Kamis, 16 April 2026

Raih Gelar Doktor di Jepang, Dosen TIP Unmuh Jember Kembangkan Sensor RFID Tanpa Baterai untuk Inovasi Pertanian Cerdas

Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) kembali menambah deretan akademisi bergelar doktor. Dr.Eng., Danang Kumara Hadi, S.TP., M.T., dosen dari Program Studi Teknologi Industri Pertanian, resmi menyelesaikan studi tingkat doktoralnya di Ibaraki University, Jepang. Melalui disertasi bertajuk "UHF RFID-Based Sensing and Indoor Localization", Dr. Danang menghadirkan terobosan teknologi mutakhir yang sangat relevan bagi pengembangan Internet of Things (IoT) dan pertanian modern. Penelitian doktoral ini menawarkan kebaruan berupa integrasi fungsi sensor dan pelacakan lokasi di dalam ruangan menggunakan satu sistem Ultra-High Frequency Radio Frequency Identification (UHF RFID). 

Jika teknologi RFID konvensional umumnya hanya digunakan untuk identifikasi barang dan membutuhkan baterai terpisah untuk fungsi sensor, inovasi Dr. Danang memungkinkan satu perangkat kecil untuk melacak posisi sekaligus mendeteksi suhu dan kelembaban lingkungan secara tanpa baterai (battery-less). Sistem ini bekerja hanya dengan memanfaatkan energi dari gelombang radio, sehingga lebih terintegrasi, sangat hemat energi, dan praktis tanpa perlu repot melakukan perawatan atau penggantian baterai.


Pilihan Danang untuk menempuh pendidikan di Ibaraki University didasari oleh ekosistem riset yang sangat disiplin dan fasilitas laboratorium yang spesifik di bidang antena serta sensor nirkabel. Namun, perjalanan meraih gelar doktor tersebut tidaklah mudah karena harus beradaptasi dengan budaya, menghadapi tuntutan standar akademik yang sangat tinggi, hingga tekanan mental akibat seringnya mengalami kegagalan eksperimen. 

Mulai dari desain antena yang tidak optimal hingga data yang tidak konsisten, semuanya menuntut evaluasi terus-menerus. Justru dari berbagai kegagalan tersebut, Danang belajar untuk berpikir kritis dan memperbaiki metodologi hingga akhirnya berhasil mempublikasikan risetnya di jurnal internasional bereputasi Q1 IEEE Access. Ia meyakini bahwa kunci utama penyelesaian studinya adalah konsistensi, rasa ingin tahu yang tinggi, serta resiliensi untuk bangkit dari kegagalan.

Sebagai akademisi di bidang Teknologi Industri Pertanian, Dr. Danang memproyeksikan inovasinya untuk diaplikasikan secara langsung di sektor riil, khususnya untuk sistem pergudangan pintar (smart warehouse) dan pertanian cerdas (smart agriculture). Di daerah dengan basis agrikultur yang kuat seperti Jember, teknologi ini memiliki potensi implementasi yang luar biasa. Sensor RFID tanpa baterai ini dapat disebar di greenhouse atau fasilitas pertanian dalam ruangan untuk memantau suhu dan kelembaban lahan. 


Pada sektor pascapanen, teknologi ini sangat vital untuk melacak posisi produk pertanian secara real-time di gudang logistik sekaligus memastikan bahwa kualitas produk tetap terjaga dalam standar rantai dingin (cold chain). Implementasinya di Jember akan sangat efektif jika dimulai dari skala pilot project di kampus atau melalui kerja sama dengan industri lokal, sebelum akhirnya diperluas untuk mendorong rantai pasok yang lebih transparan dan efisien.

Ke depan, Danang berkomitmen untuk mengimplementasikan hasil risetnya ke dalam Catur Dharma Perguruan Tinggi Universitas Muhammadiyah Jember serta membangun kolaborasi riset dengan industri dan institusi global. Ia juga menitipkan pesan inspiratif bagi seluruh mahasiswa, khususnya yang menggeluti bidang teknologi dan pertanian, bahwa dunia pertanian saat ini tidak bisa dipisahkan dari teknologi. 

Konsep smart farming, IoT, dan analitik data merupakan kebutuhan mendesak saat ini, bukan sekadar angan-angan masa depan. Harapannya, Danang dapat menjadi generasi penggerak yang tidak hanya sekadar menggunakan teknologi, tetapi mampu menciptakan solusi riil berbasis teknologi untuk memajukan sektor pertanian di Indonesia.

Rabu, 15 April 2026

Inovasi Beton Bambu Berstandar Internasional: Prof. Muhtar Dikukuhkan Sebagai Guru Besar Teknik Sipil Unmuh Jember


Solusi visioner bagi dunia konstruksi ramah lingkungan lahir dari Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember). Pada Selasa (14/4/2026), Unmuh Jember secara resmi mengukuhkan Prof. Dr. Ir. Muhtar, S.T., M.T., IPM. sebagai Guru Besar di bidang Teknik Sipil – Rekayasa Struktur. Dalam prosesi pengukuhan tersebut, Prof. Muhtar menyampaikan orasi ilmiah yang sangat menggugah dan aplikatif berjudul "Bambu Sebagai Material Terbarukan Untuk Konstruksi Dan Kemaslahatan Umat".

Orasi ilmiah ini berangkat dari keprihatinan mendalam Prof. Muhtar terhadap tingginya kesenjangan industrialisasi antara wilayah perkotaan dan pedesaan. Selama ini, negara sering kali mengundang investor asing guna mempercepat proses industrialisasi dan penguasaan teknologi. Namun, pendekatan top-down dan "jalan pintas" ini sering kali mengabaikan potensi industrialisasi di tingkat pedesaan. Menurut Prof. Muhtar, mempercepat industrialisasi sebaiknya dimulai dari industri kecil di desa yang dijadikan sebagai fondasi ekonomi kerakyatan yang kuat.

"Pembangunan desa harus mampu memberikan nilai tambah (added value) terhadap komoditas lokalnya, sehingga warga desa menjadi sejahtera tanpa harus bergantung pada material industri dari kota yang mahal," papar Prof. Muhtar.

Sebagai jawaban atas tantangan tersebut, Prof. Muhtar memperkenalkan inovasi mutakhirnya: pemanfaatan bambu sebagai material utama pengganti baja dalam teknologi beton bertulang pracetak. Melalui serangkaian pengujian laboratorium yang ketat, inovasi ini telah membuktikan kualitas strukturalnya. Produk aplikatif yang dihasilkan, seperti panel pagar pracetak dan rangka jembatan beton bertulang bambu, telah melewati uji kelayakan mekanis yang komprehensif, meliputi uji lentur sumbu-lemah, uji lentur sumbu-kuat, hingga uji geser horizontal siklik.

Hasil temuan Prof. Muhtar sungguh luar biasa. Rangka beton bertulang bambu pracetak ciptaannya terbukti memiliki integritas struktural yang sangat baik, mampu mendistribusikan beban berat dengan defleksi dan deformasi yang sangat minimal. Dalam pengujian, tercatat perpindahan maksimum hanya sebesar 0,25 mm, sementara deformasi maksimum mencapai 0,20 mm, dan deformasi pada rangka jembatan hanya 0,13 mm. Angka-angka tersebut jauh berada di bawah ambang batas maksimal yang diizinkan (yakni 3,75 mm), sehingga inovasi ini secara resmi telah memenuhi standar kelayakan internasional AASHTO serta Standar Nasional Indonesia (RSNI T-12-2004).

Lebih dari sekadar rekayasa teknik, inovasi beton bambu ini membawa misi ekologis dan sosial yang sangat krusial. Penggunaan bambu material lokal yang pertumbuhannya sangat cepat dan mudah diperbarui menjadi antitesis terhadap material konstruksi konvensional yang menyumbang emisi karbon tinggi.

Pengukuhan Prof. Muhtar ini diharapkan tidak hanya menginspirasi dunia akademik, tetapi juga mendorong pemerintah dan sektor swasta untuk mulai melirik material terbarukan berbasis kearifan lokal. Inovasi beton bambu dari Unmuh Jember ini menjadi bukti nyata bahwa teknologi yang berakar dari desa mampu menghadirkan solusi konstruksi global yang berkelanjutan, sekaligus mewujudkan kemaslahatan umat yang sebesar-besarnya.

Menggali Sisi Psikologis di Balik Angka: Prof. Dwi Cahyono Resmi Dikukuhkan Sebagai Guru Besar Akuntansi Keperilakuan Unmuh Jember


Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) kembali mencatatkan sejarah akademik dengan mengukuhkan Prof. Dr. Dwi Cahyono, S.E., M.Si., Akt. sebagai Guru Besar dalam bidang Akuntansi Keperilakuan pada Rapat Terbuka Senat yang digelar Selasa (14/4/2026). Dalam momentum bersejarah tersebut, Prof. Dwi menyampaikan orasi ilmiah bertajuk "Pengantar Akuntansi Keperilakuan: Sebuah Eksplorasi Model Konseptual Bagi Pemula", yang secara tajam membedah bagaimana faktor manusia dan psikologi memengaruhi pelaporan serta pengambilan keputusan keuangan.

Selama ini, ilmu akuntansi kerap dipandang secara tradisional sebagai disiplin ilmu yang kaku, eksak, dan hanya berkutat pada deretan angka. Namun, Prof. Dwi menegaskan bahwa lahirnya Akuntansi Keperilakuan (Behavioral Accounting) didasarkan pada satu kesadaran fundamental: manusia tidak selalu rasional dalam membuat keputusan keuangan. Bidang multidisiplin ini menggabungkan ilmu akuntansi, psikologi, dan ekonomi perilaku untuk mengkaji secara mendalam pengaruh bias kognitif (cognitive biases), emosi, dan dinamika sosial terhadap informasi keuangan.

Dalam orasinya, Prof. Dwi memaparkan temuan dari analisis bibliometrik selama 53 tahun terhadap perkembangan riset behavioral accounting secara global. Data menunjukkan lonjakan publikasi yang sangat drastis pasca-krisis keuangan global tahun 2008, yang menyadarkan dunia bahwa kegagalan sistem keuangan sering kali bermuara pada perilaku irasional dan tidak etis pelakunya. Dari analisis tersebut, diketahui bahwa topik Mental Accounting menjadi subjek yang paling dominan diteliti, sementara Amerika Serikat memimpin dominasi riset global dengan lebih dari 52% total sitasi.

Lebih lanjut, Prof. Dwi membedah evolusi fokus penelitian akuntansi keperilakuan dari masa ke masa. Jika pada era awal (1970–1990) riset lebih banyak berfokus pada akuntansi manajemen, penganggaran, dan audit, maka pada era transisi (1991–2018) trennya berevolusi ke arah etika dan pengambilan keputusan (ethics & decision making). Menariknya, pada era terkini (2019–2023), arah riset semakin meluas menyentuh isu-isu keberlanjutan (sustainability), Environmental, Social, and Governance (ESG), suasana hati investor (investor mood), hingga teori perilaku terencana (planned behavior).

"Behavioral accounting bukan sekadar angka ini tentang memahami manusia di balik keputusan keuangan," tegas Prof. Dwi. Landasan teori seperti Prospect Theory dan Social Identity Theory kini menjadi fondasi utama untuk memahami fenomena keuangan modern.

Sebagai penutup, Prof. Dwi Cahyono memberikan peta jalan bagi pengembangan riset masa depan, khususnya bagi para akademisi dan praktisi. Ia menyoroti pentingnya integrasi Artificial Intelligence (AI) dan Big Data dalam akuntansi keperilakuan, perlunya riset di konteks negara berkembang yang masih minim, hingga urgensi pendekatan psikologis dalam mendeteksi kecurangan (fraud detection) dan perlindungan whistleblower. Implikasi praktisnya jelas: pengambil keputusan bisnis harus mulai memahami bias kognitif mereka sendiri demi membangun praktik akuntansi yang transparan dan etis.

Senin, 13 April 2026

Kenaikan Harga Plastik Jadi Momentum, Dosen Unmuh Jember Dorong UMKM Beralih ke Kemasan Ramah Lingkungan

Kenaikan harga plastik yang terjadi belakangan ini tidak hanya berdampak pada meningkatnya biaya produksi bagi pelaku usaha, tetapi juga membuka peluang perubahan menuju praktik yang lebih ramah lingkungan. Di tengah kondisi tersebut, Kepala Program Studi Teknik Lingkungan Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember), Dr. Latifa Mirzatika Al-Rosyid, S.T., M.T., menilai bahwa situasi ini dapat menjadi momentum penting untuk mulai mengurangi ketergantungan terhadap plastik.

Menurutnya, selama ini penggunaan plastik yang masif telah menimbulkan berbagai persoalan lingkungan yang serius. Sampah plastik yang sulit terurai dapat bertahan puluhan hingga ratusan tahun di alam, mencemari tanah dan laut, serta berpotensi terurai menjadi mikroplastik yang masuk ke dalam rantai makanan manusia. Dampak yang ditimbulkan tidak hanya pada lingkungan, tetapi juga pada kesehatan dan ekonomi. Mulai dari banjir akibat saluran tersumbat sampah plastik, kerusakan ekosistem laut, hingga penurunan pendapatan nelayan akibat berkurangnya hasil tangkapan.

Dalam konteks tersebut, Dr. Latifa menjelaskan bahwa saat ini telah tersedia sejumlah alternatif pengganti plastik yang cukup realistis untuk digunakan, baik oleh masyarakat maupun pelaku UMKM. Kemasan berbahan kertas dan karton menjadi pilihan yang paling praktis karena mudah diperoleh, relatif stabil dari segi harga, serta dapat digunakan untuk berbagai produk, terutama makanan kering.

Selain itu, terdapat pula bioplastik berbasis pati seperti singkong, jagung, dan sagu yang memiliki sifat biodegradable sehingga lebih ramah lingkungan, meskipun dari sisi harga masih tergolong lebih tinggi dibandingkan plastik konvensional. Alternatif lainnya adalah penggunaan kemasan yang dapat digunakan kembali, seperti tote bag, wadah kaca, atau stainless steel, yang umumnya digunakan untuk produk dengan segmen tertentu.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa peralihan dari plastik ke bahan alternatif tidak bisa dilakukan secara seragam. Setiap jenis produk memiliki kebutuhan kemasan yang berbeda, sehingga pelaku usaha perlu menyesuaikan pilihan dengan karakteristik produknya. Kertas misalnya, memiliki keterbatasan karena tidak tahan terhadap air atau minyak, sementara daun sebagai kemasan tradisional juga memiliki keterbatasan dari segi skala produksi. Sementara itu, bioplastik meskipun potensial, masih menghadapi kendala harga dan ketersediaan.

Di sisi lain, tantangan terbesar dalam upaya pengurangan plastik di tingkat UMKM tidak hanya terletak pada aspek teknis, tetapi juga pada faktor ekonomi dan perilaku konsumen. Harga kemasan ramah lingkungan yang bisa mencapai dua hingga tiga kali lipat dari plastik menjadi beban tersendiri bagi pelaku usaha kecil. Selain itu, ketersediaan bahan alternatif yang belum stabil serta kebiasaan konsumen yang masih menganggap plastik lebih praktis dan murah turut menjadi hambatan dalam proses transisi.

Meski demikian, Dr. Latifa menekankan bahwa perubahan tidak harus dilakukan secara drastis. Menurutnya, langkah kecil yang dilakukan secara konsisten justru lebih efektif dalam jangka panjang. Pelaku UMKM dapat mulai mengurangi penggunaan plastik secara bertahap tanpa harus langsung meninggalkannya sepenuhnya. Ia juga menambahkan bahwa upaya pengurangan plastik justru dapat menjadi nilai tambah bagi usaha, seiring meningkatnya kesadaran konsumen terhadap isu lingkungan. Produk dengan kemasan ramah lingkungan dinilai memiliki citra yang lebih premium dan dapat menjadi identitas tersendiri bagi sebuah usaha.

Selain bagi pelaku usaha, ia juga mengajak masyarakat untuk turut berperan dalam mengurangi penggunaan plastik melalui langkah sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Membawa tas belanja sendiri, menggunakan wadah saat membeli makanan, serta mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dalam kegiatan rumah tangga menjadi langkah kecil yang jika dilakukan secara kolektif dapat memberikan dampak besar.

Melalui momentum kenaikan harga plastik ini, perubahan menuju gaya hidup dan praktik usaha yang lebih berkelanjutan dinilai semakin relevan untuk dilakukan. Dengan dukungan kebijakan yang tepat, kesiapan pelaku usaha, serta perubahan perilaku konsumen, pengurangan plastik tidak hanya menjadi solusi atas persoalan lingkungan, tetapi juga dapat menjadi peluang strategis bagi UMKM untuk meningkatkan daya saing di masa depan.

 

Jumat, 10 April 2026

Dosen Unmuh Jember Perkuat Kapasitas Remaja PASHMINA Lewat Pelatihan Kesehatan dan Komunikasi


Dosen Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui Fakultas Psikologi dengan fokus pada penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) remaja melalui organisasi PASHMINA (Pelajar Aisyiyah Putri Hebat, Mandiri, dan Berdaya) Kabupaten Jember. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu (31/1/2026), di MAM 1 Watukebo.

Program ini merupakan bagian dari pengabdian Fakultas Psikologi Unmuh Jember yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dasar remaja, khususnya dalam menghadapi berbagai tantangan yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi, komunikasi interpersonal, serta kesiapan psikososial. Selama ini, keterbatasan akses terhadap informasi yang valid dan minimnya ruang pendampingan sebaya masih menjadi persoalan di kalangan remaja.

Melalui kegiatan ini, para dosen memberikan serangkaian pelatihan yang meliputi sosialisasi kesehatan reproduksi, pelatihan komunikasi interpersonal, serta pengenalan konseling dasar. Materi disampaikan secara interaktif agar mudah dipahami dan dapat langsung diaplikasikan oleh peserta dalam kehidupan sehari-hari.

Remaja anggota PASHMINA yang menjadi peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi kegiatan. Selain memperoleh pengetahuan baru, mereka juga dilatih untuk mengembangkan kemampuan komunikasi yang efektif, empati, serta keterampilan dasar dalam memberikan pendampingan kepada teman sebaya.

Kegiatan ini juga menjadi upaya untuk memperkuat peran PASHMINA sebagai wadah kaderisasi remaja putri di bawah naungan Nasyiatul Aisyiyah. Melalui pembekalan ini, para anggota diharapkan tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga mampu berperan sebagai agen edukasi di lingkungan masing-masing.

Dengan adanya pelatihan ini, Unmuh Jember berharap dapat berkontribusi dalam menciptakan generasi muda yang tidak hanya memiliki pengetahuan yang memadai, tetapi juga keterampilan sosial dan kepedulian terhadap sesama. Upaya ini sekaligus menjadi wujud komitmen Fakultas Psikologi dalam mendukung pembangunan generasi muda yang sehat, berdaya, dan berkarakter.

Kamis, 09 April 2026

Riset Unmuh Jember Ungkap Strategi UMKM Café Lebih Kompetitif di Tengah Persaingan

Persaingan usaha café di Kabupaten Jember kian kompetitif. Tidak hanya mengandalkan rasa makanan dan minuman, pelaku usaha kini dituntut mampu menghadirkan pelayanan prima, kenyamanan, serta citra usaha yang kuat di mata pelanggan.

Menjawab tantangan tersebut, tim peneliti dari Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) mengungkap strategi kunci yang dapat meningkatkan daya saing UMKM café melalui pendekatan berbasis data.

Penelitian yang dilaksanakan pada 8 Desember 2025 hingga 10 Februari 2026 di Café Pusparasa Jember ini dipimpin oleh Retno Murwanti, S.TP., M.P., dengan anggota Atok Ainur Ridho, S.P., M.P., serta dua mahasiswa, Moh. Barkah Ulul Albab dan Imelita Nasya Diantha.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepuasan pelanggan UMKM café dipengaruhi oleh empat faktor utama, yakni kualitas pelayanan, pengelolaan bisnis, citra merek, dan efisiensi operasional.

Dari keempat faktor tersebut, kualitas pelayanan menjadi aspek paling dominan. Pelayanan yang ramah, cepat, dan konsisten terbukti mampu meningkatkan kepuasan pelanggan sekaligus mendorong mereka untuk kembali berkunjung.

Selain itu, pengelolaan bisnis yang baik juga berperan penting. Pencatatan keuangan yang rapi, pengaturan karyawan yang efektif, serta manajemen operasional yang tertata memberikan dampak langsung terhadap pengalaman pelanggan.

Dalam aspek pemasaran, citra merek (branding) menjadi faktor yang tidak kalah penting. Café yang memiliki identitas unik, suasana nyaman, serta cerita yang kuat, misalnya dengan mengangkat potensi local cenderung lebih mudah diingat dan dipilih oleh pelanggan.

Sementara itu, efisiensi operasional turut menjadi penentu kepuasan. Pelanggan menginginkan pelayanan yang cepat dan tepat, sehingga kemampuan café dalam mengelola waktu penyajian menjadi nilai tambah dalam persaingan.

Ketua tim peneliti, Retno Murwanti, menjelaskan bahwa hasil penelitian ini memberikan pesan sederhana namun strategis bagi pelaku UMKM café.

“Pelaku usaha dapat memulai dari hal yang paling mendasar, yaitu meningkatkan kualitas pelayanan, merapikan pengelolaan usaha, membangun identitas yang kuat, serta memastikan operasional berjalan efisien. Langkah-langkah ini tidak harus mahal, tetapi membutuhkan konsistensi,” ujarnya.

Lebih lanjut, penelitian ini juga menegaskan pentingnya pendekatan berbasis data dalam pengembangan usaha. UMKM tidak lagi cukup mengandalkan intuisi, tetapi perlu memahami perilaku dan kebutuhan pelanggan secara lebih sistematis.

Melalui temuan ini, diharapkan pelaku UMKM café di Jember maupun daerah lain dapat meningkatkan daya saing usahanya. Dengan strategi yang tepat, UMKM tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang dan berkontribusi dalam memperkuat ekonomi lokal.

 

Senin, 06 April 2026

Mahasiswa KKN Unmuh Jember Berbagi Takjil di LKSA Muhammadiyah Al-Iman

Semangat berbagi di bulan suci Ramadan diwujudkan oleh Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 1 Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) melalui kegiatan pembagian takjil di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Muhammadiyah Al-Iman, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember, pada Sabtu, (21/2/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang diinisiasi mahasiswa KKN sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus upaya menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak panti asuhan di bulan penuh berkah.

Sejak sore hari, mahasiswa KKN telah mempersiapkan berbagai jenis takjil untuk dibagikan menjelang waktu berbuka puasa. Takjil tersebut kemudian disalurkan secara langsung kepada anak-anak dan pengurus LKSA Muhammadiyah Al-Iman. Suasana hangat dan penuh kebersamaan pun terasa sepanjang kegiatan berlangsung.

Tidak hanya berbagi makanan, mahasiswa juga berinteraksi langsung dengan anak-anak panti. Mereka mengajak berbincang santai, berbagi cerita, hingga memberikan motivasi dan semangat belajar. Interaksi tersebut menciptakan kedekatan emosional yang membuat kegiatan semakin bermakna, baik bagi mahasiswa maupun anak-anak panti.

Koordinator KKN Kelompok 1 menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari nilai-nilai pengabdian kepada masyarakat yang menjadi bagian penting dalam proses pendidikan di perguruan tinggi.

“Melalui kegiatan ini kami ingin berbagi kebahagiaan dengan adik-adik di LKSA Muhammadiyah Al-Iman. Meskipun sederhana, kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat serta menumbuhkan rasa kepedulian sosial bagi kita semua,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa Ramadan menjadi momentum yang tepat untuk menanamkan nilai empati, kepedulian, dan solidaritas sosial, terutama bagi mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat yang memiliki tanggung jawab moral untuk berkontribusi.

Kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat bagi penerima, tetapi juga menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam memahami realitas sosial di masyarakat. Melalui interaksi langsung, mahasiswa belajar untuk lebih peka terhadap kondisi lingkungan serta mengasah nilai-nilai kemanusiaan.

Pihak pengurus LKSA Muhammadiyah Al-Iman menyambut baik kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa KKN Unmuh Jember. Mereka mengapresiasi kepedulian mahasiswa yang telah meluangkan waktu dan tenaga untuk berbagi bersama anak-anak panti, terutama di bulan Ramadan.

Menurut pengurus, kegiatan seperti ini tidak hanya memberikan bantuan secara materi, tetapi juga menghadirkan kebahagiaan dan perhatian bagi anak-anak yang membutuhkan.

Kegiatan kemudian ditutup dengan suasana kebersamaan menjelang waktu berbuka puasa. Anak-anak tampak antusias menerima takjil yang dibagikan, sementara mahasiswa turut merasakan kebahagiaan dari momen berbagi tersebut.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Unmuh Jember berharap dapat terus menumbuhkan semangat berbagi dan memperkuat nilai kepedulian sosial di kalangan mahasiswa. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk lebih aktif berkontribusi dalam kegiatan sosial di tengah masyarakat.

Ramadan pun menjadi lebih bermakna, tidak hanya sebagai waktu untuk meningkatkan ibadah, tetapi juga sebagai momentum untuk mempererat tali silaturahmi dan menebarkan kebaikan kepada sesama.


Mahasiswa BCB Unmuh Jember Gelar “Pesantren 1000 Cahaya Ramadhan” di Panti Asuhan Nur Iman

Mahasiswa penerima Beasiswa Cendekia Baznas (BCB) Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) menggelar kegiatan sosial bertajuk “Pesantren 1000 Cahaya Ramadhan” di Panti Asuhan Nur Iman, Patrang, Jember, pada Minggu (15/3/2026). Kegiatan ini menjadi wujud kepedulian sosial mahasiswa dalam berbagi kebahagiaan bersama anak-anak panti asuhan di bulan suci Ramadhan.

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 15.00 WIB ini juga merupakan bagian dari program pembinaan Beasiswa Cendekia Baznas. Program tersebut tidak hanya berfokus pada pengembangan akademik mahasiswa, tetapi juga mendorong terbentuknya karakter sosial, kepedulian, serta semangat pengabdian kepada masyarakat.

Acara ini dihadiri oleh Wakil Rektor III Unmuh Jember, Dr. Sofyan Rofi, M.Pd.I, Kepala Biro Layanan Kemahasiswaan Agista Ul Hakim, S.IP., M.Si, mentor BCB Ari Sita Nastiti, S.E., M.Akun, serta mahasiswa penerima Beasiswa Cendekia Baznas.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor III Unmuh Jember menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari proses pembinaan mahasiswa agar tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial yang tinggi.

“Program ini tidak hanya membentuk mahasiswa yang cerdas, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan semangat berbagi kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia juga memberikan motivasi kepada anak-anak panti asuhan agar tetap semangat dalam meraih cita-cita.

“Adik-adik harus tetap memiliki cita-cita setinggi mungkin. Jangan pernah merasa kecil hati dengan keadaan yang ada, karena setiap orang memiliki kesempatan untuk meraih masa depan yang lebih baik,” pesannya.

Sebagai bentuk kepedulian nyata, mahasiswa BCB menyerahkan santunan kepada Panti Asuhan Nur Iman berupa uang sebesar Rp1.780.000 yang merupakan hasil donasi yang dihimpun sebelumnya, serta paket sembako untuk kebutuhan panti.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan ceramah Ramadhan yang disampaikan oleh Agista Ul Hakim, S.IP., M.Si, yang mengangkat tema keutamaan ibadah puasa serta pentingnya meningkatkan amal dan kepedulian terhadap sesama.

Suasana kegiatan semakin hangat dengan berbagai permainan interaktif (games) yang melibatkan anak-anak panti asuhan. Mahasiswa BCB juga membagikan hampers snack sebagai bentuk kebersamaan dan kebahagiaan di bulan suci Ramadhan.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan pelaksanaan shalat Magrib berjamaah yang dilanjutkan dengan buka puasa bersama antara mahasiswa, pengurus, dan anak-anak panti asuhan.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa BCB Unmuh Jember berharap dapat menumbuhkan semangat berbagi serta memperkuat kepedulian sosial di kalangan mahasiswa, sekaligus menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak panti asuhan di bulan Ramadhan yang penuh berkah.

Connect