Perjalanan Hidup Atlet Muda Maba Unmuh Jember: Dedikasi dan Disiplin Muhammad Vito Maulana di Dunia Sepak Bola
Perjalanan hidup Muhammad Vito Maulana, mahasiswa baru Program Studi Pendidikan Jasmani Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember), menjadi kisah inspiratif tentang dedikasi, disiplin, dan semangat pantang menyerah dalam meraih prestasi di dunia sepak bola.
Lahir dan dibesarkan di Wuluhan, Vito tumbuh dalam keluarga dengan keterbatasan ekonomi. Namun kondisi tersebut tidak pernah memadamkan semangatnya untuk terus berjuang. Dukungan penuh dari orang tua, khususnya sang ayah yang juga pernah menekuni sepak bola, menjadi sumber motivasi utama dalam perjalanan kariernya.
Vito mulai mengenal sepak bola sejak usia 12 tahun, berawal dari bermain bola di depan rumah. Ketertarikannya semakin serius ketika ia bergabung dan berlatih di Sekolah Sepak Bola (SSB) PBJ Desa Karang Duren. Meski berlatih di lingkungan desa, Vito menilai materi latihan yang ia dapatkan berkualitas dan mampu bersaing dengan klub-klub dari perkotaan.
Latihan keras dan disiplin yang dijalani membuahkan hasil. Pada tahun 2022, Vito bersama timnya berhasil menjuarai Turnamen Soeratin KU-17 di Bali. Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk meraih cita-cita menjadi pemain sepak bola profesional.
Memasuki masa sebagai mahasiswa baru Unmuh Jember, Vito kembali menguji kemampuannya dengan mengikuti Liga 4 bersama tim Academy Blayu FC. Pada babak kualifikasi, timnya tergabung dalam grup yang cukup berat dengan persaingan ketat antar tim.
Pada pertandingan pertama, Blayu FC harus menghadapi tim unggulan Triple’s Kediri. Laga berlangsung sengit sejak menit awal. Kedua tim mampu menjaga keseimbangan permainan hingga menit ke-70. Namun, insiden pelanggaran keras di menit-menit akhir membuat salah satu pemain Blayu FC menerima kartu merah. Situasi tersebut dimanfaatkan Triple’s Kediri yang berhasil mencetak gol pada menit ke-86 dan menutup laga dengan skor 1–0.
Di pertandingan kedua, Blayu FC berhadapan dengan tim asal Mojokerto yang diperkuat pemain berlevel Liga 3. Meski kalah dalam penguasaan permainan, Blayu FC mampu membaca kelemahan lini pertahanan lawan. Strategi tersebut membuahkan hasil ketika pada menit ke-89, striker Blayu FC berhasil memanfaatkan kesalahan bek tengah lawan dan mencetak gol penentu kemenangan. Skor 1–0 mengantarkan Blayu FC meraih tiga poin penting.
Namun, pada pertandingan terakhir melawan tuan rumah Persema Malang, Blayu FC kembali menghadapi tantangan berat. Meski bertahan dengan disiplin, pelanggaran di dalam kotak penalti pada menit ke-65 membuat Persema Malang unggul melalui titik putih. Skor 1–0 bertahan hingga akhir laga dan memastikan Blayu FC harus tersingkir di fase grup.
Meski perjalanan di Liga 4 harus terhenti di babak penyisihan, semangat Vito tidak pernah padam. Pengalaman tersebut justru menjadi pembelajaran berharga dalam perjalanan kariernya sebagai atlet muda sekaligus mahasiswa.
Kisah Muhammad Vito Maulana diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan pelajar lainnya, bahwa dengan kerja keras, disiplin, dan dukungan keluarga, prestasi dapat diraih baik di bidang olahraga maupun akademik. Semangat juang Vito menjadi cerminan nilai sportivitas dan ketekunan yang sejalan dengan semangat pendidikan di Universitas Muhammadiyah Jember.



Posting Komentar