Carousel

Kamis, 18 Juni 2026

Mahasiswa Elektro dan Mesin Unmuh Jember Rancang Skenario Revitalisasi Mesin di TPA Pakusari

Melanjutkan misi pemetaan krisis tata kelola sampah yang telah diinisiasi pekan sebelumnya, Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadiyah (UM) Jember kembali menerjunkan mahasiswanya dalam kunjungan gelombang kedua ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Pakusari pada hari Sabtu, 13 Juni 2026. Jika kunjungan gelombang pertama murni berfokus pada analisis infrastruktur fisik, kelancaran administrasi, dan kalkulasi beban volume harian, maka gelombang kedua ini secara khusus menitikberatkan pada evaluasi aspek rekayasa mekanikal, otomasi sistem kelistrikan, dan pemulihan fungsi fasilitas.

Kunjungan strategis kali ini membawa formasi yang berbeda, dengan melibatkan kolaborasi tajam dari mahasiswa program studi Teknik Elektro, Teknik Lingkungan, dan Teknik Mesin. Setibanya di lokasi, tim observasi langsung bergerak menembus area fasilitas pengolahan sampah dan menemukan realita teknis yang cukup memprihatinkan. Di tengah darurat volume sampah yang terus menggunung tanpa henti, sejumlah aset vital dan fasilitas mekanis di dalam TPA Pakusari justru ditemukan dalam kondisi tidak beroperasi secara maksimal, bahkan cenderung dibiarkan terbengkalai begitu saja.

Dalam inspeksi mendalam tersebut, mahasiswa secara langsung mendata berbagai macam alat berat dan mesin pengolahan yang mangkrak di lokasi. Terdapat perangkat krusial seperti mesin pemilah mekanis, mesin pencacah sampah, mesin pengepres raksasa (balling press), hingga instalasi mesin pengemasan (packaging) yang terdiam tanpa aktivitas operasional harian. Merespon temuan kritis ini, mahasiswa Teknik Mesin FT UM Jember langsung mengambil inisiatif untuk merumuskan kerangka kerja perbaikan teknis. Mereka menyusun strategi optimalisasi agar alat-alat berat serta mesin pencacah tersebut dapat direvitalisasi dan difungsikan kembali secara penuh.

Di sisi lain, mahasiswa Teknik Elektro mengambil peran yang tidak kalah penting dalam merancang ulang sistem otomasi jaringan kelistrikannya. Tidak hanya sekadar memperbaiki arus listrik, mereka juga mulai mengkaji potensi besar pemanfaatan gas metana yang terperangkap di bawah tumpukan sampah raksasa. Gas ini direncanakan untuk dikonversi menjadi sumber energi alternatif yang kelak dapat menghidupkan kembali mesin-mesin pengolahan tersebut secara mandiri. Sinergi mekanis dan elektris ini terus dikawal ketat oleh mahasiswa Teknik Lingkungan yang memastikan bahwa setiap rancangan mesin terapan tetap memenuhi standar baku mutu ekologis dan tidak menambah emisi baru.

Langkah taktis mahasiswa UM Jember ini menjadi sangat relevan karena berpacu dengan waktu transisi birokrasi. Berdasarkan informasi terkini dari otoritas lingkungan setempat, terhitung mulai tanggal 1 Juli 2026, Pemerintah Kabupaten Jember akan memberlakukan kebijakan baru yang sangat radikal. TPA Pakusari diproyeksikan hanya akan diizinkan menerima sampah dalam bentuk sampah residu saja. Hal ini menandai akhir dari era sistem penimbunan terbuka (open dumping) dan melangkah maju menuju metode Control Landfill. Melalui cetak biru revitalisasi teknologi dari kunjungan 13 Juni ini, FT UM Jember siap mengawal TPA Pakusari untuk bertransformasi menjadi fasilitas pengolahan modern terpadu.

 

Menembus Gunungan Sampah 35 Meter, Mahasiswa Lintas Disiplin FT Unmuh Jember Kaji Beban Kritis TPA Pakusari

Krisis tata kelola sampah domestik di Kabupaten Jember kini telah menjelma menjadi isu kedaruratan sosial dan ekologis yang membutuhkan penanganan luar biasa. Merespon kondisi kritis tersebut, jajaran sivitas akademika Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadiyah (UM) Jember mengambil langkah taktis proaktif melalui agenda observasi lapangan dan studi komprehensif. Gelombang pertama dari inisiatif ini resmi diterjunkan langsung ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Pakusari pada hari Sabtu, 6 Juni 2026.

Delegasi gelombang pertama ini membawa misi analisis infrastruktur dengan melibatkan kolaborasi lintas disiplin dari empat program studi sekaligus, yakni Teknik Kimia, Teknik Industri, Teknik Sipil, dan Teknik Lingkungan. Sinergi lintas keilmuan ini sengaja dibentuk untuk membedah problematika persampahan dari berbagai sudut pandang rekayasa, mulai dari tata letak operasional, stabilitas tumpukan fisik, hingga proses konversi bahan kimia yang terjadi secara alami di lokasi pembuangan raksasa tersebut.

Dalam peninjauan lapangan yang berlangsung intensif, para mahasiswa tidak hanya melakukan pengamatan visual, tetapi juga menggali data operasional harian secara mendetail. Mereka berdialog langsung dengan para petugas yang menjadi garda terdepan di TPA Pakusari. Mahasiswa berdiskusi secara mendalam dengan Bapak Moh. Jatim, selaku penanggung jawab bagian Administrasi dan Ritribusi. Dari diskusi ini, mahasiswa berhasil memetakan alur birokrasi, sistem pencatatan retribusi, serta pola kedatangan truk pengangkut sampah yang beroperasi tanpa henti dari berbagai penjuru kecamatan di Jember.

Lebih lanjut, investigasi pencarian data berlanjut di area krusial, yakni pos awal masuk TPA. Di sana, para mahasiswa berkoordinasi dengan Bapak Totok M. Soleh yang bertugas sebagai Operator Jembatan Timbang Sampah. Fakta kuantitatif yang terungkap di lapangan sangat mengejutkan; pos jembatan timbang mencatat bahwa TPA Pakusari saat ini dipaksa menampung beban volume timbulan sampah harian yang sangat ekstrem, mencapai rata-rata 600 meter kubik per harinya. Akumulasi sampah yang terus menerus masuk tanpa ada proses pengolahan yang seimbang ini telah mengakibatkan terbentuknya gunungan sampah masif dengan elevasi kritis setinggi 35 meter.

Bagi mahasiswa Teknik Sipil, data ketinggian 35 meter ini menjadi parameter vital untuk menganalisis stabilitas lereng sampah guna mencegah potensi bencana longsor. Sementara itu, mahasiswa Teknik Industri mengevaluasi efisiensi antrean logistik di jembatan timbang, dan mahasiswa Teknik Kimia serta Lingkungan meneliti potensi bahaya pencemaran air lindi (leachate) yang dihasilkan. Kunjungan terpadu pada tanggal 6 Juni ini pada akhirnya menjadi pondasi data primer yang sangat solid bagi riset mahasiswa FT UM Jember dalam merumuskan solusi penanganan infrastruktur persampahan di masa depan.

 


Rabu, 17 Juni 2026

Mahasiswa Akuntansi Unmuh Jember Lolos Pendanaan PKM Nasional, Bawa Literasi Keuangan ke Sekolah Dasar

Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember). Tim mahasiswa Program Studi Akuntansi berhasil lolos pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat (PKM-PM) tingkat nasional melalui program edukasi literasi keuangan bagi siswa sekolah dasar.

Tim yang diketuai oleh M. Mufti Yuda Firmansyah bersama Muhammad Alfian Faruqi, Deva Sintiasari, Selvia Khusnul Khotimah, dan Febryan Aldi Winata mengusung proposal berjudul “Finance For Kids Project: Literasi Keuangan Anak Menuju Generasi Emas di SDN Sukorambi 01 Jember.”

Melalui program tersebut, tim berupaya meningkatkan pemahaman literasi keuangan siswa sekolah dasar melalui pendekatan yang edukatif, interaktif, dan menyenangkan. Materi yang diberikan meliputi pengenalan uang, perbedaan kebutuhan dan keinginan, pentingnya menabung, hingga pengelolaan uang sederhana yang dikemas melalui permainan, simulasi, dan aktivitas kreatif sesuai usia anak.

Ketua tim, M. Mufti Yuda Firmansyah, menjelaskan bahwa ide program lahir dari keprihatinan terhadap masih rendahnya pemahaman literasi keuangan pada anak usia sekolah dasar. Padahal, anak-anak telah akrab dengan penggunaan uang dalam kehidupan sehari-hari, namun belum memiliki bekal yang cukup untuk mengelolanya secara bijak.

“Literasi keuangan sejak dini merupakan fondasi penting untuk membentuk kebiasaan finansial yang sehat. Kami ingin membantu anak-anak memahami konsep dasar keuangan dengan cara yang mudah dipahami dan menyenangkan,” ujarnya.

Menurutnya, program ini dirancang untuk menjawab berbagai persoalan yang ditemukan di lapangan, mulai dari rendahnya kemampuan siswa dalam membedakan kebutuhan dan keinginan hingga minimnya media pembelajaran literasi keuangan yang menarik dan aplikatif bagi anak-anak.

Proses penyusunan proposal hingga akhirnya dinyatakan lolos pendanaan nasional memerlukan waktu sekitar empat hingga lima bulan. Selama periode tersebut, tim melakukan observasi awal kepada mitra, menyusun konsep kegiatan, merancang anggaran, serta melakukan berbagai revisi berdasarkan arahan dosen pendamping.

“Tantangan terbesar adalah menyelaraskan ide program dengan kebutuhan mitra serta memastikan seluruh kegiatan yang dirancang benar-benar sesuai dengan karakteristik siswa sekolah dasar. Selain itu, pembagian waktu antaranggota tim juga menjadi tantangan tersendiri,” jelas Mufti.

Keberhasilan proposal tersebut tidak lepas dari peran dosen pendamping yang aktif memberikan arahan dan masukan selama proses penyusunan. Mulai dari pengembangan ide, evaluasi kelayakan program, hingga penyempurnaan proposal agar sesuai dengan pedoman PKM nasional.

Saat menerima kabar lolos pendanaan, seluruh anggota tim mengaku merasa bangga, bersyukur, dan terharu. Bagi mereka, capaian tersebut merupakan hasil dari proses panjang yang penuh kerja keras dan kolaborasi.

“Ini menjadi bentuk apresiasi atas usaha yang telah kami lakukan sekaligus motivasi untuk melaksanakan program dengan sebaik-baiknya,” ungkapnya.

Melalui program Finance For Kids Project, tim menargetkan peningkatan pemahaman siswa mengenai pentingnya menabung, kemampuan membedakan kebutuhan dan keinginan, serta terbentuknya kebiasaan mengelola uang secara sederhana sejak usia dini. Selain itu, program ini juga akan menghasilkan media pembelajaran, dokumentasi kegiatan, dan laporan pelaksanaan PKM.

Mufti menilai bahwa kunci keberhasilan hingga proposal dapat lolos pendanaan nasional terletak pada kesesuaian antara permasalahan yang dihadapi mitra dengan solusi yang ditawarkan, inovasi program yang aplikatif, serta kekompakan tim dalam menyusun proposal.

Ia pun mengajak mahasiswa Unmuh Jember untuk tidak ragu mengikuti PKM pada tahun-tahun berikutnya.

“Jangan takut mencoba dan berani menuangkan ide. PKM bukan hanya tentang pendanaan, tetapi juga menjadi sarana mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kepemimpinan, kerja sama tim, dan kepedulian sosial. Melalui PKM, mahasiswa dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat sekaligus ikut mendukung kemajuan bangsa,” pungkasnya.

Keberhasilan tim Akuntansi ini semakin memperkuat komitmen Unmuh Jember dalam mendorong lahirnya inovasi mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Dari Ruang Kelas ke Masyarakat, Mahasiswa Unmuh Jember Kenalkan Nilai Kearifan Lokal di SMP Adz Dzikir

Pembelajaran di perguruan tinggi tidak berhenti di ruang kelas. Sebagai bentuk implementasi luaran mata kuliah, dosen dan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Pelestarian Tradisi Lokal sebagai Media Edukasi Penguatan Karakter Generasi Muda” di SMP Adz Dzikir, Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember, Kamis (11/6/2026).

Kegiatan ini merupakan implementasi dari Mata Kuliah Kearifan Lokal Pendalungan dan Budaya Pendalungan yang diampu oleh Dr. Dzarna, M.Pd. Bersama mahasiswa, ia mengajak para guru untuk memahami pentingnya pelestarian tradisi lokal sebagai bagian dari identitas budaya sekaligus sarana pembentukan karakter generasi muda.

Ketua tim pengabdian, Dr. Dzarna, M.Pd., menjelaskan bahwa tradisi lokal tidak hanya berfungsi sebagai warisan budaya yang perlu dijaga keberlangsungannya, tetapi juga mengandung berbagai nilai luhur yang relevan dengan kehidupan masa kini.

“Melalui tradisi lokal, generasi muda dapat belajar tentang gotong royong, tanggung jawab, kerja sama, toleransi, disiplin, hingga rasa hormat kepada sesama. Nilai-nilai inilah yang perlu terus diwariskan di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi,” ujarnya.

Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui penyampaian materi, diskusi, tanya jawab, serta refleksi bersama mengenai berbagai tradisi yang masih hidup dan berkembang di masyarakat Jember. Para peserta diajak mengenali bentuk-bentuk kearifan lokal sekaligus memahami makna yang terkandung di dalamnya sebagai modal pembentukan karakter.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Para guru aktif berbagi pengalaman mengenai tradisi yang masih dijalankan di lingkungan keluarga maupun masyarakat sekitar. Diskusi yang berlangsung menunjukkan bahwa budaya lokal masih memiliki ruang penting dalam proses pendidikan dan pembentukan karakter generasi muda.

Pihak SMP Adz Dzikir menyambut positif pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurut mereka, penguatan nilai-nilai budaya lokal sangat relevan dengan upaya sekolah dalam membangun karakter peserta didik yang berakhlak mulia, berbudaya, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosialnya.

Selain menjadi bentuk pengabdian kepada masyarakat, kegiatan ini juga menunjukkan bagaimana hasil pembelajaran di perguruan tinggi dapat diimplementasikan secara nyata untuk memberikan manfaat bagi masyarakat. Melalui sinergi antara kampus dan sekolah, nilai-nilai kearifan lokal diharapkan terus hidup dan menjadi bagian dari pendidikan karakter generasi muda.

Ke depan, tim pengabdian berharap kolaborasi serupa dapat terus dikembangkan sehingga pelestarian budaya lokal tidak hanya menjadi upaya menjaga warisan leluhur, tetapi juga menjadi media edukasi yang efektif dalam membentuk generasi yang berkarakter, kreatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

 

Senin, 15 Juni 2026

Mahasiswa Agroteknologi Unmuh Jember Lolos Pendanaan PKM Nasional, Kembangkan Bakteri Gunung Ijen untuk Lindungi Tanaman Padi

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember). Tim mahasiswa Program Studi Agroteknologi berhasil meraih pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) tingkat nasional melalui gagasan inovatif pemanfaatan bakteri termofil dari kawasan Gunung Ijen sebagai agen pengendali hayati penyakit pada tanaman padi.

Tim yang diketuai oleh Olivia Cantika (2310311023) bersama Afthon Hielman Huda (2310311009), Wahida Rahmania Putri (2310311005), Erwin Angriawan (2210311015), dan Junaidi (2510311002) berhasil lolos pendanaan dengan proposal berjudul “Optimasi Bakteri Termofil Gunung Ijen serta Potensinya sebagai Biokontrol Xanthomonas oryzae (Xoo)”.

Ketua tim, Olivia Cantika, menjelaskan bahwa ide penelitian tersebut berangkat dari kekhawatiran terhadap menurunnya produktivitas padi akibat serangan penyakit hawar daun bakteri yang disebabkan oleh bakteri Xanthomonas oryzae pv. oryzae. Kondisi tersebut semakin diperparah oleh perubahan iklim global yang menciptakan lingkungan ideal bagi perkembangan penyakit tanaman.

“Padi merupakan sumber pangan utama bagi sebagian besar penduduk dunia. Namun produktivitasnya terus menghadapi ancaman akibat perubahan iklim dan serangan penyakit hawar daun bakteri. Karena itu kami mencoba mencari solusi yang lebih ramah lingkungan melalui pemanfaatan bakteri termofil dari kawasan Gunung Ijen,” ujarnya.

Menurut Olivia, penggunaan agen biokontrol berbasis mikroorganisme menjadi salah satu pendekatan berkelanjutan yang dapat mengurangi ketergantungan pada bahan kimia pertanian. Bakteri termofil yang hidup di lingkungan ekstrem seperti Gunung Ijen diketahui memiliki aktivitas antimikroba yang berpotensi dimanfaatkan untuk mengendalikan bakteri penyebab penyakit tanaman.

Proses penyusunan proposal hingga berhasil memperoleh pendanaan nasional memerlukan waktu sekitar tiga bulan. Selama proses tersebut, tim harus menyelesaikan berbagai tahapan mulai dari penyusunan latar belakang, metode penelitian, hingga perencanaan anggaran kegiatan.

“Tantangan terbesar yang kami hadapi adalah membagi waktu antara tugas kuliah, aktivitas akademik, dan proses bimbingan proposal. Namun berkat kerja sama tim dan dukungan dosen pendamping, semua dapat dilalui dengan baik,” jelasnya.

Olivia juga mengapresiasi peran dosen pendamping yang dinilai memiliki semangat dan komitmen tinggi dalam membimbing mahasiswa sejak tahap penyusunan hingga proposal dinyatakan lolos pendanaan.

Keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi seluruh anggota tim. Menurutnya, pendanaan PKM bukan hanya bentuk apresiasi atas kerja keras yang telah dilakukan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk menghasilkan luaran akademik yang bermanfaat.

Adapun target yang ingin dicapai melalui program ini antara lain menghasilkan artikel ilmiah dan laporan penelitian yang dapat menjadi kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang pertanian berkelanjutan.

Olivia menilai konsistensi, semangat belajar, dan keberanian bangkit dari kegagalan menjadi kunci utama keberhasilan dalam mengikuti kompetisi PKM.

“Puncak prestasi tidak bisa diraih secara instan. Dibutuhkan usaha, kerja keras, konsistensi, dan doa. Jangan takut mencoba karena setiap proses akan memberikan pelajaran berharga,” pesannya kepada mahasiswa Unmuh Jember yang ingin mengikuti PKM pada tahun mendatang.

Keberhasilan tim Agroteknologi ini menambah deretan capaian mahasiswa Unmuh Jember di tingkat nasional sekaligus menunjukkan komitmen kampus dalam mendorong budaya riset dan inovasi yang memberikan solusi terhadap berbagai persoalan masyarakat, termasuk ketahanan pangan di Indonesia.

 

Jumat, 12 Juni 2026

Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah, Bank Indonesia dan Unmuh Jember Perkuat Sinergi Digital


    Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jember terus memperluas jaringan literasi keuangan digital ke sektor akademisi. Melalui kolaborasi strategis bersama Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Jember, sukses digelar kegiatan Diseminasi Kebijakan Bank Indonesia pada Selasa, 9 Juni 2026. Acara bertajuk "Sinergi Kebijakan Bank Indonesia dan Akademisi dalam Mencetak SDM Bisnis Digital Guna Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah" ini diselenggarakan di Aula Fakultas Hukum (FH) Unmuh Jember sebagai wadah strategis dalam menyelaraskan visi antara regulator keuangan dan institusi pendidikan demi mencetak talenta ekonomi yang siap pakai.

    Kegiatan diseminasi yang berlangsung interaktif ini menghadirkan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jember, Iqbal Reza Nugraha, sebagai narasumber utama, dengan dipandu oleh Bayu Wijayantini, Ph.D. selaku moderator. Momentum penting ini turut dihadiri oleh berbagai elemen lintas sektor, termasuk Komandan Yonif 509 Kostrad Letkol Inf. Juni Fitriyan, S.H., M.H.I., M.Han., perwakilan Bakorwil, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Jember, para kepala sekolah, serta ratusan pelajar SMA/SMK berbakat se-Kabupaten Jember yang dipersiapkan menjadi motor penggerak ekonomi masa depan.


    Dalam pemaparannya, Iqbal Reza Nugraha menegaskan bahwa pasca-implementasi Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK), peran Bank Indonesia kian krusial, terutama dalam menjaga stabilitas moneter, nilai rupiah, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif melalui transformasi digital. Salah satu program prioritas yang terus digenjot oleh Bank Indonesia adalah perluasan penetrasi penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) serta digitalisasi sistem pembayaran nasional. 

    Menurutnya, sektor UMKM lokal dan lingkungan kampus merupakan mitra paling strategis untuk mempercepat mata rantai ekosistem digital ini. Bank Indonesia juga menekankan bahwa pengembangan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul di bidang teknologi finansial akan menjadi pilar utama penopang stabilitas ekonomi daerah dalam jangka panjang.

    Langkah edukasi ini dirasa sangat relevan dengan tren nasional saat ini, di mana adopsi transaksi nontunai di wilayah Jawa Timur terus mencatat pertumbuhan yang sangat signifikan. Keterlibatan aktif pihak akademisi diharapkan mampu mempercepat penetrasi literasi keuangan digital hingga ke akar rumput. Selain mendorong produktivitas ekonomi, sinergi literasi ini juga berfungsi sebagai benteng perlindungan penting bagi generasi muda. Dengan pemahaman keuangan yang matang, para mahasiswa dan pelajar diharapkan dapat lebih cerdas secara finansial serta terhindar dari maraknya risiko kejahatan siber, seperti investasi bodong, pinjaman online ilegal, hingga fenomena judi online yang meresahkan masyarakat.


    Melalui forum yang berjalan selaras dengan semangat gerakan Diktisaintek Berdampak ini, Bank Indonesia Jember dan Unmuh Jember secara resmi bersepakat untuk memperluas program kemitraan. Kerja sama ke depan akan mencakup penguatan riset terapan ekonomi regional, program pendampingan digitalisasi bagi pelaku UMKM binaan, hingga penyediaan ruang inkubasi startup terpadu bagi mahasiswa. Kolaborasi nyata ini diharapkan mampu melahirkan ekosistem ekonomi digital di kawasan Tapal Kuda yang tangguh, adaptif, inklusif, dan berdaya saing tinggi di kancah nasional.

Siapkan Gen Z Bangun Startup, FEB Unmuh Jember Resmi Launching Prodi Bisnis Digital

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Jember resmi mengambil langkah progresif dalam dunia pendidikan tinggi dengan meluncurkan Program Studi S1 Bisnis Digital. Kegiatan penting yang berlangsung pada Selasa, 9 Juni 2026 ini dipusatkan di Aula Fakultas Hukum (FH) Unmuh Jember. Langkah strategis tersebut dirancang khusus untuk membekali generasi muda, khususnya Gen Z, agar tidak hanya menjadi konsumen teknologi, melainkan menjadi pemain kunci dalam ekosistem startup nasional. Peresmian prodi baru ini ditandai secara simbolis melalui prosesi pemotongan pita oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Jember, Dr. Hanafi, M.Pd. Acara peluncuran ini juga dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan penting, mulai dari jajaran Muspika, Bakorwil, Cabang Dinas Pendidikan, hingga perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Jember serta ratusan siswa SMA/SMK.


    Kehadiran program studi baru ini disambut hangat dan dinilai sangat tepat momentumnya di tengah pesatnya transformasi teknologi global. Rektor Unmuh Jember, Dr. Hanafi, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi serta rasa optimisme terhadap terobosan yang diambil oleh FEB. Menurut beliau, institusi pendidikan tinggi harus bergerak dinamis dan adaptif terhadap disrupsi teknologi agar lulusannya memiliki daya saing tinggi dan mampu menjawab kebutuhan industri digital yang berkembang sangat cepat saat ini.

    "Kami sangat bangga dan mendukung penuh lahirnya Prodi Bisnis Digital ini. Ini adalah wujud nyata komitmen Unmuh Jember dalam menerapkan gerakan Diktisaintek Berdampak. Di era ekonomi baru saat ini, mahasiswa tidak boleh lagi kuliah dengan metode konvensional yang hanya berfokus pada teori di kelas. Mereka harus disiapkan menjadi inovator dan technopreneur yang mampu mendirikan usaha digital sendiri sejak dari bangku perkuliahan. Kami menyediakan fasilitas dan ekosistem terbaik agar lulusannya siap membawa Indonesia menuju era ekonomi berbasis teknologi yang maju, inklusif, serta tetap bernafaskan nilai-nilai keislaman yang luhur," tegas Dr. Hanafi penuh optimisme.


    Berdasarkan proyeksi dari Kementerian Kominfo serta berbagai laporan ekonomi nasional, Indonesia diperkirakan membutuhkan sekitar 9 juta talenta digital hingga beberapa tahun ke depan demi mengakselerasi pertumbuhan ekonomi digital yang potensinya mencapai ribuan triliun Rupiah. Menjawab tantangan besar tersebut, Prodi Bisnis Digital Unmuh Jember hadir dengan kurikulum masa depan terintegrasi. Kurikulum ini mencakup bidang-bidang krusial seperti Artificial Intelligence (AI) for Business, Data Science, Digital Marketing, Business Analytics, E-Commerce, hingga Financial Technology (Fintech).


Keunggulan utama prodi ini terletak pada sistem pembelajarannya yang tidak hanya terpaku di dalam ruang kelas. Mahasiswa akan langsung didukung oleh ekosistem inovasi nyata melalui kelompok studi seperti AI Builder Study Group, platform BizAI.id, WarungMU, Bank Syariah Matahari, hingga ruang inkubasi bisnis eksklusif hasil kolaborasi dengan Laskar AI–Lintasarta dan IDX Incubator. Melalui sinergi kuat antara akademisi, industri, dan pemerintah, Unmuh Jember berkomitmen mencetak Digital Business Consultant, Content Strategist, maupun Data Analyst profesional yang siap membawa Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045.

Connect