Jumat, 17 Juli 2026

Tingkatkan Kualitas Publikasi, Unmuh Jember Gelar Training Penulisan Buku dan Jurnal Berbasis Kompetensi

    Unit Pelaksana Teknis Pengelolaan Hasil Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (UPT PHP2M) Universitas Muhammadiyah Jember menggelar Inhouse Training Penulisan Buku dan Pengelolaan Jurnal Ilmiah Berbasis Kompetensi pada Kamis–Jumat, 16–17 Juli 2026. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini menjadi langkah strategis perguruan tinggi dalam memperkuat budaya akademik serta reputasi publikasi ilmiah di tingkat nasional maupun internasional.

    Rangkaian acara diawali dengan sesi pleno dan seremoni pembukaan di gedung utama yang dibuka secara resmi oleh Rektor Unmuh Jember, Dr. Hanafi, M.Pd. Pembukaan tersebut turut dihadiri Wakil Rektor 1, Ketua LPPM Dr. Juariyah, serta jajaran pimpinan civitas akademika. Pada momen tersebut, dilangsungkan pula penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Unmuh Jember dengan APPTI JABANUSA dan HIPJI, yang dirangkai dengan penyerahan Sertifikat Keanggotaan HIPJI bagi Universitas Muhammadiyah Jember.

    Kepala UPT PHP2M Unmuh Jember, Abdul Jalil, S.P., M.P., menegaskan bahwa pelatihan berbasis kompetensi ini diselenggarakan untuk merespons Peraturan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 9 Tahun 2026 yang diterbitkan pada 29 Juni 2026. Regulasi baru tersebut membawa perubahan tata kelola akreditasi jurnal nasional dari enam peringkat menjadi empat peringkat.


    "Keberhasilan institusi saat ini tidak hanya diukur dari banyaknya penelitian, tetapi dari kemampuan mentransformasikannya menjadi buku dan jurnal berkualitas serta bereputasi. Kebijakan ini menuntut pengelola jurnal meningkatkan kapasitas, integritas, dan tata kelola," ujar Abdul Jalil dalam sambutannya.

    Pelaksanaan pelatihan teknis ini dibagi ke dalam dua lokasi kegiatan utama. Pelatihan Penulisan Buku dipusatkan di Gedung Zaenuri dengan narasumber Ketua Koordinator APPTI JABANUSA, Dr. Hayat, S.AP., M.Si., tempat para dosen dibimbing secara taktis menyusun draf buku ilmiah berbasis hasil penelitian.


    Sementara itu, Pelatihan Pengelolaan Jurnal ditempatkan di Gedung A dan dibagi menjadi dua kelas spesifik. Kelas 1 bertempat di Ruang Rapat difokuskan bagi pengelola jurnal SINTA 4 dan 3 dengan proyeksi naik ke SINTA 3 atau 2, menghadirkan Ketua HIPJI, Dr. Andri Putra Kesmawan, M.IP. Adapun Kelas 2 bertempat di Ruang Kelas Internasional diperuntukkan bagi jurnal yang belum terakreditasi atau SINTA 5 dengan target proyeksi minimal mencapai SINTA 4.


    Selain pendampingan materi editorial, peserta juga mendapatkan pelatihan keamanan sistem OJS dari Direktur IT Journal Support, Indaka Barody, S.Kom., serta klinik indeksasi bersama UPT PHP2M. Kolaborasi ini diharapkan melahirkan penulis dan pengelola jurnal yang kompeten.

Senin, 29 Juni 2026

Perkuat Kualitas Tesis Berstandar Global, Magister Manajemen Unmuh Jember Gelar Kolokium Internasional Bersama MSU Malaysia

Komitmen Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember dalam mencetak lulusan berdaya saing global terus diperkuat melalui penyelenggaraan Kolokium Internasional Program Studi Magister Manajemen bersama Management and Science University (MSU) Malaysia, Jumat (29/5/2026). Kegiatan yang menjadi agenda tahunan ini menghadirkan akademisi internasional untuk memberikan peer review terhadap proposal tesis mahasiswa.

Berbeda dengan pelaksanaan tahun sebelumnya yang berlangsung secara luring di kampus MSU Malaysia, kolokium tahun ini diselenggarakan secara daring melalui Zoom Meeting. Meski demikian, nuansa akademik internasional tetap terasa dengan keterlibatan langsung para dosen dan pakar dari MSU sebagai reviewer.

Sebanyak 35 mahasiswa Magister Manajemen Unmuh Jember mempresentasikan proposal tesis mereka di hadapan para akademisi MSU. Setiap peserta memperoleh evaluasi, kritik, dan rekomendasi konstruktif terkait penyempurnaan metodologi penelitian, penguatan kerangka konseptual, hingga teknik analisis data agar penelitian yang dihasilkan memenuhi standar akademik internasional.

Ketua Program Studi Magister Manajemen Unmuh Jember, Dr. Budi Santoso, S.E., M.M., M.Akun., menjelaskan bahwa kolokium internasional merupakan salah satu strategi program studi dalam meningkatkan kualitas riset mahasiswa sekaligus memperluas jejaring akademik global.

Menurutnya, keterlibatan reviewer dari MSU Malaysia memberikan perspektif baru yang sangat berharga bagi mahasiswa dalam menyusun penelitian. Masukan yang diberikan tidak hanya memperkuat kualitas proposal tesis, tetapi juga mendorong lahirnya penelitian yang memiliki kontribusi ilmiah serta relevansi terhadap perkembangan dunia bisnis dan ilmu manajemen.

"Kolokium ini menjadi bagian dari proses pembelajaran mahasiswa agar mampu menghasilkan penelitian yang berkualitas dan memiliki standar internasional. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi implementasi nyata kerja sama akademik antara Unmuh Jember dan Management and Science University Malaysia," ujarnya.

Selama kolokium berlangsung, suasana diskusi berjalan dinamis. Mahasiswa tidak hanya mempresentasikan ide penelitiannya, tetapi juga berdialog secara langsung dengan para reviewer internasional mengenai pendekatan penelitian, kebaruan (novelty), hingga peluang pengembangan hasil riset.

Pengalaman tersebut memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk merasakan atmosfer akademik internasional sekaligus meningkatkan kemampuan berpikir kritis, komunikasi ilmiah, dan penyusunan penelitian yang lebih komprehensif.

Selain menjadi forum akademik, kolokium ini juga memperkuat hubungan kerja sama antara Universitas Muhammadiyah Jember dan Management and Science University (MSU) Malaysia. Ke depan, kolaborasi kedua institusi diharapkan terus berkembang melalui berbagai program, seperti penelitian bersama, pertukaran dosen dan mahasiswa, seminar internasional, hingga publikasi ilmiah bereputasi.

Melalui penyelenggaraan kolokium internasional secara berkelanjutan, Program Studi Magister Manajemen Unmuh Jember menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan berkelas dunia. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menghasilkan lulusan magister yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu bersaing dan berkontribusi di tingkat nasional maupun internasional.

 

Perkuat Jejaring Global, Magister Manajemen Unmuh Jember Gandeng Akademisi Filipina Bahas Kepemimpinan Kolaboratif

Komitmen Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember dalam memperluas jejaring akademik internasional kembali diwujudkan melalui penyelenggaraan International Workshop bertajuk Orchestrating Collaboration 2026: Managing Stakeholders and Diverse Teams, yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting, Senin (8/6/2026).

Kegiatan yang diinisiasi Program Studi Magister Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unmuh Jember ini menghadirkan akademisi dari Ifugao State University, Filipina, sebagai narasumber internasional untuk membahas pentingnya kepemimpinan kolaboratif, pengelolaan pemangku kepentingan (stakeholder), dan sinergi lintas fungsi dalam menghadapi tantangan organisasi modern.

Sekitar 100 peserta yang terdiri atas mahasiswa Program Sarjana (S1) dan Magister (S2) FEB Unmuh Jember mengikuti workshop tersebut dengan antusias.

Mengusung tema besar "Building Cross-Functional and Stakeholder Synergy through Adaptive and High-Impact Collaboration", kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber berpengalaman, yakni Dr. Diana Sulianti K. Tobing, S.E., M.Si., CRA., CMA., Jhon G. Pagaddut, CPA., Ph.D., dan Olivia M. Valdez. Ketiganya berbagi pengalaman mengenai strategi membangun kolaborasi yang efektif di tengah keberagaman tim dan kompleksitas hubungan dengan para pemangku kepentingan.

Ketua Program Studi Magister Manajemen Unmuh Jember, Dr. Budi Santoso, S.E., M.M., M.Akun., mengatakan bahwa penyelenggaraan workshop internasional merupakan bagian dari upaya program studi dalam menghadirkan pengalaman belajar berwawasan global bagi mahasiswa.

"Melalui kegiatan ini, kami ingin memperluas wawasan mahasiswa mengenai praktik kolaborasi di tingkat internasional sekaligus memperkuat jejaring akademik dengan berbagai perguruan tinggi luar negeri," ujarnya.

Selama workshop berlangsung, peserta memperoleh materi mengenai strategi membangun sinergi lintas fungsi dalam organisasi, meningkatkan keterlibatan stakeholder (stakeholder engagement), memberdayakan tim kerja yang beragam, hingga mengelola konflik menjadi peluang kolaborasi yang produktif.

Selain pemaparan materi, kegiatan juga diisi dengan sesi diskusi interaktif. Mahasiswa aktif mengajukan pertanyaan kepada narasumber mengenai penerapan kepemimpinan adaptif, komunikasi lintas budaya, serta pengambilan keputusan kolaboratif yang relevan dengan dinamika dunia kerja saat ini.

Melalui kegiatan ini, Program Studi Magister Manajemen Unmuh Jember berharap mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman konseptual, tetapi juga wawasan praktis yang dapat diterapkan dalam dunia profesional.

Workshop internasional tersebut sekaligus menjadi bagian dari strategi internasionalisasi Unmuh Jember dalam meningkatkan kualitas pendidikan, memperluas kolaborasi dengan perguruan tinggi luar negeri, serta menyiapkan lulusan yang adaptif, inovatif, dan memiliki daya saing di tingkat global.

 

Rabu, 24 Juni 2026

Bawa Inovasi SDGs ke Panggung Dunia, Unmuh Jember Tampil di Global Sustainable Development Congress 2026

Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) turut ambil bagian dalam ajang internasional The 5th Global Sustainable Development Congress (GSDC) 2026 yang berlangsung di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, pada 22–25 Juni 2026. Kehadiran Unmuh Jember menjadi bagian dari kontribusi 30 Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) yang difasilitasi oleh Asosiasi Kantor Urusan Internasional (ASKUI) PTMA di bawah koordinasi Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

GSDC 2026 merupakan forum yang diinisiasi oleh Times Higher Education (THE) dan dihadiri sekitar 5.000 delegasi dari berbagai negara yang berasal dari kalangan akademisi, pemerintah, industri, hingga organisasi masyarakat sipil. Forum tersebut menjadi ruang kolaborasi global dalam merumuskan langkah nyata pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Pada kesempatan tersebut, Unmuh Jember menampilkan sejumlah inovasi yang mendukung pembangunan berkelanjutan melalui booth PTMA. Berbagai karya unggulan yang dipresentasikan mencerminkan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus kontribusi kampus terhadap isu lingkungan, energi, dan pertanian berkelanjutan.

Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah Forage Chopper Machine, mesin pencacah pakan ternak yang dikembangkan untuk meningkatkan produktivitas peternak sekaligus mendukung ekonomi hijau. Program yang dipimpin Hadi Jatmiko bersama tim Unmuh Jember tersebut telah dimanfaatkan oleh PRA Karangtengah dan melibatkan mahasiswa melalui program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Selain itu, Unmuh Jember juga menampilkan hasil riset Battery-Less RFID Sensor for Smart Agriculture yang dipimpin Dr. Danang Kumara Hadi bekerja sama dengan Ibaraki University, Jepang. Inovasi ini memungkinkan pemantauan suhu dan kelembaban secara real time tanpa menggunakan baterai sehingga lebih ramah lingkungan dan hemat energi. 

Di bidang energi terbarukan, Unmuh Jember memperkenalkan program pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan limbah pertanian menjadi bahan bakar padat ramah lingkungan (Eco-Friendly Solid Fuel). Program yang dipimpin Asroful Abidin dan Hilfi Harisan tersebut memberdayakan petani di Desa Plalangan melalui teknologi pirolisis sekaligus membuka peluang ekonomi baru berbasis pengolahan limbah pertanian.

Ketua ASKUI PTMA, Aidil Syahputra, menjelaskan bahwa partisipasi PTMA dalam GSDC 2026 merupakan bagian dari strategi internasionalisasi perguruan tinggi Muhammadiyah sekaligus memperkuat posisi kampus di tingkat global.

“Agenda kami di sini adalah menyampaikan dan mempresentasikan hasil SDGs dari setiap perguruan tinggi serta mengikuti rangkaian seminar internasional untuk menjawab permasalahan SDGs di dunia,” ujarnya.

Menurutnya, keikutsertaan dalam forum tersebut juga menjadi momentum untuk memperluas jejaring internasional dan membuka peluang kolaborasi riset lintas negara.

Sementara itu, Sekretaris Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Ahmad Muttaqin, mengapresiasi keterlibatan PTMA dalam GSDC 2026. Ia menilai langkah tersebut dapat mendorong perguruan tinggi Muhammadiyah semakin aktif menghasilkan inovasi yang berdampak serta memperkuat daya saing di tingkat internasional.

Keikutsertaan Unmuh Jember dalam GSDC 2026 menjadi bukti bahwa inovasi yang lahir dari kampus tidak hanya memberi manfaat bagi masyarakat lokal, tetapi juga mampu berkontribusi dalam menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan di tingkat global. Dengan membawa semangat kolaborasi, riset, dan pemberdayaan masyarakat, Unmuh Jember terus memperkuat perannya sebagai kampus berdampak yang berorientasi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

 

Jumat, 12 Juni 2026

Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah, Bank Indonesia dan Unmuh Jember Perkuat Sinergi Digital


    Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jember terus memperluas jaringan literasi keuangan digital ke sektor akademisi. Melalui kolaborasi strategis bersama Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Jember, sukses digelar kegiatan Diseminasi Kebijakan Bank Indonesia pada Selasa, 9 Juni 2026. Acara bertajuk "Sinergi Kebijakan Bank Indonesia dan Akademisi dalam Mencetak SDM Bisnis Digital Guna Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah" ini diselenggarakan di Aula Fakultas Hukum (FH) Unmuh Jember sebagai wadah strategis dalam menyelaraskan visi antara regulator keuangan dan institusi pendidikan demi mencetak talenta ekonomi yang siap pakai.

    Kegiatan diseminasi yang berlangsung interaktif ini menghadirkan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jember, Iqbal Reza Nugraha, sebagai narasumber utama, dengan dipandu oleh Bayu Wijayantini, Ph.D. selaku moderator. Momentum penting ini turut dihadiri oleh berbagai elemen lintas sektor, termasuk Komandan Yonif 509 Kostrad Letkol Inf. Juni Fitriyan, S.H., M.H.I., M.Han., perwakilan Bakorwil, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Jember, para kepala sekolah, serta ratusan pelajar SMA/SMK berbakat se-Kabupaten Jember yang dipersiapkan menjadi motor penggerak ekonomi masa depan.


    Dalam pemaparannya, Iqbal Reza Nugraha menegaskan bahwa pasca-implementasi Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK), peran Bank Indonesia kian krusial, terutama dalam menjaga stabilitas moneter, nilai rupiah, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif melalui transformasi digital. Salah satu program prioritas yang terus digenjot oleh Bank Indonesia adalah perluasan penetrasi penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) serta digitalisasi sistem pembayaran nasional. 

    Menurutnya, sektor UMKM lokal dan lingkungan kampus merupakan mitra paling strategis untuk mempercepat mata rantai ekosistem digital ini. Bank Indonesia juga menekankan bahwa pengembangan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul di bidang teknologi finansial akan menjadi pilar utama penopang stabilitas ekonomi daerah dalam jangka panjang.

    Langkah edukasi ini dirasa sangat relevan dengan tren nasional saat ini, di mana adopsi transaksi nontunai di wilayah Jawa Timur terus mencatat pertumbuhan yang sangat signifikan. Keterlibatan aktif pihak akademisi diharapkan mampu mempercepat penetrasi literasi keuangan digital hingga ke akar rumput. Selain mendorong produktivitas ekonomi, sinergi literasi ini juga berfungsi sebagai benteng perlindungan penting bagi generasi muda. Dengan pemahaman keuangan yang matang, para mahasiswa dan pelajar diharapkan dapat lebih cerdas secara finansial serta terhindar dari maraknya risiko kejahatan siber, seperti investasi bodong, pinjaman online ilegal, hingga fenomena judi online yang meresahkan masyarakat.


    Melalui forum yang berjalan selaras dengan semangat gerakan Diktisaintek Berdampak ini, Bank Indonesia Jember dan Unmuh Jember secara resmi bersepakat untuk memperluas program kemitraan. Kerja sama ke depan akan mencakup penguatan riset terapan ekonomi regional, program pendampingan digitalisasi bagi pelaku UMKM binaan, hingga penyediaan ruang inkubasi startup terpadu bagi mahasiswa. Kolaborasi nyata ini diharapkan mampu melahirkan ekosistem ekonomi digital di kawasan Tapal Kuda yang tangguh, adaptif, inklusif, dan berdaya saing tinggi di kancah nasional.

Siapkan Gen Z Bangun Startup, FEB Unmuh Jember Resmi Launching Prodi Bisnis Digital

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Jember resmi mengambil langkah progresif dalam dunia pendidikan tinggi dengan meluncurkan Program Studi S1 Bisnis Digital. Kegiatan penting yang berlangsung pada Selasa, 9 Juni 2026 ini dipusatkan di Aula Fakultas Hukum (FH) Unmuh Jember. Langkah strategis tersebut dirancang khusus untuk membekali generasi muda, khususnya Gen Z, agar tidak hanya menjadi konsumen teknologi, melainkan menjadi pemain kunci dalam ekosistem startup nasional. Peresmian prodi baru ini ditandai secara simbolis melalui prosesi pemotongan pita oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Jember, Dr. Hanafi, M.Pd. Acara peluncuran ini juga dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan penting, mulai dari jajaran Muspika, Bakorwil, Cabang Dinas Pendidikan, hingga perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Jember serta ratusan siswa SMA/SMK.


    Kehadiran program studi baru ini disambut hangat dan dinilai sangat tepat momentumnya di tengah pesatnya transformasi teknologi global. Rektor Unmuh Jember, Dr. Hanafi, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi serta rasa optimisme terhadap terobosan yang diambil oleh FEB. Menurut beliau, institusi pendidikan tinggi harus bergerak dinamis dan adaptif terhadap disrupsi teknologi agar lulusannya memiliki daya saing tinggi dan mampu menjawab kebutuhan industri digital yang berkembang sangat cepat saat ini.

    "Kami sangat bangga dan mendukung penuh lahirnya Prodi Bisnis Digital ini. Ini adalah wujud nyata komitmen Unmuh Jember dalam menerapkan gerakan Diktisaintek Berdampak. Di era ekonomi baru saat ini, mahasiswa tidak boleh lagi kuliah dengan metode konvensional yang hanya berfokus pada teori di kelas. Mereka harus disiapkan menjadi inovator dan technopreneur yang mampu mendirikan usaha digital sendiri sejak dari bangku perkuliahan. Kami menyediakan fasilitas dan ekosistem terbaik agar lulusannya siap membawa Indonesia menuju era ekonomi berbasis teknologi yang maju, inklusif, serta tetap bernafaskan nilai-nilai keislaman yang luhur," tegas Dr. Hanafi penuh optimisme.


    Berdasarkan proyeksi dari Kementerian Kominfo serta berbagai laporan ekonomi nasional, Indonesia diperkirakan membutuhkan sekitar 9 juta talenta digital hingga beberapa tahun ke depan demi mengakselerasi pertumbuhan ekonomi digital yang potensinya mencapai ribuan triliun Rupiah. Menjawab tantangan besar tersebut, Prodi Bisnis Digital Unmuh Jember hadir dengan kurikulum masa depan terintegrasi. Kurikulum ini mencakup bidang-bidang krusial seperti Artificial Intelligence (AI) for Business, Data Science, Digital Marketing, Business Analytics, E-Commerce, hingga Financial Technology (Fintech).


Keunggulan utama prodi ini terletak pada sistem pembelajarannya yang tidak hanya terpaku di dalam ruang kelas. Mahasiswa akan langsung didukung oleh ekosistem inovasi nyata melalui kelompok studi seperti AI Builder Study Group, platform BizAI.id, WarungMU, Bank Syariah Matahari, hingga ruang inkubasi bisnis eksklusif hasil kolaborasi dengan Laskar AI–Lintasarta dan IDX Incubator. Melalui sinergi kuat antara akademisi, industri, dan pemerintah, Unmuh Jember berkomitmen mencetak Digital Business Consultant, Content Strategist, maupun Data Analyst profesional yang siap membawa Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045.

Rabu, 06 Mei 2026

Unmuh Jember Gelar Program International Financial Behavior & Investment Empowerment di MSU Malaysia

Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) internasional melaksanakan kegiatan bertajuk International Financial Behavior & Investment Empowerment bekerja sama dengan Management and Science University (MSU) Malaysia. Program ini bertujuan meningkatkan literasi keuangan, perilaku keuangan, serta kesiapan investasi mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh studi di MSU Malaysia.

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh tingginya tantangan finansial yang dihadapi mahasiswa Indonesia di luar negeri, khususnya dalam mengatur biaya hidup, memahami investasi digital, serta menghadapi risiko keputusan keuangan yang impulsif akibat pengaruh media sosial dan tren investasi. Mahasiswa perantau dinilai rentan mengalami stres finansial dan kesalahan dalam pengambilan keputusan investasi.

Melalui program ini, tim pengabdian memberikan edukasi mengenai pengelolaan keuangan pribadi, perencanaan keuangan, literasi investasi, serta pemahaman mengenai pasar modal syariah Indonesia dan Malaysia. Selain itu, peserta juga dibekali pemahaman tentang behavioral finance seperti overconfidence, herding behavior, dan fear of missing out (FOMO) yang sering memengaruhi keputusan investasi generasi muda.

Rangkaian kegiatan dimulai dari koordinasi dengan pihak MSU Malaysia, survei kebutuhan peserta, baseline study, penyusunan modul literasi keuangan, hingga pelaksanaan workshop literasi keuangan dan pelatihan behavioral finance. Mahasiswa juga mengikuti simulasi pasar modal internasional melalui platform virtual trading yang terintegrasi dengan data pasar Indonesia dan Malaysia.

Hasil sementara menunjukkan adanya peningkatan pemahaman mahasiswa terkait pengelolaan keuangan pribadi, diversifikasi risiko, dan perbedaan instrumen investasi lintas negara. Selain itu, sekitar 70 persen peserta mengaku lebih percaya diri dalam mengelola keuangan pribadi dan memahami risiko investasi internasional.

Program ini juga berhasil memperkuat kolaborasi akademik antara Unmuh Jember dan MSU Malaysia melalui keterlibatan dosen mitra dalam penyampaian materi serta diskusi akademik lintas negara. Sinergi ini menjadi bagian dari upaya internasionalisasi tridharma perguruan tinggi sekaligus mendukung Renstra Pengabdian kepada Masyarakat Unmuh Jember.

Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa Indonesia di Malaysia mampu menjadi generasi muda yang memiliki literasi keuangan yang baik, mampu mengambil keputusan investasi secara rasional, serta siap menghadapi sistem keuangan global secara bijak dan berkelanjutan.

 

Rabu, 29 April 2026

Mahasiswa KKN UM Jember Kenalkan Jajanan Tradisional Sehat untuk Anak Usia Dini

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Jember, Iva Septin Lestari Ningsih, melaksanakan kegiatan edukasi bertema Pengenalan Pembiasaan Makan Jajanan Tradisional kepada Anak Usia Dini guna Mengurangi Konsumsi Makanan Instan atau Junk Food pada Selasa, 28 April 2026.

Kegiatan ini dilakukan dengan mengumpulkan para wali murid untuk diberikan edukasi mengenai pentingnya mengenalkan jajanan tradisional kepada anak-anak sejak usia dini. Program ini bertujuan untuk membangun kebiasaan makan sehat serta mengurangi konsumsi makanan instan atau junk food yang kurang baik bagi pertumbuhan dan perkembangan anak.

Dalam penyampaian materi, mahasiswa KKN menjelaskan bahwa jajanan tradisional memiliki banyak manfaat dan lebih aman dikonsumsi dibandingkan makanan cepat saji. Bahan-bahan yang digunakan umumnya berasal dari bahan alami seperti tepung beras, kelapa, gula merah, singkong, dan bahan pangan lokal lainnya yang lebih sehat dan bergizi.

Ada beberapa alasan mengapa jajanan tradisional perlu dikenalkan kepada anak usia dini. Pertama, bahan-bahannya aman dan alami. Kedua, tidak mengandung pemanis buatan yang berlebihan. Ketiga, tidak mengandung MSG atau micin secara berlebihan. Keempat, tidak mengandung bahan pengawet buatan yang dapat berdampak kurang baik bagi kesehatan anak jika dikonsumsi terus-menerus.

Melalui kegiatan ini, para orang tua diajak untuk lebih bijak dalam memilih makanan ringan bagi anak dan mulai membiasakan konsumsi jajanan sehat yang bernilai gizi. Selain itu, pengenalan jajanan tradisional juga menjadi bentuk pelestarian budaya kuliner lokal agar anak-anak tetap mengenal makanan khas Indonesia.

Dalam praktiknya, para wali murid menyambut kegiatan ini dengan sangat baik dan penuh antusias. Mereka merasa kegiatan tersebut memberikan manfaat besar karena saat ini banyak anak yang lebih akrab dengan makanan instan dibandingkan makanan tradisional yang sebenarnya lebih sehat.

Anak-anak pun terlihat senang saat diperkenalkan dengan berbagai macam jajanan tradisional. Mereka membawa, mengenal, dan menikmati langsung makanan seperti onde-onde, klepon, lupis, kue talam, cucur gula merah, lapis, getas, lemper, kue lumpur, dan berbagai jajanan khas lainnya.

Suasana kegiatan berlangsung hangat, menyenangkan, dan penuh kebersamaan antara guru, orang tua, dan anak-anak. Selain menjadi sarana edukasi kesehatan, kegiatan ini juga menumbuhkan rasa cinta terhadap makanan tradisional sejak dini.

Melalui program ini, diharapkan anak-anak dapat lebih menyukai makanan sehat, mengurangi ketergantungan terhadap makanan instan, serta tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan tetap mencintai budaya lokal Indonesia.

Senin, 30 Maret 2026

Mahasiswa Unmuh Jember Dilatih Berbicara Percaya Diri di Forum Internasional

 

Kemampuan berbicara di depan publik dan menyampaikan gagasan ilmiah secara efektif menjadi fokus utama sesi keempat International Partnership Collaborative Extension Program yang digelar oleh Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) bersama Ifugao State University (IFSU), Filipina. Berlangsung pada Kamis (12/03/2026) secara daring melalui Zoom Meeting, sesi bertema Public Speaking and Academic Presentation Skills ini menjadi salah satu yang paling ditunggu dan terbukti menjadi yang paling interaktif sepanjang program berlangsung.

Kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB atau 09.00 Philippine Time dan dihadiri oleh 90 peserta, jumlah tertinggi sejak program ini bergulir. Mereka berasal dari mahasiswa dan dosen Unmuh Jember, IFSU, serta sejumlah peserta dari Universitas Muhammadiyah Sidoarjo yang turut bergabung memperkaya dinamika diskusi.

Dua narasumber tampil membawakan perspektif yang saling melengkapi. Sesi pertama dibuka oleh Mary Grace Acosta Santiago dari College of Teacher Education, Ifugao State University, dengan materi Public Speaking Across Culture. Dalam pemaparannya, Santiago membawa peserta memahami bahwa kemampuan berbicara di depan publik jauh lebih dari sekadar soal kelancaran berbahasa atau teknik penyampaian pesan. Ada dimensi budaya yang tak kalah penting untuk dipahami.

Santiago menjelaskan bahwa gaya komunikasi, ekspresi nonverbal, penggunaan jeda, hingga struktur logis dalam menyampaikan argumen dapat berbeda secara signifikan antara satu budaya dan budaya lainnya. Apa yang dianggap tegas dan meyakinkan dalam satu konteks budaya bisa dipersepsi berbeda dalam konteks budaya yang lain. Oleh karena itu, mahasiswa yang bercita-cita tampil di forum internasional perlu membekali diri bukan hanya dengan kemampuan teknis berbicara, tetapi juga dengan kepekaan dan kesadaran budaya yang mendalam.

Sesi dilanjutkan oleh Dr. Dian Rahma Santoso, M.Pd. dari Universitas Muhammadiyah Sidoarjo dengan materi Academic Presentation Skills. Dr. Dian memandu peserta melalui anatomi presentasi akademik yang efektif, mulai dari cara merumuskan ide utama yang tajam, mengembangkan argumen yang kohesif dan meyakinkan, hingga memilih dan menyusun media visual yang mendukung pesan tanpa mengalihkan perhatian audiens.

Tak berhenti di situ, Dr. Dian juga membahas aspek-aspek yang sering menjadi tantangan bagi mahasiswa: bagaimana mengelola rasa gugup sebelum dan saat presentasi, menjaga kontak mata dengan audiens tanpa membuat diri sendiri gelisah, serta membangun kepercayaan diri yang tumbuh dari persiapan yang matang, bukan dari kepura-puraan. Tips-tips praktis yang dibagikannya disambut antusias oleh peserta yang merasa mendapat panduan konkret yang selama ini mereka cari.

Puncak dari sesi ini adalah kesempatan yang diberikan kepada peserta untuk langsung mempraktikkan apa yang mereka pelajari melalui simulasi presentasi akademik singkat. Satu per satu, peserta tampil menyampaikan gagasan di hadapan rekan-rekan dari dua negara, lalu mendapatkan umpan balik langsung dari narasumber. Momen ini menjadi ruang latihan yang berharga, tidak hanya untuk mengasah teknik, tetapi juga untuk membiasakan diri tampil di depan audiens internasional dalam suasana yang suportif.

Diskusi yang berlangsung setelah sesi simulasi semakin memperlihatkan kedalaman ketertarikan peserta terhadap topik ini. Berbagai pertanyaan praktis mengalir: bagaimana mempersiapkan diri untuk presentasi di konferensi internasional, strategi terbaik dalam mengelola waktu presentasi agar pesan tersampaikan tuntas tanpa melampaui batas waktu, serta cara menyesuaikan gaya penyampaian ketika berhadapan dengan audiens dari latar belakang budaya yang beragam.

"Sesi ini membantu saya memahami bagaimana menyampaikan gagasan secara jelas dalam forum akademik internasional," ungkap salah satu mahasiswa IFSU setelah kegiatan berakhir.

Dari pihak Unmuh Jember, seorang peserta menyampaikan, "Materi tentang public speaking sangat membantu saya untuk lebih percaya diri ketika harus presentasi di depan kelas maupun forum akademik."

Seorang peserta lain menambahkan, "Saya belajar bahwa pemahaman budaya sangat penting ketika berbicara di hadapan audiens internasional."

Peningkatan partisipasi yang konsisten dari sesi ke sesi, dari 60 peserta di sesi pertama hingga 90 peserta di sesi keempat ini, menjadi indikator yang berbicara sendiri. Program yang awalnya mempertemukan dua institusi kini telah berkembang menjadi ruang belajar yang semakin banyak diminati, karena peserta merasakan langsung manfaat nyata yang mereka bawa pulang setelah setiap pertemuan.

Dengan dua sesi tersisa yang akan memuncak pada proyek kolaboratif mahasiswa lintas negara dan sesi refleksi evaluasi bersama, program ini terus melangkah menuju penyelesaian yang diharapkan tidak hanya meninggalkan kenangan baik, tetapi juga dokumen kerja sama resmi dan artikel ilmiah yang akan menjadi warisan akademik dari kolaborasi bersejarah antara Unmuh Jember dan Ifugao State University.

Linguistik Bukan Sekadar Teori: Unmuh Jember dan IFSU Buktikan Relevansinya dalam Pengajaran Bahasa Global

Sesi ketiga dalam rangkaian International Partnership Collaborative Extension Program yang digelar oleh Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) dan Ifugao State University (IFSU), Filipina, kembali mencatat partisipasi yang terus meningkat. Berlangsung pada Sabtu (07/03/2026) secara daring melalui platform Zoom Meeting, sesi ini mengangkat tema Linguistics and Language Teaching, sebuah topik yang langsung menyentuh jantung bidang studi sebagian besar peserta yang hadir.

Kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB atau 09.00 Philippine Time dan kali ini dihadiri oleh 87 peserta, naik secara signifikan dibandingkan sesi-sesi sebelumnya. Para peserta berasal dari kalangan mahasiswa dan dosen Program Studi Pendidikan Bahasa, Linguistik, dan Pendidikan Guru dari kedua institusi. Peningkatan jumlah peserta ini sekaligus mencerminkan tumbuhnya kepercayaan dan antusiasme terhadap program yang kini telah berjalan tiga sesi.

Sesi pertama dibawakan oleh Jhon Nery S. Martin dari College of Teacher Education, Ifugao State University, dengan judul materi Empowering Global Educators: Linguistics Meets Classroom Practice. Dalam pemaparannya, Martin menekankan bahwa pemahaman mendalam terhadap cabang-cabang ilmu linguistik, mulai dari fonologi, morfologi, sintaksis, hingga pragmatik, bukanlah bekal yang hanya relevan di ruang kuliah teori. Sebaliknya, penguasaan terhadap prinsip-prinsip linguistik dapat secara langsung membantu seorang pendidik merancang strategi pembelajaran bahasa yang lebih efektif, komunikatif, dan responsif terhadap kebutuhan peserta didik.

Martin juga mengajak peserta memahami bagaimana pendekatan linguistik dapat menjadi alat untuk memupuk kemampuan berpikir kritis dan analitis mahasiswa dalam memandang bahasa bukan sekadar sebagai alat komunikasi sehari-hari, melainkan sebagai sistem yang kompleks dan sarat makna. Di tangan seorang pendidik yang memahami linguistik, sebuah kelas bahasa bisa berubah menjadi ruang eksplorasi intelektual yang hidup.

Sesi kedua menampilkan Dr. Astri Widyaruli Anggraeni, M.A., Ketua Program PKMKI sekaligus dosen dari FKIP Unmuh Jember, dengan materi Bridging Linguistics, Communication, and Global Language Pedagogy. Dr. Astri membawa diskusi ke dimensi yang lebih luas: bagaimana linguistik, komunikasi akademik, dan pedagogi bahasa global saling berkelindan dalam praktik pengajaran bahasa masa kini.

Ia menegaskan bahwa pembelajaran bahasa tidak bisa lagi dipersempit hanya pada penguasaan struktur gramatikal. Di era globalisasi yang menuntut interaksi lintas budaya, seorang pengajar bahasa perlu membekali mahasiswanya dengan kemampuan berkomunikasi yang peka terhadap konteks sosial dan budaya. Dr. Astri juga membagikan contoh-contoh konkret bagaimana pendekatan pragmatik dan komunikasi lintas budaya diterapkan dalam pengajaran Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris di lingkungan akademik internasional.

Sesi diskusi yang mengikuti kedua pemaparan berlangsung dengan sangat dinamis. Pertanyaan demi pertanyaan mengalir dari peserta, menyentuh isu-isu yang sangat relevan dengan realitas di lapangan: bagaimana mengajar bahasa di kelas multilingual yang peserta didiknya memiliki latar belakang linguistik berbeda-beda, strategi apa yang paling efektif dalam mendampingi mahasiswa internasional menguasai bahasa baru, serta seberapa besar peran kesadaran budaya dalam proses pembelajaran bahasa asing.

Hasil observasi selama sesi berlangsung menunjukkan bahwa kedekatan tema dengan bidang studi peserta menjadi faktor kunci tingginya tingkat keterlibatan. Mahasiswa yang sehari-harinya bergelut dengan ilmu bahasa menemukan relevansi langsung antara apa yang mereka pelajari di kelas dan apa yang dipaparkan oleh para narasumber.

"Sesi ini membantu saya memahami bahwa linguistik bukan hanya bersifat teoritis, tetapi juga sangat praktis dalam pengajaran bahasa," kata salah satu mahasiswa IFSU yang mengikuti sesi tersebut.

Hal senada disampaikan peserta dari Unmuh Jember. "Saya jadi lebih memahami bagaimana linguistik dapat membantu guru menjelaskan struktur bahasa dengan lebih mudah kepada siswa," ujarnya.

Seorang mahasiswa lain dari IFSU menambahkan, "Diskusi tentang pedagogi bahasa global sangat menginspirasi bagi kami yang akan menjadi pendidik di masa depan."

Refleksi-refleksi itu bukan sekadar ungkapan sopan di akhir sesi. Mereka adalah bukti bahwa ketika dua institusi dengan tradisi akademik yang berbeda duduk bersama untuk mendiskusikan hal yang sama-sama mereka cintai, bahasa dan pengajarannya, yang lahir bukan hanya pertukaran pengetahuan, tetapi juga percikan inspirasi yang bisa mengubah cara seorang calon pendidik memandang perannya di masa depan.

Sesi ketiga ini sekaligus semakin mempertegas pola yang terbentuk sepanjang program: setiap pertemuan tidak hanya meninggalkan pengetahuan baru, tetapi juga mempererat hubungan antara Unmuh Jember dan IFSU sebagai dua institusi yang berbagi visi dalam memajukan pendidikan bahasa di tingkat global.

Belajar Saling Menjaga Warisan Budaya, Mahasiswa Unmuh Jember dan Filipina Temukan Banyak Kesamaan

Kegiatan sesi kedua dalam rangkaian International Partnership Collaborative Extension Program yang diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) bersama Ifugao State University (IFSU), Filipina, kembali berlangsung dengan penuh semangat pada Rabu (05/03/2026). Berbeda dari sesi sebelumnya yang berfokus pada etika akademik, sesi kali ini mengangkat tema yang lebih dekat dengan identitas dan jati diri kedua bangsa: budaya nasional dan pelestarian warisan leluhur.

Kegiatan dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom Meeting, dimulai pukul 08.00 WIB atau 09.00 Philippine Time, dan diikuti oleh mahasiswa serta dosen dari kedua institusi. Dua materi utama disajikan secara berurutan dalam sesi yang berlangsung selama dua jam tersebut.

Sesi pertama dibawakan oleh Dr. Leonardo I. Cabauatan dari IFSU dengan topik Introduction to National Culture and History. Dalam pemaparannya, Dr. Cabauatan mengajak peserta untuk menyelami keragaman budaya Filipina, mulai dari sejarah pembentukan identitas nasional, kekayaan tradisi lokal di berbagai wilayah, hingga bagaimana nilai-nilai budaya tersebut terus hidup dan diwariskan dari generasi ke generasi. Sesi ini diikuti oleh 60 peserta, terdiri dari 30 mahasiswa Unmuh Jember dan 30 mahasiswa IFSU.

Paparan Dr. Cabauatan langsung memantik diskusi yang hidup. Mahasiswa dari Unmuh Jember aktif mengajukan pertanyaan seputar keberagaman etnis di Filipina dan bagaimana masyarakat di sana menjaga harmoni di tengah perbedaan. Pertanyaan-pertanyaan itu menunjukkan ketertarikan yang tulus dari mahasiswa Indonesia terhadap budaya negara tetangga yang selama ini mungkin hanya mereka kenal dari permukaan.

Sesi kedua menghadirkan Kristi Nuraini, S.Pd., M.Pd. dari Unmuh Jember yang membawakan materi Preserving Cultural Heritage in Students' Life. Materi ini mengajak peserta merenungkan peran generasi muda, khususnya mahasiswa, dalam menjaga dan mewariskan budaya lokal di tengah arus modernisasi yang terus mengalir deras. Kristi Nuraini mengupas bagaimana mahasiswa dapat menjadi agen pelestarian budaya bukan hanya melalui kegiatan formal, tetapi juga dalam keseharian dan pilihan-pilihan hidup mereka. Sesi ini mencatat kehadiran 59 peserta dari dua negara.

Apa yang kemudian menjadi momen paling berkesan dari sesi kedua ini adalah penemuan bersama, sebuah kesadaran yang tumbuh secara organik di tengah diskusi, bahwa Indonesia dan Filipina menyimpan banyak kesamaan nilai budaya. Semangat kebersamaan, penghormatan kepada leluhur, dan kecintaan terhadap tradisi lokal ternyata bukan milik satu bangsa saja. Temuan ini menjadi pemantik diskusi yang mengalir jauh melampaui waktu yang dijadwalkan.

Mahasiswa dari wilayah Ifugao yang dikenal dengan tradisi pertanian terasering dan kekayaan budaya adat yang kuat menunjukkan ketertarikan besar terhadap konsep budaya Pandalungan yang dipaparkan oleh tim Unmuh Jember, sebuah budaya yang lahir dari akulturasi antara suku Jawa dan Madura di Jawa Timur dan merepresentasikan nilai-nilai toleransi serta keharmonisan multietnis.

"Melalui kegiatan ini saya dapat memahami lebih banyak tentang budaya Filipina dan menyadari bahwa banyak nilai budaya yang sebenarnya mirip dengan budaya Indonesia," ungkap salah satu mahasiswa Unmuh Jember yang hadir dalam sesi tersebut.

Dari sisi lain layar, mahasiswa IFSU pun menyampaikan kesan yang tak kalah dalam. "Sangat menarik untuk melihat bagaimana mahasiswa Indonesia menjaga warisan budaya mereka sembari menjalani kehidupan di kampus. Hal ini memberi saya gagasan baru tentang bagaimana menghargai budaya sendiri," ujar salah satu peserta dari Filipina.

Analisis partisipasi selama kegiatan menunjukkan hasil yang memuaskan. Mahasiswa tidak hanya hadir secara fisik di depan layar, tetapi terlibat aktif dalam diskusi mengenai sejarah dan budaya nasional, berbagi pengalaman mengenai upaya pelestarian budaya lokal di masing-masing daerah, serta merefleksikan peran generasi muda dalam menjaga warisan yang telah diwariskan para pendahulu.

Kegiatan ini juga semakin mempertegas relevansi program PKMKI yang diusung Unmuh Jember, bahwa internasionalisasi pendidikan tinggi bukan sekadar soal meningkatkan kompetensi akademik, tetapi juga tentang membangun jembatan antarbangsa melalui pemahaman dan penghargaan terhadap keberagaman budaya. Ketika dua bangsa duduk bersama dan menemukan bahwa nilai-nilai yang mereka junjung ternyata banyak yang serupa, itulah saat di mana diplomasi budaya yang sesungguhnya terjadi.

Unmuh Jember dan Ifugao State University Resmi Buka Program Kolaborasi Internasional, Bahas Etika Akademik hingga Kehidupan Kampus

Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) resmi memulai program kolaborasi akademik internasional bersama Ifugao State University (IFSU), Filipina, pada Jumat (28/02/2026). Program yang berjalan di bawah skema Program Kemitraan Masyarakat Kolaborasi Internasional (PKMKI) ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan internasionalisasi Unmuh Jember, sekaligus membuka ruang dialog akademik lintas budaya yang selama ini dinantikan oleh mahasiswa dari kedua negara.

Sesi perdana program bertajuk International Partnership Collaborative Extension Program: Exploration and Preservation of Pandalungan Culture Based on Multi-Ethnic Values ini dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom Meeting dan diikuti oleh sekitar 60 peserta, terdiri dari 30 mahasiswa Unmuh Jember dan 30 mahasiswa IFSU. Kegiatan berlangsung pada pukul 08.00 hingga 10.00 WIB, atau setara pukul 09.00 hingga 11.00 waktu Filipina.

Program ini diketuai oleh Dr. Astri Widyaruli Anggraeni, S.S., M.A. dari Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unmuh Jember, dengan anggota tim Kristi Nuraini, S.Pd., M.Pd., serta dua mahasiswa, dan 2 orang mahasiswa; Charissa Wahyu Qomala Rahma dan Aryanti Nafasatuz Zukhli. Koordinasi awal antara kedua institusi sendiri telah dilakukan sejak Jumat (07/02/2026) untuk menyepakati konsep program, jadwal kegiatan, dan pembagian tugas narasumber.

Sesi pertama pada hari Sabtu (28/02/20260) mengangkat tema Academic Ethics and Formal Communication, disampaikan oleh Dr. Maribel T. De Guzman dari IFSU. Dalam pemaparannya, Dr. De Guzman membahas secara mendalam pentingnya integritas akademik sebagai fondasi kehidupan ilmiah di perguruan tinggi. Ia mengupas konsep academic integrity, etika penulisan ilmiah, hingga standar komunikasi formal yang berlaku dalam lingkungan akademik global.

Tak hanya berhenti pada tataran konseptual, kedua narasumber juga menghadirkan contoh kasus nyata seputar plagiarisme dan berbagai bentuk pelanggaran etika akademik, sembari memberikan panduan praktis bagi mahasiswa agar terhindar dari praktik-praktik tersebut. Selain itu, peserta mendapat pembekalan mengenai cara menulis surat elektronik akademik kepada dosen, etika dalam presentasi ilmiah, serta bagaimana membangun komunikasi profesional saat tampil di forum internasional.

Sesi ini berlangsung interaktif dan hidup. Mahasiswa dari kedua institusi begitu  antusias mengajukan pertanyaan, terutama mengenai persamaan dan perbedaan standar etika akademik yang berlaku di Indonesia dan Filipina. Diskusi yang mengalir hangat itu menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya hadir sebagai pendengar, tetapi benar-benar terlibat sebagai peserta yang ingin belajar dan berbagi.

Memasuki  materi kedua, Dr. Astri Widyaruli Anggraeni, M.A yang memaparkan tema Academic life in Indonesian Universities giliran dari Unmuh Jember tampil membawakan materi Academic Life in Indonesian Universities. Sesi ini dirancang untuk memperkenalkan sistem pendidikan tinggi di Indonesia kepada mahasiswa Filipina, sekaligus membuka jendela bagi kedua belah pihak untuk saling memahami dinamika kehidupan kampus di masing-masing negara. Topik yang dibahas mencakup struktur pembelajaran di perguruan tinggi, sistem penilaian akademik, kehidupan mahasiswa di lingkungan kampus, hingga ragam kegiatan organisasi kemahasiswaan.

Yang menarik, sesi ini tidak hanya menyentuh aspek sistem pendidikan secara formal Dr.Astri juga a memperkenalkan nilai-nilai budaya yang melekat dalam kehidupan akademik Indonesia, seperti semangat gotong royong, penghormatan kepada tenaga pengajar, dan tradisi kerja sama dalam kegiatan belajar. Nilai-nilai ini rupanya menjadi titik menarik bagi mahasiswa IFSU yang penasaran dengan cara mahasiswa Indonesia menjalani keseharian di kampus.

"Kegiatan ini sangat menarik karena kami dapat berdiskusi langsung dengan mahasiswa dari negara lain dan belajar tentang budaya serta sistem pendidikan mereka," ujar salah satu mahasiswa Unmuh Jember yang berpartisipasi dalam sesi tersebut.

Ketertarikan mahasiswa IFSU pun tak kalah besar. Mereka aktif mengajukan pertanyaan seputar sistem pembelajaran di Indonesia, kegiatan mahasiswa di luar kelas, hingga bagaimana organisasi kemahasiswaan berperan dalam membentuk karakter dan kompetensi mahasiswa. Interaksi yang terjadi bukan sekadar tanya jawab formal, melainkan percakapan yang tulus antara dua kelompok mahasiswa yang tengah membangun jembatan pemahaman lintas budaya.

Hasil observasi selama kegiatan berlangsung mencatat tingkat partisipasi yang sangat baik dari seluruh peserta. Kehadiran peserta terpantau penuh, diskusi berjalan aktif, dan antusiasme peserta dinilai sangat tinggi sejak menit pertama kegiatan dibuka. Ini menjadi sinyal kuat bahwa program kolaborasi internasional semacam ini memang dibutuhkan dan disambut hangat oleh mahasiswa dari kedua negara.

Sesi perdana ini menjadi awal yang menjanjikan bagi keseluruhan program yang direncanakan berlangsung hingga bulan April 2026. Dengan tujuh sesi yang telah dirancang mencakup topik-topik strategis mulai dari linguistik, komunikasi lintas budaya, public speaking, hingga proyek kolaboratif mahasiswa, program ini diharapkan mampu menjadi model pengembangan kolaborasi internasional berbasis pengabdian masyarakat yang dapat direplikasi oleh program studi lain di lingkungan Unmuh Jember. 

Sabtu, 21 Februari 2026

Menteri Kehutanan Paparkan Penguatan Polisi Hutan saat Kajian Ramadhan di Unmuh Jember

Raja Juli Antoni menegaskan komitmennya untuk melakukan reformasi menyeluruh tata kelola kehutanan nasional saat memberikan sambutan dalam Kajian Ramadhan 1447 H Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur yang digelar di Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember), Sabtu (21/2/2026). Dalam forum bertema “Ekoteologi dan Tugas Kekhalifahan” tersebut, ia menyebut kehadirannya bukan sekadar memberi sambutan formal, melainkan sebagai bentuk laporan pertanggungjawaban seorang kader Muhammadiyah yang kini mengemban amanah sebagai Menteri Kehutanan.

Raja Juli yang mengaku tumbuh dalam lingkungan pendidikan Muhammadiyah sejak Ikatan Pelajar Muhammadiyah hingga sekolah formal Muhammadiyah, menegaskan bahwa Islam memiliki fondasi teologis yang kuat dalam menjaga kelestarian lingkungan. Menurutnya, ajaran Islam secara kaffah memiliki kompatibilitas yang solid dengan isu-isu lingkungan hidup dan kehutanan. Ia mengutip berbagai ayat Al-Qur’an serta praktik para khalifah yang melarang perusakan alam, bahkan dalam kondisi perang sekalipun. Larangan menebang pohon berbuah dan merusak tanaman, menurutnya, menunjukkan bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari ajaran fundamental Islam yang relevan dengan konsep ekoteologi hari ini.

Dalam kesempatan tersebut, Raja Juli juga menyinggung tragedi bencana yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sebagai momentum evaluasi besar terhadap tata kelola hutan nasional. Ia menyebut peristiwa tersebut sebagai “lecutan bahkan tamparan” untuk melakukan pembenahan total terhadap forest governance. Mengutip pandangan Albert Einstein tentang definisi kegilaan, melakukan hal yang sama berulang kali dan berharap hasil berbeda, ia menegaskan bahwa tata kelola kehutanan tidak bisa lagi berjalan dengan pola lama jika menginginkan hasil yang berbeda.


Ia memaparkan kondisi riil yang dinilainya memprihatinkan. Indonesia memiliki sekitar 125 juta hektar kawasan hutan, namun hanya diawasi sekitar 4.800 polisi hutan. Di Aceh, 3,5 juta hektar hutan hanya dijaga 64 personel, sementara di Sumatera Utara 3 juta hektar hutan diawasi sekitar 240 personel. Menurutnya, dengan keterbatasan sumber daya manusia tersebut, mustahil pengawasan terhadap illegal logging, perkebunan sawit ilegal, perburuan liar, dan pelanggaran lainnya dapat berjalan optimal. Karena itu, ia mengusulkan penambahan signifikan jumlah polisi hutan dengan rasio ideal satu petugas untuk setiap 2.000–2.500 hektar kawasan hutan, yang jika terealisasi akan menambah puluhan ribu personel baru.

Selain penguatan sumber daya manusia, Raja Juli juga menyoroti persoalan struktur kelembagaan yang dinilai kurang efektif. Ia berencana membentuk Pusat Koordinasi Wilayah (Puskorwil) di setiap provinsi guna memperkuat rentang kendali antara kementerian di pusat dan unit teknis di daerah. Skema ini diharapkan menjadi solusi koordinatif tanpa berbenturan dengan regulasi otonomi daerah, sekaligus menghadirkan layanan terpadu satu pintu dalam penanganan berbagai persoalan kehutanan di daerah.

Upaya modernisasi pengawasan juga akan dilakukan melalui pemanfaatan teknologi, termasuk pengadaan pesawat ringan dan drone untuk mendukung sistem patroli cerdas (smart patrol). Dengan pendekatan ini, deteksi dini terhadap kebakaran hutan, penebangan ilegal, hingga aktivitas tambang ilegal di kawasan hutan diharapkan dapat dilakukan lebih cepat dan efisien.

Dalam konteks perguruan tinggi, Raja Juli juga membuka peluang pengelolaan Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) bagi kampus, termasuk bagi Universitas Muhammadiyah Jember. Skema tersebut memungkinkan kawasan hutan dimanfaatkan untuk riset sekaligus dikembangkan secara produktif. Ia menyebut enam Universitas Muhammadiyah telah menerima KHDTK dan membuka peluang serupa bagi Unmuh Jember sebagai tuan rumah Kajian Ramadhan tahun ini.

Menutup sambutannya, Raja Juli menegaskan bahwa amanah menjaga hutan bukan sekadar tanggung jawab administratif, melainkan bagian dari ibadah dan tugas kekhalifahan manusia di muka bumi. Ia memohon doa dan dukungan seluruh warga Muhammadiyah agar dapat menjalankan tugasnya dengan istiqamah dalam membenahi tata kelola kehutanan nasional demi mencegah bencana serupa terulang di masa mendatang.

Kamis, 22 Januari 2026

Fenomena “Aging Farmer” Jadi Sorotan Riset Sosial Ekonomi dalam Forum Internasional Unmuh Jember–Cotabato State University

Persoalan menurunnya minat generasi muda terhadap sektor pertanian menjadi salah satu isu utama yang dibahas dalam kegiatan International Research Dissemination bertajuk “GLOBAL MINDS AND SHARED DISCOVERIES: The Cotabato State University and Universitas Muhammadiyah Jember International Research Exchange Forum.” Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Rabu (21/1/2026) dan mempertemukan akademisi dari Universitas Muhammadiyah Jember dan Cotabato State University, Filipina.

Dalam forum tersebut, Nurul Fathiyah Fauzi dari Departemen Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jember mempresentasikan hasil penelitiannya berjudul “A Socio-Economic Study of Young Generation’s Interest in the Agricultural Sector.” Penelitian ini mengkaji faktor-faktor sosial ekonomi yang memengaruhi minat generasi muda terhadap sektor pertanian, khususnya di Kabupaten Jember.

Dalam pemaparannya, Nurul menjelaskan bahwa sektor pertanian saat ini menghadapi tantangan serius berupa fenomena aging farmer, yaitu dominasi petani usia lanjut akibat minimnya regenerasi. Data menunjukkan bahwa jumlah tenaga kerja di sektor pertanian terus menurun, sementara generasi muda cenderung memilih sektor non-pertanian yang dianggap lebih menjanjikan dari sisi pendapatan dan stabilitas kerja.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar generasi muda berada pada kategori ragu atau kurang berminat untuk bekerja di sektor pertanian. Faktor lingkungan sosial, seperti pengaruh teman sebaya, keterbukaan terhadap informasi luar (kosmopolitanisme), serta dukungan sosial, memiliki pengaruh positif terhadap minat generasi muda. Sebaliknya, faktor ekonomi, khususnya ketidakpastian pendapatan, menjadi salah satu penghambat utama.

Penelitian ini juga menemukan bahwa pekerjaan orang tua dan tingkat kosmopolitanisme berpengaruh signifikan terhadap minat generasi muda pada sektor pertanian. Sementara itu, variabel usia, tingkat pendidikan, dan jenis kelamin tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Temuan ini menegaskan bahwa minat generasi muda tidak hanya dibentuk oleh latar belakang pendidikan, tetapi juga oleh lingkungan sosial dan pola komunikasi yang mereka alami.

Melalui forum riset internasional ini, Nurul menekankan pentingnya peran perguruan tinggi, pemerintah, dan pemangku kepentingan dalam merancang strategi regenerasi petani yang lebih adaptif. Pemanfaatan teknologi pertanian modern, pendekatan kewirausahaan, serta penguatan citra pertanian sebagai sektor yang inovatif dan berkelanjutan dinilai menjadi kunci untuk menarik minat generasi muda.

Kegiatan International Research Dissemination ini menjadi ruang pertukaran gagasan lintas negara yang memperkaya perspektif akademik serta memperkuat kolaborasi riset internasional. Melalui diseminasi penelitian ini, Universitas Muhammadiyah Jember menegaskan komitmennya dalam berkontribusi pada solusi pembangunan pertanian berkelanjutan dan ketahanan pangan di tingkat lokal maupun global.


Faktor Kepuasan dan Loyalitas Konsumen E-Commerce Jadi Sorotan dalam Forum Riset Internasional Unmuh Jember–Cotabato State University

Isu kepuasan dan loyalitas konsumen dalam transaksi e-commerce menjadi salah satu topik yang dibahas dalam kegiatan International Research Dissemination bertajuk “GLOBAL MINDS AND SHARED DISCOVERIES: The Cotabato State University and Universitas Muhammadiyah Jember International Research Exchange Forum”. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Rabu (21/1/2026) dan mempertemukan akademisi dari Universitas Muhammadiyah Jember dan Cotabato State University, Filipina.

Salah satu pemateri dalam forum ini adalah Risa M., dosen Fakultas Pertanian Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Jember, yang mempresentasikan hasil penelitiannya berjudul “Determinants of Consumer Satisfaction and Loyalty in E-Commerce for Food and Beverage Products.” Penelitian ini mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi kepuasan dan loyalitas konsumen dalam penggunaan platform e-commerce, khususnya pada produk makanan dan minuman.

Dalam pemaparannya, Risa menjelaskan bahwa perkembangan e-commerce di Indonesia menjadi peluang besar bagi pelaku usaha, termasuk UMKM. Namun, pemanfaatan teknologi digital masih belum optimal, terutama karena keterbatasan literasi digital dan pemahaman teknologi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor utama yang mendorong kepuasan dan loyalitas konsumen dalam berbelanja makanan dan minuman secara daring.

Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Jember dengan menggunakan metode purposive sampling, melibatkan konsumen yang pernah melakukan pembelian produk makanan dan minuman melalui platform e-commerce. Analisis data menggunakan Rank Spearman Correlation untuk melihat hubungan antar variabel, mengingat karakteristik data yang berskala ordinal dan jumlah sampel yang terbatas.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa actual usage atau intensitas penggunaan aplikasi e-commerce menjadi faktor dengan korelasi paling kuat terhadap kepuasan dan loyalitas konsumen. Konsumen cenderung sering membuka aplikasi e-commerce untuk sekadar menjelajah produk, mengikuti tren, hingga akhirnya melakukan pembelian. Kemudahan akses, fleksibilitas waktu, serta tampilan produk yang menarik menjadi pendorong utama perilaku tersebut.

Selain itu, faktor kemudahan penggunaan (perceived ease of use) juga berpengaruh signifikan terhadap niat konsumen dalam menggunakan e-commerce. Konsumen menilai aplikasi e-commerce mudah dipelajari, memiliki alur transaksi yang jelas, serta dapat diakses kapan saja dan di mana saja. Kondisi ini mendorong konsumen untuk menjadikan e-commerce sebagai bagian dari aktivitas sehari-hari.

Faktor harga turut menjadi pertimbangan penting. Konsumen menilai harga produk makanan dan minuman di e-commerce relatif rasional, termasuk biaya layanan, pajak, dan pengiriman. Persepsi harga yang wajar meningkatkan kenyamanan konsumen dan memperkuat keputusan pembelian. Selain itu, promosi, seperti diskon dan gratis ongkir, terbukti efektif dalam menarik perhatian konsumen serta mendorong loyalitas.

Aspek lain yang tidak kalah penting adalah keamanan kemasan, terutama untuk produk makanan dan minuman. Penelitian ini menemukan bahwa kualitas segel dan keamanan kemasan berpengaruh terhadap kepuasan konsumen. Kemasan yang baik menjaga kualitas produk sekaligus membangun kepercayaan konsumen terhadap penjual dan platform e-commerce.

Melalui penelitian ini, Risa menekankan pentingnya strategi visual yang menarik dalam pemasaran produk makanan dan minuman di e-commerce. Mengingat konsumen sering melakukan browsing sebelum membeli, tampilan visual dan informasi produk yang jelas menjadi kunci dalam meningkatkan kepuasan dan loyalitas. Temuan ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pelaku UMKM, akademisi, serta pengembang platform e-commerce dalam memperkuat daya saing dan keberlanjutan bisnis digital.

Connect