Rabu, 19 Februari 2025

SINERGI MAHASISWA KKN UNMUH JEMBER DAN KADER POSYANDU DALAM PEMBERDAYAAN KESEHATAN BALITA

Gambar 1 Program Posyandu Balita di Dusun Garit, Desa Alasmalang, Kec. Singojuruh, Kab. Jember
Sumber : Divisi PDD KKN Kelompok 8

Singojuruh, Banyuwangi - Posyandu Dusun Garit berkolaborasi dengan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 8 Universitas Muhammadiyah Jember dalam kegiatan Posyandu balita di Dusun Garit, Desa Alasmalang, Kec. Singojuruh, Kab. Banyuwangi (13/2/2025). 

Kegiatan posyandu balita di Dusun Garit meliputi penimbangan bayi, pengukuran tinggi badan, lingkar kepala, lengan dan perut. Selain itu, diberikan vitamin A sebagai upaya preventif terhadap defisiensi vitamin yang dapat mempengaruhi daya tahan dan tumbuh kembang anak. Posyandu Dusun Garit turut serta mengimplementasikan program gizi berupa pemberian makanan tambahan (PMT) untuk balita guna mendukung asupan nutrisi.

Gambar 2 Pemeriksaan pada Balita
Sumber : Divisi PDD KKN Kelompok 8

“Terdapat 39 balita yang terlibat, diantaranya 14 balita laki-laki dan 25 balita perempuan. Kader posyandu yang bertugas berjumlah 8 orang, serta rekan-rekan mahasiswa KKN” ujar Rhenyta Putri selaku selaku koordinator Posyandu.

Kegiatan posyandu rutin dilakukan untuk memantau tumbuh kembang balita serta melakukan deteksi dini terhadap risiko penyimpangan yang terjadi. Harapannya mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember dapat menerapkan keilmuan yaang dimiliki, serta menjadi  agent of change yang positif ditatanan masyarakat melalui kontribusi yang nyata.

(Artikel Berita Dibuat Oleh Kelompok 8 KKN Unmuh Jember)

SEHAT DAN AMAN! MAHASISWA KKN UNMUH JEMBER GELAR SERANGKAIAN SOSIALISASI BAGI SISWA DI SDN 01 ALASMALANG

Gambar 1 Mahasiswa KKN Kelompok 8 Alasmalang melakukan kegiatan screening kepada siswa siswa sekolah dasar
Sumber: Divisi PDD Kelompok 8

Singojuruh, Banyuwangi - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Jember menggelar sosialisasi di SDN 01 Alasmalang, Kec. Singojuruh, Kab. Banyuwangi dengan mengangkat tiga isu penting bagi anak-anak, yaitu penggunaan gadget dengan bijak, bullying serta pemeriksaan gigi dan mulut (15/2/25). Sosialisasi disambut baik oleh tenaga pendidik dan siswa.

Kegiatan ini menyasar siswa kelas 4, 5 dan 6 dengan materi yang disesuaikan berdasarkan kebutuhannya. Siswa kelas 4 berfokus pada screening kesehatan gigi dan mulut, sedangkan siswa kelas 5 dan 6 mendapatkan edukasi mengenai penggunaan gadget dengan bijak serta bahaya bullying. Sosialisasi tersebut bertujuan untuk membentuk kesadaran sejak dini agar siswa dapat menggunakan teknologi secara bertanggung jawab dan menciptakan lingkungan sekolah yang sehat serta aman.

“Memang, (kasus) bullying sering terjadi di sekolah ini, terutama di (tingkatan) kelas atas. Saya harap adanya sosialisasi ini dapat meningkatkan kesadaran siswa dan mengurangi perilaku bullying yang ada di sekolah ini” ujar Kepala Sekolah SD Negeri 01 Alasmalang.

Besar harapan, sosialisasi penggunaan gadget dapat menumbuhkan sikap tanggung jawab dan kesadaran pada siswa terhadap teknologi, sehingga mampu mengolah informasi, menghindari dampak negatif serta memanfaatkan teknologi dengan bijak. Salah satu dampa negatif yang perlu dicegah sejak dini adalah perilaku bullying, termasuk cyber bullying yang relevan dengan kemajuan dan kemudahan teknologi

Sementara itu, screening kesehatan gigi dan mulut menjadi salah satu upaya promotif dan preventif bagi siswa kelas 4 agar lebih peduli terhadap kesehatan gigi sejak dini. Dengan pengetahuan yang lebih baik, diharapkan dapat menjadi kebiasaan dalam menyikat gigi dengan benar dan menjaga kesehatan gigi hingga remaja dan dewasa.

(Artikel Berita Dibuat Oleh Kelompok 8 KKN Unmuh Jember)

UNTUNGNYA MEMILIKI SURAT IZIN BERUSAHA

Banyuwangi, 2025. Surat izin berusaha merupakan jenis surat yang harus dimiliki oleh setiap perusahaan, baik perorangan maupun perusahaan. Dengan adanya surat ini para pelaku usaha diakui secara legal oleh pemerintah. Salah satu daerah yang berada di Banyuwangi yaitu Desa Sumberbaru, Kecamatan Singojuruh memiliki banyak UMKM atau Usaha Mikro Kecil menengah. Jenis usaha yang ada disini pun juga beragam dari jenis makanan hingga kerajinan. Pemerintah desa pun telah membantu para pelaku usaha untuk membuat surat izin berusaha.

Seperti yang telah disampaikan oleh pihak desa yaitu Mufliha, “Pihak desa juga membantu para pelaku usaha yang ada di Desa Sumberbaru untuk membuat surat izin berusaha atau SIUP mbak”. Namun, pihak desa mengatakan bahwa tidak semua pelaku usaha mereka bantu untuk membuatkan surat izin berusaha. Mufliha pun mengatakan bahwa pihak desa hanya berfokus pada pelaku usaha yang memiliki usaha dalam bidang kerajinan Pande Besi.

Sejalan dengan tema KKN Gelombang 1 yaitu memajukan UMKM pasca pandemi Covid-19, kami dari kelompok KKN 15 membantu para pelaku usaha untuk membuat surat izin berusaha. Telah terdapat beberapa UMKM yang telah kami bantu untuk membuat surat izin berusaha. Seperti usaha kerupuk atau usaha sayur mayur yang ada di Desa Sumberbaru.

Keuntungan yang didapatkan oleh para pelaku usaha sangat membantu mereka dalam mengembangkan produknya. Seperti yang dikatakan oleh salah satu pemilik UMKM Pertanian Hidroponik Pak Taufik. Dimana Pak Taufik merupakan pelaku usaha yang telah lama memiliki Surat Izin Berusaha. Pak Taufik mengatakan bahwa dirinya mendapatkan bantuan dana dari salah satu Bank yang ada untuk mengembangkan produknya.

(Artikel Berita Dibuat Oleh Kelompok 15 KKN Unmuh Jember)

Antusias Masyarakat dalam Sosialisasi Pendaftaran NIB Desa Jambewangi

Jambewangi, Banyuwangi - Menggelar sosialisasi terkait Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi pelaku UMKM di Desa Jambewangi, Jum’at, 14 Februari 2025 di GOR Agung Mulyo Dusun Krajan, Desa Jambewangi. Terdapat 25 pelaku UMKM memanfaatkan kesempatan dengan mendaftarkan usaha mereka pada saat sosialisasi tersebut.

Hal ini, bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya memiliki NIB sebagai legalitas usaha yang resmi. Pada sosialisasi ini, digelar oleh mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember yang tidak hanya memberikan pemaparan mengenai manfaat dan prosedur pendaftaran NIB, tetapi secara langsung membantu para pelaku UMKM desa Jambewangi dalam proses pembuatannya.

Mahasiswa KKN membantu mereka dalam menginput data ke sistem Online Single Submission (OSS). Dengan adanya sistem tersebut, proses pendaftaran menjadi lebih mudah dan efisien bagi pelaku UMKM. Mahasiswa KKN memaparkan bahwa hal ini dilakukan untuk mendukung pengembangan UMKM di Desa Jambewangi agar memiliki akses yang lebih luas dalam berbagai program pemerintah.

“Kami ingin membantu pelaku UMKM di sini agar memiliki legalitas yang sah, sehingga mereka bisa berkembang, seperti kemudahan akses permodalan serta pelatihan usaha dari pemerintah,” ujar mahasiswa. Setelah proses pendaftaran selesai, NIB yang sudah terbit akan langsung diserahkan masing-masing pelaku UMKM. Kepala Desa Jambewangi mengapresiasi upaya mahasiswa KKN dalam membantu masyarakat memahami pentingnya legalitas usaha.

“Kami sangat berterima kasih kepada mahasiswa yang telah membantu pelaku UMKM dalam mengurus NIB. Semoga ke depannya semakin banyak masyarakat yang sadar akan pentingnya memiliki izin usaha resmi,” ujar kepala desa. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat terus mendorong pertumbuhan UMKM di Desa Jambewangi agar lebih maju dan memiliki daya saing yang kuat di pasar yang kompetitif. 

(Artikel Berita Dibuat Oleh Kelompok 3 KKN Unmuh Jember)

Tak Cukup Hanya Produksi, KKN Tegalarum Ingatkan Pentingnya NIB dan Halal untuk UMKM Lewat Metode Door to Door


Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Jember Kelompok 01 Desa Tegalarum gencar mengedukasi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tentang pentingnya memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikasi halal. Menggunakan metode door to door, mereka mendatangi langsung rumah-rumah pelaku UMKM untuk memberikan pemahaman serta pendampingan mengenai legalitas usaha dan jaminan kehalalan produk. Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 14 hingga 15 Februari 2025. 

Metode ini dipilih karena rendahnya kesadaran masyarakat setempat terkait pentingnya NIB dan sertifikasi halal. “Banyak pelaku UMKM yang fokus pada produksi dan pemasaran, namun belum menyadari pentingnya legalitas usaha,” ujar perangkat desa Tegalarum yang menaungi UMKM, Robi.

Selain itu, sertifikasi halal dianggap penting untuk memperluas pasar, terutama di kalangan konsumen muslim. Namun, informasi mengenai prosedur pengajuan sertifikasi ini masih minim di kalangan pelaku UMKM Desa Tegalarum.

Melalui pendekatan door to door, kelompok 01 KKN Universitas Muhammadiyah Jember tidak hanya menyampaikan materi secara langsung, tetapi juga memberikan pendampingan pengisian formulir NIB, langkah-langkah pengajuan sertifikasi halal, hingga penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB). Harapannya, para pelaku UMKM dapat segera mengurus legalitas dan sertifikasi produk mereka.

Program ini mendapat sambutan positif dari warga setempat. Salah satu pelaku UMKM, Mesiyati, mengaku baru menyadari pentingnya NIB untuk memperluas jangkauan pemasaran. “Ternyata NIB tidak hanya soal legalitas, tapi juga bisa membantu usaha kami lebih dipercaya konsumen,” ungkapnya.

Dengan adanya program ini, diharapkan semakin banyak UMKM di Desa Tegalarum yang memiliki NIB dan sertifikasi halal, sehingga usaha mereka dapat berkembang lebih pesat dan terpercaya.

 

 (Artikel Berita Dibuat Oleh Kelompok 1 KKN Unmuh Jember)

MAHASISWA KKN DESA GUMIRIH MEMBUAT POSYANDU SEMAKIN HIDUP


Banyuwangi, 12 Februari 2025, telah dilaksanakan posyandu balita di Dusun Kumbo, Desa Gumirih, Kecamatan Singojuruh. Tim KKN (Kuliah Kerja Nyata) Kelompok 17 Universitas Muhammadiyah Jember turut serta membantu berjalannya kegiatan posyandu balita di Posyandu Melati 2 BKB Mawar 2. Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) Merupakan cara pemerintah untuk memudahkan masyarakat dalam mendapatkan pelayanan kesehatan ibu dan anak.

 Tujuan utama posyandu adalah untuk menekan angka terjadinya stunting pada anak sera pemantauan status gizi pada anak. Terdapat beberapa kegiatan posyandu yang dilakukan oleh kader posyandu Dusun Kumbo bersama mahasiswa KKN kelompok 17 seperti pemberian vitamin A pada anak, pengukuran tinggi badan, penimbangan berat badan, konsultasi ibu terkait gizi anak yang menyentuh grafik garis merah bawah pada KMS ( Kartu Menuju Sehat ).

Kegiatan posyandu ini dapat menjadi salah satu pilihan pelayanan kesehatan terdekat di masyarakat terutama untuk ibu hamil, balita dan ibu menyusui. Mengikuti posyandu dapat memberikan akses kepada berbagai informasi, seperti pencegahan stunting, pemenuhan gizi anak, serta pencegahan penyakit pada anak. Selain itu, kegiatan posyandu bertujuan untuk memantau perkembangan anak berdasarkan Kartu Menuju Sehat (KMS).

Posyandu juga menyediakan layanan seperti imunisasi bagi balita, pemeriksaan kesehatan untuk mendeteksi kelainan pada anak, serta pemantauan kondisi ibu hamil. Mahasiswa KKN turut aktif dalam kegiatan posyandu di Dusun Kumbo dengan berpartisipasi dalam berbagai macam kegiatan yang ada. Selain itu, mahasiswa saling berinteraksi dengan masyarakat, membantu penyusunan laporan kegiatan, serta mengajak warga untuk lebih peduli terhadap kesehatan keluarga. Hal ini dilakukan untuk membantu petugas posyandu dalam memantau pertumbuhan anak di Dusun Kumbo serta memberikan intervensi dini jika ditemukan kasus stunting.

(Artikel Berita Dibuat Oleh Kelompok 17 KKN Unmuh Jember)

UMKM STAMP BATIK SUPARNO: MENGUKIR KEINDAHAN BATIK SEJAK 1987

(Gambar 1. Proses Pembuatan Stamp Batik)

Padang, Singojuruh 15 Februari 2025 - Di tengah perkembangan industri kreatif, UMKM Stamp Batik Suparno yang didirikan oleh Suparno sejak 1987 terus bertahan dan berkembang. Pengrajin stamp batik ini telah membawa perubahan signifikan bagi Desa Padang, menciptakan batik khas yang menjadi identitas desa dan menjadikannya unik di antara desa-desa lain.

Batik yang dihasilkan, bernama Batik Kembang Padang, tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga melestarikan budaya batik Indonesia. Dengan modal awal Rp 1.500.000, Suparno berhasil menghasilkan karya seni yang berharga.

Stamp Batik Suparno menawarkan dua model utama: motif pakem dan ceplukan. Proses pembuatan memerlukan modal Rp 700.000 untuk model pakem dan Rp 300.000 untuk model ceplukan. Kedua jenis stamp menggunakan bahan dasar tembaga dan teknik manual, dengan pola digambar di kertas layangan untuk memastikan presisi.

(Gambar 2. Stamp Batik Cap)

Waktu pembuatan stamp bervariasi; pola sederhana bisa diselesaikan dalam tiga hari, sedangkan pola rumit memerlukan waktu hingga delapan hari. Untuk mendukung legalitas usaha, mahasiswa dari berbagai universitas membantu pengrajin dalam pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB). Ini bertujuan mempermudah pengrajin mendapatkan izin usaha, meningkatkan daya saing, dan memperluas akses pasar.

Kepala Desa H. Moh. In’amlatif, MM, juga memberikan dukungan pasca-pandemi, menyediakan stan usaha dan dana untuk membantu UMKM bangkit kembali. Dengan adanya NIB, pengrajin diharapkan dapat mengembangkan usaha dan menjangkau lebih banyak pelanggan.

Kegiatan ini mencerminkan komitmen mahasiswa dalam pengembangan UMKM dan pelestarian budaya batik Indonesia, khususnya di Desa Padang, Singojuruh. Dengan dedikasi lebih dari tiga dekade, UMKM Stamp Batik Suparno berkontribusi pada perekonomian lokal dan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk mencintai seni batik.

 

(Artikel Berita Dibuat Oleh Kelompok 16 KKN Unmuh Jember Desa Padang, Kecamatan Singojuruh, Kabupaten Banyuwangi) 

Connect