Jumat, 20 Maret 2026

Sholat Idul Fitri 1447 H di Unmuh Jember Tekankan Tanggung Jawab Membangun Masyarakat Berkemajuan

Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) menggelar Sholat Idul Fitri 1447 Hijriah yang dilaksanakan di halaman depan Gedung A kampus setempat pada Jumat (20/3/2025). Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 1.000 jamaah yang terdiri dari civitas akademika, masyarakat sekitar, serta keluarga besar Muhammadiyah.

Bertindak sebagai imam dalam pelaksanaan sholat Idul Fitri tersebut adalah Muhammad Lutfi, S.E., yang merupakan alumni Program Studi Ekonomi Syariah Unmuh Jember. Sementara itu, khutbah Idul Fitri disampaikan oleh H. Kusno, S.Ag., M.Pd.I, yang juga merupakan anggota Badan Pembina Harian (BPH) Unmuh Jember.

Adapun tema khutbah yang disampaikan yakni “Idul Fitri dan Tanggung Jawab Membangun Masyarakat Berkemajuan.”

Dalam khutbahnya, Kusno menekankan bahwa Idul Fitri bukan hanya momentum kemenangan setelah menjalani ibadah Ramadan, tetapi juga saat yang tepat untuk memperkuat tanggung jawab dalam membangun masyarakat yang maju, berkeadaban, serta berlandaskan nilai-nilai keimanan.

Ia menyampaikan bahwa kemajuan masyarakat harus dimulai dari kekuatan iman dan keikhlasan dalam beribadah kepada Allah SWT.

Menurutnya, setiap manusia akan dimintai pertanggungjawaban atas segala perbuatan yang dilakukan di dunia, baik yang tampak maupun yang tersembunyi.

“Kita diajarkan bahwa segala amal perbuatan manusia tercatat dan akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT. Oleh karena itu, iman dan ketakwaan harus menjadi landasan dalam membangun kehidupan yang lebih baik,” ujarnya dalam khutbah.

Kusno juga mengingatkan bahwa umat Islam yang telah melewati “Madrasah Ramadan” seharusnya memiliki kepedulian sosial yang lebih tinggi terhadap sesama. Ia mengajak jamaah untuk menjaga harmoni dalam kehidupan bermasyarakat serta menghargai perbedaan yang ada.

Menurutnya, perbedaan merupakan bagian dari sunnatullah yang harus disikapi dengan bijak dan penuh kedewasaan.

“Yang paling mulia di sisi Allah adalah yang paling bertakwa. Bukan mereka yang memperdebatkan perbedaan, tetapi mereka yang mampu menjaga persaudaraan dan membangun kebersamaan,” jelasnya.

Selain itu, ia juga mengajak jamaah untuk memperbaiki hubungan dalam keluarga dan lingkungan sekitar sebagai langkah awal membangun masyarakat yang berkemajuan.

Di akhir khutbahnya, Kusno menegaskan pentingnya meningkatkan kepedulian dan semangat berbagi kepada sesama sebagai wujud nyata dari nilai-nilai yang diajarkan selama bulan Ramadan.

Pelaksanaan Sholat Idul Fitri berlangsung dengan khidmat dan tertib. Dalam sholat tersebut, imam membaca Surah Al-A’la pada rakaat pertama dan Surah Al-Ghasiyah pada rakaat kedua, sebagaimana yang dianjurkan dalam pelaksanaan Sholat Idul Fitri.

Momentum Idul Fitri di lingkungan Unmuh Jember ini diharapkan dapat mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat komitmen civitas akademika dalam mewujudkan kampus yang berdampak bagi masyarakat.

Selasa, 17 Maret 2026

Cerita Islami Jadi Media Literasi, Dosen Unmuh Jember Latih Anak LKSA Storytelling

 

Cerita Islami dapat menjadi sarana efektif untuk menumbuhkan minat baca sekaligus menanamkan nilai-nilai moral pada anak. Melalui pendekatan tersebut, dosen Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Apresiasi Sastra Anak Islami melalui Pelatihan Storytelling untuk Pengembangan Literasi dan Karakter Religius Anak di LKSA Putri Aisyiyah Sumbersari Jember.”

Kegiatan ini dilaksanakan pada Ahad, (11/1/2026) di Panti Asuhan LKSA Putri Aisyiyah Sumbersari Jember, yang beralamat di Jalan Riau Gang Paving No. 13 Jember. Program tersebut bertujuan untuk meningkatkan literasi anak melalui pendekatan kreatif berbasis sastra anak Islami.

Dalam kegiatan tersebut, anak-anak asuh LKSA diperkenalkan dengan berbagai cerita pendek Islami yang sarat pesan moral dan nilai-nilai keislaman. Melalui metode storytelling, peserta tidak hanya membaca cerita, tetapi juga diajak untuk menyampaikan kembali cerita tersebut secara ekspresif di depan teman-temannya.

Ketua tim pengabdian, Dr. Mohamad Afrizal, M.A., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan literasi anak melalui pendekatan yang menyenangkan dan aplikatif.

“Melalui storytelling, anak-anak tidak hanya membaca cerita, tetapi juga belajar memahami ajaran-ajaran Islam dan mengekspresikannya kembali. Ini menjadi cara efektif untuk menumbuhkan literasi sekaligus karakter religius,” ujarnya.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari pihak pengelola LKSA. Kepala LKSA Putri Aisyiyah Sumbersari Jember, Saibah, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pelatihan storytelling tersebut.

“Kami sangat senang karena ini pertama kalinya anak-anak mengikuti kegiatan bertema sastra, khususnya sastra anak Islami. Selama ini mereka masih relatif awam. Kami berharap kegiatan ini dapat menambah wawasan, menumbuhkan minat literasi, sekaligus memperkuat nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan,” ungkapnya.

Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Salah satu peserta, Yasmin Putri, siswi kelas 1 SMP Muhammadiyah 1 Jember, mengaku mendapatkan pengalaman baru yang menyenangkan.

“Kegiatan ini sangat menyenangkan dan membuat saya tertantang untuk lebih banyak membaca. Sebelumnya saya sering merasa malas membaca karena jenuh dengan pelajaran sekolah, tetapi melalui cerita-cerita Islami ini saya jadi lebih tertarik,” ujarnya.

Selain memberikan manfaat bagi peserta, kegiatan ini juga menjadi ruang praktik bagi mahasiswa. Mafatih Nur Afadila, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Unmuh Jember semester 4 yang terlibat sebagai narasumber, mengaku senang dapat mengaplikasikan ilmu yang dipelajari di bangku kuliah.

“Kami tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga bisa mempraktikkannya secara langsung dengan berbagi cerita kepada adik-adik di LKSA,” katanya.

Melalui pelatihan storytelling berbasis sastra anak Islami ini, anak-anak tidak hanya belajar membaca dan memahami cerita, tetapi juga mengembangkan keberanian berbicara serta kemampuan mengekspresikan pesan moral. Pendekatan ini dinilai efektif dalam menumbuhkan budaya literasi sekaligus memperkuat karakter religius sejak dini.

Kegiatan ini menjadi bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung gerakan literasi di masyarakat. Dengan metode yang kreatif dan menyenangkan, storytelling diharapkan mampu menjadi alternatif pembelajaran yang relevan dalam membangun generasi yang cerdas, berakhlak, dan berbudaya literasi.

Detik-Detik Persalinan Darurat di Pesawat, Alumni Unmuh Jember Bantu Selamatkan Ibu dan Bayi

Febrian (kemeja dengan motif hitam-coklat) saat foto bersama setelah proses persalinan darurat.

Perjalanan pulang ke Indonesia yang seharusnya menjadi momen istirahat bagi Febrian Rahmatulloh justru berubah menjadi pengalaman tak terlupakan. Alumni Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) itu harus membantu proses persalinan darurat seorang penumpang di dalam pesawat yang sedang mengudara.

Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis, (12/3/2026) yang lalu, saat Febrian melakukan penerbangan dari Jeddah menuju Jakarta menggunakan pesawat Saudia Airlines. Saat itu ia tengah dalam perjalanan pulang untuk mengambil cuti tahunan dari pekerjaannya di Arab Saudi.

Sekitar satu jam setelah pesawat lepas landas, awak kabin mengumumkan melalui pengeras suara dan menanyakan apakah ada dokter atau perawat di dalam pesawat. Tanpa ragu, Febrian langsung melapor kepada pramugari dan memperkenalkan diri sebagai seorang perawat.

Ia kemudian diarahkan menuju area salat di dalam pesawat. Di tempat itu, seorang penumpang perempuan sudah dalam kondisi akan melahirkan.

“Saat saya sampai di sana, posisi kepala bayi sudah keluar,” kenang Febrian.

Dengan kondisi tersebut, ia segera mengambil inisiatif untuk membantu proses persalinan. Ia meminta sarung tangan kepada awak kabin serta meminta agar ibu tersebut dipasangi oksigen dan alat pengukur oksigen dalam darah.

Beberapa menit kemudian, bayi tersebut lahir dengan selamat di dalam pesawat yang masih berada di ketinggian ribuan kaki. Dalam proses tersebut, pakaian Febrian bahkan sempat terkena cipratan air ketuban.

Untuk mencegah bayi mengalami hipotermia, ia segera meminta selimut dari awak kabin untuk membungkus bayi yang baru lahir. Tak lama kemudian, dua dokter dan satu perawat lain turut datang membantu proses penanganan.

Dengan peralatan seadanya, mereka bersama-sama memotong tali pusar bayi dan memastikan kondisi ibu serta bayi dalam keadaan stabil. Setelah berkoordinasi dengan kapten pesawat, awak kabin memutuskan melakukan pendaratan darurat kembali di Bandara Jeddah.

Setelah pesawat mendarat, tim medis bandara melanjutkan penanganan dengan membantu proses pengeluaran plasenta sebelum akhirnya ibu dan bayi tersebut dibawa ke rumah sakit terdekat.

Penerbangan kemudian dilanjutkan kembali menuju Jakarta pada pukul 08.00 pagi dan seluruh penumpang tiba dengan selamat.

Menurut informasi dari awak kabin, penumpang perempuan tersebut merupakan warga Indonesia asal Lombok yang sedang melakukan perjalanan pulang seorang diri. Ia bahkan mengaku tidak menyadari bahwa dirinya sedang hamil.

Bagi Febrian, pengalaman tersebut menjadi momen pertama sekaligus paling menegangkan selama dirinya bekerja sebagai tenaga kesehatan.

“Jujur saya kaget, cemas, dan deg-degan karena ini pengalaman pertama membantu persalinan di dalam pesawat. Tapi sebagai tenaga kesehatan kita harus tetap profesional dan melakukan yang terbaik dengan ilmu yang kita punya,” ujarnya.

Menurutnya, tantangan terbesar dalam situasi tersebut adalah keterbatasan alat medis.

“Kalau di fasilitas kesehatan tentu alat sudah lengkap dan steril. Tapi di atas pesawat berbeda, kita hanya punya peralatan seadanya. Jadi harus bisa berpikir cepat dan tetap menjaga kebersihan dalam setiap tindakan,” jelasnya.

Febrian sendiri merupakan alumni Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Unmuh Jember yang memulai kuliah pada tahun 2015 dan menyelesaikan pendidikan S1 Keperawatan serta Profesi Ners pada tahun 2021.

Selama masa kuliah, ia aktif di organisasi Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Komisariat Asy-Syifa dan sempat menjabat sebagai Ketua Umum pada periode 2017–2018.

Setelah lulus, Febrian bekerja di berbagai fasilitas kesehatan di Jember, mulai dari RS Siloam Jember, klinik di wilayah Panti, hingga pernah terlibat sebagai enumerator kesehatan bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Jember. Saat ini ia juga bekerja di RS Bina Sehat Jember.

Pada tahun 2025, ia mendapatkan kesempatan bekerja di Armed Forces Hospital – Taif Region, Arab Saudi, sebuah rumah sakit pemerintah di bawah Kementerian Pertahanan Arab Saudi. Di sana ia bertugas di Psychiatric Center, yang menangani pasien dengan gangguan kesehatan mental serta kasus kecanduan obat-obatan.

Febrian mengaku pengalaman tersebut semakin mengingatkannya tentang tanggung jawab profesi tenaga kesehatan.

“Sebagai perawat, di mana pun dan kapan pun kita harus siap membantu orang yang membutuhkan pertolongan medis. Ilmu yang kita miliki bisa sangat bermanfaat bahkan menyelamatkan nyawa orang lain,” katanya.

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada para dosen di Universitas Muhammadiyah Jember yang telah membekalinya dengan ilmu dan nilai profesionalisme selama masa perkuliahan.

“Saya bisa berada di posisi sekarang karena jasa para dosen yang telah mendidik kami menjadi tenaga kesehatan yang profesional,” ujarnya.

Bagi Febrian, menjadi perawat bukan hanya soal keahlian medis, tetapi juga tentang nilai kemanusiaan.

“Menjadi tenaga kesehatan harus profesional, tetapi tetap mengedepankan nilai-nilai Islami dalam melayani pasien dan masyarakat,” tutupnya.

Senin, 16 Maret 2026

Bakti Sosial di Desa Binaan, Fakultas Teknik Unmuh Jember Salurkan Puluhan Paket Sembako untuk Warga Dusun Plampang

Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Teknik dan sejumlah organisasi nonpemerintah melaksanakan kegiatan bakti sosial di Dusun Plampang, Desa Klekehan, Kecamatan Botolinggo, Kabupaten Bondowoso pada Sabtu dan Minggu (14–15/3/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program desa binaan Fakultas Teknik yang telah berjalan selama dua tahun terakhir. Sasaran kegiatan adalah masyarakat kaum duafa yang tinggal di wilayah Dusun Plampang, salah satu daerah terpencil di Desa Klekehan.

Dalam kegiatan tersebut, panitia menyalurkan berbagai bantuan kepada masyarakat, di antaranya 43 paket sembako, baju baru Lebaran untuk 25 anak-anak, baju baru Lebaran untuk 35 perempuan dewasa, serta sarung, jilbab, dan mukena.

Desa Klekehan sendiri merupakan desa binaan Fakultas Teknik yang selama ini menjadi lokasi program penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, khususnya dalam upaya penyediaan air bersih bagi warga Dusun Plampang yang selama ini mengalami keterbatasan pasokan air.

Selama dua tahun terakhir, Fakultas Teknik bersama sejumlah mitra organisasi nonpemerintah seperti Gana Indonesia dan Ducati Owners Club Indonesia telah melaksanakan berbagai program pembangunan sarana air bersih. Program tersebut meliputi pembangunan bendung (dam), saluran intake, jaringan perpipaan air bersih, instalasi pompa hydram, penampungan air hujan, uji kualitas dan kuantitas air baku, hingga pembangunan sarana mandi, cuci, dan kakus (MCK).

Pendanaan kegiatan bakti sosial ini diperoleh melalui kegiatan penggalangan dana (fundraising) dengan mengirimkan flyer dan proposal kepada berbagai perusahaan maupun donatur perorangan.

Masyarakat Dusun Plampang menyambut kegiatan ini dengan penuh antusias. Warga mengaku sangat senang dan bahagia atas bantuan yang diberikan, terlebih menjelang Hari Raya Idulfitri.

Kegiatan bakti sosial ini merupakan kegiatan kedua yang dilaksanakan sebagai bagian dari program rutin desa binaan Fakultas Teknik. Melalui kegiatan ini, Fakultas Teknik Unmuh Jember berharap dapat terus memperkuat kontribusi nyata perguruan tinggi dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah terpencil yang masih membutuhkan dukungan pembangunan infrastruktur dasar seperti air bersih.

Jumat, 13 Maret 2026

Tim RisetMu Unmuh Jember Kembangkan Inovasi Program Bi’ah Lughawiyyah di MBS Al Islam Paleran

Tim hibah RisetMu IX dari Universitas Muhammadiyah Jember melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Muhammadiyah Boarding School (MBS) Al Islam Paleran pada Sabtu (7/2/2026). Kegiatan ini mengangkat tema “Inovasi Program Bi’ah Lughawiyyah: Strategi Keberlanjutan Pengembangan Bahasa Arab dan Pembinaan Akhlak Santri.”

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Hasna’ Huwaida sebagai ketua tim pengusul bersama Moh. Alfan, serta melibatkan tiga mahasiswa dari lintas program studi. Program ini merupakan implementasi dari hibah RisetMu IX yang berangkat dari hasil penelitian sebelumnya mengenai pembelajaran bahasa Arab berbasis lingkungan atau bi’ah lughawiyyah.

Sebelum pelaksanaan kegiatan, tim terlebih dahulu melakukan observasi untuk memetakan kondisi serta kebutuhan pengembangan lingkungan bahasa Arab di pesantren.

Bi’ah lughawiyyah merupakan pendekatan pembelajaran bahasa Arab yang menekankan pada pembentukan lingkungan bahasa secara sistematis. Lingkungan ini dirancang secara sengaja agar santri memperoleh pengalaman langsung dalam menggunakan bahasa Arab dalam aktivitas sehari-hari. Dengan demikian, proses pembelajaran tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga melalui interaksi sehari-hari di lingkungan pesantren.

Hasna’ menjelaskan bahwa penelitian yang dilakukan sebelumnya menunjukkan adanya pengaruh positif pembelajaran bahasa Arab berbasis bi’ah lughawiyyah terhadap pembinaan akhlak santri. Temuan tersebut kemudian menjadi dasar bagi tim untuk mengembangkan inovasi program yang dapat menjaga keberlanjutan pembelajaran bahasa Arab sekaligus memperkuat pendidikan karakter di lingkungan pesantren.

Menurutnya, pendidikan akhlak memiliki urgensi yang semakin besar di tengah tantangan era modern yang ditandai dengan berbagai fenomena degradasi moral di masyarakat. Dalam perspektif Islam, pendidikan akhlak tidak hanya berfungsi membentuk perilaku baik, tetapi juga menumbuhkan kemampuan individu dalam menghadapi berbagai kontradiksi kehidupan antara kebaikan dan keburukan, kebenaran dan kebatilan, serta keadilan dan kezaliman dengan berlandaskan nilai-nilai Islam.

Pendidikan ini juga mencakup pembinaan hubungan manusia dengan Allah (hablumminallah) serta hubungan dengan sesama manusia (hablumminannas).

Kegiatan ini mendapatkan sambutan positif dari pihak pesantren dan peserta yang terdiri atas ustadz, ustadzah, serta pengurus bahasa Arab santri. Direktur MBS Al Islam Paleran, Rizky Pahlevi, menyampaikan harapannya agar kegiatan ini dapat semakin memotivasi para guru dan santri dalam mempelajari bahasa Arab.

“Kami berharap para guru dan santri tidak hanya memandang bahasa Arab sebagai mata pelajaran, tetapi juga sebagai kunci untuk membuka khazanah keilmuan Islam yang lebih luas,” ujarnya.

Sementara itu, Siti Nur Arfatika selaku ustadzah penggerak bahasa Arab di MBS Al Islam Paleran mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut memberikan banyak wawasan baru terkait strategi pengajaran bahasa Arab melalui penguatan bi’ah lughawiyyah.

Sebagai penutup kegiatan, tim pengabdian menyerahkan sejumlah produk pendukung program, di antaranya modul implementasi bi’ah lughawiyyah di lingkungan MBS Al Islam Paleran, poster bahasa Arab sebagai media pembelajaran visual, serta buku-buku bacaan dan pembelajaran bahasa Arab guna menambah literasi santri dan santriwati.

Melalui kegiatan ini, tim RisetMu IX Universitas Muhammadiyah Jember berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan pembelajaran bahasa Arab sekaligus memperkuat pembinaan akhlak santri. Program ini juga menjadi bagian dari implementasi Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Selasa, 10 Maret 2026

Waspada Lonjakan Campak, Dokter Anak RSU Unmuh Jember Ingatkan Pentingnya Imunisasi

Meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang Lebaran berpotensi mempercepat penyebaran penyakit campak, terutama pada anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap. Hal ini diingatkan oleh dr. Fiqi Isnaini Nurul Hikmah, Sp.A, dokter spesialis anak dari Rumah Sakit Umum Universitas Muhammadiyah Jember.

Menurut dr. Fiqi, campak merupakan penyakit infeksi virus akut yang sangat menular dan disebabkan oleh virus dari kelompok paramyxovirus. Penularannya terutama melalui udara (airborne) ketika penderita batuk, bersin, atau bernapas di dekat orang lain. Selain itu, virus juga dapat menyebar melalui percikan air liur maupun benda-benda yang telah terkontaminasi, seperti mainan atau permukaan yang disentuh penderita.

“Campak bisa menular sejak empat hari sebelum munculnya ruam hingga empat hari setelah ruam muncul,” jelasnya. Kondisi ini membuat penyebaran penyakit menjadi sangat cepat, terutama pada lingkungan dengan mobilitas tinggi seperti momen silaturahmi Lebaran.

Secara global, kasus campak masih menjadi perhatian serius. Indonesia bahkan tercatat sebagai salah satu negara dengan jumlah kasus campak yang tinggi di dunia. Pada tahun 2025 tercatat 69 kematian akibat campak, dan hingga awal 2026 telah dilaporkan beberapa kasus kematian tambahan akibat penyakit tersebut.

dr. Fiqi menjelaskan, gejala awal campak yang perlu diwaspadai orang tua antara lain demam tinggi yang disertai batuk dan pilek, mata merah atau berair (konjungtivitis), serta munculnya ruam kemerahan pada kulit. Ruam biasanya muncul sekitar tiga hingga empat hari setelah demam, dimulai dari belakang telinga atau kepala, kemudian menyebar ke wajah, badan, hingga seluruh anggota tubuh.

“Ruam akan muncul dari kepala kemudian menyebar ke badan dan seluruh anggota tubuh. Dalam beberapa hari ruam akan menggelap lalu memudar,” ungkapnya.

Risiko penularan menjadi lebih tinggi apabila seseorang memiliki riwayat kontak dengan penderita campak sekitar 10 hingga 12 hari sebelum gejala muncul. Jika gejala tersebut ditemukan, masyarakat dianjurkan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat agar mendapatkan penanganan lebih cepat.

Imunisasi menjadi langkah pencegahan paling efektif untuk melindungi anak dari penyakit campak. Vaksin campak atau MR tidak hanya dapat mencegah infeksi, tetapi juga dapat mengurangi risiko komplikasi berat hingga kematian apabila seseorang tetap terinfeksi.

Selain imunisasi, masyarakat juga diimbau menerapkan protokol kesehatan selama momen Lebaran. Penggunaan masker di tempat ramai, menjaga kebersihan tangan dengan sabun dan air mengalir atau hand sanitizer, serta menghindari kontak langsung dengan bayi merupakan langkah penting untuk mencegah penularan.

Bayi dan anak kecil termasuk kelompok yang sangat rentan terhadap campak. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan tidak sembarangan menyentuh atau mencium bayi saat bersilaturahmi.

Apabila terdapat anggota keluarga yang terinfeksi campak, sebaiknya dilakukan isolasi atau dipisahkan sementara dari anggota keluarga lain yang sehat agar tidak terjadi penularan lebih lanjut.

“Pesan saya kepada masyarakat, khususnya orang tua yang memiliki anak-anak, pastikan imunisasi campak sudah lengkap. Jika belum, segera lakukan imunisasi. Jika sudah imunisasi dasar, segera lengkapi dengan imunisasi lanjutan,” pungkas dr. Fiqi.

Ia juga berharap masyarakat tetap menjaga kesehatan selama momen Lebaran. “Semoga Lebaran tahun ini kita semua diberikan kesehatan dan terhindar dari penyakit campak,” tutupnya.

Kamis, 05 Maret 2026

Lawan Brainrot dengan Puasa! Dosen Unmuh Jember Ungkap Cara Medis Lindungi Sel Otak dari Konten Absurd

Fenomena brainrot kian marak diperbincangkan di tengah derasnya arus konten digital. Istilah ini merujuk pada kondisi ketika pikiran terasa tumpul akibat paparan video pendek, meme repetitif, hingga tren absurd yang dikonsumsi secara terus-menerus. Tanpa disadari, kebiasaan scrolling tanpa henti di platform seperti TikTok dan Instagram Reels dapat mengganggu konsentrasi, menurunkan fokus, bahkan memengaruhi kesehatan otak dalam jangka panjang.

Gejalanya tampak sederhana namun mengganggu: sulit fokus membaca atau menyimak materi serius, perhatian mudah terpecah, hingga pikiran terus terngiang potongan audio viral. Jika dibiarkan, kondisi ini bukan sekadar persoalan kebiasaan digital, melainkan berpotensi memicu gangguan fungsi kognitif.

Dosen Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jember, Dr. Wahyudi Widada, menjelaskan bahwa fenomena brainrot berkaitan dengan penurunan kadar Brain-Derived Neurotrophic Factor (BDNF). BDNF merupakan bagian dari neurotrofin yang berperan penting dalam pertumbuhan, kelangsungan hidup, serta diferensiasi sel saraf.

“BDNF sangat vital dalam menjaga plastisitas dan fungsi neuron,” ujarnya.

 Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kadar BDNF yang rendah ditemukan pada pasien depresi, skizofrenia, hingga penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer's disease dan Parkinson's disease. Pada pasien stroke, rendahnya BDNF juga berkorelasi dengan peningkatan risiko depresi pasca stroke serta penyusutan volume hipotalamus bagian otak yang berperan dalam memori dan pengaturan emosi.

Penurunan dukungan neurotrofik akibat rendahnya BDNF dapat memicu perubahan struktural, termasuk atrofi jaringan otak. Pada kasus depresi mayor, volume hipotalamus dilaporkan menyusut hingga 5–10 persen.

Namun demikian, terdapat kabar baik. Berbagai studi dalam dua dekade terakhir menunjukkan bahwa puasa dan intermittent fasting berpotensi meningkatkan kadar BDNF, khususnya di area hipotalamus. Mekanisme ini berkaitan dengan fase ketosis yang terjadi setelah 12–16 jam tanpa asupan kalori.

Saat cadangan glikogen tubuh menipis, tubuh mulai memecah lemak dan menghasilkan B-hydroxybutyrate (BHB). Senyawa ini tidak hanya menjadi sumber energi alternatif bagi otak, tetapi juga berperan sebagai molekul sinyal yang memicu ekspresi gen BDNF. Peningkatan BDNF inilah yang memberikan efek neuroprotektif atau perlindungan pada sel-sel otak.

Dengan demikian, puasa bukan sekadar ibadah atau pola makan, melainkan juga strategi biologis yang mendukung kesehatan otak di tengah gempuran konten digital berlebihan.

“Peningkatan BDNF membantu menjaga plastisitas neuron, memperbaiki fungsi jaringan saraf, serta berpotensi melindungi otak dari dampak brainrot akibat paparan konten digital yang berlebihan,” pungkasnya.

 

Connect