Jumat, 14 Agustus 2026

KKN Kelompok 1 Unmuh Jember Hadirkan Rumah Belajar untuk Perkuat Literasi Anak di Desa Sumber Anyar

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 1 Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember menghadirkan program Rumah Belajar di Desa Sumber Anyar, Kecamatan Maesan, Kabupaten Bondowoso. Program tersebut menjadi salah satu upaya mahasiswa dalam meningkatkan kemampuan literasi sekaligus mengembangkan potensi akademik anak-anak di tingkat desa.

Kegiatan Rumah Belajar dilaksanakan pada 29 Juli dan dilanjutkan pada 5 Agustus 2026. Program ini dirancang sebagai ruang belajar yang kreatif dan interaktif untuk membantu anak-anak membangun kebiasaan membaca, meningkatkan rasa ingin tahu, serta mengembangkan kepercayaan diri dalam proses pembelajaran.

Ketua KKN Kelompok 1, Syahidin, mengatakan bahwa program tersebut berangkat dari kepedulian mahasiswa terhadap pentingnya penguatan kemampuan literasi anak. Menurutnya, kemampuan membaca dan memahami informasi menjadi salah satu fondasi penting dalam mendukung keberhasilan pendidikan.

“Rumah Belajar kami hadir bukan hanya untuk membantu anak menyelesaikan tugas sekolah, tetapi juga menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan agar mereka memiliki motivasi untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan diri,” ujar Syahidin.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa mengemas pembelajaran dengan pendekatan yang berbeda dari kegiatan belajar formal di sekolah. Anak-anak diajak mengikuti berbagai aktivitas edukatif, seperti membaca bersama, diskusi sederhana, permainan berbasis pengetahuan, hingga latihan pemecahan masalah.

Pada kegiatan perdana, 29 Juli 2026, mahasiswa memperkenalkan konsep Rumah Belajar sekaligus membangun kedekatan dengan para peserta. Tahap tersebut dimanfaatkan untuk mengenali kebutuhan belajar dan karakter masing-masing anak.

Kegiatan kemudian dilanjutkan pada 5 Agustus 2026 dengan pendampingan yang lebih terarah. Mahasiswa memberikan bimbingan membaca, berhitung, memahami materi pelajaran, serta melatih kemampuan anak dalam menyampaikan pendapat.

Pendekatan pembelajaran menempatkan anak sebagai peserta aktif. Mereka diberikan ruang untuk bertanya, berdiskusi, dan mengeksplorasi ide sehingga proses belajar tidak hanya berpusat pada penyampaian materi dari pendamping.

Mahasiswa KKN Kelompok 1 memandang bahwa literasi tidak sebatas kemampuan membaca teks, tetapi juga mencakup kemampuan memahami, mengolah, dan menggunakan informasi untuk menyelesaikan persoalan. Oleh karena itu, Rumah Belajar diarahkan untuk membangun pola belajar yang lebih mandiri dan kritis.

Antusiasme anak-anak menjadi salah satu respons positif terhadap pelaksanaan program. Para peserta terlihat aktif mengikuti kegiatan serta menunjukkan ketertarikan terhadap aktivitas membaca dan pembelajaran tambahan yang diberikan mahasiswa.

Selain mendukung kemampuan akademik, kegiatan tersebut juga memberikan ruang bagi perkembangan nonakademik anak. Peserta didorong untuk lebih percaya diri dalam menjawab pertanyaan, berkomunikasi dengan teman, dan menyampaikan gagasan di hadapan kelompok.

Program Rumah Belajar menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN Unmuh Jember dalam menghadirkan inovasi pendidikan yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Melalui program tersebut, mahasiswa tidak hanya menjalankan pengabdian, tetapi juga berupaya memberikan solusi terhadap tantangan literasi di lingkungan pedesaan.

Mahasiswa KKN Kelompok 1 berharap Rumah Belajar dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan meskipun masa pelaksanaan KKN telah berakhir. Keberlanjutan program diharapkan dapat melibatkan pemerintah desa, orang tua, dan masyarakat setempat.

Dengan dukungan berbagai pihak, Rumah Belajar di Desa Sumber Anyar diharapkan dapat berkembang menjadi ruang edukasi yang berkelanjutan serta membantu menciptakan generasi muda yang memiliki kemampuan literasi kuat, potensi akademik yang berkembang, dan kesiapan menghadapi tantangan pendidikan di masa depan.

Beri Privasi Lebih Layak, KKN 27 Unmuh Jember Benahi Pemandian MCK Warga Dusun Krajan

 

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 27 Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) memasang tabing pada fasilitas pemandian MCK di Dusun Krajan, Desa Kemirian, Kecamatan Tamanan, Kabupaten Bondowoso, Jumat (7/8/2026).

Pemasangan tabing dilakukan untuk memberikan batas dan privasi yang lebih layak bagi warga saat memanfaatkan fasilitas pemandian. Program tersebut menjadi bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kebutuhan fasilitas umum yang nyaman dan aman bagi masyarakat.

Kegiatan dilaksanakan secara gotong royong bersama Kepala Dusun Krajan, Sujoto. Mahasiswa KKN bersama pemerintah dusun terlibat mulai dari menyiapkan bahan hingga proses pemasangan tabing pada area pemandian MCK.

Program tersebut dilatarbelakangi kondisi sebagian masyarakat Desa Kemirian yang masih memanfaatkan sungai sebagai tempat mandi. Kondisi tersebut menjadi perhatian mahasiswa KKN karena ketersediaan fasilitas pemandian yang memiliki privasi dan kenyamanan merupakan bagian penting dalam mendukung kualitas hidup masyarakat.

Dengan adanya tabing, warga diharapkan dapat menggunakan fasilitas pemandian MCK dengan lebih nyaman, aman, dan memiliki privasi. Fasilitas tersebut juga diharapkan dapat menjadi alternatif bagi masyarakat yang selama ini masih melakukan aktivitas mandi di sungai.

Kepala Dusun Krajan, Sujoto, mengapresiasi keterlibatan mahasiswa KKN 27 Unmuh Jember dalam memperbaiki fasilitas pemandian tersebut. Menurutnya, pemasangan tabing memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi mahasiswa KKN yang sudah membantu membuat tabing di tempat pemandian ini. Dengan adanya tabing, warga menjadi lebih nyaman dan terbantu, terutama karena masih banyak warga yang mandi di sungai,” ujarnya.

Mahasiswa KKN Kelompok 27 berharap fasilitas yang telah diperbaiki dapat dimanfaatkan dan dirawat bersama oleh masyarakat. Pemasangan tabing ini tidak hanya menjadi bagian dari program pengabdian mahasiswa selama KKN, tetapi juga diharapkan memberikan manfaat berkelanjutan bagi warga Dusun Krajan.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi wujud kolaborasi antara mahasiswa KKN Unmuh Jember dan pemerintah dusun dalam menghadirkan solusi sederhana terhadap kebutuhan fasilitas umum masyarakat.

Terangi Jalur Rawan, KKN 13 Unmuh Jember Pasang Reflektor Jalan di Desa Tanah Wulan


Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 13 Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) bersama masyarakat memasang reflektor jalan di sejumlah titik rawan di Desa Tanah Wulan, Kecamatan Maesan, Kabupaten Bondowoso, Jumat (7/8/2026).

Program tersebut dilakukan sebagai upaya meningkatkan keselamatan pengguna jalan, khususnya pada jalur yang memiliki tikungan, minim penerangan, dan jarak pandang terbatas pada malam hari.

Pemasangan reflektor dilakukan di sejumlah titik yang dinilai memiliki tingkat risiko lebih tinggi bagi pengguna jalan. Reflektor berfungsi memantulkan cahaya lampu kendaraan sehingga keberadaan tikungan dan arah jalan dapat terlihat lebih jelas oleh pengemudi.

Koordinator KKN Kelompok 13, Warna, mengatakan pemasangan reflektor menjadi salah satu langkah sederhana untuk membantu mengatasi kondisi penerangan yang masih terbatas di beberapa ruas jalan Desa Tanah Wulan.

“Kami memasang reflektor-reflektor ini sebagai upaya mengatasi masalah pencahayaan yang kurang memadai di Desa Tanah Wulan. Kami berharap inisiatif ini dapat membantu mengurangi risiko kecelakaan, sehingga masyarakat dapat merasa lebih aman saat bepergian pada malam hari,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa bersama warga menentukan titik pemasangan yang dianggap strategis, terutama pada ruas jalan berliku dan tikungan dengan jarak pandang terbatas. Reflektor kemudian dipasang agar dapat memantulkan cahaya lampu kendaraan dan memberikan penanda visual bagi pengemudi.

Dengan adanya reflektor, pengendara diharapkan dapat mengenali tikungan dan arah jalan lebih awal sehingga memiliki waktu untuk mengurangi kecepatan dan meningkatkan kewaspadaan ketika melintas pada malam hari.

Program tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN Unmuh Jember dalam membantu menjawab kebutuhan masyarakat melalui solusi sederhana yang dapat memberikan manfaat langsung.

Mahasiswa KKN Kelompok 13 berharap reflektor yang telah dipasang dapat dirawat dan dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat Desa Tanah Wulan. Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dapat menghadirkan solusi praktis untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan lingkungan.

KKN-T 19 Unmuh Jember Tanamkan Budaya Menabung Sejak Dini kepada Siswa SDN 1 Sumberpakem

 

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Kelompok 19 Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember memberikan edukasi literasi keuangan kepada siswa kelas VI SDN 1 Sumberpakem, Kecamatan Maesan, Kabupaten Bondowoso. Kegiatan tersebut dilakukan untuk menanamkan kebiasaan menabung dan mengenalkan pengelolaan keuangan sederhana sejak usia sekolah dasar.

Dalam sosialisasi tersebut, mahasiswa KKN-T memberikan pemahaman mengenai manfaat menabung, cara mengatur uang saku, serta pentingnya membedakan kebutuhan dan keinginan. Materi disampaikan secara interaktif melalui diskusi, tanya jawab, dan permainan edukatif agar siswa lebih mudah memahami dan menerapkan konsep pengelolaan keuangan dalam kehidupan sehari-hari.

Koordinator KKN-T Kelompok 19 Unmuh Jember mengatakan bahwa kebiasaan mengelola keuangan perlu dikenalkan sejak dini. Menurutnya, menabung bukan semata-mata tentang jumlah uang yang disisihkan, tetapi juga membentuk sikap disiplin dan bertanggung jawab.

“Kami berharap melalui sosialisasi ini siswa termotivasi untuk mulai menyisihkan uang saku secara rutin. Meskipun jumlahnya sedikit, kebiasaan menabung akan memberikan manfaat yang besar di masa mendatang,” ujarnya.

Selain menabung, mahasiswa juga mengajak siswa memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan. Pemahaman tersebut diharapkan dapat membantu siswa lebih bijak dalam menggunakan uang saku dan tidak mudah menghabiskannya untuk hal-hal yang kurang diperlukan.

Kepala SDN 1 Sumberpakem mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa KKN-T Unmuh Jember. Menurutnya, edukasi literasi keuangan menjadi bekal penting bagi siswa untuk belajar hidup hemat sekaligus membangun kebiasaan menggunakan uang secara bijak.

 “Kami mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa KKN-T Universitas Muhammadiyah Jember atas sosialisasi yang telah diberikan. Semoga ilmu yang diperoleh dapat diterapkan oleh siswa dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi kebiasaan yang terus dilakukan,” ungkapnya.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN-T Kelompok 19 berharap siswa kelas VI SDN 1 Sumberpakem dapat mulai membiasakan diri menabung secara rutin. Kebiasaan sederhana tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun kemandirian serta tanggung jawab finansial sejak usia dini.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk kontribusi mahasiswa KKN-T Unmuh Jember dalam mendukung SDGs 4 tentang Pendidikan Berkualitas, khususnya melalui penguatan literasi keuangan, serta SDGs 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pengenalan budaya pengelolaan keuangan yang baik sejak usia sekolah.

Perkuat Promosi UMKM Desa, KKN-T 22 Unmuh Jember Hadirkan Banner Gratis untuk 8 Pelaku Usaha


Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Kelompok 22 Universitas Muhammadiyah (unmuh) Jember membantu delapan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Tegalmijin, Kecamatan Grujugan, Kabupaten Bondowoso, melalui penyediaan banner identitas usaha secara gratis.

Program tersebut dilaksanakan pada Rabu (5/8/2026), mulai dari proses perancangan desain, pencetakan, hingga pemasangan banner di lokasi usaha masing-masing pelaku UMKM. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mahasiswa dalam mendukung penguatan identitas dan promosi usaha masyarakat desa.

Program pembuatan banner tersebut berangkat dari hasil observasi mahasiswa KKN yang menemukan masih banyak UMKM di Desa Tegalmijin belum memiliki media promosi visual berupa banner atau papan nama usaha. Kondisi tersebut membuat sejumlah usaha belum mudah dikenali oleh masyarakat, khususnya bagi calon pelanggan yang melintas di sekitar lokasi usaha.

Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya membantu mencetak banner, tetapi juga mendampingi pelaku usaha dalam menentukan informasi yang perlu ditampilkan. Setiap banner memuat identitas usaha, produk unggulan, serta kontak yang dapat dihubungi sehingga masyarakat dapat lebih mudah mengenali dan memperoleh informasi mengenai produk yang ditawarkan.

Salah satu pelaku UMKM, Surinap, menyambut positif program yang dilaksanakan mahasiswa KKN-T Kelompok 22. Menurutnya, keberadaan banner membantu membuat usaha lebih mudah dikenali oleh masyarakat.

“Sebelumnya usaha saya tidak punya banner. Jadi, orang yang lewat kadang tidak tahu ini jualan apa. Sekarang mahasiswa KKN yang mendesain sekaligus mencetak bannernya. Jadi usaha saya lebih mudah dikenali,” ungkapnya.

Koordinator Desa (Kordes) KKN-T Kelompok 22 menjelaskan bahwa program tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil pemetaan kondisi UMKM di Desa Tegalmijin. Mahasiswa menemukan sejumlah pelaku usaha yang belum memiliki identitas usaha yang terlihat jelas.

“Kami melihat banyak UMKM di sini yang masih belum punya papan nama usaha. Jadi kami bantu mulai dari mendesain sampai mencetak. Semuanya kami berikan gratis kepada delapan UMKM di sini,” jelasnya.

Kehadiran banner diharapkan dapat membantu pelaku UMKM memperkuat identitas usaha sekaligus meningkatkan visibilitas produk di lingkungan sekitar. Identitas usaha yang jelas dapat memudahkan calon pelanggan mengenali lokasi usaha dan produk yang ditawarkan.

Mahasiswa KKN-T Kelompok 22 berharap program tersebut dapat memberikan dampak jangka panjang terhadap pengembangan UMKM Desa Tegalmijin. Dengan promosi yang lebih mudah dikenali, pelaku usaha diharapkan dapat memperluas jangkauan pasar, meningkatkan jumlah pelanggan, serta mendorong pertumbuhan usaha dan pendapatan masyarakat.

Program ini sekaligus menjadi bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung SDGs Desa Nomor 9 tentang Infrastruktur dan Inovasi Desa Sesuai Kebutuhan, khususnya melalui pemanfaatan media promosi sederhana untuk memperkuat pemasaran UMKM dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Mahasiswa KKN Unmuh Jember Tanamkan Kesadaran Kelola Sampah kepada Siswa SDN 02 Tamanan

 

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember menggelar kegiatan belajar bersama bertema “Pendidikan Sadar Sampah” bersama siswa SDN 02 Tamanan, Kecamatan Tamanan, Kabupaten Bondowoso, Jumat (31/7/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa dalam menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini melalui pembelajaran yang interaktif dan mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN mengajak siswa memahami pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mengenal cara mengelola sampah dengan tepat. Materi yang disampaikan mencakup kebiasaan sederhana seperti membuang sampah pada tempatnya, memilah sampah berdasarkan jenis, serta menjaga kebersihan lingkungan sekolah.

Agar proses pembelajaran berlangsung menarik, mahasiswa menggunakan metode tanya jawab, permainan edukatif, dan diskusi bersama. Pendekatan tersebut mendorong siswa untuk aktif berpartisipasi sekaligus membantu mereka memahami bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari kebiasaan kecil dalam kehidupan sehari-hari.

Koordinator KKN Kelompok 16 Universitas Muhammadiyah Jember, Ahmada Lux Lintar, mengatakan bahwa edukasi mengenai pengelolaan sampah penting diberikan sejak sekolah dasar agar kebiasaan menjaga lingkungan dapat tumbuh dan diterapkan secara berkelanjutan.

“Melalui kegiatan belajar bersama ini, kami berharap siswa tidak hanya memahami pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga mampu menerapkan perilaku sadar sampah di sekolah, di rumah, maupun di lingkungan sekitar,” ujarnya.

Kegiatan tersebut mendapat respons positif dari pihak sekolah. Kepala SDN 02 Tamanan, Kusnadi, mengapresiasi kolaborasi mahasiswa KKN dengan sekolah karena memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi para siswa.

Menurutnya, pendekatan pembelajaran yang komunikatif membuat siswa lebih mudah memahami pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mendorong mereka membangun kebiasaan positif.

“Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat karena tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga membangun kebiasaan positif pada anak-anak untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan,” ungkap Kusnadi.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN Unmuh Jember tidak hanya memberikan pengetahuan mengenai pengelolaan sampah, tetapi juga mendorong siswa untuk menerapkannya melalui tindakan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

Kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah ini diharapkan dapat memperkuat pendidikan karakter sekaligus menumbuhkan budaya sadar sampah di lingkungan sekolah. Dengan keterlibatan siswa secara aktif, nilai-nilai kepedulian terhadap kebersihan lingkungan diharapkan dapat terus diterapkan, baik di sekolah maupun di lingkungan tempat tinggal.

Program tersebut sekaligus menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember dalam mendukung pendidikan lingkungan dan membangun kesadaran generasi muda terhadap pentingnya menjaga kebersihan serta kelestarian lingkungan di Kabupaten Bondowoso.

Mahasiswa KKN-T Kelompok 14 Unmuh Jember Kembangkan Website Desa Pekauman untuk Dukung Digitalisasi dan Pelayanan Publik


Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Kelompok 14 Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember mengembangkan website resmi Desa Pekauman, Kecamatan Grujugan, Kabupaten Bondowoso. Program tersebut menjadi salah satu upaya mahasiswa dalam mendukung digitalisasi pemerintahan desa, memperluas akses informasi, serta meningkatkan pelayanan publik kepada masyarakat.

Website Desa Pekauman dikembangkan sebagai media informasi yang dapat diakses masyarakat secara lebih mudah dan cepat. Melalui platform tersebut, berbagai informasi mengenai profil desa, potensi wilayah, struktur pemerintahan, berita kegiatan, pelayanan administrasi, hingga agenda desa dapat disampaikan secara lebih terbuka.

Program ini merupakan bagian dari pengabdian mahasiswa KKN-T Kelompok 14 selama melaksanakan kegiatan di Desa Pekauman. Dalam proses pengembangannya, mahasiswa berkolaborasi dengan perangkat desa untuk mengidentifikasi kebutuhan informasi, menghimpun data, menyusun struktur website, hingga mengisi konten yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat.

Tahapan pengembangan dilakukan secara bertahap, dimulai dari observasi kebutuhan desa, pengumpulan dan verifikasi data, perancangan tampilan, pengembangan sistem, hingga pengujian website. Mahasiswa juga memberikan pendampingan kepada perangkat desa agar dapat mengelola dan memperbarui informasi secara mandiri setelah program KKN berakhir.

Kehadiran website tersebut diharapkan dapat menjawab kebutuhan masyarakat terhadap informasi yang cepat, terbuka, dan mudah dijangkau. Sebelumnya, penyampaian informasi desa masih banyak dilakukan melalui media konvensional dan komunikasi langsung sehingga jangkauannya belum optimal.

Selain menjadi pusat informasi, website Desa Pekauman juga dirancang sebagai media untuk memperkenalkan berbagai potensi lokal. Informasi mengenai sektor pertanian, usaha masyarakat, kegiatan pemberdayaan, budaya, serta berbagai agenda desa dapat dipublikasikan secara lebih luas sehingga berpotensi meningkatkan daya tarik dan memperkenalkan Desa Pekauman kepada masyarakat di luar wilayah desa.


Tim KKN-T Kelompok 14 menilai bahwa pemanfaatan teknologi informasi menjadi bagian penting dalam mendorong tata kelola pemerintahan desa yang lebih efektif dan transparan. Website desa tidak hanya berfungsi sebagai sarana publikasi, tetapi juga dapat menjadi media dokumentasi kegiatan serta jembatan komunikasi antara pemerintah desa dan masyarakat.

Kepala Desa Pekauman turut mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN-T Kelompok 14 Unmuh Jember dalam menghadirkan inovasi digital tersebut. Website dinilai dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi pemerintah desa, khususnya dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat secara lebih cepat sekaligus mendokumentasikan berbagai kegiatan pembangunan dan pelayanan desa.

Koordinator KKN-T Kelompok 14 Unmuh Jember menyampaikan bahwa pembangunan website tidak hanya ditujukan untuk memenuhi program kerja selama masa pengabdian. Website tersebut diharapkan dapat terus dikelola dan dikembangkan oleh pemerintah desa sehingga menjadi pusat informasi resmi yang aktif dan diperbarui sesuai perkembangan Desa Pekauman.

Melalui program tersebut, mahasiswa KKN-T Kelompok 14 Unmuh Jember berharap Desa Pekauman semakin siap menghadapi era digital dengan memanfaatkan teknologi sebagai sarana peningkatan pelayanan publik. Pengembangan website menjadi salah satu langkah awal untuk mewujudkan pemerintahan desa yang lebih terbuka, responsif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi.



Connect