POSYANDU: SOLUSI TERPADU UNTUK KESEHATAN BALITA, ANAK, DAN LANSIA
(Gambar 1. Kegiatan
Posyandu Balita, Anak, Dan Lansia Desa Padang)
Padang,
Singojuruh 13 Februari 2025 - Pada hari kamis, tepatnya 13
Februari 2025 di Dusun Krajan, Desa Padang, Kecamatan Singojuruh, Kabupaten
Banyuwangi, telah dilaksanakan kegiatan Posyandu yang bertujuan untuk
memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya balita, anak dan
lansia. Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) telah menjadi salah satu pilar penting
dalam sistem kesehatan masyarakat di Indonesia. Dengan tujuan untuk
meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi balita,
anak, dan lansia, keberadaan posyandu memberikan dampak signifikan dalam upaya
pencegahan penyakit dan promosi kesehatan
Dalam konteks balita dan anak, kegiatan posyandu sangat
penting untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan mereka. Balita yang
mendapatkan perhatian dan perawatan yang baik di posyandu cenderung memiliki
risiko lebih rendah terhadap berbagai penyakit, serta mendapatkan asupan gizi
yang seimbang. Ratusan warga desa padang sangat antusias dalam mengikuti
kegiatan posyandu. Program posyandu ini diadakan 3 kali dalam sebulan,
sasarannya mencangkup semua kalangan usia. Petugas posyandu meliputi kader,
tenaga kesehatan, serta dibantu oleh mahasiswa dan mahasiswi KKN kelompok 16
Universitas Muhammadiyah jember. Kegiatan posyandu ini dibagi dalam 5 meja yang
meliputi.
Meja 1-pendaftaran yang dimana peserta posyandu melakukan
pendaftaran, petugas posyandu mencatat identitas dan kehadiran peserta dalam
buku register. Di meja ini, dilakukan pendaftaran untuk bayi, balita, ibu
hamil, PUS (Pasangan Usia Subur), dan WUS (Wanita Usia Subur). Kader mencatat
identitas peserta yang datang ke Posyandu. Formulir pendaftaran disediakan
untuk mencatat identitas peserta posyandu dan jenis pelayanan yang akan
diterima, kemudian diarahkan pada meja 2.
(Gambar
2. Meja 1 - Pendaftaran)
Meja 2-penimbangan dan pengukuran: di meja 2 kader melakukan
pengukuran tinggi badan, menimbangan berat badan, lingkar perut, lingkar perut,
dan lingkar kepala. Meja 3-pencatatan: petugas mencatat hasil penimbangan dan
pengukuran ke dalam buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak), pengisian KMS atau buku
catatan lainnya. Data ini digunakan untuk pemantauan kesehatan secara kontinu.
(Gambar 3. Meja 2 - Pengukuran dan
Penimbangan)
Meja 4-pelayanan kesehatan: tenaga medis, perawat atau bidan
biasanya bertugas di meja ini untuk melakukan pemeriksaan dasar atau
pemeriksaan fisik, memberikan imunisasi, memberikan pelayanan keluarga
berencana (KB), suplemen zat besi, vitamin A, dan obat cacing. Selanjutnya ada
meja-5: penyuluhan dan konseling, Meja ini memberikan konsultasi kepada peserta
posyandu sesuai kondisi kesehatan masing-masing seperti kesehatan, kebutuhan
gizi, dan perawatan anak. Petugas juga memberikan penyuluhan tentang imunisasi,
pola makan sehat, dan tips kesehatan lainnya.
(Gambar 4. Pemberian Vitamin)
Penyuluhan kesehatan yang diberikan di posyandu juga
mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya gaya hidup sehat, termasuk penerapan
pola makan yang baik, olahraga, serta pengelolaan stres. Dalam era modern yang
serba cepat ini, kesadaran akan kesehatan seringkali terabaikan. Oleh karena
itu, posyandu berperan sebagai wadah untuk mengembalikan fokus masyarakat
kepada pentingnya menjaga kesehatan, baik untuk diri sendiri maupun anggota
keluarga. Selain itu, keberhasilan posyandu juga bergantung pada peran aktif
masyarakat dan dukungan pemerintah setempat.
(Artikel Berita Dibuat Oleh Kelompok 16 KKN Unmuh Jember Desa Padang, Kecamatan Singojuruh, Kabupaten Banyuwangi)