Mahasiswa Unmuh Jember Dilatih Berbicara Percaya Diri di Forum Internasional
Kemampuan berbicara di depan publik dan menyampaikan gagasan ilmiah secara efektif menjadi fokus utama sesi keempat International Partnership Collaborative Extension Program yang digelar oleh Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) bersama Ifugao State University (IFSU), Filipina. Berlangsung pada Kamis (12/03/2026) secara daring melalui Zoom Meeting, sesi bertema Public Speaking and Academic Presentation Skills ini menjadi salah satu yang paling ditunggu dan terbukti menjadi yang paling interaktif sepanjang program berlangsung.
Kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB atau 09.00 Philippine Time
dan dihadiri oleh 90 peserta, jumlah tertinggi sejak program ini bergulir.
Mereka berasal dari mahasiswa dan dosen Unmuh Jember, IFSU, serta sejumlah
peserta dari Universitas Muhammadiyah Sidoarjo yang turut bergabung memperkaya
dinamika diskusi.
Dua narasumber tampil membawakan perspektif yang saling
melengkapi. Sesi pertama dibuka oleh Mary Grace Acosta Santiago dari College of
Teacher Education, Ifugao State University, dengan materi Public Speaking
Across Culture. Dalam pemaparannya, Santiago membawa peserta memahami bahwa
kemampuan berbicara di depan publik jauh lebih dari sekadar soal kelancaran
berbahasa atau teknik penyampaian pesan. Ada dimensi budaya yang tak kalah
penting untuk dipahami.
Santiago menjelaskan bahwa gaya komunikasi, ekspresi
nonverbal, penggunaan jeda, hingga struktur logis dalam menyampaikan argumen
dapat berbeda secara signifikan antara satu budaya dan budaya lainnya. Apa yang
dianggap tegas dan meyakinkan dalam satu konteks budaya bisa dipersepsi berbeda
dalam konteks budaya yang lain. Oleh karena itu, mahasiswa yang bercita-cita
tampil di forum internasional perlu membekali diri bukan hanya dengan kemampuan
teknis berbicara, tetapi juga dengan kepekaan dan kesadaran budaya yang
mendalam.
Sesi dilanjutkan oleh Dr. Dian Rahma Santoso, M.Pd. dari
Universitas Muhammadiyah Sidoarjo dengan materi Academic Presentation Skills.
Dr. Dian memandu peserta melalui anatomi presentasi akademik yang efektif,
mulai dari cara merumuskan ide utama yang tajam, mengembangkan argumen yang
kohesif dan meyakinkan, hingga memilih dan menyusun media visual yang mendukung
pesan tanpa mengalihkan perhatian audiens.
Tak berhenti di situ, Dr. Dian juga membahas aspek-aspek
yang sering menjadi tantangan bagi mahasiswa: bagaimana mengelola rasa gugup
sebelum dan saat presentasi, menjaga kontak mata dengan audiens tanpa membuat
diri sendiri gelisah, serta membangun kepercayaan diri yang tumbuh dari
persiapan yang matang, bukan dari kepura-puraan. Tips-tips praktis yang
dibagikannya disambut antusias oleh peserta yang merasa mendapat panduan
konkret yang selama ini mereka cari.
Puncak dari sesi ini adalah kesempatan yang diberikan kepada
peserta untuk langsung mempraktikkan apa yang mereka pelajari melalui simulasi
presentasi akademik singkat. Satu per satu, peserta tampil menyampaikan gagasan
di hadapan rekan-rekan dari dua negara, lalu mendapatkan umpan balik langsung
dari narasumber. Momen ini menjadi ruang latihan yang berharga, tidak hanya
untuk mengasah teknik, tetapi juga untuk membiasakan diri tampil di depan
audiens internasional dalam suasana yang suportif.
Diskusi yang berlangsung setelah sesi simulasi semakin
memperlihatkan kedalaman ketertarikan peserta terhadap topik ini. Berbagai
pertanyaan praktis mengalir: bagaimana mempersiapkan diri untuk presentasi di
konferensi internasional, strategi terbaik dalam mengelola waktu presentasi
agar pesan tersampaikan tuntas tanpa melampaui batas waktu, serta cara
menyesuaikan gaya penyampaian ketika berhadapan dengan audiens dari latar
belakang budaya yang beragam.
"Sesi ini membantu saya memahami bagaimana menyampaikan
gagasan secara jelas dalam forum akademik internasional," ungkap salah
satu mahasiswa IFSU setelah kegiatan berakhir.
Dari pihak Unmuh Jember, seorang peserta menyampaikan,
"Materi tentang public speaking sangat membantu saya untuk lebih percaya
diri ketika harus presentasi di depan kelas maupun forum akademik."
Seorang peserta lain menambahkan, "Saya belajar bahwa
pemahaman budaya sangat penting ketika berbicara di hadapan audiens
internasional."
Peningkatan partisipasi yang konsisten dari sesi ke sesi,
dari 60 peserta di sesi pertama hingga 90 peserta di sesi keempat ini, menjadi
indikator yang berbicara sendiri. Program yang awalnya mempertemukan dua
institusi kini telah berkembang menjadi ruang belajar yang semakin banyak
diminati, karena peserta merasakan langsung manfaat nyata yang mereka bawa
pulang setelah setiap pertemuan.
Dengan dua sesi tersisa yang akan memuncak pada proyek
kolaboratif mahasiswa lintas negara dan sesi refleksi evaluasi bersama, program
ini terus melangkah menuju penyelesaian yang diharapkan tidak hanya
meninggalkan kenangan baik, tetapi juga dokumen kerja sama resmi dan artikel
ilmiah yang akan menjadi warisan akademik dari kolaborasi bersejarah antara
Unmuh Jember dan Ifugao State University.





.jpeg)


.png)








