Carousel

Sabtu, 08 Agustus 2026

Belajar Cinta Lingkungan Lewat Ecoprint, KKN Kelompok 05 Unmuh Jember Ajak Siswa SDN 1 Mengen Berkarya


Belajar mencintai lingkungan tidak selalu harus dilakukan melalui teori di dalam kelas. Mahasiswa KKN Kelompok 05 Universitas Muhammadiyah Jember menghadirkan pengalaman belajar kreatif melalui kegiatan edukasi ecoprint bagi siswa SDN 1 Mengen, Kecamatan Tamanan, Kabupaten Bondowoso, Rabu (29/7/2026).

Puluhan siswa diajak memanfaatkan berbagai jenis daun di lingkungan sekitar sebagai bahan alami untuk menciptakan motif pada totebag putih. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program pengabdian mahasiswa sekaligus sarana mengenalkan pentingnya menjaga lingkungan sejak usia dini.

Suasana belajar pun terasa berbeda. Para siswa tampak antusias memilih dan menyusun berbagai bentuk daun di atas totebag. Mereka bebas mengeksplorasi susunan daun untuk menghasilkan motif yang berbeda-beda sebelum mencetaknya menjadi karya.

Secara sederhana, ecoprint merupakan teknik membuat motif dengan memanfaatkan pigmen alami dari daun, bunga, maupun bagian tumbuhan lainnya tanpa menggunakan pewarna kimia sintetis. Selain menghasilkan karya yang unik, teknik tersebut juga menjadi media pembelajaran yang memanfaatkan bahan-bahan alami yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar.

Koordinator KKN Kelompok 05 Universitas Muhammadiyah Jember, Asep Tumpak Sundara, menjelaskan bahwa pemilihan ecoprint tidak terlepas dari kondisi lingkungan di sekitar sekolah yang memiliki beragam jenis tanaman.

“Kami memiliki program kerja untuk adik-adik SDN 1 Mengen yaitu ecoprint, yang bertujuan memanfaatkan alam sekitar, seperti daun-daun yang ada di lingkungan sini. Kami ingin melihat bagaimana adik-adik dapat belajar dan berkarya melalui kegiatan ecoprint,” ujarnya.

Sebelum praktik dimulai, mahasiswa KKN terlebih dahulu memberikan pengenalan mengenai pengertian ecoprint, manfaatnya bagi lingkungan, jenis daun yang dapat digunakan, hingga tahapan pembuatannya.

Setelah itu, siswa langsung mempraktikkan proses penyusunan daun di atas totebag putih. Dari tangan-tangan kecil tersebut, berbagai bentuk dan susunan daun kemudian menghasilkan motif alami yang berbeda pada setiap karya. Antusiasme siswa terlihat ketika mereka mencoba beragam komposisi untuk menciptakan motif yang mereka sukai.

Lebih dari sekadar membuat kerajinan, kegiatan ini dirancang untuk menghubungkan kreativitas dengan kepedulian terhadap lingkungan. Siswa diperkenalkan pada alternatif pembuatan karya seni menggunakan bahan alami sekaligus diajak memahami pentingnya mengurangi penggunaan bahan yang berpotensi mencemari lingkungan.

Guru Kelas IIIA SDN 1 Mengen, Indra Manto, mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa KKN tersebut. Menurutnya, ecoprint sejalan dengan upaya sekolah dalam membangun budaya peduli lingkungan.

“Saya sangat berterima kasih dan mendukung kegiatan ini karena sangat selaras dengan program sekolah untuk mengurangi sampah atau limbah plastik di lingkungan sekolah. Dengan adanya ecoprint, selain siswa mengenal cara membuat batik, mereka juga mendapatkan edukasi tentang batik yang ramah lingkungan,” ungkapnya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan sebagai bentuk kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah. Menurutnya, kegiatan kreatif berbasis lingkungan dapat menjadi salah satu cara untuk meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus membentuk karakter peserta didik yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan.

Melalui kegiatan ecoprint, KKN Kelompok 05 Unmuh Jember tidak hanya menghadirkan aktivitas kreatif bagi siswa, tetapi juga membawa pesan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat ditanamkan melalui hal-hal sederhana.

Dari selembar totebag dan daun yang tumbuh di sekitar sekolah, para siswa belajar bahwa alam bukan hanya sesuatu yang perlu dijaga, tetapi juga dapat menjadi sumber inspirasi untuk berkarya. Program ini diharapkan menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus mendorong tumbuhnya kebiasaan mencintai lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.

 

KKN Tematik Kelompok 05 Unmuh Jember Dorong UMKM Desa Mengen Naik Kelas Lewat Digitalisasi

Pemanfaatan teknologi digital menjadi salah satu kunci bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk memperluas jangkauan pasar. Melihat kebutuhan tersebut, mahasiswa KKN Tematik Kelompok 05 Universitas Muhammadiyah Jember menghadirkan program pemberdayaan UMKM melalui pelatihan konten media sosial, penguatan branding usaha, hingga digitalisasi lokasi penjualan di Desa Mengen, Kecamatan Tamanan, Kabupaten Bondowoso, Rabu (5/8/2026).

Kegiatan ini dirancang tidak sekadar memberikan materi, tetapi juga menghadirkan pendampingan secara langsung kepada pelaku UMKM. Mahasiswa membantu pelaku usaha membangun identitas bisnis yang lebih profesional sekaligus mengenalkan strategi pemasaran yang sesuai dengan perkembangan teknologi digital.

Program dilaksanakan di dua lokasi, yakni kediaman Ibu Murtini dan Bapak Ramli di Dusun Mengen Utara serta kediaman Ibu Khosniati di Dusun Mengen Barat. Kegiatan tersebut turut mendapat dukungan dari Kepala Dusun Mengen Barat, Sutrisno, yang hadir meninjau secara langsung pelaksanaan program.

Salah satu fokus utama program adalah penguatan branding. Para mahasiswa KKN tidak hanya menjelaskan pentingnya identitas usaha, tetapi turut membantu menghasilkan sejumlah kebutuhan visual bagi pelaku UMKM.

Setiap pelaku usaha memperoleh logo, banner, dan stiker kemasan yang dirancang menyesuaikan karakteristik usaha masing-masing. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan citra produk sekaligus memberikan nilai tambah ketika produk berhadapan dengan konsumen.

Koordinator KKN Tematik Kelompok 05 Universitas Muhammadiyah Jember, Asep Tumpak Sundara, mengatakan program tersebut merupakan bentuk pengabdian mahasiswa untuk membantu pelaku UMKM beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

“Melalui program ini kami ingin membantu pelaku UMKM agar memiliki identitas usaha yang lebih kuat, mampu memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi, serta lebih mudah ditemukan masyarakat melalui digitalisasi lokasi usaha. Harapannya, usaha mereka dapat berkembang dan memiliki daya saing yang lebih baik di era digital,” ujarnya.

Digitalisasi juga dilakukan dengan membantu membuat titik lokasi usaha pada Google Maps. Dengan adanya lokasi digital tersebut, masyarakat maupun calon pelanggan dari luar daerah dapat lebih mudah menemukan tempat usaha.

Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan aksesibilitas sekaligus membuka peluang bagi UMKM Desa Mengen untuk menjangkau konsumen yang lebih luas.

Tak berhenti pada digitalisasi lokasi, mahasiswa juga memberikan pelatihan pembuatan konten media sosial. Para pelaku UMKM mendapatkan penjelasan mengenai cara mengambil foto dan video produk yang menarik, menyusun materi promosi, serta memanfaatkan media sosial sebagai sarana pemasaran.

Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi langsung. Para pelaku UMKM dapat berkonsultasi mengenai strategi promosi yang sesuai dengan karakteristik usaha masing-masing sehingga materi yang diberikan lebih mudah diterapkan dalam aktivitas bisnis sehari-hari.

Program tersebut mendapat respons positif dari para pelaku UMKM. Mereka mengaku memperoleh pengetahuan baru mengenai pentingnya branding dan pemasaran digital.

Keberadaan logo, banner, stiker kemasan, serta lokasi usaha di Google Maps dinilai memberikan identitas baru sekaligus membuat usaha terlihat lebih profesional.

Salah satu pelaku UMKM, Ibu Tin, mengapresiasi pendampingan yang diberikan mahasiswa KKN. Menurutnya, pelatihan tersebut memberikan wawasan baru tentang bagaimana memanfaatkan media digital untuk mempromosikan produk.


“Kami sangat senang dan terbantu dengan pendampingan yang diberikan. Sekarang usaha kami memiliki logo, banner, dan lokasi di Google Maps. Kami juga mendapat ilmu baru tentang cara mempromosikan produk melalui media sosial sehingga lebih percaya diri untuk mengembangkan usaha,” tuturnya.

Melalui program ini, mahasiswa KKN Tematik Kelompok 05 Universitas Muhammadiyah Jember berupaya menghadirkan pengabdian yang tidak berhenti pada pemberian materi. Pendampingan dilakukan dengan memberikan perangkat branding sekaligus keterampilan yang dapat digunakan pelaku UMKM secara mandiri.

Program tersebut diharapkan menjadi langkah awal bagi UMKM Desa Mengen untuk semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi, meningkatkan daya saing, dan memperluas jangkauan pemasaran. Dengan pemanfaatan teknologi secara berkelanjutan, produk-produk lokal Desa Mengen diharapkan semakin dikenal masyarakat luas dan mampu berkembang secara berkelanjutan.

 

Jumat, 07 Agustus 2026

Dorong Ekonomi Desa, Mahasiswa KKN Tematik Unmuh Jember Dampingi Pengembangan BUMDes Ayam Petelur di Sumbersari


Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember melakukan kunjungan kerja sekaligus pendampingan kepada pengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sumbersari, Kecamatan Maesan, Kabupaten Bondowoso, Sabtu (1/8/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mahasiswa dalam mendukung pengembangan potensi ekonomi desa melalui penguatan unit usaha ayam petelur.

BUMDes Sumbersari memiliki potensi besar dalam pengembangan budidaya ayam petelur yang tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, tetapi juga berpeluang menjadi salah satu penggerak ekonomi lokal. Melalui kegiatan pendampingan ini, mahasiswa KKN Tematik berupaya membantu pengelola dalam mengoptimalkan tata kelola usaha agar lebih berkembang dan berkelanjutan.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa melakukan pemetaan terhadap kondisi usaha, termasuk mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi dalam pengelolaan BUMDes. Pendampingan difokuskan pada dua aspek utama, yaitu penguatan administrasi keuangan dan pengembangan strategi pemasaran produk telur ayam.

Mahasiswa memberikan masukan mengenai pentingnya pencatatan keuangan yang lebih sistematis, transparan, dan akuntabel agar pengelola dapat mengetahui perkembangan usaha secara lebih terukur. Selain itu, mahasiswa juga mendorong perluasan strategi pemasaran melalui pengembangan jaringan distribusi agar produk telur ayam BUMDes dapat menjangkau pasar yang lebih luas.

"Unit usaha ayam petelur di Desa Sumbersari memiliki prospek pasar yang sangat tinggi. Namun, pengelolaan tata kelola keuangan yang terstruktur serta strategi pemasaran yang lebih luas masih perlu ditingkatkan agar dampaknya semakin maksimal," ujar perwakilan tim KKN Tematik Unmuh Jember.

Pengelola BUMDes Sumbersari menyambut positif kegiatan pendampingan yang dilakukan mahasiswa KKN Tematik Unmuh Jember. Kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan pengelola BUMDes diharapkan dapat memperkuat kapasitas usaha desa agar mampu berkembang secara profesional dan mandiri.

Melalui program ini, mahasiswa KKN Tematik Unmuh ember berharap unit usaha ayam petelur BUMDes Sumbersari dapat menjadi salah satu sektor unggulan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pendampingan tersebut juga menjadi bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendorong kemandirian ekonomi desa melalui penerapan ilmu pengetahuan yang tepat guna.

Ciptakan Sekolah Ramah Anak, KKN Unmuh Jember Ajak Siswa Desa Sumbersari Hentikan Bullying

 

Suasana ceria dan penuh antusiasme mewarnai kegiatan edukasi “Stop Bullying” yang digelar mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember di tiga sekolah dasar Desa Sumbersari, Kecamatan Maesan, Kabupaten Bondowoso, Kamis (30/7/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan di SDN 1 Sumbersari, SDN 2 Sumbersari, dan SDN 3 Sumbersari sebagai bentuk kepedulian mahasiswa KKN dalam menanamkan nilai empati, saling menghargai, dan kepedulian terhadap sesama sejak usia dini.

Melalui pendekatan yang komunikatif dan menyenangkan, mahasiswa mengajak para siswa memahami makna bullying, berbagai bentuk perundungan yang sering terjadi di lingkungan sekolah, serta dampak yang dapat ditimbulkan bagi korban. Penyampaian materi dilakukan dengan cara interaktif agar siswa lebih mudah memahami bahwa tindakan seperti mengejek, menghina, maupun menyakiti teman bukanlah bentuk candaan yang dapat dibenarkan.

Kehadiran mahasiswa KKN mendapat sambutan hangat dari para siswa. Suasana kegiatan berlangsung penuh keceriaan melalui interaksi, permainan edukatif, dan diskusi ringan yang membuat siswa lebih berani menyampaikan pendapat serta pengalaman mereka.

Mahasiswa KKN-T Unmuh Jember berharap edukasi tersebut dapat menjadi langkah awal dalam membangun lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari tindakan perundungan. Dengan menanamkan sikap saling menghormati sejak dini, siswa diharapkan mampu menjadi generasi yang memiliki kepedulian sosial dan mampu menciptakan hubungan pertemanan yang positif.

Pihak sekolah juga memberikan apresiasi terhadap kegiatan yang dilakukan mahasiswa KKN-T Universitas Muhammadiyah Jember. Edukasi tersebut dinilai memberikan manfaat bagi siswa karena membantu memperkuat pemahaman mengenai pentingnya menjaga sikap dan perilaku terhadap teman di lingkungan sekolah.

Melalui program edukasi “Stop Bullying” ini, mahasiswa KKN Unmuh Jember berharap pesan tentang pentingnya kepedulian, kasih sayang, dan penghargaan terhadap sesama dapat terus diterapkan oleh siswa, baik di sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari.

Edukasi Pilah Sampah Sejak Dini, Mahasiswa KKN Unmuh Jember Ajak Siswa SD Wonosari Peduli Lingkungan

 

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember  menggelar sosialisasi pemilahan sampah organik dan anorganik kepada siswa SD Negeri 1 Wonosari dan SD Negeri 4 Wonosari, Desa Wonosari, Kecamatan Grujugan, Kabupaten Bondowoso, Selasa (28/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00–11.00 WIB tersebut diikuti oleh 75 siswa kelas V dan VI. Sosialisasi ini bertujuan menanamkan kesadaran kepada siswa mengenai pentingnya memilah sampah sejak usia dini sebagai langkah sederhana dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Kegiatan diawali dengan ice breaking untuk menciptakan suasa
na belajar yang menyenangkan sekaligus membangun kedekatan antara mahasiswa KKN dan para siswa. Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan siswa dalam mengikuti permainan maupun diskusi selama kegiatan berlangsung.

Dalam penyampaian materi, mahasiswa KKN menjelaskan perbedaan antara sampah organik dan anorganik, contoh jenis sampah yang sering ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, serta dampak buruk apabila sampah tidak dikelola dengan baik. Siswa juga diberikan pemahaman mengenai cara pengolahan sampah, seperti pembuatan kompos dari sampah organik dan pemanfaatan kembali sampah anorganik melalui proses daur ulang.

Untuk mengukur pemahaman siswa, kegiatan ditutup dengan kuis interaktif mengenai materi yang telah disampaikan. Para siswa mampu menjawab berbagai pertanyaan terkait jenis sampah dan manfaat pemilahan sampah dengan baik.

Sebagai bentuk penguatan pesan edukasi, mahasiswa KKN juga mengajak siswa membuat komitmen bersama melalui kegiatan simbolis. Di SD Negeri 1 Wonosari, kegiatan ditutup dengan Tepuk Sampah, sedangkan di SD Negeri 4 Wonosari mahasiswa bersama siswa mengucapkan jargon "Sampahmu, Tanggung Jawabmu!" sebagai pengingat pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

Ketua KKN Unmuh Jember Kelompok 25, Jefri Danuarta, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan langkah sederhana untuk membangun kepedulian lingkungan sejak usia sekolah.

"Kami berharap sosialisasi ini tidak hanya menambah pengetahuan siswa mengenai perbedaan sampah organik dan anorganik, tetapi juga mendorong mereka untuk mulai menerapkan kebiasaan memilah sampah dalam kehidupan sehari-hari. Kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten akan memberikan dampak besar bagi kebersihan lingkungan di masa depan," ujarnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember berharap siswa dapat menjadi pelopor budaya peduli lingkungan di sekolah maupun di rumah. Dengan membiasakan pemilahan sampah sejak dini, diharapkan tercipta lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat.

UMKM Kedai Endula Mulai Beradaptasi dengan Digitalisasi Melalui QRIS dan Google Maps Bersama KKN-T 19 Unmuh Jember

 

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) 19 Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember melakukan pendampingan digitalisasi kepada UMKM Kedai Endula di Desa Sumber Pakem, Kecamatan Maesan, Kabupaten Bondowoso. Program ini dilakukan melalui pembuatan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai metode pembayaran digital serta pendaftaran lokasi usaha melalui Google Maps untuk meningkatkan kemudahan akses bagi pelanggan.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN-T 19 dalam mendukung transformasi digital bagi pelaku UMKM desa. Digitalisasi dinilai penting untuk meningkatkan daya saing usaha, memperluas jangkauan pemasaran, serta memberikan pelayanan yang lebih mudah dan modern kepada konsumen.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN-T 19 mendampingi pemilik Kedai Endula mulai dari pengumpulan data usaha, proses pembuatan akun pendukung, hingga pengajuan QRIS sesuai prosedur yang berlaku. Dengan adanya QRIS, pelanggan dapat melakukan transaksi secara lebih praktis melalui dompet digital maupun layanan mobile banking tanpa harus menggunakan uang tunai.

Selain pendampingan pembayaran digital, mahasiswa juga membantu mendaftarkan lokasi Kedai Endula ke Google Maps. Proses tersebut meliputi pengisian informasi usaha, alamat, kategori bisnis, jam operasional, nomor kontak, hingga dokumentasi foto lokasi. Setelah melalui proses verifikasi, keberadaan Kedai Endula dapat ditemukan dengan lebih mudah oleh masyarakat melalui layanan pencarian digital.

Program digitalisasi ini diharapkan mampu meningkatkan visibilitas usaha sekaligus memberikan pengalaman pelayanan yang lebih baik bagi pelanggan. Kehadiran QRIS dan Google Maps menjadi langkah sederhana namun strategis bagi UMKM untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi serta memperluas peluang pemasaran.

Pemilik Kedai Endula menyambut baik pendampingan yang diberikan mahasiswa KKN-T 19 Unnmuh Jember. Melalui program tersebut, pelaku usaha mendapatkan pemahaman baru mengenai pentingnya pemanfaatan teknologi dalam mendukung keberlangsungan bisnis di era digital.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN-T 19 Unmuh Jember berharap UMKM Kedai Endula dapat terus berkembang dan mampu memanfaatkan teknologi digital secara optimal. Pendampingan tersebut tidak hanya membantu aspek administrasi usaha, tetapi juga menjadi bentuk pemberdayaan masyarakat agar lebih siap menghadapi perubahan pola transaksi dan pemasaran di era modern.

Mahasiswa KKN Unmuh Jember Edukasi PHBS di Tiga Sekolah Dasar Desa Pujerbaru


Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik 2 Kelompok 6 Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember menggelar sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di tiga sekolah dasar Desa Pujerbaru, Kecamatan Maesan, Kabupaten Bondowoso. Kegiatan tersebut dilaksanakan di SDN 1 Pujerbaru dan SDN 2 Pujerbaru pada Kamis (30/7/2026), serta SDI Kartini pada Sabtu (1/8/2026).

Program ini menjadi bagian dari pengabdian mahasiswa KKN di bidang kesehatan dengan tujuan menanamkan kesadaran hidup bersih dan sehat sejak usia dini. Kegiatan tersebut juga menjadi upaya preventif terhadap berbagai permasalahan kesehatan di wilayah Desa Pujerbaru, seperti kasus diare dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang masih menjadi perhatian berdasarkan data puskesmas setempat.

Dalam sosialisasi tersebut, mahasiswa KKN memperkenalkan enam pilar utama PHBS di lingkungan sekolah, meliputi kebiasaan mencuci tangan menggunakan sabun, membuang sampah pada tempatnya, mengonsumsi jajanan sehat, menggunakan jamban bersih, tidak merokok di lingkungan sekolah, serta memberantas jentik nyamuk.

Penyampaian materi dilakukan secara interaktif melalui penggunaan alat peraga, permainan edukatif, dan praktik langsung enam langkah mencuci tangan sesuai standar kesehatan. Metode tersebut membuat siswa lebih mudah memahami pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan.

Koordinator Desa (Kordes) KKN Kelompok 6, Miftahululumuddin, mengatakan bahwa siswa sekolah dasar menjadi sasaran utama karena berada pada fase penting dalam pembentukan kebiasaan.

"Jika kami bisa menanamkan kebiasaan mencuci tangan dengan sabun sejak kecil, kebiasaan itu akan terbawa hingga dewasa. Kami berharap ini menjadi investasi jangka panjang untuk kesehatan masyarakat Pujerbaru," ujarnya.

Salah satu siswi SDN 2 Pujerbaru, Nayla, mengaku mendapatkan pengetahuan baru setelah mengikuti kegiatan tersebut.

"Aku jadi tahu kalau cuci tangan pakai sabun itu harus sampai sela-sela jari, tidak boleh hanya dibilas air saja. Nanti aku akan kasih tahu adikku di rumah," katanya.

Kepala SDN 1 Pujerbaru, Yanti Junaeda, S.Pd., mengapresiasi kegiatan yang dilakukan mahasiswa KKN karena memberikan pemahaman baru kepada siswa mengenai pentingnya menjaga kebersihan.

"Kami sangat mengapresiasi kontribusi nyata dari adik-adik mahasiswa KKN. Anak-anak kami jadi lebih paham mengapa harus membuang sampah pada tempatnya dan bagaimana dampaknya bagi kesehatan jika tidak menjaga kebersihan," tuturnya.

Kegiatan ini juga mendapat respons positif dari pihak sekolah dan orang tua siswa. Kepala SDI Kartini berharap program edukasi PHBS dapat terus berlanjut melalui pendampingan maupun penyediaan fasilitas pendukung seperti sarana cuci tangan dan tempat sampah.

Sebagai bentuk keberlanjutan program, mahasiswa KKN Kelompok 6 berencana melakukan evaluasi melalui kunjungan ulang ke sekolah, membuat mural edukatif PHBS, serta membantu pengadaan tempat sampah terpilah. Guru sekolah juga akan dilibatkan sebagai penggerak PHBS agar kebiasaan hidup bersih dan sehat tetap diterapkan setelah masa KKN berakhir.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Tematik 2 Kelompok 6 Unmuh Jember berharap edukasi PHBS dapat membentuk generasi yang lebih peduli terhadap kesehatan diri dan lingkungan, sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat desa.

Connect