Rabu, 27 Mei 2026

Ribuan Jamaah Padati Lapangan Unmuh Jember, Khutbah Idul Adha Tekankan Makna Kurban yang Sesungguhnya


Universitas  Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) menggelar Sholat Idul Adha 1447 Hijriah di Lapangan Sepak Bola Unmuh Jember, Rabu (27/5/2026). Ribuan jamaah yang terdiri dari sivitas akademika, warga Muhammadiyah, dan masyarakat umum memadati area lapangan sejak pagi untuk menunaikan ibadah hari raya Idul Adha.

Bertindak sebagai imam dalam pelaksanaan sholat Idul Adha kali ini adalah M. Khotib Firdaus, S.Pd., Kepala Sekolah SD Mudisa Jember. Sementara khutbah Idul Adha disampaikan oleh Prof. Dr. Aminullah El-Hady, M.Ag., Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Jember.

Mengusung tema “Ritual Kurban: Makna Kesalehan Spiritual dan Kepedulian Sosial”, khutbah mengajak umat Islam untuk memaknai Idul Adha tidak hanya sebagai ritual keagamaan, tetapi juga sebagai momentum memperkuat ketakwaan dan kepedulian terhadap sesama.

Dalam khutbahnya, Prof. Aminullah menjelaskan bahwa ibadah haji, Idul Adha, dan kurban merupakan rangkaian syariat yang saling berkaitan dan dilaksanakan pada bulan Dzulhijjah. Ketiganya mengandung pelajaran tentang ketakwaan, kepatuhan, dan pengorbanan sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Ibrahim AS beserta keluarganya.

“Ritual kurban bukan sekadar penyembelihan hewan, tetapi ujian ketakwaan dan kerelaan seseorang dalam melepaskan kecintaan berlebihan terhadap harta dan materi demi mendekatkan diri kepada Allah SWT,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan jamaah mengenai kisah Habil dan Qabil, dua putra Nabi Adam AS, yang menunjukkan bahwa Allah menerima amal berdasarkan ketulusan dan ketakwaan pelakunya. Menurutnya, nilai utama dari kurban terletak pada keikhlasan hati dan kesungguhan dalam menjalankan perintah Allah.

Selain memiliki dimensi spiritual, Prof. Aminullah menegaskan bahwa ibadah kurban juga mengandung dimensi sosial yang sangat kuat. Melalui pembagian daging kurban, umat Islam diajak membangun solidaritas, mempererat persaudaraan, dan meningkatkan kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.

“Kesalehan spiritual harus berjalan beriringan dengan kesalehan sosial. Orang yang bertakwa tidak hanya baik hubungannya dengan Allah, tetapi juga menghadirkan manfaat bagi sesama manusia,” ujarnya.

Menurutnya, masyarakat yang maju tidak hanya dibangun melalui kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga melalui budaya saling menghormati, berbagi, dan peduli terhadap lingkungan sosial di sekitarnya.

Pelaksanaan Sholat Idul Adha berlangsung khidmat dan tertib. Sejak sebelum pelaksanaan sholat, jamaah telah memadati lapangan untuk mengikuti rangkaian ibadah hari raya. Momentum Idul Adha di lingkungan Unmuh Jember ini sekaligus menjadi sarana mempererat silaturahmi antara sivitas akademika dengan masyarakat sekitar.

Melalui peringatan Idul Adha 1447 H, Unmuh Jember berharap nilai-nilai pengorbanan, keikhlasan, dan kepedulian sosial yang terkandung dalam ibadah kurban dapat terus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan kampus maupun masyarakat luas.

Senin, 18 Mei 2026

Perempuan Tangguh Peternak Domba, Kisah Yesita Alumni Unmuh Jember

Dunia peternakan kerap dianggap identik dengan pekerjaan laki-laki. Namun anggapan itu berhasil dipatahkan oleh Yesita Karel, alumni Program Studi Manajemen Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) asal Sidomulyo, Kabupaten Jember, yang sukses membangun bisnis peternakan dan penjualan domba bernama Artisnya Domba Jember sejak masih duduk di bangku kuliah.

Sebagai perempuan muda, Yesita memilih jalan yang tidak biasa. Di tengah banyak mahasiswa yang fokus mencari pekerjaan setelah lulus, ia justru berani terjun langsung ke dunia peternakan.

Usaha tersebut dirintis sejak tahun 2017, berawal dari latar belakang keluarganya yang merupakan peternak domba. Lingkungan tempat tinggalnya di Sidomulyo, Kabupaten Jember yang mayoritas dihuni oleh peternak, membuatnya akrab dengan kandang, pakan ternak, hingga proses jual beli domba sejak kecil.

Melihat peluang itu, Yesita memutuskan memulai usaha sendiri saat masih berada di semester awal perkuliahan. Ia ingin mandiri secara finansial dan tidak hanya bergantung pada orang tua.

“Saya ingin punya penghasilan sendiri. Dari kecil sudah melihat peluang itu ada di sekitar rumah, jadi saya memberanikan diri untuk mulai,” ujarnya.

Namun, memilih menjadi peternak perempuan bukan tanpa tantangan. Ia mengaku sempat dihantui rasa takut, mulai dari khawatir dagangannya tidak laku, takut ditipu, hingga ancaman pencurian ternak.

Selain itu, keterbatasan pengetahuan tentang dunia peternakan juga menjadi tantangan tersendiri. Ia harus belajar memahami usia domba, bobot ideal, jenis-jenis domba unggulan, hingga menentukan jasa pengiriman yang tepat untuk pembeli luar daerah.



Sebagai perempuan, ia juga sering menghadapi pandangan bahwa bisnis peternakan bukan bidang yang lazim digeluti perempuan. Namun Yesita memilih membuktikan lewat kerja nyata.

Ia belajar langsung di lapangan, mengamati, bertanya, hingga memahami seluk-beluk usaha ternak secara perlahan.

Cobaan terbesar datang saat pandemi dan wabah PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) menyerang. Saat itu, pengiriman domba mengalami lockdown, sementara beberapa ternak di kandangnya terserang penyakit hingga mati.

“Pernah merasa sangat berat. Saat wabah PMK, pengiriman terhambat, beberapa domba sakit bahkan mati. Tapi saya memilih tetap bertahan karena saya percaya usaha ini bisa berkembang,” katanya.

Ketekunan itu akhirnya membuahkan hasil. Tahun 2022 menjadi titik balik penting ketika omzet penjualannya meningkat drastis. Dari yang awalnya hanya menjual domba lokal, Yesita mulai meningkatkan kualitas produknya dengan menghadirkan domba Merino, Dormas, hingga Sopas.

Perkembangan usaha tersebut juga terlihat dari aset yang dimiliki. Jika awalnya hanya memiliki satu kandang, kini ia telah memiliki tiga kandang aktif untuk menunjang bisnisnya.

Dari hasil usaha itu, Yesita mampu membayar uang kuliah (UKT) sendiri sejak semester satu hingga lulus. Bahkan, ia juga berhasil membeli motor, handphone, hingga membantu renovasi rumah.

“Bangga sekali bisa sampai di titik ini. Saya sangat berterima kasih kepada kedua orang tua dan kakak-kakak saya yang selalu memberi support dan doa,” ungkapnya.

Bagi Yesita, perjalanan kuliah di Unmuh Jember bukan hanya soal mengejar nilai akademik, tetapi juga proses membentuk diri menjadi pribadi yang lebih baik.

Ia mengaku banyak belajar tentang disiplin, komunikasi, manajemen waktu, kerja tim, hingga keberanian mengambil keputusan.

Salah satu pengalaman paling berkesan terjadi saat semester akhir ketika ia hampir mengalami kendala besar dalam proses skripsi akibat perubahan judul tanpa koordinasi penuh dengan dosen pembimbing.

Saat itu, ia merasa sangat takut kelulusannya tertunda. Namun dari pengalaman tersebut, ia justru mendapatkan pelajaran berharga tentang komunikasi dan tanggung jawab.

“Dari situ saya belajar, jangan seenaknya mengubah sesuatu tanpa komunikasi yang jelas. Dalam bisnis juga begitu, jangan diam-diam mengganti produk atau harga ke klien. Kalau salah, cepat minta maaf dan beri solusi,” jelasnya.


Yesita percaya bahwa keberhasilan tidak datang secara instan. Baginya, langkah pertama adalah keberanian untuk memulai.

“Mengambil langkah pertama adalah awal untuk mewujudkan cita-cita menjadi pengusaha. Saya percaya usaha tidak akan mengkhianati hasil, dan Allah SWT tidak menunda, tetapi menata,” tuturnya.

Kini, ia terus mengembangkan Artisnya Domba Jember dengan target menjadi ahli di bidang peternakan sekaligus pengusaha sukses yang mampu membuka peluang bagi banyak orang.

Kisah Yesita menjadi bukti bahwa perempuan bisa kuat, mandiri, dan sukses bahkan dari kandang domba. Bahwa menjadi peternak bukan soal gender, tetapi soal keberanian untuk memulai dan konsistensi untuk bertahan.

 

Minggu, 17 Mei 2026

Delegasi Unmuh Jember Raih Best Team Kedua Nasional di Ajang Literasi Internasional SEALNET PI25

Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional hingga Asia Tenggara. Setelah terpilih sebagai salah satu dari lima perguruan tinggi terbaik di Indonesia dalam program SEALNET Project Indonesia 2025 (PI25) Read to Lead, delegasi Unmuh Jember berhasil meraih predikat Best Team Kedua Nasional pada ajang literasi internasional bergengsi SEALNET PI25 (Southeast Asian Service Leadership Network Program Initiative 2025).

Prestasi tersebut diumumkan dalam Closing Ceremony SEALNET PI25 yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Kamis, 10 April 2026 pukul 19.00 WIB, menandai berakhirnya proyek literasi yang telah berjalan selama kurang lebih enam bulan.

Tim delegasi Unmuh Jember terdiri dari Muhammad Sulton Al Gifari, mahasiswa Fakultas Psikologi, Lutfiah Indah Fardiyatin, mahasiswa Program Studi PGPAUD, serta Helmy Maulana Wahid, pustakawan Unmuh Jember.

Sebelumnya, pada Juli 2025, Unmuh Jember terpilih sebagai salah satu dari hanya lima perguruan tinggi di Indonesia yang lolos dalam program mentoring intensif SEALNET PI25 bersama Universitas Perbanas, UIN Sunan Gunung Djati, Universitas Multimedia Nusantara, dan Universitas Buddhi Dharma.

Program yang diselenggarakan oleh Southeast Asian Service Leadership Network (SEALNET) ini berfokus pada penguatan budaya literasi, kepemimpinan sosial, serta pengembangan program berbasis komunitas melalui proposal gerakan literasi bertajuk “Literazine.”

Melalui proposal tersebut, Unmuh Jember dinilai memiliki potensi besar dalam membangun ekosistem literasi yang inklusif, berkelanjutan, dan berdampak langsung bagi masyarakat kampus maupun masyarakat luas.

Selama lima hari, pada 16–20 Juli 2025, tim delegasi mengikuti mentoring intensif di Jakarta bersama mentor internasional dari berbagai negara Asia Tenggara, seperti Vietnam, Thailand, Myanmar, Filipina, Singapura, dan Indonesia.

Tidak hanya menerima materi, peserta juga melakukan kunjungan studi ke Perpustakaan Jakarta dan HB Jassin, Perpustakaan Universitas Indonesia, serta Gramedia Pustaka Utama, guna memperluas wawasan mengenai ekosistem literasi dan kepemimpinan berbasis layanan (service leadership).

Dalam proses pendampingan tersebut, para delegasi mendapatkan pembekalan mengenai pendekatan berbasis komunitas, strategi advokasi, serta praktik kepemimpinan sosial yang mampu menciptakan perubahan nyata.

Keberhasilan meraih predikat Best Team Kedua Nasional tidak datang secara instan. Tim Unmuh Jember dinilai menunjukkan performa terbaik melalui komunikasi aktif dengan mentor, konsistensi implementasi program, serta inovasi gerakan literasi yang kolaboratif dan inklusif.

Beberapa program unggulan yang berhasil dijalankan antara lain Library Tour bagi mahasiswa baru, Galeri Tour hasil kolaborasi dengan komunitas literasi lokal seperti Kanca Aksara, Literaya, Pena, dan PNE, hingga integrasi literasi dengan edukasi lingkungan melalui program Kunang-Kunang dan Nara Garden Tour.

Selain itu, tim juga mengembangkan gerakan literasi inklusif berbasis bahasa isyarat bersama BISINDO dan JBP, serta memperluas jejaring internasional melalui program English Mentoring yang berkolaborasi dengan Teaching Beyond Borders Singapura.

Lutfiah Indah Fardiyatin menyampaikan bahwa penghargaan ini menjadi bukti bahwa gerakan literasi kampus dapat berkembang menjadi gerakan sosial yang berdampak luas jika dikelola dengan kolaborasi dan konsistensi.

“Literasi bukan hanya soal membaca buku, tetapi bagaimana ilmu itu bisa hidup di masyarakat, menyentuh banyak orang, dan menjadi ruang perubahan sosial yang nyata,” ujarnya.

Prestasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Unmuh Jember mampu bersaing di level nasional maupun internasional, sekaligus memperkuat posisi kampus sebagai institusi yang aktif mendorong inovasi sosial, kepemimpinan muda, dan budaya literasi berkelanjutan.

Melalui capaian ini, Unmuh Jember tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi juga sebagai penggerak perubahan yang membawa semangat literasi dari kampus menuju jejaring Asia Tenggara.

Dua Mahasiswa Unmuh Jember Terlibat dalam Proyek Ketangguhan Bencana PMI dan JRCS Jepang

Komitmen mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) dalam bidang kemanusiaan kembali terlihat melalui keterlibatan dua mahasiswa dalam program School Community Resilience Project (SCR) yang diselenggarakan oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember bekerja sama dengan Japanese Red Cross Society (JRCS) Jepang.

Program ini diawali dengan kegiatan Pelatihan Dasar Disaster Risk Reduction (DRR) dan Enhanced Vulnerability Capacity Assessment (EVCA) yang berlangsung selama empat hari, pada 16–20 Januari 2025, di Hotel Safari Jember. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari proyek kolaborasi jangka panjang yang dirancang berjalan selama kurang lebih tiga tahun, mulai awal 2025 hingga 2027.

Pelatihan ini diikuti oleh 20 staf dan relawan PMI Kabupaten Jember, termasuk dua mahasiswa Unmuh Jember yang menjadi perwakilan dari KSR (Korps Sukarela) PMI Unit Unmuh Jember, yakni Lutfiah Indah Fardiyatin, mahasiswa Program Studi PGPAUD, dan Nur Alfiah, mahasiswa Program Studi Keperawatan.

Keterlibatan keduanya menjadi bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam mendukung penguatan ketangguhan masyarakat terhadap risiko bencana, khususnya di wilayah pesisir selatan Jember yang memiliki potensi ancaman gempa bumi dan tsunami.

Program SCR sendiri akan difokuskan di wilayah Kecamatan Puger dan Gumukmas, dua kawasan pesisir selatan Jember yang dinilai memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap bencana alam.

Saat itu, Ketua PMI Kabupaten Jember, Dr. Muhammad Thamrin, S.E., M.M., menegaskan bahwa pelatihan ini bukan hanya soal teori kebencanaan, tetapi juga membentuk karakter relawan yang tangguh dan siap terjun langsung ke masyarakat.

Menurutnya, relawan harus memiliki rasa percaya diri, komunikasi yang efektif, serta militansi dalam menjalankan tugas kemanusiaan.

Sementara itu, Weni Catur selaku Koordinator School and Community Resilience (SCR) menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang untuk membekali peserta dengan pemahaman teknis yang mendalam sebelum menjalankan pendampingan di lapangan.

Berbagai materi diberikan oleh fasilitator dari PMI Pusat, PMI Jawa Timur, PMI Kabupaten Jember, serta JRCS Jepang. Materi tersebut meliputi pengelolaan bencana, kesiapsiagaan, tanggap darurat, satuan pendidikan aman bencana, hingga kajian risiko.

Tidak hanya teori, peserta juga mengikuti simulasi lapangan, pelatihan teknik komunikasi, serta koordinasi respons kebencanaan agar mampu menjalankan tugas secara efektif saat berhadapan langsung dengan masyarakat.

Bagi Lutfiah dan Nur Alfiah, keterlibatan dalam proyek internasional ini menjadi pengalaman berharga yang tidak hanya memperluas wawasan kebencanaan, tetapi juga mengasah kemampuan kepemimpinan, komunikasi, dan pengabdian sosial sebagai mahasiswa.

Melalui program ini, Unmuh Jember menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya berperan di ruang akademik, tetapi juga hadir sebagai bagian dari solusi sosial dan kemanusiaan. Keterlibatan dalam School Community Resilience Project menjadi langkah nyata dalam membangun generasi muda yang tangguh, peduli, dan siap menghadapi tantangan kebencanaan di masa depan.

 

Usai Youth Diplomacy Forum Jakarta, Delegasi IMM Unmuh Jember Lahirkan Agent of Diplomation

Semangat diplomasi dan kepemimpinan global terus digaungkan oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember). Setelah mengikuti Youth Diplomacy Forum (YDF) 2025 di Jakarta, dua mahasiswi delegasi dari Koordinator Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (Korkom IMM) Unmuh Jember, yakni Lutfiah Indah Fardiyatin dari Program Studi PGPAUD dan Zahra Hakim dari Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), menghadirkan tindak lanjut nyata melalui kegiatan bertajuk “Agent of Diplomation”.

Program ini menjadi bentuk output action sekaligus pertanggungjawaban publik atas keikutsertaan mereka dalam forum diplomasi nasional yang diselenggarakan oleh kolaborasi antara Dewan Pimpinan Pusat (DPP) IMM, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI), Islamic Cooperation Youth Forum (ICYF), dan OIC Youth Indonesia.

Sebelumnya, pada 26–28 September 2025, Lutfiah dan Zahra menjadi delegasi resmi Unmuh Jember dalam Youth Diplomacy Forum 2025 yang digelar di Gedung Pusat Dakwah Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Jakarta Pusat. Forum tersebut mengusung tema “Muhammadiyah Diplomats as Catalysts of Global Change”, yang berfokus pada pelatihan dasar diplomasi, literasi hubungan internasional, serta simulasi sidang Organisasi Kerja Sama Islam melalui Model OIC (MOIC).

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Anis Matta dan dihadiri sejumlah diplomat senior Kemlu RI serta tokoh nasional Muhammadiyah dan MUI. Selama tiga hari, para peserta mendapatkan materi eksklusif dari direktur Kemlu RI dan para duta besar, sekaligus mengikuti simulasi sidang internasional yang melatih kemampuan negosiasi, diplomasi publik, dan penyusunan resolusi global.

Menurut Lutfiah, pengalaman tersebut menjadi ruang belajar yang sangat berharga bagi mahasiswa untuk memahami peran diplomasi dalam menghadapi isu-isu global.

“Forum ini membuka cara pandang kami bahwa mahasiswa tidak hanya berperan di lingkungan kampus, tetapi juga harus siap menjadi bagian dari perubahan global melalui komunikasi, negosiasi, dan diplomasi publik,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut dari pengalaman tersebut, Korkom IMM Unmuh Jember kemudian menggelar kegiatan “Agent of Diplomation” pada Minggu, 1 Maret 2026, bertempat di Ruang Rapat G.A Universitas Muhammadiyah Jember.

Kegiatan ini diikuti oleh kader pilihan yang merupakan tiga orang perwakilan dari masing-masing komisariat IMM di lingkungan Unmuh Jember. Sebanyak sembilan komisariat turut terlibat, sehingga puluhan kader muda IMM berpartisipasi dalam proses transfer ilmu dan penguatan kapasitas organisasi.

Mengusung tema “Menginternalisasi Nilai Adab dan Etika dalam Menciptakan Kolaborasi Organisasi yang Efektif, Produktif, dan Profesional,” kegiatan ini menghadirkan Dr. Sudahri, S.Sos., M.I.Kom. sebagai pemateri utama, dengan Faiq Nizamuddin sebagai fasilitator diskusi.

Dalam pemaparannya, Dr. Sudahri menekankan pentingnya adab, komunikasi taktis, dan etika organisasi sebagai fondasi utama dalam membangun kolaborasi yang sehat dan profesional di lingkungan mahasiswa.

Kegiatan berlangsung secara semi-formal dan interaktif. Para peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga aktif berdiskusi, bertukar gagasan, serta mempelajari bagaimana teknik diplomasi dapat diterapkan dalam menyelesaikan tantangan organisasi di tingkat komisariat.

Zahra Hakim menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan agar ilmu yang diperoleh dari forum nasional tidak berhenti pada delegasi yang berangkat, tetapi dapat menyebar dan memberikan dampak lebih luas.

“Kami ingin keterampilan diplomasi, negosiasi, dan etika berorganisasi ini bisa dirasakan seluruh kader IMM di Unmuh Jember. Ini bukan hanya soal forum nasional, tetapi bagaimana ilmu itu bisa kembali ke kampus dan menguatkan organisasi,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, IMM Unmuh Jember berharap lahir kader-kader muda yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kapasitas diplomasi, kepemimpinan, dan kepekaan sosial yang kuat dalam menjawab tantangan zaman.

Program “Agent of Diplomation” menjadi bukti bahwa pengalaman mahasiswa di tingkat nasional dapat diolah menjadi gerakan nyata di lingkungan kampus membangun kolaborasi, memperkuat adab organisasi, dan menyiapkan generasi pemimpin masa depan.

Selasa, 12 Mei 2026

Mahasiswa KKN Kenalkan Pemanfaatan Daun Kelor sebagai Tanaman Herbal Berkhasiat

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Jember melaksanakan kegiatan penyuluhan mengenai pemanfaatan daun kelor kepada masyarakat sebagai upaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya tanaman herbal bagi kesehatan.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang manfaat daun kelor yang selama ini mudah ditemukan di lingkungan sekitar, namun belum dimanfaatkan secara maksimal. Daun kelor atau yang dikenal masyarakat dengan sebutan maronggi merupakan tanaman tropis yang kaya akan kandungan nutrisi seperti vitamin A, vitamin B, vitamin C, zat besi, kalsium, kalium, dan magnesium.

Dalam penyuluhan tersebut, mahasiswa KKN menjelaskan bahwa daun kelor memiliki banyak manfaat kesehatan, di antaranya membantu menurunkan tekanan darah tinggi, mengontrol gula darah dan kolesterol, meningkatkan daya tahan tubuh, menjaga kesehatan jantung dan tulang, serta membantu memperlancar produksi ASI bagi ibu menyusui.

Selain itu, daun kelor juga mengandung antioksidan tinggi seperti flavonoid, polifenol, dan asam klorogenik yang berfungsi melawan radikal bebas serta membantu mencegah berbagai penyakit kronis seperti diabetes dan penyakit jantung.

Mahasiswa KKN juga memberikan penjelasan mengenai cara pengolahan daun kelor agar dapat dimanfaatkan secara maksimal, seperti diolah menjadi sayur bening, teh herbal, serbuk daun kelor, hingga jamu tradisional. Dengan pengolahan yang tepat, manfaat daun kelor dapat dirasakan lebih optimal oleh masyarakat.

Kegiatan ini mendapat respon positif dari warga karena dinilai memberikan pengetahuan baru tentang tanaman herbal yang murah, mudah didapat, dan memiliki manfaat besar bagi kesehatan keluarga. Warga juga merasa terbantu dengan adanya informasi mengenai pemanfaatan daun kelor sebagai alternatif pengobatan alami.

Namun demikian, mahasiswa juga mengingatkan agar konsumsi daun kelor tidak berlebihan karena dapat menimbulkan gangguan lambung. Khusus bagi ibu hamil, disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan tenaga kesehatan karena terdapat senyawa tertentu yang dapat memicu kontraksi.

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih bijak dalam memanfaatkan tanaman herbal yang ada di sekitar lingkungan mereka, serta menjadikan daun kelor sebagai salah satu solusi alami untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan kualitas hidup sehari-hari.

 

Senin, 11 Mei 2026

Mahasiswa KKN Unmuh Jember Ajak Warga Manfaatkan Sampah Plastik Menjadi Hiasan Kreatif

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Jember melaksanakan kegiatan sosialisasi dan pelatihan pemanfaatan sampah plastik menjadi berbagai hiasan kreatif bagi masyarakat Desa Selogudig Kulon, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mengolah sampah plastik menjadi barang yang lebih berguna serta memiliki nilai ekonomi.

Di lingkungan masyarakat, sampah plastik seperti botol bekas, kantong plastik, dan kemasan makanan sering kali menumpuk dan sulit terurai. Kondisi tersebut dapat menimbulkan pencemaran lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Melalui program ini, mahasiswa KKN mengajak warga untuk memanfaatkan sampah plastik menjadi berbagai hiasan menarik seperti bunga hias, tempat pensil, gantungan dinding, vas bunga, hingga dekorasi rumah lainnya.

Kegiatan sosialisasi dan pelatihan ini diikuti dengan antusias oleh ibu-ibu serta remaja Desa Selogudig Kulon. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN memberikan penjelasan mengenai cara memilah sampah plastik yang masih dapat digunakan, membersihkan bahan, hingga langkah-langkah membuat hiasan sederhana dari barang bekas.

Adapun alat dan bahan yang digunakan antara lain botol plastik bekas, gunting, lem, pita, cat warna, serta berbagai kemasan plastik lainnya yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar.

Melalui kegiatan ini, masyarakat memperoleh pengetahuan baru mengenai pentingnya pengelolaan sampah sekaligus keterampilan dalam membuat kerajinan tangan yang menarik dan bermanfaat. Hasil karya yang dibuat bersama memiliki nilai guna karena dapat digunakan sebagai hiasan rumah maupun dijadikan peluang usaha kecil untuk menambah penghasilan keluarga.

Program pemanfaatan sampah plastik ini mendapatkan respon positif dari masyarakat Desa Selogudig Kulon. Warga berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan agar lingkungan desa menjadi lebih bersih, sehat, dan masyarakat semakin kreatif dalam memanfaatkan barang bekas menjadi sesuatu yang bernilai.

Mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal dalam menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi kreatif berbasis daur ulang sampah.

 


Rabu, 06 Mei 2026

Dosen Unmuh Jember Dorong Transformasi Pembelajaran Digital melalui Integrasi AI di SMA Muhammadiyah 1 Lumajang

Upaya mendorong transformasi digital di dunia pendidikan terus dilakukan oleh kalangan akademisi. Tim dosen dari Universitas Muhammadiyah Jember melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Transformasi Pembelajaran Digital: Integrasi AI Code Generator dalam Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif di SMA Muhammadiyah 1 Lumajang.

Kegiatan yang dipimpin oleh Syahrul Mubaroq, M.Pd. ini dilaksanakan pada 16 Desember 2025 dan bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), khususnya AI Code Generator, untuk menciptakan media pembelajaran yang interaktif dan inovatif.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 18 guru dari berbagai mata pelajaran mengikuti pelatihan intensif yang mencakup pengenalan konsep AI, teknik penyusunan perintah (prompt), hingga praktik langsung pembuatan media berbasis HTML, CSS, dan JavaScript melalui platform Canva Code.

“Selama ini banyak guru sudah mengenal Canva, tetapi belum memanfaatkan fitur lanjutannya seperti AI Code Generator. Padahal teknologi ini bisa membantu membuat media interaktif tanpa harus menguasai coding secara mendalam,” ujar Syahrul dalam keterangannya.

Pelatihan dilaksanakan secara bertahap mulai dari analisis kebutuhan, workshop, pendampingan teknis, hingga evaluasi hasil. Para peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga menghasilkan produk nyata berupa media pembelajaran interaktif seperti kuis otomatis, simulasi pembelajaran, hingga game edukatif sederhana.

Hasilnya cukup signifikan. Sebanyak 16 guru mampu secara mandiri menghasilkan media interaktif berbasis AI, sementara dua lainnya mampu menyelesaikan produk dengan pendampingan. Secara keseluruhan, tercipta 18 produk media pembelajaran yang siap digunakan di kelas.

Tidak hanya berdampak pada keterampilan teknis, kegiatan ini juga mengubah pola pikir guru terhadap teknologi. AI yang sebelumnya dianggap rumit kini dipandang sebagai “asisten pedagogis” yang membantu mempercepat proses pembuatan materi ajar.

“Kami jadi lebih percaya diri. Ternyata membuat media interaktif tidak sesulit yang dibayangkan jika memanfaatkan AI,” ungkap salah satu guru peserta.

Selain itu, program ini juga mendorong terbentuknya budaya kolaboratif antar guru serta lahirnya repositori digital sekolah yang berisi kumpulan media pembelajaran interaktif. Repositori ini diharapkan menjadi fondasi pengembangan pembelajaran berbasis teknologi secara berkelanjutan.

Kepala sekolah SMA Muhammadiyah 1 Lumajang menyambut baik kegiatan ini dan berharap pelatihan serupa dapat terus berlanjut dengan materi yang lebih mendalam.

Program ini sejalan dengan upaya pengembangan pendidikan di era Society 5.0, di mana integrasi teknologi seperti AI menjadi kunci dalam menciptakan pembelajaran yang adaptif, interaktif, dan berpusat pada siswa.

Melalui kegiatan ini, Universitas Muhammadiyah Jember menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di daerah melalui inovasi berbasis teknologi.

Unmuh Jember Gelar Program International Financial Behavior & Investment Empowerment di MSU Malaysia

Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) internasional melaksanakan kegiatan bertajuk International Financial Behavior & Investment Empowerment bekerja sama dengan Management and Science University (MSU) Malaysia. Program ini bertujuan meningkatkan literasi keuangan, perilaku keuangan, serta kesiapan investasi mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh studi di MSU Malaysia.

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh tingginya tantangan finansial yang dihadapi mahasiswa Indonesia di luar negeri, khususnya dalam mengatur biaya hidup, memahami investasi digital, serta menghadapi risiko keputusan keuangan yang impulsif akibat pengaruh media sosial dan tren investasi. Mahasiswa perantau dinilai rentan mengalami stres finansial dan kesalahan dalam pengambilan keputusan investasi.

Melalui program ini, tim pengabdian memberikan edukasi mengenai pengelolaan keuangan pribadi, perencanaan keuangan, literasi investasi, serta pemahaman mengenai pasar modal syariah Indonesia dan Malaysia. Selain itu, peserta juga dibekali pemahaman tentang behavioral finance seperti overconfidence, herding behavior, dan fear of missing out (FOMO) yang sering memengaruhi keputusan investasi generasi muda.

Rangkaian kegiatan dimulai dari koordinasi dengan pihak MSU Malaysia, survei kebutuhan peserta, baseline study, penyusunan modul literasi keuangan, hingga pelaksanaan workshop literasi keuangan dan pelatihan behavioral finance. Mahasiswa juga mengikuti simulasi pasar modal internasional melalui platform virtual trading yang terintegrasi dengan data pasar Indonesia dan Malaysia.

Hasil sementara menunjukkan adanya peningkatan pemahaman mahasiswa terkait pengelolaan keuangan pribadi, diversifikasi risiko, dan perbedaan instrumen investasi lintas negara. Selain itu, sekitar 70 persen peserta mengaku lebih percaya diri dalam mengelola keuangan pribadi dan memahami risiko investasi internasional.

Program ini juga berhasil memperkuat kolaborasi akademik antara Unmuh Jember dan MSU Malaysia melalui keterlibatan dosen mitra dalam penyampaian materi serta diskusi akademik lintas negara. Sinergi ini menjadi bagian dari upaya internasionalisasi tridharma perguruan tinggi sekaligus mendukung Renstra Pengabdian kepada Masyarakat Unmuh Jember.

Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa Indonesia di Malaysia mampu menjadi generasi muda yang memiliki literasi keuangan yang baik, mampu mengambil keputusan investasi secara rasional, serta siap menghadapi sistem keuangan global secara bijak dan berkelanjutan.

 

Gerakan Menanam Seribu Pohon di TK DWP 3 Banyuputih: Wujud Nyata Peduli Lingkungan

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Jember melaksanakan kegiatan Gerakan Menanam Seribu Pohon sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan di TK DWP 3 Banyuputih, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, pada Minggu (4/5/2026).

Kegiatan ini melibatkan perangkat desa, karang taruna, guru, serta masyarakat setempat yang turut berpartisipasi aktif dalam proses penanaman pohon di berbagai titik strategis lingkungan desa.

Program penanaman seribu pohon ini dilatarbelakangi oleh kondisi lingkungan yang mulai mengalami penurunan kualitas, seperti berkurangnya ruang hijau, meningkatnya suhu udara, serta potensi terjadinya bencana alam seperti banjir dan longsor. Oleh karena itu, mahasiswa KKN bersama masyarakat berinisiatif melakukan aksi nyata penghijauan sebagai langkah preventif dan berkelanjutan.

Jenis pohon yang ditanam antara lain pohon sengon, mahoni, dan trembesi yang dikenal memiliki manfaat ekologis tinggi, seperti menyerap karbon dioksida, menghasilkan oksigen, menjaga kesuburan tanah, serta memperbaiki struktur lingkungan sekitar.

Penanaman dilakukan di beberapa lokasi penting seperti pinggir jalan desa, lahan kosong, serta area sekitar aliran sungai yang membutuhkan penghijauan agar lebih aman dari ancaman erosi dan longsor.

Kegiatan diawali dengan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya penghijauan serta cara merawat tanaman agar dapat tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat jangka panjang. Setelah itu, mahasiswa KKN memandu warga untuk melakukan praktik langsung penanaman pohon.

Warga terlihat sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut. Mulai dari proses penggalian tanah, penanaman bibit, hingga penyiraman awal dilakukan secara gotong royong dengan penuh semangat kebersamaan.

Salah satu perangkat desa menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa KKN yang dinilai sangat bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.

“Kami sangat berterima kasih kepada mahasiswa KKN yang telah menginisiasi kegiatan ini. Semoga pohon-pohon yang ditanam dapat tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat besar bagi generasi mendatang,” ujarnya.

Program penghijauan ini juga sejalan dengan berbagai hasil penelitian yang menunjukkan pentingnya penanaman pohon bagi keberlanjutan lingkungan. Berdasarkan kajian dari Food and Agriculture Organization (FAO), penanaman pohon mampu mengurangi emisi karbon dan membantu mitigasi perubahan iklim.

Selain itu, penelitian oleh Nowak dkk. dalam jurnal Environmental Pollution menyebutkan bahwa pohon di lingkungan perkotaan maupun pedesaan mampu menyerap polutan udara dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

Sementara itu, penelitian Chazdon dalam jurnal Science menjelaskan bahwa reforestasi atau penanaman kembali pohon dapat mempercepat pemulihan ekosistem yang rusak dan menjaga keseimbangan lingkungan dalam jangka panjang.

Hal tersebut membuktikan bahwa kegiatan sederhana seperti menanam pohon memiliki dampak besar bagi keberlanjutan alam dan kualitas hidup masyarakat.

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat terus menjaga dan merawat pohon yang telah ditanam serta menumbuhkan kesadaran kolektif tentang pentingnya pelestarian lingkungan.

Mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember berharap program ini menjadi langkah awal dalam menciptakan desa yang lebih hijau, sehat, sejuk, dan berkelanjutan untuk masa depan yang lebih baik.

 

Mahasiswa KKN Unmuh Jember Gelar Pelatihan Pembuatan Kerupuk Udang Bersama Warga Desa Kwanyar Barat

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Jember melaksanakan kegiatan pelatihan pembuatan kerupuk udang bersama masyarakat Desa Kwanyar Barat sebagai upaya meningkatkan keterampilan warga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa.

Kegiatan ini melibatkan ibu-ibu setempat yang antusias mengikuti setiap tahapan pembuatan kerupuk udang sebagai salah satu olahan hasil laut yang memiliki nilai jual tinggi dan berpotensi menjadi produk unggulan desa.

Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pemanfaatan hasil laut, khususnya udang, agar tidak hanya dijual dalam bentuk mentah, tetapi juga dapat diolah menjadi produk bernilai tambah yang mampu meningkatkan pendapatan keluarga.

Proses pembuatan dimulai dari tahap pembersihan udang segar yang kemudian dihaluskan. Setelah itu, udang dicampurkan dengan tepung tapioka, bawang putih, garam, serta beberapa bumbu tambahan lainnya hingga membentuk adonan yang merata.

Adonan yang telah siap kemudian dibentuk memanjang menyerupai lontongan, lalu dikukus hingga matang. Setelah proses pengukusan selesai dan adonan dingin, adonan dipotong tipis-tipis agar menghasilkan bentuk kerupuk yang sempurna saat digoreng.

Tahap selanjutnya adalah proses penjemuran di bawah sinar matahari hingga benar-benar kering. Kerupuk yang sudah kering kemudian siap digoreng menggunakan pasir laut yang telah disterilkan atau dapat langsung dikemas untuk dipasarkan sebagai produk rumahan.

Mahasiswa KKN menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada praktik pembuatan, tetapi juga memberikan motivasi kepada masyarakat agar mampu mengembangkan usaha mandiri berbasis potensi lokal.

“Kerupuk udang ini memiliki peluang usaha yang cukup besar karena bahan bakunya mudah didapat di daerah pesisir. Harapannya, masyarakat bisa menjadikannya sebagai usaha rumahan yang berkelanjutan,” ujar salah satu mahasiswa KKN.

Warga Desa Kwanyar Barat menyambut baik kegiatan tersebut karena dinilai memberikan manfaat nyata, terutama bagi ibu-ibu rumah tangga yang ingin menambah penghasilan keluarga melalui usaha kecil menengah.

Selain meningkatkan keterampilan, kegiatan ini juga menjadi sarana pemberdayaan masyarakat agar lebih kreatif dalam memanfaatkan sumber daya lokal yang tersedia di lingkungan sekitar.

Melalui pelatihan ini, diharapkan kerupuk udang dapat berkembang menjadi salah satu produk khas Desa Kwanyar Barat sekaligus menjadi ciri khas kuliner Madura yang memiliki daya saing di pasar yang lebih luas.

Mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember berharap kegiatan sederhana ini dapat menjadi langkah awal lahirnya usaha rumahan yang mandiri, produktif, dan berkelanjutan bagi masyarakat desa.

 


Senin, 04 Mei 2026

Peran Orang Tua Sebagai Guru di Rumah dalam Program KKN RPL Universitas Muhammadiyah Jember Sukseskan Pentas Seni Budaya TK 'Aisyiyah 36 PPI

 

Aula Nyai Walidah TK ‘Aisyiyah 36 Perumahan Pongangan Indah (PPI) tampak semarak dan penuh warna pada Kamis (16/4/2026). Sekolah yang dikenal aktif dalam pengembangan karakter anak ini sukses menggelar acara Pentas Seni Budaya bertajuk “Serunya Bermain Alat Musik dan Tampilan Kreasi Budaya Indonesia”.

Kegiatan ini menjadi bagian dari program Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Universitas Muhammadiyah Jember yang berkolaborasi dengan pihak sekolah dan para wali murid dalam mendukung pendidikan anak usia dini berbasis budaya.

Acara dibuka secara langsung oleh Kurniawati, mahasiswa RPL Universitas Muhammadiyah Jember yang bertindak sebagai pembawa acara (MC). Kegiatan berlangsung meriah dengan antusiasme tinggi dari siswa, guru, mahasiswa KKN, dan orang tua murid.

Di balik penampilan anak-anak yang penuh percaya diri di atas panggung, terdapat peran besar orang tua yang bertindak sebagai guru di rumah. Mereka mendampingi anak-anak dalam proses latihan, membantu menghafal lagu daerah, melatih gerakan tari, serta menyiapkan kostum dan busana adat yang dikenakan saat tampil.

Kolaborasi antara sekolah dan keluarga ini menjadi kunci keberhasilan acara, sekaligus membuktikan bahwa pendidikan anak tidak hanya berlangsung di sekolah, tetapi juga sangat bergantung pada keterlibatan aktif orang tua di rumah.

Berbagai penampilan budaya dari masing-masing kelompok belajar turut memeriahkan acara. Setiap kelompok menampilkan kreativitas melalui lagu daerah, tarian tradisional, dan permainan alat musik yang menarik.

Penampilan dibuka oleh kelompok A1 Bintang Kecil yang membawakan kreasi lagu dan tarian “Rasa Sayange”. Suasana semakin hidup saat kelompok A2 Matahari Pagi tampil membawakan gerak lagu tradisional “Cublak-Cublak Suweng” dengan kompak dan ceria.

Selanjutnya, kelompok B1 Pelangi Ceria menampilkan lagu daerah “Ampar-Ampar Pisang” dengan penuh semangat. Dilanjutkan oleh kelompok B2 Awan Biru yang membawakan tembang “Lir-Ilir” dengan penghayatan yang mendalam.

Sebagai penutup, kelompok B3 Bulan Sabit tampil apik membawakan lagu “Gundul-Gundul Pacul” yang diiringi permainan alat musik angklung, menambah kesan meriah dan membanggakan.

Salah satu wali murid dari kelompok B1 Pelangi Ceria, Zuliani Rizkiyah, ibunda dari Unna Meccalia Rein, menyampaikan rasa senangnya melihat kekompakan semua pihak dalam menyukseskan acara tersebut.

“Acaranya sangat meriah dan seru. Anak-anak terlihat sangat ceria dan percaya diri bisa tampil di depan banyak orang. Ini menjadi pengalaman yang luar biasa. Saya juga merasakan bagaimana tidak mudahnya mengajari anak menyanyi, menari, dan menyiapkan busana mereka di rumah,” ujarnya.

Mahasiswa KKN RPL dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jember juga mengungkapkan rasa bangga terhadap semangat dan kreativitas anak-anak.

“Kami sangat senang melihat antusiasme anak-anak hari ini. Persiapan yang dilakukan bersama para guru dan orang tua membuahkan hasil yang luar biasa. Kegiatan ini tidak hanya melatih keberanian tampil di depan umum, tetapi juga menjadi sarana yang sangat baik untuk mengenalkan dan menanamkan kecintaan terhadap budaya tradisional sejak dini,” ungkap Kurniawati.

Penanggung Jawab (PJ) Kurikulum TK Aisyiyah 36 PPI, Endang Khusniati, turut menyampaikan apresiasi atas suksesnya kegiatan tersebut. Menurutnya, pentas seni budaya menjadi salah satu sarana penting dalam pembentukan karakter anak.

“Melalui kegiatan ini, anak-anak tidak hanya belajar seni musik dan lagu daerah, tetapi juga melatih keberanian serta rasa percaya diri mereka tampil di depan umum. Sinergi antara sekolah, mahasiswa KKN, dan wali murid yang aktif melatih anak-anak di rumah sangat luar biasa. Ini sejalan dengan visi kurikulum kami dalam membentuk karakter anak yang kreatif dan cinta tanah air,” jelasnya.

Sebagai penutup, seluruh rangkaian acara diakhiri dengan sesi foto bersama yang diikuti oleh seluruh siswa, guru, mahasiswa KKN, dan wali murid. Momen ini menjadi simbol kebersamaan dan keberhasilan kolaborasi dalam menanamkan rasa cinta budaya bangsa sejak usia dini.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN RPL Universitas Muhammadiyah Jember kembali menunjukkan perannya dalam mendukung pendidikan karakter anak melalui pendekatan budaya, sekaligus memperkuat sinergi antara sekolah dan keluarga dalam proses tumbuh kembang anak.

Kolaborasi Mahasiswa RPL Unmuh Jember dan TK Aisyiyah 36 PPI Gelar Edukasi Gentle Parenting

 

Sebagai bagian dari kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN), mahasiswa Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Universitas Muhammadiyah Jember sukses menyelenggarakan edukasi parenting bertajuk Gentle Parenting di Aula Nyai Walidah TK Aisyiyah 36 PPI (TK ABA 36 PPI), Jalan Sawit No. 4, Kabupaten Gresik, Kamis (29/4/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB ini bertujuan memberikan wawasan kepada para orang tua mengenai pentingnya pendekatan pengasuhan yang empatik, suportif, dan penuh kasih sayang dalam mendukung tumbuh kembang anak sejak usia dini.

Program ini diinisiasi sebagai bentuk respons mahasiswa RPL yang menjalankan KKN sekaligus mengajar di TK ABA 36 PPI terhadap tantangan yang ditemui di lingkungan sekolah, khususnya masih kurangnya rasa empati anak terhadap orang lain dalam interaksi sehari-hari.

Acara dibuka oleh Ninik Nuryani selaku pembawa acara (MC), sementara Kurniawati bertindak sebagai moderator yang memandu jalannya diskusi secara interaktif dan komunikatif.

Hadir sebagai narasumber utama, Ika Famila Sari, S.Psi., M.Psi., Psikolog, yang merupakan konselor sekolah di SMA Muhammadiyah 10 GKB (SMAMIO) sekaligus Kepala Pusat Layanan Psikologi dan Konseling (PLPK) SMAMIO.

Dalam pemaparannya, Ika Famila Sari menjelaskan bahwa pola asuh merupakan cara orang tua dalam mengontrol, membimbing, dan mendampingi anak untuk menjalankan tugas-tugas perkembangannya menuju proses pendewasaan.

Ia menekankan bahwa Gentle Parenting bukan berarti memanjakan anak, melainkan membangun hubungan yang sehat melalui empati, komunikasi, dan batasan yang jelas.

Empat prinsip utama Gentle Parenting yang disampaikan dalam kegiatan tersebut meliputi:

1. Empati
Orang tua perlu memahami dan merasakan apa yang dirasakan anak serta berusaha melihat dunia dari sudut pandang mereka.

2. Rasa Hormat dan Komunikasi Dua Arah
Menghargai anak sebagai individu yang unik, mendengarkan mereka dengan penuh perhatian, dan memvalidasi perasaan anak tanpa menghakimi.

3. Batasan yang Tegas
Mendisiplinkan anak dengan cara yang lembut namun tetap konsisten, serta menjelaskan alasan di balik aturan yang dibuat.

4. Mengelola Emosi Diri
Orang tua harus mampu menjaga kestabilan emosi sebelum menghadapi anak, termasuk mengelola stres dan membangun kesepakatan bersama pasangan.

Sesi diskusi interaktif menjadi salah satu bagian paling menarik dalam kegiatan ini. Salah satu wali murid, Sinta Permani, orang tua dari Kautsar Putra Rosada siswa kelas B3 Bulan Sabit, mengajukan pertanyaan mengenai batasan usia penerapan pola asuh tersebut.

“Pada usia berapa penerapan ini dilakukan?” tanyanya.

Menanggapi hal tersebut, Ika Famila Sari menjelaskan bahwa Gentle Parenting dapat diterapkan sejak dini sesuai perkembangan emosi anak, dengan catatan orang tua harus menyesuaikan cara berkomunikasi pada setiap fase usia.

Ia juga menambahkan bahwa ketika anak sedang tantrum, orang tua sebaiknya memberi ruang terlebih dahulu bagi anak untuk mengekspresikan emosinya, kemudian mengajak berdiskusi setelah kondisi anak lebih tenang.

“Membangun koneksi dengan anak sejak usia dini adalah fondasi penting agar mereka tumbuh menjadi pribadi yang berempati dan memiliki kecerdasan emosi yang matang,” ujarnya.

Sebagai penutup sesi diskusi, moderator menyampaikan pesan penting kepada seluruh peserta bahwa memvalidasi perasaan anak tidak akan membuat mereka manja, melainkan membuat mereka merasa aman dan dihargai.

“Kunci utamanya adalah membangun koneksi terlebih dahulu sebelum memberikan koreksi,” jelasnya.

Kepala TK Aisyiyah 36 PPI, Iffah Nihayati, S.Psi., turut memberikan apresiasi atas kegiatan yang diinisiasi oleh mahasiswa RPL Universitas Muhammadiyah Jember tersebut.

“Edukasi ini sangat relevan dengan kebutuhan orang tua masa kini dalam membangun komunikasi yang hangat dan mendukung perkembangan emosional anak secara positif, baik di lingkungan keluarga maupun di sekolah,” ujarnya.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan lancar, edukatif, dan penuh antusiasme dari para wali murid. Acara ditutup dengan sesi foto bersama antara narasumber, mahasiswa KKN, panitia, serta seluruh peserta yang hadir.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa RPL Universitas Muhammadiyah Jember kembali menunjukkan kontribusinya dalam mendukung pendidikan anak usia dini, tidak hanya melalui pembelajaran di kelas, tetapi juga melalui penguatan peran keluarga sebagai fondasi utama pembentukan karakter anak.

Mahasiswa KKN Gelar Program Tabungan Berkelanjutan untuk Anak Yatim di Kediri

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Jember melaksanakan program sosial bertajuk “Tabungan Berkelanjutan untuk Anak Yatim” di Dusun Babatan, Desa Puhjarak, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri, pada Jumat (24/04/2026).

Program ini menjadi salah satu bentuk nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat sekaligus implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pemberdayaan sosial dan pendidikan masyarakat.

Kegiatan ini berfokus pada pemberdayaan anak-anak yatim melalui sistem tabungan yang dikelola secara berkelanjutan. Program tersebut dilaksanakan bekerja sama dengan kelompok pengajian Al Mubarok serta melibatkan partisipasi aktif masyarakat setempat sebagai donatur dan pendukung utama.

Ketua pelaksana KKN menjelaskan bahwa program ini tidak hanya bertujuan memberikan bantuan materi kepada anak-anak yatim, tetapi juga menanamkan nilai kepedulian sosial serta edukasi keuangan sejak dini.

“Kami ingin anak-anak tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga belajar menabung dan mengelola keuangan secara sederhana agar mereka memiliki bekal untuk masa depan,” ujarnya.

Pelaksanaan program dilakukan melalui mekanisme iuran sukarela dari anggota pengajian dan masyarakat sekitar, baik secara mingguan maupun bulanan. Dana yang terkumpul dicatat secara transparan dan dialokasikan ke dalam tabungan masing-masing anak yatim sesuai dengan kesepakatan bersama.

Selain pengumpulan dana, mahasiswa KKN juga memberikan pendampingan secara langsung kepada anak-anak mengenai pentingnya menabung, mengatur kebutuhan, serta memahami nilai tanggung jawab dalam pengelolaan keuangan sederhana.

Program ini mendapat respon positif dari masyarakat setempat. Antusiasme warga terlihat dari partisipasi aktif dalam pengumpulan dana, dukungan moral, serta semangat untuk menjaga keberlanjutan program meskipun masa KKN nantinya telah selesai.

Salah satu anggota pengajian Al Mubarok menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat. Menurutnya, program tersebut tidak hanya membantu anak-anak yatim secara finansial, tetapi juga mempererat rasa kebersamaan antarwarga.

“Kami merasa program ini sangat baik karena bisa membantu anak-anak yatim sekaligus memperkuat kepedulian sosial di lingkungan kami,” ungkapnya.

Meski demikian, pelaksanaan program tidak terlepas dari berbagai tantangan, seperti keterbatasan dana pada tahap awal serta belum meratanya pemahaman masyarakat mengenai pentingnya program sosial yang berkelanjutan.

Namun, melalui evaluasi rutin, komunikasi yang baik, dan kerja sama antara mahasiswa, masyarakat, serta kelompok pengajian, program ini dapat berjalan dengan lancar dan terus berkembang.

Dampak positif dari kegiatan ini mulai dirasakan oleh anak-anak yatim maupun masyarakat sekitar. Selain membantu memenuhi kebutuhan finansial anak-anak, program ini juga menumbuhkan budaya gotong royong, solidaritas sosial, dan semangat berbagi di tengah masyarakat.

Mahasiswa KKN berharap program tabungan berkelanjutan ini dapat terus dilanjutkan oleh masyarakat dan pengurus pengajian setelah masa KKN berakhir. Dengan keberlanjutan tersebut, manfaat yang diberikan diharapkan dapat dirasakan dalam jangka panjang dan menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk menjalankan program serupa.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember kembali menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak hanya berbentuk bantuan sesaat, tetapi juga melalui program berkelanjutan yang mampu menciptakan perubahan nyata bagi masa depan generasi muda.

 

Edukasi Bahaya Merokok dan Pencegahan HIV/AIDS: Mahasiswa KKN Unmuh Jember Sasar Gen Z

 


Sebagai wujud kepedulian terhadap kesehatan generasi muda, kelompok Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) menggelar sosialisasi bertajuk “Bahaya Merokok dan HIV/AIDS bagi Gen Z” di salah satu balai pertemuan warga dengan menghadirkan narasumber dari bidang kesehatan.

Kegiatan ini ditujukan kepada kalangan remaja atau Generasi Z sebagai upaya meningkatkan kesadaran sejak dini mengenai bahaya merokok serta pentingnya pencegahan HIV/AIDS. Di tengah perkembangan pergaulan remaja yang semakin kompleks, edukasi kesehatan dinilai menjadi langkah penting untuk membentuk generasi yang lebih sehat dan bertanggung jawab.

Mahasiswa KKN menilai bahwa masa remaja merupakan fase yang rentan terhadap pengaruh lingkungan, termasuk kebiasaan merokok dan perilaku berisiko lainnya. Oleh karena itu, pemberian informasi yang tepat dan akurat menjadi sangat penting agar remaja mampu mengambil keputusan yang sehat dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa rokok sering kali menjadi pintu masuk bagi gaya hidup tidak sehat lainnya. Selain berdampak buruk bagi kesehatan paru-paru dan jantung, kebiasaan merokok juga dapat memicu ketergantungan serta membuka peluang terhadap perilaku adiktif lainnya.

Sementara itu, edukasi mengenai HIV/AIDS difokuskan pada pemahaman tentang cara penularan, pencegahan, serta pentingnya menghapus stigma negatif terhadap Orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Peserta diajak memahami bahwa HIV tidak menular melalui interaksi sosial biasa, sehingga masyarakat perlu membangun lingkungan yang suportif namun tetap waspada.

Kegiatan yang dihadiri oleh belasan remaja setempat ini berlangsung dengan suasana santai namun tetap edukatif. Materi disampaikan menggunakan media visual seperti poster dan flipchart agar lebih mudah dipahami oleh peserta.

Tidak hanya mendengarkan materi, para peserta juga diajak berdialog secara aktif mengenai tantangan yang mereka hadapi dalam menghindari pengaruh negatif lingkungan. Diskusi ini menjadi ruang terbuka bagi remaja untuk menyampaikan pendapat, pengalaman, dan keresahan mereka secara langsung.

Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang muncul selama sesi berlangsung. Mereka menunjukkan ketertarikan terhadap isu kesehatan yang selama ini sering dianggap sensitif namun sangat penting untuk dipahami.

Sebagai penutup, kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai simbol komitmen untuk menjauhi rokok dan perilaku berisiko. Menariknya, para peserta dan penyelenggara melakukan pose tangan membentuk huruf “X” sebagai simbol gerakan “Say No to Smoking and Drugs”.

Salah satu perwakilan mahasiswa KKN menyampaikan harapannya agar kegiatan ini tidak berhenti hanya pada sosialisasi semata. Para remaja yang hadir diharapkan dapat menjadi agen perubahan (agent of change) di lingkungan sekitarnya.

“Kami berharap para remaja yang hadir hari ini dapat menjadi contoh bagi teman sebaya mereka untuk berani mengatakan tidak pada rokok dan lebih peduli terhadap kesehatan diri sendiri,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember kembali menunjukkan perannya dalam membangun kesadaran sosial dan kesehatan masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda yang menjadi penentu masa depan bangsa.

 


Mahasiswa Profesi Ners Unmuh Jember Gelar KOBRA SEHAT untuk Kendalikan Tekanan Darah Masyarakat

 

Mahasiswa Profesi Ners A16 Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Jember melaksanakan implementasi keperawatan komunitas melalui kegiatan bertajuk KOBRA SEHAT: Kreasi Olahan Buah dan Sayur Sehat untuk Kendalikan Tekanan Darah pada Senin (16/2/2026) pukul 07.30 WIB di Balai Desa Rambigundam, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember.

Kegiatan ini menyasar kader kesehatan, masyarakat dewasa, serta kelompok lansia di Desa Rambigundam sebagai upaya promotif dan preventif dalam mengatasi tingginya kasus hipertensi yang masih menjadi salah satu masalah kesehatan utama di masyarakat.

Melalui program ini, mahasiswa Profesi Ners berupaya memberikan edukasi mengenai pentingnya pengaturan pola makan, pemilihan bahan pangan sehat, serta aktivitas fisik yang teratur untuk menjaga tekanan darah tetap stabil. Hipertensi yang sering disebut sebagai silent killer menjadi perhatian utama karena dapat memicu berbagai komplikasi serius apabila tidak ditangani dengan baik.

Rangkaian kegiatan diawali dengan proses registrasi peserta, dilanjutkan dengan pembukaan acara, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Sang Surya, serta sambutan dari Ketua Panitia, dosen pembimbing, dan Kepala Desa Rambigundam.

Dalam sambutannya, panitia menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan melalui pola hidup sehat, khususnya dalam pengendalian tekanan darah melalui konsumsi makanan bergizi dan aktivitas fisik yang cukup.

Salah satu kegiatan utama dalam acara ini adalah demonstrasi produk olahan buah dan sayur sehat yang dilakukan oleh para kader kesehatan. Para peserta menampilkan berbagai kreasi menu sehat berbahan dasar pangan lokal seperti sayuran hijau, buah-buahan segar, dan bahan alami lainnya yang kaya serat, vitamin, serta mineral.

Olahan tersebut dinilai memiliki manfaat besar dalam membantu mengontrol tekanan darah serta mendukung kesehatan tubuh secara menyeluruh. Penilaian dilakukan oleh tim juri yang terdiri dari tenaga kesehatan wilayah serta dosen pembimbing dari Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jember.

Setelah sesi demonstrasi, kegiatan dilanjutkan dengan pengumuman pemenang lomba dan pembagian hadiah kepada peserta dengan kreasi terbaik. Momen ini menjadi bentuk apresiasi atas kreativitas kader kesehatan dalam mengolah makanan sehat yang mudah diterapkan di lingkungan rumah tangga.

Selain edukasi pangan sehat, mahasiswa juga melaksanakan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat yang hadir. Pemeriksaan meliputi pengecekan gula darah, kolesterol, dan asam urat sebagai bentuk skrining awal bagi kelompok masyarakat yang berisiko mengalami gangguan kesehatan.

Antusiasme masyarakat terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung. Para peserta mengaku mendapatkan wawasan baru mengenai cara sederhana menjaga tekanan darah tetap stabil melalui perubahan pola makan sehari-hari.

Mereka juga merasa terbantu dengan adanya pemeriksaan kesehatan yang dapat menjadi langkah awal dalam mendeteksi masalah kesehatan sejak dini.

Melalui kegiatan KOBRA SEHAT ini, mahasiswa Profesi Ners Universitas Muhammadiyah Jember berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan melalui pola makan seimbang, olahraga teratur, serta pemeriksaan kesehatan rutin.

Program ini diharapkan mampu mendorong perubahan gaya hidup sehat secara berkelanjutan sehingga dapat mencegah komplikasi akibat hipertensi serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat Desa Rambigundam.

Mahasiswa KKN RPL PG PAUD Universitas Muhammadiyah Jember Dampingi Seni Tari untuk Hubbul Qur’an dan Pentas Seni di KB Dian Sacharin

 

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) PG PAUD Universitas Muhammadiyah Jember melaksanakan kegiatan pendampingan seni tari bagi peserta didik KB Dian Sacharin, Kecamatan Besuki, sebagai persiapan acara Hubbul Qur’an dan pentas seni yang berlangsung pada 3 Mei 2026.

Kegiatan ini telah dimulai sejak 20 Maret 2026 dan dilaksanakan secara rutin setiap hari setelah jam pelajaran selesai. Pendampingan dilakukan dengan tujuan mengenalkan seni tari kepada anak sejak usia dini sekaligus melatih kemampuan motorik halus, koordinasi gerak, serta rasa percaya diri anak saat tampil di depan umum.

Seni tari menjadi salah satu media pembelajaran yang efektif bagi anak usia dini karena tidak hanya melatih gerakan tubuh, tetapi juga membantu perkembangan emosional, sosial, dan kreativitas anak. Melalui gerakan tari yang terarah, anak-anak belajar mengikuti instruksi, menjaga kekompakan, serta mengekspresikan diri dengan cara yang menyenangkan.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN mendampingi peserta didik secara langsung saat latihan tari. Setiap sesi dilakukan setelah kegiatan belajar mengajar selesai agar tidak mengganggu proses pembelajaran utama di kelas. Anak-anak diajak berlatih secara bertahap mulai dari pengenalan gerakan dasar, penghafalan formasi, hingga penyelarasan gerakan dengan irama musik.

Suasana latihan berlangsung penuh semangat dan antusias. Para peserta didik terlihat senang mengikuti setiap gerakan yang diajarkan. Dengan pendekatan yang menyenangkan, anak-anak mampu berlatih dengan lebih percaya diri dan tidak merasa terbebani.

Selain sebagai persiapan pentas seni, kegiatan ini juga menjadi bagian dari pembentukan karakter anak. Mereka belajar tentang disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan keberanian tampil di depan banyak orang. Hal ini sangat penting dalam mendukung perkembangan sosial dan emosional anak usia dini.

Pihak sekolah menyambut baik kegiatan pendampingan ini karena memberikan pengalaman baru yang positif bagi peserta didik. Guru-guru juga turut mendukung proses latihan agar penampilan anak-anak dalam acara Hubbul Qur’an dan pentas seni dapat berjalan maksimal.

Mahasiswa KKN berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi perkembangan anak, khususnya dalam mengenalkan seni sebagai bagian dari pendidikan karakter sejak dini. Melalui seni tari, anak-anak tidak hanya belajar bergerak, tetapi juga belajar percaya diri dan bekerja sama.

Pendampingan seni tari di KB Dian Sacharin ini menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember dalam mendukung tumbuh kembang anak usia dini melalui kegiatan kreatif, edukatif, dan menyenangkan.

 

Mahasiswa KKN RPL PG PAUD Universitas Muhammadiyah Jember Tanamkan Cinta Al-Qur’an Sejak Dini di KB Anak Sholeh Aisyiyah

 

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) PG PAUD Universitas Muhammadiyah Jember, Lathifatul Azizah (NIM 2510274151), melaksanakan program edukatif bertajuk “Menanamkan Cinta Al-Qur’an Sejak Dini” di KB Anak Sholeh Aisyiyah Besuki pada Senin (4/5/2026).

Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap Al-Qur’an sejak usia dini melalui pembiasaan yang menyenangkan, terarah, dan melibatkan peran aktif orang tua. Program ini juga menghadirkan Ustadzah Ica sebagai pembimbing utama dalam proses pembelajaran tahfidz dan pengenalan Al-Qur’an kepada anak-anak.

Al-Qur’an sebagai pedoman hidup umat Islam perlu dikenalkan sejak dini agar anak-anak terbiasa membaca, menghafal, dan mengamalkan nilai-nilai Qurani dalam kehidupan sehari-hari. Menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an tidak dapat dilakukan secara instan, melainkan melalui proses pembiasaan yang konsisten dan menyenangkan.

KB Anak Sholeh Aisyiyah sebagai lembaga pendidikan di bawah naungan ‘Aisyiyah memiliki komitmen kuat dalam membentuk generasi yang religius dan berakhlak mulia. Oleh karena itu, program ini dirancang untuk mendukung perkembangan spiritual anak melalui metode pembelajaran yang lebih menarik dan mudah dipahami.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada anak-anak, tetapi juga melibatkan wali murid agar dapat turut mendampingi proses belajar. Orang tua diajak hadir langsung untuk menyimak, menirukan bacaan, serta memahami cara membimbing anak agar kebiasaan mencintai Al-Qur’an dapat terus dilanjutkan di rumah.

Rangkaian kegiatan meliputi pengenalan Al-Qur’an dan pembiasaan membaca, hafalan surat-surat pendek, pembacaan Iqra’, serta murojaah atau pengulangan hafalan bersama yang diikuti oleh anak dan orang tua secara bersamaan.

Ustadzah Ica memberikan bimbingan secara langsung dengan metode yang ramah anak dan menyenangkan sehingga siswa lebih mudah memahami materi. Anak-anak terlihat antusias saat mengikuti hafalan doa harian, surat-surat pendek, serta saat mendengarkan lantunan ayat suci Al-Qur’an.

Melalui proses belajar yang dilakukan secara bertahap dan berulang, anak-anak mulai mampu mengenal bentuk Al-Qur’an, melafalkan bacaan dengan benar, serta menunjukkan rasa senang saat belajar mengaji. Hal ini menjadi indikator penting dalam tumbuhnya kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak dini.

Selain itu, keterlibatan orang tua juga memberikan dampak positif dalam proses pembelajaran. Mereka tidak hanya menjadi pendamping, tetapi juga turut aktif membantu anak mengulang hafalan dan membangun suasana religius di lingkungan keluarga.

Mahasiswa KKN menyampaikan bahwa program ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membentuk generasi yang saleh, salehah, dan berkarakter Qurani. Sinergi antara sekolah, ustadzah, dan orang tua menjadi kunci utama dalam keberhasilan program ini.

Kegiatan Menanamkan Cinta Al-Qur’an Sejak Dini di KB Anak Sholeh Aisyiyah berjalan dengan baik dan mendapat respon positif dari wali murid. Program ini tidak hanya memperkuat kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga mempererat hubungan antara sekolah dan keluarga dalam mendidik anak secara islami.

Mahasiswa KKN RPL Unmuh Jember Gelar Pemberdayaan Perempuan melalui Sosialisasi Pembuatan Ikan Asin di Desa Batah Barat


Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Universitas Muhammadiyah Jember, Uun Munawaroh (NIM 2510274012), melaksanakan kegiatan pemberdayaan perempuan bersama masyarakat pesisir Desa Batah Barat, Kecamatan Kwanyar, Kabupaten Bangkalan, pada Senin (4/5/2026).

Kegiatan ini mengusung tema “Pemberdayaan Wanita dalam Proses Tradisional yang Sederhana namun Penuh Nilai Ekonomi” dengan fokus pada pemanfaatan hasil laut nelayan menjadi olahan ikan asin yang memiliki nilai jual lebih tinggi.

Sebagai wilayah pesisir, Desa Batah Barat memiliki hasil tangkapan ikan yang melimpah. Namun, tidak jarang hasil laut tersebut memiliki harga jual rendah ketika dijual secara langsung. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berupaya memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya kaum perempuan, tentang cara mengolah ikan menjadi ikan asin sebagai salah satu solusi peningkatan ekonomi keluarga.

Pengolahan ikan asin dipilih karena selain menjadi bagian dari identitas masyarakat pesisir, produk ini juga memiliki daya tahan lebih lama serta peluang pasar yang cukup luas. Dengan proses yang sederhana namun tepat, ikan asin dapat menjadi sumber penghasilan tambahan yang menjanjikan bagi masyarakat setempat.

Rangkaian kegiatan diikuti oleh ibu-ibu warga Desa Batah Barat, wali murid, serta murid TK PGRI 1 Batah Barat. Mahasiswa KKN berperan sebagai penggerak utama dalam pelaksanaan kegiatan, mulai dari sosialisasi pemilihan jenis ikan yang tepat, proses pembersihan, teknik penggaraman, penjemuran, hingga tahap pengemasan dan strategi penjualan ikan asin.

Selama kegiatan berlangsung, peserta terlihat sangat antusias mengikuti setiap tahapan. Para ibu rumah tangga aktif berdiskusi dan berbagi pengalaman seputar pengolahan hasil laut yang biasa mereka lakukan sehari-hari.

Mahasiswa KKN menjelaskan bahwa melalui keterampilan sederhana ini, masyarakat dapat meningkatkan nilai jual ikan hasil tangkapan sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi keluarga. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat kebersamaan antarwarga dan menumbuhkan semangat gotong royong dalam membangun potensi desa.

Kegiatan ini mendapat apresiasi tinggi dari masyarakat, khususnya ibu-ibu, wali murid, murid TK, hingga kepala desa setempat. Kepala desa menyambut baik program tersebut dan berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan.

Bahkan, kepala desa menyarankan agar program ini dapat dikolaborasikan dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) agar pengelolaan serta pemasaran ikan asin dapat berjalan lebih terstruktur dan memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN RPL Universitas Muhammadiyah Jember kembali menunjukkan peran aktifnya sebagai agen perubahan di tengah masyarakat. Tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga menghadirkan solusi nyata dalam pemberdayaan perempuan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.

 

Connect