Carousel

Kamis, 12 Februari 2026

Unmuh Jember Edukasi Siswa SMK Muhammadiyah tentang Literasi Keuangan Syariah dan Bahaya Pinjaman Online

Universitas Muhammadiyah Jember kembali menunjukkan komitmennya dalam penguatan literasi generasi muda melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertema Digital Islamic Financial Literacy: Edukasi Keuangan Syariah Guna Menyikapi Maraknya Pinjaman Online. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 27 Januari 2026 di Aula SMK Muhammadiyah Jember dan diikuti oleh siswa serta guru.

Program ini merupakan kolaborasi dosen lintas program studi, yakni Ari Sita Nastiti, SE., M.Akun., dosen Program Studi Akuntansi, bersama Lutfi Ali Muharom, S.Si., M.Si., dosen Program Studi Teknik Informatika. Kegiatan turut melibatkan dua mahasiswa Akuntansi yang berperan dalam pendampingan peserta dan dukungan teknis. Pelaksanaan program didukung oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Jember sebagai bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Dalam pemaparannya, Ari Sita Nastiti menekankan pentingnya literasi keuangan sejak usia sekolah, terutama di tengah kemudahan akses layanan keuangan digital. Ia mengingatkan bahwa kemajuan teknologi membawa manfaat sekaligus risiko bagi generasi muda.

“Siswa perlu memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan, mampu mengelola keuangan secara bijak, serta memahami prinsip keuangan syariah agar terhindar dari praktik yang merugikan,” jelasnya.

Materi yang disampaikan mencakup dasar-dasar literasi keuangan, konsep perencanaan keuangan, bahaya perilaku konsumtif, hingga pemahaman tentang riba dan alasan pelarangannya dalam Islam. Penyampaian dilakukan dengan bahasa sederhana dan contoh yang dekat dengan kehidupan remaja agar mudah dipahami.

Sementara itu, Lutfi Ali Muharom membahas aspek literasi keuangan digital, khususnya risiko pinjaman online. Peserta diajak memahami cara membedakan pinjaman legal dan ilegal, pentingnya menjaga keamanan data pribadi, serta konsekuensi bunga dan denda yang kerap membebani pengguna.

Sebagai bentuk evaluasi, tim melaksanakan pre-test dan post-test yang menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap literasi keuangan syariah dan keamanan layanan digital.

Kepala SMK Muhammadiyah Jember, Budiyono, S.Pd., MM., menyampaikan apresiasi atas kegiatan tersebut. Menurutnya, edukasi ini sangat relevan dengan kondisi siswa yang hidup di era digital dan memiliki akses luas terhadap berbagai layanan keuangan berbasis aplikasi.

Melalui kegiatan ini, Universitas Muhammadiyah Jember menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan sekolah dalam membangun generasi yang cerdas secara finansial, bijak dalam memanfaatkan teknologi, serta berpegang pada nilai-nilai syariah dalam setiap keputusan ekonomi.

Rabu, 11 Februari 2026

Perjalanan Hotijatul Munauwaroh, Winner Sis Duta Kampus Unmuh Jember 5.0

Hotijatul Munauwaroh, mahasiswa Semester 4 Program Studi Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Jember, membuktikan bahwa latar belakang teknologi tidak membatasi ruang aktualisasi diri. Di tengah kesehariannya yang lekat dengan logika, sistem, dan pemrograman, ia memilih melangkah ke ruang representasi publik melalui ajang Duta Kampus 5.0, hingga akhirnya meraih Juara 1.

Hari-hari Hotijatul sebelum mengikuti ajang ini diisi dengan ritme yang padat. Kuliah, organisasi, dan kompetisi berjalan beriringan. Di Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika (HUMANIKA), ia dipercaya menjadi Ketua Divisi Sumber Daya Manusia, posisi yang menuntutnya mengelola dinamika manusia, bukan sekadar sistem. Ia terlibat langsung sebagai Ketua Panitia Management Training dan LKMM 2025, sekretaris makrab, hingga presidium sarasehan. Di tengah kesibukan itu, ia tetap menjaga identitasnya sebagai mahasiswa teknik dengan mengikuti berbagai ajang kompetisi dan meraih medali perak KMM dan PKMM.

Keputusan mengikuti Duta Kampus 5.0 bukanlah ambisi semata, melainkan keberanian untuk keluar dari zona nyaman. Hotijatul merasa ada sisi dirinya yang belum sepenuhnya terasah. “Saya terbiasa berpikir dengan data dan logika. Tapi saya ingin belajar berbicara, menyampaikan gagasan, dan berdampak lebih luas,” katanya. Duta Kampus 5.0 menjadi ruang yang ia anggap tepat untuk menempa sisi itu.

Proses seleksi berjalan panjang dan menguras energi. Jadwal kuliah yang padat, tanggung jawab organisasi, serta persiapan kompetisi sering kali bertabrakan. Rasa ragu sempat muncul, apalagi ketika berhadapan dengan peserta lain yang tampil begitu percaya diri. Namun, satu prinsip membuatnya bertahan: tanggung jawab. Baginya, melangkah sejauh ini berarti harus menuntaskan perjalanan dengan sebaik mungkin.

Titik balik itu datang saat sesi presentasi gagasan. Di hadapan juri, Hotijatul memaparkan ide tentang digitalisasi kampus dan dampaknya bagi mahasiswa. Di momen itu, ia merasa menemukan irisan antara keilmuannya dan visi kampus. Teknik Informatika tidak lagi berdiri di pinggir, tetapi justru menjadi fondasi gagasan. “Di situ saya sadar, latar belakang saya bukan kelemahan. Itu nilai tambah,” ujarnya.

Kemenangan sebagai Juara 1 Duta Kampus 5.0 ia maknai bukan sebagai garis akhir, melainkan awal. Bagi Hotijatul, Kampus 5.0 adalah tentang harmonisasi teknologi dan nilai kemanusiaan. Teknologi hadir untuk memberdayakan, membantu menyelesaikan persoalan sosial, dan memperkuat peran mahasiswa di tengah masyarakat.

Pasca kemenangan, perubahan paling terasa adalah cara ia memandang dirinya sendiri. Jika sebelumnya ia lebih nyaman “berbicara” melalui sistem dan kode, kini ia belajar menyampaikan ide secara persuasif dan inklusif. Dukungan dari orang-orang terdekat ia sambut dengan rasa syukur, namun ia memilih untuk tidak cepat puas.

Ke depan, Hotijatul ingin mengambil peran nyata sebagai jembatan informasi dan inspirasi bagi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jember. Ia membawa gagasan “UM Jember Digital Impact Hub”, sebuah wadah kolaborasi yang memungkinkan mahasiswa menyalurkan kreativitas digital untuk memberi dampak nyata bagi kampus dan masyarakat.

Baginya, kemenangan ini adalah amanah. Sebuah pengingat bahwa potensi sering kali tersembunyi di balik keraguan. “Jangan batasi diri sebelum mencoba,” pesannya. Dari barisan kode hingga panggung representasi kampus, Hotijatul Munauwaroh telah membuktikan bahwa keberanian untuk melangkah bisa membuka jalan menuju versi diri yang lebih utuh.


Mahasiswa Akuntansi Unmuh Jember Terlibat Langsung dalam Administrasi Evaluasi Kinerja e-SAKIP di BAPPEDA Banyuwangi

Dita Purwati Ningsih dan Sulva Anida, mahasiswa Program Studi Akuntansi Universitas Muhammadiyah Jember, memperoleh pengalaman langsung dalam dunia administrasi pemerintahan melalui Program BKP MBKM Magang di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Banyuwangi. Kegiatan magang ini menjadi sarana pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa untuk memahami penerapan akuntansi sektor publik, khususnya dalam sistem Evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (e-SAKIP).

Selama menjalani magang, mahasiswa terlibat aktif dalam berbagai proses administrasi evaluasi kinerja. Kegiatan tersebut meliputi pengolahan data capaian kinerja, penyesuaian data administrasi perencanaan, hingga penyusunan berkas pendukung draf Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) serta hasil Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Seluruh proses ini menuntut ketelitian, konsistensi data, serta pemahaman yang baik terhadap keterkaitan antara perencanaan, penganggaran, dan pelaporan kinerja.

Tidak hanya berfokus pada pekerjaan administrasi internal, mahasiswa juga mendapatkan kesempatan untuk mengikuti proses koordinasi antara staf BAPPEDA Kabupaten Banyuwangi dengan berbagai Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Kegiatan koordinasi tersebut bertujuan memastikan keselarasan program pembangunan daerah sekaligus menjaga ketertiban administrasi evaluasi kinerja. Dari proses ini, mahasiswa belajar bahwa komunikasi interpersonal dan kerja sama lintas sektor merupakan elemen penting dalam mendukung tata kelola pemerintahan yang terintegrasi dan efektif.

Melalui keterlibatan langsung dalam sistem e-SAKIP, mahasiswa memahami bahwa administrasi evaluasi kinerja tidak sekadar berkaitan dengan penginputan angka. Akurasi data, konsistensi dokumen, serta akuntabilitas informasi menjadi aspek utama yang harus dijaga. Setiap tahapan, mulai dari perencanaan hingga pelaporan, harus disusun secara sistematis agar dapat dipertanggungjawabkan dan ditelusuri dengan mudah melalui sistem e-SAKIP.

Program magang ini juga menjadi media pembelajaran dalam membentuk sikap profesional mahasiswa. Mereka dituntut untuk bekerja secara disiplin, mematuhi alur kerja birokrasi, serta menjaga kerahasiaan data dan ketertiban administrasi instansi pemerintah. Pengalaman tersebut memberikan pemahaman nyata mengenai pentingnya integritas dan etika kerja dalam bidang akuntansi sektor publik.

Melalui program magang di BAPPEDA Kabupaten Banyuwangi, mahasiswa Program Studi Akuntansi Universitas Muhammadiyah Jember tidak hanya memperoleh pengalaman teknis dalam administrasi evaluasi kinerja, tetapi juga mengembangkan sikap teliti, disiplin, dan bertanggung jawab. Pengalaman praktis ini menjadi bekal berharga bagi mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja serta mengaplikasikan ilmu akuntansi secara nyata di lingkungan pemerintahan.


Senin, 09 Februari 2026

UMJ Boga Resmi Diluncurkan, Perkuat Kemandirian Amal Usaha Universitas Muhammadiyah Jember

Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) resmi meluncurkan UMJ Boga pada Senin, (9/2/2026), bertempat di Gedung G Unmuh Jember. UMJ Boga hadir sebagai unit usaha kuliner di bawah naungan Badan Usaha Universitas Muhammadiyah Jember (BUMU) yang diharapkan mampu memperkuat kemandirian universitas melalui pengembangan amal usaha yang profesional dan berkelanjutan.

Peresmian UMJ Boga dihadiri oleh Rektor Unmuh Jember Dr. Hanafi, M.Pd, jajaran Badan Pembina Harian, para wakil rektor, dekan, kepala lembaga, direktur unit usaha, serta mitra eksternal universitas. Kehadiran berbagai unsur pimpinan ini menandai komitmen bersama dalam mendukung UMJ Boga sebagai bagian penting dari penguatan ekosistem bisnis dan layanan universitas.

Dalam sambutannya, Rektor Unmuh Jember Dr. Hanafi, M.Pd menyampaikan bahwa UMJ Boga dibentuk untuk memenuhi kebutuhan konsumsi di lingkungan kampus dengan kualitas yang baik dan standar layanan yang terus ditingkatkan. Ia menegaskan bahwa keberadaan UMJ Boga tidak hanya berfungsi sebagai penyedia makanan, tetapi juga sebagai penggerak kemandirian institusi.

“UMJ Boga kami harapkan mampu memenuhi kebutuhan makanan di lingkungan Universitas Muhammadiyah Jember. Jika dalam pelaksanaannya masih terdapat kekurangan, tentu akan dilakukan evaluasi dan perbaikan. Prinsipnya, layanan harus terus berkembang,” ujar Dr. Hanafi. Menurutnya, penguatan unit usaha di bawah BUMU akan mendorong sirkulasi ekonomi internal yang sehat dan berdampak langsung pada peningkatan universitas.

Sementara itu, Direktur UMJ Boga, Dr. Astri Widyaruli Anggraeni, M.A, menjelaskan bahwa UMJ Boga dirancang tidak sekadar sebagai unit bisnis, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran, pengabdian, dan kolaborasi. Pengelolaan UMJ Boga mengedepankan profesionalisme, kualitas layanan, serta nilai-nilai Islami yang menjadi ciri khas Universitas Muhammadiyah Jember.

“Melalui UMJ Boga, kami ingin menghadirkan layanan makanan yang berkualitas, dikelola dengan manajemen yang berintegritas, serta memberikan manfaat nyata bagi civitas akademika dan mitra universitas,” jelasnya.

Dengan diresmikannya UMJ Boga sebagai unit usaha di bawah Badan Usaha Universitas Muhammadiyah Jember, Unmuh Jember berharap mampu memperkuat kemandirian amal usaha, meningkatkan kualitas layanan kampus, serta menghadirkan ekosistem usaha yang mendukung kemajuan universitas secara berkelanjutan.

Jumat, 06 Februari 2026

Gemerlap Grand Final Duta Kampus 5.0 Unmuh Jember, Hotijatul Munauwaroh dan Fikri Haidar Rahmad Tampil sebagai Juara

Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) sukses menggelar Grand Final Duta Kampus 5.0 pada Rabu malam (4/2/2026), bertempat di Aula Ahmad Zainuri Unmuh Jember. Ajang prestisius yang digelar pada malam hari tersebut berlangsung meriah dan penuh antusiasme, dihadiri ratusan penonton yang terdiri dari sivitas akademika, pendukung finalis, serta tamu undangan.

Setelah melalui rangkaian penilaian yang ketat, Hotijatul Munauwaroh, mahasiswa Program Studi Teknik Informatika, berhasil meraih Juara 1 Duta Kampus 5.0 kategori sis. Sementara itu, Fikri Haidar Rahmad, mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan, keluar sebagai Juara 1 kategori bro. Keduanya dinilai mampu merepresentasikan sosok mahasiswa Unmuh Jember yang berprestasi, berkarakter, serta memiliki kemampuan komunikasi dan kepemimpinan yang kuat.

Grand Final Duta Kampus 5.0 merupakan puncak dari proses panjang yang telah diikuti oleh para finalis. Sebelum tampil di malam final, para peserta terlebih dahulu menjalani masa karantina yang dirancang sebagai ruang pembinaan intensif. Karantina ini bertujuan untuk menempa mental, memperluas wawasan, serta membentuk kepribadian finalis sebagai representasi mahasiswa Unmuh Jember.

Selama karantina, para finalis dibekali berbagai materi strategis, mulai dari wawasan kebangsaan dengan menghadirkan pemateri dari Tentara Nasional Indonesia (TNI), pengenalan mendalam tentang profil dan nilai-nilai Universitas Muhammadiyah Jember, hingga penguatan nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan. Selain itu, peserta juga mendapatkan pelatihan mengenai personal branding, etika dan manner, serta penampilan yang baik dan profesional, sebagai bekal mereka menjadi figur publik kampus.

Ketua Panitia Duta Kampus 5.0, Disa Yulistian, S.S, menyampaikan bahwa ajang ini tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga pada proses pembentukan karakter mahasiswa. Menurutnya, Duta Kampus diharapkan mampu menjadi wajah Unmuh Jember yang inspiratif, komunikatif, dan berdaya saing di tingkat lokal maupun nasional.

Malam Grand Final dikemas dengan rangkaian acara yang dinamis, mulai dari opening dance, penampilan finalis, sesi tanya jawab, hingga awarding ceremony. Suasana Aula Ahmad Zainuri semakin semarak dengan tata cahaya dan penampilan pendukung yang memukau, menjadikan Grand Final Duta Kampus 5.0 sebagai salah satu agenda kemahasiswaan paling bergengsi di Unmuh Jember.

Dengan terpilihnya Hotijatul Munauwaroh dan Fikri Haidar Rahmad sebagai Duta Kampus 5.0, Unmuh Jember berharap keduanya dapat menjadi ikon mahasiswa yang berintegritas, berwawasan luas, serta mampu menjadi agen positif dalam memperkenalkan nilai-nilai kampus kepada masyarakat luas.

Minggu, 01 Februari 2026

Yudisium PPG Unmuh Jember Tegaskan Komitmen Mencetak Guru Profesional

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) menyelenggarakan Yudisium Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Angkatan 17 Tahun 2024 pada Sabtu (31/2/2026). Kegiatan ini menjadi penanda resmi berakhirnya proses pendidikan profesi guru bagi para peserta yang telah menempuh seluruh rangkaian pembelajaran.

Yudisium PPG 17 ini diikuti oleh 170 peserta yang hadir secara langsung di Aula Ahmad Zainuri Unmuh Jember. Para peserta tersebut merupakan bagian dari lebih dari seribu guru yang dinyatakan lulus Program PPG secara nasional. Kehadiran ratusan peserta di kampus menjadi wujud peneguhan capaian akademik dan profesional setelah menyelesaikan proses pendidikan profesi.

Ketua Panitia Yudisium PPG 17, Kuni Hikmah Hidayati, M.Pd., menyampaikan bahwa yudisium bukan sekadar agenda akademik rutin, melainkan momen reflektif atas proses panjang yang telah dilalui para peserta.

“Yudisium ini menandai selesainya perjuangan panjang para peserta dalam menempuh pendidikan profesi guru. Kehadiran 170 peserta hari ini menunjukkan komitmen dan kesadaran untuk menutup proses PPG dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pelaksanaan yudisium juga merupakan bentuk layanan akademik dan apresiasi atas kerja keras para peserta dalam meningkatkan kompetensi pedagogik, profesional, dan kepribadian sebagai pendidik.

Sambutan sekaligus pembukaan yudisium disampaikan oleh Dekan FKIP Unmuh Jember, Dr. Fitri Amalia, S.S., M.Pd. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa keberhasilan menyelesaikan PPG harus dimaknai lebih dari sekadar memperoleh sertifikat pendidik.

“Guru profesional tidak hanya diukur dari kelulusan administratif, tetapi dari integritas, karakter, dan komitmennya dalam mendidik. Sertifikat pendidik adalah amanah moral yang harus dijaga dalam praktik pendidikan sehari-hari,” tegasnya.

Rangkaian yudisium dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan, pemanggilan peserta, serta pengambilan sumpah guru. Prosesi ini menjadi simbol pengukuhan tanggung jawab profesional para lulusan PPG dalam menjalankan peran strategis di dunia pendidikan.

Melalui Yudisium PPG 17 ini, FKIP Universitas Muhammadiyah Jember menegaskan komitmennya sebagai lembaga pendidikan tenaga kependidikan dalam mencetak guru profesional, berkarakter, dan siap berkontribusi bagi peningkatan mutu pendidikan di Indonesia.

Sabtu, 31 Januari 2026

Mahasiswa KKN Unmuh Jember Sosialisasikan Aplikasi Mall Desa kepada UMKM Queen Soes di Desa Kaliwining

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 10 Desa Kaliwining Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) melaksanakan kegiatan sosialisasi awal aplikasi Mall Desa kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Queen Soes, Kamis (30/1/2026). Kegiatan ini berlangsung di Dusun Bedadung Kulon, Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember.

Sosialisasi tersebut merupakan bagian dari upaya mahasiswa KKN dalam mendukung pengembangan UMKM desa melalui pemanfaatan teknologi digital. Dalam kegiatan ini, mahasiswa memperkenalkan aplikasi Mall Desa sebagai sarana promosi dan pemasaran produk UMKM berbasis daring yang diinisiasi oleh desa.

Mahasiswa KKN menjelaskan berbagai fungsi dan manfaat aplikasi Mall Desa, mulai dari kemudahan promosi produk, perluasan jangkauan pasar, hingga peluang peningkatan daya saing produk lokal. Aplikasi ini diharapkan dapat menjadi alternatif solusi pemasaran bagi UMKM desa agar tidak hanya bergantung pada penjualan konvensional.

UMKM Queen Soes yang menjadi sasaran sosialisasi merupakan usaha rumahan milik Ibu Ayu yang telah berdiri sejak tahun 2019. Usaha ini bergerak di bidang produksi kue sus aneka rasa dan telah memasarkan produknya, baik secara langsung kepada masyarakat sekitar Desa Kaliwining maupun melalui platform digital seperti Shopee, TikTok, WhatsApp, dan Instagram. Queen Soes dikenal konsisten menjaga kualitas bahan baku dan cita rasa produk.

Mahasiswa KKN Kelompok 10 memilih Queen Soes sebagai mitra kegiatan karena dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan lebih luas melalui sistem pemasaran digital. Selain produknya yang diminati masyarakat, UMKM ini juga dianggap siap beradaptasi dengan inovasi teknologi berbasis desa.

Pemilik UMKM Queen Soes, Ibu Ayu, menyambut positif kegiatan sosialisasi yang dilakukan oleh mahasiswa KKN Unmuh Jember. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan tambahan wawasan terkait strategi pemasaran yang berbeda dari yang selama ini dijalankan.

“Melalui sosialisasi ini saya jadi lebih memahami cara pemasaran yang berbeda. Harapannya, jika aplikasi Mall Desa benar-benar dilaksanakan, penjualan bisa meningkat,” ujar Ibu Ayu.

Meski aplikasi Mall Desa masih dalam tahap pengenalan awal, sosialisasi ini dinilai memberikan manfaat positif bagi pelaku UMKM, khususnya dalam meningkatkan pemahaman tentang pemasaran digital. Pelaku usaha berharap aplikasi tersebut dapat segera direalisasikan dan dimanfaatkan secara optimal untuk membantu meningkatkan penjualan dan pendapatan UMKM desa.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember berharap dapat berkontribusi nyata dalam mendorong kemajuan UMKM di Desa Kaliwining. Sosialisasi aplikasi Mall Desa diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem pemasaran digital berbasis desa yang berkelanjutan dan berdampak langsung pada peningkatan perekonomian masyarakat.

Connect