Carousel

Kamis, 05 November 2026

Mahasiswa KKN RPL Unmuh Jember Sosialisasikan Lingkungan Bersih dan Pencegahan Stunting di Surabaya


Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember), Nur Isti Qomah, menggelar sosialisasi mengenai lingkungan bersih dan pencegahan stunting di PPT Tunas Harapan, Surabaya, Kamis (5/11/2026).

Kegiatan bertema “Satu Kolaborasi, Sejuta Harapan: PAUD–Posyandu–Keluarga Mewujudkan Lingkungan Bersih dan Anak Sehat Bebas Stunting” tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran orang tua dan masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta kesehatan anak sejak usia dini.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan edukasi mengenai hubungan antara kebersihan lingkungan, pemenuhan gizi seimbang, dan pemantauan pertumbuhan anak dalam upaya pencegahan stunting. Materi yang disampaikan meliputi penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), pemeliharaan sanitasi lingkungan, pemberian makanan bergizi sesuai kebutuhan anak, serta pemanfaatan layanan Posyandu untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan anak secara berkala.

Salah satu poin utama yang ditekankan dalam sosialisasi ini adalah pentingnya kolaborasi antara lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Posyandu, dan keluarga. PAUD berperan membentuk kebiasaan positif anak, Posyandu membantu memantau kondisi kesehatan dan pertumbuhan, sedangkan keluarga menjadi lingkungan utama dalam menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

Melalui sinergi ketiga unsur tersebut, upaya menjaga kesehatan anak dan mencegah risiko stunting diharapkan dapat dilakukan secara berkelanjutan. Orang tua juga didorong untuk lebih memperhatikan asupan gizi, kebersihan diri dan lingkungan, serta rutin membawa anak ke Posyandu.

Salah satu wali murid menyambut positif kegiatan tersebut. Ia berharap edukasi yang diberikan tidak berhenti pada pemahaman materi, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kegiatan ini sangat baik karena mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan. Harapannya, setelah sosialisasi ini masyarakat tidak hanya memahami materi, tetapi juga menerapkannya melalui kegiatan kerja bakti dan menjaga kebersihan lingkungan masing-masing,” ungkapnya.

Kegiatan ini dilaksanakan di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr. Agus Prasetyo Utomo, M.Pd. Melalui program KKN RPL ini, Nur Isti Qomah turut berkontribusi dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya lingkungan yang sehat dan pencegahan stunting sejak dini.

Sosialisasi tersebut menjadi salah satu upaya mendorong keterlibatan berbagai pihak dalam mendukung tumbuh kembang anak. Semangat “Satu Kolaborasi, Sejuta Harapan” menegaskan bahwa mewujudkan lingkungan bersih dan anak sehat membutuhkan kepedulian serta kerja sama antara PAUD, Posyandu, keluarga, dan masyarakat.


Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember), Retno Lailliza, menggelar sosialisasi tentang cara menghadapi anak tantrum tanpa membentak dan memukul di KB Cendana, Desa Sidorejo, Kecamatan Rowokangkung, Kabupaten Lumajang, Jumat (23/10/2026).

Kegiatan yang diikuti oleh 15 wali murid KB Cendana ini bertujuan meningkatkan pemahaman orang tua mengenai perkembangan emosi anak usia dini serta membekali mereka dengan cara pengasuhan yang tepat ketika anak mengalami tantrum.

Dalam pemaparannya, Retno menjelaskan bahwa tantrum merupakan luapan emosi yang dapat ditunjukkan anak melalui perilaku menangis, berteriak, atau menolak sesuatu. Kondisi tersebut dapat dipicu oleh berbagai hal, seperti rasa lelah, lapar, kecewa karena keinginannya tidak terpenuhi, maupun kesulitan anak dalam mengungkapkan perasaan.

Orang tua diajak memahami bahwa tantrum merupakan bagian dari proses perkembangan emosi anak. Karena itu, respons orang tua ketika menghadapi kondisi tersebut perlu dilakukan dengan tenang dan tidak menggunakan kekerasan.

Retno menyampaikan beberapa langkah yang dapat diterapkan, di antaranya mengendalikan emosi diri, berbicara dengan suara lembut, memastikan anak berada dalam kondisi aman, serta memberikan waktu kepada anak untuk menenangkan diri. Setelah anak lebih tenang, orang tua dapat mengajak anak berkomunikasi dan membantunya mengenali serta mengungkapkan perasaan melalui kata-kata.

Selain itu, sosialisasi juga membahas dampak negatif membentak dan memukul anak. Tindakan tersebut dapat menimbulkan rasa takut, membuat anak meniru perilaku agresif, serta mengganggu rasa aman dan kepercayaan anak terhadap orang tua. Oleh sebab itu, pendekatan yang sabar, tegas, dan penuh kasih sayang menjadi bagian penting dalam mendampingi perkembangan emosi anak.

Salah satu wali murid KB Cendana, Ida Ratnani, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia mengaku memperoleh pemahaman baru bahwa tantrum merupakan bagian dari perkembangan emosi anak dan perlu dihadapi dengan kesabaran.

Menurutnya, materi yang disampaikan memberikan pengetahuan tentang cara mendampingi anak dengan lebih tenang tanpa menggunakan bentakan maupun pukulan. Ia berharap ilmu tersebut dapat diterapkan dalam pengasuhan sehari-hari di rumah.

Melalui kegiatan ini, 15 wali murid mendapatkan edukasi mengenai pentingnya memahami perasaan dan kebutuhan anak, mengendalikan emosi diri, serta menerapkan pola pengasuhan positif. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat membantu orang tua membangun hubungan yang lebih harmonis dengan anak.

Program ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN RPL PG PAUD Unmuh Jember dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengasuhan anak usia dini. Dengan penerapan pola asuh yang positif, diharapkan tercipta lingkungan keluarga yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Mahasiswa KKN Tematik Unmuh Jember Optimalkan Posyandu Lansia melalui Edukasi Kesehatan di Lumajang

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember), Fauziah Amin, melaksanakan program Optimalisasi Posyandu Lansia melalui Penyuluhan Kesehatan untuk Peningkatan Kualitas Hidup Lansia di Posyandu Lansia Arbei, Desa Jatiroto, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Lumajang, Rabu (4/11/2026).

Kegiatan yang berada di bawah naungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unmuh Jember tersebut diikuti oleh 20 lansia dan didukung tujuh kader aktif. Program ini bertujuan meningkatkan kualitas hidup lansia melalui edukasi kesehatan, pemeriksaan kesehatan, serta deteksi dini penyakit tidak menular.

Dalam pelaksanaannya, Fauziah turut mendampingi petugas kesehatan dan kader posyandu dalam rangkaian pelayanan kepada peserta. Kegiatan meliputi registrasi, pemeriksaan tekanan darah, serta penyuluhan kesehatan mengenai hipertensi dan penerapan pola hidup sehat.

Pendampingan dilakukan untuk membantu lansia mengikuti setiap tahapan pelayanan dengan nyaman. Melalui penyuluhan tersebut, peserta mendapatkan informasi mengenai pentingnya menjaga tekanan darah dan menerapkan kebiasaan hidup sehat sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan di usia lanjut.

Berdasarkan hasil evaluasi yang tercantum dalam laporan kegiatan, pengetahuan lansia mengenai materi kesehatan meningkat dari 30 persen menjadi 90 persen. Capaian tersebut menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti kegiatan penyuluhan.

Program ini juga menjadi upaya untuk mengoptimalkan fungsi Posyandu Lansia Arbei, tidak hanya sebagai tempat pelayanan kesehatan, tetapi juga sebagai sarana edukasi dan pendampingan bagi masyarakat lanjut usia.

Melalui kegiatan tersebut, Fauziah Amin berharap Posyandu Lansia Arbei dapat terus berperan dalam mendorong kesadaran masyarakat untuk memeriksakan kesehatan secara rutin. Dukungan kader, petugas kesehatan, dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan pelayanan sehingga lansia di Desa Jatiroto dapat menjalani kehidupan yang lebih sehat dan mandiri.

Fauziah Amin (NIM 2510274236)
Mahasiswa KKN Tematik Unmuh Jember

Mahasiswa KKN RPL PG PAUD Unmuh Jember Edukasi Parenting di TK Al Machmudi Surabaya untuk Dukung Pencegahan Stunting

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember), Wiwik, menggelar edukasi parenting bertajuk “PAUD Sehat dan Ceria” bagi orang tua murid TK Al Machmudi, Surabaya, Sabtu (31/10/2026).

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman orang tua mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang, penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta pemantauan tumbuh kembang anak, khususnya pada masa keemasan atau golden age.

Dalam kegiatan tersebut, Wiwik menyampaikan materi melalui modul edukasi interaktif yang memuat sejumlah panduan praktis bagi orang tua dalam mendampingi pertumbuhan dan perkembangan anak. Materi mencakup pemenuhan nutrisi, pembiasaan hidup bersih, penanganan anak yang sulit makan, hingga pemantauan kesehatan secara berkala.

Pada materi pemenuhan nutrisi, orang tua diperkenalkan dengan konsep “Isi Piringku” dan pentingnya memperhatikan variasi makanan harian anak. Materi tersebut juga membahas kebutuhan cairan serta pembatasan konsumsi makanan dan jajanan yang tinggi gula, garam, dan lemak.

Selain pemenuhan gizi, edukasi juga menekankan pembiasaan PHBS dalam kehidupan sehari-hari. Orang tua diajak membiasakan anak mencuci tangan menggunakan sabun dengan enam langkah selama minimal 20 detik, menjaga kebersihan kuku, menyikat gigi, mandi secara teratur, serta memperhatikan kebersihan dan sirkulasi udara di lingkungan rumah.

Materi berikutnya membahas cara menghadapi anak yang memiliki kebiasaan memilih-milih makanan atau picky eater. Orang tua diberikan sejumlah alternatif, seperti menyajikan bekal dengan bentuk dan tampilan menarik melalui kreasi bento serta mengolah sayuran menjadi bagian dari menu makanan anak. Orang tua juga diingatkan untuk membangun suasana makan yang positif dengan menghindari gangguan gawai maupun televisi dan membatasi waktu makan maksimal 30 menit.

Dalam aspek pemantauan tumbuh kembang, orang tua didorong untuk rutin mencatat berat badan dan tinggi badan anak melalui posyandu atau sekolah. Kelengkapan imunisasi dasar serta deteksi dini apabila ditemukan perubahan kondisi kesehatan anak juga menjadi bagian dari materi yang disampaikan.

Seluruh materi tersebut dirangkum dalam tiga pembiasaan utama yang dapat diterapkan orang tua di rumah, yakni menyediakan makanan bergizi seimbang setiap hari, menjadi teladan dalam menerapkan PHBS, serta memantau pertumbuhan dan perkembangan anak secara berkala.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Melalui sesi ini, orang tua mendapatkan kesempatan untuk membahas berbagai hal terkait pola pengasuhan, pemenuhan kebutuhan gizi, dan kebiasaan sehat anak dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui edukasi parenting “PAUD Sehat dan Ceria”, Wiwik berharap terbangun komitmen bersama antara orang tua dan pihak sekolah dalam menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan serta tumbuh kembang anak. Pemahaman yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan secara konsisten di rumah maupun di lingkungan sekolah sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting sejak dini.

Mahasiswa KKN RPL PG PAUD Unmuh Jember Edukasi Gizi Seimbang dan Stimulasi Anak Usia Dini di Lumajang


Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Rekognisi Pembelajaran Lampau (KKN RPL) Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) menggelar sosialisasi Gerakan Masyarakat Sadar Gizi: Edukasi dan Stimulasi Anak Usia Dini di Posyandu Apel, Dusun Curah Lapak, Desa Kalidilem, Kecamatan Randuagung, Kabupaten Lumajang, Senin (19/10/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN RPL, Kurnia Wati, ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya orang tua, mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang dan pemberian stimulasi yang tepat untuk mendukung tumbuh kembang anak sejak usia dini.

Sebanyak 19 ibu peserta posyandu bersama 19 anak usia dini mengikuti rangkaian kegiatan tersebut. Salah satu kegiatan utama adalah edukasi mengenai gizi seimbang yang dilanjutkan dengan praktik membuat bekal anak secara kreatif.

Dalam praktik tersebut, para peserta diajak memperhatikan komposisi makanan yang mengandung sumber karbohidrat, protein, sayur, dan buah. Penyajian bekal juga dibuat menarik dan bervariasi agar dapat meningkatkan ketertarikan anak terhadap makanan sehat. Melalui kegiatan ini, orang tua diharapkan memperoleh inspirasi dalam menyiapkan makanan bergizi yang sesuai dengan kebutuhan anak.

Selain praktik pembuatan bekal, kegiatan juga diisi dengan sesi wawancara antara Kurnia Wati dan para ibu peserta posyandu. Sesi ini bertujuan menggali informasi sekaligus meningkatkan pemahaman mengenai peran posyandu dalam memantau pertumbuhan dan perkembangan anak serta pentingnya pemenuhan kebutuhan gizi pada masa awal kehidupan.

Rangkaian kegiatan berikutnya berupa edukasi dan stimulasi bersama anak-anak usia dini. Materi disampaikan melalui aktivitas yang menyenangkan dan disesuaikan dengan karakteristik perkembangan anak. Anak-anak diajak mengenal makanan sehat sekaligus mengikuti kegiatan stimulasi yang mendukung perkembangan kemampuan kognitif, bahasa, motorik, sosial, dan emosional.

Dalam kegiatan tersebut, Bdn. Nurul Hidayati, S.Keb., turut menyampaikan materi mengenai pemenuhan gizi seimbang dan pemberian stimulasi yang tepat. Kedua aspek tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung proses tumbuh kembang anak. Pemenuhan asupan gizi yang baik dan stimulasi sesuai tahapan usia diharapkan dapat membantu anak tumbuh sehat, aktif, serta mengembangkan potensinya secara optimal.

Kegiatan ini juga menjadi bentuk kolaborasi antara mahasiswa, tenaga kesehatan, kader posyandu, dan masyarakat dalam meningkatkan perhatian terhadap kesehatan serta perkembangan anak. Keterlibatan berbagai pihak diharapkan dapat memperkuat kesadaran keluarga untuk memanfaatkan layanan posyandu dan menerapkan kebiasaan sehat di lingkungan rumah.

Melalui program Gerakan Masyarakat Sadar Gizi, Kurnia Wati berharap para orang tua semakin memahami pentingnya menyediakan makanan bergizi seimbang dan memberikan stimulasi sesuai tahap perkembangan anak. Upaya tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari.

Pemenuhan gizi dan stimulasi sejak dini merupakan bagian penting dalam mendukung kualitas tumbuh kembang anak. Melalui kerja sama keluarga, tenaga kesehatan, kader posyandu, dan masyarakat, diharapkan semakin banyak anak memperoleh dukungan yang tepat untuk tumbuh sehat dan berkembang secara optimal.

Mahasiswa KKN Tematik Unmuh Jember Ajak Lansia Jatiroto Jaga Kebugaran melalui Senam Bersama

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) menggelar kegiatan senam bersama lansia di Posyandu Arbei, Desa Jatiroto, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Lumajang, Rabu (4/11/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu upaya meningkatkan kebugaran sekaligus mendorong kesadaran lansia akan pentingnya aktivitas fisik untuk menjaga kesehatan di usia lanjut.

Kegiatan bertajuk “Optimalisasi Posyandu Lansia melalui Penyuluhan Kesehatan untuk Peningkatan Kualitas Hidup Lansia” tersebut dilaksanakan oleh Sri Herawati Achir Winarni, mahasiswa KKN Tematik Unmuh Jember. Berlangsung mulai pukul 07.00 hingga 08.30 WIB, kegiatan ini mendapat dukungan dari Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Desa Jatiroto serta kader Posyandu Lansia.

Sebanyak 20 lansia dari Desa Jatiroto mengikuti rangkaian kegiatan dengan antusias. Aktivitas diawali dengan pemanasan, dilanjutkan senam bersama menggunakan gerakan sederhana dan aman bagi lansia, kemudian diakhiri dengan pendinginan serta istirahat bersama.

Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa KKN tidak hanya memandu gerakan senam, tetapi juga memberikan pendampingan kepada lansia yang membutuhkan bantuan. Panduan gerakan senam sederhana turut dibagikan agar peserta dapat mempraktikkannya secara mandiri di rumah.

Melalui kegiatan ini, para lansia diajak memahami pentingnya aktivitas fisik secara teratur untuk menjaga kebugaran dan kelenturan tubuh. Gerakan yang disesuaikan dengan kemampuan lansia diharapkan dapat menjadi alternatif aktivitas fisik yang aman dan mudah dilakukan.

Selain memberikan manfaat bagi kesehatan fisik, kegiatan senam bersama juga menjadi ruang interaksi sosial bagi para peserta. Suasana kebersamaan terlihat ketika para lansia mengikuti gerakan senam, berinteraksi, dan berbagi cerita setelah kegiatan berlangsung.

Program ini diharapkan dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat Desa Jatiroto. Sebagai tindak lanjut, kegiatan senam direncanakan berlangsung secara rutin setiap Selasa pagi dengan melibatkan kader Posyandu Lansia. Dengan demikian, kebiasaan beraktivitas fisik dapat terus diterapkan oleh masyarakat lanjut usia.

Melalui program KKN Tematik ini, Sri Herawati Achir Winarni berharap kegiatan sederhana seperti senam bersama dapat meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kesehatan lansia. Dukungan keluarga, kader posyandu, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung lansia agar tetap aktif, sehat, dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.

Sri Herawati Achir Winarni
NIM 2510274237
Mahasiswa KKN Tematik Unmuh Jember

Mahasiswa KKN Unmuh Jember Edukasi Ibu Balita Posyandu Lilin Mas tentang Pencegahan Stunting di Lumajang


Mahasiswa Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember), Wiwik Suprapti, menggelar sosialisasi pencegahan stunting dan edukasi tumbuh kembang anak bersama ibu balita Posyandu Lilin Mas di Kelurahan Citrodiwangsan, Kecamatan Lumajang, Senin (19/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung di rumah Ketua RW 16 tersebut diikuti oleh 28 ibu balita dan Ketua Posyandu Lilin Mas, Nurul Fatmawati. Sosialisasi ini merupakan bagian dari program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik 2026 yang dikelola Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unmuh Jember. Program KKN dilaksanakan di Kelurahan Citrodiwangsan pada 5 Oktober hingga 11 November 2026.

Pemilihan tema pencegahan stunting didasarkan pada hasil koordinasi dengan bidan setempat dan Ketua Posyandu Lilin Mas. Berdasarkan data yang dihimpun dalam kegiatan, terdapat delapan dari 28 balita di RW 16 yang memiliki berat badan kurang atau berisiko mengalami gangguan pertumbuhan. Kondisi tersebut menjadi perhatian bersama sehingga diperlukan pemantauan pertumbuhan dan dukungan pemenuhan gizi secara berkelanjutan.

Sebagai salah satu bentuk dukungan, balita yang menjadi perhatian tersebut mendapatkan bantuan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbahan pangan lokal dari Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang melalui puskesmas setempat.

Dalam pemaparannya, Wiwik menjelaskan pengertian, penyebab, dan dampak stunting, pentingnya gizi seimbang dan pemberian ASI eksklusif pada 1.000 hari pertama kehidupan, serta cara memantau pertumbuhan anak melalui penimbangan dan pengukuran rutin di posyandu. Materi juga mencakup stimulasi perkembangan anak usia dini sesuai tahapan usianya.

Kegiatan diawali dengan sambutan Ketua Posyandu Lilin Mas, Nurul Fatmawati. Selanjutnya, Wiwik menyampaikan materi selama kurang lebih 60 menit melalui metode ceramah, diskusi, dan tanya jawab.

Antusiasme peserta terlihat dalam sesi diskusi. Sejumlah ibu mengajukan pertanyaan seputar pola makan anak yang sulit, hubungan antara tubuh pendek dan stunting, kemungkinan pemulihan anak yang mengalami stunting, hingga cara mengenalkan sayuran kepada anak yang tidak menyukainya. Pada akhir kegiatan, Wiwik membagikan leaflet sebagai bahan bacaan agar peserta dapat mempelajari kembali materi di rumah.

Ketua Posyandu Lilin Mas, Nurul Fatmawati, menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menyampaikan apresiasi atas edukasi yang diberikan karena dinilai bermanfaat bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan pemahaman mengenai pencegahan stunting dan tumbuh kembang anak.

Salah satu peserta, Sutristin, juga mengaku memperoleh pengetahuan baru mengenai pemenuhan gizi dan pemantauan perkembangan anak. Menurutnya, materi yang disampaikan membantu orang tua memahami pentingnya gizi seimbang, pencegahan stunting, serta pemantauan tumbuh kembang secara rutin agar anak dapat tumbuh dengan optimal.

Apresiasi turut disampaikan Ketua RW 16, Karlina, yang menjadi tuan rumah kegiatan. Ia berharap edukasi tersebut dapat memberikan manfaat bagi warga dan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kesehatan ibu dan anak.

Melalui sosialisasi ini, para ibu balita diharapkan semakin memahami pentingnya pemenuhan gizi seimbang, pemantauan pertumbuhan secara berkala, serta stimulasi perkembangan anak sesuai usianya. Pengetahuan tersebut juga diharapkan membantu orang tua mengenali lebih dini apabila terdapat masalah pertumbuhan sehingga dapat segera berkonsultasi dengan kader posyandu maupun tenaga kesehatan.

Kegiatan ini turut mendukung semangat pengembangan Smart Village melalui peningkatan pengetahuan masyarakat dan penguatan pemanfaatan layanan dasar di tingkat kelurahan. Pemantauan berat badan dan tinggi badan balita secara rutin di posyandu menjadi salah satu upaya menyediakan informasi pertumbuhan anak yang dapat digunakan sebagai dasar tindak lanjut.

Wiwik berharap para ibu dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam pengasuhan sehari-hari dan rutin membawa anak ke posyandu. Dengan keterlibatan keluarga, kader posyandu, bidan, dan pihak terkait, upaya pencegahan stunting serta pemantauan tumbuh kembang anak diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan.

Wiwik Suprapti (NIM 2510274318)
Mahasiswa KKN Tematik RPL PG PAUD Unmuh Jember

Connect