Carousel

Selasa, 20 Oktober 2026

Mahasiswa KKN RPL PG PAUD Unmuh Jember Edukasi Anak Usia Dini melalui Gerakan Hidup Sehat di Desa Jarit

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember, Ira Handayani, menggelar gerakan hidup sehat bertajuk “Sekolahku Sehat Anakku Ceria” di KB Muslimat Sejahtera, Desa Jarit, pada Selasa (13/10/2026). Kegiatan ini bertujuan menanamkan kebiasaan mengonsumsi buah dan sayur sejak usia dini melalui aktivitas edukatif yang menyenangkan.

Suasana kelas KB Muslimat Sejahtera tampak semarak sejak pagi. Anak-anak mengenakan seragam merah dan duduk bersama mengelilingi meja yang dipenuhi aneka buah dan sayuran segar, mulai dari semangka, mangga, stroberi, jagung manis, tomat, kubis, hingga sayuran hijau.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN mengajak anak-anak mengenal beragam buah dan sayuran melalui pengamatan langsung. Anak-anak diperkenalkan pada bentuk, warna, nama, dan rasa berbagai bahan pangan sehat. Salah satu momen menarik terlihat ketika pendamping menunjukkan buah semangka utuh dan mengajak anak-anak menebak nama serta karakteristiknya.

Setelah sesi pengenalan, anak-anak berkesempatan mencicipi buah dan sayuran yang telah disiapkan bersama-sama. Metode belajar sambil bermain ini diharapkan dapat menumbuhkan ketertarikan anak terhadap makanan sehat sekaligus membangun pengalaman positif dalam mengonsumsi buah dan sayur.

Program ini dilaksanakan sebagai upaya mendukung pembiasaan pola makan sehat pada masa emas pertumbuhan dan perkembangan anak. Buah dan sayur mengandung vitamin, mineral, serta serat yang berperan penting dalam mendukung pertumbuhan, menjaga kesehatan tubuh, dan memenuhi kebutuhan gizi anak. Oleh karena itu, pengenalan makanan bergizi perlu dilakukan sejak dini dengan pendekatan yang sesuai dengan karakteristik anak usia dini.

Kegiatan ini juga selaras dengan semangat “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat”, khususnya kebiasaan mengonsumsi makanan sehat dan bergizi. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN berupaya mendorong terbentuknya kebiasaan positif yang dapat diterapkan secara berkelanjutan, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.

Kepala Desa Jarit, Novita Supristiwanti, menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Ia menilai kegiatan yang diinisiasi mahasiswa KKN Unmuh Jember tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama dalam mendukung pendidikan dan pembiasaan hidup sehat bagi anak usia dini.

“Kami mengapresiasi kegiatan mahasiswa KKN Unmuh Jember. Kebiasaan makan buah dan sayur memang harus ditanamkan sejak dini, dan sekolah adalah tempat yang tepat untuk memulainya. Kami berharap anak-anak di Jarit tumbuh sehat, aktif, dan ceria, serta kebiasaan baik ini dapat dilanjutkan di rumah bersama orang tua,” ujarnya.

Kegiatan berlangsung dengan lancar dan penuh keceriaan. Antusiasme anak-anak selama mengikuti setiap tahapan kegiatan menjadi bagian penting dari upaya memperkenalkan pola hidup sehat dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami.

Melalui program “Sekolahku Sehat Anakku Ceria”, mahasiswa KKN RPL PG PAUD Unmuh Jember berharap terbangun sinergi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam membiasakan konsumsi makanan bergizi pada anak. Upaya ini diharapkan dapat mendukung tumbuh kembang anak secara optimal sekaligus membentuk generasi yang sehat, cerdas, dan ceria.

Mahasiswa KKN Unmuh Jember Edukasi Gizi Seimbang dan Ajak Wali Murid Terapkan Pola Hidup Sehat di Lumajang


Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember, Meisy Anggraeni Yuliana Putri, berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pola hidup sehat melalui penyuluhan gizi seimbang dan kegiatan senam bersama di Desa Wonoayu, Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang.

Program kerja yang dilaksanakannya menyasar masyarakat di Posyandu Dusun Langgar serta wali murid TK Islam Darul Falah dan PAUD Cempaka.

Kegiatan penyuluhan gizi seimbang dan pengenalan konsep Isi Piringku dilaksanakan pada Senin (12/10/2026) di Posyandu Dusun Langgar. Kegiatan ini diikuti oleh ibu yang memiliki balita, ibu yang memiliki batita, serta para lansia, dengan dukungan dan pendampingan bidan desa, Rizqi Suciana.

Dalam kegiatan tersebut, Meisy memberikan edukasi mengenai pentingnya mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan beragam untuk memenuhi kebutuhan nutrisi sehari-hari. Peserta juga diperkenalkan dengan konsep Isi Piringku sebagai panduan praktis dalam mengatur komposisi makanan agar kebutuhan gizi keluarga dapat terpenuhi.

Penyuluhan ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya orang tua, mengenai pentingnya pemenuhan gizi bagi anak usia dini. Melalui edukasi tersebut, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya membangun kebiasaan makan sehat sejak dini sekaligus menjaga kesehatan seluruh anggota keluarga, termasuk lansia.

Selain penyuluhan gizi, Meisy juga menginisiasi kegiatan senam sehat bersama wali murid di TK Islam Darul Falah. Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin dua kali dalam seminggu, yakni setiap Selasa dan Kamis pukul 06.30 WIB, sebelum kegiatan belajar mengajar (KBM) dimulai.

Program senam sehat tersebut melibatkan wali murid TK Islam Darul Falah dan berkolaborasi dengan wali murid PAUD Cempaka. Melalui gerakan senam bersama dalam suasana yang menyenangkan, para peserta diajak membiasakan aktivitas fisik secara rutin untuk menjaga kebugaran tubuh.

Tidak hanya berorientasi pada kesehatan fisik, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan antara pihak sekolah dan orang tua peserta didik. Kolaborasi antarlembaga PAUD diharapkan dapat membangun kebersamaan serta memperkuat keterlibatan orang tua dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat.

Kedua program tersebut merupakan bentuk kontribusi mahasiswa KKN Unmuh


Jember dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat melalui edukasi gizi dan pembiasaan aktivitas fisik. Pendekatan ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat secara berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan tersebut, Meisy berharap masyarakat Desa Wonoayu semakin memahami pentingnya konsumsi makanan bergizi seimbang dan aktivitas fisik secara rutin. Sinergi antara mahasiswa KKN, tenaga kesehatan, lembaga PAUD, dan masyarakat juga diharapkan terus terjalin guna mendukung kesehatan keluarga serta tumbuh kembang anak secara optimal.

Dari Digitalisasi UMKM hingga Aksi Sosial, Mahasiswa KKN Unmuh Jember Hadir untuk Masyarakat Lumajang

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember, Mar'atus Sholehah, melakukan pendampingan digitalisasi pada UMKM Mebel Sahabat Jaya di Dusun Krajan Kulon, RT 11 RW 04, Desa Selokgondang, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang. Kegiatan ini bertujuan membantu pelaku usaha memperluas jangkauan pemasaran melalui pemanfaatan media digital.

UMKM Mebel Sahabat Jaya merupakan usaha milik Misnadi yang telah berdiri sejak 25 November 2012. Selama ini, pemasaran produk mebel masih mengandalkan promosi dari mulut ke mulut. Melalui program KKN, Mar'atus membantu mengembangkan strategi promosi agar produk mebel dapat dikenal oleh masyarakat yang lebih luas, termasuk calon konsumen dari luar daerah.

Pendampingan digitalisasi dilakukan secara langsung melalui sejumlah kegiatan, mulai dari pemotretan produk untuk menghasilkan foto yang menarik, pembuatan katalog produk digital sederhana, hingga pengenalan cara memasarkan produk melalui media sosial, seperti Instagram.

Pembuatan katalog digital diharapkan dapat memudahkan calon konsumen melihat pilihan produk mebel yang ditawarkan. Sementara itu, penggunaan media sosial menjadi salah satu alternatif pemasaran untuk memperkenalkan produk kepada masyarakat tanpa terbatas pada jangkauan wilayah sekitar.

Pemilik UMKM Mebel Sahabat Jaya, Misnadi, menyampaikan apresiasinya atas pendampingan yang diberikan mahasiswa KKN. Ia berharap bantuan promosi melalui media digital dapat meningkatkan popularitas usahanya yang telah berjalan selama lebih dari satu dekade.

“Terima kasih kepada adik mahasiswa KKN UnmuhJember yang sudah membantu mempromosikan mebel kami lewat online. Semoga dengan ini, usaha kami yang berdiri sejak tahun 2012 ini bisa lebih dikenal banyak orang,” ujar Misnadi.

Selain berfokus pada pengembangan ekonomi masyarakat melalui digitalisasi UMKM, Mar'atus juga melaksanakan sejumlah kegiatan yang menyasar aspek sosial, kesehatan, dan keagamaan.

Di bidang kesehatan, Mar'atus menggelar penyuluhan mengenai jamu tradisional untuk memperkenalkan pengetahuan tentang pemanfaatan bahan-bahan tradisional kepada masyarakat. Mahasiswa juga membagikan hasil panen kepada warga Dusun Krajan Kulon sebagai bentuk kegiatan sosial dan kepedulian terhadap masyarakat setempat.


Pada aspek keagamaan, Mar'atus melaksanakan ziarah ke makam pendiri Yayasan Miftahul Ulum Selokgondang bersama Kelompok B TK Miftahul Ulum Selokgondang. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian program KKN yang tidak hanya berorientasi pada pemberdayaan ekonomi, tetapi juga menyentuh kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, KKN RPL Unmuh Jember diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Selokgondang. Pendampingan digitalisasi UMKM Mebel Sahabat Jaya menjadi salah satu upaya mendorong pelaku usaha lokal untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi, memperluas pemasaran, dan meningkatkan peluang pertumbuhan usaha secara berkelanjutan.

Perkuat Karakter Islami Sejak Dini, Mahasiswa KKN Unmuh Jember Gelar Festival Anak di Bangkalan

Sebanyak 43 anak Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) mengikuti Festival Anak Sholeh dan Sholehah yang diselenggarakan oleh Suntin, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Jember dari program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD). Kegiatan ini berlangsung di Masjid Al Azhar, Dusun Rambay, Desa Mandung, Kecamatan Kokop, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, pada 18 Oktober 2026.

Festival ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN dalam mendukung pendidikan keagamaan dan pembentukan karakter anak sejak usia dini. Melalui kegiatan tersebut, anak-anak diberikan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan sekaligus mengembangkan potensi mereka dalam bidang keislaman.

Terdapat dua jenis perlombaan utama dalam festival ini, yaitu lomba adzan dan tahfidz surat-surat pendek Al-Qur’an. Kedua perlombaan tersebut dirancang untuk mendorong anak-anak agar semakin bersemangat mempelajari ajaran Islam serta meningkatkan kecintaan terhadap Al-Qur’an.

Lomba adzan menjadi sarana bagi peserta untuk melatih keberanian, meningkatkan rasa percaya diri, dan mengembangkan kemampuan mengumandangkan adzan dengan baik. Sementara itu, lomba tahfidz surat-surat pendek memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk menunjukkan kemampuan hafalan Al-Qur’an sekaligus memperkuat kebiasaan mempelajari dan mengamalkan nilai-nilai keislaman sejak dini.

Keikutsertaan 43 anak TPQ dalam kegiatan ini menunjukkan antusiasme peserta untuk mengikuti perlombaan dan mengembangkan kemampuan yang telah dipelajari selama menjalani pendidikan di TPQ. Selain menjadi ajang untuk menunjukkan potensi, festival ini juga menjadi ruang pembelajaran bagi anak-anak untuk melatih mental, membangun rasa percaya diri, serta menanamkan nilai sportivitas dan kebersamaan.

Penyelenggaraan festival di Masjid Al Azhar juga memperkuat peran masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan dan pembinaan generasi muda. Tidak hanya menjadi tempat ibadah, masjid dapat dimanfaatkan sebagai ruang pembelajaran bagi anak-anak untuk mengembangkan potensi diri dan mengikuti kegiatan positif yang bermanfaat bagi masyarakat.

Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana mempererat silaturahmi antara mahasiswa KKN, anak-anak TPQ, pengajar, dan masyarakat setempat. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendukung terciptanya lingkungan yang positif bagi pendidikan agama dan pembentukan karakter anak-anak di Desa Mandung.

Melalui Festival Anak Sholeh dan Sholehah, Suntin berharap anak-anak semakin termotivasi untuk mencintai Al-Qur’an, memperdalam ilmu agama, serta menerapkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini juga diharapkan dapat menumbuhkan generasi yang beriman, bertakwa, percaya diri, dan berakhlak mulia.

Festival tersebut menjadi salah satu wujud pengabdian mahasiswa KKN Unmuh Jember kepada masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan agama Islam. Lebih dari sekadar perlombaan, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap Al-Qur’an dan m

Mahasiswa KKN RPL PGPAUD Unmuh Jember Kenalkan Pemilahan Sampah kepada Anak TK melalui Program PHBS

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD) Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember, Siti Maifatul Khoiroh, melaksanakan program edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) melalui pengenalan sampah organik dan anorganik di TK Islam Terpadu Al Madinatul Munawaroh, Lumajang. Kegiatan yang berlangsung pada 5 Oktober hingga 11 November 2026 ini bertujuan menanamkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sejak usia dini.

Program tersebut dilaksanakan melalui pembelajaran sederhana dan praktik langsung agar anak-anak lebih mudah memahami jenis-jenis sampah serta pentingnya membuang sampah sesuai kategorinya. Edukasi ini juga menjadi upaya membangun kebiasaan hidup bersih dan sehat yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.

Dalam pelaksanaannya, Siti mengenalkan dua jenis sampah dengan memanfaatkan contoh benda yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar. Sampah organik diperkenalkan melalui daun kering dan sisa sayuran, sedangkan sampah anorganik dikenalkan menggunakan botol plastik dan bungkus makanan.

Materi disampaikan menggunakan bahasa sederhana yang sesuai dengan tahap perkembangan anak usia dini. Anak-anak diajak mengamati bentuk sampah, mengenali asalnya, serta memahami perbedaan antara sampah organik dan anorganik. Dengan metode tersebut, pembelajaran tidak hanya berlangsung melalui penjelasan, tetapi juga memberikan pengalaman belajar secara langsung kepada anak-anak.

Setelah pengenalan materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik memilah sampah menggunakan tempat sampah yang telah dipisahkan berdasarkan jenisnya. Anak-anak diminta mengelompokkan contoh sampah ke tempat yang sesuai dengan kategorinya, dengan pendampingan selama kegiatan berlangsung.

Praktik tersebut menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran karena membantu anak-anak menghubungkan pengetahuan yang diperoleh dengan tindakan nyata. Selain memahami jenis sampah, mereka juga dilatih untuk mengembangkan kemandirian, ketelitian, serta rasa tanggung jawab terhadap kebersihan lingkungan.

Melalui program PHBS ini, edukasi kebersihan tidak hanya berfokus pada pengenalan jenis sampah, tetapi juga pada pembentukan kebiasaan positif sejak dini. Anak-anak diperkenalkan pada perilaku menjaga kebersihan melalui kegiatan yang sederhana, menyenangkan, dan sesuai dengan usia mereka.

Siti berharap kegiatan KKN tersebut dapat meningkatkan pemahaman anak-anak TK Islam Terpadu Al Madinatul Munawaroh mengenai perbedaan sampah organik dan anorganik, sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Pembiasaan memilah sampah diharapkan menjadi langkah awal bagi anak-anak untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam aktivitas sehari-hari.

Pihak TK Islam Terpadu Al Madinatul Munawaroh menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Guru setempat mengapresiasi kehadiran mahasiswa KKN yang dinilai mampu menghadirkan pengalaman belajar baru yang menyenangkan sekaligus bermanfaat bagi anak-anak.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN RPL PGPAUD Unmuh Jember turut berkontribusi dalam mendukung pendidikan lingkungan bagi anak usia dini. Pengenalan dan praktik pemilahan sampah diharapkan dapat menjadi bagian dari pembentukan karakter anak yang peduli terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Senin, 19 Oktober 2026

Kolaborasi KKN Unmuh Jember dan PPT Bunda Kasih, Perkuat Edukasi Pencegahan TBC


Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember, menggelar kegiatan parenting bertema Stop TBC pada Anak di PPT Bunda Kasih, Kelurahan Pacarkembang, Kecamatan Tambaksari, Kota Surabaya, Rabu (14/10/2026).

Kegiatan ini menghadirkan Firdaus Ali, narasumber dari PRTB Konsorsium Komunitas Penabulu-STPI, untuk memberikan edukasi mengenai pencegahan dan penanggulangan tuberkulosis (TBC) pada anak. Kegiatan mengusung tema “Stop TBC pada Anak, Lindungi Anak Sejak Dini, Wujudkan Generasi Sehat Berkualitas” sebagai upaya meningkatkan kesadaran orang tua terhadap pentingnya menjaga kesehatan anak sejak usia dini.

Parenting ini diikuti oleh wali murid, kepala sekolah, Ketua PKK RW 03, serta anggota masyarakat sekitar. Melalui kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai penularan TBC, gejala yang perlu diwaspadai, serta pentingnya pemeriksaan di fasilitas pelayanan kesehatan apabila anak menunjukkan tanda-tanda yang mengarah pada penyakit tersebut.

Kepala sekolah dan Ketua PKK RW 03 turut mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ini. Edukasi kesehatan dinilai penting, khususnya bagi para orang tua dan ibu rumah tangga, agar lebih waspada terhadap risiko TBC pada anak serta memahami langkah yang perlu dilakukan untuk mencegah dan menangani penyakit tersebut.


TBC merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini paling sering menyerang paru-paru dan dapat menular melalui udara. Pada anak, TBC perlu mendapat perhatian khusus karena infeksi yang tidak terdeteksi dan ditangani dengan tepat dapat menimbulkan dampak serius bagi kesehatan serta tumbuh kembangnya.

Dalam kegiatan tersebut, orang tua diingatkan untuk mewaspadai sejumlah gejala yang dapat mengarah pada TBC, di antaranya berat badan anak yang tidak mengalami kenaikan dalam dua bulan terakhir meskipun telah mendapatkan asupan gizi yang baik, demam selama lebih dari dua minggu, serta batuk lebih dari dua minggu meskipun telah diberikan antibiotik.

Apabila anak mengalami gejala tersebut, orang tua dianjurkan segera membawa anak ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. Pengenalan gejala sejak dini menjadi salah satu langkah penting agar anak memperoleh penanganan yang sesuai.

Kolaborasi antara mahasiswa KKN UnmuhJember, PPT Bunda Kasih, dan PRTB Konsorsium Komunitas Penabulu-STPI ini diharapkan dapat memperkuat edukasi kesehatan di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat. Keterlibatan orang tua menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan TBC, terutama melalui perhatian terhadap kondisi kesehatan anak dan akses terhadap layanan kesehatan.

Melalui kegiatan parenting ini, kesadaran masyarakat di Kelurahan Pacarkembang, Surabaya, mengenai pencegahan TBC pada anak diharapkan semakin meningkat. Edukasi yang berkelanjutan dan kolaborasi berbagai pihak diharapkan dapat mendukung terciptanya lingkungan yang lebih sehat serta menunjang tumbuh kembang anak secara optimal.

Kamis, 15 Oktober 2026

Dosen Unmuh Jember Raih Gelar Doktor di Jepang, Teliti Resiliensi Rantai Pasok untuk Bantu Masyarakat Pulau Terisolasi

Upaya menghadirkan ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi masyarakat menjadi salah satu semangat yang mengiringi perjalanan akademik Fitriana Dina Rizkina, S.T.P., M.Sc., Ph.D. Dosen Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) tersebut berhasil menyelesaikan studi doktoral di Ehime University, Jepang, dengan fokus penelitian pada manajemen dan resiliensi rantai pasok (supply chain resilience) komoditas perikanan di wilayah pulau terisolasi.

Penelitian ini mengkaji bagaimana sistem rantai pasok perikanan berjalan di Pulau Bawean, Indonesia, dan Pulau Uo atau Uoshima, Jepang. Kedua lokasi tersebut menjadi ruang bagi Fitriana untuk mempelajari tantangan distribusi hasil tangkapan, keterbatasan fasilitas penyimpanan, hubungan antara nelayan dan pembeli, serta kemampuan sistem rantai pasok dalam menghadapi berbagai hambatan.

Riset tersebut berangkat dari persoalan nyata yang dihadapi masyarakat di wilayah kepulauan. Bagi masyarakat yang menggantungkan penghidupan pada sektor perikanan, keberhasilan menangkap ikan belum tentu berbanding lurus dengan keuntungan yang diperoleh. Biaya operasional, keterbatasan fasilitas penanganan hasil tangkapan, dan ketidakpastian penyerapan pasar dapat memengaruhi keberlanjutan usaha nelayan.

Melalui penelitian komparatif di Indonesia dan Jepang, Fitriana berupaya memahami perbedaan kondisi dan praktik pengelolaan rantai pasok di kedua wilayah. Hasil kajian tersebut diharapkan dapat menjadi dasar untuk merumuskan rekomendasi yang relevan bagi masyarakat di pulau terisolasi, sekaligus membuka peluang penelitian baru mengenai ketahanan sistem rantai pasok dalam menghadapi persoalan serupa.

Perjalanan akademik Fitriana dalam bidang manajemen agroindustri telah dimulai sejak menempuh pendidikan sarjana di Institut Pertanian Bogor (IPB). Pada jenjang tersebut, ia telah menaruh perhatian pada bidang manajemen agroindustri yang kemudian menjadi landasan bagi pengembangan risetnya di jenjang pendidikan berikutnya.

Ketertarikan terhadap bidang tersebut berlanjut ketika Fitriana menempuh pendidikan magister di Universitas Gadjah Mada (UGM). Saat menjalani studi S2, ia memperoleh kesempatan mengikuti program joint degree selama satu tahun di Jepang. Pengalaman tersebut memperkenalkannya pada lingkungan akademik internasional, membuka kesempatan melakukan penelitian di luar negeri, sekaligus membangun jejaring dengan para profesor di Ehime University.

Pengalaman itu menjadi salah satu fondasi yang mendorongnya melanjutkan pendidikan doktoral di universitas yang sama. Selain telah mengenal lingkungan akademiknya, Fitriana juga memiliki landasan riset yang selaras dengan bidang keilmuan yang terus dikembangkannya.

Konsistensi tersebut terlihat dari kesinambungan fokus penelitian yang ditekuni sejak jenjang sarjana hingga doktoral. Dari manajemen agroindustri, kajian Fitriana berkembang pada persoalan manajemen rantai pasok dan logistik, dengan komoditas serta konteks penelitian yang berbeda pada setiap jenjang pendidikan.

Pada jenjang magister, ia meneliti rantai pasok komoditas jeruk dengan membandingkan konteks Indonesia dan Jepang. Sementara itu, pada jenjang doktoral, fokus penelitiannya beralih pada rantai pasok perikanan di wilayah pulau terisolasi. Kesinambungan ini memberinya kesempatan untuk memperdalam pemahaman mengenai pengelolaan rantai pasok sekaligus melihat bagaimana sistem tersebut bekerja dalam karakteristik wilayah yang berbeda.

Seluruh perjalanan pendidikan tersebut juga ditopang oleh beasiswa. Fitriana memperoleh dukungan beasiswa sejak jenjang sarjana, magister, hingga doktoral. Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dari perjalanannya dalam mengembangkan kapasitas akademik tanpa menjadikan keterbatasan ekonomi sebagai alasan untuk menghentikan cita-cita pendidikan.

Perjalanan Fitriana menuju studi doktoral tidak berlangsung tanpa hambatan. Setelah menyelesaikan pendidikan magister, ia melanjutkan perjalanan karier akademiknya di tengah situasi pandemi COVID-19 yang membawa perubahan besar bagi banyak keluarga.

Pada 2021, keluarganya mengalami musibah terkait COVID-19 sehingga Fitriana harus kembali ke Jember dan mengundurkan diri dari pekerjaan sebelumnya. Situasi tersebut menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan hidupnya sebelum kembali menata karier dan mempersiapkan pendidikan doktoral.

Di tengah masa sulit itu, Fitriana mengingat kepedulian warga Muhammadiyah yang hadir untuk membantu keluarganya. Ia menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan dukungan yang diberikan ketika keluarganya menghadapi musibah.

Pengalaman tersebut menjadi bagian bermakna dalam perjalanan hidupnya, sekaligus memperlihatkan pentingnya kepedulian sosial dan dukungan antarsesama ketika menghadapi situasi yang tidak mudah.

Setelah kembali ke Jember, Fitriana melanjutkan karier akademiknya dan mempersiapkan diri untuk menempuh pendidikan doktoral. Ia mengikuti seleksi beasiswa yang disponsori pemerintah Jepang. Pada percobaan pertama, ia belum berhasil lolos seleksi yang kompetitif.

Kegagalan tersebut tidak membuatnya berhenti. Fitriana mengevaluasi dan memperbaiki rekam jejak akademik, publikasi, serta portofolio penelitian sebelum kembali mencoba pada kesempatan berikutnya. Proses persiapan dan seleksi berlangsung panjang, hingga akhirnya ia memperoleh kesempatan untuk melanjutkan studi doktoral di Jepang.

Pengalaman tersebut menjadi pengingat bahwa perjalanan akademik membutuhkan persiapan yang matang, konsistensi, dan kesediaan untuk memperbaiki diri ketika menghadapi kegagalan.

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian Fitriana dalam penelitiannya adalah bagaimana nelayan di pulau terisolasi menghadapi keterbatasan sistem distribusi dan fasilitas penanganan ikan.

Di Pulau Bawean, nelayan menghadapi tantangan berupa biaya bahan bakar yang tinggi, risiko selama melaut, serta keuntungan yang relatif tipis. Hasil tangkapan juga harus melewati sejumlah pelaku distribusi sebelum sampai kepada konsumen. Kondisi tersebut memengaruhi pembagian margin keuntungan di sepanjang rantai pasok, termasuk bagi nelayan yang berada di bagian hulu.

Persoalan lain berkaitan dengan ketersediaan fasilitas rantai dingin (cold chain). Ikan membutuhkan penanganan yang cepat setelah ditangkap agar kualitasnya tetap terjaga. Namun, keterbatasan fasilitas penyimpanan dan pasokan es dapat menyulitkan nelayan ketika hasil tangkapan melimpah.

Fitriana menceritakan bahwa kebutuhan es di Bawean pernah harus dipenuhi dengan mendatangkannya dari Pulau Jawa. Pada kondisi tertentu, pasokan ikan yang melimpah juga tidak selalu diikuti kemampuan pasar untuk menyerap seluruh hasil tangkapan. Akibatnya, ikan yang tidak terserap pasar berisiko terbuang.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa persoalan perikanan tidak cukup diselesaikan hanya dengan meningkatkan hasil tangkapan. Diperlukan sistem yang saling terhubung, mulai dari penanganan ikan setelah ditangkap, ketersediaan fasilitas penyimpanan, distribusi, hingga kepastian penyerapan pasar.

Dalam konteks inilah resiliensi rantai pasok menjadi penting. Sistem rantai pasok yang tangguh perlu memiliki kemampuan untuk menghadapi hambatan dan menyesuaikan diri terhadap perubahan kondisi, sehingga gangguan pada satu bagian tidak serta-merta menimbulkan kerugian besar bagi keseluruhan pelaku.

Perbandingan dengan Pulau Uo atau Uoshima di Jepang memberikan perspektif berbeda. Berdasarkan hasil pengamatan dan penelitian, Fitriana melihat praktik penanganan hasil tangkapan yang lebih tertata, mulai dari pembersihan dan pengemasan ikan hingga penyimpanan dalam wadah berpendingin.


Ia juga menemukan adanya perjanjian antara nelayan dan pembeli yang memberikan kepastian penyerapan hasil tangkapan sesuai kesepakatan. Praktik tersebut menjadi salah satu pembelajaran mengenai pentingnya hubungan yang terorganisasi antara nelayan dan pasar.

Meski demikian, kondisi di Jepang juga menghadirkan tantangan tersendiri. Jumlah nelayan di wilayah yang diteliti cenderung menurun dan didominasi kelompok usia lanjut. Sementara itu, kondisi di Bawean menunjukkan kecenderungan yang berbeda, dengan jumlah nelayan yang relatif stabil berdasarkan data yang digunakan dalam penelitian.

Perbedaan tersebut membuka pertanyaan lanjutan mengenai faktor yang memengaruhi keberlanjutan profesi nelayan di wilayah terisolasi. Dengan memahami perbedaan karakteristik kedua lokasi, penelitian ini diharapkan dapat memberikan pijakan untuk mengembangkan kajian berikutnya, baik mengenai sistem distribusi maupun keberlangsungan kehidupan masyarakat pesisir.

Bagi Fitriana, salah satu nilai penting dari penelitian ini adalah potensinya untuk diterapkan dalam memahami kasus-kasus serupa di wilayah lain. Karakteristik pulau terisolasi dapat ditemukan di berbagai daerah dengan tantangan geografis, infrastruktur, dan akses pasar yang berbeda-beda.

Karena itu, hasil penelitian di Bawean dan Uoshima diharapkan tidak hanya bermanfaat bagi kedua lokasi tersebut, tetapi juga menjadi referensi awal untuk mengkaji persoalan rantai pasok di wilayah lain yang memiliki kondisi sejenis.

Penelitian ini juga berpotensi menjadi pintu gerbang bagi riset baru. Temuan mengenai perbedaan sistem distribusi, fasilitas penanganan hasil tangkapan, dan keberlanjutan profesi nelayan dapat dikembangkan lebih lanjut melalui penelitian yang mempertimbangkan karakteristik masing-masing wilayah.

Dengan demikian, penelitian doktoral tidak berhenti pada penyusunan rekomendasi, tetapi juga dapat mendorong lahirnya pertanyaan ilmiah baru yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Pendekatan tersebut menjadi penting agar pengembangan ilmu pengetahuan dapat terus mengikuti perubahan persoalan di lapangan.

Fitriana juga melihat peluang pengembangan kajian rantai pasok pada sektor perikanan di kawasan Tapal Kuda, khususnya Jember dan Banyuwangi. Kedua wilayah tersebut memiliki potensi di sektor pertanian maupun perikanan yang dapat dikembangkan melalui pendekatan pengelolaan industri secara terintegrasi.

Ia mencontohkan keterkaitan antara pengolahan jeruk dan budidaya ikan yang pernah diamatinya di Jepang. Ampas jeruk dari kegiatan pengolahan dapat dimanfaatkan sebagai bahan tambahan pakan ikan. Pemanfaatan hasil samping tersebut menjadi salah satu gambaran penerapan ekonomi sirkular (circular economy), yaitu pendekatan yang berupaya menggunakan kembali sumber daya agar menghasilkan nilai tambah dan mengurangi pemborosan.

Gagasan tersebut membuka peluang untuk mengkaji integrasi antara industri pertanian dan perikanan berdasarkan potensi lokal. Namun, penerapannya di Jember dan Banyuwangi tetap memerlukan penelitian lanjutan agar sesuai dengan karakteristik komoditas, pelaku usaha, dan kebutuhan masyarakat setempat.

Bagi Fitriana, inilah salah satu manfaat penelitian akademik: mengidentifikasi persoalan nyata, membandingkan pengalaman dari konteks berbeda, serta membuka kemungkinan solusi yang dapat dikembangkan melalui kajian lanjutan.

Selain menghadapi tantangan penelitian, Fitriana juga harus beradaptasi dengan kehidupan sebagai mahasiswa internasional di Jepang. Perbedaan bahasa dan budaya, keterbatasan interaksi sosial, serta penyesuaian dalam menjalankan ibadah dan memenuhi kebutuhan sehari-hari menjadi pengalaman yang membentuk perjalanan studinya.

Ia mengakui bahwa kesehatan mental merupakan salah satu tantangan penting selama menjalani pendidikan doktoral. Kesibukan akademik dan keterbatasan kesempatan berinteraksi dapat membuat mahasiswa internasional merasa sendiri, terutama ketika harus menghadapi berbagai persoalan secara mandiri.

Dari sisi penelitian, ia juga menghadapi proses pengujian gagasan oleh para profesor. Rancangan riset, teori, pengolahan data, hingga hasil penelitian harus siap dipertanyakan dan dikritisi. Meski tidak selalu mudah, proses tersebut memberinya perspektif baru dan membantu memperdalam pemahaman terhadap bidang keilmuannya.

Pengalaman tersebut membuat Fitriana menilai bahwa studi doktoral membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan akademik. Mahasiswa juga perlu mempersiapkan mental, mengembangkan disiplin, serta memiliki strategi untuk mengelola emosi ketika menghadapi tekanan dan kegagalan.

Ia berpesan kepada dosen muda yang ingin melanjutkan pendidikan doktoral agar memiliki tekad kuat dan kesiapan untuk menjalani proses secara mandiri. Dukungan finansial, dukungan moral dari keluarga dan lingkungan akademik, serta kemampuan mengatur waktu juga menjadi faktor penting untuk menyelesaikan studi.

Sementara itu, kepada mahasiswa yang bermimpi melanjutkan pendidikan ke luar negeri, Fitriana mengingatkan agar tidak langsung menyerah ketika menghadapi keterbatasan. Pengalamannya memperoleh beasiswa sejak jenjang sarjana hingga doktoral menjadi bukti bahwa kesempatan dapat diperjuangkan melalui persiapan dan strategi yang tepat.

“Yang penting kita mau berkorban dan siap berjuang, karena jalan ini tidak mudah. Teman-teman harus yakin bahwa setiap kesulitan pasti ada kemudahan,” pesannya.

Kini, setelah menyelesaikan studi doktoral dan kembali mengajar di Unmuh Jember, Fitriana membawa pengalaman akademik dan penelitian yang diharapkan dapat memperkaya pengembangan ilmu pengetahuan serta membuka ruang kontribusi yang lebih luas.

Melalui penelitian tentang resiliensi rantai pasok di pulau terisolasi, ia berupaya menjadikan riset sebagai bagian dari ikhtiar memahami dan menyelesaikan persoalan masyarakat. Semangat tersebut sejalan dengan peran perguruan tinggi untuk mengembangkan ilmu pengetahuan yang tidak hanya bernilai akademik, tetapi juga relevan dengan kebutuhan nyata masyarakat.

Connect