Sabtu, 10 Januari 2026

Expo Luaran MKWU Unmuh Jember Jadi Ruang Kreativitas Mahasiswa Bahasa Indonesia

Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) menggelar Expo Luaran Mata Kuliah Wajib Universitas (MKWU) di Gedung A Unmuh Jember, Sabtu (10/1/2026). Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menampilkan hasil pembelajaran MKWU, salah satunya dari Mata Kuliah Bahasa Indonesia yang berfokus pada penguatan literasi dan keterampilan komunikasi.

Dalam expo tersebut, mahasiswa semester satu yang menempuh Mata Kuliah Bahasa Indonesia menampilkan berbagai karya sebagai luaran pembelajaran. Karya-karya ini merepresentasikan kemampuan mahasiswa dalam menyusun gagasan secara sistematis, menggunakan bahasa yang baik dan benar, serta menyampaikan pesan secara efektif melalui media yang kreatif.

Luaran Mata Kuliah Bahasa Indonesia dirancang untuk mendorong mahasiswa mengembangkan keterampilan berbahasa secara aplikatif. Mahasiswa tidak hanya dituntut memahami kaidah kebahasaan, tetapi juga mampu menerapkannya dalam bentuk karya yang relevan dengan kebutuhan komunikasi di era digital.

Seluruh luaran disusun melalui kerja kelompok, sehingga mahasiswa memperoleh pengalaman kolaboratif dalam merancang, memproduksi, dan menyajikan karya. Proses ini menjadi bagian penting dalam melatih kemampuan bekerja sama, berkomunikasi, dan bertanggung jawab terhadap hasil kerja tim.

Karya-karya yang ditampilkan dalam Expo Luaran MKWU menunjukkan ragam kreativitas mahasiswa dalam mengemas pesan kebahasaan secara menarik dan mudah dipahami. Pemanfaatan media kreatif menjadi sarana bagi mahasiswa untuk menyampaikan ide secara jelas, persuasif, dan kontekstual.

Kegiatan expo juga melibatkan siswa SMA yang turut hadir sebagai pengunjung dan peserta kegiatan pendukung. Kehadiran mereka memberikan ruang interaksi edukatif sekaligus memperkenalkan pentingnya literasi bahasa sebagai bekal melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

Melalui Expo Luaran MKWU ini, Unmuh Jember menegaskan pelaksanaan pembelajaran Bahasa Indonesia yang bersifat aplikatif dan kontekstual. Mata Kuliah Bahasa Indonesia menjadi ruang pembentukan kemampuan literasi, komunikasi, serta pola pikir kritis mahasiswa melalui karya nyata yang dapat diapresiasi bersama.

Expo Luaran MKWU Unmuh Jember Jadi Wadah Ekspresi Nilai Pancasila Mahasiswa

Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) menggelar Expo Luaran Mata Kuliah Wajib Universitas (MKWU) di Gedung A Unmuh Jember, Sabtu (10/1/2026). Kegiatan ini menjadi ruang aktualisasi mahasiswa dalam mengekspresikan nilai-nilai Pancasila melalui karya kreatif yang dihasilkan dari proses pembelajaran di kelas.

Salah satu luaran yang ditampilkan dalam expo ini berasal dari Mata Kuliah Pendidikan Pancasila. Mahasiswa didorong untuk menerjemahkan nilai-nilai Pancasila ke dalam bentuk karya aplikatif, salah satunya melalui lomba video bertema anti kekerasan. Karya tersebut merepresentasikan pemahaman mahasiswa terhadap nilai kemanusiaan, keadilan sosial, serta kehidupan bermasyarakat yang beradab.

Ketua Panitia Expo Luaran MKWU Unmuh Jember, Fitrotul Mufaridah, M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai bentuk luaran pembelajaran MKWU yang selaras dengan capaian pembelajaran mata kuliah (CPMK). Menurutnya, Pendidikan Pancasila tidak hanya berhenti pada pemahaman konseptual, tetapi juga harus diwujudkan dalam sikap dan tindakan nyata.

“Melalui luaran ini, mahasiswa kami ajak untuk mengekspresikan nilai Pancasila dalam bentuk karya. Tema anti kekerasan dipilih agar mahasiswa peka terhadap persoalan sosial yang ada di sekitar mereka, sekaligus mampu menyampaikan pesan kebangsaan secara kreatif dan kontekstual,” ujar Fitrotul.

Ia menambahkan bahwa seluruh rangkaian lomba MKWU, termasuk dari mata kuliah Pendidikan Pancasila, dirancang berbasis kerja kelompok. Hal ini bertujuan untuk melatih kemampuan kolaborasi, komunikasi, serta tanggung jawab mahasiswa dalam sebuah tim, sejalan dengan nilai gotong royong yang menjadi salah satu ruh Pancasila.

Karya-karya mahasiswa yang ditampilkan dalam Expo Luaran MKWU memperlihatkan beragam sudut pandang tentang isu kekerasan, toleransi, dan kehidupan sosial yang harmonis. Pesan-pesan tersebut dikemas dalam bentuk audio visual yang komunikatif dan mudah dipahami, sehingga mampu menjangkau audiens yang lebih luas, termasuk kalangan pelajar SMA yang turut hadir dalam kegiatan ini.

Selain menjadi ajang apresiasi karya mahasiswa, Expo Luaran MKWU juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda. Dengan melibatkan siswa SMA sebagai pengunjung dan peserta kegiatan, Unmuh Jember berharap nilai-nilai Pancasila dapat ditanamkan sejak dini melalui pendekatan yang kreatif dan relevan dengan perkembangan zaman.

Melalui kegiatan ini, Unmuh Jember menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran MKWU yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif dan berdampak. Expo Luaran MKWU menjadi bukti bahwa Pendidikan Pancasila mampu menjadi ruang pembentukan karakter, kepekaan sosial, serta kesadaran kebangsaan mahasiswa di tengah tantangan era digital.

Expo Luaran MKWU Unmuh Jember Tampilkan Kreativitas Mahasiswa dan Libatkan Ratusan Siswa SMA

Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) menggelar Expo Luaran Mata Kuliah Wajib Universitas (MKWU) yang berlangsung di Gedung A Unmuh Jember, Sabtu (10/1/2026). Kegiatan ini menjadi ajang unjuk karya dan kreativitas mahasiswa sebagai luaran pembelajaran MKWU, sekaligus ruang kolaborasi dengan siswa SMA se-Kabupaten Jember dan sekitarnya.

Ketua Panitia Expo Luaran MKWU Unmuh Jember, Fitrotul Mufaridah, M.Pd., menjelaskan bahwa expo ini merupakan luaran dari pelaksanaan MKWU pada semester genap Tahun Akademik 2025/2026. Mata kuliah yang terlibat meliputi Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) I, Pendidikan Pancasila, dan Bahasa Indonesia untuk mahasiswa semester satu, serta AIK III untuk mahasiswa semester tiga.

“Expo ini kami desain sebagai rangkaian kegiatan lomba yang menjadi luaran MKWU. Harapannya, mahasiswa dapat menunjukkan kontribusi nyata kepada kampus dan masyarakat melalui kreativitas yang mereka kembangkan selama perkuliahan, tentu tetap selaras dengan capaian pembelajaran mata kuliah (CPMK),” ujar Fitrotul.

Beragam lomba dihadirkan dalam Expo Luaran MKWU tahun ini, yang seluruhnya mendorong mahasiswa untuk bekerja secara kolaboratif dalam tim. Menurut Fitrotul, pendekatan ini bertujuan agar mahasiswa tidak hanya berkembang secara individual, tetapi juga memperoleh pengalaman bekerja sama, berkomunikasi, dan bertanggung jawab dalam sebuah kelompok.

Selain menampilkan karya mahasiswa, Expo Luaran MKWU juga menghadirkan perlombaan e-sport yang digelar oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unmuh Jember. Perlombaan ini diikuti oleh sekitar 200 siswa SMA dari berbagai sekolah di Kabupaten Jember dan sekitarnya. Kegiatan ini menjadi salah satu daya tarik utama karena memberikan ruang bagi generasi muda untuk menyalurkan potensi kreatif di bidang digital.

“Kami sengaja mengundang siswa SMA melalui lomba e-sport ini. Selain berkompetisi, mereka juga kami ajak untuk mengenal Unmuh Jember lebih dekat melalui rangkaian kegiatan yang telah kami siapkan,” jelasnya.

Sebagai penguatan kompetensi, Expo Luaran MKWU juga dilengkapi dengan workshop pembuatan video. Workshop ini selaras dengan jenis lomba MKWU yang ditampilkan, di antaranya lomba video profil Amal Usaha Muhammadiyah dari mata kuliah AIK III serta video anti kekerasan dari mata kuliah Pendidikan Pancasila. Workshop tersebut tidak hanya diikuti oleh mahasiswa, tetapi juga melibatkan siswa SMA peserta lomba sebagai bekal peningkatan keterampilan digital.

“Karena sebagian besar luaran berbentuk video, kami lengkapi expo ini dengan workshop agar peserta mendapatkan pengetahuan dan pengalaman membuat konten digital yang baik dan berkualitas,” tambah Fitrotul.

Rangkaian kegiatan Expo Luaran MKWU juga diisi dengan campus tour, di mana siswa SMA diajak berkeliling lingkungan kampus untuk mengenal gedung, sarana prasarana, serta fasilitas pendukung pembelajaran dan pengembangan keterampilan mahasiswa di Unmuh Jember. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan kesan positif sekaligus menumbuhkan minat siswa untuk melanjutkan studi di Unmuh Jember pada tahun akademik mendatang.

Terkait jumlah peserta lomba MKWU selain e-sport, Fitrotul menyebutkan rata-rata berada di kisaran 50 hingga 60 peserta, mengingat peserta yang hadir pada hari pelaksanaan merupakan finalis dari masing-masing kategori lomba.

Melalui Expo Luaran MKWU ini, Unmuh Jember menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif dan berdampak. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa MKWU mampu menjadi ruang pembentukan karakter, kreativitas, kolaborasi, serta literasi digital bagi mahasiswa dan generasi muda.

International Extension Program Unmuh Jember–BSU Filipina Bahas Pendampingan Anak Autisme di Era Global

Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) kembali memperkuat jejaring internasional melalui pelaksanaan International Extension Program yang digelar secara hybrid melalui Zoom Meeting, Jumat pagi (9/1/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian kolaborasi pengabdian masyarakat internasional antara Unmuh Jember dan Benguet State University (BSU), Filipina.

Sharing session ini menghadirkan Karen O. Laking dari Benguet State University Philippines sebagai narasumber utama. Dalam paparannya yang berjudul “Working, Living, and Loving Children in the Autism Spectrum”, Karen membagikan pengalaman akademik dan praktis dalam mendampingi anak-anak dengan spektrum autisme, baik di lingkungan pendidikan, keluarga, maupun masyarakat.

Dalam pemaparannya, Karen O. Laking menekankan bahwa pendampingan anak dengan Autism Spectrum Disorder (ASD) tidak hanya menuntut kompetensi akademik, tetapi juga empati, kesabaran, dan pemahaman mendalam terhadap karakteristik unik setiap anak. Ia menyoroti pentingnya pendekatan yang humanis dalam proses pembelajaran, dengan menempatkan anak sebagai individu yang memiliki potensi, bukan keterbatasan.

Karen juga menjelaskan bahwa proses working dengan anak autis menuntut pendidik untuk fleksibel dan kreatif dalam merancang metode belajar. Sementara itu, aspek living menekankan pentingnya menciptakan lingkungan yang aman dan suportif, baik di sekolah maupun di rumah. Adapun loving, menurutnya, menjadi fondasi utama dalam membangun hubungan emosional yang sehat antara pendidik, orang tua, dan anak.

Selain itu, Karen menggarisbawahi peran kolaborasi lintas disiplin dan lintas negara dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan bagi anak autis. Menurutnya, pertukaran pengetahuan dan praktik baik antarnegara dapat memperkaya perspektif pendidik dalam menghadapi tantangan pendidikan inklusif di era global.

International Extension Program ini menjadi ruang strategis untuk memperluas wawasan internasional sivitas akademika Unmuh Jember, sekaligus memperkuat komitmen kampus dalam mengembangkan pendidikan yang ramah terhadap anak berkebutuhan khusus. 

Kegiatan ini juga menjadi pembuka bagi rangkaian agenda lanjutan pada hari yang sama, termasuk bimbingan teknis pembuatan Digital Storybook untuk anak autis yang dilaksanakan secara luring di SLB Negeri Branjangan Jember.

Melalui kegiatan ini, Unmuh Jember menegaskan posisinya sebagai perguruan tinggi yang aktif membangun kolaborasi global serta berkontribusi nyata dalam pengembangan pendidikan inklusif dan pengabdian kepada masyarakat berbasis keilmuan.

Kolaborasi Internasional, Unmuh Jember Kembangkan Digital Storybook untuk Anak Autis

Upaya meningkatkan kualitas pembelajaran inklusif terus dilakukan oleh Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember). Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat, Unmuh Jember berkolaborasi dengan Benguet State University (BSU) Filipina menyelenggarakan Bimbingan Teknis Pembuatan Media Digital Storybook untuk Anak Autis yang dilaksanakan di SLB Negeri Branjangan Jember, Jumat (9/1/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh para guru SLB Negeri Branjangan Jember sebagai garda terdepan dalam proses pembelajaran bagi anak berkebutuhan khusus. Bimbingan teknis ini dirancang sebagai respons atas masih minimnya media pembelajaran digital yang sesuai dengan karakteristik anak autis, khususnya media yang mampu mendukung pengembangan kemampuan bahasa reseptif dan ekspresif secara optimal.

Dalam pelaksanaannya, tim pengabdian Unmuh Jember bersama mitra internasional dari BSU Filipina memberikan pelatihan intensif terkait konsep, desain, dan implementasi Digital Storybook yang ramah bagi anak autis. Media ini dirancang dengan menonjolkan visual yang menarik, alur cerita sederhana, penggunaan warna dan ilustrasi yang terstruktur, serta penyajian bahasa yang mudah dipahami oleh siswa.

Tidak hanya bersifat teoritis, kegiatan ini juga menekankan pada praktik langsung. Para guru mendapatkan pendampingan dalam proses pembuatan Digital Storybook, mulai dari perencanaan cerita, pemilihan visual, hingga pengemasan media digital yang siap digunakan di kelas. Selanjutnya, peserta diajak untuk mengimplementasikan media yang telah dibuat dalam kegiatan pembelajaran, sehingga guru dapat melihat secara langsung respons dan keterlibatan siswa.

Melalui kegiatan ini, guru diharapkan mampu mengembangkan media pembelajaran yang kontekstual dan adaptif sesuai dengan kebutuhan siswa autis. Digital Storybook dinilai efektif karena mampu menggabungkan unsur visual dan narasi secara seimbang, sehingga membantu siswa dalam memahami makna cerita, memperkaya kosakata, serta melatih kemampuan berkomunikasi secara bertahap.

Kolaborasi antara Unmuh Jember dan Benguet State University Filipina juga menjadi nilai tambah dalam kegiatan ini. Pertukaran pengalaman dan perspektif lintas negara diharapkan dapat memperkaya wawasan guru terkait praktik pendidikan inklusif, sekaligus mendorong inovasi pembelajaran berbasis teknologi di sekolah luar biasa.

Melalui bimbingan teknis ini, Unmuh Jember menegaskan komitmennya dalam mendukung pendidikan inklusif dan peningkatan kompetensi pendidik. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas pembelajaran di SLB Negeri Branjangan Jember, tetapi juga dapat direplikasi di sekolah luar biasa lainnya sebagai bagian dari upaya menciptakan pendidikan yang ramah, adaptif, dan berkeadilan bagi semua anak.


Selasa, 06 Januari 2026

Teknik Unmuh Jember Hadir di Bondowoso, Bangun Solusi Air Bersih dan Lingkungan Berkelanjutan

Program Studi Teknik Sipil dan Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat terpadu di Dusun Plampang, Desa Klekehan, Kecamatan Botolinggo, Kabupaten Bondowoso. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini (3-4/1/2026), melibatkan tiga dosen, sebelas mahasiswa, serta empat belas relawan dari berbagai organisasi, dengan partisipasi aktif seluruh masyarakat Dusun Plampang yang berjumlah 41 Kepala Keluarga (KK). Pelaksanaan pengabdian ini merupakan bagian dari program desa binaan Fakultas Teknik Unmuh Jember sesuai dengan Nota Kesepahaman (MoA).

Kegiatan pengabdian masyarakat tersebut dirancang sebagai upaya menghadirkan solusi teknis yang aplikatif dan berkelanjutan bagi warga desa, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan dasar terkait air bersih, sanitasi, dan ketahanan lingkungan. Dosen Teknik Sipil Unmuh Jember, Senki Desta Galuh, S.T., M.T., selaku narasumber, menjelaskan bahwa program ini merupakan implementasi langsung keilmuan Teknik Sipil dan Teknik Lingkungan yang dipadukan dengan pendekatan partisipatif berbasis kebutuhan masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, tim pengabdian bersama warga Dusun Plampang melaksanakan sejumlah kegiatan, mulai dari pembangunan kolam retensi pemanen air hujan sebagai upaya pengelolaan sumber daya air, pembuatan filter air minum untuk meningkatkan kualitas air konsumsi warga, hingga pembangunan bank bibit sayuran guna mendukung ketahanan pangan masyarakat. Selain itu, tim juga membangun sarana mandi, cuci, dan kakus (MCK) umum serta melakukan pemasangan biopori sebagai langkah meningkatkan daya resap tanah dan mengurangi potensi genangan air.

Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan secara gotong royong dengan melibatkan masyarakat setempat sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan di lapangan. Keterlibatan aktif warga tidak hanya mempercepat proses pembangunan, tetapi juga menjadi sarana transfer pengetahuan mengenai pengelolaan lingkungan dan pemanfaatan teknologi tepat guna. Melalui proses ini, masyarakat diharapkan mampu menjaga dan mengembangkan fasilitas yang telah dibangun secara mandiri dan berkelanjutan.

Senki Desta Galuh menegaskan bahwa pengabdian masyarakat ini tidak hanya berorientasi pada hasil fisik semata, tetapi juga pada peningkatan kesadaran dan kapasitas masyarakat dalam menghadapi persoalan lingkungan. Ia berharap Dusun Plampang dapat menjadi contoh desa binaan yang mampu menerapkan solusi teknis sederhana namun berdampak nyata bagi kehidupan warga.

Melalui kegiatan pengabdian masyarakat terpadu ini, Fakultas Teknik Unmuh Jember menegaskan komitmennya dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Sinergi antara dosen, mahasiswa, relawan, dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan manfaat jangka panjang serta memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan.

  

Perjalanan Hidup Atlet Muda Maba Unmuh Jember: Dedikasi dan Disiplin Muhammad Vito Maulana di Dunia Sepak Bola

 

Perjalanan hidup Muhammad Vito Maulana, mahasiswa baru Program Studi Pendidikan Jasmani Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember), menjadi kisah inspiratif tentang dedikasi, disiplin, dan semangat pantang menyerah dalam meraih prestasi di dunia sepak bola.

Lahir dan dibesarkan di Wuluhan, Vito tumbuh dalam keluarga dengan keterbatasan ekonomi. Namun kondisi tersebut tidak pernah memadamkan semangatnya untuk terus berjuang. Dukungan penuh dari orang tua, khususnya sang ayah yang juga pernah menekuni sepak bola, menjadi sumber motivasi utama dalam perjalanan kariernya.

Vito mulai mengenal sepak bola sejak usia 12 tahun, berawal dari bermain bola di depan rumah. Ketertarikannya semakin serius ketika ia bergabung dan berlatih di Sekolah Sepak Bola (SSB) PBJ Desa Karang Duren. Meski berlatih di lingkungan desa, Vito menilai materi latihan yang ia dapatkan berkualitas dan mampu bersaing dengan klub-klub dari perkotaan.

Latihan keras dan disiplin yang dijalani membuahkan hasil. Pada tahun 2022, Vito bersama timnya berhasil menjuarai Turnamen Soeratin KU-17 di Bali. Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk meraih cita-cita menjadi pemain sepak bola profesional.

Memasuki masa sebagai mahasiswa baru Unmuh Jember, Vito kembali menguji kemampuannya dengan mengikuti Liga 4 bersama tim Academy Blayu FC. Pada babak kualifikasi, timnya tergabung dalam grup yang cukup berat dengan persaingan ketat antar tim.

Pada pertandingan pertama, Blayu FC harus menghadapi tim unggulan Triple’s Kediri. Laga berlangsung sengit sejak menit awal. Kedua tim mampu menjaga keseimbangan permainan hingga menit ke-70. Namun, insiden pelanggaran keras di menit-menit akhir membuat salah satu pemain Blayu FC menerima kartu merah. Situasi tersebut dimanfaatkan Triple’s Kediri yang berhasil mencetak gol pada menit ke-86 dan menutup laga dengan skor 1–0.

Di pertandingan kedua, Blayu FC berhadapan dengan tim asal Mojokerto yang diperkuat pemain berlevel Liga 3. Meski kalah dalam penguasaan permainan, Blayu FC mampu membaca kelemahan lini pertahanan lawan. Strategi tersebut membuahkan hasil ketika pada menit ke-89, striker Blayu FC berhasil memanfaatkan kesalahan bek tengah lawan dan mencetak gol penentu kemenangan. Skor 1–0 mengantarkan Blayu FC meraih tiga poin penting.

Namun, pada pertandingan terakhir melawan tuan rumah Persema Malang, Blayu FC kembali menghadapi tantangan berat. Meski bertahan dengan disiplin, pelanggaran di dalam kotak penalti pada menit ke-65 membuat Persema Malang unggul melalui titik putih. Skor 1–0 bertahan hingga akhir laga dan memastikan Blayu FC harus tersingkir di fase grup.

Meski perjalanan di Liga 4 harus terhenti di babak penyisihan, semangat Vito tidak pernah padam. Pengalaman tersebut justru menjadi pembelajaran berharga dalam perjalanan kariernya sebagai atlet muda sekaligus mahasiswa.

Kisah Muhammad Vito Maulana diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan pelajar lainnya, bahwa dengan kerja keras, disiplin, dan dukungan keluarga, prestasi dapat diraih baik di bidang olahraga maupun akademik. Semangat juang Vito menjadi cerminan nilai sportivitas dan ketekunan yang sejalan dengan semangat pendidikan di Universitas Muhammadiyah Jember.


Connect