Jihad Ekonomi Muhammadiyah, Dimulai Dari Mendorong Kebangkitan UMKM
Lembaga Pengembang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Pimpinan Pusat Muhammadiyah menggelar sosialisasi bertema pada Selasa (31/12/2024) di Ruang Rapat Gedung A Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember). Acara ini menghadirkan Dr. Mukhaer Pakkanna, S.E., M.M., Wakil Ketua 1 MEBP PP Muhammadiyah, yang menyampaikan misi organisasi dalam membangun ekonomi berbasis kemandirian dan pemberdayaan masyarakat melalui berbagai inisiatif strategis.
Dalam paparannya, Dr. Mukhaer mengungkapkan tiga langkah
utama yang menjadi fokus gerakan ekonomi Muhammadiyah, yaitu pendirian bank,
pengembangan ritel, dan pemberdayaan sektor riil, seperti emas dan kopi.
Menurutnya, pendirian Bank Muhammadiyah menjadi salah satu amanah muktamar yang
harus segera direalisasikan untuk mendukung ekosistem keuangan yang berbasis
syariah. Selain itu, sektor ritel seperti Suryamart di Ponorogo diharapkan
dapat direplikasi secara nasional untuk memperkuat jaringan distribusi produk-produk
UMKM.
Sementara itu, Sutrisno Lukito Disastro, salah satu
narasumber, menyoroti pentingnya mengubah pola pikir masyarakat dari mental
"pekerja" menjadi mental pengusaha. Ia menekankan bahwa warung-warung
tradisional kini terancam oleh dominasi e-commerce dan jaringan ritel modern.
Untuk itu, ia mengusulkan pembentukan Distribution Center (DC) di berbagai
wilayah, dimulai dari Jember, sebagai solusi untuk meningkatkan daya saing UMKM
lokal. DC ini akan menjadi penghubung langsung antara produsen dengan warung
tradisional, sehingga mampu menawarkan harga kompetitif.
Selain pendirian DC, Muhammadiyah juga akan menyediakan
pelatihan, pendampingan, serta teknologi untuk membangun sistem bisnis yang
modern dan efisien. Sutrisno juga menjanjikan potensi balik modal bagi para
pelaku usaha dalam waktu maksimal dua tahun dengan menerapkan etos kerja yang
disiplin dan sistem distribusi yang terorganisir.
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mendorong
jihad ekonomi Muhammadiyah sebagai gerakan nyata yang mampu menghidupkan sektor
riil dan memperkuat kemandirian ekonomi umat, khususnya di Jember. Dengan
semangat kolaborasi, Muhammadiyah optimis dapat menciptakan perubahan
signifikan dalam peta ekonomi Indonesia.
Tags : Berita
Posting Komentar