Dari Pesisir Jember, Mahasiswa Teknik Informatika Unmuh Jember Gali Suara Nelayan tentang Korupsi dan Bahaya NAPZA
Perspektif masyarakat terhadap korupsi dan penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (NAPZA) menjadi perhatian mahasiswa Program Studi Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember). Melalui wawancara lapangan yang dilaksanakan pada 30 Mei dan 1 Juni 2026, mahasiswa menggali pandangan komunitas nelayan mengenai dua persoalan yang masih menjadi tantangan besar bangsa Indonesia tersebut.
Kegiatan ini merupakan bagian dari tugas Mata Kuliah Pendidikan Antikorupsi dan NAPZA. Sebanyak tujuh mahasiswa yang tergabung dalam Kelompok 5 turun langsung ke masyarakat pesisir untuk berdialog dan memperoleh pemahaman mengenai dampak korupsi serta bahaya penyalahgunaan narkoba dari sudut pandang masyarakat.
Salah satu narasumber dalam kegiatan tersebut adalah Firdaus, seorang nelayan yang sehari-hari menggantungkan hidup dari hasil laut. Menurutnya, korupsi merupakan tindakan mengambil sesuatu yang bukan haknya dan memanfaatkan jabatan untuk kepentingan pribadi.
“Korupsi itu merugikan banyak orang. Dana yang seharusnya digunakan untuk masyarakat bisa tidak sampai kepada yang membutuhkan,” ujarnya.
Sebagai masyarakat yang bergantung pada berbagai program bantuan dan pembangunan, Firdaus menilai praktik korupsi dapat berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat. Ia berharap setiap pihak yang diberi amanah dapat menjalankan tugasnya dengan jujur, transparan, dan bertanggung jawab.
Dalam wawancara tersebut, para nelayan juga menyoroti pentingnya menjaga nilai kejujuran dalam kehidupan sehari-hari. Menurut mereka, kepercayaan merupakan modal utama dalam membangun hubungan sosial dan kerja sama di lingkungan masyarakat.
Selain membahas korupsi, diskusi turut mengangkat isu penyalahgunaan NAPZA yang dinilai sebagai ancaman serius bagi generasi muda. Firdaus menyampaikan bahwa narkoba dapat merusak kesehatan, menghancurkan masa depan, serta menghilangkan kesempatan generasi muda untuk berkembang dan meraih cita-cita.
Menurutnya, keluarga memiliki peran penting dalam mencegah penyalahgunaan narkoba. Orang tua perlu memberikan perhatian, pengawasan, serta pendidikan karakter kepada anak-anak sejak dini agar tidak mudah terpengaruh lingkungan yang negatif.
“Anak-anak harus rajin belajar, memilih teman yang baik, dan menjauhi narkoba. Masa depan mereka masih panjang dan harus dijaga,” pesannya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh data untuk memenuhi tugas akademik, tetapi juga mendapatkan pelajaran berharga dari masyarakat. Hasil wawancara menunjukkan bahwa kesadaran terhadap pentingnya integritas, kejujuran, dan bahaya penyalahgunaan NAPZA telah tumbuh di tengah masyarakat pesisir.
Kegiatan wawancara ini dilaksanakan oleh Kelompok 5 Mata Kuliah Pendidikan Antikorupsi dan NAPZA Program Studi Teknik Informatika Unmuh Jember yang beranggotakan Putri Suci Rahmadhani, Yulian Adinda, Nafila, Nabila Senja Ramadhani, Mohammad Putra Fernanda, Chyka Mey Tree Ahmad, dan Firli Aisyah Faridatul Arifah atas arahan dosen pengampu mata kuliah yaitu, Rohimatush Shofiyah, S.Si., M.Si., dan Miftahul Huda, S.H., M.Kn..
Melalui interaksi langsung dengan masyarakat, mahasiswa diharapkan mampu memahami bahwa upaya pemberantasan korupsi dan pencegahan penyalahgunaan NAPZA bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga memerlukan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.
