Carousel

Minggu, 17 Mei 2026

Delegasi Unmuh Jember Raih Best Team Kedua Nasional di Ajang Literasi Internasional SEALNET PI25

Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional hingga Asia Tenggara. Setelah terpilih sebagai salah satu dari lima perguruan tinggi terbaik di Indonesia dalam program SEALNET Project Indonesia 2025 (PI25) Read to Lead, delegasi Unmuh Jember berhasil meraih predikat Best Team Kedua Nasional pada ajang literasi internasional bergengsi SEALNET PI25 (Southeast Asian Service Leadership Network Program Initiative 2025).

Prestasi tersebut diumumkan dalam Closing Ceremony SEALNET PI25 yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Kamis, 10 April 2026 pukul 19.00 WIB, menandai berakhirnya proyek literasi yang telah berjalan selama kurang lebih enam bulan.

Tim delegasi Unmuh Jember terdiri dari Muhammad Sulton Al Gifari, mahasiswa Fakultas Psikologi, Lutfiah Indah Fardiyatin, mahasiswa Program Studi PGPAUD, serta Helmy Maulana Wahid, pustakawan Unmuh Jember.

Sebelumnya, pada Juli 2025, Unmuh Jember terpilih sebagai salah satu dari hanya lima perguruan tinggi di Indonesia yang lolos dalam program mentoring intensif SEALNET PI25 bersama Universitas Perbanas, UIN Sunan Gunung Djati, Universitas Multimedia Nusantara, dan Universitas Buddhi Dharma.

Program yang diselenggarakan oleh Southeast Asian Service Leadership Network (SEALNET) ini berfokus pada penguatan budaya literasi, kepemimpinan sosial, serta pengembangan program berbasis komunitas melalui proposal gerakan literasi bertajuk “Literazine.”

Melalui proposal tersebut, Unmuh Jember dinilai memiliki potensi besar dalam membangun ekosistem literasi yang inklusif, berkelanjutan, dan berdampak langsung bagi masyarakat kampus maupun masyarakat luas.

Selama lima hari, pada 16–20 Juli 2025, tim delegasi mengikuti mentoring intensif di Jakarta bersama mentor internasional dari berbagai negara Asia Tenggara, seperti Vietnam, Thailand, Myanmar, Filipina, Singapura, dan Indonesia.

Tidak hanya menerima materi, peserta juga melakukan kunjungan studi ke Perpustakaan Jakarta dan HB Jassin, Perpustakaan Universitas Indonesia, serta Gramedia Pustaka Utama, guna memperluas wawasan mengenai ekosistem literasi dan kepemimpinan berbasis layanan (service leadership).

Dalam proses pendampingan tersebut, para delegasi mendapatkan pembekalan mengenai pendekatan berbasis komunitas, strategi advokasi, serta praktik kepemimpinan sosial yang mampu menciptakan perubahan nyata.

Keberhasilan meraih predikat Best Team Kedua Nasional tidak datang secara instan. Tim Unmuh Jember dinilai menunjukkan performa terbaik melalui komunikasi aktif dengan mentor, konsistensi implementasi program, serta inovasi gerakan literasi yang kolaboratif dan inklusif.

Beberapa program unggulan yang berhasil dijalankan antara lain Library Tour bagi mahasiswa baru, Galeri Tour hasil kolaborasi dengan komunitas literasi lokal seperti Kanca Aksara, Literaya, Pena, dan PNE, hingga integrasi literasi dengan edukasi lingkungan melalui program Kunang-Kunang dan Nara Garden Tour.

Selain itu, tim juga mengembangkan gerakan literasi inklusif berbasis bahasa isyarat bersama BISINDO dan JBP, serta memperluas jejaring internasional melalui program English Mentoring yang berkolaborasi dengan Teaching Beyond Borders Singapura.

Lutfiah Indah Fardiyatin menyampaikan bahwa penghargaan ini menjadi bukti bahwa gerakan literasi kampus dapat berkembang menjadi gerakan sosial yang berdampak luas jika dikelola dengan kolaborasi dan konsistensi.

“Literasi bukan hanya soal membaca buku, tetapi bagaimana ilmu itu bisa hidup di masyarakat, menyentuh banyak orang, dan menjadi ruang perubahan sosial yang nyata,” ujarnya.

Prestasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Unmuh Jember mampu bersaing di level nasional maupun internasional, sekaligus memperkuat posisi kampus sebagai institusi yang aktif mendorong inovasi sosial, kepemimpinan muda, dan budaya literasi berkelanjutan.

Melalui capaian ini, Unmuh Jember tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi juga sebagai penggerak perubahan yang membawa semangat literasi dari kampus menuju jejaring Asia Tenggara.

Dua Mahasiswa Unmuh Jember Terlibat dalam Proyek Ketangguhan Bencana PMI dan JRCS Jepang

Komitmen mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) dalam bidang kemanusiaan kembali terlihat melalui keterlibatan dua mahasiswa dalam program School Community Resilience Project (SCR) yang diselenggarakan oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember bekerja sama dengan Japanese Red Cross Society (JRCS) Jepang.

Program ini diawali dengan kegiatan Pelatihan Dasar Disaster Risk Reduction (DRR) dan Enhanced Vulnerability Capacity Assessment (EVCA) yang berlangsung selama empat hari, pada 16–20 Januari 2025, di Hotel Safari Jember. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari proyek kolaborasi jangka panjang yang dirancang berjalan selama kurang lebih tiga tahun, mulai awal 2025 hingga 2027.

Pelatihan ini diikuti oleh 20 staf dan relawan PMI Kabupaten Jember, termasuk dua mahasiswa Unmuh Jember yang menjadi perwakilan dari KSR (Korps Sukarela) PMI Unit Unmuh Jember, yakni Lutfiah Indah Fardiyatin, mahasiswa Program Studi PGPAUD, dan Nur Alfiah, mahasiswa Program Studi Keperawatan.

Keterlibatan keduanya menjadi bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam mendukung penguatan ketangguhan masyarakat terhadap risiko bencana, khususnya di wilayah pesisir selatan Jember yang memiliki potensi ancaman gempa bumi dan tsunami.

Program SCR sendiri akan difokuskan di wilayah Kecamatan Puger dan Gumukmas, dua kawasan pesisir selatan Jember yang dinilai memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap bencana alam.

Saat itu, Ketua PMI Kabupaten Jember, Dr. Muhammad Thamrin, S.E., M.M., menegaskan bahwa pelatihan ini bukan hanya soal teori kebencanaan, tetapi juga membentuk karakter relawan yang tangguh dan siap terjun langsung ke masyarakat.

Menurutnya, relawan harus memiliki rasa percaya diri, komunikasi yang efektif, serta militansi dalam menjalankan tugas kemanusiaan.

Sementara itu, Weni Catur selaku Koordinator School and Community Resilience (SCR) menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang untuk membekali peserta dengan pemahaman teknis yang mendalam sebelum menjalankan pendampingan di lapangan.

Berbagai materi diberikan oleh fasilitator dari PMI Pusat, PMI Jawa Timur, PMI Kabupaten Jember, serta JRCS Jepang. Materi tersebut meliputi pengelolaan bencana, kesiapsiagaan, tanggap darurat, satuan pendidikan aman bencana, hingga kajian risiko.

Tidak hanya teori, peserta juga mengikuti simulasi lapangan, pelatihan teknik komunikasi, serta koordinasi respons kebencanaan agar mampu menjalankan tugas secara efektif saat berhadapan langsung dengan masyarakat.

Bagi Lutfiah dan Nur Alfiah, keterlibatan dalam proyek internasional ini menjadi pengalaman berharga yang tidak hanya memperluas wawasan kebencanaan, tetapi juga mengasah kemampuan kepemimpinan, komunikasi, dan pengabdian sosial sebagai mahasiswa.

Melalui program ini, Unmuh Jember menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya berperan di ruang akademik, tetapi juga hadir sebagai bagian dari solusi sosial dan kemanusiaan. Keterlibatan dalam School Community Resilience Project menjadi langkah nyata dalam membangun generasi muda yang tangguh, peduli, dan siap menghadapi tantangan kebencanaan di masa depan.

 

Usai Youth Diplomacy Forum Jakarta, Delegasi IMM Unmuh Jember Lahirkan Agent of Diplomation

Semangat diplomasi dan kepemimpinan global terus digaungkan oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember). Setelah mengikuti Youth Diplomacy Forum (YDF) 2025 di Jakarta, dua mahasiswi delegasi dari Koordinator Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (Korkom IMM) Unmuh Jember, yakni Lutfiah Indah Fardiyatin dari Program Studi PGPAUD dan Zahra Hakim dari Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), menghadirkan tindak lanjut nyata melalui kegiatan bertajuk “Agent of Diplomation”.

Program ini menjadi bentuk output action sekaligus pertanggungjawaban publik atas keikutsertaan mereka dalam forum diplomasi nasional yang diselenggarakan oleh kolaborasi antara Dewan Pimpinan Pusat (DPP) IMM, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI), Islamic Cooperation Youth Forum (ICYF), dan OIC Youth Indonesia.

Sebelumnya, pada 26–28 September 2025, Lutfiah dan Zahra menjadi delegasi resmi Unmuh Jember dalam Youth Diplomacy Forum 2025 yang digelar di Gedung Pusat Dakwah Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Jakarta Pusat. Forum tersebut mengusung tema “Muhammadiyah Diplomats as Catalysts of Global Change”, yang berfokus pada pelatihan dasar diplomasi, literasi hubungan internasional, serta simulasi sidang Organisasi Kerja Sama Islam melalui Model OIC (MOIC).

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Anis Matta dan dihadiri sejumlah diplomat senior Kemlu RI serta tokoh nasional Muhammadiyah dan MUI. Selama tiga hari, para peserta mendapatkan materi eksklusif dari direktur Kemlu RI dan para duta besar, sekaligus mengikuti simulasi sidang internasional yang melatih kemampuan negosiasi, diplomasi publik, dan penyusunan resolusi global.

Menurut Lutfiah, pengalaman tersebut menjadi ruang belajar yang sangat berharga bagi mahasiswa untuk memahami peran diplomasi dalam menghadapi isu-isu global.

“Forum ini membuka cara pandang kami bahwa mahasiswa tidak hanya berperan di lingkungan kampus, tetapi juga harus siap menjadi bagian dari perubahan global melalui komunikasi, negosiasi, dan diplomasi publik,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut dari pengalaman tersebut, Korkom IMM Unmuh Jember kemudian menggelar kegiatan “Agent of Diplomation” pada Minggu, 1 Maret 2026, bertempat di Ruang Rapat G.A Universitas Muhammadiyah Jember.

Kegiatan ini diikuti oleh kader pilihan yang merupakan tiga orang perwakilan dari masing-masing komisariat IMM di lingkungan Unmuh Jember. Sebanyak sembilan komisariat turut terlibat, sehingga puluhan kader muda IMM berpartisipasi dalam proses transfer ilmu dan penguatan kapasitas organisasi.

Mengusung tema “Menginternalisasi Nilai Adab dan Etika dalam Menciptakan Kolaborasi Organisasi yang Efektif, Produktif, dan Profesional,” kegiatan ini menghadirkan Dr. Sudahri, S.Sos., M.I.Kom. sebagai pemateri utama, dengan Faiq Nizamuddin sebagai fasilitator diskusi.

Dalam pemaparannya, Dr. Sudahri menekankan pentingnya adab, komunikasi taktis, dan etika organisasi sebagai fondasi utama dalam membangun kolaborasi yang sehat dan profesional di lingkungan mahasiswa.

Kegiatan berlangsung secara semi-formal dan interaktif. Para peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga aktif berdiskusi, bertukar gagasan, serta mempelajari bagaimana teknik diplomasi dapat diterapkan dalam menyelesaikan tantangan organisasi di tingkat komisariat.

Zahra Hakim menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan agar ilmu yang diperoleh dari forum nasional tidak berhenti pada delegasi yang berangkat, tetapi dapat menyebar dan memberikan dampak lebih luas.

“Kami ingin keterampilan diplomasi, negosiasi, dan etika berorganisasi ini bisa dirasakan seluruh kader IMM di Unmuh Jember. Ini bukan hanya soal forum nasional, tetapi bagaimana ilmu itu bisa kembali ke kampus dan menguatkan organisasi,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, IMM Unmuh Jember berharap lahir kader-kader muda yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kapasitas diplomasi, kepemimpinan, dan kepekaan sosial yang kuat dalam menjawab tantangan zaman.

Program “Agent of Diplomation” menjadi bukti bahwa pengalaman mahasiswa di tingkat nasional dapat diolah menjadi gerakan nyata di lingkungan kampus membangun kolaborasi, memperkuat adab organisasi, dan menyiapkan generasi pemimpin masa depan.

Selasa, 12 Mei 2026

Mahasiswa KKN Kenalkan Pemanfaatan Daun Kelor sebagai Tanaman Herbal Berkhasiat

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Jember melaksanakan kegiatan penyuluhan mengenai pemanfaatan daun kelor kepada masyarakat sebagai upaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya tanaman herbal bagi kesehatan.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang manfaat daun kelor yang selama ini mudah ditemukan di lingkungan sekitar, namun belum dimanfaatkan secara maksimal. Daun kelor atau yang dikenal masyarakat dengan sebutan maronggi merupakan tanaman tropis yang kaya akan kandungan nutrisi seperti vitamin A, vitamin B, vitamin C, zat besi, kalsium, kalium, dan magnesium.

Dalam penyuluhan tersebut, mahasiswa KKN menjelaskan bahwa daun kelor memiliki banyak manfaat kesehatan, di antaranya membantu menurunkan tekanan darah tinggi, mengontrol gula darah dan kolesterol, meningkatkan daya tahan tubuh, menjaga kesehatan jantung dan tulang, serta membantu memperlancar produksi ASI bagi ibu menyusui.

Selain itu, daun kelor juga mengandung antioksidan tinggi seperti flavonoid, polifenol, dan asam klorogenik yang berfungsi melawan radikal bebas serta membantu mencegah berbagai penyakit kronis seperti diabetes dan penyakit jantung.

Mahasiswa KKN juga memberikan penjelasan mengenai cara pengolahan daun kelor agar dapat dimanfaatkan secara maksimal, seperti diolah menjadi sayur bening, teh herbal, serbuk daun kelor, hingga jamu tradisional. Dengan pengolahan yang tepat, manfaat daun kelor dapat dirasakan lebih optimal oleh masyarakat.

Kegiatan ini mendapat respon positif dari warga karena dinilai memberikan pengetahuan baru tentang tanaman herbal yang murah, mudah didapat, dan memiliki manfaat besar bagi kesehatan keluarga. Warga juga merasa terbantu dengan adanya informasi mengenai pemanfaatan daun kelor sebagai alternatif pengobatan alami.

Namun demikian, mahasiswa juga mengingatkan agar konsumsi daun kelor tidak berlebihan karena dapat menimbulkan gangguan lambung. Khusus bagi ibu hamil, disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan tenaga kesehatan karena terdapat senyawa tertentu yang dapat memicu kontraksi.

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih bijak dalam memanfaatkan tanaman herbal yang ada di sekitar lingkungan mereka, serta menjadikan daun kelor sebagai salah satu solusi alami untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan kualitas hidup sehari-hari.

 

Senin, 11 Mei 2026

Mahasiswa KKN Unmuh Jember Ajak Warga Manfaatkan Sampah Plastik Menjadi Hiasan Kreatif

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Jember melaksanakan kegiatan sosialisasi dan pelatihan pemanfaatan sampah plastik menjadi berbagai hiasan kreatif bagi masyarakat Desa Selogudig Kulon, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mengolah sampah plastik menjadi barang yang lebih berguna serta memiliki nilai ekonomi.

Di lingkungan masyarakat, sampah plastik seperti botol bekas, kantong plastik, dan kemasan makanan sering kali menumpuk dan sulit terurai. Kondisi tersebut dapat menimbulkan pencemaran lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Melalui program ini, mahasiswa KKN mengajak warga untuk memanfaatkan sampah plastik menjadi berbagai hiasan menarik seperti bunga hias, tempat pensil, gantungan dinding, vas bunga, hingga dekorasi rumah lainnya.

Kegiatan sosialisasi dan pelatihan ini diikuti dengan antusias oleh ibu-ibu serta remaja Desa Selogudig Kulon. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN memberikan penjelasan mengenai cara memilah sampah plastik yang masih dapat digunakan, membersihkan bahan, hingga langkah-langkah membuat hiasan sederhana dari barang bekas.

Adapun alat dan bahan yang digunakan antara lain botol plastik bekas, gunting, lem, pita, cat warna, serta berbagai kemasan plastik lainnya yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar.

Melalui kegiatan ini, masyarakat memperoleh pengetahuan baru mengenai pentingnya pengelolaan sampah sekaligus keterampilan dalam membuat kerajinan tangan yang menarik dan bermanfaat. Hasil karya yang dibuat bersama memiliki nilai guna karena dapat digunakan sebagai hiasan rumah maupun dijadikan peluang usaha kecil untuk menambah penghasilan keluarga.

Program pemanfaatan sampah plastik ini mendapatkan respon positif dari masyarakat Desa Selogudig Kulon. Warga berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan agar lingkungan desa menjadi lebih bersih, sehat, dan masyarakat semakin kreatif dalam memanfaatkan barang bekas menjadi sesuatu yang bernilai.

Mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal dalam menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi kreatif berbasis daur ulang sampah.

 


Rabu, 06 Mei 2026

Dosen Unmuh Jember Dorong Transformasi Pembelajaran Digital melalui Integrasi AI di SMA Muhammadiyah 1 Lumajang

Upaya mendorong transformasi digital di dunia pendidikan terus dilakukan oleh kalangan akademisi. Tim dosen dari Universitas Muhammadiyah Jember melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Transformasi Pembelajaran Digital: Integrasi AI Code Generator dalam Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif di SMA Muhammadiyah 1 Lumajang.

Kegiatan yang dipimpin oleh Syahrul Mubaroq, M.Pd. ini dilaksanakan pada 16 Desember 2025 dan bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), khususnya AI Code Generator, untuk menciptakan media pembelajaran yang interaktif dan inovatif.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 18 guru dari berbagai mata pelajaran mengikuti pelatihan intensif yang mencakup pengenalan konsep AI, teknik penyusunan perintah (prompt), hingga praktik langsung pembuatan media berbasis HTML, CSS, dan JavaScript melalui platform Canva Code.

“Selama ini banyak guru sudah mengenal Canva, tetapi belum memanfaatkan fitur lanjutannya seperti AI Code Generator. Padahal teknologi ini bisa membantu membuat media interaktif tanpa harus menguasai coding secara mendalam,” ujar Syahrul dalam keterangannya.

Pelatihan dilaksanakan secara bertahap mulai dari analisis kebutuhan, workshop, pendampingan teknis, hingga evaluasi hasil. Para peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga menghasilkan produk nyata berupa media pembelajaran interaktif seperti kuis otomatis, simulasi pembelajaran, hingga game edukatif sederhana.

Hasilnya cukup signifikan. Sebanyak 16 guru mampu secara mandiri menghasilkan media interaktif berbasis AI, sementara dua lainnya mampu menyelesaikan produk dengan pendampingan. Secara keseluruhan, tercipta 18 produk media pembelajaran yang siap digunakan di kelas.

Tidak hanya berdampak pada keterampilan teknis, kegiatan ini juga mengubah pola pikir guru terhadap teknologi. AI yang sebelumnya dianggap rumit kini dipandang sebagai “asisten pedagogis” yang membantu mempercepat proses pembuatan materi ajar.

“Kami jadi lebih percaya diri. Ternyata membuat media interaktif tidak sesulit yang dibayangkan jika memanfaatkan AI,” ungkap salah satu guru peserta.

Selain itu, program ini juga mendorong terbentuknya budaya kolaboratif antar guru serta lahirnya repositori digital sekolah yang berisi kumpulan media pembelajaran interaktif. Repositori ini diharapkan menjadi fondasi pengembangan pembelajaran berbasis teknologi secara berkelanjutan.

Kepala sekolah SMA Muhammadiyah 1 Lumajang menyambut baik kegiatan ini dan berharap pelatihan serupa dapat terus berlanjut dengan materi yang lebih mendalam.

Program ini sejalan dengan upaya pengembangan pendidikan di era Society 5.0, di mana integrasi teknologi seperti AI menjadi kunci dalam menciptakan pembelajaran yang adaptif, interaktif, dan berpusat pada siswa.

Melalui kegiatan ini, Universitas Muhammadiyah Jember menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di daerah melalui inovasi berbasis teknologi.

Unmuh Jember Gelar Program International Financial Behavior & Investment Empowerment di MSU Malaysia

Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) internasional melaksanakan kegiatan bertajuk International Financial Behavior & Investment Empowerment bekerja sama dengan Management and Science University (MSU) Malaysia. Program ini bertujuan meningkatkan literasi keuangan, perilaku keuangan, serta kesiapan investasi mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh studi di MSU Malaysia.

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh tingginya tantangan finansial yang dihadapi mahasiswa Indonesia di luar negeri, khususnya dalam mengatur biaya hidup, memahami investasi digital, serta menghadapi risiko keputusan keuangan yang impulsif akibat pengaruh media sosial dan tren investasi. Mahasiswa perantau dinilai rentan mengalami stres finansial dan kesalahan dalam pengambilan keputusan investasi.

Melalui program ini, tim pengabdian memberikan edukasi mengenai pengelolaan keuangan pribadi, perencanaan keuangan, literasi investasi, serta pemahaman mengenai pasar modal syariah Indonesia dan Malaysia. Selain itu, peserta juga dibekali pemahaman tentang behavioral finance seperti overconfidence, herding behavior, dan fear of missing out (FOMO) yang sering memengaruhi keputusan investasi generasi muda.

Rangkaian kegiatan dimulai dari koordinasi dengan pihak MSU Malaysia, survei kebutuhan peserta, baseline study, penyusunan modul literasi keuangan, hingga pelaksanaan workshop literasi keuangan dan pelatihan behavioral finance. Mahasiswa juga mengikuti simulasi pasar modal internasional melalui platform virtual trading yang terintegrasi dengan data pasar Indonesia dan Malaysia.

Hasil sementara menunjukkan adanya peningkatan pemahaman mahasiswa terkait pengelolaan keuangan pribadi, diversifikasi risiko, dan perbedaan instrumen investasi lintas negara. Selain itu, sekitar 70 persen peserta mengaku lebih percaya diri dalam mengelola keuangan pribadi dan memahami risiko investasi internasional.

Program ini juga berhasil memperkuat kolaborasi akademik antara Unmuh Jember dan MSU Malaysia melalui keterlibatan dosen mitra dalam penyampaian materi serta diskusi akademik lintas negara. Sinergi ini menjadi bagian dari upaya internasionalisasi tridharma perguruan tinggi sekaligus mendukung Renstra Pengabdian kepada Masyarakat Unmuh Jember.

Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa Indonesia di Malaysia mampu menjadi generasi muda yang memiliki literasi keuangan yang baik, mampu mengambil keputusan investasi secara rasional, serta siap menghadapi sistem keuangan global secara bijak dan berkelanjutan.

 

Connect