Carousel

Selasa, 22 September 2026

PP Muhammadiyah Gelar Uji Coba Buku Saku Penghapusan Sunat Perempuan Berbasis Islam Berkemajuan di Unmuh Jember


Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menggelar uji coba (pilotting/testing) Buku Saku Penghapusan Sunat Perempuan Berbasis Islam Berkemajuan di Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember, Selasa, 22 September 2026.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Muhammadiyah dalam mengembangkan pemahaman keislaman yang berpihak pada keselamatan dan perlindungan perempuan. Uji coba buku saku dilakukan untuk memperoleh masukan sekaligus memastikan materi yang disusun dapat dipahami dan diterapkan sesuai dengan konteks masyarakat.

Perwakilan PP Muhammadiyah, Dr. Ernyasih, SKM., MKM., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk ikhtiar Muhammadiyah dalam menghadirkan pemahaman keislaman yang berorientasi pada keselamatan perempuan.

“Ini merupakan bentuk ikhtiar Muhammadiyah dalam menghadirkan pemahaman dan keislaman yang menghadirkan keselamatan perempuan,” ujarnya.

Kegiatan tersebut mendapat sambutan dari Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Jember, H. Kusno, S.Ag., M.Pd.I. Ia menyampaikan apresiasi karena Unmuh Jember dipercaya menjadi salah satu lokasi pelaksanaan uji coba buku saku tersebut.

“Saya berterima kasih karena sudah memilih Unmuh Jember sebagai tempat untuk melakukan uji coba ini,” ungkapnya.

Menurutnya, terdapat target pemahaman yang ingin dicapai melalui kegiatan tersebut. Salah satunya memberikan pemahaman mengenai posisi khitan dalam ajaran Islam serta membedakannya antara praktik yang berkaitan dengan laki-laki dan perempuan.

“Ada target yang harus dicapai dalam kegiatan ini, untuk memberitahu bahwa khitan merupakan sunnah Nabi, namun tidak termasuk untuk golongan perempuan,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Rektor II Unmuh Jember, Ns. Sasmiyanto, S.Kep., M.Kes., menilai isu sunat perempuan memiliki keterkaitan yang erat dengan budaya yang berkembang di masyarakat. Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi salah satu tantangan dalam menyampaikan dakwah Muhammadiyah.

“Perihal sunat perempuan ini beririsan langsung dengan budaya. Ini menjadi tantangan utama bagi Muhammadiyah dalam menyampaikan dakwahnya,” tuturnya.

Ia menjelaskan, Muhammadiyah selama ini dikenal sebagai organisasi yang membawa semangat masyarakat berkemajuan. Karena itu, penyampaian nilai-nilai keagamaan perlu dilakukan dengan mempertimbangkan pemahaman yang sesuai dengan ajaran Islam dan tidak mencampurkannya dengan praktik budaya yang tidak memiliki dasar keagamaan yang kuat.

“Muhammadiyah terkenal dengan masyarakat yang berkemajuan, yang notabene agama tidak dicampur dengan budaya,” tambahnya.

Melalui kegiatan pilotting/testing tersebut, Muhammadiyah diharapkan dapat memperoleh masukan terhadap Buku Saku Penghapusan Sunat Perempuan Berbasis Islam Berkemajuan sebelum digunakan secara lebih luas. Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang dialog untuk memperkuat pemahaman masyarakat mengenai isu perlindungan perempuan melalui pendekatan keagamaan yang kontekstual dan berkemajuan.

KKN Internasional Unmuh Jember Edukasi Hak Anak dan Etika Sosial bagi Masyarakat Indonesia di Malaysia



Mahasiswa Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember turut berkontribusi dalam kegiatan International Community Service atau KKN Internasional yang diselenggarakan Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) bekerja sama dengan Unmuh Jember dan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Malaysia.

Kegiatan yang berlangsung pada Senin, 10 Agustus 2026, tersebut dilaksanakan di Sanggar Bimbingan Muhammadiyah Kepong, Kuala Lumpur, Malaysia. Mengangkat tema “Peningkatan Kesadaran Hukum tentang Hak Anak dan Etika Sosial pada Masyarakat Indonesia di Malaysia”, kegiatan menyasar anak-anak, pendidik, serta masyarakat Indonesia di lingkungan Sanggar Bimbingan Muhammadiyah Kepong.

Ketua Tim International Community Service Unmuh Jember, Zafira Azra Ambarukmi, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pengabdian kepada masyarakat dalam lingkup internasional. Edukasi diberikan dengan pendekatan sederhana agar materi mengenai hukum dan kehidupan sosial dapat dipahami peserta.

Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan sejumlah materi, mulai dari hak dan tanggung jawab anak, pentingnya identitas hukum dan dokumen dasar, hingga perlindungan anak dari kekerasan dan perundungan (bullying).

Selain itu, peserta juga memperoleh edukasi mengenai etika sosial dalam lingkungan masyarakat multikultural serta etika dan tanggung jawab dalam menggunakan media digital.

Kegiatan dikemas secara partisipatif melalui penyampaian materi, contoh kasus, diskusi, tanya jawab, hingga simulasi sederhana yang berkaitan dengan persoalan sosial dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan tersebut dilakukan agar peserta tidak hanya menerima materi secara satu arah, tetapi juga dapat menyampaikan pengalaman dan pandangan mereka.


Melalui kegiatan tersebut, peserta diharapkan memiliki pemahaman dasar mengenai hak-hak anak, termasuk hak atas identitas, pendidikan, kesehatan, perlindungan, dan partisipasi. Peserta juga diperkenalkan dengan pentingnya mengetahui saluran bantuan resmi ketika menghadapi persoalan hukum maupun administrasi.

Tidak hanya aspek hukum, kegiatan juga menekankan pentingnya membangun komunikasi yang santun, kedisiplinan, sikap anti-perundungan, serta tanggung jawab sosial. Edukasi mengenai penggunaan media digital turut diberikan sebagai bagian dari pembentukan etika dalam kehidupan sehari-hari.

Hasil pelaksanaan menunjukkan peserta mendapatkan pengetahuan mengenai hak dan tanggung jawab anak, identitas hukum, perlindungan dari kekerasan dan perundungan, serta etika sosial di tengah masyarakat multikultural.

Kegiatan juga memberikan ruang bagi peserta untuk aktif bertanya, berdiskusi, dan melakukan praktik sederhana berdasarkan permasalahan yang mungkin ditemui dalam kehidupan sehari-hari.

Pihak mitra menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memberikan pengetahuan yang bermanfaat bagi peserta. Ke depan, kegiatan serupa direkomendasikan untuk dilanjutkan dengan aktivitas yang lebih interaktif, penggunaan contoh-contoh praktis, serta materi edukasi yang terus diperbarui.

Keterlibatan Unmuh Jember dalam International Community Service ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperluas kontribusi mahasiswa dalam pengabdian kepada masyarakat di tingkat internasional. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya menerapkan pengetahuan yang diperoleh di bangku perkuliahan, tetapi juga belajar menyampaikan edukasi sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan konteks lingkungan yang berbeda.

Kegiatan ditutup dengan refleksi dan evaluasi bersama serta dokumentasi sebagai bagian dari rangkaian pelaksanaan KKN Internasional di Sanggar Bimbingan Muhammadiyah Kepong, Kuala Lumpur, Malaysia.

Jumat, 18 September 2026

Taklukkan 44,5 Km Lintasan Ekstrem, Mapala Unmuh Jember Raih Winner 9th SuperAdventure

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Muhammadiyah  (Unmuh) Jember. Melalui tim Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) yang berhasil meraih Winner 9th dalam ajang SuperAdventure, kompetisi adventure race tahunan yang diikuti kelompok pecinta alam dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Kejuaraan yang diselenggarakan di Ujung Genteng, Sukabumi, pada 11-13 September 2026 tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi tim Mapala Unmuh Jember. Tidak hanya berlari melintasi alam, peserta harus menuntaskan rangkaian olahraga dan rintangan yang memadukan trail running, canyoning, orientering, rafting, hingga coastal tracking dalam satu perlombaan.

Tim Mapala Unmuh Jember yang berlaga terdiri dari empat mahasiswa dengan pembagian peran masing-masing, yakni Ach Jauharil Fahmi dari Program Studi Ilmu Komunikasi sebagai kapten, Moh Dimas Suryo Adipuro dari Program Studi Manajemen sebagai sweeper, Reza Arfiansyah dari Program Studi Teknik Informatika sebagai navigator, serta Mu'amar Fuad dari Program Studi Teknik Sipil yang bertugas menangani logistik.

SuperAdventure mengusung konsep adventure race yang menggabungkan sejumlah cabang olahraga alam dalam satu rangkaian perlombaan. Seluruh anggota tim dituntut bergerak bersama sejak garis start hingga finish.

Perjalanan dimulai pukul 05.00 dan peserta harus menyelesaikan total lintasan sekitar 44,5 kilometer dengan cut off time (COT) selama 12 jam, yakni hingga pukul 17.00. Selain itu, terdapat cut off point (COP) di pos rafting yang harus dicapai paling lambat pukul 14.30.

Rangkaian tantangan yang harus ditaklukkan tim meliputi orientering sejauh 22 kilometer, canyoning dengan lintasan 70 meter, orientering 5 kilometer, rafting 5,5 kilometer, serta coastal tracking sejauh 12 kilometer.

Kondisi tersebut membuat strategi tim menjadi bagian penting dalam perlombaan. Setiap anggota tidak dapat berjalan sendiri-sendiri karena seluruh tim harus tetap bersama hingga menyelesaikan perlombaan.

Menghadapi perlombaan dengan kombinasi medan tersebut, tim Mapala Unmuh Jember melakukan persiapan selama kurang lebih dua bulan. Memasuki satu bulan terakhir sebelum kompetisi, latihan mulai dilakukan secara lebih intensif.

Salah satu fokus utama adalah membangun kemampuan fisik dengan target mileage minimal 40 kilometer. Namun, tantangan tidak hanya datang dari medan perlombaan. Kesibukan masing-masing anggota sebagai mahasiswa membuat penyamaan jadwal latihan menjadi persoalan tersendiri.

Karena itu, latihan bersama tetap diagendakan setidaknya dua kali dalam sepekan, khususnya untuk latihan lari dan rafting. Sementara latihan lainnya dilakukan secara mandiri sesuai dengan waktu yang dimiliki masing-masing anggota.

Dari seluruh rangkaian lintasan, coastal tracking menjadi salah satu tantangan paling berat bagi tim. Etape tersebut harus dilalui ketika para peserta sudah memasuki kilometer 30 lebih dan kondisi fisik mulai terkuras.

Medan pasir yang berat membuat langkah semakin sulit, sementara energi yang tersisa semakin terbatas. Bahkan, tim sempat mengalami kelelahan ekstrem ketika memasuki sekitar kilometer 40.


Ach Jauharil Fahmi, yang akrab dipanggil Aril, mengatakan bahwa kekompakan menjadi salah satu kunci agar seluruh anggota tetap bergerak menuju garis finish.

"Kalau adu argumen pasti terjadi, tetapi kami tetap saling support demi tujuan bersama. Sempat mengalami kelelahan ekstrem di kilometer 40-an, tetapi kami berusaha tetap bersama sampai selesai," ungkapnya.

Dalam adventure race, kemampuan individu tidak cukup untuk menyelesaikan seluruh tantangan. Pembagian peran menjadi bagian penting dalam menjaga ritme perjalanan.

Aril sebagai kapten bertanggung jawab menjaga koordinasi tim. Reza Arfiansyah berperan sebagai navigator untuk memastikan arah perjalanan, Dimas Suryo Adipuro bertugas sebagai sweeper untuk memastikan seluruh anggota tetap dalam satu kesatuan, sementara Mu'amar Fuad menangani kebutuhan logistik selama perlombaan.

Kombinasi tersebut membuat setiap anggota memiliki tanggung jawab yang saling melengkapi. Bagi tim Mapala Unmuh Jember, pencapaian Winner 9th bukan sekadar hasil dari perlombaan sehari. Prestasi tersebut merupakan buah dari proses latihan, kesiapan mental, kemampuan membaca medan, serta kemauan untuk terus bergerak ketika kondisi fisik mulai berada di batas kemampuan.

Pengalaman mengikuti SuperAdventure juga menjadi pembelajaran bagi mahasiswa lain yang ingin mencoba kompetisi olahraga luar ruang.

Tim Mapala Unmuh Jember menekankan bahwa tidak ada pencapaian yang datang secara tiba-tiba. Semua membutuhkan proses, termasuk proses yang melelahkan dan penuh tantangan.

"Tidak ada yang tiba-tiba. Semuanya perlu proses yang tentunya menyakitkan. Selesaikan apa yang kalian mulai, jangan takut mencoba," pesan Aril.

Capaian Winner 9th SuperAdventure sekaligus menunjukkan kiprah mahasiswa Unmuh Jember dalam kompetisi yang menguji kemampuan fisik, mental, navigasi, kerja sama, dan ketahanan menghadapi medan alam.

Yudisium Faperta Unmuh Jember, 43 Yudisi Siap Hadapi Tantangan Dunia Kerja


Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember menggelar yudisium bagi mahasiswa pada Jumat, 18 September 2026. Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Gedung A Unmuh Jember dan diikuti sebanyak 43 mahasiswa dari tiga program studi, yakni Agroteknologi, Agribisnis, dan Teknologi Industri Pertanian.

Dekan Faperta sekaligus Ketua Senat, Saptya Prawitasari, S.P., M.P., dalam sambutannya menyampaikan bahwa yudisium menjadi salah satu penanda berakhirnya perjalanan mahasiswa di bangku perkuliahan sekaligus awal untuk memasuki fase kehidupan yang baru, khususnya dunia kerja.

Menurutnya, dunia kerja memiliki tantangan yang berbeda dengan lingkungan perkuliahan. Para mahasiswa perlu mempersiapkan kekuatan mental karena akan menghadapi tuntutan, tanggung jawab, serta konsekuensi yang lebih besar atas setiap pekerjaan yang dilakukan.

“Setelah hari ini, kalian tidak lagi berada dalam kasih sayang para dosen yang jika kalian membuat satu kesalahan masih dinormalisasi. Kondisi tersebut akan jauh berbeda jika sudah di dunia kerja,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan para yudisi untuk tidak berhenti belajar setelah menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi. Hal tersebut dinilai penting mengingat perkembangan teknologi di bidang pertanian berlangsung semakin pesat dan menghadirkan berbagai tantangan baru.

“Terus belajar, karena teknologi di bidang pertanian semakin berkembang pesat dan juga timbul tantangan baru untuk dihadapi,” tuturnya.

Beliau berharap para lulusan Faperta Unmuh Jember mampu membawa ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama perkuliahan untuk menghadapi kebutuhan dunia kerja maupun mengembangkan sektor pertanian di tengah perubahan teknologi yang terus berlangsung.

Yudisium tersebut menjadi momentum bagi 43 mahasiswa untuk menutup salah satu tahapan pendidikan sekaligus memulai perjalanan baru setelah menyandang status sebagai lulusan Fakultas Pertanian Unmuh Jember.

Kamis, 17 September 2026

Tim PKM-RE Prodi Agroteknologi Unmuh Jember Kembangkan Biokontrol Dari Gunung Ijen Untuk Penyakit Hawar Daun Padi


Tim Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE) Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember, berhasil mengeksplorasi bakteri termofil dari kawasan Gunung Ijen yang berpotensi dikembangkan sebagai agen biokontrol untuk mengendalikan penyakit hawar daun bakteri pada tanaman padi.

Penelitian yang beranggotakan Olivia, Afthon, Wahida, Erwin, dan Junaidi  tersebut mengangkat potensi mikroorganisme lokal dari lingkungan ekstrem Kawah Ijen untuk mencari alternatif pengendalian penyakit tanaman yang lebih ramah lingkungan. Fokus penelitian diarahkan pada bakteri yang memiliki aktivitas antagonistik terhadap Xanthomonas oryzae pv. oryzae (Xoo), bakteri penyebab penyakit hawar daun bakteri pada tanaman padi. 

Mengeksplorasi Mikroorganisme dari Lingkungan Ekstrem

Kawasan Kawah Ijen dipilih sebagai lokasi eksplorasi karena memiliki karakter lingkungan yang ekstrem dan kondisi mikrohabitat yang beragam. Sampel penelitian diambil dari kawasan Taman Wisata Alam Kawah Ijen, termasuk area air kawah, sublimasi belerang, serta tanah dan pasir di sekitar kawah.

Hasil pengukuran menunjukkan bahwa air kawah memiliki tingkat keasaman sangat tinggi dengan pH di bawah 1 dan suhu sekitar 40°C. Sementara itu, pasir sublimasi belerang memiliki pH di bawah 5 dengan suhu sekitar 35°C, sedangkan tanah pasir di kawasan kawah memiliki pH rata-rata sekitar 7,5. Kondisi lingkungan tersebut menjadi salah satu alasan pentingnya eksplorasi mikroorganisme yang mampu beradaptasi pada kondisi ekstrem.

Dari proses isolasi menggunakan metode pengenceran bertingkat, tim memperoleh sejumlah koloni bakteri yang kemudian diseleksi berdasarkan kemampuan tumbuh pada suhu tinggi dan aktivitas antagonistiknya terhadap Xoo.


Empat Isolat Termofil Berhasil Diperoleh

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tim berhasil memperoleh dan mengkarakterisasi empat isolat bakteri termofil yang diberi kode A (A1), B (A2), C (K1), dan D (K2). Keempat isolat menunjukkan karakter Gram positif. Isolat A, B, dan C memiliki bentuk sel batang yang secara fenotipik menyerupai kelompok Bacillus, sedangkan isolat D memiliki bentuk sel kokus. Suhu optimum pertumbuhan isolat berada pada kisaran 40–45°C.

Hasil uji biokimia juga menunjukkan adanya variasi karakter fisiologis antarisolat. Seluruh isolat menunjukkan hasil positif pada uji katalase, sedangkan hasil oksidase dan O/F menunjukkan perbedaan antarisolat. Temuan ini menunjukkan bahwa isolat yang memiliki kemiripan morfologi.

Eńau Guncang Antusiasme Maba, Unmuh Jember Sukses Tutup Rangkaian PKKPIMB 2026


Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember sukses menutup seluruh rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus dan Pembinaan Ideologi bagi Mahasiswa Baru (PKKPIMB) 2026 pada Rabu, 16 September 2026. Kegiatan closing yang dimulai pukul 14.30 WIB berlangsung meriah dan dipenuhi antusiasme mahasiswa baru.

Meski acara resmi baru dimulai pada sore hari, antusiasme mahasiswa baru telah terlihat sejak beberapa jam sebelumnya. Para mahasiswa baru terlebih dahulu menjalankan salah satu tugas PKKPIMB, yakni mengumpulkan bibit tanaman yang telah mereka persiapkan selama rangkaian kegiatan.

Setelah pengumpulan bibit, mahasiswa baru diajak mengenal lebih dekat berbagai Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang ada di lingkungan Unmuh Jember. Mereka mengunjungi sejumlah stand UKM untuk mendapatkan informasi mengenai aktivitas, program, serta ruang pengembangan minat dan bakat yang dapat diikuti selama menjadi mahasiswa.

Pengenalan kemudian dilanjutkan melalui penampilan dari sejumlah UKM. Berbagai pertunjukan tersebut menjadi gambaran langsung mengenai aktivitas mahasiswa di luar kegiatan akademik sekaligus menunjukkan beragam potensi yang dimiliki mahasiswa Unmuh Jember.

Suasana semakin meriah ketika acara memasuki puncak kegiatan. Mahasiswa baru disuguhi penampilan spesial dari bintang tamu, Enau. Penampilan tersebut berhasil menghidupkan suasana dan mengajak mahasiswa baru bernyanyi bersama. Lagu-lagu yang dibawakan Enau tidak hanya mengguncang area acara, tetapi juga menyentuh hati para mahasiswa baru yang menikmati momen penutup PKKPIMB tersebut.


Wakil Rektor III Unmuh Jember, Dr. Sofyan Rofi, M.Pd.I., mengatakan bahwa seluruh rangkaian PKKPIMB tidak diselenggarakan sekadar sebagai kegiatan formalitas bagi mahasiswa baru. Menurutnya, kegiatan tersebut dirancang untuk memberikan pemahaman mengenai kehidupan dan esensi belajar di perguruan tinggi.

“Semua itu kami rangkai tidak hanya sebatas formalitas, melainkan agar saudara tahu esensi pentingnya belajar di perguruan tinggi,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa perjalanan mahasiswa di perguruan tinggi tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan akademik. Menurutnya, kecerdasan perlu berjalan beriringan dengan karakter dan integritas.

“Perlu diketahui, pintar saja tidak cukup. Tanpa dibarengi dengan karakter yang kuat dan integritas yang kokoh, maka karakter yang telah saudara dapat di PKKPIMB ini setidaknya menjadi pembeda,” tutupnya.

Dengan berakhirnya closing tersebut, seluruh rangkaian PKKPIMB 2026 resmi ditutup. Kegiatan ini menjadi langkah awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan kampus, membangun relasi, mengembangkan potensi, sekaligus mempersiapkan diri menjalani kehidupan sebagai bagian dari keluarga besar Unmuh Jember.

Rabu, 16 September 2026

Mahasiswa Keperawatan Unmuh Jember Raih Predikat Peserta Terbaik Beasiswa Cendekia BAZNAS


Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember. Gilang Arya Mahmudi, mahasiswa Program Studi S1 Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes), berhasil meraih predikat sebagai peserta terbaik dalam program Beasiswa Cendekia BAZNAS.

Penghargaan tersebut secara resmi diserahkan pada 9 September 2026 di Auditorium Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), Jakarta. Momen tersebut menjadi pencapaian penting bagi Gilang setelah menjalani rangkaian program Beasiswa Cendekia BAZNAS selama dua tahun.

Gilang menerima Beasiswa Cendekia BAZNAS saat duduk di semester 5. Baginya, beasiswa tersebut bukan sekadar bantuan finansial untuk menunjang pendidikan, tetapi juga menjadi ruang untuk mengembangkan kemampuan akademik, organisasi, penelitian, hingga kegiatan sosial.

Perjalanan Gilang mendapatkan beasiswa tersebut memiliki cerita tersendiri. Saat itu, keluarganya tengah menghadapi kondisi ekonomi yang cukup berat setelah sang ayah meninggal dunia. Dukungan yang diberikan melalui Beasiswa Cendekia BAZNAS kemudian menjadi salah satu hal yang membantunya untuk tetap melanjutkan pendidikan.

“Beasiswa Cendekia BAZNAS merupakan program beasiswa yang tidak hanya memberikan dukungan finansial, tetapi juga pembinaan dan pengembangan bagi mahasiswa,” ujar Gilang.

Selama menjadi penerima beasiswa, Gilang mengikuti berbagai kegiatan pembinaan dan pengembangan diri. Ia mengaku mendapatkan banyak pengalaman yang membentuk dirinya menjadi pribadi yang lebih disiplin, bertanggung jawab, serta aktif berkontribusi di lingkungan akademik maupun masyarakat.

Menurutnya, salah satu hal yang paling berharga adalah kesempatan bertemu dengan mahasiswa berprestasi dari berbagai daerah. Ia juga mendapatkan pendampingan dari dosen pembimbing, Ari Sita Nastiti, yang turut memberikan pembelajaran, motivasi, dan dukungan selama menjalani program.


Selama dua tahun menjadi penerima beasiswa, Gilang berusaha memanfaatkan kesempatan yang diberikan untuk terus mengembangkan potensi. Konsistensi tersebut kemudian mengantarkannya meraih predikat sebagai peserta terbaik.

Ia menilai pencapaian tersebut bukan hasil dari satu prestasi, melainkan akumulasi dari berbagai aktivitas yang dilakukan selama menjadi penerima beasiswa. Selain aktif dalam organisasi dan kegiatan sosial, Gilang juga menekuni penelitian serta kompetisi ilmiah.

Hingga saat ini, ia telah menorehkan total 32 prestasi dalam bidang esai dan Karya Tulis Ilmiah (LKTI) di tingkat nasional maupun internasional.

“Saya rasa pencapaian ini bukan karena satu prestasi saja, tetapi karena konsistensi saya selama menjadi penerima beasiswa. Selama kuliah saya aktif dalam organisasi, penelitian, kegiatan sosial, dan kompetisi ilmiah,” ungkapnya.

Bagi Gilang, predikat peserta terbaik tidak semata-mata diukur dari jumlah penghargaan yang diraih. Lebih dari itu, ia memandang kesempatan yang diberikan BAZNAS sebagai amanah untuk terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata.

Ke depan, mahasiswa S1 Keperawatan Fikes Unmuh Jember tersebut memiliki target untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang Magister Ilmu Biomedik. Ia ingin mengembangkan penelitian di bidang kesehatan, khususnya yang berkaitan dengan infeksi dan resistensi antimikroba.

Gilang berharap pengalaman dan kesempatan yang diperolehnya melalui Beasiswa Cendekia BAZNAS dapat terus dikembangkan menjadi kontribusi yang lebih luas, baik melalui penelitian, pengabdian kepada masyarakat, maupun pengembangan solusi kesehatan berbasis ilmiah.

“Saya berharap dapat terus membawa nilai yang diajarkan BAZNAS, yaitu menjadi pribadi yang berprestasi sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.

Connect