Kamis, 16 April 2026

Raih Gelar Doktor di Jepang, Dosen TIP Unmuh Jember Kembangkan Sensor RFID Tanpa Baterai untuk Inovasi Pertanian Cerdas

Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) kembali menambah deretan akademisi bergelar doktor. Dr.Eng., Danang Kumara Hadi, S.TP., M.T., dosen dari Program Studi Teknologi Industri Pertanian, resmi menyelesaikan studi tingkat doktoralnya di Ibaraki University, Jepang. Melalui disertasi bertajuk "UHF RFID-Based Sensing and Indoor Localization", Dr. Danang menghadirkan terobosan teknologi mutakhir yang sangat relevan bagi pengembangan Internet of Things (IoT) dan pertanian modern. Penelitian doktoral ini menawarkan kebaruan berupa integrasi fungsi sensor dan pelacakan lokasi di dalam ruangan menggunakan satu sistem Ultra-High Frequency Radio Frequency Identification (UHF RFID). 

Jika teknologi RFID konvensional umumnya hanya digunakan untuk identifikasi barang dan membutuhkan baterai terpisah untuk fungsi sensor, inovasi Dr. Danang memungkinkan satu perangkat kecil untuk melacak posisi sekaligus mendeteksi suhu dan kelembaban lingkungan secara tanpa baterai (battery-less). Sistem ini bekerja hanya dengan memanfaatkan energi dari gelombang radio, sehingga lebih terintegrasi, sangat hemat energi, dan praktis tanpa perlu repot melakukan perawatan atau penggantian baterai.


Pilihan Danang untuk menempuh pendidikan di Ibaraki University didasari oleh ekosistem riset yang sangat disiplin dan fasilitas laboratorium yang spesifik di bidang antena serta sensor nirkabel. Namun, perjalanan meraih gelar doktor tersebut tidaklah mudah karena harus beradaptasi dengan budaya, menghadapi tuntutan standar akademik yang sangat tinggi, hingga tekanan mental akibat seringnya mengalami kegagalan eksperimen. 

Mulai dari desain antena yang tidak optimal hingga data yang tidak konsisten, semuanya menuntut evaluasi terus-menerus. Justru dari berbagai kegagalan tersebut, Danang belajar untuk berpikir kritis dan memperbaiki metodologi hingga akhirnya berhasil mempublikasikan risetnya di jurnal internasional bereputasi Q1 IEEE Access. Ia meyakini bahwa kunci utama penyelesaian studinya adalah konsistensi, rasa ingin tahu yang tinggi, serta resiliensi untuk bangkit dari kegagalan.

Sebagai akademisi di bidang Teknologi Industri Pertanian, Dr. Danang memproyeksikan inovasinya untuk diaplikasikan secara langsung di sektor riil, khususnya untuk sistem pergudangan pintar (smart warehouse) dan pertanian cerdas (smart agriculture). Di daerah dengan basis agrikultur yang kuat seperti Jember, teknologi ini memiliki potensi implementasi yang luar biasa. Sensor RFID tanpa baterai ini dapat disebar di greenhouse atau fasilitas pertanian dalam ruangan untuk memantau suhu dan kelembaban lahan. 


Pada sektor pascapanen, teknologi ini sangat vital untuk melacak posisi produk pertanian secara real-time di gudang logistik sekaligus memastikan bahwa kualitas produk tetap terjaga dalam standar rantai dingin (cold chain). Implementasinya di Jember akan sangat efektif jika dimulai dari skala pilot project di kampus atau melalui kerja sama dengan industri lokal, sebelum akhirnya diperluas untuk mendorong rantai pasok yang lebih transparan dan efisien.

Ke depan, Danang berkomitmen untuk mengimplementasikan hasil risetnya ke dalam Catur Dharma Perguruan Tinggi Universitas Muhammadiyah Jember serta membangun kolaborasi riset dengan industri dan institusi global. Ia juga menitipkan pesan inspiratif bagi seluruh mahasiswa, khususnya yang menggeluti bidang teknologi dan pertanian, bahwa dunia pertanian saat ini tidak bisa dipisahkan dari teknologi. 

Konsep smart farming, IoT, dan analitik data merupakan kebutuhan mendesak saat ini, bukan sekadar angan-angan masa depan. Harapannya, Danang dapat menjadi generasi penggerak yang tidak hanya sekadar menggunakan teknologi, tetapi mampu menciptakan solusi riil berbasis teknologi untuk memajukan sektor pertanian di Indonesia.

Rabu, 15 April 2026

Inovasi Beton Bambu Berstandar Internasional: Prof. Muhtar Dikukuhkan Sebagai Guru Besar Teknik Sipil Unmuh Jember


Solusi visioner bagi dunia konstruksi ramah lingkungan lahir dari Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember). Pada Selasa (14/4/2026), Unmuh Jember secara resmi mengukuhkan Prof. Dr. Ir. Muhtar, S.T., M.T., IPM. sebagai Guru Besar di bidang Teknik Sipil – Rekayasa Struktur. Dalam prosesi pengukuhan tersebut, Prof. Muhtar menyampaikan orasi ilmiah yang sangat menggugah dan aplikatif berjudul "Bambu Sebagai Material Terbarukan Untuk Konstruksi Dan Kemaslahatan Umat".

Orasi ilmiah ini berangkat dari keprihatinan mendalam Prof. Muhtar terhadap tingginya kesenjangan industrialisasi antara wilayah perkotaan dan pedesaan. Selama ini, negara sering kali mengundang investor asing guna mempercepat proses industrialisasi dan penguasaan teknologi. Namun, pendekatan top-down dan "jalan pintas" ini sering kali mengabaikan potensi industrialisasi di tingkat pedesaan. Menurut Prof. Muhtar, mempercepat industrialisasi sebaiknya dimulai dari industri kecil di desa yang dijadikan sebagai fondasi ekonomi kerakyatan yang kuat.

"Pembangunan desa harus mampu memberikan nilai tambah (added value) terhadap komoditas lokalnya, sehingga warga desa menjadi sejahtera tanpa harus bergantung pada material industri dari kota yang mahal," papar Prof. Muhtar.

Sebagai jawaban atas tantangan tersebut, Prof. Muhtar memperkenalkan inovasi mutakhirnya: pemanfaatan bambu sebagai material utama pengganti baja dalam teknologi beton bertulang pracetak. Melalui serangkaian pengujian laboratorium yang ketat, inovasi ini telah membuktikan kualitas strukturalnya. Produk aplikatif yang dihasilkan, seperti panel pagar pracetak dan rangka jembatan beton bertulang bambu, telah melewati uji kelayakan mekanis yang komprehensif, meliputi uji lentur sumbu-lemah, uji lentur sumbu-kuat, hingga uji geser horizontal siklik.

Hasil temuan Prof. Muhtar sungguh luar biasa. Rangka beton bertulang bambu pracetak ciptaannya terbukti memiliki integritas struktural yang sangat baik, mampu mendistribusikan beban berat dengan defleksi dan deformasi yang sangat minimal. Dalam pengujian, tercatat perpindahan maksimum hanya sebesar 0,25 mm, sementara deformasi maksimum mencapai 0,20 mm, dan deformasi pada rangka jembatan hanya 0,13 mm. Angka-angka tersebut jauh berada di bawah ambang batas maksimal yang diizinkan (yakni 3,75 mm), sehingga inovasi ini secara resmi telah memenuhi standar kelayakan internasional AASHTO serta Standar Nasional Indonesia (RSNI T-12-2004).

Lebih dari sekadar rekayasa teknik, inovasi beton bambu ini membawa misi ekologis dan sosial yang sangat krusial. Penggunaan bambu material lokal yang pertumbuhannya sangat cepat dan mudah diperbarui menjadi antitesis terhadap material konstruksi konvensional yang menyumbang emisi karbon tinggi.

Pengukuhan Prof. Muhtar ini diharapkan tidak hanya menginspirasi dunia akademik, tetapi juga mendorong pemerintah dan sektor swasta untuk mulai melirik material terbarukan berbasis kearifan lokal. Inovasi beton bambu dari Unmuh Jember ini menjadi bukti nyata bahwa teknologi yang berakar dari desa mampu menghadirkan solusi konstruksi global yang berkelanjutan, sekaligus mewujudkan kemaslahatan umat yang sebesar-besarnya.

Menggali Sisi Psikologis di Balik Angka: Prof. Dwi Cahyono Resmi Dikukuhkan Sebagai Guru Besar Akuntansi Keperilakuan Unmuh Jember


Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) kembali mencatatkan sejarah akademik dengan mengukuhkan Prof. Dr. Dwi Cahyono, S.E., M.Si., Akt. sebagai Guru Besar dalam bidang Akuntansi Keperilakuan pada Rapat Terbuka Senat yang digelar Selasa (14/4/2026). Dalam momentum bersejarah tersebut, Prof. Dwi menyampaikan orasi ilmiah bertajuk "Pengantar Akuntansi Keperilakuan: Sebuah Eksplorasi Model Konseptual Bagi Pemula", yang secara tajam membedah bagaimana faktor manusia dan psikologi memengaruhi pelaporan serta pengambilan keputusan keuangan.

Selama ini, ilmu akuntansi kerap dipandang secara tradisional sebagai disiplin ilmu yang kaku, eksak, dan hanya berkutat pada deretan angka. Namun, Prof. Dwi menegaskan bahwa lahirnya Akuntansi Keperilakuan (Behavioral Accounting) didasarkan pada satu kesadaran fundamental: manusia tidak selalu rasional dalam membuat keputusan keuangan. Bidang multidisiplin ini menggabungkan ilmu akuntansi, psikologi, dan ekonomi perilaku untuk mengkaji secara mendalam pengaruh bias kognitif (cognitive biases), emosi, dan dinamika sosial terhadap informasi keuangan.

Dalam orasinya, Prof. Dwi memaparkan temuan dari analisis bibliometrik selama 53 tahun terhadap perkembangan riset behavioral accounting secara global. Data menunjukkan lonjakan publikasi yang sangat drastis pasca-krisis keuangan global tahun 2008, yang menyadarkan dunia bahwa kegagalan sistem keuangan sering kali bermuara pada perilaku irasional dan tidak etis pelakunya. Dari analisis tersebut, diketahui bahwa topik Mental Accounting menjadi subjek yang paling dominan diteliti, sementara Amerika Serikat memimpin dominasi riset global dengan lebih dari 52% total sitasi.

Lebih lanjut, Prof. Dwi membedah evolusi fokus penelitian akuntansi keperilakuan dari masa ke masa. Jika pada era awal (1970–1990) riset lebih banyak berfokus pada akuntansi manajemen, penganggaran, dan audit, maka pada era transisi (1991–2018) trennya berevolusi ke arah etika dan pengambilan keputusan (ethics & decision making). Menariknya, pada era terkini (2019–2023), arah riset semakin meluas menyentuh isu-isu keberlanjutan (sustainability), Environmental, Social, and Governance (ESG), suasana hati investor (investor mood), hingga teori perilaku terencana (planned behavior).

"Behavioral accounting bukan sekadar angka ini tentang memahami manusia di balik keputusan keuangan," tegas Prof. Dwi. Landasan teori seperti Prospect Theory dan Social Identity Theory kini menjadi fondasi utama untuk memahami fenomena keuangan modern.

Sebagai penutup, Prof. Dwi Cahyono memberikan peta jalan bagi pengembangan riset masa depan, khususnya bagi para akademisi dan praktisi. Ia menyoroti pentingnya integrasi Artificial Intelligence (AI) dan Big Data dalam akuntansi keperilakuan, perlunya riset di konteks negara berkembang yang masih minim, hingga urgensi pendekatan psikologis dalam mendeteksi kecurangan (fraud detection) dan perlindungan whistleblower. Implikasi praktisnya jelas: pengambil keputusan bisnis harus mulai memahami bias kognitif mereka sendiri demi membangun praktik akuntansi yang transparan dan etis.

Senin, 13 April 2026

Kenaikan Harga Plastik Jadi Momentum, Dosen Unmuh Jember Dorong UMKM Beralih ke Kemasan Ramah Lingkungan

Kenaikan harga plastik yang terjadi belakangan ini tidak hanya berdampak pada meningkatnya biaya produksi bagi pelaku usaha, tetapi juga membuka peluang perubahan menuju praktik yang lebih ramah lingkungan. Di tengah kondisi tersebut, Kepala Program Studi Teknik Lingkungan Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember), Dr. Latifa Mirzatika Al-Rosyid, S.T., M.T., menilai bahwa situasi ini dapat menjadi momentum penting untuk mulai mengurangi ketergantungan terhadap plastik.

Menurutnya, selama ini penggunaan plastik yang masif telah menimbulkan berbagai persoalan lingkungan yang serius. Sampah plastik yang sulit terurai dapat bertahan puluhan hingga ratusan tahun di alam, mencemari tanah dan laut, serta berpotensi terurai menjadi mikroplastik yang masuk ke dalam rantai makanan manusia. Dampak yang ditimbulkan tidak hanya pada lingkungan, tetapi juga pada kesehatan dan ekonomi. Mulai dari banjir akibat saluran tersumbat sampah plastik, kerusakan ekosistem laut, hingga penurunan pendapatan nelayan akibat berkurangnya hasil tangkapan.

Dalam konteks tersebut, Dr. Latifa menjelaskan bahwa saat ini telah tersedia sejumlah alternatif pengganti plastik yang cukup realistis untuk digunakan, baik oleh masyarakat maupun pelaku UMKM. Kemasan berbahan kertas dan karton menjadi pilihan yang paling praktis karena mudah diperoleh, relatif stabil dari segi harga, serta dapat digunakan untuk berbagai produk, terutama makanan kering.

Selain itu, terdapat pula bioplastik berbasis pati seperti singkong, jagung, dan sagu yang memiliki sifat biodegradable sehingga lebih ramah lingkungan, meskipun dari sisi harga masih tergolong lebih tinggi dibandingkan plastik konvensional. Alternatif lainnya adalah penggunaan kemasan yang dapat digunakan kembali, seperti tote bag, wadah kaca, atau stainless steel, yang umumnya digunakan untuk produk dengan segmen tertentu.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa peralihan dari plastik ke bahan alternatif tidak bisa dilakukan secara seragam. Setiap jenis produk memiliki kebutuhan kemasan yang berbeda, sehingga pelaku usaha perlu menyesuaikan pilihan dengan karakteristik produknya. Kertas misalnya, memiliki keterbatasan karena tidak tahan terhadap air atau minyak, sementara daun sebagai kemasan tradisional juga memiliki keterbatasan dari segi skala produksi. Sementara itu, bioplastik meskipun potensial, masih menghadapi kendala harga dan ketersediaan.

Di sisi lain, tantangan terbesar dalam upaya pengurangan plastik di tingkat UMKM tidak hanya terletak pada aspek teknis, tetapi juga pada faktor ekonomi dan perilaku konsumen. Harga kemasan ramah lingkungan yang bisa mencapai dua hingga tiga kali lipat dari plastik menjadi beban tersendiri bagi pelaku usaha kecil. Selain itu, ketersediaan bahan alternatif yang belum stabil serta kebiasaan konsumen yang masih menganggap plastik lebih praktis dan murah turut menjadi hambatan dalam proses transisi.

Meski demikian, Dr. Latifa menekankan bahwa perubahan tidak harus dilakukan secara drastis. Menurutnya, langkah kecil yang dilakukan secara konsisten justru lebih efektif dalam jangka panjang. Pelaku UMKM dapat mulai mengurangi penggunaan plastik secara bertahap tanpa harus langsung meninggalkannya sepenuhnya. Ia juga menambahkan bahwa upaya pengurangan plastik justru dapat menjadi nilai tambah bagi usaha, seiring meningkatnya kesadaran konsumen terhadap isu lingkungan. Produk dengan kemasan ramah lingkungan dinilai memiliki citra yang lebih premium dan dapat menjadi identitas tersendiri bagi sebuah usaha.

Selain bagi pelaku usaha, ia juga mengajak masyarakat untuk turut berperan dalam mengurangi penggunaan plastik melalui langkah sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Membawa tas belanja sendiri, menggunakan wadah saat membeli makanan, serta mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dalam kegiatan rumah tangga menjadi langkah kecil yang jika dilakukan secara kolektif dapat memberikan dampak besar.

Melalui momentum kenaikan harga plastik ini, perubahan menuju gaya hidup dan praktik usaha yang lebih berkelanjutan dinilai semakin relevan untuk dilakukan. Dengan dukungan kebijakan yang tepat, kesiapan pelaku usaha, serta perubahan perilaku konsumen, pengurangan plastik tidak hanya menjadi solusi atas persoalan lingkungan, tetapi juga dapat menjadi peluang strategis bagi UMKM untuk meningkatkan daya saing di masa depan.

 

Jumat, 10 April 2026

Dosen Unmuh Jember Perkuat Kapasitas Remaja PASHMINA Lewat Pelatihan Kesehatan dan Komunikasi


Dosen Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui Fakultas Psikologi dengan fokus pada penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) remaja melalui organisasi PASHMINA (Pelajar Aisyiyah Putri Hebat, Mandiri, dan Berdaya) Kabupaten Jember. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu (31/1/2026), di MAM 1 Watukebo.

Program ini merupakan bagian dari pengabdian Fakultas Psikologi Unmuh Jember yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dasar remaja, khususnya dalam menghadapi berbagai tantangan yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi, komunikasi interpersonal, serta kesiapan psikososial. Selama ini, keterbatasan akses terhadap informasi yang valid dan minimnya ruang pendampingan sebaya masih menjadi persoalan di kalangan remaja.

Melalui kegiatan ini, para dosen memberikan serangkaian pelatihan yang meliputi sosialisasi kesehatan reproduksi, pelatihan komunikasi interpersonal, serta pengenalan konseling dasar. Materi disampaikan secara interaktif agar mudah dipahami dan dapat langsung diaplikasikan oleh peserta dalam kehidupan sehari-hari.

Remaja anggota PASHMINA yang menjadi peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi kegiatan. Selain memperoleh pengetahuan baru, mereka juga dilatih untuk mengembangkan kemampuan komunikasi yang efektif, empati, serta keterampilan dasar dalam memberikan pendampingan kepada teman sebaya.

Kegiatan ini juga menjadi upaya untuk memperkuat peran PASHMINA sebagai wadah kaderisasi remaja putri di bawah naungan Nasyiatul Aisyiyah. Melalui pembekalan ini, para anggota diharapkan tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga mampu berperan sebagai agen edukasi di lingkungan masing-masing.

Dengan adanya pelatihan ini, Unmuh Jember berharap dapat berkontribusi dalam menciptakan generasi muda yang tidak hanya memiliki pengetahuan yang memadai, tetapi juga keterampilan sosial dan kepedulian terhadap sesama. Upaya ini sekaligus menjadi wujud komitmen Fakultas Psikologi dalam mendukung pembangunan generasi muda yang sehat, berdaya, dan berkarakter.

Kamis, 09 April 2026

Riset Unmuh Jember Ungkap Strategi UMKM Café Lebih Kompetitif di Tengah Persaingan

Persaingan usaha café di Kabupaten Jember kian kompetitif. Tidak hanya mengandalkan rasa makanan dan minuman, pelaku usaha kini dituntut mampu menghadirkan pelayanan prima, kenyamanan, serta citra usaha yang kuat di mata pelanggan.

Menjawab tantangan tersebut, tim peneliti dari Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) mengungkap strategi kunci yang dapat meningkatkan daya saing UMKM café melalui pendekatan berbasis data.

Penelitian yang dilaksanakan pada 8 Desember 2025 hingga 10 Februari 2026 di Café Pusparasa Jember ini dipimpin oleh Retno Murwanti, S.TP., M.P., dengan anggota Atok Ainur Ridho, S.P., M.P., serta dua mahasiswa, Moh. Barkah Ulul Albab dan Imelita Nasya Diantha.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepuasan pelanggan UMKM café dipengaruhi oleh empat faktor utama, yakni kualitas pelayanan, pengelolaan bisnis, citra merek, dan efisiensi operasional.

Dari keempat faktor tersebut, kualitas pelayanan menjadi aspek paling dominan. Pelayanan yang ramah, cepat, dan konsisten terbukti mampu meningkatkan kepuasan pelanggan sekaligus mendorong mereka untuk kembali berkunjung.

Selain itu, pengelolaan bisnis yang baik juga berperan penting. Pencatatan keuangan yang rapi, pengaturan karyawan yang efektif, serta manajemen operasional yang tertata memberikan dampak langsung terhadap pengalaman pelanggan.

Dalam aspek pemasaran, citra merek (branding) menjadi faktor yang tidak kalah penting. Café yang memiliki identitas unik, suasana nyaman, serta cerita yang kuat, misalnya dengan mengangkat potensi local cenderung lebih mudah diingat dan dipilih oleh pelanggan.

Sementara itu, efisiensi operasional turut menjadi penentu kepuasan. Pelanggan menginginkan pelayanan yang cepat dan tepat, sehingga kemampuan café dalam mengelola waktu penyajian menjadi nilai tambah dalam persaingan.

Ketua tim peneliti, Retno Murwanti, menjelaskan bahwa hasil penelitian ini memberikan pesan sederhana namun strategis bagi pelaku UMKM café.

“Pelaku usaha dapat memulai dari hal yang paling mendasar, yaitu meningkatkan kualitas pelayanan, merapikan pengelolaan usaha, membangun identitas yang kuat, serta memastikan operasional berjalan efisien. Langkah-langkah ini tidak harus mahal, tetapi membutuhkan konsistensi,” ujarnya.

Lebih lanjut, penelitian ini juga menegaskan pentingnya pendekatan berbasis data dalam pengembangan usaha. UMKM tidak lagi cukup mengandalkan intuisi, tetapi perlu memahami perilaku dan kebutuhan pelanggan secara lebih sistematis.

Melalui temuan ini, diharapkan pelaku UMKM café di Jember maupun daerah lain dapat meningkatkan daya saing usahanya. Dengan strategi yang tepat, UMKM tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang dan berkontribusi dalam memperkuat ekonomi lokal.

 

Senin, 06 April 2026

Mahasiswa KKN Unmuh Jember Berbagi Takjil di LKSA Muhammadiyah Al-Iman

Semangat berbagi di bulan suci Ramadan diwujudkan oleh Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 1 Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) melalui kegiatan pembagian takjil di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Muhammadiyah Al-Iman, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember, pada Sabtu, (21/2/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang diinisiasi mahasiswa KKN sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus upaya menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak panti asuhan di bulan penuh berkah.

Sejak sore hari, mahasiswa KKN telah mempersiapkan berbagai jenis takjil untuk dibagikan menjelang waktu berbuka puasa. Takjil tersebut kemudian disalurkan secara langsung kepada anak-anak dan pengurus LKSA Muhammadiyah Al-Iman. Suasana hangat dan penuh kebersamaan pun terasa sepanjang kegiatan berlangsung.

Tidak hanya berbagi makanan, mahasiswa juga berinteraksi langsung dengan anak-anak panti. Mereka mengajak berbincang santai, berbagi cerita, hingga memberikan motivasi dan semangat belajar. Interaksi tersebut menciptakan kedekatan emosional yang membuat kegiatan semakin bermakna, baik bagi mahasiswa maupun anak-anak panti.

Koordinator KKN Kelompok 1 menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari nilai-nilai pengabdian kepada masyarakat yang menjadi bagian penting dalam proses pendidikan di perguruan tinggi.

“Melalui kegiatan ini kami ingin berbagi kebahagiaan dengan adik-adik di LKSA Muhammadiyah Al-Iman. Meskipun sederhana, kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat serta menumbuhkan rasa kepedulian sosial bagi kita semua,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa Ramadan menjadi momentum yang tepat untuk menanamkan nilai empati, kepedulian, dan solidaritas sosial, terutama bagi mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat yang memiliki tanggung jawab moral untuk berkontribusi.

Kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat bagi penerima, tetapi juga menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam memahami realitas sosial di masyarakat. Melalui interaksi langsung, mahasiswa belajar untuk lebih peka terhadap kondisi lingkungan serta mengasah nilai-nilai kemanusiaan.

Pihak pengurus LKSA Muhammadiyah Al-Iman menyambut baik kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa KKN Unmuh Jember. Mereka mengapresiasi kepedulian mahasiswa yang telah meluangkan waktu dan tenaga untuk berbagi bersama anak-anak panti, terutama di bulan Ramadan.

Menurut pengurus, kegiatan seperti ini tidak hanya memberikan bantuan secara materi, tetapi juga menghadirkan kebahagiaan dan perhatian bagi anak-anak yang membutuhkan.

Kegiatan kemudian ditutup dengan suasana kebersamaan menjelang waktu berbuka puasa. Anak-anak tampak antusias menerima takjil yang dibagikan, sementara mahasiswa turut merasakan kebahagiaan dari momen berbagi tersebut.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Unmuh Jember berharap dapat terus menumbuhkan semangat berbagi dan memperkuat nilai kepedulian sosial di kalangan mahasiswa. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk lebih aktif berkontribusi dalam kegiatan sosial di tengah masyarakat.

Ramadan pun menjadi lebih bermakna, tidak hanya sebagai waktu untuk meningkatkan ibadah, tetapi juga sebagai momentum untuk mempererat tali silaturahmi dan menebarkan kebaikan kepada sesama.


Mahasiswa BCB Unmuh Jember Gelar “Pesantren 1000 Cahaya Ramadhan” di Panti Asuhan Nur Iman

Mahasiswa penerima Beasiswa Cendekia Baznas (BCB) Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) menggelar kegiatan sosial bertajuk “Pesantren 1000 Cahaya Ramadhan” di Panti Asuhan Nur Iman, Patrang, Jember, pada Minggu (15/3/2026). Kegiatan ini menjadi wujud kepedulian sosial mahasiswa dalam berbagi kebahagiaan bersama anak-anak panti asuhan di bulan suci Ramadhan.

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 15.00 WIB ini juga merupakan bagian dari program pembinaan Beasiswa Cendekia Baznas. Program tersebut tidak hanya berfokus pada pengembangan akademik mahasiswa, tetapi juga mendorong terbentuknya karakter sosial, kepedulian, serta semangat pengabdian kepada masyarakat.

Acara ini dihadiri oleh Wakil Rektor III Unmuh Jember, Dr. Sofyan Rofi, M.Pd.I, Kepala Biro Layanan Kemahasiswaan Agista Ul Hakim, S.IP., M.Si, mentor BCB Ari Sita Nastiti, S.E., M.Akun, serta mahasiswa penerima Beasiswa Cendekia Baznas.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor III Unmuh Jember menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari proses pembinaan mahasiswa agar tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial yang tinggi.

“Program ini tidak hanya membentuk mahasiswa yang cerdas, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan semangat berbagi kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia juga memberikan motivasi kepada anak-anak panti asuhan agar tetap semangat dalam meraih cita-cita.

“Adik-adik harus tetap memiliki cita-cita setinggi mungkin. Jangan pernah merasa kecil hati dengan keadaan yang ada, karena setiap orang memiliki kesempatan untuk meraih masa depan yang lebih baik,” pesannya.

Sebagai bentuk kepedulian nyata, mahasiswa BCB menyerahkan santunan kepada Panti Asuhan Nur Iman berupa uang sebesar Rp1.780.000 yang merupakan hasil donasi yang dihimpun sebelumnya, serta paket sembako untuk kebutuhan panti.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan ceramah Ramadhan yang disampaikan oleh Agista Ul Hakim, S.IP., M.Si, yang mengangkat tema keutamaan ibadah puasa serta pentingnya meningkatkan amal dan kepedulian terhadap sesama.

Suasana kegiatan semakin hangat dengan berbagai permainan interaktif (games) yang melibatkan anak-anak panti asuhan. Mahasiswa BCB juga membagikan hampers snack sebagai bentuk kebersamaan dan kebahagiaan di bulan suci Ramadhan.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan pelaksanaan shalat Magrib berjamaah yang dilanjutkan dengan buka puasa bersama antara mahasiswa, pengurus, dan anak-anak panti asuhan.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa BCB Unmuh Jember berharap dapat menumbuhkan semangat berbagi serta memperkuat kepedulian sosial di kalangan mahasiswa, sekaligus menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak panti asuhan di bulan Ramadhan yang penuh berkah.

FIKES Unmuh Jember Latih Ibu-Ibu PCA Pakusari Tangani Kegawatan Anak di Rumah

Kapasitas keluarga dalam menghadapi kondisi darurat pada anak masih menjadi tantangan di masyarakat. Padahal, sebagian besar kejadian kegawatan anak justru terjadi di rumah sebelum mereka sempat mendapatkan penanganan dari tenaga kesehatan. Kondisi krusial ini menuntut peran aktif orang tua, khususnya ibu, sebagai penolong pertama yang mampu bertindak cepat dan tepat.

Menjawab kebutuhan tersebut, tim pengabdian kepada masyarakat dari Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Pemberdayaan Ibu sebagai Responder Awal dalam Menangani Kegawatan Anak di Rumah”. Kegiatan yang menggandeng Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Pakusari ini dilaksanakan pada Sabtu (7/2/2026) silam, dan diikuti secara antusias oleh 27 peserta ibu anggota 'Aisyiyah.

Kegiatan ini difokuskan pada peningkatan kemampuan ibu dalam menangani kondisi kegawatan anak yang sering terjadi di rumah, seperti kejang demam, tersedak, dan diare dengan risiko dehidrasi. Melalui metode penyuluhan interaktif, pelatihan, serta simulasi langsung, peserta dibekali pengetahuan teoretis sekaligus keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Selama kegiatan berlangsung, diskursus berjalan sangat aktif dengan berbagai pertanyaan yang berangkat dari pengalaman nyata para ibu. Hal ini menunjukkan betapa relevannya materi pelatihan dengan realitas pengasuhan harian. Tidak hanya meningkatkan pemahaman, kegiatan ini sukses mendorong perubahan pola pikir peserta. Jika sebelumnya banyak ibu yang cenderung panik atau mengandalkan informasi yang belum teruji kebenarannya, setelah pelatihan mereka mengaku menjadi lebih tenang, rasional, dan percaya diri dalam melakukan pertolongan pertama.

Dalam sesi praktik, para ibu dilatih secara langsung untuk melakukan tindakan sederhana namun menyelamatkan nyawa, seperti cara memposisikan anak dengan benar saat terjadi kejang, manuver pertolongan pertama pada anak yang tersedak, hingga takaran pemberian cairan oralit pada anak diare. Keterampilan ini sangat krusial guna mencegah kondisi anak memburuk sebelum mendapatkan penanganan medis lanjutan.

Dampak dari pelatihan ini tidak hanya dirasakan oleh individu peserta, tetapi berpotensi meluas ke komunitas. Sebagai bentuk tindak lanjut dan keberlanjutan program, kegiatan ini berhasil menginisiasi pembentukan komunitas “Ibu Siaga Anak Sehat” di lingkungan PCA Pakusari. Komunitas ini diharapkan dapat menjadi wadah pembelajaran berkelanjutan sekaligus agen edukasi kesehatan bagi warga sekitar.

Program yang diinisiasi oleh FIKES Unmuh Jember ini menjadi bukti nyata bahwa pemberdayaan ibu sebagai responder awal adalah langkah strategis dalam meningkatkan kesiapsiagaan keluarga. Dengan pengetahuan dan keterampilan yang memadai, seorang ibu tidak hanya berperan sebagai pengasuh, tetapi juga garda terdepan dalam menjaga keselamatan nyawa anak. Ke depan, FIKES Unmuh Jember berharap program serupa dapat diperluas ke berbagai wilayah lain demi menciptakan lebih banyak keluarga yang tangguh dan siaga.

Jumat, 03 April 2026

Meneguhkan Mutu Unggul, Unmuh Jember Rayakan Milad ke-45

Universitas Muhammadiyah Jember merayakan puncak peringatan Milad ke-45 melalui Rapat Terbuka Senat yang digelar dengan khidmat pada Kamis, (2/4/2026) di Aula Ahmad Zainuri Unmuh Jember. Mengangkat tema besar Meneguhkan Mutu Unggul, Mewujudkan Kampus Berdampak, momentum peringatan hari jadi ini menjadi tonggak sejarah baru bagi institusi untuk terus bertransformasi dari sekadar penyelenggara pendidikan tinggi menjadi pusat solusi nyata bagi berbagai permasalahan masyarakat dan bangsa.

Berdiri sejak 11 Maret 1981 atas prakarsa tokoh Muhammadiyah Jember, institusi ini telah melewati perjalanan panjang kepemimpinan dan perkembangan akademik. Dalam laporan tahunannya, Rektor Universitas Muhammadiyah Jember, Dr. Hanafi, M.Pd., memaparkan capaian signifikan universitas yang terus melaju pesat. Beliau menyoroti bahwa universitas terus berupaya memperkuat kemandirian ekonomi dan mutu akademik yang terintegrasi secara utuh dalam ekosistem kampus, yang semuanya bermuara pada optimalisasi operasional pendidikan serta pengabdian kepada masyarakat secara berkelanjutan.

Menatap masa depan, Dr. Hanafi mengumumkan rencana strategis yang sangat progresif dalam tahapan pengembangan tahun 2024 hingga 2028. Universitas Muhammadiyah Jember saat ini tengah menginisiasi pendirian sebelas program studi baru untuk menjawab tantangan dan kebutuhan zaman. Program studi tingkat sarjana yang sedang dipersiapkan meliputi Fakultas Kedokteran, Bisnis Digital, Keperawatan Anestesi, dan Fisioterapi. Selain itu, universitas juga tengah mematangkan pembukaan program magister untuk bidang Teknologi Pembelajaran, Ilmu Hukum, Teknik Sipil, Ilmu Pemerintahan, Akuntansi, Pendidikan Agama Islam, serta Elektro dan Teknik Informatika. Ekspansi berskala besar ini diiringi dengan target utama untuk memastikan separuh dari seluruh program studi meraih akreditasi unggul serta mendorong minimal dua program studi mendapatkan pengakuan akreditasi di tingkat internasional.

Semangat transformasi tersebut sangat sejalan dengan gagasan yang dituangkan dalam orasi ilmiah oleh Sekretaris Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Prof. Ahmad Muttaqin, S.Ag., M.Ag., M.A., Ph.D. Beliau menekankan bahwa Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan 'Aisyiyah kini harus bertransformasi menjadi kekuatan sistemik di Indonesia. Prof. Muttaqin mengajak seluruh sivitas akademika untuk merombak paradigma institusi agar kemanfaatannya dapat dirasakan secara langsung dan merata oleh masyarakat luas. Menurutnya, kampus yang berdampak adalah institusi yang tidak hanya sekadar meluluskan sarjana, tetapi hadir secara nyata di lapangan untuk menyelesaikan berbagai permasalahan. Perguruan tinggi dituntut untuk tidak sekadar menghasilkan publikasi penelitian yang menumpuk di perpustakaan, tetapi mampu mengaplikasikan inovasinya untuk mengubah kehidupan menjadi jauh lebih baik dengan menggeser fokus dari pemenuhan standar menuju keunggulan sejati, serta dari sekadar orientasi kuantitas lulusan menuju dampak yang terukur.

Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kerja keras sivitas akademika dalam mewujudkan visi besar tersebut, universitas turut memberikan sejumlah penghargaan prestisius dalam rangkaian acara ini. Penghargaan Dosen Terbaik dianugerahkan kepada Dr. Hanafi, M.Pd. untuk rumpun sosial humaniora dan Prof. Sasmito Djati untuk rumpun sains dan teknologi, sementara apresiasi untuk Tenaga Kependidikan Terbaik diserahkan langsung oleh Ns. Sasmiyanto, M.Kes. Lebih dari itu, Universitas Muhammadiyah Jember juga memberikan anugerah istimewa berupa Program Bantuan Biaya Perjalanan Ibadah Haji bagi delapan pegawai terpilih, yang terdiri dari empat dosen tetap dan empat tenaga kependidikan. Program penghargaan yang mencakup pembiayaan porsi haji reguler beserta uang saku ini merupakan wujud nyata kepedulian dan apresiasi universitas atas masa kerja pengabdian serta loyalitas para pegawai dalam memajukan institusi menjadi kampus Islam yang unggul dan pembawa perubahan positif.

Kamis, 02 April 2026

Dosen Akuntansi Unmuh Jember Raih Hibah Nasional RisetMu, Angkat Isu Green Investment Perbankan Syariah

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh Program Studi Akuntansi Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) melalui keberhasilan meraih Hibah RisetMu Batch IX Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Penelitian ini diketuai oleh Dr. Astrid Maharani, S.E., M.Akun., CSRS., CSRA., CSP., CRA., CMA., CBV., dengan anggota tim Ari Sita Nastiti, S.E., M.Akun., dosen Prodi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Riset ini mengusung topik strategis mengenai green investment (investasi hijau) dan dampaknya terhadap nilai perusahaan pada perbankan syariah di Indonesia dengan menggunakan pendekatan mutakhir berupa moderated mediation model, yang mengintegrasikan peran sustainability performance sebagai variabel mediasi serta Islamic corporate governance sebagai variabel moderasi.

Topik ini dinilai sangat relevan dengan perkembangan industri keuangan saat ini, terutama setelah diberlakukannya regulasi keuangan berkelanjutan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dalam konteks tersebut, green investment tidak lagi sekadar pilihan strategis, melainkan menjadi bagian penting dalam meningkatkan daya saing dan reputasi lembaga keuangan, khususnya perbankan syariah. Penelitian ini berangkat dari adanya kesenjangan dalam literatur empiris, di mana hubungan antara green investment dan nilai perusahaan masih menunjukkan hasil yang tidak konsisten. Oleh karena itu, riset ini hadir untuk menjawab bagaimana mekanisme tersebut bekerja secara lebih komprehensif dengan mempertimbangkan faktor keberlanjutan dan tata kelola berbasis prinsip syariah. Keunggulan penelitian ini terletak pada kebaruan model yang digunakan, yang memberikan kontribusi penting dalam pengembangan ilmu akuntansi, khususnya pada bidang akuntansi keberlanjutan berbasis syariah.

Sebagai bentuk komitmen terhadap luaran ilmiah berkualitas, hasil penelitian ini telah diarahkan untuk dipublikasikan pada jurnal internasional bereputasi. Selain itu, penelitian ini juga tengah dikembangkan menjadi buku referensi ber-ISBN dan ditargetkan memperoleh Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Tidak hanya berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan, penelitian ini diharapkan memberikan dampak praktis bagi industri perbankan syariah serta regulator dalam merumuskan kebijakan keuangan berkelanjutan. Model yang dihasilkan berpotensi menjadi dasar dalam pengembangan sistem akuntansi keberlanjutan yang selaras dengan nilai-nilai syariah dan kebutuhan industri keuangan modern. Keberhasilan ini semakin memperkuat posisi Prodi Akuntansi Unmuh Jember sebagai salah satu pusat pengembangan riset unggulan di bidang ekonomi dan akuntansi, sekaligus menunjukkan komitmen institusi dalam mendorong inovasi dan kontribusi nyata bagi pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Senin, 30 Maret 2026

Mahasiswa Unmuh Jember Dilatih Berbicara Percaya Diri di Forum Internasional

 

Kemampuan berbicara di depan publik dan menyampaikan gagasan ilmiah secara efektif menjadi fokus utama sesi keempat International Partnership Collaborative Extension Program yang digelar oleh Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) bersama Ifugao State University (IFSU), Filipina. Berlangsung pada Kamis (12/03/2026) secara daring melalui Zoom Meeting, sesi bertema Public Speaking and Academic Presentation Skills ini menjadi salah satu yang paling ditunggu dan terbukti menjadi yang paling interaktif sepanjang program berlangsung.

Kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB atau 09.00 Philippine Time dan dihadiri oleh 90 peserta, jumlah tertinggi sejak program ini bergulir. Mereka berasal dari mahasiswa dan dosen Unmuh Jember, IFSU, serta sejumlah peserta dari Universitas Muhammadiyah Sidoarjo yang turut bergabung memperkaya dinamika diskusi.

Dua narasumber tampil membawakan perspektif yang saling melengkapi. Sesi pertama dibuka oleh Mary Grace Acosta Santiago dari College of Teacher Education, Ifugao State University, dengan materi Public Speaking Across Culture. Dalam pemaparannya, Santiago membawa peserta memahami bahwa kemampuan berbicara di depan publik jauh lebih dari sekadar soal kelancaran berbahasa atau teknik penyampaian pesan. Ada dimensi budaya yang tak kalah penting untuk dipahami.

Santiago menjelaskan bahwa gaya komunikasi, ekspresi nonverbal, penggunaan jeda, hingga struktur logis dalam menyampaikan argumen dapat berbeda secara signifikan antara satu budaya dan budaya lainnya. Apa yang dianggap tegas dan meyakinkan dalam satu konteks budaya bisa dipersepsi berbeda dalam konteks budaya yang lain. Oleh karena itu, mahasiswa yang bercita-cita tampil di forum internasional perlu membekali diri bukan hanya dengan kemampuan teknis berbicara, tetapi juga dengan kepekaan dan kesadaran budaya yang mendalam.

Sesi dilanjutkan oleh Dr. Dian Rahma Santoso, M.Pd. dari Universitas Muhammadiyah Sidoarjo dengan materi Academic Presentation Skills. Dr. Dian memandu peserta melalui anatomi presentasi akademik yang efektif, mulai dari cara merumuskan ide utama yang tajam, mengembangkan argumen yang kohesif dan meyakinkan, hingga memilih dan menyusun media visual yang mendukung pesan tanpa mengalihkan perhatian audiens.

Tak berhenti di situ, Dr. Dian juga membahas aspek-aspek yang sering menjadi tantangan bagi mahasiswa: bagaimana mengelola rasa gugup sebelum dan saat presentasi, menjaga kontak mata dengan audiens tanpa membuat diri sendiri gelisah, serta membangun kepercayaan diri yang tumbuh dari persiapan yang matang, bukan dari kepura-puraan. Tips-tips praktis yang dibagikannya disambut antusias oleh peserta yang merasa mendapat panduan konkret yang selama ini mereka cari.

Puncak dari sesi ini adalah kesempatan yang diberikan kepada peserta untuk langsung mempraktikkan apa yang mereka pelajari melalui simulasi presentasi akademik singkat. Satu per satu, peserta tampil menyampaikan gagasan di hadapan rekan-rekan dari dua negara, lalu mendapatkan umpan balik langsung dari narasumber. Momen ini menjadi ruang latihan yang berharga, tidak hanya untuk mengasah teknik, tetapi juga untuk membiasakan diri tampil di depan audiens internasional dalam suasana yang suportif.

Diskusi yang berlangsung setelah sesi simulasi semakin memperlihatkan kedalaman ketertarikan peserta terhadap topik ini. Berbagai pertanyaan praktis mengalir: bagaimana mempersiapkan diri untuk presentasi di konferensi internasional, strategi terbaik dalam mengelola waktu presentasi agar pesan tersampaikan tuntas tanpa melampaui batas waktu, serta cara menyesuaikan gaya penyampaian ketika berhadapan dengan audiens dari latar belakang budaya yang beragam.

"Sesi ini membantu saya memahami bagaimana menyampaikan gagasan secara jelas dalam forum akademik internasional," ungkap salah satu mahasiswa IFSU setelah kegiatan berakhir.

Dari pihak Unmuh Jember, seorang peserta menyampaikan, "Materi tentang public speaking sangat membantu saya untuk lebih percaya diri ketika harus presentasi di depan kelas maupun forum akademik."

Seorang peserta lain menambahkan, "Saya belajar bahwa pemahaman budaya sangat penting ketika berbicara di hadapan audiens internasional."

Peningkatan partisipasi yang konsisten dari sesi ke sesi, dari 60 peserta di sesi pertama hingga 90 peserta di sesi keempat ini, menjadi indikator yang berbicara sendiri. Program yang awalnya mempertemukan dua institusi kini telah berkembang menjadi ruang belajar yang semakin banyak diminati, karena peserta merasakan langsung manfaat nyata yang mereka bawa pulang setelah setiap pertemuan.

Dengan dua sesi tersisa yang akan memuncak pada proyek kolaboratif mahasiswa lintas negara dan sesi refleksi evaluasi bersama, program ini terus melangkah menuju penyelesaian yang diharapkan tidak hanya meninggalkan kenangan baik, tetapi juga dokumen kerja sama resmi dan artikel ilmiah yang akan menjadi warisan akademik dari kolaborasi bersejarah antara Unmuh Jember dan Ifugao State University.

Linguistik Bukan Sekadar Teori: Unmuh Jember dan IFSU Buktikan Relevansinya dalam Pengajaran Bahasa Global

Sesi ketiga dalam rangkaian International Partnership Collaborative Extension Program yang digelar oleh Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) dan Ifugao State University (IFSU), Filipina, kembali mencatat partisipasi yang terus meningkat. Berlangsung pada Sabtu (07/03/2026) secara daring melalui platform Zoom Meeting, sesi ini mengangkat tema Linguistics and Language Teaching, sebuah topik yang langsung menyentuh jantung bidang studi sebagian besar peserta yang hadir.

Kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB atau 09.00 Philippine Time dan kali ini dihadiri oleh 87 peserta, naik secara signifikan dibandingkan sesi-sesi sebelumnya. Para peserta berasal dari kalangan mahasiswa dan dosen Program Studi Pendidikan Bahasa, Linguistik, dan Pendidikan Guru dari kedua institusi. Peningkatan jumlah peserta ini sekaligus mencerminkan tumbuhnya kepercayaan dan antusiasme terhadap program yang kini telah berjalan tiga sesi.

Sesi pertama dibawakan oleh Jhon Nery S. Martin dari College of Teacher Education, Ifugao State University, dengan judul materi Empowering Global Educators: Linguistics Meets Classroom Practice. Dalam pemaparannya, Martin menekankan bahwa pemahaman mendalam terhadap cabang-cabang ilmu linguistik, mulai dari fonologi, morfologi, sintaksis, hingga pragmatik, bukanlah bekal yang hanya relevan di ruang kuliah teori. Sebaliknya, penguasaan terhadap prinsip-prinsip linguistik dapat secara langsung membantu seorang pendidik merancang strategi pembelajaran bahasa yang lebih efektif, komunikatif, dan responsif terhadap kebutuhan peserta didik.

Martin juga mengajak peserta memahami bagaimana pendekatan linguistik dapat menjadi alat untuk memupuk kemampuan berpikir kritis dan analitis mahasiswa dalam memandang bahasa bukan sekadar sebagai alat komunikasi sehari-hari, melainkan sebagai sistem yang kompleks dan sarat makna. Di tangan seorang pendidik yang memahami linguistik, sebuah kelas bahasa bisa berubah menjadi ruang eksplorasi intelektual yang hidup.

Sesi kedua menampilkan Dr. Astri Widyaruli Anggraeni, M.A., Ketua Program PKMKI sekaligus dosen dari FKIP Unmuh Jember, dengan materi Bridging Linguistics, Communication, and Global Language Pedagogy. Dr. Astri membawa diskusi ke dimensi yang lebih luas: bagaimana linguistik, komunikasi akademik, dan pedagogi bahasa global saling berkelindan dalam praktik pengajaran bahasa masa kini.

Ia menegaskan bahwa pembelajaran bahasa tidak bisa lagi dipersempit hanya pada penguasaan struktur gramatikal. Di era globalisasi yang menuntut interaksi lintas budaya, seorang pengajar bahasa perlu membekali mahasiswanya dengan kemampuan berkomunikasi yang peka terhadap konteks sosial dan budaya. Dr. Astri juga membagikan contoh-contoh konkret bagaimana pendekatan pragmatik dan komunikasi lintas budaya diterapkan dalam pengajaran Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris di lingkungan akademik internasional.

Sesi diskusi yang mengikuti kedua pemaparan berlangsung dengan sangat dinamis. Pertanyaan demi pertanyaan mengalir dari peserta, menyentuh isu-isu yang sangat relevan dengan realitas di lapangan: bagaimana mengajar bahasa di kelas multilingual yang peserta didiknya memiliki latar belakang linguistik berbeda-beda, strategi apa yang paling efektif dalam mendampingi mahasiswa internasional menguasai bahasa baru, serta seberapa besar peran kesadaran budaya dalam proses pembelajaran bahasa asing.

Hasil observasi selama sesi berlangsung menunjukkan bahwa kedekatan tema dengan bidang studi peserta menjadi faktor kunci tingginya tingkat keterlibatan. Mahasiswa yang sehari-harinya bergelut dengan ilmu bahasa menemukan relevansi langsung antara apa yang mereka pelajari di kelas dan apa yang dipaparkan oleh para narasumber.

"Sesi ini membantu saya memahami bahwa linguistik bukan hanya bersifat teoritis, tetapi juga sangat praktis dalam pengajaran bahasa," kata salah satu mahasiswa IFSU yang mengikuti sesi tersebut.

Hal senada disampaikan peserta dari Unmuh Jember. "Saya jadi lebih memahami bagaimana linguistik dapat membantu guru menjelaskan struktur bahasa dengan lebih mudah kepada siswa," ujarnya.

Seorang mahasiswa lain dari IFSU menambahkan, "Diskusi tentang pedagogi bahasa global sangat menginspirasi bagi kami yang akan menjadi pendidik di masa depan."

Refleksi-refleksi itu bukan sekadar ungkapan sopan di akhir sesi. Mereka adalah bukti bahwa ketika dua institusi dengan tradisi akademik yang berbeda duduk bersama untuk mendiskusikan hal yang sama-sama mereka cintai, bahasa dan pengajarannya, yang lahir bukan hanya pertukaran pengetahuan, tetapi juga percikan inspirasi yang bisa mengubah cara seorang calon pendidik memandang perannya di masa depan.

Sesi ketiga ini sekaligus semakin mempertegas pola yang terbentuk sepanjang program: setiap pertemuan tidak hanya meninggalkan pengetahuan baru, tetapi juga mempererat hubungan antara Unmuh Jember dan IFSU sebagai dua institusi yang berbagi visi dalam memajukan pendidikan bahasa di tingkat global.

Belajar Saling Menjaga Warisan Budaya, Mahasiswa Unmuh Jember dan Filipina Temukan Banyak Kesamaan

Kegiatan sesi kedua dalam rangkaian International Partnership Collaborative Extension Program yang diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) bersama Ifugao State University (IFSU), Filipina, kembali berlangsung dengan penuh semangat pada Rabu (05/03/2026). Berbeda dari sesi sebelumnya yang berfokus pada etika akademik, sesi kali ini mengangkat tema yang lebih dekat dengan identitas dan jati diri kedua bangsa: budaya nasional dan pelestarian warisan leluhur.

Kegiatan dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom Meeting, dimulai pukul 08.00 WIB atau 09.00 Philippine Time, dan diikuti oleh mahasiswa serta dosen dari kedua institusi. Dua materi utama disajikan secara berurutan dalam sesi yang berlangsung selama dua jam tersebut.

Sesi pertama dibawakan oleh Dr. Leonardo I. Cabauatan dari IFSU dengan topik Introduction to National Culture and History. Dalam pemaparannya, Dr. Cabauatan mengajak peserta untuk menyelami keragaman budaya Filipina, mulai dari sejarah pembentukan identitas nasional, kekayaan tradisi lokal di berbagai wilayah, hingga bagaimana nilai-nilai budaya tersebut terus hidup dan diwariskan dari generasi ke generasi. Sesi ini diikuti oleh 60 peserta, terdiri dari 30 mahasiswa Unmuh Jember dan 30 mahasiswa IFSU.

Paparan Dr. Cabauatan langsung memantik diskusi yang hidup. Mahasiswa dari Unmuh Jember aktif mengajukan pertanyaan seputar keberagaman etnis di Filipina dan bagaimana masyarakat di sana menjaga harmoni di tengah perbedaan. Pertanyaan-pertanyaan itu menunjukkan ketertarikan yang tulus dari mahasiswa Indonesia terhadap budaya negara tetangga yang selama ini mungkin hanya mereka kenal dari permukaan.

Sesi kedua menghadirkan Kristi Nuraini, S.Pd., M.Pd. dari Unmuh Jember yang membawakan materi Preserving Cultural Heritage in Students' Life. Materi ini mengajak peserta merenungkan peran generasi muda, khususnya mahasiswa, dalam menjaga dan mewariskan budaya lokal di tengah arus modernisasi yang terus mengalir deras. Kristi Nuraini mengupas bagaimana mahasiswa dapat menjadi agen pelestarian budaya bukan hanya melalui kegiatan formal, tetapi juga dalam keseharian dan pilihan-pilihan hidup mereka. Sesi ini mencatat kehadiran 59 peserta dari dua negara.

Apa yang kemudian menjadi momen paling berkesan dari sesi kedua ini adalah penemuan bersama, sebuah kesadaran yang tumbuh secara organik di tengah diskusi, bahwa Indonesia dan Filipina menyimpan banyak kesamaan nilai budaya. Semangat kebersamaan, penghormatan kepada leluhur, dan kecintaan terhadap tradisi lokal ternyata bukan milik satu bangsa saja. Temuan ini menjadi pemantik diskusi yang mengalir jauh melampaui waktu yang dijadwalkan.

Mahasiswa dari wilayah Ifugao yang dikenal dengan tradisi pertanian terasering dan kekayaan budaya adat yang kuat menunjukkan ketertarikan besar terhadap konsep budaya Pandalungan yang dipaparkan oleh tim Unmuh Jember, sebuah budaya yang lahir dari akulturasi antara suku Jawa dan Madura di Jawa Timur dan merepresentasikan nilai-nilai toleransi serta keharmonisan multietnis.

"Melalui kegiatan ini saya dapat memahami lebih banyak tentang budaya Filipina dan menyadari bahwa banyak nilai budaya yang sebenarnya mirip dengan budaya Indonesia," ungkap salah satu mahasiswa Unmuh Jember yang hadir dalam sesi tersebut.

Dari sisi lain layar, mahasiswa IFSU pun menyampaikan kesan yang tak kalah dalam. "Sangat menarik untuk melihat bagaimana mahasiswa Indonesia menjaga warisan budaya mereka sembari menjalani kehidupan di kampus. Hal ini memberi saya gagasan baru tentang bagaimana menghargai budaya sendiri," ujar salah satu peserta dari Filipina.

Analisis partisipasi selama kegiatan menunjukkan hasil yang memuaskan. Mahasiswa tidak hanya hadir secara fisik di depan layar, tetapi terlibat aktif dalam diskusi mengenai sejarah dan budaya nasional, berbagi pengalaman mengenai upaya pelestarian budaya lokal di masing-masing daerah, serta merefleksikan peran generasi muda dalam menjaga warisan yang telah diwariskan para pendahulu.

Kegiatan ini juga semakin mempertegas relevansi program PKMKI yang diusung Unmuh Jember, bahwa internasionalisasi pendidikan tinggi bukan sekadar soal meningkatkan kompetensi akademik, tetapi juga tentang membangun jembatan antarbangsa melalui pemahaman dan penghargaan terhadap keberagaman budaya. Ketika dua bangsa duduk bersama dan menemukan bahwa nilai-nilai yang mereka junjung ternyata banyak yang serupa, itulah saat di mana diplomasi budaya yang sesungguhnya terjadi.

Unmuh Jember dan Ifugao State University Resmi Buka Program Kolaborasi Internasional, Bahas Etika Akademik hingga Kehidupan Kampus

Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) resmi memulai program kolaborasi akademik internasional bersama Ifugao State University (IFSU), Filipina, pada Jumat (28/02/2026). Program yang berjalan di bawah skema Program Kemitraan Masyarakat Kolaborasi Internasional (PKMKI) ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan internasionalisasi Unmuh Jember, sekaligus membuka ruang dialog akademik lintas budaya yang selama ini dinantikan oleh mahasiswa dari kedua negara.

Sesi perdana program bertajuk International Partnership Collaborative Extension Program: Exploration and Preservation of Pandalungan Culture Based on Multi-Ethnic Values ini dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom Meeting dan diikuti oleh sekitar 60 peserta, terdiri dari 30 mahasiswa Unmuh Jember dan 30 mahasiswa IFSU. Kegiatan berlangsung pada pukul 08.00 hingga 10.00 WIB, atau setara pukul 09.00 hingga 11.00 waktu Filipina.

Program ini diketuai oleh Dr. Astri Widyaruli Anggraeni, S.S., M.A. dari Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unmuh Jember, dengan anggota tim Kristi Nuraini, S.Pd., M.Pd., serta dua mahasiswa, dan 2 orang mahasiswa; Charissa Wahyu Qomala Rahma dan Aryanti Nafasatuz Zukhli. Koordinasi awal antara kedua institusi sendiri telah dilakukan sejak Jumat (07/02/2026) untuk menyepakati konsep program, jadwal kegiatan, dan pembagian tugas narasumber.

Sesi pertama pada hari Sabtu (28/02/20260) mengangkat tema Academic Ethics and Formal Communication, disampaikan oleh Dr. Maribel T. De Guzman dari IFSU. Dalam pemaparannya, Dr. De Guzman membahas secara mendalam pentingnya integritas akademik sebagai fondasi kehidupan ilmiah di perguruan tinggi. Ia mengupas konsep academic integrity, etika penulisan ilmiah, hingga standar komunikasi formal yang berlaku dalam lingkungan akademik global.

Tak hanya berhenti pada tataran konseptual, kedua narasumber juga menghadirkan contoh kasus nyata seputar plagiarisme dan berbagai bentuk pelanggaran etika akademik, sembari memberikan panduan praktis bagi mahasiswa agar terhindar dari praktik-praktik tersebut. Selain itu, peserta mendapat pembekalan mengenai cara menulis surat elektronik akademik kepada dosen, etika dalam presentasi ilmiah, serta bagaimana membangun komunikasi profesional saat tampil di forum internasional.

Sesi ini berlangsung interaktif dan hidup. Mahasiswa dari kedua institusi begitu  antusias mengajukan pertanyaan, terutama mengenai persamaan dan perbedaan standar etika akademik yang berlaku di Indonesia dan Filipina. Diskusi yang mengalir hangat itu menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya hadir sebagai pendengar, tetapi benar-benar terlibat sebagai peserta yang ingin belajar dan berbagi.

Memasuki  materi kedua, Dr. Astri Widyaruli Anggraeni, M.A yang memaparkan tema Academic life in Indonesian Universities giliran dari Unmuh Jember tampil membawakan materi Academic Life in Indonesian Universities. Sesi ini dirancang untuk memperkenalkan sistem pendidikan tinggi di Indonesia kepada mahasiswa Filipina, sekaligus membuka jendela bagi kedua belah pihak untuk saling memahami dinamika kehidupan kampus di masing-masing negara. Topik yang dibahas mencakup struktur pembelajaran di perguruan tinggi, sistem penilaian akademik, kehidupan mahasiswa di lingkungan kampus, hingga ragam kegiatan organisasi kemahasiswaan.

Yang menarik, sesi ini tidak hanya menyentuh aspek sistem pendidikan secara formal Dr.Astri juga a memperkenalkan nilai-nilai budaya yang melekat dalam kehidupan akademik Indonesia, seperti semangat gotong royong, penghormatan kepada tenaga pengajar, dan tradisi kerja sama dalam kegiatan belajar. Nilai-nilai ini rupanya menjadi titik menarik bagi mahasiswa IFSU yang penasaran dengan cara mahasiswa Indonesia menjalani keseharian di kampus.

"Kegiatan ini sangat menarik karena kami dapat berdiskusi langsung dengan mahasiswa dari negara lain dan belajar tentang budaya serta sistem pendidikan mereka," ujar salah satu mahasiswa Unmuh Jember yang berpartisipasi dalam sesi tersebut.

Ketertarikan mahasiswa IFSU pun tak kalah besar. Mereka aktif mengajukan pertanyaan seputar sistem pembelajaran di Indonesia, kegiatan mahasiswa di luar kelas, hingga bagaimana organisasi kemahasiswaan berperan dalam membentuk karakter dan kompetensi mahasiswa. Interaksi yang terjadi bukan sekadar tanya jawab formal, melainkan percakapan yang tulus antara dua kelompok mahasiswa yang tengah membangun jembatan pemahaman lintas budaya.

Hasil observasi selama kegiatan berlangsung mencatat tingkat partisipasi yang sangat baik dari seluruh peserta. Kehadiran peserta terpantau penuh, diskusi berjalan aktif, dan antusiasme peserta dinilai sangat tinggi sejak menit pertama kegiatan dibuka. Ini menjadi sinyal kuat bahwa program kolaborasi internasional semacam ini memang dibutuhkan dan disambut hangat oleh mahasiswa dari kedua negara.

Sesi perdana ini menjadi awal yang menjanjikan bagi keseluruhan program yang direncanakan berlangsung hingga bulan April 2026. Dengan tujuh sesi yang telah dirancang mencakup topik-topik strategis mulai dari linguistik, komunikasi lintas budaya, public speaking, hingga proyek kolaboratif mahasiswa, program ini diharapkan mampu menjadi model pengembangan kolaborasi internasional berbasis pengabdian masyarakat yang dapat direplikasi oleh program studi lain di lingkungan Unmuh Jember. 

Jumat, 20 Maret 2026

Sholat Idul Fitri 1447 H di Unmuh Jember Tekankan Tanggung Jawab Membangun Masyarakat Berkemajuan

Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) menggelar Sholat Idul Fitri 1447 Hijriah yang dilaksanakan di halaman depan Gedung A kampus setempat pada Jumat (20/3/2025). Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 1.000 jamaah yang terdiri dari civitas akademika, masyarakat sekitar, serta keluarga besar Muhammadiyah.

Bertindak sebagai imam dalam pelaksanaan sholat Idul Fitri tersebut adalah Muhammad Lutfi, S.E., yang merupakan alumni Program Studi Ekonomi Syariah Unmuh Jember. Sementara itu, khutbah Idul Fitri disampaikan oleh H. Kusno, S.Ag., M.Pd.I, yang juga merupakan anggota Badan Pembina Harian (BPH) Unmuh Jember.

Adapun tema khutbah yang disampaikan yakni “Idul Fitri dan Tanggung Jawab Membangun Masyarakat Berkemajuan.”

Dalam khutbahnya, Kusno menekankan bahwa Idul Fitri bukan hanya momentum kemenangan setelah menjalani ibadah Ramadan, tetapi juga saat yang tepat untuk memperkuat tanggung jawab dalam membangun masyarakat yang maju, berkeadaban, serta berlandaskan nilai-nilai keimanan.

Ia menyampaikan bahwa kemajuan masyarakat harus dimulai dari kekuatan iman dan keikhlasan dalam beribadah kepada Allah SWT.

Menurutnya, setiap manusia akan dimintai pertanggungjawaban atas segala perbuatan yang dilakukan di dunia, baik yang tampak maupun yang tersembunyi.

“Kita diajarkan bahwa segala amal perbuatan manusia tercatat dan akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT. Oleh karena itu, iman dan ketakwaan harus menjadi landasan dalam membangun kehidupan yang lebih baik,” ujarnya dalam khutbah.

Kusno juga mengingatkan bahwa umat Islam yang telah melewati “Madrasah Ramadan” seharusnya memiliki kepedulian sosial yang lebih tinggi terhadap sesama. Ia mengajak jamaah untuk menjaga harmoni dalam kehidupan bermasyarakat serta menghargai perbedaan yang ada.

Menurutnya, perbedaan merupakan bagian dari sunnatullah yang harus disikapi dengan bijak dan penuh kedewasaan.

“Yang paling mulia di sisi Allah adalah yang paling bertakwa. Bukan mereka yang memperdebatkan perbedaan, tetapi mereka yang mampu menjaga persaudaraan dan membangun kebersamaan,” jelasnya.

Selain itu, ia juga mengajak jamaah untuk memperbaiki hubungan dalam keluarga dan lingkungan sekitar sebagai langkah awal membangun masyarakat yang berkemajuan.

Di akhir khutbahnya, Kusno menegaskan pentingnya meningkatkan kepedulian dan semangat berbagi kepada sesama sebagai wujud nyata dari nilai-nilai yang diajarkan selama bulan Ramadan.

Pelaksanaan Sholat Idul Fitri berlangsung dengan khidmat dan tertib. Dalam sholat tersebut, imam membaca Surah Al-A’la pada rakaat pertama dan Surah Al-Ghasiyah pada rakaat kedua, sebagaimana yang dianjurkan dalam pelaksanaan Sholat Idul Fitri.

Momentum Idul Fitri di lingkungan Unmuh Jember ini diharapkan dapat mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat komitmen civitas akademika dalam mewujudkan kampus yang berdampak bagi masyarakat.

Selasa, 17 Maret 2026

Cerita Islami Jadi Media Literasi, Dosen Unmuh Jember Latih Anak LKSA Storytelling

 

Cerita Islami dapat menjadi sarana efektif untuk menumbuhkan minat baca sekaligus menanamkan nilai-nilai moral pada anak. Melalui pendekatan tersebut, dosen Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Apresiasi Sastra Anak Islami melalui Pelatihan Storytelling untuk Pengembangan Literasi dan Karakter Religius Anak di LKSA Putri Aisyiyah Sumbersari Jember.”

Kegiatan ini dilaksanakan pada Ahad, (11/1/2026) di Panti Asuhan LKSA Putri Aisyiyah Sumbersari Jember, yang beralamat di Jalan Riau Gang Paving No. 13 Jember. Program tersebut bertujuan untuk meningkatkan literasi anak melalui pendekatan kreatif berbasis sastra anak Islami.

Dalam kegiatan tersebut, anak-anak asuh LKSA diperkenalkan dengan berbagai cerita pendek Islami yang sarat pesan moral dan nilai-nilai keislaman. Melalui metode storytelling, peserta tidak hanya membaca cerita, tetapi juga diajak untuk menyampaikan kembali cerita tersebut secara ekspresif di depan teman-temannya.

Ketua tim pengabdian, Dr. Mohamad Afrizal, M.A., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan literasi anak melalui pendekatan yang menyenangkan dan aplikatif.

“Melalui storytelling, anak-anak tidak hanya membaca cerita, tetapi juga belajar memahami ajaran-ajaran Islam dan mengekspresikannya kembali. Ini menjadi cara efektif untuk menumbuhkan literasi sekaligus karakter religius,” ujarnya.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari pihak pengelola LKSA. Kepala LKSA Putri Aisyiyah Sumbersari Jember, Saibah, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pelatihan storytelling tersebut.

“Kami sangat senang karena ini pertama kalinya anak-anak mengikuti kegiatan bertema sastra, khususnya sastra anak Islami. Selama ini mereka masih relatif awam. Kami berharap kegiatan ini dapat menambah wawasan, menumbuhkan minat literasi, sekaligus memperkuat nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan,” ungkapnya.

Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Salah satu peserta, Yasmin Putri, siswi kelas 1 SMP Muhammadiyah 1 Jember, mengaku mendapatkan pengalaman baru yang menyenangkan.

“Kegiatan ini sangat menyenangkan dan membuat saya tertantang untuk lebih banyak membaca. Sebelumnya saya sering merasa malas membaca karena jenuh dengan pelajaran sekolah, tetapi melalui cerita-cerita Islami ini saya jadi lebih tertarik,” ujarnya.

Selain memberikan manfaat bagi peserta, kegiatan ini juga menjadi ruang praktik bagi mahasiswa. Mafatih Nur Afadila, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Unmuh Jember semester 4 yang terlibat sebagai narasumber, mengaku senang dapat mengaplikasikan ilmu yang dipelajari di bangku kuliah.

“Kami tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga bisa mempraktikkannya secara langsung dengan berbagi cerita kepada adik-adik di LKSA,” katanya.

Melalui pelatihan storytelling berbasis sastra anak Islami ini, anak-anak tidak hanya belajar membaca dan memahami cerita, tetapi juga mengembangkan keberanian berbicara serta kemampuan mengekspresikan pesan moral. Pendekatan ini dinilai efektif dalam menumbuhkan budaya literasi sekaligus memperkuat karakter religius sejak dini.

Kegiatan ini menjadi bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung gerakan literasi di masyarakat. Dengan metode yang kreatif dan menyenangkan, storytelling diharapkan mampu menjadi alternatif pembelajaran yang relevan dalam membangun generasi yang cerdas, berakhlak, dan berbudaya literasi.

Detik-Detik Persalinan Darurat di Pesawat, Alumni Unmuh Jember Bantu Selamatkan Ibu dan Bayi

Febrian (kemeja dengan motif hitam-coklat) saat foto bersama setelah proses persalinan darurat.

Perjalanan pulang ke Indonesia yang seharusnya menjadi momen istirahat bagi Febrian Rahmatulloh justru berubah menjadi pengalaman tak terlupakan. Alumni Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) itu harus membantu proses persalinan darurat seorang penumpang di dalam pesawat yang sedang mengudara.

Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis, (12/3/2026) yang lalu, saat Febrian melakukan penerbangan dari Jeddah menuju Jakarta menggunakan pesawat Saudia Airlines. Saat itu ia tengah dalam perjalanan pulang untuk mengambil cuti tahunan dari pekerjaannya di Arab Saudi.

Sekitar satu jam setelah pesawat lepas landas, awak kabin mengumumkan melalui pengeras suara dan menanyakan apakah ada dokter atau perawat di dalam pesawat. Tanpa ragu, Febrian langsung melapor kepada pramugari dan memperkenalkan diri sebagai seorang perawat.

Ia kemudian diarahkan menuju area salat di dalam pesawat. Di tempat itu, seorang penumpang perempuan sudah dalam kondisi akan melahirkan.

“Saat saya sampai di sana, posisi kepala bayi sudah keluar,” kenang Febrian.

Dengan kondisi tersebut, ia segera mengambil inisiatif untuk membantu proses persalinan. Ia meminta sarung tangan kepada awak kabin serta meminta agar ibu tersebut dipasangi oksigen dan alat pengukur oksigen dalam darah.

Beberapa menit kemudian, bayi tersebut lahir dengan selamat di dalam pesawat yang masih berada di ketinggian ribuan kaki. Dalam proses tersebut, pakaian Febrian bahkan sempat terkena cipratan air ketuban.

Untuk mencegah bayi mengalami hipotermia, ia segera meminta selimut dari awak kabin untuk membungkus bayi yang baru lahir. Tak lama kemudian, dua dokter dan satu perawat lain turut datang membantu proses penanganan.

Dengan peralatan seadanya, mereka bersama-sama memotong tali pusar bayi dan memastikan kondisi ibu serta bayi dalam keadaan stabil. Setelah berkoordinasi dengan kapten pesawat, awak kabin memutuskan melakukan pendaratan darurat kembali di Bandara Jeddah.

Setelah pesawat mendarat, tim medis bandara melanjutkan penanganan dengan membantu proses pengeluaran plasenta sebelum akhirnya ibu dan bayi tersebut dibawa ke rumah sakit terdekat.

Penerbangan kemudian dilanjutkan kembali menuju Jakarta pada pukul 08.00 pagi dan seluruh penumpang tiba dengan selamat.

Menurut informasi dari awak kabin, penumpang perempuan tersebut merupakan warga Indonesia asal Lombok yang sedang melakukan perjalanan pulang seorang diri. Ia bahkan mengaku tidak menyadari bahwa dirinya sedang hamil.

Bagi Febrian, pengalaman tersebut menjadi momen pertama sekaligus paling menegangkan selama dirinya bekerja sebagai tenaga kesehatan.

“Jujur saya kaget, cemas, dan deg-degan karena ini pengalaman pertama membantu persalinan di dalam pesawat. Tapi sebagai tenaga kesehatan kita harus tetap profesional dan melakukan yang terbaik dengan ilmu yang kita punya,” ujarnya.

Menurutnya, tantangan terbesar dalam situasi tersebut adalah keterbatasan alat medis.

“Kalau di fasilitas kesehatan tentu alat sudah lengkap dan steril. Tapi di atas pesawat berbeda, kita hanya punya peralatan seadanya. Jadi harus bisa berpikir cepat dan tetap menjaga kebersihan dalam setiap tindakan,” jelasnya.

Febrian sendiri merupakan alumni Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Unmuh Jember yang memulai kuliah pada tahun 2015 dan menyelesaikan pendidikan S1 Keperawatan serta Profesi Ners pada tahun 2021.

Selama masa kuliah, ia aktif di organisasi Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Komisariat Asy-Syifa dan sempat menjabat sebagai Ketua Umum pada periode 2017–2018.

Setelah lulus, Febrian bekerja di berbagai fasilitas kesehatan di Jember, mulai dari RS Siloam Jember, klinik di wilayah Panti, hingga pernah terlibat sebagai enumerator kesehatan bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Jember. Saat ini ia juga bekerja di RS Bina Sehat Jember.

Pada tahun 2025, ia mendapatkan kesempatan bekerja di Armed Forces Hospital – Taif Region, Arab Saudi, sebuah rumah sakit pemerintah di bawah Kementerian Pertahanan Arab Saudi. Di sana ia bertugas di Psychiatric Center, yang menangani pasien dengan gangguan kesehatan mental serta kasus kecanduan obat-obatan.

Febrian mengaku pengalaman tersebut semakin mengingatkannya tentang tanggung jawab profesi tenaga kesehatan.

“Sebagai perawat, di mana pun dan kapan pun kita harus siap membantu orang yang membutuhkan pertolongan medis. Ilmu yang kita miliki bisa sangat bermanfaat bahkan menyelamatkan nyawa orang lain,” katanya.

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada para dosen di Universitas Muhammadiyah Jember yang telah membekalinya dengan ilmu dan nilai profesionalisme selama masa perkuliahan.

“Saya bisa berada di posisi sekarang karena jasa para dosen yang telah mendidik kami menjadi tenaga kesehatan yang profesional,” ujarnya.

Bagi Febrian, menjadi perawat bukan hanya soal keahlian medis, tetapi juga tentang nilai kemanusiaan.

“Menjadi tenaga kesehatan harus profesional, tetapi tetap mengedepankan nilai-nilai Islami dalam melayani pasien dan masyarakat,” tutupnya.

Senin, 16 Maret 2026

Bakti Sosial di Desa Binaan, Fakultas Teknik Unmuh Jember Salurkan Puluhan Paket Sembako untuk Warga Dusun Plampang

Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Teknik dan sejumlah organisasi nonpemerintah melaksanakan kegiatan bakti sosial di Dusun Plampang, Desa Klekehan, Kecamatan Botolinggo, Kabupaten Bondowoso pada Sabtu dan Minggu (14–15/3/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program desa binaan Fakultas Teknik yang telah berjalan selama dua tahun terakhir. Sasaran kegiatan adalah masyarakat kaum duafa yang tinggal di wilayah Dusun Plampang, salah satu daerah terpencil di Desa Klekehan.

Dalam kegiatan tersebut, panitia menyalurkan berbagai bantuan kepada masyarakat, di antaranya 43 paket sembako, baju baru Lebaran untuk 25 anak-anak, baju baru Lebaran untuk 35 perempuan dewasa, serta sarung, jilbab, dan mukena.

Desa Klekehan sendiri merupakan desa binaan Fakultas Teknik yang selama ini menjadi lokasi program penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, khususnya dalam upaya penyediaan air bersih bagi warga Dusun Plampang yang selama ini mengalami keterbatasan pasokan air.

Selama dua tahun terakhir, Fakultas Teknik bersama sejumlah mitra organisasi nonpemerintah seperti Gana Indonesia dan Ducati Owners Club Indonesia telah melaksanakan berbagai program pembangunan sarana air bersih. Program tersebut meliputi pembangunan bendung (dam), saluran intake, jaringan perpipaan air bersih, instalasi pompa hydram, penampungan air hujan, uji kualitas dan kuantitas air baku, hingga pembangunan sarana mandi, cuci, dan kakus (MCK).

Pendanaan kegiatan bakti sosial ini diperoleh melalui kegiatan penggalangan dana (fundraising) dengan mengirimkan flyer dan proposal kepada berbagai perusahaan maupun donatur perorangan.

Masyarakat Dusun Plampang menyambut kegiatan ini dengan penuh antusias. Warga mengaku sangat senang dan bahagia atas bantuan yang diberikan, terlebih menjelang Hari Raya Idulfitri.

Kegiatan bakti sosial ini merupakan kegiatan kedua yang dilaksanakan sebagai bagian dari program rutin desa binaan Fakultas Teknik. Melalui kegiatan ini, Fakultas Teknik Unmuh Jember berharap dapat terus memperkuat kontribusi nyata perguruan tinggi dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah terpencil yang masih membutuhkan dukungan pembangunan infrastruktur dasar seperti air bersih.

Connect