Carousel

Rabu, 04 November 2026

Mahasiswa KKN RPL Unmuh Jember Edukasi Orang Tua tentang Gizi Seimbang, PHBS, dan Parenting Positif di Surabaya


Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Rekognisi Pembelajaran Lampau (KKN RPL) Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember), Novita N., menggelar kegiatan parenting di PPT Buah Hati Bunda, Kedurus, Kecamatan Karang Pilang, Kota Surabaya, Rabu (28/10/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman orang tua mengenai pentingnya pemenuhan gizi, penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta pola asuh positif dalam mendukung tumbuh kembang anak usia dini.

Mengusung tema “Optimalisasi Tumbuh Kembang Anak Usia Dini melalui Edukasi Gizi, PHBS, dan Parenting Positif”, kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.30 WIB tersebut diikuti oleh 16 peserta. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, khususnya dalam mendorong peran aktif keluarga dalam mendukung kesehatan dan perkembangan anak.

Dalam kegiatan tersebut, Widyawati, S.Pd., hadir sebagai narasumber yang menyampaikan tiga materi utama. Materi pertama membahas pemenuhan gizi seimbang bagi anak usia dini. Orang tua diberikan pemahaman bahwa asupan gizi sesuai kebutuhan usia berperan penting dalam mendukung pertumbuhan fisik, perkembangan otak, menjaga daya tahan tubuh, serta menunjang aktivitas bermain dan belajar anak.

Materi berikutnya membahas penerapan PHBS dalam kehidupan sehari-hari. Kebiasaan sederhana seperti mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, menjaga kebersihan diri, membuang sampah pada tempatnya, serta merawat kebersihan lingkungan menjadi bagian penting dalam membangun pola hidup sehat sejak dini.

Selain kesehatan fisik, peserta juga mendapatkan materi mengenai parenting positif. Pola pengasuhan ini mengutamakan kasih sayang, komunikasi yang baik, kesabaran, serta penghargaan terhadap perasaan anak. Orang tua diajak memahami kebutuhan emosional anak dan memberikan pendampingan tanpa menggunakan kekerasan fisik maupun verbal.

Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui sesi tanya jawab antara narasumber dan peserta. Para orang tua berkesempatan menyampaikan pertanyaan serta berbagi pengalaman mengenai tantangan dalam mendampingi tumbuh kembang anak. Diskusi tersebut juga menjadi ruang bagi peserta untuk memperdalam pemahaman mengenai penerapan gizi seimbang, kebiasaan hidup sehat, dan pola asuh positif di lingkungan keluarga.

Melalui kegiatan ini, para peserta memperoleh tambahan wawasan mengenai pentingnya memperhatikan kebutuhan gizi anak, membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat, serta membangun hubungan pengasuhan yang positif. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat diterapkan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.

Bagi Novita N., kegiatan ini menjadi bentuk penerapan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan sekaligus kontribusi nyata dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pendidikan dan kesehatan anak usia dini.

Melalui kegiatan parenting ini, diharapkan terjalin sinergi antara orang tua dan pendidik dalam menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan nyaman bagi anak. Dengan dukungan keluarga dan lembaga pendidikan, tumbuh kembang anak diharapkan dapat berlangsung secara optimal.

Mahasiswa KKN RPL Mandiri Universitas Muhammadiyah Jember Dampingi Warga Belajar Membaca dan Menulis


Kepedulian terhadap peningkatan kemampuan literasi masyarakat diwujudkan oleh mahasiswa KKN RPL Mandiri Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG-PAUD) Universitas Muhammadiyah Jember melalui program Pemberantasan Buta Aksara Melalui Pendampingan Literasi Masyarakat. Kegiatan yang berlangsung di Musolla Baiturahman pada Sabtu (31/10/2026), pukul 09.00–12.00 WIB, ini berfokus pada pendampingan membaca dan menulis bagi warga yang membutuhkan.

Program tersebut dilaksanakan oleh Nurhayati MH, mahasiswa PG-PAUD Universitas Muhammadiyah Jember, dengan menghadirkan Nurul Hikmah, S.Pd.I sebagai narasumber serta melibatkan Arman Wahyudi sebagai tokoh masyarakat. Kegiatan ini menjadi bagian dari pengabdian mahasiswa kepada masyarakat sekaligus upaya mendukung peningkatan kemampuan literasi dasar secara bertahap dan berkelanjutan.

Kemampuan membaca dan menulis merupakan bekal penting dalam kehidupan sehari-hari. Melalui keterampilan tersebut, masyarakat dapat memahami informasi, berkomunikasi, mengakses berbagai layanan, serta menjalankan aktivitas secara lebih mandiri. Namun, masih ada warga yang membutuhkan pendampingan untuk mengenali huruf, membaca kata dan kalimat sederhana, hingga menuliskan informasi dasar.

Berangkat dari kebutuhan tersebut, kegiatan pendampingan dirancang dengan pendekatan yang ramah, sabar, dan menyesuaikan kemampuan awal setiap peserta. Suasana belajar yang nyaman menjadi perhatian agar peserta berani mencoba, tidak takut melakukan kesalahan, dan semakin percaya diri dalam mengikuti proses pembelajaran.

Materi yang diberikan meliputi pengenalan huruf vokal dan konsonan, hubungan antara huruf dan bunyinya, penggabungan huruf menjadi suku kata, pembentukan kata sederhana, serta latihan membaca kalimat pendek. Peserta juga berlatih menulis huruf, nama, kata, dan kalimat sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Tidak hanya berfokus pada kemampuan membaca dan menulis, program ini turut mengenalkan literasi fungsional yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Peserta diajak berlatih membaca angka, nama tempat, label, serta petunjuk sederhana. Dengan demikian, kemampuan literasi yang dipelajari diharapkan dapat digunakan untuk membantu peserta memahami informasi tertulis dalam aktivitas sehari-hari.

Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui penjelasan singkat tentang pentingnya literasi, demonstrasi pengenalan huruf dan bunyi, latihan menggunakan lembar kerja atau kartu huruf dan kata, serta praktik membaca dan menulis. Pendampingan diberikan secara individual maupun dalam kelompok kecil untuk mengakomodasi perbedaan kemampuan peserta.

Setiap peserta memperoleh latihan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan awalnya. Pendekatan ini membuat proses belajar tidak berorientasi pada perbandingan antarpeserta, melainkan pada kesempatan untuk terus mencoba dan mengembangkan keterampilan. Umpan balik serta apresiasi juga diberikan untuk mendorong semangat belajar.

Kegiatan diawali dengan registrasi dan pembukaan, dilanjutkan pengantar mengenai pentingnya literasi serta pengenalan kemampuan awal peserta. Setelah itu, peserta mengikuti sesi praktik membaca dan menulis, termasuk latihan menyusun kata dan kalimat sederhana serta memahami informasi yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Kegiatan ditutup dengan evaluasi singkat dan pemberian saran untuk latihan lanjutan.

Evaluasi dilakukan melalui pengamatan terhadap keterlibatan peserta, kemampuan mengikuti latihan, dan pemahaman terhadap materi yang diberikan. Peserta diberi kesempatan menyelesaikan latihan sederhana sesuai kemampuannya, dengan pendampingan apabila diperlukan. Hasil evaluasi menjadi bahan untuk mengenali keterampilan yang telah dikuasai dan aspek yang masih perlu dilatih.

Keterlibatan narasumber dan tokoh masyarakat turut menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program. Dukungan lingkungan diharapkan dapat membantu menjaga motivasi peserta agar tetap berlatih setelah kegiatan berlangsung. Keluarga dan masyarakat sekitar juga diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang positif sehingga peserta tidak ragu menggunakan keterampilan membaca dan menulis dalam kehidupan sehari-hari.

Program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan keterampilan teknis literasi, tetapi juga menumbuhkan kepercayaan diri dan motivasi belajar. Kesempatan belajar yang disesuaikan dengan kemampuan masing-masing diharapkan dapat membantu peserta membangun keberanian untuk terus berlatih tanpa merasa terbebani oleh perbedaan kemampuan.

Bagi mahasiswa, kegiatan tersebut menjadi pengalaman dalam menerapkan ilmu pendidikan, berinteraksi dengan masyarakat, serta memahami kebutuhan literasi di lingkungan sekitar. Sementara itu, bagi masyarakat, pendampingan ini diharapkan membuka kesempatan untuk mengembangkan kemampuan dasar yang berguna dalam kehidupan sehari-hari.

Mahasiswa KKN RPL Mandiri PG-PAUD Universitas Muhammadiyah Jember berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal dalam membangun kebiasaan belajar yang berkelanjutan. Pendampingan lanjutan dapat direncanakan berdasarkan kebutuhan peserta dan hasil evaluasi, dengan dukungan keluarga, tokoh masyarakat, serta lingkungan sekitar.

Melalui program Pemberantasan Buta Aksara Melalui Pendampingan Literasi Masyarakat, mahasiswa berupaya menghadirkan pengabdian yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Pendampingan yang sederhana, bertahap, dan sesuai kemampuan peserta diharapkan dapat mendukung peningkatan literasi sekaligus menumbuhkan kepercayaan diri untuk membaca, menulis, dan memahami informasi secara lebih mandiri.

Mahasiswa KKN Unmuh Jember Edukasi Wali Murid PAUD KB IT Al Uswah tentang Smart Parenting


Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember), Intan Wahyu Wibowo (NIM 2510274326), menggelar seminar dan diskusi interaktif bertajuk Smart Parenting: Menjadi Orang Tua Asyik Jauh dari Toxic di PAUD KB IT Al Uswah, Desa Pasirian, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Jumat (16/10/2026).

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman orang tua mengenai pola asuh positif serta pentingnya membangun komunikasi yang sehat dengan anak. Sebanyak 20 wali murid mengikuti kegiatan tersebut dengan antusias.

Seminar ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran keluarga dalam membentuk karakter anak sejak usia dini. Lingkungan keluarga menjadi ruang pertama bagi anak untuk belajar, mengenali emosi, dan mengembangkan kepribadian. Karena itu, orang tua perlu memahami cara mendampingi anak tanpa menggunakan kekerasan verbal maupun tekanan mental yang dapat berdampak pada perkembangan psikologisnya.

Dalam pemaparan materi, Intan membahas pentingnya komunikasi dua arah antara orang tua dan anak. Menjadi orang tua yang asyik tidak berarti membebaskan anak tanpa batasan, tetapi mampu menjadi pendengar yang baik, memberikan dukungan, serta menerapkan aturan dengan cara yang tepat.

Selain penyampaian materi, kegiatan juga dilengkapi sesi diskusi interaktif. Para wali murid berkesempatan bertanya dan berbagi pengalaman mengenai cara menghadapi anak yang mengalami tantrum, mengenali karakter dan kepribadian anak, serta mendampingi anak belajar di rumah tanpa melibatkan emosi berlebihan.

Melalui kegiatan Smart Parenting, Intan berharap para wali murid dapat menerapkan pola pengasuhan yang lebih positif dalam kehidupan sehari-hari. Pemahaman terhadap karakter dan kebutuhan anak pada masa golden age diharapkan dapat membantu orang tua memberikan pendampingan yang sesuai dengan tahap tumbuh kembang anak.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama yang melibatkan mahasiswa KKN, wali murid, dan anak-anak PAUD KB IT Al Uswah. Seminar ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN Unmuh Jember dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya keterlibatan keluarga dalam pendidikan dan perkembangan anak usia dini.

Mahasiswa KKN RPL Unmuh Jember Edukasi Orang Tua tentang Cara Membangun Kemandirian Anak Usia Dini

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember), Nurul Hikmah, menggelar edukasi kepada orang tua dan wali murid TK Al Mihrob, Desa Tanah Merah Laok, pada 25–26 Oktober 2026. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman orang tua mengenai pentingnya dukungan keluarga dalam membangun kemandirian anak sejak usia dini.

Mengusung tema “Edukasi Dukungan Orang Tua untuk Membangun Kemandirian Anak Usia Dini”, kegiatan tersebut menekankan bahwa keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama bagi anak. Kebiasaan dan pola pendampingan yang diterapkan orang tua sehari-hari berperan penting dalam membantu anak belajar melakukan berbagai aktivitas sesuai tahap perkembangannya.

Dalam edukasi tersebut, Nurul Hikmah menjelaskan bahwa kemandirian bukan berarti anak harus mampu melakukan segala sesuatu tanpa bantuan orang dewasa. Kemandirian justru berkembang secara bertahap melalui kesempatan untuk mencoba, pembiasaan yang konsisten, serta pendampingan yang sesuai dengan kemampuan anak.

Orang tua diajak menerapkan sejumlah kebiasaan sederhana di rumah, seperti membiasakan anak merapikan mainan setelah digunakan, meletakkan alas kaki pada tempatnya, memilih pakaian, makan sendiri, mencuci tangan, hingga membantu pekerjaan ringan sesuai usia. Aktivitas sehari-hari tersebut dapat menjadi sarana belajar bagi anak untuk mengenali tanggung jawab dan mengembangkan keterampilan hidup.

Selain membangun kebiasaan, orang tua juga didorong memberikan kepercayaan kepada anak untuk mencoba menyelesaikan tugasnya sendiri. Ketika anak mengalami kesulitan, orang tua sebaiknya memberikan arahan atau bantuan seperlunya tanpa langsung mengambil alih seluruh pekerjaan. Apresiasi terhadap usaha anak, meskipun hasilnya belum sempurna, juga penting untuk menumbuhkan rasa percaya diri dan keberanian mencoba kembali.

Materi edukasi turut menekankan pentingnya kesabaran dan komunikasi positif dalam mendampingi anak. Setiap anak memiliki kecepatan perkembangan yang berbeda sehingga orang tua perlu menghindari kebiasaan membandingkan kemampuan anak dengan anak lainnya. Pemberian contoh langsung, arahan yang jelas, pujian yang wajar, serta penerapan aturan sederhana secara konsisten dapat membantu anak membangun kebiasaan mandiri.


Melalui kegiatan ini, orang tua dan wali murid juga diajak memahami pentingnya kerja sama antara keluarga dan sekolah. Pembiasaan kemandirian yang diterapkan di lingkungan sekolah perlu dilanjutkan di rumah agar anak memperoleh pengalaman belajar yang konsisten dalam kedua lingkungan tersebut.

Melalui tema pendamping “Dukung Hari Ini, Mandiri di Masa Depan”, kegiatan KKN ini membawa pesan bahwa kemandirian anak dibangun melalui langkah-langkah kecil yang dilakukan secara berulang. Mahasiswa berharap orang tua dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari sehingga anak tumbuh menjadi pribadi yang lebih percaya diri, bertanggung jawab, dan mampu melakukan aktivitas sederhana sesuai tahap usianya.

Mahasiswa KKN RPL Unmuh Jember Edukasi Orang Tua tentang Pendampingan Penggunaan Gadget pada Anak Usia Dini


Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember), Nurul Badriah, menggelar sosialisasi penggunaan gadget di era digitalisasi di KB dan TK Aisyiyah 7 Banyuwangi. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman orang tua dan pendidik mengenai pentingnya pendampingan anak dalam menggunakan perangkat digital sejak usia dini.

Mengangkat tema “Bersama Melindungi dan Mendampingi Anak di Era Digital”, sosialisasi ini membahas penggunaan gadget yang bijak, aman, dan sesuai dengan tahap perkembangan anak. Kegiatan tersebut dilatarbelakangi oleh semakin dekatnya teknologi digital dengan kehidupan sehari-hari, termasuk dalam lingkungan keluarga dan pendidikan anak usia dini.

Dalam sosialisasi tersebut, Nurul Badriah menyampaikan sejumlah materi, mulai dari pengenalan penggunaan gadget pada anak usia dini, manfaat dan risikonya, pengaturan durasi penggunaan layar, pemilihan konten sesuai usia, hingga pentingnya pengawasan orang tua dan guru.

Gadget pada dasarnya dapat dimanfaatkan sebagai media pendukung pembelajaran. Melalui gambar, lagu, cerita, dan video edukatif, anak dapat memperoleh informasi serta pengalaman belajar yang menarik. Namun, pemanfaatannya perlu memperhatikan tujuan, kualitas konten, dan durasi penggunaan.

Penggunaan gadget secara berlebihan tanpa pendampingan berisiko mengurangi kesempatan anak untuk bermain aktif, bergerak, berinteraksi secara langsung, serta mengembangkan kemampuan sosial dan emosional. Karena itu, teknologi perlu ditempatkan sebagai alat bantu pembelajaran, bukan pengganti interaksi dan pengalaman bermain anak.

Salah satu hal yang ditekankan dalam kegiatan ini adalah pentingnya membangun kebiasaan digital yang sehat. Orang tua diajak menetapkan aturan penggunaan gadget di rumah, memilih tayangan yang sesuai dengan usia anak, memberikan teladan dalam menggunakan teknologi, serta mendampingi anak ketika mengakses perangkat digital.

Di lingkungan pendidikan, guru PAUD juga memiliki peran dalam memastikan penggunaan media digital tetap sesuai kebutuhan pembelajaran. Aktivitas bermain, membaca buku, menggambar, menyusun balok, bernyanyi, dan berinteraksi dengan teman tetap perlu menjadi bagian penting dari proses tumbuh kembang anak.

Melalui kegiatan KKN di KB dan TK Aisyiyah 7 Banyuwangi, Nurul Badriah berharap orang tua dan pendidik semakin memahami bahwa mendampingi anak di era digital bukan sekadar membatasi penggunaan gadget. Lebih dari itu, anak membutuhkan arahan, perhatian, dan keteladanan agar mampu mengenal teknologi secara bijak.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa KKN RPL Unmuh Jember dalam mendukung pendidikan anak usia dini. Sinergi antara keluarga dan sekolah diharapkan dapat membangun kebiasaan digital yang sehat, sehingga perkembangan teknologi tetap berjalan seiring dengan terpenuhinya kebutuhan anak untuk bermain, belajar, bergerak, dan berinteraksi secara langsung.

Gerakan Wiyung Sehat 2026, Mahasiswa KKN Unmuh Jember Dorong Kolaborasi PAUD, Posyandu, dan Keluarga Cegah Stunting

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember), Darmudiyanti, menginisiasi program Gerakan Wiyung Sehat 2026 melalui sosialisasi kesehatan yang melibatkan PAUD, kader Posyandu, dan keluarga di Kelurahan Wiyung, Kecamatan Wiyung, Kota Surabaya. Kegiatan yang berlangsung pada 30 Oktober hingga 5 November 2026 ini bertujuan mendorong terciptanya lingkungan bersih dan sehat sebagai salah satu upaya mendukung pencegahan stunting pada anak usia dini.

Darmudiyanti merupakan mahasiswa Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unmuh Jember. Dalam pelaksanaannya, program ini bekerja sama dengan Kader Surabaya Hebat (KSH) dan melibatkan 10 warga Kelurahan Wiyung.

Program Gerakan Wiyung Sehat dilatarbelakangi oleh pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah dan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), khususnya pada keluarga yang memiliki anak usia dini. Lingkungan yang kurang terjaga kebersihannya serta perilaku hidup tidak sehat dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan diare, yang perlu menjadi perhatian dalam upaya pencegahan stunting.

Melalui program ini, mahasiswa mendorong kolaborasi antara mahasiswa, guru PAUD, kader Posyandu, dan keluarga untuk membangun lingkungan yang lebih bersih dan mendukung kesehatan anak. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif agar peserta lebih mudah memahami pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan kebiasaan hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah inspeksi jentik nyamuk menggunakan senter di kamar mandi warga. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap potensi tempat perkembangbiakan nyamuk di lingkungan rumah.

Selain kebersihan lingkungan, pemenuhan gizi dan pemantauan kesehatan anak juga menjadi perhatian dalam Gerakan Wiyung Sehat 2026. Pelayanan Posyandu memiliki peran penting sebagai sarana pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita. Melalui kegiatan tersebut, orang tua dapat mengetahui kondisi anak sekaligus memperoleh tindak lanjut apabila ditemukan masalah kesehatan.

Keterlibatan warga dan wali murid menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program ini. Kolaborasi antara keluarga, lembaga PAUD, dan kader Posyandu diharapkan dapat memperkuat pembiasaan hidup bersih dan sehat, baik di lingkungan pendidikan maupun di rumah.

Melalui Gerakan Wiyung Sehat 2026, Darmudiyanti berharap kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, memenuhi kebutuhan gizi anak, dan memanfaatkan layanan Posyandu semakin meningkat. Program ini juga diharapkan dapat berlanjut setelah kegiatan KKN berakhir sehingga perilaku hidup bersih dan sehat tumbuh menjadi kebiasaan bersama di Kelurahan Wiyung.

Tanamkan Nilai Antikorupsi Sejak Dini, Mahasiswa KKN Unmuh Jember Edukasi Wali Murid TK Kurnia Sari

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Berdampak Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) memberikan edukasi pendidikan karakter kepada wali murid TK Kurnia Sari, Kelurahan Ampel, Kecamatan Semampir, Kota Surabaya, Senin (2/11/2026).

Mengangkat tema “Pendidikan Karakter: Penanaman Nilai Antikorupsi Melalui Pembiasaan Jujur, Disiplin, dan Bertanggung Jawab pada Anak Usia Dini”, kegiatan ini bertujuan membekali orang tua dengan pemahaman mengenai pentingnya menanamkan nilai-nilai antikorupsi melalui kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari anak.

Dalam kegiatan tersebut, wali murid diajak memahami bahwa pendidikan antikorupsi tidak harus disampaikan melalui penjelasan yang rumit. Nilai-nilai tersebut justru dapat diperkenalkan sejak dini melalui perilaku sederhana yang dilakukan secara konsisten, baik di lingkungan keluarga maupun sekolah.

Terdapat tiga nilai utama yang menjadi fokus edukasi, yakni kejujuran, kedisiplinan, dan tanggung jawab. Nilai kejujuran dapat dibiasakan dengan mengajak anak berkata sesuai kenyataan, berani mengakui kesalahan, serta tidak mengambil barang milik orang lain tanpa izin.

Sementara itu, kedisiplinan dapat dibangun melalui kebiasaan datang tepat waktu, menaati aturan, merapikan mainan setelah digunakan, dan mengikuti kesepakatan bersama. Adapun nilai tanggung jawab dikenalkan dengan memberikan kesempatan kepada anak untuk menyelesaikan tugas sederhana sesuai usianya, seperti membereskan perlengkapan bermain dan menjaga barang milik sendiri.

Edukasi ini juga menekankan pentingnya peran keluarga sebagai lingkungan pendidikan pertama dan utama bagi anak. Orang tua tidak hanya berperan memberikan nasihat, tetapi juga menjadi teladan melalui perilaku sehari-hari. Anak cenderung belajar dari apa yang dilihat dan dicontohkan oleh orang-orang terdekatnya.

Penanaman nilai antikorupsi juga membutuhkan sinergi antara orang tua dan guru. Pembiasaan yang diterapkan secara berkelanjutan di rumah maupun sekolah diharapkan dapat membantu anak mengenali dan mempraktikkan perilaku jujur, disiplin, serta bertanggung jawab.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN Berdampak Unmuh Jember dalam bidang pendidikan anak usia dini. Melalui edukasi kepada wali murid, mahasiswa turut mendorong keterlibatan keluarga dalam membangun fondasi karakter dan integritas anak sejak dini.

Melalui kegiatan tersebut, wali murid diharapkan dapat menerapkan pembiasaan jujur, disiplin, dan bertanggung jawab dalam pola pengasuhan sehari-hari. Dengan demikian, nilai antikorupsi tidak berhenti sebagai materi edukasi, tetapi dapat tumbuh menjadi kebiasaan positif yang melekat dalam kehidupan anak.

Connect