Selasa, 03 Maret 2026

Unmuh Jember Beri Pendampingan Kepemimpinan Remaja Berbasis Nilai Islam di Panti Asuhan Budi Mulia Jember

Upaya membentuk generasi muda yang berkarakter dan berjiwa pemimpin terus dilakukan melalui program pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan pada Jumat, (13/2/2026), di Panti Asuhan Muhammadiyah Budi Mulia Jember. Kegiatan bertajuk Pendampingan Kepemimpinan Remaja Berbasis Nilai-Nilai Islam Kemuhammadiyahan sebagai Model Leadership Smart Social Care ini menjadi bagian dari skema Hibah Pengabdian kepada Masyarakat Internal 2025/2026 Program Kemitraan Masyarakat Stimulus (PKMS).

Program ini diinisiasi oleh tim pengusul yang terdiri dari Dr. Akbar Maulana, S.IP., M.Si. dan Dr. Sudahri, S.Sos., M.I.Kom., dengan melibatkan mahasiswa Nina Anggel Febrianti dan Achmad Rifqi Hidayat sebagai bagian dari implementasi program. Kolaborasi ini memperkuat integrasi antara tridarma perguruan tinggi dan penguatan kapasitas kelembagaan panti asuhan.

Program tersebut lahir dari keprihatinan terhadap berbagai tantangan yang dihadapi remaja panti, mulai dari keterbatasan figur teladan, rendahnya kepercayaan diri, minimnya pengalaman kepemimpinan, hingga kurangnya ruang aktualisasi diri. Di tengah dinamika era governance modern yang menuntut pemimpin adaptif, kolaboratif, dan berintegritas, kebutuhan akan pembinaan kepemimpinan yang terstruktur menjadi semakin mendesak. Terlebih, panti asuhan sebagai bagian dari Amal Usaha Muhammadiyah belum memiliki model pembinaan kepemimpinan yang terintegrasi dengan nilai-nilai Islam Kemuhammadiyahan secara sistematis.

Melalui pendekatan berbasis nilai amanah, tanggung jawab sosial, dan keteladanan, konsep Leadership Smart Social Care diperkenalkan sebagai model kepemimpinan sosial yang empatik, responsif, dan relevan dengan perkembangan era digital. Pelaksanaan kegiatan dirancang melalui lima tahapan utama, yakni analisis kebutuhan, pelatihan kepemimpinan, pendampingan praktik melalui simulasi kegiatan panti, penyusunan modul dan model pendampingan, serta evaluasi komprehensif menggunakan observasi, pre-post test, dan wawancara.

Pendekatan experiential learning menjadi metode utama dalam proses pendampingan. Para remaja tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi juga belajar melalui praktik langsung, refleksi, dan umpan balik yang berkelanjutan. Luaran kegiatan ini ditargetkan mencakup publikasi media massa, artikel ilmiah pada jurnal terindeks Sinta 4, modul pelatihan Leadership Smart Social Care, serta satu produk Hak Kekayaan Intelektual (HKI) berupa model pendampingan kepemimpinan remaja berbasis nilai Islam Kemuhammadiyahan.

Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat karakter remaja panti sebagai calon pemimpin muda yang berakhlak, berintegritas, dan siap menghadapi dinamika sosial di era modern, sekaligus menjadi model penguatan kepemimpinan berbasis nilai yang dapat direplikasi di berbagai Amal Usaha Muhammadiyah lainnya.

  

Rabu, 25 Februari 2026

Mahasiswa KKN Tematik Posko 17 Unmuh Jember Resmi Mengabdi di Desa Tutul, Paparkan Program Kerja dan Hadirkan Inovasi Biopori

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Posko 17 Universitas Muhammadiyah Jember menggelar seremonial pembukaan dan pemaparan program kerja pada Senin (2/2/2026) di Balai Desa Tutul, Kecamatan Balung. Kegiatan ini menjadi langkah awal pelaksanaan KKN sekaligus bentuk koordinasi resmi dengan pemerintah desa.

Acara dihadiri Kepala Desa Tutul beserta perangkat desa dan seluruh anggota KKN Posko 17. Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa memperkenalkan diri satu per satu beserta program studi masing-masing guna mempermudah koordinasi selama masa pengabdian.

Koordinator KKN Tematik Posko 17 menyampaikan bahwa program kerja yang disusun merupakan hasil observasi lapangan dan identifikasi kebutuhan desa. Program tersebut mencakup bidang pendidikan, lingkungan, serta sosial kemasyarakatan. “Seluruh program kami rancang untuk mendukung pembangunan desa dan akan dilaksanakan melalui koordinasi bersama pemerintah desa,” ujarnya.

Kepala Desa Tutul dalam sambutannya mengapresiasi keterbukaan mahasiswa dalam memaparkan rencana kerja secara terstruktur. Ia berharap seluruh kegiatan dapat berjalan lancar dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Seremonial ini menjadi penanda resmi dimulainya rangkaian pengabdian mahasiswa KKN Tematik Posko 17 di Desa Tutul, sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa.

Sebagai implementasi program lingkungan, mahasiswa KKN Tematik Posko 17 juga melaksanakan pembuatan lubang biopori di sejumlah titik Desa Tutul. Kegiatan ini difokuskan sebagai solusi sederhana dan ramah lingkungan untuk mengatasi genangan air yang kerap muncul saat musim hujan, termasuk di area Balai Desa.

Lubang biopori merupakan lubang resapan berbentuk silinder vertikal dengan diameter sekitar 10–15 cm dan kedalaman kurang lebih 100 cm. Fungsinya untuk mempercepat penyerapan air hujan ke dalam tanah sekaligus menjadi media pengolahan sampah organik seperti daun kering dan sisa makanan rumah tangga.

Kegiatan ini melibatkan mahasiswa KKN bersama perangkat desa dan warga setempat. Pembuatan dilakukan menggunakan bor tanah manual, kemudian lubang diisi sampah organik dan ditutup dengan penutup khusus agar tetap aman.

Program biopori tidak hanya membantu mengurangi genangan air, tetapi juga menghasilkan kompos alami dari proses penguraian sampah organik. Salah satu warga Desa Tutul, Ibu Siti, mengungkapkan manfaat yang dirasakan. “Biasanya kalau hujan deras, air sering menggenang di halaman rumah. Setelah ada biopori, air lebih cepat meresap. Sampah dapur juga bisa dimanfaatkan,” ujarnya.

Melalui program ini, mahasiswa berharap masyarakat dapat melanjutkan pembuatan biopori secara mandiri di lingkungan masing-masing. Kolaborasi antara mahasiswa dan warga diharapkan mampu menciptakan perubahan kecil yang berdampak besar bagi kelestarian lingkungan Desa Tutul secara berkelanjutan.

Mahasiswa KKN Unmuh Jember Lakukan Studi Lapangan UMKM Tempe di Desa Rambipuji

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Jember melaksanakan studi lapangan pada sejumlah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) produksi tempe di Desa Rambipuji. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan ekonomi lokal sekaligus pembelajaran berbasis praktik bagi mahasiswa di tengah masyarakat.

Desa Rambipuji diketahui memiliki belasan produsen tempe aktif yang menjalankan usaha secara mandiri. Tingginya jumlah produsen membuat distribusi tempe dari desa ini tidak hanya beredar di wilayah lokal, tetapi juga menjangkau kota-kota lain di luar Jember, mengingat ketatnya persaingan pasar tempe di kawasan perkotaan.

Salah satu UMKM yang menjadi lokasi studi adalah usaha milik Bu Ani. Produsen ini menjalankan produksi setiap hari dengan kapasitas sekali produksi mencapai 90 kilogram kedelai. Dari jumlah tersebut dihasilkan tempe dengan berat sekitar 1,25 kilogram per balok, dengan total produksi kurang lebih 100 potong per hari.

Mahasiswa KKN tidak hanya melakukan observasi, tetapi juga menyaksikan langsung proses fermentasi dan penyimpanan tempe, serta membantu penimbangan dan pengemasan kedelai. Proses pematangan tempe memerlukan waktu dua hingga tiga hari, tergantung kondisi lingkungan. Tahap perebusan kedelai pun dipengaruhi kualitas bahan bakar; kayu bakar kering dinilai mampu mempercepat proses dibandingkan kayu yang masih basah.

Secara umum, tahapan produksi tempe dimulai dari perendaman kedelai, perebusan, penggilingan, perendaman ulang, perebusan kembali, penggilingan kedua, hingga penambahan ragi sebelum fermentasi berlangsung. Komposisi ragi yang digunakan adalah satu sendok untuk setiap satu kilogram kedelai agar fermentasi berjalan optimal.

Usaha tempe milik Bu Ani telah berjalan sekitar 10 tahun dan menjadi sumber penghasilan utama keluarga, selain usaha ternak yang dijalankan bersamaan. Dalam satu bulan, UMKM ini mampu mencatat omzet kotor sekitar Rp15 juta hingga Rp20 juta. Produksi dilakukan setiap hari dan hanya berhenti pada malam takbiran, dengan dukungan satu orang karyawan dalam operasionalnya.

Melalui studi lapangan ini, mahasiswa KKN memperoleh gambaran nyata mengenai peran strategis UMKM tempe dalam menopang perekonomian desa. Kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap potensi ekonomi lokal sekaligus mendorong pengembangan UMKM sebagai sektor penting dalam pembangunan desa yang berkelanjutan.

Mahasiswa KKN Hadiri MMD Tahap I Bersama Mahasiswa Ners Unmuh Jember di Desa Rambigundam

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) turut menghadiri kegiatan Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) Tahap I yang diselenggarakan mahasiswa Profesi Ners Universitas Muhammadiyah Jember di Desa Rambigundam. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam mengkaji kondisi kesehatan masyarakat sekaligus menyusun rencana intervensi berbasis kebutuhan riil warga.

MMD Tahap I dilaksanakan dengan melibatkan perangkat desa dan unsur masyarakat setempat. Dalam forum tersebut, mahasiswa melakukan pengkajian awal melalui wawancara dan pengumpulan data demografi untuk memetakan kondisi sosial serta kesehatan warga Desa Rambigundam yang terdiri atas lima dusun, yakni Dusun Dukuhsia, Satrean, Gayam, Krajan Lor, dan Krajan Kidul.

Dari sisi sosial budaya, mayoritas penduduk merupakan suku Jawa (80%) dan suku Madura (20%). Komposisi usia menunjukkan 50,3% warga berada pada usia dewasa, sementara 49,7% lainnya merupakan lansia. Tingkat pendidikan masyarakat umumnya berada pada jenjang SD, SMP, dan SMA, dengan mata pencaharian yang didominasi oleh wiraswasta, petani, dan pedagang.

Hasil pengkajian mengidentifikasi sepuluh jenis penyakit yang terdapat di masyarakat, dengan hipertensi sebagai kasus paling dominan. Kebiasaan warga dalam mencari pengobatan menunjukkan kecenderungan untuk mengakses fasilitas kesehatan ketika mengalami keluhan, didukung jarak layanan kesehatan yang relatif terjangkau.

Berdasarkan temuan tersebut, mahasiswa Profesi Ners menyusun Plan of Action (POA) dengan fokus pada tiga permasalahan utama, yakni defisit kesehatan komunitas, hipertensi, dan kesehatan lansia. Program yang direncanakan meliputi penyuluhan tentang hipertensi, penguatan Posyandu Lansia, edukasi pentingnya pemeriksaan tekanan darah secara rutin, serta peningkatan kepatuhan minum obat sesuai anjuran tenaga kesehatan.

Dalam sesi diskusi, masyarakat menanyakan cara menekan hipertensi yang sesuai dengan kondisi ekonomi warga. Mahasiswa menjelaskan bahwa pengendalian tekanan darah dapat dilakukan melalui perubahan pola hidup sehat yang sederhana dan terjangkau, seperti mengurangi konsumsi garam, rutin beraktivitas fisik, serta memanfaatkan layanan pemeriksaan yang tersedia. Warga juga mengusulkan adanya pemeriksaan kesehatan gratis di tingkat dusun, yang dinilai dapat direalisasikan dengan pengkerucutan sasaran agar pelaksanaannya lebih efektif dan tepat guna.

Kehadiran mahasiswa KKN dalam MMD Tahap I ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi lintas program, memperkaya pemahaman terhadap kondisi masyarakat, serta menjadi landasan sinergi program kesehatan selama masa pengabdian di Desa Rambigundam.

Mahasiswa KKN Unmuh Jember Pasang Plang Peringatan Rawan Longsor di Balung Kulon

Upaya mitigasi bencana berbasis masyarakat dilakukan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Jember melalui program pemasangan plang peringatan rawan longsor di Desa Balung Kulon, Kecamatan Balung, Kabupaten Jember. Kegiatan ini dilaksanakan setelah observasi lapangan dan pemetaan titik rawan longsor pada 2 Februari 2026.

Hasil pengamatan menunjukkan sejumlah titik di bantaran Sungai Bedadung mengalami pengikisan tanah serta muncul retakan pada permukaan tebing. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh kontur lereng yang curam, struktur tanah yang mudah tererosi, serta meningkatnya intensitas curah hujan saat musim penghujan. Situasi ini dinilai berpotensi menimbulkan longsor yang membahayakan warga maupun pengguna jalan yang melintas di sekitar sungai.

Menanggapi temuan tersebut, mahasiswa KKN menyusun program kerja pemasangan plang peringatan di titik-titik strategis yang memiliki tingkat risiko tinggi, khususnya area yang berdekatan dengan permukiman dan jalur aktivitas warga. Pemasangan plang ini merupakan bentuk mitigasi non-struktural sekaligus peringatan visual agar masyarakat lebih waspada saat beraktivitas di kawasan rawan longsor, terutama ketika debit air sungai meningkat.

Kekhawatiran terhadap potensi longsor juga dirasakan warga sekitar. Ibu Eva, warga RT 6 RW 3 Desa Balung Kulon, mengungkapkan kecemasannya saat musim hujan tiba. “Kami merasa takut dan khawatir kalau musim hujan datang, karena takut terjadi longsor lagi di sekitar sungai,” ujarnya.

Secara historis, wilayah RT 6 RW 3 pernah mengalami longsor sekitar dua tahun lalu yang menyebabkan rumah warga di bantaran sungai hanyut terbawa arus. Bahkan, dua minggu sebelum observasi dilakukan, longsor kembali terjadi di bagian utara Sungai Bedadung. Longsor umumnya dipicu oleh meningkatnya debit air yang mengikis tebing sungai, kemudian diperparah saat air surut dan material alami seperti bambu hanyut terbawa arus sehingga memperlemah struktur tanah.

Selain mengancam permukiman, kondisi tersebut juga meningkatkan risiko kecelakaan bagi pengendara yang melintas di jalan sekitar sungai. Longsor dapat menyebabkan badan jalan ambles atau licin, sehingga berpotensi membuat pengguna jalan terjatuh ke sungai.

Melalui pemasangan plang peringatan ini, mahasiswa KKN berharap dapat meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan masyarakat terhadap potensi bahaya longsor. Program ini menjadi bagian dari upaya pengurangan risiko bencana berbasis komunitas, sekaligus bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung keselamatan warga dan pelestarian lingkungan di kawasan Sungai Bedadung.

Viral dengan Canyonering-nya, KKN Unmuh Jember Manfaatkan Air Terjun Bringin Onjeng Bangkitkan Wisata Lokal

Pesona Air Terjun Bringin Onjeng kian dikenal publik setelah aktivitas canyonering yang ditawarkan di lokasi tersebut ramai diperbincangkan. Momentum ini turut dimanfaatkan mahasiswa KKN Tematik Kelompok 1 Desa Klungkung Tahun 2026 untuk mendorong pelestarian sekaligus pengembangan potensi wisata alam setempat.

Melalui program kerja tematik, mahasiswa berfokus pada promosi dan publikasi potensi wisata desa yang dinilai masih belum banyak diketahui masyarakat luar. Kegiatan dilakukan dalam bentuk pembuatan konten informasi wisata, dokumentasi kegiatan, hingga penyebaran publikasi digital mengenai daya tarik Air Terjun Bringin Onjeng.

Langkah tersebut didasarkan pada hasil observasi lapangan dan wawancara dengan warga yang mengungkapkan perlunya peningkatan promosi. Potensi alam yang asri dan jalur canyonering yang menantang dinilai mampu menjadi daya tarik wisatawan, baik dari dalam maupun luar daerah.

Salah satu warga Desa Klungkung, Bu Jumati, yang rumahnya dimanfaatkan sebagai area parkir wisatawan, menyampaikan harapannya agar air terjun tersebut semakin dikenal luas. Ia menilai kehadiran mahasiswa KKN Tematik memberikan dampak positif, khususnya dalam membantu promosi serta mendukung upaya pelestarian dan pengembangan wisata desa.

Tak hanya promosi, mahasiswa juga mendorong pemanfaatan kawasan air terjun sebagai media pembelajaran lingkungan bagi pelajar dan pemuda desa. Pengunjung tidak hanya diajak menikmati keindahan alam, tetapi juga diedukasi mengenai pentingnya menjaga kelestarian sumber daya alam melalui pengelolaan wisata yang bertanggung jawab.

Sebagai informasi, tiket masuk Air Terjun Bringin Onjeng dibanderol Rp5.000 per orang. Selain wisata alam, tersedia pula paket canyonering yang digelar setiap hari Minggu dengan tarif Rp165.000 melalui sistem pemesanan. Pengelola bersama masyarakat setempat terus berupaya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan agar potensi wisata ini dapat berkembang secara berkelanjutan serta menjadi sumber penguatan ekonomi desa.

Survei UMKM Desa Gugut, Mahasiswa KKN Unmuh Jember Temukan Kendala Promosi dan Pemasaran

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 08 Universitas Muhammadiyah Jember melakukan survei terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di empat dusun Desa Gugut pada Kamis (30/1/2025). Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam menyusun program kerja yang berbasis kebutuhan riil masyarakat.

Survei dilakukan dengan metode wawancara langsung dan observasi aktivitas usaha di lapangan. Dari hasil pendataan tersebut, mahasiswa menemukan bahwa persoalan utama yang dihadapi pelaku UMKM bukan terletak pada kualitas produk, melainkan pada aspek promosi dan pemasaran yang masih terbatas.

Mayoritas UMKM di Desa Gugut bergerak di bidang usaha meubel yang tersebar di Dusun Krajan, Dukuh, dan Jereng Barat. Selain itu, terdapat pula usaha olahan kacang-kacangan yang diproduksi secara mandiri oleh warga setempat. Potensi produk dinilai cukup baik dan memiliki daya saing, namun belum didukung strategi pemasaran yang optimal.

Salah satu pelaku UMKM, Ibu Lulu, anak dari pemilik usaha meubel di Dusun Krajan, mengungkapkan bahwa penjualan mengalami penurunan dalam beberapa waktu terakhir. “Sekarang penjualan menurun karena promosi kurang dan pembeli tidak banyak yang tahu usaha kami,” ujarnya.

Humas KKN Kelompok 08, Putri Ironita, menjelaskan bahwa survei ini dilakukan agar program kerja yang dirancang benar-benar tepat sasaran. “Kami ingin memastikan program yang kami jalankan sesuai kebutuhan masyarakat. Salah satu rencana kami adalah membantu promosi UMKM melalui pemanfaatan aplikasi Mall Desa sebagai media pemasaran digital bagi pelaku usaha,” jelasnya.

Temuan tersebut menjadi pijakan awal bagi mahasiswa KKN dalam merancang program pendampingan UMKM, khususnya di bidang digitalisasi promosi dan perluasan jaringan pemasaran. Diharapkan, langkah ini dapat mendorong peningkatan penjualan sekaligus memperkuat potensi ekonomi masyarakat Desa Gugut secara berkelanjutan.

Upaya Deteksi Dini Penyakit, Mahasiswa KKN Unmuh Jember Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis bagi Buruh Edamame dan Okra

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 05 Universitas Muhammadiyah Jember menggelar pemeriksaan kesehatan gratis bagi buruh edamame dan okra di Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember, pada Sabtu (31/1/2026). Kegiatan ini menjadi bentuk nyata kepedulian mahasiswa terhadap kesehatan masyarakat, khususnya pekerja sektor pertanian yang rentan mengabaikan pemeriksaan rutin.

Program ini difokuskan pada deteksi dini penyakit tidak menular, terutama hipertensi dan diabetes. Layanan yang diberikan meliputi pemeriksaan tekanan darah dan kadar gula darah secara cuma-cuma. Kegiatan yang dimulai sejak sore hari tersebut diikuti oleh 10 buruh dari berbagai rentang usia, yang tampak antusias mengikuti rangkaian pemeriksaan.

Ketua pelaksana kegiatan menjelaskan bahwa pemeriksaan ini bertujuan membantu masyarakat mengetahui kondisi kesehatannya sejak dini. Ia menuturkan bahwa banyak kasus tekanan darah tinggi dan gula darah yang tidak terdeteksi karena kurangnya kesadaran untuk melakukan pemeriksaan berkala. “Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong masyarakat lebih peduli terhadap kondisi kesehatannya, terutama bagi para pekerja yang aktivitasnya padat setiap hari,” ujarnya.

Selain pemeriksaan, mahasiswa juga memberikan edukasi singkat mengenai pentingnya pola hidup sehat, seperti menjaga asupan makanan bergizi seimbang, meningkatkan aktivitas fisik, serta rutin memeriksakan kesehatan. Edukasi ini diharapkan dapat menjadi langkah preventif agar risiko penyakit tidak menular dapat ditekan.

Dari hasil pemeriksaan, ditemukan bahwa 3 dari 10 peserta memiliki tekanan darah di atas batas normal, sementara 2 peserta lainnya menunjukkan kadar gula darah yang tinggi. Temuan tersebut menjadi perhatian sekaligus pengingat akan pentingnya kesadaran kesehatan di kalangan pekerja sektor informal.

Salah seorang peserta mengaku bersyukur atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menyampaikan bahwa ini merupakan pertama kalinya ia memeriksakan tekanan darah. Menurutnya, layanan yang mudah diakses dan tanpa biaya sangat membantu, mengingat keterbatasan waktu dan akses fasilitas kesehatan.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat Desa Jubung terhadap pentingnya deteksi dini dan pemeriksaan kesehatan rutin. Di sisi lain, kegiatan ini juga menjadi ruang pembelajaran nyata bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam pengabdian kepada masyarakat.

Aksi Tanggap Darurat Mahasiswa Ners Unmuh Jember Bantu Korban Banjir di Curahmalang

Respons cepat ditunjukkan mahasiswa Profesi Ners A16 Kelompok 3B Universitas Muhammadiyah Jember dalam membantu korban banjir yang melanda Desa Curahmalang, Kamis malam (12/2/2026) sekitar pukul 23.00 WIB. Banjir yang menggenangi Dusun Krajan, Gumawang, dan Gumuksari memaksa warga meninggalkan rumah demi keselamatan.

Dalam situasi darurat tersebut, mahasiswa berkolaborasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Satpol PP, serta mahasiswa Unmuh Jember yang tengah melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Sinergi lintas sektor ini difokuskan pada percepatan evakuasi kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, ibu hamil, dan warga dengan kondisi kesehatan khusus.

Para pengungsi dievakuasi ke Desa Gumelar dan ditempatkan di masjid setempat sebagai lokasi pengungsian sementara. Di lokasi tersebut, mahasiswa turut melakukan pemantauan kondisi kesehatan, membantu distribusi makanan dan obat-obatan, serta memastikan kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi selama masa tanggap darurat.

Keesokan harinya, Jumat (13/2/2026), setelah debit air mulai surut, mahasiswa kembali membantu pemindahan kelompok rentan dari masjid Desa Gumelar menuju dapur umum di masjid Desa Rowotamtu. Langkah ini dilakukan untuk mempermudah distribusi logistik dan pelayanan kebutuhan harian para pengungsi.

Tak hanya terlibat dalam proses evakuasi, mahasiswa Ners juga turun langsung membantu kerja bakti membersihkan Balai Desa Curahmalang yang terdampak banjir. Bersama perangkat desa, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas, mereka bergotong royong memulihkan fasilitas umum agar segera dapat digunakan kembali untuk pelayanan masyarakat.

Kepala Urusan Perencanaan Desa Curahmalang, Eki Ardiansyah, menyampaikan apresiasi atas keterlibatan mahasiswa dalam masa tanggap darurat hingga pascabencana. Ia menjelaskan bahwa genangan air sempat bertahan beberapa hari setelah puncak banjir, sehingga aktivitas warga belum sepenuhnya pulih. “Alhamdulillah, pada masa tanggap darurat hingga pascabencana kami menerima banyak bantuan. Mahasiswa profesi Ners turut berperan aktif baik saat penanganan bencana maupun fase pasca banjir. Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kepedulian seluruh pihak,” ujarnya.

Melalui keterlibatan aktif ini, mahasiswa Profesi Ners Unmuh Jember tidak hanya mengaplikasikan kompetensi keperawatan komunitas dan kegawatdaruratan, tetapi juga meneguhkan nilai kemanusiaan, kepedulian sosial, serta pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi situasi darurat di tengah masyarakat.

Unmuh Jember Gelar Pelatihan Dokter Kecil di SD Muhammadiyah 1 Jember, Tanamkan Budaya Hidup Sehat Sejak Dini

Upaya menanamkan perilaku hidup sehat sejak usia sekolah dasar kembali dilakukan oleh Universitas Muhammadiyah Jember melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Implementasi Health Promotion Model Melalui Pemberdayaan Dokter Kecil untuk Meningkatkan Perilaku Hidup Sehat.” Kegiatan ini diselenggarakan di SD Muhammadiyah 1 Jember pada Jumat (13/2/2026).

Pelatihan dokter kecil ini dibuka secara resmi oleh Wakil Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 1 Jember, Ibu Danik Prastiyani, S.Pd. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut dan berharap siswa yang mengikuti pelatihan mampu menjadi pelopor hidup sehat sekaligus teladan bagi teman-temannya di lingkungan sekolah.

Kegiatan diawali dengan pemeriksaan kesehatan siswa yang meliputi pengukuran tinggi dan berat badan, tes buta warna, serta pemeriksaan visus mata untuk mengetahui ketajaman penglihatan. Pemeriksaan ini bertujuan mendeteksi kondisi kesehatan sejak dini sekaligus meningkatkan kesadaran siswa akan pentingnya menjaga kesehatan tubuh.

Selanjutnya, peserta mendapatkan pemaparan materi mengenai konsep dan peran dokter kecil yang disampaikan oleh Ns. Sri Wahyuni Adriani, S.Kep., M.Kep., Sp.Kep.Kom. Materi menekankan pentingnya pemberdayaan siswa dalam membangun budaya hidup bersih dan sehat di sekolah, mulai dari kebiasaan mencuci tangan hingga kepedulian terhadap kondisi kesehatan teman sebaya.

Kegiatan pengabdian ini diketuai oleh Ns. Sri Wahyuni Adriani dengan anggota tim pengusul Dr. Hana Puspita Eka Firdaus, S.Pd., M.Pd., serta didukung oleh tim mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jember yang turut aktif dalam pelaksanaan kegiatan.

Pada sesi praktik, siswa mengikuti simulasi pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K), penanganan tersedak, pingsan, dan mimisan. Para peserta juga mempraktikkan cara mencuci tangan dan menggosok gigi yang benar sesuai standar kesehatan. Suasana pelatihan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme, dengan siswa aktif bertanya dan mencoba langsung setiap simulasi yang diberikan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan program dokter kecil dapat berjalan secara berkelanjutan dan mampu membentuk generasi yang sadar kesehatan, tidak hanya di lingkungan sekolah tetapi juga di rumah dan masyarakat sekitar.

Selasa, 24 Februari 2026

Fakultas Pertanian Unmuh Jember Berdayakan LKSA Nurul Husna Lewat Aquaponik, Dukung Kemandirian Pangan dan Ekonomi

Komitmen terhadap kemandirian pangan dan penguatan ekonomi lembaga sosial kembali diwujudkan oleh Universitas Muhammadiyah Jember. Melalui program hibah RISETMU, dosen dan tenaga kependidikan Fakultas Pertanian melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Pemberdayaan LKSA Nurul Husna Jember melalui Pemanfaatan Lahan Berbasis Aquaponik (Kangkung, Ikan Lele, dan Ikan Nila) untuk Mendukung Kemandirian Pangan B2SA dan Ekonomi Lembaga” pada Minggu (15/2/2026). Kegiatan ini berlangsung di LKSA Nurul Husna Jember, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember.

Program ini mengoptimalkan lahan yang tersedia di lingkungan LKSA melalui sistem aquaponik terpadu yang mengombinasikan budidaya kangkung dengan ikan lele dan ikan nila. Sistem aquaponik dipilih karena hemat air, ramah lingkungan, serta mampu menghasilkan pangan hewani dan nabati secara bersamaan dalam satu ekosistem budidaya yang berkelanjutan.

Ketua pelaksana kegiatan, Ir. Wiwit Widiarti, M.P., menjelaskan bahwa program ini tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan konsumsi internal lembaga, tetapi juga dirancang sebagai sarana edukasi kewirausahaan. “Melalui sistem aquaponik, mitra tidak hanya belajar teknik budidaya, tetapi juga manajemen produksi hingga pengolahan hasil untuk meningkatkan nilai tambah,” ujarnya.

Sebagai bentuk hilirisasi produk, hasil panen ikan lele dan ikan nila diolah menjadi nugget ikan yang memiliki nilai ekonomis lebih tinggi dan daya simpan lebih lama. Sementara itu, kangkung segar dikreasikan menjadi stik kangkung yang inovatif, kompetitif, dan memiliki potensi pasar. Pendekatan ini mendorong terciptanya konsep pangan B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman) sekaligus membuka peluang usaha produktif bagi lembaga.

Pelatihan yang diberikan mencakup teknik budidaya kangkung aquaponik dan perawatan sistem, manajemen pakan dan kualitas air, teknik pengolahan nugget ikan dan stik kangkung, pengemasan produk yang higienis dan menarik, analisis usaha sederhana, hingga pemanfaatan media sosial untuk memperluas jaringan pemasaran. Dengan pendekatan komprehensif ini, pengelola dan anak-anak asuh tidak hanya memperoleh keterampilan teknis, tetapi juga wawasan kewirausahaan yang aplikatif.

Program ini menjadi bukti bahwa inovasi sederhana berbasis ilmu pengetahuan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Melalui kolaborasi akademisi dan lembaga sosial, langkah pemberdayaan di LKSA Nurul Husna diharapkan menjadi inspirasi bagi lembaga lainnya dalam membangun kemandirian pangan dan ekonomi secara berkelanjutan.

Kamis, 19 Februari 2026

Gebrakan Mahasiswa Ners Unmuh Jember! Jus Buah Naga Tomat r Lawan Diabetes di Nogosari

Inovasi sederhana namun berdampak nyata ditunjukkan Mahasiswa Profesi Ners A16 Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Jember dalam membantu menekan risiko Diabetes Mellitus (DM) di masyarakat. Melalui program Edukasi SEHATI (Sehat, Aman, Terkendali), mahasiswa menghadirkan edukasi komprehensif tentang diabetes yang dipadukan dengan demonstrasi pembuatan jus buah naga dan tomat sebagai alternatif minuman sehat penunjang pengendalian gula darah.

Kegiatan implementasi keperawatan komunitas ini dilaksanakan pada Sabtu, 7 Februari 2026 pukul 16.00 WIB di Dusun Gumuksari, Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember. Program yang digagas Kelompok 4B Stase Keperawatan Komunitas tersebut menyasar 15 anggota Karang Werdha Anggrek Desa Nogosari.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan lansia dalam mengendalikan kadar gula darah melalui pendekatan promotif dan preventif. Mahasiswa memberikan edukasi mulai dari pengertian Diabetes Mellitus, faktor risiko, tanda dan gejala, hingga potensi komplikasi seperti gangguan penglihatan, penyakit jantung, gagal ginjal, dan luka kronis akibat kadar gula darah yang tidak terkontrol.

Materi disampaikan secara interaktif dan komunikatif agar mudah dipahami peserta. Para lansia diajak berdiskusi mengenai kebiasaan makan sehari-hari, pentingnya membatasi asupan gula sederhana, serta menjaga keseimbangan antara pola makan dan aktivitas fisik.

Usai sesi edukasi, mahasiswa melanjutkan kegiatan dengan demonstrasi pembuatan jus buah naga dan tomat. Kedua bahan tersebut dipilih karena mudah diperoleh di lingkungan sekitar serta mengandung serat dan antioksidan yang berpotensi membantu menjaga kestabilan kadar gula darah apabila dikonsumsi secara tepat dan seimbang. Demonstrasi ini menjadi bentuk pendekatan praktis agar peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki keterampilan yang bisa langsung diterapkan di rumah.

Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Para lansia mengikuti uji coba minum jus bersama, sekaligus berdiskusi mengenai pola konsumsi yang aman, pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin, dan kontrol gula darah secara berkala.

Ibu Tutik Eko selaku Koordinator Karang Werdha Anggrek menyampaikan apresiasinya atas kegiatan tersebut. Ia menilai edukasi yang diberikan sangat membantu anggota dalam memahami cara sederhana mengelola diabetes. Salah satu peserta juga mengungkapkan bahwa kegiatan ini membuka wawasan baru tentang langkah praktis menjaga kesehatan di usia lanjut.

Melalui Edukasi SEHATI, mahasiswa Profesi Ners FIKES Unmuh Jember berharap para lansia semakin mandiri dalam mengelola Diabetes Mellitus sehingga risiko komplikasi dapat ditekan dan kualitas hidup tetap terjaga. Program ini sekaligus menjadi bukti bahwa intervensi kesehatan berbasis komunitas yang sederhana, kontekstual, dan aplikatif mampu menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat.

Rabu, 18 Februari 2026

FKIP Unmuh Jember Dampingi Guru Pondok Modern Muhammadiyah Pakusari, Perkuat Pembelajaran Berpusat pada Siswa

Upaya meningkatkan kualitas pembelajaran terus diperkuat melalui kolaborasi antara Wakil Mudir II Pondok Modern Muhammadiyah Pakusari dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Jember. Kerja sama ini diwujudkan dalam bentuk kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang berfokus pada pendampingan guru guna menyegarkan kembali praktik pembelajaran berpusat pada siswa.

Kegiatan yang berlangsung pada 11–17 Februari 2026 ini melibatkan tim dosen dan mahasiswa FKIP Unmuh Jember, termasuk dosen dan mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) serta mahasiswa sarjana dari berbagai latar belakang keilmuan, seperti Pendidikan Bahasa Indonesia, Pendidikan Bahasa Inggris, dan Pendidikan Biologi. Sinergi lintas bidang ini dirancang untuk memberikan perspektif komprehensif dalam penguatan perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran.

Berbeda dari kegiatan pelatihan pada umumnya, program PkM ini menghadirkan dua tahapan utama secara terintegrasi, yaitu workshop perancangan pembelajaran dan pendampingan praktik pembelajaran di kelas. Pada tahap awal, para guru menyusun rancangan pembelajaran yang kemudian mendapatkan umpan balik langsung dari tim PkM. Masukan yang diberikan mencakup penyusunan kata kerja operasional dalam tujuan pembelajaran, keselarasan langkah-langkah pembelajaran dengan model atau metode yang dipilih, hingga penguatan skenario pembelajaran berpusat pada siswa.

Setelah tahap perencanaan, kegiatan berlanjut pada pendampingan praktik pembelajaran. Tim PkM masuk ke kelas untuk melakukan observasi langsung mulai dari kegiatan pendahuluan, inti, hingga penutup. Pendampingan ini menjadi ruang reflektif bagi guru untuk melihat implementasi rancangan yang telah disusun sekaligus menerima masukan konstruktif demi peningkatan kualitas pembelajaran.

Dalam praktiknya, sejumlah guru telah menunjukkan upaya konkret dalam mengintegrasikan pembelajaran aktif dan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di kelas. Tim PkM memberikan apresiasi atas langkah tersebut sekaligus mendorong konsistensi penerapan pembelajaran yang mendorong partisipasi aktif siswa.

Di akhir rangkaian kegiatan, dilaksanakan sesi refleksi bersama antara tim PkM dan para guru. Refleksi ini menjadi momentum evaluasi diri, baik dalam aspek perencanaan maupun pelaksanaan pembelajaran. Guru didorong untuk menyusun rencana tindak lanjut sebagai bagian dari komitmen peningkatan mutu pembelajaran secara berkelanjutan.

Penutupan kegiatan ditandai dengan refleksi bersama Wakil Mudir II Pondok Modern Muhammadiyah Pakusari. Dalam diskusi tersebut mengemuka pentingnya penyusunan sistematika rancangan pembelajaran khas lembaga yang dapat menjadi pedoman bersama seluruh guru. Selain itu, dibutuhkan pendampingan intensif bagi guru muda atau guru pengabdian sebelum terjun langsung mengajar di kelas.

Minggu, 15 Februari 2026

Mesin Pencacah Hijauan Dihadirkan, Dosen Unmuh Jember Perkuat Kemandirian Ekonomi Hijau PRA Karangtengah

Upaya memperkuat ketahanan ekonomi berbasis komunitas terus dilakukan oleh Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember). Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) pada Minggu (01/2/2026), tim dosen Unmuh Jember menghadirkan teknologi tepat guna berupa mesin pencacah hijauan bagi Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) Karangtengah. Program ini tidak hanya menghadirkan alat, tetapi juga membangun sistem pengelolaan pakan ternak yang lebih efisien, berkelanjutan, dan berbasis ekonomi hijau. 

Program ini dilatarbelakangi oleh potensi sumber daya hayati yang melimpah di wilayah Karangtengah, seperti rumput, daun, dan limbah organik dari kebun dan pekarangan warga. Selama ini, bahan-bahan tersebut belum dimanfaatkan secara optimal, sementara sebagian besar masyarakat memelihara ternak seperti kambing dan sapi sebagai sumber pendapatan tambahan. Namun, proses penyediaan pakan masih dilakukan secara manual, sehingga kurang efisien, memakan waktu, dan berdampak pada rendahnya produktivitas ternak. 

Menjawab tantangan tersebut, tim dosen Unmuh Jember menghadirkan mesin pencacah hijauan yang mampu memotong pakan ternak dengan ukuran seragam, sehingga lebih mudah dikonsumsi dan mengurangi limbah. Mesin ini juga memungkinkan pengolahan pakan menjadi silase atau pakan fermentasi, yang dapat disimpan untuk menjaga ketersediaan pakan, terutama saat musim kemarau. 

Ketua tim pengabdian, Hadi Jatmiko, S.ST.Par., M.Si., menjelaskan bahwa program ini dirancang tidak hanya untuk memberikan solusi teknis, tetapi juga memperkuat kapasitas kelembagaan masyarakat. “Kami tidak sekadar menyerahkan alat, tetapi juga membekali kader ‘Aisyiyah dengan pelatihan operasional, perawatan mesin, keselamatan kerja, serta manajemen kelompok agar teknologi ini dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan,” ujarnya.

Selain pelatihan teknis, anggota PRA Karangtengah juga mendapatkan pendampingan dalam aspek manajemen usaha, termasuk penyusunan standar operasional prosedur (SOP), pencatatan logbook produksi, serta penerapan sistem iuran kelompok untuk mendukung perawatan mesin. Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan sistem pengelolaan pakan ternak yang lebih terorganisir dan berkelanjutan. 

Program ini turut melibatkan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jember yang berperan dalam kegiatan survei lapangan, pendampingan pelatihan, dokumentasi, serta monitoring pelaksanaan program. Keterlibatan mahasiswa menjadi bagian dari implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), yang memberikan pengalaman belajar langsung di tengah masyarakat. 

Lebih dari sekadar peningkatan produktivitas peternakan, program ini juga menjadi bagian dari upaya mendorong ekonomi hijau berbasis komunitas. Dengan memanfaatkan limbah organik sebagai bahan pakan dan menerapkan sistem produksi yang efisien, PRA Karangtengah diharapkan mampu mengembangkan model usaha yang ramah lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan anggotanya. 

Keberhasilan pelaksanaan program ini menjadi bukti nyata kontribusi Universitas Muhammadiyah Jember dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan organisasi masyarakat, Unmuh Jember terus berkomitmen menghadirkan inovasi yang tidak hanya berdampak secara akademik, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi pemberdayaan masyarakat dan pembangunan ekonomi berkelanjutan.

Dosen Unmuh Jember Dorong Transformasi Digital Guru SD Muhammadiyah Kaliwates melalui Pelatihan Deep Learning

 

Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung transformasi pendidikan dasar melalui pemanfaatan teknologi digital. Komitmen tersebut diwujudkan melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk Peningkatan Kompetensi Guru SD Muhammadiyah Kaliwates Jember melalui Pelatihan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) Berbasis Teknologi Digital, yang dilaksanakan di SD Muhammadiyah Kaliwates, Jember.

Program ini dipimpin oleh Dr. Christine Wulandari Suryaningrum, M.Pd, bersama anggota tim Dr. Nurul Imamah Ah., M.Si dan Kristi Nuraini, M.Pd. Kegiatan ini melibatkan 17 guru sebagai peserta utama serta mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris yang turut berperan dalam pendampingan dan implementasi program.

Ketua tim pelaksana, Dr. Christine Wulandari Suryaningrum, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai respons terhadap tantangan pendidikan di era digital, khususnya dalam mendukung implementasi Kurikulum Merdeka yang menuntut penguatan kompetensi abad ke-21.

“Kami hadir untuk memberikan pelatihan dan pendampingan agar guru mampu memanfaatkan teknologi digital secara optimal, serta mengembangkan pembelajaran yang lebih bermakna, interaktif, dan relevan dengan kebutuhan siswa,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, guru dibekali pemahaman tentang konsep pembelajaran mendalam atau deep learning, yang menekankan proses belajar berkesadaran (mindful), bermakna (meaningful), dan menyenangkan (joyful). Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan keterlibatan siswa serta memperkuat pemahaman konsep secara lebih mendalam.

Selain itu, Dr. Nurul Imamah Ah., M.Si memberikan pelatihan pemanfaatan aplikasi digital seperti Canva sebagai media pembelajaran interaktif. Ia menekankan bahwa penggunaan teknologi dapat membantu guru menciptakan bahan ajar yang lebih menarik dan efektif.

“Media digital memungkinkan guru menghadirkan pembelajaran yang lebih kreatif dan interaktif, sehingga siswa dapat belajar dengan cara yang lebih menyenangkan dan mudah dipahami,” jelasnya.

Sementara itu, Kristi Nuraini, M.Pd menutup sesi pelatihan dengan demonstrasi pembelajaran berbasis deep learning, sekaligus membagikan strategi praktis yang dapat diterapkan guru di kelas. Demonstrasi ini membantu guru memahami secara langsung bagaimana mengintegrasikan teknologi digital dalam proses pembelajaran.

Kepala SD Muhammadiyah Kaliwates, Siami Astutiningsih, S.Pd., M.Pd, menyambut baik kegiatan ini dan menyampaikan apresiasi atas kontribusi Unmuh Jember dalam meningkatkan kompetensi guru.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi guru dalam menghadapi tantangan pendidikan digital. Kami berharap program ini dapat memperkuat kualitas pembelajaran dan menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih inovatif di sekolah,” ungkapnya.

Program PkM ini direncanakan berlangsung selama delapan bulan, mencakup tahap pelatihan, pendampingan, hingga evaluasi dan publikasi hasil kegiatan. Melalui program ini, guru diharapkan mampu mengembangkan bahan ajar digital secara mandiri serta menciptakan pembelajaran yang lebih inovatif.

Melalui kegiatan ini, Universitas Muhammadiyah Jember kembali menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang aktif berkontribusi dalam peningkatan mutu pendidikan, sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam menghadapi tantangan pendidikan di era transformasi digital.

Kamis, 12 Februari 2026

Unmuh Jember Edukasi Siswa SMK Muhammadiyah tentang Literasi Keuangan Syariah dan Bahaya Pinjaman Online

Universitas Muhammadiyah Jember kembali menunjukkan komitmennya dalam penguatan literasi generasi muda melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertema Digital Islamic Financial Literacy: Edukasi Keuangan Syariah Guna Menyikapi Maraknya Pinjaman Online. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 27 Januari 2026 di Aula SMK Muhammadiyah Jember dan diikuti oleh siswa serta guru.

Program ini merupakan kolaborasi dosen lintas program studi, yakni Ari Sita Nastiti, SE., M.Akun., dosen Program Studi Akuntansi, bersama Lutfi Ali Muharom, S.Si., M.Si., dosen Program Studi Teknik Informatika. Kegiatan turut melibatkan dua mahasiswa Akuntansi yang berperan dalam pendampingan peserta dan dukungan teknis. Pelaksanaan program didukung oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Jember sebagai bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Dalam pemaparannya, Ari Sita Nastiti menekankan pentingnya literasi keuangan sejak usia sekolah, terutama di tengah kemudahan akses layanan keuangan digital. Ia mengingatkan bahwa kemajuan teknologi membawa manfaat sekaligus risiko bagi generasi muda.

“Siswa perlu memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan, mampu mengelola keuangan secara bijak, serta memahami prinsip keuangan syariah agar terhindar dari praktik yang merugikan,” jelasnya.

Materi yang disampaikan mencakup dasar-dasar literasi keuangan, konsep perencanaan keuangan, bahaya perilaku konsumtif, hingga pemahaman tentang riba dan alasan pelarangannya dalam Islam. Penyampaian dilakukan dengan bahasa sederhana dan contoh yang dekat dengan kehidupan remaja agar mudah dipahami.

Sementara itu, Lutfi Ali Muharom membahas aspek literasi keuangan digital, khususnya risiko pinjaman online. Peserta diajak memahami cara membedakan pinjaman legal dan ilegal, pentingnya menjaga keamanan data pribadi, serta konsekuensi bunga dan denda yang kerap membebani pengguna.

Sebagai bentuk evaluasi, tim melaksanakan pre-test dan post-test yang menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap literasi keuangan syariah dan keamanan layanan digital.

Kepala SMK Muhammadiyah Jember, Budiyono, S.Pd., MM., menyampaikan apresiasi atas kegiatan tersebut. Menurutnya, edukasi ini sangat relevan dengan kondisi siswa yang hidup di era digital dan memiliki akses luas terhadap berbagai layanan keuangan berbasis aplikasi.

Melalui kegiatan ini, Universitas Muhammadiyah Jember menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan sekolah dalam membangun generasi yang cerdas secara finansial, bijak dalam memanfaatkan teknologi, serta berpegang pada nilai-nilai syariah dalam setiap keputusan ekonomi.

Rabu, 11 Februari 2026

Unmuh Jember Perkuat Dakwah Digital PDA Aisyiyah Jember Lewat Pelatihan Konten Kreatif

Perubahan lanskap komunikasi di era digital mendorong organisasi keagamaan untuk bertransformasi dalam menyampaikan pesan dakwah. Menjawab tantangan tersebut, tim pengabdian masyarakat skema RisetMu dari Universitas Muhammadiyah Jember menghadirkan program penguatan strategi komunikasi dakwah digital bagi Pimpinan Daerah Aisyiyah Kabupaten Jember (PDA Jember) pada Minggu (8/2/2026) . Program ini difokuskan pada peningkatan kapasitas mitra dalam mengelola media sosial secara kreatif, strategis, dan berkelanjutan.

Berdasarkan hasil survei terhadap 192 anggota, sebagian besar diketahui aktif memanfaatkan media sosial untuk membaca berita maupun mengakses literatur dakwah keislaman. Namun demikian, pemanfaatan media digital organisasi dinilai masih belum optimal. Akun Instagram @aisyiyah.jember memang aktif, tetapi kontennya masih didominasi informasi kegiatan dan belum banyak mengembangkan pendekatan storytelling, desain visual yang kuat, maupun video dakwah singkat yang lebih komunikatif dan relevan bagi generasi muda. Kondisi ini menunjukkan perlunya penguatan wawasan strategi komunikasi sekaligus peningkatan keterampilan teknis produksi konten kreatif.

Melalui program ini, tim menghadirkan tiga langkah strategis, yakni sosialisasi konsep strategi komunikasi dakwah digital, penyusunan modul panduan dakwah digital, serta pelatihan dan pendampingan pembuatan konten kreatif meliputi video, desain grafis, dan copywriting. Kegiatan dilaksanakan secara bertahap, dimulai dari penguatan konsep, dilanjutkan dengan perancangan panduan operasional, hingga pelatihan teknis agar pengelola media sosial mampu memproduksi konten secara mandiri dan konsisten. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur keberhasilan transfer pengetahuan, disertai target produksi minimal tiga hingga empat konten kreatif setiap bulan sebagai indikator keberlanjutan program.

Ketua Tim RisetMu, Syah Riza Octavy Sandy, menegaskan bahwa dakwah digital bukan sekadar memindahkan ceramah ke media sosial, tetapi membutuhkan strategi komunikasi yang tepat. “Dakwah di era digital harus dikemas secara kreatif, tersegmentasi, dan relevan dengan kebutuhan audiens. Melalui program ini, kami ingin memastikan PDA Jember memiliki fondasi strategi dan keterampilan teknis yang kuat agar pesan dakwah dapat menjangkau masyarakat lebih luas dan berdampak,” ujarnya.

Program ini juga menargetkan luaran berupa artikel ilmiah pada jurnal terakreditasi, publikasi media massa elektronik, video kegiatan, serta pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Dengan pendekatan berbasis kebutuhan mitra, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat peran PDA Jember sebagai motor dakwah digital yang moderat dan progresif di tingkat daerah.

Melalui inisiatif ini, Universitas Muhammadiyah Jember kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung transformasi dakwah berbasis teknologi informasi, sekaligus memperkuat kapasitas Pimpinan Daerah Aisyiyah Kabupaten Jember dalam menghadirkan konten dakwah yang mencerahkan, relevan, dan berdampak luas di era digital.

Sabtu, 31 Januari 2026

Mahasiswa KKN Unmuh Jember Sosialisasikan Aplikasi Mall Desa kepada UMKM Queen Soes di Desa Kaliwining

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 10 Desa Kaliwining Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) melaksanakan kegiatan sosialisasi awal aplikasi Mall Desa kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Queen Soes, Kamis (30/1/2026). Kegiatan ini berlangsung di Dusun Bedadung Kulon, Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember.

Sosialisasi tersebut merupakan bagian dari upaya mahasiswa KKN dalam mendukung pengembangan UMKM desa melalui pemanfaatan teknologi digital. Dalam kegiatan ini, mahasiswa memperkenalkan aplikasi Mall Desa sebagai sarana promosi dan pemasaran produk UMKM berbasis daring yang diinisiasi oleh desa.

Mahasiswa KKN menjelaskan berbagai fungsi dan manfaat aplikasi Mall Desa, mulai dari kemudahan promosi produk, perluasan jangkauan pasar, hingga peluang peningkatan daya saing produk lokal. Aplikasi ini diharapkan dapat menjadi alternatif solusi pemasaran bagi UMKM desa agar tidak hanya bergantung pada penjualan konvensional.

UMKM Queen Soes yang menjadi sasaran sosialisasi merupakan usaha rumahan milik Ibu Ayu yang telah berdiri sejak tahun 2019. Usaha ini bergerak di bidang produksi kue sus aneka rasa dan telah memasarkan produknya, baik secara langsung kepada masyarakat sekitar Desa Kaliwining maupun melalui platform digital seperti Shopee, TikTok, WhatsApp, dan Instagram. Queen Soes dikenal konsisten menjaga kualitas bahan baku dan cita rasa produk.

Mahasiswa KKN Kelompok 10 memilih Queen Soes sebagai mitra kegiatan karena dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan lebih luas melalui sistem pemasaran digital. Selain produknya yang diminati masyarakat, UMKM ini juga dianggap siap beradaptasi dengan inovasi teknologi berbasis desa.

Pemilik UMKM Queen Soes, Ibu Ayu, menyambut positif kegiatan sosialisasi yang dilakukan oleh mahasiswa KKN Unmuh Jember. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan tambahan wawasan terkait strategi pemasaran yang berbeda dari yang selama ini dijalankan.

“Melalui sosialisasi ini saya jadi lebih memahami cara pemasaran yang berbeda. Harapannya, jika aplikasi Mall Desa benar-benar dilaksanakan, penjualan bisa meningkat,” ujar Ibu Ayu.

Meski aplikasi Mall Desa masih dalam tahap pengenalan awal, sosialisasi ini dinilai memberikan manfaat positif bagi pelaku UMKM, khususnya dalam meningkatkan pemahaman tentang pemasaran digital. Pelaku usaha berharap aplikasi tersebut dapat segera direalisasikan dan dimanfaatkan secara optimal untuk membantu meningkatkan penjualan dan pendapatan UMKM desa.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember berharap dapat berkontribusi nyata dalam mendorong kemajuan UMKM di Desa Kaliwining. Sosialisasi aplikasi Mall Desa diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem pemasaran digital berbasis desa yang berkelanjutan dan berdampak langsung pada peningkatan perekonomian masyarakat.

Kamis, 15 Januari 2026

Unmuh Jember Berkolaborasi dengan PCA Sumbersari Cegah Stunting Berbasis Pemberdayaan Keluarga

 


Stunting masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia. Kondisi ini ditandai dengan terhambatnya pertumbuhan anak akibat kekurangan gizi kronis, infeksi berulang, serta pola asuh dan lingkungan yang kurang mendukung, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan. Dampak stunting tidak hanya berpengaruh pada tinggi badan anak, tetapi juga berdampak jangka panjang terhadap perkembangan kognitif, produktivitas, dan kualitas sumber daya manusia di masa depan.

Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting di Kabupaten Jember tercatat sebesar 30,4 persen, tertinggi di Jawa Timur. Tingginya angka tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari rendahnya pemahaman keluarga tentang gizi seimbang, keterbatasan kemampuan deteksi dini di tingkat komunitas, hingga belum optimalnya sinergi antar elemen masyarakat dalam pendampingan keluarga berisiko stunting. Kondisi ini menuntut pendekatan yang tidak hanya bersifat kuratif, tetapi juga preventif dan berbasis pemberdayaan keluarga.

Menjawab tantangan tersebut, Universitas Muhammadiyah Jember berkolaborasi dengan Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Sumbersari dalam upaya pencegahan stunting berbasis komunitas. Kecamatan Sumbersari sebagai wilayah perkotaan dengan dinamika sosial yang tinggi turut menghadapi persoalan stunting, terutama pada keluarga muda, ibu hamil, dan balita dengan latar belakang sosial ekonomi yang beragam. Oleh karena itu, peran organisasi perempuan dinilai strategis dalam menjangkau keluarga secara langsung dan berkelanjutan.

Ketua hibah RisetMu, Dr. Ns. Awatiful Azza, M.Kep., Sp.Kep.Mat, menyampaikan bahwa permasalahan stunting membutuhkan penyelesaian melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat agar dapat diatasi secara lebih cepat dan berkelanjutan. Hal tersebut diperkuat oleh Cipto Susilo, anggota tim RisetMu, yang menegaskan bahwa keterlibatan akademisi dan organisasi perempuan ‘Aisyiyah dapat menjadi dukungan nyata bagi pemerintah daerah dalam percepatan penurunan stunting.

Penguatan peran ‘Aisyiyah melalui sinergi antar ranting menjadi strategi penting dalam pencegahan stunting di Jember. Melalui pendekatan berbasis keluarga dan komunitas, upaya deteksi dini, edukasi gizi, serta pendampingan tumbuh kembang anak diharapkan dapat berjalan lebih efektif. Kader dan keluarga didorong untuk mampu melakukan deteksi dini secara mandiri, mulai dari pengukuran pertumbuhan, pemantauan gizi, hingga pemahaman faktor risiko stunting.

Rangkaian kegiatan kolaboratif ini telah dilaksanakan pada Minggu, 11 Januari 2026, bertempat di Padepokan Tapak Suci, Jalan Rotawu, Kabupaten Jember. Kegiatan meliputi pelatihan deteksi dini stunting, pengukuran antropometri balita, edukasi gizi seimbang berbasis pangan lokal, pendampingan keluarga berisiko stunting, serta penguatan peran kader sebagai agen edukasi kesehatan di lingkungan masing-masing.

Sebagai upaya meningkatkan pemenuhan gizi seimbang, tim pengabdian juga memberikan pelatihan pembuatan es krim ubi ungu sebagai camilan sehat alternatif untuk mencegah stunting pada balita. Kegiatan ini turut melibatkan dua mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan semester tujuh, Anis dan Anggi, sebagai bentuk integrasi peran mahasiswa dalam pengabdian kepada masyarakat.

Melalui sinergi antar ranting dan kolaborasi dengan masyarakat, ‘Aisyiyah Sumbersari optimistis dapat berkontribusi nyata dalam menurunkan angka stunting serta mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya di Kabupaten Jember. Para peserta mengapresiasi kegiatan ini karena memberikan keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan dalam kegiatan posyandu maupun kehidupan sehari-hari. Mereka berharap pelatihan serupa dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak keluarga.

Melalui kegiatan ini, ‘Aisyiyah Sumbersari bersama Universitas Muhammadiyah Jember menegaskan komitmen untuk terus membumikan peran perempuan dalam pembangunan kesehatan masyarakat, khususnya dalam upaya menekan angka stunting dan membangun generasi masa depan yang sehat dan berkualitas.

Sabtu, 10 Januari 2026

International Extension Program Unmuh Jember–BSU Filipina Bahas Pendampingan Anak Autisme di Era Global

Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) kembali memperkuat jejaring internasional melalui pelaksanaan International Extension Program yang digelar secara hybrid melalui Zoom Meeting, Jumat pagi (9/1/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian kolaborasi pengabdian masyarakat internasional antara Unmuh Jember dan Benguet State University (BSU), Filipina.

Sharing session ini menghadirkan Karen O. Laking dari Benguet State University Philippines sebagai narasumber utama. Dalam paparannya yang berjudul “Working, Living, and Loving Children in the Autism Spectrum”, Karen membagikan pengalaman akademik dan praktis dalam mendampingi anak-anak dengan spektrum autisme, baik di lingkungan pendidikan, keluarga, maupun masyarakat.

Dalam pemaparannya, Karen O. Laking menekankan bahwa pendampingan anak dengan Autism Spectrum Disorder (ASD) tidak hanya menuntut kompetensi akademik, tetapi juga empati, kesabaran, dan pemahaman mendalam terhadap karakteristik unik setiap anak. Ia menyoroti pentingnya pendekatan yang humanis dalam proses pembelajaran, dengan menempatkan anak sebagai individu yang memiliki potensi, bukan keterbatasan.

Karen juga menjelaskan bahwa proses working dengan anak autis menuntut pendidik untuk fleksibel dan kreatif dalam merancang metode belajar. Sementara itu, aspek living menekankan pentingnya menciptakan lingkungan yang aman dan suportif, baik di sekolah maupun di rumah. Adapun loving, menurutnya, menjadi fondasi utama dalam membangun hubungan emosional yang sehat antara pendidik, orang tua, dan anak.

Selain itu, Karen menggarisbawahi peran kolaborasi lintas disiplin dan lintas negara dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan bagi anak autis. Menurutnya, pertukaran pengetahuan dan praktik baik antarnegara dapat memperkaya perspektif pendidik dalam menghadapi tantangan pendidikan inklusif di era global.

International Extension Program ini menjadi ruang strategis untuk memperluas wawasan internasional sivitas akademika Unmuh Jember, sekaligus memperkuat komitmen kampus dalam mengembangkan pendidikan yang ramah terhadap anak berkebutuhan khusus. 

Kegiatan ini juga menjadi pembuka bagi rangkaian agenda lanjutan pada hari yang sama, termasuk bimbingan teknis pembuatan Digital Storybook untuk anak autis yang dilaksanakan secara luring di SLB Negeri Branjangan Jember.

Melalui kegiatan ini, Unmuh Jember menegaskan posisinya sebagai perguruan tinggi yang aktif membangun kolaborasi global serta berkontribusi nyata dalam pengembangan pendidikan inklusif dan pengabdian kepada masyarakat berbasis keilmuan.

Connect