Selasa, 19 Agustus 2025

Mahasiswi Unmuh Jember Kenalkan Pandhalungan di Malaysia

Lima mahasiswi Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) sukses mengharumkan nama kampus di kancah internasional lewat program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional di Malaysia. Bertempat di Sanggar Bimbingan Muhammadiyah Kampung Baru dan Sanggar Bimbingan Kepong, mereka memperkenalkan budaya Pandhalungan—identitas khas masyarakat tapal kuda Jawa Timur—kepada siswa-siswi sekolah setempat pada Selasa (6/8/2025).

Kegiatan ini dipandu oleh Dwimay Fawzy, S.I.Kom., M.Hsc., selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), serta melibatkan lima mahasiswi lintas program studi, yaitu Putri Suci Fitriani dari Prodi Ilmu Komunikasi, Dwi Vebby Ria Yuswantini dari Prodi Teknik Lingkungan, Aryanti Nafasatuz Zukhli dari Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, Mazdalifah Hanuranda dari Prodi Ekonomi Syariah, dan Tiara Aprilia Hapsari Pratikno Putri dari Prodi Teknologi Industri Pertanian. Dengan semangat kebhinekaan, mereka menghadirkan berbagai kegiatan interaktif seperti pengenalan makanan khas suwar-suwir, permainan tradisional, hingga pembelajaran bahasa Indonesia dan budaya lokal. Cara penyampaian yang kreatif membuat para pelajar di Malaysia begitu antusias mengikuti setiap sesi yang berlangsung.

Menurut Dwimay Fawzy, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pengabdian masyarakat internasional, tetapi juga ruang pembelajaran lintas budaya bagi mahasiswa. 

“Mahasiswi tidak hanya belajar berinteraksi dengan lingkungan global, tetapi juga menjadi duta budaya Indonesia yang membawa misi edukatif sekaligus mempererat hubungan baik antara Indonesia dan Malaysia,” ujarnya.

Budaya Pandhalungan sendiri merupakan perpaduan unik antara Jawa dan Madura yang tumbuh subur di wilayah tapal kuda Jawa Timur. Melalui kegiatan ini, nilai-nilai budaya tersebut berhasil disampaikan dengan cara yang menyenangkan sekaligus memperkaya wawasan lintas bangsa. Program KKN Internasional ini sekaligus menjadi bukti nyata komitmen Unmuh Jember dalam mendukung internasionalisasi kampus, serta menegaskan tekadnya mencetak lulusan yang tidak hanya berwawasan global, tetapi juga tetap berakar kuat pada nilai-nilai lokal sebagai identitas bangsa.

 

Senin, 18 Agustus 2025

Semarak Agustus di Tegal Banteng: Warga dan Mahasiswa KKN Unmuh Jember Rayakan 80 Tahun Kemerdekaan RI


Warga Dusun Tegal Banteng, yang terletak di ujung selatan Desa Kesilir, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember, menggelar kegiatan
Semarak Agustus dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia. Acara tersebut dilaksanakan pada Minggu, 17 Agustus 2025, dan menjadi bentuk nyata implementasi bela negara di tengah masyarakat.

Kegiatan ini diprakarsai oleh Paguyuban ARKIMAS sebagai penyelenggara utama, dengan melibatkan warga, pemuda, serta Mahasiswa KKN Tematik Kelompok 23 Universitas Muhammadiyah Jember. Para mahasiswa turut serta sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan kegiatan pada hari-H, sebagai wujud kepedulian terhadap penguatan semangat nasionalisme di masyarakat.

Ketua Paguyuban ARKIMAS, Nurrohim, menegaskan bahwa bela negara bukan hanya tanggung jawab aparat negara, melainkan seluruh elemen masyarakat.
“Bagi kami, bela negara adalah menjaga keberlanjutan hidup masyarakat. Melalui semangat gotong royong, kegiatan Semarak Agustus ini merupakan wujud nyata mempertahankan semangat nasionalisme seluruh warga Dusun Tegal Banteng,” ujarnya.


Kegiatan yang diawali dengan upacara bendera pada pagi hari tersebut berlangsung meriah. Setelah upacara, warga bersama mahasiswa KKN mengikuti berbagai lomba tradisional, antara lain tarik tambang putri, balap karung, gigit koin, makan kerupuk, memasukkan paku ke dalam botol, balap kelereng, hingga lomba tusuk balon dan sambat. Suasana hangat dan penuh keceriaan tampak dari tawa, sorak, hingga teriakan penyemangat yang menggema di sepanjang kegiatan.

Mahasiswa KKN juga mendapat sambutan hangat dari warga. Kebersamaan itu semakin terlihat saat pertandingan tarik tambang antara mahasiswa melawan warga yang disambut dengan teriakan penyemangat dari seluruh peserta.

Pembina Paguyuban ARKIMAS, Samsul Hadi, turut memberikan apresiasi atas antusiasme masyarakat.

“Semangat nasionalisme di Dusun Tegal Banteng patut dicontoh. Warga telah membuktikan bahwa bela negara tidak semata-mata identik dengan angkat senjata, tetapi juga melalui tindakan nyata yang bermanfaat langsung bagi keharmonisan dan persatuan antarwarga,” tuturnya.

Melalui kegiatan Semarak Agustus ini, warga Dusun Tegal Banteng membuktikan bahwa semangat bela negara dapat diwujudkan dalam setiap langkah sederhana yang membawa manfaat bagi masyarakat. Perayaan ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan serta meneguhkan komitmen dalam menjaga persatuan bangsa.

Minggu, 17 Agustus 2025

Mahasiswa KKN Tematik Unmuh Jember Bantu Pabrik Tahu Daftar NIB

 

  Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember)  turut membantu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Dusun Sumberan, Desa Ambulu, Kecamatan Ambulu, mendaftarkan Nomor Induk Berusaha (NIB) sebagai upaya legalitas usaha. Yudha Sukma selaku Penanggung Jawab proses pembuatan NIB, memilih salah satu UMKM yang mendapatkan pendampingan NIB yaitu sebuah pabrik tahu milik Bapak Saiful Hadiyanto dan istrinya. “Saya sejak lama ingin sekali membuat nomor induk berusaha ini, tetapi saya bingung bagaimana caranya,” ujar bapak Saiful. Maka dengan ini mahasiswa KKN Tematik Unmuh Jember membantu pembuatan NIB.

  Pabrik tahu tersebut telah berdiri sejak tahun 2008 dan menjadi sumber pemasukan utama untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari serta kebutuhan lainnya. Menariknya, seluruh proses produksi tahu dilakukan hanya oleh Bapak Saiful dan istrinya tanpa bantuan karyawan tambahan. Setiap hari, mereka mampu memproduksi ratusan potong tahu yang langsung dipasarkan ke berbagai pelanggan dan juga menerima pesanan. Dengan adanya pendampingan pembuatan NIB oleh mahasiswa KKN Tematik Unmuh Jember, diharapkan usaha pabrik tahu ini semakin berkembang dan memiliki perlindungan hukum yang memadai.

"NIB bukan sekadar nomor, melainkan pintu masuk menuju peluang yang lebih besar. Dengan Nomor Induk Berusaha, pelaku usaha dapat mengukuhkan legalitasnya, memperluas jaringan pasar, mengakses permodalan, hingga mengikuti program-program pemerintah. Kami hadir untuk memastikan setiap warga punya kesempatan membawa usahanya melangkah lebih jauh," tutur Koordinator Desa, Maswadi Rauf.

Penulis: Hanina Zahra

Jumat, 15 Agustus 2025

Pelatihan Penanganan Cedera untuk Komunitas Sepak Bola Usia Lanjut: Mencegah Risiko Fatal di Lapangan

Dunia olahraga, khususnya yang melibatkan kontak fisik seperti sepak bola, tidak lepas dari risiko cedera. Risiko ini semakin meningkat pada atlet atau pemain usia lanjut, yang kondisi fisiknya tidak lagi seprima saat muda. Cedera yang tidak ditangani secara tepat dan cepat bisa berdampak serius, bahkan fatal. Kasus-kasus kematian mendadak di lapangan karena henti jantung atau cedera berat bukanlah hal yang asing.


Menyadari pentingnya pengetahuan dan keterampilan dalam menangani kondisi darurat tersebut, tim dosen dari Program Studi Pendidikan Jasmani dan Keperawatan Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember mengadakan Pelatihan Pencegahan dan Penanganan Cedera bagi komunitas sepak bola usia lanjut. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 2 Agustus 2025, bertempat di ruang diskusi lantai 4 Fakultas Ilmu Kesehatan Unmuh Jember.

Pelatihan diikuti oleh 39 peserta dari empat klub sepak bola senior: Punggawa B3 FC, Asero FC, Remasok FC, dan X_Unmuh Jember. Para peserta rata-rata berusia di atas 40 tahun, bahkan ada yang telah berusia 65 tahun namun masih aktif bermain. Fakta ini menunjukkan antusiasme luar biasa dari para pemain senior, namun sekaligus menegaskan pentingnya edukasi tentang pencegahan dan penanganan cedera.


Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 12.30 WIB ini menghadirkan tiga narasumber ahli di bidangnya. Ahmad Sulaiman, M.Pd., membawakan materi mengenai pencegahan dan penanganan cedera jaringan lunak seperti keseleo atau memar, termasuk praktik metode RICE (Rest, Ice, Compression, Elevation). Dr. Ns. Cipto Susilo, S.Kep., M.Kep., melanjutkan sesi dengan membahas cedera pada jaringan keras seperti patah tulang, dan bagaimana tindakan awal yang benar sangat menentukan proses penyembuhan. Sementara itu, Ns. Mohammad Ali Hamid, S.Kep., M.Kes., menutup sesi dengan pelatihan praktis Bantuan Hidup Dasar (BHD) – keterampilan penyelamatan jiwa yang sangat krusial, terutama dalam kasus henti jantung mendadak di lapangan.

Menurut Ahmad Sulaiman, pencegahan cedera tidak hanya bergantung pada teknik bermain yang aman, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh kesiapan fisik, kualitas pemanasan, serta penggunaan perlengkapan pelindung yang sesuai. "Banyak cedera bisa dicegah jika pemain memahami faktor risikonya dan menerapkan prosedur keselamatan secara disiplin," ujarnya.

Salah satu faktor utama yang berkontribusi terhadap tingginya risiko cedera adalah usia. Memasuki usia 30 tahun ke atas, kekuatan otot dan fleksibilitas tubuh cenderung mulai menurun. Tanpa latihan yang teratur dan pemahaman tentang batas kemampuan tubuh, pemain rentan mengalami cedera. Oleh karena itu, peserta juga diingatkan untuk tidak memaksakan bermain saat kondisi tubuh sedang tidak fit atau masih dalam masa pemulihan cedera. Intensitas saat bermain pun harus disesuaikan dengan usia dan kondisi fisik masing-masing individu.


Pelatihan ini menjadi sangat relevan mengingat beberapa kasus tragis yang terjadi baik di tingkat nasional maupun lokal. Dalam lima tahun terakhir, sejumlah atlet Indonesia meninggal dunia akibat henti jantung mendadak saat berolahraga, termasuk Markis Kido saat bermain bulu tangkis, dan Bejo Sugiantoro saat bermain sepak bola. Di Jember sendiri, dua kasus serupa juga terjadi, yaitu pada Santoso Pribadi saat bermain bulu tangkis dan Taufik Hidayat saat bermain sepak bola di Stadion Notohadinegoro.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang didanai oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) tahun 2025. Tujuannya tidak hanya untuk meningkatkan pemahaman, tetapi juga keterampilan praktis yang bisa langsung diterapkan di lapangan — baik dalam mencegah, menangani cedera, maupun menyelamatkan nyawa dalam situasi kritis.

Mahasiswa Psikologi Unmuh Jember Bawa Cerita dan Budaya ke Panggung Dunia di Jember Fashion Carnaval 2025

Dua mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Jember dengan membanggakan tampil sebagai talent di ajang internasional Jember Fashion Carnaval (JFC) 2025. Event karnaval terbesar ketiga di dunia ini kembali menjadi sorotan karena menghadirkan karya-karya spektakuler yang memadukan kreativitas, budaya, dan seni pertunjukan.

Robbi Maulana Sulton, salah satu mahasiswa Psikologi yang terpilih, mengisahkan bahwa perjalanannya menuju panggung JFC dimulai dari pendaftaran terbuka untuk umum. “Saya mendaftar, mengikuti proses seleksi, dan akhirnya terpilih menjadi salah satu talent yang tampil di acara tersebut. Selama persiapan, saya mengikuti berbagai latihan dan briefing supaya bisa tampil maksimal saat showtime,” ujar mahasiswa psikologi angkatan 2023 tersebut.

Pada gelaran kali ini, Robi mengenakan kostum bertema Great Wall of China representasi visual keindahan dan kekuatan Tembok Besar yang menjadi ikon dunia. Kostum ini mengusung konsep The Guardian of the Autumn Wall, melambangkan sosok prajurit pada musim gugur yang penuh keteguhan, siap melindungi sejarah dan budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi. “Perasaan saya tentu sangat bangga dan bahagia. Ini pengalaman luar biasa karena saya bisa menjadi bagian dari acara internasional, mengenakan kostum hasil karya saya sendiri, dan ikut memperkenalkan budaya di hadapan banyak orang,” tambahnya.

Kisah berbeda datang dari Sherly Yuniza Putri, mahasiswa Psikologi lainnya yang tampil di JFC berkat ajakan teman. Ketertarikannya langsung tumbuh karena JFC dikenal sebagai salah satu karnaval terbesar di dunia. Sherly tampil dengan kostum bertema Anatomy, yang menggambarkan bentuk manusia sebagai saksi keahlian evolusi leluhur. “Kostum ini melambangkan simfoni antara daging dan fungsi tubuh, di mana setiap serat otot dan detak jantung berpadu dalam harmoni sempurna. Melalui tarian rumit otot dan irama jantung, kostum ini mencerminkan puncak penemuan diri manusia serta mengangkat aspirasi peradaban ke tingkat yang belum pernah dicapai sebelumnya,” jelasnya.

Karya yang dikenakan Sherly merupakan hasil kolaborasinya dengan Mas Alfin, sang desainer, yang merancang busana tersebut dengan detail dan kreativitas tinggi. “Saya merasa sangat senang dan bangga bisa ikut berpartisipasi dalam JFC. Selain menjadi pengalaman langka, ini juga momen berharga karena saya bisa merasakan kebersamaan, kreativitas, dan energi luar biasa yang membuatnya tak terlupakan,” Ujar mahasiswa angkatan 2023 tersebut.

Keterlibatan Robi dan Sherly menjadi bukti bahwa mahasiswa Psikologi Unmuh Jember mampu berkiprah di kancah internasional, tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga dalam dunia seni dan budaya. Fakultas Psikologi memberikan apresiasi penuh dan berharap prestasi ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya tanpa batas.

Kamis, 14 Agustus 2025

Mahasiswa KKN Unmuh Jember Ajak Siswa Bergerak dan Berpikir Cepat

Suasana SMP Islam Gumukmas, Selasa (12/8/2025), mendadak riuh dan penuh tawa. Bukan karena jam olahraga biasa, tapi karena 28 siswa kelas 7 sedang mengikuti program kreatif bertajuk “Gerak Cerdas Bernilai Islami” yang digelar mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) serta Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Jember.

Selama dua jam, siswa diajak berlari, berpikir cepat, dan mengasah hafalan agama dalam satu rangkaian permainan edukatif. Konsepnya sederhana: belajar sambil bergerak. Para mahasiswa membagi siswa menjadi 15 pasangan. Setiap pasangan harus berlari ke pos pertama untuk menjawab soal matematika, lalu menuju pos kedua yang berisi tantangan hafalan surat pendek, doa harian, dan pengetahuan agama. Kecepatan dan ketepatan jawaban menentukan pemenang.

Koordinator kegiatan, Mariescha Hadi Qonitatillah dari Prodi Pendidikan Jasmani, mengatakan konsep ini dirancang untuk menyeimbangkan kesehatan fisik dan kecerdasan berpikir siswa, sambil menanamkan nilai islami. “Dengan cara ini, mereka tidak hanya sehat, tapi juga cerdas dan memiliki karakter spiritual yang kuat,” ujarnya.

Meski dana kegiatan di bawah Rp200.000, panitia tetap menyiapkan hadiah alat tulis, jajanan untuk tiga pemenang, serta bingkisan khusus bagi kepala sekolah. “Bagi kami, apresiasi itu penting agar anak-anak termotivasi,” tambahnya.

Kegiatan ini melibatkan lima mahasiswa FKIP — dua dari Pendidikan Matematika, tiga dari Pendidikan Jasmani — serta satu mahasiswa FAI Pendidikan Agama Islam. Seluruh acara berlangsung di ruang sholat sekolah yang sejuk, dengan dukungan dokumentasi dari seksi PDD.

Salah satu guru matematika mengaku terkesan. “Anak-anak sangat antusias. Mereka bisa belajar sambil bergerak, tidak hanya duduk di kelas. Ini ide yang segar dan bermanfaat,” katanya.

Program “Gerak Cerdas Bernilai Islami” menjadi bukti kontribusi mahasiswa KKN Unmuh Jember dalam menghadirkan pembelajaran yang memadukan olahraga, edukasi, dan penguatan nilai agama, sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat melalui dunia pendidikan.

Semangat Kolaborasi, KKN Unmnuh Jember Bantu Sukseskan Perayaan HUT-RI Ke-80 di Desa Kraton

Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 mulai terasa di Desa Kraton, Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember. Salah satu agenda utama yang tengah dipersiapkan adalah acara jalan santai yang akan digelar di Lapangan Kedunglangkap, melibatkan kerja sama antara panitia desa dan 21 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember kelompok 15.

Selain jalan santai, panitia juga menyiapkan berbagai perlombaan dan hiburan, mulai dari lomba karaoke, sholawatan, lomba tartil dan tahfidz Al-Qur’an, hingga beragam lomba umum untuk seluruh warga desa. Rangkaian kegiatan ini dirancang untuk memeriahkan peringatan kemerdekaan sekaligus mempererat silaturahmi antar warga.

Mahasiswa sangat aktif terlibat dalam setiap tahapan persiapan, memastikan seluruh kebutuhan acara berjalan lancar. Kepala Desa Kraton, Bapak Agus, melalui panitia penyelenggara, menyampaikan bahwa jalan santai ini diharapkan dapat memperkuat rasa kebersamaan warga.

“Selain sehat, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi seluruh warga desa,” ujarnya.

Acara jalan santai dijadwalkan berlangsung pada pagi hari, dengan rute mengelilingi beberapa titik utama desa sebelum kembali ke Lapangan Kedunglangkap. Salah satu anggota KKN Kelompok 15, Fairozi, mengungkapkan kebanggaannya bisa berkontribusi.

“Kami senang bisa ikut memeriahkan perayaan 17 Agustus dan membantu kelancaran acara,” tuturnya.

Dengan dukungan penuh dari masyarakat dan mahasiswa, panitia optimistis seluruh rangkaian acara akan berlangsung meriah dan menjadi momen berharga dalam merayakan kemerdekaan bersama.

Hal ini merupakan langkah nyata mahasiswa untuk bersinergi dan berkolaborasi bersama Pemerintah Desa dan juga masyarakat dalam berbagai kegiatan.

Connect