Kamis, 10 September 2026

Mahasiswa PBSI Unmuh Jember Raih Juara 1 Essay Writing 3rd ASEAN FUSION 2026


Mahasiswa Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional. Faizatul Khoiriyah, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, berhasil meraih Juara 1 Essay Writing dalam kompetisi 3rd ASEAN FUSION 2026 yang diselenggarakan oleh Ifugao State University (IFSU), Filipina.

Mengusung tema “Navigating Our Future, Together”, ASEAN FUSION 2026 menjadi ajang bagi mahasiswa se-ASEAN untuk menyampaikan gagasan kritis mengenai berbagai isu strategis, mulai dari diplomasi kawasan, keberlanjutan lingkungan, hingga integrasi teknologi. Selain Essay Writing, kompetisi ini juga menghadirkan cabang seni digital, pidato, dan tari budaya yang selaras dengan capaian Sustainable Development Goals (SDGs) PBB.

Faizatul mengaku awalnya mengikuti kompetisi tersebut tanpa memasang target untuk menjadi juara. Dorongan dari Kaprodi menjadi langkah awal baginya untuk berani mencoba sekaligus menguji kemampuan dan keluar dari zona nyaman.

“Yang penting berani mencoba dan ambil pengalaman dulu,” ungkap Faizatul. Ia bahkan baru mengetahui dirinya meraih Juara 1 setelah mendapat kabar langsung dari Kaprodi.

Dalam kompetisi tersebut, Faizatul mengangkat isu tata kelola lingkungan dan krisis iklim di kawasan ASEAN melalui esai berjudul “Epistemological Pluralism and Epistemic Resilience: Reimagining ASEAN’s Sustainable Future Through Indigenous Knowledge Systems and Regional Governance”.

Melalui esainya, ia menekankan bahwa penyelesaian krisis lingkungan tidak cukup hanya mengandalkan teknologi modern. Kearifan lokal masyarakat adat juga perlu dipandang sebagai sumber pengetahuan yang dapat melengkapi riset akademis dan teknologi dalam merumuskan kebijakan lingkungan.

Faizatul juga menawarkan gagasan AIKERP (ASEAN Indigenous Knowledge and Ecological Resilience Platform) sebagai platform regional yang menjembatani akademisi, generasi muda, dan masyarakat adat. Gagasan tersebut mendorong integrasi teknologi modern dengan pengetahuan lokal, seperti sistem Muyong di Filipina, Subak di Bali, dan Sasi di Maluku.

Menurutnya, keberlanjutan ASEAN tidak hanya membutuhkan teknologi, tetapi juga keterlibatan berbagai sistem pengetahuan yang selama ini berkembang di tengah masyarakat.

Proses penyusunan esai dilakukan Faizatul secara mandiri, mulai dari riset literatur, merumuskan gagasan AIKERP, hingga menulis dalam bahasa Inggris. Tantangan tersebut semakin besar karena proses pengerjaan berlangsung bersamaan dengan kegiatan KKN MAs di Malang.

Di tengah padatnya aktivitas KKN, Faizatul memanfaatkan waktu luang untuk melakukan riset dan menyusun draf esai. Meski tidak mendapatkan bimbingan intensif, dukungan Kaprodi sejak awal menjadi motivasi baginya untuk mengikuti kompetisi tersebut.

Bagi Faizatul, pencapaian tersebut bukan sekadar memperoleh E-Certificate of Recognition tingkat internasional. Pengalaman mengatur waktu, merumuskan gagasan pada tingkat regional, serta menaklukkan keraguan terhadap kemampuan diri menjadi pelajaran penting yang ia dapatkan dari kompetisi tersebut.

Faizatul pun mengajak mahasiswa Unmuh Jember untuk tidak ragu mengambil kesempatan yang ada.

“Jangan pernah minder atau ragu dengan potensi diri sendiri. Sering kali musuh terbesar kita bukanlah persaingan yang ketat, melainkan rasa ragu sebelum mencoba.”

Menurutnya, kesibukan bukan alasan untuk berhenti berkarya. Pengalaman menyelesaikan esai di tengah KKN MAs membuktikan bahwa dengan niat, kemampuan mengatur waktu, doa orang tua, dan arahan dosen, mahasiswa tetap dapat menghasilkan karya terbaik.

Mahasiswa Psikologi Unmuh Jember Raih Juara 3 Essay Internasional ASEAN FUSION 2026


Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember. Lydia Febiyanti, mahasiswa Program Studi Psikologi Unmuh Jember, berhasil meraih Juara 3 Essay Writing dalam rangkaian kegiatan internasional 3rd ASEAN FUSION 2026 yang diselenggarakan oleh Ifugao State University (IFSU), Filipina.

ASEAN FUSION merupakan salah satu rangkaian kegiatan pertukaran budaya yang dikemas dalam bentuk kompetisi dengan berbagai cabang lomba, salah satunya Essay Writing. Selain mengikuti kompetisi tersebut, Lydia juga berpartisipasi dalam program ASEAN Language and Culture Exchange (LACE).

Melalui program tersebut, peserta dari berbagai negara ASEAN melakukan pertukaran budaya melalui presentasi dan interaksi antarpeserta. Kegiatan ini juga ditutup dengan Expo Showcase sebagai wadah untuk memperkenalkan potensi budaya dari masing-masing negara ASEAN.

Lydia mengaku ketertarikannya terhadap budaya menjadi alasan utama dirinya mengikuti rangkaian kegiatan tersebut. Baginya, kegiatan ini tidak hanya menjadi wadah untuk menyalurkan minat terhadap budaya melalui kompetisi, tetapi juga membuka kesempatan membangun relasi sosial dalam lingkup internasional.

“Hal yang membuat saya tertarik untuk mengikuti kegiatan-kegiatan tersebut adalah karena saya memiliki ketertarikan yang cukup tinggi jika berbicara terkait budaya. Program ini dapat menjadi wadah untuk menyalurkan ketertarikan saya, baik dalam bentuk kompetisi maupun membangun relasi sosial, terlebih lagi dalam lingkup internasional,” ujarnya.

Dalam kompetisi Essay Writing, Lydia mengangkat gagasan mengenai peran budaya dalam memengaruhi masa depan ASEAN, khususnya dalam membangun relasi dan kolaborasi untuk menjaga serta memperkuat keutuhan kawasan.

Ia menjadikan salah satu ritual adat Banyuwangi, Seblang Olehsari, sebagai pondasi dalam penyusunan esainya. Menurut Lydia, kolaborasi di era saat ini tidak seharusnya hanya terpaku pada perkembangan teknologi.

Adat, tradisi, dan budaya yang telah hidup sejak dahulu, menurutnya, juga memiliki potensi besar dalam membangun kolaborasi antarnegara ASEAN.

“This is why resilience should mean more than economic strength, technological advancement, or institutional capacity. A resilient ASEAN also needs communities with a strong sense of identity, young people who understand their roots, and cultures capable of adapting without disappearing,” tulis Lydia dalam esainya.

Melalui gagasan tersebut, ia menekankan bahwa ketahanan ASEAN tidak hanya berkaitan dengan kekuatan ekonomi, kemajuan teknologi, maupun kapasitas kelembagaan, tetapi juga membutuhkan masyarakat yang memiliki identitas kuat, generasi muda yang memahami akar budayanya, serta budaya yang mampu beradaptasi tanpa kehilangan jati diri.

Bagi Lydia, karya tulis tersebut juga menjadi salah satu bentuk kebanggaannya sebagai bagian dari masyarakat Banyuwangi.

Lydia menyampaikan bahwa tidak ada bimbingan khusus dalam proses penyusunan esainya. Pengalaman mengikuti berbagai kompetisi essay dan karya tulis ilmiah sejak SMA menjadi bekal yang dimanfaatkannya dalam menyusun karya tersebut.

Meski demikian, ia mengapresiasi dukungan dari Kantor Urusan Internasional (KUI) Unmuh Jember yang telah mengenalkannya pada rangkaian kegiatan ASEAN FUSION dan LACE.

Bagi Lydia, pencapaian sebagai juara bukanlah satu-satunya hal berharga yang diperoleh dari kegiatan tersebut. Ia juga mendapatkan pengalaman serta kesempatan untuk memperkenalkan budaya Indonesia kepada peserta dari berbagai negara.

“Hal yang saya dapatkan selain juara dalam kompetisi ini adalah pengalaman yang berharga dan kesempatan yang luar biasa untuk memperkenalkan budaya Indonesia kepada mancanegara,” ungkapnya.

Lydia pun berpesan kepada mahasiswa Unmuh Jember agar tidak takut memulai dan mencoba berbagai kesempatan.

“Don’t be afraid to start something. Awal mula dari seorang juara adalah mereka yang berani mencoba.” pesannya.

Jumat, 07 Agustus 2026

Prodi Magister Manajemen Raih Akreditasi Unggul, FEB Unmuh Jember Perkuat Komitmen Hadirkan Pendidikan Berkualitas

Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Jember kembali menorehkan prestasi membanggakan. Program Studi Magister Manajemen (S2 Manajemen) resmi meraih predikat Akreditasi Unggul, sebuah capaian yang menjadi pengakuan atas kualitas penyelenggaraan pendidikan, tata kelola, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta sistem penjaminan mutu yang diterapkan.

Dekan FEB Universitas Muhammadiyah Jember, Dr. Maheni Ika Sari, S.E., M.M., menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Menurutnya, Akreditasi Unggul merupakan hasil kerja kolektif seluruh sivitas akademika yang selama ini berkomitmen membangun budaya mutu secara berkelanjutan.

"Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas diraihnya predikat Akreditasi Unggul oleh Program Studi Magister Manajemen. Capaian ini merupakan amanah sekaligus bukti bahwa proses penyelenggaraan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, tata kelola, serta penjaminan mutu di Program Studi Magister Manajemen telah memenuhi standar kualitas yang sangat baik," ujarnya.

Ia menegaskan, keberhasilan tersebut bukan hanya menjadi kebanggaan program studi, tetapi juga seluruh unsur yang terlibat, mulai dari pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, hingga mitra kerja sama.

Menurut Maheni, predikat Akreditasi Unggul memiliki arti strategis bagi pengembangan fakultas. Selain menjadi pengakuan resmi atas kualitas pendidikan yang diselenggarakan, capaian ini semakin memperkuat posisi FEB Universitas Muhammadiyah Jember sebagai salah satu fakultas ekonomi dan bisnis yang kompetitif di tingkat regional maupun nasional.

Perjalanan menuju Akreditasi Unggul, lanjutnya, ditempuh melalui proses yang panjang dan terencana. Berbagai aspek terus diperkuat, mulai dari implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), evaluasi kurikulum secara berkelanjutan, peningkatan kualitas dosen, pengembangan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, perluasan jejaring kerja sama, hingga peningkatan layanan akademik dan kemahasiswaan.


"Seluruh dokumen disusun berdasarkan data yang valid dan didukung implementasi nyata di lapangan. Saat asesmen lapangan, tim asesor dapat melihat bahwa budaya mutu benar-benar telah menjadi bagian dari tata kelola program studi, bukan sekadar pemenuhan dokumen administrasi," jelasnya.

Maheni menyebut sejumlah faktor yang menjadi kekuatan utama Program Studi Magister Manajemen, di antaranya komitmen pimpinan universitas terhadap budaya mutu, kualitas dosen yang terus berkembang, kurikulum yang adaptif terhadap kebutuhan dunia usaha dan industri, tata kelola yang akuntabel, produktivitas penelitian dan pengabdian, serta dukungan jejaring kerja sama dan alumni.

Ia menambahkan, keberhasilan tersebut merupakan hasil sinergi seluruh pemangku kepentingan. Dosen berperan menjaga mutu pembelajaran, penelitian, dan publikasi ilmiah. Tenaga kependidikan memastikan layanan akademik berjalan profesional, sementara mahasiswa, alumni, dan mitra memberikan kontribusi melalui prestasi, masukan, hingga kolaborasi dalam berbagai program.

Bagi mahasiswa, Akreditasi Unggul memberikan berbagai manfaat, mulai dari jaminan mutu pendidikan yang diakui secara nasional, meningkatnya kepercayaan dunia kerja terhadap lulusan, hingga terbukanya peluang kerja sama akademik yang lebih luas, termasuk program pertukaran mahasiswa, penelitian bersama, dan kolaborasi internasional.

"Pada akhirnya, manfaat terbesar adalah meningkatnya daya saing lulusan di tingkat nasional maupun internasional," ungkapnya.

Maheni juga menjelaskan bahwa Program Studi Magister Manajemen memiliki sejumlah keunggulan, seperti kurikulum yang adaptif terhadap transformasi digital dan kebutuhan dunia bisnis modern, integrasi kompetensi manajerial dengan nilai-nilai Islam berkemajuan, dosen yang aktif dalam penelitian dan publikasi ilmiah, serta jejaring kerja sama dengan berbagai institusi pemerintah, dunia usaha, industri, dan mitra internasional.

Meski telah meraih Akreditasi Unggul, FEB Universitas Muhammadiyah Jember tidak berhenti melakukan pembenahan. Ke depan, fakultas akan terus memperkuat budaya mutu melalui evaluasi berkelanjutan, penyempurnaan kurikulum berbasis kebutuhan industri, peningkatan kompetensi dosen, penguatan publikasi internasional, digitalisasi layanan akademik, serta peningkatan kepuasan mahasiswa dan pengguna lulusan.


Selain itu, pengembangan riset kolaboratif, perluasan kerja sama internasional melalui joint research, visiting professor, student mobility, hingga inovasi pembelajaran berbasis teknologi digital, project-based learning, dan pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) secara bertanggung jawab juga menjadi fokus pengembangan ke depan.

Menutup wawancara, Maheni berharap capaian Akreditasi Unggul mampu menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika Universitas Muhammadiyah Jember untuk terus membangun budaya mutu, budaya berprestasi, dan budaya melayani.

"Keberhasilan ini menunjukkan bahwa dengan kerja sama, komitmen, integritas, dan semangat untuk terus belajar, kita mampu menghasilkan prestasi yang membanggakan. Semoga Akreditasi Unggul ini menjadi motivasi bagi seluruh program studi untuk terus meningkatkan kualitasnya sehingga Universitas Muhammadiyah Jember semakin dipercaya masyarakat, semakin berdaya saing, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa," pungkasnya.

 


Kamis, 30 Juli 2026

Ciamik, Lima Jurnal Unmuh Jember Raih Peningkatan Peringkat Akreditasi SINTA

Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember kembali menorehkan prestasi, kali ini di bidang publikasi ilmiah. Berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 355/DST/D.D1/HM.01.01/2026 tentang Peringkat Akreditasi Baru Jurnal Ilmiah Periode III Tahun 2025, lima jurnal yang dikelola Unmuh Jember berhasil meningkatkan maupun mempertahankan peringkat akreditasi Science and Technology Index (SINTA).

Capaian tersebut menjadi bukti komitmen Unmuh Jember dalam meningkatkan kualitas tata kelola jurnal ilmiah serta mendorong publikasi hasil penelitian yang memenuhi standar nasional. Keberhasilan ini juga menunjukkan konsistensi universitas dalam membangun budaya akademik yang berorientasi pada mutu dan keberlanjutan.

Seluruh jurnal ilmiah Unmuh Jember berada di bawah koordinasi UPT Pengelolaan Hasil Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (PHP2M). Melalui berbagai program pembinaan, mulai dari pendampingan pengelola jurnal, penguatan kapasitas editor dan reviewer, hingga peningkatan kualitas substansi artikel, UPT PHP2M terus berupaya meningkatkan mutu jurnal agar memenuhi standar akreditasi nasional.

Berdasarkan hasil akreditasi terbaru, capaian yang berhasil diraih Universitas Muhammadiyah Jember meliputi:

  • Justindo (Jurnal Sistem dan Teknologi Informasi Indonesia) meningkat dari SINTA 4 menjadi SINTA 3.

  • JASIE berhasil meraih akreditasi baru pada peringkat SINTA 4.

  • The Indonesian Journal of Health Sciences (TIJHS) berhasil mempertahankan peringkat SINTA 4.

  • Jurnal Pengabdian IPTEKS meningkat dari SINTA 5 menjadi SINTA 4.

  • Jiwakarta naik dari SINTA 6 menjadi SINTA 5.

Kepala UPT PHP2M Unmuh Jember, Abdul Jalil, S.P., M.P., menyampaikan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja sama seluruh pihak yang terlibat dalam pengelolaan jurnal ilmiah.

"Capaian ini merupakan hasil sinergi antara pengelola jurnal, editor, reviewer, penulis, serta dukungan pimpinan universitas dalam membangun budaya publikasi ilmiah yang berkualitas," ujarnya.

Lebih lanjut, Abdul Jalil menjelaskan bahwa UPT PHP2M masih memfokuskan strategi pengembangan jurnal pada pencapaian akreditasi nasional hingga peringkat SINTA 2. Langkah tersebut disesuaikan dengan kebijakan dan regulasi terbaru mengenai akreditasi jurnal nasional, sehingga penguatan tata kelola, peningkatan kualitas artikel, konsistensi penerbitan, serta pemenuhan seluruh instrumen akreditasi menjadi prioritas utama.

Setelah target tersebut tercapai, pengembangan jurnal akan diarahkan secara bertahap menuju peningkatan visibilitas dan reputasi di tingkat internasional. Upaya tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan publikasi ilmiah Unmuh Jember sekaligus meningkatkan kontribusi penelitian bagi perkembangan ilmu pengetahuan.

Keberhasilan lima jurnal meraih peningkatan dan mempertahankan akreditasi SINTA diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh pengelola jurnal di lingkungan Unmuh Jember untuk terus meningkatkan kualitas publikasi ilmiah.

Dengan semangat kolaborasi dan pembinaan yang berkelanjutan, Unmuh Jember optimistis semakin banyak jurnal yang mampu meraih akreditasi lebih tinggi dan memperkuat reputasi institusi sebagai perguruan tinggi unggul dalam bidang penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan publikasi ilmiah.

Rabu, 22 Juli 2026

PROMOIN.ID Antar Mahasiswa FEB Unmuh Jember Raih Juara 2 Nasional Studentpreneur Bootcamp 2026

Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Jember kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Tim mahasiswa Program Studi Manajemen berhasil meraih Juara 2 Proposal Bisnis Jasa Digital dalam ajang Studentpreneur Bootcamp 2026 melalui inovasi PROMOIN.ID, layanan promosi digital berbasis teknologi proyektor logo yang dirancang untuk membantu pelaku UMKM meningkatkan visibilitas usahanya.

Tim pengembang PROMOIN.ID terdiri atas Jefri Danuarta, Af'idatus Salsabilla Iza, dan Rianul Hudan. Mereka berhasil menyisihkan berbagai peserta dari Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan 'Aisyiyah (PTMA) se-Indonesia setelah melewati serangkaian seleksi, pelatihan, hingga presentasi di hadapan dewan juri.

Jefri Danuarta mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian tersebut.

"Kami sangat bersyukur dan bangga. Prestasi ini merupakan hasil kerja keras, kerja sama tim, serta dukungan dari dosen pembimbing dan Universitas Muhammadiyah Jember. Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengembangkan inovasi yang memiliki manfaat nyata bagi masyarakat," ujarnya.

Studentpreneur Bootcamp 2026 merupakan program pengembangan kewirausahaan yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai PTMA di Indonesia. Selama kegiatan, peserta memperoleh pembekalan mengenai mindset kewirausahaan, penyusunan model bisnis, business networking, strategi pengembangan usaha berkelanjutan, hingga kompetisi presentasi proposal bisnis di hadapan akademisi dan praktisi.

Untuk meraih prestasi tersebut, tim PROMOIN.ID harus melalui berbagai tahapan, mulai dari penyusunan proposal bisnis, seleksi administrasi, mengikuti pelatihan intensif dan mentoring, penyempurnaan business model, hingga sesi pitching dan tanya jawab dengan dewan juri.

Menurut Jefri, tantangan terbesar selama kompetisi adalah memastikan ide yang dikembangkan tidak hanya inovatif, tetapi juga realistis dan siap diimplementasikan di dunia usaha.

"Kami juga harus membagi waktu antara persiapan kompetisi dengan aktivitas perkuliahan, sekaligus memastikan seluruh anggota tim memiliki pemahaman yang sama terhadap konsep bisnis yang kami tawarkan," jelasnya.

Dalam proses persiapan, setiap anggota tim memiliki peran yang berbeda sesuai kompetensi masing-masing. Jefri berfokus pada penyusunan konsep bisnis, strategi pemasaran, dan presentasi. Af'idatus Salsabilla Iza menangani penyusunan proposal, analisis pasar, serta administrasi, sedangkan Rianul Hudan bertanggung jawab pada pengembangan konsep teknis, visualisasi produk, dan penyempurnaan materi presentasi.

PROMOIN.ID merupakan layanan promosi digital yang memanfaatkan teknologi proyektor logo untuk menampilkan identitas usaha pada berbagai permukaan, seperti jalan, trotoar, dinding, maupun area depan toko. Teknologi tersebut memungkinkan pelaku usaha memperoleh media promosi yang lebih menarik, modern, hemat energi, dan efektif menarik perhatian masyarakat, khususnya pada malam hari.

Inovasi ini lahir dari keprihatinan tim terhadap masih banyaknya pelaku UMKM yang mengandalkan media promosi konvensional dengan biaya relatif tinggi dan daya tarik yang terbatas.

"PROMOIN.ID hadir sebagai solusi promosi yang lebih kreatif, fleksibel, dan mampu meningkatkan daya tarik visual sehingga membantu UMKM memperkuat branding usahanya," terang Jefri.

Keunggulan utama PROMOIN.ID terletak pada integrasi teknologi proyeksi logo dengan strategi branding digital. Konsep ini menawarkan media promosi yang mudah dipasang tanpa merusak bangunan, lebih ramah lingkungan, biaya operasional yang relatif terjangkau, serta dapat diterapkan pada berbagai sektor usaha, mulai dari UMKM, kafe, restoran, toko, hingga penyelenggara acara.

Tim juga mengungkapkan bahwa dewan juri memberikan apresiasi terhadap konsep bisnis yang dinilai mampu menjawab kebutuhan pelaku UMKM saat ini. Selain inovatif, model bisnis yang disusun dianggap memiliki potensi pasar yang besar dan peluang implementasi yang realistis.

Berbeda dengan sekadar proposal kompetisi, PROMOIN.ID sejak awal dirancang sebagai bisnis yang siap dikembangkan. Saat ini tim tengah menyempurnakan konsep usaha, memperluas jaringan mitra, serta meningkatkan kualitas layanan agar dapat dimanfaatkan oleh lebih banyak pelaku UMKM.

"Kami ingin PROMOIN.ID berkembang menjadi startup lokal yang mampu memberikan dampak positif bagi dunia usaha, khususnya UMKM yang membutuhkan solusi promosi kreatif dan terjangkau," kata Jefri.

Ke depan, tim menargetkan layanan PROMOIN.ID dapat menjangkau berbagai daerah di Indonesia. Mereka juga berencana mengikuti program inkubasi bisnis, memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak, serta terus mengikuti kompetisi inovasi dan kewirausahaan sebagai langkah pengembangan usaha.

Prestasi yang diraih tim PROMOIN.ID menjadi bukti bahwa mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jember mampu menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat sekaligus memiliki daya saing di tingkat nasional.

Menutup wawancara, Jefri mengajak mahasiswa Unmuh Jember untuk tidak ragu mengembangkan ide dan mengikuti berbagai kompetisi.

"Jangan takut mencoba. Mulailah dari ide sederhana, kemudian kembangkan melalui riset dan diskusi. Jadikan setiap kompetisi sebagai proses belajar. Yang terpenting adalah terus berani berinovasi, menerima masukan, dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi tantangan."

 

Mahasiswa Unmuh Jember Sulap Buah Mangrove Jadi Minuman Inovatif SUKAU, Raih Juara 1 Bootcamp Studentpreneur 2026


Kreativitas mahasiswa Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Tim mahasiswa Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) berhasil meraih Juara 1 Kategori Minuman Siap Saji pada Bootcamp Studentpreneur 2026 melalui inovasi SUKAU (Sirup Bakau), minuman berbahan dasar buah bakau yang mengangkat potensi lokal kawasan pesisir Jember.

Tim pengembang SUKAU terdiri atas Mohammad Widana Prayuda, Siska Putri Pratama, dan Nadya Ulya Indrasta Rahmani. Prestasi tersebut diraih setelah melewati rangkaian pelatihan, pendampingan bisnis, hingga kompetisi pitching yang mempertemukan mahasiswa inovatif dari berbagai perguruan tinggi.

Nadya Ulya Indrasta Rahmani mengaku pencapaian tersebut menjadi hasil dari kerja keras seluruh tim selama mengikuti proses kompetisi.

"Kami sangat bersyukur, bahagia, dan bangga. Kemenangan ini merupakan hasil dari kerja keras, kekompakan tim, serta bimbingan dosen dan dukungan Universitas Muhammadiyah Jember. Prestasi ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengembangkan SUKAU menjadi produk yang bermanfaat bagi masyarakat," ujarnya.

Bootcamp Studentpreneur 2026 tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga ruang belajar bagi mahasiswa untuk mengembangkan ide bisnis secara komprehensif. Peserta mendapatkan pelatihan mengenai penyusunan model bisnis, strategi pemasaran, pengembangan usaha berkelanjutan, business networking, hingga presentasi bisnis di hadapan dewan juri.

Selama kompetisi, tim SUKAU melalui berbagai tahapan, mulai dari penyusunan business model, pengembangan produk, pendampingan bersama mentor, hingga sesi pitching. Setiap proses menjadi kesempatan untuk menyempurnakan kualitas produk sekaligus strategi bisnis yang ditawarkan.

Ide menghadirkan SUKAU lahir dari pengalaman ketua tim saat mengikuti kegiatan konservasi hutan bakau bersama anggota MAPALA se-Kabupaten Jember di kawasan pesisir Payangan.

Saat itu, masyarakat setempat menyampaikan bahwa buah bakau yang melimpah belum dimanfaatkan secara optimal, padahal memiliki potensi ekonomi yang besar.

Berangkat dari kondisi tersebut, tim melihat peluang untuk mengolah buah bakau menjadi produk minuman yang memiliki nilai tambah sekaligus mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Melalui berbagai proses riset dan uji coba, lahirlah SUKAU (Sirup Bakau), minuman dengan cita rasa khas yang mengangkat potensi lokal sekaligus menawarkan alternatif minuman alami yang lebih sehat.

Keunggulan SUKAU terletak pada pemanfaatan buah bakau sebagai bahan utama yang masih sangat jarang diolah menjadi produk minuman komersial. Selain memiliki cita rasa unik, produk ini juga mengandung antioksidan alami serta dikembangkan dengan konsep bisnis yang mengedepankan keberlanjutan lingkungan.

Tim juga membidik pasar wisatawan yang berkunjung ke kawasan Pantai Payangan, masyarakat umum, mahasiswa, hingga pelaku UMKM yang membutuhkan produk khas daerah sebagai oleh-oleh.

Menurut Nadya, respons para juri terhadap inovasi tersebut sangat positif.

"Mereka mengapresiasi pemanfaatan buah bakau sebagai bahan baku yang inovatif, potensi pengembangan bisnisnya, serta konsep keberlanjutan yang kami terapkan. Kami juga mendapatkan banyak masukan untuk menyempurnakan produk agar siap bersaing di pasar."

Saat ini SUKAU masih berada pada tahap penyempurnaan produk. Tim telah menghasilkan prototipe dan melakukan uji coba kepada calon konsumen sebagai bagian dari validasi pasar sebelum dipasarkan secara lebih luas.

Ke depan, mereka berencana mengurus legalitas produk seperti PIRT dan sertifikasi halal, memperbaiki desain kemasan, memperluas pemasaran melalui platform digital, serta menjalin kolaborasi dengan UMKM dan sektor pariwisata agar SUKAU dapat berkembang menjadi produk unggulan khas Jember.

Bagi tim, kemenangan ini bukan sekadar pencapaian kompetisi, tetapi juga bukti bahwa mahasiswa mampu menghadirkan solusi inovatif yang memiliki nilai ekonomi sekaligus manfaat sosial bagi masyarakat.

Mereka berharap keberhasilan SUKAU dapat menginspirasi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jember untuk berani mengembangkan ide-ide kreatif dan mengikuti berbagai kompetisi kewirausahaan.

"Jangan takut mencoba dan jangan ragu memulai dari ide sederhana. Persiapkan diri dengan baik, manfaatkan bimbingan dosen, terus belajar dari setiap proses, dan jadikan setiap kompetisi sebagai pengalaman untuk berkembang. Yang terpenting adalah berani mengambil kesempatan," pesan Nadya.

Melalui inovasi SUKAU, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jember membuktikan bahwa potensi lokal dapat diolah menjadi produk bernilai tinggi. Dengan menggabungkan semangat kewirausahaan, inovasi, dan kepedulian terhadap lingkungan, mereka berharap SUKAU tidak hanya menjadi minuman khas Jember, tetapi juga mampu meningkatkan nilai ekonomi buah bakau, membuka peluang usaha bagi masyarakat pesisir, serta mendukung pengembangan ekonomi berbasis sumber daya lokal secara berkelanjutan.

 

Kolaborasi Lintas Prodi Unmuh Jember Raih Juara I Nasional LKTIN SAFE POLIJE 2026 Lewat Inovasi Biogas Berbasis IoT

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember di tingkat nasional. Tim yang terdiri dari Satria Bagaskoro (Program Studi Ilmu Pemerintahan) dan Gilang Arya Mahmudi (Program Studi Ilmu Keperawatan) berhasil meraih Juara I pada Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional (LKTIN) 11th SAFE POLIJE 2026 yang diselenggarakan di Auditorium Politeknik Negeri Jember (Polije), Sabtu (18/7/2026).

Keberhasilan tersebut diraih melalui karya ilmiah berjudul "Optimalisasi Produksi Biogas sebagai Energi Terbarukan dari Limbah Jagung dan Jerami melalui Sistem Anaerobic Digestion Berbasis Internet of Things untuk Mendukung Pertanian Berkelanjutan." Inovasi ini menawarkan solusi pemanfaatan limbah pertanian menjadi energi terbarukan dengan dukungan teknologi Internet of Things (IoT).

Satria Bagaskoro mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian yang diraih timnya. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil dari proses panjang yang penuh dedikasi, mulai dari penyusunan gagasan, studi literatur, observasi lapangan, hingga persiapan presentasi secara intensif.

"Kami tentu merasa sangat bersyukur, bangga, dan terharu atas pencapaian ini. Kemenangan ini merupakan hasil dari proses yang panjang. Lebih dari sekadar meraih juara, kami merasa termotivasi untuk terus mengembangkan karya yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujarnya.

LKTIN 11th SAFE POLIJE 2026 merupakan kompetisi ilmiah tingkat nasional yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk menghadirkan solusi inovatif terhadap berbagai persoalan masyarakat. Penilaian tidak hanya berfokus pada kualitas penulisan ilmiah, tetapi juga kebaruan inovasi, kelayakan implementasi, kemampuan presentasi, hingga ketepatan peserta dalam menjawab pertanyaan dewan juri.

Untuk mencapai gelar juara, tim harus melalui berbagai tahapan, mulai dari identifikasi permasalahan, studi literatur dari jurnal ilmiah internasional, observasi lapangan, wawancara dengan petani di Desa Balung Kulon, penyusunan karya tulis, hingga lolos ke babak final nasional. Menjelang final, keduanya mempersiapkan prototipe, visualisasi sistem, serta melakukan latihan presentasi secara intensif.

Ide penelitian lahir dari keprihatinan terhadap tingginya ketergantungan sektor pertanian pada energi fosil, sekaligus melimpahnya limbah jagung dan jerami yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Melalui sistem anaerobic digestion berbasis IoT, limbah pertanian diolah menjadi biogas yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi terbarukan.

Tak hanya menghasilkan biogas, inovasi tersebut juga dirancang mampu menghasilkan listrik, energi panas untuk pengeringan hasil panen, biochar, serta pupuk organik dari sisa proses fermentasi. Seluruh proses dipantau menggunakan sensor IoT yang mampu memonitor suhu, pH, kelembapan, dan tekanan gas secara real-time melalui aplikasi seluler, sehingga proses produksi menjadi lebih efisien dan mudah dikendalikan oleh petani.

"Kami ingin menghadirkan solusi yang tidak hanya menghasilkan energi terbarukan, tetapi juga membantu petani mengurangi biaya operasional serta mendukung pertanian berkelanjutan melalui pemanfaatan teknologi Internet of Things," jelas Satria.

Meski hanya terdiri dari dua anggota dengan latar belakang disiplin ilmu yang berbeda, keduanya mampu membangun kolaborasi yang solid. Gilang Arya Mahmudi berfokus pada penyusunan naskah ilmiah serta aspek bioenergi dan pertanian, sementara Satria menangani analisis teknis sistem, implementasi inovasi, penyusunan presentasi, dan pemaparan di hadapan dewan juri.

Menurut mereka, tantangan terbesar selama kompetisi adalah menyatukan berbagai disiplin ilmu menjadi solusi yang komprehensif sekaligus memastikan inovasi yang diajukan memiliki dasar ilmiah yang kuat, realistis diterapkan, dan didukung data yang valid.

Prestasi ini menjadi motivasi bagi keduanya untuk terus mengembangkan inovasi yang telah dirancang. Mereka berencana mewujudkan gagasan tersebut menjadi prototipe yang dapat diterapkan secara nyata di masyarakat, sekaligus memperluas kolaborasi penelitian bersama dosen maupun mitra eksternal.

"Kami berharap inovasi ini dapat menjadi alternatif solusi energi bagi masyarakat, khususnya petani. Selain mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil, sistem ini juga mampu meningkatkan nilai ekonomi limbah pertanian, mengurangi pencemaran lingkungan, serta mendukung terwujudnya pertanian berkelanjutan dan ketahanan energi nasional," tutur Satria.

Kepada mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jember, keduanya berpesan agar tidak ragu untuk memulai berkarya dan mengikuti kompetisi ilmiah.

"Jangan takut untuk memulai. Banyak mahasiswa memiliki ide yang bagus, tetapi ragu untuk mengembangkannya. Mulailah dari permasalahan di sekitar kita, lakukan riset yang mendalam, manfaatkan masukan dosen pembimbing, dan jangan mudah menyerah. Kompetisi bukan hanya tentang menjadi juara, tetapi juga tentang proses belajar dan memberikan solusi nyata bagi masyarakat," pesannya.

Prestasi ini kembali menegaskan bahwa kolaborasi lintas program studi di Universitas Muhammadiyah Jember mampu melahirkan inovasi yang berdaya saing nasional. Melalui semangat riset, kerja sama, dan keberanian untuk berinovasi, mahasiswa Unmuh Jember terus menunjukkan kontribusi nyata dalam menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

 

Senin, 29 Juni 2026

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Unmuh Jember Sabet Gelar Winner Putera Kampus Jawa Timur 2026

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember. Arya Jaziera Hidayat, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, berhasil meraih gelar Winner Putera Kampus Jawa Timur 2026 setelah melalui serangkaian seleksi yang diikuti mahasiswa berprestasi dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Timur.

Ajang Putera Puteri Kampus Jawa Timur merupakan kompetisi tahunan yang mempertemukan mahasiswa-mahasiswi terbaik dari berbagai kampus di provinsi tersebut. Tahun ini, kegiatan berlangsung selama dua hari satu malam di Surabaya Suites Hotel, Kota Surabaya.

Arya mengaku pencapaian tersebut menjadi momen yang sangat berharga dalam perjalanan akademiknya.

"Alhamdulillah saya sangat bersyukur dan bangga atas pencapaian ini. Bagi saya, gelar ini bukan sekadar kemenangan, tetapi amanah besar untuk terus mengabdi kepada Jawa Timur dan membawa nama baik Universitas Muhammadiyah Jember," ujarnya.

Perjalanan menuju gelar juara tidaklah mudah. Arya harus melewati tahapan administrasi, seleksi semifinal, hingga berhasil masuk ke jajaran 30 finalis terbaik yang kemudian mengikuti masa karantina sebelum malam grand final.

Menurutnya, tantangan terbesar justru datang dari rasa gugup saat harus bersaing dengan mahasiswa-mahasiswa berprestasi dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Timur.

"Tantangan terbesar adalah mengatasi rasa grogi ketika berhadapan dengan peserta-peserta yang memiliki prestasi luar biasa. Namun saya mencoba menjadikannya sebagai motivasi untuk tampil maksimal," katanya.

Sebelum mengikuti kompetisi, Arya mempersiapkan diri dengan mempelajari berbagai isu pendidikan, Tri Dharma Perguruan Tinggi, serta memperdalam kemampuan public speaking. Ia mengaku pengalaman sebagai peserta Duta Kampus Universitas Muhammadiyah Jember menjadi bekal penting dalam menghadapi setiap tahapan seleksi.

Selain itu, masa karantina menjadi pengalaman yang paling berkesan baginya. Selama kegiatan tersebut, para finalis saling bertukar gagasan mengenai sistem pendidikan di kampus masing-masing, mulai dari program beasiswa, kurikulum, hingga kebijakan pemerintah di sektor pendidikan.

Arya juga mengungkapkan bahwa keberhasilannya tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, terutama keluarga, teman-teman, dosen, dan Universitas Muhammadiyah Jember.

"Dukungan terbesar tentu datang dari orang tua, khususnya ibu yang selalu mendoakan saya. Saya juga berterima kasih kepada teman-teman Duta Kampus Unmuh Jember, teman kuliah, organisasi, serta pihak universitas yang telah memberikan dukungan, termasuk membantu pembiayaan pendaftaran kompetisi ini," ungkapnya.

Sebagai mahasiswa Ilmu Komunikasi, Arya merasa ilmu yang diperolehnya selama kuliah sangat membantu, terutama dalam meningkatkan kemampuan komunikasi dan public speaking. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada dosennya, Ari Susanti, yang selama ini banyak memberikan masukan dalam mengasah kemampuan berbicara di depan publik.

Mengusung advokasi tentang pengabdian kepada masyarakat, Arya ingin menghadirkan kontribusi nyata bagi Universitas Muhammadiyah Jember melalui berbagai program yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

Menurutnya, seorang Putera Kampus tidak hanya dituntut memiliki prestasi, tetapi juga dedikasi dan kontribusi yang nyata.

"Kualitas yang harus dimiliki seorang Putera Kampus adalah mampu memberikan dampak positif, baik bagi lingkungan kampus maupun masyarakat luas. Itu sejalan dengan jargon Putera Puteri Kampus Jawa Timur, yaitu dedikasi, kontribusi, dan prestasi," jelasnya.

Ke depan, Arya menargetkan untuk melanjutkan perjuangannya pada ajang Putera Kampus Indonesia yang dijadwalkan berlangsung pada Februari tahun depan.

Ia pun memberikan motivasi kepada mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jember agar tidak ragu mengikuti kompetisi di tingkat regional maupun nasional.

"Kompetisi mungkin terlihat besar dan menantang, tetapi kita memiliki potensi yang sama besarnya. Menjadi mahasiswa di daerah bukan batasan untuk bersinar di panggung nasional. Beranilah memulai, konsisten berproses, jangan takut gagal, dan manfaatkan setiap fasilitas kampus serta bimbingan dosen untuk terus berkembang," pesannya.

Prestasi yang diraih Arya menjadi bukti bahwa mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jember mampu bersaing di tingkat regional sekaligus memperkuat citra kampus melalui dedikasi, kontribusi, dan prestasi yang membawa dampak positif bagi masyarakat.

 

Connect