Carousel

Rabu, 06 Mei 2026

Dosen Unmuh Jember Dorong Transformasi Pembelajaran Digital melalui Integrasi AI di SMA Muhammadiyah 1 Lumajang

Upaya mendorong transformasi digital di dunia pendidikan terus dilakukan oleh kalangan akademisi. Tim dosen dari Universitas Muhammadiyah Jember melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Transformasi Pembelajaran Digital: Integrasi AI Code Generator dalam Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif di SMA Muhammadiyah 1 Lumajang.

Kegiatan yang dipimpin oleh Syahrul Mubaroq, M.Pd. ini dilaksanakan pada 16 Desember 2025 dan bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), khususnya AI Code Generator, untuk menciptakan media pembelajaran yang interaktif dan inovatif.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 18 guru dari berbagai mata pelajaran mengikuti pelatihan intensif yang mencakup pengenalan konsep AI, teknik penyusunan perintah (prompt), hingga praktik langsung pembuatan media berbasis HTML, CSS, dan JavaScript melalui platform Canva Code.

“Selama ini banyak guru sudah mengenal Canva, tetapi belum memanfaatkan fitur lanjutannya seperti AI Code Generator. Padahal teknologi ini bisa membantu membuat media interaktif tanpa harus menguasai coding secara mendalam,” ujar Syahrul dalam keterangannya.

Pelatihan dilaksanakan secara bertahap mulai dari analisis kebutuhan, workshop, pendampingan teknis, hingga evaluasi hasil. Para peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga menghasilkan produk nyata berupa media pembelajaran interaktif seperti kuis otomatis, simulasi pembelajaran, hingga game edukatif sederhana.

Hasilnya cukup signifikan. Sebanyak 16 guru mampu secara mandiri menghasilkan media interaktif berbasis AI, sementara dua lainnya mampu menyelesaikan produk dengan pendampingan. Secara keseluruhan, tercipta 18 produk media pembelajaran yang siap digunakan di kelas.

Tidak hanya berdampak pada keterampilan teknis, kegiatan ini juga mengubah pola pikir guru terhadap teknologi. AI yang sebelumnya dianggap rumit kini dipandang sebagai “asisten pedagogis” yang membantu mempercepat proses pembuatan materi ajar.

“Kami jadi lebih percaya diri. Ternyata membuat media interaktif tidak sesulit yang dibayangkan jika memanfaatkan AI,” ungkap salah satu guru peserta.

Selain itu, program ini juga mendorong terbentuknya budaya kolaboratif antar guru serta lahirnya repositori digital sekolah yang berisi kumpulan media pembelajaran interaktif. Repositori ini diharapkan menjadi fondasi pengembangan pembelajaran berbasis teknologi secara berkelanjutan.

Kepala sekolah SMA Muhammadiyah 1 Lumajang menyambut baik kegiatan ini dan berharap pelatihan serupa dapat terus berlanjut dengan materi yang lebih mendalam.

Program ini sejalan dengan upaya pengembangan pendidikan di era Society 5.0, di mana integrasi teknologi seperti AI menjadi kunci dalam menciptakan pembelajaran yang adaptif, interaktif, dan berpusat pada siswa.

Melalui kegiatan ini, Universitas Muhammadiyah Jember menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di daerah melalui inovasi berbasis teknologi.

Unmuh Jember Gelar Program International Financial Behavior & Investment Empowerment di MSU Malaysia

Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) internasional melaksanakan kegiatan bertajuk International Financial Behavior & Investment Empowerment bekerja sama dengan Management and Science University (MSU) Malaysia. Program ini bertujuan meningkatkan literasi keuangan, perilaku keuangan, serta kesiapan investasi mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh studi di MSU Malaysia.

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh tingginya tantangan finansial yang dihadapi mahasiswa Indonesia di luar negeri, khususnya dalam mengatur biaya hidup, memahami investasi digital, serta menghadapi risiko keputusan keuangan yang impulsif akibat pengaruh media sosial dan tren investasi. Mahasiswa perantau dinilai rentan mengalami stres finansial dan kesalahan dalam pengambilan keputusan investasi.

Melalui program ini, tim pengabdian memberikan edukasi mengenai pengelolaan keuangan pribadi, perencanaan keuangan, literasi investasi, serta pemahaman mengenai pasar modal syariah Indonesia dan Malaysia. Selain itu, peserta juga dibekali pemahaman tentang behavioral finance seperti overconfidence, herding behavior, dan fear of missing out (FOMO) yang sering memengaruhi keputusan investasi generasi muda.

Rangkaian kegiatan dimulai dari koordinasi dengan pihak MSU Malaysia, survei kebutuhan peserta, baseline study, penyusunan modul literasi keuangan, hingga pelaksanaan workshop literasi keuangan dan pelatihan behavioral finance. Mahasiswa juga mengikuti simulasi pasar modal internasional melalui platform virtual trading yang terintegrasi dengan data pasar Indonesia dan Malaysia.

Hasil sementara menunjukkan adanya peningkatan pemahaman mahasiswa terkait pengelolaan keuangan pribadi, diversifikasi risiko, dan perbedaan instrumen investasi lintas negara. Selain itu, sekitar 70 persen peserta mengaku lebih percaya diri dalam mengelola keuangan pribadi dan memahami risiko investasi internasional.

Program ini juga berhasil memperkuat kolaborasi akademik antara Unmuh Jember dan MSU Malaysia melalui keterlibatan dosen mitra dalam penyampaian materi serta diskusi akademik lintas negara. Sinergi ini menjadi bagian dari upaya internasionalisasi tridharma perguruan tinggi sekaligus mendukung Renstra Pengabdian kepada Masyarakat Unmuh Jember.

Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa Indonesia di Malaysia mampu menjadi generasi muda yang memiliki literasi keuangan yang baik, mampu mengambil keputusan investasi secara rasional, serta siap menghadapi sistem keuangan global secara bijak dan berkelanjutan.

 

Gerakan Menanam Seribu Pohon di TK DWP 3 Banyuputih: Wujud Nyata Peduli Lingkungan

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Jember melaksanakan kegiatan Gerakan Menanam Seribu Pohon sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan di TK DWP 3 Banyuputih, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, pada Minggu (4/5/2026).

Kegiatan ini melibatkan perangkat desa, karang taruna, guru, serta masyarakat setempat yang turut berpartisipasi aktif dalam proses penanaman pohon di berbagai titik strategis lingkungan desa.

Program penanaman seribu pohon ini dilatarbelakangi oleh kondisi lingkungan yang mulai mengalami penurunan kualitas, seperti berkurangnya ruang hijau, meningkatnya suhu udara, serta potensi terjadinya bencana alam seperti banjir dan longsor. Oleh karena itu, mahasiswa KKN bersama masyarakat berinisiatif melakukan aksi nyata penghijauan sebagai langkah preventif dan berkelanjutan.

Jenis pohon yang ditanam antara lain pohon sengon, mahoni, dan trembesi yang dikenal memiliki manfaat ekologis tinggi, seperti menyerap karbon dioksida, menghasilkan oksigen, menjaga kesuburan tanah, serta memperbaiki struktur lingkungan sekitar.

Penanaman dilakukan di beberapa lokasi penting seperti pinggir jalan desa, lahan kosong, serta area sekitar aliran sungai yang membutuhkan penghijauan agar lebih aman dari ancaman erosi dan longsor.

Kegiatan diawali dengan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya penghijauan serta cara merawat tanaman agar dapat tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat jangka panjang. Setelah itu, mahasiswa KKN memandu warga untuk melakukan praktik langsung penanaman pohon.

Warga terlihat sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut. Mulai dari proses penggalian tanah, penanaman bibit, hingga penyiraman awal dilakukan secara gotong royong dengan penuh semangat kebersamaan.

Salah satu perangkat desa menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa KKN yang dinilai sangat bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.

“Kami sangat berterima kasih kepada mahasiswa KKN yang telah menginisiasi kegiatan ini. Semoga pohon-pohon yang ditanam dapat tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat besar bagi generasi mendatang,” ujarnya.

Program penghijauan ini juga sejalan dengan berbagai hasil penelitian yang menunjukkan pentingnya penanaman pohon bagi keberlanjutan lingkungan. Berdasarkan kajian dari Food and Agriculture Organization (FAO), penanaman pohon mampu mengurangi emisi karbon dan membantu mitigasi perubahan iklim.

Selain itu, penelitian oleh Nowak dkk. dalam jurnal Environmental Pollution menyebutkan bahwa pohon di lingkungan perkotaan maupun pedesaan mampu menyerap polutan udara dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

Sementara itu, penelitian Chazdon dalam jurnal Science menjelaskan bahwa reforestasi atau penanaman kembali pohon dapat mempercepat pemulihan ekosistem yang rusak dan menjaga keseimbangan lingkungan dalam jangka panjang.

Hal tersebut membuktikan bahwa kegiatan sederhana seperti menanam pohon memiliki dampak besar bagi keberlanjutan alam dan kualitas hidup masyarakat.

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat terus menjaga dan merawat pohon yang telah ditanam serta menumbuhkan kesadaran kolektif tentang pentingnya pelestarian lingkungan.

Mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember berharap program ini menjadi langkah awal dalam menciptakan desa yang lebih hijau, sehat, sejuk, dan berkelanjutan untuk masa depan yang lebih baik.

 

Mahasiswa KKN Unmuh Jember Gelar Pelatihan Pembuatan Kerupuk Udang Bersama Warga Desa Kwanyar Barat

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Jember melaksanakan kegiatan pelatihan pembuatan kerupuk udang bersama masyarakat Desa Kwanyar Barat sebagai upaya meningkatkan keterampilan warga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa.

Kegiatan ini melibatkan ibu-ibu setempat yang antusias mengikuti setiap tahapan pembuatan kerupuk udang sebagai salah satu olahan hasil laut yang memiliki nilai jual tinggi dan berpotensi menjadi produk unggulan desa.

Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pemanfaatan hasil laut, khususnya udang, agar tidak hanya dijual dalam bentuk mentah, tetapi juga dapat diolah menjadi produk bernilai tambah yang mampu meningkatkan pendapatan keluarga.

Proses pembuatan dimulai dari tahap pembersihan udang segar yang kemudian dihaluskan. Setelah itu, udang dicampurkan dengan tepung tapioka, bawang putih, garam, serta beberapa bumbu tambahan lainnya hingga membentuk adonan yang merata.

Adonan yang telah siap kemudian dibentuk memanjang menyerupai lontongan, lalu dikukus hingga matang. Setelah proses pengukusan selesai dan adonan dingin, adonan dipotong tipis-tipis agar menghasilkan bentuk kerupuk yang sempurna saat digoreng.

Tahap selanjutnya adalah proses penjemuran di bawah sinar matahari hingga benar-benar kering. Kerupuk yang sudah kering kemudian siap digoreng menggunakan pasir laut yang telah disterilkan atau dapat langsung dikemas untuk dipasarkan sebagai produk rumahan.

Mahasiswa KKN menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada praktik pembuatan, tetapi juga memberikan motivasi kepada masyarakat agar mampu mengembangkan usaha mandiri berbasis potensi lokal.

“Kerupuk udang ini memiliki peluang usaha yang cukup besar karena bahan bakunya mudah didapat di daerah pesisir. Harapannya, masyarakat bisa menjadikannya sebagai usaha rumahan yang berkelanjutan,” ujar salah satu mahasiswa KKN.

Warga Desa Kwanyar Barat menyambut baik kegiatan tersebut karena dinilai memberikan manfaat nyata, terutama bagi ibu-ibu rumah tangga yang ingin menambah penghasilan keluarga melalui usaha kecil menengah.

Selain meningkatkan keterampilan, kegiatan ini juga menjadi sarana pemberdayaan masyarakat agar lebih kreatif dalam memanfaatkan sumber daya lokal yang tersedia di lingkungan sekitar.

Melalui pelatihan ini, diharapkan kerupuk udang dapat berkembang menjadi salah satu produk khas Desa Kwanyar Barat sekaligus menjadi ciri khas kuliner Madura yang memiliki daya saing di pasar yang lebih luas.

Mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember berharap kegiatan sederhana ini dapat menjadi langkah awal lahirnya usaha rumahan yang mandiri, produktif, dan berkelanjutan bagi masyarakat desa.

 


Senin, 04 Mei 2026

Peran Orang Tua Sebagai Guru di Rumah dalam Program KKN RPL Universitas Muhammadiyah Jember Sukseskan Pentas Seni Budaya TK 'Aisyiyah 36 PPI

 

Aula Nyai Walidah TK ‘Aisyiyah 36 Perumahan Pongangan Indah (PPI) tampak semarak dan penuh warna pada Kamis (16/4/2026). Sekolah yang dikenal aktif dalam pengembangan karakter anak ini sukses menggelar acara Pentas Seni Budaya bertajuk “Serunya Bermain Alat Musik dan Tampilan Kreasi Budaya Indonesia”.

Kegiatan ini menjadi bagian dari program Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Universitas Muhammadiyah Jember yang berkolaborasi dengan pihak sekolah dan para wali murid dalam mendukung pendidikan anak usia dini berbasis budaya.

Acara dibuka secara langsung oleh Kurniawati, mahasiswa RPL Universitas Muhammadiyah Jember yang bertindak sebagai pembawa acara (MC). Kegiatan berlangsung meriah dengan antusiasme tinggi dari siswa, guru, mahasiswa KKN, dan orang tua murid.

Di balik penampilan anak-anak yang penuh percaya diri di atas panggung, terdapat peran besar orang tua yang bertindak sebagai guru di rumah. Mereka mendampingi anak-anak dalam proses latihan, membantu menghafal lagu daerah, melatih gerakan tari, serta menyiapkan kostum dan busana adat yang dikenakan saat tampil.

Kolaborasi antara sekolah dan keluarga ini menjadi kunci keberhasilan acara, sekaligus membuktikan bahwa pendidikan anak tidak hanya berlangsung di sekolah, tetapi juga sangat bergantung pada keterlibatan aktif orang tua di rumah.

Berbagai penampilan budaya dari masing-masing kelompok belajar turut memeriahkan acara. Setiap kelompok menampilkan kreativitas melalui lagu daerah, tarian tradisional, dan permainan alat musik yang menarik.

Penampilan dibuka oleh kelompok A1 Bintang Kecil yang membawakan kreasi lagu dan tarian “Rasa Sayange”. Suasana semakin hidup saat kelompok A2 Matahari Pagi tampil membawakan gerak lagu tradisional “Cublak-Cublak Suweng” dengan kompak dan ceria.

Selanjutnya, kelompok B1 Pelangi Ceria menampilkan lagu daerah “Ampar-Ampar Pisang” dengan penuh semangat. Dilanjutkan oleh kelompok B2 Awan Biru yang membawakan tembang “Lir-Ilir” dengan penghayatan yang mendalam.

Sebagai penutup, kelompok B3 Bulan Sabit tampil apik membawakan lagu “Gundul-Gundul Pacul” yang diiringi permainan alat musik angklung, menambah kesan meriah dan membanggakan.

Salah satu wali murid dari kelompok B1 Pelangi Ceria, Zuliani Rizkiyah, ibunda dari Unna Meccalia Rein, menyampaikan rasa senangnya melihat kekompakan semua pihak dalam menyukseskan acara tersebut.

“Acaranya sangat meriah dan seru. Anak-anak terlihat sangat ceria dan percaya diri bisa tampil di depan banyak orang. Ini menjadi pengalaman yang luar biasa. Saya juga merasakan bagaimana tidak mudahnya mengajari anak menyanyi, menari, dan menyiapkan busana mereka di rumah,” ujarnya.

Mahasiswa KKN RPL dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jember juga mengungkapkan rasa bangga terhadap semangat dan kreativitas anak-anak.

“Kami sangat senang melihat antusiasme anak-anak hari ini. Persiapan yang dilakukan bersama para guru dan orang tua membuahkan hasil yang luar biasa. Kegiatan ini tidak hanya melatih keberanian tampil di depan umum, tetapi juga menjadi sarana yang sangat baik untuk mengenalkan dan menanamkan kecintaan terhadap budaya tradisional sejak dini,” ungkap Kurniawati.

Penanggung Jawab (PJ) Kurikulum TK Aisyiyah 36 PPI, Endang Khusniati, turut menyampaikan apresiasi atas suksesnya kegiatan tersebut. Menurutnya, pentas seni budaya menjadi salah satu sarana penting dalam pembentukan karakter anak.

“Melalui kegiatan ini, anak-anak tidak hanya belajar seni musik dan lagu daerah, tetapi juga melatih keberanian serta rasa percaya diri mereka tampil di depan umum. Sinergi antara sekolah, mahasiswa KKN, dan wali murid yang aktif melatih anak-anak di rumah sangat luar biasa. Ini sejalan dengan visi kurikulum kami dalam membentuk karakter anak yang kreatif dan cinta tanah air,” jelasnya.

Sebagai penutup, seluruh rangkaian acara diakhiri dengan sesi foto bersama yang diikuti oleh seluruh siswa, guru, mahasiswa KKN, dan wali murid. Momen ini menjadi simbol kebersamaan dan keberhasilan kolaborasi dalam menanamkan rasa cinta budaya bangsa sejak usia dini.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN RPL Universitas Muhammadiyah Jember kembali menunjukkan perannya dalam mendukung pendidikan karakter anak melalui pendekatan budaya, sekaligus memperkuat sinergi antara sekolah dan keluarga dalam proses tumbuh kembang anak.

Kolaborasi Mahasiswa RPL Unmuh Jember dan TK Aisyiyah 36 PPI Gelar Edukasi Gentle Parenting

 

Sebagai bagian dari kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN), mahasiswa Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Universitas Muhammadiyah Jember sukses menyelenggarakan edukasi parenting bertajuk Gentle Parenting di Aula Nyai Walidah TK Aisyiyah 36 PPI (TK ABA 36 PPI), Jalan Sawit No. 4, Kabupaten Gresik, Kamis (29/4/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB ini bertujuan memberikan wawasan kepada para orang tua mengenai pentingnya pendekatan pengasuhan yang empatik, suportif, dan penuh kasih sayang dalam mendukung tumbuh kembang anak sejak usia dini.

Program ini diinisiasi sebagai bentuk respons mahasiswa RPL yang menjalankan KKN sekaligus mengajar di TK ABA 36 PPI terhadap tantangan yang ditemui di lingkungan sekolah, khususnya masih kurangnya rasa empati anak terhadap orang lain dalam interaksi sehari-hari.

Acara dibuka oleh Ninik Nuryani selaku pembawa acara (MC), sementara Kurniawati bertindak sebagai moderator yang memandu jalannya diskusi secara interaktif dan komunikatif.

Hadir sebagai narasumber utama, Ika Famila Sari, S.Psi., M.Psi., Psikolog, yang merupakan konselor sekolah di SMA Muhammadiyah 10 GKB (SMAMIO) sekaligus Kepala Pusat Layanan Psikologi dan Konseling (PLPK) SMAMIO.

Dalam pemaparannya, Ika Famila Sari menjelaskan bahwa pola asuh merupakan cara orang tua dalam mengontrol, membimbing, dan mendampingi anak untuk menjalankan tugas-tugas perkembangannya menuju proses pendewasaan.

Ia menekankan bahwa Gentle Parenting bukan berarti memanjakan anak, melainkan membangun hubungan yang sehat melalui empati, komunikasi, dan batasan yang jelas.

Empat prinsip utama Gentle Parenting yang disampaikan dalam kegiatan tersebut meliputi:

1. Empati
Orang tua perlu memahami dan merasakan apa yang dirasakan anak serta berusaha melihat dunia dari sudut pandang mereka.

2. Rasa Hormat dan Komunikasi Dua Arah
Menghargai anak sebagai individu yang unik, mendengarkan mereka dengan penuh perhatian, dan memvalidasi perasaan anak tanpa menghakimi.

3. Batasan yang Tegas
Mendisiplinkan anak dengan cara yang lembut namun tetap konsisten, serta menjelaskan alasan di balik aturan yang dibuat.

4. Mengelola Emosi Diri
Orang tua harus mampu menjaga kestabilan emosi sebelum menghadapi anak, termasuk mengelola stres dan membangun kesepakatan bersama pasangan.

Sesi diskusi interaktif menjadi salah satu bagian paling menarik dalam kegiatan ini. Salah satu wali murid, Sinta Permani, orang tua dari Kautsar Putra Rosada siswa kelas B3 Bulan Sabit, mengajukan pertanyaan mengenai batasan usia penerapan pola asuh tersebut.

“Pada usia berapa penerapan ini dilakukan?” tanyanya.

Menanggapi hal tersebut, Ika Famila Sari menjelaskan bahwa Gentle Parenting dapat diterapkan sejak dini sesuai perkembangan emosi anak, dengan catatan orang tua harus menyesuaikan cara berkomunikasi pada setiap fase usia.

Ia juga menambahkan bahwa ketika anak sedang tantrum, orang tua sebaiknya memberi ruang terlebih dahulu bagi anak untuk mengekspresikan emosinya, kemudian mengajak berdiskusi setelah kondisi anak lebih tenang.

“Membangun koneksi dengan anak sejak usia dini adalah fondasi penting agar mereka tumbuh menjadi pribadi yang berempati dan memiliki kecerdasan emosi yang matang,” ujarnya.

Sebagai penutup sesi diskusi, moderator menyampaikan pesan penting kepada seluruh peserta bahwa memvalidasi perasaan anak tidak akan membuat mereka manja, melainkan membuat mereka merasa aman dan dihargai.

“Kunci utamanya adalah membangun koneksi terlebih dahulu sebelum memberikan koreksi,” jelasnya.

Kepala TK Aisyiyah 36 PPI, Iffah Nihayati, S.Psi., turut memberikan apresiasi atas kegiatan yang diinisiasi oleh mahasiswa RPL Universitas Muhammadiyah Jember tersebut.

“Edukasi ini sangat relevan dengan kebutuhan orang tua masa kini dalam membangun komunikasi yang hangat dan mendukung perkembangan emosional anak secara positif, baik di lingkungan keluarga maupun di sekolah,” ujarnya.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan lancar, edukatif, dan penuh antusiasme dari para wali murid. Acara ditutup dengan sesi foto bersama antara narasumber, mahasiswa KKN, panitia, serta seluruh peserta yang hadir.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa RPL Universitas Muhammadiyah Jember kembali menunjukkan kontribusinya dalam mendukung pendidikan anak usia dini, tidak hanya melalui pembelajaran di kelas, tetapi juga melalui penguatan peran keluarga sebagai fondasi utama pembentukan karakter anak.

Mahasiswa KKN Gelar Program Tabungan Berkelanjutan untuk Anak Yatim di Kediri

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Jember melaksanakan program sosial bertajuk “Tabungan Berkelanjutan untuk Anak Yatim” di Dusun Babatan, Desa Puhjarak, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri, pada Jumat (24/04/2026).

Program ini menjadi salah satu bentuk nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat sekaligus implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pemberdayaan sosial dan pendidikan masyarakat.

Kegiatan ini berfokus pada pemberdayaan anak-anak yatim melalui sistem tabungan yang dikelola secara berkelanjutan. Program tersebut dilaksanakan bekerja sama dengan kelompok pengajian Al Mubarok serta melibatkan partisipasi aktif masyarakat setempat sebagai donatur dan pendukung utama.

Ketua pelaksana KKN menjelaskan bahwa program ini tidak hanya bertujuan memberikan bantuan materi kepada anak-anak yatim, tetapi juga menanamkan nilai kepedulian sosial serta edukasi keuangan sejak dini.

“Kami ingin anak-anak tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga belajar menabung dan mengelola keuangan secara sederhana agar mereka memiliki bekal untuk masa depan,” ujarnya.

Pelaksanaan program dilakukan melalui mekanisme iuran sukarela dari anggota pengajian dan masyarakat sekitar, baik secara mingguan maupun bulanan. Dana yang terkumpul dicatat secara transparan dan dialokasikan ke dalam tabungan masing-masing anak yatim sesuai dengan kesepakatan bersama.

Selain pengumpulan dana, mahasiswa KKN juga memberikan pendampingan secara langsung kepada anak-anak mengenai pentingnya menabung, mengatur kebutuhan, serta memahami nilai tanggung jawab dalam pengelolaan keuangan sederhana.

Program ini mendapat respon positif dari masyarakat setempat. Antusiasme warga terlihat dari partisipasi aktif dalam pengumpulan dana, dukungan moral, serta semangat untuk menjaga keberlanjutan program meskipun masa KKN nantinya telah selesai.

Salah satu anggota pengajian Al Mubarok menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat. Menurutnya, program tersebut tidak hanya membantu anak-anak yatim secara finansial, tetapi juga mempererat rasa kebersamaan antarwarga.

“Kami merasa program ini sangat baik karena bisa membantu anak-anak yatim sekaligus memperkuat kepedulian sosial di lingkungan kami,” ungkapnya.

Meski demikian, pelaksanaan program tidak terlepas dari berbagai tantangan, seperti keterbatasan dana pada tahap awal serta belum meratanya pemahaman masyarakat mengenai pentingnya program sosial yang berkelanjutan.

Namun, melalui evaluasi rutin, komunikasi yang baik, dan kerja sama antara mahasiswa, masyarakat, serta kelompok pengajian, program ini dapat berjalan dengan lancar dan terus berkembang.

Dampak positif dari kegiatan ini mulai dirasakan oleh anak-anak yatim maupun masyarakat sekitar. Selain membantu memenuhi kebutuhan finansial anak-anak, program ini juga menumbuhkan budaya gotong royong, solidaritas sosial, dan semangat berbagi di tengah masyarakat.

Mahasiswa KKN berharap program tabungan berkelanjutan ini dapat terus dilanjutkan oleh masyarakat dan pengurus pengajian setelah masa KKN berakhir. Dengan keberlanjutan tersebut, manfaat yang diberikan diharapkan dapat dirasakan dalam jangka panjang dan menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk menjalankan program serupa.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember kembali menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak hanya berbentuk bantuan sesaat, tetapi juga melalui program berkelanjutan yang mampu menciptakan perubahan nyata bagi masa depan generasi muda.

 

Connect