Carousel

Senin, 27 April 2026

Mahasiswa KKN Unmuh Jember Gelar Kirab Kartini Cilik Bersama Anak PAUD di Situbondo

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Jember menggelar kegiatan kirab atau jalan santai dalam rangka memperingati Hari Kartini bersama anak-anak PAUD dan masyarakat sekitar. Kegiatan yang berlangsung meriah ini digelar pada 21 April 2026 di Desa Tribungan, Kecamatan Mlandingan, Kabupaten Situbondo, dengan pusat kegiatan di TK Mabadius Shaleh.

Mengusung tema “Kirab Kartini Cilik: Menumbuhkan Kreativitas, Kepercayaan Diri, dan Semangat Kartini pada Anak Usia Dini”, kegiatan ini diikuti oleh anak-anak, guru, serta warga setempat. Para peserta tampil menarik dengan berbagai kostum, mulai dari baju adat seperti kebaya hingga pakaian profesi seperti polisi.

Kirab dilaksanakan dengan berjalan santai mengelilingi desa sambil menampilkan ragam kostum kreatif yang dikenakan peserta. Kegiatan ini dipromotori oleh Mutammima, mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember, yang berperan sebagai penggagas sekaligus pelaksana bersama tim dan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, anak-anak tidak hanya dikenalkan pada sosok Raden Ajeng Kartini sebagai pahlawan emansipasi perempuan, tetapi juga dilatih untuk lebih berani tampil di depan umum. Selain itu, kirab ini menjadi sarana edukatif untuk mengenalkan budaya serta berbagai profesi kepada anak sejak usia dini dengan cara yang menyenangkan.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Suasana kebersamaan antara mahasiswa, pihak sekolah, dan masyarakat turut memperkuat nilai sosial yang ingin dibangun melalui kegiatan ini.

Dengan adanya Kirab Kartini Cilik ini, diharapkan nilai-nilai perjuangan Kartini dapat tertanam sejak dini pada anak-anak, sekaligus mendorong tumbuhnya kreativitas dan rasa percaya diri dalam diri mereka.

 

Mahasiswa KKN RPL Kemendikdasmen FKIP PAUD Hadirkan Pojok TOGA di TK Tunas Cendekia


Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) RPL Kemendikdasmen dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Universitas Muhammadiyah Jember melaksanakan kegiatan pengabdian dengan menghadirkan program inovatif berupa pembuatan pojok Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di TK Tunas Cendekia. Program ini bertujuan mengintegrasikan pendidikan kesehatan sejak dini kepada anak-anak.

Kegiatan yang dilaksanakan di wilayah Kecamatan Gempol ini mencakup berbagai rangkaian, mulai dari pembuatan pojok TOGA di lingkungan sekolah, penanaman tanaman obat, hingga praktik langsung pembuatan minuman herbal bersama guru dan peserta didik.

Koordinator kegiatan KKN menjelaskan bahwa program ini dirancang sebagai pembelajaran kontekstual yang menyenangkan. “Melalui pojok TOGA, anak-anak tidak hanya mengenal berbagai jenis tanaman obat, tetapi juga memahami manfaatnya bagi kesehatan tubuh secara sederhana,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa bersama guru dan siswa menanam berbagai jenis tanaman seperti Jahe, Kunyit, Serai, dan Daun Mint di area yang telah disiapkan. Kegiatan ini dikemas secara interaktif, sehingga anak-anak dapat terlibat langsung mulai dari proses menanam, menyiram, hingga mengamati pertumbuhan tanaman.

Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan praktik membuat minuman herbal sederhana berbahan dasar tanaman TOGA, seperti wedang jahe dan minuman kunyit. Aktivitas ini menjadi sarana edukasi bagi anak-anak untuk mengenal manfaat bahan alami dalam menjaga kesehatan tubuh.

Kepala TK Tunas Cendekia mengapresiasi program yang diinisiasi mahasiswa KKN tersebut. Ia menilai kehadiran pojok TOGA memberikan manfaat nyata bagi sekolah. “Pojok TOGA menjadi media pembelajaran baru yang sangat bermanfaat. Anak-anak jadi lebih mengenal tanaman sekaligus belajar hidup sehat sejak dini,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap dapat menanamkan kebiasaan hidup sehat sejak usia dini serta mendorong pengembangan pembelajaran berbasis lingkungan di sekolah. Kehadiran pojok TOGA diharapkan tidak hanya memperindah lingkungan sekolah, tetapi juga memperkaya pengalaman belajar anak secara alami dan berkelanjutan.

Top of Form

Bottom of Form

 

Mahasiswa KKN Unmuh Jember Kenalkan Pembelajaran Interaktif untuk Anak PAUD dan TPA di Bondowoso



Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Jember menggelar kegiatan belajar interaktif bagi anak-anak PAUD dan TPA di KB Anak Cerdas pada Jumat dan Senin (24 dan 27 April 2026). Program ini bertujuan menumbuhkan semangat belajar sejak dini melalui pendekatan bermain sambil belajar.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN menghadirkan berbagai metode pembelajaran kreatif. Mulai dari penggunaan kartu bergambar, permainan edukatif, lagu interaktif, hingga kegiatan prakarya sederhana yang dirancang untuk menarik perhatian anak-anak. Salah satu peserta KKN, Rohimah, turut aktif mendampingi dan memandu jalannya kegiatan dengan penuh semangat.

Selain pembelajaran umum, anak-anak juga dikenalkan huruf hijaiyah melalui permainan yang menyenangkan. Untuk santri TPA, mahasiswa membimbing hafalan doa-doa harian seperti doa sebelum makan, doa bangun tidur, hingga doa untuk kedua orang tua. Metode yang digunakan dikemas dengan gerak dan lagu, sehingga memudahkan anak-anak dalam menghafal sekaligus memahami maknanya.

“Anak-anak jadi lebih berani melafalkan doa dengan suara lantang karena dibalut permainan dan nyanyian. Belajar agama jadi terasa menyenangkan,” ujar salah satu mahasiswa KKN.

Pendekatan interaktif ini terbukti efektif menciptakan suasana belajar yang tidak membosankan. Anak-anak tampak antusias mengikuti setiap kegiatan dan lebih aktif berpartisipasi dalam proses pembelajaran.

Kepala KB Anak Cerdas memberikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa KKN tersebut. Ia menilai kehadiran mahasiswa membawa suasana baru yang positif di lingkungan sekolah. “Anak-anak sangat antusias, apalagi saat sesi hafalan doa. Semoga metode ini bisa kami lanjutkan setelah program KKN selesai,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam dunia pendidikan anak usia dini, khususnya dalam menciptakan pembelajaran yang menyenangkan, interaktif, dan mudah dipahami oleh anak-anak.

 

Mahasiswa KKN RPL Unmuh Jember Edukasi Wali Murid tentang Bijak Screen Time Anak Usia Dini di Bondowoso

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) RPL Universitas Muhammadiyah Jember, M. Kholis (NIM 2510274244), melaksanakan kegiatan sosialisasi bertema “Fenomena Screen Time pada Anak Usia Dini” kepada wali murid di sebuah lembaga PAUD di Desa Pekauman Daringan pada Jumat, 24 April 2026. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran orang tua dalam memberikan penggunaan gadget secara bijak dan terkontrol pada anak.

Kegiatan dilatarbelakangi oleh fenomena di lapangan, di mana banyak anak usia dini terlihat lebih sering bermain gadget dibandingkan berinteraksi dengan teman sebayanya. Bahkan, beberapa anak menunjukkan tanda ketergantungan, seperti menangis saat perangkat diambil dan kurang tertarik bermain di lingkungan sosial.

Dalam sosialisasi tersebut, mahasiswa KKN memberikan berbagai materi edukatif, mulai dari penyuluhan dampak penggunaan gadget, diskusi pengalaman orang tua, hingga pembagian panduan screen time sehat. Selain itu, orang tua juga diajak menyusun jadwal penggunaan gadget di rumah serta mendapatkan pendampingan dalam menerapkan aturan screen time pada anak.

“Sebagian besar anak usia dini menggunakan gadget lebih dari dua jam per hari. Hal ini tentu perlu menjadi perhatian bersama karena dapat berdampak pada perkembangan bahasa, sosial, dan emosional anak,” ujar M. Kholis dalam pemaparannya.

Tidak hanya berfokus pada teori, kegiatan ini juga mendorong orang tua untuk menghadirkan alternatif aktivitas tanpa gadget, seperti bermain bersama anak secara langsung guna memperkuat interaksi dan kedekatan emosional.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para orang tua semakin sadar akan pentingnya pengawasan dalam penggunaan teknologi digital pada anak. Dengan pendampingan yang tepat, gadget tidak hanya menjadi alat hiburan, tetapi juga dapat dimanfaatkan secara positif tanpa mengganggu tumbuh kembang anak.

Program ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa KKN dalam menjawab tantangan perkembangan teknologi di era digital, khususnya dalam dunia pendidikan anak usia dini.

 


Dari Buah Langka ke Kelas Kreatif: KKN Unmuh Jember Wujudkan STEAM dan Kearifan Lokal di PAUD Se-Jawa Timur


Puluhan guru PAUD dan TK dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur mengikuti dua kegiatan inovatif yang digelar mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember, yakni Workshop “Learning Through Play” dan pelatihan STEAM–Loose Parts di TK Tunas Cendekia. Kegiatan ini mengusung semangat penguatan pembelajaran kreatif berbasis kearifan lokal bagi pendidik anak usia dini.

Di tengah tantangan pendidikan abad ke-21, guru PAUD dituntut mampu menghadirkan pembelajaran menarik tanpa bergantung pada fasilitas mahal. Melalui pendekatan STEAM Education (Science, Technology, Engineering, Arts, Mathematics) serta metode Loose Parts, peserta diajak memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar yang kaya dan tak terbatas.

“Anak-anak tidak perlu jauh-jauh belajar sains. Buah yang ada di sekitar kita pun bisa menjadi laboratorium hidup yang luar biasa. Inilah esensi kearifan lokal yang ingin kita tanamkan sejak dini,” ujar salah satu narasumber.

Buah Langka Nusantara Jadi Media Belajar

Salah satu sesi menarik dalam workshop adalah pemanfaatan buah lokal sebagai media pembelajaran. Empat buah khas Nusantara seperti Parijoto, Ciplukan, Rambusa, dan Kepundung diperkenalkan sebagai stimulus sensorik bagi anak.

Melalui eksplorasi buah tersebut, anak-anak dapat belajar berbagai aspek secara terpadu: mengenal ciri buah (sains), menggambar dan mewarnai (seni), hingga menghitung dan mengelompokkan (matematika). Pendekatan ini menghadirkan integrasi STEAM yang kontekstual dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Dari Teori ke Praktik di Kelas

Implementasi nyata terlihat dalam pelatihan di TK Tunas Cendekia. Para guru dilatih merancang pembelajaran berbasis eksplorasi dengan memanfaatkan bahan sederhana seperti daun, batu, tutup botol, hingga barang bekas.

“Guru menjadi lebih kreatif dan percaya diri. Mereka mulai melihat lingkungan sekitar sebagai sumber belajar yang kaya,” ungkap perwakilan sekolah.

Konsep local culture, global skill menjadi benang merah kegiatan ini. Guru didorong mengangkat unsur budaya lokal dalam pembelajaran, sehingga anak tidak hanya berkembang secara kognitif, tetapi juga memiliki identitas dan karakter yang kuat di tengah arus globalisasi.

Sinergi Berkelanjutan Kampus dan Sekolah

Mahasiswa KKN menegaskan bahwa program ini bukan sekadar kegiatan sesaat. Mereka berharap metode yang diperkenalkan dapat terus diterapkan dan dikembangkan oleh para guru di sekolah masing-masing.

Keberhasilan kegiatan ini menunjukkan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga pendidikan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Melalui sinergi ini, inovasi pembelajaran tidak lagi menjadi wacana, melainkan hadir nyata di ruang kelas—membuka peluang bagi lahirnya generasi kreatif, adaptif, dan berdaya saing global.

 

Mahasiswa KKN RPL Unmuh Jember Ajak Santriwati Terapkan Hidup Bersih dan Sehat di Pondok Pesantren Tanwirut Thullab


Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) RPL Universitas Muhammadiyah Jember menggelar kegiatan sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) bersama santriwati di Pondok Pesantren Tanwirut Thullab. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya edukasi sekaligus praktik langsung dalam menanamkan kebiasaan hidup sehat di lingkungan pesantren.

Kegiatan yang dilaksanakan dalam dua tahap ini diawali pada 19 April 2026 dengan sosialisasi dan diskusi interaktif. Dalam sesi tersebut, mahasiswa KKN menyampaikan pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan, seperti mencuci tangan dengan benar, menjaga kebersihan kamar dan kamar mandi, serta menerapkan pola hidup sehat sehari-hari. Para santriwati tampak antusias, aktif bertanya, dan berbagi pengalaman terkait kebiasaan mereka di lingkungan pesantren.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat karena menambah wawasan kami tentang pentingnya hidup bersih dan sehat,” ujar salah satu santriwati.

Kegiatan berlanjut pada 26 April 2026 dengan aksi nyata berupa senam bersama, kerja bakti, serta penanaman tanaman herbal. Senam pagi dilakukan untuk meningkatkan kebugaran jasmani, kemudian dilanjutkan dengan kerja bakti membersihkan area pesantren, termasuk halaman dan fasilitas umum.

Sebagai bentuk edukasi berkelanjutan, mahasiswa KKN bersama santriwati juga menanam tanaman herbal seperti sirih dan lidah buaya. Tanaman ini dipilih karena memiliki manfaat kesehatan serta mudah dirawat, sehingga dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan pesantren.

Koordinator KKN menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga pada pembentukan kebiasaan positif. “Kami berharap santriwati dapat membiasakan hidup bersih dan sehat sehingga tercipta lingkungan pesantren yang nyaman dan sehat,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran akan pentingnya PHBS semakin meningkat di kalangan santriwati dan menjadi budaya yang terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

 

Mahasiswa KKN RPL Unmuh Jember Edukasi Kesehatan Gigi Sejak Dini, “Senyum Sehat Gigi Kuat” di Tunas Kasih Besuki

Upaya menanamkan kebiasaan hidup sehat sejak usia dini kembali dilakukan melalui kegiatan edukasi kesehatan gigi bertajuk “Senyum Sehat Gigi Kuat” di Tunas Kasih Besuki pada Senin (27/04/2026).

Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari tim medis, guru, murid, hingga orang tua dalam suasana parenting bersama yang edukatif dan menyenangkan. Kolaborasi ini bertujuan memberikan pemahaman menyeluruh mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi sejak dini.

Rangkaian kegiatan dilaksanakan sepulang sekolah, tepatnya pukul 11.00 WIB, dengan agenda utama praktik menggosok gigi bersama. Anak-anak diajak mempraktikkan cara menyikat gigi yang benar di bawah bimbingan tim medis dan guru, sehingga mereka dapat memahami langkah-langkahnya secara langsung.

Suasana kegiatan berlangsung penuh antusias. Anak-anak tampak senang mengikuti praktik bersama, sementara orang tua turut mendampingi dan memberikan contoh yang baik. Metode pembelajaran yang interaktif ini dinilai efektif dalam menanamkan kebiasaan positif pada anak.

Edukasi ini menjadi penting sebagai upaya membangun kesadaran sejak dini agar anak rajin menggosok gigi secara rutin. Dengan pembiasaan yang dilakukan secara konsisten, diharapkan anak-anak dapat menjaga kesehatan gigi dan mulut sehingga terhindar dari berbagai masalah kesehatan.

Melalui kegiatan ini, pihak sekolah berharap kebiasaan menggosok gigi tidak hanya dilakukan di sekolah, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di rumah. Dengan demikian, program ini menjadi langkah awal dalam membentuk generasi yang sehat dengan senyum yang kuat dan percaya

 

Connect