Minggu, 22 Februari 2026

Wagub Emil Elestianto Dardak: Ekoteologi Bukan Teori, tapi Tanggung Jawab Menjaga Bumi

Kegiatan Kajian Ramadhan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur di Universitas Muhammadiyah Jember pada Sabtu (21/2/2026), menghadirkan Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, yang mewakili Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Dalam sambutannya, Emil menegaskan bahwa tema Ekoteologi dan Tugas Kekhalifahan bukan sekadar wacana akademik, melainkan refleksi mendalam atas tanggung jawab manusia menjaga bumi sebagai amanah Tuhan.

Menurutnya, sebagai bangsa yang berlandaskan Pancasila, khususnya sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa, menjaga alam merupakan bagian dari pengamalan ajaran agama. Ia mengingatkan bahwa bumi dan alam semesta adalah anugerah terbaik dari Allah SWT yang harus dirawat dengan penuh rasa syukur.

“Konsep manusia sebagai khalifah di muka bumi mengandung makna tanggung jawab. Pertanyaannya adalah, apa yang akan kita isi dalam kehidupan ini? Tentu bagaimana menunjukkan rasa syukur dengan menjaga bumi yang kita tempati,” ujarnya di hadapan peserta kajian.

Emil menilai pengangkatan tema ekoteologi di bulan Ramadhan sangat relevan. Momentum spiritual tidak hanya dimaknai sebagai peningkatan ibadah personal, tetapi juga sebagai ruang refleksi kolektif untuk memperkuat kepedulian ekologis dan keberlanjutan lingkungan.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengapresiasi peran Muhammadiyah dalam membangun pendidikan di Jawa Timur. Ia menyebut terdapat ribuan lembaga pendidikan Muhammadiyah dari tingkat usia dini hingga perguruan tinggi yang turut berkontribusi mencerdaskan bangsa. Menurutnya, tugas mencerdaskan kehidupan bangsa tidak dapat sepenuhnya ditanggung pemerintah, tetapi membutuhkan kolaborasi dengan organisasi kemasyarakatan seperti Muhammadiyah.

Selain isu lingkungan, Emil turut menyinggung perkembangan teknologi, khususnya Artificial Intelligence (AI), yang berkembang pesat di dunia. Ia menilai era disrupsi teknologi menuntut lahirnya generasi muda yang tangguh, berakhlak, dan memiliki nasionalisme kuat.

“AI adalah produk manusia yang bisa berkembang luar biasa. Pertanyaannya, mau dibawa ke mana kita ke depan? Karena itu, kita butuh generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki spiritualitas dan nasionalisme yang kuat,” tegasnya.

Emil berharap amal usaha Muhammadiyah di bidang pendidikan dan kesehatan terus melahirkan generasi yang mampu menjawab tantangan zaman, sekaligus menjaga nilai-nilai keislaman dan kebangsaan. Ia juga mendoakan agar seluruh pengurus dan warga Muhammadiyah diberikan kelancaran dalam pengabdian untuk memajukan peradaban di Jawa Timur.

Tags :

bm
Created by: News Unmuh Jember

Humas Unmuh Jember Jaya Jaya Jaya!

Posting Komentar

Connect