Selasa, 17 Maret 2026

Detik-Detik Persalinan Darurat di Pesawat, Alumni Unmuh Jember Bantu Selamatkan Ibu dan Bayi

Febrian (kemeja dengan motif hitam-coklat) saat foto bersama setelah proses persalinan darurat.

Perjalanan pulang ke Indonesia yang seharusnya menjadi momen istirahat bagi Febrian Rahmatulloh justru berubah menjadi pengalaman tak terlupakan. Alumni Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) itu harus membantu proses persalinan darurat seorang penumpang di dalam pesawat yang sedang mengudara.

Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis, (12/3/2026) yang lalu, saat Febrian melakukan penerbangan dari Jeddah menuju Jakarta menggunakan pesawat Saudia Airlines. Saat itu ia tengah dalam perjalanan pulang untuk mengambil cuti tahunan dari pekerjaannya di Arab Saudi.

Sekitar satu jam setelah pesawat lepas landas, awak kabin mengumumkan melalui pengeras suara dan menanyakan apakah ada dokter atau perawat di dalam pesawat. Tanpa ragu, Febrian langsung melapor kepada pramugari dan memperkenalkan diri sebagai seorang perawat.

Ia kemudian diarahkan menuju area salat di dalam pesawat. Di tempat itu, seorang penumpang perempuan sudah dalam kondisi akan melahirkan.

“Saat saya sampai di sana, posisi kepala bayi sudah keluar,” kenang Febrian.

Dengan kondisi tersebut, ia segera mengambil inisiatif untuk membantu proses persalinan. Ia meminta sarung tangan kepada awak kabin serta meminta agar ibu tersebut dipasangi oksigen dan alat pengukur oksigen dalam darah.

Beberapa menit kemudian, bayi tersebut lahir dengan selamat di dalam pesawat yang masih berada di ketinggian ribuan kaki. Dalam proses tersebut, pakaian Febrian bahkan sempat terkena cipratan air ketuban.

Untuk mencegah bayi mengalami hipotermia, ia segera meminta selimut dari awak kabin untuk membungkus bayi yang baru lahir. Tak lama kemudian, dua dokter dan satu perawat lain turut datang membantu proses penanganan.

Dengan peralatan seadanya, mereka bersama-sama memotong tali pusar bayi dan memastikan kondisi ibu serta bayi dalam keadaan stabil. Setelah berkoordinasi dengan kapten pesawat, awak kabin memutuskan melakukan pendaratan darurat kembali di Bandara Jeddah.

Setelah pesawat mendarat, tim medis bandara melanjutkan penanganan dengan membantu proses pengeluaran plasenta sebelum akhirnya ibu dan bayi tersebut dibawa ke rumah sakit terdekat.

Penerbangan kemudian dilanjutkan kembali menuju Jakarta pada pukul 08.00 pagi dan seluruh penumpang tiba dengan selamat.

Menurut informasi dari awak kabin, penumpang perempuan tersebut merupakan warga Indonesia asal Lombok yang sedang melakukan perjalanan pulang seorang diri. Ia bahkan mengaku tidak menyadari bahwa dirinya sedang hamil.

Bagi Febrian, pengalaman tersebut menjadi momen pertama sekaligus paling menegangkan selama dirinya bekerja sebagai tenaga kesehatan.

“Jujur saya kaget, cemas, dan deg-degan karena ini pengalaman pertama membantu persalinan di dalam pesawat. Tapi sebagai tenaga kesehatan kita harus tetap profesional dan melakukan yang terbaik dengan ilmu yang kita punya,” ujarnya.

Menurutnya, tantangan terbesar dalam situasi tersebut adalah keterbatasan alat medis.

“Kalau di fasilitas kesehatan tentu alat sudah lengkap dan steril. Tapi di atas pesawat berbeda, kita hanya punya peralatan seadanya. Jadi harus bisa berpikir cepat dan tetap menjaga kebersihan dalam setiap tindakan,” jelasnya.

Febrian sendiri merupakan alumni Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Unmuh Jember yang memulai kuliah pada tahun 2015 dan menyelesaikan pendidikan S1 Keperawatan serta Profesi Ners pada tahun 2021.

Selama masa kuliah, ia aktif di organisasi Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Komisariat Asy-Syifa dan sempat menjabat sebagai Ketua Umum pada periode 2017–2018.

Setelah lulus, Febrian bekerja di berbagai fasilitas kesehatan di Jember, mulai dari RS Siloam Jember, klinik di wilayah Panti, hingga pernah terlibat sebagai enumerator kesehatan bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Jember. Saat ini ia juga bekerja di RS Bina Sehat Jember.

Pada tahun 2025, ia mendapatkan kesempatan bekerja di Armed Forces Hospital – Taif Region, Arab Saudi, sebuah rumah sakit pemerintah di bawah Kementerian Pertahanan Arab Saudi. Di sana ia bertugas di Psychiatric Center, yang menangani pasien dengan gangguan kesehatan mental serta kasus kecanduan obat-obatan.

Febrian mengaku pengalaman tersebut semakin mengingatkannya tentang tanggung jawab profesi tenaga kesehatan.

“Sebagai perawat, di mana pun dan kapan pun kita harus siap membantu orang yang membutuhkan pertolongan medis. Ilmu yang kita miliki bisa sangat bermanfaat bahkan menyelamatkan nyawa orang lain,” katanya.

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada para dosen di Universitas Muhammadiyah Jember yang telah membekalinya dengan ilmu dan nilai profesionalisme selama masa perkuliahan.

“Saya bisa berada di posisi sekarang karena jasa para dosen yang telah mendidik kami menjadi tenaga kesehatan yang profesional,” ujarnya.

Bagi Febrian, menjadi perawat bukan hanya soal keahlian medis, tetapi juga tentang nilai kemanusiaan.

“Menjadi tenaga kesehatan harus profesional, tetapi tetap mengedepankan nilai-nilai Islami dalam melayani pasien dan masyarakat,” tutupnya.

Rabu, 11 Februari 2026

Perjalanan Hotijatul Munauwaroh, Winner Sis Duta Kampus Unmuh Jember 5.0

Hotijatul Munauwaroh, mahasiswa Semester 4 Program Studi Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Jember, membuktikan bahwa latar belakang teknologi tidak membatasi ruang aktualisasi diri. Di tengah kesehariannya yang lekat dengan logika, sistem, dan pemrograman, ia memilih melangkah ke ruang representasi publik melalui ajang Duta Kampus 5.0, hingga akhirnya meraih Juara 1.

Hari-hari Hotijatul sebelum mengikuti ajang ini diisi dengan ritme yang padat. Kuliah, organisasi, dan kompetisi berjalan beriringan. Di Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika (HUMANIKA), ia dipercaya menjadi Ketua Divisi Sumber Daya Manusia, posisi yang menuntutnya mengelola dinamika manusia, bukan sekadar sistem. Ia terlibat langsung sebagai Ketua Panitia Management Training dan LKMM 2025, sekretaris makrab, hingga presidium sarasehan. Di tengah kesibukan itu, ia tetap menjaga identitasnya sebagai mahasiswa teknik dengan mengikuti berbagai ajang kompetisi dan meraih medali perak KMM dan PKMM.

Keputusan mengikuti Duta Kampus 5.0 bukanlah ambisi semata, melainkan keberanian untuk keluar dari zona nyaman. Hotijatul merasa ada sisi dirinya yang belum sepenuhnya terasah. “Saya terbiasa berpikir dengan data dan logika. Tapi saya ingin belajar berbicara, menyampaikan gagasan, dan berdampak lebih luas,” katanya. Duta Kampus 5.0 menjadi ruang yang ia anggap tepat untuk menempa sisi itu.

Proses seleksi berjalan panjang dan menguras energi. Jadwal kuliah yang padat, tanggung jawab organisasi, serta persiapan kompetisi sering kali bertabrakan. Rasa ragu sempat muncul, apalagi ketika berhadapan dengan peserta lain yang tampil begitu percaya diri. Namun, satu prinsip membuatnya bertahan: tanggung jawab. Baginya, melangkah sejauh ini berarti harus menuntaskan perjalanan dengan sebaik mungkin.

Titik balik itu datang saat sesi presentasi gagasan. Di hadapan juri, Hotijatul memaparkan ide tentang digitalisasi kampus dan dampaknya bagi mahasiswa. Di momen itu, ia merasa menemukan irisan antara keilmuannya dan visi kampus. Teknik Informatika tidak lagi berdiri di pinggir, tetapi justru menjadi fondasi gagasan. “Di situ saya sadar, latar belakang saya bukan kelemahan. Itu nilai tambah,” ujarnya.

Kemenangan sebagai Juara 1 Duta Kampus 5.0 ia maknai bukan sebagai garis akhir, melainkan awal. Bagi Hotijatul, Kampus 5.0 adalah tentang harmonisasi teknologi dan nilai kemanusiaan. Teknologi hadir untuk memberdayakan, membantu menyelesaikan persoalan sosial, dan memperkuat peran mahasiswa di tengah masyarakat.

Pasca kemenangan, perubahan paling terasa adalah cara ia memandang dirinya sendiri. Jika sebelumnya ia lebih nyaman “berbicara” melalui sistem dan kode, kini ia belajar menyampaikan ide secara persuasif dan inklusif. Dukungan dari orang-orang terdekat ia sambut dengan rasa syukur, namun ia memilih untuk tidak cepat puas.

Ke depan, Hotijatul ingin mengambil peran nyata sebagai jembatan informasi dan inspirasi bagi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jember. Ia membawa gagasan “UM Jember Digital Impact Hub”, sebuah wadah kolaborasi yang memungkinkan mahasiswa menyalurkan kreativitas digital untuk memberi dampak nyata bagi kampus dan masyarakat.

Baginya, kemenangan ini adalah amanah. Sebuah pengingat bahwa potensi sering kali tersembunyi di balik keraguan. “Jangan batasi diri sebelum mencoba,” pesannya. Dari barisan kode hingga panggung representasi kampus, Hotijatul Munauwaroh telah membuktikan bahwa keberanian untuk melangkah bisa membuka jalan menuju versi diri yang lebih utuh.


Rabu, 14 Januari 2026

Raih Juara 1 Essay Nasional, Mahasiswa Unmuh Jember Angkat Inovasi EcoFuture Catalys untuk Atasi Mikroplastik

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember). Gilang Arya Mahmudi, mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan semester 7 angkatan 2022, berhasil meraih Juara 1 Lomba Essay Public Health Festival (PHV IV) yang diselenggarakan oleh UIN Jakarta pada 3 Januari 2025, melalui karya ilmiah berjudul “EcoFuture Catalys: Disruptive Green Technology Bionanofilter AI-IoT Berbasis Bioenzim untuk Transformasi Mikroplastik menjadi Asam Organik sebagai Circular Bioeconomy Lingkungan Berkelanjutan.”

Essay tersebut mengangkat isu global terkait tingginya paparan mikroplastik di lingkungan. Berdasarkan riset yang dilakukan, saat ini diperkirakan terdapat lebih dari 51 triliun partikel mikroplastik di lautan, sekitar 4,5 juta ton terakumulasi di tanah pertanian, serta 3,2 juta ton berada di atmosfer global. Kondisi ini menjadikan mikroplastik sebagai ancaman nyata bagi kesehatan lingkungan dan manusia, sehingga memerlukan solusi teknologi yang inovatif dan berkelanjutan.

Melalui konsep EcoFuture Catalys, Gilang merancang pendekatan teknologi hijau yang mengintegrasikan bioteknologi, nanomaterial, serta sistem digital berbasis Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT). Teknologi ini tidak hanya berfokus pada mitigasi pencemaran mikroplastik, tetapi juga pada proses konversi mikroplastik menjadi asam organik berbasis bioenzim, sehingga mendorong terciptanya circular bioeconomy yang berkelanjutan.

Dalam proses penulisan, satu karya ilmiah diselesaikan dalam rentang waktu dua hingga tiga hari. Sementara itu, tahapan kompetisi—mulai dari seleksi, penetapan finalis, presentasi, hingga pengumuman—rata-rata berlangsung selama dua minggu. Intensitas mengikuti kompetisi yang tinggi membuat Gilang kerap menghadapi tantangan fisik dan mental, termasuk kelelahan dan burnout akibat ambisi mencapai target prestasi sebelum lulus.

Dukungan dari berbagai pihak turut menjadi faktor penting dalam konsistensinya meraih prestasi. Bimbingan akademik serta motivasi dari dosen pembimbing, guru pendamping, dan rekan-rekan tim menjadi bagian dari proses panjang yang ia jalani dalam dunia kompetisi karya ilmiah.

Dalam kurun waktu dua minggu terakhir, Gilang mencatatkan empat prestasi nasional di bidang essay ilmiah, yakni:

  1. Juara 2 Health Essay Competition (HEC), Universitas Tadulako, 30 Desember 2025.
  2. Juara 1 Lomba Essay Public Health Festival (PHV IV), UIN Jakarta, 3 Januari 2025.
  3. Juara 2 Public Health Award Competition (PHAC), Universitas Muslim Indonesia dalam Rapat Tahunan IKSMI, 9 Januari 2025.
  4. Juara 3 Lomba Essay ANESCO 01, Ansa Academy, 12 Desember 2025.

Secara keseluruhan, hingga semester tujuh, Gilang telah mengoleksi 22 prestasi karya ilmiah, dengan tujuh di antaranya diraih melalui kompetisi offline. Capaian tersebut menjadi bukti konsistensi mahasiswa Unmuh Jember dalam berkompetisi di tingkat nasional sekaligus memperkuat posisi universitas sebagai kampus yang mampu melahirkan mahasiswa berdaya saing tinggi.

Ke depan, Gilang menargetkan untuk terus menjaga konsistensi prestasi hingga mencapai 40 karya ilmiah sebelum lulus, serta menorehkan pencapaian pada ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) sebagai puncak target akademiknya.

 

Selasa, 06 Januari 2026

Perjalanan Hidup Atlet Muda Maba Unmuh Jember: Dedikasi dan Disiplin Muhammad Vito Maulana di Dunia Sepak Bola

 

Perjalanan hidup Muhammad Vito Maulana, mahasiswa baru Program Studi Pendidikan Jasmani Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember), menjadi kisah inspiratif tentang dedikasi, disiplin, dan semangat pantang menyerah dalam meraih prestasi di dunia sepak bola.

Lahir dan dibesarkan di Wuluhan, Vito tumbuh dalam keluarga dengan keterbatasan ekonomi. Namun kondisi tersebut tidak pernah memadamkan semangatnya untuk terus berjuang. Dukungan penuh dari orang tua, khususnya sang ayah yang juga pernah menekuni sepak bola, menjadi sumber motivasi utama dalam perjalanan kariernya.

Vito mulai mengenal sepak bola sejak usia 12 tahun, berawal dari bermain bola di depan rumah. Ketertarikannya semakin serius ketika ia bergabung dan berlatih di Sekolah Sepak Bola (SSB) PBJ Desa Karang Duren. Meski berlatih di lingkungan desa, Vito menilai materi latihan yang ia dapatkan berkualitas dan mampu bersaing dengan klub-klub dari perkotaan.

Latihan keras dan disiplin yang dijalani membuahkan hasil. Pada tahun 2022, Vito bersama timnya berhasil menjuarai Turnamen Soeratin KU-17 di Bali. Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk meraih cita-cita menjadi pemain sepak bola profesional.

Memasuki masa sebagai mahasiswa baru Unmuh Jember, Vito kembali menguji kemampuannya dengan mengikuti Liga 4 bersama tim Academy Blayu FC. Pada babak kualifikasi, timnya tergabung dalam grup yang cukup berat dengan persaingan ketat antar tim.

Pada pertandingan pertama, Blayu FC harus menghadapi tim unggulan Triple’s Kediri. Laga berlangsung sengit sejak menit awal. Kedua tim mampu menjaga keseimbangan permainan hingga menit ke-70. Namun, insiden pelanggaran keras di menit-menit akhir membuat salah satu pemain Blayu FC menerima kartu merah. Situasi tersebut dimanfaatkan Triple’s Kediri yang berhasil mencetak gol pada menit ke-86 dan menutup laga dengan skor 1–0.

Di pertandingan kedua, Blayu FC berhadapan dengan tim asal Mojokerto yang diperkuat pemain berlevel Liga 3. Meski kalah dalam penguasaan permainan, Blayu FC mampu membaca kelemahan lini pertahanan lawan. Strategi tersebut membuahkan hasil ketika pada menit ke-89, striker Blayu FC berhasil memanfaatkan kesalahan bek tengah lawan dan mencetak gol penentu kemenangan. Skor 1–0 mengantarkan Blayu FC meraih tiga poin penting.

Namun, pada pertandingan terakhir melawan tuan rumah Persema Malang, Blayu FC kembali menghadapi tantangan berat. Meski bertahan dengan disiplin, pelanggaran di dalam kotak penalti pada menit ke-65 membuat Persema Malang unggul melalui titik putih. Skor 1–0 bertahan hingga akhir laga dan memastikan Blayu FC harus tersingkir di fase grup.

Meski perjalanan di Liga 4 harus terhenti di babak penyisihan, semangat Vito tidak pernah padam. Pengalaman tersebut justru menjadi pembelajaran berharga dalam perjalanan kariernya sebagai atlet muda sekaligus mahasiswa.

Kisah Muhammad Vito Maulana diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan pelajar lainnya, bahwa dengan kerja keras, disiplin, dan dukungan keluarga, prestasi dapat diraih baik di bidang olahraga maupun akademik. Semangat juang Vito menjadi cerminan nilai sportivitas dan ketekunan yang sejalan dengan semangat pendidikan di Universitas Muhammadiyah Jember.


Senin, 21 April 2025

Dari Dojo ke Panggung Akademik: Zinatul Hayati, Karateka Mahasiswa Juarai Pilmapres Unmuh Jember 2025

Di balik setiap tendangan yang dilatih berulang di atas matras, tersimpan semangat belajar yang tak kalah kuat. Zinatul Hayati mahasiswi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) membuktikan bahwa antara fisik yang tangguh dan otak yang cemerlang, tak ada jurang yang memisahkan. 

Pada Senin (21/4/2025), ia dinobatkan sebagai Juara 1 Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) Unmuh Jember tingkat universitas. Kini, ia bersiap melangkah mewakili kampus biru di ajang Pilmapres Wilayah Jawa Timur.

Mahasiswi yang akrab disapa Inay ini tak asing dengan podium juara. Namun kali ini, bukan di gelanggang karate ia berdiri, melainkan di panggung akademik, mempersembahkan gagasan dan inovasi untuk kemajuan pendidikan Indonesia.

Inay tumbuh di dua dunia, persilangan antara mikrofon organisasi, buku kuliah, dan suara hentakan kaki di dojo. Ia kini menjabat sebagai Ketua Umum HIMAKOM (Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi) sekaligus menyandang sabuk hitam karate yang telah mengantarkannya menjuarai berbagai kompetisi. Teranyar, ia membanggakan almamaternya dengan meraih Juara 2 Mageti Open International Karate Championship 2024, sebuah ajang bergengsi yang mempertemukan lebih dari 2000 atlet dari dalam dan luar negeri.

Dalam kategori Kumite -68kg, Inay sukses menumbangkan lawan-lawan tangguh dari kampus ternama seperti Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), hingga Politeknik Negeri Malang (Polinema).

“Awalnya saya hanya mengikuti saran orang tua untuk ikut bela diri,” ungkapnya. “Tapi dari sana saya belajar tentang kedisiplinan, tentang jatuh dan bangkit, dan tentang semangat untuk terus berkembang.”

Siapa sangka, awal keikutsertaan Inay dalam Pilmapres justru bermula dari sebuah tantangan. Seorang dosen memintanya mencoba, dan alih-alih ragu, ia menyambutnya dengan yakin. “Saya ingin membuktikan bahwa mahasiswa yang aktif organisasi dan olahraga juga bisa unggul di bidang akademik,” katanya.

Dengan disiplin khas karateka dan ketekunan mahasiswa komunikasi, ia menyusun proposal gagasan inovatif dan berdiskusi intens dengan dosen pembimbing. Gagasannya lahir dari pengalaman masa SMA, saat ia pernah membuat aplikasi sederhana. 

Kini, ia mengembangkan Vidya Samskara, sebuah aplikasi pembelajaran membaca untuk anak-anak SD di Kabupaten Situbondo.

Aplikasi ini memadukan konten lokal dan metode interaktif untuk membantu mengurangi angka buta aksara. Tak hanya ide, aplikasi ini mencerminkan empati dan keberpihakan pada masyarakat. “Saya ingin inovasi ini benar-benar bisa diterapkan, bukan sekadar jadi konsep,” tuturnya.

Membagi waktu antara rapat organisasi, jadwal latihan karate, dan target akademik tentu bukan perkara mudah. Namun Inay punya kunci: manajemen waktu dan prioritas. Kuliah selalu menjadi yang utama, sementara waktu lainnya dialokasikan untuk kegiatan non-akademik yang menunjang soft skill.

Kini, Inay tengah bersiap menghadapi kompetisi Pilmapres tingkat wilayah. Ia ingin mempersembahkan yang terbaik, tak hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga bagi Unmuh Jember dan komunitas pendidikan tempat ia tumbuh. Ia berharap inovasinya tak hanya diapresiasi, tetapi juga bisa berdampak nyata.

Untuk mahasiswa lain, Inay menyampaikan pesan sederhana namun dalam: “Jangan batasi diri. Organisasi, olahraga, akademik, semua bisa dijalani kalau kamu mau berusaha. Prestasi itu bukan tentang siapa yang paling pintar, tapi siapa yang paling konsisten dan punya semangat belajar.”

Dari Dojo ke podium akademik, kisah Zinatul Hayati menjadi bukti bahwa prestasi sejati tidak lahir dari satu jalur saja. Ia ditempa oleh latihan, disusun oleh mimpi, dan dijalani dengan hati yang tekun.

Jumat, 10 Januari 2025

Unmuh Jember Upaya Tingkatkan Visibilitas dan Diseminasi Karya Dosen lewat International Book Review and Book Talk

    UPT Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Jember sukses menggelar acara "International Book Review and Book Talk in Natural Science, Social, and Humanities". Acara ini berlangsung di Ruang Rapat Gedung A Lantai 2 dan diikuti oleh peserta dari berbagai kalangan, baik secara langsung maupun daring (10/1).

    Kegiatan ini menghadirkan dua panelis internasional, yaitu John G. Pagaddut, CPA., Ph.D., dari Ifugao State University, Filipina, serta A.R. Sali Alongan, RSW., Ph.D., dari Mindanao State University, Filipina. Dengan format hybrid, acara ini bertujuan membahas ulasan buku dan topik-topik terkait ilmu pengetahuan alam, sosial, serta humaniora.

    Acara terbagi menjadi dua sesi utama. Sesi pertama, Book Review, mengulas buku "Environment Moving from Linear to Circular Business" karya Dr. Harris Hermawan, M.M. Buku ini mengupas konsep transformasi lingkungan bisnis dari pendekatan linier ke pendekatan sirkular yang lebih berkelanjutan. Para panelis memberikan wawasan mengenai relevansi buku ini terhadap isu global terkait keberlanjutan lingkungan.


    Sesi kedua, Book Talk, membahas dua buku. Buku pertama, "Numeric Study of Concrete," karya Dr. Ir. Muhtar, M.T., IPM., mengeksplorasi studi numerik pada material beton. Buku kedua, "Perilaku Organisasi dan Organizational Citizenship Behavior (Teori dan Praktek)" karya Dr. Trias Setyowati, M.M., membahas perilaku organisasi dan kontribusi ekstra karyawan dalam mendukung kesuksesan organisasi.

    Para peserta memberikan respons positif terhadap acara ini. Sesi tanya jawab yang interaktif menjadi salah satu momen penting, di mana mahasiswa dan akademisi menyampaikan pertanyaan kritis mengenai relevansi materi dengan kebutuhan lokal maupun global. Peserta daring dari luar negeri juga turut berkontribusi dalam diskusi.

    Dengan terselenggaranya "International Book Review and Book Talk," Universitas Muhammadiyah Jember semakin mempertegas perannya sebagai pusat pendidikan yang berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan secara global.

Rabu, 20 November 2024

"Perahu Layar" Jadi Salah Satu Lagu Tradisional Jawa Favorit Mahasiswa Summer Fest 2024

Sebanyak 33 mahasiswa asing yang tergabung dalam program Summer Festival 2024 Universitas Muhammadiyah Jember tampil memukau saat membawakan lagu tradisional Jawa berjudul Perahu Layar. Acara ini digelar di Sanggar Kartika Budaya, Ambulu, Jember, sebagai bagian dari pelestarian seni tradisional Jawa yang diinisiasi oleh sanggar bersama universitas.

Para mahasiswa yang berasal dari berbagai negara, seperti India, Cina, Filipina, dan Malaysia, tampak antusias dalam mempelajari seni sinden. Mereka dibimbing langsung oleh pengurus sanggar dan pelatih utama, Enys Kartika, S.Pd., seorang lulusan Pendidikan Seni Tari FPBS IKIP Surabaya. Acara ini juga menghadirkan workshop seni tari dan musik tradisional, memberikan kesempatan kepada peserta untuk memahami lebih dalam tentang seni budaya Indonesia.

Puncak acara adalah penampilan sinden lagu Perahu Layar yang dibawakan oleh pelatih sanggar, diikuti oleh para mahasiswa asing. Penampilan ini disambut hangat oleh penonton, menunjukkan kolaborasi apik antara pelatih lokal dan mahasiswa internasional.

Salah satu peserta, Jothy Letchummi A/P D Ganditasan asal India, berbagi kesannya terhadap lagu tersebut.
"Lagu ini sangat berbeda dengan musik tradisional di negara saya," ujar Jothy.
"Saya merasa terhubung dengan irama dan melodi lagu Jawa ini, meskipun budaya kami sangat berbeda. Musik dan liriknya begitu khas, dan saya belajar banyak tentang seni tradisional Indonesia melalui pengalaman ini."

Meski awalnya kesulitan dengan pengucapan dan melodi, Jothy merasa sangat terbantu oleh bimbingan dari pelatih dan dukungan teman-temannya. "Ini adalah pengalaman luar biasa yang membuka mata saya tentang kekayaan budaya Indonesia, dan saya merasa terhormat bisa menjadi bagian dari pertunjukan ini,” tambahnya.

Pelatih utama, Enys Kartika, S.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan mengenalkan dan melestarikan seni tradisional Jawa kepada generasi muda, baik lokal maupun internasional.
"Ini adalah upaya kami untuk melestarikan budaya Jawa di tengah tantangan zaman sekarang," ungkapnya.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana pembelajaran seni, tetapi juga mempererat hubungan lintas budaya antara mahasiswa dari berbagai negara. Selain itu, acara ini menjadi langkah penting dalam memperkenalkan seni tradisional Indonesia ke panggung internasional, sekaligus membangkitkan apresiasi terhadap kekayaan budaya lokal.

Senin, 18 November 2024

Unmuh Jember dan RSU Unmuh Jember Pilar Amal Usaha untuk Kemakmuran Umat

 

dr. Bambang Indra H., Sp. THT dan Prof. Aminullah Elhady, M.Ag., dalam podcast RRI Jember

Perayaan Milad Muhammadiyah ke-112 menjadi momentum penting untuk merefleksikan kontribusi Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat. Dengan tema “Menghadirkan Kemakmuran untuk Semua”, Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) dan Rumah Sakit Umum (RSU) Unmuh Jember menegaskan peran mereka sebagai bagian dari upaya mewujudkan Islam berkemajuan yang bermanfaat bagi umat manusia. 

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Jember, Prof. Aminullah Elhady, M.Ag., dalam podcastnya dengan RRI Jember pada (18/11/24) menyampaikan bahwa usia 112 tahun Muhammadiyah merupakan perjalanan panjang yang membuktikan kiprah organisasi ini dalam membangun masyarakat. 

Islam berkemajuan bukan hanya tentang ibadah, tetapi juga bagaimana mempererat hubungan antar manusia. Muhammadiyah telah menunjukkan ini dalam sejarahnya, dan kita harap terus bertumbuh untuk memberi manfaat lebih luas,” ujar Prof. Aminullah. 

Semangat ini terlihat jelas dalam peran Unmuh Jember dan RSU Unmuh Jember, dua pilar penting yang menjadi bagian dari Amal Usaha Muhammadiyah di Jember. 

Dr. Sofyan Rofi, M.Pd.I dalam podcast RRI Jember

Wakil Rektor III Unmuh Jember, Dr. Sofyan Rofi, M.Pd.I., menegaskan bahwa pendidikan yang diberikan oleh Unmuh Jember bukan sekadar transfer pengetahuan. “Kami mendorong kesejahteraan masyarakat melalui pendidikan yang membangun karakter dan moral. Ini sejalan dengan tema milad, bahwa pendidikan harus berkontribusi langsung kepada masyarakat,” jelasnya. 

Unmuh Jember juga aktif dalam berbagai program pengabdian masyarakat, mulai dari pemberdayaan ekonomi desa hingga pengembangan teknologi ramah lingkungan. Semua ini dirancang untuk menghadirkan dampak nyata dalam kehidupan masyarakat. 

Sementara itu, RSU Unmuh Jember berperan signifikan di bidang kesehatan, tidak hanya melalui layanan medis tetapi juga melalui program promotif seperti penyuluhan kesehatan di berbagai komunitas. 

RSU Unmuh Jember ingin menjadi lebih dari sekadar rumah sakit. Kami membina lingkungan melalui kesehatan promotif dan berkomitmen meningkatkan pelayanan tanpa membedakan siapa pun,” ungkap dr. Bambang Indra H., Sp. THT, Direktur RSU Unmuh Jember. 

Dengan layanan yang terus dikembangkan, RSU Unmuh Jember menjadi harapan bagi masyarakat Jember dan sekitarnya untuk mendapatkan akses kesehatan berkualitas yang terjangkau. 

Sinergi antara Unmuh Jember dan RSU Unmuh Jember mencerminkan visi besar Muhammadiyah untuk menjadi rahmatan lil ‘alamin. Keduanya membuktikan bahwa pendidikan dan kesehatan dapat menjadi motor penggerak dalam menciptakan kemakmuran yang inklusif. 

Perayaan Milad ke-112 ini menjadi pengingat bahwa semangat Islam berkemajuan harus terus menjadi pijakan, tidak hanya untuk internal Muhammadiyah tetapi juga bagi masyarakat luas. Dengan semangat yang sama, Muhammadiyah terus hadir membawa manfaat yang nyata, menghadirkan kemakmuran untuk semua. 

Connect