Carousel

Kamis, 13 Agustus 2026

Pembinaan Kader Ortom Unmuh Jember Perkuat Peran Organisasi dalam Menyiapkan Kader Muhammadiyah


Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember menggelar kegiatan Pembinaan Kader Organisasi Otonom (Ortom) dengan mengusung tema “Memperkuat Peran Ortom di Lingkungan Kampus Unmuh Jember”. Kegiatan tersebut berlangsung pada Kamis (13/8/2026) di Ruang Rapat Gedung A Unmuh Jember.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan peran organisasi otonom Muhammadiyah di lingkungan kampus, khususnya dalam mempersiapkan proses pengkaderan menghadapi Pengenalan Kehidupan Kampus dan Pembinaan Ideologi Mahasiswa Baru (PKKPIMB) 2026.

Ketua Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LP AIK) Unmuh Jember, Dhofir Catur Bashori, S.H.I., M.H.I., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diselenggarakan sebagai langkah persiapan pengkaderan di lingkungan organisasi otonom Unmuh Jember. 

"Ini merupakan pertemuan untuk memperkuat arah kita sebagai ortom di Unmuh Jember" ujarnya.

Pembinaan diharapkan dapat memperkuat kesiapan para kader dalam menjalankan peran organisasi sekaligus menjadi bagian dari proses pembentukan kader Muhammadiyah di lingkungan perguruan tinggi.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan dari dua pemateri, yakni Disa Yulistian, S.S., selaku Kepala UPT Humas, Kesekretariatan dan Protokoler Unmuh Jember, serta Silmi Fahmi Ibrahim selaku Pelatih Tapak Suci Unmuh Jember.

Disa Yulistian membawakan materi bertajuk “Menguatkan Peran Hizbul Wathan sebagai Kawah Candradimuka Kader Muhammadiyah”. Materi tersebut menempatkan Hizbul Wathan (HW) sebagai ruang pembinaan, pendidikan, dan proses menempa kader agar memiliki karakter, kemampuan, serta jiwa kepemimpinan yang unggul.
Dalam pemaparannya, Disa menjelaskan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam Hizbul Wathan dapat dilandasi berbagai hal, mulai dari keinginan mencari pengalaman, menambah relasi, menjadi tempat belajar, meningkatkan kemampuan, hingga melatih kepemimpinan dan berkontribusi kepada Muhammadiyah.

Pembinaan kader melalui HW juga diarahkan untuk membentuk kader yang memiliki akidah kuat, fisik dan mental tangguh, berilmu, berteknologi, serta berakhlak mulia. Kader tersebut diharapkan siap berkontribusi bagi Persyarikatan Muhammadiyah, umat, dan bangsa.

Disa turut menyoroti pentingnya penguatan sejumlah karakter kader, di antaranya integritas, kepemimpinan, kepedulian, disiplin, dan spiritualitas. Kelima aspek tersebut menjadi fondasi penting dalam membentuk kader yang tidak hanya aktif dalam organisasi, tetapi juga memiliki karakter dan tanggung jawab dalam menjalankan amanah.

Pada bagian akhir, penguatan peran Hizbul Wathan diarahkan melalui empat aspek, yakni penguatan kader, penguatan program, penguatan branding, dan penguatan kolaborasi. Keberhasilan HW tidak semata-mata diukur dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, melainkan dari kualitas kader yang dihasilkan melalui proses pembinaan tersebut.

Sementara Silmi Fahmi Ibrahim membawakan materi mengenai “Kepemimpinan Transformatif dalam Tapak Suci: Membangun Generasi Pemimpin Organisasi Tapak Suci yang Adaptif, Inovatif, Unggul, Berkemajuan”. Dalam materinya, ia menjelaskan pentingnya perubahan paradigma kepemimpinan di tengah dinamika organisasi mahasiswa dan karakter generasi muda saat ini.

Kepemimpinan transformatif dipaparkan sebagai gaya kepemimpinan yang mendorong pemimpin bekerja bersama tim untuk mengidentifikasi perubahan yang diperlukan, menyusun visi, serta mengeksekusi perubahan secara kolaboratif. Pendekatan ini menempatkan visi bersama, rasa memiliki, komunikasi terbuka, kepercayaan, empati, dan apresiasi sebagai bagian penting dalam menjalankan organisasi.

Silmi juga menekankan empat pilar kepemimpinan transformatif, yakni ideal influence, inspirational motivation, intellectual stimulation, dan individualized consideration. Pemimpin tidak hanya dituntut menjadi teladan dan mampu menyampaikan visi organisasi, tetapi juga mendorong anggota untuk berpikir kritis dan inovatif serta memberikan pendampingan sesuai karakter dan kebutuhan masing-masing kader.

Melalui kegiatan Pembinaan Kader Ortom ini, Unmuh Jember mendorong organisasi otonom di lingkungan kampus untuk tidak hanya menjadi wadah aktivitas mahasiswa, tetapi juga menjadi ruang pembentukan karakter, kepemimpinan, dan kaderisasi yang berkelanjutan. Penguatan tersebut diharapkan dapat mendukung kesiapan Ortom dalam menyambut PKKPIMB 2026 sekaligus memperkuat kontribusinya dalam mencetak kader Muhammadiyah yang adaptif, berintegritas, dan berkemajuan.

Soroti Rencana Pinjaman Rp786,5 Miliar, Kaprodi Ilmu Pemerintahan Unmuh Jember Dorong DPRD Perkuat Pengawasan





Pemerintah Kabupaten Jember berencana mengajukan pinjaman daerah senilai Rp786,573 miliar. Hal itu menuai perhatian publik, khususnya bagi Kaprodi Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember, Dr. Iffan Gallant El Muhammady, S.Sos., M.Si., karena dinilai akan berakibat pada kondisi keuangan jangka menengah.

Beliau menyebutkan bahwa diperlukan peran DPRD Kabupaten Jember sebagai pemeran utama dalam pengawasan terhadap rencana keuangan pemerintah daerah.

"Sikap kritis DPRD juga tidak identik dengan penolakan. Sebaliknya, persetujuan tanpa pengujian mendalam bukanlah dukungan terhadap pembangunan, melainkan pengabaian terhadap fungsi pengawasan," ungkapnya, dikutip dari serayunusantara.com, Rabu (12/08).

Menurut Iffan, DPRD perlu memeriksa lima aspek sebelum menyetujui rencana pinjaman, yakni legalitas, kemampuan fiskal, kesiapan proyek, keadilan alokasi, dan mekanisme pengawasan. Pemerintah perlu memastikan pinjaman sesuai aturan, mampu dibayar dalam jangka panjang, serta digunakan untuk proyek yang matang dan benar-benar berdasarkan kebutuhan masyarakat.

Selain itu, DPRD harus memastikan pengawasan berjalan sejak pencairan hingga pembayaran cicilan. Iffan juga mendorong keterbukaan dokumen, proyeksi keuangan, studi kelayakan, dan daftar proyek kepada publik guna memperkuat transparansi serta akuntabilitas.

Pembahasan mengenai pinjaman, ungkap beliau, perlu kehati-hatian  dan seharusnya berbasis data, kepatuhan hukum, serta kebermanfaatan proyek  terhadap masyarakat, bukan menjadi ajang pertarungan politik antara DPRD dengan kepala daerah.

Sebagai penutup, beliau menyampaikan perlu sikap tegas dalam pembahasan rencana pinjaman ini. Jika terdapat kelemahan, maka wajib untuk dikoreksi sebelum perjanjian disahkan agar tidak terjadi masalah yang harus ditanggung APBD nantinya.

Cegah Bullying Sejak Dini, KKN-T 02 Unmuh Jember Edukasi Siswa SD di Suger Lor


Mahasiswa KKN Tematik Kelompok 02 Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember  menggelar sosialisasi bertema Stop Bullying dan Dampak Bullying di Lingkungan Sekolah di SDN Suger Lor 1, SDN Suger Lor 2, dan SDN Suger Lor 3, Kecamatan Maesan, Kabupaten Bondowoso, pada Senin (27/7/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa KKN-T dalam memberikan edukasi kepada siswa mengenai bentuk-bentuk bullying, dampak yang ditimbulkan, serta cara mencegah dan menghadapinya. Edukasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran siswa agar tidak melakukan tindakan perundungan maupun menjadi korban bullying.

Dalam sosialisasi, mahasiswa menjelaskan bahwa bullying tidak hanya berupa kekerasan fisik, tetapi juga dapat berupa ejekan, penghinaan, tindakan seksual, hingga perundungan melalui media sosial. Perilaku tersebut dapat memberikan dampak serius terhadap korban, mulai dari trauma, gangguan psikologis, menurunnya prestasi belajar, hingga risiko putus sekolah.

Mahasiswa KKN-T juga mengajak siswa untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan saling menghargai. Siswa didorong untuk berani menolak tindakan bullying serta melaporkan kepada guru atau orang dewasa yang dipercaya apabila mengalami maupun menyaksikan perundungan.

Pelaksanaan sosialisasi dilakukan secara interaktif melalui pendampingan langsung di ruang kelas. Mahasiswa menciptakan suasana yang aman agar siswa dapat memahami materi sekaligus menyampaikan pengalaman atau keluh kesah yang berkaitan dengan bullying.

Kegiatan tersebut mendapat dukungan dari pihak sekolah yang menilai edukasi mengenai pencegahan bullying penting dilakukan. Mahasiswa KKN-T Kelompok 02 berharap sosialisasi ini dapat meningkatkan kepedulian siswa dan membantu menciptakan lingkungan sekolah yang sehat, aman, dan bebas dari perundungan.

Modal Minim, Cuan Menjanjikan! KKN-T 02 Unmuh Jember Soroti Potensi Lobster Air Tawar Suger Lor


Mahasiswa KKN Tematik Kelompok 02 Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember  melakukan observasi terhadap potensi budidaya lobster air tawar di Desa Suger Lor, Kecamatan Maesan, Kabupaten Bondowoso, pada Senin (27/7/2026). Budidaya lobster air tawar dinilai memiliki peluang ekonomi menjanjikan karena perawatannya relatif mudah dan dapat dikembangkan dengan modal yang terjangkau.

Komoditas yang dikembangkan masyarakat setempat merupakan jenis Clarki dan Red Claw atau lobster capit merah. Budidaya tersebut mulai dikembangkan secara intensif sejak 2024 menggunakan kolam berukuran relatif kecil yang dapat ditempatkan di area pekarangan rumah.

Kristian Fajar, salah satu pencetus budidaya lobster air tawar di Desa Suger Lor, mengatakan permintaan terhadap lobster terus menunjukkan peluang yang baik. Menurutnya, lobster air tawar memiliki keunggulan karena lebih mudah dirawat dibandingkan lobster laut dan kebutuhan pakannya relatif efisien.

Dalam praktiknya, peternak menggunakan kolam berukuran sekitar 3×2 meter dengan kedalaman air 40–50 sentimeter. Kualitas air dijaga pada pH 7–8 dengan bantuan aerasi. Peternak juga menyediakan tempat berlindung berupa potongan pipa PVC atau genteng untuk membantu lobster saat mengalami pergantian kulit.

Pemberian pakan dilakukan dua kali sehari menggunakan pelet tenggelam yang dikombinasikan dengan pakan alami, seperti tauge, wortel, dan cacing tanah. Dengan pengelolaan tersebut, lobster dapat dipelihara hingga mencapai ukuran konsumsi sekitar 10–12 ekor per kilogram.

Hasil observasi mahasiswa KKN-T menunjukkan budidaya lobster mulai memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Sejumlah warga turut terlibat dalam proses pembibitan dan pemeliharaan, sehingga berpotensi membuka peluang usaha dan lapangan kerja baru di Desa Suger Lor.

Tidak hanya menghasilkan komoditas utama, limbah berupa kulit dan kepala lobster juga berpotensi dimanfaatkan kembali menjadi bahan kerupuk maupun pakan ikan lele. Pemanfaatan limbah tersebut menjadi peluang tambahan bagi masyarakat sekaligus mendukung pengembangan budidaya yang lebih berkelanjutan.

Melalui observasi ini, KKN-T Kelompok 02 Unmuh Jember berharap potensi budidaya lobster air tawar di Desa Suger Lor dapat terus dikembangkan sebagai salah satu alternatif usaha produktif masyarakat dan penggerak ekonomi lokal.

UMKM Suger Lor Naik Kelas! KKN-T 02 Unmuh Jember Bantu Urus Legalitas hingga Go Digital


Mahasiswa KKN-T Kelompok 02 Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Suger Lor, Bondowoso, untuk memperkuat legalitas dan pemasaran digital. Pendampingan tersebut dilaksanakan pada Kamis (30/7/2026) melalui sejumlah program, mulai dari pemasangan banner usaha, pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB), stiker identitas usaha, hingga penambahan lokasi UMKM di Google Maps.

Program ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan daya saing sekaligus memperkuat identitas usaha masyarakat. Pemasangan banner dan stiker identitas diharapkan membuat usaha lebih mudah dikenali, sementara pendampingan pembuatan NIB membantu pelaku UMKM memiliki legalitas usaha yang dapat mendukung akses terhadap program pembinaan dan bantuan pemerintah.

Mahasiswa KKN-T juga membantu mendaftarkan lokasi UMKM ke Google Maps. Langkah tersebut diharapkan memudahkan konsumen menemukan lokasi usaha sekaligus memperluas jangkauan pemasaran melalui teknologi digital.

Kepala Desa Suger Lor, Koesnadi, mengapresiasi pendampingan yang diberikan mahasiswa. Menurutnya, penguatan legalitas dan pemanfaatan teknologi digital menjadi bagian penting dalam meningkatkan daya saing UMKM.

“Kami berharap program ini dapat membantu pelaku UMKM menjadi lebih dikenal, memiliki legalitas yang jelas, serta mampu memperluas jangkauan pasar melalui pemanfaatan teknologi digital,” ujarnya.

Hal serupa dirasakan Ahmad Yani, pelaku UMKM Keripik Samilir. Ia menilai pemasangan banner dan lokasi usaha di Google Maps membantu masyarakat lebih mudah mengenali dan menemukan tempat usahanya.

“Pemasangan banner dan titik Google Maps sangat membantu usaha kami. Pelanggan menjadi lebih mudah menemukan lokasi usaha melalui aplikasi navigasi,” kata Ahmad.

Tokoh masyarakat Desa Suger Lor turut menilai program tersebut sebagai langkah positif dalam mendukung pertumbuhan ekonomi desa. Pendampingan yang mencakup aspek promosi sekaligus legalitas dinilai dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi pelaku UMKM.

Melalui program ini, KKN-T Kelompok 02 berharap UMKM Desa Suger Lor semakin memiliki identitas usaha yang kuat, legal secara administrasi, serta mampu memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pasar dan meningkatkan daya saing produk lokal.

Rabu, 12 Agustus 2026

Tingkatkan Keselamatan Pengguna Jalan, KKN-T 03 UNMUH Jember Pasang Reflektor di Desa Sumber Kemuning

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) 03 Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember melaksanakan pemasangan reflektor jalan di Desa Sumber Kemuning, Kecamatan Tamanan, Kabupaten Bondowoso, pada Senin (10/8/2026). Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap keselamatan masyarakat, khususnya pengguna jalan yang melintas pada malam hari.

Pemasangan reflektor dilakukan bersama perangkat Desa Sumber Kemuning dengan didampingi Bhabinsa. Sebelum pemasangan, mahasiswa bersama pihak desa terlebih dahulu melakukan survei untuk menentukan titik-titik yang membutuhkan reflektor. Sasaran utama pemasangan berada di sejumlah lokasi yang minim penerangan dan dinilai memiliki risiko kecelakaan.

Reflektor dipasang sebagai penanda bagi pengguna jalan agar dapat mengenali kondisi dan batas jalan ketika melintas pada malam hari. Pantulan cahaya dari lampu kendaraan diharapkan membuat reflektor lebih mudah terlihat sehingga dapat membantu meningkatkan kewaspadaan pengendara.

Perangkat Desa Sumber Kemuning, Wahyudi, mengapresiasi program yang dilakukan mahasiswa KKN-T 03 Unmuh Jember tersebut. Menurutnya, keberadaan reflektor dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama di titik jalan yang dinilai rawan kecelakaan.

“Saya mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dan kepeduliannya dalam pembuatan reflektor jalan ini. Insyaallah, program ini akan sangat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan keselamatan pengguna jalan, mengingat lokasi ini merupakan salah satu titik yang rawan terjadi kecelakaan,” ujar Wahyudi.

Melalui kegiatan tersebut, sejumlah titik jalan yang telah ditentukan berdasarkan hasil survei kini telah dilengkapi reflektor. Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat menjadi penanda bagi pengguna jalan, terutama pada malam hari dan di lokasi dengan penerangan yang terbatas.

Selain menghasilkan fasilitas pendukung keselamatan jalan, kegiatan ini juga menjadi upaya untuk meningkatkan kepedulian dan kesadaran bersama mengenai pentingnya keselamatan dalam berkendara. Mahasiswa KKN-T 03 Unmuh Jember berharap reflektor yang telah dipasang dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat saat menggunakan jalan, khususnya pada malam hari.

Mahasiswa juga berharap masyarakat setempat dapat menjaga dan merawat reflektor tersebut agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan meskipun kegiatan KKN telah berakhir.

Dr. Wahyudi Widada Soroti Peran Spiritual Care dalam Pelayanan Keperawatan Kritis Pada Webinar Ners Angkatan XVI Unmuh Jember


Pelayanan keperawatan tidak hanya berfokus pada kondisi fisik pasien, tetapi juga perlu memperhatikan aspek spiritual dalam proses pemulihan. Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam Webinar Ners Angkatan XVI Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember.

Dalam webinar tersebut, Dosen Fikes Unmuh Jember, Dr. Wahyudi Widada, S.Kp., M.Ked., menyampaikan materi bertajuk “Evidence Based Spiritual Care dan Tantangan Implementasi pada Pelayanan Keperawatan Kritis.” Materi tersebut menyoroti pentingnya pendekatan spiritual sebagai bagian dari pelayanan keperawatan kepada pasien, khususnya pada kondisi kritis.

Dr. Wahyudi menjelaskan bahwa profesi perawat memiliki peran penting dalam mendampingi pasien yang menghadapi kondisi sakit. Pendampingan tidak hanya dilakukan melalui tindakan medis dan keperawatan, tetapi juga dapat diberikan melalui dukungan spiritual, termasuk doa dan pendampingan ketika pasien maupun keluarga menghadapi situasi sulit.

Dalam materinya, ia mengangkat sejumlah kisah pasien sebagai gambaran mengenai pengalaman spiritual dalam menghadapi penyakit, di antaranya kisah pasien kanker payudara stadium 3B, anak yang mendampingi ayahnya menjelang ajal, pasien yang mengalami pergulatan kondisi spiritual, serta pasien kanker pankreas.

Salah satu landasan yang disampaikan dalam materi tersebut adalah hadis qudsi mengenai kemuliaan menjenguk orang sakit. Hadis yang diriwayatkan Imam Muslim dari Abu Hurairah tersebut menggambarkan kedekatan Allah SWT dengan hamba-Nya yang sedang sakit serta pentingnya kehadiran dan kepedulian terhadap mereka.

Selain memberikan pendampingan secara emosional dan spiritual, materi webinar juga membahas berbagai bentuk doa yang dapat diberikan dalam pendampingan pasien. Di antaranya doa ketika menjenguk orang sakit, doa pengobatan, doa meruqyah, hingga doa penjagaan.

Salah satu pendekatan yang dibahas adalah ruqyah syar'iyah sebagai bentuk intervensi spiritual. Dalam penerapannya, perawat atau pendamping terlebih dahulu melakukan wawancara kepada pasien untuk mengetahui keluhan yang dirasakan, termasuk kondisi emosional maupun keluhan yang dianggap berkaitan dengan gangguan nonmedis.

Pendekatan tersebut kemudian dilanjutkan dengan edukasi mengenai pengobatan berbasis Al-Qur'an, ajakan untuk menghindari perbuatan maksiat, serta penguatan sikap sabar dan menerima takdir dalam menghadapi sakit.

Dalam materi praktiknya, spiritual care juga mencakup pembacaan ayat-ayat Al-Qur'an dan doa tertentu. Materi tersebut antara lain memuat pembacaan Surah Al-Fatihah, sejumlah ayat dari Surah Al-Baqarah, At-Taubah, serta tiga surah yang dikenal sebagai Al-Mu'awwidzat atau tiga Qul, yakni Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas.

Selain itu, peserta diperkenalkan dengan sejumlah ayat yang disebut sebagai ayat-ayat syifa atau ayat pengobatan, yaitu dari Surah At-Taubah ayat 14, Yunus ayat 57, An-Nahl ayat 69, Al-Isra' ayat 82, Ash-Syu'ara ayat 80, dan Al-Fushilat ayat 44.

Dr. Wahyudi juga mengangkat doa Nabi Ayyub AS sebagai salah satu contoh doa dalam menghadapi penyakit. Kisah Nabi Ayyub menjadi gambaran mengenai kesabaran dan keteguhan dalam menghadapi ujian sakit serta berserah diri kepada Allah SWT.

Melalui materi tersebut, Webinar Ners XVI Fikes Unmuh Jember menekankan bahwa pelayanan keperawatan dapat dipandang secara lebih menyeluruh dengan memperhatikan kebutuhan pasien, termasuk kebutuhan spiritual. Spiritual care diharapkan tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi dapat menjadi bagian dari pengamalan dalam memberikan pendampingan kepada pasien sesuai dengan konteks dan kompetensi pelayanan keperawatan.

Connect