Carousel

Senin, 04 Mei 2026

Mahasiswa KKN Gelar Program Tabungan Berkelanjutan untuk Anak Yatim di Kediri

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Jember melaksanakan program sosial bertajuk “Tabungan Berkelanjutan untuk Anak Yatim” di Dusun Babatan, Desa Puhjarak, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri, pada Jumat (24/04/2026).

Program ini menjadi salah satu bentuk nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat sekaligus implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pemberdayaan sosial dan pendidikan masyarakat.

Kegiatan ini berfokus pada pemberdayaan anak-anak yatim melalui sistem tabungan yang dikelola secara berkelanjutan. Program tersebut dilaksanakan bekerja sama dengan kelompok pengajian Al Mubarok serta melibatkan partisipasi aktif masyarakat setempat sebagai donatur dan pendukung utama.

Ketua pelaksana KKN menjelaskan bahwa program ini tidak hanya bertujuan memberikan bantuan materi kepada anak-anak yatim, tetapi juga menanamkan nilai kepedulian sosial serta edukasi keuangan sejak dini.

“Kami ingin anak-anak tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga belajar menabung dan mengelola keuangan secara sederhana agar mereka memiliki bekal untuk masa depan,” ujarnya.

Pelaksanaan program dilakukan melalui mekanisme iuran sukarela dari anggota pengajian dan masyarakat sekitar, baik secara mingguan maupun bulanan. Dana yang terkumpul dicatat secara transparan dan dialokasikan ke dalam tabungan masing-masing anak yatim sesuai dengan kesepakatan bersama.

Selain pengumpulan dana, mahasiswa KKN juga memberikan pendampingan secara langsung kepada anak-anak mengenai pentingnya menabung, mengatur kebutuhan, serta memahami nilai tanggung jawab dalam pengelolaan keuangan sederhana.

Program ini mendapat respon positif dari masyarakat setempat. Antusiasme warga terlihat dari partisipasi aktif dalam pengumpulan dana, dukungan moral, serta semangat untuk menjaga keberlanjutan program meskipun masa KKN nantinya telah selesai.

Salah satu anggota pengajian Al Mubarok menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat. Menurutnya, program tersebut tidak hanya membantu anak-anak yatim secara finansial, tetapi juga mempererat rasa kebersamaan antarwarga.

“Kami merasa program ini sangat baik karena bisa membantu anak-anak yatim sekaligus memperkuat kepedulian sosial di lingkungan kami,” ungkapnya.

Meski demikian, pelaksanaan program tidak terlepas dari berbagai tantangan, seperti keterbatasan dana pada tahap awal serta belum meratanya pemahaman masyarakat mengenai pentingnya program sosial yang berkelanjutan.

Namun, melalui evaluasi rutin, komunikasi yang baik, dan kerja sama antara mahasiswa, masyarakat, serta kelompok pengajian, program ini dapat berjalan dengan lancar dan terus berkembang.

Dampak positif dari kegiatan ini mulai dirasakan oleh anak-anak yatim maupun masyarakat sekitar. Selain membantu memenuhi kebutuhan finansial anak-anak, program ini juga menumbuhkan budaya gotong royong, solidaritas sosial, dan semangat berbagi di tengah masyarakat.

Mahasiswa KKN berharap program tabungan berkelanjutan ini dapat terus dilanjutkan oleh masyarakat dan pengurus pengajian setelah masa KKN berakhir. Dengan keberlanjutan tersebut, manfaat yang diberikan diharapkan dapat dirasakan dalam jangka panjang dan menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk menjalankan program serupa.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember kembali menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak hanya berbentuk bantuan sesaat, tetapi juga melalui program berkelanjutan yang mampu menciptakan perubahan nyata bagi masa depan generasi muda.

 

Edukasi Bahaya Merokok dan Pencegahan HIV/AIDS: Mahasiswa KKN Unmuh Jember Sasar Gen Z

 


Sebagai wujud kepedulian terhadap kesehatan generasi muda, kelompok Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) menggelar sosialisasi bertajuk “Bahaya Merokok dan HIV/AIDS bagi Gen Z” di salah satu balai pertemuan warga dengan menghadirkan narasumber dari bidang kesehatan.

Kegiatan ini ditujukan kepada kalangan remaja atau Generasi Z sebagai upaya meningkatkan kesadaran sejak dini mengenai bahaya merokok serta pentingnya pencegahan HIV/AIDS. Di tengah perkembangan pergaulan remaja yang semakin kompleks, edukasi kesehatan dinilai menjadi langkah penting untuk membentuk generasi yang lebih sehat dan bertanggung jawab.

Mahasiswa KKN menilai bahwa masa remaja merupakan fase yang rentan terhadap pengaruh lingkungan, termasuk kebiasaan merokok dan perilaku berisiko lainnya. Oleh karena itu, pemberian informasi yang tepat dan akurat menjadi sangat penting agar remaja mampu mengambil keputusan yang sehat dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa rokok sering kali menjadi pintu masuk bagi gaya hidup tidak sehat lainnya. Selain berdampak buruk bagi kesehatan paru-paru dan jantung, kebiasaan merokok juga dapat memicu ketergantungan serta membuka peluang terhadap perilaku adiktif lainnya.

Sementara itu, edukasi mengenai HIV/AIDS difokuskan pada pemahaman tentang cara penularan, pencegahan, serta pentingnya menghapus stigma negatif terhadap Orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Peserta diajak memahami bahwa HIV tidak menular melalui interaksi sosial biasa, sehingga masyarakat perlu membangun lingkungan yang suportif namun tetap waspada.

Kegiatan yang dihadiri oleh belasan remaja setempat ini berlangsung dengan suasana santai namun tetap edukatif. Materi disampaikan menggunakan media visual seperti poster dan flipchart agar lebih mudah dipahami oleh peserta.

Tidak hanya mendengarkan materi, para peserta juga diajak berdialog secara aktif mengenai tantangan yang mereka hadapi dalam menghindari pengaruh negatif lingkungan. Diskusi ini menjadi ruang terbuka bagi remaja untuk menyampaikan pendapat, pengalaman, dan keresahan mereka secara langsung.

Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang muncul selama sesi berlangsung. Mereka menunjukkan ketertarikan terhadap isu kesehatan yang selama ini sering dianggap sensitif namun sangat penting untuk dipahami.

Sebagai penutup, kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai simbol komitmen untuk menjauhi rokok dan perilaku berisiko. Menariknya, para peserta dan penyelenggara melakukan pose tangan membentuk huruf “X” sebagai simbol gerakan “Say No to Smoking and Drugs”.

Salah satu perwakilan mahasiswa KKN menyampaikan harapannya agar kegiatan ini tidak berhenti hanya pada sosialisasi semata. Para remaja yang hadir diharapkan dapat menjadi agen perubahan (agent of change) di lingkungan sekitarnya.

“Kami berharap para remaja yang hadir hari ini dapat menjadi contoh bagi teman sebaya mereka untuk berani mengatakan tidak pada rokok dan lebih peduli terhadap kesehatan diri sendiri,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember kembali menunjukkan perannya dalam membangun kesadaran sosial dan kesehatan masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda yang menjadi penentu masa depan bangsa.

 


Mahasiswa Profesi Ners Unmuh Jember Gelar KOBRA SEHAT untuk Kendalikan Tekanan Darah Masyarakat

 

Mahasiswa Profesi Ners A16 Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Jember melaksanakan implementasi keperawatan komunitas melalui kegiatan bertajuk KOBRA SEHAT: Kreasi Olahan Buah dan Sayur Sehat untuk Kendalikan Tekanan Darah pada Senin (16/2/2026) pukul 07.30 WIB di Balai Desa Rambigundam, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember.

Kegiatan ini menyasar kader kesehatan, masyarakat dewasa, serta kelompok lansia di Desa Rambigundam sebagai upaya promotif dan preventif dalam mengatasi tingginya kasus hipertensi yang masih menjadi salah satu masalah kesehatan utama di masyarakat.

Melalui program ini, mahasiswa Profesi Ners berupaya memberikan edukasi mengenai pentingnya pengaturan pola makan, pemilihan bahan pangan sehat, serta aktivitas fisik yang teratur untuk menjaga tekanan darah tetap stabil. Hipertensi yang sering disebut sebagai silent killer menjadi perhatian utama karena dapat memicu berbagai komplikasi serius apabila tidak ditangani dengan baik.

Rangkaian kegiatan diawali dengan proses registrasi peserta, dilanjutkan dengan pembukaan acara, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Sang Surya, serta sambutan dari Ketua Panitia, dosen pembimbing, dan Kepala Desa Rambigundam.

Dalam sambutannya, panitia menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan melalui pola hidup sehat, khususnya dalam pengendalian tekanan darah melalui konsumsi makanan bergizi dan aktivitas fisik yang cukup.

Salah satu kegiatan utama dalam acara ini adalah demonstrasi produk olahan buah dan sayur sehat yang dilakukan oleh para kader kesehatan. Para peserta menampilkan berbagai kreasi menu sehat berbahan dasar pangan lokal seperti sayuran hijau, buah-buahan segar, dan bahan alami lainnya yang kaya serat, vitamin, serta mineral.

Olahan tersebut dinilai memiliki manfaat besar dalam membantu mengontrol tekanan darah serta mendukung kesehatan tubuh secara menyeluruh. Penilaian dilakukan oleh tim juri yang terdiri dari tenaga kesehatan wilayah serta dosen pembimbing dari Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jember.

Setelah sesi demonstrasi, kegiatan dilanjutkan dengan pengumuman pemenang lomba dan pembagian hadiah kepada peserta dengan kreasi terbaik. Momen ini menjadi bentuk apresiasi atas kreativitas kader kesehatan dalam mengolah makanan sehat yang mudah diterapkan di lingkungan rumah tangga.

Selain edukasi pangan sehat, mahasiswa juga melaksanakan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat yang hadir. Pemeriksaan meliputi pengecekan gula darah, kolesterol, dan asam urat sebagai bentuk skrining awal bagi kelompok masyarakat yang berisiko mengalami gangguan kesehatan.

Antusiasme masyarakat terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung. Para peserta mengaku mendapatkan wawasan baru mengenai cara sederhana menjaga tekanan darah tetap stabil melalui perubahan pola makan sehari-hari.

Mereka juga merasa terbantu dengan adanya pemeriksaan kesehatan yang dapat menjadi langkah awal dalam mendeteksi masalah kesehatan sejak dini.

Melalui kegiatan KOBRA SEHAT ini, mahasiswa Profesi Ners Universitas Muhammadiyah Jember berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan melalui pola makan seimbang, olahraga teratur, serta pemeriksaan kesehatan rutin.

Program ini diharapkan mampu mendorong perubahan gaya hidup sehat secara berkelanjutan sehingga dapat mencegah komplikasi akibat hipertensi serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat Desa Rambigundam.

Mahasiswa KKN RPL PG PAUD Universitas Muhammadiyah Jember Dampingi Seni Tari untuk Hubbul Qur’an dan Pentas Seni di KB Dian Sacharin

 

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) PG PAUD Universitas Muhammadiyah Jember melaksanakan kegiatan pendampingan seni tari bagi peserta didik KB Dian Sacharin, Kecamatan Besuki, sebagai persiapan acara Hubbul Qur’an dan pentas seni yang berlangsung pada 3 Mei 2026.

Kegiatan ini telah dimulai sejak 20 Maret 2026 dan dilaksanakan secara rutin setiap hari setelah jam pelajaran selesai. Pendampingan dilakukan dengan tujuan mengenalkan seni tari kepada anak sejak usia dini sekaligus melatih kemampuan motorik halus, koordinasi gerak, serta rasa percaya diri anak saat tampil di depan umum.

Seni tari menjadi salah satu media pembelajaran yang efektif bagi anak usia dini karena tidak hanya melatih gerakan tubuh, tetapi juga membantu perkembangan emosional, sosial, dan kreativitas anak. Melalui gerakan tari yang terarah, anak-anak belajar mengikuti instruksi, menjaga kekompakan, serta mengekspresikan diri dengan cara yang menyenangkan.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN mendampingi peserta didik secara langsung saat latihan tari. Setiap sesi dilakukan setelah kegiatan belajar mengajar selesai agar tidak mengganggu proses pembelajaran utama di kelas. Anak-anak diajak berlatih secara bertahap mulai dari pengenalan gerakan dasar, penghafalan formasi, hingga penyelarasan gerakan dengan irama musik.

Suasana latihan berlangsung penuh semangat dan antusias. Para peserta didik terlihat senang mengikuti setiap gerakan yang diajarkan. Dengan pendekatan yang menyenangkan, anak-anak mampu berlatih dengan lebih percaya diri dan tidak merasa terbebani.

Selain sebagai persiapan pentas seni, kegiatan ini juga menjadi bagian dari pembentukan karakter anak. Mereka belajar tentang disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan keberanian tampil di depan banyak orang. Hal ini sangat penting dalam mendukung perkembangan sosial dan emosional anak usia dini.

Pihak sekolah menyambut baik kegiatan pendampingan ini karena memberikan pengalaman baru yang positif bagi peserta didik. Guru-guru juga turut mendukung proses latihan agar penampilan anak-anak dalam acara Hubbul Qur’an dan pentas seni dapat berjalan maksimal.

Mahasiswa KKN berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi perkembangan anak, khususnya dalam mengenalkan seni sebagai bagian dari pendidikan karakter sejak dini. Melalui seni tari, anak-anak tidak hanya belajar bergerak, tetapi juga belajar percaya diri dan bekerja sama.

Pendampingan seni tari di KB Dian Sacharin ini menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember dalam mendukung tumbuh kembang anak usia dini melalui kegiatan kreatif, edukatif, dan menyenangkan.

 

Mahasiswa KKN RPL PG PAUD Universitas Muhammadiyah Jember Tanamkan Cinta Al-Qur’an Sejak Dini di KB Anak Sholeh Aisyiyah

 

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) PG PAUD Universitas Muhammadiyah Jember, Lathifatul Azizah (NIM 2510274151), melaksanakan program edukatif bertajuk “Menanamkan Cinta Al-Qur’an Sejak Dini” di KB Anak Sholeh Aisyiyah Besuki pada Senin (4/5/2026).

Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap Al-Qur’an sejak usia dini melalui pembiasaan yang menyenangkan, terarah, dan melibatkan peran aktif orang tua. Program ini juga menghadirkan Ustadzah Ica sebagai pembimbing utama dalam proses pembelajaran tahfidz dan pengenalan Al-Qur’an kepada anak-anak.

Al-Qur’an sebagai pedoman hidup umat Islam perlu dikenalkan sejak dini agar anak-anak terbiasa membaca, menghafal, dan mengamalkan nilai-nilai Qurani dalam kehidupan sehari-hari. Menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an tidak dapat dilakukan secara instan, melainkan melalui proses pembiasaan yang konsisten dan menyenangkan.

KB Anak Sholeh Aisyiyah sebagai lembaga pendidikan di bawah naungan ‘Aisyiyah memiliki komitmen kuat dalam membentuk generasi yang religius dan berakhlak mulia. Oleh karena itu, program ini dirancang untuk mendukung perkembangan spiritual anak melalui metode pembelajaran yang lebih menarik dan mudah dipahami.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada anak-anak, tetapi juga melibatkan wali murid agar dapat turut mendampingi proses belajar. Orang tua diajak hadir langsung untuk menyimak, menirukan bacaan, serta memahami cara membimbing anak agar kebiasaan mencintai Al-Qur’an dapat terus dilanjutkan di rumah.

Rangkaian kegiatan meliputi pengenalan Al-Qur’an dan pembiasaan membaca, hafalan surat-surat pendek, pembacaan Iqra’, serta murojaah atau pengulangan hafalan bersama yang diikuti oleh anak dan orang tua secara bersamaan.

Ustadzah Ica memberikan bimbingan secara langsung dengan metode yang ramah anak dan menyenangkan sehingga siswa lebih mudah memahami materi. Anak-anak terlihat antusias saat mengikuti hafalan doa harian, surat-surat pendek, serta saat mendengarkan lantunan ayat suci Al-Qur’an.

Melalui proses belajar yang dilakukan secara bertahap dan berulang, anak-anak mulai mampu mengenal bentuk Al-Qur’an, melafalkan bacaan dengan benar, serta menunjukkan rasa senang saat belajar mengaji. Hal ini menjadi indikator penting dalam tumbuhnya kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak dini.

Selain itu, keterlibatan orang tua juga memberikan dampak positif dalam proses pembelajaran. Mereka tidak hanya menjadi pendamping, tetapi juga turut aktif membantu anak mengulang hafalan dan membangun suasana religius di lingkungan keluarga.

Mahasiswa KKN menyampaikan bahwa program ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membentuk generasi yang saleh, salehah, dan berkarakter Qurani. Sinergi antara sekolah, ustadzah, dan orang tua menjadi kunci utama dalam keberhasilan program ini.

Kegiatan Menanamkan Cinta Al-Qur’an Sejak Dini di KB Anak Sholeh Aisyiyah berjalan dengan baik dan mendapat respon positif dari wali murid. Program ini tidak hanya memperkuat kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga mempererat hubungan antara sekolah dan keluarga dalam mendidik anak secara islami.

Mahasiswa KKN RPL Unmuh Jember Gelar Pemberdayaan Perempuan melalui Sosialisasi Pembuatan Ikan Asin di Desa Batah Barat


Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Universitas Muhammadiyah Jember, Uun Munawaroh (NIM 2510274012), melaksanakan kegiatan pemberdayaan perempuan bersama masyarakat pesisir Desa Batah Barat, Kecamatan Kwanyar, Kabupaten Bangkalan, pada Senin (4/5/2026).

Kegiatan ini mengusung tema “Pemberdayaan Wanita dalam Proses Tradisional yang Sederhana namun Penuh Nilai Ekonomi” dengan fokus pada pemanfaatan hasil laut nelayan menjadi olahan ikan asin yang memiliki nilai jual lebih tinggi.

Sebagai wilayah pesisir, Desa Batah Barat memiliki hasil tangkapan ikan yang melimpah. Namun, tidak jarang hasil laut tersebut memiliki harga jual rendah ketika dijual secara langsung. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berupaya memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya kaum perempuan, tentang cara mengolah ikan menjadi ikan asin sebagai salah satu solusi peningkatan ekonomi keluarga.

Pengolahan ikan asin dipilih karena selain menjadi bagian dari identitas masyarakat pesisir, produk ini juga memiliki daya tahan lebih lama serta peluang pasar yang cukup luas. Dengan proses yang sederhana namun tepat, ikan asin dapat menjadi sumber penghasilan tambahan yang menjanjikan bagi masyarakat setempat.

Rangkaian kegiatan diikuti oleh ibu-ibu warga Desa Batah Barat, wali murid, serta murid TK PGRI 1 Batah Barat. Mahasiswa KKN berperan sebagai penggerak utama dalam pelaksanaan kegiatan, mulai dari sosialisasi pemilihan jenis ikan yang tepat, proses pembersihan, teknik penggaraman, penjemuran, hingga tahap pengemasan dan strategi penjualan ikan asin.

Selama kegiatan berlangsung, peserta terlihat sangat antusias mengikuti setiap tahapan. Para ibu rumah tangga aktif berdiskusi dan berbagi pengalaman seputar pengolahan hasil laut yang biasa mereka lakukan sehari-hari.

Mahasiswa KKN menjelaskan bahwa melalui keterampilan sederhana ini, masyarakat dapat meningkatkan nilai jual ikan hasil tangkapan sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi keluarga. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat kebersamaan antarwarga dan menumbuhkan semangat gotong royong dalam membangun potensi desa.

Kegiatan ini mendapat apresiasi tinggi dari masyarakat, khususnya ibu-ibu, wali murid, murid TK, hingga kepala desa setempat. Kepala desa menyambut baik program tersebut dan berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan.

Bahkan, kepala desa menyarankan agar program ini dapat dikolaborasikan dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) agar pengelolaan serta pemasaran ikan asin dapat berjalan lebih terstruktur dan memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN RPL Universitas Muhammadiyah Jember kembali menunjukkan peran aktifnya sebagai agen perubahan di tengah masyarakat. Tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga menghadirkan solusi nyata dalam pemberdayaan perempuan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.

 

Mahasiswa KKN RPL Universitas Muhammadiyah Jember Gelar Edukasi Cuci Tangan dan Gosok Gigi di TK Dharma Wanita Panggungrejo 01

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Universitas Muhammadiyah Jember, Ika Zuliana (NIM 2510274090), melaksanakan kegiatan edukasi cuci tangan dan gosok gigi bagi siswa TK Dharma Wanita Panggungrejo 01 sebagai upaya menanamkan perilaku hidup bersih dan sehat sejak usia dini.

Kesehatan anak usia dini menjadi faktor penting dalam mendukung tumbuh kembang yang optimal. Pada usia taman kanak-kanak, anak berada pada fase belajar melalui kebiasaan dan peniruan. Oleh karena itu, pembiasaan menjaga kebersihan diri seperti mencuci tangan dan menggosok gigi perlu dikenalkan sejak dini agar menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Kurangnya kesadaran anak dalam menjaga kebersihan diri dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti gigi berlubang, sakit perut, hingga penyakit akibat kuman. Melalui edukasi ini, mahasiswa KKN berupaya memberikan pemahaman sederhana namun penting tentang cara menjaga kesehatan diri dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami anak-anak.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan anak mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri, mengajarkan cara menggosok gigi yang baik dan benar, serta langkah-langkah mencuci tangan pakai sabun secara tepat. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan membiasakan anak menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam aktivitas sehari-hari.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN menggunakan beberapa metode edukatif, seperti ceramah sederhana dengan bahasa yang mudah dipahami anak, demonstrasi langsung, praktik bersama, sesi tanya jawab, serta penggunaan media edukatif berupa gambar dan video agar pembelajaran lebih menarik.

Mahasiswa terlebih dahulu menjelaskan pentingnya mencuci tangan sebelum makan, setelah bermain, dan setelah dari kamar mandi. Selanjutnya, anak-anak diajak mempraktikkan enam langkah cuci tangan pakai sabun dengan benar.

Selain itu, edukasi gosok gigi juga dilakukan dengan memperagakan cara menyikat gigi yang baik, mulai dari membersihkan bagian depan, belakang, hingga sela-sela gigi. Anak-anak kemudian mengikuti praktik secara langsung dengan penuh antusias.

Suasana kegiatan berlangsung menyenangkan dan interaktif. Anak-anak terlihat aktif menjawab pertanyaan, mengikuti arahan, serta bersemangat saat mempraktikkan cara mencuci tangan dan menggosok gigi. Pendekatan belajar sambil bermain membuat mereka lebih mudah memahami materi yang diberikan.

Kegiatan ini memberikan banyak manfaat, antara lain membantu anak memahami pentingnya menjaga kebersihan diri, mencegah penyakit sejak dini seperti gigi berlubang dan infeksi, serta membentuk kebiasaan hidup sehat sejak kecil. Selain itu, kegiatan ini juga meningkatkan peran guru dan orang tua dalam membimbing anak untuk terus menerapkan kebiasaan baik tersebut di rumah maupun di sekolah.

Melalui edukasi ini, mahasiswa KKN berharap anak-anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang sehat, mandiri, dan memiliki kesadaran tinggi terhadap pentingnya kebersihan diri. Dengan pembiasaan yang dilakukan sejak dini, perilaku hidup bersih dan sehat dapat menjadi fondasi penting bagi masa depan anak yang lebih baik.

 

Connect