KKN Kelompok 1 Unmuh Jember Hadirkan Rumah Belajar untuk Perkuat Literasi Anak di Desa Sumber Anyar
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 1 Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember menghadirkan program Rumah Belajar di Desa Sumber Anyar, Kecamatan Maesan, Kabupaten Bondowoso. Program tersebut menjadi salah satu upaya mahasiswa dalam meningkatkan kemampuan literasi sekaligus mengembangkan potensi akademik anak-anak di tingkat desa.
Kegiatan Rumah Belajar dilaksanakan pada 29 Juli dan dilanjutkan pada 5 Agustus 2026. Program ini dirancang sebagai ruang belajar yang kreatif dan interaktif untuk membantu anak-anak membangun kebiasaan membaca, meningkatkan rasa ingin tahu, serta mengembangkan kepercayaan diri dalam proses pembelajaran.
Ketua KKN Kelompok 1, Syahidin, mengatakan bahwa program tersebut berangkat dari kepedulian mahasiswa terhadap pentingnya penguatan kemampuan literasi anak. Menurutnya, kemampuan membaca dan memahami informasi menjadi salah satu fondasi penting dalam mendukung keberhasilan pendidikan.
“Rumah Belajar kami hadir bukan hanya untuk membantu anak menyelesaikan tugas sekolah, tetapi juga menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan agar mereka memiliki motivasi untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan diri,” ujar Syahidin.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa mengemas pembelajaran dengan pendekatan yang berbeda dari kegiatan belajar formal di sekolah. Anak-anak diajak mengikuti berbagai aktivitas edukatif, seperti membaca bersama, diskusi sederhana, permainan berbasis pengetahuan, hingga latihan pemecahan masalah.
Pada kegiatan perdana, 29 Juli 2026, mahasiswa memperkenalkan konsep Rumah Belajar sekaligus membangun kedekatan dengan para peserta. Tahap tersebut dimanfaatkan untuk mengenali kebutuhan belajar dan karakter masing-masing anak.
Kegiatan kemudian dilanjutkan pada 5 Agustus 2026 dengan pendampingan yang lebih terarah. Mahasiswa memberikan bimbingan membaca, berhitung, memahami materi pelajaran, serta melatih kemampuan anak dalam menyampaikan pendapat.
Pendekatan pembelajaran menempatkan anak sebagai peserta aktif. Mereka diberikan ruang untuk bertanya, berdiskusi, dan mengeksplorasi ide sehingga proses belajar tidak hanya berpusat pada penyampaian materi dari pendamping.
Mahasiswa KKN Kelompok 1 memandang bahwa literasi tidak sebatas kemampuan membaca teks, tetapi juga mencakup kemampuan memahami, mengolah, dan menggunakan informasi untuk menyelesaikan persoalan. Oleh karena itu, Rumah Belajar diarahkan untuk membangun pola belajar yang lebih mandiri dan kritis.
Antusiasme anak-anak menjadi salah satu respons positif terhadap pelaksanaan program. Para peserta terlihat aktif mengikuti kegiatan serta menunjukkan ketertarikan terhadap aktivitas membaca dan pembelajaran tambahan yang diberikan mahasiswa.
Selain mendukung kemampuan akademik, kegiatan tersebut juga memberikan ruang bagi perkembangan nonakademik anak. Peserta didorong untuk lebih percaya diri dalam menjawab pertanyaan, berkomunikasi dengan teman, dan menyampaikan gagasan di hadapan kelompok.
Program Rumah Belajar menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN Unmuh Jember dalam menghadirkan inovasi pendidikan yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Melalui program tersebut, mahasiswa tidak hanya menjalankan pengabdian, tetapi juga berupaya memberikan solusi terhadap tantangan literasi di lingkungan pedesaan.
Mahasiswa KKN Kelompok 1 berharap Rumah Belajar dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan meskipun masa pelaksanaan KKN telah berakhir. Keberlanjutan program diharapkan dapat melibatkan pemerintah desa, orang tua, dan masyarakat setempat.
Dengan dukungan berbagai pihak, Rumah Belajar di Desa Sumber Anyar diharapkan dapat berkembang menjadi ruang edukasi yang berkelanjutan serta membantu menciptakan generasi muda yang memiliki kemampuan literasi kuat, potensi akademik yang berkembang, dan kesiapan menghadapi tantangan pendidikan di masa depan.