Carousel

Minggu, 04 Oktober 2026

FIKES Unmuh Jember Perkuat SDM Kesehatan, 160 Lulusan Siap Terjun ke Masyarakat


Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Jember terus memperkuat kualitas sumber daya manusia sekaligus menyiapkan lulusan yang kompeten untuk menjawab kebutuhan sektor kesehatan. Komitmen tersebut menjadi bagian penting dalam pelaksanaan pendidikan di FIKES, termasuk dalam menyiapkan 114 lulusan Ners dan 46 lulusan Ahli Madya Keperawatan.

Para lulusan telah melalui berbagai tahapan pembelajaran, praktik klinik, hingga uji kompetensi sebelum dinyatakan siap memasuki dunia profesional. Pengalaman praktik klinik juga dilakukan di berbagai fasilitas kesehatan, di antaranya RSUD Dr. Soebandi dan RSUD Dr. H. Koesnadi Bondowoso.

Proses tersebut menjadi bagian dari upaya FIKES memastikan lulusan tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga pengalaman praktis yang dibutuhkan ketika memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Di sisi lain, penguatan kualitas pendidikan terus dilakukan melalui pengembangan sumber daya manusia di lingkungan fakultas. FIKES mendorong para dosen untuk melanjutkan pendidikan hingga jenjang doktoral sekaligus meningkatkan jabatan fungsional.

Kiprah akademik dan profesional para dosen juga diperkuat melalui keterlibatan dalam berbagai organisasi profesi, di antaranya AIPNI, AIPNEMA, dan PPNI. Sejumlah dosen bahkan turut berperan sebagai asesor dan surveyor dalam proses akreditasi nasional melalui LARSI.


Penguatan SDM tersebut menjadi bagian dari komitmen FIKES untuk membangun ekosistem pendidikan kesehatan yang semakin berkualitas. Pendidikan tidak hanya diarahkan pada pencapaian akademik mahasiswa, tetapi juga pada penguatan kompetensi dan profesionalisme seluruh sivitas akademika.

Komitmen Universitas Muhammadiyah Jember terhadap sektor kesehatan juga mendapat dukungan dari pengembangan fasilitas dan institusi kesehatan. Dalam sambutannya, Rektor Universitas Muhammadiyah Jember Dr. Hanafi menegaskan bahwa kehadiran Rumah Sakit Umum Universitas Muhammadiyah Jember menjadi bagian dari komitmen universitas dalam mendukung pelayanan kesehatan masyarakat.

Rumah sakit tersebut tidak hanya menjadi sarana pelayanan kesehatan, tetapi juga diharapkan menjadi ruang pengabdian dan pengembangan kompetensi bagi lulusan bidang kesehatan.

Komitmen tersebut ke depan juga akan diperkuat melalui rencana strategis Universitas Muhammadiyah Jember untuk membuka Program Studi Kedokteran.

Dengan penguatan kualitas dosen, pengalaman klinik mahasiswa, dukungan fasilitas kesehatan, hingga pengembangan program pendidikan baru, Universitas Muhammadiyah Jember terus membangun ekosistem pendidikan kesehatan yang terintegrasi.

Sebanyak 160 lulusan FIKES, yang terdiri dari 114 lulusan Ners dan 46 Ahli Madya Keperawatan, kini membawa bekal ilmu dan pengalaman untuk memasuki ruang pengabdian yang lebih luas. Mereka diharapkan mampu menjalankan profesinya dengan kompetensi, integritas, serta semangat memberikan pelayanan kesehatan yang bermanfaat bagi masyarakat.

 

Jumat, 02 Oktober 2026

Milad ke-26, Fakultas Psikologi Unmuh Jember Tegaskan Komitmen Eksplorasi Psikologi Berbasis Keislaman dan Budaya Lokal

Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember memperingati Milad ke-26 dengan mengusung tema “Pandalungan Heritage: Psikologi Unmuh Jember Bangga Menjadi Mahasiswa Psikologi Unmuh Jember.” Tema tersebut menjadi momentum untuk menegaskan identitas Fakultas Psikologi dalam mengembangkan keilmuan psikologi yang berpijak pada nilai-nilai keislaman sekaligus mencermati budaya lokal.

Pada kegiatan yang digelar Jum'at (02/10) itu, Wakil Dekan Fakultas Psikologi Unmuh Jember, Istiqomah, S.Psi., M.Si., mengatakan bahwa tema yang diangkat dalam Milad ke-26 selaras dengan visi dan misi fakultas, khususnya dalam mengeksplorasi ilmu psikologi berdasarkan nilai-nilai keislaman serta memahami dinamika budaya lokal.

Menurutnya, keberadaan Fakultas Psikologi Unmuh Jember selama 26 tahun tidak hanya berorientasi pada pengembangan pendidikan di lingkungan kampus, tetapi juga diwujudkan melalui kontribusi kepada masyarakat.

Salah satunya dilakukan melalui Pusat Pengembangan Psikologi & Layanan Masyarakat (P3LM). Pusat layanan tersebut telah menjalin kerja sama dengan berbagai instansi yang berkaitan dengan bidang psikologi, termasuk dalam pendampingan di bidang pendidikan dan sosial.

“Selama 26 tahun ini, Psikologi Unmuh Jember sudah melakukan pengabdian melalui P3LM yang telah menjalin kerja sama dengan berbagai instansi, terutama dalam pendampingan di bidang pendidikan dan sosial,” ujar Istiqomah.

Selain memperkuat jejaring dengan masyarakat dan instansi, Fakultas Psikologi Unmuh Jember juga aktif dalam berbagai asosiasi pendidikan tinggi psikologi. Fakultas tersebut tergabung dalam Asosiasi Penyelenggara Pendidikan Tinggi Psikologi Indonesia (AP2TPI) serta Asosiasi Psikologi Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (APSIPTMA).

Keterlibatan tersebut menjadi ruang bagi Fakultas Psikologi Unmuh Jember untuk memperluas kolaborasi, baik dalam pertukaran budaya maupun berbagai kompetisi di tingkat perguruan tinggi.

Beliau menyebut salah satu tantangan yang masih dihadapi Fakultas Psikologi Unmuh Jember adalah mengenalkan keberadaan dan peran psikologi kepada masyarakat secara lebih luas. Namun, tantangan tersebut tidak dipandang sebagai beban, melainkan sebagai bagian dari hal yang perlu diselesaikan secara berkelanjutan.

Ke depan, Fakultas Psikologi Unmuh Jember akan lebih menekankan pendekatan yang bersifat preventif dan pemberdayaan masyarakat, terutama melalui penguatan pendampingan terhadap kelompok maupun komunitas.

“Untuk ke depannya akan lebih menekankan pada hal yang sifatnya preventif, pemberdayaan kepada kelompok atau komunitas dengan menguatkan pendampingan kepada kelompok-kelompok,” jelasnya.

Ia berharap, bertambahnya usia Fakultas Psikologi Unmuh Jember dapat berjalan beriringan dengan semakin luasnya manfaat yang diberikan kepada masyarakat.

“Harapannya, Psikologi Unmuh Jember ini akan terus memberikan dampak kepada masyarakat luas seiring dengan bertambahnya usia Fakultas Psikologi,” pungkasnya.

Rabu, 30 September 2026

RUU Perampasan Aset Jadi Sorotan, BEM FH Unmuh Jember Gelar Diskusi Publik

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember menggelar Diskusi Publik dengan mengangkat tema “RUU Perampasan Aset di Tengah Polemik: Antara Pemberantasan Korupsi, Keadilan Hukum, dan Potensi Penyalahgunaan Kekuasaan, Bagaimana Mahasiswa Mengawal”, Selasa, 29 September 2026.

Kegiatan yang berlangsung secara luring di Lapangan Basket Unmuh Jember tersebut dilaksanakan mulai pukul 18.30 hingga 22.00 WIB. Diskusi diikuti mahasiswa, khususnya mahasiswa tahun pertama, serta peserta undangan lainnya.

Diskusi publik tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang, yakni Direktur PAR Alternatif Andi Saputra, S.H., M.H.; Kepala Kepolisian Resor Jember AKP Aladdin, S.H., S.I.K., M.H.; Kepala Kejaksaan Negeri Jember Dr. Yadyn, S.H., M.H.; serta Dekan Fakultas Hukum Unmuh Jember Ahmad Suryono, S.H., M.H.

Forum tersebut menjadi ruang pertukaran gagasan mengenai Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset. Pembahasan diarahkan pada sejumlah aspek, mulai dari pemberantasan korupsi, keadilan hukum, hingga potensi penyalahgunaan kekuasaan dalam penerapannya.

Selain membahas substansi RUU Perampasan Aset, kegiatan ini juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan terkait isu hukum dan kebijakan publik. Mahasiswa didorong untuk menyampaikan pandangan secara kritis dan bertanggung jawab serta memahami peran mereka dalam mengawal kebijakan publik dan proses pembentukan peraturan perundang-undangan.

Melalui diskusi tersebut, BEM Fakultas Hukum Unmuh Jember menghadirkan ruang dialog yang mempertemukan mahasiswa dengan praktisi maupun akademisi untuk membahas isu hukum yang tengah menjadi perhatian.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memberikan ruang kepada mahasiswa untuk terlibat dalam diskusi publik serta meningkatkan pemahaman terhadap proses pembentukan dan pengawalan kebijakan hukum.

Senin, 28 September 2026

Guru PJOK Jember Belajar Softball dan Baseball, Perbasasi Gandeng Prodi Penjas Unmuh Jember

Olahraga softball dan baseball mulai diperkenalkan lebih luas di lingkungan pendidikan Kabupaten Jember. Perserikatan Baseball dan Softball Indonesia (Perbasasi) Kabupaten Jember bersama Program Studi S1 Pendidikan Jasmani FKIP Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) menggelar Coaching Clinic Softball dan Baseball bagi guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) tingkat SMP, Sabtu (26/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00–12.00 WIB tersebut diikuti guru-guru PJOK yang tergabung dalam MGMP PJOK Wilayah Tengah dan Wilayah Timur Kabupaten Jember. Coaching clinic ini menjadi ruang bagi para guru untuk tidak hanya mengenal olahraga softball dan baseball secara teori, tetapi juga mencoba langsung teknik dasar permainan di lapangan.

Menghadirkan Coach Syaiful Noer, Pengurus Provinsi (Pengprov) Perbasasi Jawa Timur sekaligus Asisten Pelatih Olahraga Terampil Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Jawa Timur, peserta mendapatkan materi mengenai dasar-dasar permainan, teknik, hingga penerapannya dalam pembelajaran PJOK.

Kegiatan diawali dengan sesi teori yang berlangsung di Ruang 2.14, Lantai 2, Gedung E (Pascasarjana) FKIP Unmuh Jember. Pada sesi ini, peserta diperkenalkan dengan dasar permainan softball dan baseball sebagai bekal sebelum memasuki sesi praktik.

Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Tito Sujarwo, mewakili Pengurus Perbasasi Kabupaten Jember. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan bahwa coaching clinic menjadi salah satu langkah untuk memperkenalkan sekaligus mengembangkan olahraga softball dan baseball melalui lingkungan pendidikan.

Usai mendapatkan materi, para guru kemudian diajak berpindah ke Lapangan Universitas Muhammadiyah Jember untuk mengikuti praktik secara langsung. Di lapangan, peserta berkesempatan mencoba teknik dasar permainan sekaligus memahami bagaimana olahraga tersebut dapat diterapkan dalam aktivitas pembelajaran PJOK di sekolah.

Bagi guru PJOK, pengalaman praktik menjadi bagian penting dalam coaching clinic karena memberikan gambaran langsung mengenai karakter permainan yang sebelumnya mungkin belum banyak ditemui dalam pembelajaran olahraga di sekolah.

Melalui kegiatan ini, Perbasasi Kabupaten Jember dan Prodi S1 Pendidikan Jasmani Unmuh Jember berharap pengenalan softball dan baseball dapat semakin luas di kalangan guru dan pelajar. Guru PJOK diharapkan dapat menjadi salah satu pintu masuk untuk memperkenalkan olahraga tersebut kepada siswa sekaligus membuka peluang munculnya bibit-bibit atlet baru dari lingkungan sekolah.

Kegiatan ini sekaligus memperkuat sinergi antara organisasi olahraga, perguruan tinggi, dan MGMP PJOK dalam mendukung pengembangan olahraga di Kabupaten Jember. Kolaborasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada coaching clinic, tetapi dapat berkembang menjadi pembinaan olahraga yang lebih berkelanjutan di lingkungan pendidikan.

Dengan pendekatan teori dan praktik secara langsung, coaching clinic ini menjadi langkah awal untuk membawa softball dan baseball lebih dekat dengan dunia pendidikan dari lapangan kampus menuju lapangan sekolah.

 

Minggu, 27 September 2026

Wisuda ke-55 Unmuh Jember Kukuhkan 986 Lulusan, Prodi Baru hingga Pesan Rektor Warnai Dua Hari Prosesi


Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember mengukuhkan sebanyak 986 lulusan dalam Rapat Terbuka Senat Wisuda ke-55 jenjang Magister (S2), Sarjana (S1), dan Ahli Madya (D3) Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026. Prosesi wisuda digelar selama dua hari, Sabtu–Minggu (26–27/9/2026), di Aula Ahmad Zainuri Unmuh Jember.

Wisuda ke-55 ini tidak hanya menjadi momentum pengukuhan ratusan lulusan, tetapi juga menandai perkembangan Unmuh Jember dalam memperluas dan mengembangkan program pendidikan. Program studi baru menjadi bagian dari perkembangan tersebut, seiring dengan upaya universitas menjawab kebutuhan pendidikan tinggi dan dinamika dunia profesional.

Keberadaan program studi baru tersebut menjadi salah satu bagian dari perjalanan Unmuh Jember dalam memperkuat layanan pendidikan. Hal ini berjalan beriringan dengan berbagai capaian institusi, termasuk akreditasi unggul pada 18 program studi yang disampaikan dalam rangkaian sambutan Rektor.

Selain perkembangan program studi, Unmuh Jember juga tengah mempersiapkan pembukaan Fakultas Kedokteran pada tahun mendatang. Pengembangan tersebut menjadi bagian dari langkah universitas dalam memperluas bidang keilmuan sekaligus meningkatkan kontribusi perguruan tinggi bagi masyarakat.

Pada hari pertama, Sabtu (26/9/2026), sebanyak 551 wisudawan mengikuti prosesi pengukuhan. Rangkaian wisuda kemudian dilanjutkan pada Minggu (27/9/2026) hingga seluruh 986 lulusan resmi dikukuhkan sebagai alumni Unmuh Jember.

Prosesi dipimpin langsung oleh Rektor Unmuh Jember, Dr. Hanafi, M.Pd., serta dihadiri jajaran senat, pimpinan Muhammadiyah, mitra universitas, orang tua, dan keluarga wisudawan.

Rangkaian acara berlangsung khidmat, mulai dari pembacaan keputusan rektor, pengukuhan wisudawan, pemberian penghargaan kepada lulusan berprestasi, hingga penyerahan alumni kepada Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Muhammadiyah Jember.


Di balik prosesi pengukuhan, Rektor Unmuh Jember menyampaikan pesan kepada para lulusan agar tidak memandang wisuda sebagai akhir dari perjalanan pendidikan.

Ia menekankan pentingnya konsep long life education atau pendidikan sepanjang hayat. Menurutnya, setelah meninggalkan bangku perguruan tinggi, para lulusan justru akan menghadapi berbagai persoalan dan tantangan kehidupan yang sesungguhnya di tengah masyarakat.

Karena itu, pengalaman selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi perlu menjadi bekal untuk terus belajar. Para alumni diharapkan mampu menjadikan pengalaman, lingkungan, dan persoalan yang mereka hadapi sebagai bagian dari proses pembelajaran sepanjang kehidupan.

Rektor juga menekankan pentingnya ilmu pengetahuan sebagai bekal dalam menjalani kehidupan. Mengacu pada nilai-nilai agama, ilmu dipandang sebagai salah satu kunci untuk meraih derajat yang tinggi, kesuksesan di dunia, sekaligus kebahagiaan di akhirat.

Namun, ilmu menurutnya perlu berjalan bersama integritas. Para lulusan diharapkan tidak hanya memiliki kompetensi akademik dan profesional, tetapi juga mampu menjaga nilai moral dalam setiap peran yang dijalankan.

Nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) juga diharapkan tetap menjadi bagian dari karakter alumni. Nilai tersebut tidak berhenti sebagai materi selama perkuliahan, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan profesional, sosial, maupun ketika mengambil keputusan di tengah masyarakat.

Pesan lain yang ditekankan dalam sambutan Rektor adalah pentingnya menghadirkan kebermanfaatan setelah menjadi alumni.

Para lulusan didorong untuk tidak hanya mengejar keberhasilan secara personal, tetapi juga mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat dan lingkungan di sekitarnya.

Semangat tersebut sejalan dengan nilai Muhammadiyah yang mengedepankan kebermanfaatan dan semangat rahmatan lil alamin. Para alumni diharapkan dapat membawa nilai tersebut dalam setiap ruang pengabdian, baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional.

Dengan demikian, keberhasilan seorang alumni tidak semata-mata diukur dari jabatan atau pekerjaan yang diperoleh, tetapi juga dari sejauh mana ilmu, kompetensi, dan pengalaman yang dimiliki mampu memberikan manfaat bagi orang lain.

Usai dikukuhkan, para wisudawan secara resmi diserahkan kepada IKA Unmuh Jember. Prosesi tersebut menjadi simbol bahwa hubungan antara lulusan dan almamater tidak berakhir setelah mereka meninggalkan kampus.

Sebanyak 986 lulusan Wisuda ke-55 kini menjadi bagian dari keluarga besar alumni Unmuh Jember. Mereka membawa ilmu, pengalaman, serta nilai-nilai yang diperoleh selama menjalani proses pendidikan untuk memasuki ruang pengabdian yang lebih luas.

 

Kamis, 24 September 2026

Yudisium FKIP Unmuh Jember 2026: Menguatkan Langkah Lulusan untuk Belajar, Bertumbuh, dan Berdampak


Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember menyelenggarakan kegiatan yudisium tahun 2026 dengan penuh khidmat dan semarak di Gedung Ahmad Zainuri. Mengusung tema
“Belajar, Bertumbuh, dan Berdampak”, kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para mahasiswa yang telah menyelesaikan proses akademiknya untuk melangkah menuju dunia profesional.

Sebanyak 164 mahasiswa mengikuti prosesi yudisium pada kesempatan tersebut. Dari jumlah tersebut, 119 mahasiswa berasal dari Program Studi Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD) yang merupakan para guru PAUD dari berbagai daerah dan 45 mahasiswa reguler dari berbagai program studi.

Pelaksanaan yudisium tahun ini menghadirkan suasana berbeda dengan mengangkat konsep pakaian Nusantara. Para peserta tampil mengenakan busana khas daerah sebagai bentuk apresiasi terhadap keberagaman budaya Indonesia sekaligus memperkuat nilai kebangsaan dalam dunia pendidikan.

Dalam sambutannya, Dekan FKIP Unmuh Jember, Dr. Fitri Amilia, M.Pd. menyampaikan apresiasi dan rasa bangga kepada seluruh mahasiswa yang telah berhasil menyelesaikan perjalanan akademiknya. Beliau berpesan agar para lulusan tidak berhenti untuk terus belajar, mengembangkan diri, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan.

“Lulusan FKIP diharapkan tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga mampu menjadi pendidik yang inspiratif, adaptif, dan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar,” ungkapnya.

Rangkaian acara yudisium juga semakin meriah dengan berbagai penampilan kreatif dari para guru PAUD peserta RPL PGPAUD. Mereka menampilkan pertunjukan seni berupa tarian dan nyanyian yang menggambarkan kreativitas, semangat, serta kecintaan terhadap budaya Indonesia. Penampilan tersebut menjadi salah satu bentuk ekspresi kebahagiaan sekaligus refleksi bahwa para pendidik anak usia dini memiliki peran penting dalam menanamkan nilai seni dan budaya kepada generasi penerus.

Kegiatan yudisium ditutup dengan suasana penuh kebahagiaan dan kebanggaan dari para lulusan bersama keluarga, dosen, serta sivitas akademika FKIP Unmuh Jember. Melalui tema “Belajar, Bertumbuh, dan Berdampak”, para lulusan diharapkan mampu membawa ilmu yang diperoleh selama perkuliahan untuk terus berkembang dan memberikan manfaat nyata di tengah masyarakat.

 

Selasa, 22 September 2026

PP Muhammadiyah Gelar Uji Coba Buku Saku Penghapusan Sunat Perempuan Berbasis Islam Berkemajuan di Unmuh Jember


Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menggelar uji coba (pilotting/testing) Buku Saku Penghapusan Sunat Perempuan Berbasis Islam Berkemajuan di Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember, Selasa, 22 September 2026.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Muhammadiyah dalam mengembangkan pemahaman keislaman yang berpihak pada keselamatan dan perlindungan perempuan. Uji coba buku saku dilakukan untuk memperoleh masukan sekaligus memastikan materi yang disusun dapat dipahami dan diterapkan sesuai dengan konteks masyarakat.

Perwakilan PP Muhammadiyah, Dr. Ernyasih, SKM., MKM., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk ikhtiar Muhammadiyah dalam menghadirkan pemahaman keislaman yang berorientasi pada keselamatan perempuan.

“Ini merupakan bentuk ikhtiar Muhammadiyah dalam menghadirkan pemahaman dan keislaman yang menghadirkan keselamatan perempuan,” ujarnya.

Kegiatan tersebut mendapat sambutan dari Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Jember, H. Kusno, S.Ag., M.Pd.I. Ia menyampaikan apresiasi karena Unmuh Jember dipercaya menjadi salah satu lokasi pelaksanaan uji coba buku saku tersebut.

“Saya berterima kasih karena sudah memilih Unmuh Jember sebagai tempat untuk melakukan uji coba ini,” ungkapnya.

Menurutnya, terdapat target pemahaman yang ingin dicapai melalui kegiatan tersebut. Salah satunya memberikan pemahaman mengenai posisi khitan dalam ajaran Islam serta membedakannya antara praktik yang berkaitan dengan laki-laki dan perempuan.

“Ada target yang harus dicapai dalam kegiatan ini, untuk memberitahu bahwa khitan merupakan sunnah Nabi, namun tidak termasuk untuk golongan perempuan,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Rektor II Unmuh Jember, Ns. Sasmiyanto, S.Kep., M.Kes., menilai isu sunat perempuan memiliki keterkaitan yang erat dengan budaya yang berkembang di masyarakat. Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi salah satu tantangan dalam menyampaikan dakwah Muhammadiyah.

“Perihal sunat perempuan ini beririsan langsung dengan budaya. Ini menjadi tantangan utama bagi Muhammadiyah dalam menyampaikan dakwahnya,” tuturnya.

Ia menjelaskan, Muhammadiyah selama ini dikenal sebagai organisasi yang membawa semangat masyarakat berkemajuan. Karena itu, penyampaian nilai-nilai keagamaan perlu dilakukan dengan mempertimbangkan pemahaman yang sesuai dengan ajaran Islam dan tidak mencampurkannya dengan praktik budaya yang tidak memiliki dasar keagamaan yang kuat.

“Muhammadiyah terkenal dengan masyarakat yang berkemajuan, yang notabene agama tidak dicampur dengan budaya,” tambahnya.

Melalui kegiatan pilotting/testing tersebut, Muhammadiyah diharapkan dapat memperoleh masukan terhadap Buku Saku Penghapusan Sunat Perempuan Berbasis Islam Berkemajuan sebelum digunakan secara lebih luas. Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang dialog untuk memperkuat pemahaman masyarakat mengenai isu perlindungan perempuan melalui pendekatan keagamaan yang kontekstual dan berkemajuan.

Connect