaksanakan pelatihan digital marketing sederhana. Kami membantu pelaku UMKM mulai dari membuat banner promosi hingga mendaftarkan lokasi usaha di Google Maps agar lebih mudah ditemukan oleh calon pembeli," jelasnya.

Tidak berhenti pada pemberian materi, mahasiswa juga memberikan pendampingan secara langsung kepada pelaku UMKM. Peserta diajak mempraktikkan teknik pengambilan foto produk menggunakan smartphone, menyusun deskripsi produk yang menarik, hingga memahami pentingnya kemasan dan tampilan visual dalam pemasaran digital.

Pendampingan tersebut diharapkan dapat membuat pelaku UMKM lebih percaya diri dalam mempromosikan produknya secara mandiri. Kehadiran digital juga dinilai penting agar produk lokal Desa Suco Lor memiliki peluang lebih besar dikenal oleh konsumen di luar wilayah desa.

Kepala Desa Suco Lor, Abas Rian Santoso Alamin, menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa KKN Unmuh Jember yang menurutnya memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.


"Kami sangat mengapresiasi dan mendukung penuh kegiatan ini. Harapannya, program yang ada bisa terus dilanjutkan dan dikembangkan secara berkelanjutan, serta tetap dipantau meskipun masa KKN telah selesai. Kegiatan ini merupakan bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam mendukung pelaku UMKM di Desa Suco Lor. Jika dilihat dari sisi sosial, kinerjanya sudah sangat baik dan dampaknya benar-benar tampak di masyarakat," ujarnya.

Apresiasi juga datang dari pelaku UMKM Desa Suco Lor. Bu Nur, salah seorang pelaku UMKM yang mengikuti kegiatan, mengaku terbantu dengan pendampingan mahasiswa, khususnya dalam pembuatan media promosi usaha.

"Bulan lalu sebenarnya saya ada rencana bikin banner dengan anak saya. Tapi alhamdulillah, dengan bantuan dari mahasiswa KKN, keinginan itu akhirnya bisa terwujud. Kami merasa sangat terbantu dan dimudahkan. Kehadiran adik-adik KKN di sini benar-benar membuktikan kerja nyata mereka di tengah masyarakat, dan kami sangat senang dengan adanya anak KKN," tuturnya.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, mahasiswa KKN juga melakukan pemasangan banner promosi pada salah satu usaha milik warga. Langkah sederhana tersebut menjadi bentuk implementasi langsung dari materi yang diberikan sekaligus upaya meningkatkan visibilitas usaha di lingkungan sekitar.

Melalui program ini, mahasiswa KKN-T Kelompok 15 Unmuh Jember tidak hanya memberikan pengetahuan mengenai pemasaran digital, tetapi juga berupaya menghadirkan solusi yang dapat langsung diterapkan oleh pelaku UMKM.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pengabdian kepada masyarakat. Dengan pendampingan yang sederhana dan sesuai kebutuhan warga, mahasiswa berharap pelaku UMKM Desa Suco Lor semakin siap memanfaatkan teknologi digital untuk mengembangkan usaha, memperluas pasar, dan meningkatkan daya saing produk lokal.

 

KKN Tematik Kelompok 05 Unmuh Jember Dorong UMKM Desa Mengen Naik Kelas Lewat Digitalisasi

Pemanfaatan teknologi digital menjadi salah satu kunci bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk memperluas jangkauan pasar. Melihat kebutuhan tersebut, mahasiswa KKN Tematik Kelompok 05 Universitas Muhammadiyah Jember menghadirkan program pemberdayaan UMKM melalui pelatihan konten media sosial, penguatan branding usaha, hingga digitalisasi lokasi penjualan di Desa Mengen, Kecamatan Tamanan, Kabupaten Bondowoso, Rabu (5/8/2026).

Kegiatan ini dirancang tidak sekadar memberikan materi, tetapi juga menghadirkan pendampingan secara langsung kepada pelaku UMKM. Mahasiswa membantu pelaku usaha membangun identitas bisnis yang lebih profesional sekaligus mengenalkan strategi pemasaran yang sesuai dengan perkembangan teknologi digital.

Program dilaksanakan di dua lokasi, yakni kediaman Ibu Murtini dan Bapak Ramli di Dusun Mengen Utara serta kediaman Ibu Khosniati di Dusun Mengen Barat. Kegiatan tersebut turut mendapat dukungan dari Kepala Dusun Mengen Barat, Sutrisno, yang hadir meninjau secara langsung pelaksanaan program.

Salah satu fokus utama program adalah penguatan branding. Para mahasiswa KKN tidak hanya menjelaskan pentingnya identitas usaha, tetapi turut membantu menghasilkan sejumlah kebutuhan visual bagi pelaku UMKM.

Setiap pelaku usaha memperoleh logo, banner, dan stiker kemasan yang dirancang menyesuaikan karakteristik usaha masing-masing. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan citra produk sekaligus memberikan nilai tambah ketika produk berhadapan dengan konsumen.

Koordinator KKN Tematik Kelompok 05 Universitas Muhammadiyah Jember, Asep Tumpak Sundara, mengatakan program tersebut merupakan bentuk pengabdian mahasiswa untuk membantu pelaku UMKM beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

“Melalui program ini kami ingin membantu pelaku UMKM agar memiliki identitas usaha yang lebih kuat, mampu memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi, serta lebih mudah ditemukan masyarakat melalui digitalisasi lokasi usaha. Harapannya, usaha mereka dapat berkembang dan memiliki daya saing yang lebih baik di era digital,” ujarnya.

Digitalisasi juga dilakukan dengan membantu membuat titik lokasi usaha pada Google Maps. Dengan adanya lokasi digital tersebut, masyarakat maupun calon pelanggan dari luar daerah dapat lebih mudah menemukan tempat usaha.

Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan aksesibilitas sekaligus membuka peluang bagi UMKM Desa Mengen untuk menjangkau konsumen yang lebih luas.

Tak berhenti pada digitalisasi lokasi, mahasiswa juga memberikan pelatihan pembuatan konten media sosial. Para pelaku UMKM mendapatkan penjelasan mengenai cara mengambil foto dan video produk yang menarik, menyusun materi promosi, serta memanfaatkan media sosial sebagai sarana pemasaran.

Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi langsung. Para pelaku UMKM dapat berkonsultasi mengenai strategi promosi yang sesuai dengan karakteristik usaha masing-masing sehingga materi yang diberikan lebih mudah diterapkan dalam aktivitas bisnis sehari-hari.

Program tersebut mendapat respons positif dari para pelaku UMKM. Mereka mengaku memperoleh pengetahuan baru mengenai pentingnya branding dan pemasaran digital.

Keberadaan logo, banner, stiker kemasan, serta lokasi usaha di Google Maps dinilai memberikan identitas baru sekaligus membuat usaha terlihat lebih profesional.

Salah satu pelaku UMKM, Ibu Tin, mengapresiasi pendampingan yang diberikan mahasiswa KKN. Menurutnya, pelatihan tersebut memberikan wawasan baru tentang bagaimana memanfaatkan media digital untuk mempromosikan produk.


“Kami sangat senang dan terbantu dengan pendampingan yang diberikan. Sekarang usaha kami memiliki logo, banner, dan lokasi di Google Maps. Kami juga mendapat ilmu baru tentang cara mempromosikan produk melalui media sosial sehingga lebih percaya diri untuk mengembangkan usaha,” tuturnya.

Melalui program ini, mahasiswa KKN Tematik Kelompok 05 Universitas Muhammadiyah Jember berupaya menghadirkan pengabdian yang tidak berhenti pada pemberian materi. Pendampingan dilakukan dengan memberikan perangkat branding sekaligus keterampilan yang dapat digunakan pelaku UMKM secara mandiri.

Program tersebut diharapkan menjadi langkah awal bagi UMKM Desa Mengen untuk semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi, meningkatkan daya saing, dan memperluas jangkauan pemasaran. Dengan pemanfaatan teknologi secara berkelanjutan, produk-produk lokal Desa Mengen diharapkan semakin dikenal masyarakat luas dan mampu berkembang secara berkelanjutan.

 

Rabu, 05 Agustus 2026

Mahasiswa KKN Unmuh Jember Ubah Limbah Plastik Menjadi Ecobrick di Desa Karang Melok

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) Kelompok 21 menginisiasi program pembuatan ecobrick sebagai upaya mengurangi limbah plastik sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Desa Karang Melok, Kabupaten Bondowoso, pada Selasa (4/8/2026).

Program ini lahir dari hasil survei mahasiswa yang menemukan masih rendahnya pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan sampah anorganik, khususnya limbah plastik yang sulit terurai secara alami.

Salah satu anggota KKN Kelompok 21, Imelita Nasya Diantha, menjelaskan bahwa ecobrick dipilih sebagai solusi sederhana yang mudah diterapkan masyarakat dengan memanfaatkan bahan-bahan bekas di sekitar mereka.

"Setelah kami melakukan survei, kami melihat masyarakat masih kurang memahami cara mengolah limbah sampah anorganik, terutama plastik. Karena itu kami memanfaatkan botol bekas dan sampah plastik menjadi ecobrick," ujarnya.

Ecobrick merupakan teknik pengelolaan sampah dengan memanfaatkan botol plastik bekas yang diisi padat menggunakan limbah plastik seperti bungkus makanan atau kantong plastik. Seluruh bahan yang digunakan berasal dari sampah yang sebelumnya tidak memiliki nilai guna.

Menurut Imelita, selain membantu mengurangi jumlah limbah plastik, ecobrick juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan untuk membuat berbagai fasilitas sederhana, seperti kursi, meja, pembatas taman, maupun elemen dekoratif di lingkungan sekitar.

Mahasiswa KKN berharap program tersebut dapat menjadi langkah awal dalam membangun kebiasaan masyarakat untuk memilah dan mengolah sampah sebelum dibuang.

"Harapan kami, kegiatan ini dapat membantu mengurangi limbah plastik karena sampah plastik sangat sulit terurai. Selain itu, ecobrick juga bisa dimanfaatkan untuk mengisi atau mempercantik ruang-ruang yang belum dimanfaatkan di lingkungan desa. Ke depan, kami berharap masyarakat dapat melanjutkan dan mengembangkan program ini secara mandiri," jelasnya.

Melalui program pembuatan ecobrick, mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember tidak hanya memberikan edukasi tentang pentingnya pengelolaan sampah, tetapi juga menghadirkan solusi yang mudah diterapkan, ramah lingkungan, dan memiliki nilai manfaat bagi masyarakat. Program ini diharapkan mampu mendorong terbentuknya budaya pengelolaan sampah yang lebih baik di Desa Karang Melok sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.

 

Mahasiswa KKN Unmuh Jember Bangun Tempat Pembakaran Sampah Minim Asap di Desa Karang Melok

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) Kelompok 21 membangun tempat pembakaran sampah minim asap di Desa Karang Melok, Kabupaten Bondowoso, pada Selasa (4/8/2026). Program tersebut menjadi salah satu solusi untuk membantu masyarakat mengatasi keterbatasan fasilitas pengelolaan sampah di desa.

Pembangunan fasilitas ini berangkat dari hasil observasi mahasiswa selama pelaksanaan KKN yang menunjukkan masih minimnya Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di Desa Karang Melok. Kondisi tersebut menyebabkan warga belum memiliki lokasi yang memadai untuk membuang maupun mengelola sampah rumah tangga.

Salah satu anggota KKN Kelompok 21, Achmad Irsyad Baidlowi, menjelaskan bahwa program tersebut dipilih karena sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

"Di Desa Karang Melok masih kekurangan tempat pembuangan sampah atau TPS. Karena itu, kami berinisiatif membangun tempat pembakaran sampah yang minim asap agar dapat dimanfaatkan masyarakat," ujarnya.

Tempat pembakaran sampah tersebut dibangun dengan ukuran sekitar 1 meter × 1 meter dengan tinggi kurang lebih 1,5 meter. Mahasiswa merancangnya menggunakan cerobong berukuran lebih kecil sehingga asap hasil pembakaran dapat diminimalkan dan tidak terlalu mengganggu lingkungan sekitar.

Fasilitas tersebut dapat digunakan untuk membakar berbagai jenis sampah rumah tangga, baik organik maupun anorganik, sehingga diharapkan mampu menjadi alternatif pengelolaan sampah bagi warga.

Menurut Irsyad, keberadaan tempat pembakaran sampah ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tidak lagi membuang sampah sembarangan.

"Harapan kami, masyarakat Desa Karang Melok tidak lagi membuang sampah sembarangan. Dengan adanya tempat pembakaran sampah ini, warga bisa membuang sampah di satu lokasi yang telah disediakan sehingga lingkungan desa menjadi lebih bersih," katanya.

Melalui program ini, mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember berupaya menghadirkan solusi sederhana namun berdampak nyata bagi masyarakat. Selain membantu mengatasi persoalan sampah, pembangunan tempat pembakaran minim asap juga menjadi bentuk implementasi pengabdian mahasiswa dalam mendukung terciptanya lingkungan desa yang lebih bersih, sehat, dan nyaman.

 

Kantin Sehat Hasil Karya Mahasiswa KKN Unmuh Jember Resmi Dimanfaatkan SMA Muhammadiyah 2 Wuluhan

Menutup masa pengabdian selama satu bulan, Kelompok KKN Reguler Sore/Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Gelombang 2 Tahun 2026 Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) meninggalkan warisan berupa Kantin Sehat bagi SMA Muhammadiyah 2 Wuluhan. Fasilitas tersebut resmi diserahkan melalui prosesi pemotongan pita yang berlangsung di lingkungan sekolah pada Jumat (31/7/2026).

Peresmian dilakukan oleh Wakil Rektor I Universitas Muhammadiyah Jember, Dr. Bagus Setya Rintyarna, M.Kom., didampingi Dr. Astrid Maharani, S.E., M.Akun., CSRS., CSRA., CSP., CRA. selaku perwakilan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), bersama Kepala SMA Muhammadiyah 2 Wuluhan, Alim Purnomosidi, S.Pd.

Penyerahan Kantin Sehat menjadi puncak sekaligus penutup rangkaian program pengabdian mahasiswa KKN Reguler Sore/RPL Gelombang 2 Tahun 2026. Selain membangun fasilitas tersebut, mahasiswa juga melaksanakan sejumlah program pemberdayaan, di antaranya sosialisasi dan pertandingan olahraga Petanque, penguatan program Bank Sampah melalui pembuatan papan nama, serta pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) bidang kelistrikan bagi para siswa.

Kepala SMA Muhammadiyah 2 Wuluhan, Alim Purnomosidi, S.Pd., mengapresiasi kontribusi mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember yang dinilai memberikan manfaat nyata bagi sekolah.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Universitas Muhammadiyah Jember dan seluruh mahasiswa KKN yang telah membantu pembangunan Kantin Sehat ini. Fasilitas ini menjadi tambahan yang sangat bermanfaat bagi sekolah dan akan kami manfaatkan sebaik-baiknya untuk menunjang aktivitas warga sekolah," ujarnya.

Menurut Alim, kehadiran Kantin Sehat tidak hanya menambah fasilitas sekolah, tetapi juga menjadi simbol kuatnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). Ia berharap sinergi tersebut terus berlanjut melalui berbagai program pendidikan dan pengabdian di masa mendatang.

Sementara itu, Wakil Rektor I Universitas Muhammadiyah Jember, Dr. Bagus Setya Rintyarna, M.Kom., menyampaikan bahwa KKN Reguler Sore/RPL dirancang agar mahasiswa mampu mengimplementasikan kompetensi dan pengalaman yang dimiliki melalui program-program yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Ia berharap hasil pengabdian mahasiswa tidak berhenti ketika masa KKN berakhir, tetapi terus memberikan manfaat bagi sekolah sekaligus menjadi amal jariyah bagi seluruh pihak yang terlibat.

Usai prosesi pemotongan pita, jajaran pimpinan universitas, pihak sekolah, serta mahasiswa meninjau langsung bangunan Kantin Sehat yang kini siap dimanfaatkan sebagai fasilitas penunjang bagi warga SMA Muhammadiyah 2 Wuluhan.

Peresmian Kantin Sehat menjadi bukti bahwa program KKN tidak hanya menghadirkan edukasi dan pendampingan, tetapi juga menghasilkan karya nyata yang dapat dirasakan manfaatnya secara berkelanjutan. Kolaborasi antara Universitas Muhammadiyah Jember dan SMA Muhammadiyah 2 Wuluhan pun diharapkan terus berkembang dalam menghadirkan inovasi dan pengabdian yang berdampak bagi kemajuan pendidikan Muhammadiyah.

 

KKN RPL Unmuh Jember Tinggalkan Jejak Pengabdian di SMA Muhammadiyah 2 Wuluhan

Kebersamaan selama satu bulan antara mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Sore/Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Gelombang 2 Tahun 2026 Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) dan keluarga besar SMA Muhammadiyah 2 Wuluhan resmi berakhir. Suasana haru dan penuh kekeluargaan mewarnai acara penutupan sekaligus penarikan mahasiswa KKN yang digelar di lingkungan sekolah pada Jumat (31/7/2026).

Kegiatan dihadiri oleh Wakil Rektor I Universitas Muhammadiyah Jember Dr. Bagus, perwakilan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Astrid, Kepala SMA Muhammadiyah 2 Wuluhan Alim Purnomosidi, S.Pd., jajaran guru, serta seluruh mahasiswa peserta KKN.

Selama menjalankan pengabdian, mahasiswa berhasil merealisasikan berbagai program yang disesuaikan dengan kebutuhan sekolah. Di antaranya pembangunan Kantin Sehat, sosialisasi sekaligus pertandingan olahraga Petanque, penguatan program Bank Sampah melalui pembuatan papan nama, hingga pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) bidang kelistrikan bagi para siswa.

Seluruh program tersebut menjadi wujud implementasi ilmu pengetahuan yang diperoleh mahasiswa di bangku kuliah agar memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekolah dan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Kepala SMA Muhammadiyah 2 Wuluhan, Alim Purnomosidi, menyampaikan apresiasi atas dedikasi mahasiswa KKN yang telah menghadirkan berbagai inovasi selama berada di sekolah. Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) merupakan bentuk sinergi yang memberikan dampak positif bagi kemajuan pendidikan.

Ia juga mengenang perjalanan panjang perkembangan SMA Muhammadiyah 2 Wuluhan yang penuh perjuangan.

"Dulu sekolah ini bahkan belum memiliki fasilitas toilet yang memadai. Kami terus berikhtiar dan berdoa kepada Allah SWT. Alhamdulillah, satu per satu bantuan datang. Begitu juga dengan pembangunan kantin sehat. Dahulu lokasi ini masih berada di dekat area persawahan dan belum memiliki fasilitas yang layak. Kami percaya, ketika niat kita untuk kemaslahatan dan terus memohon pertolongan Allah SWT, insyaallah akan selalu ada jalan. Muhammadiyah jauh lebih besar daripada yang kita bayangkan. Kalau kita menginginkan sesuatu yang bermanfaat, Allah SWT akan memberikan pertolongan," ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Rektor I Universitas Muhammadiyah Jember, Dr. Bagus, menjelaskan bahwa KKN Reguler Sore/RPL dirancang bagi mahasiswa Rekognisi Pembelajaran Lampau yang sebagian besar telah memiliki pengalaman bekerja maupun mengabdi di masyarakat.

Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi modal penting dalam merancang program yang aplikatif serta sesuai dengan kebutuhan mitra.

Ia juga menyampaikan salam dari Rektor Universitas Muhammadiyah Jember kepada keluarga besar SMA Muhammadiyah 2 Wuluhan sekaligus mengucapkan terima kasih atas kerja sama yang telah terjalin selama pelaksanaan KKN.

Dalam sambutannya, Dr. Bagus menjelaskan bahwa Universitas Muhammadiyah Jember terus mengembangkan berbagai skema KKN, mulai dari KKN Reguler, KKN Tematik, KKN Kolaborasi, hingga KKN Internasional. Khusus KKN Reguler Sore/RPL, mahasiswa diarahkan untuk memperkuat kontribusi bagi Amal Usaha Muhammadiyah sebagai bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.

"Kegiatan pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu komitmen Universitas Muhammadiyah Jember. Kolaborasi antaramal usaha Muhammadiyah merupakan amanah Persyarikatan melalui Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah. Semoga segala bantuan dan pengabdian yang telah dilakukan kampus maupun mahasiswa menjadi amal jariyah yang terus mengalir manfaatnya," ujarnya.

Mewakili mahasiswa, Riya Dyah Jati menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh keluarga besar SMA Muhammadiyah 2 Wuluhan atas sambutan hangat dan dukungan selama pelaksanaan KKN. Ia berharap seluruh program yang telah dijalankan dapat terus dimanfaatkan dan dirawat sehingga memberikan manfaat bagi warga sekolah.

"Kami mengucapkan terima kasih atas segala dukungan yang telah diberikan kepada kami selama menjalankan program KKN. Semoga pembangunan yang telah kami lakukan dapat menjadi fasilitas yang menunjang proses pembelajaran di sekolah. Kami juga berharap seluruh fasilitas dapat terus dirawat agar manfaatnya tetap dirasakan oleh generasi berikutnya. Mohon maaf apabila selama pelaksanaan KKN terdapat kekurangan maupun kesalahan dari kami. Semoga silaturahmi ini tetap terjalin meskipun masa KKN telah berakhir," tuturnya.

Sebagai penutup, LPPM Universitas Muhammadiyah Jember menyerahkan cinderamata kepada SMA Muhammadiyah 2 Wuluhan. Penyerahan yang dilakukan oleh Astrid kepada Alim Purnomosidi, didampingi Wakil Rektor I Dr. Bagus, menjadi simbol berakhirnya masa pengabdian mahasiswa sekaligus penegasan komitmen kedua institusi untuk terus memperkuat kolaborasi dalam memajukan pendidikan Muhammadiyah.

Dengan berakhirnya KKN Reguler Sore/RPL Gelombang 2 Tahun 2026, mahasiswa tidak hanya meninggalkan berbagai fasilitas dan program yang bermanfaat, tetapi juga meninggalkan jejak pengabdian, semangat kolaborasi, serta hubungan kekeluargaan yang diharapkan terus terjalin antara Universitas Muhammadiyah Jember dan SMA Muhammadiyah 2 Wuluhan.


Kamis, 23 Juli 2026

Unmuh Jember Lepas 565 Mahasiswa KKN Reguler 2026, Rektor: Jadilah Mahasiswa yang Mengabdi dengan Profesional

Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember secara resmi melepas 565 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Tahun 2026 dalam apel pemberangkatan yang digelar di halaman depan Gedung A Universitas Muhammadiyah Jember, Kamis (23/7/2026). Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya pengabdian mahasiswa di berbagai wilayah sebagai implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang pengabdian kepada masyarakat.

Acara pelepasan dihadiri oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Jember Dr. Hanafi, M.Pd., jajaran pimpinan universitas, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), dosen pembimbing lapangan, serta ratusan mahasiswa peserta KKN yang akan diterjunkan ke sejumlah lokasi, termasuk Kabupaten Bondowoso.

Dalam sambutannya, Rektor Dr. Hanafi menegaskan bahwa KKN merupakan momentum bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan di bangku kuliah.

"Selama ini mahasiswa telah banyak belajar teori. Kini saatnya mengimplementasikan ilmu tersebut di tengah masyarakat. Tidak semua teori sama dengan praktik, sehingga dibutuhkan kedewasaan, kebijaksanaan, dan kemampuan mengendalikan diri dalam menghadapi berbagai kondisi di lapangan," ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa selama menjalankan KKN, mahasiswa tidak hanya hadir sebagai peserta pengabdian, tetapi juga sebagai representasi Universitas Muhammadiyah Jember di tengah masyarakat.

"Mahasiswa adalah wakil Universitas Muhammadiyah Jember. Tunjukkan sikap yang baik, profesional, dan selalu menaati aturan yang berlaku. Dari perilaku mahasiswa inilah masyarakat akan menilai kualitas Universitas Muhammadiyah Jember," tegasnya.

Menurutnya, berbagai tantangan yang akan dihadapi selama pelaksanaan KKN merupakan bagian dari proses pembelajaran yang akan membentuk karakter mahasiswa. Oleh karena itu, mahasiswa diminta mampu beradaptasi dengan lingkungan baru, menjalin komunikasi yang baik dengan masyarakat, serta melaksanakan setiap program kerja dengan penuh tanggung jawab.

"Ikuti dinamika yang ada di masyarakat dengan tenang, santai, tetapi tetap serius menjalankan program. Dalam kehidupan pasti ada tantangan dan hambatan, namun semuanya dapat diatasi dengan sikap profesional dan kedewasaan berpikir," katanya.


Rektor juga memberikan perhatian khusus terhadap aspek keselamatan selama pelaksanaan KKN. Ia mengimbau mahasiswa agar selalu berhati-hati selama perjalanan maupun ketika menjalankan aktivitas di lokasi pengabdian.

"Tolong berangkat utuh dan pulang juga utuh. Keselamatan adalah yang utama. Tetap patuhi rambu-rambu yang ada dan selalu ingat bahwa kalian membawa nama baik Universitas Muhammadiyah Jember," pesannya.

Selain itu, Dr. Hanafi mengingatkan mahasiswa agar memanfaatkan peran dosen pembimbing lapangan sebagai mitra konsultasi selama pelaksanaan KKN. Pendampingan tersebut diharapkan mampu membantu mahasiswa menyelesaikan berbagai persoalan di lapangan sekaligus memastikan seluruh program kerja berjalan sesuai rencana.


Melalui KKN Reguler Tahun 2026 yang diikuti 565 mahasiswa, Universitas Muhammadiyah Jember berharap para peserta mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat sekaligus mengembangkan kompetensi akademik, kepemimpinan, komunikasi, dan kemampuan berkolaborasi. Pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal penting dalam membentuk lulusan yang profesional, adaptif, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi.

Dengan semangat pengabdian, ratusan mahasiswa Unmuh Jember siap menjadi agen perubahan di tengah masyarakat. Kehadiran mereka diharapkan mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan di daerah pengabdian sekaligus memperkuat peran Universitas Muhammadiyah Jember sebagai perguruan tinggi yang terus berkontribusi dalam pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.

 

Selasa, 21 Juli 2026

Mahasiswa KKN Unmuh Jember Resmi Mengabdi di SMA Muhammadiyah 2 Wuluhan, Perkuat Sinergi Kampus dan Sekolah

Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember secara resmi menyerahkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Reguler Sore/RPL Gelombang II Tahun 2026 kepada SMA Muhammadiyah 2 Wuluhan, Jumat (3/7/2026). Prosesi serah terima yang berlangsung di ruang pertemuan sekolah tersebut menjadi penanda dimulainya rangkaian program pengabdian mahasiswa di lingkungan sekolah.

Kegiatan dihadiri oleh Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unmuh Jember, Dr. Juariyah, M.Si., Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr. Reni Umilasari, S.Pd., M.Si., Kepala SMA Muhammadiyah 2 Wuluhan, Alim Purnomosidi, S.Pd., beserta dewan guru dan mahasiswa peserta KKN.

Dalam sambutannya, Dr. Juariyah menjelaskan bahwa KKN Tematik merupakan implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, Universitas Muhammadiyah Jember terus mengembangkan berbagai skema KKN yang disesuaikan dengan kebutuhan mitra sehingga mahasiswa dapat memberikan kontribusi yang lebih tepat sasaran.

"KKN bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik, tetapi menjadi media bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan, membangun kepedulian sosial, serta menghadirkan solusi yang bermanfaat bagi masyarakat melalui program-program yang relevan," ujarnya.

Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan, Dr. Reni Umilasari, S.Pd., M.Si., mengingatkan mahasiswa agar menjaga nama baik almamater selama menjalankan pengabdian. Ia juga menekankan pentingnya komunikasi yang baik dengan pihak sekolah serta pelaksanaan program kerja yang mengedepankan kolaborasi dan tanggung jawab.

Di sisi lain, Kepala SMA Muhammadiyah 2 Wuluhan, Alim Purnomosidi, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Universitas Muhammadiyah Jember yang kembali memilih sekolahnya sebagai lokasi pelaksanaan KKN.

"Hari ini kami mengucapkan selamat datang kepada mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember. Hubungan antara universitas dan SMA Muhammadiyah merupakan hubungan yang erat, layaknya kakak dan adik yang saling mendukung dan saling membantu. Semoga keberadaan mahasiswa KKN dapat memberikan manfaat bagi sekolah sekaligus menjadi pengalaman berharga dalam mengabdi kepada masyarakat," tuturnya.

Ia berharap kehadiran mahasiswa KKN tidak hanya mendukung berbagai aktivitas pendidikan di sekolah, tetapi juga mampu menghadirkan inovasi yang memberikan dampak positif bagi siswa maupun tenaga pendidik.

Program KKN Tematik Reguler Sore/RPL Gelombang II Tahun 2026 di SMA Muhammadiyah 2 Wuluhan akan diisi dengan berbagai kegiatan yang berfokus pada penguatan pendidikan, pengembangan karakter, serta pemberdayaan lingkungan sekolah. Melalui kolaborasi antara mahasiswa, guru, dan warga sekolah, berbagai program tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan.

Prosesi serah terima ini sekaligus mempertegas komitmen Universitas Muhammadiyah Jember dalam memperkuat sinergi dengan sekolah-sekolah Muhammadiyah melalui kegiatan pengabdian yang berdampak nyata. Dengan semangat kolaborasi, mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang menghadirkan inovasi, memperluas wawasan, serta berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di SMA Muhammadiyah 2 Wuluhan.

 

Mahasiswa KKN Unmuh Jember Perkenalkan Olahraga Petanque di SMA Muhammadiyah 2 Wuluhan



Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Reguler Sore/RPL Gelombang II Tahun 2026 Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember menghadirkan pengalaman baru bagi warga SMA Muhammadiyah 2 Wuluhan melalui sosialisasi olahraga Petanque, Sabtu (18/7/2026). Bertempat di halaman sekolah, kegiatan yang dimulai pukul 07.30 WIB tersebut berlangsung meriah dengan melibatkan seluruh siswa, dewan guru, dan mahasiswa KKN.

Mengusung semangat edukasi sekaligus rekreasi, kegiatan ini bertujuan memperkenalkan Petanque sebagai cabang olahraga yang belum banyak dikenal di lingkungan sekolah. Selain menambah wawasan, olahraga asal Prancis tersebut juga dikenalkan sebagai sarana membangun karakter, mulai dari sportivitas, disiplin, kerja sama, hingga konsentrasi.

Mahasiswa KKN membuka kegiatan dengan memberikan pemaparan mengenai sejarah Petanque, peralatan yang digunakan, teknik dasar permainan, hingga aturan pertandingan. Agar materi lebih mudah dipahami, peserta juga diajak menyaksikan demonstrasi langsung teknik melempar bola, menentukan poin, dan strategi sederhana dalam permainan.

Antusiasme peserta semakin terasa ketika sesi praktik dimulai. Murid bersama para guru mencoba memainkan olahraga tersebut secara langsung dengan penuh semangat. Suasana halaman sekolah pun dipenuhi gelak tawa dan sorak sorai yang mencerminkan keakraban antara guru, siswa, dan mahasiswa.

Kemeriahan berlanjut melalui pertandingan persahabatan antarkelas yang juga melibatkan tim guru. Masing-masing tim berusaha menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam permainan yang mengandalkan ketepatan lemparan dan strategi tersebut.

Momen menarik terjadi ketika Kepala SMA Muhammadiyah 2 Wuluhan, Alim Purnomosidi, S.Pd., turun langsung memperkuat tim guru. Kehadirannya di lapangan menjadi penyemangat bagi peserta sekaligus menunjukkan dukungan penuh terhadap program yang diinisiasi mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember.

"Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena tidak hanya memperkenalkan cabang olahraga yang mungkin masih asing bagi murid, tetapi juga membangun kebersamaan antara guru dan murid melalui pertandingan yang berlangsung penuh sportivitas. Saya sengaja ikut bermain bersama tim guru agar bisa merasakan langsung antusiasme kegiatan ini. Mudah-mudahan olahraga Petanque dapat terus dikembangkan sebagai salah satu aktivitas positif di sekolah," ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Kelompok KKN Universitas Muhammadiyah Jember menjelaskan bahwa sosialisasi Petanque merupakan bagian dari program kerja yang dirancang untuk menghadirkan inovasi kegiatan positif di lingkungan sekolah sekaligus memperkenalkan olahraga yang memiliki potensi berkembang di Indonesia.

"Petanque mengajarkan banyak nilai positif, seperti kesabaran, ketelitian, disiplin, konsentrasi, kerja sama, dan sportivitas. Kami berharap setelah kegiatan ini para siswa memperoleh pengalaman baru sekaligus termotivasi untuk mencoba berbagai cabang olahraga yang belum banyak dikenal," jelasnya.

Sebagai bentuk apresiasi, panitia menutup kegiatan dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang pertandingan. Momen tersebut disambut meriah oleh seluruh peserta dan menjadi penutup yang semakin menghangatkan suasana kebersamaan.

Melalui program ini, mahasiswa KKN Tematik Reguler Sore/RPL Gelombang II Tahun 2026 Universitas Muhammadiyah Jember berharap olahraga Petanque semakin dikenal di kalangan pelajar. Lebih dari sekadar mengenalkan cabang olahraga baru, kegiatan ini menjadi wujud nyata pengabdian mahasiswa dalam mendorong budaya hidup sehat, mempererat hubungan antara guru dan siswa, serta menanamkan nilai-nilai sportivitas di lingkungan sekolah.

 

Rabu, 01 Juli 2026

Tebar Kepedulian untuk Lansia, BEM FISIP Unmuh Jember Gelar Program "Sharing Love" di Panti Sosial Tresna Werdha

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Jember kembali menunjukkan komitmennya dalam mengimplementasikan nilai-nilai kepedulian sosial melalui program kerja bertajuk "Sharing Love". Kegiatan pengabdian masyarakat ini akan dilaksanakan di Panti Sosial Tresna Werdha (PT PSTW) pada Sabtu, (27/6/2026), dengan menghadirkan berbagai aktivitas yang bertujuan memberikan kebahagiaan sekaligus dukungan psikososial bagi para lanjut usia (lansia).

Program ini merupakan salah satu agenda kerja BEM FISIP Kabinet PRISMA periode 2025–2026 yang dirancang sebagai wadah bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan nilai-nilai kemanusiaan, empati, dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui interaksi langsung dengan para penghuni panti, mahasiswa diharapkan mampu memahami realitas sosial sekaligus mengasah kemampuan komunikasi dan kepedulian terhadap kelompok rentan.

Kegiatan "Sharing Love" dilatarbelakangi oleh kepedulian terhadap kondisi lansia yang kerap menghadapi keterasingan sosial dan minimnya perhatian dari lingkungan sekitar. Sebagai organisasi kemahasiswaan, BEM FISIP memandang penting menghadirkan ruang interaksi yang humanis agar para lansia dapat merasakan perhatian, kebersamaan, dan penghargaan atas kontribusi mereka selama ini kepada masyarakat.

Tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, "Sharing Love" dikemas melalui berbagai aktivitas interaktif. Mahasiswa akan mengadakan sesi perkenalan, ice breaking, permainan sederhana, kegiatan kreatif bersama, hingga penyerahan bantuan kebutuhan pokok secara simbolis kepada penghuni panti. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk menciptakan suasana hangat yang mampu mempererat hubungan emosional antara mahasiswa dan para lansia.

Selain memberikan manfaat bagi penghuni panti, kegiatan ini juga menjadi media pembelajaran nonformal bagi mahasiswa. Melalui pengalaman berinteraksi secara langsung, mahasiswa diharapkan mampu menumbuhkan karakter yang berintegritas, empatik, dan memiliki tanggung jawab sosial sebagai calon intelektual yang dekat dengan persoalan masyarakat.

BEM FISIP berharap program "Sharing Love" dapat menjadi jembatan antara dunia akademik dan masyarakat. Kehadiran mahasiswa di tengah para lansia bukan hanya untuk berbagi bantuan, tetapi juga menghadirkan kebersamaan, semangat, dan perhatian yang menjadi kebutuhan penting bagi mereka.

Lebih jauh, kegiatan ini diharapkan menjadi budaya kepedulian yang terus tumbuh di lingkungan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Jember. Dengan semangat berbagi dan mengabdi, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman berharga di luar ruang kuliah, tetapi juga menjalankan perannya sebagai agen perubahan yang mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat.

 

Senin, 29 Juni 2026

Gelar Public Speaking is Fun, HIMAKOM Unmuh Jember Latih Keberanian Siswa SD Tampil di Depan Publik

Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (HIMAKOM) Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk "Public Speaking is Fun" di SDN Curahnongko 03, Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember, Kamis (11/6/2026). Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu komunikasi sekaligus menumbuhkan keberanian berbicara dan rasa percaya diri siswa sekolah dasar.

Program yang diinisiasi HIMAKOM ini berangkat dari masih terbatasnya akses edukasi mengenai komunikasi, kreativitas, dan literasi media bagi anak-anak sekolah dasar. Di tengah perkembangan teknologi dan arus informasi yang semakin pesat, kemampuan berkomunikasi dinilai menjadi bekal penting yang perlu ditanamkan sejak usia dini.

Melalui konsep pembelajaran yang menyenangkan, mahasiswa Ilmu Komunikasi menghadirkan berbagai aktivitas interaktif yang mendorong siswa berani menyampaikan pendapat, berinteraksi dengan teman, serta mengekspresikan ide di depan umum.

Ketua HIMAKOM bersama jajaran pengurus berharap kegiatan ini tidak hanya memberikan pengalaman baru bagi siswa, tetapi juga menjadi bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam meningkatkan kualitas pendidikan karakter di lingkungan sekolah dasar. Selain itu, kegiatan ini menjadi media pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan sosial, empati, serta praktik komunikasi secara langsung di tengah masyarakat.

Selama kegiatan berlangsung, siswa mengikuti berbagai permainan edukatif seperti Kotak Ekspresi, Pesan Berantai, dan Reporter Cilik. Melalui permainan tersebut, peserta diajak belajar menyampaikan pesan dengan baik, bekerja sama, serta melatih keberanian berbicara di depan teman-temannya. Rangkaian kegiatan juga diisi dengan pengenalan konsep public speaking, penyerahan hasil donasi, hingga sesi foto bersama.

Program ini memiliki sejumlah tujuan, di antaranya meningkatkan kemampuan komunikasi dasar siswa, menumbuhkan rasa percaya diri, serta membangun hubungan yang lebih erat antara mahasiswa dengan lingkungan sekolah. Sasaran kegiatan tidak hanya siswa sebagai peserta utama, tetapi juga guru sebagai mitra edukasi dan mahasiswa HIMAKOM sebagai fasilitator pembelajaran.

Kegiatan HIMAKOM Mengabdi menjadi salah satu bentuk implementasi pembelajaran di Program Studi Ilmu Komunikasi Unmuh Jember yang tidak berhenti di ruang kelas. Melalui pengabdian ini, mahasiswa diajak menghadirkan solusi edukatif bagi masyarakat sekaligus memperkuat perannya sebagai agen perubahan sosial.

Ke depan, HIMAKOM Unmuh Jember berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga semakin banyak sekolah yang memperoleh manfaat dari edukasi komunikasi, kreativitas, dan penguatan karakter sejak dini.

 

Kamis, 18 Juni 2026

Mahasiswa Elektro dan Mesin Unmuh Jember Rancang Skenario Revitalisasi Mesin di TPA Pakusari

Melanjutkan misi pemetaan krisis tata kelola sampah yang telah diinisiasi pekan sebelumnya, Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadiyah (UM) Jember kembali menerjunkan mahasiswanya dalam kunjungan gelombang kedua ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Pakusari pada hari Sabtu, 13 Juni 2026. Jika kunjungan gelombang pertama murni berfokus pada analisis infrastruktur fisik, kelancaran administrasi, dan kalkulasi beban volume harian, maka gelombang kedua ini secara khusus menitikberatkan pada evaluasi aspek rekayasa mekanikal, otomasi sistem kelistrikan, dan pemulihan fungsi fasilitas.

Kunjungan strategis kali ini membawa formasi yang berbeda, dengan melibatkan kolaborasi tajam dari mahasiswa program studi Teknik Elektro, Teknik Lingkungan, dan Teknik Mesin. Setibanya di lokasi, tim observasi langsung bergerak menembus area fasilitas pengolahan sampah dan menemukan realita teknis yang cukup memprihatinkan. Di tengah darurat volume sampah yang terus menggunung tanpa henti, sejumlah aset vital dan fasilitas mekanis di dalam TPA Pakusari justru ditemukan dalam kondisi tidak beroperasi secara maksimal, bahkan cenderung dibiarkan terbengkalai begitu saja.

Dalam inspeksi mendalam tersebut, mahasiswa secara langsung mendata berbagai macam alat berat dan mesin pengolahan yang mangkrak di lokasi. Terdapat perangkat krusial seperti mesin pemilah mekanis, mesin pencacah sampah, mesin pengepres raksasa (balling press), hingga instalasi mesin pengemasan (packaging) yang terdiam tanpa aktivitas operasional harian. Merespon temuan kritis ini, mahasiswa Teknik Mesin FT UM Jember langsung mengambil inisiatif untuk merumuskan kerangka kerja perbaikan teknis. Mereka menyusun strategi optimalisasi agar alat-alat berat serta mesin pencacah tersebut dapat direvitalisasi dan difungsikan kembali secara penuh.

Di sisi lain, mahasiswa Teknik Elektro mengambil peran yang tidak kalah penting dalam merancang ulang sistem otomasi jaringan kelistrikannya. Tidak hanya sekadar memperbaiki arus listrik, mereka juga mulai mengkaji potensi besar pemanfaatan gas metana yang terperangkap di bawah tumpukan sampah raksasa. Gas ini direncanakan untuk dikonversi menjadi sumber energi alternatif yang kelak dapat menghidupkan kembali mesin-mesin pengolahan tersebut secara mandiri. Sinergi mekanis dan elektris ini terus dikawal ketat oleh mahasiswa Teknik Lingkungan yang memastikan bahwa setiap rancangan mesin terapan tetap memenuhi standar baku mutu ekologis dan tidak menambah emisi baru.

Langkah taktis mahasiswa UM Jember ini menjadi sangat relevan karena berpacu dengan waktu transisi birokrasi. Berdasarkan informasi terkini dari otoritas lingkungan setempat, terhitung mulai tanggal 1 Juli 2026, Pemerintah Kabupaten Jember akan memberlakukan kebijakan baru yang sangat radikal. TPA Pakusari diproyeksikan hanya akan diizinkan menerima sampah dalam bentuk sampah residu saja. Hal ini menandai akhir dari era sistem penimbunan terbuka (open dumping) dan melangkah maju menuju metode Control Landfill. Melalui cetak biru revitalisasi teknologi dari kunjungan 13 Juni ini, FT UM Jember siap mengawal TPA Pakusari untuk bertransformasi menjadi fasilitas pengolahan modern terpadu.

 

Menembus Gunungan Sampah 35 Meter, Mahasiswa Lintas Disiplin FT Unmuh Jember Kaji Beban Kritis TPA Pakusari

Krisis tata kelola sampah domestik di Kabupaten Jember kini telah menjelma menjadi isu kedaruratan sosial dan ekologis yang membutuhkan penanganan luar biasa. Merespon kondisi kritis tersebut, jajaran sivitas akademika Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadiyah (UM) Jember mengambil langkah taktis proaktif melalui agenda observasi lapangan dan studi komprehensif. Gelombang pertama dari inisiatif ini resmi diterjunkan langsung ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Pakusari pada hari Sabtu, 6 Juni 2026.

Delegasi gelombang pertama ini membawa misi analisis infrastruktur dengan melibatkan kolaborasi lintas disiplin dari empat program studi sekaligus, yakni Teknik Kimia, Teknik Industri, Teknik Sipil, dan Teknik Lingkungan. Sinergi lintas keilmuan ini sengaja dibentuk untuk membedah problematika persampahan dari berbagai sudut pandang rekayasa, mulai dari tata letak operasional, stabilitas tumpukan fisik, hingga proses konversi bahan kimia yang terjadi secara alami di lokasi pembuangan raksasa tersebut.

Dalam peninjauan lapangan yang berlangsung intensif, para mahasiswa tidak hanya melakukan pengamatan visual, tetapi juga menggali data operasional harian secara mendetail. Mereka berdialog langsung dengan para petugas yang menjadi garda terdepan di TPA Pakusari. Mahasiswa berdiskusi secara mendalam dengan Bapak Moh. Jatim, selaku penanggung jawab bagian Administrasi dan Ritribusi. Dari diskusi ini, mahasiswa berhasil memetakan alur birokrasi, sistem pencatatan retribusi, serta pola kedatangan truk pengangkut sampah yang beroperasi tanpa henti dari berbagai penjuru kecamatan di Jember.

Lebih lanjut, investigasi pencarian data berlanjut di area krusial, yakni pos awal masuk TPA. Di sana, para mahasiswa berkoordinasi dengan Bapak Totok M. Soleh yang bertugas sebagai Operator Jembatan Timbang Sampah. Fakta kuantitatif yang terungkap di lapangan sangat mengejutkan; pos jembatan timbang mencatat bahwa TPA Pakusari saat ini dipaksa menampung beban volume timbulan sampah harian yang sangat ekstrem, mencapai rata-rata 600 meter kubik per harinya. Akumulasi sampah yang terus menerus masuk tanpa ada proses pengolahan yang seimbang ini telah mengakibatkan terbentuknya gunungan sampah masif dengan elevasi kritis setinggi 35 meter.

Bagi mahasiswa Teknik Sipil, data ketinggian 35 meter ini menjadi parameter vital untuk menganalisis stabilitas lereng sampah guna mencegah potensi bencana longsor. Sementara itu, mahasiswa Teknik Industri mengevaluasi efisiensi antrean logistik di jembatan timbang, dan mahasiswa Teknik Kimia serta Lingkungan meneliti potensi bahaya pencemaran air lindi (leachate) yang dihasilkan. Kunjungan terpadu pada tanggal 6 Juni ini pada akhirnya menjadi pondasi data primer yang sangat solid bagi riset mahasiswa FT UM Jember dalam merumuskan solusi penanganan infrastruktur persampahan di masa depan.

 


Rabu, 17 Juni 2026

Dari Ruang Kelas ke Masyarakat, Mahasiswa Unmuh Jember Kenalkan Nilai Kearifan Lokal di SMP Adz Dzikir

Pembelajaran di perguruan tinggi tidak berhenti di ruang kelas. Sebagai bentuk implementasi luaran mata kuliah, dosen dan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Pelestarian Tradisi Lokal sebagai Media Edukasi Penguatan Karakter Generasi Muda” di SMP Adz Dzikir, Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember, Kamis (11/6/2026).

Kegiatan ini merupakan implementasi dari Mata Kuliah Kearifan Lokal Pendalungan dan Budaya Pendalungan yang diampu oleh Dr. Dzarna, M.Pd. Bersama mahasiswa, ia mengajak para guru untuk memahami pentingnya pelestarian tradisi lokal sebagai bagian dari identitas budaya sekaligus sarana pembentukan karakter generasi muda.

Ketua tim pengabdian, Dr. Dzarna, M.Pd., menjelaskan bahwa tradisi lokal tidak hanya berfungsi sebagai warisan budaya yang perlu dijaga keberlangsungannya, tetapi juga mengandung berbagai nilai luhur yang relevan dengan kehidupan masa kini.

“Melalui tradisi lokal, generasi muda dapat belajar tentang gotong royong, tanggung jawab, kerja sama, toleransi, disiplin, hingga rasa hormat kepada sesama. Nilai-nilai inilah yang perlu terus diwariskan di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi,” ujarnya.

Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui penyampaian materi, diskusi, tanya jawab, serta refleksi bersama mengenai berbagai tradisi yang masih hidup dan berkembang di masyarakat Jember. Para peserta diajak mengenali bentuk-bentuk kearifan lokal sekaligus memahami makna yang terkandung di dalamnya sebagai modal pembentukan karakter.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Para guru aktif berbagi pengalaman mengenai tradisi yang masih dijalankan di lingkungan keluarga maupun masyarakat sekitar. Diskusi yang berlangsung menunjukkan bahwa budaya lokal masih memiliki ruang penting dalam proses pendidikan dan pembentukan karakter generasi muda.

Pihak SMP Adz Dzikir menyambut positif pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurut mereka, penguatan nilai-nilai budaya lokal sangat relevan dengan upaya sekolah dalam membangun karakter peserta didik yang berakhlak mulia, berbudaya, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosialnya.

Selain menjadi bentuk pengabdian kepada masyarakat, kegiatan ini juga menunjukkan bagaimana hasil pembelajaran di perguruan tinggi dapat diimplementasikan secara nyata untuk memberikan manfaat bagi masyarakat. Melalui sinergi antara kampus dan sekolah, nilai-nilai kearifan lokal diharapkan terus hidup dan menjadi bagian dari pendidikan karakter generasi muda.

Ke depan, tim pengabdian berharap kolaborasi serupa dapat terus dikembangkan sehingga pelestarian budaya lokal tidak hanya menjadi upaya menjaga warisan leluhur, tetapi juga menjadi media edukasi yang efektif dalam membentuk generasi yang berkarakter, kreatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

 

Selasa, 09 Juni 2026

Dari Pesisir Jember, Mahasiswa Teknik Informatika Unmuh Jember Gali Suara Nelayan tentang Korupsi dan Bahaya NAPZA


Perspektif masyarakat terhadap korupsi dan penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (NAPZA) menjadi perhatian mahasiswa Program Studi Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember). Melalui wawancara lapangan yang dilaksanakan pada 30 Mei dan 1 Juni 2026, mahasiswa menggali pandangan komunitas nelayan mengenai dua persoalan yang masih menjadi tantangan besar bangsa Indonesia tersebut.

Kegiatan ini merupakan bagian dari tugas Mata Kuliah Pendidikan Antikorupsi dan NAPZA. Sebanyak tujuh mahasiswa yang tergabung dalam Kelompok 5 turun langsung ke masyarakat pesisir untuk berdialog dan memperoleh pemahaman mengenai dampak korupsi serta bahaya penyalahgunaan narkoba dari sudut pandang masyarakat.

Salah satu narasumber dalam kegiatan tersebut adalah Firdaus, seorang nelayan yang sehari-hari menggantungkan hidup dari hasil laut. Menurutnya, korupsi merupakan tindakan mengambil sesuatu yang bukan haknya dan memanfaatkan jabatan untuk kepentingan pribadi.

“Korupsi itu merugikan banyak orang. Dana yang seharusnya digunakan untuk masyarakat bisa tidak sampai kepada yang membutuhkan,” ujarnya.

Sebagai masyarakat yang bergantung pada berbagai program bantuan dan pembangunan, Firdaus menilai praktik korupsi dapat berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat. Ia berharap setiap pihak yang diberi amanah dapat menjalankan tugasnya dengan jujur, transparan, dan bertanggung jawab.

Dalam wawancara tersebut, para nelayan juga menyoroti pentingnya menjaga nilai kejujuran dalam kehidupan sehari-hari. Menurut mereka, kepercayaan merupakan modal utama dalam membangun hubungan sosial dan kerja sama di lingkungan masyarakat.

Selain membahas korupsi, diskusi turut mengangkat isu penyalahgunaan NAPZA yang dinilai sebagai ancaman serius bagi generasi muda. Firdaus menyampaikan bahwa narkoba dapat merusak kesehatan, menghancurkan masa depan, serta menghilangkan kesempatan generasi muda untuk berkembang dan meraih cita-cita.

Menurutnya, keluarga memiliki peran penting dalam mencegah penyalahgunaan narkoba. Orang tua perlu memberikan perhatian, pengawasan, serta pendidikan karakter kepada anak-anak sejak dini agar tidak mudah terpengaruh lingkungan yang negatif.

“Anak-anak harus rajin belajar, memilih teman yang baik, dan menjauhi narkoba. Masa depan mereka masih panjang dan harus dijaga,” pesannya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh data untuk memenuhi tugas akademik, tetapi juga mendapatkan pelajaran berharga dari masyarakat. Hasil wawancara menunjukkan bahwa kesadaran terhadap pentingnya integritas, kejujuran, dan bahaya penyalahgunaan NAPZA telah tumbuh di tengah masyarakat pesisir.

Kegiatan wawancara ini dilaksanakan oleh Kelompok 5 Mata Kuliah Pendidikan Antikorupsi dan NAPZA Program Studi Teknik Informatika Unmuh Jember yang beranggotakan Putri Suci Rahmadhani, Yulian Adinda, Nafila, Nabila Senja Ramadhani, Mohammad Putra Fernanda, Chyka Mey Tree Ahmad, dan Firli Aisyah Faridatul Arifah atas arahan dosen pengampu mata kuliah yaitu, Rohimatush Shofiyah, S.Si., M.Si., dan Miftahul Huda, S.H., M.Kn..

Melalui interaksi langsung dengan masyarakat, mahasiswa diharapkan mampu memahami bahwa upaya pemberantasan korupsi dan pencegahan penyalahgunaan NAPZA bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga memerlukan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.

Minggu, 17 Mei 2026

Dua Mahasiswa Unmuh Jember Terlibat dalam Proyek Ketangguhan Bencana PMI dan JRCS Jepang

Komitmen mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) dalam bidang kemanusiaan kembali terlihat melalui keterlibatan dua mahasiswa dalam program School Community Resilience Project (SCR) yang diselenggarakan oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember bekerja sama dengan Japanese Red Cross Society (JRCS) Jepang.

Program ini diawali dengan kegiatan Pelatihan Dasar Disaster Risk Reduction (DRR) dan Enhanced Vulnerability Capacity Assessment (EVCA) yang berlangsung selama empat hari, pada 16–20 Januari 2025, di Hotel Safari Jember. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari proyek kolaborasi jangka panjang yang dirancang berjalan selama kurang lebih tiga tahun, mulai awal 2025 hingga 2027.

Pelatihan ini diikuti oleh 20 staf dan relawan PMI Kabupaten Jember, termasuk dua mahasiswa Unmuh Jember yang menjadi perwakilan dari KSR (Korps Sukarela) PMI Unit Unmuh Jember, yakni Lutfiah Indah Fardiyatin, mahasiswa Program Studi PGPAUD, dan Nur Alfiah, mahasiswa Program Studi Keperawatan.

Keterlibatan keduanya menjadi bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam mendukung penguatan ketangguhan masyarakat terhadap risiko bencana, khususnya di wilayah pesisir selatan Jember yang memiliki potensi ancaman gempa bumi dan tsunami.

Program SCR sendiri akan difokuskan di wilayah Kecamatan Puger dan Gumukmas, dua kawasan pesisir selatan Jember yang dinilai memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap bencana alam.

Saat itu, Ketua PMI Kabupaten Jember, Dr. Muhammad Thamrin, S.E., M.M., menegaskan bahwa pelatihan ini bukan hanya soal teori kebencanaan, tetapi juga membentuk karakter relawan yang tangguh dan siap terjun langsung ke masyarakat.

Menurutnya, relawan harus memiliki rasa percaya diri, komunikasi yang efektif, serta militansi dalam menjalankan tugas kemanusiaan.

Sementara itu, Weni Catur selaku Koordinator School and Community Resilience (SCR) menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang untuk membekali peserta dengan pemahaman teknis yang mendalam sebelum menjalankan pendampingan di lapangan.

Berbagai materi diberikan oleh fasilitator dari PMI Pusat, PMI Jawa Timur, PMI Kabupaten Jember, serta JRCS Jepang. Materi tersebut meliputi pengelolaan bencana, kesiapsiagaan, tanggap darurat, satuan pendidikan aman bencana, hingga kajian risiko.

Tidak hanya teori, peserta juga mengikuti simulasi lapangan, pelatihan teknik komunikasi, serta koordinasi respons kebencanaan agar mampu menjalankan tugas secara efektif saat berhadapan langsung dengan masyarakat.

Bagi Lutfiah dan Nur Alfiah, keterlibatan dalam proyek internasional ini menjadi pengalaman berharga yang tidak hanya memperluas wawasan kebencanaan, tetapi juga mengasah kemampuan kepemimpinan, komunikasi, dan pengabdian sosial sebagai mahasiswa.

Melalui program ini, Unmuh Jember menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya berperan di ruang akademik, tetapi juga hadir sebagai bagian dari solusi sosial dan kemanusiaan. Keterlibatan dalam School Community Resilience Project menjadi langkah nyata dalam membangun generasi muda yang tangguh, peduli, dan siap menghadapi tantangan kebencanaan di masa depan.

 

Connect