Carousel

Kamis, 30 Juli 2026

Ciamik, Lima Jurnal Unmuh Jember Raih Peningkatan Peringkat Akreditasi SINTA

Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember kembali menorehkan prestasi, kali ini di bidang publikasi ilmiah. Berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 355/DST/D.D1/HM.01.01/2026 tentang Peringkat Akreditasi Baru Jurnal Ilmiah Periode III Tahun 2025, lima jurnal yang dikelola Unmuh Jember berhasil meningkatkan maupun mempertahankan peringkat akreditasi Science and Technology Index (SINTA).

Capaian tersebut menjadi bukti komitmen Unmuh Jember dalam meningkatkan kualitas tata kelola jurnal ilmiah serta mendorong publikasi hasil penelitian yang memenuhi standar nasional. Keberhasilan ini juga menunjukkan konsistensi universitas dalam membangun budaya akademik yang berorientasi pada mutu dan keberlanjutan.

Seluruh jurnal ilmiah Unmuh Jember berada di bawah koordinasi UPT Pengelolaan Hasil Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (PHP2M). Melalui berbagai program pembinaan, mulai dari pendampingan pengelola jurnal, penguatan kapasitas editor dan reviewer, hingga peningkatan kualitas substansi artikel, UPT PHP2M terus berupaya meningkatkan mutu jurnal agar memenuhi standar akreditasi nasional.

Berdasarkan hasil akreditasi terbaru, capaian yang berhasil diraih Universitas Muhammadiyah Jember meliputi:

  • Justindo (Jurnal Sistem dan Teknologi Informasi Indonesia) meningkat dari SINTA 4 menjadi SINTA 3.

  • JASIE berhasil meraih akreditasi baru pada peringkat SINTA 4.

  • The Indonesian Journal of Health Sciences (TIJHS) berhasil mempertahankan peringkat SINTA 4.

  • Jurnal Pengabdian IPTEKS meningkat dari SINTA 5 menjadi SINTA 4.

  • Jiwakarta naik dari SINTA 6 menjadi SINTA 5.

Kepala UPT PHP2M Unmuh Jember, Abdul Jalil, S.P., M.P., menyampaikan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja sama seluruh pihak yang terlibat dalam pengelolaan jurnal ilmiah.

"Capaian ini merupakan hasil sinergi antara pengelola jurnal, editor, reviewer, penulis, serta dukungan pimpinan universitas dalam membangun budaya publikasi ilmiah yang berkualitas," ujarnya.

Lebih lanjut, Abdul Jalil menjelaskan bahwa UPT PHP2M masih memfokuskan strategi pengembangan jurnal pada pencapaian akreditasi nasional hingga peringkat SINTA 2. Langkah tersebut disesuaikan dengan kebijakan dan regulasi terbaru mengenai akreditasi jurnal nasional, sehingga penguatan tata kelola, peningkatan kualitas artikel, konsistensi penerbitan, serta pemenuhan seluruh instrumen akreditasi menjadi prioritas utama.

Setelah target tersebut tercapai, pengembangan jurnal akan diarahkan secara bertahap menuju peningkatan visibilitas dan reputasi di tingkat internasional. Upaya tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan publikasi ilmiah Unmuh Jember sekaligus meningkatkan kontribusi penelitian bagi perkembangan ilmu pengetahuan.

Keberhasilan lima jurnal meraih peningkatan dan mempertahankan akreditasi SINTA diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh pengelola jurnal di lingkungan Unmuh Jember untuk terus meningkatkan kualitas publikasi ilmiah.

Dengan semangat kolaborasi dan pembinaan yang berkelanjutan, Unmuh Jember optimistis semakin banyak jurnal yang mampu meraih akreditasi lebih tinggi dan memperkuat reputasi institusi sebagai perguruan tinggi unggul dalam bidang penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan publikasi ilmiah.

Mahasiswa KKN Kolaboratif 05 Tanam Benih Semangka Bersama Petani Desa Mojosari


Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif 05 melaksanakan kegiatan penanaman benih semangka bersama petani di Desa Mojosari, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, Selasa (21/7/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dalam mendukung pengembangan sektor pertanian sekaligus memperkuat sinergi perguruan tinggi dengan desa.

Kegiatan tersebut melibatkan mahasiswa dari empat perguruan tinggi, yaitu Universitas Jember (UNEJ), Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember, Universitas Islam Jember (UIJ), dan Universitas Al-Falah As-Sunniyah Kencong (UAS). Bersama para petani, mahasiswa mengikuti seluruh tahapan budidaya semangka, mulai dari persiapan lahan hingga proses penanaman benih sesuai teknik yang diterapkan oleh petani setempat.

Desa Mojosari dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memiliki potensi yang besar dalam sektor pertanian, khususnya budidaya semangka. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman belajar secara langsung mengenai praktik pertanian, tetapi juga turut berkontribusi dalam mendukung pengembangan potensi lokal bersama masyarakat.

Kepala Desa Mojosari mengapresiasi keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara mahasiswa KKN dan masyarakat merupakan wujud nyata sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa dalam mendukung pembangunan berbasis potensi lokal. Ia berharap kehadiran mahasiswa dapat memberikan semangat baru sekaligus mendorong lahirnya berbagai program yang bermanfaat bagi masyarakat.

Salah seorang petani yang mendampingi kegiatan juga menyampaikan bahwa keikutsertaan mahasiswa memberikan dampak positif karena mereka tidak hanya melakukan observasi, tetapi turut terlibat secara langsung dalam proses penanaman. Menurutnya, kegiatan ini menjadi sarana berbagi pengetahuan sekaligus memperkenalkan kondisi pertanian di Desa Mojosari kepada mahasiswa.

Sementara itu, Koordinator KKN Desa Mojosari menjelaskan bahwa penanaman benih semangka merupakan bagian dari upaya mahasiswa untuk memahami potensi desa melalui pendekatan partisipatif. Selain mendukung aktivitas pertanian masyarakat, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat kerja sama antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan desa yang berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, KKN Kolaboratif Ke-5 Pemerintah Kabupaten Jember Tahun 2026 diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat sekaligus menjadi wadah pembelajaran bagi mahasiswa dalam mengimplementasikan ilmu pengetahuan, meningkatkan kepedulian sosial, serta membangun kemitraan dengan masyarakat demi mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan.

Dekatkan Akses Layanan Kesehatan, Mahasiswa KKN Kolaboratif dan Agen PESIAR Gelar Program VIOLA di Desa Mayangan

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaborasi bersama tiga Agen PESIAR Desa Mayangan menggelar kegiatan sosialisasi dan pendampingan program Virtual Office Layanan Peserta (VIOLA) BPJS Kesehatan pada Senin (27/7) pukul 13.00 WIB di Balai Desa Mayangan, Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember.

Program tersebut merupakan salah satu upaya mendekatkan akses pelayanan administrasi kesehatan kepada masyarakat desa. Melalui layanan VIOLA, warga tidak perlu datang langsung ke kantor cabang BPJS Kesehatan karena proses pelayanan dapat dilakukan secara daring melalui sambungan video conference dengan petugas BPJS Kesehatan.

Kegiatan ini menjadi bagian dari program mandatori Pemerintah Kabupaten Jember dalam mendukung kemudahan akses layanan publik, khususnya di bidang kesehatan. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN menyediakan perangkat komputer dan jaringan internet yang digunakan masyarakat untuk terhubung langsung dengan petugas BPJS Kesehatan.

Sebanyak 16 warga Desa Mayangan memanfaatkan layanan tersebut secara gratis. Berbagai kebutuhan administrasi berhasil dilayani, mulai dari pendaftaran peserta baru, perubahan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), perubahan data identitas, hingga penyampaian pengaduan terkait kepesertaan BPJS Kesehatan.

Peran Strategis Agen PESIAR dalam Pendampingan Masyarakat

Pelaksanaan program VIOLA turut melibatkan tiga Agen PESIAR (Pemetaan, Penyisiran, Advokasi, dan Registrasi) Desa Mayangan yang ditugaskan berdasarkan rekomendasi Kepala Desa. Para agen tersebut telah memiliki pakta integritas, kartu identitas resmi, serta mendapatkan pembekalan teknis dari perangkat desa dan BPJS Kesehatan melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS).

Dalam kegiatan pendampingan, Agen PESIAR memiliki sejumlah peran penting, di antaranya melakukan pemetaan dan penyisiran terhadap masyarakat yang belum terjangkau program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), membantu proses advokasi dan registrasi peserta, menyusun laporan perkembangan program, serta melakukan pemantauan terhadap keaktifan kepesertaan BPJS Kesehatan masyarakat di tingkat desa.

Warga Rasakan Kemudahan Layanan

Kehadiran program VIOLA mendapatkan respons positif dari masyarakat Desa Mayangan. Salah seorang warga mengungkapkan bahwa layanan tersebut memberikan kemudahan karena proses administrasi dapat dilakukan tanpa harus keluar desa dan menunggu antrean panjang.

"Pelayanannya cepat dan tidak ribet. Saya dibantu adek-adek mahasiswa dan petugas agen untuk mengurus perubahan faskes keluarga tanpa perlu antre lama di luar desa," ungkapnya.

Melalui kolaborasi antara mahasiswa KKN, Agen PESIAR, Pemerintah Desa Mayangan, dan BPJS Kesehatan, kegiatan pendampingan ini diharapkan mampu mempercepat transformasi digital layanan publik serta meningkatkan cakupan kepesertaan aktif JKN di tingkat desa.

Kegiatan tersebut ditutup dengan sesi foto bersama sebagai bentuk apresiasi atas sinergi seluruh pihak yang terlibat dalam mendukung kemudahan akses layanan kesehatan bagi masyarakat Desa Mayangan.

Rabu, 29 Juli 2026

Pakar Hukum Unmuh Jember: Main Hakim Sendiri Tak Pernah Dibenarkan dalam Negara Hukum


Baru-baru ini, kasus dugaan pencurian ayam yang berujung pada meninggalnya pelaku di Bali menjadi perhatian publik dan memicu perdebatan banyak kalangan mengenai batas pembelaan diri serta tindakan main hakim sendiri. Menanggapi fenomena tersebut, dosen Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember, Dr. Fina Rosalina, S.H., M.H., menegaskan bahwa dalam negara hukum, tidak ada alasan yang dapat membenarkan tindakan main hakim sendiri (vigilantism), meskipun pelaku diduga melakukan tindak pidana.

Menurutnya, peristiwa tersebut merupakan pelanggaran hukum yang serius karena bertentangan dengan prinsip due process of law, yakni asas yang menjamin setiap orang memperoleh proses peradilan yang sah, adil, dan setara.

Secara kriminologis, beliau menjelaskan bahwa tindakan main hakim sendiri sering kali dipicu oleh kemarahan kolektif masyarakat terhadap pelaku kejahatan. Dalam kasus ini, masyarakat diduga tersulut emosi karena wilayah tersebut kerap mengalami kehilangan hewan ternak. Meskipun demikian, kondisi tersebut tidak dapat dijadikan pembenaran untuk menghilangkan hak seseorang menjalani proses hukum.

"Tidak pernah ada alasan yang dapat membenarkan tindakan main hakim sendiri, apa pun latar belakangnya," tegasnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa tidak ada satu pun instrumen hukum di Indonesia yang melegalkan tindakan menghakimi pelaku kejahatan di luar proses peradilan. Sebaliknya, pelaku pengeroyokan atau tindakan yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang justru dapat dipidana.

Dalam hukum pidana dikenal adanya alasan pembenar dan alasan pemaaf yang dapat menggugurkan pertanggungjawaban pidana pada kondisi tertentu. Misalnya, seseorang yang melakukan pembelaan terhadap dirinya ketika diserang secara langsung. Namun, tindakan main hakim sendiri tidak termasuk dalam kedua kategori tersebut karena masyarakat telah mengambil alih kewenangan aparat penegak hukum.

Bagaimana Pembelaan Sebagai Korban Dari Tindak Kejahatan?

Dr. Fina menegaskan bahwa hukum tetap memberikan ruang bagi masyarakat untuk melakukan pembelaan diri apabila menghadapi ancaman secara langsung. Akan tetapi, pembelaan tersebut harus dilakukan secara proporsional, tidak berlebihan, dan hanya ketika benar-benar tidak ada pilihan lain untuk menghindari ancaman.

"Adanya ancaman itu harus bersifat seketika dan mendesak, jadi jika masih ada jeda waktu untuk pergi atau menghindar, maka tidak masuk dalam kategori pembelaan diri," tegasnya.

Selain itu, apabila pelaku tertangkap tangan melakukan tindak pidana, masyarakat diperbolehkan melakukan penangkapan. Namun, pelaku beserta barang bukti harus segera diserahkan kepada pihak kepolisian agar proses hukum dapat berjalan sebagaimana mestinya. Penundaan penyerahan justru berpotensi memicu emosi massa dan berujung pada tindakan anarkis.

Dari perspektif hak asasi manusia (HAM), ia menegaskan bahwa setiap orang, termasuk mereka yang diduga melakukan tindak pidana, tetap memiliki hak untuk mendapatkan perlindungan hukum. Hal tersebut sejalan dengan asas presumption of innocence atau praduga tidak bersalah, di mana seseorang baru dapat dinyatakan bersalah setelah melalui proses peradilan yang sah.

"Dalam perspektif HAM, tersangka ataupun terdakwa harus diposisikan sebagai subjek yang memiliki hak, bukan sebagai objek yang dapat diperlakukan secara tidak manusiawi," jelasnya.

Sebagai penutup, beliau menilai bahwa peristiwa tersebut harus menjadi pembelajaran bersama bagi masyarakat. Menurutnya, baik tindakan pencurian maupun main hakim sendiri sama-sama merupakan perbuatan yang melanggar hukum dan harus diproses sesuai mekanisme yang berlaku.

Ia juga menekankan pentingnya membangun kesadaran hukum masyarakat melalui edukasi yang berkelanjutan. Di sisi lain, aparat penegak hukum diharapkan mampu bertindak cepat, profesional, dan efektif dalam menangani setiap tindak pidana sehingga kepercayaan masyarakat terhadap sistem peradilan dapat terus terjaga.

Melalui peristiwa ini, masyarakat diingatkan bahwa penyelesaian setiap persoalan hukum harus diserahkan kepada aparat yang berwenang. Menjunjung supremasi hukum merupakan langkah penting untuk menciptakan keadilan sekaligus mencegah munculnya tindakan kekerasan yang justru melahirkan pelanggaran hukum baru.

FEB Unmuh Jember Libatkan Stakeholder Nasional dan Internasional dalam Penyusunan Kurikulum Berbasis OBE 2026


Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Jember terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan melalui Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Kurikulum Berbasis Outcome-Based Education (OBE) Tahun 2026.

Kegiatan yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting pada Rabu (22/7) ini menjadi forum kolaboratif yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk memberikan masukan terhadap pengembangan kurikulum. Tidak hanya melibatkan unsur internal fakultas, FGD juga menghadirkan alumni, pengguna lulusan, dunia usaha dan dunia industri, instansi pemerintah, praktisi, hingga mitra internasional. Sinergi tersebut diharapkan mampu menghasilkan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja sekaligus menjawab tantangan global.

Dalam forum tersebut, masing-masing program studi memaparkan arah pengembangan kurikulum yang disesuaikan dengan karakteristik keilmuan dan kebutuhan industri. Program Studi Magister Manajemen menitikberatkan pada penguatan kompetensi manajerial berbasis OBE melalui empat konsentrasi utama. Sementara itu, Program Studi S1 Manajemen mengembangkan kurikulum yang mendukung implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), termasuk konversi magang hingga 20 SKS dan penyelesaian tugas akhir berbasis proyek.

Di sisi lain, Program Studi S1 Akuntansi menghadirkan pembaruan kurikulum yang berfokus pada Akuntansi Digital, Sustainability Accounting, serta Akuntansi Amal Usaha Muhammadiyah. Adapun Program Studi S1 Bisnis Digital mengarahkan pengembangan kurikulum pada penguatan kompetensi transformasi digital, business intelligence, kewirausahaan digital, serta pengembangan AI Business Academy dan Teaching Factory sebagai sarana pembelajaran berbasis praktik.

Diskusi berlangsung dinamis dengan beragam masukan dari para peserta. Perwakilan Badan Kepegawaian dan Pengembangan SUmber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Jember menyoroti pentingnya penguatan materi digital government dan pemanfaatan teknologi informasi dalam tata kelola pemerintahan.

Sementara itu, Kantor Jasa Akuntan merekomendasikan peningkatan kompetensi perpajakan digital melalui implementasi Coretax Administration System serta perluasan kesempatan magang bagi mahasiswa.

Perspektif internasional turut memperkaya pembahasan. Mitra dari Tashkent University, Uzbekistan, dan Ifugao State University, Filipina, menekankan pentingnya memperluas kolaborasi akademik lintas negara, memperkuat kompetensi global mahasiswa, serta meningkatkan kualitas lulusan agar mampu bersaing di tingkat internasional.


Masukan-masukan tersebut kemudian dirumuskan menjadi sejumlah rekomendasi strategis, di antaranya penyempurnaan profil lulusan, penguatan implementasi Outcome-Based Education (OBE), integrasi kompetensi digital pada seluruh program studi, perluasan kerja sama dengan dunia usaha dan dunia industri, pengembangan pembelajaran berbasis praktik, hingga peningkatan internasionalisasi kurikulum melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi luar negeri.

Sebagai tindak lanjut, FEB Universitas Muhammadiyah Jember akan melakukan penyempurnaan profil lulusan, Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), serta struktur kurikulum pada setiap program studi. Hasil FGD ini juga akan menjadi pijakan dalam Workshop Penyempurnaan Kurikulum sebelum dokumen kurikulum ditetapkan dan diterapkan pada tahun akademik mendatang.

Melalui penyusunan kurikulum yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, FEB Universitas Muhammadiyah Jember menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang inovatif, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan dunia kerja. Upaya tersebut diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang unggul, profesional, berdaya saing nasional maupun internasional, serta tetap berlandaskan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.

Selasa, 28 Juli 2026

FEB Unmuh Jember Perkuat Kurikulum Berbasis OBE, Hadirkan Pakar UMP untuk Siapkan Lulusan Adaptif

Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Jember terus memperkuat kualitas pendidikan melalui penyempurnaan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE). Komitmen tersebut diwujudkan melalui Workshop Kurikulum "Memahami Filosofi Kurikulum Outcome-Based Education (OBE)" yang digelar di Ruang Rapat Gedung A Lantai 2 Universitas Muhammadiyah Jember, Selasa (28/7/2026).

Workshop diikuti oleh tim kurikulum dari empat program studi di lingkungan FEB, yakni Program Studi Manajemen, Akuntansi, Bisnis Digital, dan Magister Manajemen. Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah strategis fakultas dalam memastikan kurikulum selalu selaras dengan kebutuhan dunia kerja, perkembangan industri, serta standar pendidikan tinggi yang terus berkembang.

Menghadirkan pakar pengembangan kurikulum dari Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Prof. Dr. Naelati Tubastuvi, S.E., M.Si., workshop memberikan pemahaman komprehensif mengenai implementasi OBE sebagai pendekatan pembelajaran yang berorientasi pada capaian lulusan.

Workshop dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Jember, Dr. Hanafi, M.Pd. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa evaluasi kurikulum harus dilakukan secara berkelanjutan agar lulusan memiliki kompetensi yang relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan dunia kerja.

"Perguruan tinggi harus mampu menyiapkan lulusan yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki kompetensi yang sesuai dengan tuntutan zaman. Karena itu, penyempurnaan kurikulum menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda," ungkapnya.

Dalam sesi utama, Prof. Naelati menjelaskan bahwa perubahan dunia kerja yang berlangsung sangat cepat menuntut perguruan tinggi untuk bertransformasi. Menurutnya, penerapan Outcome-Based Education menjadi salah satu pendekatan yang mampu menjawab tantangan tersebut karena menitikberatkan proses pendidikan pada hasil belajar yang harus dimiliki lulusan.

Ia memaparkan berbagai aspek penting dalam penyusunan kurikulum OBE, mulai dari penyelarasan visi, misi, dan nilai institusi, penyusunan profil lulusan, perumusan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), hingga pengembangan mata kuliah, metode pembelajaran, serta instrumen penilaian yang terukur.

Tidak hanya memperoleh materi secara konseptual, peserta juga mengikuti klinik kurikulum yang menjadi salah satu sesi utama dalam workshop. Pada kesempatan tersebut, masing-masing program studi melakukan konsultasi langsung dengan narasumber untuk menyempurnakan dokumen kurikulum yang telah disusun, termasuk pemetaan capaian pembelajaran pada setiap semester.

Diskusi berlangsung interaktif karena setiap tim program studi dapat memperoleh masukan secara spesifik terkait penyusunan CPL, struktur kurikulum, hingga penyelarasan antara proses pembelajaran dan kompetensi lulusan yang ingin dicapai.

Melalui kegiatan ini, FEB Universitas Muhammadiyah Jember berharap seluruh program studi mampu menghasilkan kurikulum yang lebih adaptif, responsif terhadap perkembangan kebutuhan industri, serta mendukung peningkatan mutu akademik secara berkelanjutan.

Workshop kemudian ditutup dengan penyampaian rekomendasi tindak lanjut. Seluruh program studi diminta segera menyempurnakan dokumen kurikulum berdasarkan hasil diskusi dan masukan selama kegiatan, sebagai bagian dari komitmen FEB Universitas Muhammadiyah Jember dalam mencetak lulusan yang unggul, kompetitif, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja di masa depan.

 

Buka Peluang Studi Lanjut dan Kolaborasi Riset, Unmuh Jember Perkuat Kerja Sama Internasional dengan Ibaraki University Jepang

Penandatangan MoU Unmuh Jember dengan Ibaraki University


Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember terus memperluas jejaring kerja sama internasional melalui kolaborasi dengan Ibaraki University, Jepang. Kerja sama ini membuka berbagai peluang bagi sivitas akademika Unmuh Jember, mulai dari studi lanjut, pertukaran mahasiswa, hingga kolaborasi penelitian yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan.

Dalam kerja sama tersebut, hadir Dekan College of Engineering Ibaraki University, Prof. Yokoki, yang menyampaikan ketertarikannya untuk membangun kolaborasi dengan Unmuh Jember. Menurutnya, kesesuaian bidang keilmuan yang dimiliki kedua institusi menjadi potensi besar untuk mengembangkan berbagai program akademik bersama, khususnya pada bidang teknik dan penelitian.

Rektor Unmuh Jember. Dr. Hanafi menyambut baik adanya kerja sama ini.

"Ini merupakan langkah strategis dari Unmuh Jember untuk menunjang pengembangan kapasitas mahasiswa serta dosen dalam skala internasional. Tentunya saya sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada tim dari Ibaraki University" ungkapnya.

Salah satu peluang yang ditawarkan dalam kerja sama ini adalah kesempatan bagi dosen maupun calon peneliti dari Unmuh Jember untuk melanjutkan studi doktor (Ph.D.) di Ibaraki University. Kesempatan tersebut dapat ditempuh melalui Beasiswa MEXT yang didanai Pemerintah Jepang, dengan salah satu persyaratan kandidat berusia maksimal 35 tahun. Selain itu, tersedia pula skema institution-funded scholarship yang memberikan pembiayaan pada aspek perkuliahan.

Perwakilan Ibaraki University, Prof. Takeda, menjelaskan bahwa keberadaan nota kesepahaman (MoU) antara kedua perguruan tinggi menjadi salah satu syarat penting yang memungkinkan sivitas akademika Unmuh Jember mengikuti program studi lanjut di Ibaraki University. Melalui kerja sama ini, peluang internasional bagi dosen maupun mahasiswa diharapkan semakin terbuka.

Tidak hanya berfokus pada pendidikan, kedua institusi juga menjajaki kolaborasi riset yang berorientasi pada isu-isu global. Salah satu tema penelitian yang menjadi perhatian adalah pengembangan sistem budidaya yang memperhatikan aspek kelestarian lingkungan sebagai bagian dari upaya mendukung pembangunan berkelanjutan.

Selain itu, kerja sama juga diarahkan pada pengembangan riset bersama (joint research) serta program pertukaran mahasiswa (student exchange) yang dapat diimplementasikan melalui mata kuliah tertentu dalam satu semester. Program tersebut diharapkan mampu memperluas pengalaman akademik mahasiswa sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis internasional.

Melalui kolaborasi ini, Universitas Muhammadiyah Jember semakin menegaskan komitmennya dalam memperkuat internasionalisasi perguruan tinggi, meningkatkan kualitas pendidikan, serta membuka akses yang lebih luas bagi sivitas akademika untuk berkembang di tingkat global.

Connect