Webinar Ners XVI Fikes Unmuh Jember Soroti Pentingnya Asuhan Keperawatan Spiritual bagi Pasien Kritis
Pelayanan keperawatan pada pasien kritis tidak hanya berfokus pada kondisi fisik, tetapi juga perlu memperhatikan aspek mental, sosial, dan spiritual. Pendekatan tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam Webinar Ners XVI Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember yang diselenggarakan di Aula Darusy Syifa', RSD dr. Subandi, Kecamatan Patrang, pada (12/08).
Dalam kegiatan tersebut, Ns. Imam Sanusi, S.Kep., MM.Kes. mempresentasikan materi bertajuk “Implementasi Asuhan Keperawatan Spiritual pada Pasien Kritis”. Materi tersebut membahas pentingnya pendekatan keperawatan secara holistik dalam memberikan pelayanan kepada pasien, terutama mereka yang berada dalam kondisi kritis.
Ns. Imam menjelaskan bahwa praktik keperawatan profesional pada hakikatnya merupakan pelayanan yang menyeluruh atau holistik. Pelayanan tersebut mencakup berbagai aspek kehidupan manusia, yakni fisik, mental, sosial, dan spiritual. Menurut materi yang disampaikan, pendekatan keperawatan holistik semakin dibutuhkan masyarakat dan dipandang sebagai salah satu kecenderungan pelayanan keperawatan di masa mendatang.
Aspek spiritual menjadi perhatian karena merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia. Dalam kondisi sakit, terutama ketika tubuh mengalami kelemahan dan pasien menghadapi kondisi yang berat, kebutuhan untuk memperoleh ketenangan dan bergantung kepada Tuhan dapat semakin kuat.
Pembahasan kemudian diarahkan pada kondisi kritis yang dapat terjadi secara tiba-tiba, tidak diharapkan, serta mengancam kehidupan pasien. Kondisi tersebut dapat berupa penyakit akut, trauma, maupun perburukan akut dari penyakit kronis. Situasi ini tidak hanya berdampak kepada pasien, tetapi juga dapat mengancam kesejahteraan keluarga dan memicu respons stres.
Pada pasien kritis, berbagai dampak psikologis dapat muncul, seperti stres akibat penyakit, kecemasan dan ketakutan terhadap ancaman kematian, perasaan terisolasi, depresi, serta perasaan rapuh akibat ketergantungan secara fisik dan emosional. Pasien juga dapat mengalami kegelisahan, kebingungan, delusi, ilusi, maupun halusinasi.
Perhatian terhadap kebutuhan spiritual menjadi semakin penting ketika pasien memasuki kondisi menjelang ajal atau sakaratul maut. Dalam pemaparannya, Ns. Imam menjelaskan sejumlah tanda yang dapat menyertai kondisi tersebut, antara lain penurunan kesadaran, perubahan tanda vital, keringat dingin, tidak adanya respons pada bola mata, gerakan tanpa sadar, serta melemahnya otot.
Menurut materi yang disampaikan, pendampingan terhadap pasien menjelang kematian merupakan bagian dari pendampingan dalam kehidupan. Karena itu, diperlukan langkah yang sistematis dan terstruktur dalam pemberian asuhan keperawatan spiritual, termasuk kolaborasi dengan tim bimbingan rohani rumah sakit.
Implementasi asuhan keperawatan spiritual dilakukan melalui tahapan pengkajian, diagnosis keperawatan, perencanaan, dan implementasi. Pada tahap pengkajian, perawat dapat mengidentifikasi status agama, tingkat keyakinan, ketakutan terhadap kematian, perasaan hampa dan putus asa, riwayat ibadah sebelum dan setelah sakit, serta harapan pasien terhadap Tuhan.
Khusus pada pasien kritis, pengkajian spiritual juga mencakup status kesadaran, status agama atau kepercayaan, tingkat keyakinan atau keimanan, kemampuan dan kemauan menjalankan ibadah, serta kesadaran terhadap makna hidup. Salah satu diagnosis yang dapat ditemukan dalam pengkajian tersebut adalah distres spiritual.
Selain memberikan asuhan keperawatan, perawat juga dapat berkolaborasi dengan tim bimbingan rohani rumah sakit. Kolaborasi tersebut dilakukan melalui koordinasi dan pengaturan kunjungan tim untuk memberikan bimbingan spiritual kepada pasien.
Bagi pasien yang berada dalam kondisi menjelang ajal, materi menekankan pentingnya memberikan perlakuan sebaik mungkin dan dukungan spiritual. Keluarga dapat dilibatkan untuk mendampingi pasien, sementara pasien diberikan nasihat untuk bersabar, mengingatkan tentang wasiat, memperbanyak istighfar, tidak berputus asa, serta senantiasa berharap terhadap rahmat Allah.
Melalui materi tersebut, Webinar Ners Angkatan XVI Fikes Unmuh Jember menegaskan pentingnya melihat pelayanan keperawatan secara utuh. Asuhan keperawatan spiritual menjadi salah satu pendekatan yang dapat melengkapi pelayanan kepada pasien kritis dengan memperhatikan kebutuhan manusia tidak hanya dari sisi fisik, tetapi juga mental, sosial, dan spiritual.
Tags : Seminar

Posting Komentar