Carousel

Jumat, 23 Oktober 2026

Mahasiswa KKN Unmuh Jember Gelar Parenting “Gerakan Pintar Membaca”, Dorong Budaya Literasi Sejak Dini

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember menggelar kegiatan parenting bertajuk “Gerakan Pintar Membaca” di RT 4 RW 3, Kelurahan Kertajaya, Kecamatan Gubeng, Kota Surabaya, Kamis (22/10/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran orang tua tentang pentingnya menanamkan budaya literasi kepada anak sejak usia dini.

Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Surabaya. Kolaborasi ini menjadi upaya untuk mendorong keterlibatan keluarga dan masyarakat dalam membangun kebiasaan membaca di lingkungan rumah.

Acara dihadiri oleh wali murid, Ketua PKK RW 3, warga setempat, kepala sekolah, serta perwakilan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Surabaya yang bertindak sebagai moderator.

Dalam kegiatan tersebut, orang tua diajak memahami bahwa literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup kemampuan anak dalam memahami informasi, memperkaya kosakata, mengembangkan imajinasi, serta menyampaikan pendapat.

Penanaman budaya literasi dapat dimulai melalui kebiasaan sederhana di rumah, seperti membacakan cerita sebelum tidur, mengenalkan buku bergambar, serta mengajak anak berdiskusi mengenai isi cerita. Melalui aktivitas tersebut, anak dapat mengenal buku secara menyenangkan sekaligus mengembangkan rasa ingin tahu dan kemampuan berbahasa.

Orang tua juga didorong untuk menciptakan suasana belajar yang nyaman dan menyenangkan. Pendampingan perlu disesuaikan dengan usia serta tahap perkembangan anak agar kegiatan membaca tidak terasa sebagai beban, melainkan menjadi kebiasaan yang tumbuh secara bertahap.

Ketua PKK RW 3 menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan kegiatan parenting tersebut. Ia berharap kegiatan ini dapat menambah wawasan orang tua sekaligus mendorong penerapan kebiasaan membaca di lingkungan keluarga.

“Kami sangat mendukung kegiatan Gerakan Pintar Membaca karena dapat menambah wawasan orang tua tentang pentingnya mengenalkan literasi sejak dini. Kami berharap orang tua dapat menerapkan kebiasaan membacakan buku kepada anak di rumah sehingga anak semakin tertarik membaca dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Unmuh Jember berharap orang tua semakin aktif mendampingi anak dalam aktivitas literasi sehari-hari. Kerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Surabaya juga diharapkan dapat memperluas pemahaman masyarakat mengenai pentingnya budaya membaca dalam keluarga.

Gerakan Pintar Membaca menjadi salah satu upaya mahasiswa dalam mendukung penguatan literasi sejak dini melalui sinergi antara keluarga, lembaga pendidikan, pemerintah, dan masyarakat.

Mahasiswa KKN RPL Mandiri Unmuh Jember Gelar Pendidikan Keagamaan dan Pengabdian Masyarakat di Lumajang

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Mandiri Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember melaksanakan kegiatan pendidikan keagamaan dan pengabdian kepada masyarakat di Dusun Gedok, Desa Argosari, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, pada 18 Oktober 2026.

Dalam bidang pendidikan keagamaan, mahasiswa mengadakan sejumlah kegiatan bersama santri Madin Riyadul Jannah. Kegiatan tersebut meliputi ice breaking, praktik wudu, praktik salat, pendampingan membaca Iqro, serta pembagian buku dan Iqro untuk mendukung proses pembelajaran santri.

Kegiatan diawali dengan ice breaking untuk membangun suasana belajar yang menyenangkan sekaligus meningkatkan semangat santri dalam mengikuti pembelajaran. Selanjutnya, mahasiswa memberikan pendampingan praktik wudu dan salat agar santri dapat memahami tata cara beribadah dengan benar.

Mahasiswa juga mendampingi santri membaca Iqro sesuai dengan kemampuan masing-masing. Pendampingan ini dilakukan untuk membantu anak-anak meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an secara bertahap.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pendidikan keagamaan, mahasiswa turut membagikan buku dan Iqro kepada para santri. Bantuan tersebut diharapkan dapat menunjang kegiatan belajar serta meningkatkan semangat anak-anak dalam mempelajari ilmu agama sejak dini.

Selain kegiatan pendidikan keagamaan, mahasiswa KKN RPL Mandiri Unmuh Jember juga berpartisipasi membantu pekerjaan masyarakat setempat. Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian mahasiswa terhadap warga sekaligus upaya mempererat hubungan sosial melalui semangat gotong royong.

Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan masyarakat diharapkan dapat membantu meringankan pekerjaan warga sekaligus membangun hubungan yang harmonis antara mahasiswa dan masyarakat di lokasi KKN.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, mahasiswa KKN RPL Mandiri Unmuh Jember berharap dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Dusun Gedok, baik dalam bidang pendidikan keagamaan maupun kehidupan sosial. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat melalui pendampingan pendidikan dan keterlibatan langsung dalam aktivitas warga.

Mahasiswa KKN RPL PGPAUD Unmuh Jember Edukasi Anak tentang Kesehatan Gigi dan Kepedulian Lingkungan


Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD) Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember, Yulaika, melaksanakan program edukasi kesehatan gigi dan pengenalan lingkungan di PAUD KB Merpati, Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang.

Kegiatan yang berlangsung pada 5 Oktober hingga 11 November 2026 ini bertujuan menanamkan perilaku hidup bersih dan sehat serta meningkatkan kepedulian anak terhadap lingkungan sejak usia dini.

Program tersebut dilaksanakan melalui dua kegiatan utama, yakni edukasi cara menggosok gigi yang benar dan pengamatan lingkungan di sekitar sekolah. Kedua kegiatan ini dirancang sebagai pembelajaran yang menyenangkan agar anak-anak dapat memahami pentingnya menjaga kesehatan diri sekaligus merawat lingkungan tempat mereka belajar dan bermain.

Dalam kegiatan edukasi kesehatan gigi, Yulaika melibatkan petugas kesehatan dari Puskesmas Pronojiwo untuk memberikan pemahaman kepada anak-anak mengenai pentingnya menjaga kebersihan gigi dan mulut. Materi yang disampaikan mencakup waktu yang tepat untuk menggosok gigi serta langkah-langkah menyikat gigi dengan benar.


Penyampaian materi dilakukan menggunakan bahasa sederhana dan disertai praktik langsung. Dengan metode tersebut, anak-anak dapat melihat sekaligus menirukan gerakan menggosok gigi yang tepat sehingga lebih mudah memahami cara menjaga kesehatan gigi dan mulut.

Anak-anak juga diperkenalkan pada kebiasaan menggosok gigi secara rutin, terutama setelah sarapan dan sebelum tidur malam. Pembiasaan ini diharapkan dapat diterapkan tidak hanya di sekolah, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari di rumah.

Selain edukasi kesehatan gigi, Yulaika mengajak anak-anak mengamati lingkungan di sekitar PAUD KB Merpati. Mereka diarahkan untuk mengenali berbagai objek di lingkungan sekolah, seperti tumbuhan, pepohonan, halaman, serta kondisi kebersihan di sekitarnya.

Melalui pengamatan secara langsung, anak-anak memperoleh kesempatan untuk mengenal lingkungan lebih dekat. Mereka juga diajak memahami pentingnya menjaga kebersihan, membuang sampah pada tempatnya, serta merawat tanaman agar lingkungan tetap bersih dan nyaman.

Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana untuk mengembangkan rasa ingin tahu dan kemampuan observasi anak. Dengan mengenali kondisi lingkungan di sekitarnya, anak-anak diharapkan mulai memahami pentingnya menjaga alam melalui tindakan sederhana yang dapat dilakukan setiap hari.

Melalui rangkaian program KKN RPL tersebut, Yulaika berharap anak-anak PAUD KB Merpati dapat membangun kebiasaan menggosok gigi dengan benar serta meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Program ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa PGPAUD Unmuh Jember dalam mendukung pendidikan anak usia dini, khususnya melalui pembelajaran yang mendorong pembentukan perilaku hidup bersih dan sehat serta penanaman kepedulian terhadap lingkungan sejak dini.

IMM Unmuh Jember Turut Ikuti Aksi “Darurat Pendidikan”, Soroti 23 Ribu Anak Tidak Sekolah di Jember

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember turut mengikuti aksi demonstrasi bertajuk “Darurat Pendidikan Kabupaten Jember” bersama kader IMM se-Kabupaten Jember di Kantor DPRD Kabupaten Jember dan Kantor Pemerintah Kabupaten Jember, Kamis (22/10/2026). Aksi tersebut menjadi bentuk kepedulian mahasiswa terhadap persoalan pendidikan sekaligus upaya mendorong pemerintah daerah agar lebih serius dalam menjamin pemenuhan hak pendidikan masyarakat.

Aksi diawali dari Unmuh Jember sebagai titik kumpul massa. Selanjutnya, para kader IMM bergerak menuju Kantor DPRD Kabupaten Jember sebelum melanjutkan penyampaian aspirasi ke Kantor Pemerintah Kabupaten Jember.

Dalam aksi tersebut, IMM menyoroti sejumlah persoalan pendidikan di Kabupaten Jember. Salah satu yang menjadi perhatian utama adalah angka anak tidak sekolah yang disebut mencapai sekitar 23.000 anak. Berdasarkan siaran pers IMM Jember, jumlah tersebut menempatkan Kabupaten Jember pada posisi tertinggi kedua di Jawa Timur.

Persoalan tersebut menjadi perhatian kader IMM, termasuk IMM Unmuh Jember, karena pendidikan merupakan hak dasar setiap warga negara yang harus dipenuhi. Tingginya angka anak tidak sekolah dinilai membutuhkan penanganan yang lebih terarah melalui kebijakan yang konkret, dukungan anggaran yang memadai, serta pendampingan berkelanjutan bagi anak-anak yang mengalami hambatan untuk mengakses pendidikan.

Selain persoalan akses pendidikan, aksi tersebut turut menyoroti kualitas sarana dan prasarana sekolah, keamanan lingkungan pendidikan, kesejahteraan dan perlindungan guru, serta transparansi penyaluran beasiswa Pemerintah Kabupaten Jember.

IMM mendorong agar pemerintah daerah memastikan tersedianya fasilitas pendidikan yang layak, menciptakan lingkungan belajar yang aman, serta menjamin keterbukaan informasi dalam pelaksanaan program beasiswa. Dengan demikian, kebijakan pendidikan diharapkan dapat memberikan manfaat secara adil dan menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

Dalam rangkaian aksi, massa IMM mendatangi Kantor DPRD Kabupaten Jember dan meminta pimpinan serta anggota dewan untuk turut berjalan bersama menuju Kantor Pemerintah Kabupaten Jember. Massa aksi kemudian diterima oleh Ketua DPRD Kabupaten Jember, anggota Komisi D DPRD Kabupaten Jember, serta Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember. Berdasarkan siaran pers IMM Jember, Bupati Jember tidak menemui massa aksi.

Sampaikan Tujuh Tuntutan Pendidikan

Dalam aksi tersebut, IMM menyampaikan tujuh tuntutan kepada Pemerintah Kabupaten Jember dan DPRD Kabupaten Jember sebagai upaya mendorong perbaikan kebijakan pendidikan.

Tuntutan tersebut meliputi penyusunan Peraturan Daerah tentang Pengentasan dan Penanganan Anak Tidak Sekolah; jaminan keamanan di seluruh lembaga pendidikan, termasuk Sekolah Rakyat; peningkatan kesejahteraan dan perlindungan guru; peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan; transparansi dan keadilan penyaluran beasiswa pemerintah daerah; peningkatan rata-rata lama sekolah; serta pembentukan satuan tugas pengawalan pendidikan, khususnya Satgas Pengentasan Anak Tidak Sekolah di Kabupaten Jember.

Melalui keterlibatan dalam aksi bersama IMM Jember, IMM Unmuh Jember turut mengambil bagian dalam menyuarakan persoalan pendidikan yang membutuhkan perhatian dan tindak lanjut dari pemerintah daerah. Aspirasi yang disampaikan diharapkan dapat menjadi dorongan bagi lahirnya kebijakan yang lebih terukur, transparan, dan berpihak pada pemenuhan hak pendidikan masyarakat.

Keterlibatan mahasiswa dalam menyampaikan aspirasi publik juga menjadi bagian dari upaya mengawal kebijakan agar pelaksanaannya dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat. IMM berharap Pemerintah Kabupaten Jember dan DPRD Kabupaten Jember menindaklanjuti tuntutan tersebut melalui program yang jelas dan berkelanjutan, sehingga setiap anak memiliki kesempatan yang setara untuk memperoleh pendidikan.

Kamis, 22 Oktober 2026

Prodi Sistem Informasi Unmuh Jember Gelar Kuliah Tamu, Dorong Mahasiswa Berani Memulai Usaha di Era Digital


Program Studi Sistem Informasi Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember menggelar kuliah tamu bertajuk “Berani Memulai, Siap Bertumbuh: Membangun Usaha di Era Digital” pada Kamis (22/10/2026), bertempat di Mini Hall Fakultas Hukum Unmuh Jember. Kegiatan ini menghadirkan Nana Diaz, seorang Brand Advisor sekaligus pendiri Empila Institute, sebagai pemateri.

Kegiatan ini bertujuan memberikan wawasan kepada mahasiswa mengenai pentingnya membangun pola pikir kewirausahaan, mengembangkan identitas diri, serta memanfaatkan perkembangan teknologi digital untuk membangun dan mengembangkan usaha.

Dalam pemaparannya, Nana Diaz menekankan pentingnya mengenali potensi diri sebelum membangun citra dan reputasi di hadapan publik. Menurut materi yang disampaikan, personal branding tidak hanya berkaitan dengan bagaimana seseorang menampilkan dirinya, tetapi juga tentang nilai, kompetensi, dan karakter yang ingin ditunjukkan secara konsisten.

Ia menjelaskan empat fondasi utama dalam membangun dampak personal (personal impact), yakni character (karakter), communication (komunikasi), competence (kompetensi), dan confidence (kepercayaan diri). Keempat aspek tersebut menjadi elemen penting dalam membangun kepercayaan, kredibilitas, serta membuka peluang di lingkungan profesional maupun dunia usaha.

Selain penguatan kapasitas diri, materi kuliah tamu juga membahas strategi komunikasi digital dan personal branding melalui media sosial. Platform seperti Instagram dan TikTok dinilai memiliki karakteristik tersendiri dalam menarik perhatian audiens, membangun relevansi, dan mendorong interaksi.


Dalam konteks tersebut, penyusunan konten perlu memperhatikan tujuan komunikasi, pemilihan platform yang tepat, analisis data, serta konsistensi publikasi. Materi juga menyoroti pentingnya tiga detik pertama dalam sebuah konten untuk menarik perhatian audiens agar tertarik menyimak informasi lebih lanjut.

Di sisi lain, pemanfaatan media sosial perlu disertai kesadaran dalam membagikan informasi. Kebiasaan over-sharing atau membagikan informasi pribadi secara berlebihan dapat menimbulkan kesalahpahaman, konflik sosial, hingga dampak psikologis. Oleh karena itu, kemampuan berkomunikasi secara bijak menjadi bagian penting dalam membangun reputasi digital yang positif.

Melalui kegiatan kuliah tamu ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami bahwa membangun usaha di era digital tidak cukup hanya dengan memanfaatkan teknologi, tetapi juga memerlukan karakter yang kuat, komunikasi yang efektif, kompetensi yang relevan, serta kepercayaan diri dalam mengambil keputusan.

Penyelenggaraan kegiatan ini menjadi salah satu upaya Prodi Sistem Informasi Unmuh Jember dalam memperluas wawasan mahasiswa mengenai kewirausahaan dan pengembangan diri, sehingga mereka semakin siap menghadapi tantangan serta memanfaatkan peluang di tengah perkembangan dunia digital.

Rabu, 21 Oktober 2026

Mahasiswa RPL PGPAUD Unmuh Jember Gelar Parenting dan Gebyar Mewarnai di Bondowoso

Mahasiswa Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD) Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember, Dewi Ratnasari, menggelar kegiatan parenting bertema “Sinergi Orang Tua dan Guru Cegah Bullying” yang dirangkaikan dengan Gebyar Mewarnai Ibu dan Anak di Kelompok Bermain (KB) Nurul Hamdi, Desa Kalianyar, Kecamatan Tamanan, Kabupaten Bondowoso, Sabtu (17/10/2026).

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman orang tua dan guru tentang pentingnya kerja sama dalam mencegah perilaku bullying sejak usia dini. Selain itu, kegiatan tersebut menjadi sarana mempererat hubungan antara keluarga dan sekolah melalui aktivitas edukatif yang mendukung tumbuh kembang anak.

Kegiatan diikuti oleh lima orang guru, wali murid, serta 47 anak KB Nurul Hamdi. Dalam sesi parenting, Farida, S.Pd., hadir sebagai narasumber, sedangkan Dewi Ratnasari bertugas sebagai moderator sekaligus pendamping kegiatan.

Perkuat Peran Orang Tua dan Guru dalam Mencegah Bullying

Dalam pemaparan materi, Farida, S.Pd., mengajak orang tua dan guru untuk mengenali serta mencegah perilaku bullying sejak usia dini. Anak perlu dibiasakan menghargai teman, saling menyayangi, tidak mengejek maupun menyakiti orang lain, serta menggunakan kata-kata yang baik dalam berinteraksi.

Pencegahan bullying tidak hanya menjadi tanggung jawab guru di sekolah, tetapi juga memerlukan keterlibatan aktif orang tua di rumah. Penanaman pendidikan karakter perlu dilakukan secara konsisten di kedua lingkungan tersebut agar anak terbiasa menerapkan perilaku positif dalam kehidupan sehari-hari.

Orang tua dapat berperan melalui berbagai tindakan sederhana, seperti memberikan teladan yang baik, mendengarkan cerita anak, mengajarkan empati, serta membiasakan anak menghormati orang lain. Sinergi tersebut menjadi salah satu langkah penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan ramah anak.

Gebyar Mewarnai Bangun Kedekatan Ibu dan Anak

Setelah sesi parenting, kegiatan dilanjutkan dengan Gebyar Mewarnai yang melibatkan anak-anak bersama wali murid masing-masing. Aktivitas ini memberikan ruang bagi ibu dan anak untuk berkreasi sekaligus membangun kedekatan melalui kegiatan yang menyenangkan.

Selain menjadi sarana berekspresi, kegiatan mewarnai membantu anak mengenal warna, melatih koordinasi mata dan tangan, serta mengembangkan kreativitas dan imajinasi. Keterlibatan orang tua juga memberikan kesempatan untuk mendampingi anak, memberikan dukungan, dan menghargai hasil karya mereka.

Kegiatan ini tidak hanya menitikberatkan pada hasil gambar, tetapi juga pada proses kebersamaan antara orang tua dan anak. Apresiasi yang diberikan orang tua dapat membantu menumbuhkan rasa percaya diri anak sekaligus menciptakan pengalaman belajar yang positif.

Suasana kegiatan berlangsung dengan penuh semangat dan kebersamaan. Anak-anak mengikuti aktivitas mewarnai dengan pendampingan orang tua, sementara guru turut mendukung kelancaran kegiatan di lingkungan sekolah.

Wujud Keterlibatan Mahasiswa dalam Pendidikan Anak Usia Dini

Keterlibatan Dewi Ratnasari sebagai mahasiswa RPL PGPAUD Unmuh Jember menjadi bagian dari upaya mendukung peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini melalui kolaborasi antara mahasiswa, sekolah, dan keluarga.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa juga memperoleh pengalaman dalam mengembangkan keterampilan komunikasi, mengelola kegiatan edukatif, serta membangun hubungan positif antara pihak sekolah dan wali murid.

Kegiatan parenting dan Gebyar Mewarnai diharapkan dapat memperkuat kerja sama orang tua dan guru dalam mendampingi perkembangan anak, baik dari aspek sosial, emosional, maupun kreativitas.

Melalui kegiatan tersebut, orang tua diharapkan semakin memahami pentingnya pola pengasuhan positif di rumah, sedangkan guru terus berupaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan ramah anak.

Kolaborasi keluarga dan sekolah menjadi fondasi penting dalam membentuk anak yang percaya diri, peduli terhadap sesama, mampu menghargai perbedaan, serta terbiasa berperilaku positif sejak usia dini.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pelaksanaan program edukatif serupa secara berkelanjutan guna mendukung tumbuh kembang anak dan mewujudkan generasi yang berkarakter, kreatif, serta saling menghargai.

Pakar Ekonomi Unmuh Jember Ungkap Faktor di Balik Gejolak IHSG, Stabilitas Jadi Sorotan


Gejolak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menjadi perhatian pelaku pasar modal Indonesia. Penurunan indeks tersebut dinilai tidak hanya berkaitan dengan kondisi perusahaan, tetapi juga dipengaruhi sentimen global, transparansi pasar modal, serta kepercayaan investor terhadap stabilitas ekonomi dan politik Indonesia.

Wakil Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember, Rendy Mirwan Aspirandi, SE., MSA., menjelaskan bahwa salah satu faktor yang menjadi perhatian pasar adalah pemberitaan mengenai kemungkinan penurunan klasifikasi pasar saham Indonesia oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI), penyedia indeks pasar global. Menurutnya, isu tersebut dapat memengaruhi persepsi investor terhadap prospek pasar modal Indonesia.

Beliau menyebut IHSG sempat mengalami penurunan lebih dari 11 persen. Ia menilai, respons pasar terhadap pemberitaan tersebut menunjukkan pentingnya transparansi dan kepastian dalam pengelolaan pasar modal.

Menurutnya, langkah peningkatan transparansi yang telah dilakukan, termasuk kebijakan terkait free float atau porsi saham yang tersedia untuk diperdagangkan kepada publik, perlu terus diperkuat. Upaya tersebut harus mampu menjawab kebutuhan investor terhadap keterbukaan informasi dan struktur kepemilikan saham perusahaan.

Ia menambahkan, kepercayaan investor tidak hanya ditentukan oleh kinerja perusahaan, tetapi juga oleh kondisi ekonomi dan politik nasional. Stabilitas kebijakan, kepastian hukum, pengendalian inflasi, serta pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) menjadi sejumlah aspek yang turut diperhatikan investor global.

“Investor global itu lebih suka kestabilan dibandingkan keuntungan besar dalam waktu singkat,” jelasnya.

Menurutnya, investor internasional cenderung mempertimbangkan konsistensi pertumbuhan dan kepastian jangka panjang. Karena itu, dinamika politik dan perubahan kebijakan yang menimbulkan ketidakpastian berpotensi memengaruhi kepercayaan terhadap pasar Indonesia.

Meski demikian, beliau menegaskan bahwa penurunan harga saham tidak selalu mencerminkan memburuknya kinerja perusahaan. Harga saham juga dapat bergerak akibat sentimen dan isu jangka pendek yang berkembang di pasar.

Beliau menilai investor perlu membedakan kondisi fundamental perusahaan dengan pergerakan harga saham. Perusahaan yang masih mencatatkan kinerja keuangan positif belum tentu terhindar dari penurunan harga saham ketika pasar diliputi ketidakpastian.

Investor Pemula Perlu Memahami Fundamental Perusahaan

Menghadapi kondisi pasar yang bergejolak, beliau mengingatkan investor pemula agar tidak terburu-buru mengambil keputusan karena kepanikan. beliau menilai tindakan panic selling atau menjual saham akibat kepanikan dapat semakin menekan harga saham, terutama ketika keputusan tidak didasarkan pada analisis yang memadai.

Sebelum membeli saham, investor perlu mempelajari kondisi fundamental perusahaan melalui laporan keuangan. Beberapa aspek yang perlu diperhatikan antara lain pertumbuhan pendapatan, perkembangan laba bersih, serta rekam jejak manajemen perusahaan.

Selain itu, investor perlu mempertimbangkan kondisi geopolitik global yang dapat memengaruhi perekonomian Indonesia. Perubahan harga energi, misalnya, dapat meningkatkan tekanan terhadap biaya produksi dan kondisi ekonomi secara lebih luas.

beliau menyarankan investor pemula untuk tidak sekadar mengikuti tren atau rekomendasi yang beredar di media sosial. Keputusan investasi sebaiknya didasarkan pada informasi yang dapat dipertanggungjawabkan serta pemahaman terhadap risiko yang mungkin dihadapi.

“Kalau beli saham itu harus melihat dulu kinerja perusahaannya secara detail dengan membuka laporan keuangan, membaca pertumbuhan pendapatannya, dan membaca pertumbuhan laba bersihnya,” ujarnya.

Beliau juga mengingatkan investor untuk memahami bahwa investasi saham memiliki risiko, termasuk kemungkinan penurunan nilai investasi. Oleh sebab itu, pemilihan saham perlu disesuaikan dengan tujuan investasi dan kemampuan masing-masing investor dalam menghadapi risiko.

Transparansi dan Kepastian Hukum Perlu Diperkuat

Selain memberikan saran kepada investor, Beliau menilai pemerintah dan lembaga terkait memiliki peran penting dalam menjaga kepercayaan terhadap pasar modal Indonesia.

Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta Bursa Efek Indonesia (BEI) perlu menjalankan peran masing-masing untuk menjaga stabilitas ekonomi dan memperkuat tata kelola pasar modal. Menurutnya, transparansi informasi dan kepastian hukum menjadi aspek penting agar investor memperoleh perlindungan yang memadai.

Beliau menekankan perlunya koordinasi antara OJK dan BEI dalam meningkatkan keterbukaan informasi di pasar modal. Dengan transparansi yang lebih baik, investor ritel diharapkan dapat mengambil keputusan berdasarkan informasi yang jelas dan memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai risiko investasi.

Di sisi lain, pemerintah juga perlu menjaga stabilitas ekonomi dan politik serta memastikan kebijakan yang diambil dapat memberikan kepastian bagi pelaku pasar.

Menurut beliau, gejolak IHSG perlu menjadi momentum untuk memperkuat tata kelola pasar modal Indonesia. Kepercayaan investor tidak cukup dibangun melalui perbaikan kinerja perusahaan, tetapi juga melalui transparansi, kepastian hukum, dan konsistensi kebijakan ekonomi.

Dengan memahami fundamental perusahaan dan tidak mudah terbawa sentimen jangka pendek, investor pemula diharapkan dapat mengambil keputusan secara lebih rasional di tengah dinamika pasar saham.

Connect