Minggu, 17 Mei 2026

Delegasi Unmuh Jember Raih Best Team Kedua Nasional di Ajang Literasi Internasional SEALNET PI25

Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional hingga Asia Tenggara. Setelah terpilih sebagai salah satu dari lima perguruan tinggi terbaik di Indonesia dalam program SEALNET Project Indonesia 2025 (PI25) Read to Lead, delegasi Unmuh Jember berhasil meraih predikat Best Team Kedua Nasional pada ajang literasi internasional bergengsi SEALNET PI25 (Southeast Asian Service Leadership Network Program Initiative 2025).

Prestasi tersebut diumumkan dalam Closing Ceremony SEALNET PI25 yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Kamis, 10 April 2026 pukul 19.00 WIB, menandai berakhirnya proyek literasi yang telah berjalan selama kurang lebih enam bulan.

Tim delegasi Unmuh Jember terdiri dari Muhammad Sulton Al Gifari, mahasiswa Fakultas Psikologi, Lutfiah Indah Fardiyatin, mahasiswa Program Studi PGPAUD, serta Helmy Maulana Wahid, pustakawan Unmuh Jember.

Sebelumnya, pada Juli 2025, Unmuh Jember terpilih sebagai salah satu dari hanya lima perguruan tinggi di Indonesia yang lolos dalam program mentoring intensif SEALNET PI25 bersama Universitas Perbanas, UIN Sunan Gunung Djati, Universitas Multimedia Nusantara, dan Universitas Buddhi Dharma.

Program yang diselenggarakan oleh Southeast Asian Service Leadership Network (SEALNET) ini berfokus pada penguatan budaya literasi, kepemimpinan sosial, serta pengembangan program berbasis komunitas melalui proposal gerakan literasi bertajuk “Literazine.”

Melalui proposal tersebut, Unmuh Jember dinilai memiliki potensi besar dalam membangun ekosistem literasi yang inklusif, berkelanjutan, dan berdampak langsung bagi masyarakat kampus maupun masyarakat luas.

Selama lima hari, pada 16–20 Juli 2025, tim delegasi mengikuti mentoring intensif di Jakarta bersama mentor internasional dari berbagai negara Asia Tenggara, seperti Vietnam, Thailand, Myanmar, Filipina, Singapura, dan Indonesia.

Tidak hanya menerima materi, peserta juga melakukan kunjungan studi ke Perpustakaan Jakarta dan HB Jassin, Perpustakaan Universitas Indonesia, serta Gramedia Pustaka Utama, guna memperluas wawasan mengenai ekosistem literasi dan kepemimpinan berbasis layanan (service leadership).

Dalam proses pendampingan tersebut, para delegasi mendapatkan pembekalan mengenai pendekatan berbasis komunitas, strategi advokasi, serta praktik kepemimpinan sosial yang mampu menciptakan perubahan nyata.

Keberhasilan meraih predikat Best Team Kedua Nasional tidak datang secara instan. Tim Unmuh Jember dinilai menunjukkan performa terbaik melalui komunikasi aktif dengan mentor, konsistensi implementasi program, serta inovasi gerakan literasi yang kolaboratif dan inklusif.

Beberapa program unggulan yang berhasil dijalankan antara lain Library Tour bagi mahasiswa baru, Galeri Tour hasil kolaborasi dengan komunitas literasi lokal seperti Kanca Aksara, Literaya, Pena, dan PNE, hingga integrasi literasi dengan edukasi lingkungan melalui program Kunang-Kunang dan Nara Garden Tour.

Selain itu, tim juga mengembangkan gerakan literasi inklusif berbasis bahasa isyarat bersama BISINDO dan JBP, serta memperluas jejaring internasional melalui program English Mentoring yang berkolaborasi dengan Teaching Beyond Borders Singapura.

Lutfiah Indah Fardiyatin menyampaikan bahwa penghargaan ini menjadi bukti bahwa gerakan literasi kampus dapat berkembang menjadi gerakan sosial yang berdampak luas jika dikelola dengan kolaborasi dan konsistensi.

“Literasi bukan hanya soal membaca buku, tetapi bagaimana ilmu itu bisa hidup di masyarakat, menyentuh banyak orang, dan menjadi ruang perubahan sosial yang nyata,” ujarnya.

Prestasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Unmuh Jember mampu bersaing di level nasional maupun internasional, sekaligus memperkuat posisi kampus sebagai institusi yang aktif mendorong inovasi sosial, kepemimpinan muda, dan budaya literasi berkelanjutan.

Melalui capaian ini, Unmuh Jember tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi juga sebagai penggerak perubahan yang membawa semangat literasi dari kampus menuju jejaring Asia Tenggara.

Dua Mahasiswa Unmuh Jember Terlibat dalam Proyek Ketangguhan Bencana PMI dan JRCS Jepang

Komitmen mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) dalam bidang kemanusiaan kembali terlihat melalui keterlibatan dua mahasiswa dalam program School Community Resilience Project (SCR) yang diselenggarakan oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember bekerja sama dengan Japanese Red Cross Society (JRCS) Jepang.

Program ini diawali dengan kegiatan Pelatihan Dasar Disaster Risk Reduction (DRR) dan Enhanced Vulnerability Capacity Assessment (EVCA) yang berlangsung selama empat hari, pada 16–20 Januari 2025, di Hotel Safari Jember. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari proyek kolaborasi jangka panjang yang dirancang berjalan selama kurang lebih tiga tahun, mulai awal 2025 hingga 2027.

Pelatihan ini diikuti oleh 20 staf dan relawan PMI Kabupaten Jember, termasuk dua mahasiswa Unmuh Jember yang menjadi perwakilan dari KSR (Korps Sukarela) PMI Unit Unmuh Jember, yakni Lutfiah Indah Fardiyatin, mahasiswa Program Studi PGPAUD, dan Nur Alfiah, mahasiswa Program Studi Keperawatan.

Keterlibatan keduanya menjadi bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam mendukung penguatan ketangguhan masyarakat terhadap risiko bencana, khususnya di wilayah pesisir selatan Jember yang memiliki potensi ancaman gempa bumi dan tsunami.

Program SCR sendiri akan difokuskan di wilayah Kecamatan Puger dan Gumukmas, dua kawasan pesisir selatan Jember yang dinilai memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap bencana alam.

Saat itu, Ketua PMI Kabupaten Jember, Dr. Muhammad Thamrin, S.E., M.M., menegaskan bahwa pelatihan ini bukan hanya soal teori kebencanaan, tetapi juga membentuk karakter relawan yang tangguh dan siap terjun langsung ke masyarakat.

Menurutnya, relawan harus memiliki rasa percaya diri, komunikasi yang efektif, serta militansi dalam menjalankan tugas kemanusiaan.

Sementara itu, Weni Catur selaku Koordinator School and Community Resilience (SCR) menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang untuk membekali peserta dengan pemahaman teknis yang mendalam sebelum menjalankan pendampingan di lapangan.

Berbagai materi diberikan oleh fasilitator dari PMI Pusat, PMI Jawa Timur, PMI Kabupaten Jember, serta JRCS Jepang. Materi tersebut meliputi pengelolaan bencana, kesiapsiagaan, tanggap darurat, satuan pendidikan aman bencana, hingga kajian risiko.

Tidak hanya teori, peserta juga mengikuti simulasi lapangan, pelatihan teknik komunikasi, serta koordinasi respons kebencanaan agar mampu menjalankan tugas secara efektif saat berhadapan langsung dengan masyarakat.

Bagi Lutfiah dan Nur Alfiah, keterlibatan dalam proyek internasional ini menjadi pengalaman berharga yang tidak hanya memperluas wawasan kebencanaan, tetapi juga mengasah kemampuan kepemimpinan, komunikasi, dan pengabdian sosial sebagai mahasiswa.

Melalui program ini, Unmuh Jember menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya berperan di ruang akademik, tetapi juga hadir sebagai bagian dari solusi sosial dan kemanusiaan. Keterlibatan dalam School Community Resilience Project menjadi langkah nyata dalam membangun generasi muda yang tangguh, peduli, dan siap menghadapi tantangan kebencanaan di masa depan.

 

Usai Youth Diplomacy Forum Jakarta, Delegasi IMM Unmuh Jember Lahirkan Agent of Diplomation

Semangat diplomasi dan kepemimpinan global terus digaungkan oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember). Setelah mengikuti Youth Diplomacy Forum (YDF) 2025 di Jakarta, dua mahasiswi delegasi dari Koordinator Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (Korkom IMM) Unmuh Jember, yakni Lutfiah Indah Fardiyatin dari Program Studi PGPAUD dan Zahra Hakim dari Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), menghadirkan tindak lanjut nyata melalui kegiatan bertajuk “Agent of Diplomation”.

Program ini menjadi bentuk output action sekaligus pertanggungjawaban publik atas keikutsertaan mereka dalam forum diplomasi nasional yang diselenggarakan oleh kolaborasi antara Dewan Pimpinan Pusat (DPP) IMM, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI), Islamic Cooperation Youth Forum (ICYF), dan OIC Youth Indonesia.

Sebelumnya, pada 26–28 September 2025, Lutfiah dan Zahra menjadi delegasi resmi Unmuh Jember dalam Youth Diplomacy Forum 2025 yang digelar di Gedung Pusat Dakwah Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Jakarta Pusat. Forum tersebut mengusung tema “Muhammadiyah Diplomats as Catalysts of Global Change”, yang berfokus pada pelatihan dasar diplomasi, literasi hubungan internasional, serta simulasi sidang Organisasi Kerja Sama Islam melalui Model OIC (MOIC).

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Anis Matta dan dihadiri sejumlah diplomat senior Kemlu RI serta tokoh nasional Muhammadiyah dan MUI. Selama tiga hari, para peserta mendapatkan materi eksklusif dari direktur Kemlu RI dan para duta besar, sekaligus mengikuti simulasi sidang internasional yang melatih kemampuan negosiasi, diplomasi publik, dan penyusunan resolusi global.

Menurut Lutfiah, pengalaman tersebut menjadi ruang belajar yang sangat berharga bagi mahasiswa untuk memahami peran diplomasi dalam menghadapi isu-isu global.

“Forum ini membuka cara pandang kami bahwa mahasiswa tidak hanya berperan di lingkungan kampus, tetapi juga harus siap menjadi bagian dari perubahan global melalui komunikasi, negosiasi, dan diplomasi publik,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut dari pengalaman tersebut, Korkom IMM Unmuh Jember kemudian menggelar kegiatan “Agent of Diplomation” pada Minggu, 1 Maret 2026, bertempat di Ruang Rapat G.A Universitas Muhammadiyah Jember.

Kegiatan ini diikuti oleh kader pilihan yang merupakan tiga orang perwakilan dari masing-masing komisariat IMM di lingkungan Unmuh Jember. Sebanyak sembilan komisariat turut terlibat, sehingga puluhan kader muda IMM berpartisipasi dalam proses transfer ilmu dan penguatan kapasitas organisasi.

Mengusung tema “Menginternalisasi Nilai Adab dan Etika dalam Menciptakan Kolaborasi Organisasi yang Efektif, Produktif, dan Profesional,” kegiatan ini menghadirkan Dr. Sudahri, S.Sos., M.I.Kom. sebagai pemateri utama, dengan Faiq Nizamuddin sebagai fasilitator diskusi.

Dalam pemaparannya, Dr. Sudahri menekankan pentingnya adab, komunikasi taktis, dan etika organisasi sebagai fondasi utama dalam membangun kolaborasi yang sehat dan profesional di lingkungan mahasiswa.

Kegiatan berlangsung secara semi-formal dan interaktif. Para peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga aktif berdiskusi, bertukar gagasan, serta mempelajari bagaimana teknik diplomasi dapat diterapkan dalam menyelesaikan tantangan organisasi di tingkat komisariat.

Zahra Hakim menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan agar ilmu yang diperoleh dari forum nasional tidak berhenti pada delegasi yang berangkat, tetapi dapat menyebar dan memberikan dampak lebih luas.

“Kami ingin keterampilan diplomasi, negosiasi, dan etika berorganisasi ini bisa dirasakan seluruh kader IMM di Unmuh Jember. Ini bukan hanya soal forum nasional, tetapi bagaimana ilmu itu bisa kembali ke kampus dan menguatkan organisasi,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, IMM Unmuh Jember berharap lahir kader-kader muda yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kapasitas diplomasi, kepemimpinan, dan kepekaan sosial yang kuat dalam menjawab tantangan zaman.

Program “Agent of Diplomation” menjadi bukti bahwa pengalaman mahasiswa di tingkat nasional dapat diolah menjadi gerakan nyata di lingkungan kampus membangun kolaborasi, memperkuat adab organisasi, dan menyiapkan generasi pemimpin masa depan.

Rabu, 06 Mei 2026

Dosen Unmuh Jember Dorong Transformasi Pembelajaran Digital melalui Integrasi AI di SMA Muhammadiyah 1 Lumajang

Upaya mendorong transformasi digital di dunia pendidikan terus dilakukan oleh kalangan akademisi. Tim dosen dari Universitas Muhammadiyah Jember melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Transformasi Pembelajaran Digital: Integrasi AI Code Generator dalam Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif di SMA Muhammadiyah 1 Lumajang.

Kegiatan yang dipimpin oleh Syahrul Mubaroq, M.Pd. ini dilaksanakan pada 16 Desember 2025 dan bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), khususnya AI Code Generator, untuk menciptakan media pembelajaran yang interaktif dan inovatif.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 18 guru dari berbagai mata pelajaran mengikuti pelatihan intensif yang mencakup pengenalan konsep AI, teknik penyusunan perintah (prompt), hingga praktik langsung pembuatan media berbasis HTML, CSS, dan JavaScript melalui platform Canva Code.

“Selama ini banyak guru sudah mengenal Canva, tetapi belum memanfaatkan fitur lanjutannya seperti AI Code Generator. Padahal teknologi ini bisa membantu membuat media interaktif tanpa harus menguasai coding secara mendalam,” ujar Syahrul dalam keterangannya.

Pelatihan dilaksanakan secara bertahap mulai dari analisis kebutuhan, workshop, pendampingan teknis, hingga evaluasi hasil. Para peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga menghasilkan produk nyata berupa media pembelajaran interaktif seperti kuis otomatis, simulasi pembelajaran, hingga game edukatif sederhana.

Hasilnya cukup signifikan. Sebanyak 16 guru mampu secara mandiri menghasilkan media interaktif berbasis AI, sementara dua lainnya mampu menyelesaikan produk dengan pendampingan. Secara keseluruhan, tercipta 18 produk media pembelajaran yang siap digunakan di kelas.

Tidak hanya berdampak pada keterampilan teknis, kegiatan ini juga mengubah pola pikir guru terhadap teknologi. AI yang sebelumnya dianggap rumit kini dipandang sebagai “asisten pedagogis” yang membantu mempercepat proses pembuatan materi ajar.

“Kami jadi lebih percaya diri. Ternyata membuat media interaktif tidak sesulit yang dibayangkan jika memanfaatkan AI,” ungkap salah satu guru peserta.

Selain itu, program ini juga mendorong terbentuknya budaya kolaboratif antar guru serta lahirnya repositori digital sekolah yang berisi kumpulan media pembelajaran interaktif. Repositori ini diharapkan menjadi fondasi pengembangan pembelajaran berbasis teknologi secara berkelanjutan.

Kepala sekolah SMA Muhammadiyah 1 Lumajang menyambut baik kegiatan ini dan berharap pelatihan serupa dapat terus berlanjut dengan materi yang lebih mendalam.

Program ini sejalan dengan upaya pengembangan pendidikan di era Society 5.0, di mana integrasi teknologi seperti AI menjadi kunci dalam menciptakan pembelajaran yang adaptif, interaktif, dan berpusat pada siswa.

Melalui kegiatan ini, Universitas Muhammadiyah Jember menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di daerah melalui inovasi berbasis teknologi.

Selasa, 28 April 2026

Auto Lolos Kerja, Unmuh Jember Kembali Hadirkan Tips Hadapi CV dan Wawancara Kerja

Universitas Muhammadiyah Jember melalui UPT Tracer Study dan Career Development Center (CDC) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesiapan kerja lulusan dengan menggelar pelatihan dan seminar bertajuk “Stand Out & Get Hired: CV Hacks and Interview Secrets”, Selasa (28/4/2026).

Wakil Rektor III, Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unmuh Jember, Dr. Sofyan Rofi, M.Pd.I menilai bahwa kegiatan ini merupakan agenda aktif dan rutin dilaksanakan untuk memperkuat pemahaman dunia kerja yang selalu update kepada para mahasiswa semester akhir dan para lulusan Unmuh Jember.

Kegiatan ini bertujuan menjawab tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif, di mana lulusan tidak hanya dituntut unggul secara akademik, tetapi juga mampu mempresentasikan diri secara profesional melalui CV dan wawancara kerja.


Berdasarkan hasil evaluasi internal, masih ditemukan kesenjangan antara kesiapan lulusan dan kebutuhan industri. Hal ini terlihat dari masih rendahnya kualitas penyusunan CV, kurang optimalnya personal branding, serta minimnya kepercayaan diri saat menghadapi proses interview.

Dalam kegiatan ini, peserta yang terdiri dari mahasiswa tingkat akhir dan alumni mendapatkan pembekalan komprehensif, mulai dari teknik menyusun CV yang sesuai standar industri (ATS-friendly), strategi personal branding, hingga metode menjawab pertanyaan wawancara secara sistematis seperti STAR.


Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi seminar, workshop, hingga simulasi wawancara kerja (role play). Peserta juga berkesempatan langsung merevisi CV serta mendapatkan umpan balik dari narasumber.

Hadir sebagai pemateri, Mieke Prasetyo, S.Psi., M.Psi., Psikolog, yang merupakan praktisi psikologi industri dan organisasi dengan pengalaman luas di bidang pengembangan karier dan sumber daya manusia. Ia saat ini menjabat sebagai Direktur Mandaya Psikologika Jember serta aktif sebagai psikolog di Garwita Institute Jember dan konsultan psikologi di RS Bhayangkara Bondowoso.


Selain itu, ia juga pernah berperan sebagai Direktur Pusat Pengembangan Psikologi dan Layanan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jember serta memiliki pengalaman profesional di Thinkplus Surabaya. Latar belakang pendidikan magister psikologi profesi dari Universitas Padjadjaran semakin memperkuat kompetensinya dalam memberikan pelatihan pengembangan karier.

Pelatihan yang digelar di KCM Studio ini berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 11.00 WIB dengan metode ceramah, praktik langsung, diskusi interaktif, serta evaluasi berbasis umpan balik.

Sebagai tindak lanjut, CDC UM Jember juga menyiapkan program coaching clinic, pengembangan database CV mahasiswa dan alumni, serta penguatan jejaring dengan dunia industri.


Melalui kegiatan ini, Universitas Muhammadiyah Jember berharap dapat meningkatkan employability lulusan serta mencetak generasi yang lebih siap dan kompetitif dalam menghadapi dunia kerja.

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jember Gelar Literasi Sains Terapan di SMA Muhammadiyah 2 Genteng

Dunia sains terus berkembang seiring perjalanan waktu dan tidak pernah habis untuk dibahas. Berbagai kajian ilmiah melahirkan metode, teori, dan praktik yang bermanfaat bagi kehidupan manusia. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin dinamis menuntut generasi muda untuk tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan nyata.

Melalui sistem Kurikulum Merdeka, siswa diharapkan mampu memahami konsep sains secara aplikatif melalui eksperimen dan praktik langsung seperti para ilmuwan terdahulu. Namun, kenyataannya tidak semua sekolah memiliki fasilitas laboratorium yang memadai. Keterbatasan alat, bahan, dan sarana praktikum sering kali menjadi hambatan dalam proses pembelajaran sains.

Melihat kondisi tersebut, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jember menghadirkan kegiatan Literasi Sains Terapan bagi siswa-siswi SMA Muhammadiyah 2 Genteng pada Selasa dan Rabu (27-28/1/2026) silam. Program ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman siswa terhadap ilmu sains melalui praktik langsung yang menyenangkan dan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Tema yang diangkat dalam kegiatan ini adalah fermentasi makanan, karena mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari dan dekat dengan lingkungan siswa. Salah satu praktik yang dilakukan adalah pembuatan minuman probiotik berupa susu kefir.

Sejak diumumkan adanya kegiatan tambahan di luar jam pelajaran, siswa-siswi SMA Muhammadiyah 2 Genteng menunjukkan antusiasme yang tinggi. Mereka tertarik mengikuti kegiatan karena dapat belajar sains secara langsung, bukan hanya melalui teori di dalam kelas.

Dalam kegiatan ini, siswa diperkenalkan secara bertahap mengenai kandungan bahan baku, cara kerja mikroorganisme dalam proses fermentasi, perubahan pH, metabolisme, hingga pentingnya higienitas pangan. Materi disampaikan secara sederhana agar mudah dipahami dan dikaitkan langsung dengan praktik pembuatan susu kefir.

Satu per satu bahan baku diolah oleh siswa sesuai instruksi pemateri. Dengan penuh kehati-hatian, mereka mengikuti proses fermentasi sambil mengamati perubahan yang terjadi. Praktikum ini tidak hanya memberikan pengalaman baru, tetapi juga menumbuhkan rasa ingin tahu serta semangat kolaborasi antar siswa.

Selain membuat susu kefir, siswa juga diajak mengolah hasil fermentasi tersebut menjadi produk lain, salah satunya smoothie kefir. Hal ini memberikan gambaran bahwa hasil praktik sains dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi dan berpotensi menjadi peluang usaha di masa depan.

Mahasiswa berharap kegiatan ini dapat membuka wawasan siswa bahwa sains bukan sekadar pelajaran hafalan, melainkan ilmu yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari dan dapat menjadi solusi nyata.

“Melalui praktik ini, kami ingin siswa memahami bahwa teori yang ada di buku pelajaran bisa diaplikasikan secara langsung dan bahkan memiliki nilai ekonomi jika dikembangkan,” ujar salah satu pemateri.

Guru-guru di SMA Muhammadiyah 2 Genteng juga menyambut positif kegiatan ini. Mereka merasa program ini sangat membantu dalam menjembatani teori dan praktik yang selama ini sulit dilakukan karena keterbatasan fasilitas sekolah.

Selama ini, sebagian siswa menganggap pelajaran sains sebagai sesuatu yang membosankan karena hanya berfokus pada teori dan nilai akademik. Dengan adanya literasi sains terapan ini, siswa menjadi lebih aktif, tertarik, dan memahami tujuan sebenarnya dari pembelajaran sains.

Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa tidak hanya mengejar nilai semata, tetapi juga mampu memahami proses ilmiah, berpikir kritis, serta berani mengeksplorasi ide-ide kreatif yang dapat bermanfaat bagi masa depan mereka maupun masyarakat sekitar.

 

Sabtu, 25 April 2026

Cetak Generasi Tangguh Berprestasi, Unmuh Jember Bawa Kabar Fakultas Kedokteran di Momen Wisuda ke-54

Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember kembali membuktikan posisinya sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi yang paling progresif di Jawa Timur. Bertempat di Gedung Ahmad Zainuri pada Sabtu (25/4/2026), Unmuh Jember sukses menggelar Rapat Terbuka Senat dalam rangka Wisuda ke-54 untuk Program Magister, Sarjana, dan Ahli Madya Semester Ganjil Tahun Akademik 2025/2026. Sebanyak 413 wisudawan dari berbagai disiplin ilmu resmi dilepas untuk berkontribusi di tengah masyarakat. Momen wisuda kali ini tak sekadar menjadi ajang selebrasi kelulusan, melainkan juga menjadi panggung kebanggaan atas lompatan-lompatan besar yang diraih oleh institusi.

Rektor Unmuh Jember, Dr. Hanafi, M.Pd., mengawali pidatonya dengan membagikan kabar yang sangat menggembirakan. Beliau menegaskan bahwa sejak Juli 2025, Unmuh Jember telah resmi menyandang Akreditasi Institusi "Unggul", sebuah pencapaian kolektif seluruh sivitas akademika yang menjadi fondasi kokoh untuk melangkah lebih maju. 

Kualitas akademik kampus ini juga semakin tak terbantahkan dengan resminya pengukuhan dua Guru Besar baru pada bulan ini, yakni Prof. Dr. Ir. Muhtar, S.T., M.T., IPM. dari Fakultas Teknik dan Prof. Dr. Dwi Cahyono, S.E., M.Si., Akt. dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Kehadiran mereka menggenapi total tiga profesor yang kini dimiliki kampus, sekaligus memperkuat jajaran pendidik yang didukung oleh 86 dosen bergelar doktor.

Seakan tak ingin berpuas diri dengan 32 program studi, Unmuh Jember kini tengah bersiap melakukan gebrakan yang lebih besar. Tahun ini, kampus sedang mengajukan perizinan untuk 11 program studi baru, dengan sorotan utama jatuh pada persiapan pembukaan Program Studi Kedokteran dan Pendidikan Profesi Dokter. Keseriusan langkah ini dibuktikan dengan tengah dikebutnya pembangunan 12 laboratorium khusus bertaraf modern guna memastikan Fakultas Kedokteran Unmuh Jember siap melahirkan tenaga medis yang andal dan berkualitas di masa depan.

Kemeriahan prosesi wisuda turut diisi dengan pesan inspiratif dari Ketua Majelis Diktilitbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. Bambang Setiaji, M.Si., yang hadir menyapa secara daring. Beliau mengingatkan para lulusan akan pentingnya nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan sebagai pegangan mental di tengah era ketidakpastian. 

Prof. Bambang juga menantang para wisudawan untuk merombak pola pikir lama agar tidak hanya bergantung pada ketersediaan lapangan kerja dari pemerintah. Beliau menekankan bahwa keunggulan lulusan kampus swasta terletak pada kemampuan berpikir efisien dan inovatif, sehingga para lulusan diharapkan mampu membangun jiwa kemandirian dan kewiraswastaan di bidangnya masing-masing.

Rabu, 15 April 2026

Inovasi Beton Bambu Berstandar Internasional: Prof. Muhtar Dikukuhkan Sebagai Guru Besar Teknik Sipil Unmuh Jember


Solusi visioner bagi dunia konstruksi ramah lingkungan lahir dari Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember). Pada Selasa (14/4/2026), Unmuh Jember secara resmi mengukuhkan Prof. Dr. Ir. Muhtar, S.T., M.T., IPM. sebagai Guru Besar di bidang Teknik Sipil – Rekayasa Struktur. Dalam prosesi pengukuhan tersebut, Prof. Muhtar menyampaikan orasi ilmiah yang sangat menggugah dan aplikatif berjudul "Bambu Sebagai Material Terbarukan Untuk Konstruksi Dan Kemaslahatan Umat".

Orasi ilmiah ini berangkat dari keprihatinan mendalam Prof. Muhtar terhadap tingginya kesenjangan industrialisasi antara wilayah perkotaan dan pedesaan. Selama ini, negara sering kali mengundang investor asing guna mempercepat proses industrialisasi dan penguasaan teknologi. Namun, pendekatan top-down dan "jalan pintas" ini sering kali mengabaikan potensi industrialisasi di tingkat pedesaan. Menurut Prof. Muhtar, mempercepat industrialisasi sebaiknya dimulai dari industri kecil di desa yang dijadikan sebagai fondasi ekonomi kerakyatan yang kuat.

"Pembangunan desa harus mampu memberikan nilai tambah (added value) terhadap komoditas lokalnya, sehingga warga desa menjadi sejahtera tanpa harus bergantung pada material industri dari kota yang mahal," papar Prof. Muhtar.

Sebagai jawaban atas tantangan tersebut, Prof. Muhtar memperkenalkan inovasi mutakhirnya: pemanfaatan bambu sebagai material utama pengganti baja dalam teknologi beton bertulang pracetak. Melalui serangkaian pengujian laboratorium yang ketat, inovasi ini telah membuktikan kualitas strukturalnya. Produk aplikatif yang dihasilkan, seperti panel pagar pracetak dan rangka jembatan beton bertulang bambu, telah melewati uji kelayakan mekanis yang komprehensif, meliputi uji lentur sumbu-lemah, uji lentur sumbu-kuat, hingga uji geser horizontal siklik.

Hasil temuan Prof. Muhtar sungguh luar biasa. Rangka beton bertulang bambu pracetak ciptaannya terbukti memiliki integritas struktural yang sangat baik, mampu mendistribusikan beban berat dengan defleksi dan deformasi yang sangat minimal. Dalam pengujian, tercatat perpindahan maksimum hanya sebesar 0,25 mm, sementara deformasi maksimum mencapai 0,20 mm, dan deformasi pada rangka jembatan hanya 0,13 mm. Angka-angka tersebut jauh berada di bawah ambang batas maksimal yang diizinkan (yakni 3,75 mm), sehingga inovasi ini secara resmi telah memenuhi standar kelayakan internasional AASHTO serta Standar Nasional Indonesia (RSNI T-12-2004).

Lebih dari sekadar rekayasa teknik, inovasi beton bambu ini membawa misi ekologis dan sosial yang sangat krusial. Penggunaan bambu material lokal yang pertumbuhannya sangat cepat dan mudah diperbarui menjadi antitesis terhadap material konstruksi konvensional yang menyumbang emisi karbon tinggi.

Pengukuhan Prof. Muhtar ini diharapkan tidak hanya menginspirasi dunia akademik, tetapi juga mendorong pemerintah dan sektor swasta untuk mulai melirik material terbarukan berbasis kearifan lokal. Inovasi beton bambu dari Unmuh Jember ini menjadi bukti nyata bahwa teknologi yang berakar dari desa mampu menghadirkan solusi konstruksi global yang berkelanjutan, sekaligus mewujudkan kemaslahatan umat yang sebesar-besarnya.

Menggali Sisi Psikologis di Balik Angka: Prof. Dwi Cahyono Resmi Dikukuhkan Sebagai Guru Besar Akuntansi Keperilakuan Unmuh Jember


Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) kembali mencatatkan sejarah akademik dengan mengukuhkan Prof. Dr. Dwi Cahyono, S.E., M.Si., Akt. sebagai Guru Besar dalam bidang Akuntansi Keperilakuan pada Rapat Terbuka Senat yang digelar Selasa (14/4/2026). Dalam momentum bersejarah tersebut, Prof. Dwi menyampaikan orasi ilmiah bertajuk "Pengantar Akuntansi Keperilakuan: Sebuah Eksplorasi Model Konseptual Bagi Pemula", yang secara tajam membedah bagaimana faktor manusia dan psikologi memengaruhi pelaporan serta pengambilan keputusan keuangan.

Selama ini, ilmu akuntansi kerap dipandang secara tradisional sebagai disiplin ilmu yang kaku, eksak, dan hanya berkutat pada deretan angka. Namun, Prof. Dwi menegaskan bahwa lahirnya Akuntansi Keperilakuan (Behavioral Accounting) didasarkan pada satu kesadaran fundamental: manusia tidak selalu rasional dalam membuat keputusan keuangan. Bidang multidisiplin ini menggabungkan ilmu akuntansi, psikologi, dan ekonomi perilaku untuk mengkaji secara mendalam pengaruh bias kognitif (cognitive biases), emosi, dan dinamika sosial terhadap informasi keuangan.

Dalam orasinya, Prof. Dwi memaparkan temuan dari analisis bibliometrik selama 53 tahun terhadap perkembangan riset behavioral accounting secara global. Data menunjukkan lonjakan publikasi yang sangat drastis pasca-krisis keuangan global tahun 2008, yang menyadarkan dunia bahwa kegagalan sistem keuangan sering kali bermuara pada perilaku irasional dan tidak etis pelakunya. Dari analisis tersebut, diketahui bahwa topik Mental Accounting menjadi subjek yang paling dominan diteliti, sementara Amerika Serikat memimpin dominasi riset global dengan lebih dari 52% total sitasi.

Lebih lanjut, Prof. Dwi membedah evolusi fokus penelitian akuntansi keperilakuan dari masa ke masa. Jika pada era awal (1970–1990) riset lebih banyak berfokus pada akuntansi manajemen, penganggaran, dan audit, maka pada era transisi (1991–2018) trennya berevolusi ke arah etika dan pengambilan keputusan (ethics & decision making). Menariknya, pada era terkini (2019–2023), arah riset semakin meluas menyentuh isu-isu keberlanjutan (sustainability), Environmental, Social, and Governance (ESG), suasana hati investor (investor mood), hingga teori perilaku terencana (planned behavior).

"Behavioral accounting bukan sekadar angka ini tentang memahami manusia di balik keputusan keuangan," tegas Prof. Dwi. Landasan teori seperti Prospect Theory dan Social Identity Theory kini menjadi fondasi utama untuk memahami fenomena keuangan modern.

Sebagai penutup, Prof. Dwi Cahyono memberikan peta jalan bagi pengembangan riset masa depan, khususnya bagi para akademisi dan praktisi. Ia menyoroti pentingnya integrasi Artificial Intelligence (AI) dan Big Data dalam akuntansi keperilakuan, perlunya riset di konteks negara berkembang yang masih minim, hingga urgensi pendekatan psikologis dalam mendeteksi kecurangan (fraud detection) dan perlindungan whistleblower. Implikasi praktisnya jelas: pengambil keputusan bisnis harus mulai memahami bias kognitif mereka sendiri demi membangun praktik akuntansi yang transparan dan etis.

Senin, 06 April 2026

Mahasiswa BCB Unmuh Jember Gelar “Pesantren 1000 Cahaya Ramadhan” di Panti Asuhan Nur Iman

Mahasiswa penerima Beasiswa Cendekia Baznas (BCB) Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) menggelar kegiatan sosial bertajuk “Pesantren 1000 Cahaya Ramadhan” di Panti Asuhan Nur Iman, Patrang, Jember, pada Minggu (15/3/2026). Kegiatan ini menjadi wujud kepedulian sosial mahasiswa dalam berbagi kebahagiaan bersama anak-anak panti asuhan di bulan suci Ramadhan.

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 15.00 WIB ini juga merupakan bagian dari program pembinaan Beasiswa Cendekia Baznas. Program tersebut tidak hanya berfokus pada pengembangan akademik mahasiswa, tetapi juga mendorong terbentuknya karakter sosial, kepedulian, serta semangat pengabdian kepada masyarakat.

Acara ini dihadiri oleh Wakil Rektor III Unmuh Jember, Dr. Sofyan Rofi, M.Pd.I, Kepala Biro Layanan Kemahasiswaan Agista Ul Hakim, S.IP., M.Si, mentor BCB Ari Sita Nastiti, S.E., M.Akun, serta mahasiswa penerima Beasiswa Cendekia Baznas.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor III Unmuh Jember menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari proses pembinaan mahasiswa agar tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial yang tinggi.

“Program ini tidak hanya membentuk mahasiswa yang cerdas, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan semangat berbagi kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia juga memberikan motivasi kepada anak-anak panti asuhan agar tetap semangat dalam meraih cita-cita.

“Adik-adik harus tetap memiliki cita-cita setinggi mungkin. Jangan pernah merasa kecil hati dengan keadaan yang ada, karena setiap orang memiliki kesempatan untuk meraih masa depan yang lebih baik,” pesannya.

Sebagai bentuk kepedulian nyata, mahasiswa BCB menyerahkan santunan kepada Panti Asuhan Nur Iman berupa uang sebesar Rp1.780.000 yang merupakan hasil donasi yang dihimpun sebelumnya, serta paket sembako untuk kebutuhan panti.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan ceramah Ramadhan yang disampaikan oleh Agista Ul Hakim, S.IP., M.Si, yang mengangkat tema keutamaan ibadah puasa serta pentingnya meningkatkan amal dan kepedulian terhadap sesama.

Suasana kegiatan semakin hangat dengan berbagai permainan interaktif (games) yang melibatkan anak-anak panti asuhan. Mahasiswa BCB juga membagikan hampers snack sebagai bentuk kebersamaan dan kebahagiaan di bulan suci Ramadhan.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan pelaksanaan shalat Magrib berjamaah yang dilanjutkan dengan buka puasa bersama antara mahasiswa, pengurus, dan anak-anak panti asuhan.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa BCB Unmuh Jember berharap dapat menumbuhkan semangat berbagi serta memperkuat kepedulian sosial di kalangan mahasiswa, sekaligus menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak panti asuhan di bulan Ramadhan yang penuh berkah.

Jumat, 03 April 2026

Meneguhkan Mutu Unggul, Unmuh Jember Rayakan Milad ke-45

Universitas Muhammadiyah Jember merayakan puncak peringatan Milad ke-45 melalui Rapat Terbuka Senat yang digelar dengan khidmat pada Kamis, (2/4/2026) di Aula Ahmad Zainuri Unmuh Jember. Mengangkat tema besar Meneguhkan Mutu Unggul, Mewujudkan Kampus Berdampak, momentum peringatan hari jadi ini menjadi tonggak sejarah baru bagi institusi untuk terus bertransformasi dari sekadar penyelenggara pendidikan tinggi menjadi pusat solusi nyata bagi berbagai permasalahan masyarakat dan bangsa.

Berdiri sejak 11 Maret 1981 atas prakarsa tokoh Muhammadiyah Jember, institusi ini telah melewati perjalanan panjang kepemimpinan dan perkembangan akademik. Dalam laporan tahunannya, Rektor Universitas Muhammadiyah Jember, Dr. Hanafi, M.Pd., memaparkan capaian signifikan universitas yang terus melaju pesat. Beliau menyoroti bahwa universitas terus berupaya memperkuat kemandirian ekonomi dan mutu akademik yang terintegrasi secara utuh dalam ekosistem kampus, yang semuanya bermuara pada optimalisasi operasional pendidikan serta pengabdian kepada masyarakat secara berkelanjutan.

Menatap masa depan, Dr. Hanafi mengumumkan rencana strategis yang sangat progresif dalam tahapan pengembangan tahun 2024 hingga 2028. Universitas Muhammadiyah Jember saat ini tengah menginisiasi pendirian sebelas program studi baru untuk menjawab tantangan dan kebutuhan zaman. Program studi tingkat sarjana yang sedang dipersiapkan meliputi Fakultas Kedokteran, Bisnis Digital, Keperawatan Anestesi, dan Fisioterapi. Selain itu, universitas juga tengah mematangkan pembukaan program magister untuk bidang Teknologi Pembelajaran, Ilmu Hukum, Teknik Sipil, Ilmu Pemerintahan, Akuntansi, Pendidikan Agama Islam, serta Elektro dan Teknik Informatika. Ekspansi berskala besar ini diiringi dengan target utama untuk memastikan separuh dari seluruh program studi meraih akreditasi unggul serta mendorong minimal dua program studi mendapatkan pengakuan akreditasi di tingkat internasional.

Semangat transformasi tersebut sangat sejalan dengan gagasan yang dituangkan dalam orasi ilmiah oleh Sekretaris Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Prof. Ahmad Muttaqin, S.Ag., M.Ag., M.A., Ph.D. Beliau menekankan bahwa Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan 'Aisyiyah kini harus bertransformasi menjadi kekuatan sistemik di Indonesia. Prof. Muttaqin mengajak seluruh sivitas akademika untuk merombak paradigma institusi agar kemanfaatannya dapat dirasakan secara langsung dan merata oleh masyarakat luas. Menurutnya, kampus yang berdampak adalah institusi yang tidak hanya sekadar meluluskan sarjana, tetapi hadir secara nyata di lapangan untuk menyelesaikan berbagai permasalahan. Perguruan tinggi dituntut untuk tidak sekadar menghasilkan publikasi penelitian yang menumpuk di perpustakaan, tetapi mampu mengaplikasikan inovasinya untuk mengubah kehidupan menjadi jauh lebih baik dengan menggeser fokus dari pemenuhan standar menuju keunggulan sejati, serta dari sekadar orientasi kuantitas lulusan menuju dampak yang terukur.

Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kerja keras sivitas akademika dalam mewujudkan visi besar tersebut, universitas turut memberikan sejumlah penghargaan prestisius dalam rangkaian acara ini. Penghargaan Dosen Terbaik dianugerahkan kepada Dr. Hanafi, M.Pd. untuk rumpun sosial humaniora dan Prof. Sasmito Djati untuk rumpun sains dan teknologi, sementara apresiasi untuk Tenaga Kependidikan Terbaik diserahkan langsung oleh Ns. Sasmiyanto, M.Kes. Lebih dari itu, Universitas Muhammadiyah Jember juga memberikan anugerah istimewa berupa Program Bantuan Biaya Perjalanan Ibadah Haji bagi delapan pegawai terpilih, yang terdiri dari empat dosen tetap dan empat tenaga kependidikan. Program penghargaan yang mencakup pembiayaan porsi haji reguler beserta uang saku ini merupakan wujud nyata kepedulian dan apresiasi universitas atas masa kerja pengabdian serta loyalitas para pegawai dalam memajukan institusi menjadi kampus Islam yang unggul dan pembawa perubahan positif.

Jumat, 20 Maret 2026

Sholat Idul Fitri 1447 H di Unmuh Jember Tekankan Tanggung Jawab Membangun Masyarakat Berkemajuan

Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) menggelar Sholat Idul Fitri 1447 Hijriah yang dilaksanakan di halaman depan Gedung A kampus setempat pada Jumat (20/3/2025). Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 1.000 jamaah yang terdiri dari civitas akademika, masyarakat sekitar, serta keluarga besar Muhammadiyah.

Bertindak sebagai imam dalam pelaksanaan sholat Idul Fitri tersebut adalah Muhammad Lutfi, S.E., yang merupakan alumni Program Studi Ekonomi Syariah Unmuh Jember. Sementara itu, khutbah Idul Fitri disampaikan oleh H. Kusno, S.Ag., M.Pd.I, yang juga merupakan anggota Badan Pembina Harian (BPH) Unmuh Jember.

Adapun tema khutbah yang disampaikan yakni “Idul Fitri dan Tanggung Jawab Membangun Masyarakat Berkemajuan.”

Dalam khutbahnya, Kusno menekankan bahwa Idul Fitri bukan hanya momentum kemenangan setelah menjalani ibadah Ramadan, tetapi juga saat yang tepat untuk memperkuat tanggung jawab dalam membangun masyarakat yang maju, berkeadaban, serta berlandaskan nilai-nilai keimanan.

Ia menyampaikan bahwa kemajuan masyarakat harus dimulai dari kekuatan iman dan keikhlasan dalam beribadah kepada Allah SWT.

Menurutnya, setiap manusia akan dimintai pertanggungjawaban atas segala perbuatan yang dilakukan di dunia, baik yang tampak maupun yang tersembunyi.

“Kita diajarkan bahwa segala amal perbuatan manusia tercatat dan akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT. Oleh karena itu, iman dan ketakwaan harus menjadi landasan dalam membangun kehidupan yang lebih baik,” ujarnya dalam khutbah.

Kusno juga mengingatkan bahwa umat Islam yang telah melewati “Madrasah Ramadan” seharusnya memiliki kepedulian sosial yang lebih tinggi terhadap sesama. Ia mengajak jamaah untuk menjaga harmoni dalam kehidupan bermasyarakat serta menghargai perbedaan yang ada.

Menurutnya, perbedaan merupakan bagian dari sunnatullah yang harus disikapi dengan bijak dan penuh kedewasaan.

“Yang paling mulia di sisi Allah adalah yang paling bertakwa. Bukan mereka yang memperdebatkan perbedaan, tetapi mereka yang mampu menjaga persaudaraan dan membangun kebersamaan,” jelasnya.

Selain itu, ia juga mengajak jamaah untuk memperbaiki hubungan dalam keluarga dan lingkungan sekitar sebagai langkah awal membangun masyarakat yang berkemajuan.

Di akhir khutbahnya, Kusno menegaskan pentingnya meningkatkan kepedulian dan semangat berbagi kepada sesama sebagai wujud nyata dari nilai-nilai yang diajarkan selama bulan Ramadan.

Pelaksanaan Sholat Idul Fitri berlangsung dengan khidmat dan tertib. Dalam sholat tersebut, imam membaca Surah Al-A’la pada rakaat pertama dan Surah Al-Ghasiyah pada rakaat kedua, sebagaimana yang dianjurkan dalam pelaksanaan Sholat Idul Fitri.

Momentum Idul Fitri di lingkungan Unmuh Jember ini diharapkan dapat mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat komitmen civitas akademika dalam mewujudkan kampus yang berdampak bagi masyarakat.

Minggu, 22 Februari 2026

Abdul Mu'ti di Kajian Ramadhan PWM Jatim di Unmuh Jember, Bahas Supremasi Ilmu Jadi Kunci Manusia sebagai Khalifah

Kajian Ramadhan PWM Jawa Timur di Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) pada Sabtu (21/2/2026) menghadirkan Prof. Abdul Mu’ti yang mengupas secara mendalam konsep manusia sebagai khalifah dalam perspektif keislaman dan pendidikan. Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa kedudukan manusia sebagai khalifah di muka bumi tidak bisa dilepaskan dari ilmu pengetahuan.

Menurutnya, dalam sejarah Islam, istilah khalifah selalu dikaitkan dengan kepemimpinan yang tidak hanya bersifat pemerintahan (government), tetapi juga memiliki otoritas keagamaan. Para pemimpin pasca Khulafaur Rasyidin menggunakan berbagai gelar seperti khalifah, sultan, atau malik, namun esensinya tetap merujuk pada tanggung jawab memimpin umat dengan landasan nilai-nilai agama.

Prof. Mu’ti menjelaskan bahwa manusia diangkat menjadi khalifah bukan semata-mata karena kesalehan ritual, tetapi karena kapasitas intelektualnya. Ia merujuk pada kisah penciptaan Nabi Adam, ketika Allah mengajarkan nama-nama kepada Adam sebuah simbol ilmu pengetahuan yang tidak mampu dijawab oleh malaikat. 

“Adam menjadi khalifah karena ilmunya. Dari sinilah Islam menempatkan supremasi ilmu di atas sekadar kesalehan ibadah,” tegasnya.

Ia menguraikan bahwa manusia memiliki tiga potensi utama sebagai makhluk rohaniah, yakni akal (fitratul ‘aql), hati (fitratul qalb), dan fitrah beragama (fitrah ad-din). Ketiganya menjadi perangkat yang membimbing manusia dalam mengelola nafsu dan menjalankan tanggung jawab kekhalifahan. Tanpa pengelolaan yang benar, nafsu dapat menjerumuskan pada kerusakan; namun jika dituntun oleh akal dan agama, ia menjadi energi untuk menciptakan kesejahteraan.

Dalam konteks pendidikan, Prof. Mu’ti menekankan dua fungsi utama pendidikan: fungsi konservatif dan progresif. Fungsi konservatif menjaga dan mewariskan nilai-nilai fundamental seperti tauhid dan akhlak mulia. Sementara fungsi progresif membekali generasi dengan kemampuan berpikir kritis, reflektif, dan visioner agar mampu menjawab tantangan zaman.

Ia juga mengingatkan bahwa perkembangan ilmu dan teknologi termasuk rekayasa genetika dan kecerdasan buatan harus tetap berada dalam koridor etika dan ketentuan Ilahi. Manusia memang mampu berinovasi, namun tetap memiliki batas sebagai hamba (‘abdullah). Di sinilah keseimbangan antara peran sebagai khalifah dan sebagai hamba menjadi penting.

Menutup paparannya, Prof. Mu’ti menegaskan bahwa misi kekhalifahan harus melahirkan rahmat, bukan kerusakan. Ia merujuk pada dua sifat Allah yang paling sering disebut dalam Al-Qur’an, Ar-Rahman dan Ar-Rahim, sebagai teladan kepemimpinan. 

“Sebagai khalifah, manusia harus menghadirkan kemaslahatan dan kesejahteraan bagi seluruh alam,” ujarnya.

Melalui kajian tersebut, peserta diajak memahami bahwa tugas kekhalifahan bukan sekadar konsep teologis, melainkan panggilan untuk membangun peradaban berbasis ilmu, akhlak, dan tanggung jawab sosial.

Sabtu, 21 Februari 2026

Haedar Nashir Kritik Kapitalisme Serakah yang Menghancurkan Bumi dalam Kajian Ramadhan di Unmuh Jember

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, menegaskan bahwa konsep ekoteologi dalam Islam bermakna membangun tanpa merusak lingkungan. Hal tersebut disampaikannya secara hybrid melalui Zoom Meeting dalam Kajian Ramadhan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur yang digelar di Universitas Muhammadiyah Jember, Sabtu (21/2/2026).

Dalam iftitahnya, Haedar menjelaskan bahwa manusia sebagai khalifah di muka bumi memiliki mandat ilahiah untuk memakmurkan bumi (isti’mar), bukan membiarkannya terbengkalai ataupun merusaknya. Bumi dengan segala kekayaan di dalamnya laut, daratan, mineral, hingga sumber energi diberikan Allah untuk dikelola demi kesejahteraan hidup manusia. Namun, ia menegaskan bahwa proses memakmurkan tersebut harus berjalan dalam koridor nilai Islam, yakni membangun tanpa melakukan kerusakan.

“Bangunlah, makmurkan, manfaatkan, kelola, tetapi jangan dirusak. Itulah konsep dasarnya,” tegasnya.

Haedar mengingatkan agar umat Islam tidak terjebak pada dua kutub ekstrem. Di satu sisi, ada pendekatan eksploitatif yang rakus dan serakah hingga menimbulkan kerusakan ekologis. Di sisi lain, ada pandangan yang membiarkan alam tanpa pengelolaan demi alasan kelestarian, namun mengabaikan kesejahteraan manusia. Menurutnya, peradaban tidak mungkin dibangun tanpa kemakmuran dan kesejahteraan.

“Ekoteologi bukan teologi yang melarang membangun agar tidak rusak. Tetapi membangun dengan kesadaran agar tidak merusak,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya regulasi yang baik serta political will negara dalam mengelola sumber daya alam secara adil dan berkelanjutan. Indonesia sebagai negara dengan kekayaan alam melimpah harus mampu membangun kesejahteraan rakyat tanpa mengorbankan lingkungan. Namun, ia mengakui bahwa ikhtiar tersebut tidak mudah dan membutuhkan kecerdasan kolektif, konsep alternatif, serta sinergi antara masyarakat dan negara.

Haedar menegaskan bahwa Muhammadiyah berada pada posisi strategis sebagai gerakan keagamaan dan kemasyarakatan untuk berkontribusi melalui pendidikan, sosial, kesehatan, dan penguatan ekonomi umat. Ia menilai kekuatan ekonomi menjadi faktor penting dalam membangun peradaban, sehingga pengembangan sumber daya manusia dan kemandirian ekonomi harus berjalan beriringan dengan kesadaran ekologis.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa persoalan lingkungan selalu memiliki keterkaitan erat dengan aspek sosial dan ekonomi masyarakat. Ia mencontohkan kasus-kasus pertambangan yang menimbulkan bencana, namun di sisi lain menjadi sumber mata pencaharian warga. Karena itu, pendekatan penyelesaian masalah harus komprehensif dan interrelasional, tidak parsial.

“Lingkungan harus tetap terjaga, tetapi juga memberi kesejahteraan bagi masyarakat. Di situlah fungsi kekhalifahan kita, membangun keseimbangan,” ungkapnya.

Mengakhiri pesannya, Haedar mengajak seluruh peserta Kajian Ramadhan untuk menjadikan perspektif Al-Qur’an sebagai dasar dalam merumuskan solusi atas berbagai persoalan kebangsaan, termasuk krisis lingkungan. Ia menegaskan bahwa dunia dan akhirat merupakan satu kesatuan, sehingga pembangunan harus dilakukan dengan ihsan dan tanggung jawab moral.

“Bangunlah dengan ihsan, bangunlah dengan Islam, tetapi jangan merusak. Itulah ekoteologi yang sesungguhnya,” pungkasnya.

Rektor Unmuh Jember Tegaskan Kajian Ramadhan Jadi Ruang Refleksi Ekoteologi dan Tanggung Jawab Kekhalifahan

Rektor Universitas Muhammadiyah Jember, Hanafi, menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada seluruh tokoh bangsa, pimpinan persyarikatan, serta peserta Kajian Ramadhan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur yang digelar di kampus Unmuh Jember. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kegiatan bertema “Ekoteologi dan Tugas Kekhalifahan” tersebut bukan sekadar agenda rutin keagamaan, melainkan momentum refleksi intelektual dan spiritual atas tanggung jawab manusia terhadap semesta.

“Atas nama pimpinan Universitas Muhammadiyah Jember, kami menyampaikan selamat datang dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh hadirin. Kehadiran bapak ibu bukan hanya momentum peningkatan ibadah personal, tetapi juga ruang refleksi atas tanggung jawab kita terhadap alam,” ujarnya.

Hanafi menilai tema yang diangkat sangat relevan dengan tantangan zaman, mulai dari krisis lingkungan, perubahan iklim, hingga degradasi moral dalam memperlakukan alam. Menurutnya, keimanan tidak boleh berhenti pada kesalehan individu, tetapi harus terwujud dalam kepedulian ekologis dan tanggung jawab sebagai khalifah di muka bumi. Ia berharap melalui forum ini lahir pemahaman yang lebih utuh tentang integrasi nilai-nilai keislaman dengan kesadaran menjaga lingkungan.

Dalam kesempatan tersebut, Hanafi juga menyampaikan terima kasih kepada para narasumber nasional yang hadir, di antaranya Menteri Kehutanan RI, Ketua Umum PP Muhammadiyah, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, serta para pakar kebencanaan dan pimpinan persyarikatan. Ia menilai kehadiran para tokoh tersebut menjadi kehormatan sekaligus energi besar bagi Unmuh Jember sebagai tuan rumah.

Rektor juga menyampaikan apresiasi kepada para sponsor dan mitra yang mendukung terselenggaranya kegiatan, seperti Bank Central Asia, Bank Indonesia, Lazismu, Bank Jatim, Bank Muamalat, Bank Syariah Indonesia, dan mitra lainnya. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi wujud sinergi antara dunia pendidikan, industri, dan lembaga keuangan dalam memperkuat nilai-nilai keislaman dan kepedulian lingkungan.

Di akhir sambutannya, Hanafi menyampaikan bahwa Unmuh Jember terus berupaya melakukan pengembangan institusi, termasuk rencana pembukaan 12 program studi baru, salah satunya Program Studi Kedokteran. Ia memohon doa dan dukungan seluruh pihak agar pengembangan tersebut dapat terwujud demi kemajuan kampus dan kontribusi yang lebih luas bagi masyarakat.

Ia berharap Kajian Ramadhan ini menjadi ruang dialog yang mencerahkan, memperkaya perspektif, serta menguatkan komitmen bersama dalam menghadirkan nilai-nilai Islam yang berdampak nyata bagi kehidupan dan kelestarian lingkungan.

Ketua PWM Jatim Tegaskan Ekoteologi Jadi Gerakan Nyata Muhammadiyah Jaga Lingkungan

Sukadiono selaku Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur menegaskan bahwa tema “Ekoteologi dan Tugas Kekhalifahan” dalam Kajian Ramadhan 1447 H yang digelar di Universitas Muhammadiyah Jember bukan sekadar wacana akademik, melainkan respons atas situasi ekologis yang tengah dihadapi bangsa. Hal tersebut ia sampaikan saat membuka secara resmi rangkaian kajian yang dihadiri pimpinan daerah Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah se-Jawa Timur.

Dalam sambutannya, Sukadiono menekankan pentingnya penggunaan istilah “kekhalifahan” sebagai mandat manusia untuk merawat dan menjaga bumi, bukan “kekhilafahan” yang memiliki konotasi berbeda. Menurutnya, konsep khalifah dalam Al-Qur’an menegaskan tanggung jawab manusia untuk menjaga keberlangsungan alam, bukan merusaknya. Ia mengaitkan tema tersebut dengan berbagai bencana yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, yang dinilainya tidak lepas dari persoalan deforestasi dan kerusakan lingkungan.

“Pendekatan ekoteologi artinya bagaimana kita mengintegrasikan ajaran Islam dengan tanggung jawab menjaga lingkungan. Tugas kita sebagai khalifah adalah merawat, menjaga, dan memastikan keberlangsungan alam di sekitar kita,” ujarnya.

Sukadiono menegaskan bahwa berbagai kerusakan di darat dan laut sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an merupakan peringatan atas ulah manusia. Karena itu, ia mengajak seluruh warga Muhammadiyah menjadikan kesadaran ekologis sebagai bagian dari ibadah sehari-hari, termasuk hal-hal sederhana seperti menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah sembarangan saat kegiatan berlangsung.

Menurutnya, jika kesadaran ekologis tersebut menjadi budaya kolektif, maka dampaknya akan terasa dalam jangka panjang terhadap kelestarian lingkungan dan upaya mitigasi bencana. Ia berharap melalui forum Kajian Ramadhan ini lahir komitmen bersama untuk menjadikan ekoteologi sebagai gerakan nyata Muhammadiyah di Jawa Timur.

Dalam kesempatan tersebut, Sukadiono juga menyampaikan apresiasi kepada Universitas Muhammadiyah Jember sebagai tuan rumah. Ia menyebut menjadi tuan rumah Kajian Ramadhan merupakan sebuah keberkahan tersendiri bagi perguruan tinggi. Bahkan secara berseloroh ia menyampaikan harapan agar Unmuh Jember terus berkembang, termasuk memiliki fakultas-fakultas strategis di masa mendatang.

Selain itu, ia mengumumkan bahwa Kajian Ramadhan PWM Jawa Timur tahun 2027 akan diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Gresik bekerja sama dengan PDM Gresik. Sementara Musyawarah Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur 2027 direncanakan berlangsung di Universitas Muhammadiyah Lamongan.

Menutup pengantarnya, Sukadiono secara resmi membuka Kajian Ramadhan PWM Jawa Timur dengan harapan seluruh rangkaian kegiatan dapat menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan peran Muhammadiyah dalam menjaga bumi sebagai amanah kekhalifahan.

Menteri Kehutanan Paparkan Penguatan Polisi Hutan saat Kajian Ramadhan di Unmuh Jember

Raja Juli Antoni menegaskan komitmennya untuk melakukan reformasi menyeluruh tata kelola kehutanan nasional saat memberikan sambutan dalam Kajian Ramadhan 1447 H Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur yang digelar di Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember), Sabtu (21/2/2026). Dalam forum bertema “Ekoteologi dan Tugas Kekhalifahan” tersebut, ia menyebut kehadirannya bukan sekadar memberi sambutan formal, melainkan sebagai bentuk laporan pertanggungjawaban seorang kader Muhammadiyah yang kini mengemban amanah sebagai Menteri Kehutanan.

Raja Juli yang mengaku tumbuh dalam lingkungan pendidikan Muhammadiyah sejak Ikatan Pelajar Muhammadiyah hingga sekolah formal Muhammadiyah, menegaskan bahwa Islam memiliki fondasi teologis yang kuat dalam menjaga kelestarian lingkungan. Menurutnya, ajaran Islam secara kaffah memiliki kompatibilitas yang solid dengan isu-isu lingkungan hidup dan kehutanan. Ia mengutip berbagai ayat Al-Qur’an serta praktik para khalifah yang melarang perusakan alam, bahkan dalam kondisi perang sekalipun. Larangan menebang pohon berbuah dan merusak tanaman, menurutnya, menunjukkan bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari ajaran fundamental Islam yang relevan dengan konsep ekoteologi hari ini.

Dalam kesempatan tersebut, Raja Juli juga menyinggung tragedi bencana yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sebagai momentum evaluasi besar terhadap tata kelola hutan nasional. Ia menyebut peristiwa tersebut sebagai “lecutan bahkan tamparan” untuk melakukan pembenahan total terhadap forest governance. Mengutip pandangan Albert Einstein tentang definisi kegilaan, melakukan hal yang sama berulang kali dan berharap hasil berbeda, ia menegaskan bahwa tata kelola kehutanan tidak bisa lagi berjalan dengan pola lama jika menginginkan hasil yang berbeda.


Ia memaparkan kondisi riil yang dinilainya memprihatinkan. Indonesia memiliki sekitar 125 juta hektar kawasan hutan, namun hanya diawasi sekitar 4.800 polisi hutan. Di Aceh, 3,5 juta hektar hutan hanya dijaga 64 personel, sementara di Sumatera Utara 3 juta hektar hutan diawasi sekitar 240 personel. Menurutnya, dengan keterbatasan sumber daya manusia tersebut, mustahil pengawasan terhadap illegal logging, perkebunan sawit ilegal, perburuan liar, dan pelanggaran lainnya dapat berjalan optimal. Karena itu, ia mengusulkan penambahan signifikan jumlah polisi hutan dengan rasio ideal satu petugas untuk setiap 2.000–2.500 hektar kawasan hutan, yang jika terealisasi akan menambah puluhan ribu personel baru.

Selain penguatan sumber daya manusia, Raja Juli juga menyoroti persoalan struktur kelembagaan yang dinilai kurang efektif. Ia berencana membentuk Pusat Koordinasi Wilayah (Puskorwil) di setiap provinsi guna memperkuat rentang kendali antara kementerian di pusat dan unit teknis di daerah. Skema ini diharapkan menjadi solusi koordinatif tanpa berbenturan dengan regulasi otonomi daerah, sekaligus menghadirkan layanan terpadu satu pintu dalam penanganan berbagai persoalan kehutanan di daerah.

Upaya modernisasi pengawasan juga akan dilakukan melalui pemanfaatan teknologi, termasuk pengadaan pesawat ringan dan drone untuk mendukung sistem patroli cerdas (smart patrol). Dengan pendekatan ini, deteksi dini terhadap kebakaran hutan, penebangan ilegal, hingga aktivitas tambang ilegal di kawasan hutan diharapkan dapat dilakukan lebih cepat dan efisien.

Dalam konteks perguruan tinggi, Raja Juli juga membuka peluang pengelolaan Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) bagi kampus, termasuk bagi Universitas Muhammadiyah Jember. Skema tersebut memungkinkan kawasan hutan dimanfaatkan untuk riset sekaligus dikembangkan secara produktif. Ia menyebut enam Universitas Muhammadiyah telah menerima KHDTK dan membuka peluang serupa bagi Unmuh Jember sebagai tuan rumah Kajian Ramadhan tahun ini.

Menutup sambutannya, Raja Juli menegaskan bahwa amanah menjaga hutan bukan sekadar tanggung jawab administratif, melainkan bagian dari ibadah dan tugas kekhalifahan manusia di muka bumi. Ia memohon doa dan dukungan seluruh warga Muhammadiyah agar dapat menjalankan tugasnya dengan istiqamah dalam membenahi tata kelola kehutanan nasional demi mencegah bencana serupa terulang di masa mendatang.

Unmuh Jember Siap Jadi Tuan Rumah Kajian Ramadhan PWM Jatim 1447 H, Angkat Tema Ekoteologi dan Tugas Kekhalifahan

Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) dipercaya menjadi tuan rumah Kajian Ramadhan 1447 H Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur yang akan digelar pada Sabtu dan Minggu (21–22/2/2026). Kegiatan tingkat wilayah ini diproyeksikan diikuti sebanyak 1.560 peserta dari berbagai kabupaten dan kota se-Jawa Timur.

Peserta terdiri atas Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan Pimpinan Daerah Aisyiyah se-Jawa Timur, pimpinan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) tingkat provinsi, baik dari rumah sakit maupun lembaga pendidikan. Tak hanya itu, panitia juga memastikan kehadiran dua menteri, yakni Prof. Abdul Mu’ti selaku Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah serta Raja Juli Antoni selaku Menteri Kehutanan.

Wakil Rektor III Unmuh Jember, Dr. Sofyan Rofi, M.Pd.I., menyampaikan bahwa penunjukan Unmuh Jember sebagai tuan rumah merupakan simbol kepercayaan sekaligus pengakuan atas kapasitas institusi. “Ditunjuknya Unmuh Jember sebagai tuan rumah Kajian Ramadhan PWM Jawa Timur menunjukkan adanya kepercayaan terhadap kapasitas kami, baik dari sisi manajemen, fasilitas, maupun kualitas sumber daya manusia. Ini bukan sekadar menjadi tuan rumah kegiatan, tetapi simbol kepercayaan dan penguatan eksistensi kami dalam dakwah Muhammadiyah di Jawa Timur,” ujarnya.

Menurutnya, sebagai bagian dari Amal Usaha Muhammadiyah, Unmuh Jember tidak hanya berperan sebagai institusi pendidikan tinggi, tetapi juga pusat dakwah, kaderisasi, dan pengembangan nilai-nilai Islam berkemajuan. Kehadiran pimpinan dan tokoh Muhammadiyah dari berbagai daerah menjadi momentum strategis untuk memperluas jejaring, memperkuat sinergi antar-AUM, serta meningkatkan reputasi kampus di tingkat regional.

Dirinya juga menyampaikan bahwa menjadi tuan rumah Kajian Ramadhan merupakan kehormatan besar bagi kampusnya, terlebih dengan rencana kehadiran dua menteri dan pimpinan pusat Muhammadiyah. Apalagi, Unmuh Jember baru saja meraih Akreditasi Institusi dengan status Unggul, sehingga momentum ini sekaligus menjadi bentuk tasyakuran dan penguatan komitmen dakwah kampus.

Kajian Ramadhan tahun ini mengusung tema “Ekoteologi dan Tugas Kekhalifahan”, sebuah topik yang dinilai sangat relevan dengan kondisi bangsa yang tengah menghadapi krisis lingkungan dan ancaman bencana. Dr. Sofyan menegaskan bahwa persoalan perubahan iklim, kerusakan hutan, dan pencemaran lingkungan tidak cukup dijawab secara teknis, tetapi juga membutuhkan landasan etis dan spiritual. “Ekoteologi mengintegrasikan sains lingkungan dengan nilai-nilai ketuhanan. Dalam perspektif Islam, manusia adalah khalifah di bumi yang bertugas menjaga keseimbangan alam. Tanggung jawab ekologis bukan sekadar isu teknis, tetapi bagian dari ibadah,” jelasnya.

Ia menambahkan, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mengintegrasikan ilmu pengetahuan, teknologi, dan nilai-nilai moral keagamaan. Isu keberlanjutan (sustainability), pengelolaan sumber daya alam, mitigasi risiko bencana, hingga etika sosial dapat dikaji lintas disiplin, mulai dari teknik, kesehatan, pertanian, hingga sosial-humaniora. “Kami ingin kampus hadir sebagai pusat produksi gagasan dan solusi berbasis ilmu pengetahuan, sekaligus penguatan spiritual,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris PWM Jawa Timur, Prof. Dr. Biyanto, M.Ag., menjelaskan bahwa penetapan Unmuh Jember sebagai tuan rumah telah diumumkan sejak setahun lalu, tepatnya saat Kajian Ramadhan 1446 H di UM Lamongan. Ia menyebut Kajian Ramadhan PWM Jatim selalu dirindukan oleh pimpinan dan warga Muhammadiyah. “Untuk menjawab antusiasme tersebut, kami menghadirkan narasumber yang benar-benar bintang, di antaranya Rahmawati dari PP Aisyiyah yang juga pakar kebencanaan, Prof. Abdul Mu’ti, Prof. Din Syamsuddin, Prof. Syafiq, Raja Juli Antoni, dan tentu saja Prof. Haedar Nashir,” ungkapnya.

Menurut Prof. Biyanto, tema ekoteologi dipilih karena Indonesia termasuk negara rawan bencana. Berbagai bencana yang terjadi di sejumlah wilayah, seperti Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh pada akhir 2025, menunjukkan pentingnya kesadaran kolektif dalam menjaga keseimbangan alam. “Beragama bukan hanya soal ritual dan hubungan antarmanusia, tetapi juga bagaimana kita bersahabat dengan alam. Memelihara lingkungan adalah bagian penting dari tugas kekhalifahan,” tegasnya.

Dengan persiapan yang telah dilakukan secara matang, Unmuh Jember optimistis mampu menyelenggarakan Kajian Ramadhan PWM Jawa Timur 1447 H secara profesional, tertib, dan berkesan

Jumat, 06 Februari 2026

Gemerlap Grand Final Duta Kampus 5.0 Unmuh Jember, Hotijatul Munauwaroh dan Fikri Haidar Rahmad Tampil sebagai Juara

Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) sukses menggelar Grand Final Duta Kampus 5.0 pada Rabu malam (4/2/2026), bertempat di Aula Ahmad Zainuri Unmuh Jember. Ajang prestisius yang digelar pada malam hari tersebut berlangsung meriah dan penuh antusiasme, dihadiri ratusan penonton yang terdiri dari sivitas akademika, pendukung finalis, serta tamu undangan.

Setelah melalui rangkaian penilaian yang ketat, Hotijatul Munauwaroh, mahasiswa Program Studi Teknik Informatika, berhasil meraih Juara 1 Duta Kampus 5.0 kategori sis. Sementara itu, Fikri Haidar Rahmad, mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan, keluar sebagai Juara 1 kategori bro. Keduanya dinilai mampu merepresentasikan sosok mahasiswa Unmuh Jember yang berprestasi, berkarakter, serta memiliki kemampuan komunikasi dan kepemimpinan yang kuat.

Grand Final Duta Kampus 5.0 merupakan puncak dari proses panjang yang telah diikuti oleh para finalis. Sebelum tampil di malam final, para peserta terlebih dahulu menjalani masa karantina yang dirancang sebagai ruang pembinaan intensif. Karantina ini bertujuan untuk menempa mental, memperluas wawasan, serta membentuk kepribadian finalis sebagai representasi mahasiswa Unmuh Jember.

Selama karantina, para finalis dibekali berbagai materi strategis, mulai dari wawasan kebangsaan dengan menghadirkan pemateri dari Tentara Nasional Indonesia (TNI), pengenalan mendalam tentang profil dan nilai-nilai Universitas Muhammadiyah Jember, hingga penguatan nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan. Selain itu, peserta juga mendapatkan pelatihan mengenai personal branding, etika dan manner, serta penampilan yang baik dan profesional, sebagai bekal mereka menjadi figur publik kampus.

Ketua Panitia Duta Kampus 5.0, Disa Yulistian, S.S, menyampaikan bahwa ajang ini tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga pada proses pembentukan karakter mahasiswa. Menurutnya, Duta Kampus diharapkan mampu menjadi wajah Unmuh Jember yang inspiratif, komunikatif, dan berdaya saing di tingkat lokal maupun nasional.

Malam Grand Final dikemas dengan rangkaian acara yang dinamis, mulai dari opening dance, penampilan finalis, sesi tanya jawab, hingga awarding ceremony. Suasana Aula Ahmad Zainuri semakin semarak dengan tata cahaya dan penampilan pendukung yang memukau, menjadikan Grand Final Duta Kampus 5.0 sebagai salah satu agenda kemahasiswaan paling bergengsi di Unmuh Jember.

Dengan terpilihnya Hotijatul Munauwaroh dan Fikri Haidar Rahmad sebagai Duta Kampus 5.0, Unmuh Jember berharap keduanya dapat menjadi ikon mahasiswa yang berintegritas, berwawasan luas, serta mampu menjadi agen positif dalam memperkenalkan nilai-nilai kampus kepada masyarakat luas.

Minggu, 01 Februari 2026

Yudisium PPG Unmuh Jember Tegaskan Komitmen Mencetak Guru Profesional

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) menyelenggarakan Yudisium Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Angkatan 17 Tahun 2024 pada Sabtu (31/2/2026). Kegiatan ini menjadi penanda resmi berakhirnya proses pendidikan profesi guru bagi para peserta yang telah menempuh seluruh rangkaian pembelajaran.

Yudisium PPG 17 ini diikuti oleh 170 peserta yang hadir secara langsung di Aula Ahmad Zainuri Unmuh Jember. Para peserta tersebut merupakan bagian dari lebih dari seribu guru yang dinyatakan lulus Program PPG secara nasional. Kehadiran ratusan peserta di kampus menjadi wujud peneguhan capaian akademik dan profesional setelah menyelesaikan proses pendidikan profesi.

Ketua Panitia Yudisium PPG 17, Kuni Hikmah Hidayati, M.Pd., menyampaikan bahwa yudisium bukan sekadar agenda akademik rutin, melainkan momen reflektif atas proses panjang yang telah dilalui para peserta.

“Yudisium ini menandai selesainya perjuangan panjang para peserta dalam menempuh pendidikan profesi guru. Kehadiran 170 peserta hari ini menunjukkan komitmen dan kesadaran untuk menutup proses PPG dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pelaksanaan yudisium juga merupakan bentuk layanan akademik dan apresiasi atas kerja keras para peserta dalam meningkatkan kompetensi pedagogik, profesional, dan kepribadian sebagai pendidik.

Sambutan sekaligus pembukaan yudisium disampaikan oleh Dekan FKIP Unmuh Jember, Dr. Fitri Amalia, S.S., M.Pd. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa keberhasilan menyelesaikan PPG harus dimaknai lebih dari sekadar memperoleh sertifikat pendidik.

“Guru profesional tidak hanya diukur dari kelulusan administratif, tetapi dari integritas, karakter, dan komitmennya dalam mendidik. Sertifikat pendidik adalah amanah moral yang harus dijaga dalam praktik pendidikan sehari-hari,” tegasnya.

Rangkaian yudisium dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan, pemanggilan peserta, serta pengambilan sumpah guru. Prosesi ini menjadi simbol pengukuhan tanggung jawab profesional para lulusan PPG dalam menjalankan peran strategis di dunia pendidikan.

Melalui Yudisium PPG 17 ini, FKIP Universitas Muhammadiyah Jember menegaskan komitmennya sebagai lembaga pendidikan tenaga kependidikan dalam mencetak guru profesional, berkarakter, dan siap berkontribusi bagi peningkatan mutu pendidikan di Indonesia.

Connect