Prodi Magister Manajemen Raih Akreditasi Unggul, FEB Unmuh Jember Perkuat Komitmen Hadirkan Pendidikan Berkualitas
Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Jember kembali menorehkan prestasi membanggakan. Program Studi Magister Manajemen (S2 Manajemen) resmi meraih predikat Akreditasi Unggul, sebuah capaian yang menjadi pengakuan atas kualitas penyelenggaraan pendidikan, tata kelola, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta sistem penjaminan mutu yang diterapkan.
Dekan FEB Universitas Muhammadiyah Jember, Dr. Maheni Ika
Sari, S.E., M.M., menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Menurutnya,
Akreditasi Unggul merupakan hasil kerja kolektif seluruh sivitas akademika yang
selama ini berkomitmen membangun budaya mutu secara berkelanjutan.
"Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas diraihnya
predikat Akreditasi Unggul oleh Program Studi Magister Manajemen. Capaian ini
merupakan amanah sekaligus bukti bahwa proses penyelenggaraan pendidikan,
penelitian, pengabdian kepada masyarakat, tata kelola, serta penjaminan mutu di
Program Studi Magister Manajemen telah memenuhi standar kualitas yang sangat
baik," ujarnya.
Ia menegaskan, keberhasilan tersebut bukan hanya menjadi
kebanggaan program studi, tetapi juga seluruh unsur yang terlibat, mulai dari
pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, hingga
mitra kerja sama.
Menurut Maheni, predikat Akreditasi Unggul memiliki arti
strategis bagi pengembangan fakultas. Selain menjadi pengakuan resmi atas
kualitas pendidikan yang diselenggarakan, capaian ini semakin memperkuat posisi
FEB Universitas Muhammadiyah Jember sebagai salah satu fakultas ekonomi dan
bisnis yang kompetitif di tingkat regional maupun nasional.
Perjalanan menuju Akreditasi Unggul, lanjutnya, ditempuh
melalui proses yang panjang dan terencana. Berbagai aspek terus diperkuat,
mulai dari implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), evaluasi
kurikulum secara berkelanjutan, peningkatan kualitas dosen, pengembangan
penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, perluasan jejaring kerja sama,
hingga peningkatan layanan akademik dan kemahasiswaan.
"Seluruh dokumen disusun berdasarkan data yang valid dan didukung implementasi nyata di lapangan. Saat asesmen lapangan, tim asesor dapat melihat bahwa budaya mutu benar-benar telah menjadi bagian dari tata kelola program studi, bukan sekadar pemenuhan dokumen administrasi," jelasnya.
Maheni menyebut sejumlah faktor yang menjadi kekuatan utama
Program Studi Magister Manajemen, di antaranya komitmen pimpinan universitas
terhadap budaya mutu, kualitas dosen yang terus berkembang, kurikulum yang
adaptif terhadap kebutuhan dunia usaha dan industri, tata kelola yang
akuntabel, produktivitas penelitian dan pengabdian, serta dukungan jejaring
kerja sama dan alumni.
Ia menambahkan, keberhasilan tersebut merupakan hasil
sinergi seluruh pemangku kepentingan. Dosen berperan menjaga mutu pembelajaran,
penelitian, dan publikasi ilmiah. Tenaga kependidikan memastikan layanan
akademik berjalan profesional, sementara mahasiswa, alumni, dan mitra
memberikan kontribusi melalui prestasi, masukan, hingga kolaborasi dalam
berbagai program.
Bagi mahasiswa, Akreditasi Unggul memberikan berbagai
manfaat, mulai dari jaminan mutu pendidikan yang diakui secara nasional,
meningkatnya kepercayaan dunia kerja terhadap lulusan, hingga terbukanya
peluang kerja sama akademik yang lebih luas, termasuk program pertukaran
mahasiswa, penelitian bersama, dan kolaborasi internasional.
"Pada akhirnya, manfaat terbesar adalah meningkatnya
daya saing lulusan di tingkat nasional maupun internasional," ungkapnya.
Maheni juga menjelaskan bahwa Program Studi Magister
Manajemen memiliki sejumlah keunggulan, seperti kurikulum yang adaptif terhadap
transformasi digital dan kebutuhan dunia bisnis modern, integrasi kompetensi
manajerial dengan nilai-nilai Islam berkemajuan, dosen yang aktif dalam
penelitian dan publikasi ilmiah, serta jejaring kerja sama dengan berbagai
institusi pemerintah, dunia usaha, industri, dan mitra internasional.
Meski telah meraih Akreditasi Unggul, FEB Universitas
Muhammadiyah Jember tidak berhenti melakukan pembenahan. Ke depan, fakultas
akan terus memperkuat budaya mutu melalui evaluasi berkelanjutan, penyempurnaan
kurikulum berbasis kebutuhan industri, peningkatan kompetensi dosen, penguatan
publikasi internasional, digitalisasi layanan akademik, serta peningkatan
kepuasan mahasiswa dan pengguna lulusan.
Selain itu, pengembangan riset kolaboratif, perluasan kerja sama internasional melalui joint research, visiting professor, student mobility, hingga inovasi pembelajaran berbasis teknologi digital, project-based learning, dan pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) secara bertanggung jawab juga menjadi fokus pengembangan ke depan.
Menutup wawancara, Maheni berharap capaian Akreditasi Unggul
mampu menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika Universitas Muhammadiyah
Jember untuk terus membangun budaya mutu, budaya berprestasi, dan budaya
melayani.
"Keberhasilan ini menunjukkan bahwa dengan kerja sama,
komitmen, integritas, dan semangat untuk terus belajar, kita mampu menghasilkan
prestasi yang membanggakan. Semoga Akreditasi Unggul ini menjadi motivasi bagi
seluruh program studi untuk terus meningkatkan kualitasnya sehingga Universitas
Muhammadiyah Jember semakin dipercaya masyarakat, semakin berdaya saing, dan
mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa," pungkasnya.




