Kamis, 13 November 2025

Prof. Yun Arifatul Fatimah Bahas Ekonomi Sirkular Digital yang Inklusif di Rakornas AST-PTMA Unmuh Jember

Agenda Rapat Koordinasi Nasional Asosiasi Sains dan Teknologi Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (AST-PTMA) yang digelar di Universitas Muhammadiyah Jember terus menghadirkan tokoh-tokoh inspiratif dari berbagai perguruan tinggi Muhammadiyah di Indonesia.

Salah satunya adalah Prof. Ir. Yun Arifatul Fatimah, S.T., M.T., Ph.D., Wakil Rektor Bidang Akademik dan Digitalisasi Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA), sekaligus Ketua Centre for Sustainable Intelligent Circular Economy (CSICE). Beliau tampil sebagai Keynote Speaker dengan materi bertajuk “Indonesia’s Smart and Sustainable Transition and Circular Economy Accelerations.”

Dalam pemaparannya, Prof. Yun mengangkat isu penting mengenai transformasi digital dan ekonomi sirkular berkelanjutan di Indonesia, serta bagaimana perguruan tinggi dapat berperan sebagai motor perubahan menuju pembangunan yang adil, cerdas, dan ramah lingkungan.

“Digital bukanlah sesuatu yang netral. Ia bisa mempercepat keberlanjutan, tapi juga mempercepat ketidakberlanjutan. Tugas kita adalah memastikan teknologi menjadi alat keadilan dan keberlanjutan, bukan justru sumber ketimpangan baru,” ujar Prof. Yun.

Prof. Yun menyoroti fenomena yang ia sebut sebagai “techno-centrism trap”  jebakan ketika teknologi canggih dijadikan solusi utama tanpa mempertimbangkan konteks sosial, budaya, dan kesiapan masyarakat lokal. Menurutnya, solusi berkelanjutan tidak selalu harus high-tech, tetapi harus right-tech  teknologi yang sesuai dengan kebutuhan dan nilai-nilai lokal.

Melalui risetnya, Prof. Yun memperkenalkan sejumlah pendekatan baru seperti Digital Material Footprint (DMF) dan Digital Wisdom Index (DWI) sebagai alat ukur keseimbangan antara transformasi digital dan keberlanjutan lingkungan.

“Masa depan hijau Indonesia tidak dibangun hanya di atas server dan data center, tetapi di atas kebijaksanaan, keadilan, dan inklusi. Digital hanyalah alat  manusialah strateginya,” tuturnya.

Kehadiran Prof. Yun di Rakornas AST-PTMA 2025 menunjukkan kuatnya sinergi antarperguruan tinggi Muhammadiyah dalam mendorong rancang bangun ekonomi hijau dan sirkular yang berpihak pada manusia dan alam.

Rakornas AST-PTMA yang berlangsung di Aula Ahmad Zaenuri, Universitas Muhammadiyah Jember, menjadi wadah penting untuk memperkuat kolaborasi riset, inovasi, dan transformasi digital di bidang sains dan teknologi, baik di level nasional maupun internasional.


Shusuke Miyata dari Kyoto University Bahas Sains di Balik Longsor Pegunungan di Rakornas AST-PTMA Unmuh Jember

Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) menjadi tuan rumah penyelenggaraan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Asosiasi Sains dan Teknologi Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (AST-PTMA) yang digelar di Aula Ahmad Zaenuri pada Kamis (13/11).

Acara bergengsi ini menghadirkan Prof. Shusuke Miyata dari Kyoto University, Jepang, sebagai Keynote Speaker, yang memaparkan hasil penelitian bertajuk “Sediment Runoff at a Mountain Stream Influenced by Debris Flow Events.”

Dalam pemaparannya, Prof. Miyata menjelaskan bahwa fenomena aliran debris (debris flow) di kawasan pegunungan tidak hanya membawa material besar yang merusak infrastruktur, tetapi juga memiliki dampak jangka panjang terhadap bentuk dan kualitas ekosistem sungai.

“Gangguan seperti debris flow dapat meningkatkan konektivitas antara lereng dan aliran sungai. Dampaknya terhadap transportasi sedimen bisa bertahan hingga lima tahun setelah kejadian,” ujar Prof. Miyata.

Peneliti dari Kyoto University tersebut juga menegaskan pentingnya observasi jangka panjang dan kolaborasi lintas negara untuk memahami dinamika lingkungan pegunungan, terutama di tengah meningkatnya risiko bencana akibat perubahan iklim global.

Kehadiran Prof. Miyata menjadi magnet tersendiri dalam Rakornas AST-PTMA 2025, yang mempertemukan para akademisi dan peneliti dari berbagai perguruan tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah se-Indonesia. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi Unmuh Jember untuk menunjukkan komitmen dalam memperkuat riset dan jejaring kolaborasi internasional di bidang sains dan teknologi.

Acara diakhiri dengan sesi diskusi interaktif yang membahas peluang penelitian bersama antara Kyoto University dan perguruan tinggi Muhammadiyah, khususnya dalam tema mitigasi bencana dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan.

Jumat, 07 November 2025

Dosen FEB Unmuh Jember Raih Penghargaan Best Paper pada ICEBAST 2025

Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional. Bayu Wijayanti, M.M., Ph.D., CETP., salah satu Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unmuh Jember, sukses meraih penghargaan Best Paper Award pada ajang The 4th International Conference on Economics, Business, and Accounting Studies (ICEBAST) 2025.

ICEBAST 2025 merupakan forum ilmiah internasional bergengsi yang diselenggarakan oleh Universitas Jember pada 11 Oktober 2025. Dengan mengusung tema sentral “Sustainable Business Transformation: Strategies for a Net-Zero Future,” konferensi ini menjadi wadah diskusi penting bagi akademisi, peneliti, dan praktisi dari berbagai negara untuk merancang strategi bisnis berkelanjutan menuju masa depan nol-bersih (net-zero).

Beliau menjelaskan bahwa kegiatan ini memiliki sifat kompetitif yang ketat. Seluruh makalah yang dipresentasikan harus melalui proses seleksi dan penilaian oleh panel reviewer internasional. Tahun ini, ICEBAST 2025 diikuti oleh lebih dari 120 peserta dari berbagai universitas di dalam dan luar negeri, termasuk perwakilan dari Meksiko, Brunei Darussalam, Turki, Malaysia, dan Australia.

"Kami hadir bersama empat rekan akademisi lainnya sebagai perwakilan dari Universitas Muhammadiyah Jember, yang turut berpartisipasi aktif dalam sesi presentasi dan diskusi ilmiah," ujarnya, menegaskan bahwa partisipasi Unmuh Jember melibatkan tim yang solid. 

Beliau berhasil mendapatkan penghargaan Best Paper Award berkat makalah berjudul “Sustainable Business Transformation and Market Valuation: Testing Graham’s Financial Indicators on Indonesian Banking Stocks.”

Studi ini secara spesifik menguji relevansi indikator fundamental yang dikembangkan oleh investor legendaris Benjamin Graham terhadap valuasi pasar saham perbankan Indonesia, terutama dalam konteks transformasi bisnis berkelanjutan. Penelitian ini menunjukkan bagaimana faktor-faktor keberlanjutan mulai memengaruhi valuasi pasar saham di sektor perbankan Indonesia.

Tim Reviewer Internasional memberikan catatan positif, menilai paper ini kuat secara metodologis, relevan dengan isu kebijakan green finance (keuangan hijau) dan inisiatif net-zero transition global, serta mampu menghadirkan kontribusi nyata bagi pengembangan riset dan praktik keuangan berkelanjutan di Indonesia.

Atas capaian ini, beliau menyampaikan harapannya agar prestasi ini dapat menjadi inspirasi untuk terus memperkuat riset-riset berbasis sustainability finance.

"Secara pribadi, saya berharap capaian ini dapat menjadi inspirasi untuk terus memperkuat riset-riset berbasis sustainability finance, memperluas kolaborasi akademik lintas negara, serta mendorong peran universitas dalam mempercepat transisi menuju praktik bisnis yang lebih hijau, etis, dan berkelanjutan," pungkasnya.

Capaian ini menjadi bukti komitmen Unmuh Jember dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan global melalui kontribusi riset akademik yang berkualitas.

Kamis, 06 November 2025

HIMAKOM Unmuh Jember Gelar Fun Camp 2025 di Perkebunan Kali Jompo

 

dok. HIMAKOM

Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (HIMAKOM) Universitas Muhammadiyah Jember  (Unmuh Jember) sukses menyelenggarakan kegiatan “Communication Fun Camp 2025” pada tanggal 31/10-2/11/2025* di Perkebunan Kali Jompo, Klungkung, Sukorambi. Kegiatan ini mengusung tema “Together We Shine, We Climb” dan diikuti oleh seluruh mahasiswa baru Program Studi Ilmu Komunikasi.

Fun Camp merupakan agenda tahunan HIMAKOM yang bertujuan untuk mempererat hubungan antaranggota, memperkenalkan dunia keorganisasian, sekaligus membangun kesadaran lingkungan. Melalui rangkaian kegiatan seperti materi keorganisasian, public speaking, manajemen konflik, outbond, penjelajahan, dan malam api unggun, para peserta diajak untuk belajar, berkolaborasi, dan menumbuhkan rasa kebersamaan.

Fugo Asril Nur Arifin

Ketua panitia, Fugo Asril Nur Arifin, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa komunikasi untuk mengembangkan potensi diri, melatih kepemimpinan, serta memperkuat solidaritas antarangkatan.

“Kami ingin Fun Camp ini bukan hanya jadi kegiatan rekreasi, tapi juga ruang untuk belajar dan menumbuhkan karakter komunikatif yang menjadi ciri khas mahasiswa Ilmu Komunikasi,” ujarnya.

Kukuh Pribadi, S.Ikom., M.A.

Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi (Kaprodi) Kukuh Pribadi, S.Ikom., M.A. dan jajaran pengurus Prodi Ilmu Komunikasi ini berlangsung dengan penuh semangat. Puncak acara ditandai dengan malam kreasi dan api unggun, di mana setiap kelompok menampilkan yel-yel dan pentas seni sebagai simbol kekompakan dan kreativitas.

Melalui Fun Camp 2025, HIMAKOM Unmuh Jember berharap kegiatan ini mampu memperkuat identitas mahasiswa Ilmu Komunikasi sebagai insan muda yang kreatif, komunikatif, dan peduli lingkungan, sesuai semangat Together We Shine, We Climb.

dok. HIMAKOM

Penulis : Putri

Senin, 03 November 2025

Atlet Taekwondo Unmuh Jember Borong 2 Medal di Kejurnas Bali Cup 2025

 



Dua atlet muda Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) berhasil menorehkan prestasi membanggakan pada ajang Kejurnas Kadisdikpora Bali Cup 2025, yang berlangsung di GOR Lila Bhuana, Denpasar, Bali pada (24-26/10/2025). Kompetisi ini diikuti oleh sekitar 1.000 peserta dari berbagai provinsi di Indonesia.

Kedua atlet tersebut adalah Adam Atha Firdaus, mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani (FKIP) semester 1, yang sukses meraih juara 3 kategori under 74 kg Kyurugi, dan Sanrio Dwi Kurniawan, mahasiswa Pendidikan Jasmani (FKIP) semester 9, yang berhasil menyabet juara 2 kategori under 63 kg Kyurugi.

Keduanya mewakili Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Taekwondo Unmuh Jember, dengan dukungan penuh dari Dojang Zero Taekwondo Academy. Persiapan intensif dilakukan hanya dalam waktu dua minggu, namun hasil yang dicapai membuktikan dedikasi dan disiplin tinggi dari para atlet.

Dalam ajang tersebut, para peserta didampingi oleh tim pelatih yang terdiri dari Sabeum Agis, Sabeum Hilmi, Sunbae Renal, serta Manajer Hauwin. Mereka berperan penting dalam membimbing teknik, strategi, serta menjaga motivasi para atlet selama pertandingan berlangsung.



Sementara itu,  Adam Atha Firdaus mengaku tidak menyangka bisa naik podium di kejuaraan sebesar ini. “Awalnya saya sempat gugup karena ini pengalaman pertama di tingkat nasional. Tapi dukungan dari pelatih dan teman-teman membuat saya percaya diri. Saya ingin terus berkembang dan membawa nama Unmuh Jember lebih tinggi lagi,” ungkapnya dengan semangat.

Senada dengan Adam, Sanrio Dwi Kurniawan menuturkan bahwa hasil ini adalah buah dari kerja keras dan kebersamaan tim. “Bagi saya, kemenangan ini bukan hanya soal medali, tapi tentang bagaimana kita bisa membuktikan bahwa mahasiswa Unmuh Jember juga mampu bersaing di kancah nasional. Semoga prestasi ini bisa memotivasi adik-adik di UKM Taekwondo untuk terus berjuang,” tuturnya.

Dengan prestasi ini, Unmuh Jember semakin menegaskan komitmennya dalam mendukung mahasiswa berprestasi di bidang akademik maupun non-akademik. Ke depan, UKM Taekwondo Unmuh Jember berencana memperkuat pembinaan dan memperluas partisipasi dalam kejuaraan tingkat nasional maupun internasional.

Puluhan Mahasiswa Unmuh Jember Ikuti Ahmad Dahlan International Youth Camp 2025

Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember delegasikan 23 mahasiswanya dalam kegaitan Ahmad Dahlan International Youth Camp (ADIYC) 2025) yang digelar di Lembah Khayangan, Kulon Progo pada 28-30 Oktober 2025. Selama tiga hari pelaksanaan, kegiatan ini berhasil menjadi wadah pembinaan karakter, kepemimpinan, dan kolaborasi internasional bagi 287 peserta dari Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) se-Indonesia serta beberapa peserta dari luar negeri.

Acara ini mengusung semangat untuk membentuk generasi muda yang unggul, berintegritas, dan berwawasan global sesuai nilai-nilai perjuangan K.H. Ahmad Dahlan. Melalui serangkaian kegiatan seperti training, workshop, seminar internasional, outbound, dan diskusi kelompok (Focus Group Discussion), peserta diajak mengasah kemampuan kepemimpinan, berpikir kritis, dan membangun karakter yang tangguh serta berjiwa sosial tinggi.

Kegiatan dibuka dengan sesi pembukaan dan sambutan oleh sejumlah tokoh penting, antara lain Dr. Fajar Riza Ul Haq, M.A., Dr. Gatot Sugiharto, S.H., M.H., dan Prof. Ihwan Susila, Ph.D. Setelah itu, peserta mengikuti berbagai sesi pelatihan tematik yang dikemas dalam bentuk FGD dan parallel discussion.

Beberapa topik yang diangkat meliputi Digital and Technological Literacy, Critical and Creative Thinking, Leadership and Teamwork, Entrepreneurial and Problem-Solving Mindset, Emotional Intelligence and Ethical Awareness, serta Global Communication and Intercultural Competence.
Kegiatan ini dipandu oleh para narasumber berpengalaman dari berbagai universitas Muhammadiyah di Indonesia, seperti Dr. A.M. Irfan Taufan Asfar, M.Pd., Dr. Gita Anggraini, M.Pd.I., Dr. Laili Etika Rahmawati, M.Pd., dan Ir. Ahmad Kholid Alghofari, MT, IPM.

Selain kegiatan akademik, peserta juga mengikuti aktivitas luar ruangan seperti kemah di alam terbuka, senam pagi, dan outbound training yang dipandu oleh Hani Srihartaya. Aktivitas tersebut menjadi sarana melatih kemandirian, kedisiplinan, kerja sama tim, serta kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Salah satu momen yang paling berkesan adalah International Collaboration Cultural Show, di mana peserta menampilkan berbagai pertunjukan seni dan budaya seperti tarian, musik, drama, dan pembacaan puisi dari berbagai negara. Acara tersebut menjadi simbol kebersamaan dan toleransi antarbangsa, menegaskan bahwa semangat persaudaraan dapat melampaui batas negara dan budaya.

Sebagai penutup, kegiatan diakhiri dengan Camp Fire Youth Declaration, sebuah sesi refleksi dan deklarasi komitmen para peserta untuk menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing. Suasana hangat di bawah cahaya api unggun menandai akhir dari perjalanan pembelajaran yang penuh makna.

Salah satu peserta dari Unmuh Jember, Gigih Wahyu Hadi Winata menyebutkan bahwa melalui ADIYC 2025, ia mendapatkan pengalaman berharga yang memperkuat karakter kepemimpinan dan rasa tanggung jawab sosial. Kegiatan ini juga meningkatkan kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, serta beradaptasi dengan peserta dari berbagai latar belakang budaya dan daerah.

Nilai-nilai Islam yang diterapkan selama kegiatan, seperti kejujuran, disiplin, dan kepedulian, menjadi pondasi penting dalam membentuk kepribadian yang berintegritas. Para peserta juga diajak untuk menumbuhkan sikap empati dan semangat kolaborasi internasional sebagai bekal menghadapi tantangan global di masa depan.

Secara umum, pelaksanaan ADIYC 2025 dinilai berjalan sukses dan memberikan dampak positif. Kegiatan berlangsung interaktif dan inspiratif, dengan dukungan panitia yang sigap serta fasilitas yang memadai. Namun, panitia juga mencatat beberapa hal yang perlu diperbaiki, seperti koordinasi lapangan dan peningkatan fasilitas pendukung kegiatan, agar pelaksanaan di tahun berikutnya dapat lebih optimal.

Melalui kegiatan ini, Unmuh Jember bersama PTMA se-Indonesia berharap ADIYC dapat terus berlanjut setiap tahun sebagai wadah pengembangan generasi muda. Dengan semangat “Kolaborasi, Kepemimpinan, dan Kemanusiaan”, para peserta diharapkan mampu menjadi pemimpin yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepekaan sosial, moral, dan spiritual.






Senin, 27 Oktober 2025

Cocoa 2025 : Lecture Voices Warnai Kampus dengan Kolaborasi Seni, Budaya, dan Pendidikan

Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) sukses menggelar kegiatan Cocoa, pada sesi “Lecture Voices”, yang menghadirkan suasana pembelajaran lintas budaya penuh inspirasi. Acara ini diikuti oleh lima mahasiswi mancanegara, satu mahasiswi tamu dari Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, serta tiga belas mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jember dari berbagai program studi pendidikan di FKIP Unmuh Jember pada Kamis (23/10/2025.

Sesi pertama diisi oleh Dr. Dyah Laksmi Wardani, M.Pd. yang membahas tentang pentingnya seni dan kreativitas dalam pembelajaran Anak Usia Dini (AUD). Beliau menekankan bahwa calon guru PAUD perlu mampu menciptakan alat permainan edukatif (APE) yang tidak hanya menarik, tetapi juga melatih aspek perkembangan anak melalui perpaduan antara seni dan pendidikan. Dalam mata kuliah yang diampunya, mahasiswa didorong untuk membuat karya berbasis tema dengan berbagai media sederhana seperti kerang, pasir, hingga membuat ecoprint yang hasilnya dipamerkan dan dijual. Mahasiswa juga dilatih berpikir kritis melalui kegiatan menganyam, mewarnai, serta mengombinasikan teknik lipat dan anyam menjadi karya seni yang kreatif.

Selanjutnya, Dr. Kukuh Munandar, M.Kes. tampil sebagai pembicara kedua dengan topik menarik, “Kopi dan Monolog.” Ia memperkenalkan kopi sebagai bagian dari kearifan lokal Jember, membawa daun dan biji kopi sebagai media pembelajaran, serta menjelaskan jenis-jenis kopi yang tumbuh di Indonesia, seperti robusta, arabika, liberika, dan excelsa. Dr. Kukuh juga memperkenalkan Tari Molong Kopi, tarian tradisional yang menggambarkan aktivitas para wanita pemetik kopi sebagai bentuk penghargaan terhadap peran mereka dalam budaya kopi Jember. Suasana semakin semarak ketika Revina, mahasiswi Pendidikan Biologi Universitas Muhammadiyah Jember, menampilkan Tari Molong Kopi dan mengajak seluruh peserta dari University of Malaya dan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo untuk menari bersama.

Sesi ketiga diisi oleh Prof. Dr. Muh Nazri bin Abdurrahman dari University of Malaya, yang memaparkan konsep pedagogi responsif budaya, yaitu pendekatan pendidikan yang menanamkan nilai dan identitas budaya lokal dalam kurikulum. Ia menegaskan bahwa pendidikan seharusnya membentuk jati diri peserta didik berdasarkan karakter dan budaya bangsanya sendiri. Profesor Nazri juga memperkenalkan program Sekolah Angkat Madani sebagai bentuk penerapan pendidikan berbasis budaya di University of Malaya. Acara kemudian diakhiri dengan penandatanganan nota kesepahaman antar dosen sebagai simbol kerja sama dan kolaborasi akademik antara Universitas Muhammadiyah Jember dan University of Malaya.

Pada sesi penutup, para mahasiswa dari ketiga universitas menampilkan kegiatan menari tarian adat dan membuat kerajinan bersama. Antusiasme peserta terlihat tinggi sepanjang kegiatan, mencerminkan semangat kolaborasi dan apresiasi terhadap keberagaman budaya. Melalui Summer Class “Lecture Voices” ini, kampus tidak hanya menjadi tempat berbagi ilmu, tetapi juga ruang untuk menumbuhkan kreativitas, memperkuat identitas budaya, serta mempererat persahabatan lintas negara.

Connect