Carousel

Rabu, 28 Oktober 2026

Tanamkan Cinta Lingkungan Sejak Dini, Mahasiswa KKN Unmuh Jember Ajak Anak KB 02 Banyuglugur Daur Ulang Barang Bekas


Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember), Winda Sri Wahyuni, mengajak anak-anak KB 02 Banyuglugur membuat tempat pensil dari barang bekas pada Senin (26/10/2026). Kegiatan ini menjadi upaya menanamkan karakter cinta lingkungan sejak usia dini melalui aktivitas kreatif dan edukatif.

Kegiatan tersebut melibatkan anak-anak, wali murid, dan mahasiswa KKN. Melalui praktik sederhana, anak-anak diperkenalkan pada pentingnya memanfaatkan kembali barang bekas agar tidak langsung berakhir menjadi sampah.

Bahan yang digunakan untuk membuat tempat pensil meliputi botol plastik bekas, kardus, dan sedotan. Barang-barang tersebut diolah menjadi benda yang bermanfaat dan dapat digunakan untuk menyimpan alat tulis.

Belajar Kreatif Sambil Menjaga Lingkungan

Kegiatan diawali dengan pengenalan bahan-bahan yang akan digunakan. Anak-anak mendapatkan penjelasan sederhana mengenai pemanfaatan barang bekas serta pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

Selanjutnya, anak-anak mengikuti proses pembuatan tempat pensil dengan pendampingan mahasiswa KKN dan dukungan wali murid. Melalui kegiatan praktik langsung, anak-anak memperoleh kesempatan untuk berkreasi sekaligus melatih keterampilan motorik halus sesuai tahap perkembangannya.

Penggunaan bahan-bahan sederhana yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar juga memberikan pemahaman bahwa barang yang sudah tidak terpakai masih dapat diolah menjadi sesuatu yang berguna. Dengan demikian, pembelajaran tidak hanya berfokus pada hasil karya, tetapi juga pada proses mengenalkan kreativitas dan kepedulian terhadap lingkungan.


Ajarkan Anak Memilah Sampah Sejak Dini

Selain membuat kerajinan, anak-anak diajak memilah sisa bahan setelah kegiatan selesai. Mereka diperkenalkan pada kebiasaan memisahkan bahan yang masih dapat dimanfaatkan kembali dan membuang sampah pada tempatnya.

Pembiasaan tersebut menjadi bagian dari pendidikan karakter peduli lingkungan. Anak-anak belajar bahwa menjaga kebersihan merupakan tanggung jawab bersama yang dapat dimulai melalui tindakan sederhana dalam aktivitas sehari-hari.

Dalam kegiatan ini, anak-anak berhasil membuat tempat pensil dari botol plastik bekas, kardus, dan sedotan. Mereka juga memperoleh pengalaman langsung mengenai pemanfaatan barang bekas serta pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

Perkuat Pendidikan Karakter melalui Kegiatan Kreatif

Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendidikan cinta lingkungan dapat diperkenalkan sejak usia dini melalui aktivitas yang menyenangkan dan sesuai dengan tahap perkembangan anak. Selain mengembangkan kreativitas, kegiatan tersebut menjadi sarana untuk membiasakan perilaku positif dalam kehidupan sehari-hari.

Keterlibatan wali murid turut mendukung proses pembelajaran. Kolaborasi antara mahasiswa KKN, pihak sekolah, dan keluarga diharapkan dapat memperkuat kebiasaan menjaga kebersihan serta memanfaatkan barang bekas, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.

Melalui program ini, mahasiswa KKN PG PAUD Unmuh Jember turut menerapkan pembelajaran pendidikan anak usia dini dalam kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat. Pembuatan tempat pensil dari barang bekas diharapkan menjadi langkah sederhana untuk menumbuhkan generasi yang kreatif, mandiri, dan peduli terhadap lingkungan sejak dini.

Mahasiswa KKN RPL Mandiri Unmuh Jember Edukasi Jam’iyyah Muslimat Nurus Salim tentang Parenting Islami


Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Mandiri Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember), Nindy Luqy Afifah, menggelar edukasi parenting bertema “Mendidik Anak Sesuai Zamannya” bersama Jam’iyyah Muslimat Nurus Salim di Dusun Gebang, Desa Gedangmas, Kecamatan Randuagung, Kabupaten Lumajang, Sabtu (24/10/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari luaran tugas individu KKN yang bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya para ibu, mengenai pentingnya menerapkan pola pengasuhan yang sesuai dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.

Dalam penyampaian materi, Nindy Luqy Afifah menjelaskan bahwa perkembangan teknologi dan perubahan sosial menuntut orang tua untuk menyesuaikan pola pengasuhan dengan kebutuhan anak masa kini. Orang tua tidak hanya berperan memberikan nasihat, tetapi juga perlu menjadi teladan, membangun komunikasi yang baik, serta mendampingi anak dalam menggunakan teknologi secara bijak.

Selain itu, materi parenting menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai agama, membiasakan anak beribadah, mengajarkan sopan santun, serta membentuk karakter melalui kasih sayang dan keteladanan. Pendampingan orang tua diperlukan agar anak mampu mengenal dan memanfaatkan perkembangan teknologi secara positif dengan tetap berpegang pada ajaran Islam.

Mendidik anak sesuai zamannya bukan berarti membebaskan anak mengikuti seluruh perkembangan teknologi tanpa batasan. Sebaliknya, orang tua perlu memberikan arahan, menetapkan batasan yang sesuai, serta membangun komunikasi terbuka agar anak dapat memahami manfaat dan risiko dari penggunaan teknologi.

Melalui kegiatan bersama Jam’iyyah Muslimat Nurus Salim ini, para ibu diharapkan semakin memahami perannya sebagai pendidik utama dalam keluarga. Penerapan pola pengasuhan yang bijaksana, komunikatif, dan sesuai dengan tahap perkembangan anak menjadi salah satu upaya untuk menciptakan lingkungan keluarga yang mendukung tumbuh kembang anak.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk kontribusi mahasiswa KKN RPL Mandiri Unmuh Jember dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. Melalui sosialisasi tersebut, diharapkan keluarga semakin mampu membimbing anak agar tumbuh menjadi generasi yang beriman, berilmu, berakhlak mulia, serta bijak memanfaatkan teknologi dalam kehidupan sehari-hari.

Mahasiswa KKN RPL Unmuh Jember Gelar Pelatihan Fardu Kifayah melalui Program KHIDMATUL UMMAH di Lumajang


Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember), Siti Rokhayah, menggelar pelatihan fardu kifayah dengan fokus pada tata cara memandikan jenazah melalui program “KHIDMATUL UMMAH: Pelatihan Keterampilan Fardu Kifayah di Masyarakat”. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis (22/10/2026) di salah satu rumah warga RT 02, Desa Kaliboto Lor, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Lumajang, dan diikuti 40 peserta dari kalangan ibu-ibu Muslimat.

Pelatihan ini menghadirkan Ustaz Arbain Nawawi sebagai pemateri. Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memahami tata cara memandikan jenazah sesuai tuntunan syariat Islam.

Dalam pemaparannya, Ustaz Arbain Nawawi menjelaskan sejumlah hal yang perlu diperhatikan dalam proses memandikan jenazah. Materi meliputi persiapan sebelum pelaksanaan, perlengkapan yang diperlukan, hingga tahapan memandikan jenazah sesuai ketentuan syariat Islam.

Penyampaian materi melalui penjelasan dan praktik diharapkan membantu peserta memahami proses pengurusan jenazah secara lebih terarah. Dengan demikian, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori, tetapi juga mendapatkan gambaran mengenai penerapannya dalam kehidupan bermasyarakat.

Pengurusan jenazah merupakan bagian penting dalam kehidupan umat Islam. Salah satunya adalah memandikan jenazah, yang termasuk dalam rangkaian kewajiban fardu kifayah. Pemahaman mengenai tata cara pelaksanaannya diperlukan agar masyarakat dapat berperan dalam membantu pengurusan jenazah ketika dibutuhkan.

Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan memperoleh bekal pengetahuan yang dapat bermanfaat bagi diri sendiri dan lingkungan sekitar. Keterampilan tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan kesiapan masyarakat dalam menjalankan tanggung jawab sosial dan keagamaan secara bersama-sama.

Program KHIDMATUL UMMAH menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN RPL Unmuh Jember dalam mendukung peningkatan pengetahuan keagamaan masyarakat. Melalui kegiatan ini, Siti Rokhayah berharap pembelajaran fardu kifayah dapat terus dikembangkan di Desa Kaliboto Lor sehingga semakin banyak warga yang memahami pentingnya pengurusan jenazah sesuai tuntunan Islam.

Cegah Stunting Sejak Dini, Mahasiswa KKN RPL PG PAUD Unmuh Jember Edukasi Wali Murid melalui Program Isi Piringku


Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember), Silma Auliya, menggelar workshop edukasi gizi dan pencegahan stunting di PAUD KB Melati 02, Desa Alun-Alun, Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang, Rabu (21/10/2026).

Kegiatan bertema “Cegah Stunting Sejak Dini: GERMAS dan Pedoman Isi Piringku bagi Keluarga dan Anak Usia Dini” ini bertujuan meningkatkan pemahaman wali murid mengenai pentingnya gizi seimbang dalam mendukung tumbuh kembang anak. Kegiatan tersebut melibatkan pihak PAUD dan kader Posyandu Desa Alun-Alun sebagai upaya memperkuat edukasi gizi di lingkungan keluarga.

Dalam kegiatan ini, peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang serta penerapan pedoman Isi Piringku dalam menu sehari-hari. Edukasi tersebut juga menekankan bahwa makanan bergizi tidak selalu harus mahal karena bahan pangan lokal yang mudah ditemukan dapat menjadi bagian dari menu sehat keluarga.

Pelaksana KKN RPL Unmuh Jember, Silma Auliya, menyampaikan bahwa pemahaman orang tua mengenai komposisi makanan menjadi salah satu hal penting dalam mendukung kebutuhan gizi anak.

“Banyak orang tua ingin yang terbaik untuk anaknya, namun belum semua memahami cara menyusun makanan yang tepat. Melalui workshop ini, kami ingin memberikan pemahaman yang sederhana namun bermanfaat bahwa makanan bergizi tidak harus mahal, yang penting komposisinya seimbang,” ungkap Silma.

Ketua Posyandu Desa Alun-Alun, Hanik Armiati, hadir sebagai narasumber untuk menjelaskan penerapan Isi Piringku dan pemanfaatan bahan pangan lokal. Ia mengajak orang tua membiasakan penyajian sayur dan buah dalam menu keluarga dengan memanfaatkan bahan yang mudah diperoleh di lingkungan sekitar.

“Sayur dan buah tidak selalu mahal. Di lingkungan kita ada bayam, kangkung, pisang, dan pepaya yang mudah didapat. Yang penting adalah kebiasaan menyajikannya di meja makan setiap hari,” tutur Hanik.

Untuk mengevaluasi pemahaman peserta, mahasiswa menerapkan pre-test dan post-test. Berdasarkan laporan hasil evaluasi kegiatan, terdapat peningkatan pemahaman materi gizi sebesar 85 persen dari total peserta wali murid. Selain menerima materi, peserta juga berlatih menyusun lembar rencana menu sehat selama tujuh hari untuk anak usia dini.

Salah satu wali murid, Riska, mengaku memperoleh pemahaman baru mengenai pentingnya variasi makanan dalam menu anak. Ia menyadari bahwa pemenuhan kebutuhan makan anak perlu memperhatikan keseimbangan gizi, bukan sekadar membuat anak merasa kenyang.

Kegiatan ditutup dengan pembacaan dan penandatanganan lembar komitmen bersama untuk mendukung pencegahan stunting. Komitmen tersebut mencakup kesediaan wali murid untuk memantau tumbuh kembang anak secara rutin di Posyandu dan menerapkan prinsip Isi Piringku dalam penyediaan makanan di rumah.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN RPL PG PAUD Unmuh Jember berharap orang tua semakin memahami pentingnya gizi seimbang dan mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Edukasi serta kerja sama antara keluarga, lembaga PAUD, dan kader Posyandu diharapkan dapat mendukung upaya pencegahan stunting dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat bagi tumbuh kembang anak.

Mahasiswa KKN RPL Unmuh Jember Ajak Wali Murid KB Sinar Pola Sulap Barang Bekas Menjadi APE Kreatif


Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) mengajak wali murid KB Sinar Pola, Desa Pagowan, Kecamatan Pasrujambe, Kabupaten Lumajang, mengolah barang bekas menjadi Alat Permainan Edukatif (APE). Kegiatan bertajuk “Kreasi APE dari Barang Bekas: Workshop Kreatif Wali Murid untuk Anak Usia Dini” ini dilaksanakan pada Selasa (20/10/2026) mulai pukul 08.00 WIB.

Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orang tua dalam membuat media bermain edukatif dari bahan sederhana yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar. Selain mendukung pembelajaran anak usia dini, kegiatan ini juga menjadi upaya menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan melalui pemanfaatan kembali barang bekas.

Dalam workshop tersebut, wali murid diajak mengenal sekaligus mempraktikkan pembuatan beberapa jenis APE. Hasil kreasi yang dibuat antara lain puzzle dari daun kering dan kardus, permainan coding angka, serta permainan pengelompokan warna menggunakan styrofoam dan tusuk sate.

Melalui praktik langsung, para wali murid memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kreativitas dalam menyiapkan media bermain bagi anak. Bahan-bahan yang mudah ditemukan dan biasanya dianggap tidak terpakai dapat diolah menjadi permainan yang menarik sekaligus memiliki nilai edukatif.

Salah satu wali murid yang membuat puzzle menyampaikan bahwa permainan tersebut memiliki manfaat bagi perkembangan anak.

“Saya membuat puzzle karena puzzle dapat melatih koordinasi antara tangan dan mata, meningkatkan fokus, serta menumbuhkan kesabaran anak,” ujarnya.

Kegiatan ini juga memberikan pemahaman bahwa mendukung proses belajar anak tidak selalu harus menggunakan permainan yang mahal. Dengan kreativitas dan pendampingan orang tua, bahan yang tersedia di sekitar dapat dimanfaatkan untuk menciptakan pengalaman bermain yang menyenangkan dan mendukung proses belajar anak.

Selain menghadirkan alternatif media pembelajaran, pembuatan APE dari barang bekas mendorong keluarga untuk membiasakan pemanfaatan kembali bahan yang masih layak pakai. Dengan demikian, kegiatan bermain dan belajar dapat berjalan beriringan dengan pengenalan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini.

Melalui program kerja ini, mahasiswa KKN RPL Unmuh Jember berharap wali murid KB Sinar Pola dapat menerapkan keterampilan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari. Keterlibatan orang tua dalam menyediakan dan mendampingi penggunaan permainan edukatif diharapkan dapat mendukung perkembangan anak sekaligus menumbuhkan kreativitas dan kepedulian terhadap lingkungan.

Mahasiswa KKN RPL PG PAUD Unmuh Jember Edukasi Orang Tua tentang Manajemen Konflik pada Anak Usia Dini


Mahasiswa Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember), Akhadah Handayani, menggelar edukasi dan sosialisasi bertema “Manajemen Konflik pada Anak Usia Dini” bagi wali murid KBIT Ar Rahmah, Tukum, Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman orang tua mengenai pentingnya pendampingan anak dalam menghadapi konflik sejak usia dini. Kemampuan mengenali emosi, mengendalikan diri, dan menyelesaikan perselisihan merupakan bagian penting dari perkembangan sosial dan emosional anak.

Pada masa usia dini, konflik dalam interaksi sehari-hari merupakan hal yang wajar terjadi. Perselisihan dapat muncul ketika anak berebut mainan, memiliki keinginan yang berbeda, atau mengalami kesalahpahaman saat bermain dengan teman sebaya. Karena itu, orang tua perlu memahami cara mendampingi anak agar dapat menghadapi situasi tersebut dengan tepat.

Dalam sosialisasi ini, Akhadah Handayani membahas berbagai hal terkait penerapan manajemen konflik pada anak usia dini. Materi yang disampaikan antara lain alasan anak usia 3–4 tahun terkadang memukul, tindakan yang tepat ketika anak menunjukkan perilaku tersebut, serta cara menyikapi anak yang masih mengulangi perilaku memukul meskipun telah dinasihati.

Melalui pembahasan tersebut, orang tua diajak untuk memahami perilaku anak sekaligus memberikan pendampingan yang sesuai. Sikap tenang, kesabaran, komunikasi positif, dan keteladanan orang tua menjadi hal penting dalam membantu anak belajar mengenali emosi serta mengembangkan cara menyelesaikan masalah tanpa menyakiti orang lain.

Kegiatan berlangsung secara interaktif. Setelah pemaparan materi, wali murid diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan melalui lembar pertanyaan yang telah dibagikan. Sejumlah peserta menuliskan pertanyaan, sementara peserta lainnya menyampaikan tanggapan dan komentar mengenai materi yang dibahas.

Partisipasi tersebut menunjukkan adanya ruang diskusi bagi orang tua untuk memahami berbagai situasi yang mungkin dihadapi ketika mendampingi anak di rumah. Melalui diskusi, orang tua diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang cara merespons konflik dan perilaku anak secara positif.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN RPL PG PAUD Unmuh Jember berharap orang tua dapat menerapkan pola pengasuhan yang mendukung perkembangan sosial dan emosional anak. Pendampingan yang konsisten di rumah diharapkan membantu anak belajar mengelola emosi, memahami perasaan orang lain, serta menyelesaikan konflik secara lebih sehat sejak usia dini.

Mahasiswa KKN RPL Mandiri Unmuh Jember Ajak Wali Murid Daur Ulang Botol Bekas Menjadi Vas Bunga


Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Mandiri Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) mengajak wali murid TK Al-Hasaniyah berkreasi memanfaatkan botol plastik bekas menjadi vas bunga yang dihiasi bunga dari kertas origami. Kegiatan edukatif ini dilaksanakan pada 24 Oktober 2026 di TK Al-Hasaniyah, Dusun Krajan 1, Desa Penawungan, Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kreativitas wali murid sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan melalui pemanfaatan barang bekas. Botol plastik yang berpotensi menjadi sampah diolah menjadi kerajinan sederhana yang memiliki nilai guna dan nilai estetika.

Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui praktik langsung. Mahasiswa KKN bersama para wali murid mengolah botol plastik bekas menjadi vas bunga, kemudian menghiasnya menggunakan bunga yang dibuat dari kertas origami. Melalui proses tersebut, peserta memperoleh pengalaman dalam mengembangkan ide kreatif dengan memanfaatkan bahan-bahan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar.

Selain menghasilkan kerajinan yang dapat dimanfaatkan sebagai hiasan rumah maupun sekolah, kegiatan ini juga memperkenalkan langkah sederhana untuk mengurangi sampah plastik. Pemanfaatan barang bekas menjadi produk kreatif diharapkan dapat mendorong masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan dan mengelola barang yang sudah tidak terpakai.

Kegiatan ini juga menekankan pentingnya peran orang tua dalam mengenalkan kepedulian lingkungan kepada anak sejak usia dini. Kebiasaan sederhana, seperti memilah sampah, menggunakan kembali barang yang masih layak, dan menjaga kebersihan lingkungan, dapat diperkenalkan melalui aktivitas kreatif bersama keluarga.

Melalui kegiatan edukasi daur ulang ini, mahasiswa KKN RPL Mandiri Unmuh Jember berharap kreativitas dan kesadaran lingkungan para wali murid semakin berkembang. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendorong praktik pemanfaatan barang bekas yang bermanfaat bagi keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Connect