Carousel

Jumat, 06 November 2026

Mahasiswa KKN Unmuh Jember Kenalkan Teknik Ecoprint kepada Anak-anak TK YKK 02 Bangkalan


Mengenalkan kreativitas sekaligus kepedulian terhadap lingkungan dapat dilakukan melalui kegiatan sederhana dan menyenangkan. Hal inilah yang dilakukan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Jember melalui kegiatan pengenalan batik dengan teknik ecoprint kepada anak-anak TK YKK 02, Desa Mlajah, Kabupaten Bangkalan.

Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan salah satu teknik pembuatan motif pada kain dengan memanfaatkan bahan-bahan alami yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar, seperti daun dan bunga. Melalui aktivitas tersebut, anak-anak diajak mengenal alternatif berkarya yang memadukan unsur seni, pembelajaran, dan pemanfaatan sumber daya alam.

Dalam praktiknya, mahasiswa KKN memperkenalkan teknik pounding atau teknik pukul. Caranya, daun dan bunga diletakkan di atas permukaan kain, kemudian dipukul secara perlahan hingga bentuk dan warna alaminya berpindah ke kain dan membentuk motif.

Anak-anak diberi kesempatan memilih daun dan bunga sesuai keinginan, menyusun komposisi, hingga mencoba langsung proses pembuatan ecoprint dengan pendampingan mahasiswa dan guru. Antusiasme mereka terlihat ketika bentuk dan warna tumbuhan mulai tercetak pada permukaan kain.

Tidak hanya menjadi pengalaman mengenal seni membatik, kegiatan ini juga memberikan ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan kreativitas dan motorik melalui aktivitas menyusun serta memukul bahan. Mereka sekaligus diajak mengenali berbagai jenis tumbuhan dan memahami bahwa lingkungan sekitar dapat menjadi sumber inspirasi untuk menghasilkan karya.

Penggunaan bahan alami dalam kegiatan ini juga menjadi cara sederhana untuk menanamkan ketertarikan terhadap lingkungan sejak usia dini. Anak-anak diperkenalkan pada pemanfaatan daun dan bunga sebagai bahan berkarya, sehingga pembelajaran tidak hanya berlangsung melalui penjelasan, tetapi juga pengalaman langsung.

Melalui pengenalan teknik ecoprint di TK YKK 02 Desa Mlajah, mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember berupaya menghadirkan pembelajaran yang edukatif, interaktif, dan menyenangkan. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi pengalaman berkesan sekaligus mendorong kreativitas anak dalam mengenal seni berbasis lingkungan.

Mahasiswa KKN RPL Unmuh Jember Ajak Wali Murid KB Sinar Pola Sulap Barang Bekas Menjadi APE Kreatif


Barang bekas yang sering dianggap tidak terpakai ternyata dapat disulap menjadi media bermain yang menarik dan edukatif bagi anak usia dini. Hal inilah yang diperkenalkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Universitas Muhammadiyah Jember, Mirza Nur Afilya, melalui kegiatan sosialisasi dan workshop kreatif bersama wali murid Kelompok Bermain (KB) Sinar Pola, Desa Pagowan, Kecamatan Pasrujambe, Kabupaten Lumajang, Selasa (20/10/2026).

Mengusung tema “Kreasi APE dari Barang Bekas: Workshop Kreatif Wali Murid untuk Anak Usia Dini”, kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut diikuti oleh 15 wali murid. Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orang tua dalam memanfaatkan bahan bekas menjadi Alat Permainan Edukatif (APE) yang mendukung tumbuh kembang anak sekaligus membantu mengurangi sampah di lingkungan sekitar.

Dalam workshop tersebut, para wali murid diajak mengenal sekaligus mempraktikkan pembuatan beberapa jenis APE dari bahan sederhana yang mudah ditemukan. Kreasi yang dihasilkan antara lain puzzle dari daun kering dan kardus, permainan coding angka, serta permainan pengelompokan warna menggunakan styrofoam dan tusuk sate.

Kegiatan diawali dengan pemaparan materi mengenai pengertian dan manfaat APE serta pentingnya menghadirkan media permainan yang edukatif bagi anak usia dini. Selanjutnya, peserta diajak mencari dan mengumpulkan bahan-bahan bekas yang tersedia di lingkungan sekitar untuk diolah menjadi alat permainan.

Memasuki sesi praktik, setiap wali murid diberikan kesempatan untuk berkreasi sesuai ide dan imajinasi masing-masing. Melalui proses tersebut, peserta tidak hanya belajar membuat permainan, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung dalam mengembangkan media belajar sederhana yang dapat digunakan bersama anak di rumah.

Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian mahasiswa KKN terhadap pendidikan anak usia dini sekaligus persoalan lingkungan. Barang-barang yang sebelumnya dianggap tidak memiliki nilai guna dapat dimanfaatkan kembali menjadi sarana bermain dan belajar. Dengan kreativitas, orang tua dapat menyediakan permainan edukatif tanpa harus selalu membeli produk permainan yang mahal.

Salah satu wali murid, Aina Indarika, yang membuat puzzle dari bahan bekas, menyampaikan bahwa permainan tersebut memiliki manfaat bagi perkembangan anak, terutama dalam melatih koordinasi dan konsentrasi.

“Saya membuat puzzle karena puzzle dapat melatih koordinasi antara tangan dan mata, meningkatkan fokus, serta menumbuhkan kesabaran anak,” ujarnya.

Selain menghasilkan APE, workshop ini juga membuka ruang bagi orang tua untuk lebih terlibat dalam proses belajar anak. Pembuatan permainan secara mandiri dapat menjadi aktivitas bersama yang menyenangkan sekaligus mempererat interaksi antara orang tua dan anak. Di sisi lain, kebiasaan memanfaatkan kembali barang yang masih layak pakai diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini.

Melalui program kerja ini, Mirza Nur Afilya berharap para wali murid KB Sinar Pola dapat menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari. Orang tua diharapkan semakin kreatif dalam menghadirkan aktivitas bermain yang edukatif, mudah dibuat, dan sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak.

Program ini sekaligus menunjukkan bahwa dukungan terhadap pendidikan anak usia dini dapat dimulai dari lingkungan keluarga dengan memanfaatkan sumber daya sederhana di sekitar. Dari barang bekas, lahir kreasi yang tidak hanya bernilai edukatif, tetapi juga mengajarkan pentingnya kreativitas dan kepedulian terhadap lingkungan.

Mahasiswa KKN Unmuh Jember Gelar Parenting Class, Ajak Orang Tua Bangun Kemandirian Anak dari Rumah


Melatih kemandirian anak tidak selalu harus dimulai dari hal-hal besar. Kebiasaan sederhana seperti memakai sepatu sendiri, merapikan mainan, hingga makan tanpa disuapi dapat menjadi langkah awal membangun karakter mandiri sejak usia dini. Hal inilah yang menjadi perhatian mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Jember melalui kegiatan Parenting Class di Kelompok Bermain (KB) Lestari, Selasa (27/10/2026).

Mengangkat tema “Membangun Kemandirian Anak Usia Dini melalui Pembiasaan Positif di Rumah”, kegiatan ini diikuti puluhan wali murid, pengurus KB Lestari, serta perangkat desa setempat. Program tersebut dirancang sebagai ruang berbagi pengetahuan bagi orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak, khususnya membangun kebiasaan mandiri di lingkungan keluarga.

Kegiatan menghadirkan Helin Sugianti, mahasiswi KKN Universitas Muhammadiyah Jember, sebagai pemateri. Dalam pemaparannya, Helin mengangkat berbagai situasi yang kerap dihadapi orang tua dalam keseharian, mulai dari anak yang membutuhkan waktu lama saat memakai sepatu, enggan merapikan mainan, hingga kesulitan membiasakan diri makan secara mandiri.

Menurut Helin, kemandirian anak usia dini, khususnya pada rentang usia 2–6 tahun, bukanlah kemampuan yang muncul begitu saja. Kemandirian perlu dibangun melalui pembiasaan yang dilakukan secara konsisten, dengan memberikan contoh dan kesempatan kepada anak untuk mencoba sendiri.

Ia memperkenalkan pendekatan sederhana yang disebut “3T” sebagai panduan bagi orang tua dalam menumbuhkan kemandirian anak tanpa harus selalu mengandalkan perintah atau kemarahan.

Pertama, Teladan dan Tunjukkan, yakni orang tua perlu memberikan contoh secara langsung kepada anak. Anak tidak cukup hanya diminta melakukan sesuatu, tetapi perlu melihat bagaimana cara melakukannya. Kedua, Tega yang Tepat, yaitu memberikan kesempatan kepada anak untuk mencoba menyelesaikan tugas sederhana sendiri, seperti memasang kancing baju atau memakai sepatu, tanpa buru-buru mengambil alih ketika anak mengalami kesulitan.

Ketiga, Tepuk Tangan atau Apresiasi, yaitu memberikan penghargaan terhadap usaha anak, termasuk ketika hasilnya belum sempurna. Pujian yang spesifik terhadap proses dan usaha anak dapat membantu membangun rasa percaya diri sekaligus mendorongnya untuk terus mencoba.

Selain pendekatan 3T, Helin juga membagikan sejumlah cara menghadapi anak yang menolak melakukan sesuatu atau mengalami tantrum. Salah satunya dengan memberikan pilihan sederhana, misalnya menawarkan sepatu merah atau biru, daripada langsung memberikan perintah mutlak. Orang tua juga diajak mengubah aktivitas yang terasa berat menjadi permainan menyenangkan agar anak lebih tertarik untuk melakukannya.

Suasana kegiatan berlangsung interaktif melalui penyampaian materi dan diskusi mengenai pengalaman pengasuhan sehari-hari. Para orang tua mendapat kesempatan untuk berbagi cerita sekaligus memahami bahwa proses membangun kemandirian membutuhkan kesabaran, konsistensi, dan dukungan lingkungan keluarga.

Perwakilan pengurus KB Lestari menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember dan para orang tua yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Ia berharap materi yang disampaikan dapat menjadi bekal praktis bagi orang tua dalam mendampingi anak di rumah.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember dan seluruh Bunda hebat yang sudah hadir. Acara hari ini kita buat santai untuk sharing bareng tentang cara membiasakan kemandirian anak di rumah. Semoga ilmunya bermanfaat dan bisa langsung diterapkan sehari-hari,” ujarnya.

Dukungan juga disampaikan oleh perwakilan Pemerintah Desa Tunjung, Kecamatan Gucialit. Kegiatan parenting dinilai menjadi salah satu bentuk edukasi yang bermanfaat bagi masyarakat, terutama dalam membantu orang tua memahami cara mendidik dan melatih kemandirian anak.

“Dari pihak Desa Tunjung, Kecamatan Gucialit, kami sangat mendukung penuh kegiatan positif seperti ini. Acara ini sangat bagus untuk membimbing kita sebagai orang tua dalam mendidik anak-anak, terutama melatih kemandirian mereka di rumah yang kadang memang bikin gemas atau ada ‘drama’ kecilnya. Semoga apa yang disampaikan pemateri bisa bermanfaat dan langsung diterapkan dalam mendidik buah hati,” ungkapnya.

Melalui Parenting Class ini, mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember berharap orang tua semakin memahami bahwa kemandirian anak tumbuh melalui proses, bukan tuntutan untuk bisa melakukan segala sesuatu secara instan. Memberikan ruang bagi anak untuk mencoba, menghargai setiap usaha, serta mendampingi dengan sabar menjadi bagian penting dalam proses tersebut.

Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud kontribusi mahasiswa KKN dalam mendukung pendidikan keluarga dan penguatan pola asuh anak usia dini. Dengan pembiasaan positif yang dilakukan secara konsisten di rumah, anak diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang lebih percaya diri, bertanggung jawab, dan mandiri.

FKIP Unmuh Jember Dipercaya Kementerian Selenggarakan Program Peningkatan Kompetensi Guru SD Mengajar Bahasa Inggris

Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) kembali mendapat kepercayaan untuk berkontribusi dalam peningkatan kualitas pendidikan nasional. Melalui Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Unmuh Jember mendapat amanah dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk menjadi penyelenggara Program Peningkatan Kompetensi Guru Sekolah Dasar Mengajar Bahasa Inggris (PKGSD-MBI).

Kepercayaan tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) oleh Rektor Unmuh Jember, Dr. Hanafi, M.Pd., di Jakarta pada 5 November 2025. Amanah ini menjadi bentuk kepercayaan terhadap kapasitas FKIP Unmuh Jember dalam mendukung pengembangan kompetensi tenaga pendidik, khususnya dalam pengajaran bahasa Inggris di tingkat sekolah dasar.

FKIP Unmuh Jember dijadwalkan melaksanakan program PKGSD-MBI pada 9 November hingga 14 Desember 2026. Pelaksanaannya mencakup tiga kabupaten, yakni Jember dengan 40 kelompok belajar, Bondowoso sebanyak 21 kelompok, dan Probolinggo sebanyak 25 kelompok. Dengan total 86 kelompok belajar, program ini menjadi tanggung jawab penyelenggaraan yang besar bagi Unmuh Jember.

Amanah tersebut disambut positif oleh pengelola program, civitas akademika, hingga mitra FKIP Unmuh Jember. Dekan FKIP Unmuh Jember, Fitri Amilia, menyampaikan bahwa kepercayaan ini merupakan kesempatan sekaligus tanggung jawab untuk mengambil bagian dalam peningkatan kualitas pendidikan.

“Amanah ini mendapatkan sambutan yang sangat baik, baik dari pengelola, yaitu Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, seluruh civitas akademika, maupun mitra FKIP. Ini adalah wujud komitmen kami untuk berperan dalam meningkatkan kualitas pendidikan,” ujar Fitri Amilia.

Dalam pelaksanaannya, program PKGSD-MBI akan melibatkan dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris serta fasilitator yang telah mendapatkan pelatihan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memastikan kegiatan berjalan sesuai dengan tujuan program sekaligus memberikan pengalaman pembelajaran yang berkualitas bagi para peserta.

Fitri Amilia juga berharap pelaksanaan program ini dapat memberikan manfaat luas bagi berbagai pihak. Selain menjadi kontribusi nyata FKIP dalam pengembangan kompetensi guru, kegiatan ini diharapkan menjadi bukti kinerja unggul Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris dalam menerapkan keilmuan dan kepakarannya untuk menjawab kebutuhan pendidikan.

Besarnya amanah yang diberikan juga menjadi kebanggaan tersendiri bagi Unmuh Jember. Rektor Unmuh Jember, Dr. Hanafi, M.Pd., menyampaikan bahwa Unmuh Jember merupakan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang mendapatkan amanah kelompok belajar dalam jumlah terbesar di Indonesia. Capaian tersebut menjadi kebahagiaan sekaligus kebanggaan bagi seluruh keluarga besar Unmuh Jember.

Kepercayaan tersebut sekaligus menjadi motivasi bagi Unmuh Jember untuk memberikan penyelenggaraan terbaik. Melalui keterlibatan dosen, fasilitator, dan dukungan seluruh unsur kampus, program ini diharapkan dapat terlaksana secara optimal serta memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas guru sekolah dasar.

Unmuh Jember berharap seluruh rangkaian program PKGSD-MBI dapat berjalan lancar. Para peserta diharapkan memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang memadai sehingga mampu menjadi guru kelas yang andal dan kompeten dalam mengajarkan bahasa Inggris di sekolah dasar.

Melalui amanah ini, Unmuh Jember kembali menegaskan komitmennya untuk tidak hanya menjalankan peran sebagai institusi pendidikan tinggi, tetapi juga menjadi mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan pendidikan di Indonesia.

Borong Penghargaan di ADIYC 2026, Mahasiswa Unmuh Jember Tunjukkan Prestasi di Ajang Internasional


Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang Ahmad Dahlan International Youth Camp (ADIYC) 2026 4th Series. Mengusung tema “Youth in Action: Leading Change, Creating Impact”, kegiatan berskala internasional ini berlangsung selama tiga hari, 27–29 Oktober 2026, di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan Pujon Hills Camp Ground, Malang.

ADIYC 2026 diikuti lebih dari 200 peserta yang terdiri atas mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan 'Aisyiyah (PTMA) di Indonesia serta delegasi internasional, di antaranya dari Tanzania, Sudan, Timor Leste, dan sejumlah negara lainnya. Kegiatan ini menjadi ruang pertemuan bagi para pemuda untuk mengembangkan kapasitas kepemimpinan, memperluas jejaring internasional, meningkatkan kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris, serta merancang solusi atas berbagai isu global melalui aksi nyata di lingkungan masing-masing.

Selama kegiatan, peserta mengikuti beragam agenda interaktif, mulai dari Focus Group Discussion (FGD), workshop dan training, presentasi poster, international talk show bertema kesehatan mental, outbound, hingga kompetisi antarkelompok. Rangkaian kegiatan juga dilengkapi dengan cultural night dan eksplorasi alam yang mendorong kolaborasi sekaligus memperkenalkan keberagaman budaya antarpeserta.

Kontingen Unmuh Jember yang berasal dari berbagai fakultas, yakni FKIP, FISIP, FIKES, Psikologi, dan Fakultas Teknik, berhasil meraih sejumlah penghargaan dalam berbagai kategori. Capaian tersebut menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam berkolaborasi, menyampaikan gagasan, berkreasi, serta berkompetisi bersama peserta dari berbagai latar belakang.

Pada kategori Digital Poster Competition, Satria Bagaskoro dari FISIP meraih Honorable Mention I. Sementara itu, Fransiskus D. Fandi Asa dari Teknik Elektro dan Nadia Arofana dari FISIP memperoleh Honorable Mention II. Natasya Aulia Ramadhani dari Program Studi Sistem Informasi meraih Favorite Poster dan Favorite Creative Content. Penghargaan Favorite Poster dan Favorite Creative Content juga diraih Abil Fath Alfariziq Syihab dari Teknik Elektro.

Prestasi berikutnya diraih dalam kategori Best FGD pada Parallel Sub-Theme FGD. Ariel Septa Eka Nurrahman dari Teknik Sipil, Gabriele Eudora Eluana S. dari Sistem Informasi, Fransiskus D. Fandi Asa dari Teknik Elektro, dan Nadia Arofana dari FISIP berhasil meraih Juara I Best FGD. Sementara itu, Relova Rayya Agastya Hyrae dari Teknik Lingkungan dan Mafazatul meraih Juara II Best FGD.

Di kategori Creative Content Competition, Faisal Fahri dari Teknik Informatika meraih Best Creative Content I. Gabriele Eudora Eluana S. memperoleh Best Creative Content II, sedangkan Hotijatul M. meraih Best Creative Content III. Capaian ini memperlihatkan kreativitas mahasiswa dalam mengemas gagasan menjadi konten yang menarik melalui format digital.

Mahasiswa Unmuh Jember juga menunjukkan penampilan dan kekompakan dalam rangkaian Cultural Night dan Yel-Yel Competition. Relova Rayya Agastya Hyrae meraih 2nd Best Performance Cultural Night, sementara Natasya Aulia Ramadhani dan Abil Fath Alfariziq Syihab memperoleh 3rd Best Performance Cultural Night.

Pada kompetisi yel-yel, Faisal Fahri meraih kategori Most Collaboration Team. Arivaldi Wagiyono dari Sistem Informasi dan Akmal Hisam Dani dari Teknik Sipil memperoleh Most Creative Team. Kategori Most Unique Team diraih M. Ivan Ferdiansyah dari Teknik Lingkungan dan Zaskia Anzani Putri dari Psikologi. Sementara itu, Lutfiah Indah Fardiyatin dari PGPAUD bersama Tim Juanda meraih Most Entertaining Team, sedangkan Nasywa Putri Anyelir dari PGPAUD memperoleh Most Dedicated Team.

Salah satu mahasiswa peraih penghargaan, Lutfiah Indah Fardiyatin, mengungkapkan bahwa ADIYC 2026 menjadi pengalaman berharga karena memberinya kesempatan untuk berinteraksi dan berkolaborasi dengan mahasiswa dari berbagai daerah hingga negara.

“Pengalaman mengikuti ADIYC 2026 benar-benar berkesan. Bisa berinteraksi dan berkolaborasi langsung dengan teman-teman mahasiswa dari berbagai PTMA se-Indonesia hingga peserta internasional dari Tanzania, Sudan, dan negara lainnya memberikan sudut pandang baru bagi kami. Penghargaan ini menjadi motivasi besar untuk terus berkarya dan membawa dampak positif bagi lingkungan sekitar,” ujar Lutfiah.

Keikutsertaan mahasiswa lintas fakultas dalam kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk mengembangkan kemampuan di luar bidang akademik masing-masing. Melalui diskusi, kompetisi, dan aktivitas kolaboratif, mahasiswa dapat bertukar perspektif, membangun jejaring, serta mengasah keterampilan komunikasi dan kepemimpinan dalam lingkungan multikultural.

Deretan penghargaan yang diraih menjadi capaian positif bagi Unmuh Jember sekaligus menambah pengalaman internasional mahasiswa. Prestasi tersebut diharapkan dapat mendorong semakin banyak mahasiswa untuk berani mengambil peluang, mengembangkan potensi, dan berkontribusi dalam berbagai forum kepemudaan.

Melalui partisipasi dalam ADIYC 2026, Unmuh Jember terus mendorong mahasiswa untuk tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga aktif berkolaborasi, berinovasi, dan menghadirkan dampak positif bagi masyarakat. Semangat “Youth in Action: Leading Change, Creating Impact” pun menjadi pengingat bahwa perubahan dapat dimulai dari gagasan dan aksi nyata generasi muda.

Mahasiswa KKN RPL Unmuh Jember Ajak Wali Murid KB Sinar Pola Sulap Barang Bekas Menjadi APE Kreatif


Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember), Mirza Nur Afilya, menggelar sosialisasi dan workshop pembuatan Alat Permainan Edukatif (APE) dari barang bekas bersama 15 wali murid KB Sinar Pola, Desa Pagowan, Kecamatan Pasrujambe, Kabupaten Lumajang, Selasa (20/10/2026).

Kegiatan bertajuk “Kreasi APE dari Barang Bekas: Workshop Kreatif Wali Murid untuk Anak Usia Dini” tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orang tua dalam memanfaatkan barang bekas menjadi media permainan edukatif yang mendukung tumbuh kembang anak. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong kepedulian terhadap lingkungan melalui pemanfaatan kembali barang yang masih layak digunakan.

Dalam kegiatan tersebut, para wali murid diperkenalkan dengan konsep APE, mulai dari pengertian, manfaat, hingga perannya dalam mendukung proses belajar anak usia dini. Materi kemudian dilanjutkan dengan praktik membuat berbagai permainan menggunakan bahan sederhana yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar.

Beberapa APE yang dibuat peserta antara lain puzzle dari daun kering dan kardus, permainan coding angka, serta permainan pengelompokan warna menggunakan styrofoam dan tusuk sate. Para wali murid juga diberi kesempatan untuk mengembangkan ide dan kreativitas masing-masing dalam merancang permainan.

Proses pembuatan diawali dengan mengumpulkan bahan-bahan bekas yang tersedia di sekitar lingkungan. Bahan tersebut kemudian diolah menjadi media permainan yang menarik dan memiliki nilai edukatif. Melalui praktik langsung ini, peserta dapat memahami bahwa barang yang sebelumnya dianggap tidak terpakai masih dapat dimanfaatkan menjadi sarana belajar anak.

Salah satu wali murid, Aina Indarika, yang membuat APE berupa puzzle, menyampaikan bahwa permainan tersebut memiliki manfaat bagi perkembangan anak.

“Saya membuat puzzle karena puzzle dapat melatih koordinasi antara tangan dan mata, meningkatkan fokus, serta menumbuhkan kesabaran anak,” ujarnya.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kepedulian mahasiswa KKN RPL Unmuh Jember terhadap pendidikan anak usia dini dan kelestarian lingkungan. Pembuatan APE dari barang bekas juga memberikan alternatif bagi orang tua untuk menyediakan permainan edukatif tanpa harus selalu membeli produk dengan harga mahal.

Melalui workshop ini, wali murid diharapkan dapat menerapkan keterampilan yang diperoleh di rumah dengan melibatkan anak dalam aktivitas bermain dan belajar. Selain mendukung perkembangan anak, kebiasaan memanfaatkan kembali barang yang masih layak pakai juga dapat membantu mengurangi sampah di lingkungan sekitar.

Program tersebut menegaskan bahwa kreativitas dan keterlibatan orang tua memiliki peran penting dalam menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak usia dini. Dengan memanfaatkan bahan sederhana, keluarga dapat menghadirkan permainan edukatif sekaligus menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini.

Mahasiswa KKN RPL Unmuh Jember Latih Wali Murid TK Dharma Wanita Rojopolo Membuat Bolu Pisang



Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember), Sulasmi, menggelar pelatihan pembuatan kue bolu berbahan dasar pisang bersama wali murid TK Dharma Wanita Rojopolo, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Lumajang, Rabu (28/10/2026).

Kegiatan yang diikuti 27 wali murid tersebut merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan Sulasmi di desa tempat tinggalnya, yakni Desa Rojopolo. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam mengolah bahan pangan lokal menjadi camilan yang menarik dan bernilai ekonomis.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala TK Dharma Wanita Rojopolo, Indah, serta Ketua Komite TK Dharma Wanita Rojopolo. Kehadiran pihak sekolah dan komite menjadi bentuk dukungan terhadap upaya pemberdayaan wali murid melalui kegiatan berbasis keterampilan.

Dalam pelaksanaannya, Sulasmi memberikan pendampingan secara langsung kepada peserta. Pelatihan dimulai dengan pengenalan bahan dan peralatan, persiapan bahan, pencampuran adonan, hingga proses pembuatan bolu pisang. Para wali murid juga terlibat langsung dalam setiap tahapan praktik.

Pisang dipilih sebagai bahan utama karena mudah diperoleh di lingkungan masyarakat dan dapat diolah menjadi beragam produk makanan. Melalui pelatihan ini, peserta diajak memanfaatkan pisang yang biasanya dikonsumsi secara langsung menjadi camilan alternatif untuk keluarga, khususnya anak-anak.

Ketua Komite TK Dharma Wanita Rojopolo menyambut positif kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan ini memberikan tambahan pengetahuan bagi wali murid untuk membuat camilan bagi anak sekaligus membuka peluang untuk mengembangkan kreasi olahan berbahan dasar pisang.

Ia berharap keterampilan yang diperoleh tidak hanya berhenti pada pembuatan bolu, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi berbagai variasi makanan lainnya dengan memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia di rumah.

Sulasmi menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN RPL Unmuh Jember dalam memberdayakan masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya sendiri. Melalui pendampingan dan praktik langsung, ia berharap pengetahuan yang dibagikan dapat diterapkan oleh para wali murid dalam kehidupan sehari-hari.

Selain memberikan keterampilan pengolahan pangan, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antara mahasiswa, pihak sekolah, komite, dan wali murid. Interaksi selama pelatihan menciptakan ruang belajar bersama sekaligus mendorong peserta untuk saling berbagi pengalaman.

Melalui pelatihan pembuatan bolu pisang ini, para wali murid diharapkan semakin kreatif dalam memanfaatkan potensi bahan pangan lokal. Keterampilan tersebut juga berpotensi dikembangkan menjadi usaha rumahan apabila dikelola secara berkelanjutan.

Kegiatan ini menunjukkan bahwa pengabdian mahasiswa KKN RPL Unmuh Jember dapat dimulai dari lingkungan terdekat. Dengan mengoptimalkan potensi lokal dan melibatkan masyarakat secara langsung, program KKN diharapkan mampu menghadirkan manfaat yang dapat terus dikembangkan setelah kegiatan berakhir.

Connect