Carousel

Selasa, 03 November 2026

Unmuh Jember Diseminasikan Hasil Riset Transformasi Hijau BUMDes, Dorong Investasi Berkelanjutan dan Pemberdayaan Desa

Penguatan ekonomi desa tidak cukup hanya berorientasi pada keuntungan finansial. Pengelolaan usaha desa juga perlu memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Hal tersebut menjadi salah satu fokus penelitian yang dikembangkan Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember melalui kajian transformasi hijau Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Hasil penelitian tersebut disampaikan dalam kegiatan Diseminasi Hasil Penelitian, Penyerahan Policy Brief, dan Launching Buku di Aula Lantai 1 Gedung Jember Creative Center (JCC), Selasa (3/11/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari luaran Penelitian Fundamental Reguler Tahun 2026 yang didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).

Penelitian tersebut diketuai oleh Dr. Astrid Maharani, S.E., M.Akun. selaku ketua pengusul, dengan dua anggota pengusul, yakni Gardina Aulin Nuha, S.E., M.Akun. dan Oktaviani Ari Wardhaningrum, S.E., M.Sc.

Mengangkat fokus Green Investment, Kinerja, dan Penciptaan Nilai Berkelanjutan, penelitian ini mengkaji bagaimana investasi hijau dapat berkontribusi terhadap kinerja keuangan sekaligus menciptakan nilai sosial dan lingkungan bagi BUMDes. Pelaksanaannya melibatkan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Jember serta pengelola BUMDes sebagai mitra penelitian.

Ketua peneliti, Dr. Astrid Maharani, menjelaskan bahwa diseminasi merupakan salah satu luaran penting dari penelitian fundamental yang dilaksanakan sejak April 2026. Melalui kegiatan ini, tim peneliti ingin memastikan hasil kajian tidak hanya berhenti pada ranah akademis, tetapi juga dapat dipahami dan dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang terlibat langsung dalam pengembangan BUMDes.

"Melalui diseminasi ini, kami ingin memberikan pemahaman kepada mitra, baik DPMD Kabupaten Jember maupun BUMDes, agar terus aktif menyuarakan sustainability atau keberlanjutan," jelas Astrid.

Ia berharap hasil penelitian tersebut dapat menjadi referensi dalam mendorong pengelolaan usaha desa yang lebih memperhatikan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Dengan demikian, BUMDes tidak hanya berperan sebagai penggerak ekonomi desa, tetapi juga memiliki kontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan.

Perspektif akademis dalam kegiatan tersebut disampaikan oleh Dr. Bunga Maharani, S.E., M.SA., CSRS., CSRA., CMT. Ia menjelaskan bahwa transformasi hijau memiliki cakupan yang luas dan tidak terbatas pada kegiatan penghijauan. Implementasinya dapat mencakup pengelolaan sumber daya, transformasi digital, pengelolaan limbah, hingga pemanfaatan energi terbarukan seperti panel surya.

Menurut Bunga, investasi hijau memang tidak selalu memperlihatkan hasil secara langsung dalam jangka pendek. Misalnya, investasi untuk pengelolaan limbah dan penggunaan panel surya membutuhkan waktu sebelum manfaat ekonominya dapat dirasakan. Namun, keputusan tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk menjaga keberlanjutan usaha dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ia menekankan bahwa ukuran keberhasilan BUMDes seharusnya tidak hanya dilihat dari besarnya keuntungan yang diperoleh. Setiap proses bisnis juga perlu mempertimbangkan dampak yang dihasilkan bagi masyarakat dan lingkungan.

"Jadi, sekarang bukan hanya menghitung berapa keuntungan yang diperoleh, tetapi juga bagaimana setiap proses bisnis memikirkan dampak dari kegiatan usaha yang dijalankan," menjadi salah satu penekanan Bunga dalam pemaparannya.

Lebih lanjut, Bunga menilai desa memiliki potensi sumber daya lokal yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi berkelanjutan. Ketersediaan lahan, sumber daya alam, serta kedekatan masyarakat dengan lingkungan menjadi peluang untuk mengembangkan berbagai inovasi usaha, termasuk pengelolaan limbah dan pemanfaatan sumber energi alternatif.

Namun, pengembangan tersebut perlu didukung profesionalisme pengelola, kualitas tata kelola usaha, serta kemampuan dalam memetakan potensi lokal. Dengan demikian, investasi yang dilakukan BUMDes tidak hanya tepat sasaran, tetapi juga mampu memberikan manfaat jangka panjang.

Dari sisi pemerintah daerah, perwakilan DPMD Kabupaten Jember, Darwis Surahma, menyampaikan bahwa sejumlah BUMDes sebenarnya telah memiliki inisiatif dalam menerapkan praktik pengelolaan lingkungan. Salah satu contohnya adalah BUMDes di wilayah Semboro yang telah bekerja sama dengan Pegadaian melalui program penukaran sampah menjadi emas.

Program tersebut mendorong masyarakat untuk mengumpulkan sampah yang kemudian memiliki nilai ekonomi melalui mekanisme penukaran. Inisiatif ini memperlihatkan bahwa pengelolaan sampah tidak hanya menjadi persoalan lingkungan, tetapi juga dapat dikembangkan sebagai aktivitas ekonomi yang melibatkan partisipasi masyarakat.

Darwis menilai praktik semacam itu perlu terus didorong dan dikembangkan. Akan tetapi, penerapannya membutuhkan dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, akademisi, hingga lembaga mitra yang memiliki kapasitas dalam memberikan pendampingan.

Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi dengan perguruan tinggi agar pengelola BUMDes memperoleh masukan dan pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Menurutnya, hasil penelitian akademisi dapat menjadi salah satu referensi dalam menyusun strategi pengembangan usaha sekaligus memperkuat kebijakan pemerintah daerah.

Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan gagasan, tetapi juga membantu BUMDes menerapkan inovasi secara berkelanjutan melalui dukungan regulasi, kebijakan, dan penguatan kapasitas pengelola.

Sebagai tindak lanjut hasil penelitian, tim peneliti turut menyerahkan policy brief kepada pemerintah daerah. Dokumen rekomendasi kebijakan tersebut memuat empat strategi utama, yakni penyusunan pedoman penilaian investasi hijau, pembinaan kapasitas pengelola BUMDes, monitoring dan evaluasi berbasis indikator, serta fasilitasi dukungan investasi berdasarkan kelayakan usaha.

Keempat rekomendasi tersebut diharapkan dapat membantu DPMD Kabupaten Jember dalam memperkuat pembinaan BUMDes. Melalui pedoman penilaian investasi, misalnya, keputusan pengembangan usaha tidak hanya mempertimbangkan besarnya dana yang dikeluarkan, tetapi juga kelayakan keuangan, efisiensi operasional, serta manfaat lingkungan dan sosial.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan peluncuran buku berjudul Transformasi Hijau BUMDes: Green Investment, Kinerja, dan Penciptaan Nilai Berkelanjutan. Buku tersebut menjadi salah satu luaran penelitian sekaligus referensi bagi akademisi, pemerintah, dan praktisi dalam memahami strategi investasi hijau di tingkat desa.

Melalui diseminasi ini, Unmuh Jember berharap hasil penelitian fundamental dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ekonomi desa. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan pengelola BUMDes menjadi bagian penting untuk mewujudkan usaha desa yang tidak hanya sehat secara finansial, tetapi juga mampu menjaga lingkungan dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.

Mahasiswa KKN Tematik Unmuh Jember Optimalkan Peran Ibu Balita Posyandu Kaswari dalam Pencegahan Stunting

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) menggelar program edukasi kesehatan bertajuk “Optimalisasi Peran Ibu Balita Posyandu Kaswari melalui Penyuluhan dalam Upaya Pengentasan Stunting” di Desa Rojopolo, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Lumajang.

Program yang digagas oleh Diah Tri Andriani ini berfokus pada peningkatan pengetahuan dan kesadaran ibu balita mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang, pemantauan tumbuh kembang anak, serta keaktifan mengikuti pelayanan kesehatan di Posyandu.

Salah satu kegiatan utama dalam program tersebut adalah penyuluhan kesehatan yang menghadirkan Mimin Andriyati Ningsih, SST.Bdn., dari Puskesmas Jatiroto sebagai narasumber. Dalam penyuluhan bersama ibu balita Posyandu Kaswari tersebut, peserta memperoleh edukasi mengenai pemenuhan gizi seimbang melalui konsep Isi Piringku dan pentingnya kunjungan rutin ke Posyandu.


Melalui konsep Isi Piringku, ibu balita diajak memahami pentingnya menyediakan makanan yang beragam dan bergizi, meliputi makanan pokok, lauk-pauk sebagai sumber protein, sayuran, serta buah-buahan. Pemenuhan kebutuhan gizi tersebut menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak.

Selain edukasi gizi, peserta juga diberikan pemahaman bahwa kunjungan ke Posyandu bukan sekadar kegiatan penimbangan berat badan. Pelayanan Posyandu menjadi sarana pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita secara berkala, sekaligus membantu orang tua mengetahui kondisi anak dan memperoleh tindak lanjut apabila ditemukan masalah kesehatan.

Untuk menjangkau keluarga yang belum rutin memanfaatkan layanan Posyandu, mahasiswa KKN melanjutkan program melalui kegiatan home visit atau kunjungan rumah. Kunjungan dilakukan kepada ibu yang memiliki balita tetapi belum rutin datang ke Posyandu. Melalui pendekatan langsung, mahasiswa memberikan ajakan dan motivasi agar orang tua lebih aktif membawa anaknya mengikuti pelayanan kesehatan.

Mahasiswa KKN bersama kader Posyandu juga melaksanakan kegiatan sweeping balita untuk menjangkau anak-anak yang belum hadir dalam pelayanan Posyandu. Langkah ini dilakukan agar balita yang belum mengikuti kegiatan tetap mendapatkan perhatian dan pemantauan pertumbuhan.

Tidak berhenti pada penyampaian materi, mahasiswa KKN turut mengadakan demonstrasi memasak puding kelor susu bersama ibu balita. Kegiatan praktik ini memperkenalkan salah satu alternatif olahan makanan berbahan kelor yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar. Melalui demonstrasi tersebut, peserta memperoleh inspirasi untuk menyajikan menu yang lebih bervariasi dan bergizi bagi anak.

Sebagai upaya memperkuat keberlanjutan edukasi kesehatan, mahasiswa KKN juga menghadirkan Pojok Gizi di Posyandu Kaswari. Media edukasi tersebut memuat informasi mengenai gizi seimbang, konsep Isi Piringku, serta upaya pencegahan stunting. Keberadaannya diharapkan dapat memudahkan ibu balita dan masyarakat dalam memperoleh informasi kesehatan ketika berkunjung ke Posyandu.

Rangkaian program dilengkapi dengan pembuatan dan pemasangan banner Posyandu Kaswari. Banner tersebut diserahkan kepada pihak Posyandu sebagai dukungan terhadap penyediaan sarana informasi sekaligus penguatan identitas pelayanan kesehatan masyarakat.

Melalui seluruh rangkaian kegiatan ini, mahasiswa KKN Tematik Unmuh Jember berharap ibu balita semakin memahami pentingnya peran keluarga dalam mendukung tumbuh kembang anak. Upaya pencegahan stunting membutuhkan perhatian berkelanjutan, mulai dari pemenuhan gizi, penerapan pola asuh yang baik, perilaku hidup bersih dan sehat, hingga pemantauan pertumbuhan anak secara rutin.

Program ini menjadi bentuk kontribusi mahasiswa dalam mengimplementasikan pengetahuan melalui pengabdian kepada masyarakat. Kolaborasi antara mahasiswa, ibu balita, kader, dan tenaga kesehatan diharapkan dapat memperkuat peran Posyandu Kaswari sebagai pusat pelayanan sekaligus edukasi kesehatan keluarga di Desa Rojopolo.

Manfaatkan Umbi-Umbian, Mahasiswa KKN RPL PG-PAUD Unmuh Jember Latih Wali Murid Stimulasi Motorik Halus Anak


Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG-PAUD) Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) Gelombang 2 Tahun 2026 menggelar pelatihan keterampilan motorik halus anak melalui media umbi-umbian bagi wali murid. Kegiatan tersebut berlangsung di MI Muhammadiyah 01 pada Senin (26/10/2026), mulai pukul 09.00 WIB.

Pelatihan ini bertujuan membekali orang tua dengan pengetahuan dan keterampilan praktis untuk menstimulasi perkembangan motorik halus anak di rumah. Melalui pemanfaatan bahan sederhana yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar, orang tua diharapkan dapat menghadirkan aktivitas belajar yang edukatif tanpa harus menggunakan media pembelajaran yang mahal.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN memperkenalkan teknik mencetak menggunakan berbagai jenis umbi-umbian, seperti kentang, ubi jalar, dan singkong. Media tersebut diolah menjadi alat cetak dengan beragam bentuk dan pola menarik, seperti bunga, bintang, maupun bentuk geometris.

Pelatihan diawali dengan pemaparan mengenai pentingnya stimulasi motorik halus sejak usia dini. Kemampuan ini berkaitan dengan koordinasi otot-otot kecil, terutama pada jari dan tangan, serta koordinasi antara mata dan tangan. Stimulasi yang dilakukan secara rutin dapat membantu anak mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan dalam aktivitas sehari-hari.

Selanjutnya, mahasiswa memberikan demonstrasi pembuatan alat cetak dari umbi-umbian. Permukaan umbi dibentuk sesuai pola yang diinginkan, kemudian diberi pewarna makanan yang aman digunakan sebelum diaplikasikan pada kertas.

Para wali murid juga berkesempatan mempraktikkan langsung tahapan pembuatan hingga proses mencetak. Dengan praktik tersebut, orang tua tidak hanya memperoleh pemahaman secara teori, tetapi juga pengalaman yang dapat diterapkan saat mendampingi anak belajar di rumah.

Salah satu wali murid yang mengikuti kegiatan menyampaikan apresiasinya terhadap pelatihan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini memberikan wawasan baru mengenai cara sederhana untuk mengembangkan motorik halus dan kreativitas anak.

“Pelatihan ini sangat membuka wawasan kami sebagai orang tua. Ternyata untuk melatih motorik halus dan kreativitas anak di rumah, kita tidak perlu membeli mainan mahal. Cukup memanfaatkan bahan sederhana seperti umbi-umbian yang ada di sekitar kita,” ungkapnya.

Pihak sekolah juga mengapresiasi keterlibatan mahasiswa KKN dalam memberikan edukasi kepada wali murid. Kegiatan semacam ini dinilai dapat memperkuat sinergi antara sekolah dan keluarga dalam mendukung proses tumbuh kembang anak.

Melalui pelatihan ini, wali murid diharapkan mampu mengembangkan berbagai alternatif aktivitas pembelajaran yang kreatif, ekonomis, dan mudah diterapkan di rumah. Pemanfaatan umbi-umbian sebagai media stimulasi juga menjadi contoh bahwa bahan sederhana di sekitar dapat diolah menjadi sarana belajar yang bermanfaat bagi anak usia dini.

Kegiatan ditutup dengan diskusi interaktif, penyerahan panduan praktis, serta dokumentasi bersama mahasiswa KKN dan para wali murid.

Manfaatkan Barang Bekas, Mahasiswa KKN Tematik Unmuh Jember Latih Wali Murid PPT Mustika Membuat Celengan Daur Ulang


Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) menggelar pelatihan kreasi celengan daur ulang bagi wali murid PPT Mustika di Balai RW, Jalan Banyu Urip Wetan VI/2, Surabaya, Selasa (3/11/2026).

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kreativitas wali murid dalam memanfaatkan barang bekas sekaligus mengenalkan pentingnya literasi finansial kepada anak sejak usia dini. Melalui media celengan, anak diharapkan mulai memahami konsep menabung, menyisihkan uang, dan membiasakan hidup hemat.

Pelatihan menghadirkan Ella Rokhani sebagai pemateri. Para peserta mendapatkan penjelasan sekaligus praktik membuat celengan kreatif dengan memanfaatkan botol plastik berbentuk tabung. Botol bekas tersebut kemudian dihias menjadi celengan menarik yang dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran di rumah.

Kegiatan ini tidak hanya mengajarkan keterampilan mengolah barang bekas menjadi produk yang bermanfaat, tetapi juga mendorong keterlibatan orang tua dalam mengenalkan kebiasaan menabung kepada anak. Dengan pendampingan orang tua, aktivitas sederhana menggunakan celengan dapat menjadi sarana pembelajaran finansial yang menyenangkan.

Kepala Sekolah PPT Mustika, Kasiati, menyambut baik pelaksanaan pelatihan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini memberikan manfaat dan pengetahuan baru bagi wali murid, khususnya dalam mendukung proses pembelajaran anak di lingkungan keluarga.

Apresiasi juga disampaikan Elly Rokhani selaku wali murid. Ia berharap pelatihan serupa dapat lebih sering diselenggarakan agar para orang tua memperoleh tambahan pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman yang dapat diterapkan saat mendampingi perkembangan anak di rumah.

Melalui kegiatan KKN Tematik ini, mahasiswa Unmuh Jember berharap kerja sama antara lembaga PAUD dan wali murid semakin kuat dalam menghadirkan pendidikan yang kreatif dan bermanfaat bagi anak usia dini.

Pelatihan tersebut menjadi salah satu bentuk edukasi bahwa barang bekas dapat diolah menjadi produk bernilai guna. Lebih dari itu, kreasi celengan daur ulang diharapkan menjadi media sederhana untuk menanamkan kebiasaan menabung, mengembangkan kreativitas, serta membangun kepedulian terhadap lingkungan sejak dini.

Cegah Perundungan Sejak Dini, Mahasiswa KKN Unmuh Jember dan Tim Peluk Anak Edukasi Siswa SDN 1 Jetis


Upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan ramah anak dilakukan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) melalui kolaborasi bersama Tim Inovasi Peluk Anak dari UPT Perlindungan dan Pelayanan Sosial Asuhan Anak (PPSAA) Situbondo, Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur. Keduanya menggelar sosialisasi anti-perundungan bagi siswa SD Negeri 1 Jetis, Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo, Jumat (30/10/2026).

Mengusung tema “Bersama Kita Ciptakan Sekolah yang Aman, Nyaman, dan Ramah Anak”, kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai perilaku perundungan sekaligus menanamkan nilai saling menghargai, kepedulian, dan persahabatan sejak dini.

Kepala SD Negeri 1 Jetis, Andri Hermawan, S.Pd., M.Pd., Gr., menyambut positif pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, edukasi mengenai perundungan penting diberikan kepada anak-anak yang masih berada dalam tahap pertumbuhan dan perkembangan.

“Kegiatan seperti ini memang dibutuhkan, mengingat anak-anak yang masih berada dalam tahap pertumbuhan dan perkembangan. Kegiatan ini menjadi ruang bagi mereka untuk belajar memahami perilaku perundungan, belajar saling menghargai, serta membangun hubungan pertemanan yang positif agar perundungan tidak terjadi di lingkungan sekolah,” ujarnya.

Dalam sosialisasi tersebut, siswa diperkenalkan pada berbagai bentuk perundungan, mulai dari perundungan fisik, verbal, sosial, hingga melalui media digital. Materi disampaikan dengan contoh perilaku yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, seperti mengejek, mengolok-olok, mengucilkan, mengancam, dan tindakan lain yang dapat membuat orang lain merasa takut atau tidak nyaman.

Mahasiswa KKN Unmuh Jember, Muslihatin, menjelaskan bahwa siswa juga diajak memahami cara menyikapi tindakan perundungan, baik ketika mengalaminya sendiri maupun saat menyaksikannya terjadi kepada teman.

“Harapannya, materi yang disampaikan dapat menjadi bekal bagi mereka untuk mencegah terjadinya perundungan sekaligus membangun lingkungan sekolah yang aman dan nyaman, sehingga proses belajar dapat berlangsung dengan baik,” ungkap Muslihatin.

Selain mengenali bentuk-bentuk perundungan, siswa diberikan pemahaman mengenai langkah yang dapat dilakukan ketika mengalami atau menyaksikan tindakan tersebut. Di antaranya berani menolak perilaku perundungan, memberikan dukungan kepada teman yang menjadi korban, serta melaporkan kejadian kepada guru atau orang dewasa yang dipercaya.

Siswa juga diajak memahami bahwa setiap anak memiliki hak untuk dihargai dan diperlakukan dengan baik tanpa memandang perbedaan karakter, kemampuan, penampilan, maupun latar belakang. Sikap saling membantu, menjaga perasaan teman, dan membangun persahabatan yang positif menjadi nilai utama yang ditekankan dalam kegiatan ini.

Kolaborasi mahasiswa KKN Unmuh Jember dengan Tim Inovasi Peluk Anak UPT PPSAA Situbondo tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian terhadap perlindungan anak, khususnya dalam upaya mencegah kekerasan dan perundungan di lingkungan pendidikan. Pencegahan perundungan membutuhkan keterlibatan seluruh warga sekolah, mulai dari siswa, guru, hingga orang tua.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Unmuh Jember dan Tim Inovasi Peluk Anak berharap pemahaman yang diperoleh siswa dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, lingkungan SDN 1 Jetis diharapkan semakin aman, nyaman, dan ramah bagi seluruh peserta didik.

Libatkan Orang Tua, Mahasiswa KKN RPL Unmuh Jember Sosialisasikan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat di TK Dharma Wanita Jokarto


Pembentukan karakter anak sejak usia dini membutuhkan pembiasaan positif yang dilakukan secara konsisten, baik di lingkungan sekolah maupun keluarga. Untuk mendukung hal tersebut, Eka Monasita, mahasiswa Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember), menggelar sosialisasi “Membentuk Generasi Emas melalui 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat” di TK Dharma Wanita, Desa Jokarto, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang, Jumat (30/10/2026).

Kegiatan ini melibatkan wali murid dan anak didik TK Dharma Wanita. Sosialisasi tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman orang tua mengenai pentingnya membangun kebiasaan positif sejak usia dini melalui pendampingan dan keteladanan di lingkungan keluarga.

Kepala TK Dharma Wanita, Siti Makhamil, S.Pd., menyampaikan bahwa tujuh kebiasaan tersebut sebenarnya telah diperkenalkan dan diterapkan dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari di sekolah. Namun, sosialisasi secara khusus kepada wali murid belum pernah dilakukan. Karena itu, kegiatan ini menjadi sarana untuk menyelaraskan pembiasaan antara sekolah dan keluarga.

Dalam pemaparannya, Eka Monasita menjelaskan tujuh kebiasaan yang perlu ditanamkan kepada anak, yaitu bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, serta tidur cepat.

Kebiasaan bangun pagi dan tidur cepat dikenalkan untuk membentuk pola hidup yang teratur. Sementara itu, pembiasaan beribadah diarahkan untuk menanamkan nilai-nilai spiritual. Anak juga diajak membiasakan olahraga dan mengonsumsi makanan sehat guna mendukung pertumbuhan serta kesehatannya.

Selain itu, gemar belajar menjadi bagian penting dalam membangun rasa ingin tahu dan semangat belajar anak. Kebiasaan bermasyarakat juga diperkenalkan melalui sikap saling menghormati, menghargai, dan peduli terhadap sesama.

Eka turut mengajak orang tua untuk berperan aktif dalam menerapkan tujuh kebiasaan tersebut secara konsisten di rumah. Menurutnya, dukungan dan keteladanan orang tua menjadi bagian penting agar kebiasaan baik yang diperkenalkan di sekolah dapat terus dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan tidak hanya berlangsung melalui penyampaian materi, tetapi juga dilengkapi dengan praktik senam tujuh kebiasaan Anak Indonesia Hebat dan kegiatan mewarnai bersama orang tua. Aktivitas tersebut menjadi media pembelajaran yang menyenangkan sekaligus memperkuat kedekatan antara anak dan orang tua (bonding). Dalam proses ini, ibu dan orang tua diharapkan dapat menjadi teladan atau role model bagi anak dalam menjalankan kebiasaan positif.

Sebagai penutup, peserta diajak melakukan refleksi bersama. Mahasiswa juga membagikan produk unggulan Desa Jokarto berupa tempe dan satu paket sayur sop sebagai bentuk dukungan terhadap pengenalan makanan bergizi bagi anak.

Melalui kegiatan ini, Eka Monasita berharap orang tua dapat terus mendukung dan bersinergi dengan sekolah dalam menerapkan tujuh kebiasaan Anak Indonesia Hebat di rumah. Pembiasaan tersebut diharapkan dapat membantu membentuk anak yang disiplin, mandiri, sehat, bertanggung jawab, serta peduli terhadap sesama.

Program KKN RPL ini menjadi salah satu kontribusi mahasiswa Unmuh Jember dalam mendukung pendidikan karakter anak usia dini melalui kolaborasi antara mahasiswa, sekolah, dan keluarga.

Satu Anak Satu Bunga, Mahasiswa KKN Unmuh Jember Ajak Murid TK Sunan Ampel Wujudkan Sekolah Asri


Menanamkan kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai melalui kebiasaan sederhana sejak usia dini. Hal tersebut dilakukan Umi Kulsum, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember), melalui program penghijauan bertajuk “Satu Anak Satu Bunga, Sekolahku Semakin Asri” di TK Sunan Ampel, Desa Sememu, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Rabu (28/10/2026).

Kegiatan yang melibatkan 40 wali murid dan siswa ini bertujuan menumbuhkan kepedulian anak terhadap lingkungan sekaligus menciptakan suasana sekolah yang hijau, indah, dan nyaman.

Melalui program tersebut, anak-anak diajak mengenal tanaman bunga sekaligus mempraktikkan cara menanam menggunakan media polybag. Setiap anak mendapat kesempatan menanam satu bibit bunga dengan pendampingan mahasiswa dan guru.

Kegiatan dikemas melalui edukasi dan praktik langsung. Anak-anak diperkenalkan pada kebutuhan dasar tanaman, seperti tanah, air, dan sinar matahari. Mereka juga diajak memahami pentingnya merawat tanaman agar dapat tumbuh dengan baik.

Umi Kulsum menjelaskan bahwa kegiatan menanam bunga tidak hanya berorientasi pada penghijauan sekolah, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran karakter bagi anak usia dini. Melalui aktivitas sederhana tersebut, anak-anak diharapkan belajar bertanggung jawab, mandiri, disiplin, serta peduli terhadap lingkungan sekitar.


Setelah menanam, anak-anak juga diarahkan untuk membiasakan diri menyiram dan menjaga tanaman masing-masing. Pembiasaan ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa memiliki sekaligus mendorong keterlibatan aktif anak dalam menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan sekolah.

Keberlanjutan program “Satu Anak Satu Bunga, Sekolahku Semakin Asri” didukung melalui perawatan tanaman secara rutin dengan melibatkan guru dan warga sekolah. Dengan demikian, kegiatan penghijauan tidak berhenti pada proses penanaman, tetapi dapat menjadi kebiasaan positif di lingkungan pendidikan.

Melalui program KKN RPL ini, Umi Kulsum berupaya menghadirkan pembelajaran bermakna melalui pengalaman langsung. Upaya penghijauan tersebut diharapkan tidak hanya memperindah lingkungan TK Sunan Ampel, tetapi juga menanamkan kebiasaan peduli lingkungan yang dapat diterapkan anak-anak di rumah maupun masyarakat.

Connect