Senin, 24 Agustus 2026

Unmuh Jember Kembangkan TirtaSmart, Teknologi Cerdas Pantau Kualitas Air Berbasis Energi Surya


Bagaimana jika kualitas air bersih di desa bisa dipantau secara real-time, tanpa harus bergantung sepenuhnya pada listrik PLN? Pertanyaan tersebut menjadi salah satu persoalan yang coba dijawab Universitas Muhammadiyah Jember melalui pengembangan TirtaSmart, sebuah prototipe sistem cerdas pemantauan kualitas air berbasis Wireless Sensor Network (WSN), kecerdasan buatan, dan energi surya.

TirtaSmart dikembangkan melalui Program Hilirisasi Riset Prioritas – Pengujian Model dan Prototipe Tahun Anggaran 2026 dengan pendanaan dari Direktorat Hilirisasi dan Kemitraan, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Republik Indonesia.

Pengembangan teknologi tersebut diketuai oleh Dr. Bagus Setya Rintyarna, M.Kom. dari Universitas Muhammadiyah Jember. TirtaSmart dirancang untuk menjawab persoalan pemantauan kualitas air di wilayah perdesaan yang selama ini masih banyak dilakukan secara manual dan berkala.

Kondisi tersebut membuat perubahan kualitas air berpotensi terlambat diketahui. Melalui TirtaSmart, data dari sejumlah sensor dapat dikumpulkan dan dikirim secara nirkabel sehingga kondisi air dapat dipantau secara lebih cepat dan berkelanjutan.



“TirtaSmart kami arahkan bukan sekadar menjadi alat ukur kualitas air, tetapi menjadi sistem monitoring yang dapat bekerja secara berkelanjutan dan membantu pengelola air desa memperoleh informasi berbasis data untuk mengambil keputusan,” ujar Bagus.

TirtaSmart dikembangkan sebagai sebuah sistem yang terintegrasi. Sensor yang ditempatkan pada sumber air akan mengukur sejumlah parameter kualitas air. Data hasil pengukuran kemudian dikirim melalui jaringan sensor nirkabel menuju sistem pengolahan dan ditampilkan melalui dashboard monitoring.

Pada pengembangan tahun 2026, teknologi tersebut diperkuat dengan sensor multi-parameter, sistem komunikasi WSN, gateway, sistem kendali energi surya, serta dashboard monitoring.

Pengembangan juga dilakukan pada sisi kecerdasan sistem. Jika prototipe sebelumnya menggunakan pendekatan weighted ensemble classifier, TirtaSmart kini dikembangkan dengan algoritma Neural Network untuk mengenali hubungan yang lebih kompleks dari data berbagai sensor.

Tidak hanya kualitas, sistem juga dikembangkan untuk memantau kuantitas air. Dengan demikian, TirtaSmart diharapkan dapat berkembang dari sekadar alat pembaca kondisi air menjadi instrumen pendukung pengambilan keputusan bagi pengelola air bersih desa.

Salah satu tantangan penerapan teknologi monitoring di wilayah perdesaan adalah ketersediaan sumber listrik. Terlebih, lokasi sumber air tidak selalu berada dekat dengan permukiman atau jaringan listrik.

Persoalan tersebut menjadi salah satu alasan tim mengintegrasikan sistem kendali energi surya ke dalam TirtaSmart.

Dengan memanfaatkan energi matahari, perangkat monitoring diharapkan mampu bekerja lebih mandiri dan kontinu di lapangan tanpa sepenuhnya bergantung pada jaringan listrik PLN.

Pengembangan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya meningkatkan Tingkat Kesiapterapan Teknologi (TKT) dari prototipe sebelumnya yang telah mencapai Level 5 menuju Level 6–7. Tahapan tersebut diarahkan agar teknologi tidak hanya teruji secara teknis, tetapi juga dapat diuji dan didemonstrasikan dalam lingkungan operasional yang nyata.

Untuk memastikan teknologi benar-benar mampu bekerja di kondisi lapangan, tim peneliti menjadikan Desa Sukogidri, Kabupaten Jember, sebagai lokasi pengujian prototipe.

Pengujian dilakukan secara bertahap, mulai dari finalisasi desain, pengujian fungsional, kalibrasi ulang sensor, instalasi prototipe, hingga pengujian lapangan.

Sejumlah aspek akan menjadi perhatian, mulai dari kinerja sensor dan jaringan WSN, stabilitas sistem energi surya, kontinuitas pengiriman data, hingga keandalan sistem secara keseluruhan.

Sistem selanjutnya juga akan didemonstrasikan kepada pengelola air desa sebagai pengguna akhir. Pelibatan pengguna menjadi bagian penting dalam proses hilirisasi agar teknologi yang dikembangkan tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga mudah digunakan dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

“Target kami adalah teknologi ini dapat digunakan oleh pengelola air desa secara mandiri. Informasi kualitas air harus bisa dibaca dengan mudah, sehingga teknologi benar-benar hadir sebagai alat bantu pengelolaan air, bukan justru menambah kerumitan bagi pengguna,” jelas Bagus.

TirtaSmart merupakan hasil pengembangan berkelanjutan, bukan teknologi yang dibangun dari nol pada 2026. Tim telah melakukan rangkaian penelitian sejak 2021, khususnya dalam bidang pemantauan kualitas air berbasis WSN, analitik data, dan sistem cerdas.


Riset sebelumnya telah menghasilkan prototipe yang melalui proses kalibrasi sensor, pengujian fungsional, serta validasi pada lingkungan relevan hingga mencapai TKT Level 5.

Sejumlah hasil penelitian tersebut juga telah menghasilkan Hak Kekayaan Intelektual (HKI), termasuk teknologi monitoring kualitas air berbasis WSN dan ensemble learning.

Melalui program tahun 2026, fokus penelitian kemudian bergeser lebih jauh menuju hilirisasi, yakni menyempurnakan teknologi yang telah dikembangkan agar semakin dekat dengan kebutuhan pengguna dan siap diterapkan pada lingkungan nyata.

Jika seluruh tahapan pengujian dan validasi berjalan sesuai target, TirtaSmart memiliki peluang untuk dikembangkan dan direplikasi di wilayah lain.

Teknologi ini berpotensi dimanfaatkan oleh pemerintah desa, BUMDes, KPSPAMS, maupun lembaga lain yang memiliki tanggung jawab dalam pengelolaan layanan air bersih perdesaan.

Penggunaan komponen teknologi yang tersedia di pasar juga menjadi salah satu pertimbangan agar sistem relatif mudah dikembangkan kembali sesuai kebutuhan di lapangan.

Dalam jangka panjang, hasil pengujian TirtaSmart dapat menjadi pijakan untuk membangun kerja sama dengan pemerintah daerah, BUMDes, maupun lembaga pengelola air bersih lainnya.

Bagi Universitas Muhammadiyah Jember, pengembangan TirtaSmart menjadi salah satu contoh bagaimana hasil riset perguruan tinggi dapat didorong keluar dari ruang laboratorium dan dihadirkan untuk menjawab persoalan masyarakat.

Melalui dukungan Program Hilirisasi Riset Prioritas Pengujian Model dan Prototipe Tahun Anggaran 2026, TirtaSmart diharapkan tidak berhenti sebagai prototipe penelitian. Lebih jauh, teknologi ini ditargetkan menjadi teknologi tepat guna yang membantu desa mengelola layanan air bersih secara lebih cerdas, mandiri, dan berkelanjutan.


Selasa, 11 Agustus 2026

Fakultas Psikologi Unmuh Jember Bedah Model Keterhubungan Ekologis Generasi Z



Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) memperkuat komitmennya dalam merespons persoalan lingkungan melalui Workshop Diseminasi Hasil Penelitian Model Keterhubungan Ekologis pada Generasi Z di Indonesia, Selasa (11/8/2026).

Bertempat di Aula Ahmad Zainuri Universitas Muhammadiyah Jember, kegiatan tersebut mempertemukan akademisi, peneliti, pakar teologi, serta praktisi lingkungan untuk mendiskusikan hasil penelitian mengenai kesadaran ekologis Generasi Z sekaligus membahas strategi mendorong kepedulian terhadap lingkungan agar dapat diwujudkan dalam tindakan nyata.

Penelitian tersebut melibatkan tim peneliti lintas disiplin yang terdiri atas Dr. Heru Prakosa, Dr. Johanes Seno Aditya Utama, dan Dr. Nurlaela Widyarini dari Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Jember.

Dalam pemaparan hasil penelitian, tim peneliti mengungkap bahwa Generasi Z memiliki modal awal yang cukup kuat dalam membangun keterhubungan dengan lingkungan. Kepedulian terhadap alam dan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan telah tumbuh di kalangan generasi muda.

Namun, persoalan muncul ketika kesadaran tersebut harus diterjemahkan menjadi perilaku dan aksi ekologis dalam kehidupan sehari-hari.

Ketua peneliti, Dr. Heru Prakosa, menjelaskan bahwa kepedulian ekologis Generasi Z tidak selalu secara otomatis menghasilkan tindakan nyata. Berbagai faktor eksternal, seperti keterbatasan fasilitas, minimnya dukungan sosial, serta belum tersedianya ruang komunitas yang memadai, dapat menjadi penghambat.


Karena itu, perubahan perilaku ekologis tidak cukup hanya dibangun melalui peningkatan pengetahuan. Diperlukan mediator sosial dan ruang praktik yang memungkinkan generasi muda menerjemahkan pengetahuan tersebut menjadi kebiasaan atau habitus dalam kehidupan sehari-hari.

Persoalan tersebut kemudian mendapatkan perspektif praktis dari Zahrotul Jannah, aktivis lingkungan yang hadir sebagai penanggap dalam kegiatan tersebut.

Ia membagikan pengalaman pendampingan gerakan lingkungan yang melibatkan anak muda melalui inisiatif “Besuk Sungai”. Dalam kegiatan tersebut, anak muda diajak melihat secara langsung kondisi sungai yang tercemar, melakukan brand audit terhadap sampah plastik yang ditemukan, hingga mengolah sampah menjadi eco-brick.

Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa keterlibatan langsung dapat menjadi sarana penting dalam membangun kepedulian lingkungan. Ketika anak muda diberikan ruang, kepercayaan, serta kesempatan untuk mengambil peran, mereka dapat berkembang menjadi penggerak kegiatan lingkungan di komunitasnya.

Diskusi kemudian berkembang pada pentingnya mengintegrasikan pendekatan ekologis dengan nilai budaya dan keagamaan.

Akademisi sejarah lingkungan, Gusti Ngurah Ary Kesuma Puja, mengangkat kembali nilai kearifan lokal Tri Hita Karana yang menekankan pentingnya keharmonisan hubungan antara manusia, Tuhan, dan alam.

Sementara itu, Prof. Fawaizul Umam menyoroti dimensi teologis dalam persoalan lingkungan. Menurut perspektif yang disampaikan dalam diskusi, krisis ekologis tidak hanya berkaitan dengan persoalan lingkungan, tetapi juga dapat dipandang sebagai refleksi dari hubungan manusia dengan nilai-nilai ketuhanan. Karena itu, kepedulian terhadap bumi perlu ditempatkan sebagai bagian dari tanggung jawab moral dan sosial.


Workshop diseminasi hasil penelitian tersebut menjadi ruang untuk mempertemukan perspektif akademik, pengalaman praktis, kearifan lokal, dan pendekatan teologis dalam melihat persoalan ekologis Generasi Z.

Temuan penelitian menunjukkan bahwa membangun generasi yang peduli terhadap lingkungan membutuhkan lebih dari sekadar penyampaian pengetahuan. Dukungan lingkungan sosial, ketersediaan fasilitas, komunitas, serta kesempatan untuk terlibat langsung menjadi bagian penting dalam proses perubahan perilaku.

Universitas Muhammadiyah Jember melalui kegiatan tersebut berupaya mendorong agar hasil penelitian tidak berhenti sebagai pengetahuan akademik, tetapi dapat menjadi dasar pengembangan program dan kolaborasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Sinergi antara penelitian, praktik lapangan, nilai budaya, dan pendekatan keagamaan diharapkan mampu menciptakan ruang yang lebih luas bagi Generasi Z untuk terlibat dalam gerakan lingkungan.

Dengan demikian, generasi muda tidak hanya ditempatkan sebagai kelompok yang memiliki kepedulian terhadap krisis ekologis, tetapi juga sebagai aktor yang mampu mengambil peran dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan mendorong terwujudnya keadilan ekologis di Indonesia.

 

Senin, 29 Juni 2026

Perkuat Kualitas Tesis Berstandar Global, Magister Manajemen Unmuh Jember Gelar Kolokium Internasional Bersama MSU Malaysia

Komitmen Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember dalam mencetak lulusan berdaya saing global terus diperkuat melalui penyelenggaraan Kolokium Internasional Program Studi Magister Manajemen bersama Management and Science University (MSU) Malaysia, Jumat (29/5/2026). Kegiatan yang menjadi agenda tahunan ini menghadirkan akademisi internasional untuk memberikan peer review terhadap proposal tesis mahasiswa.

Berbeda dengan pelaksanaan tahun sebelumnya yang berlangsung secara luring di kampus MSU Malaysia, kolokium tahun ini diselenggarakan secara daring melalui Zoom Meeting. Meski demikian, nuansa akademik internasional tetap terasa dengan keterlibatan langsung para dosen dan pakar dari MSU sebagai reviewer.

Sebanyak 35 mahasiswa Magister Manajemen Unmuh Jember mempresentasikan proposal tesis mereka di hadapan para akademisi MSU. Setiap peserta memperoleh evaluasi, kritik, dan rekomendasi konstruktif terkait penyempurnaan metodologi penelitian, penguatan kerangka konseptual, hingga teknik analisis data agar penelitian yang dihasilkan memenuhi standar akademik internasional.

Ketua Program Studi Magister Manajemen Unmuh Jember, Dr. Budi Santoso, S.E., M.M., M.Akun., menjelaskan bahwa kolokium internasional merupakan salah satu strategi program studi dalam meningkatkan kualitas riset mahasiswa sekaligus memperluas jejaring akademik global.

Menurutnya, keterlibatan reviewer dari MSU Malaysia memberikan perspektif baru yang sangat berharga bagi mahasiswa dalam menyusun penelitian. Masukan yang diberikan tidak hanya memperkuat kualitas proposal tesis, tetapi juga mendorong lahirnya penelitian yang memiliki kontribusi ilmiah serta relevansi terhadap perkembangan dunia bisnis dan ilmu manajemen.

"Kolokium ini menjadi bagian dari proses pembelajaran mahasiswa agar mampu menghasilkan penelitian yang berkualitas dan memiliki standar internasional. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi implementasi nyata kerja sama akademik antara Unmuh Jember dan Management and Science University Malaysia," ujarnya.

Selama kolokium berlangsung, suasana diskusi berjalan dinamis. Mahasiswa tidak hanya mempresentasikan ide penelitiannya, tetapi juga berdialog secara langsung dengan para reviewer internasional mengenai pendekatan penelitian, kebaruan (novelty), hingga peluang pengembangan hasil riset.

Pengalaman tersebut memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk merasakan atmosfer akademik internasional sekaligus meningkatkan kemampuan berpikir kritis, komunikasi ilmiah, dan penyusunan penelitian yang lebih komprehensif.

Selain menjadi forum akademik, kolokium ini juga memperkuat hubungan kerja sama antara Universitas Muhammadiyah Jember dan Management and Science University (MSU) Malaysia. Ke depan, kolaborasi kedua institusi diharapkan terus berkembang melalui berbagai program, seperti penelitian bersama, pertukaran dosen dan mahasiswa, seminar internasional, hingga publikasi ilmiah bereputasi.

Melalui penyelenggaraan kolokium internasional secara berkelanjutan, Program Studi Magister Manajemen Unmuh Jember menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan berkelas dunia. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menghasilkan lulusan magister yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu bersaing dan berkontribusi di tingkat nasional maupun internasional.

 

Kamis, 18 Juni 2026

Mahasiswa Elektro dan Mesin Unmuh Jember Rancang Skenario Revitalisasi Mesin di TPA Pakusari

Melanjutkan misi pemetaan krisis tata kelola sampah yang telah diinisiasi pekan sebelumnya, Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadiyah (UM) Jember kembali menerjunkan mahasiswanya dalam kunjungan gelombang kedua ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Pakusari pada hari Sabtu, 13 Juni 2026. Jika kunjungan gelombang pertama murni berfokus pada analisis infrastruktur fisik, kelancaran administrasi, dan kalkulasi beban volume harian, maka gelombang kedua ini secara khusus menitikberatkan pada evaluasi aspek rekayasa mekanikal, otomasi sistem kelistrikan, dan pemulihan fungsi fasilitas.

Kunjungan strategis kali ini membawa formasi yang berbeda, dengan melibatkan kolaborasi tajam dari mahasiswa program studi Teknik Elektro, Teknik Lingkungan, dan Teknik Mesin. Setibanya di lokasi, tim observasi langsung bergerak menembus area fasilitas pengolahan sampah dan menemukan realita teknis yang cukup memprihatinkan. Di tengah darurat volume sampah yang terus menggunung tanpa henti, sejumlah aset vital dan fasilitas mekanis di dalam TPA Pakusari justru ditemukan dalam kondisi tidak beroperasi secara maksimal, bahkan cenderung dibiarkan terbengkalai begitu saja.

Dalam inspeksi mendalam tersebut, mahasiswa secara langsung mendata berbagai macam alat berat dan mesin pengolahan yang mangkrak di lokasi. Terdapat perangkat krusial seperti mesin pemilah mekanis, mesin pencacah sampah, mesin pengepres raksasa (balling press), hingga instalasi mesin pengemasan (packaging) yang terdiam tanpa aktivitas operasional harian. Merespon temuan kritis ini, mahasiswa Teknik Mesin FT UM Jember langsung mengambil inisiatif untuk merumuskan kerangka kerja perbaikan teknis. Mereka menyusun strategi optimalisasi agar alat-alat berat serta mesin pencacah tersebut dapat direvitalisasi dan difungsikan kembali secara penuh.

Di sisi lain, mahasiswa Teknik Elektro mengambil peran yang tidak kalah penting dalam merancang ulang sistem otomasi jaringan kelistrikannya. Tidak hanya sekadar memperbaiki arus listrik, mereka juga mulai mengkaji potensi besar pemanfaatan gas metana yang terperangkap di bawah tumpukan sampah raksasa. Gas ini direncanakan untuk dikonversi menjadi sumber energi alternatif yang kelak dapat menghidupkan kembali mesin-mesin pengolahan tersebut secara mandiri. Sinergi mekanis dan elektris ini terus dikawal ketat oleh mahasiswa Teknik Lingkungan yang memastikan bahwa setiap rancangan mesin terapan tetap memenuhi standar baku mutu ekologis dan tidak menambah emisi baru.

Langkah taktis mahasiswa UM Jember ini menjadi sangat relevan karena berpacu dengan waktu transisi birokrasi. Berdasarkan informasi terkini dari otoritas lingkungan setempat, terhitung mulai tanggal 1 Juli 2026, Pemerintah Kabupaten Jember akan memberlakukan kebijakan baru yang sangat radikal. TPA Pakusari diproyeksikan hanya akan diizinkan menerima sampah dalam bentuk sampah residu saja. Hal ini menandai akhir dari era sistem penimbunan terbuka (open dumping) dan melangkah maju menuju metode Control Landfill. Melalui cetak biru revitalisasi teknologi dari kunjungan 13 Juni ini, FT UM Jember siap mengawal TPA Pakusari untuk bertransformasi menjadi fasilitas pengolahan modern terpadu.

 

Menembus Gunungan Sampah 35 Meter, Mahasiswa Lintas Disiplin FT Unmuh Jember Kaji Beban Kritis TPA Pakusari

Krisis tata kelola sampah domestik di Kabupaten Jember kini telah menjelma menjadi isu kedaruratan sosial dan ekologis yang membutuhkan penanganan luar biasa. Merespon kondisi kritis tersebut, jajaran sivitas akademika Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadiyah (UM) Jember mengambil langkah taktis proaktif melalui agenda observasi lapangan dan studi komprehensif. Gelombang pertama dari inisiatif ini resmi diterjunkan langsung ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Pakusari pada hari Sabtu, 6 Juni 2026.

Delegasi gelombang pertama ini membawa misi analisis infrastruktur dengan melibatkan kolaborasi lintas disiplin dari empat program studi sekaligus, yakni Teknik Kimia, Teknik Industri, Teknik Sipil, dan Teknik Lingkungan. Sinergi lintas keilmuan ini sengaja dibentuk untuk membedah problematika persampahan dari berbagai sudut pandang rekayasa, mulai dari tata letak operasional, stabilitas tumpukan fisik, hingga proses konversi bahan kimia yang terjadi secara alami di lokasi pembuangan raksasa tersebut.

Dalam peninjauan lapangan yang berlangsung intensif, para mahasiswa tidak hanya melakukan pengamatan visual, tetapi juga menggali data operasional harian secara mendetail. Mereka berdialog langsung dengan para petugas yang menjadi garda terdepan di TPA Pakusari. Mahasiswa berdiskusi secara mendalam dengan Bapak Moh. Jatim, selaku penanggung jawab bagian Administrasi dan Ritribusi. Dari diskusi ini, mahasiswa berhasil memetakan alur birokrasi, sistem pencatatan retribusi, serta pola kedatangan truk pengangkut sampah yang beroperasi tanpa henti dari berbagai penjuru kecamatan di Jember.

Lebih lanjut, investigasi pencarian data berlanjut di area krusial, yakni pos awal masuk TPA. Di sana, para mahasiswa berkoordinasi dengan Bapak Totok M. Soleh yang bertugas sebagai Operator Jembatan Timbang Sampah. Fakta kuantitatif yang terungkap di lapangan sangat mengejutkan; pos jembatan timbang mencatat bahwa TPA Pakusari saat ini dipaksa menampung beban volume timbulan sampah harian yang sangat ekstrem, mencapai rata-rata 600 meter kubik per harinya. Akumulasi sampah yang terus menerus masuk tanpa ada proses pengolahan yang seimbang ini telah mengakibatkan terbentuknya gunungan sampah masif dengan elevasi kritis setinggi 35 meter.

Bagi mahasiswa Teknik Sipil, data ketinggian 35 meter ini menjadi parameter vital untuk menganalisis stabilitas lereng sampah guna mencegah potensi bencana longsor. Sementara itu, mahasiswa Teknik Industri mengevaluasi efisiensi antrean logistik di jembatan timbang, dan mahasiswa Teknik Kimia serta Lingkungan meneliti potensi bahaya pencemaran air lindi (leachate) yang dihasilkan. Kunjungan terpadu pada tanggal 6 Juni ini pada akhirnya menjadi pondasi data primer yang sangat solid bagi riset mahasiswa FT UM Jember dalam merumuskan solusi penanganan infrastruktur persampahan di masa depan.

 


Kamis, 16 April 2026

Raih Gelar Doktor di Jepang, Dosen TIP Unmuh Jember Kembangkan Sensor RFID Tanpa Baterai untuk Inovasi Pertanian Cerdas

Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) kembali menambah deretan akademisi bergelar doktor. Dr.Eng., Danang Kumara Hadi, S.TP., M.T., dosen dari Program Studi Teknologi Industri Pertanian, resmi menyelesaikan studi tingkat doktoralnya di Ibaraki University, Jepang. Melalui disertasi bertajuk "UHF RFID-Based Sensing and Indoor Localization", Dr. Danang menghadirkan terobosan teknologi mutakhir yang sangat relevan bagi pengembangan Internet of Things (IoT) dan pertanian modern. Penelitian doktoral ini menawarkan kebaruan berupa integrasi fungsi sensor dan pelacakan lokasi di dalam ruangan menggunakan satu sistem Ultra-High Frequency Radio Frequency Identification (UHF RFID). 

Jika teknologi RFID konvensional umumnya hanya digunakan untuk identifikasi barang dan membutuhkan baterai terpisah untuk fungsi sensor, inovasi Dr. Danang memungkinkan satu perangkat kecil untuk melacak posisi sekaligus mendeteksi suhu dan kelembaban lingkungan secara tanpa baterai (battery-less). Sistem ini bekerja hanya dengan memanfaatkan energi dari gelombang radio, sehingga lebih terintegrasi, sangat hemat energi, dan praktis tanpa perlu repot melakukan perawatan atau penggantian baterai.


Pilihan Danang untuk menempuh pendidikan di Ibaraki University didasari oleh ekosistem riset yang sangat disiplin dan fasilitas laboratorium yang spesifik di bidang antena serta sensor nirkabel. Namun, perjalanan meraih gelar doktor tersebut tidaklah mudah karena harus beradaptasi dengan budaya, menghadapi tuntutan standar akademik yang sangat tinggi, hingga tekanan mental akibat seringnya mengalami kegagalan eksperimen. 

Mulai dari desain antena yang tidak optimal hingga data yang tidak konsisten, semuanya menuntut evaluasi terus-menerus. Justru dari berbagai kegagalan tersebut, Danang belajar untuk berpikir kritis dan memperbaiki metodologi hingga akhirnya berhasil mempublikasikan risetnya di jurnal internasional bereputasi Q1 IEEE Access. Ia meyakini bahwa kunci utama penyelesaian studinya adalah konsistensi, rasa ingin tahu yang tinggi, serta resiliensi untuk bangkit dari kegagalan.

Sebagai akademisi di bidang Teknologi Industri Pertanian, Dr. Danang memproyeksikan inovasinya untuk diaplikasikan secara langsung di sektor riil, khususnya untuk sistem pergudangan pintar (smart warehouse) dan pertanian cerdas (smart agriculture). Di daerah dengan basis agrikultur yang kuat seperti Jember, teknologi ini memiliki potensi implementasi yang luar biasa. Sensor RFID tanpa baterai ini dapat disebar di greenhouse atau fasilitas pertanian dalam ruangan untuk memantau suhu dan kelembaban lahan. 


Pada sektor pascapanen, teknologi ini sangat vital untuk melacak posisi produk pertanian secara real-time di gudang logistik sekaligus memastikan bahwa kualitas produk tetap terjaga dalam standar rantai dingin (cold chain). Implementasinya di Jember akan sangat efektif jika dimulai dari skala pilot project di kampus atau melalui kerja sama dengan industri lokal, sebelum akhirnya diperluas untuk mendorong rantai pasok yang lebih transparan dan efisien.

Ke depan, Danang berkomitmen untuk mengimplementasikan hasil risetnya ke dalam Catur Dharma Perguruan Tinggi Universitas Muhammadiyah Jember serta membangun kolaborasi riset dengan industri dan institusi global. Ia juga menitipkan pesan inspiratif bagi seluruh mahasiswa, khususnya yang menggeluti bidang teknologi dan pertanian, bahwa dunia pertanian saat ini tidak bisa dipisahkan dari teknologi. 

Konsep smart farming, IoT, dan analitik data merupakan kebutuhan mendesak saat ini, bukan sekadar angan-angan masa depan. Harapannya, Danang dapat menjadi generasi penggerak yang tidak hanya sekadar menggunakan teknologi, tetapi mampu menciptakan solusi riil berbasis teknologi untuk memajukan sektor pertanian di Indonesia.

Rabu, 15 April 2026

Inovasi Beton Bambu Berstandar Internasional: Prof. Muhtar Dikukuhkan Sebagai Guru Besar Teknik Sipil Unmuh Jember


Solusi visioner bagi dunia konstruksi ramah lingkungan lahir dari Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember). Pada Selasa (14/4/2026), Unmuh Jember secara resmi mengukuhkan Prof. Dr. Ir. Muhtar, S.T., M.T., IPM. sebagai Guru Besar di bidang Teknik Sipil – Rekayasa Struktur. Dalam prosesi pengukuhan tersebut, Prof. Muhtar menyampaikan orasi ilmiah yang sangat menggugah dan aplikatif berjudul "Bambu Sebagai Material Terbarukan Untuk Konstruksi Dan Kemaslahatan Umat".

Orasi ilmiah ini berangkat dari keprihatinan mendalam Prof. Muhtar terhadap tingginya kesenjangan industrialisasi antara wilayah perkotaan dan pedesaan. Selama ini, negara sering kali mengundang investor asing guna mempercepat proses industrialisasi dan penguasaan teknologi. Namun, pendekatan top-down dan "jalan pintas" ini sering kali mengabaikan potensi industrialisasi di tingkat pedesaan. Menurut Prof. Muhtar, mempercepat industrialisasi sebaiknya dimulai dari industri kecil di desa yang dijadikan sebagai fondasi ekonomi kerakyatan yang kuat.

"Pembangunan desa harus mampu memberikan nilai tambah (added value) terhadap komoditas lokalnya, sehingga warga desa menjadi sejahtera tanpa harus bergantung pada material industri dari kota yang mahal," papar Prof. Muhtar.

Sebagai jawaban atas tantangan tersebut, Prof. Muhtar memperkenalkan inovasi mutakhirnya: pemanfaatan bambu sebagai material utama pengganti baja dalam teknologi beton bertulang pracetak. Melalui serangkaian pengujian laboratorium yang ketat, inovasi ini telah membuktikan kualitas strukturalnya. Produk aplikatif yang dihasilkan, seperti panel pagar pracetak dan rangka jembatan beton bertulang bambu, telah melewati uji kelayakan mekanis yang komprehensif, meliputi uji lentur sumbu-lemah, uji lentur sumbu-kuat, hingga uji geser horizontal siklik.

Hasil temuan Prof. Muhtar sungguh luar biasa. Rangka beton bertulang bambu pracetak ciptaannya terbukti memiliki integritas struktural yang sangat baik, mampu mendistribusikan beban berat dengan defleksi dan deformasi yang sangat minimal. Dalam pengujian, tercatat perpindahan maksimum hanya sebesar 0,25 mm, sementara deformasi maksimum mencapai 0,20 mm, dan deformasi pada rangka jembatan hanya 0,13 mm. Angka-angka tersebut jauh berada di bawah ambang batas maksimal yang diizinkan (yakni 3,75 mm), sehingga inovasi ini secara resmi telah memenuhi standar kelayakan internasional AASHTO serta Standar Nasional Indonesia (RSNI T-12-2004).

Lebih dari sekadar rekayasa teknik, inovasi beton bambu ini membawa misi ekologis dan sosial yang sangat krusial. Penggunaan bambu material lokal yang pertumbuhannya sangat cepat dan mudah diperbarui menjadi antitesis terhadap material konstruksi konvensional yang menyumbang emisi karbon tinggi.

Pengukuhan Prof. Muhtar ini diharapkan tidak hanya menginspirasi dunia akademik, tetapi juga mendorong pemerintah dan sektor swasta untuk mulai melirik material terbarukan berbasis kearifan lokal. Inovasi beton bambu dari Unmuh Jember ini menjadi bukti nyata bahwa teknologi yang berakar dari desa mampu menghadirkan solusi konstruksi global yang berkelanjutan, sekaligus mewujudkan kemaslahatan umat yang sebesar-besarnya.

Menggali Sisi Psikologis di Balik Angka: Prof. Dwi Cahyono Resmi Dikukuhkan Sebagai Guru Besar Akuntansi Keperilakuan Unmuh Jember


Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) kembali mencatatkan sejarah akademik dengan mengukuhkan Prof. Dr. Dwi Cahyono, S.E., M.Si., Akt. sebagai Guru Besar dalam bidang Akuntansi Keperilakuan pada Rapat Terbuka Senat yang digelar Selasa (14/4/2026). Dalam momentum bersejarah tersebut, Prof. Dwi menyampaikan orasi ilmiah bertajuk "Pengantar Akuntansi Keperilakuan: Sebuah Eksplorasi Model Konseptual Bagi Pemula", yang secara tajam membedah bagaimana faktor manusia dan psikologi memengaruhi pelaporan serta pengambilan keputusan keuangan.

Selama ini, ilmu akuntansi kerap dipandang secara tradisional sebagai disiplin ilmu yang kaku, eksak, dan hanya berkutat pada deretan angka. Namun, Prof. Dwi menegaskan bahwa lahirnya Akuntansi Keperilakuan (Behavioral Accounting) didasarkan pada satu kesadaran fundamental: manusia tidak selalu rasional dalam membuat keputusan keuangan. Bidang multidisiplin ini menggabungkan ilmu akuntansi, psikologi, dan ekonomi perilaku untuk mengkaji secara mendalam pengaruh bias kognitif (cognitive biases), emosi, dan dinamika sosial terhadap informasi keuangan.

Dalam orasinya, Prof. Dwi memaparkan temuan dari analisis bibliometrik selama 53 tahun terhadap perkembangan riset behavioral accounting secara global. Data menunjukkan lonjakan publikasi yang sangat drastis pasca-krisis keuangan global tahun 2008, yang menyadarkan dunia bahwa kegagalan sistem keuangan sering kali bermuara pada perilaku irasional dan tidak etis pelakunya. Dari analisis tersebut, diketahui bahwa topik Mental Accounting menjadi subjek yang paling dominan diteliti, sementara Amerika Serikat memimpin dominasi riset global dengan lebih dari 52% total sitasi.

Lebih lanjut, Prof. Dwi membedah evolusi fokus penelitian akuntansi keperilakuan dari masa ke masa. Jika pada era awal (1970–1990) riset lebih banyak berfokus pada akuntansi manajemen, penganggaran, dan audit, maka pada era transisi (1991–2018) trennya berevolusi ke arah etika dan pengambilan keputusan (ethics & decision making). Menariknya, pada era terkini (2019–2023), arah riset semakin meluas menyentuh isu-isu keberlanjutan (sustainability), Environmental, Social, and Governance (ESG), suasana hati investor (investor mood), hingga teori perilaku terencana (planned behavior).

"Behavioral accounting bukan sekadar angka ini tentang memahami manusia di balik keputusan keuangan," tegas Prof. Dwi. Landasan teori seperti Prospect Theory dan Social Identity Theory kini menjadi fondasi utama untuk memahami fenomena keuangan modern.

Sebagai penutup, Prof. Dwi Cahyono memberikan peta jalan bagi pengembangan riset masa depan, khususnya bagi para akademisi dan praktisi. Ia menyoroti pentingnya integrasi Artificial Intelligence (AI) dan Big Data dalam akuntansi keperilakuan, perlunya riset di konteks negara berkembang yang masih minim, hingga urgensi pendekatan psikologis dalam mendeteksi kecurangan (fraud detection) dan perlindungan whistleblower. Implikasi praktisnya jelas: pengambil keputusan bisnis harus mulai memahami bias kognitif mereka sendiri demi membangun praktik akuntansi yang transparan dan etis.

Kamis, 09 April 2026

Riset Unmuh Jember Ungkap Strategi UMKM Café Lebih Kompetitif di Tengah Persaingan

Persaingan usaha café di Kabupaten Jember kian kompetitif. Tidak hanya mengandalkan rasa makanan dan minuman, pelaku usaha kini dituntut mampu menghadirkan pelayanan prima, kenyamanan, serta citra usaha yang kuat di mata pelanggan.

Menjawab tantangan tersebut, tim peneliti dari Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) mengungkap strategi kunci yang dapat meningkatkan daya saing UMKM café melalui pendekatan berbasis data.

Penelitian yang dilaksanakan pada 8 Desember 2025 hingga 10 Februari 2026 di Café Pusparasa Jember ini dipimpin oleh Retno Murwanti, S.TP., M.P., dengan anggota Atok Ainur Ridho, S.P., M.P., serta dua mahasiswa, Moh. Barkah Ulul Albab dan Imelita Nasya Diantha.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepuasan pelanggan UMKM café dipengaruhi oleh empat faktor utama, yakni kualitas pelayanan, pengelolaan bisnis, citra merek, dan efisiensi operasional.

Dari keempat faktor tersebut, kualitas pelayanan menjadi aspek paling dominan. Pelayanan yang ramah, cepat, dan konsisten terbukti mampu meningkatkan kepuasan pelanggan sekaligus mendorong mereka untuk kembali berkunjung.

Selain itu, pengelolaan bisnis yang baik juga berperan penting. Pencatatan keuangan yang rapi, pengaturan karyawan yang efektif, serta manajemen operasional yang tertata memberikan dampak langsung terhadap pengalaman pelanggan.

Dalam aspek pemasaran, citra merek (branding) menjadi faktor yang tidak kalah penting. Café yang memiliki identitas unik, suasana nyaman, serta cerita yang kuat, misalnya dengan mengangkat potensi local cenderung lebih mudah diingat dan dipilih oleh pelanggan.

Sementara itu, efisiensi operasional turut menjadi penentu kepuasan. Pelanggan menginginkan pelayanan yang cepat dan tepat, sehingga kemampuan café dalam mengelola waktu penyajian menjadi nilai tambah dalam persaingan.

Ketua tim peneliti, Retno Murwanti, menjelaskan bahwa hasil penelitian ini memberikan pesan sederhana namun strategis bagi pelaku UMKM café.

“Pelaku usaha dapat memulai dari hal yang paling mendasar, yaitu meningkatkan kualitas pelayanan, merapikan pengelolaan usaha, membangun identitas yang kuat, serta memastikan operasional berjalan efisien. Langkah-langkah ini tidak harus mahal, tetapi membutuhkan konsistensi,” ujarnya.

Lebih lanjut, penelitian ini juga menegaskan pentingnya pendekatan berbasis data dalam pengembangan usaha. UMKM tidak lagi cukup mengandalkan intuisi, tetapi perlu memahami perilaku dan kebutuhan pelanggan secara lebih sistematis.

Melalui temuan ini, diharapkan pelaku UMKM café di Jember maupun daerah lain dapat meningkatkan daya saing usahanya. Dengan strategi yang tepat, UMKM tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang dan berkontribusi dalam memperkuat ekonomi lokal.

 

Kamis, 22 Januari 2026

Fenomena “Aging Farmer” Jadi Sorotan Riset Sosial Ekonomi dalam Forum Internasional Unmuh Jember–Cotabato State University

Persoalan menurunnya minat generasi muda terhadap sektor pertanian menjadi salah satu isu utama yang dibahas dalam kegiatan International Research Dissemination bertajuk “GLOBAL MINDS AND SHARED DISCOVERIES: The Cotabato State University and Universitas Muhammadiyah Jember International Research Exchange Forum.” Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Rabu (21/1/2026) dan mempertemukan akademisi dari Universitas Muhammadiyah Jember dan Cotabato State University, Filipina.

Dalam forum tersebut, Nurul Fathiyah Fauzi dari Departemen Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jember mempresentasikan hasil penelitiannya berjudul “A Socio-Economic Study of Young Generation’s Interest in the Agricultural Sector.” Penelitian ini mengkaji faktor-faktor sosial ekonomi yang memengaruhi minat generasi muda terhadap sektor pertanian, khususnya di Kabupaten Jember.

Dalam pemaparannya, Nurul menjelaskan bahwa sektor pertanian saat ini menghadapi tantangan serius berupa fenomena aging farmer, yaitu dominasi petani usia lanjut akibat minimnya regenerasi. Data menunjukkan bahwa jumlah tenaga kerja di sektor pertanian terus menurun, sementara generasi muda cenderung memilih sektor non-pertanian yang dianggap lebih menjanjikan dari sisi pendapatan dan stabilitas kerja.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar generasi muda berada pada kategori ragu atau kurang berminat untuk bekerja di sektor pertanian. Faktor lingkungan sosial, seperti pengaruh teman sebaya, keterbukaan terhadap informasi luar (kosmopolitanisme), serta dukungan sosial, memiliki pengaruh positif terhadap minat generasi muda. Sebaliknya, faktor ekonomi, khususnya ketidakpastian pendapatan, menjadi salah satu penghambat utama.

Penelitian ini juga menemukan bahwa pekerjaan orang tua dan tingkat kosmopolitanisme berpengaruh signifikan terhadap minat generasi muda pada sektor pertanian. Sementara itu, variabel usia, tingkat pendidikan, dan jenis kelamin tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Temuan ini menegaskan bahwa minat generasi muda tidak hanya dibentuk oleh latar belakang pendidikan, tetapi juga oleh lingkungan sosial dan pola komunikasi yang mereka alami.

Melalui forum riset internasional ini, Nurul menekankan pentingnya peran perguruan tinggi, pemerintah, dan pemangku kepentingan dalam merancang strategi regenerasi petani yang lebih adaptif. Pemanfaatan teknologi pertanian modern, pendekatan kewirausahaan, serta penguatan citra pertanian sebagai sektor yang inovatif dan berkelanjutan dinilai menjadi kunci untuk menarik minat generasi muda.

Kegiatan International Research Dissemination ini menjadi ruang pertukaran gagasan lintas negara yang memperkaya perspektif akademik serta memperkuat kolaborasi riset internasional. Melalui diseminasi penelitian ini, Universitas Muhammadiyah Jember menegaskan komitmennya dalam berkontribusi pada solusi pembangunan pertanian berkelanjutan dan ketahanan pangan di tingkat lokal maupun global.


Faktor Kepuasan dan Loyalitas Konsumen E-Commerce Jadi Sorotan dalam Forum Riset Internasional Unmuh Jember–Cotabato State University

Isu kepuasan dan loyalitas konsumen dalam transaksi e-commerce menjadi salah satu topik yang dibahas dalam kegiatan International Research Dissemination bertajuk “GLOBAL MINDS AND SHARED DISCOVERIES: The Cotabato State University and Universitas Muhammadiyah Jember International Research Exchange Forum”. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Rabu (21/1/2026) dan mempertemukan akademisi dari Universitas Muhammadiyah Jember dan Cotabato State University, Filipina.

Salah satu pemateri dalam forum ini adalah Risa M., dosen Fakultas Pertanian Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Jember, yang mempresentasikan hasil penelitiannya berjudul “Determinants of Consumer Satisfaction and Loyalty in E-Commerce for Food and Beverage Products.” Penelitian ini mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi kepuasan dan loyalitas konsumen dalam penggunaan platform e-commerce, khususnya pada produk makanan dan minuman.

Dalam pemaparannya, Risa menjelaskan bahwa perkembangan e-commerce di Indonesia menjadi peluang besar bagi pelaku usaha, termasuk UMKM. Namun, pemanfaatan teknologi digital masih belum optimal, terutama karena keterbatasan literasi digital dan pemahaman teknologi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor utama yang mendorong kepuasan dan loyalitas konsumen dalam berbelanja makanan dan minuman secara daring.

Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Jember dengan menggunakan metode purposive sampling, melibatkan konsumen yang pernah melakukan pembelian produk makanan dan minuman melalui platform e-commerce. Analisis data menggunakan Rank Spearman Correlation untuk melihat hubungan antar variabel, mengingat karakteristik data yang berskala ordinal dan jumlah sampel yang terbatas.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa actual usage atau intensitas penggunaan aplikasi e-commerce menjadi faktor dengan korelasi paling kuat terhadap kepuasan dan loyalitas konsumen. Konsumen cenderung sering membuka aplikasi e-commerce untuk sekadar menjelajah produk, mengikuti tren, hingga akhirnya melakukan pembelian. Kemudahan akses, fleksibilitas waktu, serta tampilan produk yang menarik menjadi pendorong utama perilaku tersebut.

Selain itu, faktor kemudahan penggunaan (perceived ease of use) juga berpengaruh signifikan terhadap niat konsumen dalam menggunakan e-commerce. Konsumen menilai aplikasi e-commerce mudah dipelajari, memiliki alur transaksi yang jelas, serta dapat diakses kapan saja dan di mana saja. Kondisi ini mendorong konsumen untuk menjadikan e-commerce sebagai bagian dari aktivitas sehari-hari.

Faktor harga turut menjadi pertimbangan penting. Konsumen menilai harga produk makanan dan minuman di e-commerce relatif rasional, termasuk biaya layanan, pajak, dan pengiriman. Persepsi harga yang wajar meningkatkan kenyamanan konsumen dan memperkuat keputusan pembelian. Selain itu, promosi, seperti diskon dan gratis ongkir, terbukti efektif dalam menarik perhatian konsumen serta mendorong loyalitas.

Aspek lain yang tidak kalah penting adalah keamanan kemasan, terutama untuk produk makanan dan minuman. Penelitian ini menemukan bahwa kualitas segel dan keamanan kemasan berpengaruh terhadap kepuasan konsumen. Kemasan yang baik menjaga kualitas produk sekaligus membangun kepercayaan konsumen terhadap penjual dan platform e-commerce.

Melalui penelitian ini, Risa menekankan pentingnya strategi visual yang menarik dalam pemasaran produk makanan dan minuman di e-commerce. Mengingat konsumen sering melakukan browsing sebelum membeli, tampilan visual dan informasi produk yang jelas menjadi kunci dalam meningkatkan kepuasan dan loyalitas. Temuan ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pelaku UMKM, akademisi, serta pengembang platform e-commerce dalam memperkuat daya saing dan keberlanjutan bisnis digital.

Krisis Keuangan dan Perilaku Perusahaan Jadi Sorotan dalam Forum Riset Internasional Unmuh Jember–Cotabato State University

Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) bersama Cotabato State University Filipina menggelar International Research Dissemination bertajuk “GLOBAL MINDS AND SHARED DISCOVERIES: The Cotabato State University and Universitas Muhammadiyah Jember International Research Exchange Forum” yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Rabu (21/1/2026).

Salah satu materi yang dipresentasikan dalam forum ini disampaikan oleh Bayu Wijayantini, peneliti dari Universitas Muhammadiyah Jember, dengan judul “Crisis Exposure and Corporate Behaviour: A Panel Study of Financial Distress and Tax Avoidance in Indonesian Firms.” Materi ini mengangkat isu penting mengenai perilaku perusahaan di Indonesia ketika menghadapi tekanan krisis keuangan.

Dalam pemaparannya, Bayu menyoroti bagaimana kondisi financial distress atau kesulitan keuangan dapat memengaruhi keputusan strategis perusahaan, khususnya dalam praktik penghindaran pajak (tax avoidance). Penelitian ini menggunakan pendekatan panel study untuk menganalisis data perusahaan di Indonesia dalam periode tertentu, sehingga mampu memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang dinamika perilaku korporasi saat berada dalam situasi krisis.

Bayu menjelaskan bahwa paparan krisis tidak hanya berdampak pada kinerja keuangan perusahaan, tetapi juga berimplikasi pada aspek tata kelola dan kepatuhan fiskal. Dalam kondisi tekanan ekonomi, perusahaan cenderung melakukan berbagai strategi untuk menjaga keberlangsungan usaha, termasuk optimalisasi beban pajak yang dalam batas tertentu berpotensi mengarah pada praktik penghindaran pajak.

Materi ini juga menekankan pentingnya peran regulator dan pemangku kebijakan dalam merancang sistem pengawasan yang adaptif terhadap kondisi krisis. Dengan memahami pola perilaku perusahaan saat menghadapi tekanan finansial, pemerintah dan otoritas terkait dapat merumuskan kebijakan pajak dan tata kelola yang lebih responsif serta berkeadilan.

Diskusi yang berlangsung dalam sesi ini mendapat perhatian dari peserta forum, terutama karena relevansinya dengan kondisi ekonomi global yang kerap mengalami ketidakstabilan. Kajian yang disampaikan Bayu tidak hanya memberikan kontribusi akademik, tetapi juga menawarkan perspektif praktis bagi dunia usaha dan pembuat kebijakan dalam menghadapi krisis ekonomi.

Melalui forum International Research Exchange ini, Universitas Muhammadiyah Jember dan Cotabato State University menegaskan komitmen bersama dalam mendorong kolaborasi riset lintas negara. Pertukaran gagasan dan temuan ilmiah diharapkan mampu memperkaya khazanah keilmuan sekaligus memberikan dampak nyata bagi pengembangan kebijakan dan praktik profesional di tingkat nasional maupun internasional.

Green Intellectual Capital Jadi Sorotan dalam Forum Riset Internasional Unmuh Jember–Cotabato State University

Dalam rangkaian International Research Dissemination bertajuk “Global Minds and Shared Discoveries: The Cotabato State University and Universitas Muhammadiyah Jember International Research Exchange Forum”, Universitas Muhammadiyah Jember menghadirkan Dr. Astrid Maharani, S.E., M.Akun. sebagai salah satu presenter. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Rabu (21/1/2026) dan diikuti oleh akademisi dari Indonesia dan Filipina.

Pada forum riset internasional tersebut, Dr. Astrid Maharani memaparkan materi berjudul “How Green Intellectual Capital Creates Firm Value: Sustainability Performance as the Key Signalling Mechanism”. Penelitian ini mengkaji peran green intellectual capital dalam menciptakan nilai perusahaan dengan menjadikan kinerja keberlanjutan sebagai mekanisme sinyal utama bagi investor dan pemangku kepentingan.

Dalam pemaparannya, Dr. Astrid menjelaskan bahwa green intellectual capital terdiri dari tiga komponen utama, yakni green human capital, green structural capital, dan green relational capital. Ketiga aspek tersebut merepresentasikan kapasitas perusahaan dalam mengelola pengetahuan, sistem, serta hubungan eksternal yang berorientasi pada keberlanjutan lingkungan.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan objek perusahaan sektor basic materials yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Hasil riset menunjukkan bahwa green intellectual capital berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Namun, pengaruh tersebut menjadi lebih signifikan ketika dimediasi oleh kinerja keberlanjutan (sustainability performance), yang berfungsi sebagai sinyal kredibilitas perusahaan di mata investor.

Lebih lanjut, Dr. Astrid menegaskan bahwa di era ekonomi hijau, kinerja keberlanjutan tidak lagi sekadar pelengkap laporan perusahaan, melainkan telah menjadi indikator penting dalam pengambilan keputusan investasi. Perusahaan yang mampu mengelola pengetahuan hijau secara konsisten dinilai memiliki daya saing dan prospek jangka panjang yang lebih baik.

Materi yang disampaikan mendapat perhatian peserta forum karena relevansinya dengan isu global mengenai ESG (Environmental, Social, and Governance), ekonomi berkelanjutan, serta transformasi praktik bisnis ramah lingkungan. Diskusi interaktif yang berlangsung secara daring turut membuka peluang pengembangan riset kolaboratif lintas negara antara Universitas Muhammadiyah Jember dan Cotabato State University.

Melalui partisipasi aktif dalam forum ini, Universitas Muhammadiyah Jember menegaskan perannya dalam kontribusi akademik internasional serta komitmennya dalam mendorong pengembangan riset yang mendukung agenda pembangunan berkelanjutan di tingkat global.

Rabu, 10 Desember 2025

Prof. Subash UniMAP Ungkap Revolusi Pertanian dengan Plasma Dingin di Unmuh Jember

Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) kembali mengadakan sesi akademik internasional melalui Cocoa Segment Lecture Voice pada Rabu (3/12/2025). Kegiatan ini menghadirkan profesor terkemuka, Prof. Dr. Subash Gopinath dari Universiti Malaysia Perlis (UniMAP), yang dikenal sebagai salah satu ilmuwan top dunia dari tahun 2020 hingga 2024.

Prof. Subash Gopinath, yang bertugas di Fakultas Kejuruteraan & Teknologi Kimia (FKTK) dan Institute of Nano Electronic Engineering (INEE) UniMAP, mempresentasikan materi berjudul “Advancing Agricultural Performance with Nanotechnology and Cold Plasma Technologies”. Presentasi ini menyoroti bagaimana teknologi skala nano dapat mentransformasi efisiensi dan keamanan pangan, sebuah konsep yang sangat relevan dengan industri pertanian.

Dalam paparannya, Prof. Subash menjelaskan dua pilar teknologi yang dikembangkan timnya untuk meningkatkan kinerja pertanian:

Prof. Subash memperkenalkan konsep nanoteknologi, yaitu produksi dan manipulasi nanomaterial (dimensi kurang dari 100 nm) yang digunakan dalam pengembangan Biosensor. Biosensor adalah perangkat yang mampu mendeteksi berbagai jenis biomarker penyakit dengan sensitivitas tinggi.

Pekerjaan timnya mencakup sintesis nanomaterial seperti Graphene Oxide (GO), Carbon Nanotubes (CNTs), Zinc Oxide (ZnO), dan Silicon Nanowires (SiNW) sebagai transduser biosensor. Meskipun awalnya berfokus pada diagnosis biomedis (seperti deteksi Diabetes, DENV, HIV, dan berbagai jenis kanker), potensi akurasi dan kecepatan deteksi biosensor ini sangat relevan untuk mengukur kondisi kesehatan tanaman dan tanah secara cepat dan tepat.

Aspek kedua yang disorot adalah penggunaan Cold Plasma Technologies (Plasma Dingin). Perlakuan Atmospheric Cold Plasma telah terbukti efektif dalam inaktivasi mikroba. Sebagai contoh, perlakuan ini dapat mengurangi pertumbuhan Aspergillus Flavus (jamur) pada sereal beras merah secara signifikan, sebuah indikasi bahwa teknologi ini sangat potensial dalam pertanian dan keamanan pangan untuk mengurangi pertumbuhan jamur dan mikroba pada hasil panen pasca-panen.

Selain teknologi sensor, Prof. Subash juga memaparkan kontribusi timnya dalam menghadapi Zero-waste Challenge melalui pemanfaatan limbah menjadi nanomaterial berharga. Beberapa contoh pemanfaatan limbah meliputi ekstraksi Silica Nanopartikel dari abu ampas jerami padi (rice straw fly ash), pemanfaatan abu kertas sembahyang (Joss paper dan Holly stick) untuk menghasilkan Aluminosilikat Nanokomposit, serta produksi Tembaga Oksida Nanopartikel dari limbah papan sirkuit tercetak (Printed Circuit Board).

Acara Cocoa Segment Lecture Voice di Unmuh Jember ini menegaskan komitmen institusi untuk memfasilitasi wawasan global tentang teknologi maju, memicu kolaborasi internasional, dan mendorong pengembangan riset mahasiswa dan dosen di bidang agroteknologi dan nanoteknologi.

Peningkatan Hasil 9 Kali Lipat! Dosen UniMAP Malaysia Kupas Tuntas Transformasi Industri Mangga Harumanis di Unmuh Jember

Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) kembali menjadi pusat diskusi akademik ASEAN melalui penyelenggaraan Cocoa Segment Lecture Voice pada Rabu (3/12/2025). Bertempat di Aula Fakultas Pertanian Unmuh Jember, acara ini menghadirkan Ts. Ahmad Radi Wan Yaakub dari Universiti Malaysia Perlis (UniMAP). Ts. Ahmad Radi, seorang Jurutera Pengajar dan Penyelidik Mangga Harumanis dari Fakultas Kejuruteraan & Teknologi Kimia UniMAP, memaparkan risetnya yang berjudul “Transformasi Industri Harumanis Melalui Penyelidikan, Teknologi & Kesan kepada Komuniti” (Transformation of the Harumanis Industry Through Research, Technology & Impact on the Community).

Mangga Harumanis dikenal sebagai komoditas premium di Malaysia, dengan harga jual mencapai MYR 35.00 per kilogram (sekitar IDR 141.000) untuk Gred AAA. Namun, industri ini menghadapi tantangan besar, terutama serangan jamur (kulat) pada bunga saat musim hujan (Oktober), yang menyebabkan kegagalan panen yang signifikan.

Ts. Ahmad Radi menjelaskan, kunci transformasi industri Harumanis terletak pada pengendalian hama dan penyakit yang efektif di fase kritis, yaitu saat musim berbunga di bulan Oktober yang identik dengan curah hujan tinggi. Melalui penyelidikan ilmiah, tim UniMAP berhasil mengidentifikasi spesis jamur utama yang menyerang bunga Harumanis, termasuk Oidium species, Aspergillus species, dan Fusarium species. Setelah pengujian, mereka menemukan bahwa bahan aktif Propineb merupakan anti-jamur yang paling efektif untuk melawan spesis tersebut. Riset ini menghasilkan protokol penting, yakni merekomendasikan penyemprotan anti-jamur secara berkala, yaitu setiap 2-3 hari sekali (48 jam), untuk memastikan bunga terlindungi sepenuhnya dari serangan jamur yang fatal.

Penerapan teknologi dan protokol penyemprotan yang disarankan oleh UniMAP ini membuahkan hasil yang luar biasa di lapangan. Dalam uji coba di Lot Cubaan (kebun percontohan) seluas kurang dari 1 Relung (sekitar 47 pohon), dengan penerapan protokol penyemprotan yang ketat saat musim berbunga, Bunga Harumanis berhasil terlindungi, sehingga panen sukses dilakukan pada akhir bulan Januari. Jumlah buah yang dipanen mencapai 1.2 Ton. Hasil ini menunjukkan peningkatan jumlah buah hingga 9 kali lipat dibandingkan hasil rata-rata tanpa kontrol yang memadai. Keberhasilan ini tidak hanya meningkatkan hasil panen dan kualitas Gred AAA Harumanis, tetapi juga memberikan dampak positif yang signifikan pada pendapatan dan ketahanan komunitas petani Harumanis di Perlis.

Acara Cocoa Segment Lecture Voice di Fakultas Pertanian Unmuh Jember ini diharapkan dapat menginspirasi peneliti, mahasiswa, dan pelaku agribisnis di Indonesia untuk mengadopsi teknologi berbasis riset guna mengoptimalkan hasil pertanian tropis lokal. 

Kamis, 13 November 2025

Dr. Dani Harmanto Paparkan Solusi Urban CFD untuk Mobilitas Berkelanjutan dan Atasi Polusi di Rakornas AST-PTMA Unmuh Jember

 

Asosiasi Sains dan Teknologi Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (AST-PTMA) sukses menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) yang kali ini menyoroti isu krusial lingkungan dan mobilitas berkelanjutan di Indonesia. Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) menjadi tuan rumah pelaksanaan Rakornas, yang dilangsungkan pada Kamis, (13/11/2025), bertempat di Aula Ahmad Zaenuri. Acara ini menarik perhatian, khususnya ketika menghadirkan pembicara utama (Keynote Speaker) dari Inggris yang memiliki ikatan kuat dengan Indonesia.

Tokoh yang didapuk menjadi pembicara kunci adalah Dr. Dani Harmanto CEng MIED FHEA, seorang Associate Professor di bidang Teknik Aeronautika dari De Montfort University (DMU), Inggris. Dengan latar belakangnya yang lahir dan tumbuh besar di Surabaya, Dr. Dani membawa perspektif mendalam mengenai tantangan mobilitas perkotaan di tanah air. Materi yang ia sajikan, berjudul: "Urban CFD for Sustainable Mobility: Rethinking Motorcycle Pollution & Low-Speed EV Aerodynamics in Jakarta and Surabaya", mengupas tuntas mengapa kota-kota besar di Indonesia menghadapi masalah polusi udara yang akut.

Dalam paparannya, Dr. Dani menjelaskan bahwa kota-kota seperti Jakarta dan Surabaya merupakan "laboratorium hidup" yang kompleks bagi studi aliran udara perkotaan. Ia memaparkan dua realitas utama: pertama, lebih dari 70% kendaraan adalah sepeda motor, yang menyebabkan paparan knalpot secara terus-menerus bagi warga kota. Kedua, formasi bangunan tinggi dan kepadatan jalanan menciptakan efek "ngarai jalanan" (street-canyon). Struktur ini, ditambah dengan kondisi angin silang yang lemah (rata-rata di bawah 5 m/s), secara efektif menjebak polutan di tingkat jalanan, sehingga memperburuk kualitas udara yang dihirup warga. Tidak hanya polusi, kondisi aliran udara ini juga menyebabkan kendaraan listrik (EV) kecil yang beroperasi di kecepatan rendah menderita drag tinggi, mengurangi efisiensi energi dan jarak tempuh mereka.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Dr. Dani mengusulkan pemanfaatan Urban Computational Fluid Dynamics (CFD) sebagai alat utama dalam perencanaan kota. CFD memungkinkan insinyur dan perencana kota untuk memvisualisasikan dan memprediksi bagaimana polutan tersebar dan bagaimana aliran udara mempengaruhi efisiensi kendaraan. Lebih lanjut, ia mengusulkan pengenalan dua indeks baru: TUAI (Tropical Urban Aerodynamic Index), untuk mengukur efisiensi aerodinamika EV pada kondisi tropis berkecepatan rendah, dan SCEI (Street-Canyon Exposure Index), untuk menilai kemungkinan stagnasi polutan di jalanan. Kedua indeks ini diharapkan dapat berevolusi menjadi standar desain nasional yang dikembangkan bersama antara insinyur dan perencana kota.

Dr. Dani menutup presentasinya dengan pesan optimis, menegaskan bahwa Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pemimpin global dalam mobilitas berkelanjutan berbasis CFD. Dengan kolaborasi riset yang kuat, khususnya melalui platform AST-PTMA, Indonesia dapat mewujudkan udara yang lebih bersih dan EV yang lebih efisien, yang pada akhirnya akan menciptakan kota-kota yang lebih sehat dan layak huni. Presentasi ini menjadi seruan bagi seluruh PTMA untuk memperkuat kapasitas riset dan pendidikan di bidang ilmu terapan, khususnya rekayasa fluida komputasional, demi mendukung pembangunan kota masa depan.

Dr. Rahimi A. Rahman Paparkan Leveraging BIM and Digital Twins for Sustainable Construction di Rakornas AST-PTMA Unmuh Jember

 

Asosiasi Sains dan Teknologi Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (AST-PTMA) sukses menyelenggarakan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) yang menetapkan agenda penting bagi masa depan sains dan teknologi PTMA. Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) dipercaya menjadi tuan rumah acara tahunan ini, yang dipusatkan di Aula Ahmad Zaenuri pada Kamis, (13/11/2025). Rakornas kali ini berfokus pada penguatan peran PTMA dalam menghadapi transformasi digital, khususnya di sektor konstruksi, dan menjadi bagian integral dari rangkaian konferensi ilmiah yang lebih besar.

Puncak acara ilmiah Rakornas ini ditandai dengan presentasi utama (Keynote Speech) yang sangat dinantikan oleh Dr. Rahimi A. Rahman, seorang Associate Professor of Decision Management in Construction dari Universiti Malaysia Pahang Al-Sultan Abdullah (UMPSA). Dr. Rahimi membawakan materi utama yang sangat relevan dengan isu keberlanjutan global berjudul: "Leveraging BIM and Digital Twins for Sustainable Construction: Strategies for Preparation and Optimization".

Dalam paparannya, Dr. Rahimi menekankan bahwa era konstruksi berkelanjutan tidak dapat dipisahkan dari adopsi teknologi mutakhir seperti Building Information Modeling (BIM) dan Digital Twins (DT) atau Kembaran Digital. Ia menjelaskan bahwa Digital Twin adalah replika virtual dari aset, proses, atau sistem fisik yang memungkinkan pemantauan, analisis, dan simulasi secara real-time. Teknologi ini menyimpan potensi yang sangat besar bagi manajer fasilitas, terutama dalam meningkatkan proses dekonstruksi yang lebih terencana dan efisien di akhir siklus hidup bangunan.

Namun, Dr. Rahimi juga menyoroti tantangan krusial yang dihadapi industri. Ia memperingatkan bahwa presisi dan keandalan Digital Twins seringkali terhambat oleh data Building Information Modeling (BIM) yang tidak akurat, khususnya data as-built atau data setelah bangunan selesai didirikan. Jika Digital Twin tidak akurat, dampak negatifnya bisa meluas, termasuk inefisiensi operasional, peningkatan waktu henti tak terduga, dan pengambilan keputusan manajemen aset yang buruk. Oleh karena itu, riset yang dipaparkannya berfokus pada identifikasi strategi yang diperlukan organisasi konstruksi untuk memastikan kesiapan mereka dalam memproduksi model BIM as-built yang akurat, sehingga menghasilkan Digital Twins yang presisi.

Menggunakan metodologi riset yang melibatkan 118 responden profesional konstruksi, Dr. Rahimi mengidentifikasi adanya 11 atribut utama dan 20 strategi kunci yang dapat digunakan organisasi untuk mencapai tujuan tersebut. Temuan kuncinya menggarisbawahi pentingnya Kapabilitas Organisasi Terkait Digital Twin yang terukur, yang mana memiliki dampak signifikan terhadap kebutuhan daya saing, investasi teknologi, manajemen tenaga kerja, dan kapabilitas manajemen organisasi secara keseluruhan. Selain itu, ia juga memaparkan perlunya pengembangan Kerangka Kompetensi Digital Leadership (DL) yang ditujukan bagi posisi tingkat pemula di industri konstruksi, sebagai panduan komprehensif untuk kepemimpinan dan adaptabilitas di lingkungan konstruksi digital yang terus berkembang. Partisipasi Dr. Rahimi ini diharapkan menjadi dorongan kuat bagi seluruh PTMA untuk mempercepat integrasi teknologi dan kompetensi digital ke dalam kurikulum mereka, memastikan PTMA melahirkan lulusan yang kompeten dan siap menjadi pemimpin di era konstruksi digital global.

 

Dosen Unmuh Jember Tampilkan Riset Analisis Preferensi Konsumen Berbasis Kecerdasan Buatan di Rakornas AST-PTMA

 

Konferensi dan Rapat Koordinasi Nasional Asosiasi Sains dan Teknologi Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (AST-PTMA) yang berlangsung di Universitas Muhammadiyah Jember menjadi ajang berbagi riset dan inovasi dari berbagai perguruan tinggi Muhammadiyah di Indonesia.

Salah satu pemateri yang menarik perhatian peserta adalah Dr. Bagus Setya Rintyarna dari Program Studi Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Jember, yang mempresentasikan riset berjudul “Consumer Preference Analysis Based on Aspect-Level Sentiment Analysis of Product Reviews.”

Dalam paparannya, Dr. Bagus menjelaskan bagaimana kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dapat digunakan untuk menganalisis preferensi konsumen berdasarkan ulasan produk di platform e-commerce.

“Di era digital, ulasan konsumen bukan sekadar opini tetapi data berharga yang bisa digunakan untuk memahami kebutuhan dan ekspektasi pasar secara lebih mendalam,” jelas Dr. Bagus.

Penelitian ini mengembangkan model Aspect-Level Sentiment Analysis, yaitu pendekatan yang mampu mengurai sentimen pengguna terhadap aspek-aspek spesifik sebuah produk seperti daya tahan baterai, desain, harga, atau fitur lainnya. Melalui metode ini, peneliti dapat menghitung tingkat kepuasan dan preferensi konsumen terhadap tiap aspek produk secara otomatis.

Dr. Bagus memperkenalkan metode yang dikembangkannya, yakni SimplEx (Simple Extraction Model), yang terbukti memiliki akurasi lebih tinggi dibandingkan metode analisis sentimen konvensional. Dengan model ini, produsen dapat memperoleh wawasan cepat tentang apa yang disukai atau dikeluhkan konsumen tanpa harus melakukan survei manual yang mahal dan memakan waktu.

“SimplEx dapat membantu pelaku industri dan UMKM dalam memahami tren pasar dengan lebih efisien. Dari data ulasan online saja, kita bisa mengetahui pola konsumsi masyarakat Indonesia secara real time,” ungkapnya.

Riset ini relevan dengan kondisi Indonesia sebagai pasar e-commerce terbesar di Asia Tenggara, dengan lebih dari 178 juta konsumen aktif dan tingkat penetrasi internet mencapai 79,5 persen.

Kehadiran Dr. Bagus dalam forum AST-PTMA menjadi kebanggaan tersendiri bagi Unmuh Jember. Selain memperlihatkan kompetensi akademik, riset ini juga menunjukkan bagaimana ilmu teknik dan kecerdasan buatan dapat bersinergi untuk menjawab kebutuhan industri digital Indonesia.

Dr. Taufik dari Cal Poly State University Paparkan Konsep Rumah Hybrid AC/DC di Rakornas AST-PTMA Unmuh Jember

Gagasan masa depan rumah hemat energi mendapat sorotan khusus dalam Rapat Koordinasi Nasional Asosiasi Sains dan Teknologi Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (AST-PTMA) yang digelar di Universitas Muhammadiyah Jember, Kamis (13/11).

Dalam forum bergengsi tersebut, Dr. Taufik, Professor of Electrical Engineering di Cal Poly State University, San Luis Obispo, California, Amerika Serikat, hadir sebagai Keynote Speaker dengan topik “Hybrid AC/DC House: Paving a Pathway for Future Net Zero Energy Homes.”

Dr. Taufik memaparkan konsep rumah hibrida yang menggabungkan sistem listrik arus bolak-balik (AC) dan arus searah (DC) sebagai solusi menuju hunian masa depan yang net zero energy yaitu rumah yang menghasilkan energi sebanyak yang dikonsumsinya sepanjang tahun.

“Konsep Hybrid AC/DC House menawarkan efisiensi energi yang lebih tinggi, karena mampu mengurangi kehilangan daya hingga 30 persen dibanding sistem AC konvensional,” jelas Dr. Taufik.

Menurutnya, sistem kelistrikan rumah saat ini masih sangat bergantung pada AC (arus bolak-balik), sementara sebagian besar perangkat modern seperti panel surya, lampu LED, komputer, dan perangkat pintar sebenarnya beroperasi dengan DC (arus searah).

“Kita perlu melengkapi sistem konvensional AC dengan DC. Dengan sistem hybrid, energi dari panel surya bisa disalurkan lebih efisien tanpa banyak konversi yang membuang daya,” tambahnya.

Dalam paparannya, Dr. Taufik juga menampilkan hasil riset dan prototipe Hybrid AC/DC House yang telah dikembangkan di Cal Poly University serta diuji di Filipina dan Indonesia (Universitas Padjadjaran). Ia menekankan bahwa konsep ini tidak hanya relevan untuk kawasan perkotaan, tetapi juga dapat menjadi solusi untuk elektrifikasi pedesaan dan daerah terpencil.

Selain meningkatkan efisiensi, model rumah hybrid ini juga membuka peluang bagi inovasi teknologi baru, efisiensi biaya, serta bisnis energi terbarukan di masa depan.

“Hybrid AC/DC adalah masa depan sistem kelistrikan rumah tangga. Kita harus bergerak cepat agar bisa menjadi pemimpin di bidang ini,” tegasnya.

Kehadiran Dr. Taufik dalam Rakornas AST-PTMA menegaskan komitmen AST-PTMA dan Unmuh Jember untuk menghadirkan wacana global dalam pengembangan teknologi berkelanjutan, sekaligus memperkuat jejaring riset internasional di bidang energi terbarukan dan sistem cerdas ramah lingkungan.

Prof. Yun Arifatul Fatimah Bahas Ekonomi Sirkular Digital yang Inklusif di Rakornas AST-PTMA Unmuh Jember

Agenda Rapat Koordinasi Nasional Asosiasi Sains dan Teknologi Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (AST-PTMA) yang digelar di Universitas Muhammadiyah Jember terus menghadirkan tokoh-tokoh inspiratif dari berbagai perguruan tinggi Muhammadiyah di Indonesia.

Salah satunya adalah Prof. Ir. Yun Arifatul Fatimah, S.T., M.T., Ph.D., Wakil Rektor Bidang Akademik dan Digitalisasi Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA), sekaligus Ketua Centre for Sustainable Intelligent Circular Economy (CSICE). Beliau tampil sebagai Keynote Speaker dengan materi bertajuk “Indonesia’s Smart and Sustainable Transition and Circular Economy Accelerations.”

Dalam pemaparannya, Prof. Yun mengangkat isu penting mengenai transformasi digital dan ekonomi sirkular berkelanjutan di Indonesia, serta bagaimana perguruan tinggi dapat berperan sebagai motor perubahan menuju pembangunan yang adil, cerdas, dan ramah lingkungan.

“Digital bukanlah sesuatu yang netral. Ia bisa mempercepat keberlanjutan, tapi juga mempercepat ketidakberlanjutan. Tugas kita adalah memastikan teknologi menjadi alat keadilan dan keberlanjutan, bukan justru sumber ketimpangan baru,” ujar Prof. Yun.

Prof. Yun menyoroti fenomena yang ia sebut sebagai “techno-centrism trap”  jebakan ketika teknologi canggih dijadikan solusi utama tanpa mempertimbangkan konteks sosial, budaya, dan kesiapan masyarakat lokal. Menurutnya, solusi berkelanjutan tidak selalu harus high-tech, tetapi harus right-tech  teknologi yang sesuai dengan kebutuhan dan nilai-nilai lokal.

Melalui risetnya, Prof. Yun memperkenalkan sejumlah pendekatan baru seperti Digital Material Footprint (DMF) dan Digital Wisdom Index (DWI) sebagai alat ukur keseimbangan antara transformasi digital dan keberlanjutan lingkungan.

“Masa depan hijau Indonesia tidak dibangun hanya di atas server dan data center, tetapi di atas kebijaksanaan, keadilan, dan inklusi. Digital hanyalah alat  manusialah strateginya,” tuturnya.

Kehadiran Prof. Yun di Rakornas AST-PTMA 2025 menunjukkan kuatnya sinergi antarperguruan tinggi Muhammadiyah dalam mendorong rancang bangun ekonomi hijau dan sirkular yang berpihak pada manusia dan alam.

Rakornas AST-PTMA yang berlangsung di Aula Ahmad Zaenuri, Universitas Muhammadiyah Jember, menjadi wadah penting untuk memperkuat kolaborasi riset, inovasi, dan transformasi digital di bidang sains dan teknologi, baik di level nasional maupun internasional.


Connect