Selasa, 17 Maret 2026

Cerita Islami Jadi Media Literasi, Dosen Unmuh Jember Latih Anak LKSA Storytelling

 

Cerita Islami dapat menjadi sarana efektif untuk menumbuhkan minat baca sekaligus menanamkan nilai-nilai moral pada anak. Melalui pendekatan tersebut, dosen Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Apresiasi Sastra Anak Islami melalui Pelatihan Storytelling untuk Pengembangan Literasi dan Karakter Religius Anak di LKSA Putri Aisyiyah Sumbersari Jember.”

Kegiatan ini dilaksanakan pada Ahad, (11/1/2026) di Panti Asuhan LKSA Putri Aisyiyah Sumbersari Jember, yang beralamat di Jalan Riau Gang Paving No. 13 Jember. Program tersebut bertujuan untuk meningkatkan literasi anak melalui pendekatan kreatif berbasis sastra anak Islami.

Dalam kegiatan tersebut, anak-anak asuh LKSA diperkenalkan dengan berbagai cerita pendek Islami yang sarat pesan moral dan nilai-nilai keislaman. Melalui metode storytelling, peserta tidak hanya membaca cerita, tetapi juga diajak untuk menyampaikan kembali cerita tersebut secara ekspresif di depan teman-temannya.

Ketua tim pengabdian, Dr. Mohamad Afrizal, M.A., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan literasi anak melalui pendekatan yang menyenangkan dan aplikatif.

“Melalui storytelling, anak-anak tidak hanya membaca cerita, tetapi juga belajar memahami ajaran-ajaran Islam dan mengekspresikannya kembali. Ini menjadi cara efektif untuk menumbuhkan literasi sekaligus karakter religius,” ujarnya.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari pihak pengelola LKSA. Kepala LKSA Putri Aisyiyah Sumbersari Jember, Saibah, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pelatihan storytelling tersebut.

“Kami sangat senang karena ini pertama kalinya anak-anak mengikuti kegiatan bertema sastra, khususnya sastra anak Islami. Selama ini mereka masih relatif awam. Kami berharap kegiatan ini dapat menambah wawasan, menumbuhkan minat literasi, sekaligus memperkuat nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan,” ungkapnya.

Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Salah satu peserta, Yasmin Putri, siswi kelas 1 SMP Muhammadiyah 1 Jember, mengaku mendapatkan pengalaman baru yang menyenangkan.

“Kegiatan ini sangat menyenangkan dan membuat saya tertantang untuk lebih banyak membaca. Sebelumnya saya sering merasa malas membaca karena jenuh dengan pelajaran sekolah, tetapi melalui cerita-cerita Islami ini saya jadi lebih tertarik,” ujarnya.

Selain memberikan manfaat bagi peserta, kegiatan ini juga menjadi ruang praktik bagi mahasiswa. Mafatih Nur Afadila, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Unmuh Jember semester 4 yang terlibat sebagai narasumber, mengaku senang dapat mengaplikasikan ilmu yang dipelajari di bangku kuliah.

“Kami tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga bisa mempraktikkannya secara langsung dengan berbagi cerita kepada adik-adik di LKSA,” katanya.

Melalui pelatihan storytelling berbasis sastra anak Islami ini, anak-anak tidak hanya belajar membaca dan memahami cerita, tetapi juga mengembangkan keberanian berbicara serta kemampuan mengekspresikan pesan moral. Pendekatan ini dinilai efektif dalam menumbuhkan budaya literasi sekaligus memperkuat karakter religius sejak dini.

Kegiatan ini menjadi bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung gerakan literasi di masyarakat. Dengan metode yang kreatif dan menyenangkan, storytelling diharapkan mampu menjadi alternatif pembelajaran yang relevan dalam membangun generasi yang cerdas, berakhlak, dan berbudaya literasi.

Tags :

bm
Created by: News Unmuh Jember

Humas Unmuh Jember Jaya Jaya Jaya!

Posting Komentar

Connect