Carousel

Rabu, 01 Juli 2026

Tebar Kepedulian untuk Lansia, BEM FISIP Unmuh Jember Gelar Program "Sharing Love" di Panti Sosial Tresna Werdha

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Jember kembali menunjukkan komitmennya dalam mengimplementasikan nilai-nilai kepedulian sosial melalui program kerja bertajuk "Sharing Love". Kegiatan pengabdian masyarakat ini akan dilaksanakan di Panti Sosial Tresna Werdha (PT PSTW) pada Sabtu, (27/6/2026), dengan menghadirkan berbagai aktivitas yang bertujuan memberikan kebahagiaan sekaligus dukungan psikososial bagi para lanjut usia (lansia).

Program ini merupakan salah satu agenda kerja BEM FISIP Kabinet PRISMA periode 2025–2026 yang dirancang sebagai wadah bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan nilai-nilai kemanusiaan, empati, dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui interaksi langsung dengan para penghuni panti, mahasiswa diharapkan mampu memahami realitas sosial sekaligus mengasah kemampuan komunikasi dan kepedulian terhadap kelompok rentan.

Kegiatan "Sharing Love" dilatarbelakangi oleh kepedulian terhadap kondisi lansia yang kerap menghadapi keterasingan sosial dan minimnya perhatian dari lingkungan sekitar. Sebagai organisasi kemahasiswaan, BEM FISIP memandang penting menghadirkan ruang interaksi yang humanis agar para lansia dapat merasakan perhatian, kebersamaan, dan penghargaan atas kontribusi mereka selama ini kepada masyarakat.

Tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, "Sharing Love" dikemas melalui berbagai aktivitas interaktif. Mahasiswa akan mengadakan sesi perkenalan, ice breaking, permainan sederhana, kegiatan kreatif bersama, hingga penyerahan bantuan kebutuhan pokok secara simbolis kepada penghuni panti. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk menciptakan suasana hangat yang mampu mempererat hubungan emosional antara mahasiswa dan para lansia.

Selain memberikan manfaat bagi penghuni panti, kegiatan ini juga menjadi media pembelajaran nonformal bagi mahasiswa. Melalui pengalaman berinteraksi secara langsung, mahasiswa diharapkan mampu menumbuhkan karakter yang berintegritas, empatik, dan memiliki tanggung jawab sosial sebagai calon intelektual yang dekat dengan persoalan masyarakat.

BEM FISIP berharap program "Sharing Love" dapat menjadi jembatan antara dunia akademik dan masyarakat. Kehadiran mahasiswa di tengah para lansia bukan hanya untuk berbagi bantuan, tetapi juga menghadirkan kebersamaan, semangat, dan perhatian yang menjadi kebutuhan penting bagi mereka.

Lebih jauh, kegiatan ini diharapkan menjadi budaya kepedulian yang terus tumbuh di lingkungan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Jember. Dengan semangat berbagi dan mengabdi, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman berharga di luar ruang kuliah, tetapi juga menjalankan perannya sebagai agen perubahan yang mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat.

 

Dari Ruang Kuliah ke Aksi Nyata: Mahasiswa Unmuh Jember Serukan Perlawanan terhadap Korupsi dan NAPZA

Korupsi dan penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (NAPZA) bukan lagi sekadar isu nasional, tetapi telah menjadi ancaman nyata yang perlu dihadapi sejak di lingkungan kampus. Kesadaran itulah yang muncul dari mahasiswa Program Studi Teknik Lingkungan, Teknik Kimia, dan Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Jember melalui kegiatan wawancara dan diskusi dalam mata kuliah Pendidikan Antikorupsi dan NAPZA.

Kegiatan yang berada di bawah bimbingan Rohimatus Shofiyah, S.Si., M.Si. dan Miftahul Huda, S.H., M.K.N. tersebut menjadi ruang refleksi bagi mahasiswa untuk memahami bahwa membangun integritas dimulai dari kebiasaan sehari-hari.

Dalam diskusi, mahasiswa menegaskan bahwa korupsi tidak selalu identik dengan penyalahgunaan anggaran negara atau jabatan publik. Perilaku tidak jujur di lingkungan akademik, seperti menyontek saat ujian, titip absen, hingga menggunakan fasilitas kampus tanpa izin, juga merupakan bentuk penyimpangan integritas.

"Korupsi itu bukan cuma soal uang negara. Menyontek waktu ujian, titip absen, atau memakai fasilitas kampus tanpa izin juga bentuk korupsi kecil yang sering kita abaikan," ungkap salah seorang mahasiswa.

Menurut mereka, korupsi merupakan penyalahgunaan kepercayaan maupun kewenangan demi kepentingan pribadi. Oleh karena itu, upaya pemberantasannya tidak cukup hanya mengandalkan lembaga penegak hukum, tetapi juga membutuhkan kesadaran setiap individu untuk menjunjung tinggi nilai kejujuran dan tanggung jawab.

"Pendidikan antikorupsi bukan hanya soal memahami aturan hukum, tetapi membangun karakter yang jujur, disiplin, dan berintegritas sejak masih menjadi mahasiswa," ujar peserta lainnya.

Selain membahas korupsi, mahasiswa juga menyoroti berbagai bentuk penyalahgunaan NAPZA yang semakin dekat dengan kehidupan generasi muda. Salah satu perhatian mereka adalah meningkatnya penggunaan rokok elektronik atau vape yang masih sering dianggap lebih aman dibandingkan rokok konvensional.

"Banyak yang mengira vape itu aman karena tidak ada asap. Padahal nikotin tetap masuk ke tubuh, bahkan kadar nikotin dalam beberapa pods bisa jauh lebih tinggi daripada rokok biasa," jelas salah seorang mahasiswa.

Mahasiswa juga menyinggung fenomena penyalahgunaan zat tertentu untuk memperoleh efek euforia, termasuk konsumsi alkohol yang kerap dibungkus dengan alasan pergaulan. Padahal, penyalahgunaan zat-zat tersebut berpotensi menyebabkan ketergantungan, gangguan kesehatan, hingga memengaruhi perilaku sosial seseorang.

Mereka menilai kampus memiliki peran penting sebagai garda terdepan dalam upaya pencegahan melalui edukasi, penyediaan layanan konseling, serta penerapan kawasan bebas rokok. Di sisi lain, kolaborasi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) juga dipandang penting dalam mendukung edukasi, rehabilitasi, dan penegakan hukum.

"Lingkungan sangat menentukan. Kalau pergaulan kita sehat dan positif, godaan untuk mencoba NAPZA pun jauh lebih kecil," kata salah satu peserta.

Diskusi tersebut juga mengangkat pentingnya peran mahasiswa sebagai agen perubahan dalam membangun budaya antikorupsi dan kehidupan yang bebas NAPZA. Mahasiswa memahami bahwa Indeks Persepsi Korupsi (IPK) bukan sekadar angka, melainkan cerminan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap integritas suatu bangsa.

Bagi mereka, perubahan besar dapat dimulai dari tindakan sederhana yang dilakukan secara konsisten. Menolak menyontek, berani berkata jujur, menghindari penyalahgunaan zat adiktif, hingga melaporkan pelanggaran merupakan bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam membangun budaya integritas.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis dari perkuliahan, tetapi juga meneguhkan komitmen untuk menjadi generasi yang menjunjung tinggi kejujuran, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap lingkungan sosial. Semangat tersebut diharapkan mampu menjadi fondasi dalam menciptakan masyarakat yang bebas dari korupsi dan penyalahgunaan NAPZA di masa depan.

  

Senin, 29 Juni 2026

Unmuh Jember Jadi Tuan Rumah RAKORNAS APMU PTMA 2026, Luncurkan Panduan SPMI 5.0 untuk Perkuat Mutu PTMA

Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) dipercaya menjadi tuan rumah Rapat Koordinasi Nasional (RAKORNAS) Asosiasi Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan 'Aisyiyah (APMU PTMA) Tahun 2026 yang digelar di Aula Fortuna Grande Jember, Minggu (28/6/2026). Forum nasional ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat sistem penjaminan mutu perguruan tinggi Muhammadiyah dan 'Aisyiyah melalui peluncuran Panduan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) 5.0.

Mengusung tema "Penguatan APMU dan Pengembangan Sistem Penjaminan Mutu Menuju PTMA Unggul, Terakreditasi Internasional, dan Berdampak", kegiatan diikuti pimpinan perguruan tinggi Muhammadiyah dan 'Aisyiyah dari berbagai daerah, pengurus APMU PTMA, serta Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Rektor Unmuh Jember, Dr. Hanafi, M.Pd., menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan kepada kampusnya sebagai penyelenggara forum nasional tersebut. Menurutnya, penjaminan mutu tidak sekadar memenuhi tuntutan administrasi akreditasi, tetapi menjadi budaya yang harus terus dikembangkan demi menghasilkan pendidikan tinggi yang berkualitas dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

"Pengembangan mutu merupakan proses yang berkelanjutan. Budaya mutu harus terus dibangun agar perguruan tinggi mampu melahirkan lulusan yang unggul, adaptif, dan memberikan dampak bagi masyarakat," ujarnya.

Salah satu agenda penting dalam RAKORNAS adalah peluncuran Panduan SPMI 5.0, yang diharapkan menjadi pedoman baru bagi seluruh PTMA dalam memperkuat tata kelola, meningkatkan efektivitas sistem penjaminan mutu internal, sekaligus mendukung pencapaian standar pendidikan tinggi nasional maupun internasional.

Sementara itu, Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Ir. Muhammad Adam Jerusalem, Ph.D., memaparkan perkembangan mutu PTMA berdasarkan data hingga Juni 2026. Ia menekankan pentingnya percepatan peningkatan jumlah perguruan tinggi Muhammadiyah yang meraih akreditasi Unggul melalui tata kelola institusi yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas.

Menurutnya, unit penjaminan mutu memiliki peran sentral dalam memastikan seluruh proses akademik berjalan sesuai standar, mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengembangan kurikulum, hingga pemenuhan indikator akreditasi.

Selain itu, Adam juga menyoroti pentingnya penguatan kualitas Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kedokteran Gigi di lingkungan PTMA. Ia mendorong setiap perguruan tinggi untuk terus meningkatkan rasio dosen bergelar doktor, memperkuat penelitian, serta memenuhi berbagai standar yang ditetapkan pemerintah agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Ketua APMU PTMA bersama seluruh peserta RAKORNAS juga menjadikan forum tersebut sebagai ruang koordinasi untuk berbagi praktik baik dalam pengelolaan sistem penjaminan mutu di masing-masing perguruan tinggi. Melalui diskusi dan penyusunan langkah strategis bersama, diharapkan lahir berbagai inovasi yang mampu memperkuat daya saing PTMA di era global.

Dengan menjadi tuan rumah RAKORNAS APMU PTMA 2026, Unmuh Jember kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan tinggi Muhammadiyah. Kehadiran para pimpinan perguruan tinggi dari seluruh Indonesia diharapkan menjadi awal penguatan kolaborasi untuk mewujudkan PTMA yang unggul, berdaya saing internasional, dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.

 

Bangun Ruang Diskusi Akademik, Mahasiswa Ilmu Pemerintahan Unmuh Jember Gelar Mini Conference on Local Governance


Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan (HIMATA) Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember menggelar Mini Conference on Local Governance and Kolokium di Gedung B Lantai 3 Ruang 3.3, Senin (29/6/2026). Kegiatan yang diikuti sekitar 51 peserta ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memperdalam isu-isu tata kelola pemerintahan sekaligus mempresentasikan hasil penelitian di hadapan akademisi dan praktisi.

Kegiatan yang terlaksana atas kolaborasi Program Studi Ilmu Pemerintahan dan Himpunan Mahasiswa Ilmu Pemerintahan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, yakni Dr. Emi Kholifah, M.Si., Bina Rida Kusumaningtyas, S.IP., M.IP., Dr. Iffan Gallant El Muhammady, S.Sos., M.Si., serta Dr. Itok Wicaksono, M.Si.

Penyelenggaraan konferensi merupakan hasil persiapan selama kurang lebih dua bulan oleh seluruh panitia. Menurutnya, kegiatan ini dirancang untuk menjadi ruang akademik yang mempertemukan mahasiswa dengan para ahli dalam membahas berbagai persoalan pemerintahan daerah.

Dalam konferensi tersebut, peserta mendiskusikan empat tema utama, yakni pemberdayaan masyarakat, pelayanan publik, pembangunan desa, dan kebijakan publik. Melalui tema-tema tersebut, mahasiswa didorong untuk mengkaji berbagai persoalan pemerintahan secara kritis sekaligus menawarkan solusi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unmuh Jember, Dr. Sudahri, S.Sos., M.I.Kom., mengapresiasi inisiatif mahasiswa menyelenggarakan forum ilmiah yang dinilainya semakin jarang ditemukan di kalangan mahasiswa.

Menurutnya, mini conference bukan hanya menjadi sarana berbagi ilmu, tetapi juga memberikan banyak manfaat, mulai dari peningkatan kompetensi akademik mahasiswa hingga kontribusi nyata bagi masyarakat.

"Forum seperti ini sangat penting karena menjadi ruang transformasi pengetahuan. Mahasiswa tidak hanya memperoleh ilmu dan pengalaman dari para narasumber, tetapi juga menghasilkan karya ilmiah yang dapat dipublikasikan melalui prosiding sebagai bentuk rekognisi akademik," ungkapnya.

Lebih lanjut, Sudahri menilai tema-tema yang diangkat dalam konferensi sangat relevan dengan peran mahasiswa sebagai agen perubahan di tengah masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa konsep pemberdayaan masyarakat yang dibahas dalam forum tersebut sejalan dengan tugas perguruan tinggi dalam mendorong masyarakat berkembang dari kondisi kurang berdaya menuju masyarakat yang mandiri dan berdaya saing.

"Mahasiswa memiliki tanggung jawab sebagai agent of change. Melalui forum seperti ini diharapkan lahir gagasan-gagasan baru yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam pembangunan daerah," katanya.

Selain menjadi ruang diskusi, kegiatan ini juga merupakan implementasi dari beberapa mata kuliah di Program Studi Ilmu Pemerintahan, di antaranya Pemerintahan Desa dan Metode Penelitian Kuantitatif. Hasil presentasi mahasiswa direncanakan akan dihimpun dalam prosiding ilmiah sebagai luaran akademik sekaligus mendukung penyusunan tugas akhir mahasiswa.

Dekan FISIP berharap Mini Conference on Local Governance dapat menjadi agenda rutin yang terus berkembang, tidak hanya melibatkan mahasiswa Ilmu Pemerintahan, tetapi juga membuka partisipasi dari program studi lain di lingkungan Universitas Muhammadiyah Jember.

"Harapan kami, kegiatan ini tidak berhenti pada penyelenggaraan pertama. Ke depan dapat diperluas menjadi forum akademik lintas program studi sehingga semakin banyak ide, gagasan, dan solusi yang lahir untuk menjawab berbagai persoalan di masyarakat," pungkasnya.

 

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Unmuh Jember Sabet Gelar Winner Putera Kampus Jawa Timur 2026

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember. Arya Jaziera Hidayat, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, berhasil meraih gelar Winner Putera Kampus Jawa Timur 2026 setelah melalui serangkaian seleksi yang diikuti mahasiswa berprestasi dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Timur.

Ajang Putera Puteri Kampus Jawa Timur merupakan kompetisi tahunan yang mempertemukan mahasiswa-mahasiswi terbaik dari berbagai kampus di provinsi tersebut. Tahun ini, kegiatan berlangsung selama dua hari satu malam di Surabaya Suites Hotel, Kota Surabaya.

Arya mengaku pencapaian tersebut menjadi momen yang sangat berharga dalam perjalanan akademiknya.

"Alhamdulillah saya sangat bersyukur dan bangga atas pencapaian ini. Bagi saya, gelar ini bukan sekadar kemenangan, tetapi amanah besar untuk terus mengabdi kepada Jawa Timur dan membawa nama baik Universitas Muhammadiyah Jember," ujarnya.

Perjalanan menuju gelar juara tidaklah mudah. Arya harus melewati tahapan administrasi, seleksi semifinal, hingga berhasil masuk ke jajaran 30 finalis terbaik yang kemudian mengikuti masa karantina sebelum malam grand final.

Menurutnya, tantangan terbesar justru datang dari rasa gugup saat harus bersaing dengan mahasiswa-mahasiswa berprestasi dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Timur.

"Tantangan terbesar adalah mengatasi rasa grogi ketika berhadapan dengan peserta-peserta yang memiliki prestasi luar biasa. Namun saya mencoba menjadikannya sebagai motivasi untuk tampil maksimal," katanya.

Sebelum mengikuti kompetisi, Arya mempersiapkan diri dengan mempelajari berbagai isu pendidikan, Tri Dharma Perguruan Tinggi, serta memperdalam kemampuan public speaking. Ia mengaku pengalaman sebagai peserta Duta Kampus Universitas Muhammadiyah Jember menjadi bekal penting dalam menghadapi setiap tahapan seleksi.

Selain itu, masa karantina menjadi pengalaman yang paling berkesan baginya. Selama kegiatan tersebut, para finalis saling bertukar gagasan mengenai sistem pendidikan di kampus masing-masing, mulai dari program beasiswa, kurikulum, hingga kebijakan pemerintah di sektor pendidikan.

Arya juga mengungkapkan bahwa keberhasilannya tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, terutama keluarga, teman-teman, dosen, dan Universitas Muhammadiyah Jember.

"Dukungan terbesar tentu datang dari orang tua, khususnya ibu yang selalu mendoakan saya. Saya juga berterima kasih kepada teman-teman Duta Kampus Unmuh Jember, teman kuliah, organisasi, serta pihak universitas yang telah memberikan dukungan, termasuk membantu pembiayaan pendaftaran kompetisi ini," ungkapnya.

Sebagai mahasiswa Ilmu Komunikasi, Arya merasa ilmu yang diperolehnya selama kuliah sangat membantu, terutama dalam meningkatkan kemampuan komunikasi dan public speaking. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada dosennya, Ari Susanti, yang selama ini banyak memberikan masukan dalam mengasah kemampuan berbicara di depan publik.

Mengusung advokasi tentang pengabdian kepada masyarakat, Arya ingin menghadirkan kontribusi nyata bagi Universitas Muhammadiyah Jember melalui berbagai program yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

Menurutnya, seorang Putera Kampus tidak hanya dituntut memiliki prestasi, tetapi juga dedikasi dan kontribusi yang nyata.

"Kualitas yang harus dimiliki seorang Putera Kampus adalah mampu memberikan dampak positif, baik bagi lingkungan kampus maupun masyarakat luas. Itu sejalan dengan jargon Putera Puteri Kampus Jawa Timur, yaitu dedikasi, kontribusi, dan prestasi," jelasnya.

Ke depan, Arya menargetkan untuk melanjutkan perjuangannya pada ajang Putera Kampus Indonesia yang dijadwalkan berlangsung pada Februari tahun depan.

Ia pun memberikan motivasi kepada mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jember agar tidak ragu mengikuti kompetisi di tingkat regional maupun nasional.

"Kompetisi mungkin terlihat besar dan menantang, tetapi kita memiliki potensi yang sama besarnya. Menjadi mahasiswa di daerah bukan batasan untuk bersinar di panggung nasional. Beranilah memulai, konsisten berproses, jangan takut gagal, dan manfaatkan setiap fasilitas kampus serta bimbingan dosen untuk terus berkembang," pesannya.

Prestasi yang diraih Arya menjadi bukti bahwa mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jember mampu bersaing di tingkat regional sekaligus memperkuat citra kampus melalui dedikasi, kontribusi, dan prestasi yang membawa dampak positif bagi masyarakat.

 

Gelar Public Speaking is Fun, HIMAKOM Unmuh Jember Latih Keberanian Siswa SD Tampil di Depan Publik

Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (HIMAKOM) Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk "Public Speaking is Fun" di SDN Curahnongko 03, Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember, Kamis (11/6/2026). Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu komunikasi sekaligus menumbuhkan keberanian berbicara dan rasa percaya diri siswa sekolah dasar.

Program yang diinisiasi HIMAKOM ini berangkat dari masih terbatasnya akses edukasi mengenai komunikasi, kreativitas, dan literasi media bagi anak-anak sekolah dasar. Di tengah perkembangan teknologi dan arus informasi yang semakin pesat, kemampuan berkomunikasi dinilai menjadi bekal penting yang perlu ditanamkan sejak usia dini.

Melalui konsep pembelajaran yang menyenangkan, mahasiswa Ilmu Komunikasi menghadirkan berbagai aktivitas interaktif yang mendorong siswa berani menyampaikan pendapat, berinteraksi dengan teman, serta mengekspresikan ide di depan umum.

Ketua HIMAKOM bersama jajaran pengurus berharap kegiatan ini tidak hanya memberikan pengalaman baru bagi siswa, tetapi juga menjadi bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam meningkatkan kualitas pendidikan karakter di lingkungan sekolah dasar. Selain itu, kegiatan ini menjadi media pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan sosial, empati, serta praktik komunikasi secara langsung di tengah masyarakat.

Selama kegiatan berlangsung, siswa mengikuti berbagai permainan edukatif seperti Kotak Ekspresi, Pesan Berantai, dan Reporter Cilik. Melalui permainan tersebut, peserta diajak belajar menyampaikan pesan dengan baik, bekerja sama, serta melatih keberanian berbicara di depan teman-temannya. Rangkaian kegiatan juga diisi dengan pengenalan konsep public speaking, penyerahan hasil donasi, hingga sesi foto bersama.

Program ini memiliki sejumlah tujuan, di antaranya meningkatkan kemampuan komunikasi dasar siswa, menumbuhkan rasa percaya diri, serta membangun hubungan yang lebih erat antara mahasiswa dengan lingkungan sekolah. Sasaran kegiatan tidak hanya siswa sebagai peserta utama, tetapi juga guru sebagai mitra edukasi dan mahasiswa HIMAKOM sebagai fasilitator pembelajaran.

Kegiatan HIMAKOM Mengabdi menjadi salah satu bentuk implementasi pembelajaran di Program Studi Ilmu Komunikasi Unmuh Jember yang tidak berhenti di ruang kelas. Melalui pengabdian ini, mahasiswa diajak menghadirkan solusi edukatif bagi masyarakat sekaligus memperkuat perannya sebagai agen perubahan sosial.

Ke depan, HIMAKOM Unmuh Jember berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga semakin banyak sekolah yang memperoleh manfaat dari edukasi komunikasi, kreativitas, dan penguatan karakter sejak dini.

 

Perkuat Kualitas Tesis Berstandar Global, Magister Manajemen Unmuh Jember Gelar Kolokium Internasional Bersama MSU Malaysia

Komitmen Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember dalam mencetak lulusan berdaya saing global terus diperkuat melalui penyelenggaraan Kolokium Internasional Program Studi Magister Manajemen bersama Management and Science University (MSU) Malaysia, Jumat (29/5/2026). Kegiatan yang menjadi agenda tahunan ini menghadirkan akademisi internasional untuk memberikan peer review terhadap proposal tesis mahasiswa.

Berbeda dengan pelaksanaan tahun sebelumnya yang berlangsung secara luring di kampus MSU Malaysia, kolokium tahun ini diselenggarakan secara daring melalui Zoom Meeting. Meski demikian, nuansa akademik internasional tetap terasa dengan keterlibatan langsung para dosen dan pakar dari MSU sebagai reviewer.

Sebanyak 35 mahasiswa Magister Manajemen Unmuh Jember mempresentasikan proposal tesis mereka di hadapan para akademisi MSU. Setiap peserta memperoleh evaluasi, kritik, dan rekomendasi konstruktif terkait penyempurnaan metodologi penelitian, penguatan kerangka konseptual, hingga teknik analisis data agar penelitian yang dihasilkan memenuhi standar akademik internasional.

Ketua Program Studi Magister Manajemen Unmuh Jember, Dr. Budi Santoso, S.E., M.M., M.Akun., menjelaskan bahwa kolokium internasional merupakan salah satu strategi program studi dalam meningkatkan kualitas riset mahasiswa sekaligus memperluas jejaring akademik global.

Menurutnya, keterlibatan reviewer dari MSU Malaysia memberikan perspektif baru yang sangat berharga bagi mahasiswa dalam menyusun penelitian. Masukan yang diberikan tidak hanya memperkuat kualitas proposal tesis, tetapi juga mendorong lahirnya penelitian yang memiliki kontribusi ilmiah serta relevansi terhadap perkembangan dunia bisnis dan ilmu manajemen.

"Kolokium ini menjadi bagian dari proses pembelajaran mahasiswa agar mampu menghasilkan penelitian yang berkualitas dan memiliki standar internasional. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi implementasi nyata kerja sama akademik antara Unmuh Jember dan Management and Science University Malaysia," ujarnya.

Selama kolokium berlangsung, suasana diskusi berjalan dinamis. Mahasiswa tidak hanya mempresentasikan ide penelitiannya, tetapi juga berdialog secara langsung dengan para reviewer internasional mengenai pendekatan penelitian, kebaruan (novelty), hingga peluang pengembangan hasil riset.

Pengalaman tersebut memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk merasakan atmosfer akademik internasional sekaligus meningkatkan kemampuan berpikir kritis, komunikasi ilmiah, dan penyusunan penelitian yang lebih komprehensif.

Selain menjadi forum akademik, kolokium ini juga memperkuat hubungan kerja sama antara Universitas Muhammadiyah Jember dan Management and Science University (MSU) Malaysia. Ke depan, kolaborasi kedua institusi diharapkan terus berkembang melalui berbagai program, seperti penelitian bersama, pertukaran dosen dan mahasiswa, seminar internasional, hingga publikasi ilmiah bereputasi.

Melalui penyelenggaraan kolokium internasional secara berkelanjutan, Program Studi Magister Manajemen Unmuh Jember menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan berkelas dunia. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menghasilkan lulusan magister yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu bersaing dan berkontribusi di tingkat nasional maupun internasional.

 

Connect