Rabu, 12 Agustus 2026

Dr. Wahyudi Widada Soroti Peran Spiritual Care dalam Pelayanan Keperawatan Kritis Pada Webinar Ners Angkatan XVI Unmuh Jember


Pelayanan keperawatan tidak hanya berfokus pada kondisi fisik pasien, tetapi juga perlu memperhatikan aspek spiritual dalam proses pemulihan. Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam Webinar Ners Angkatan XVI Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember.

Dalam webinar tersebut, Dosen Fikes Unmuh Jember, Dr. Wahyudi Widada, S.Kp., M.Ked., menyampaikan materi bertajuk “Evidence Based Spiritual Care dan Tantangan Implementasi pada Pelayanan Keperawatan Kritis.” Materi tersebut menyoroti pentingnya pendekatan spiritual sebagai bagian dari pelayanan keperawatan kepada pasien, khususnya pada kondisi kritis.

Dr. Wahyudi menjelaskan bahwa profesi perawat memiliki peran penting dalam mendampingi pasien yang menghadapi kondisi sakit. Pendampingan tidak hanya dilakukan melalui tindakan medis dan keperawatan, tetapi juga dapat diberikan melalui dukungan spiritual, termasuk doa dan pendampingan ketika pasien maupun keluarga menghadapi situasi sulit.

Dalam materinya, ia mengangkat sejumlah kisah pasien sebagai gambaran mengenai pengalaman spiritual dalam menghadapi penyakit, di antaranya kisah pasien kanker payudara stadium 3B, anak yang mendampingi ayahnya menjelang ajal, pasien yang mengalami pergulatan kondisi spiritual, serta pasien kanker pankreas.

Salah satu landasan yang disampaikan dalam materi tersebut adalah hadis qudsi mengenai kemuliaan menjenguk orang sakit. Hadis yang diriwayatkan Imam Muslim dari Abu Hurairah tersebut menggambarkan kedekatan Allah SWT dengan hamba-Nya yang sedang sakit serta pentingnya kehadiran dan kepedulian terhadap mereka.

Selain memberikan pendampingan secara emosional dan spiritual, materi webinar juga membahas berbagai bentuk doa yang dapat diberikan dalam pendampingan pasien. Di antaranya doa ketika menjenguk orang sakit, doa pengobatan, doa meruqyah, hingga doa penjagaan.

Salah satu pendekatan yang dibahas adalah ruqyah syar'iyah sebagai bentuk intervensi spiritual. Dalam penerapannya, perawat atau pendamping terlebih dahulu melakukan wawancara kepada pasien untuk mengetahui keluhan yang dirasakan, termasuk kondisi emosional maupun keluhan yang dianggap berkaitan dengan gangguan nonmedis.

Pendekatan tersebut kemudian dilanjutkan dengan edukasi mengenai pengobatan berbasis Al-Qur'an, ajakan untuk menghindari perbuatan maksiat, serta penguatan sikap sabar dan menerima takdir dalam menghadapi sakit.

Dalam materi praktiknya, spiritual care juga mencakup pembacaan ayat-ayat Al-Qur'an dan doa tertentu. Materi tersebut antara lain memuat pembacaan Surah Al-Fatihah, sejumlah ayat dari Surah Al-Baqarah, At-Taubah, serta tiga surah yang dikenal sebagai Al-Mu'awwidzat atau tiga Qul, yakni Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas.

Selain itu, peserta diperkenalkan dengan sejumlah ayat yang disebut sebagai ayat-ayat syifa atau ayat pengobatan, yaitu dari Surah At-Taubah ayat 14, Yunus ayat 57, An-Nahl ayat 69, Al-Isra' ayat 82, Ash-Syu'ara ayat 80, dan Al-Fushilat ayat 44.

Dr. Wahyudi juga mengangkat doa Nabi Ayyub AS sebagai salah satu contoh doa dalam menghadapi penyakit. Kisah Nabi Ayyub menjadi gambaran mengenai kesabaran dan keteguhan dalam menghadapi ujian sakit serta berserah diri kepada Allah SWT.

Melalui materi tersebut, Webinar Ners XVI Fikes Unmuh Jember menekankan bahwa pelayanan keperawatan dapat dipandang secara lebih menyeluruh dengan memperhatikan kebutuhan pasien, termasuk kebutuhan spiritual. Spiritual care diharapkan tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi dapat menjadi bagian dari pengamalan dalam memberikan pendampingan kepada pasien sesuai dengan konteks dan kompetensi pelayanan keperawatan.

Tags :

bm
Created by: SUKRON KASYIR

Humas Unmuh Jember Jaya Jaya Jaya!

Posting Komentar

Connect