Minggu, 22 Februari 2026

Abdul Mu'ti di Kajian Ramadhan PWM Jatim di Unmuh Jember, Bahas Supremasi Ilmu Jadi Kunci Manusia sebagai Khalifah

Kajian Ramadhan PWM Jawa Timur di Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) pada Sabtu (21/2/2026) menghadirkan Prof. Abdul Mu’ti yang mengupas secara mendalam konsep manusia sebagai khalifah dalam perspektif keislaman dan pendidikan. Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa kedudukan manusia sebagai khalifah di muka bumi tidak bisa dilepaskan dari ilmu pengetahuan.

Menurutnya, dalam sejarah Islam, istilah khalifah selalu dikaitkan dengan kepemimpinan yang tidak hanya bersifat pemerintahan (government), tetapi juga memiliki otoritas keagamaan. Para pemimpin pasca Khulafaur Rasyidin menggunakan berbagai gelar seperti khalifah, sultan, atau malik, namun esensinya tetap merujuk pada tanggung jawab memimpin umat dengan landasan nilai-nilai agama.

Prof. Mu’ti menjelaskan bahwa manusia diangkat menjadi khalifah bukan semata-mata karena kesalehan ritual, tetapi karena kapasitas intelektualnya. Ia merujuk pada kisah penciptaan Nabi Adam, ketika Allah mengajarkan nama-nama kepada Adam sebuah simbol ilmu pengetahuan yang tidak mampu dijawab oleh malaikat. 

“Adam menjadi khalifah karena ilmunya. Dari sinilah Islam menempatkan supremasi ilmu di atas sekadar kesalehan ibadah,” tegasnya.

Ia menguraikan bahwa manusia memiliki tiga potensi utama sebagai makhluk rohaniah, yakni akal (fitratul ‘aql), hati (fitratul qalb), dan fitrah beragama (fitrah ad-din). Ketiganya menjadi perangkat yang membimbing manusia dalam mengelola nafsu dan menjalankan tanggung jawab kekhalifahan. Tanpa pengelolaan yang benar, nafsu dapat menjerumuskan pada kerusakan; namun jika dituntun oleh akal dan agama, ia menjadi energi untuk menciptakan kesejahteraan.

Dalam konteks pendidikan, Prof. Mu’ti menekankan dua fungsi utama pendidikan: fungsi konservatif dan progresif. Fungsi konservatif menjaga dan mewariskan nilai-nilai fundamental seperti tauhid dan akhlak mulia. Sementara fungsi progresif membekali generasi dengan kemampuan berpikir kritis, reflektif, dan visioner agar mampu menjawab tantangan zaman.

Ia juga mengingatkan bahwa perkembangan ilmu dan teknologi termasuk rekayasa genetika dan kecerdasan buatan harus tetap berada dalam koridor etika dan ketentuan Ilahi. Manusia memang mampu berinovasi, namun tetap memiliki batas sebagai hamba (‘abdullah). Di sinilah keseimbangan antara peran sebagai khalifah dan sebagai hamba menjadi penting.

Menutup paparannya, Prof. Mu’ti menegaskan bahwa misi kekhalifahan harus melahirkan rahmat, bukan kerusakan. Ia merujuk pada dua sifat Allah yang paling sering disebut dalam Al-Qur’an, Ar-Rahman dan Ar-Rahim, sebagai teladan kepemimpinan. 

“Sebagai khalifah, manusia harus menghadirkan kemaslahatan dan kesejahteraan bagi seluruh alam,” ujarnya.

Melalui kajian tersebut, peserta diajak memahami bahwa tugas kekhalifahan bukan sekadar konsep teologis, melainkan panggilan untuk membangun peradaban berbasis ilmu, akhlak, dan tanggung jawab sosial.

Sabtu, 21 Februari 2026

Haedar Nashir Kritik Kapitalisme Serakah yang Menghancurkan Bumi dalam Kajian Ramadhan di Unmuh Jember

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, menegaskan bahwa konsep ekoteologi dalam Islam bermakna membangun tanpa merusak lingkungan. Hal tersebut disampaikannya secara hybrid melalui Zoom Meeting dalam Kajian Ramadhan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur yang digelar di Universitas Muhammadiyah Jember, Sabtu (21/2/2026).

Dalam iftitahnya, Haedar menjelaskan bahwa manusia sebagai khalifah di muka bumi memiliki mandat ilahiah untuk memakmurkan bumi (isti’mar), bukan membiarkannya terbengkalai ataupun merusaknya. Bumi dengan segala kekayaan di dalamnya laut, daratan, mineral, hingga sumber energi diberikan Allah untuk dikelola demi kesejahteraan hidup manusia. Namun, ia menegaskan bahwa proses memakmurkan tersebut harus berjalan dalam koridor nilai Islam, yakni membangun tanpa melakukan kerusakan.

“Bangunlah, makmurkan, manfaatkan, kelola, tetapi jangan dirusak. Itulah konsep dasarnya,” tegasnya.

Haedar mengingatkan agar umat Islam tidak terjebak pada dua kutub ekstrem. Di satu sisi, ada pendekatan eksploitatif yang rakus dan serakah hingga menimbulkan kerusakan ekologis. Di sisi lain, ada pandangan yang membiarkan alam tanpa pengelolaan demi alasan kelestarian, namun mengabaikan kesejahteraan manusia. Menurutnya, peradaban tidak mungkin dibangun tanpa kemakmuran dan kesejahteraan.

“Ekoteologi bukan teologi yang melarang membangun agar tidak rusak. Tetapi membangun dengan kesadaran agar tidak merusak,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya regulasi yang baik serta political will negara dalam mengelola sumber daya alam secara adil dan berkelanjutan. Indonesia sebagai negara dengan kekayaan alam melimpah harus mampu membangun kesejahteraan rakyat tanpa mengorbankan lingkungan. Namun, ia mengakui bahwa ikhtiar tersebut tidak mudah dan membutuhkan kecerdasan kolektif, konsep alternatif, serta sinergi antara masyarakat dan negara.

Haedar menegaskan bahwa Muhammadiyah berada pada posisi strategis sebagai gerakan keagamaan dan kemasyarakatan untuk berkontribusi melalui pendidikan, sosial, kesehatan, dan penguatan ekonomi umat. Ia menilai kekuatan ekonomi menjadi faktor penting dalam membangun peradaban, sehingga pengembangan sumber daya manusia dan kemandirian ekonomi harus berjalan beriringan dengan kesadaran ekologis.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa persoalan lingkungan selalu memiliki keterkaitan erat dengan aspek sosial dan ekonomi masyarakat. Ia mencontohkan kasus-kasus pertambangan yang menimbulkan bencana, namun di sisi lain menjadi sumber mata pencaharian warga. Karena itu, pendekatan penyelesaian masalah harus komprehensif dan interrelasional, tidak parsial.

“Lingkungan harus tetap terjaga, tetapi juga memberi kesejahteraan bagi masyarakat. Di situlah fungsi kekhalifahan kita, membangun keseimbangan,” ungkapnya.

Mengakhiri pesannya, Haedar mengajak seluruh peserta Kajian Ramadhan untuk menjadikan perspektif Al-Qur’an sebagai dasar dalam merumuskan solusi atas berbagai persoalan kebangsaan, termasuk krisis lingkungan. Ia menegaskan bahwa dunia dan akhirat merupakan satu kesatuan, sehingga pembangunan harus dilakukan dengan ihsan dan tanggung jawab moral.

“Bangunlah dengan ihsan, bangunlah dengan Islam, tetapi jangan merusak. Itulah ekoteologi yang sesungguhnya,” pungkasnya.

Rektor Unmuh Jember Tegaskan Kajian Ramadhan Jadi Ruang Refleksi Ekoteologi dan Tanggung Jawab Kekhalifahan

Rektor Universitas Muhammadiyah Jember, Hanafi, menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada seluruh tokoh bangsa, pimpinan persyarikatan, serta peserta Kajian Ramadhan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur yang digelar di kampus Unmuh Jember. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kegiatan bertema “Ekoteologi dan Tugas Kekhalifahan” tersebut bukan sekadar agenda rutin keagamaan, melainkan momentum refleksi intelektual dan spiritual atas tanggung jawab manusia terhadap semesta.

“Atas nama pimpinan Universitas Muhammadiyah Jember, kami menyampaikan selamat datang dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh hadirin. Kehadiran bapak ibu bukan hanya momentum peningkatan ibadah personal, tetapi juga ruang refleksi atas tanggung jawab kita terhadap alam,” ujarnya.

Hanafi menilai tema yang diangkat sangat relevan dengan tantangan zaman, mulai dari krisis lingkungan, perubahan iklim, hingga degradasi moral dalam memperlakukan alam. Menurutnya, keimanan tidak boleh berhenti pada kesalehan individu, tetapi harus terwujud dalam kepedulian ekologis dan tanggung jawab sebagai khalifah di muka bumi. Ia berharap melalui forum ini lahir pemahaman yang lebih utuh tentang integrasi nilai-nilai keislaman dengan kesadaran menjaga lingkungan.

Dalam kesempatan tersebut, Hanafi juga menyampaikan terima kasih kepada para narasumber nasional yang hadir, di antaranya Menteri Kehutanan RI, Ketua Umum PP Muhammadiyah, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, serta para pakar kebencanaan dan pimpinan persyarikatan. Ia menilai kehadiran para tokoh tersebut menjadi kehormatan sekaligus energi besar bagi Unmuh Jember sebagai tuan rumah.

Rektor juga menyampaikan apresiasi kepada para sponsor dan mitra yang mendukung terselenggaranya kegiatan, seperti Bank Central Asia, Bank Indonesia, Lazismu, Bank Jatim, Bank Muamalat, Bank Syariah Indonesia, dan mitra lainnya. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi wujud sinergi antara dunia pendidikan, industri, dan lembaga keuangan dalam memperkuat nilai-nilai keislaman dan kepedulian lingkungan.

Di akhir sambutannya, Hanafi menyampaikan bahwa Unmuh Jember terus berupaya melakukan pengembangan institusi, termasuk rencana pembukaan 12 program studi baru, salah satunya Program Studi Kedokteran. Ia memohon doa dan dukungan seluruh pihak agar pengembangan tersebut dapat terwujud demi kemajuan kampus dan kontribusi yang lebih luas bagi masyarakat.

Ia berharap Kajian Ramadhan ini menjadi ruang dialog yang mencerahkan, memperkaya perspektif, serta menguatkan komitmen bersama dalam menghadirkan nilai-nilai Islam yang berdampak nyata bagi kehidupan dan kelestarian lingkungan.

Ketua PWM Jatim Tegaskan Ekoteologi Jadi Gerakan Nyata Muhammadiyah Jaga Lingkungan

Sukadiono selaku Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur menegaskan bahwa tema “Ekoteologi dan Tugas Kekhalifahan” dalam Kajian Ramadhan 1447 H yang digelar di Universitas Muhammadiyah Jember bukan sekadar wacana akademik, melainkan respons atas situasi ekologis yang tengah dihadapi bangsa. Hal tersebut ia sampaikan saat membuka secara resmi rangkaian kajian yang dihadiri pimpinan daerah Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah se-Jawa Timur.

Dalam sambutannya, Sukadiono menekankan pentingnya penggunaan istilah “kekhalifahan” sebagai mandat manusia untuk merawat dan menjaga bumi, bukan “kekhilafahan” yang memiliki konotasi berbeda. Menurutnya, konsep khalifah dalam Al-Qur’an menegaskan tanggung jawab manusia untuk menjaga keberlangsungan alam, bukan merusaknya. Ia mengaitkan tema tersebut dengan berbagai bencana yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, yang dinilainya tidak lepas dari persoalan deforestasi dan kerusakan lingkungan.

“Pendekatan ekoteologi artinya bagaimana kita mengintegrasikan ajaran Islam dengan tanggung jawab menjaga lingkungan. Tugas kita sebagai khalifah adalah merawat, menjaga, dan memastikan keberlangsungan alam di sekitar kita,” ujarnya.

Sukadiono menegaskan bahwa berbagai kerusakan di darat dan laut sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an merupakan peringatan atas ulah manusia. Karena itu, ia mengajak seluruh warga Muhammadiyah menjadikan kesadaran ekologis sebagai bagian dari ibadah sehari-hari, termasuk hal-hal sederhana seperti menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah sembarangan saat kegiatan berlangsung.

Menurutnya, jika kesadaran ekologis tersebut menjadi budaya kolektif, maka dampaknya akan terasa dalam jangka panjang terhadap kelestarian lingkungan dan upaya mitigasi bencana. Ia berharap melalui forum Kajian Ramadhan ini lahir komitmen bersama untuk menjadikan ekoteologi sebagai gerakan nyata Muhammadiyah di Jawa Timur.

Dalam kesempatan tersebut, Sukadiono juga menyampaikan apresiasi kepada Universitas Muhammadiyah Jember sebagai tuan rumah. Ia menyebut menjadi tuan rumah Kajian Ramadhan merupakan sebuah keberkahan tersendiri bagi perguruan tinggi. Bahkan secara berseloroh ia menyampaikan harapan agar Unmuh Jember terus berkembang, termasuk memiliki fakultas-fakultas strategis di masa mendatang.

Selain itu, ia mengumumkan bahwa Kajian Ramadhan PWM Jawa Timur tahun 2027 akan diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Gresik bekerja sama dengan PDM Gresik. Sementara Musyawarah Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur 2027 direncanakan berlangsung di Universitas Muhammadiyah Lamongan.

Menutup pengantarnya, Sukadiono secara resmi membuka Kajian Ramadhan PWM Jawa Timur dengan harapan seluruh rangkaian kegiatan dapat menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan peran Muhammadiyah dalam menjaga bumi sebagai amanah kekhalifahan.

Menteri Kehutanan Paparkan Penguatan Polisi Hutan saat Kajian Ramadhan di Unmuh Jember

Raja Juli Antoni menegaskan komitmennya untuk melakukan reformasi menyeluruh tata kelola kehutanan nasional saat memberikan sambutan dalam Kajian Ramadhan 1447 H Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur yang digelar di Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember), Sabtu (21/2/2026). Dalam forum bertema “Ekoteologi dan Tugas Kekhalifahan” tersebut, ia menyebut kehadirannya bukan sekadar memberi sambutan formal, melainkan sebagai bentuk laporan pertanggungjawaban seorang kader Muhammadiyah yang kini mengemban amanah sebagai Menteri Kehutanan.

Raja Juli yang mengaku tumbuh dalam lingkungan pendidikan Muhammadiyah sejak Ikatan Pelajar Muhammadiyah hingga sekolah formal Muhammadiyah, menegaskan bahwa Islam memiliki fondasi teologis yang kuat dalam menjaga kelestarian lingkungan. Menurutnya, ajaran Islam secara kaffah memiliki kompatibilitas yang solid dengan isu-isu lingkungan hidup dan kehutanan. Ia mengutip berbagai ayat Al-Qur’an serta praktik para khalifah yang melarang perusakan alam, bahkan dalam kondisi perang sekalipun. Larangan menebang pohon berbuah dan merusak tanaman, menurutnya, menunjukkan bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari ajaran fundamental Islam yang relevan dengan konsep ekoteologi hari ini.

Dalam kesempatan tersebut, Raja Juli juga menyinggung tragedi bencana yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sebagai momentum evaluasi besar terhadap tata kelola hutan nasional. Ia menyebut peristiwa tersebut sebagai “lecutan bahkan tamparan” untuk melakukan pembenahan total terhadap forest governance. Mengutip pandangan Albert Einstein tentang definisi kegilaan, melakukan hal yang sama berulang kali dan berharap hasil berbeda, ia menegaskan bahwa tata kelola kehutanan tidak bisa lagi berjalan dengan pola lama jika menginginkan hasil yang berbeda.


Ia memaparkan kondisi riil yang dinilainya memprihatinkan. Indonesia memiliki sekitar 125 juta hektar kawasan hutan, namun hanya diawasi sekitar 4.800 polisi hutan. Di Aceh, 3,5 juta hektar hutan hanya dijaga 64 personel, sementara di Sumatera Utara 3 juta hektar hutan diawasi sekitar 240 personel. Menurutnya, dengan keterbatasan sumber daya manusia tersebut, mustahil pengawasan terhadap illegal logging, perkebunan sawit ilegal, perburuan liar, dan pelanggaran lainnya dapat berjalan optimal. Karena itu, ia mengusulkan penambahan signifikan jumlah polisi hutan dengan rasio ideal satu petugas untuk setiap 2.000–2.500 hektar kawasan hutan, yang jika terealisasi akan menambah puluhan ribu personel baru.

Selain penguatan sumber daya manusia, Raja Juli juga menyoroti persoalan struktur kelembagaan yang dinilai kurang efektif. Ia berencana membentuk Pusat Koordinasi Wilayah (Puskorwil) di setiap provinsi guna memperkuat rentang kendali antara kementerian di pusat dan unit teknis di daerah. Skema ini diharapkan menjadi solusi koordinatif tanpa berbenturan dengan regulasi otonomi daerah, sekaligus menghadirkan layanan terpadu satu pintu dalam penanganan berbagai persoalan kehutanan di daerah.

Upaya modernisasi pengawasan juga akan dilakukan melalui pemanfaatan teknologi, termasuk pengadaan pesawat ringan dan drone untuk mendukung sistem patroli cerdas (smart patrol). Dengan pendekatan ini, deteksi dini terhadap kebakaran hutan, penebangan ilegal, hingga aktivitas tambang ilegal di kawasan hutan diharapkan dapat dilakukan lebih cepat dan efisien.

Dalam konteks perguruan tinggi, Raja Juli juga membuka peluang pengelolaan Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) bagi kampus, termasuk bagi Universitas Muhammadiyah Jember. Skema tersebut memungkinkan kawasan hutan dimanfaatkan untuk riset sekaligus dikembangkan secara produktif. Ia menyebut enam Universitas Muhammadiyah telah menerima KHDTK dan membuka peluang serupa bagi Unmuh Jember sebagai tuan rumah Kajian Ramadhan tahun ini.

Menutup sambutannya, Raja Juli menegaskan bahwa amanah menjaga hutan bukan sekadar tanggung jawab administratif, melainkan bagian dari ibadah dan tugas kekhalifahan manusia di muka bumi. Ia memohon doa dan dukungan seluruh warga Muhammadiyah agar dapat menjalankan tugasnya dengan istiqamah dalam membenahi tata kelola kehutanan nasional demi mencegah bencana serupa terulang di masa mendatang.

Unmuh Jember Siap Jadi Tuan Rumah Kajian Ramadhan PWM Jatim 1447 H, Angkat Tema Ekoteologi dan Tugas Kekhalifahan

Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) dipercaya menjadi tuan rumah Kajian Ramadhan 1447 H Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur yang akan digelar pada Sabtu dan Minggu (21–22/2/2026). Kegiatan tingkat wilayah ini diproyeksikan diikuti sebanyak 1.560 peserta dari berbagai kabupaten dan kota se-Jawa Timur.

Peserta terdiri atas Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan Pimpinan Daerah Aisyiyah se-Jawa Timur, pimpinan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) tingkat provinsi, baik dari rumah sakit maupun lembaga pendidikan. Tak hanya itu, panitia juga memastikan kehadiran dua menteri, yakni Prof. Abdul Mu’ti selaku Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah serta Raja Juli Antoni selaku Menteri Kehutanan.

Wakil Rektor III Unmuh Jember, Dr. Sofyan Rofi, M.Pd.I., menyampaikan bahwa penunjukan Unmuh Jember sebagai tuan rumah merupakan simbol kepercayaan sekaligus pengakuan atas kapasitas institusi. “Ditunjuknya Unmuh Jember sebagai tuan rumah Kajian Ramadhan PWM Jawa Timur menunjukkan adanya kepercayaan terhadap kapasitas kami, baik dari sisi manajemen, fasilitas, maupun kualitas sumber daya manusia. Ini bukan sekadar menjadi tuan rumah kegiatan, tetapi simbol kepercayaan dan penguatan eksistensi kami dalam dakwah Muhammadiyah di Jawa Timur,” ujarnya.

Menurutnya, sebagai bagian dari Amal Usaha Muhammadiyah, Unmuh Jember tidak hanya berperan sebagai institusi pendidikan tinggi, tetapi juga pusat dakwah, kaderisasi, dan pengembangan nilai-nilai Islam berkemajuan. Kehadiran pimpinan dan tokoh Muhammadiyah dari berbagai daerah menjadi momentum strategis untuk memperluas jejaring, memperkuat sinergi antar-AUM, serta meningkatkan reputasi kampus di tingkat regional.

Dirinya juga menyampaikan bahwa menjadi tuan rumah Kajian Ramadhan merupakan kehormatan besar bagi kampusnya, terlebih dengan rencana kehadiran dua menteri dan pimpinan pusat Muhammadiyah. Apalagi, Unmuh Jember baru saja meraih Akreditasi Institusi dengan status Unggul, sehingga momentum ini sekaligus menjadi bentuk tasyakuran dan penguatan komitmen dakwah kampus.

Kajian Ramadhan tahun ini mengusung tema “Ekoteologi dan Tugas Kekhalifahan”, sebuah topik yang dinilai sangat relevan dengan kondisi bangsa yang tengah menghadapi krisis lingkungan dan ancaman bencana. Dr. Sofyan menegaskan bahwa persoalan perubahan iklim, kerusakan hutan, dan pencemaran lingkungan tidak cukup dijawab secara teknis, tetapi juga membutuhkan landasan etis dan spiritual. “Ekoteologi mengintegrasikan sains lingkungan dengan nilai-nilai ketuhanan. Dalam perspektif Islam, manusia adalah khalifah di bumi yang bertugas menjaga keseimbangan alam. Tanggung jawab ekologis bukan sekadar isu teknis, tetapi bagian dari ibadah,” jelasnya.

Ia menambahkan, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mengintegrasikan ilmu pengetahuan, teknologi, dan nilai-nilai moral keagamaan. Isu keberlanjutan (sustainability), pengelolaan sumber daya alam, mitigasi risiko bencana, hingga etika sosial dapat dikaji lintas disiplin, mulai dari teknik, kesehatan, pertanian, hingga sosial-humaniora. “Kami ingin kampus hadir sebagai pusat produksi gagasan dan solusi berbasis ilmu pengetahuan, sekaligus penguatan spiritual,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris PWM Jawa Timur, Prof. Dr. Biyanto, M.Ag., menjelaskan bahwa penetapan Unmuh Jember sebagai tuan rumah telah diumumkan sejak setahun lalu, tepatnya saat Kajian Ramadhan 1446 H di UM Lamongan. Ia menyebut Kajian Ramadhan PWM Jatim selalu dirindukan oleh pimpinan dan warga Muhammadiyah. “Untuk menjawab antusiasme tersebut, kami menghadirkan narasumber yang benar-benar bintang, di antaranya Rahmawati dari PP Aisyiyah yang juga pakar kebencanaan, Prof. Abdul Mu’ti, Prof. Din Syamsuddin, Prof. Syafiq, Raja Juli Antoni, dan tentu saja Prof. Haedar Nashir,” ungkapnya.

Menurut Prof. Biyanto, tema ekoteologi dipilih karena Indonesia termasuk negara rawan bencana. Berbagai bencana yang terjadi di sejumlah wilayah, seperti Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh pada akhir 2025, menunjukkan pentingnya kesadaran kolektif dalam menjaga keseimbangan alam. “Beragama bukan hanya soal ritual dan hubungan antarmanusia, tetapi juga bagaimana kita bersahabat dengan alam. Memelihara lingkungan adalah bagian penting dari tugas kekhalifahan,” tegasnya.

Dengan persiapan yang telah dilakukan secara matang, Unmuh Jember optimistis mampu menyelenggarakan Kajian Ramadhan PWM Jawa Timur 1447 H secara profesional, tertib, dan berkesan

Jumat, 06 Februari 2026

Gemerlap Grand Final Duta Kampus 5.0 Unmuh Jember, Hotijatul Munauwaroh dan Fikri Haidar Rahmad Tampil sebagai Juara

Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) sukses menggelar Grand Final Duta Kampus 5.0 pada Rabu malam (4/2/2026), bertempat di Aula Ahmad Zainuri Unmuh Jember. Ajang prestisius yang digelar pada malam hari tersebut berlangsung meriah dan penuh antusiasme, dihadiri ratusan penonton yang terdiri dari sivitas akademika, pendukung finalis, serta tamu undangan.

Setelah melalui rangkaian penilaian yang ketat, Hotijatul Munauwaroh, mahasiswa Program Studi Teknik Informatika, berhasil meraih Juara 1 Duta Kampus 5.0 kategori sis. Sementara itu, Fikri Haidar Rahmad, mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan, keluar sebagai Juara 1 kategori bro. Keduanya dinilai mampu merepresentasikan sosok mahasiswa Unmuh Jember yang berprestasi, berkarakter, serta memiliki kemampuan komunikasi dan kepemimpinan yang kuat.

Grand Final Duta Kampus 5.0 merupakan puncak dari proses panjang yang telah diikuti oleh para finalis. Sebelum tampil di malam final, para peserta terlebih dahulu menjalani masa karantina yang dirancang sebagai ruang pembinaan intensif. Karantina ini bertujuan untuk menempa mental, memperluas wawasan, serta membentuk kepribadian finalis sebagai representasi mahasiswa Unmuh Jember.

Selama karantina, para finalis dibekali berbagai materi strategis, mulai dari wawasan kebangsaan dengan menghadirkan pemateri dari Tentara Nasional Indonesia (TNI), pengenalan mendalam tentang profil dan nilai-nilai Universitas Muhammadiyah Jember, hingga penguatan nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan. Selain itu, peserta juga mendapatkan pelatihan mengenai personal branding, etika dan manner, serta penampilan yang baik dan profesional, sebagai bekal mereka menjadi figur publik kampus.

Ketua Panitia Duta Kampus 5.0, Disa Yulistian, S.S, menyampaikan bahwa ajang ini tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga pada proses pembentukan karakter mahasiswa. Menurutnya, Duta Kampus diharapkan mampu menjadi wajah Unmuh Jember yang inspiratif, komunikatif, dan berdaya saing di tingkat lokal maupun nasional.

Malam Grand Final dikemas dengan rangkaian acara yang dinamis, mulai dari opening dance, penampilan finalis, sesi tanya jawab, hingga awarding ceremony. Suasana Aula Ahmad Zainuri semakin semarak dengan tata cahaya dan penampilan pendukung yang memukau, menjadikan Grand Final Duta Kampus 5.0 sebagai salah satu agenda kemahasiswaan paling bergengsi di Unmuh Jember.

Dengan terpilihnya Hotijatul Munauwaroh dan Fikri Haidar Rahmad sebagai Duta Kampus 5.0, Unmuh Jember berharap keduanya dapat menjadi ikon mahasiswa yang berintegritas, berwawasan luas, serta mampu menjadi agen positif dalam memperkenalkan nilai-nilai kampus kepada masyarakat luas.

Minggu, 01 Februari 2026

Yudisium PPG Unmuh Jember Tegaskan Komitmen Mencetak Guru Profesional

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) menyelenggarakan Yudisium Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Angkatan 17 Tahun 2024 pada Sabtu (31/2/2026). Kegiatan ini menjadi penanda resmi berakhirnya proses pendidikan profesi guru bagi para peserta yang telah menempuh seluruh rangkaian pembelajaran.

Yudisium PPG 17 ini diikuti oleh 170 peserta yang hadir secara langsung di Aula Ahmad Zainuri Unmuh Jember. Para peserta tersebut merupakan bagian dari lebih dari seribu guru yang dinyatakan lulus Program PPG secara nasional. Kehadiran ratusan peserta di kampus menjadi wujud peneguhan capaian akademik dan profesional setelah menyelesaikan proses pendidikan profesi.

Ketua Panitia Yudisium PPG 17, Kuni Hikmah Hidayati, M.Pd., menyampaikan bahwa yudisium bukan sekadar agenda akademik rutin, melainkan momen reflektif atas proses panjang yang telah dilalui para peserta.

“Yudisium ini menandai selesainya perjuangan panjang para peserta dalam menempuh pendidikan profesi guru. Kehadiran 170 peserta hari ini menunjukkan komitmen dan kesadaran untuk menutup proses PPG dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pelaksanaan yudisium juga merupakan bentuk layanan akademik dan apresiasi atas kerja keras para peserta dalam meningkatkan kompetensi pedagogik, profesional, dan kepribadian sebagai pendidik.

Sambutan sekaligus pembukaan yudisium disampaikan oleh Dekan FKIP Unmuh Jember, Dr. Fitri Amalia, S.S., M.Pd. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa keberhasilan menyelesaikan PPG harus dimaknai lebih dari sekadar memperoleh sertifikat pendidik.

“Guru profesional tidak hanya diukur dari kelulusan administratif, tetapi dari integritas, karakter, dan komitmennya dalam mendidik. Sertifikat pendidik adalah amanah moral yang harus dijaga dalam praktik pendidikan sehari-hari,” tegasnya.

Rangkaian yudisium dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan, pemanggilan peserta, serta pengambilan sumpah guru. Prosesi ini menjadi simbol pengukuhan tanggung jawab profesional para lulusan PPG dalam menjalankan peran strategis di dunia pendidikan.

Melalui Yudisium PPG 17 ini, FKIP Universitas Muhammadiyah Jember menegaskan komitmennya sebagai lembaga pendidikan tenaga kependidikan dalam mencetak guru profesional, berkarakter, dan siap berkontribusi bagi peningkatan mutu pendidikan di Indonesia.

Sabtu, 31 Januari 2026

Communication Soccer Kids 2025 Jadi Wadah Pembinaan Sepak Bola Usia Dini di Jember

Sepak bola tidak hanya menjadi olahraga paling populer di Indonesia, tetapi juga berperan penting dalam membentuk karakter disiplin, kerja sama, dan sportivitas sejak usia dini. Di Kabupaten Jember, potensi atlet pelajar terbilang besar. Namun, wadah pembinaan dan kompetisi sepak bola usia dini yang dikemas secara profesional dan berkelanjutan masih tergolong terbatas.

Menjawab kebutuhan tersebut, Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) menginisiasi Communication Soccer Kids 2025 sebagai ajang pembinaan sepak bola usia dini sekaligus sarana komunikasi dan branding pendidikan. Kegiatan ini tidak hanya menitikberatkan pada aspek kompetisi, tetapi juga mendorong interaksi sosial, kerja sama tim, serta penguatan jejaring antarsekolah di Kabupaten Jember.

Ketua Panitia Communication Soccer Kids 2025, Kevin Dwi Kendra, menjelaskan bahwa pemilihan segmen usia sekolah dasar merupakan strategi komunikasi yang dirancang secara sadar dan terukur.

“Kami melakukan branding ke tingkat SD sebagai area blue ocean. Jika masuk ke level SMA, kami harus berebut perhatian dengan ratusan kampus lain dalam waktu yang sangat sempit. Namun ketika masuk ke level SD, kami sedang menanam benih ingatan,” ujarnya.

Menurutnya, pengalaman positif yang dirasakan anak-anak sejak dini akan membentuk memori jangka panjang terhadap institusi pendidikan yang terlibat.

“Saat mereka lulus nanti, nama Universitas Muhammadiyah Jember sudah bukan hal asing, tetapi menjadi bagian dari memori masa kecil mereka yang menyenangkan. Di balik anak SD juga ada orang tua, kakak, dan guru yang mendampingi. Turnamen tingkat SD biasanya paling ramai penonton dan memiliki loyalitas tinggi,” lanjut Kevin.

Ia menegaskan bahwa melalui kegiatan ini, Unmuh Jember tidak hanya menyasar peserta, tetapi juga membangun hubungan dengan ekosistem keluarga.

“Dengan menarik anak SD, kami sebenarnya sedang menarik perhatian ekosistem keluarga mereka. Kami ingin membangun citra bahwa kampus kami ramah keluarga dan peduli pada pembibitan karakter sejak dini,” jelasnya.

Sebagai bagian dari rangkaian Communication Soccer Kids 2025, telah digelar Turnamen Mini Soccer U-12 pada 27 Desember 2025. Turnamen berlangsung kompetitif dengan menjunjung tinggi nilai sportivitas. Tunas Putra A berhasil keluar sebagai Juara Pertama, disusul Persikota Besuki di posisi Juara Kedua, dan Sawunggaling A sebagai Juara Ketiga.

Melalui program ini, Program Studi Ilmu Komunikasi Unmuh Jember berharap Communication Soccer Kids dapat terus dikembangkan sebagai agenda berkelanjutan, tidak hanya untuk pembinaan bakat olahraga usia dini, tetapi juga sebagai model strategi komunikasi institusi pendidikan yang berdampak langsung bagi masyarakat di Kabupaten Jember.

Senin, 26 Januari 2026

EJX Ilmu Komunikasi Unmuh Jember Wadahi Gaya Fashion Skena Anak muda

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember yang tergabung dalam komunitas East Java Xpression (EJX) sukses menyelenggarakan sebuah event musik dan kreatif bertajuk “Lebaran Skena” di Chord Cafe Jember, Minggu (7/12/2025). Acara ini berlangsung sejak pukul 15.00 WIB hingga 22.50 WIB dan dihadiri kurang lebih 150 pengunjung.

Event “Lebaran Skena” mengusung konsep perayaan skena musik dan gaya berpakaian anak muda yang dikemas dalam suasana hangat layaknya perayaan Lebaran. Melalui tema tersebut, panitia ingin menghadirkan ruang temu bagi pelaku skena musik, penikmat musik, serta komunitas kreatif di Jember.

Selain menghadirkan pertunjukan musik, acara ini juga dimeriahkan dengan lomba outfit yang diikuti oleh para pengunjung. Lomba tersebut menjadi daya tarik tersendiri karena menampilkan berbagai gaya berpakaian khas skena, mulai dari streetwear hingga gaya alternatif yang merepresentasikan identitas anak muda.

Pada sesi penampilan musik, sejumlah band lokal turut tampil dan memeriahkan suasana. Band-band yang mengisi panggung antara lain Frugg, Greycastle, Houstile, Kahlo, Fineline, dan Scumlaude. Penampilan masing-masing band disambut antusias oleh penonton yang memadati area Chord Cafe.

Rangkaian acara diawali dengan pembukaan resmi oleh dosen pendamping kegiatan, Ageng Soeharno, S.S., M.Pd., yang menyampaikan apresiasi atas inisiatif dan kerja keras mahasiswa dalam menggelar event secara mandiri. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya praktik langsung di lapangan sebagai bagian dari proses pembelajaran mahasiswa Ilmu Komunikasi.

Ketua panitia (Haqi Amrulloh) menyampaikan bahwa event ini merupakan project independent mahasiswa Ilmu Komunikasi Unmuh Jember yang dirancang dan dikelola secara mandiri, mulai dari tahap perencanaan, penggalangan kerja sama, hingga pelaksanaan acara. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu mengaplikasikan teori komunikasi, manajemen event, serta kerja tim yang telah dipelajari di bangku perkuliahan.

 

Kamis, 22 Januari 2026

Smash Day Badminton Championship 2026, Ilmu Komunikasi Unmuh Jember Hadirkan Duel Sengit Atlet Pelajar

Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Jember sukses menggelar Smash Day Badminton Championship 2026, turnamen bulutangkis antar SMA, SMK, dan MA se-Kabupaten Jember, yang berlangsung selama dua hari pada (10–11/1/2026) di Lapangan 8 Tegal Besar, Kabupaten Jember.

Turnamen ini menjadi ajang adu kemampuan sekaligus silaturahmi bagi atlet-atlet muda pelajar di Jember. Sejak hari pertama, atmosfer pertandingan berlangsung sengit dengan berbagai momen smash cepat dan reli panjang yang memancing antusiasme penonton.

Ketua Panitia Smash Day Badminton Championship 2026, Yunita, menjelaskan bahwa turnamen ini tidak hanya berorientasi pada pencarian juara, tetapi juga sebagai ruang pembinaan dan pertukaran pengalaman antar atlet pelajar.

“Turnamen ini bukan hanya soal prestasi dan gelar juara, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi, adu keterampilan, serta sarana bertukar pengalaman bagi atlet pelajar di Kabupaten Jember,” ujarnya.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Dekan, Sekretaris Kaprodi Ilmu Komunikasi, serta dosen pembimbing kegiatan. Turnamen secara resmi dibuka oleh Dr. Juariyah, M.Si., selaku dosen pembimbing event. Pada edisi ini, kompetisi diikuti oleh sembilan tim yang bertanding pada kategori ganda putra.

Menurut Dr. Juariyah, turnamen ini juga menjadi sarana pembelajaran non-akademik yang penting bagi peserta.

“Ini bukan semata tentang menang atau kalah, tetapi bagaimana melatih komunikasi tim, kerja sama, dan ketangguhan mental di lapangan,” jelasnya.

Puncak pertandingan terjadi pada babak final yang mempertemukan pasangan Faris Maulana Ishaq dan M. Faaiz Dliya Ulhaq (SMAN Kalisat/SMKN 2 Tanggul) melawan Aditya Daffa Pratama dan M.B. Rafael dari SMA Negeri 3 Jember. Laga berlangsung ketat hingga tiga gim dengan skor tipis 21–19, menyuguhkan duel sengit yang memikat penonton.

Pada akhirnya, pasangan Faris Maulana Ishaq dan M. Faaiz Dliya Ulhaq keluar sebagai Juara Pertama. Para pemenang memperoleh medali, sertifikat, serta uang pembinaan, yang diberikan kepada juara satu hingga tiga.

Kesuksesan Smash Day Badminton Championship 2026 turut didukung oleh berbagai sponsor dan media partner, di antaranya Photobooth Kosong Delapan Studio, Adi Banner, Dapur Sabrila, Cleo, serta PMB Unmuh Jember. Partisipasi aktif dari sekolah-sekolah juga menjadi faktor penting dalam terselenggaranya kegiatan ini.

Melalui kegiatan ini, Program Studi Ilmu Komunikasi Unmuh Jember berharap turnamen serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai wadah pembinaan dan pengembangan prestasi atlet bulutangkis pelajar di Kabupaten Jember.

Selasa, 20 Januari 2026

Mahasiswa PBSI Unmuh Jember Hidupkan Panggung Lewat Pementasan Drama Indonesia

Mahasiswa angkatan 2024 Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Muhammadiyah Jember menggelar pementasan Drama Indonesia pada Sabtu, (17/1/2026), bertempat di Gedung Ahmad Zainuri Unmuh Jember. Kegiatan yang berlangsung dari sore hingga malam hari ini merupakan tugas luaran sekaligus tugas akhir mata kuliah Drama Indonesia.

Dalam pementasan tersebut, mahasiswa menampilkan empat karya drama, yakni Askara, Kabayan, Gisaka, dan Unfinished Love. Seluruh mahasiswa angkatan 2024 terlibat secara aktif sebagai pemeran, sehingga setiap kelas berpartisipasi langsung di atas panggung dan menjadi bagian dari pertunjukan.

Pementasan drama ini digelar sebagai bentuk implementasi pembelajaran praktik yang telah ditempuh mahasiswa selama satu semester. Selain berperan sebagai aktor, mahasiswa juga terlibat dalam penataan panggung, pengelolaan properti, hingga pengaturan teknis pertunjukan. Keterlibatan menyeluruh tersebut mencerminkan kerja sama tim yang solid dan tanggung jawab bersama dalam menghadirkan pementasan yang terorganisir.

Empat drama yang dipentaskan mengusung tema dan alur cerita yang beragam. Askara menampilkan kisah beberapa tokoh dengan latar belakang dan permasalahan hidup yang berbeda-beda. Kabayan mengangkat cerita rakyat tentang pencarian jodoh dengan balutan humor khas. Gisaka bercerita tentang seorang pelukis yang tumbuh di lingkungan keluarga pebisnis, namun memilih jalan hidup yang berbeda dengan menekuni dunia seni. Sementara itu, Unfinished Love menggambarkan kisah percintaan remaja yang penuh konflik dan tanpa kepastian akhir.

Dosen pengampu mata kuliah Drama Indonesia, Dzarna, menjelaskan bahwa pementasan ini dirancang sebagai tugas akhir mata kuliah sekaligus sarana pengembangan bakat dan minat mahasiswa. Seluruh mahasiswa angkatan 2024 tampil sebagai pemeran agar mereka dapat merasakan pengalaman panggung secara langsung dan utuh.

Melalui pementasan ini, mahasiswa dilatih untuk mengasah kreativitas, kemampuan mengekspresikan diri secara artistik, keterampilan berkomunikasi, serta kerja sama tim. Pengalaman tampil di atas panggung juga menjadi bekal penting bagi mahasiswa, baik dalam konteks akademik maupun pengembangan diri di luar kampus.

Proses persiapan pementasan berlangsung selama beberapa minggu, dimulai dari pemilihan naskah, pendalaman karakter, latihan rutin, hingga pelaksanaan gladi bersih. Seluruh rangkaian kegiatan dikerjakan secara kolektif oleh mahasiswa, sehingga setiap individu memiliki peran dan tanggung jawab yang sama.

Pementasan Drama Indonesia ini mendapat sambutan hangat dari penonton. Pertunjukan yang menampilkan seluruh mahasiswa angkatan 2024 sebagai pemeran dinilai mampu menghadirkan suasana panggung yang hidup, dinamis, dan komunikatif. Selain menjadi bentuk penilaian akademik, kegiatan ini juga menjadi ruang ekspresi mahasiswa dalam menyalurkan ide, emosi, dan kreativitas melalui seni pertunjukan.

Melalui pementasan ini, mahasiswa angkatan 2024 Universitas Muhammadiyah Jember membuktikan bahwa pembelajaran drama tidak hanya berhenti pada teori, tetapi diwujudkan dalam praktik nyata yang mengasah kompetensi, kreativitas, dan kerja sama secara menyeluruh.

Fakultas Psikologi Unmuh Jember Bekali Guru Keterampilan Konseling untuk Cegah Perilaku Berisiko Remaja

Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember kembali menegaskan komitmennya dalam penguatan kesehatan mental remaja melalui kegiatan Pelatihan Konseling bagi Guru dalam Pencegahan Perilaku Berisiko Remaja. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 15 Januari 2026, bertempat di SMA Muhammadiyah 1 Watukebo, Jember, dan diikuti oleh guru-guru Madrasah Aliyah Muhammadiyah (MAM) 1 Jember.

Kegiatan menghadirkan empat narasumber dari Fakultas Psikologi Unmuh Jember, yaitu Anggraeni Swastika Sari, S.Psi., M.Si. selaku ketua tim, Nuraini Kusumaningtyas, S.Psi., M.Psi., Psikolog, Rya Wiyatfi Linsiya, S.Psi., M.A., Psikolog, serta Maulana Arif Muhibbin, S.Psi., M.Si. Materi pelatihan dirancang secara komprehensif melalui tiga sesi utama dan satu sesi praktik berupa role play konseling.

Materi pertama membahas etika konselor yang disampaikan oleh Maulana Arif Muhibbin, dilanjutkan dengan pemaparan konsep dasar konseling oleh Anggraeni Swastika Sari. Sesi berikutnya berfokus pada teknik micro skill konseling yang disampaikan oleh Rya Wiyatfi Linsiya. Rangkaian pelatihan ditutup dengan sesi praktik role play konseling yang dipandu oleh Nuraini Kusumaningtyas.

Pada sesi role play, peserta dibagi ke dalam kelompok kecil dengan pembagian peran sebagai konselor, konseli, dan observer. Setiap peserta secara bergantian menjalankan seluruh peran tersebut, sehingga memperoleh pengalaman langsung dalam mempraktikkan proses konseling, mengamati dinamika interaksi, serta memberikan umpan balik. Metode ini dinilai efektif dalam meningkatkan pemahaman praktis sekaligus kepercayaan diri guru dalam melakukan pendampingan terhadap siswa.

Sebagai bentuk evaluasi, peserta juga mengikuti pre-test dan post-test sebelum dan sesudah pelatihan. Evaluasi ini dilakukan untuk mengukur peningkatan pemahaman dan keterampilan konseling yang diperoleh selama kegiatan berlangsung.

Ketua tim pengabdian, Anggraeni Swastika Sari, menjelaskan bahwa permasalahan remaja saat ini semakin kompleks, mulai dari tekanan akademik, konflik keluarga, krisis identitas, perundungan, hingga risiko perilaku menyimpang dan gangguan kesehatan mental. Kondisi tersebut menuntut keterlibatan lebih luas dari seluruh unsur pendidik di sekolah.

Menurutnya, peran konseling tidak dapat dibebankan sepenuhnya kepada guru BK. Guru mata pelajaran dan wali kelas yang memiliki intensitas interaksi lebih tinggi dengan siswa perlu dibekali keterampilan dasar konseling agar mampu melakukan pendampingan awal serta deteksi dini terhadap permasalahan siswa. Apabila permasalahan tidak dapat ditangani secara optimal di sekolah, maka diperlukan mekanisme rujukan kepada tenaga profesional seperti psikolog atau layanan kesehatan mental.

Salah satu peserta pelatihan, Anang Supriyadi, S.Pd., wali kelas X, mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan pemahaman baru bagi para guru dalam mendampingi siswa. Pelatihan ini dinilai membantu guru dalam memahami cara mendengarkan siswa secara tepat serta memberikan respons yang sesuai sebelum melibatkan guru BK atau tenaga profesional.

Melalui kegiatan ini, Fakultas Psikologi Unmuh Jember menegaskan perannya tidak hanya sebagai pusat pendidikan dan keilmuan, tetapi juga sebagai mitra strategis sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat secara psikologis. Pelatihan ini diharapkan menjadi langkah awal terbangunnya kolaborasi berkelanjutan antara akademisi dan sekolah dalam upaya pencegahan perilaku berisiko serta penguatan kesehatan mental remaja.

 

 

Kamis, 15 Januari 2026

FH Unmuh Jember Gelar Kuliah Umum Pengelolaan Dana Desa 2026, Hadirkan Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat

Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember menggelar kuliah umum terkait pengelolaan Dana Desa dengan menghadirkan Dodik Merdiawan, S.E., Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Jember, sebagai dosen tamu, Selasa (12/1/2026). Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman komprehensif kepada mahasiswa serta pemangku kepentingan desa mengenai arah kebijakan Dana Desa Tahun Anggaran 2026.

Dalam pemaparannya, Dodik menjelaskan bahwa pengelolaan Dana Desa 2026 wajib mengacu pada Peraturan Menteri Desa PDTT Nomor 16 Tahun 2025 tentang Petunjuk Teknis Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2026. Regulasi tersebut menjadi dasar dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes). Ia menyampaikan bahwa Dana Desa terbagi dalam dua kategori utama, yakni alokasi wajib dan prioritas reguler.

“Alokasi wajib digunakan untuk operasional pemerintahan desa, termasuk Dana Operasional Desa Merah Putih yang dibatasi maksimal tiga persen dari pagu Dana Desa,” jelasnya.

Sementara itu, pada skema prioritas reguler terdapat delapan fokus pembangunan desa. Prioritas pertama dan utama adalah penanganan kemiskinan ekstrem melalui skema Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) yang diberikan kepada keluarga miskin ekstrem berdasarkan data di masing-masing desa.

“Penanggulangan kemiskinan ekstrem menjadi prioritas utama melalui BLT Desa. Bantuan ini diberikan maksimal Rp300.000 per keluarga per bulan dan dapat dibayarkan sekaligus untuk paling lama tiga bulan,” ujar Dodik.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa seluruh penggunaan Dana Desa harus selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs) Desa sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 111 Tahun 2022. SDGs Desa memiliki 17 tujuan pembangunan yang diturunkan hingga level desa, di antaranya Desa Tanpa Kemiskinan, Desa Tanpa Kelaparan, Desa Sehat dan Bersih, Pendidikan Berkualitas, serta Pemberdayaan Perempuan dan Kesetaraan Gender.

“Seluruh tujuan SDGs Desa harus diterjemahkan ke dalam program dan kegiatan desa, sehingga setiap penggunaan Dana Desa memiliki dampak yang jelas dan terukur,” tegasnya.

Selain penanganan kemiskinan ekstrem, Dodik juga menyoroti pentingnya fokus pada ketahanan pangan, ketahanan iklim, dan kesehatan dasar sebagai bagian dari delapan prioritas penggunaan Dana Desa 2026. Ketiga aspek tersebut dinilai berperan strategis dalam mendorong pembangunan desa yang berkelanjutan.

Kuliah umum ini mendapat respons positif dari mahasiswa dan para pemangku kepentingan desa yang hadir. Materi yang disampaikan dinilai memberikan gambaran yang jelas mengenai arah kebijakan Dana Desa ke depan. Melalui kegiatan ini, Unmuh Jember berharap dapat berkontribusi dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia desa guna mendukung pengentasan kemiskinan ekstrem serta mewujudkan desa yang mandiri, tangguh, dan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045

Katalis Fest 2026 Hadirkan Festival Kreatif Mahasiswa, UMKM, dan Hiburan Musik di Jember

Katalis Fest 2026 digelar sebagai festival kreatif yang menjadi wadah kolaborasi antara mahasiswa, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), komunitas, serta masyarakat umum. Kegiatan ini berlangsung selama empat hari, mulai 7 hingga 10 Januari 2026, dan berlokasi di Gedung Ahmad Zainuri, Universitas Muhammadiyah Jember.

Festival ini menghadirkan beragam rangkaian acara yang memadukan unsur kreativitas, kewirausahaan, dan hiburan. Sejumlah agenda yang ditampilkan antara lain pertunjukan musik, tenant food and beverage (F&B), tenant fashion thrifting, serta berbagai aktivitas kreatif yang menarik minat pengunjung dari berbagai kalangan. Selain itu, Katalis Fest 2026 juga diramaikan oleh kolaborasi komunitas PSC dan GMT yang turut berkontribusi melalui penampilan serta aktivitas komunitas selama acara berlangsung.

Ketua Panitia Katalis Fest 2026, Alwi Setya Budi H., menjelaskan bahwa festival ini tidak hanya berorientasi pada hiburan, tetapi juga dirancang sebagai sarana pembelajaran bagi mahasiswa. Mahasiswa terlibat secara langsung dalam seluruh proses penyelenggaraan acara, mulai dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan.

“Katalis Fest 2026 kami rancang sebagai ruang belajar sekaligus ruang ekspresi. Mahasiswa tidak hanya terlibat sebagai panitia, tetapi benar-benar belajar mengelola event secara profesional,” ujarnya.

Selain menjadi ruang pembelajaran mahasiswa, Katalis Fest 2026 juga membuka peluang bagi pelaku UMKM lokal untuk memperluas jangkauan pasar. Melalui penyediaan tenant, UMKM dapat mempromosikan produk mereka secara langsung kepada pengunjung festival sekaligus membangun jejaring dengan berbagai pihak.

“Kami ingin Katalis Fest menjadi titik temu antara kreativitas mahasiswa dan potensi UMKM lokal, sehingga keduanya dapat saling mendukung dan berkembang,” tambah Alwi.

Sementara itu, Kaprodi Ilmu Komunikasi Unmuh Jember, Kukuh Pribadi, M.A., menjelaskan bahwa Katalis Fest merupakan bagian dari tugas Project Independent mahasiswa dengan luaran dari mata kuliah Event Organizer. Melalui kegiatan ini, mahasiswa dituntut untuk merancang dan mengeksekusi event secara nyata dengan standar profesional.

“Event ini merupakan luaran dari mata kuliah Event Organizer dalam skema Project Independent. Mahasiswa tidak hanya belajar konsep di kelas, tetapi juga mempraktikkannya langsung melalui penyelenggaraan event,” jelasnya.

Antusiasme pengunjung terlihat meningkat pada hari terakhir pelaksanaan Katalis Fest 2026. Suasana semakin meriah dengan penampilan Band Sisikita serta DJ Assik Room yang menjadi penutup rangkaian acara. Hiburan musik tersebut disambut meriah oleh pengunjung dan memberikan kesan positif terhadap keseluruhan pelaksanaan festival.

Melalui penyelenggaraan Katalis Fest 2026, panitia berharap kegiatan ini dapat terus dikembangkan dan menjadi agenda tahunan, sekaligus memberikan dampak positif bagi mahasiswa, pelaku UMKM, dan masyarakat luas di Kabupaten Jember.

Senin, 12 Januari 2026

Ridevolution1100 Sukses Digelar, Mahasiswa Ilmu Komunikasi Unmuh Jember Kampanyekan Sport Tourism

Event bersepeda jarak jauh Ridevolution1100 yang diselenggarakan oleh mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) sukses digelar pada Minggu (11/1/2026). Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi antara mahasiswa, komunitas pesepeda, dan masyarakat umum dalam mengampanyekan gaya hidup sehat sekaligus memperkenalkan potensi sport tourism di Kabupaten Jember.

Ridevolution1100 mengusung konsep fondo ride atau bersepeda jarak jauh nonkompetitif dengan dua kategori jarak, yakni 50 kilometer dan 100 kilometer. Kedua kategori tersebut dirancang untuk menjangkau berbagai tingkat kemampuan pesepeda, baik pemula maupun pesepeda berpengalaman, dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan dan kebersamaan. Start dan finis kegiatan dipusatkan di lingkungan Universitas Muhammadiyah Jember.

Rute Ridevolution1100 melintasi sejumlah kawasan di Kabupaten Jember dengan karakter lintasan yang bervariasi, mulai dari wilayah perkotaan hingga pedesaan. Peserta tidak hanya ditantang secara fisik, tetapi juga diajak menikmati panorama alam serta berinteraksi dengan masyarakat lokal yang menjadi bagian dari konsep wisata olahraga berbasis komunitas.

Pelaksanaan kegiatan didukung dengan sejumlah fasilitas penunjang, seperti hydration point dan pit stop di beberapa titik rute, serta area finis yang diramaikan dengan aktivitas kebersamaan dan pembagian doorprize. Penyelenggara juga melibatkan pelaku UMKM lokal untuk mendukung perputaran ekonomi masyarakat di sekitar lokasi kegiatan.

Kaprodi Ilmu Komunikasi Unmuh Jember, Kukuh Pribadi, M.A., menjelaskan bahwa Ridevolution1100 merupakan bagian dari tugas Project Independent mahasiswa dengan luaran dari mata kuliah Event Organizer. Melalui kegiatan ini, mahasiswa dituntut untuk merancang dan mengeksekusi event secara nyata dengan standar profesional.

“Event ini merupakan luaran dari mata kuliah Event Organizer dalam skema Project Independent. Mahasiswa tidak hanya belajar konsep di kelas, tetapi juga mempraktikkannya langsung melalui penyelenggaraan event yang melibatkan publik,” jelas Kukuh.

Ia menambahkan, kegiatan semacam ini menjadi sarana pembelajaran yang komprehensif karena mahasiswa terlibat langsung dalam perencanaan konsep, manajemen acara, koordinasi peserta, hingga publikasi dan dokumentasi kegiatan.

Sebagai event yang sepenuhnya dikelola oleh mahasiswa Ilmu Komunikasi, Ridevolution1100 menjadi bukti implementasi pembelajaran berbasis proyek yang aplikatif. Mahasiswa berperan sebagai panitia inti, mulai dari divisi teknis, humas, media, hingga kemitraan, sehingga memperoleh pengalaman nyata dalam pengelolaan event berskala publik.

Melalui keberhasilan Ridevolution1100, mahasiswa Ilmu Komunikasi Unmuh Jember menegaskan perannya sebagai agen perubahan yang mampu menghadirkan kegiatan positif, kolaboratif, dan berdampak. Event ini sekaligus menunjukkan bahwa kampus tidak hanya menjadi ruang akademik, tetapi juga ruang praktik dan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Sabtu, 10 Januari 2026

FEB Unmuh Jember Gelar Turnamen MLBB, Tarik Minat Siswa SMA Lewat Ajang E-Sport Kompetitif

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Jember (FEB Unmuh Jember) menggelar turnamen e-sport Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) di Gedung A Unmuh Jember, Sabtu (10/1/2026). Kegiatan ini dilaksanakan bersamaan dengan pelaksanaan Expo Luaran Mata Kuliah Wajib Universitas (MKWU) yang berlangsung di lokasi yang sama.

Turnamen MLBB tersebut diikuti oleh siswa SMA dan SMK dari wilayah Besuki Raya dan Lumajang. Tercatat sebanyak 40 tim atau sekitar 200 peserta mengikuti kompetisi ini. Babak penyisihan telah digelar sehari sebelumnya, sebelum dilanjutkan ke babak 16 besar yang dipertandingkan secara langsung di lingkungan kampus Unmuh Jember.

Panitia pelaksana turnamen, Iqbal Maulana, M.M., menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan memberikan ruang kompetisi positif bagi pelajar, sekaligus mengenalkan lingkungan kampus Unmuh Jember kepada calon mahasiswa melalui pendekatan yang dekat dengan minat generasi muda.

“Turnamen MLBB ini kami buka untuk siswa SMA dan SMK se-Besuki Raya dan Lumajang. Harapannya, peserta tidak hanya berkompetisi, tetapi juga bisa mengenal Unmuh Jember lebih dekat karena kegiatan ini dilaksanakan di area kampus,” ujarnya. 

Ia menambahkan bahwa e-sport dipilih karena memiliki daya tarik yang kuat di kalangan pelajar dan berpotensi dikembangkan secara berkelanjutan sebagai wadah pembinaan minat dan bakat di bidang digital dan kompetitif.

Salah satu peserta turnamen, Muhammad Fathir Syafa Al Rasya dari SMA Muhammadiyah 3 Jember, mengikuti kompetisi ini bersama tim yang berasal dari satu angkatan. Ia menyebut bahwa timnya telah melakukan persiapan secara rutin sebelum mengikuti turnamen.

“Kami satu tim satu angkatan dan memang sudah aktif di e-sport sejak lama. Untuk persiapan turnamen ini sekitar dua minggu, sementara latihan scrim hampir dilakukan setiap hari,” ungkap Fathir. 

Menurutnya, pertandingan berjalan cukup ketat sejak babak awal. Meski persaingan antar tim berlangsung sengit, turnamen ini tetap menjadi pengalaman berharga dalam melatih kekompakan tim dan mental bertanding.

Pelaksanaan turnamen MLBB yang digelar bersamaan dengan kegiatan akademik kampus menunjukkan upaya Unmuh Jember dalam menghadirkan ruang aktivitas yang beragam bagi pelajar dan mahasiswa. Melalui kegiatan ini, kampus tidak hanya menjadi ruang pembelajaran formal, tetapi juga wadah pengembangan minat dan bakat generasi muda.

Expo Luaran MKWU Unmuh Jember Jadi Ruang Aktualisasi Nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan

Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) menggelar Expo Luaran Mata Kuliah Wajib Universitas (MKWU) di Gedung A Unmuh Jember, Sabtu (10/1/2026). Kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menampilkan hasil pembelajaran, termasuk luaran Mata Kuliah Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) yang menekankan penguatan nilai keislaman dan kemuhammadiyahan.

Dalam Expo Luaran MKWU tersebut, mahasiswa yang menempuh Mata Kuliah AIK I dan AIK III menampilkan berbagai karya sebagai hasil pembelajaran. Luaran ini dirancang untuk merefleksikan pemahaman mahasiswa terhadap nilai-nilai Al-Islam, ideologi Muhammadiyah, serta implementasinya dalam kehidupan sosial dan kemasyarakatan.

Karya-karya yang ditampilkan menggambarkan upaya mahasiswa dalam mengontekstualisasikan ajaran Islam dan nilai kemuhammadiyahan secara relevan dengan realitas generasi muda. Melalui pendekatan kreatif, mahasiswa menyajikan pesan-pesan keislaman yang moderat, inklusif, dan berorientasi pada kemaslahatan sosial.

Luaran AIK dalam expo ini disusun secara kolaboratif, mendorong mahasiswa untuk bekerja dalam tim serta mengembangkan kemampuan komunikasi, tanggung jawab, dan kepemimpinan. Proses ini menjadi bagian dari pembelajaran karakter yang terintegrasi dengan penguasaan materi keislaman dan kemuhammadiyahan.

Selain menjadi ajang apresiasi karya mahasiswa, Expo Luaran MKWU juga membuka ruang interaksi dengan pengunjung dari kalangan siswa SMA. Melalui luaran AIK yang ditampilkan, pengunjung dapat melihat bagaimana nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan diterapkan dalam bentuk karya kreatif yang komunikatif dan mudah dipahami.

Melalui penyelenggaraan Expo Luaran MKWU, Unmuh Jember menunjukkan komitmen dalam menghadirkan pembelajaran AIK yang tidak hanya bersifat normatif, tetapi juga aplikatif. Mata Kuliah Al-Islam dan Kemuhammadiyahan menjadi sarana pembentukan karakter mahasiswa yang berlandaskan nilai keislaman, keilmuan, dan kepedulian sosial.

Expo Luaran MKWU Unmuh Jember Jadi Ruang Kreativitas Mahasiswa Bahasa Indonesia

Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) menggelar Expo Luaran Mata Kuliah Wajib Universitas (MKWU) di Gedung A Unmuh Jember, Sabtu (10/1/2026). Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menampilkan hasil pembelajaran MKWU, salah satunya dari Mata Kuliah Bahasa Indonesia yang berfokus pada penguatan literasi dan keterampilan komunikasi.

Dalam expo tersebut, mahasiswa semester satu yang menempuh Mata Kuliah Bahasa Indonesia menampilkan berbagai karya sebagai luaran pembelajaran. Karya-karya ini merepresentasikan kemampuan mahasiswa dalam menyusun gagasan secara sistematis, menggunakan bahasa yang baik dan benar, serta menyampaikan pesan secara efektif melalui media yang kreatif.

Luaran Mata Kuliah Bahasa Indonesia dirancang untuk mendorong mahasiswa mengembangkan keterampilan berbahasa secara aplikatif. Mahasiswa tidak hanya dituntut memahami kaidah kebahasaan, tetapi juga mampu menerapkannya dalam bentuk karya yang relevan dengan kebutuhan komunikasi di era digital.

Seluruh luaran disusun melalui kerja kelompok, sehingga mahasiswa memperoleh pengalaman kolaboratif dalam merancang, memproduksi, dan menyajikan karya. Proses ini menjadi bagian penting dalam melatih kemampuan bekerja sama, berkomunikasi, dan bertanggung jawab terhadap hasil kerja tim.

Karya-karya yang ditampilkan dalam Expo Luaran MKWU menunjukkan ragam kreativitas mahasiswa dalam mengemas pesan kebahasaan secara menarik dan mudah dipahami. Pemanfaatan media kreatif menjadi sarana bagi mahasiswa untuk menyampaikan ide secara jelas, persuasif, dan kontekstual.

Kegiatan expo juga melibatkan siswa SMA yang turut hadir sebagai pengunjung dan peserta kegiatan pendukung. Kehadiran mereka memberikan ruang interaksi edukatif sekaligus memperkenalkan pentingnya literasi bahasa sebagai bekal melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

Melalui Expo Luaran MKWU ini, Unmuh Jember menegaskan pelaksanaan pembelajaran Bahasa Indonesia yang bersifat aplikatif dan kontekstual. Mata Kuliah Bahasa Indonesia menjadi ruang pembentukan kemampuan literasi, komunikasi, serta pola pikir kritis mahasiswa melalui karya nyata yang dapat diapresiasi bersama.

Expo Luaran MKWU Unmuh Jember Jadi Wadah Ekspresi Nilai Pancasila Mahasiswa

Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) menggelar Expo Luaran Mata Kuliah Wajib Universitas (MKWU) di Gedung A Unmuh Jember, Sabtu (10/1/2026). Kegiatan ini menjadi ruang aktualisasi mahasiswa dalam mengekspresikan nilai-nilai Pancasila melalui karya kreatif yang dihasilkan dari proses pembelajaran di kelas.

Salah satu luaran yang ditampilkan dalam expo ini berasal dari Mata Kuliah Pendidikan Pancasila. Mahasiswa didorong untuk menerjemahkan nilai-nilai Pancasila ke dalam bentuk karya aplikatif, salah satunya melalui lomba video bertema anti kekerasan. Karya tersebut merepresentasikan pemahaman mahasiswa terhadap nilai kemanusiaan, keadilan sosial, serta kehidupan bermasyarakat yang beradab.

Ketua Panitia Expo Luaran MKWU Unmuh Jember, Fitrotul Mufaridah, M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai bentuk luaran pembelajaran MKWU yang selaras dengan capaian pembelajaran mata kuliah (CPMK). Menurutnya, Pendidikan Pancasila tidak hanya berhenti pada pemahaman konseptual, tetapi juga harus diwujudkan dalam sikap dan tindakan nyata.

“Melalui luaran ini, mahasiswa kami ajak untuk mengekspresikan nilai Pancasila dalam bentuk karya. Tema anti kekerasan dipilih agar mahasiswa peka terhadap persoalan sosial yang ada di sekitar mereka, sekaligus mampu menyampaikan pesan kebangsaan secara kreatif dan kontekstual,” ujar Fitrotul.

Ia menambahkan bahwa seluruh rangkaian lomba MKWU, termasuk dari mata kuliah Pendidikan Pancasila, dirancang berbasis kerja kelompok. Hal ini bertujuan untuk melatih kemampuan kolaborasi, komunikasi, serta tanggung jawab mahasiswa dalam sebuah tim, sejalan dengan nilai gotong royong yang menjadi salah satu ruh Pancasila.

Karya-karya mahasiswa yang ditampilkan dalam Expo Luaran MKWU memperlihatkan beragam sudut pandang tentang isu kekerasan, toleransi, dan kehidupan sosial yang harmonis. Pesan-pesan tersebut dikemas dalam bentuk audio visual yang komunikatif dan mudah dipahami, sehingga mampu menjangkau audiens yang lebih luas, termasuk kalangan pelajar SMA yang turut hadir dalam kegiatan ini.

Selain menjadi ajang apresiasi karya mahasiswa, Expo Luaran MKWU juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda. Dengan melibatkan siswa SMA sebagai pengunjung dan peserta kegiatan, Unmuh Jember berharap nilai-nilai Pancasila dapat ditanamkan sejak dini melalui pendekatan yang kreatif dan relevan dengan perkembangan zaman.

Melalui kegiatan ini, Unmuh Jember menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran MKWU yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif dan berdampak. Expo Luaran MKWU menjadi bukti bahwa Pendidikan Pancasila mampu menjadi ruang pembentukan karakter, kepekaan sosial, serta kesadaran kebangsaan mahasiswa di tengah tantangan era digital.

Connect