Carousel

Jumat, 11 September 2026

Siap Buka Fakultas Kedokteran, Unmuh Jember Gandeng RSUD dr. H. Koesnadi Bondowoso

Langkah besar diambil oleh Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember dalam mewujudkan berdirinya Fakultas Kedokteran. Pada Jumat (11/9/2026), Unmuh Jember resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) atau Perjanjian Kerja Sama dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Koesnadi Bondowoso.  

Penandatanganan kesepakatan tentang pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi Program Pendidikan dan Profesi Kedokteran ini dilangsungkan di Aula Puspa Indah RSUD dr. H. Koesnadi Bondowoso. Dokumen kerja sama tersebut ditandatangani langsung oleh Rektor Unmuh Jember, Dr. Hanafi, M.Pd., bersama dengan Direktur RSUD dr. H. Koesnadi Bondowoso, dr. Yus Priyatna Adryanto, Sp.P., FISR..  

Rektor Unmuh Jember, Dr. Hanafi, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terwujudnya kolaborasi yang telah dipersiapkan secara matang ini. Ia menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan tonggak krusial dalam persiapan pembukaan Fakultas Kedokteran Unmuh Jember. Pihaknya berupaya bergerak cepat demi mengantisipasi adanya wacana moratorium pembukaan program studi kedokteran di akhir tahun.

"Kerja sama ini sangat kami butuhkan untuk saling bahu-membahu mewujudkan Fakultas Kedokteran yang unggul." ungkap Dr. Hanafi.

Menyambut komitmen tersebut, Direktur RSUD dr. H. Koesnadi Bondowoso, dr. Yus Priyatna Adryanto, Sp.P., FISR., menegaskan kesiapan institusinya untuk beralih status menjadi Rumah Sakit Pendidikan Utama bagi FK Unmuh Jember.


"Kami sudah memiliki fasilitas kelengkapan untuk semua stase pendidikan, termasuk forensik yang sudah ada di kami sendiri. Semoga proses penyusunan kurikulum lancar. Ke depannya, kami juga berharap kita sama-sama bergerak meningkatkan akreditasi, baik untuk fakultas maupun rumah sakit," ujar dr. Yus. 

Terkait detail ruang lingkup pembelajaran klinik yang disepakati, pihak rumah sakit akan memfasilitasi berbagai kebutuhan praktik peserta didik Unmuh Jember yang mencakup:  

  • Praktik Kedokteran dan Praktik Keperawatan, termasuk profesi Ners, keperawatan gawat darurat, kritis, hingga maternitas.  
  • Praktik Analisis Kesehatan di area Instalasi Laboratorium.  
  • Praktik Asuhan Kefarmasian pada Instalasi Farmasi dan Asuhan Gizi di Instalasi Gizi.  
  • Praktik Kesehatan Lingkungan, Perekaman Medis, serta Praktik Informasi dan Teknologi.  

Untuk menjamin mutu dan efektivitas pembelajaran klinik, Unmuh Jember dan RSUD dr. H. Koesnadi juga menyepakati pembatasan rasio pembimbingan. Dalam satu periode praktik, satu orang tenaga pembimbing klinis ditetapkan untuk membimbing maksimal lima orang peserta didik.

Sebagai institusi pendidikan yang mengedepankan etika dan kenyamanan belajar, Unmuh Jember mengapresiasi adanya komitmen "Anti Perundungan" yang dicantumkan secara khusus dalam perjanjian ini. Kesepakatan ini mewajibkan terciptanya lingkungan pendidikan yang bebas dari kekerasan fisik maupun mental, lengkap dengan prosedur pelaporan yang aman, sanksi bagi pelaku, serta mekanisme dukungan bagi korban perundungan. Selain itu, jaminan perlindungan hukum juga diberikan kepada peserta didik selama masa pendidikan.  

Melalui sinergi berkelanjutan ini, Unmuh Jember optimistis dapat merealisasikan Fakultas Kedokteran yang unggul dan mencetak tenaga medis profesional untuk meningkatkan taraf kesehatan masyarakat.

Kamis, 10 September 2026

Mahasiswa PBSI Unmuh Jember Raih Juara 1 Essay Writing 3rd ASEAN FUSION 2026


Mahasiswa Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional. Faizatul Khoiriyah, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, berhasil meraih Juara 1 Essay Writing dalam kompetisi 3rd ASEAN FUSION 2026 yang diselenggarakan oleh Ifugao State University (IFSU), Filipina.

Mengusung tema “Navigating Our Future, Together”, ASEAN FUSION 2026 menjadi ajang bagi mahasiswa se-ASEAN untuk menyampaikan gagasan kritis mengenai berbagai isu strategis, mulai dari diplomasi kawasan, keberlanjutan lingkungan, hingga integrasi teknologi. Selain Essay Writing, kompetisi ini juga menghadirkan cabang seni digital, pidato, dan tari budaya yang selaras dengan capaian Sustainable Development Goals (SDGs) PBB.

Faizatul mengaku awalnya mengikuti kompetisi tersebut tanpa memasang target untuk menjadi juara. Dorongan dari Kaprodi menjadi langkah awal baginya untuk berani mencoba sekaligus menguji kemampuan dan keluar dari zona nyaman.

“Yang penting berani mencoba dan ambil pengalaman dulu,” ungkap Faizatul. Ia bahkan baru mengetahui dirinya meraih Juara 1 setelah mendapat kabar langsung dari Kaprodi.

Dalam kompetisi tersebut, Faizatul mengangkat isu tata kelola lingkungan dan krisis iklim di kawasan ASEAN melalui esai berjudul “Epistemological Pluralism and Epistemic Resilience: Reimagining ASEAN’s Sustainable Future Through Indigenous Knowledge Systems and Regional Governance”.

Melalui esainya, ia menekankan bahwa penyelesaian krisis lingkungan tidak cukup hanya mengandalkan teknologi modern. Kearifan lokal masyarakat adat juga perlu dipandang sebagai sumber pengetahuan yang dapat melengkapi riset akademis dan teknologi dalam merumuskan kebijakan lingkungan.

Faizatul juga menawarkan gagasan AIKERP (ASEAN Indigenous Knowledge and Ecological Resilience Platform) sebagai platform regional yang menjembatani akademisi, generasi muda, dan masyarakat adat. Gagasan tersebut mendorong integrasi teknologi modern dengan pengetahuan lokal, seperti sistem Muyong di Filipina, Subak di Bali, dan Sasi di Maluku.

Menurutnya, keberlanjutan ASEAN tidak hanya membutuhkan teknologi, tetapi juga keterlibatan berbagai sistem pengetahuan yang selama ini berkembang di tengah masyarakat.

Proses penyusunan esai dilakukan Faizatul secara mandiri, mulai dari riset literatur, merumuskan gagasan AIKERP, hingga menulis dalam bahasa Inggris. Tantangan tersebut semakin besar karena proses pengerjaan berlangsung bersamaan dengan kegiatan KKN MAs di Malang.

Di tengah padatnya aktivitas KKN, Faizatul memanfaatkan waktu luang untuk melakukan riset dan menyusun draf esai. Meski tidak mendapatkan bimbingan intensif, dukungan Kaprodi sejak awal menjadi motivasi baginya untuk mengikuti kompetisi tersebut.

Bagi Faizatul, pencapaian tersebut bukan sekadar memperoleh E-Certificate of Recognition tingkat internasional. Pengalaman mengatur waktu, merumuskan gagasan pada tingkat regional, serta menaklukkan keraguan terhadap kemampuan diri menjadi pelajaran penting yang ia dapatkan dari kompetisi tersebut.

Faizatul pun mengajak mahasiswa Unmuh Jember untuk tidak ragu mengambil kesempatan yang ada.

“Jangan pernah minder atau ragu dengan potensi diri sendiri. Sering kali musuh terbesar kita bukanlah persaingan yang ketat, melainkan rasa ragu sebelum mencoba.”

Menurutnya, kesibukan bukan alasan untuk berhenti berkarya. Pengalaman menyelesaikan esai di tengah KKN MAs membuktikan bahwa dengan niat, kemampuan mengatur waktu, doa orang tua, dan arahan dosen, mahasiswa tetap dapat menghasilkan karya terbaik.

Mahasiswa Psikologi Unmuh Jember Raih Juara 3 Essay Internasional ASEAN FUSION 2026


Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember. Lydia Febiyanti, mahasiswa Program Studi Psikologi Unmuh Jember, berhasil meraih Juara 3 Essay Writing dalam rangkaian kegiatan internasional 3rd ASEAN FUSION 2026 yang diselenggarakan oleh Ifugao State University (IFSU), Filipina.

ASEAN FUSION merupakan salah satu rangkaian kegiatan pertukaran budaya yang dikemas dalam bentuk kompetisi dengan berbagai cabang lomba, salah satunya Essay Writing. Selain mengikuti kompetisi tersebut, Lydia juga berpartisipasi dalam program ASEAN Language and Culture Exchange (LACE).

Melalui program tersebut, peserta dari berbagai negara ASEAN melakukan pertukaran budaya melalui presentasi dan interaksi antarpeserta. Kegiatan ini juga ditutup dengan Expo Showcase sebagai wadah untuk memperkenalkan potensi budaya dari masing-masing negara ASEAN.

Lydia mengaku ketertarikannya terhadap budaya menjadi alasan utama dirinya mengikuti rangkaian kegiatan tersebut. Baginya, kegiatan ini tidak hanya menjadi wadah untuk menyalurkan minat terhadap budaya melalui kompetisi, tetapi juga membuka kesempatan membangun relasi sosial dalam lingkup internasional.

“Hal yang membuat saya tertarik untuk mengikuti kegiatan-kegiatan tersebut adalah karena saya memiliki ketertarikan yang cukup tinggi jika berbicara terkait budaya. Program ini dapat menjadi wadah untuk menyalurkan ketertarikan saya, baik dalam bentuk kompetisi maupun membangun relasi sosial, terlebih lagi dalam lingkup internasional,” ujarnya.

Dalam kompetisi Essay Writing, Lydia mengangkat gagasan mengenai peran budaya dalam memengaruhi masa depan ASEAN, khususnya dalam membangun relasi dan kolaborasi untuk menjaga serta memperkuat keutuhan kawasan.

Ia menjadikan salah satu ritual adat Banyuwangi, Seblang Olehsari, sebagai pondasi dalam penyusunan esainya. Menurut Lydia, kolaborasi di era saat ini tidak seharusnya hanya terpaku pada perkembangan teknologi.

Adat, tradisi, dan budaya yang telah hidup sejak dahulu, menurutnya, juga memiliki potensi besar dalam membangun kolaborasi antarnegara ASEAN.

“This is why resilience should mean more than economic strength, technological advancement, or institutional capacity. A resilient ASEAN also needs communities with a strong sense of identity, young people who understand their roots, and cultures capable of adapting without disappearing,” tulis Lydia dalam esainya.

Melalui gagasan tersebut, ia menekankan bahwa ketahanan ASEAN tidak hanya berkaitan dengan kekuatan ekonomi, kemajuan teknologi, maupun kapasitas kelembagaan, tetapi juga membutuhkan masyarakat yang memiliki identitas kuat, generasi muda yang memahami akar budayanya, serta budaya yang mampu beradaptasi tanpa kehilangan jati diri.

Bagi Lydia, karya tulis tersebut juga menjadi salah satu bentuk kebanggaannya sebagai bagian dari masyarakat Banyuwangi.

Lydia menyampaikan bahwa tidak ada bimbingan khusus dalam proses penyusunan esainya. Pengalaman mengikuti berbagai kompetisi essay dan karya tulis ilmiah sejak SMA menjadi bekal yang dimanfaatkannya dalam menyusun karya tersebut.

Meski demikian, ia mengapresiasi dukungan dari Kantor Urusan Internasional (KUI) Unmuh Jember yang telah mengenalkannya pada rangkaian kegiatan ASEAN FUSION dan LACE.

Bagi Lydia, pencapaian sebagai juara bukanlah satu-satunya hal berharga yang diperoleh dari kegiatan tersebut. Ia juga mendapatkan pengalaman serta kesempatan untuk memperkenalkan budaya Indonesia kepada peserta dari berbagai negara.

“Hal yang saya dapatkan selain juara dalam kompetisi ini adalah pengalaman yang berharga dan kesempatan yang luar biasa untuk memperkenalkan budaya Indonesia kepada mancanegara,” ungkapnya.

Lydia pun berpesan kepada mahasiswa Unmuh Jember agar tidak takut memulai dan mencoba berbagai kesempatan.

“Don’t be afraid to start something. Awal mula dari seorang juara adalah mereka yang berani mencoba.” pesannya.

BEM Unmuh Jember Bersama BEM PTMA Kawal Aspirasi BEM PTMAI Zona V ke DPRD Jawa Timur


Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (BEM PTMAI) Zona V Jawa Timur–Bali menyampaikan aspirasi dan kritik kepada DPRD Provinsi Jawa Timur, Senin (7/9/2026).

Aksi yang berlangsung di Gedung DPRD Provinsi Jawa Timur tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa mendorong pemerintah dan DPRD agar lebih responsif terhadap berbagai persoalan masyarakat. BEM PTMAI Zona V membawa sejumlah isu utama, meliputi demokrasi dan ruang sipil, keadilan ekonomi dan agraria, transparansi pembangunan dan anggaran, serta pelayanan publik dan penanganan bencana.

Dalam manifesto perjuangannya, BEM PTMAI Zona V menyampaikan 16 tuntutan. Di antaranya adalah jaminan kebebasan menyampaikan pendapat, kebijakan ekonomi dan agraria yang berkeadilan, transparansi pengelolaan APBD, penguatan pengawasan pembangunan, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta penguatan sistem penanganan bencana di Jawa Timur.

Keterlibatan BEM Unmuh Jember dalam aksi tersebut menjadi bagian dari komitmen mahasiswa untuk mengawal aspirasi masyarakat dan mendorong lahirnya kebijakan publik yang lebih adil, transparan, dan berpihak pada kepentingan rakyat.

BEM PTMAI Zona V menegaskan bahwa perjuangan mahasiswa tidak berhenti pada penyampaian aspirasi, tetapi akan dilanjutkan dengan mengawal tindak lanjut pemerintah dan DPRD Jawa Timur terhadap tuntutan yang telah disampaikan.

Semangat tersebut ditegaskan dalam manifesto: mahasiswa hadir sebagai bagian dari masyarakat yang turut menjaga ruang hidup dan memperjuangkan keadilan sosial.

Harga BBM Eceran Naik Drastis Saat Langka, Pakar Ekonomi Islam Unmuh Jember : Jangan Manfaatkan Kesulitan Untuk Keuntungan


Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di Jember dalam beberapa waktu terakhir berdampak pada aktivitas masyarakat. Selain menghambat mobilitas, kondisi tersebut juga membuat sebagian penjual BBM eceran menaikkan harga di tengah tingginya kebutuhan masyarakat.

Fenomena ini turut menjadi perhatian dari perspektif ekonomi Islam. Kaprodi Ekonomi Syariah Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember, Miftahul Hasanah, S.E.I., M.E.I., mengatakan bahwa perdagangan dan pengambilan keuntungan pada dasarnya diperbolehkan dalam Islam. Namun, terdapat batasan yang harus diperhatikan agar keuntungan tidak diperoleh dengan merugikan pihak lain.

"Kalau kita melihat dalam perspektif Islam, sebenarnya berdagang dan mencari keuntungan dalam berdagang diperbolehkan. Namun, ada batasan-batasan yang harus kita pahami sebagai seorang Muslim. Kita harus mengutamakan cara yang halal dan tidak merugikan orang lain," ujarnya.

Menurutnya, BBM merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi masyarakat karena berkaitan langsung dengan mobilitas dan aktivitas ekonomi, termasuk masyarakat yang menggunakannya untuk mencari nafkah. Karena itu, kondisi kelangkaan BBM seharusnya menjadi tanggung jawab bersama, bukan justru dimanfaatkan untuk memperbesar kesulitan masyarakat.

Ia menjelaskan, Islam tidak menetapkan batas persentase keuntungan secara kaku, misalnya lima atau sepuluh persen. Kenaikan harga dalam perdagangan dapat dibenarkan selama dilakukan secara wajar, tidak menzalimi, serta terdapat kerelaan antara penjual dan pembeli.

"Yang menjadi prinsip adalah tidak mencederai, tidak menzalimi, dan ada ‘an tarāḍin minkum atau saling ridha," jelasnya.

Namun, menurutnya, persoalan berbeda ketika pelaku usaha sengaja memanfaatkan kondisi darurat dan kelangkaan untuk memperoleh keuntungan berlebihan. Terlebih apabila dilakukan dengan menimbun barang agar kelangkaan semakin parah dan harga dapat dinaikkan.

Dalam ekonomi Islam, praktik penimbunan tersebut dikenal sebagai ikhtikar. Miftahul menegaskan bahwa ikhtikar merupakan tindakan yang dilarang karena dapat menyulitkan masyarakat yang membutuhkan barang tersebut.

"Islam tidak membenarkan kita mengambil keuntungan atas kesulitan orang lain. Kita harus mengutamakan prinsip al-'adl, yaitu keadilan, dan aktivitas ekonomi harus memberikan manfaat, bukan justru memperbesar kesulitan yang terjadi di masyarakat," katanya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak memperburuk kondisi dengan melakukan panic buying atau membeli BBM secara berlebihan. Penyebaran informasi yang memicu kepanikan juga dapat mendorong masyarakat melakukan pembelian impulsif sehingga kelangkaan semakin sulit dikendalikan.

Menurutnya, kondisi seperti ini menjadi ujian terhadap integritas seorang Muslim. Baik konsumen maupun penjual perlu mengedepankan nilai kejujuran (siddiq), amanah, keadilan, dan ihsan dalam aktivitas ekonomi.

Lebih lanjut, beliau menekankan bahwa keuntungan besar tidak selalu berarti keuntungan yang baik. Dalam Islam, keberkahan menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan dalam memperoleh harta.

"Keuntungan yang besar itu belum tentu nilainya ada keberkahan di hadapan Allah. Kita tidak boleh hanya terpaku pada besarnya nominal keuntungan, tetapi bagaimana proses kita memperoleh keuntungan itu," tuturnya.

Terakhir, beliau menegaskan bahwa Islam tidak mengajarkan prinsip mencari keuntungan dengan segala cara. Keuntungan yang ideal adalah keuntungan yang diperoleh secara halal, jujur, adil, dan tetap memberikan kemaslahatan bagi masyarakat.

"Islam tidak mengajarkan profit at all cost. Islam mengajarkan keuntungan yang halal, adil, dan juga maslahah," pungkasnya.

Mahasiswa Bangladesh Pilih Unmuh Jember, Tertarik Kualitas Pendidikan dan Lingkungan Islami


Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember kembali memperkuat daya tariknya sebagai salah satu perguruan tinggi pilihan mahasiswa internasional. Tiga mahasiswa asal Bangladesh memilih melanjutkan pendidikan di Unmuh Jember karena mempertimbangkan kualitas pendidikan, biaya hidup yang terjangkau, serta lingkungan masyarakat yang ramah dan memiliki kedekatan budaya Islam.

Salah satu mahasiswa asal Bangladesh, Tamjid, mahasiswa Program Studi Akuntansi, mengungkapkan bahwa Indonesia menjadi pilihannya setelah mempertimbangkan sejumlah negara lain, seperti Pakistan, Jepang, dan China.

Menurutnya, Indonesia memiliki lingkungan yang nyaman bagi mahasiswa Bangladesh. Kesamaan sebagai negara dengan mayoritas penduduk Muslim menjadi salah satu faktor yang membuatnya lebih mudah merasa dekat dengan kehidupan sosial dan budaya di Indonesia.

“Saya memilih Indonesia dan Unmuh Jember karena kualitas pendidikannya yang baik, biaya hidup yang terjangkau, dan budaya yang ramah,” ujarnya saat wawancara pada (4/9).

Sebelum memutuskan untuk datang ke Indonesia, Tamjid memperoleh informasi mengenai kehidupan dan pendidikan di Indonesia dari sejumlah temannya yang lebih dahulu menempuh pendidikan di Jember.

Hal serupa dialami Faizan, mahasiswa Program Studi Teknik Elektro. Lulusan salah satu madrasah Islam di Chattogram, Bangladesh, tersebut memang telah memiliki cita-cita untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri.

Faizan bahkan sempat mendapatkan penerimaan dari sejumlah perguruan tinggi di negara lain. Namun, program yang ditawarkan dinilai belum sesuai dengan ambisi dan cita-citanya. Kesempatan kemudian datang ketika ia memperoleh informasi mengenai beasiswa mahasiswa asing yang ditawarkan Unmuh Jember.

“Saya mendapatkan informasi tentang beasiswa mahasiswa asing Unmuh Jember dari Dhaka Scholars Forum. Mereka mendapatkan informasi tersebut dari postingan akun resmi Instagram Unmuh Jember,” ungkapnya.

Setelah memperoleh informasi tersebut, Faizan tidak langsung mengambil keputusan. Ia terlebih dahulu mencari informasi lebih jauh mengenai Unmuh Jember, khususnya Program Studi Teknik Elektro, melalui website, YouTube, serta berbagai media sosial.

Informasi mengenai Unmuh Jember juga tidak terlepas dari jejaring kerja sama pendidikan yang telah terbangun. Dhaka Scholars Forum sebelumnya telah menjalin kerja sama dengan salah satu perguruan tinggi di Jember, yaitu Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) dan turut memfasilitasi penerimaan mahasiswa asal Bangladesh di kampus tersebut. Dari jejaring tersebut, staf UIN KHAS kemudian turut memberikan informasi mengenai kesempatan studi di Unmuh Jember.

Tahun ini, Dhaka Scholars Forum kembali memfasilitasi mahasiswa asal Bangladesh untuk melanjutkan pendidikan di Unmuh Jember.

Memulai kehidupan di negara baru tentu menghadirkan tantangan tersendiri. Para mahasiswa Bangladesh tersebut mengaku masih berada dalam proses beradaptasi dengan bahasa, makanan, budaya, serta kebiasaan masyarakat Indonesia yang memiliki sejumlah perbedaan dengan Bangladesh.

Tamjid mengakui bahwa proses adaptasi tersebut terkadang terasa cukup berat. Namun, keramahan masyarakat dan dukungan dari lingkungan kampus membuatnya optimis dapat segera menyesuaikan diri.

“Saya masih dalam tahap adaptasi dengan budaya, bahasa, dan makanan di Indonesia karena sangat berbeda dengan Bangladesh. Kadang-kadang terasa berat, namun insyaAllah saya akan segera bisa beradaptasi,” tuturnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada staf Lembaga Kerja Sama dan Urusan Internasional (LKUI) Unmuh Jember, yang menurutnya banyak membantu proses adaptasi mahasiswa internasional.

Kehadiran mahasiswa asal Bangladesh tidak hanya menjadi pengalaman baru bagi mahasiswa yang bersangkutan, tetapi juga membuka peluang terbentuknya jejaring akademik dan sosial antara Indonesia dan Bangladesh.

Abdullah, mahasiswa Program Studi Manajemen, mengatakan dirinya tidak ragu untuk merekomendasikan Unmuh Jember kepada teman maupun keluarganya di Bangladesh.

Menurutnya, keramahan lingkungan kampus, kesamaan budaya Muslim, serta peluang membangun koneksi lintas negara menjadi alasan kuat untuk merekomendasikan Unmuh Jember.

“Saya pasti akan merekomendasikan berkuliah di Unmuh Jember kepada rekan dan keluarga lainnya. Alasannya adalah lingkungan yang sangat ramah dan menyambut kami dengan baik, budaya Muslim yang mirip dengan Bangladesh, dan sebagai kesempatan untuk membangun koneksi lintas negara,” jelas Abdullah.

Menurutnya, meskipun berasal dari kawasan Asia Selatan, terdapat sejumlah kesamaan budaya yang membuat mahasiswa Bangladesh lebih mudah berinteraksi dan beradaptasi dengan masyarakat Indonesia.

Menariknya, pengalaman selama berada di Indonesia mulai mengubah rencana pendidikan Tamjid. Semula, ia memiliki rencana menyelesaikan pendidikan sarjana di Indonesia, kemudian melanjutkan S2 di Australia dan S3 di Amerika Serikat atau Jerman.

Namun, setelah merasakan langsung suasana akademik dan kehidupan di Indonesia, ia mulai mempertimbangkan untuk melanjutkan pendidikan magister di Indonesia, khususnya di lingkungan perguruan tinggi Muhammadiyah.

Bahkan, ia memiliki cita-cita untuk menjadi dosen dan berkontribusi dalam dunia pendidikan di Indonesia.

Sementara itu, Abdullah masih memiliki target untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang magister di Eropa, Amerika Serikat, atau Australia. Ia ingin memperluas pengalaman akademik, melakukan berbagai penelitian, dan kelak menjadi dosen di salah satu universitas di Eropa.

Meski demikian, Indonesia tetap menjadi pilihan yang terbuka baginya.

“Jika ada kesempatan, saya akan mencoba mewujudkan cita-cita saya di negara tersebut. Namun jika tidak, dengan senang hati saya akan meneruskan S2 di sini. InsyaAllah,” ungkapnya.

Kehadiran mahasiswa Bangladesh tersebut menunjukkan bahwa internasionalisasi Unmuh Jember tidak hanya berlangsung melalui kerja sama kelembagaan, tetapi juga melalui pengalaman langsung mahasiswa lintas negara.

Keramahan lingkungan kampus, kedekatan budaya, serta akses pendidikan yang kompetitif menjadi bagian dari pengalaman yang membuat Unmuh Jember semakin dikenal di kalangan calon mahasiswa internasional.

Rabu, 09 September 2026

Mahasiswa KKN Kolaborasi UNMUH Jember dan UAD Sukses Dampingi Anak TPQ Raih Prestasi di Festival Anak Sholih

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaborasi Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember bersama Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta turut berkontribusi dalam mencetak generasi muda yang berprestasi dan berakhlak Islami melalui kegiatan Festival Anak Sholih yang digelar di Desa Sumberasri, Kecamatan Purwoharjo, Ahad (6/9/2026).

Kegiatan tersebut merupakan salah satu program kerja kolaboratif mahasiswa KKN UAD dan Unmuh Jember yang melibatkan peserta didik dari berbagai Taman Pendidikan Qur’an (TPQ) di Desa Sumberasri. Para peserta merupakan perwakilan dari TPQ yang menjadi lokasi pelaksanaan program kerja mahasiswa KKN Kolaborasi.

Festival Anak Sholih menghadirkan sejumlah cabang perlombaan keagamaan, meliputi kaligrafi, Pildacil (Pidato Anak Sholeh), adzan, dan hafalan Juz ‘Amma. Perlombaan tersebut menjadi wadah bagi anak-anak untuk mengembangkan kemampuan, kreativitas, keberanian tampil di depan umum, sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap nilai-nilai keislaman.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN Kolaborasi UAD dan Unmuh Jember terlibat aktif sejak tahap persiapan hingga kegiatan berakhir. Mahasiswa berperan sebagai panitia sekaligus juri yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan lomba, proses penilaian, hingga pengumuman pemenang. Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Desa Sumberasri, Pimpinan Cabang Muhammadiyah Sumberasri, Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah Sumberasri, serta sejumlah Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dari UAD.

Apresiasi terhadap kegiatan tersebut disampaikan oleh Kepala Desa Sumberasri. Menurutnya, Festival Anak Sholih menjadi ruang bagi anak-anak untuk menunjukkan bakat dan potensi yang dimiliki sekaligus melatih kepercayaan diri melalui pengalaman tampil di hadapan banyak orang.

“Kami sangat mengapresiasi adanya kegiatan Festival Anak Sholeh yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN Kolaborasi antara UAD Yogyakarta dan Unmuh Jember. Kegiatan ini akan menjadi wadah bagi anak-anak di Desa Sumberasri untuk menunjukkan bakat dan potensi yang selama ini mungkin belum terlihat,” ungkapnya.

Salah satu capaian membanggakan datang dari mahasiswa KKN Kolaborasi Unmuh Jember dan UAD Unit I.D.1 Sumberasri. Melalui pendampingan dan pembinaan yang dilakukan selama pelaksanaan program KKN, mahasiswa berhasil mengantarkan peserta didik dari TPQ Miftahul Jannah Sumberasri meraih prestasi pada seluruh cabang perlombaan yang diikuti.

Adapun prestasi yang berhasil diraih meliputi Juara 1 Kaligrafi, Juara 3 Pildacil, Juara 2 Adzan, dan Juara 1 Hafalan Juz ‘Amma. Capaian tersebut menjadi bukti nyata keberhasilan pendampingan mahasiswa KKN dalam membina dan mengembangkan potensi anak-anak TPQ di Desa Sumberasri.

Keberhasilan tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan bagi para peserta didik, tetapi juga bagi mahasiswa KKN, ustadz dan ustadzah TPQ, serta masyarakat Desa Sumberasri. Prestasi yang diraih menunjukkan bahwa pembinaan keagamaan yang dilakukan secara konsisten dapat menjadi sarana bagi anak-anak untuk mengasah kemampuan sekaligus membangun rasa percaya diri.

Melalui kegiatan Festival Anak Sholih, mahasiswa KKN Kolaborasi Unmuh Jember dan UAD berharap kegiatan pembinaan serupa dapat terus memberikan pengalaman positif bagi anak-anak serta mendorong mereka untuk semakin giat belajar dan mengembangkan kemampuan di bidang keagamaan.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk nyata kontribusi mahasiswa Unmuh Jember dalam mengimplementasikan ilmu dan pengabdian kepada masyarakat. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendukung terbentuknya generasi muda yang religius, berprestasi, percaya diri, dan berakhlak mulia.

Connect