Selasa, 30 Desember 2025

Dari Kampus ke Dunia Usaha, Pendidikan Biologi Unmuh Jember Bangun Mindset Entrepreneur Muda

Dunia pendidikan tinggi kini dituntut tidak hanya melahirkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga mandiri, kreatif, dan adaptif menghadapi tantangan zaman. Menjawab kebutuhan tersebut, Program Studi Pendidikan Biologi Unmuh Jember menggelar seminar bertajuk “Membangun Mindset Entrepreneurship di Era 5.0”, Selasa (22/12/2025), bertempat di Lobby FKIP Gedung Pascasarjana.

Kegiatan ini merupakan bagian dari penguatan pembelajaran melalui mata kuliah Bioedupreneur dan Review Produk Mahasiswa, sekaligus menjadi upaya strategis dalam menanamkan jiwa kewirausahaan sejak bangku kuliah. Seminar dibuka secara resmi oleh Dekan FKIP Unmuh Jember, Dr. Fitri Amalia, S.S., M.Pd., dan diikuti oleh 73 mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi.

Seminar menghadirkan Yusuf Yudistira, S.Pd., M.Pd. sebagai narasumber utama. Ia dikenal sebagai sosok berprestasi di bidang kewirausahaan dengan pengalaman berusaha yang telah dirintis sejak masa SMA. Pengalaman tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun dan mengembangkan usaha secara berkelanjutan.

Dalam pemaparannya, Yusuf Yudistira menekankan bahwa kewirausahaan tidak cukup hanya mengandalkan ide kreatif, tetapi harus berangkat dari pemahaman terhadap kebutuhan dan permasalahan nyata di masyarakat.
“Produk yang baik bukan hanya inovatif, tetapi juga memiliki target pasar yang jelas serta mampu dikembangkan dan dipasarkan secara berkelanjutan,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan tiga jenis pasar dalam dunia usaha, yakni bleeding market, sleeping market, dan potential market. Menurutnya, peluang usaha terbesar berada pada segmen potential market, sehingga mahasiswa perlu melakukan riset pasar sebelum mengembangkan produk.

Selama kegiatan berlangsung, antusiasme mahasiswa terlihat tinggi. Mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi Unmuh Jember mengikuti seminar dengan tertib dan penuh perhatian. Suasana diskusi berlangsung kondusif dan interaktif, mencerminkan keterbukaan mahasiswa terhadap wawasan kewirausahaan yang relevan dengan tantangan dunia kerja saat ini.

Melalui seminar ini, mahasiswa didorong untuk menanamkan pola pikir mandiri serta mulai memandang peluang usaha dari potensi diri dan lingkungan sekitar sejak masih menempuh pendidikan di perguruan tinggi.

Menutup materinya, Yusuf Yudistira menegaskan bahwa kewirausahaan dapat berjalan berdampingan dengan profesi apa pun, termasuk di bidang pendidikan.
“Lulusan pendidikan tidak hanya dituntut menjadi pengajar, tetapi juga mampu menciptakan solusi dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat. Guru yang baik mampu mengubah kurikulum, sedangkan entrepreneur sejati mampu mengubah nasib bangsa. Kita bisa menjadi keduanya,” pungkasnya.

BEM FISIP Unmuh Jember Gelar Diskusi Publik, Soroti Krisis Ekologis Sumatera

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember menggelar diskusi publik terbuka bertema “Krisis Ekologis Sumatera: Banjir dan Longsor Akibat Deforestasi dan Tata Kelola Kehutanan yang Lemah”. Kegiatan ini berlangsung di Lobby Gedung Akademi Pariwisata Unmuh Jember pada Senin (22/12/2025), sebagai wujud kepedulian mahasiswa terhadap isu lingkungan dan kebencanaan nasional.

Diskusi publik yang diselenggarakan oleh Departemen Sosial dan Politik BEM FISIP Kabinet PRISMA Unmuh Jember ini bertujuan membuka ruang dialog kritis untuk mengkaji penyebab, dampak, serta langkah mitigasi atas bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera. Kegiatan tersebut mendapat antusiasme tinggi dari peserta yang berasal dari mahasiswa lintas program studi serta masyarakat umum.

Acara ini menghadirkan tiga narasumber, yakni Khairul Fahri Arrijal, Sekretaris Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kabupaten Jember; Ahmad Sugianto dari Majelis Lingkungan Hidup (MLH) Kabupaten Jember; serta Ir. Senki Desta Galuh, ST., MT., IPM, Dosen Teknik Sipil dan Teknik Lingkungan Universitas Muhammadiyah Jember.

Dalam pemaparannya, Khairul Fahri Arrijal menyoroti kejanggalan peristiwa banjir dan longsor di Sumatera, khususnya ditemukannya kayu gelondongan berukuran besar yang hanyut hingga ke permukiman warga. Menurutnya, fenomena tersebut mengindikasikan lemahnya pengawasan terhadap aktivitas penebangan hutan.

“Hal ini menunjukkan bahwa pengelolaan dan pengawasan kehutanan masih sangat lemah,” ujarnya. Ia juga menjelaskan peran MDMC sebagai lembaga pendukung dalam penanggulangan bencana, sekaligus mendorong pemerintah mempertimbangkan penetapan status bencana nasional sesuai Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007.

Sementara itu, Ahmad Sugianto menegaskan bahwa banjir dan longsor yang terjadi di Sumatera tidak dapat dikategorikan sebagai bencana alam murni.

“Kerusakan lingkungan akibat penebangan liar telah menghilangkan fungsi kawasan resapan air dan secara langsung meningkatkan risiko bencana,” tegasnya. Ia mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan serta mendorong penegakan hukum yang tegas dan evaluasi kebijakan kehutanan.

Dari perspektif akademik dan teknis, Ir. Senki Desta Galuh menekankan pentingnya penerapan prinsip zero impact dalam setiap aktivitas manusia terhadap lingkungan.

“Penebangan tanpa perencanaan yang jelas tidak hanya menimbulkan pemborosan sumber daya, tetapi juga memperbesar potensi bencana,” jelasnya. Ia menilai penanganan krisis ekologis membutuhkan keseriusan pemerintah serta peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam pengelolaan lingkungan.

Menutup diskusi, para narasumber menegaskan pentingnya aksi nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan. Ahmad Sugianto menyampaikan bahwa kondisi lingkungan saat ini tidak sedang baik-baik saja dan membutuhkan tindakan konkret. Ir. Senki Desta Galuh mengingatkan pentingnya nilai kemanusiaan dalam setiap kebijakan terhadap alam. Sementara itu, Khairul Fahri Arrijal menegaskan bahwa sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang mampu memberikan manfaat bagi sesama.

Selasa, 23 Desember 2025

HIMATA Unmuh Jember Gelar Talkshow Kewirausahaan, Dorong Mahasiswa Berani Menjemput Peluang

Himpunan Mahasiswa Ilmu Pemerintahan (HIMATA) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) menggelar Talkshow Kewirausahaan bertajuk “Cuan Is Calling: Pick Up Your Passion!”, Jumat (19/12/2025). Kegiatan yang berlangsung di Gedung B Lantai 3 Ruang 3.3 dan 3.4 Unmuh Jember ini menjadi wadah inspiratif bagi mahasiswa untuk menumbuhkan jiwa entrepreneur di tengah tantangan ekonomi kreatif era digital.

Talkshow ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai Himpunan Mahasiswa (HIMA) di lingkungan Universitas Muhammadiyah Jember. Melalui kegiatan ini, HIMATA berupaya meningkatkan pemahaman sekaligus minat mahasiswa terhadap dunia kewirausahaan, khususnya dalam melihat peluang usaha yang relevan dengan perkembangan teknologi dan media sosial.

Rangkaian acara diawali dengan opening ceremony, dilanjutkan sambutan Ketua Pelaksana, Ketua Umum HIMATA, serta sambutan Ketua Program Studi Ilmu Pemerintahan Dr. Iffan Gallant El Muhammady, S.Sos., M.Si. Kegiatan secara resmi dibuka oleh Dekan FISIP Unmuh Jember, Dr. Sudahri, S.Sos., M.I.Kom.

Dalam pelaksanaannya, talkshow menghadirkan narasumber muda yang berpengalaman di bidang bisnis dan pemasaran digital. Materi yang disampaikan meliputi strategi promosi melalui media sosial, personal branding, pengenalan peluang usaha bagi generasi muda, hingga langkah awal membangun usaha mandiri.

Ketua Pelaksana kegiatan, Sunni Chotijah Balqis, menjelaskan bahwa talkshow ini dirancang dengan konsep Hybrid Inspiration dan Action Plan, sehingga peserta tidak hanya mendapatkan motivasi, tetapi juga bekal praktis untuk memulai bisnis.
“Kami ingin mahasiswa tidak hanya terinspirasi, tetapi juga memiliki keberanian dan kesiapan untuk mengeksekusi ide usaha yang mereka miliki,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, HIMATA FISIP Universitas Muhammadiyah Jember berharap dapat menumbuhkan semangat kewirausahaan di kalangan mahasiswa serta menciptakan ruang diskusi berkelanjutan sebagai wadah pengembangan ide, kolaborasi, dan inovasi bisnis di lingkungan kampus.

Senin, 22 Desember 2025

Ratusan Runners Meriahkan PelesiRun 2025 Ilmu Komunikasi Unmuh Jember

Semangat hidup sehat berpadu dengan kreativitas dan kolaborasi akademik dalam gelaran PelesiRun (Walk & Run) 2025 yang berlangsung meriah di Lapangan Olahraga Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember), Minggu (21/12/2025).

Event olahraga akhir tahun ini digagas dan diselenggarakan oleh mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Unmuh Jember sebagai bagian dari implementasi pembelajaran berbasis proyek melalui mata kuliah Project Independent. Lebih dari 300 peserta yang terdiri dari civitas akademika Unmuh Jember, anggota Muhammadiyah, hingga masyarakat umum turut ambil bagian dalam kegiatan ini.

Sejak pagi hari, kawasan kampus tampak semarak. Selain kegiatan jalan dan lari, peserta juga mengikuti senam zumba bersama serta memanfaatkan layanan cek kesehatan gratis yang disediakan oleh mahasiswa Ilmu Kesehatan Unmuh Jember. Konsep kegiatan dirancang inklusif dan partisipatif, sehingga dapat diikuti oleh berbagai kalangan.

Untuk kategori Run 5 Kilometer, panitia menghadirkan lintasan bertema urban exploration dengan titik start dan finis di lingkungan kampus Unmuh Jember. Rute membawa pelari menyusuri Jalan Karimata, pertigaan Perhutani, Jalan Letjen S. Parman, kawasan Lapangan Sumbersari/Sukorejo, dilanjutkan ke Jalan Tidar dan Semeru sebelum kembali ke Karimata. Tantangan lintasan terasa lengkap dengan tanjakan di awal dan pertengahan rute, serta turunan menjelang garis akhir.

Dosen Ilmu Komunikasi Unmuh Jember, Dwimay Fawzy, S.I.Kom., M.HSc, menjelaskan bahwa PelesiRun merupakan bagian dari mata kuliah Project Independent yang menuntut mahasiswa terlibat langsung dalam perencanaan hingga pelaksanaan event.

“Mahasiswa didorong untuk merancang konsep, membangun kerja sama, dan mengeksekusi acara dengan standar profesional. Mata kuliah ini telah berjalan sekitar empat hingga lima tahun dan konsisten melahirkan event yang sukses,” ujarnya.

Secara resmi, PelesiRun 2025 dibuka dan dilepas langsung oleh Kaprodi Ilmu Komunikasi Unmuh Jember, Kukuh Pribadi, S.I.Kom., M.A. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan tugas mandiri mahasiswa dalam kerangka Project Independent.

“Semester ini terdapat sekitar 12 event yang diselenggarakan mahasiswa Ilmu Komunikasi, mulai dari olahraga hingga kegiatan kreatif lainnya. Jika dikumulatifkan, jumlah pesertanya bisa mencapai ribuan orang,” jelasnya.

Rangkaian PelesiRun 2025 ditutup dengan agenda Zumba lalu Awarding Morning sebagai bentuk apresiasi kepada peserta. Penghargaan diberikan dalam beberapa kategori, seperti Creative Content, 1st Finisher, dan Best Costume, menegaskan bahwa PelesiRun tidak hanya menekankan kecepatan, tetapi juga kreativitas dan kebersamaan.

Melalui PelesiRun 2025, mahasiswa Ilmu Komunikasi Unmuh Jember menunjukkan bahwa olahraga dapat menjadi medium pembelajaran kontekstual, ruang kolaborasi, sekaligus sarana membangun kedekatan antara kampus dan masyarakat.

Kamis, 18 Desember 2025

FunCingFest 2025 Ilmu Komunikasi Unmuh Jember, Festival Mancing Bangkitkan Ekonomi dan Kebersamaan Desa Dukuh Dempok

Suasana riuh penuh kegembiraan menyelimuti kawasan Desa Dukuh Dempok, di Gumuk Watu, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember, Minggu (14/12/2025). Ratusan warga dari berbagai kalangan memadati lokasi pelaksanaan FunCingFest 2025 (Fun Mancing Festival), sebuah festival memancing yang tak hanya menyuguhkan kompetisi seru, tetapi juga menghadirkan hiburan rakyat dan penguatan ekonomi lokal.

Lomba mancing menjadi magnet utama FunCingFest 2025. Sejak pagi, para peserta tampak antusias memancing, saling adu strategi dan kesabaran di area perairan Gumuk Watu yang dikenal masih alami. Kompetisi berlangsung sportif dengan penilaian berdasarkan berat ikan terbesar, jumlah tangkapan terbanyak, serta kecepatan memperoleh ikan pertama.

Tak hanya lomba, kemeriahan semakin terasa saat sesi doorprize digelar. Sorak sorai penonton pecah ketika panitia mengundi berbagai hadiah menarik. Momen ini menjadi simbol kebersamaan sekaligus bentuk apresiasi atas partisipasi masyarakat yang mengikuti acara dari awal hingga akhir.

Di sisi lain, Bazar UMKM menjadi denyut ekonomi FunCingFest 2025. Sedikitnya 10 pelaku UMKM lokal turut ambil bagian dengan menawarkan beragam produk, mulai dari kuliner, kerajinan tangan, fashion, hingga olahan hasil pertanian. Kehadiran ratusan pengunjung memberikan dampak langsung terhadap peningkatan omzet sekaligus memperluas jangkauan pemasaran produk lokal.

Menjelang sore, panggung hiburan menjadi pusat perhatian. Penampilan penyanyi lokal serta penampilan spesial Dini Kurnia sukses menghibur warga dengan suguhan lagu-lagu populer. Alunan musik, tawa, dan kebersamaan menjadi penutup manis rangkaian FunCingFest 2025.

Kegiatan ini digagas oleh mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Jember sebagai bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman melalui skema Project Independent. Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya memahami teori di ruang kelas, tetapi terlibat langsung dalam proses perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi kegiatan nyata di tengah masyarakat.

Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi Unmuh Jember, Kukuh Pribadi, S.I.Kom., M.A., menegaskan bahwa FunCingFest 2025 merupakan implementasi konkret dari pembelajaran kontekstual yang mendorong mahasiswa untuk adaptif, kreatif, dan solutif.

“Project Independent ini dirancang agar mahasiswa Ilmu Komunikasi belajar langsung di lapangan. Mereka mengelola event, berkomunikasi dengan masyarakat, membangun relasi dengan UMKM dan stakeholder, serta merasakan dinamika komunikasi publik secara nyata. FunCingFest menjadi contoh bagaimana pembelajaran tidak berhenti pada teori, tetapi berdampak langsung bagi masyarakat,” ujarnya.

Ketua panitia, Salsabila Sari Yasmin, menyampaikan bahwa FunCing Fest bukan sekadar festival hiburan, melainkan ruang kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat.

“Melalui FunCing Fest, kami ingin menunjukkan bahwa hobi memancing bisa menjadi ruang bertemu, berbagi, sekaligus menggerakkan ekonomi desa. Ini juga menjadi pengalaman berharga bagi kami sebagai mahasiswa Ilmu Komunikasi,” ujarnya.

Rabu, 17 Desember 2025

Inovatif! PBSI Unmuh Jember Gelar Seminar Terbuka Tugas Akhir Non-Skripsi di Area Terbuka

Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) menghadirkan inovasi unik dalam pelaksanaan kegiatan akademik. Pada Selasa, (16/12/2025), suasana di Lapangan Mandalika Unmuh Jember tampak berbeda dengan diadakannya seminar terbuka tugas akhir bagi mahasiswa yang menempuh jalur non-skripsi. Acara yang dimulai pukul 09.00 WIB ini menjadi wadah bagi para mahasiswa tingkat akhir untuk mempresentasikan karya ilmiah mereka di hadapan para dosen penguji serta disaksikan secara langsung oleh mahasiswa dari berbagai angkatan.

Pemilihan konsep outdoor atau ruang terbuka merupakan langkah berani dari Prodi PBSI untuk menciptakan atmosfer akademik yang lebih segar, komunikatif, dan inovatif. Melalui format ini, seminar tidak lagi terasa kaku di dalam aula atau ruang kelas, melainkan lebih mendekatkan aktivitas riset dengan lingkungan sosial kampus. Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk mengasah mental dan keterampilan berbicara di depan umum (public speaking) bagi mahasiswa, sekaligus menarik minat mahasiswa angkatan bawah untuk menyimak dan belajar dari proses penyelesaian tugas akhir kakak tingkat mereka.

Dalam suasana yang interaktif, sejumlah mahasiswa memaparkan hasil penelitian yang sangat beragam dan menarik. Novi Afriliya mempresentasikan artikel berjudul “Representasi Trauma dalam Novel Kidung Rindu di Tapal Batas Aguk Irawan: Analisis Sigmun Freud” di bawah bimbingan Dr. Eka Nova Ali Vardani dan Dr. Hasan Suaedi. Selain itu, Yuniar Firjinia Fatwa membawakan kajian lanskap linguistik mengenai penggunaan eponim pada penamaan jalan di Kota Jember, yang dibimbing oleh Dr. Astri Widyaruli Anggraeni dan Dina Merdeka Citraningrum. Tak kalah menarik, Jasmin Fauzia memaparkan konstruksi makna kiasan dalam dialog film populer Home Sweet Loan di bawah bimbingan tim dosen yang sama.

Diskusi berlangsung secara dinamis di bawah terik matahari yang menambah semangat para peserta. Mahasiswa angkatan 22, 23, dan 24 yang hadir turut aktif memberikan pertanyaan terkait temuan-temuan unik dalam penelitian tersebut. Para penguji pun memberikan masukan serta kritik konstruktif sebagai bentuk apresiasi terhadap karya non-skripsi yang dihasilkan, yang menunjukkan kualitas penelitian yang tetap terjaga meski dalam format yang berbeda.

Melalui terlaksananya seminar terbuka di Lapangan Mandalika ini, Program Studi PBSI Unmuh Jember berharap dapat terus menghadirkan terobosan dalam kegiatan akademik. Harapannya, lulusan PBSI tidak hanya unggul dalam penguasaan teori bahasa dan sastra, tetapi juga memiliki karakter yang kreatif, komunikatif, dan siap berkontribusi nyata di tengah masyarakat luas. Kegiatan ini menegaskan posisi Unmuh Jember sebagai kampus yang dinamis dan adaptif terhadap perkembangan metode pembelajaran masa kini.

Senin, 15 Desember 2025

Ratusan Peserta Ramaikan Penjas Fun Run 2025: Aspect Unmuh Jember Kampanyekan Gaya Hidup Sehat

Himpunan Mahasiswa Pendidikan Jasmani Universitas Muhammadiyah Jember, Association for Physical Education (ASPECT), sukses menggelar kegiatan Penjas Fun Run 2025 pada Sabtu, (14/12/2025). Mengusung tema “Health Investment for the Future”, acara ini menjadi ajang olahraga rekreatif dan program mahasiswa dalam mengampanyekan gaya hidup aktif dan sehat di lingkungan kampus serta masyarakat sekitar.

Kegiatan Penjas Fun Run 2025 diikuti oleh ratusan peserta yang terdiri atas mahasiswa Pendidikan Jasmani, dosen, serta masyarakat umum. Antusiasme peserta terlihat sejak pagi hari, menandakan tingginya minat masyarakat terhadap aktivitas fisik yang menyenangkan ini. Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari pihak Program Studi sebagai bentuk implementasi pembelajaran mata kuliah secara kontekstual.

Kegiatan lari santai dengan jarak tempuh sekitar 5 kilometer ini berlokasi start dan finis di Lapangan Sepakbola Universitas Muhammadiyah Jember, dengan rute yang mengelilingi jalan utama sekitar kampus.


Ketua Himpunan Mahasiswa Pendidikan Jasmani (ASPECT), Hifni At, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata peran mahasiswa dalam mengedukasi masyarakat melalui aktivitas fisik yang menyenangkan.

“Penjas Fun Run 2025 kita rancang sebagai kegiatan olahraga yang inklusif dan edukatif. Harapannya, kegiatan ini dapat menumbuhkan kesadaran akan pentingnya kebugaran jasmani serta mempererat kebersamaan,” ujar Hifni At.

Ia menambahkan bahwa Fun Run ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa Pendidikan Jasmani untuk mengaplikasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan ke dalam kegiatan nyata di lapangan.

Pembina Himpunan Mahasiswa Pendidikan Jasmani, Dr. Bahtiar Hari Hardovi, M.Pd., mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai bahwa Penjas Fun Run 2025 sejalan dengan tujuan pendidikan jasmani yang bersifat holistik.

“Kegiatan ini tidak hanya melatih aspek fisik, tetapi juga menanamkan nilai sportivitas, disiplin, dan kerja sama. Ini merupakan bentuk pembelajaran kontekstual yang sangat positif bagi mahasiswa,” tuturnya.

Secara teknis, panitia telah menyiapkan dua pos air minum, tim kesehatan, serta petugas keamanan sepanjang rute guna memastikan keselamatan seluruh peserta hingga mencapai garis finis.

Melalui penyelenggaraan Penjas Fun Run 2025, Himpunan Mahasiswa Pendidikan Jasmani (ASPECT) berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda tahunan dan mampu mengajak lebih banyak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam olahraga.

Rabu, 10 Desember 2025

Agribisnis Harumanis Tembus Puluhan Miliar: Ketua Koperasi Y.A. Bagikan Rahasia Potensi Ekonomi Tinggi di Unmuh Jember

Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) menghadirkan perspektif bisnis yang menjanjikan melalui Cocoa Segment Lecture Voice pada Rabu (3/12/2025). Acara ini menghadirkan praktisi sekaligus wirausahawan agribisnis, Mr. Mohd Asri Bin Yusoff, Ketua Koperasi Y.A. Harumanis, untuk berbagi wawasan mengenai Agribusiness Entrepreneurship.

Dalam paparannya, Mohd Asri Yusoff, yang beroperasi di Kg Baru Panggas, Chuping, Perlis, Malaysia, menegaskan bahwa Industri Harumanis memiliki peluang dan potensi yang sangat tinggi dalam menjana ekonomi. Ia memaparkan bahwa agribisnis Harumanis Y.A. diproyeksikan mencapai pendapatan total RM 10 Juta (sekitar IDR 33 Miliar) pada tahun 2027.

Mohd Asri menjelaskan bahwa potensi pendapatan tinggi dalam agribisnis Harumanis tidak hanya bergantung pada penjualan buah segar, tetapi bertumpu pada tiga cabang bisnis utama.

Pertama adalah Penjualan Buah Langsung atau buah segar. Penjualan ini dilakukan secara langsung atau online dan sangat bergantung pada kualitas gred buah. Koperasi Y.A. menjual buah berdasarkan gred A hingga D, dengan Gred A memiliki harga tertinggi (RM 45/kg) dan kontribusi persentase terbesar dari hasil per pokok (60%). Koperasi ini juga menyediakan layanan kurir untuk pengiriman ke seluruh Semenanjung Malaysia.

Kedua, adalah Produk Hiliran (Downstream Products). Untuk meningkatkan nilai tambah dan meminimalkan kerugian buah non-premium, Koperasi Y.A. mengembangkan berbagai produk hiliran. Produk-produk ini memanfaatkan isi mangga Harumanis, termasuk Isi Sejuk Beku, Serbuk Harumanis, Kordial, Jem, Cheese Tart, Sirap, Sos Salad, dan Sos Mangga Harumanis.

Ketiga, adalah Agropelancongan. Cabang ini memanfaatkan ladang mangga sebagai daya tarik wisata, dengan menawarkan aktivitas seperti wisata ke ladang mangga dan kegiatan event publik seperti Harumanis Y.A Family Fun Run 5km. Sektor Agropelancongan diprediksi menyumbang sekitar 20% dari estimasi pendapatan di tahun 2027.

Mohd Asri memproyeksikan pertumbuhan pendapatan yang sangat agresif dalam tiga tahun ke depan. Total pendapatan dari tiga cabang agribisnis diperkirakan naik signifikan dari RM 1.2 Juta (sekitar IDR 4 Miliar) di tahun 2025 menjadi RM 2.5 Juta (sekitar IDR 8.3 Miliar) di tahun 2026, dan mencapai RM 10 Juta (sekitar IDR 33 Miliar) pada tahun 2027. Presentasi ini membuktikan bahwa Mangga Harumanis adalah salah satu bidang agro-bisnis yang cukup berpotensi tinggi jika dikelola melalui diversifikasi produk dan strategi pemasaran yang kuat.

Prof. Subash UniMAP Ungkap Revolusi Pertanian dengan Plasma Dingin di Unmuh Jember

Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) kembali mengadakan sesi akademik internasional melalui Cocoa Segment Lecture Voice pada Rabu (3/12/2025). Kegiatan ini menghadirkan profesor terkemuka, Prof. Dr. Subash Gopinath dari Universiti Malaysia Perlis (UniMAP), yang dikenal sebagai salah satu ilmuwan top dunia dari tahun 2020 hingga 2024.

Prof. Subash Gopinath, yang bertugas di Fakultas Kejuruteraan & Teknologi Kimia (FKTK) dan Institute of Nano Electronic Engineering (INEE) UniMAP, mempresentasikan materi berjudul “Advancing Agricultural Performance with Nanotechnology and Cold Plasma Technologies”. Presentasi ini menyoroti bagaimana teknologi skala nano dapat mentransformasi efisiensi dan keamanan pangan, sebuah konsep yang sangat relevan dengan industri pertanian.

Dalam paparannya, Prof. Subash menjelaskan dua pilar teknologi yang dikembangkan timnya untuk meningkatkan kinerja pertanian:

Prof. Subash memperkenalkan konsep nanoteknologi, yaitu produksi dan manipulasi nanomaterial (dimensi kurang dari 100 nm) yang digunakan dalam pengembangan Biosensor. Biosensor adalah perangkat yang mampu mendeteksi berbagai jenis biomarker penyakit dengan sensitivitas tinggi.

Pekerjaan timnya mencakup sintesis nanomaterial seperti Graphene Oxide (GO), Carbon Nanotubes (CNTs), Zinc Oxide (ZnO), dan Silicon Nanowires (SiNW) sebagai transduser biosensor. Meskipun awalnya berfokus pada diagnosis biomedis (seperti deteksi Diabetes, DENV, HIV, dan berbagai jenis kanker), potensi akurasi dan kecepatan deteksi biosensor ini sangat relevan untuk mengukur kondisi kesehatan tanaman dan tanah secara cepat dan tepat.

Aspek kedua yang disorot adalah penggunaan Cold Plasma Technologies (Plasma Dingin). Perlakuan Atmospheric Cold Plasma telah terbukti efektif dalam inaktivasi mikroba. Sebagai contoh, perlakuan ini dapat mengurangi pertumbuhan Aspergillus Flavus (jamur) pada sereal beras merah secara signifikan, sebuah indikasi bahwa teknologi ini sangat potensial dalam pertanian dan keamanan pangan untuk mengurangi pertumbuhan jamur dan mikroba pada hasil panen pasca-panen.

Selain teknologi sensor, Prof. Subash juga memaparkan kontribusi timnya dalam menghadapi Zero-waste Challenge melalui pemanfaatan limbah menjadi nanomaterial berharga. Beberapa contoh pemanfaatan limbah meliputi ekstraksi Silica Nanopartikel dari abu ampas jerami padi (rice straw fly ash), pemanfaatan abu kertas sembahyang (Joss paper dan Holly stick) untuk menghasilkan Aluminosilikat Nanokomposit, serta produksi Tembaga Oksida Nanopartikel dari limbah papan sirkuit tercetak (Printed Circuit Board).

Acara Cocoa Segment Lecture Voice di Unmuh Jember ini menegaskan komitmen institusi untuk memfasilitasi wawasan global tentang teknologi maju, memicu kolaborasi internasional, dan mendorong pengembangan riset mahasiswa dan dosen di bidang agroteknologi dan nanoteknologi.

Peningkatan Hasil 9 Kali Lipat! Dosen UniMAP Malaysia Kupas Tuntas Transformasi Industri Mangga Harumanis di Unmuh Jember

Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) kembali menjadi pusat diskusi akademik ASEAN melalui penyelenggaraan Cocoa Segment Lecture Voice pada Rabu (3/12/2025). Bertempat di Aula Fakultas Pertanian Unmuh Jember, acara ini menghadirkan Ts. Ahmad Radi Wan Yaakub dari Universiti Malaysia Perlis (UniMAP). Ts. Ahmad Radi, seorang Jurutera Pengajar dan Penyelidik Mangga Harumanis dari Fakultas Kejuruteraan & Teknologi Kimia UniMAP, memaparkan risetnya yang berjudul “Transformasi Industri Harumanis Melalui Penyelidikan, Teknologi & Kesan kepada Komuniti” (Transformation of the Harumanis Industry Through Research, Technology & Impact on the Community).

Mangga Harumanis dikenal sebagai komoditas premium di Malaysia, dengan harga jual mencapai MYR 35.00 per kilogram (sekitar IDR 141.000) untuk Gred AAA. Namun, industri ini menghadapi tantangan besar, terutama serangan jamur (kulat) pada bunga saat musim hujan (Oktober), yang menyebabkan kegagalan panen yang signifikan.

Ts. Ahmad Radi menjelaskan, kunci transformasi industri Harumanis terletak pada pengendalian hama dan penyakit yang efektif di fase kritis, yaitu saat musim berbunga di bulan Oktober yang identik dengan curah hujan tinggi. Melalui penyelidikan ilmiah, tim UniMAP berhasil mengidentifikasi spesis jamur utama yang menyerang bunga Harumanis, termasuk Oidium species, Aspergillus species, dan Fusarium species. Setelah pengujian, mereka menemukan bahwa bahan aktif Propineb merupakan anti-jamur yang paling efektif untuk melawan spesis tersebut. Riset ini menghasilkan protokol penting, yakni merekomendasikan penyemprotan anti-jamur secara berkala, yaitu setiap 2-3 hari sekali (48 jam), untuk memastikan bunga terlindungi sepenuhnya dari serangan jamur yang fatal.

Penerapan teknologi dan protokol penyemprotan yang disarankan oleh UniMAP ini membuahkan hasil yang luar biasa di lapangan. Dalam uji coba di Lot Cubaan (kebun percontohan) seluas kurang dari 1 Relung (sekitar 47 pohon), dengan penerapan protokol penyemprotan yang ketat saat musim berbunga, Bunga Harumanis berhasil terlindungi, sehingga panen sukses dilakukan pada akhir bulan Januari. Jumlah buah yang dipanen mencapai 1.2 Ton. Hasil ini menunjukkan peningkatan jumlah buah hingga 9 kali lipat dibandingkan hasil rata-rata tanpa kontrol yang memadai. Keberhasilan ini tidak hanya meningkatkan hasil panen dan kualitas Gred AAA Harumanis, tetapi juga memberikan dampak positif yang signifikan pada pendapatan dan ketahanan komunitas petani Harumanis di Perlis.

Acara Cocoa Segment Lecture Voice di Fakultas Pertanian Unmuh Jember ini diharapkan dapat menginspirasi peneliti, mahasiswa, dan pelaku agribisnis di Indonesia untuk mengadopsi teknologi berbasis riset guna mengoptimalkan hasil pertanian tropis lokal. 

Connect