Mahasiswa Akuntansi Unmuh Jember Lolos Pendanaan PKM Nasional, Bawa Literasi Keuangan ke Sekolah Dasar
Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember). Tim mahasiswa Program Studi Akuntansi berhasil lolos pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat (PKM-PM) tingkat nasional melalui program edukasi literasi keuangan bagi siswa sekolah dasar.
Tim yang diketuai oleh M. Mufti Yuda Firmansyah bersama
Muhammad Alfian Faruqi, Deva Sintiasari, Selvia Khusnul Khotimah, dan Febryan
Aldi Winata mengusung proposal berjudul “Finance For Kids Project: Literasi
Keuangan Anak Menuju Generasi Emas di SDN Sukorambi 01 Jember.”
Melalui program tersebut, tim berupaya meningkatkan
pemahaman literasi keuangan siswa sekolah dasar melalui pendekatan yang
edukatif, interaktif, dan menyenangkan. Materi yang diberikan meliputi
pengenalan uang, perbedaan kebutuhan dan keinginan, pentingnya menabung, hingga
pengelolaan uang sederhana yang dikemas melalui permainan, simulasi, dan
aktivitas kreatif sesuai usia anak.
Ketua tim, M. Mufti Yuda Firmansyah, menjelaskan bahwa ide
program lahir dari keprihatinan terhadap masih rendahnya pemahaman literasi
keuangan pada anak usia sekolah dasar. Padahal, anak-anak telah akrab dengan
penggunaan uang dalam kehidupan sehari-hari, namun belum memiliki bekal yang
cukup untuk mengelolanya secara bijak.
“Literasi keuangan sejak dini merupakan fondasi penting
untuk membentuk kebiasaan finansial yang sehat. Kami ingin membantu anak-anak
memahami konsep dasar keuangan dengan cara yang mudah dipahami dan
menyenangkan,” ujarnya.
Menurutnya, program ini dirancang untuk menjawab berbagai
persoalan yang ditemukan di lapangan, mulai dari rendahnya kemampuan siswa
dalam membedakan kebutuhan dan keinginan hingga minimnya media pembelajaran
literasi keuangan yang menarik dan aplikatif bagi anak-anak.
Proses penyusunan proposal hingga akhirnya dinyatakan lolos
pendanaan nasional memerlukan waktu sekitar empat hingga lima bulan. Selama
periode tersebut, tim melakukan observasi awal kepada mitra, menyusun konsep
kegiatan, merancang anggaran, serta melakukan berbagai revisi berdasarkan
arahan dosen pendamping.
“Tantangan terbesar adalah menyelaraskan ide program dengan
kebutuhan mitra serta memastikan seluruh kegiatan yang dirancang benar-benar
sesuai dengan karakteristik siswa sekolah dasar. Selain itu, pembagian waktu
antaranggota tim juga menjadi tantangan tersendiri,” jelas Mufti.
Keberhasilan proposal tersebut tidak lepas dari peran dosen
pendamping yang aktif memberikan arahan dan masukan selama proses penyusunan.
Mulai dari pengembangan ide, evaluasi kelayakan program, hingga penyempurnaan
proposal agar sesuai dengan pedoman PKM nasional.
Saat menerima kabar lolos pendanaan, seluruh anggota tim
mengaku merasa bangga, bersyukur, dan terharu. Bagi mereka, capaian tersebut
merupakan hasil dari proses panjang yang penuh kerja keras dan kolaborasi.
“Ini menjadi bentuk apresiasi atas usaha yang telah kami
lakukan sekaligus motivasi untuk melaksanakan program dengan sebaik-baiknya,”
ungkapnya.
Melalui program Finance For Kids Project, tim menargetkan
peningkatan pemahaman siswa mengenai pentingnya menabung, kemampuan membedakan
kebutuhan dan keinginan, serta terbentuknya kebiasaan mengelola uang secara
sederhana sejak usia dini. Selain itu, program ini juga akan menghasilkan media
pembelajaran, dokumentasi kegiatan, dan laporan pelaksanaan PKM.
Mufti menilai bahwa kunci keberhasilan hingga proposal dapat
lolos pendanaan nasional terletak pada kesesuaian antara permasalahan yang
dihadapi mitra dengan solusi yang ditawarkan, inovasi program yang aplikatif,
serta kekompakan tim dalam menyusun proposal.
Ia pun mengajak mahasiswa Unmuh Jember untuk tidak ragu
mengikuti PKM pada tahun-tahun berikutnya.
“Jangan takut mencoba dan berani menuangkan ide. PKM bukan
hanya tentang pendanaan, tetapi juga menjadi sarana mengembangkan kemampuan
berpikir kritis, kepemimpinan, kerja sama tim, dan kepedulian sosial. Melalui
PKM, mahasiswa dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat sekaligus ikut
mendukung kemajuan bangsa,” pungkasnya.
Keberhasilan tim Akuntansi ini semakin memperkuat komitmen Unmuh Jember dalam mendorong lahirnya inovasi mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
