Senin, 19 Oktober 2026

Kolaborasi KKN Unmuh Jember dan PPT Bunda Kasih, Perkuat Edukasi Pencegahan TBC


Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember, menggelar kegiatan parenting bertema Stop TBC pada Anak di PPT Bunda Kasih, Kelurahan Pacarkembang, Kecamatan Tambaksari, Kota Surabaya, Rabu (14/10/2026).

Kegiatan ini menghadirkan Firdaus Ali, narasumber dari PRTB Konsorsium Komunitas Penabulu-STPI, untuk memberikan edukasi mengenai pencegahan dan penanggulangan tuberkulosis (TBC) pada anak. Kegiatan mengusung tema “Stop TBC pada Anak, Lindungi Anak Sejak Dini, Wujudkan Generasi Sehat Berkualitas” sebagai upaya meningkatkan kesadaran orang tua terhadap pentingnya menjaga kesehatan anak sejak usia dini.

Parenting ini diikuti oleh wali murid, kepala sekolah, Ketua PKK RW 03, serta anggota masyarakat sekitar. Melalui kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai penularan TBC, gejala yang perlu diwaspadai, serta pentingnya pemeriksaan di fasilitas pelayanan kesehatan apabila anak menunjukkan tanda-tanda yang mengarah pada penyakit tersebut.

Kepala sekolah dan Ketua PKK RW 03 turut mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ini. Edukasi kesehatan dinilai penting, khususnya bagi para orang tua dan ibu rumah tangga, agar lebih waspada terhadap risiko TBC pada anak serta memahami langkah yang perlu dilakukan untuk mencegah dan menangani penyakit tersebut.


TBC merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini paling sering menyerang paru-paru dan dapat menular melalui udara. Pada anak, TBC perlu mendapat perhatian khusus karena infeksi yang tidak terdeteksi dan ditangani dengan tepat dapat menimbulkan dampak serius bagi kesehatan serta tumbuh kembangnya.

Dalam kegiatan tersebut, orang tua diingatkan untuk mewaspadai sejumlah gejala yang dapat mengarah pada TBC, di antaranya berat badan anak yang tidak mengalami kenaikan dalam dua bulan terakhir meskipun telah mendapatkan asupan gizi yang baik, demam selama lebih dari dua minggu, serta batuk lebih dari dua minggu meskipun telah diberikan antibiotik.

Apabila anak mengalami gejala tersebut, orang tua dianjurkan segera membawa anak ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. Pengenalan gejala sejak dini menjadi salah satu langkah penting agar anak memperoleh penanganan yang sesuai.

Kolaborasi antara mahasiswa KKN UnmuhJember, PPT Bunda Kasih, dan PRTB Konsorsium Komunitas Penabulu-STPI ini diharapkan dapat memperkuat edukasi kesehatan di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat. Keterlibatan orang tua menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan TBC, terutama melalui perhatian terhadap kondisi kesehatan anak dan akses terhadap layanan kesehatan.

Melalui kegiatan parenting ini, kesadaran masyarakat di Kelurahan Pacarkembang, Surabaya, mengenai pencegahan TBC pada anak diharapkan semakin meningkat. Edukasi yang berkelanjutan dan kolaborasi berbagai pihak diharapkan dapat mendukung terciptanya lingkungan yang lebih sehat serta menunjang tumbuh kembang anak secara optimal.

Rabu, 07 Oktober 2026

BIJAR Hadir di Unmuh Jember, Mahasiswa Diajak Kenali Peran BI Jaga Stabilitas Ekonomi dan Hadapi Ekonomi Digital


Bank Indonesia (BI) melalui Kantor Perwakilan (KPw) BI Jember kembali menghadirkan program Bank Indonesia Jember Mengajar (BIJAR) di Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember. Kegiatan yang mengusung tema “The Guardians of Stability: Peran Bank Indonesia dan Kontribusi Gen Z dalam Ekosistem Ekonomi Digital” tersebut digelar di Unmuh Jember, Rabu (7/10/2026), berkolaborasi dengan Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Unmuh Jember.

Kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memahami lebih jauh peran bank sentral dalam menjaga stabilitas ekonomi sekaligus melihat peluang dan tantangan generasi Z dalam perkembangan ekonomi digital.

Dalam sambutannya, Ketua Program Studi Agribisnis Unmuh Jember, Fefi Nurdiana W, S.P., M.P., menyampaikan bahwa pemahaman mahasiswa Agribisnis tidak cukup hanya berkutat pada sektor pertanian dan kewirausahaan. Menurutnya, mahasiswa juga perlu memahami berbagai faktor yang memengaruhi perekonomian, termasuk inflasi dan sistem pembayaran.

“Ketika berbicara agribisnis, pikiran selalu ke perkebunan dan lain sebagainya. Hari ini mahasiswa tidak cukup hanya menjadi entrepreneurship, tetapi juga harus paham bagaimana inflasi dijaga oleh BI dan bagaimana Gen Z bisa menjadi pemain utama, bukan hanya penonton dalam ekonomi digital,” ujarnya.


Ia menambahkan, perkembangan teknologi dan ekonomi digital membuka peluang yang semakin luas bagi generasi muda, termasuk mahasiswa Agribisnis. Ke depan, pelaku usaha dapat memasarkan produknya secara mandiri hingga menjangkau pasar ekspor-impor tanpa sepenuhnya bergantung pada jalur pemasaran konvensional.

“Gen Z kalian akan menjual mandiri atau ekspor-impor, tidak lagi lewat tengkulak,” tambahnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia atas kolaborasi yang terjalin dalam bidang pendidikan. Menurutnya, kehadiran BI melalui program BIJAR menjadi sebuah kehormatan sekaligus kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh wawasan langsung mengenai kebanksentralan.

Sementara itu, materi utama disampaikan oleh Moh Zuni Ristiyanto, Kepala Unit Implementasi Pengelolaan Uang Rupiah KPw BI Jember. Dalam pemaparannya bertajuk “Peran dan Eksistensi Bank Sentral dalam Menjaga Stabilitas Ekonomi melalui Pengendalian Inflasi serta Inovasi dan Efisiensi Sistem Pembayaran”, ia menjelaskan posisi dan fungsi Bank Indonesia dalam perekonomian nasional.

Zuni menjelaskan bahwa berdasarkan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK), Bank Indonesia memiliki tujuan untuk mencapai stabilitas nilai Rupiah, memelihara stabilitas sistem pembayaran, serta turut menjaga stabilitas sistem keuangan guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.



Ia menggambarkan bank sentral sebagai lembaga yang berperan mengatur pasokan uang dan memastikan uang dapat beredar hingga ke masyarakat. Peran tersebut berjalan bersama fungsi BI dalam kebijakan moneter, makroprudensial, sistem pembayaran, serta pengelolaan Rupiah.

Salah satu pembahasan yang mendapat perhatian adalah pengendalian inflasi. Zuni menjelaskan bahwa inflasi secara sederhana merupakan kenaikan harga secara umum dan terus-menerus dalam jangka waktu tertentu. Pengendalian inflasi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan otoritas, tetapi juga membutuhkan peran masyarakat melalui perilaku ekonomi yang bijak.

Dalam konteks tersebut, masyarakat dapat berkontribusi melalui sejumlah langkah sederhana, seperti berbelanja sesuai kebutuhan, memanfaatkan lahan untuk urban farming, serta ikut menyosialisasikan perilaku belanja bijak kepada lingkungan sekitar, termasuk melalui media sosial.

Selain inflasi, mahasiswa juga mendapatkan pemahaman mengenai perkembangan sistem pembayaran. Zuni menjelaskan bahwa sistem pembayaran terus mengalami evolusi seiring perkembangan teknologi, model bisnis, preferensi masyarakat, dan kebijakan otoritas. Sistem pembayaran mencakup seperangkat aturan, lembaga, dan mekanisme yang digunakan dalam proses pemindahan dana untuk memenuhi kewajiban dari suatu kegiatan ekonomi.

Menurut materi yang disampaikan, ekosistem sistem pembayaran terdiri atas instrumen pembayaran, infrastruktur, lembaga, serta aturan dan tata kelola. Perkembangan sistem pembayaran tersebut diharapkan mampu mendukung transaksi yang cepat, mudah, murah, aman, dan andal, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi serta menjaga stabilitas sistem keuangan.


Dalam kaitannya dengan generasi Z, pemahaman terhadap sistem pembayaran digital menjadi semakin penting. Mahasiswa sebagai generasi yang dekat dengan teknologi tidak hanya ditempatkan sebagai pengguna, tetapi juga memiliki peluang untuk menjadi pelaku utama dalam ekosistem ekonomi digital.

Pembahasan turut mencakup pengelolaan Rupiah oleh Bank Indonesia, mulai dari perencanaan, pencetakan, pengeluaran, pengedaran, pencabutan dan penarikan, hingga pemusnahan Rupiah. BI juga memiliki kewenangan dalam mengatur pengedaran Rupiah sesuai dengan kebutuhan jumlah uang beredar.


Melalui BIJAR, mahasiswa Unmuh Jember diharapkan tidak hanya memahami konsep kebanksentralan, tetapi juga mampu melihat keterkaitan antara stabilitas ekonomi, perkembangan sistem pembayaran, kewirausahaan, dan peluang ekonomi digital.

Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat kolaborasi antara Bank Indonesia dan perguruan tinggi dalam meningkatkan literasi ekonomi dan kebanksentralan di kalangan generasi muda, khususnya mahasiswa sebagai calon pelaku ekonomi di masa mendatang.

Minggu, 04 Oktober 2026

FIKES Unmuh Jember Perkuat SDM Kesehatan, 160 Lulusan Siap Terjun ke Masyarakat


Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Jember terus memperkuat kualitas sumber daya manusia sekaligus menyiapkan lulusan yang kompeten untuk menjawab kebutuhan sektor kesehatan. Komitmen tersebut menjadi bagian penting dalam pelaksanaan pendidikan di FIKES, termasuk dalam menyiapkan 114 lulusan Ners dan 46 lulusan Ahli Madya Keperawatan.

Para lulusan telah melalui berbagai tahapan pembelajaran, praktik klinik, hingga uji kompetensi sebelum dinyatakan siap memasuki dunia profesional. Pengalaman praktik klinik juga dilakukan di berbagai fasilitas kesehatan, di antaranya RSUD Dr. Soebandi dan RSUD Dr. H. Koesnadi Bondowoso.

Proses tersebut menjadi bagian dari upaya FIKES memastikan lulusan tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga pengalaman praktis yang dibutuhkan ketika memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Di sisi lain, penguatan kualitas pendidikan terus dilakukan melalui pengembangan sumber daya manusia di lingkungan fakultas. FIKES mendorong para dosen untuk melanjutkan pendidikan hingga jenjang doktoral sekaligus meningkatkan jabatan fungsional.

Kiprah akademik dan profesional para dosen juga diperkuat melalui keterlibatan dalam berbagai organisasi profesi, di antaranya AIPNI, AIPNEMA, dan PPNI. Sejumlah dosen bahkan turut berperan sebagai asesor dan surveyor dalam proses akreditasi nasional melalui LARSI.


Penguatan SDM tersebut menjadi bagian dari komitmen FIKES untuk membangun ekosistem pendidikan kesehatan yang semakin berkualitas. Pendidikan tidak hanya diarahkan pada pencapaian akademik mahasiswa, tetapi juga pada penguatan kompetensi dan profesionalisme seluruh sivitas akademika.

Komitmen Universitas Muhammadiyah Jember terhadap sektor kesehatan juga mendapat dukungan dari pengembangan fasilitas dan institusi kesehatan. Dalam sambutannya, Rektor Universitas Muhammadiyah Jember Dr. Hanafi menegaskan bahwa kehadiran Rumah Sakit Umum Universitas Muhammadiyah Jember menjadi bagian dari komitmen universitas dalam mendukung pelayanan kesehatan masyarakat.

Rumah sakit tersebut tidak hanya menjadi sarana pelayanan kesehatan, tetapi juga diharapkan menjadi ruang pengabdian dan pengembangan kompetensi bagi lulusan bidang kesehatan.

Komitmen tersebut ke depan juga akan diperkuat melalui rencana strategis Universitas Muhammadiyah Jember untuk membuka Program Studi Kedokteran.

Dengan penguatan kualitas dosen, pengalaman klinik mahasiswa, dukungan fasilitas kesehatan, hingga pengembangan program pendidikan baru, Universitas Muhammadiyah Jember terus membangun ekosistem pendidikan kesehatan yang terintegrasi.

Sebanyak 160 lulusan FIKES, yang terdiri dari 114 lulusan Ners dan 46 Ahli Madya Keperawatan, kini membawa bekal ilmu dan pengalaman untuk memasuki ruang pengabdian yang lebih luas. Mereka diharapkan mampu menjalankan profesinya dengan kompetensi, integritas, serta semangat memberikan pelayanan kesehatan yang bermanfaat bagi masyarakat.

 

Jumat, 02 Oktober 2026

Milad ke-26, Fakultas Psikologi Unmuh Jember Tegaskan Komitmen Eksplorasi Psikologi Berbasis Keislaman dan Budaya Lokal

Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember memperingati Milad ke-26 dengan mengusung tema “Pandalungan Heritage: Psikologi Unmuh Jember Bangga Menjadi Mahasiswa Psikologi Unmuh Jember.” Tema tersebut menjadi momentum untuk menegaskan identitas Fakultas Psikologi dalam mengembangkan keilmuan psikologi yang berpijak pada nilai-nilai keislaman sekaligus mencermati budaya lokal.

Pada kegiatan yang digelar Jum'at (02/10) itu, Wakil Dekan Fakultas Psikologi Unmuh Jember, Istiqomah, S.Psi., M.Si., mengatakan bahwa tema yang diangkat dalam Milad ke-26 selaras dengan visi dan misi fakultas, khususnya dalam mengeksplorasi ilmu psikologi berdasarkan nilai-nilai keislaman serta memahami dinamika budaya lokal.

Menurutnya, keberadaan Fakultas Psikologi Unmuh Jember selama 26 tahun tidak hanya berorientasi pada pengembangan pendidikan di lingkungan kampus, tetapi juga diwujudkan melalui kontribusi kepada masyarakat.

Salah satunya dilakukan melalui Pusat Pengembangan Psikologi & Layanan Masyarakat (P3LM). Pusat layanan tersebut telah menjalin kerja sama dengan berbagai instansi yang berkaitan dengan bidang psikologi, termasuk dalam pendampingan di bidang pendidikan dan sosial.

“Selama 26 tahun ini, Psikologi Unmuh Jember sudah melakukan pengabdian melalui P3LM yang telah menjalin kerja sama dengan berbagai instansi, terutama dalam pendampingan di bidang pendidikan dan sosial,” ujar Istiqomah.

Selain memperkuat jejaring dengan masyarakat dan instansi, Fakultas Psikologi Unmuh Jember juga aktif dalam berbagai asosiasi pendidikan tinggi psikologi. Fakultas tersebut tergabung dalam Asosiasi Penyelenggara Pendidikan Tinggi Psikologi Indonesia (AP2TPI) serta Asosiasi Psikologi Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (APSIPTMA).

Keterlibatan tersebut menjadi ruang bagi Fakultas Psikologi Unmuh Jember untuk memperluas kolaborasi, baik dalam pertukaran budaya maupun berbagai kompetisi di tingkat perguruan tinggi.

Beliau menyebut salah satu tantangan yang masih dihadapi Fakultas Psikologi Unmuh Jember adalah mengenalkan keberadaan dan peran psikologi kepada masyarakat secara lebih luas. Namun, tantangan tersebut tidak dipandang sebagai beban, melainkan sebagai bagian dari hal yang perlu diselesaikan secara berkelanjutan.

Ke depan, Fakultas Psikologi Unmuh Jember akan lebih menekankan pendekatan yang bersifat preventif dan pemberdayaan masyarakat, terutama melalui penguatan pendampingan terhadap kelompok maupun komunitas.

“Untuk ke depannya akan lebih menekankan pada hal yang sifatnya preventif, pemberdayaan kepada kelompok atau komunitas dengan menguatkan pendampingan kepada kelompok-kelompok,” jelasnya.

Ia berharap, bertambahnya usia Fakultas Psikologi Unmuh Jember dapat berjalan beriringan dengan semakin luasnya manfaat yang diberikan kepada masyarakat.

“Harapannya, Psikologi Unmuh Jember ini akan terus memberikan dampak kepada masyarakat luas seiring dengan bertambahnya usia Fakultas Psikologi,” pungkasnya.

Rabu, 30 September 2026

RUU Perampasan Aset Jadi Sorotan, BEM FH Unmuh Jember Gelar Diskusi Publik

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember menggelar Diskusi Publik dengan mengangkat tema “RUU Perampasan Aset di Tengah Polemik: Antara Pemberantasan Korupsi, Keadilan Hukum, dan Potensi Penyalahgunaan Kekuasaan, Bagaimana Mahasiswa Mengawal”, Selasa, 29 September 2026.

Kegiatan yang berlangsung secara luring di Lapangan Basket Unmuh Jember tersebut dilaksanakan mulai pukul 18.30 hingga 22.00 WIB. Diskusi diikuti mahasiswa, khususnya mahasiswa tahun pertama, serta peserta undangan lainnya.

Diskusi publik tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang, yakni Direktur PAR Alternatif Andi Saputra, S.H., M.H.; Kepala Kepolisian Resor Jember AKP Aladdin, S.H., S.I.K., M.H.; Kepala Kejaksaan Negeri Jember Dr. Yadyn, S.H., M.H.; serta Dekan Fakultas Hukum Unmuh Jember Ahmad Suryono, S.H., M.H.

Forum tersebut menjadi ruang pertukaran gagasan mengenai Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset. Pembahasan diarahkan pada sejumlah aspek, mulai dari pemberantasan korupsi, keadilan hukum, hingga potensi penyalahgunaan kekuasaan dalam penerapannya.

Selain membahas substansi RUU Perampasan Aset, kegiatan ini juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan terkait isu hukum dan kebijakan publik. Mahasiswa didorong untuk menyampaikan pandangan secara kritis dan bertanggung jawab serta memahami peran mereka dalam mengawal kebijakan publik dan proses pembentukan peraturan perundang-undangan.

Melalui diskusi tersebut, BEM Fakultas Hukum Unmuh Jember menghadirkan ruang dialog yang mempertemukan mahasiswa dengan praktisi maupun akademisi untuk membahas isu hukum yang tengah menjadi perhatian.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memberikan ruang kepada mahasiswa untuk terlibat dalam diskusi publik serta meningkatkan pemahaman terhadap proses pembentukan dan pengawalan kebijakan hukum.

Minggu, 27 September 2026

Wisuda ke-55 Unmuh Jember Kukuhkan 986 Lulusan, Prodi Baru hingga Pesan Rektor Warnai Dua Hari Prosesi


Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember mengukuhkan sebanyak 986 lulusan dalam Rapat Terbuka Senat Wisuda ke-55 jenjang Magister (S2), Sarjana (S1), dan Ahli Madya (D3) Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026. Prosesi wisuda digelar selama dua hari, Sabtu–Minggu (26–27/9/2026), di Aula Ahmad Zainuri Unmuh Jember.

Wisuda ke-55 ini tidak hanya menjadi momentum pengukuhan ratusan lulusan, tetapi juga menandai perkembangan Unmuh Jember dalam memperluas dan mengembangkan program pendidikan. Program studi baru menjadi bagian dari perkembangan tersebut, seiring dengan upaya universitas menjawab kebutuhan pendidikan tinggi dan dinamika dunia profesional.

Keberadaan program studi baru tersebut menjadi salah satu bagian dari perjalanan Unmuh Jember dalam memperkuat layanan pendidikan. Hal ini berjalan beriringan dengan berbagai capaian institusi, termasuk akreditasi unggul pada 18 program studi yang disampaikan dalam rangkaian sambutan Rektor.

Selain perkembangan program studi, Unmuh Jember juga tengah mempersiapkan pembukaan Fakultas Kedokteran pada tahun mendatang. Pengembangan tersebut menjadi bagian dari langkah universitas dalam memperluas bidang keilmuan sekaligus meningkatkan kontribusi perguruan tinggi bagi masyarakat.

Pada hari pertama, Sabtu (26/9/2026), sebanyak 551 wisudawan mengikuti prosesi pengukuhan. Rangkaian wisuda kemudian dilanjutkan pada Minggu (27/9/2026) hingga seluruh 986 lulusan resmi dikukuhkan sebagai alumni Unmuh Jember.

Prosesi dipimpin langsung oleh Rektor Unmuh Jember, Dr. Hanafi, M.Pd., serta dihadiri jajaran senat, pimpinan Muhammadiyah, mitra universitas, orang tua, dan keluarga wisudawan.

Rangkaian acara berlangsung khidmat, mulai dari pembacaan keputusan rektor, pengukuhan wisudawan, pemberian penghargaan kepada lulusan berprestasi, hingga penyerahan alumni kepada Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Muhammadiyah Jember.


Di balik prosesi pengukuhan, Rektor Unmuh Jember menyampaikan pesan kepada para lulusan agar tidak memandang wisuda sebagai akhir dari perjalanan pendidikan.

Ia menekankan pentingnya konsep long life education atau pendidikan sepanjang hayat. Menurutnya, setelah meninggalkan bangku perguruan tinggi, para lulusan justru akan menghadapi berbagai persoalan dan tantangan kehidupan yang sesungguhnya di tengah masyarakat.

Karena itu, pengalaman selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi perlu menjadi bekal untuk terus belajar. Para alumni diharapkan mampu menjadikan pengalaman, lingkungan, dan persoalan yang mereka hadapi sebagai bagian dari proses pembelajaran sepanjang kehidupan.

Rektor juga menekankan pentingnya ilmu pengetahuan sebagai bekal dalam menjalani kehidupan. Mengacu pada nilai-nilai agama, ilmu dipandang sebagai salah satu kunci untuk meraih derajat yang tinggi, kesuksesan di dunia, sekaligus kebahagiaan di akhirat.

Namun, ilmu menurutnya perlu berjalan bersama integritas. Para lulusan diharapkan tidak hanya memiliki kompetensi akademik dan profesional, tetapi juga mampu menjaga nilai moral dalam setiap peran yang dijalankan.

Nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) juga diharapkan tetap menjadi bagian dari karakter alumni. Nilai tersebut tidak berhenti sebagai materi selama perkuliahan, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan profesional, sosial, maupun ketika mengambil keputusan di tengah masyarakat.

Pesan lain yang ditekankan dalam sambutan Rektor adalah pentingnya menghadirkan kebermanfaatan setelah menjadi alumni.

Para lulusan didorong untuk tidak hanya mengejar keberhasilan secara personal, tetapi juga mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat dan lingkungan di sekitarnya.

Semangat tersebut sejalan dengan nilai Muhammadiyah yang mengedepankan kebermanfaatan dan semangat rahmatan lil alamin. Para alumni diharapkan dapat membawa nilai tersebut dalam setiap ruang pengabdian, baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional.

Dengan demikian, keberhasilan seorang alumni tidak semata-mata diukur dari jabatan atau pekerjaan yang diperoleh, tetapi juga dari sejauh mana ilmu, kompetensi, dan pengalaman yang dimiliki mampu memberikan manfaat bagi orang lain.

Usai dikukuhkan, para wisudawan secara resmi diserahkan kepada IKA Unmuh Jember. Prosesi tersebut menjadi simbol bahwa hubungan antara lulusan dan almamater tidak berakhir setelah mereka meninggalkan kampus.

Sebanyak 986 lulusan Wisuda ke-55 kini menjadi bagian dari keluarga besar alumni Unmuh Jember. Mereka membawa ilmu, pengalaman, serta nilai-nilai yang diperoleh selama menjalani proses pendidikan untuk memasuki ruang pengabdian yang lebih luas.

 

Kamis, 24 September 2026

Yudisium FKIP Unmuh Jember 2026: Menguatkan Langkah Lulusan untuk Belajar, Bertumbuh, dan Berdampak


Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember menyelenggarakan kegiatan yudisium tahun 2026 dengan penuh khidmat dan semarak di Gedung Ahmad Zainuri. Mengusung tema
“Belajar, Bertumbuh, dan Berdampak”, kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para mahasiswa yang telah menyelesaikan proses akademiknya untuk melangkah menuju dunia profesional.

Sebanyak 164 mahasiswa mengikuti prosesi yudisium pada kesempatan tersebut. Dari jumlah tersebut, 119 mahasiswa berasal dari Program Studi Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD) yang merupakan para guru PAUD dari berbagai daerah dan 45 mahasiswa reguler dari berbagai program studi.

Pelaksanaan yudisium tahun ini menghadirkan suasana berbeda dengan mengangkat konsep pakaian Nusantara. Para peserta tampil mengenakan busana khas daerah sebagai bentuk apresiasi terhadap keberagaman budaya Indonesia sekaligus memperkuat nilai kebangsaan dalam dunia pendidikan.

Dalam sambutannya, Dekan FKIP Unmuh Jember, Dr. Fitri Amilia, M.Pd. menyampaikan apresiasi dan rasa bangga kepada seluruh mahasiswa yang telah berhasil menyelesaikan perjalanan akademiknya. Beliau berpesan agar para lulusan tidak berhenti untuk terus belajar, mengembangkan diri, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan.

“Lulusan FKIP diharapkan tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga mampu menjadi pendidik yang inspiratif, adaptif, dan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar,” ungkapnya.

Rangkaian acara yudisium juga semakin meriah dengan berbagai penampilan kreatif dari para guru PAUD peserta RPL PGPAUD. Mereka menampilkan pertunjukan seni berupa tarian dan nyanyian yang menggambarkan kreativitas, semangat, serta kecintaan terhadap budaya Indonesia. Penampilan tersebut menjadi salah satu bentuk ekspresi kebahagiaan sekaligus refleksi bahwa para pendidik anak usia dini memiliki peran penting dalam menanamkan nilai seni dan budaya kepada generasi penerus.

Kegiatan yudisium ditutup dengan suasana penuh kebahagiaan dan kebanggaan dari para lulusan bersama keluarga, dosen, serta sivitas akademika FKIP Unmuh Jember. Melalui tema “Belajar, Bertumbuh, dan Berdampak”, para lulusan diharapkan mampu membawa ilmu yang diperoleh selama perkuliahan untuk terus berkembang dan memberikan manfaat nyata di tengah masyarakat.

 

Selasa, 22 September 2026

PP Muhammadiyah Gelar Uji Coba Buku Saku Penghapusan Sunat Perempuan Berbasis Islam Berkemajuan di Unmuh Jember


Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menggelar uji coba (pilotting/testing) Buku Saku Penghapusan Sunat Perempuan Berbasis Islam Berkemajuan di Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember, Selasa, 22 September 2026.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Muhammadiyah dalam mengembangkan pemahaman keislaman yang berpihak pada keselamatan dan perlindungan perempuan. Uji coba buku saku dilakukan untuk memperoleh masukan sekaligus memastikan materi yang disusun dapat dipahami dan diterapkan sesuai dengan konteks masyarakat.

Perwakilan PP Muhammadiyah, Dr. Ernyasih, SKM., MKM., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk ikhtiar Muhammadiyah dalam menghadirkan pemahaman keislaman yang berorientasi pada keselamatan perempuan.

“Ini merupakan bentuk ikhtiar Muhammadiyah dalam menghadirkan pemahaman dan keislaman yang menghadirkan keselamatan perempuan,” ujarnya.

Kegiatan tersebut mendapat sambutan dari Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Jember, H. Kusno, S.Ag., M.Pd.I. Ia menyampaikan apresiasi karena Unmuh Jember dipercaya menjadi salah satu lokasi pelaksanaan uji coba buku saku tersebut.

“Saya berterima kasih karena sudah memilih Unmuh Jember sebagai tempat untuk melakukan uji coba ini,” ungkapnya.

Menurutnya, terdapat target pemahaman yang ingin dicapai melalui kegiatan tersebut. Salah satunya memberikan pemahaman mengenai posisi khitan dalam ajaran Islam serta membedakannya antara praktik yang berkaitan dengan laki-laki dan perempuan.

“Ada target yang harus dicapai dalam kegiatan ini, untuk memberitahu bahwa khitan merupakan sunnah Nabi, namun tidak termasuk untuk golongan perempuan,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Rektor II Unmuh Jember, Ns. Sasmiyanto, S.Kep., M.Kes., menilai isu sunat perempuan memiliki keterkaitan yang erat dengan budaya yang berkembang di masyarakat. Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi salah satu tantangan dalam menyampaikan dakwah Muhammadiyah.

“Perihal sunat perempuan ini beririsan langsung dengan budaya. Ini menjadi tantangan utama bagi Muhammadiyah dalam menyampaikan dakwahnya,” tuturnya.

Ia menjelaskan, Muhammadiyah selama ini dikenal sebagai organisasi yang membawa semangat masyarakat berkemajuan. Karena itu, penyampaian nilai-nilai keagamaan perlu dilakukan dengan mempertimbangkan pemahaman yang sesuai dengan ajaran Islam dan tidak mencampurkannya dengan praktik budaya yang tidak memiliki dasar keagamaan yang kuat.

“Muhammadiyah terkenal dengan masyarakat yang berkemajuan, yang notabene agama tidak dicampur dengan budaya,” tambahnya.

Melalui kegiatan pilotting/testing tersebut, Muhammadiyah diharapkan dapat memperoleh masukan terhadap Buku Saku Penghapusan Sunat Perempuan Berbasis Islam Berkemajuan sebelum digunakan secara lebih luas. Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang dialog untuk memperkuat pemahaman masyarakat mengenai isu perlindungan perempuan melalui pendekatan keagamaan yang kontekstual dan berkemajuan.

KKN Internasional Unmuh Jember Edukasi Hak Anak dan Etika Sosial bagi Masyarakat Indonesia di Malaysia



Mahasiswa Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember turut berkontribusi dalam kegiatan International Community Service atau KKN Internasional yang diselenggarakan Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) bekerja sama dengan Unmuh Jember dan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Malaysia.

Kegiatan yang berlangsung pada Senin, 10 Agustus 2026, tersebut dilaksanakan di Sanggar Bimbingan Muhammadiyah Kepong, Kuala Lumpur, Malaysia. Mengangkat tema “Peningkatan Kesadaran Hukum tentang Hak Anak dan Etika Sosial pada Masyarakat Indonesia di Malaysia”, kegiatan menyasar anak-anak, pendidik, serta masyarakat Indonesia di lingkungan Sanggar Bimbingan Muhammadiyah Kepong.

Ketua Tim International Community Service Unmuh Jember, Zafira Azra Ambarukmi, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pengabdian kepada masyarakat dalam lingkup internasional. Edukasi diberikan dengan pendekatan sederhana agar materi mengenai hukum dan kehidupan sosial dapat dipahami peserta.

Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan sejumlah materi, mulai dari hak dan tanggung jawab anak, pentingnya identitas hukum dan dokumen dasar, hingga perlindungan anak dari kekerasan dan perundungan (bullying).

Selain itu, peserta juga memperoleh edukasi mengenai etika sosial dalam lingkungan masyarakat multikultural serta etika dan tanggung jawab dalam menggunakan media digital.

Kegiatan dikemas secara partisipatif melalui penyampaian materi, contoh kasus, diskusi, tanya jawab, hingga simulasi sederhana yang berkaitan dengan persoalan sosial dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan tersebut dilakukan agar peserta tidak hanya menerima materi secara satu arah, tetapi juga dapat menyampaikan pengalaman dan pandangan mereka.


Melalui kegiatan tersebut, peserta diharapkan memiliki pemahaman dasar mengenai hak-hak anak, termasuk hak atas identitas, pendidikan, kesehatan, perlindungan, dan partisipasi. Peserta juga diperkenalkan dengan pentingnya mengetahui saluran bantuan resmi ketika menghadapi persoalan hukum maupun administrasi.

Tidak hanya aspek hukum, kegiatan juga menekankan pentingnya membangun komunikasi yang santun, kedisiplinan, sikap anti-perundungan, serta tanggung jawab sosial. Edukasi mengenai penggunaan media digital turut diberikan sebagai bagian dari pembentukan etika dalam kehidupan sehari-hari.

Hasil pelaksanaan menunjukkan peserta mendapatkan pengetahuan mengenai hak dan tanggung jawab anak, identitas hukum, perlindungan dari kekerasan dan perundungan, serta etika sosial di tengah masyarakat multikultural.

Kegiatan juga memberikan ruang bagi peserta untuk aktif bertanya, berdiskusi, dan melakukan praktik sederhana berdasarkan permasalahan yang mungkin ditemui dalam kehidupan sehari-hari.

Pihak mitra menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memberikan pengetahuan yang bermanfaat bagi peserta. Ke depan, kegiatan serupa direkomendasikan untuk dilanjutkan dengan aktivitas yang lebih interaktif, penggunaan contoh-contoh praktis, serta materi edukasi yang terus diperbarui.

Keterlibatan Unmuh Jember dalam International Community Service ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperluas kontribusi mahasiswa dalam pengabdian kepada masyarakat di tingkat internasional. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya menerapkan pengetahuan yang diperoleh di bangku perkuliahan, tetapi juga belajar menyampaikan edukasi sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan konteks lingkungan yang berbeda.

Kegiatan ditutup dengan refleksi dan evaluasi bersama serta dokumentasi sebagai bagian dari rangkaian pelaksanaan KKN Internasional di Sanggar Bimbingan Muhammadiyah Kepong, Kuala Lumpur, Malaysia.

Jumat, 18 September 2026

Taklukkan 44,5 Km Lintasan Ekstrem, Mapala Unmuh Jember Raih Winner 9th SuperAdventure

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Muhammadiyah  (Unmuh) Jember. Melalui tim Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) yang berhasil meraih Winner 9th dalam ajang SuperAdventure, kompetisi adventure race tahunan yang diikuti kelompok pecinta alam dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Kejuaraan yang diselenggarakan di Ujung Genteng, Sukabumi, pada 11-13 September 2026 tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi tim Mapala Unmuh Jember. Tidak hanya berlari melintasi alam, peserta harus menuntaskan rangkaian olahraga dan rintangan yang memadukan trail running, canyoning, orientering, rafting, hingga coastal tracking dalam satu perlombaan.

Tim Mapala Unmuh Jember yang berlaga terdiri dari empat mahasiswa dengan pembagian peran masing-masing, yakni Ach Jauharil Fahmi dari Program Studi Ilmu Komunikasi sebagai kapten, Moh Dimas Suryo Adipuro dari Program Studi Manajemen sebagai sweeper, Reza Arfiansyah dari Program Studi Teknik Informatika sebagai navigator, serta Mu'amar Fuad dari Program Studi Teknik Sipil yang bertugas menangani logistik.

SuperAdventure mengusung konsep adventure race yang menggabungkan sejumlah cabang olahraga alam dalam satu rangkaian perlombaan. Seluruh anggota tim dituntut bergerak bersama sejak garis start hingga finish.

Perjalanan dimulai pukul 05.00 dan peserta harus menyelesaikan total lintasan sekitar 44,5 kilometer dengan cut off time (COT) selama 12 jam, yakni hingga pukul 17.00. Selain itu, terdapat cut off point (COP) di pos rafting yang harus dicapai paling lambat pukul 14.30.

Rangkaian tantangan yang harus ditaklukkan tim meliputi orientering sejauh 22 kilometer, canyoning dengan lintasan 70 meter, orientering 5 kilometer, rafting 5,5 kilometer, serta coastal tracking sejauh 12 kilometer.

Kondisi tersebut membuat strategi tim menjadi bagian penting dalam perlombaan. Setiap anggota tidak dapat berjalan sendiri-sendiri karena seluruh tim harus tetap bersama hingga menyelesaikan perlombaan.

Menghadapi perlombaan dengan kombinasi medan tersebut, tim Mapala Unmuh Jember melakukan persiapan selama kurang lebih dua bulan. Memasuki satu bulan terakhir sebelum kompetisi, latihan mulai dilakukan secara lebih intensif.

Salah satu fokus utama adalah membangun kemampuan fisik dengan target mileage minimal 40 kilometer. Namun, tantangan tidak hanya datang dari medan perlombaan. Kesibukan masing-masing anggota sebagai mahasiswa membuat penyamaan jadwal latihan menjadi persoalan tersendiri.

Karena itu, latihan bersama tetap diagendakan setidaknya dua kali dalam sepekan, khususnya untuk latihan lari dan rafting. Sementara latihan lainnya dilakukan secara mandiri sesuai dengan waktu yang dimiliki masing-masing anggota.

Dari seluruh rangkaian lintasan, coastal tracking menjadi salah satu tantangan paling berat bagi tim. Etape tersebut harus dilalui ketika para peserta sudah memasuki kilometer 30 lebih dan kondisi fisik mulai terkuras.

Medan pasir yang berat membuat langkah semakin sulit, sementara energi yang tersisa semakin terbatas. Bahkan, tim sempat mengalami kelelahan ekstrem ketika memasuki sekitar kilometer 40.


Ach Jauharil Fahmi, yang akrab dipanggil Aril, mengatakan bahwa kekompakan menjadi salah satu kunci agar seluruh anggota tetap bergerak menuju garis finish.

"Kalau adu argumen pasti terjadi, tetapi kami tetap saling support demi tujuan bersama. Sempat mengalami kelelahan ekstrem di kilometer 40-an, tetapi kami berusaha tetap bersama sampai selesai," ungkapnya.

Dalam adventure race, kemampuan individu tidak cukup untuk menyelesaikan seluruh tantangan. Pembagian peran menjadi bagian penting dalam menjaga ritme perjalanan.

Aril sebagai kapten bertanggung jawab menjaga koordinasi tim. Reza Arfiansyah berperan sebagai navigator untuk memastikan arah perjalanan, Dimas Suryo Adipuro bertugas sebagai sweeper untuk memastikan seluruh anggota tetap dalam satu kesatuan, sementara Mu'amar Fuad menangani kebutuhan logistik selama perlombaan.

Kombinasi tersebut membuat setiap anggota memiliki tanggung jawab yang saling melengkapi. Bagi tim Mapala Unmuh Jember, pencapaian Winner 9th bukan sekadar hasil dari perlombaan sehari. Prestasi tersebut merupakan buah dari proses latihan, kesiapan mental, kemampuan membaca medan, serta kemauan untuk terus bergerak ketika kondisi fisik mulai berada di batas kemampuan.

Pengalaman mengikuti SuperAdventure juga menjadi pembelajaran bagi mahasiswa lain yang ingin mencoba kompetisi olahraga luar ruang.

Tim Mapala Unmuh Jember menekankan bahwa tidak ada pencapaian yang datang secara tiba-tiba. Semua membutuhkan proses, termasuk proses yang melelahkan dan penuh tantangan.

"Tidak ada yang tiba-tiba. Semuanya perlu proses yang tentunya menyakitkan. Selesaikan apa yang kalian mulai, jangan takut mencoba," pesan Aril.

Capaian Winner 9th SuperAdventure sekaligus menunjukkan kiprah mahasiswa Unmuh Jember dalam kompetisi yang menguji kemampuan fisik, mental, navigasi, kerja sama, dan ketahanan menghadapi medan alam.

Connect