Carousel

Senin, 28 September 2026

Guru PJOK Jember Belajar Softball dan Baseball, Perbasasi Gandeng Prodi Penjas Unmuh Jember

Olahraga softball dan baseball mulai diperkenalkan lebih luas di lingkungan pendidikan Kabupaten Jember. Perserikatan Baseball dan Softball Indonesia (Perbasasi) Kabupaten Jember bersama Program Studi S1 Pendidikan Jasmani FKIP Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) menggelar Coaching Clinic Softball dan Baseball bagi guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) tingkat SMP, Sabtu (26/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00–12.00 WIB tersebut diikuti guru-guru PJOK yang tergabung dalam MGMP PJOK Wilayah Tengah dan Wilayah Timur Kabupaten Jember. Coaching clinic ini menjadi ruang bagi para guru untuk tidak hanya mengenal olahraga softball dan baseball secara teori, tetapi juga mencoba langsung teknik dasar permainan di lapangan.

Menghadirkan Coach Syaiful Noer, Pengurus Provinsi (Pengprov) Perbasasi Jawa Timur sekaligus Asisten Pelatih Olahraga Terampil Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Jawa Timur, peserta mendapatkan materi mengenai dasar-dasar permainan, teknik, hingga penerapannya dalam pembelajaran PJOK.

Kegiatan diawali dengan sesi teori yang berlangsung di Ruang 2.14, Lantai 2, Gedung E (Pascasarjana) FKIP Unmuh Jember. Pada sesi ini, peserta diperkenalkan dengan dasar permainan softball dan baseball sebagai bekal sebelum memasuki sesi praktik.

Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Tito Sujarwo, mewakili Pengurus Perbasasi Kabupaten Jember. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan bahwa coaching clinic menjadi salah satu langkah untuk memperkenalkan sekaligus mengembangkan olahraga softball dan baseball melalui lingkungan pendidikan.

Usai mendapatkan materi, para guru kemudian diajak berpindah ke Lapangan Universitas Muhammadiyah Jember untuk mengikuti praktik secara langsung. Di lapangan, peserta berkesempatan mencoba teknik dasar permainan sekaligus memahami bagaimana olahraga tersebut dapat diterapkan dalam aktivitas pembelajaran PJOK di sekolah.

Bagi guru PJOK, pengalaman praktik menjadi bagian penting dalam coaching clinic karena memberikan gambaran langsung mengenai karakter permainan yang sebelumnya mungkin belum banyak ditemui dalam pembelajaran olahraga di sekolah.

Melalui kegiatan ini, Perbasasi Kabupaten Jember dan Prodi S1 Pendidikan Jasmani Unmuh Jember berharap pengenalan softball dan baseball dapat semakin luas di kalangan guru dan pelajar. Guru PJOK diharapkan dapat menjadi salah satu pintu masuk untuk memperkenalkan olahraga tersebut kepada siswa sekaligus membuka peluang munculnya bibit-bibit atlet baru dari lingkungan sekolah.

Kegiatan ini sekaligus memperkuat sinergi antara organisasi olahraga, perguruan tinggi, dan MGMP PJOK dalam mendukung pengembangan olahraga di Kabupaten Jember. Kolaborasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada coaching clinic, tetapi dapat berkembang menjadi pembinaan olahraga yang lebih berkelanjutan di lingkungan pendidikan.

Dengan pendekatan teori dan praktik secara langsung, coaching clinic ini menjadi langkah awal untuk membawa softball dan baseball lebih dekat dengan dunia pendidikan dari lapangan kampus menuju lapangan sekolah.

 

Minggu, 27 September 2026

Wisuda ke-55 Unmuh Jember Kukuhkan 986 Lulusan, Prodi Baru hingga Pesan Rektor Warnai Dua Hari Prosesi


Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember mengukuhkan sebanyak 986 lulusan dalam Rapat Terbuka Senat Wisuda ke-55 jenjang Magister (S2), Sarjana (S1), dan Ahli Madya (D3) Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026. Prosesi wisuda digelar selama dua hari, Sabtu–Minggu (26–27/9/2026), di Aula Ahmad Zainuri Unmuh Jember.

Wisuda ke-55 ini tidak hanya menjadi momentum pengukuhan ratusan lulusan, tetapi juga menandai perkembangan Unmuh Jember dalam memperluas dan mengembangkan program pendidikan. Program studi baru menjadi bagian dari perkembangan tersebut, seiring dengan upaya universitas menjawab kebutuhan pendidikan tinggi dan dinamika dunia profesional.

Keberadaan program studi baru tersebut menjadi salah satu bagian dari perjalanan Unmuh Jember dalam memperkuat layanan pendidikan. Hal ini berjalan beriringan dengan berbagai capaian institusi, termasuk akreditasi unggul pada 18 program studi yang disampaikan dalam rangkaian sambutan Rektor.

Selain perkembangan program studi, Unmuh Jember juga tengah mempersiapkan pembukaan Fakultas Kedokteran pada tahun mendatang. Pengembangan tersebut menjadi bagian dari langkah universitas dalam memperluas bidang keilmuan sekaligus meningkatkan kontribusi perguruan tinggi bagi masyarakat.

Pada hari pertama, Sabtu (26/9/2026), sebanyak 551 wisudawan mengikuti prosesi pengukuhan. Rangkaian wisuda kemudian dilanjutkan pada Minggu (27/9/2026) hingga seluruh 986 lulusan resmi dikukuhkan sebagai alumni Unmuh Jember.

Prosesi dipimpin langsung oleh Rektor Unmuh Jember, Dr. Hanafi, M.Pd., serta dihadiri jajaran senat, pimpinan Muhammadiyah, mitra universitas, orang tua, dan keluarga wisudawan.

Rangkaian acara berlangsung khidmat, mulai dari pembacaan keputusan rektor, pengukuhan wisudawan, pemberian penghargaan kepada lulusan berprestasi, hingga penyerahan alumni kepada Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Muhammadiyah Jember.


Di balik prosesi pengukuhan, Rektor Unmuh Jember menyampaikan pesan kepada para lulusan agar tidak memandang wisuda sebagai akhir dari perjalanan pendidikan.

Ia menekankan pentingnya konsep long life education atau pendidikan sepanjang hayat. Menurutnya, setelah meninggalkan bangku perguruan tinggi, para lulusan justru akan menghadapi berbagai persoalan dan tantangan kehidupan yang sesungguhnya di tengah masyarakat.

Karena itu, pengalaman selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi perlu menjadi bekal untuk terus belajar. Para alumni diharapkan mampu menjadikan pengalaman, lingkungan, dan persoalan yang mereka hadapi sebagai bagian dari proses pembelajaran sepanjang kehidupan.

Rektor juga menekankan pentingnya ilmu pengetahuan sebagai bekal dalam menjalani kehidupan. Mengacu pada nilai-nilai agama, ilmu dipandang sebagai salah satu kunci untuk meraih derajat yang tinggi, kesuksesan di dunia, sekaligus kebahagiaan di akhirat.

Namun, ilmu menurutnya perlu berjalan bersama integritas. Para lulusan diharapkan tidak hanya memiliki kompetensi akademik dan profesional, tetapi juga mampu menjaga nilai moral dalam setiap peran yang dijalankan.

Nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) juga diharapkan tetap menjadi bagian dari karakter alumni. Nilai tersebut tidak berhenti sebagai materi selama perkuliahan, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan profesional, sosial, maupun ketika mengambil keputusan di tengah masyarakat.

Pesan lain yang ditekankan dalam sambutan Rektor adalah pentingnya menghadirkan kebermanfaatan setelah menjadi alumni.

Para lulusan didorong untuk tidak hanya mengejar keberhasilan secara personal, tetapi juga mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat dan lingkungan di sekitarnya.

Semangat tersebut sejalan dengan nilai Muhammadiyah yang mengedepankan kebermanfaatan dan semangat rahmatan lil alamin. Para alumni diharapkan dapat membawa nilai tersebut dalam setiap ruang pengabdian, baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional.

Dengan demikian, keberhasilan seorang alumni tidak semata-mata diukur dari jabatan atau pekerjaan yang diperoleh, tetapi juga dari sejauh mana ilmu, kompetensi, dan pengalaman yang dimiliki mampu memberikan manfaat bagi orang lain.

Usai dikukuhkan, para wisudawan secara resmi diserahkan kepada IKA Unmuh Jember. Prosesi tersebut menjadi simbol bahwa hubungan antara lulusan dan almamater tidak berakhir setelah mereka meninggalkan kampus.

Sebanyak 986 lulusan Wisuda ke-55 kini menjadi bagian dari keluarga besar alumni Unmuh Jember. Mereka membawa ilmu, pengalaman, serta nilai-nilai yang diperoleh selama menjalani proses pendidikan untuk memasuki ruang pengabdian yang lebih luas.

 

Kamis, 24 September 2026

Yudisium FKIP Unmuh Jember 2026: Menguatkan Langkah Lulusan untuk Belajar, Bertumbuh, dan Berdampak


Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember menyelenggarakan kegiatan yudisium tahun 2026 dengan penuh khidmat dan semarak di Gedung Ahmad Zainuri. Mengusung tema
“Belajar, Bertumbuh, dan Berdampak”, kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para mahasiswa yang telah menyelesaikan proses akademiknya untuk melangkah menuju dunia profesional.

Sebanyak 164 mahasiswa mengikuti prosesi yudisium pada kesempatan tersebut. Dari jumlah tersebut, 119 mahasiswa berasal dari Program Studi Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD) yang merupakan para guru PAUD dari berbagai daerah dan 45 mahasiswa reguler dari berbagai program studi.

Pelaksanaan yudisium tahun ini menghadirkan suasana berbeda dengan mengangkat konsep pakaian Nusantara. Para peserta tampil mengenakan busana khas daerah sebagai bentuk apresiasi terhadap keberagaman budaya Indonesia sekaligus memperkuat nilai kebangsaan dalam dunia pendidikan.

Dalam sambutannya, Dekan FKIP Unmuh Jember, Dr. Fitri Amilia, M.Pd. menyampaikan apresiasi dan rasa bangga kepada seluruh mahasiswa yang telah berhasil menyelesaikan perjalanan akademiknya. Beliau berpesan agar para lulusan tidak berhenti untuk terus belajar, mengembangkan diri, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan.

“Lulusan FKIP diharapkan tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga mampu menjadi pendidik yang inspiratif, adaptif, dan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar,” ungkapnya.

Rangkaian acara yudisium juga semakin meriah dengan berbagai penampilan kreatif dari para guru PAUD peserta RPL PGPAUD. Mereka menampilkan pertunjukan seni berupa tarian dan nyanyian yang menggambarkan kreativitas, semangat, serta kecintaan terhadap budaya Indonesia. Penampilan tersebut menjadi salah satu bentuk ekspresi kebahagiaan sekaligus refleksi bahwa para pendidik anak usia dini memiliki peran penting dalam menanamkan nilai seni dan budaya kepada generasi penerus.

Kegiatan yudisium ditutup dengan suasana penuh kebahagiaan dan kebanggaan dari para lulusan bersama keluarga, dosen, serta sivitas akademika FKIP Unmuh Jember. Melalui tema “Belajar, Bertumbuh, dan Berdampak”, para lulusan diharapkan mampu membawa ilmu yang diperoleh selama perkuliahan untuk terus berkembang dan memberikan manfaat nyata di tengah masyarakat.

 

Selasa, 22 September 2026

PP Muhammadiyah Gelar Uji Coba Buku Saku Penghapusan Sunat Perempuan Berbasis Islam Berkemajuan di Unmuh Jember


Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menggelar uji coba (pilotting/testing) Buku Saku Penghapusan Sunat Perempuan Berbasis Islam Berkemajuan di Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember, Selasa, 22 September 2026.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Muhammadiyah dalam mengembangkan pemahaman keislaman yang berpihak pada keselamatan dan perlindungan perempuan. Uji coba buku saku dilakukan untuk memperoleh masukan sekaligus memastikan materi yang disusun dapat dipahami dan diterapkan sesuai dengan konteks masyarakat.

Perwakilan PP Muhammadiyah, Dr. Ernyasih, SKM., MKM., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk ikhtiar Muhammadiyah dalam menghadirkan pemahaman keislaman yang berorientasi pada keselamatan perempuan.

“Ini merupakan bentuk ikhtiar Muhammadiyah dalam menghadirkan pemahaman dan keislaman yang menghadirkan keselamatan perempuan,” ujarnya.

Kegiatan tersebut mendapat sambutan dari Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Jember, H. Kusno, S.Ag., M.Pd.I. Ia menyampaikan apresiasi karena Unmuh Jember dipercaya menjadi salah satu lokasi pelaksanaan uji coba buku saku tersebut.

“Saya berterima kasih karena sudah memilih Unmuh Jember sebagai tempat untuk melakukan uji coba ini,” ungkapnya.

Menurutnya, terdapat target pemahaman yang ingin dicapai melalui kegiatan tersebut. Salah satunya memberikan pemahaman mengenai posisi khitan dalam ajaran Islam serta membedakannya antara praktik yang berkaitan dengan laki-laki dan perempuan.

“Ada target yang harus dicapai dalam kegiatan ini, untuk memberitahu bahwa khitan merupakan sunnah Nabi, namun tidak termasuk untuk golongan perempuan,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Rektor II Unmuh Jember, Ns. Sasmiyanto, S.Kep., M.Kes., menilai isu sunat perempuan memiliki keterkaitan yang erat dengan budaya yang berkembang di masyarakat. Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi salah satu tantangan dalam menyampaikan dakwah Muhammadiyah.

“Perihal sunat perempuan ini beririsan langsung dengan budaya. Ini menjadi tantangan utama bagi Muhammadiyah dalam menyampaikan dakwahnya,” tuturnya.

Ia menjelaskan, Muhammadiyah selama ini dikenal sebagai organisasi yang membawa semangat masyarakat berkemajuan. Karena itu, penyampaian nilai-nilai keagamaan perlu dilakukan dengan mempertimbangkan pemahaman yang sesuai dengan ajaran Islam dan tidak mencampurkannya dengan praktik budaya yang tidak memiliki dasar keagamaan yang kuat.

“Muhammadiyah terkenal dengan masyarakat yang berkemajuan, yang notabene agama tidak dicampur dengan budaya,” tambahnya.

Melalui kegiatan pilotting/testing tersebut, Muhammadiyah diharapkan dapat memperoleh masukan terhadap Buku Saku Penghapusan Sunat Perempuan Berbasis Islam Berkemajuan sebelum digunakan secara lebih luas. Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang dialog untuk memperkuat pemahaman masyarakat mengenai isu perlindungan perempuan melalui pendekatan keagamaan yang kontekstual dan berkemajuan.

KKN Internasional Unmuh Jember Edukasi Hak Anak dan Etika Sosial bagi Masyarakat Indonesia di Malaysia



Mahasiswa Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember turut berkontribusi dalam kegiatan International Community Service atau KKN Internasional yang diselenggarakan Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) bekerja sama dengan Unmuh Jember dan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Malaysia.

Kegiatan yang berlangsung pada Senin, 10 Agustus 2026, tersebut dilaksanakan di Sanggar Bimbingan Muhammadiyah Kepong, Kuala Lumpur, Malaysia. Mengangkat tema “Peningkatan Kesadaran Hukum tentang Hak Anak dan Etika Sosial pada Masyarakat Indonesia di Malaysia”, kegiatan menyasar anak-anak, pendidik, serta masyarakat Indonesia di lingkungan Sanggar Bimbingan Muhammadiyah Kepong.

Ketua Tim International Community Service Unmuh Jember, Zafira Azra Ambarukmi, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pengabdian kepada masyarakat dalam lingkup internasional. Edukasi diberikan dengan pendekatan sederhana agar materi mengenai hukum dan kehidupan sosial dapat dipahami peserta.

Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan sejumlah materi, mulai dari hak dan tanggung jawab anak, pentingnya identitas hukum dan dokumen dasar, hingga perlindungan anak dari kekerasan dan perundungan (bullying).

Selain itu, peserta juga memperoleh edukasi mengenai etika sosial dalam lingkungan masyarakat multikultural serta etika dan tanggung jawab dalam menggunakan media digital.

Kegiatan dikemas secara partisipatif melalui penyampaian materi, contoh kasus, diskusi, tanya jawab, hingga simulasi sederhana yang berkaitan dengan persoalan sosial dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan tersebut dilakukan agar peserta tidak hanya menerima materi secara satu arah, tetapi juga dapat menyampaikan pengalaman dan pandangan mereka.


Melalui kegiatan tersebut, peserta diharapkan memiliki pemahaman dasar mengenai hak-hak anak, termasuk hak atas identitas, pendidikan, kesehatan, perlindungan, dan partisipasi. Peserta juga diperkenalkan dengan pentingnya mengetahui saluran bantuan resmi ketika menghadapi persoalan hukum maupun administrasi.

Tidak hanya aspek hukum, kegiatan juga menekankan pentingnya membangun komunikasi yang santun, kedisiplinan, sikap anti-perundungan, serta tanggung jawab sosial. Edukasi mengenai penggunaan media digital turut diberikan sebagai bagian dari pembentukan etika dalam kehidupan sehari-hari.

Hasil pelaksanaan menunjukkan peserta mendapatkan pengetahuan mengenai hak dan tanggung jawab anak, identitas hukum, perlindungan dari kekerasan dan perundungan, serta etika sosial di tengah masyarakat multikultural.

Kegiatan juga memberikan ruang bagi peserta untuk aktif bertanya, berdiskusi, dan melakukan praktik sederhana berdasarkan permasalahan yang mungkin ditemui dalam kehidupan sehari-hari.

Pihak mitra menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memberikan pengetahuan yang bermanfaat bagi peserta. Ke depan, kegiatan serupa direkomendasikan untuk dilanjutkan dengan aktivitas yang lebih interaktif, penggunaan contoh-contoh praktis, serta materi edukasi yang terus diperbarui.

Keterlibatan Unmuh Jember dalam International Community Service ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperluas kontribusi mahasiswa dalam pengabdian kepada masyarakat di tingkat internasional. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya menerapkan pengetahuan yang diperoleh di bangku perkuliahan, tetapi juga belajar menyampaikan edukasi sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan konteks lingkungan yang berbeda.

Kegiatan ditutup dengan refleksi dan evaluasi bersama serta dokumentasi sebagai bagian dari rangkaian pelaksanaan KKN Internasional di Sanggar Bimbingan Muhammadiyah Kepong, Kuala Lumpur, Malaysia.

Jumat, 18 September 2026

Taklukkan 44,5 Km Lintasan Ekstrem, Mapala Unmuh Jember Raih Winner 9th SuperAdventure

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Muhammadiyah  (Unmuh) Jember. Melalui tim Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) yang berhasil meraih Winner 9th dalam ajang SuperAdventure, kompetisi adventure race tahunan yang diikuti kelompok pecinta alam dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Kejuaraan yang diselenggarakan di Ujung Genteng, Sukabumi, pada 11-13 September 2026 tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi tim Mapala Unmuh Jember. Tidak hanya berlari melintasi alam, peserta harus menuntaskan rangkaian olahraga dan rintangan yang memadukan trail running, canyoning, orientering, rafting, hingga coastal tracking dalam satu perlombaan.

Tim Mapala Unmuh Jember yang berlaga terdiri dari empat mahasiswa dengan pembagian peran masing-masing, yakni Ach Jauharil Fahmi dari Program Studi Ilmu Komunikasi sebagai kapten, Moh Dimas Suryo Adipuro dari Program Studi Manajemen sebagai sweeper, Reza Arfiansyah dari Program Studi Teknik Informatika sebagai navigator, serta Mu'amar Fuad dari Program Studi Teknik Sipil yang bertugas menangani logistik.

SuperAdventure mengusung konsep adventure race yang menggabungkan sejumlah cabang olahraga alam dalam satu rangkaian perlombaan. Seluruh anggota tim dituntut bergerak bersama sejak garis start hingga finish.

Perjalanan dimulai pukul 05.00 dan peserta harus menyelesaikan total lintasan sekitar 44,5 kilometer dengan cut off time (COT) selama 12 jam, yakni hingga pukul 17.00. Selain itu, terdapat cut off point (COP) di pos rafting yang harus dicapai paling lambat pukul 14.30.

Rangkaian tantangan yang harus ditaklukkan tim meliputi orientering sejauh 22 kilometer, canyoning dengan lintasan 70 meter, orientering 5 kilometer, rafting 5,5 kilometer, serta coastal tracking sejauh 12 kilometer.

Kondisi tersebut membuat strategi tim menjadi bagian penting dalam perlombaan. Setiap anggota tidak dapat berjalan sendiri-sendiri karena seluruh tim harus tetap bersama hingga menyelesaikan perlombaan.

Menghadapi perlombaan dengan kombinasi medan tersebut, tim Mapala Unmuh Jember melakukan persiapan selama kurang lebih dua bulan. Memasuki satu bulan terakhir sebelum kompetisi, latihan mulai dilakukan secara lebih intensif.

Salah satu fokus utama adalah membangun kemampuan fisik dengan target mileage minimal 40 kilometer. Namun, tantangan tidak hanya datang dari medan perlombaan. Kesibukan masing-masing anggota sebagai mahasiswa membuat penyamaan jadwal latihan menjadi persoalan tersendiri.

Karena itu, latihan bersama tetap diagendakan setidaknya dua kali dalam sepekan, khususnya untuk latihan lari dan rafting. Sementara latihan lainnya dilakukan secara mandiri sesuai dengan waktu yang dimiliki masing-masing anggota.

Dari seluruh rangkaian lintasan, coastal tracking menjadi salah satu tantangan paling berat bagi tim. Etape tersebut harus dilalui ketika para peserta sudah memasuki kilometer 30 lebih dan kondisi fisik mulai terkuras.

Medan pasir yang berat membuat langkah semakin sulit, sementara energi yang tersisa semakin terbatas. Bahkan, tim sempat mengalami kelelahan ekstrem ketika memasuki sekitar kilometer 40.


Ach Jauharil Fahmi, yang akrab dipanggil Aril, mengatakan bahwa kekompakan menjadi salah satu kunci agar seluruh anggota tetap bergerak menuju garis finish.

"Kalau adu argumen pasti terjadi, tetapi kami tetap saling support demi tujuan bersama. Sempat mengalami kelelahan ekstrem di kilometer 40-an, tetapi kami berusaha tetap bersama sampai selesai," ungkapnya.

Dalam adventure race, kemampuan individu tidak cukup untuk menyelesaikan seluruh tantangan. Pembagian peran menjadi bagian penting dalam menjaga ritme perjalanan.

Aril sebagai kapten bertanggung jawab menjaga koordinasi tim. Reza Arfiansyah berperan sebagai navigator untuk memastikan arah perjalanan, Dimas Suryo Adipuro bertugas sebagai sweeper untuk memastikan seluruh anggota tetap dalam satu kesatuan, sementara Mu'amar Fuad menangani kebutuhan logistik selama perlombaan.

Kombinasi tersebut membuat setiap anggota memiliki tanggung jawab yang saling melengkapi. Bagi tim Mapala Unmuh Jember, pencapaian Winner 9th bukan sekadar hasil dari perlombaan sehari. Prestasi tersebut merupakan buah dari proses latihan, kesiapan mental, kemampuan membaca medan, serta kemauan untuk terus bergerak ketika kondisi fisik mulai berada di batas kemampuan.

Pengalaman mengikuti SuperAdventure juga menjadi pembelajaran bagi mahasiswa lain yang ingin mencoba kompetisi olahraga luar ruang.

Tim Mapala Unmuh Jember menekankan bahwa tidak ada pencapaian yang datang secara tiba-tiba. Semua membutuhkan proses, termasuk proses yang melelahkan dan penuh tantangan.

"Tidak ada yang tiba-tiba. Semuanya perlu proses yang tentunya menyakitkan. Selesaikan apa yang kalian mulai, jangan takut mencoba," pesan Aril.

Capaian Winner 9th SuperAdventure sekaligus menunjukkan kiprah mahasiswa Unmuh Jember dalam kompetisi yang menguji kemampuan fisik, mental, navigasi, kerja sama, dan ketahanan menghadapi medan alam.

Yudisium Faperta Unmuh Jember, 43 Yudisi Siap Hadapi Tantangan Dunia Kerja


Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember menggelar yudisium bagi mahasiswa pada Jumat, 18 September 2026. Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Gedung A Unmuh Jember dan diikuti sebanyak 43 mahasiswa dari tiga program studi, yakni Agroteknologi, Agribisnis, dan Teknologi Industri Pertanian.

Dekan Faperta sekaligus Ketua Senat, Saptya Prawitasari, S.P., M.P., dalam sambutannya menyampaikan bahwa yudisium menjadi salah satu penanda berakhirnya perjalanan mahasiswa di bangku perkuliahan sekaligus awal untuk memasuki fase kehidupan yang baru, khususnya dunia kerja.

Menurutnya, dunia kerja memiliki tantangan yang berbeda dengan lingkungan perkuliahan. Para mahasiswa perlu mempersiapkan kekuatan mental karena akan menghadapi tuntutan, tanggung jawab, serta konsekuensi yang lebih besar atas setiap pekerjaan yang dilakukan.

“Setelah hari ini, kalian tidak lagi berada dalam kasih sayang para dosen yang jika kalian membuat satu kesalahan masih dinormalisasi. Kondisi tersebut akan jauh berbeda jika sudah di dunia kerja,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan para yudisi untuk tidak berhenti belajar setelah menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi. Hal tersebut dinilai penting mengingat perkembangan teknologi di bidang pertanian berlangsung semakin pesat dan menghadirkan berbagai tantangan baru.

“Terus belajar, karena teknologi di bidang pertanian semakin berkembang pesat dan juga timbul tantangan baru untuk dihadapi,” tuturnya.

Beliau berharap para lulusan Faperta Unmuh Jember mampu membawa ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama perkuliahan untuk menghadapi kebutuhan dunia kerja maupun mengembangkan sektor pertanian di tengah perubahan teknologi yang terus berlangsung.

Yudisium tersebut menjadi momentum bagi 43 mahasiswa untuk menutup salah satu tahapan pendidikan sekaligus memulai perjalanan baru setelah menyandang status sebagai lulusan Fakultas Pertanian Unmuh Jember.

Connect