Selasa, 03 Maret 2026

Resmi Terakreditasi Unggul, Prodi Ilmu Pemerintahan Unmuh Jember Proyeksikan Program Magister dan Perkuat Dampak Tata Kelola Lokal

Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Jember resmi meraih predikat Unggul berdasarkan SK LAMSPAK Nomor 022/AK.03.05/2026 dengan masa berlaku 2 Desember 2025 hingga 2 Desember 2030. Capaian ini menjadi tonggak penting dalam penguatan mutu akademik sekaligus penegasan komitmen prodi dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang adaptif dan berdampak di bidang tata kelola pemerintahan. 

Ketua Program Studi Ilmu Pemerintahan, Dr. Iffan Gallant El Muhammady, S.Sos., M.Si., menjelaskan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kerja panjang yang telah dimulai sejak 2022. Proses tersebut diawali dengan evaluasi menyeluruh terhadap kurikulum lama, yang dinilai perlu disesuaikan dengan perkembangan keilmuan dan kebutuhan pemangku kepentingan. Melalui pendampingan Asosiasi Ilmu Pemerintahan Perguruan Tinggi Muhammadiyah (AIPPTM), Asosiasi Dosen Ilmu Pemerintahan (ADIPSI), dan Kesatuan Program Studi Ilmu Pemerintahan Indonesia (KAPSIPI), serta forum diskusi dengan stakeholder internal dan eksternal, prodi berhasil menyusun kurikulum baru yang disahkan pada 2024. Kurikulum tersebut kemudian menjadi fondasi utama dalam proses akreditasi hingga akhirnya berhasil meraih predikat Unggul.

Menurut Dr. Iffan, raihan ini bukan akhir, melainkan awal dari kerja strategis menuju akreditasi berikutnya pada 2030. Prodi telah menyiapkan perencanaan jangka menengah hingga lima tahun ke depan, termasuk melakukan perbaikan atas sejumlah rekomendasi asesor, khususnya dalam aspek internasionalisasi. Ke depan, peningkatan kolaborasi internasional bagi dosen dan mahasiswa menjadi prioritas agar tidak hanya satu atau dua individu yang terlibat, melainkan lebih luas dan sistematis. Selain itu, paradigma pengelolaan program juga akan bergeser dari berbasis anggaran menjadi berbasis data dan kebutuhan riil. Artinya, setiap kegiatan dirancang berdasarkan analisis yang kuat demi mencapai target mutu yang lebih tinggi.

Langkah strategis lainnya adalah rencana pembukaan Program Magister (S2) Ilmu Pemerintahan yang akan didaftarkan pada Maret 2026. Rencana ini didasarkan pada hasil survei kebutuhan di wilayah Tapal Kuda yang menunjukkan tingginya permintaan terhadap lulusan S2 Ilmu Pemerintahan, terutama dari kalangan aparatur pemerintahan daerah. Jika proses berjalan sesuai rencana, izin operasional diharapkan terbit pada Juli dan penerimaan mahasiswa baru dapat dimulai Agustus 2026.

Untuk menghidupkan suasana akademik, Prodi Ilmu Pemerintahan berencana meluncurkan forum akademik bulanan 'Raboan' sekaligus menghidupkan kembali diskusi publik 'Cangkir' (Cangkruk dan Berfikir). Forum ini akan menjadi ruang diskusi kepakaran dosen dan mahasiswa dalam membahas isu-isu strategis seperti administrasi publik, tata kelola pemerintahan, kebijakan publik, hingga politik dan sosial politik. Melalui forum ini, prodi ingin membangun budaya akademik yang dinamis dan terbuka, sekaligus memperkuat identitas keilmuan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.

Lebih jauh, Dr. Iffan menegaskan bahwa capaian Unggul harus berdampak nyata bagi masyarakat. Ia menekankan bahwa dosen tidak boleh hanya berada di “menara gading”, tetapi harus menjadi intelektual yang hadir di tengah masyarakat, memberikan sumbangsih pemikiran dan strategi dalam menjawab persoalan kebijakan publik. Visi keilmuan prodi yang mengusung adaptive local governance diarahkan untuk memperkuat tata kelola pemerintahan lokal, termasuk melalui kerja sama dengan pusat studi desa dan pengembangan program pemberdayaan di tingkat desa.

Dengan predikat Unggul yang kini disandang hingga 2030, Prodi Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Jember optimistis mampu memperluas jejaring, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta menghadirkan kontribusi nyata dalam pembangunan pemerintahan yang adaptif dan berkelanjutan di tingkat lokal maupun nasional.

Rabu, 11 Februari 2026

Perjalanan Hotijatul Munauwaroh, Winner Sis Duta Kampus Unmuh Jember 5.0

Hotijatul Munauwaroh, mahasiswa Semester 4 Program Studi Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Jember, membuktikan bahwa latar belakang teknologi tidak membatasi ruang aktualisasi diri. Di tengah kesehariannya yang lekat dengan logika, sistem, dan pemrograman, ia memilih melangkah ke ruang representasi publik melalui ajang Duta Kampus 5.0, hingga akhirnya meraih Juara 1.

Hari-hari Hotijatul sebelum mengikuti ajang ini diisi dengan ritme yang padat. Kuliah, organisasi, dan kompetisi berjalan beriringan. Di Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika (HUMANIKA), ia dipercaya menjadi Ketua Divisi Sumber Daya Manusia, posisi yang menuntutnya mengelola dinamika manusia, bukan sekadar sistem. Ia terlibat langsung sebagai Ketua Panitia Management Training dan LKMM 2025, sekretaris makrab, hingga presidium sarasehan. Di tengah kesibukan itu, ia tetap menjaga identitasnya sebagai mahasiswa teknik dengan mengikuti berbagai ajang kompetisi dan meraih medali perak KMM dan PKMM.

Keputusan mengikuti Duta Kampus 5.0 bukanlah ambisi semata, melainkan keberanian untuk keluar dari zona nyaman. Hotijatul merasa ada sisi dirinya yang belum sepenuhnya terasah. “Saya terbiasa berpikir dengan data dan logika. Tapi saya ingin belajar berbicara, menyampaikan gagasan, dan berdampak lebih luas,” katanya. Duta Kampus 5.0 menjadi ruang yang ia anggap tepat untuk menempa sisi itu.

Proses seleksi berjalan panjang dan menguras energi. Jadwal kuliah yang padat, tanggung jawab organisasi, serta persiapan kompetisi sering kali bertabrakan. Rasa ragu sempat muncul, apalagi ketika berhadapan dengan peserta lain yang tampil begitu percaya diri. Namun, satu prinsip membuatnya bertahan: tanggung jawab. Baginya, melangkah sejauh ini berarti harus menuntaskan perjalanan dengan sebaik mungkin.

Titik balik itu datang saat sesi presentasi gagasan. Di hadapan juri, Hotijatul memaparkan ide tentang digitalisasi kampus dan dampaknya bagi mahasiswa. Di momen itu, ia merasa menemukan irisan antara keilmuannya dan visi kampus. Teknik Informatika tidak lagi berdiri di pinggir, tetapi justru menjadi fondasi gagasan. “Di situ saya sadar, latar belakang saya bukan kelemahan. Itu nilai tambah,” ujarnya.

Kemenangan sebagai Juara 1 Duta Kampus 5.0 ia maknai bukan sebagai garis akhir, melainkan awal. Bagi Hotijatul, Kampus 5.0 adalah tentang harmonisasi teknologi dan nilai kemanusiaan. Teknologi hadir untuk memberdayakan, membantu menyelesaikan persoalan sosial, dan memperkuat peran mahasiswa di tengah masyarakat.

Pasca kemenangan, perubahan paling terasa adalah cara ia memandang dirinya sendiri. Jika sebelumnya ia lebih nyaman “berbicara” melalui sistem dan kode, kini ia belajar menyampaikan ide secara persuasif dan inklusif. Dukungan dari orang-orang terdekat ia sambut dengan rasa syukur, namun ia memilih untuk tidak cepat puas.

Ke depan, Hotijatul ingin mengambil peran nyata sebagai jembatan informasi dan inspirasi bagi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jember. Ia membawa gagasan “UM Jember Digital Impact Hub”, sebuah wadah kolaborasi yang memungkinkan mahasiswa menyalurkan kreativitas digital untuk memberi dampak nyata bagi kampus dan masyarakat.

Baginya, kemenangan ini adalah amanah. Sebuah pengingat bahwa potensi sering kali tersembunyi di balik keraguan. “Jangan batasi diri sebelum mencoba,” pesannya. Dari barisan kode hingga panggung representasi kampus, Hotijatul Munauwaroh telah membuktikan bahwa keberanian untuk melangkah bisa membuka jalan menuju versi diri yang lebih utuh.


Jumat, 06 Februari 2026

Gemerlap Grand Final Duta Kampus 5.0 Unmuh Jember, Hotijatul Munauwaroh dan Fikri Haidar Rahmad Tampil sebagai Juara

Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) sukses menggelar Grand Final Duta Kampus 5.0 pada Rabu malam (4/2/2026), bertempat di Aula Ahmad Zainuri Unmuh Jember. Ajang prestisius yang digelar pada malam hari tersebut berlangsung meriah dan penuh antusiasme, dihadiri ratusan penonton yang terdiri dari sivitas akademika, pendukung finalis, serta tamu undangan.

Setelah melalui rangkaian penilaian yang ketat, Hotijatul Munauwaroh, mahasiswa Program Studi Teknik Informatika, berhasil meraih Juara 1 Duta Kampus 5.0 kategori sis. Sementara itu, Fikri Haidar Rahmad, mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan, keluar sebagai Juara 1 kategori bro. Keduanya dinilai mampu merepresentasikan sosok mahasiswa Unmuh Jember yang berprestasi, berkarakter, serta memiliki kemampuan komunikasi dan kepemimpinan yang kuat.

Grand Final Duta Kampus 5.0 merupakan puncak dari proses panjang yang telah diikuti oleh para finalis. Sebelum tampil di malam final, para peserta terlebih dahulu menjalani masa karantina yang dirancang sebagai ruang pembinaan intensif. Karantina ini bertujuan untuk menempa mental, memperluas wawasan, serta membentuk kepribadian finalis sebagai representasi mahasiswa Unmuh Jember.

Selama karantina, para finalis dibekali berbagai materi strategis, mulai dari wawasan kebangsaan dengan menghadirkan pemateri dari Tentara Nasional Indonesia (TNI), pengenalan mendalam tentang profil dan nilai-nilai Universitas Muhammadiyah Jember, hingga penguatan nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan. Selain itu, peserta juga mendapatkan pelatihan mengenai personal branding, etika dan manner, serta penampilan yang baik dan profesional, sebagai bekal mereka menjadi figur publik kampus.

Ketua Panitia Duta Kampus 5.0, Disa Yulistian, S.S, menyampaikan bahwa ajang ini tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga pada proses pembentukan karakter mahasiswa. Menurutnya, Duta Kampus diharapkan mampu menjadi wajah Unmuh Jember yang inspiratif, komunikatif, dan berdaya saing di tingkat lokal maupun nasional.

Malam Grand Final dikemas dengan rangkaian acara yang dinamis, mulai dari opening dance, penampilan finalis, sesi tanya jawab, hingga awarding ceremony. Suasana Aula Ahmad Zainuri semakin semarak dengan tata cahaya dan penampilan pendukung yang memukau, menjadikan Grand Final Duta Kampus 5.0 sebagai salah satu agenda kemahasiswaan paling bergengsi di Unmuh Jember.

Dengan terpilihnya Hotijatul Munauwaroh dan Fikri Haidar Rahmad sebagai Duta Kampus 5.0, Unmuh Jember berharap keduanya dapat menjadi ikon mahasiswa yang berintegritas, berwawasan luas, serta mampu menjadi agen positif dalam memperkenalkan nilai-nilai kampus kepada masyarakat luas.

Rabu, 14 Januari 2026

Raih Juara 1 Essay Nasional, Mahasiswa Unmuh Jember Angkat Inovasi EcoFuture Catalys untuk Atasi Mikroplastik

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember). Gilang Arya Mahmudi, mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan semester 7 angkatan 2022, berhasil meraih Juara 1 Lomba Essay Public Health Festival (PHV IV) yang diselenggarakan oleh UIN Jakarta pada 3 Januari 2025, melalui karya ilmiah berjudul “EcoFuture Catalys: Disruptive Green Technology Bionanofilter AI-IoT Berbasis Bioenzim untuk Transformasi Mikroplastik menjadi Asam Organik sebagai Circular Bioeconomy Lingkungan Berkelanjutan.”

Essay tersebut mengangkat isu global terkait tingginya paparan mikroplastik di lingkungan. Berdasarkan riset yang dilakukan, saat ini diperkirakan terdapat lebih dari 51 triliun partikel mikroplastik di lautan, sekitar 4,5 juta ton terakumulasi di tanah pertanian, serta 3,2 juta ton berada di atmosfer global. Kondisi ini menjadikan mikroplastik sebagai ancaman nyata bagi kesehatan lingkungan dan manusia, sehingga memerlukan solusi teknologi yang inovatif dan berkelanjutan.

Melalui konsep EcoFuture Catalys, Gilang merancang pendekatan teknologi hijau yang mengintegrasikan bioteknologi, nanomaterial, serta sistem digital berbasis Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT). Teknologi ini tidak hanya berfokus pada mitigasi pencemaran mikroplastik, tetapi juga pada proses konversi mikroplastik menjadi asam organik berbasis bioenzim, sehingga mendorong terciptanya circular bioeconomy yang berkelanjutan.

Dalam proses penulisan, satu karya ilmiah diselesaikan dalam rentang waktu dua hingga tiga hari. Sementara itu, tahapan kompetisi—mulai dari seleksi, penetapan finalis, presentasi, hingga pengumuman—rata-rata berlangsung selama dua minggu. Intensitas mengikuti kompetisi yang tinggi membuat Gilang kerap menghadapi tantangan fisik dan mental, termasuk kelelahan dan burnout akibat ambisi mencapai target prestasi sebelum lulus.

Dukungan dari berbagai pihak turut menjadi faktor penting dalam konsistensinya meraih prestasi. Bimbingan akademik serta motivasi dari dosen pembimbing, guru pendamping, dan rekan-rekan tim menjadi bagian dari proses panjang yang ia jalani dalam dunia kompetisi karya ilmiah.

Dalam kurun waktu dua minggu terakhir, Gilang mencatatkan empat prestasi nasional di bidang essay ilmiah, yakni:

  1. Juara 2 Health Essay Competition (HEC), Universitas Tadulako, 30 Desember 2025.
  2. Juara 1 Lomba Essay Public Health Festival (PHV IV), UIN Jakarta, 3 Januari 2025.
  3. Juara 2 Public Health Award Competition (PHAC), Universitas Muslim Indonesia dalam Rapat Tahunan IKSMI, 9 Januari 2025.
  4. Juara 3 Lomba Essay ANESCO 01, Ansa Academy, 12 Desember 2025.

Secara keseluruhan, hingga semester tujuh, Gilang telah mengoleksi 22 prestasi karya ilmiah, dengan tujuh di antaranya diraih melalui kompetisi offline. Capaian tersebut menjadi bukti konsistensi mahasiswa Unmuh Jember dalam berkompetisi di tingkat nasional sekaligus memperkuat posisi universitas sebagai kampus yang mampu melahirkan mahasiswa berdaya saing tinggi.

Ke depan, Gilang menargetkan untuk terus menjaga konsistensi prestasi hingga mencapai 40 karya ilmiah sebelum lulus, serta menorehkan pencapaian pada ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) sebagai puncak target akademiknya.

 

Kamis, 04 Desember 2025

Mahasiswi Ilmu Pemerintahan Unmuh Jember Raih Juara 1 Karate di Kejuaraan Piala Direktur Poliwangi 2025


Prestasi membanggakan berhasil diraih oleh mahasiswi Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember. Mahasiswi semester 1 tersebut sukses meraih Juara 1 kategori Kata Perorangan dalam Kejuaraan Karate tingkat Kabupaten Banyuwangi Piala Direktur Poliwangi 2025 yang digelar pada 14–16 November 2025 di Banyuwangi Park.

Dalam wawancara, ia menceritakan perjalanan panjangnya menekuni dunia karate. Ketertarikannya pada bela diri telah tumbuh sejak kecil karena berada di lingkungan militer. Rasa kagum muncul ketika melihat teman-teman seusianya berani tampil dan mendapatkan apresiasi langsung dari Komandan Batalyon. Hal itulah yang menjadi motivasi awalnya untuk serius menekuni karate.

Ia mulai berlatih sejak usia 10 tahun dan terus mengasah kemampuannya hingga mencapai tingkat sabuk hitam. Menjelang kompetisi Piala Direktur Poliwangi 2025, ia berlatih intens selama dua bulan. Setiap malam ia rutin melakukan latihan fisik serta pendalaman teknik khususnya pada kategori kata. Usaha dan kedisiplinannya membuahkan hasil saat ia berhasil keluar sebagai juara pertama.

Ia berharap untuk tetap rendah hati meskipun sudah berhasil menjuarai kompetisi ini.

“Harapan saya setelah menjuarai kejuaraan ini adalah agar saya bisa terus menjadi pribadi yang lebih baik, tetap bertanggung jawab, tidak sombong, dan semoga ilmu yang saya miliki bisa bermanfaat bagi diri saya maupun lingkungan sekitar,” ujarnya.

Prestasi ini menjadi bukti bahwa kerja keras dan konsistensi dapat membawa hasil gemilang. Universitas Muhammadiyah Jember pun kembali menambah deretan mahasiswa berprestasi yang mengharumkan nama kampus di kancah olahraga daerah.

Jumat, 07 November 2025

Dosen FEB Unmuh Jember Raih Penghargaan Best Paper pada ICEBAST 2025

Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional. Bayu Wijayanti, M.M., Ph.D., CETP., salah satu Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unmuh Jember, sukses meraih penghargaan Best Paper Award pada ajang The 4th International Conference on Economics, Business, and Accounting Studies (ICEBAST) 2025.

ICEBAST 2025 merupakan forum ilmiah internasional bergengsi yang diselenggarakan oleh Universitas Jember pada 11 Oktober 2025. Dengan mengusung tema sentral “Sustainable Business Transformation: Strategies for a Net-Zero Future,” konferensi ini menjadi wadah diskusi penting bagi akademisi, peneliti, dan praktisi dari berbagai negara untuk merancang strategi bisnis berkelanjutan menuju masa depan nol-bersih (net-zero).

Beliau menjelaskan bahwa kegiatan ini memiliki sifat kompetitif yang ketat. Seluruh makalah yang dipresentasikan harus melalui proses seleksi dan penilaian oleh panel reviewer internasional. Tahun ini, ICEBAST 2025 diikuti oleh lebih dari 120 peserta dari berbagai universitas di dalam dan luar negeri, termasuk perwakilan dari Meksiko, Brunei Darussalam, Turki, Malaysia, dan Australia.

"Kami hadir bersama empat rekan akademisi lainnya sebagai perwakilan dari Universitas Muhammadiyah Jember, yang turut berpartisipasi aktif dalam sesi presentasi dan diskusi ilmiah," ujarnya, menegaskan bahwa partisipasi Unmuh Jember melibatkan tim yang solid. 

Beliau berhasil mendapatkan penghargaan Best Paper Award berkat makalah berjudul “Sustainable Business Transformation and Market Valuation: Testing Graham’s Financial Indicators on Indonesian Banking Stocks.”

Studi ini secara spesifik menguji relevansi indikator fundamental yang dikembangkan oleh investor legendaris Benjamin Graham terhadap valuasi pasar saham perbankan Indonesia, terutama dalam konteks transformasi bisnis berkelanjutan. Penelitian ini menunjukkan bagaimana faktor-faktor keberlanjutan mulai memengaruhi valuasi pasar saham di sektor perbankan Indonesia.

Tim Reviewer Internasional memberikan catatan positif, menilai paper ini kuat secara metodologis, relevan dengan isu kebijakan green finance (keuangan hijau) dan inisiatif net-zero transition global, serta mampu menghadirkan kontribusi nyata bagi pengembangan riset dan praktik keuangan berkelanjutan di Indonesia.

Atas capaian ini, beliau menyampaikan harapannya agar prestasi ini dapat menjadi inspirasi untuk terus memperkuat riset-riset berbasis sustainability finance.

"Secara pribadi, saya berharap capaian ini dapat menjadi inspirasi untuk terus memperkuat riset-riset berbasis sustainability finance, memperluas kolaborasi akademik lintas negara, serta mendorong peran universitas dalam mempercepat transisi menuju praktik bisnis yang lebih hijau, etis, dan berkelanjutan," pungkasnya.

Capaian ini menjadi bukti komitmen Unmuh Jember dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan global melalui kontribusi riset akademik yang berkualitas.

Senin, 03 November 2025

Atlet Taekwondo Unmuh Jember Borong 2 Medal di Kejurnas Bali Cup 2025

 



Dua atlet muda Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) berhasil menorehkan prestasi membanggakan pada ajang Kejurnas Kadisdikpora Bali Cup 2025, yang berlangsung di GOR Lila Bhuana, Denpasar, Bali pada (24-26/10/2025). Kompetisi ini diikuti oleh sekitar 1.000 peserta dari berbagai provinsi di Indonesia.

Kedua atlet tersebut adalah Adam Atha Firdaus, mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani (FKIP) semester 1, yang sukses meraih juara 3 kategori under 74 kg Kyurugi, dan Sanrio Dwi Kurniawan, mahasiswa Pendidikan Jasmani (FKIP) semester 9, yang berhasil menyabet juara 2 kategori under 63 kg Kyurugi.

Keduanya mewakili Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Taekwondo Unmuh Jember, dengan dukungan penuh dari Dojang Zero Taekwondo Academy. Persiapan intensif dilakukan hanya dalam waktu dua minggu, namun hasil yang dicapai membuktikan dedikasi dan disiplin tinggi dari para atlet.

Dalam ajang tersebut, para peserta didampingi oleh tim pelatih yang terdiri dari Sabeum Agis, Sabeum Hilmi, Sunbae Renal, serta Manajer Hauwin. Mereka berperan penting dalam membimbing teknik, strategi, serta menjaga motivasi para atlet selama pertandingan berlangsung.



Sementara itu,  Adam Atha Firdaus mengaku tidak menyangka bisa naik podium di kejuaraan sebesar ini. “Awalnya saya sempat gugup karena ini pengalaman pertama di tingkat nasional. Tapi dukungan dari pelatih dan teman-teman membuat saya percaya diri. Saya ingin terus berkembang dan membawa nama Unmuh Jember lebih tinggi lagi,” ungkapnya dengan semangat.

Senada dengan Adam, Sanrio Dwi Kurniawan menuturkan bahwa hasil ini adalah buah dari kerja keras dan kebersamaan tim. “Bagi saya, kemenangan ini bukan hanya soal medali, tapi tentang bagaimana kita bisa membuktikan bahwa mahasiswa Unmuh Jember juga mampu bersaing di kancah nasional. Semoga prestasi ini bisa memotivasi adik-adik di UKM Taekwondo untuk terus berjuang,” tuturnya.

Dengan prestasi ini, Unmuh Jember semakin menegaskan komitmennya dalam mendukung mahasiswa berprestasi di bidang akademik maupun non-akademik. Ke depan, UKM Taekwondo Unmuh Jember berencana memperkuat pembinaan dan memperluas partisipasi dalam kejuaraan tingkat nasional maupun internasional.

Jumat, 10 Oktober 2025

Mahasiswa Unmuh Jember Sabet Juara 1 Essay FK2H Law Fest 2025

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember. Tim gabungan lintas program studi yang terdiri dari Satria Bagaskoro (Prodi Ilmu Pemerintahan) dan Gilang Arya Mahmudi (Prodi Keperawatan) berhasil meraih Juara 1 Lomba Essay Nasional FK2H Law Fest 2025 yang diselenggarakan oleh UKM-F FK2H (Forum Kajian Keilmuan Hukum) Fakultas Hukum Universitas Jember.

Kompetisi bergengsi ini diikuti oleh 28 tim dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Setelah melalui proses seleksi ketat, panitia menetapkan 5 tim terbaik untuk melaju ke babak final. Pengumuman finalis dilakukan pada 22 September 2025, kemudian dilanjutkan dengan presentasi karya pada 27 September serta seminar dan awarding pada 28 September 2025 di Auditorium Fakultas Hukum Universitas Jember.

Perjalanan tim Unmuh Jember menuju podium juara tidak berjalan mulus. Mereka sempat mengalami pengurangan 50 poin akibat keterlambatan dalam pengumpulan file presentasi. Meski demikian, semangat juang dan kemampuan argumentatif mereka justru menjadi faktor penentu kemenangan.

“Pengurangan poin itu sempat membuat kami pesimis, tapi ternyata bukan penghalang untuk tetap memberikan yang terbaik,” ungkap Bagas usai menerima penghargaan.

Dalam kompetisi tersebut, mereka membawakan essay berjudul Human Rights Sentinel (HRS): Sistem Two-Interface berbasis Crowdshield-AI untuk Pencegahan Persbreidel dalam Penegakan Keterbukaan Informasi Publik saat Aksi Demonstrasi.

Karya ini menawarkan konsep teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) yang berfungsi melindungi hak asasi manusia dan kebebasan pers di ruang publik, terutama ketika terjadi aksi demonstrasi. Inovasi tersebut mendapat apresiasi tinggi dari dewan juri karena menggabungkan aspek teknologi, hukum, dan hak asasi manusia dalam satu sistem yang aplikatif.

Kemenangan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas disiplin ilmu mampu melahirkan ide-ide segar dan solutif. Bagi UnmuhJember, prestasi tersebut sekaligus menjadi dorongan untuk terus mendukung mahasiswa agar aktif berkompetisi dan berkontribusi dalam forum akademik tingkat nasional.

Connect