Carousel

Rabu, 21 Oktober 2026

Mahasiswa RPL PGPAUD Unmuh Jember Gelar Parenting dan Gebyar Mewarnai di Bondowoso

Mahasiswa Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD) Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember, Dewi Ratnasari, menggelar kegiatan parenting bertema “Sinergi Orang Tua dan Guru Cegah Bullying” yang dirangkaikan dengan Gebyar Mewarnai Ibu dan Anak di Kelompok Bermain (KB) Nurul Hamdi, Desa Kalianyar, Kecamatan Tamanan, Kabupaten Bondowoso, Sabtu (17/10/2026).

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman orang tua dan guru tentang pentingnya kerja sama dalam mencegah perilaku bullying sejak usia dini. Selain itu, kegiatan tersebut menjadi sarana mempererat hubungan antara keluarga dan sekolah melalui aktivitas edukatif yang mendukung tumbuh kembang anak.

Kegiatan diikuti oleh lima orang guru, wali murid, serta 47 anak KB Nurul Hamdi. Dalam sesi parenting, Farida, S.Pd., hadir sebagai narasumber, sedangkan Dewi Ratnasari bertugas sebagai moderator sekaligus pendamping kegiatan.

Perkuat Peran Orang Tua dan Guru dalam Mencegah Bullying

Dalam pemaparan materi, Farida, S.Pd., mengajak orang tua dan guru untuk mengenali serta mencegah perilaku bullying sejak usia dini. Anak perlu dibiasakan menghargai teman, saling menyayangi, tidak mengejek maupun menyakiti orang lain, serta menggunakan kata-kata yang baik dalam berinteraksi.

Pencegahan bullying tidak hanya menjadi tanggung jawab guru di sekolah, tetapi juga memerlukan keterlibatan aktif orang tua di rumah. Penanaman pendidikan karakter perlu dilakukan secara konsisten di kedua lingkungan tersebut agar anak terbiasa menerapkan perilaku positif dalam kehidupan sehari-hari.

Orang tua dapat berperan melalui berbagai tindakan sederhana, seperti memberikan teladan yang baik, mendengarkan cerita anak, mengajarkan empati, serta membiasakan anak menghormati orang lain. Sinergi tersebut menjadi salah satu langkah penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan ramah anak.

Gebyar Mewarnai Bangun Kedekatan Ibu dan Anak

Setelah sesi parenting, kegiatan dilanjutkan dengan Gebyar Mewarnai yang melibatkan anak-anak bersama wali murid masing-masing. Aktivitas ini memberikan ruang bagi ibu dan anak untuk berkreasi sekaligus membangun kedekatan melalui kegiatan yang menyenangkan.

Selain menjadi sarana berekspresi, kegiatan mewarnai membantu anak mengenal warna, melatih koordinasi mata dan tangan, serta mengembangkan kreativitas dan imajinasi. Keterlibatan orang tua juga memberikan kesempatan untuk mendampingi anak, memberikan dukungan, dan menghargai hasil karya mereka.

Kegiatan ini tidak hanya menitikberatkan pada hasil gambar, tetapi juga pada proses kebersamaan antara orang tua dan anak. Apresiasi yang diberikan orang tua dapat membantu menumbuhkan rasa percaya diri anak sekaligus menciptakan pengalaman belajar yang positif.

Suasana kegiatan berlangsung dengan penuh semangat dan kebersamaan. Anak-anak mengikuti aktivitas mewarnai dengan pendampingan orang tua, sementara guru turut mendukung kelancaran kegiatan di lingkungan sekolah.

Wujud Keterlibatan Mahasiswa dalam Pendidikan Anak Usia Dini

Keterlibatan Dewi Ratnasari sebagai mahasiswa RPL PGPAUD Unmuh Jember menjadi bagian dari upaya mendukung peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini melalui kolaborasi antara mahasiswa, sekolah, dan keluarga.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa juga memperoleh pengalaman dalam mengembangkan keterampilan komunikasi, mengelola kegiatan edukatif, serta membangun hubungan positif antara pihak sekolah dan wali murid.

Kegiatan parenting dan Gebyar Mewarnai diharapkan dapat memperkuat kerja sama orang tua dan guru dalam mendampingi perkembangan anak, baik dari aspek sosial, emosional, maupun kreativitas.

Melalui kegiatan tersebut, orang tua diharapkan semakin memahami pentingnya pola pengasuhan positif di rumah, sedangkan guru terus berupaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan ramah anak.

Kolaborasi keluarga dan sekolah menjadi fondasi penting dalam membentuk anak yang percaya diri, peduli terhadap sesama, mampu menghargai perbedaan, serta terbiasa berperilaku positif sejak usia dini.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pelaksanaan program edukatif serupa secara berkelanjutan guna mendukung tumbuh kembang anak dan mewujudkan generasi yang berkarakter, kreatif, serta saling menghargai.

Pakar Ekonomi Unmuh Jember Ungkap Faktor di Balik Gejolak IHSG, Stabilitas Jadi Sorotan


Gejolak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menjadi perhatian pelaku pasar modal Indonesia. Penurunan indeks tersebut dinilai tidak hanya berkaitan dengan kondisi perusahaan, tetapi juga dipengaruhi sentimen global, transparansi pasar modal, serta kepercayaan investor terhadap stabilitas ekonomi dan politik Indonesia.

Wakil Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember, Rendy Mirwan Aspirandi, SE., MSA., menjelaskan bahwa salah satu faktor yang menjadi perhatian pasar adalah pemberitaan mengenai kemungkinan penurunan klasifikasi pasar saham Indonesia oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI), penyedia indeks pasar global. Menurutnya, isu tersebut dapat memengaruhi persepsi investor terhadap prospek pasar modal Indonesia.

Beliau menyebut IHSG sempat mengalami penurunan lebih dari 11 persen. Ia menilai, respons pasar terhadap pemberitaan tersebut menunjukkan pentingnya transparansi dan kepastian dalam pengelolaan pasar modal.

Menurutnya, langkah peningkatan transparansi yang telah dilakukan, termasuk kebijakan terkait free float atau porsi saham yang tersedia untuk diperdagangkan kepada publik, perlu terus diperkuat. Upaya tersebut harus mampu menjawab kebutuhan investor terhadap keterbukaan informasi dan struktur kepemilikan saham perusahaan.

Ia menambahkan, kepercayaan investor tidak hanya ditentukan oleh kinerja perusahaan, tetapi juga oleh kondisi ekonomi dan politik nasional. Stabilitas kebijakan, kepastian hukum, pengendalian inflasi, serta pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) menjadi sejumlah aspek yang turut diperhatikan investor global.

“Investor global itu lebih suka kestabilan dibandingkan keuntungan besar dalam waktu singkat,” jelasnya.

Menurutnya, investor internasional cenderung mempertimbangkan konsistensi pertumbuhan dan kepastian jangka panjang. Karena itu, dinamika politik dan perubahan kebijakan yang menimbulkan ketidakpastian berpotensi memengaruhi kepercayaan terhadap pasar Indonesia.

Meski demikian, beliau menegaskan bahwa penurunan harga saham tidak selalu mencerminkan memburuknya kinerja perusahaan. Harga saham juga dapat bergerak akibat sentimen dan isu jangka pendek yang berkembang di pasar.

Beliau menilai investor perlu membedakan kondisi fundamental perusahaan dengan pergerakan harga saham. Perusahaan yang masih mencatatkan kinerja keuangan positif belum tentu terhindar dari penurunan harga saham ketika pasar diliputi ketidakpastian.

Investor Pemula Perlu Memahami Fundamental Perusahaan

Menghadapi kondisi pasar yang bergejolak, beliau mengingatkan investor pemula agar tidak terburu-buru mengambil keputusan karena kepanikan. beliau menilai tindakan panic selling atau menjual saham akibat kepanikan dapat semakin menekan harga saham, terutama ketika keputusan tidak didasarkan pada analisis yang memadai.

Sebelum membeli saham, investor perlu mempelajari kondisi fundamental perusahaan melalui laporan keuangan. Beberapa aspek yang perlu diperhatikan antara lain pertumbuhan pendapatan, perkembangan laba bersih, serta rekam jejak manajemen perusahaan.

Selain itu, investor perlu mempertimbangkan kondisi geopolitik global yang dapat memengaruhi perekonomian Indonesia. Perubahan harga energi, misalnya, dapat meningkatkan tekanan terhadap biaya produksi dan kondisi ekonomi secara lebih luas.

beliau menyarankan investor pemula untuk tidak sekadar mengikuti tren atau rekomendasi yang beredar di media sosial. Keputusan investasi sebaiknya didasarkan pada informasi yang dapat dipertanggungjawabkan serta pemahaman terhadap risiko yang mungkin dihadapi.

“Kalau beli saham itu harus melihat dulu kinerja perusahaannya secara detail dengan membuka laporan keuangan, membaca pertumbuhan pendapatannya, dan membaca pertumbuhan laba bersihnya,” ujarnya.

Beliau juga mengingatkan investor untuk memahami bahwa investasi saham memiliki risiko, termasuk kemungkinan penurunan nilai investasi. Oleh sebab itu, pemilihan saham perlu disesuaikan dengan tujuan investasi dan kemampuan masing-masing investor dalam menghadapi risiko.

Transparansi dan Kepastian Hukum Perlu Diperkuat

Selain memberikan saran kepada investor, Beliau menilai pemerintah dan lembaga terkait memiliki peran penting dalam menjaga kepercayaan terhadap pasar modal Indonesia.

Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta Bursa Efek Indonesia (BEI) perlu menjalankan peran masing-masing untuk menjaga stabilitas ekonomi dan memperkuat tata kelola pasar modal. Menurutnya, transparansi informasi dan kepastian hukum menjadi aspek penting agar investor memperoleh perlindungan yang memadai.

Beliau menekankan perlunya koordinasi antara OJK dan BEI dalam meningkatkan keterbukaan informasi di pasar modal. Dengan transparansi yang lebih baik, investor ritel diharapkan dapat mengambil keputusan berdasarkan informasi yang jelas dan memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai risiko investasi.

Di sisi lain, pemerintah juga perlu menjaga stabilitas ekonomi dan politik serta memastikan kebijakan yang diambil dapat memberikan kepastian bagi pelaku pasar.

Menurut beliau, gejolak IHSG perlu menjadi momentum untuk memperkuat tata kelola pasar modal Indonesia. Kepercayaan investor tidak cukup dibangun melalui perbaikan kinerja perusahaan, tetapi juga melalui transparansi, kepastian hukum, dan konsistensi kebijakan ekonomi.

Dengan memahami fundamental perusahaan dan tidak mudah terbawa sentimen jangka pendek, investor pemula diharapkan dapat mengambil keputusan secara lebih rasional di tengah dinamika pasar saham.

Mahasiswa Unmuh Jember Raih Juara 3 Kejurprov Wushu Sanda Jatim 2026


Mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember), Denis Ainun Najdi, berhasil meraih Juara 3 Kelas 70 kg Senior Putra pada Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Wushu Sanda Jawa Timur 2026. Kompetisi tersebut berlangsung pada 15–18 Oktober 2026 di GOR Jayabaya, Kota Kediri.

Prestasi ini menjadi pencapaian membanggakan bagi Denis, yang terus mengembangkan kemampuannya di bidang olahraga bela diri di tengah kesibukannya sebagai mahasiswa. Ia mengaku senang dan bangga dapat meraih prestasi di tingkat provinsi, meskipun hasil yang diperoleh belum sesuai dengan target awalnya.

“Target saya adalah juara 1, tetapi belum rezeki. Banyak yang bilang juara 3 itu gagal, tetapi menurut saya tidak. Pencapaian tetaplah pencapaian dan ini adalah bagian dari proses yang harus tetap dibanggakan,” ungkap Denis.

Ketertarikan Denis terhadap olahraga bela diri menjadi awal perjalanannya menekuni wushu, khususnya nomor sanda. Ia mulai serius berlatih wushu sejak duduk di kelas XI SMK, setelah sebelumnya juga menekuni pencak silat. Ketertarikan tersebut kemudian ia kembangkan melalui latihan rutin dan keikutsertaan dalam kompetisi.

Untuk menghadapi Kejurprov Wushu Sanda Jawa Timur 2026, Denis mempersiapkan diri melalui latihan fisik sejak jauh hari dengan frekuensi dua hingga lima kali dalam seminggu. Ia juga menjaga pola tidur, mengasah teknik bersama pelatih, serta melakukan latihan tanding atau sparring dengan teman-temannya untuk meningkatkan refleks dan ketepatan serangan.

Selain persiapan fisik dan teknik, Denis turut memperhatikan kondisi mental serta pengaturan berat badan agar tetap berada di bawah batas kelas 70 kilogram. Menurutnya, pengalaman dan konsistensi latihan berperan penting dalam membangun kesiapan mental saat menghadapi pertandingan.

Persaingan di kelas 70 kg Senior Putra menjadi tantangan tersendiri karena Denis harus berhadapan dengan atlet-atlet dari kontingen lain yang memiliki pengalaman bertanding dan kekuatan fisik. Ia mengaku salah satu momen paling menegangkan terjadi ketika dirinya berada dalam situasi hampir kalah.

“Di detik-detik ketika saya hampir kalah, pikiran saya dipaksa harus tetap tenang dan tetap berjuang,” ujarnya.


Di balik pencapaian tersebut, Denis juga menghadapi tantangan dalam membagi waktu antara perkuliahan, tugas akademik, latihan, dan kebutuhan istirahat. Padatnya tugas kuliah terkadang membuat waktu tidurnya terganggu. Untuk menyiasatinya, ia memanfaatkan waktu sore hingga petang untuk berlatih, sedangkan malam hari digunakan untuk mengerjakan tugas perkuliahan.

Dukungan dari pelatih, keluarga, teman, dan lingkungan kampus turut menjadi bagian penting dalam perjalanan Denis hingga meraih prestasi. Ia bersyukur berada di lingkungan yang mendukung proses persiapan, latihan, hingga pertandingan.

Ke depan, Denis bertekad terus mengembangkan kemampuan wushu sanda agar dapat bersaing di tingkat nasional, bahkan internasional. Ia berharap pencapaian di Kejurprov kali ini menjadi pijakan untuk meningkatkan kemampuan dan meraih prestasi yang lebih tinggi.

Denis juga menyampaikan pesan kepada mahasiswa Unmuh Jember agar tidak ragu mengembangkan potensi di luar bidang akademik. Menurutnya, kegagalan bukan alasan untuk berhenti, melainkan bagian dari proses untuk terus bertumbuh.

“Kalau kamu punya keinginan, jangan batasi hanya sekadar ‘ingin’. Lampaui kemampuanmu dan cari jati dirimu. Jangan takut gagal karena proses tanpa gagal ya bukan proses namanya. Percaya pada kemampuan diri sendiri dan manfaatkan setiap kesempatan untuk meraih prestasi serta mengharumkan nama kampus,” pesannya.

Prestasi Denis menjadi pengingat bahwa kehidupan mahasiswa tidak hanya tentang pencapaian akademik. Dengan disiplin, keberanian mencoba, dan dukungan lingkungan, mahasiswa dapat terus mengembangkan potensi diri sekaligus membawa nama baik almamater melalui berbagai bidang.

Selasa, 20 Oktober 2026

Mahasiswa KKN RPL PG PAUD Unmuh Jember Edukasi Anak Usia Dini melalui Gerakan Hidup Sehat di Desa Jarit

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember, Ira Handayani, menggelar gerakan hidup sehat bertajuk “Sekolahku Sehat Anakku Ceria” di KB Muslimat Sejahtera, Desa Jarit, pada Selasa (13/10/2026). Kegiatan ini bertujuan menanamkan kebiasaan mengonsumsi buah dan sayur sejak usia dini melalui aktivitas edukatif yang menyenangkan.

Suasana kelas KB Muslimat Sejahtera tampak semarak sejak pagi. Anak-anak mengenakan seragam merah dan duduk bersama mengelilingi meja yang dipenuhi aneka buah dan sayuran segar, mulai dari semangka, mangga, stroberi, jagung manis, tomat, kubis, hingga sayuran hijau.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN mengajak anak-anak mengenal beragam buah dan sayuran melalui pengamatan langsung. Anak-anak diperkenalkan pada bentuk, warna, nama, dan rasa berbagai bahan pangan sehat. Salah satu momen menarik terlihat ketika pendamping menunjukkan buah semangka utuh dan mengajak anak-anak menebak nama serta karakteristiknya.

Setelah sesi pengenalan, anak-anak berkesempatan mencicipi buah dan sayuran yang telah disiapkan bersama-sama. Metode belajar sambil bermain ini diharapkan dapat menumbuhkan ketertarikan anak terhadap makanan sehat sekaligus membangun pengalaman positif dalam mengonsumsi buah dan sayur.

Program ini dilaksanakan sebagai upaya mendukung pembiasaan pola makan sehat pada masa emas pertumbuhan dan perkembangan anak. Buah dan sayur mengandung vitamin, mineral, serta serat yang berperan penting dalam mendukung pertumbuhan, menjaga kesehatan tubuh, dan memenuhi kebutuhan gizi anak. Oleh karena itu, pengenalan makanan bergizi perlu dilakukan sejak dini dengan pendekatan yang sesuai dengan karakteristik anak usia dini.

Kegiatan ini juga selaras dengan semangat “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat”, khususnya kebiasaan mengonsumsi makanan sehat dan bergizi. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN berupaya mendorong terbentuknya kebiasaan positif yang dapat diterapkan secara berkelanjutan, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.

Kepala Desa Jarit, Novita Supristiwanti, menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Ia menilai kegiatan yang diinisiasi mahasiswa KKN Unmuh Jember tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama dalam mendukung pendidikan dan pembiasaan hidup sehat bagi anak usia dini.

“Kami mengapresiasi kegiatan mahasiswa KKN Unmuh Jember. Kebiasaan makan buah dan sayur memang harus ditanamkan sejak dini, dan sekolah adalah tempat yang tepat untuk memulainya. Kami berharap anak-anak di Jarit tumbuh sehat, aktif, dan ceria, serta kebiasaan baik ini dapat dilanjutkan di rumah bersama orang tua,” ujarnya.

Kegiatan berlangsung dengan lancar dan penuh keceriaan. Antusiasme anak-anak selama mengikuti setiap tahapan kegiatan menjadi bagian penting dari upaya memperkenalkan pola hidup sehat dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami.

Melalui program “Sekolahku Sehat Anakku Ceria”, mahasiswa KKN RPL PG PAUD Unmuh Jember berharap terbangun sinergi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam membiasakan konsumsi makanan bergizi pada anak. Upaya ini diharapkan dapat mendukung tumbuh kembang anak secara optimal sekaligus membentuk generasi yang sehat, cerdas, dan ceria.

Mahasiswa KKN Unmuh Jember Edukasi Gizi Seimbang dan Ajak Wali Murid Terapkan Pola Hidup Sehat di Lumajang


Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember, Meisy Anggraeni Yuliana Putri, berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pola hidup sehat melalui penyuluhan gizi seimbang dan kegiatan senam bersama di Desa Wonoayu, Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang.

Program kerja yang dilaksanakannya menyasar masyarakat di Posyandu Dusun Langgar serta wali murid TK Islam Darul Falah dan PAUD Cempaka.

Kegiatan penyuluhan gizi seimbang dan pengenalan konsep Isi Piringku dilaksanakan pada Senin (12/10/2026) di Posyandu Dusun Langgar. Kegiatan ini diikuti oleh ibu yang memiliki balita, ibu yang memiliki batita, serta para lansia, dengan dukungan dan pendampingan bidan desa, Rizqi Suciana.

Dalam kegiatan tersebut, Meisy memberikan edukasi mengenai pentingnya mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan beragam untuk memenuhi kebutuhan nutrisi sehari-hari. Peserta juga diperkenalkan dengan konsep Isi Piringku sebagai panduan praktis dalam mengatur komposisi makanan agar kebutuhan gizi keluarga dapat terpenuhi.

Penyuluhan ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya orang tua, mengenai pentingnya pemenuhan gizi bagi anak usia dini. Melalui edukasi tersebut, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya membangun kebiasaan makan sehat sejak dini sekaligus menjaga kesehatan seluruh anggota keluarga, termasuk lansia.

Selain penyuluhan gizi, Meisy juga menginisiasi kegiatan senam sehat bersama wali murid di TK Islam Darul Falah. Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin dua kali dalam seminggu, yakni setiap Selasa dan Kamis pukul 06.30 WIB, sebelum kegiatan belajar mengajar (KBM) dimulai.

Program senam sehat tersebut melibatkan wali murid TK Islam Darul Falah dan berkolaborasi dengan wali murid PAUD Cempaka. Melalui gerakan senam bersama dalam suasana yang menyenangkan, para peserta diajak membiasakan aktivitas fisik secara rutin untuk menjaga kebugaran tubuh.

Tidak hanya berorientasi pada kesehatan fisik, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan antara pihak sekolah dan orang tua peserta didik. Kolaborasi antarlembaga PAUD diharapkan dapat membangun kebersamaan serta memperkuat keterlibatan orang tua dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat.

Kedua program tersebut merupakan bentuk kontribusi mahasiswa KKN Unmuh


Jember dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat melalui edukasi gizi dan pembiasaan aktivitas fisik. Pendekatan ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat secara berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan tersebut, Meisy berharap masyarakat Desa Wonoayu semakin memahami pentingnya konsumsi makanan bergizi seimbang dan aktivitas fisik secara rutin. Sinergi antara mahasiswa KKN, tenaga kesehatan, lembaga PAUD, dan masyarakat juga diharapkan terus terjalin guna mendukung kesehatan keluarga serta tumbuh kembang anak secara optimal.

Dari Digitalisasi UMKM hingga Aksi Sosial, Mahasiswa KKN Unmuh Jember Hadir untuk Masyarakat Lumajang

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember, Mar'atus Sholehah, melakukan pendampingan digitalisasi pada UMKM Mebel Sahabat Jaya di Dusun Krajan Kulon, RT 11 RW 04, Desa Selokgondang, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang. Kegiatan ini bertujuan membantu pelaku usaha memperluas jangkauan pemasaran melalui pemanfaatan media digital.

UMKM Mebel Sahabat Jaya merupakan usaha milik Misnadi yang telah berdiri sejak 25 November 2012. Selama ini, pemasaran produk mebel masih mengandalkan promosi dari mulut ke mulut. Melalui program KKN, Mar'atus membantu mengembangkan strategi promosi agar produk mebel dapat dikenal oleh masyarakat yang lebih luas, termasuk calon konsumen dari luar daerah.

Pendampingan digitalisasi dilakukan secara langsung melalui sejumlah kegiatan, mulai dari pemotretan produk untuk menghasilkan foto yang menarik, pembuatan katalog produk digital sederhana, hingga pengenalan cara memasarkan produk melalui media sosial, seperti Instagram.

Pembuatan katalog digital diharapkan dapat memudahkan calon konsumen melihat pilihan produk mebel yang ditawarkan. Sementara itu, penggunaan media sosial menjadi salah satu alternatif pemasaran untuk memperkenalkan produk kepada masyarakat tanpa terbatas pada jangkauan wilayah sekitar.

Pemilik UMKM Mebel Sahabat Jaya, Misnadi, menyampaikan apresiasinya atas pendampingan yang diberikan mahasiswa KKN. Ia berharap bantuan promosi melalui media digital dapat meningkatkan popularitas usahanya yang telah berjalan selama lebih dari satu dekade.

“Terima kasih kepada adik mahasiswa KKN UnmuhJember yang sudah membantu mempromosikan mebel kami lewat online. Semoga dengan ini, usaha kami yang berdiri sejak tahun 2012 ini bisa lebih dikenal banyak orang,” ujar Misnadi.

Selain berfokus pada pengembangan ekonomi masyarakat melalui digitalisasi UMKM, Mar'atus juga melaksanakan sejumlah kegiatan yang menyasar aspek sosial, kesehatan, dan keagamaan.

Di bidang kesehatan, Mar'atus menggelar penyuluhan mengenai jamu tradisional untuk memperkenalkan pengetahuan tentang pemanfaatan bahan-bahan tradisional kepada masyarakat. Mahasiswa juga membagikan hasil panen kepada warga Dusun Krajan Kulon sebagai bentuk kegiatan sosial dan kepedulian terhadap masyarakat setempat.


Pada aspek keagamaan, Mar'atus melaksanakan ziarah ke makam pendiri Yayasan Miftahul Ulum Selokgondang bersama Kelompok B TK Miftahul Ulum Selokgondang. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian program KKN yang tidak hanya berorientasi pada pemberdayaan ekonomi, tetapi juga menyentuh kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, KKN RPL Unmuh Jember diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Selokgondang. Pendampingan digitalisasi UMKM Mebel Sahabat Jaya menjadi salah satu upaya mendorong pelaku usaha lokal untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi, memperluas pemasaran, dan meningkatkan peluang pertumbuhan usaha secara berkelanjutan.

Perkuat Karakter Islami Sejak Dini, Mahasiswa KKN Unmuh Jember Gelar Festival Anak di Bangkalan

Sebanyak 43 anak Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) mengikuti Festival Anak Sholeh dan Sholehah yang diselenggarakan oleh Suntin, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Jember dari program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD). Kegiatan ini berlangsung di Masjid Al Azhar, Dusun Rambay, Desa Mandung, Kecamatan Kokop, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, pada 18 Oktober 2026.

Festival ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN dalam mendukung pendidikan keagamaan dan pembentukan karakter anak sejak usia dini. Melalui kegiatan tersebut, anak-anak diberikan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan sekaligus mengembangkan potensi mereka dalam bidang keislaman.

Terdapat dua jenis perlombaan utama dalam festival ini, yaitu lomba adzan dan tahfidz surat-surat pendek Al-Qur’an. Kedua perlombaan tersebut dirancang untuk mendorong anak-anak agar semakin bersemangat mempelajari ajaran Islam serta meningkatkan kecintaan terhadap Al-Qur’an.

Lomba adzan menjadi sarana bagi peserta untuk melatih keberanian, meningkatkan rasa percaya diri, dan mengembangkan kemampuan mengumandangkan adzan dengan baik. Sementara itu, lomba tahfidz surat-surat pendek memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk menunjukkan kemampuan hafalan Al-Qur’an sekaligus memperkuat kebiasaan mempelajari dan mengamalkan nilai-nilai keislaman sejak dini.

Keikutsertaan 43 anak TPQ dalam kegiatan ini menunjukkan antusiasme peserta untuk mengikuti perlombaan dan mengembangkan kemampuan yang telah dipelajari selama menjalani pendidikan di TPQ. Selain menjadi ajang untuk menunjukkan potensi, festival ini juga menjadi ruang pembelajaran bagi anak-anak untuk melatih mental, membangun rasa percaya diri, serta menanamkan nilai sportivitas dan kebersamaan.

Penyelenggaraan festival di Masjid Al Azhar juga memperkuat peran masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan dan pembinaan generasi muda. Tidak hanya menjadi tempat ibadah, masjid dapat dimanfaatkan sebagai ruang pembelajaran bagi anak-anak untuk mengembangkan potensi diri dan mengikuti kegiatan positif yang bermanfaat bagi masyarakat.

Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana mempererat silaturahmi antara mahasiswa KKN, anak-anak TPQ, pengajar, dan masyarakat setempat. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendukung terciptanya lingkungan yang positif bagi pendidikan agama dan pembentukan karakter anak-anak di Desa Mandung.

Melalui Festival Anak Sholeh dan Sholehah, Suntin berharap anak-anak semakin termotivasi untuk mencintai Al-Qur’an, memperdalam ilmu agama, serta menerapkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini juga diharapkan dapat menumbuhkan generasi yang beriman, bertakwa, percaya diri, dan berakhlak mulia.

Festival tersebut menjadi salah satu wujud pengabdian mahasiswa KKN Unmuh Jember kepada masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan agama Islam. Lebih dari sekadar perlombaan, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap Al-Qur’an dan m

Connect