Senin, 29 Juni 2026

Perkuat Kualitas Tesis Berstandar Global, Magister Manajemen Unmuh Jember Gelar Kolokium Internasional Bersama MSU Malaysia

Komitmen Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember dalam mencetak lulusan berdaya saing global terus diperkuat melalui penyelenggaraan Kolokium Internasional Program Studi Magister Manajemen bersama Management and Science University (MSU) Malaysia, Jumat (29/5/2026). Kegiatan yang menjadi agenda tahunan ini menghadirkan akademisi internasional untuk memberikan peer review terhadap proposal tesis mahasiswa.

Berbeda dengan pelaksanaan tahun sebelumnya yang berlangsung secara luring di kampus MSU Malaysia, kolokium tahun ini diselenggarakan secara daring melalui Zoom Meeting. Meski demikian, nuansa akademik internasional tetap terasa dengan keterlibatan langsung para dosen dan pakar dari MSU sebagai reviewer.

Sebanyak 35 mahasiswa Magister Manajemen Unmuh Jember mempresentasikan proposal tesis mereka di hadapan para akademisi MSU. Setiap peserta memperoleh evaluasi, kritik, dan rekomendasi konstruktif terkait penyempurnaan metodologi penelitian, penguatan kerangka konseptual, hingga teknik analisis data agar penelitian yang dihasilkan memenuhi standar akademik internasional.

Ketua Program Studi Magister Manajemen Unmuh Jember, Dr. Budi Santoso, S.E., M.M., M.Akun., menjelaskan bahwa kolokium internasional merupakan salah satu strategi program studi dalam meningkatkan kualitas riset mahasiswa sekaligus memperluas jejaring akademik global.

Menurutnya, keterlibatan reviewer dari MSU Malaysia memberikan perspektif baru yang sangat berharga bagi mahasiswa dalam menyusun penelitian. Masukan yang diberikan tidak hanya memperkuat kualitas proposal tesis, tetapi juga mendorong lahirnya penelitian yang memiliki kontribusi ilmiah serta relevansi terhadap perkembangan dunia bisnis dan ilmu manajemen.

"Kolokium ini menjadi bagian dari proses pembelajaran mahasiswa agar mampu menghasilkan penelitian yang berkualitas dan memiliki standar internasional. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi implementasi nyata kerja sama akademik antara Unmuh Jember dan Management and Science University Malaysia," ujarnya.

Selama kolokium berlangsung, suasana diskusi berjalan dinamis. Mahasiswa tidak hanya mempresentasikan ide penelitiannya, tetapi juga berdialog secara langsung dengan para reviewer internasional mengenai pendekatan penelitian, kebaruan (novelty), hingga peluang pengembangan hasil riset.

Pengalaman tersebut memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk merasakan atmosfer akademik internasional sekaligus meningkatkan kemampuan berpikir kritis, komunikasi ilmiah, dan penyusunan penelitian yang lebih komprehensif.

Selain menjadi forum akademik, kolokium ini juga memperkuat hubungan kerja sama antara Universitas Muhammadiyah Jember dan Management and Science University (MSU) Malaysia. Ke depan, kolaborasi kedua institusi diharapkan terus berkembang melalui berbagai program, seperti penelitian bersama, pertukaran dosen dan mahasiswa, seminar internasional, hingga publikasi ilmiah bereputasi.

Melalui penyelenggaraan kolokium internasional secara berkelanjutan, Program Studi Magister Manajemen Unmuh Jember menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan berkelas dunia. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menghasilkan lulusan magister yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu bersaing dan berkontribusi di tingkat nasional maupun internasional.

 

Perkuat Jejaring Global, Magister Manajemen Unmuh Jember Gandeng Akademisi Filipina Bahas Kepemimpinan Kolaboratif

Komitmen Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember dalam memperluas jejaring akademik internasional kembali diwujudkan melalui penyelenggaraan International Workshop bertajuk Orchestrating Collaboration 2026: Managing Stakeholders and Diverse Teams, yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting, Senin (8/6/2026).

Kegiatan yang diinisiasi Program Studi Magister Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unmuh Jember ini menghadirkan akademisi dari Ifugao State University, Filipina, sebagai narasumber internasional untuk membahas pentingnya kepemimpinan kolaboratif, pengelolaan pemangku kepentingan (stakeholder), dan sinergi lintas fungsi dalam menghadapi tantangan organisasi modern.

Sekitar 100 peserta yang terdiri atas mahasiswa Program Sarjana (S1) dan Magister (S2) FEB Unmuh Jember mengikuti workshop tersebut dengan antusias.

Mengusung tema besar "Building Cross-Functional and Stakeholder Synergy through Adaptive and High-Impact Collaboration", kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber berpengalaman, yakni Dr. Diana Sulianti K. Tobing, S.E., M.Si., CRA., CMA., Jhon G. Pagaddut, CPA., Ph.D., dan Olivia M. Valdez. Ketiganya berbagi pengalaman mengenai strategi membangun kolaborasi yang efektif di tengah keberagaman tim dan kompleksitas hubungan dengan para pemangku kepentingan.

Ketua Program Studi Magister Manajemen Unmuh Jember, Dr. Budi Santoso, S.E., M.M., M.Akun., mengatakan bahwa penyelenggaraan workshop internasional merupakan bagian dari upaya program studi dalam menghadirkan pengalaman belajar berwawasan global bagi mahasiswa.

"Melalui kegiatan ini, kami ingin memperluas wawasan mahasiswa mengenai praktik kolaborasi di tingkat internasional sekaligus memperkuat jejaring akademik dengan berbagai perguruan tinggi luar negeri," ujarnya.

Selama workshop berlangsung, peserta memperoleh materi mengenai strategi membangun sinergi lintas fungsi dalam organisasi, meningkatkan keterlibatan stakeholder (stakeholder engagement), memberdayakan tim kerja yang beragam, hingga mengelola konflik menjadi peluang kolaborasi yang produktif.

Selain pemaparan materi, kegiatan juga diisi dengan sesi diskusi interaktif. Mahasiswa aktif mengajukan pertanyaan kepada narasumber mengenai penerapan kepemimpinan adaptif, komunikasi lintas budaya, serta pengambilan keputusan kolaboratif yang relevan dengan dinamika dunia kerja saat ini.

Melalui kegiatan ini, Program Studi Magister Manajemen Unmuh Jember berharap mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman konseptual, tetapi juga wawasan praktis yang dapat diterapkan dalam dunia profesional.

Workshop internasional tersebut sekaligus menjadi bagian dari strategi internasionalisasi Unmuh Jember dalam meningkatkan kualitas pendidikan, memperluas kolaborasi dengan perguruan tinggi luar negeri, serta menyiapkan lulusan yang adaptif, inovatif, dan memiliki daya saing di tingkat global.

 

Rabu, 24 Juni 2026

Bawa Inovasi SDGs ke Panggung Dunia, Unmuh Jember Tampil di Global Sustainable Development Congress 2026

Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) turut ambil bagian dalam ajang internasional The 5th Global Sustainable Development Congress (GSDC) 2026 yang berlangsung di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, pada 22–25 Juni 2026. Kehadiran Unmuh Jember menjadi bagian dari kontribusi 30 Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) yang difasilitasi oleh Asosiasi Kantor Urusan Internasional (ASKUI) PTMA di bawah koordinasi Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

GSDC 2026 merupakan forum yang diinisiasi oleh Times Higher Education (THE) dan dihadiri sekitar 5.000 delegasi dari berbagai negara yang berasal dari kalangan akademisi, pemerintah, industri, hingga organisasi masyarakat sipil. Forum tersebut menjadi ruang kolaborasi global dalam merumuskan langkah nyata pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Pada kesempatan tersebut, Unmuh Jember menampilkan sejumlah inovasi yang mendukung pembangunan berkelanjutan melalui booth PTMA. Berbagai karya unggulan yang dipresentasikan mencerminkan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus kontribusi kampus terhadap isu lingkungan, energi, dan pertanian berkelanjutan.

Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah Forage Chopper Machine, mesin pencacah pakan ternak yang dikembangkan untuk meningkatkan produktivitas peternak sekaligus mendukung ekonomi hijau. Program yang dipimpin Hadi Jatmiko bersama tim Unmuh Jember tersebut telah dimanfaatkan oleh PRA Karangtengah dan melibatkan mahasiswa melalui program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Selain itu, Unmuh Jember juga menampilkan hasil riset Battery-Less RFID Sensor for Smart Agriculture yang dipimpin Dr. Danang Kumara Hadi bekerja sama dengan Ibaraki University, Jepang. Inovasi ini memungkinkan pemantauan suhu dan kelembaban secara real time tanpa menggunakan baterai sehingga lebih ramah lingkungan dan hemat energi. 

Di bidang energi terbarukan, Unmuh Jember memperkenalkan program pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan limbah pertanian menjadi bahan bakar padat ramah lingkungan (Eco-Friendly Solid Fuel). Program yang dipimpin Asroful Abidin dan Hilfi Harisan tersebut memberdayakan petani di Desa Plalangan melalui teknologi pirolisis sekaligus membuka peluang ekonomi baru berbasis pengolahan limbah pertanian.

Ketua ASKUI PTMA, Aidil Syahputra, menjelaskan bahwa partisipasi PTMA dalam GSDC 2026 merupakan bagian dari strategi internasionalisasi perguruan tinggi Muhammadiyah sekaligus memperkuat posisi kampus di tingkat global.

“Agenda kami di sini adalah menyampaikan dan mempresentasikan hasil SDGs dari setiap perguruan tinggi serta mengikuti rangkaian seminar internasional untuk menjawab permasalahan SDGs di dunia,” ujarnya.

Menurutnya, keikutsertaan dalam forum tersebut juga menjadi momentum untuk memperluas jejaring internasional dan membuka peluang kolaborasi riset lintas negara.

Sementara itu, Sekretaris Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Ahmad Muttaqin, mengapresiasi keterlibatan PTMA dalam GSDC 2026. Ia menilai langkah tersebut dapat mendorong perguruan tinggi Muhammadiyah semakin aktif menghasilkan inovasi yang berdampak serta memperkuat daya saing di tingkat internasional.

Keikutsertaan Unmuh Jember dalam GSDC 2026 menjadi bukti bahwa inovasi yang lahir dari kampus tidak hanya memberi manfaat bagi masyarakat lokal, tetapi juga mampu berkontribusi dalam menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan di tingkat global. Dengan membawa semangat kolaborasi, riset, dan pemberdayaan masyarakat, Unmuh Jember terus memperkuat perannya sebagai kampus berdampak yang berorientasi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

 

Jumat, 12 Juni 2026

Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah, Bank Indonesia dan Unmuh Jember Perkuat Sinergi Digital


    Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jember terus memperluas jaringan literasi keuangan digital ke sektor akademisi. Melalui kolaborasi strategis bersama Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Jember, sukses digelar kegiatan Diseminasi Kebijakan Bank Indonesia pada Selasa, 9 Juni 2026. Acara bertajuk "Sinergi Kebijakan Bank Indonesia dan Akademisi dalam Mencetak SDM Bisnis Digital Guna Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah" ini diselenggarakan di Aula Fakultas Hukum (FH) Unmuh Jember sebagai wadah strategis dalam menyelaraskan visi antara regulator keuangan dan institusi pendidikan demi mencetak talenta ekonomi yang siap pakai.

    Kegiatan diseminasi yang berlangsung interaktif ini menghadirkan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jember, Iqbal Reza Nugraha, sebagai narasumber utama, dengan dipandu oleh Bayu Wijayantini, Ph.D. selaku moderator. Momentum penting ini turut dihadiri oleh berbagai elemen lintas sektor, termasuk Komandan Yonif 509 Kostrad Letkol Inf. Juni Fitriyan, S.H., M.H.I., M.Han., perwakilan Bakorwil, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Jember, para kepala sekolah, serta ratusan pelajar SMA/SMK berbakat se-Kabupaten Jember yang dipersiapkan menjadi motor penggerak ekonomi masa depan.


    Dalam pemaparannya, Iqbal Reza Nugraha menegaskan bahwa pasca-implementasi Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK), peran Bank Indonesia kian krusial, terutama dalam menjaga stabilitas moneter, nilai rupiah, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif melalui transformasi digital. Salah satu program prioritas yang terus digenjot oleh Bank Indonesia adalah perluasan penetrasi penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) serta digitalisasi sistem pembayaran nasional. 

    Menurutnya, sektor UMKM lokal dan lingkungan kampus merupakan mitra paling strategis untuk mempercepat mata rantai ekosistem digital ini. Bank Indonesia juga menekankan bahwa pengembangan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul di bidang teknologi finansial akan menjadi pilar utama penopang stabilitas ekonomi daerah dalam jangka panjang.

    Langkah edukasi ini dirasa sangat relevan dengan tren nasional saat ini, di mana adopsi transaksi nontunai di wilayah Jawa Timur terus mencatat pertumbuhan yang sangat signifikan. Keterlibatan aktif pihak akademisi diharapkan mampu mempercepat penetrasi literasi keuangan digital hingga ke akar rumput. Selain mendorong produktivitas ekonomi, sinergi literasi ini juga berfungsi sebagai benteng perlindungan penting bagi generasi muda. Dengan pemahaman keuangan yang matang, para mahasiswa dan pelajar diharapkan dapat lebih cerdas secara finansial serta terhindar dari maraknya risiko kejahatan siber, seperti investasi bodong, pinjaman online ilegal, hingga fenomena judi online yang meresahkan masyarakat.


    Melalui forum yang berjalan selaras dengan semangat gerakan Diktisaintek Berdampak ini, Bank Indonesia Jember dan Unmuh Jember secara resmi bersepakat untuk memperluas program kemitraan. Kerja sama ke depan akan mencakup penguatan riset terapan ekonomi regional, program pendampingan digitalisasi bagi pelaku UMKM binaan, hingga penyediaan ruang inkubasi startup terpadu bagi mahasiswa. Kolaborasi nyata ini diharapkan mampu melahirkan ekosistem ekonomi digital di kawasan Tapal Kuda yang tangguh, adaptif, inklusif, dan berdaya saing tinggi di kancah nasional.

Siapkan Gen Z Bangun Startup, FEB Unmuh Jember Resmi Launching Prodi Bisnis Digital

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Jember resmi mengambil langkah progresif dalam dunia pendidikan tinggi dengan meluncurkan Program Studi S1 Bisnis Digital. Kegiatan penting yang berlangsung pada Selasa, 9 Juni 2026 ini dipusatkan di Aula Fakultas Hukum (FH) Unmuh Jember. Langkah strategis tersebut dirancang khusus untuk membekali generasi muda, khususnya Gen Z, agar tidak hanya menjadi konsumen teknologi, melainkan menjadi pemain kunci dalam ekosistem startup nasional. Peresmian prodi baru ini ditandai secara simbolis melalui prosesi pemotongan pita oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Jember, Dr. Hanafi, M.Pd. Acara peluncuran ini juga dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan penting, mulai dari jajaran Muspika, Bakorwil, Cabang Dinas Pendidikan, hingga perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Jember serta ratusan siswa SMA/SMK.


    Kehadiran program studi baru ini disambut hangat dan dinilai sangat tepat momentumnya di tengah pesatnya transformasi teknologi global. Rektor Unmuh Jember, Dr. Hanafi, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi serta rasa optimisme terhadap terobosan yang diambil oleh FEB. Menurut beliau, institusi pendidikan tinggi harus bergerak dinamis dan adaptif terhadap disrupsi teknologi agar lulusannya memiliki daya saing tinggi dan mampu menjawab kebutuhan industri digital yang berkembang sangat cepat saat ini.

    "Kami sangat bangga dan mendukung penuh lahirnya Prodi Bisnis Digital ini. Ini adalah wujud nyata komitmen Unmuh Jember dalam menerapkan gerakan Diktisaintek Berdampak. Di era ekonomi baru saat ini, mahasiswa tidak boleh lagi kuliah dengan metode konvensional yang hanya berfokus pada teori di kelas. Mereka harus disiapkan menjadi inovator dan technopreneur yang mampu mendirikan usaha digital sendiri sejak dari bangku perkuliahan. Kami menyediakan fasilitas dan ekosistem terbaik agar lulusannya siap membawa Indonesia menuju era ekonomi berbasis teknologi yang maju, inklusif, serta tetap bernafaskan nilai-nilai keislaman yang luhur," tegas Dr. Hanafi penuh optimisme.


    Berdasarkan proyeksi dari Kementerian Kominfo serta berbagai laporan ekonomi nasional, Indonesia diperkirakan membutuhkan sekitar 9 juta talenta digital hingga beberapa tahun ke depan demi mengakselerasi pertumbuhan ekonomi digital yang potensinya mencapai ribuan triliun Rupiah. Menjawab tantangan besar tersebut, Prodi Bisnis Digital Unmuh Jember hadir dengan kurikulum masa depan terintegrasi. Kurikulum ini mencakup bidang-bidang krusial seperti Artificial Intelligence (AI) for Business, Data Science, Digital Marketing, Business Analytics, E-Commerce, hingga Financial Technology (Fintech).


Keunggulan utama prodi ini terletak pada sistem pembelajarannya yang tidak hanya terpaku di dalam ruang kelas. Mahasiswa akan langsung didukung oleh ekosistem inovasi nyata melalui kelompok studi seperti AI Builder Study Group, platform BizAI.id, WarungMU, Bank Syariah Matahari, hingga ruang inkubasi bisnis eksklusif hasil kolaborasi dengan Laskar AI–Lintasarta dan IDX Incubator. Melalui sinergi kuat antara akademisi, industri, dan pemerintah, Unmuh Jember berkomitmen mencetak Digital Business Consultant, Content Strategist, maupun Data Analyst profesional yang siap membawa Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045.

Rabu, 06 Mei 2026

Unmuh Jember Gelar Program International Financial Behavior & Investment Empowerment di MSU Malaysia

Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) internasional melaksanakan kegiatan bertajuk International Financial Behavior & Investment Empowerment bekerja sama dengan Management and Science University (MSU) Malaysia. Program ini bertujuan meningkatkan literasi keuangan, perilaku keuangan, serta kesiapan investasi mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh studi di MSU Malaysia.

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh tingginya tantangan finansial yang dihadapi mahasiswa Indonesia di luar negeri, khususnya dalam mengatur biaya hidup, memahami investasi digital, serta menghadapi risiko keputusan keuangan yang impulsif akibat pengaruh media sosial dan tren investasi. Mahasiswa perantau dinilai rentan mengalami stres finansial dan kesalahan dalam pengambilan keputusan investasi.

Melalui program ini, tim pengabdian memberikan edukasi mengenai pengelolaan keuangan pribadi, perencanaan keuangan, literasi investasi, serta pemahaman mengenai pasar modal syariah Indonesia dan Malaysia. Selain itu, peserta juga dibekali pemahaman tentang behavioral finance seperti overconfidence, herding behavior, dan fear of missing out (FOMO) yang sering memengaruhi keputusan investasi generasi muda.

Rangkaian kegiatan dimulai dari koordinasi dengan pihak MSU Malaysia, survei kebutuhan peserta, baseline study, penyusunan modul literasi keuangan, hingga pelaksanaan workshop literasi keuangan dan pelatihan behavioral finance. Mahasiswa juga mengikuti simulasi pasar modal internasional melalui platform virtual trading yang terintegrasi dengan data pasar Indonesia dan Malaysia.

Hasil sementara menunjukkan adanya peningkatan pemahaman mahasiswa terkait pengelolaan keuangan pribadi, diversifikasi risiko, dan perbedaan instrumen investasi lintas negara. Selain itu, sekitar 70 persen peserta mengaku lebih percaya diri dalam mengelola keuangan pribadi dan memahami risiko investasi internasional.

Program ini juga berhasil memperkuat kolaborasi akademik antara Unmuh Jember dan MSU Malaysia melalui keterlibatan dosen mitra dalam penyampaian materi serta diskusi akademik lintas negara. Sinergi ini menjadi bagian dari upaya internasionalisasi tridharma perguruan tinggi sekaligus mendukung Renstra Pengabdian kepada Masyarakat Unmuh Jember.

Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa Indonesia di Malaysia mampu menjadi generasi muda yang memiliki literasi keuangan yang baik, mampu mengambil keputusan investasi secara rasional, serta siap menghadapi sistem keuangan global secara bijak dan berkelanjutan.

 

Rabu, 29 April 2026

Mahasiswa KKN UM Jember Kenalkan Jajanan Tradisional Sehat untuk Anak Usia Dini

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Jember, Iva Septin Lestari Ningsih, melaksanakan kegiatan edukasi bertema Pengenalan Pembiasaan Makan Jajanan Tradisional kepada Anak Usia Dini guna Mengurangi Konsumsi Makanan Instan atau Junk Food pada Selasa, 28 April 2026.

Kegiatan ini dilakukan dengan mengumpulkan para wali murid untuk diberikan edukasi mengenai pentingnya mengenalkan jajanan tradisional kepada anak-anak sejak usia dini. Program ini bertujuan untuk membangun kebiasaan makan sehat serta mengurangi konsumsi makanan instan atau junk food yang kurang baik bagi pertumbuhan dan perkembangan anak.

Dalam penyampaian materi, mahasiswa KKN menjelaskan bahwa jajanan tradisional memiliki banyak manfaat dan lebih aman dikonsumsi dibandingkan makanan cepat saji. Bahan-bahan yang digunakan umumnya berasal dari bahan alami seperti tepung beras, kelapa, gula merah, singkong, dan bahan pangan lokal lainnya yang lebih sehat dan bergizi.

Ada beberapa alasan mengapa jajanan tradisional perlu dikenalkan kepada anak usia dini. Pertama, bahan-bahannya aman dan alami. Kedua, tidak mengandung pemanis buatan yang berlebihan. Ketiga, tidak mengandung MSG atau micin secara berlebihan. Keempat, tidak mengandung bahan pengawet buatan yang dapat berdampak kurang baik bagi kesehatan anak jika dikonsumsi terus-menerus.

Melalui kegiatan ini, para orang tua diajak untuk lebih bijak dalam memilih makanan ringan bagi anak dan mulai membiasakan konsumsi jajanan sehat yang bernilai gizi. Selain itu, pengenalan jajanan tradisional juga menjadi bentuk pelestarian budaya kuliner lokal agar anak-anak tetap mengenal makanan khas Indonesia.

Dalam praktiknya, para wali murid menyambut kegiatan ini dengan sangat baik dan penuh antusias. Mereka merasa kegiatan tersebut memberikan manfaat besar karena saat ini banyak anak yang lebih akrab dengan makanan instan dibandingkan makanan tradisional yang sebenarnya lebih sehat.

Anak-anak pun terlihat senang saat diperkenalkan dengan berbagai macam jajanan tradisional. Mereka membawa, mengenal, dan menikmati langsung makanan seperti onde-onde, klepon, lupis, kue talam, cucur gula merah, lapis, getas, lemper, kue lumpur, dan berbagai jajanan khas lainnya.

Suasana kegiatan berlangsung hangat, menyenangkan, dan penuh kebersamaan antara guru, orang tua, dan anak-anak. Selain menjadi sarana edukasi kesehatan, kegiatan ini juga menumbuhkan rasa cinta terhadap makanan tradisional sejak dini.

Melalui program ini, diharapkan anak-anak dapat lebih menyukai makanan sehat, mengurangi ketergantungan terhadap makanan instan, serta tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan tetap mencintai budaya lokal Indonesia.

Senin, 30 Maret 2026

Mahasiswa Unmuh Jember Dilatih Berbicara Percaya Diri di Forum Internasional

 

Kemampuan berbicara di depan publik dan menyampaikan gagasan ilmiah secara efektif menjadi fokus utama sesi keempat International Partnership Collaborative Extension Program yang digelar oleh Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) bersama Ifugao State University (IFSU), Filipina. Berlangsung pada Kamis (12/03/2026) secara daring melalui Zoom Meeting, sesi bertema Public Speaking and Academic Presentation Skills ini menjadi salah satu yang paling ditunggu dan terbukti menjadi yang paling interaktif sepanjang program berlangsung.

Kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB atau 09.00 Philippine Time dan dihadiri oleh 90 peserta, jumlah tertinggi sejak program ini bergulir. Mereka berasal dari mahasiswa dan dosen Unmuh Jember, IFSU, serta sejumlah peserta dari Universitas Muhammadiyah Sidoarjo yang turut bergabung memperkaya dinamika diskusi.

Dua narasumber tampil membawakan perspektif yang saling melengkapi. Sesi pertama dibuka oleh Mary Grace Acosta Santiago dari College of Teacher Education, Ifugao State University, dengan materi Public Speaking Across Culture. Dalam pemaparannya, Santiago membawa peserta memahami bahwa kemampuan berbicara di depan publik jauh lebih dari sekadar soal kelancaran berbahasa atau teknik penyampaian pesan. Ada dimensi budaya yang tak kalah penting untuk dipahami.

Santiago menjelaskan bahwa gaya komunikasi, ekspresi nonverbal, penggunaan jeda, hingga struktur logis dalam menyampaikan argumen dapat berbeda secara signifikan antara satu budaya dan budaya lainnya. Apa yang dianggap tegas dan meyakinkan dalam satu konteks budaya bisa dipersepsi berbeda dalam konteks budaya yang lain. Oleh karena itu, mahasiswa yang bercita-cita tampil di forum internasional perlu membekali diri bukan hanya dengan kemampuan teknis berbicara, tetapi juga dengan kepekaan dan kesadaran budaya yang mendalam.

Sesi dilanjutkan oleh Dr. Dian Rahma Santoso, M.Pd. dari Universitas Muhammadiyah Sidoarjo dengan materi Academic Presentation Skills. Dr. Dian memandu peserta melalui anatomi presentasi akademik yang efektif, mulai dari cara merumuskan ide utama yang tajam, mengembangkan argumen yang kohesif dan meyakinkan, hingga memilih dan menyusun media visual yang mendukung pesan tanpa mengalihkan perhatian audiens.

Tak berhenti di situ, Dr. Dian juga membahas aspek-aspek yang sering menjadi tantangan bagi mahasiswa: bagaimana mengelola rasa gugup sebelum dan saat presentasi, menjaga kontak mata dengan audiens tanpa membuat diri sendiri gelisah, serta membangun kepercayaan diri yang tumbuh dari persiapan yang matang, bukan dari kepura-puraan. Tips-tips praktis yang dibagikannya disambut antusias oleh peserta yang merasa mendapat panduan konkret yang selama ini mereka cari.

Puncak dari sesi ini adalah kesempatan yang diberikan kepada peserta untuk langsung mempraktikkan apa yang mereka pelajari melalui simulasi presentasi akademik singkat. Satu per satu, peserta tampil menyampaikan gagasan di hadapan rekan-rekan dari dua negara, lalu mendapatkan umpan balik langsung dari narasumber. Momen ini menjadi ruang latihan yang berharga, tidak hanya untuk mengasah teknik, tetapi juga untuk membiasakan diri tampil di depan audiens internasional dalam suasana yang suportif.

Diskusi yang berlangsung setelah sesi simulasi semakin memperlihatkan kedalaman ketertarikan peserta terhadap topik ini. Berbagai pertanyaan praktis mengalir: bagaimana mempersiapkan diri untuk presentasi di konferensi internasional, strategi terbaik dalam mengelola waktu presentasi agar pesan tersampaikan tuntas tanpa melampaui batas waktu, serta cara menyesuaikan gaya penyampaian ketika berhadapan dengan audiens dari latar belakang budaya yang beragam.

"Sesi ini membantu saya memahami bagaimana menyampaikan gagasan secara jelas dalam forum akademik internasional," ungkap salah satu mahasiswa IFSU setelah kegiatan berakhir.

Dari pihak Unmuh Jember, seorang peserta menyampaikan, "Materi tentang public speaking sangat membantu saya untuk lebih percaya diri ketika harus presentasi di depan kelas maupun forum akademik."

Seorang peserta lain menambahkan, "Saya belajar bahwa pemahaman budaya sangat penting ketika berbicara di hadapan audiens internasional."

Peningkatan partisipasi yang konsisten dari sesi ke sesi, dari 60 peserta di sesi pertama hingga 90 peserta di sesi keempat ini, menjadi indikator yang berbicara sendiri. Program yang awalnya mempertemukan dua institusi kini telah berkembang menjadi ruang belajar yang semakin banyak diminati, karena peserta merasakan langsung manfaat nyata yang mereka bawa pulang setelah setiap pertemuan.

Dengan dua sesi tersisa yang akan memuncak pada proyek kolaboratif mahasiswa lintas negara dan sesi refleksi evaluasi bersama, program ini terus melangkah menuju penyelesaian yang diharapkan tidak hanya meninggalkan kenangan baik, tetapi juga dokumen kerja sama resmi dan artikel ilmiah yang akan menjadi warisan akademik dari kolaborasi bersejarah antara Unmuh Jember dan Ifugao State University.

Connect