Minggu, 17 Agustus 2025

Mahasiswa KKN Tematik Unmuh Jember Bantu Pabrik Tahu Daftar NIB

 

  Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember)  turut membantu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Dusun Sumberan, Desa Ambulu, Kecamatan Ambulu, mendaftarkan Nomor Induk Berusaha (NIB) sebagai upaya legalitas usaha. Yudha Sukma selaku Penanggung Jawab proses pembuatan NIB, memilih salah satu UMKM yang mendapatkan pendampingan NIB yaitu sebuah pabrik tahu milik Bapak Saiful Hadiyanto dan istrinya. “Saya sejak lama ingin sekali membuat nomor induk berusaha ini, tetapi saya bingung bagaimana caranya,” ujar bapak Saiful. Maka dengan ini mahasiswa KKN Tematik Unmuh Jember membantu pembuatan NIB.

  Pabrik tahu tersebut telah berdiri sejak tahun 2008 dan menjadi sumber pemasukan utama untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari serta kebutuhan lainnya. Menariknya, seluruh proses produksi tahu dilakukan hanya oleh Bapak Saiful dan istrinya tanpa bantuan karyawan tambahan. Setiap hari, mereka mampu memproduksi ratusan potong tahu yang langsung dipasarkan ke berbagai pelanggan dan juga menerima pesanan. Dengan adanya pendampingan pembuatan NIB oleh mahasiswa KKN Tematik Unmuh Jember, diharapkan usaha pabrik tahu ini semakin berkembang dan memiliki perlindungan hukum yang memadai.

"NIB bukan sekadar nomor, melainkan pintu masuk menuju peluang yang lebih besar. Dengan Nomor Induk Berusaha, pelaku usaha dapat mengukuhkan legalitasnya, memperluas jaringan pasar, mengakses permodalan, hingga mengikuti program-program pemerintah. Kami hadir untuk memastikan setiap warga punya kesempatan membawa usahanya melangkah lebih jauh," tutur Koordinator Desa, Maswadi Rauf.

Penulis: Hanina Zahra

Jumat, 15 Agustus 2025

Pelatihan Penanganan Cedera untuk Komunitas Sepak Bola Usia Lanjut: Mencegah Risiko Fatal di Lapangan

Dunia olahraga, khususnya yang melibatkan kontak fisik seperti sepak bola, tidak lepas dari risiko cedera. Risiko ini semakin meningkat pada atlet atau pemain usia lanjut, yang kondisi fisiknya tidak lagi seprima saat muda. Cedera yang tidak ditangani secara tepat dan cepat bisa berdampak serius, bahkan fatal. Kasus-kasus kematian mendadak di lapangan karena henti jantung atau cedera berat bukanlah hal yang asing.


Menyadari pentingnya pengetahuan dan keterampilan dalam menangani kondisi darurat tersebut, tim dosen dari Program Studi Pendidikan Jasmani dan Keperawatan Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember mengadakan Pelatihan Pencegahan dan Penanganan Cedera bagi komunitas sepak bola usia lanjut. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 2 Agustus 2025, bertempat di ruang diskusi lantai 4 Fakultas Ilmu Kesehatan Unmuh Jember.

Pelatihan diikuti oleh 39 peserta dari empat klub sepak bola senior: Punggawa B3 FC, Asero FC, Remasok FC, dan X_Unmuh Jember. Para peserta rata-rata berusia di atas 40 tahun, bahkan ada yang telah berusia 65 tahun namun masih aktif bermain. Fakta ini menunjukkan antusiasme luar biasa dari para pemain senior, namun sekaligus menegaskan pentingnya edukasi tentang pencegahan dan penanganan cedera.


Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 12.30 WIB ini menghadirkan tiga narasumber ahli di bidangnya. Ahmad Sulaiman, M.Pd., membawakan materi mengenai pencegahan dan penanganan cedera jaringan lunak seperti keseleo atau memar, termasuk praktik metode RICE (Rest, Ice, Compression, Elevation). Dr. Ns. Cipto Susilo, S.Kep., M.Kep., melanjutkan sesi dengan membahas cedera pada jaringan keras seperti patah tulang, dan bagaimana tindakan awal yang benar sangat menentukan proses penyembuhan. Sementara itu, Ns. Mohammad Ali Hamid, S.Kep., M.Kes., menutup sesi dengan pelatihan praktis Bantuan Hidup Dasar (BHD) – keterampilan penyelamatan jiwa yang sangat krusial, terutama dalam kasus henti jantung mendadak di lapangan.

Menurut Ahmad Sulaiman, pencegahan cedera tidak hanya bergantung pada teknik bermain yang aman, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh kesiapan fisik, kualitas pemanasan, serta penggunaan perlengkapan pelindung yang sesuai. "Banyak cedera bisa dicegah jika pemain memahami faktor risikonya dan menerapkan prosedur keselamatan secara disiplin," ujarnya.

Salah satu faktor utama yang berkontribusi terhadap tingginya risiko cedera adalah usia. Memasuki usia 30 tahun ke atas, kekuatan otot dan fleksibilitas tubuh cenderung mulai menurun. Tanpa latihan yang teratur dan pemahaman tentang batas kemampuan tubuh, pemain rentan mengalami cedera. Oleh karena itu, peserta juga diingatkan untuk tidak memaksakan bermain saat kondisi tubuh sedang tidak fit atau masih dalam masa pemulihan cedera. Intensitas saat bermain pun harus disesuaikan dengan usia dan kondisi fisik masing-masing individu.


Pelatihan ini menjadi sangat relevan mengingat beberapa kasus tragis yang terjadi baik di tingkat nasional maupun lokal. Dalam lima tahun terakhir, sejumlah atlet Indonesia meninggal dunia akibat henti jantung mendadak saat berolahraga, termasuk Markis Kido saat bermain bulu tangkis, dan Bejo Sugiantoro saat bermain sepak bola. Di Jember sendiri, dua kasus serupa juga terjadi, yaitu pada Santoso Pribadi saat bermain bulu tangkis dan Taufik Hidayat saat bermain sepak bola di Stadion Notohadinegoro.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang didanai oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) tahun 2025. Tujuannya tidak hanya untuk meningkatkan pemahaman, tetapi juga keterampilan praktis yang bisa langsung diterapkan di lapangan — baik dalam mencegah, menangani cedera, maupun menyelamatkan nyawa dalam situasi kritis.

Mahasiswa Psikologi Unmuh Jember Bawa Cerita dan Budaya ke Panggung Dunia di Jember Fashion Carnaval 2025

Dua mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Jember dengan membanggakan tampil sebagai talent di ajang internasional Jember Fashion Carnaval (JFC) 2025. Event karnaval terbesar ketiga di dunia ini kembali menjadi sorotan karena menghadirkan karya-karya spektakuler yang memadukan kreativitas, budaya, dan seni pertunjukan.

Robbi Maulana Sulton, salah satu mahasiswa Psikologi yang terpilih, mengisahkan bahwa perjalanannya menuju panggung JFC dimulai dari pendaftaran terbuka untuk umum. “Saya mendaftar, mengikuti proses seleksi, dan akhirnya terpilih menjadi salah satu talent yang tampil di acara tersebut. Selama persiapan, saya mengikuti berbagai latihan dan briefing supaya bisa tampil maksimal saat showtime,” ujar mahasiswa psikologi angkatan 2023 tersebut.

Pada gelaran kali ini, Robi mengenakan kostum bertema Great Wall of China representasi visual keindahan dan kekuatan Tembok Besar yang menjadi ikon dunia. Kostum ini mengusung konsep The Guardian of the Autumn Wall, melambangkan sosok prajurit pada musim gugur yang penuh keteguhan, siap melindungi sejarah dan budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi. “Perasaan saya tentu sangat bangga dan bahagia. Ini pengalaman luar biasa karena saya bisa menjadi bagian dari acara internasional, mengenakan kostum hasil karya saya sendiri, dan ikut memperkenalkan budaya di hadapan banyak orang,” tambahnya.

Kisah berbeda datang dari Sherly Yuniza Putri, mahasiswa Psikologi lainnya yang tampil di JFC berkat ajakan teman. Ketertarikannya langsung tumbuh karena JFC dikenal sebagai salah satu karnaval terbesar di dunia. Sherly tampil dengan kostum bertema Anatomy, yang menggambarkan bentuk manusia sebagai saksi keahlian evolusi leluhur. “Kostum ini melambangkan simfoni antara daging dan fungsi tubuh, di mana setiap serat otot dan detak jantung berpadu dalam harmoni sempurna. Melalui tarian rumit otot dan irama jantung, kostum ini mencerminkan puncak penemuan diri manusia serta mengangkat aspirasi peradaban ke tingkat yang belum pernah dicapai sebelumnya,” jelasnya.

Karya yang dikenakan Sherly merupakan hasil kolaborasinya dengan Mas Alfin, sang desainer, yang merancang busana tersebut dengan detail dan kreativitas tinggi. “Saya merasa sangat senang dan bangga bisa ikut berpartisipasi dalam JFC. Selain menjadi pengalaman langka, ini juga momen berharga karena saya bisa merasakan kebersamaan, kreativitas, dan energi luar biasa yang membuatnya tak terlupakan,” Ujar mahasiswa angkatan 2023 tersebut.

Keterlibatan Robi dan Sherly menjadi bukti bahwa mahasiswa Psikologi Unmuh Jember mampu berkiprah di kancah internasional, tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga dalam dunia seni dan budaya. Fakultas Psikologi memberikan apresiasi penuh dan berharap prestasi ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya tanpa batas.

Kamis, 14 Agustus 2025

Mahasiswa KKN Unmuh Jember Ajak Siswa Bergerak dan Berpikir Cepat

Suasana SMP Islam Gumukmas, Selasa (12/8/2025), mendadak riuh dan penuh tawa. Bukan karena jam olahraga biasa, tapi karena 28 siswa kelas 7 sedang mengikuti program kreatif bertajuk “Gerak Cerdas Bernilai Islami” yang digelar mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) serta Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Jember.

Selama dua jam, siswa diajak berlari, berpikir cepat, dan mengasah hafalan agama dalam satu rangkaian permainan edukatif. Konsepnya sederhana: belajar sambil bergerak. Para mahasiswa membagi siswa menjadi 15 pasangan. Setiap pasangan harus berlari ke pos pertama untuk menjawab soal matematika, lalu menuju pos kedua yang berisi tantangan hafalan surat pendek, doa harian, dan pengetahuan agama. Kecepatan dan ketepatan jawaban menentukan pemenang.

Koordinator kegiatan, Mariescha Hadi Qonitatillah dari Prodi Pendidikan Jasmani, mengatakan konsep ini dirancang untuk menyeimbangkan kesehatan fisik dan kecerdasan berpikir siswa, sambil menanamkan nilai islami. “Dengan cara ini, mereka tidak hanya sehat, tapi juga cerdas dan memiliki karakter spiritual yang kuat,” ujarnya.

Meski dana kegiatan di bawah Rp200.000, panitia tetap menyiapkan hadiah alat tulis, jajanan untuk tiga pemenang, serta bingkisan khusus bagi kepala sekolah. “Bagi kami, apresiasi itu penting agar anak-anak termotivasi,” tambahnya.

Kegiatan ini melibatkan lima mahasiswa FKIP — dua dari Pendidikan Matematika, tiga dari Pendidikan Jasmani — serta satu mahasiswa FAI Pendidikan Agama Islam. Seluruh acara berlangsung di ruang sholat sekolah yang sejuk, dengan dukungan dokumentasi dari seksi PDD.

Salah satu guru matematika mengaku terkesan. “Anak-anak sangat antusias. Mereka bisa belajar sambil bergerak, tidak hanya duduk di kelas. Ini ide yang segar dan bermanfaat,” katanya.

Program “Gerak Cerdas Bernilai Islami” menjadi bukti kontribusi mahasiswa KKN Unmuh Jember dalam menghadirkan pembelajaran yang memadukan olahraga, edukasi, dan penguatan nilai agama, sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat melalui dunia pendidikan.

Semangat Kolaborasi, KKN Unmnuh Jember Bantu Sukseskan Perayaan HUT-RI Ke-80 di Desa Kraton

Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 mulai terasa di Desa Kraton, Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember. Salah satu agenda utama yang tengah dipersiapkan adalah acara jalan santai yang akan digelar di Lapangan Kedunglangkap, melibatkan kerja sama antara panitia desa dan 21 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember kelompok 15.

Selain jalan santai, panitia juga menyiapkan berbagai perlombaan dan hiburan, mulai dari lomba karaoke, sholawatan, lomba tartil dan tahfidz Al-Qur’an, hingga beragam lomba umum untuk seluruh warga desa. Rangkaian kegiatan ini dirancang untuk memeriahkan peringatan kemerdekaan sekaligus mempererat silaturahmi antar warga.

Mahasiswa sangat aktif terlibat dalam setiap tahapan persiapan, memastikan seluruh kebutuhan acara berjalan lancar. Kepala Desa Kraton, Bapak Agus, melalui panitia penyelenggara, menyampaikan bahwa jalan santai ini diharapkan dapat memperkuat rasa kebersamaan warga.

“Selain sehat, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi seluruh warga desa,” ujarnya.

Acara jalan santai dijadwalkan berlangsung pada pagi hari, dengan rute mengelilingi beberapa titik utama desa sebelum kembali ke Lapangan Kedunglangkap. Salah satu anggota KKN Kelompok 15, Fairozi, mengungkapkan kebanggaannya bisa berkontribusi.

“Kami senang bisa ikut memeriahkan perayaan 17 Agustus dan membantu kelancaran acara,” tuturnya.

Dengan dukungan penuh dari masyarakat dan mahasiswa, panitia optimistis seluruh rangkaian acara akan berlangsung meriah dan menjadi momen berharga dalam merayakan kemerdekaan bersama.

Hal ini merupakan langkah nyata mahasiswa untuk bersinergi dan berkolaborasi bersama Pemerintah Desa dan juga masyarakat dalam berbagai kegiatan.

Rabu, 13 Agustus 2025

Bantu UMKM Desa, KKN Unmuh Jember Bongkar Mitos “Warung Kecil Tak Perlu NIB”

Masih banyak pelaku usaha kecil di Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember, yang mengira warung nasi goreng, lalapan, atau toko kelontong tidak memerlukan Nomor Induk Berusaha (NIB). Padahal, sesuai ketentuan, semua pelaku usaha — besar maupun kecil — wajib memiliki NIB sebagai tanda legalitas.

Kesalahpahaman ini diluruskan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember melalui program pendampingan UMKM. Mereka tidak hanya memberikan sosialisasi, tetapi juga membantu warga mendaftarkan NIB, termasuk untuk usaha kecil yang selama ini sering terlewatkan.

Salah satu penerima manfaat, Umu Handayani, pemilik warung nasi goreng, mengaku baru mengetahui bahwa usahanya perlu NIB. “Saya pikir NIB itu hanya untuk perusahaan besar. Ternyata warung kecil seperti saya juga perlu. Alhamdulillah dibantu mahasiswa KKN dari awal sampai jadi,” ujarnya, Sabtu (9/8/2025).

Proses pendaftaran dilakukan melalui sistem Online Single Submission (OSS), menggunakan kode KBLI 56102 – Usaha Rumah Makan, yang berlaku untuk berbagai jenis usaha makan minum, mulai dari warung nasi goreng, lalapan, pecel lele, hingga kedai sederhana.

Menurut mahasiswa KKN, memiliki NIB memberi banyak keuntungan, seperti jaminan legalitas yang diakui pemerintah, kemudahan mengakses modal usaha seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR), hingga peluang mengikuti pelatihan dan pembinaan dari pemerintah. NIB juga membuka jalan untuk memperluas pasar, ikut tender, menjalin kerja sama, masuk platform e-commerce resmi, dan memberikan perlindungan hukum bila menghadapi masalah usaha.

Melalui pendampingan ini, mahasiswa berharap semakin banyak pelaku UMKM di Desa Jubung yang sadar pentingnya legalitas. “Warung kecil pun berhak dan wajib memiliki NIB agar bisa berkembang dan bersaing sehat di pasar,” tegas salah satu anggota KKN.

Video dan Lagu Jadi Jurus KKN Unmuh Jember Bikin Siswa SDN Jubung 01 Semangat Lawan Bullying

Cara kreatif dipilih mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Jember untuk mengajak siswa melawan bullying. Melalui pemutaran video edukasi dan menyanyi bersama lagu bertema persahabatan, pesan anti-perundungan disampaikan kepada siswa kelas 4, 5, dan 6 SDN Jubung 01, Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember, Senin (11/8/2025).

Kegiatan ini dirancang agar pesan moral mudah dipahami sekaligus membangkitkan kesadaran akan bahaya bullying. Pendekatan visual dan musik dipilih karena dianggap mampu membuat siswa fokus, terlibat aktif, dan mengingat pesan lebih lama.

Koordinator Acara Kelompok 28 KKN Unmuh Jember, Doni, menegaskan bahwa metode ini terbukti efektif. “Dengan video dan lagu, siswa lebih fokus, semangat, dan mudah mengingat pesan anti-bullying,” ujarnya.

Bullying di tingkat sekolah dasar dinilai berbahaya karena dapat menimbulkan dampak jangka panjang, seperti rasa takut, rendah diri, trauma, hingga menurunnya motivasi belajar. Karena itu, upaya pencegahan sejak dini menjadi penting.

Bu Hmadanah, guru sekaligus perwakilan pihak sekolah, menyampaikan apresiasinya. Menurutnya, siswa menunjukkan antusiasme tinggi, aktif bertanya, dan mulai memahami pentingnya menghargai serta menghormati teman. “Kami melihat anak-anak semakin paham bahwa bullying tidak hanya menyakiti secara fisik, tetapi juga mental. Sosialisasi ini menjadi langkah awal untuk membentuk lingkungan sekolah yang aman dan nyaman,” ungkapnya.

Selain meningkatkan kesadaran, kegiatan ini juga memberi wawasan tentang cara bersikap dan berkomunikasi yang baik. Pihak sekolah berharap, kegiatan serupa bisa diperluas ke sekolah lain di wilayah sekitar agar suasana belajar yang harmonis, saling mendukung, dan bebas dari perundungan dapat tercipta di seluruh lingkungan pendidikan.

Connect