Sabtu, 25 April 2026

Anak Sopir Jadi Wisudawati Teladan, Kisah Inspiratif Sesilia Tristianti di Wisuda ke-54 Unmuh Jember


Riuh tepuk tangan menggema di Gedung Ahmad Zainuri saat Sesilia Tristianti melangkah menuju podium Rapat Terbuka Senat Wisuda ke-54 Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember). Mahasiswi Program Studi Ilmu Komunikasi ini terpilih mewakili rekan-rekannya untuk menyampaikan pesan dan kesan wisudawan. Di balik selempang predikat Wisudawan Berprestasi Kategori Teladan yang ia kenakan, Sesilia membawa sebuah cerita perjuangan yang membuktikan bahwa latar belakang sederhana bukanlah penghalang untuk mencapai puncak prestasi.

Dalam pidatonya yang lugas, Sesilia mengungkapkan jati dirinya sebagai anak seorang sopir bernama Bok Tarmidi dan ibu rumah tangga bernama Istikomah. Keberhasilannya meraih gelar sarjana hari ini adalah sebuah tonggak sejarah baru, sebab ia merupakan wisudawan pertama di dalam keluarganya.

 "Ayah dan ibu saya tidak menempuh pendidikan sarjana, namun hari ini mereka membuktikan bahwa mereka mampu mengantarkan anaknya menjadi sarjana," ungkapnya dengan terharu.

Selama menempuh studi di Program Studi Ilmu Komunikasi, Sesilia tidak hanya fokus pada perkuliahan di kelas, tetapi juga aktif mengukir prestasi di kancah nasional. Ia tercatat sebagai pemenang Duta Kampus Unmuh Jember 3.0, Miss Intelligensia Muslimah Jawa Timur 2023, hingga sukses meraih posisi Runner Up 5 Putri Kampus Indonesia 2026. Tak hanya di bidang pageant, nalar kritisnya pun teruji melalui berbagai kemenangan dalam forum diskusi dan presentasi tingkat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) se-Indonesia. Rentetan prestasi inilah yang mengukuhkan dirinya sebagai lulusan teladan yang mampu menyelaraskan aspek wawasan global, religiusitas, dan kompetensi bidang.


Sesilia menegaskan bahwa Unmuh Jember telah menjadi ruang bagi dirinya dan ratusan wisudawan lain untuk mewujudkan mimpi yang semula terasa mustahil. Dengan prinsip “there is a will, there is a way,” ia meyakini bahwa setiap lulusan Unmuh Jember memiliki daya saing yang tinggi dan tidak perlu gentar untuk berkompetisi dengan lulusan dari universitas ternama lainnya. Keberanian untuk melangkah dan mencoba, menurutnya, adalah awal dari setiap kesuksesan yang akan diraih di masa depan.

Mengakhiri masa studinya dengan penuh keceriaan, Sesilia bahkan sempat membawakan pantun yang mencairkan suasana di hadapan Rektor dan seluruh anggota senat. Namun, di balik keceriaan itu, ia meninggalkan pesan mendalam bagi mahasiswa yang masih berjuang di kampus. Ia mengingatkan bahwa pengalaman, rintangan, dan kesulitan yang dilalui selama kuliah adalah bekal berharga untuk menghadapi kehidupan di masyarakat.

Bagi mahasiswa yang saat ini masih berjuang, Sesilia menitipkan pesan motivasi agar tetap bertahan dan berani menyelesaikan apa yang telah dimulai. 

"Jangan pernah takut melangkah dan mencoba, karena keberanian adalah awal dari kesuksesan. Teruslah berjuang, karena pada akhirnya keberhasilan tidak ditentukan dari mana kita berasal, melainkan dari bagaimana kita terus berusaha untuk bertumbuh dan memberikan kontribusi nyata," pungkasnya. 

Toga Sempurna untuk Ayah Ibu di Surga, Kisah Haru Tria Fenda Wisudawati Dengan IPK 3,99 Unmuh Jember


Momen wisuda umumnya menjadi hari bahagia yang dirayakan bersama keluarga inti. Namun, realita berbeda harus dihadapi oleh Tria Fenda Afi Wijaya pada Rapat Terbuka Senat Wisuda ke-54 Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember). Berdiri tanpa pendampingan ayah dan ibu, mahasiswi Program Studi S1 Manajemen ini justru sukses membuktikan diri dengan menyandang predikat Wisudawan Terbaik Tingkat Universitas berbekal IPK nyaris sempurna, 3,99. Rentetan pencapaian yang ia raih menjadi wujud nyata bahwa kehilangan sosok kedua orang tua tidak menghentikan langkahnya untuk terus mencetak prestasi.

Ujian berat dalam hidup Tria sudah datang sejak ia masih duduk di kelas tiga SMA. Tepat saat ia tengah bersiap menghadapi ujian kelulusan, sang ibu meninggal dunia. Kehilangan tersebut tentu menjadi pukulan telak. Namun, ia menolak menjadikan duka sebagai alasan untuk menyerah. Tria justru mengubah kesedihannya menjadi energi pembuktian. Hasilnya, ia berhasil meraih nilai ujian kelulusan tertinggi dan mempertahankan posisi juara satu berturut-turut di sekolahnya, sebelum akhirnya memantapkan langkah melanjutkan pendidikan ke Unmuh Jember.

Sayangnya, takdir kembali menguji ketangguhan Tria di masa-masa paling krusial dalam perkuliahannya. Memasuki semester tujuh, tepat saat ia baru akan memulai proses penyusunan skripsi, sang ayah menghembuskan napas terakhirnya. Berpulangnya ayahanda membuat Tria sangat terpukul dan menyisakan trauma mendalam. Di tengah situasi yang berat tersebut, Tria teringat dan berpegang erat pada pesan yang selalu ditekankan oleh kedua orang tuanya semasa hidup.

"Terus fokus dan jangan pernah lari dari tanggung jawab," kenangnya mengulangi pesan tersebut saat diwawancarai.

Prinsip itulah yang kemudian memacunya untuk kembali bangkit, mengerjakan skripsinya, dan bertekad mewujudkan impian almarhum kedua orang tuanya untuk melihatnya menjadi mahasiswa terbaik.

Hebatnya, di tengah perjuangan menyelesaikan tugas akhir dengan kondisi batin yang sedang berduka, langkah Tria tidak melambat sama sekali. Ia tidak sekadar mengejar nilai di dalam kelas, melainkan terus aktif memperluas kapasitas dirinya di berbagai bidang.

Ketekunannya tersebut mengantarkan Tria lolos sebagai salah satu penerima program prestisius Djarum Beasiswa Plus (Beswan Djarum) 2024/2025. Ia juga berhasil menyabet gelar Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) mulai dari tingkat program studi, fakultas, hingga universitas, yang memberinya kesempatan berharga mewakili Unmuh Jember di ajang Pilmapres tingkat nasional. Di sela-sela kesibukannya, Tria juga aktif mengabdi sebagai relawan Duta Kepemudaan, rajin memberikan edukasi dan advokasi kepada para pelajar di sekolah-sekolah mengenai pentingnya personal branding dan bahaya narkoba.

Kini, berdiri tegak membawa gelar kelulusan tertinggi, Tria tak menampik adanya rasa rindu karena tidak bisa mempersembahkan pencapaiannya langsung ke tangan kedua orang tuanya. Meski demikian, ia merasa bersyukur karena telah berjuang maksimal menuntaskan amanah mereka.

Mengakhiri masa studinya, Tria menitipkan pesan kuat bagi rekan-rekan mahasiswa yang tengah berjuang menghadapi hambatan akademiknya masing-masing. Ia menegaskan pentingnya menjaga fokus agar tidak mudah goyah apalagi menyerah oleh keadaan. Baginya, sesulit dan setidak enak apa pun proses bimbingan maupun hambatan yang datang, tetaplah fokus pada proses dan tujuan akhir, karena usaha tersebut pada akhirnya pasti akan membawa hasil.

 

Cetak Generasi Tangguh Berprestasi, Unmuh Jember Bawa Kabar Fakultas Kedokteran di Momen Wisuda ke-54

Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember kembali membuktikan posisinya sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi yang paling progresif di Jawa Timur. Bertempat di Gedung Ahmad Zainuri pada Sabtu (25/4/2026), Unmuh Jember sukses menggelar Rapat Terbuka Senat dalam rangka Wisuda ke-54 untuk Program Magister, Sarjana, dan Ahli Madya Semester Ganjil Tahun Akademik 2025/2026. Sebanyak 413 wisudawan dari berbagai disiplin ilmu resmi dilepas untuk berkontribusi di tengah masyarakat. Momen wisuda kali ini tak sekadar menjadi ajang selebrasi kelulusan, melainkan juga menjadi panggung kebanggaan atas lompatan-lompatan besar yang diraih oleh institusi.

Rektor Unmuh Jember, Dr. Hanafi, M.Pd., mengawali pidatonya dengan membagikan kabar yang sangat menggembirakan. Beliau menegaskan bahwa sejak Juli 2025, Unmuh Jember telah resmi menyandang Akreditasi Institusi "Unggul", sebuah pencapaian kolektif seluruh sivitas akademika yang menjadi fondasi kokoh untuk melangkah lebih maju. 

Kualitas akademik kampus ini juga semakin tak terbantahkan dengan resminya pengukuhan dua Guru Besar baru pada bulan ini, yakni Prof. Dr. Ir. Muhtar, S.T., M.T., IPM. dari Fakultas Teknik dan Prof. Dr. Dwi Cahyono, S.E., M.Si., Akt. dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Kehadiran mereka menggenapi total tiga profesor yang kini dimiliki kampus, sekaligus memperkuat jajaran pendidik yang didukung oleh 86 dosen bergelar doktor.

Seakan tak ingin berpuas diri dengan 32 program studi, Unmuh Jember kini tengah bersiap melakukan gebrakan yang lebih besar. Tahun ini, kampus sedang mengajukan perizinan untuk 11 program studi baru, dengan sorotan utama jatuh pada persiapan pembukaan Program Studi Kedokteran dan Pendidikan Profesi Dokter. Keseriusan langkah ini dibuktikan dengan tengah dikebutnya pembangunan 12 laboratorium khusus bertaraf modern guna memastikan Fakultas Kedokteran Unmuh Jember siap melahirkan tenaga medis yang andal dan berkualitas di masa depan.

Kemeriahan prosesi wisuda turut diisi dengan pesan inspiratif dari Ketua Majelis Diktilitbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. Bambang Setiaji, M.Si., yang hadir menyapa secara daring. Beliau mengingatkan para lulusan akan pentingnya nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan sebagai pegangan mental di tengah era ketidakpastian. 

Prof. Bambang juga menantang para wisudawan untuk merombak pola pikir lama agar tidak hanya bergantung pada ketersediaan lapangan kerja dari pemerintah. Beliau menekankan bahwa keunggulan lulusan kampus swasta terletak pada kemampuan berpikir efisien dan inovatif, sehingga para lulusan diharapkan mampu membangun jiwa kemandirian dan kewiraswastaan di bidangnya masing-masing.

Kamis, 23 April 2026

Mahasiswa KKN RPL PG PAUD Unmuh Jember Edukasi Cara Menggosok Gigi yang Benar di TK ABA X Bendo Kediri


Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Program Studi PG PAUD Universitas Muhammadiyah Jember menggelar kegiatan sosialisasi kesehatan gigi di TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) X Bendo, Pare, Kediri, pada Selasa (21/4/2026).

Kegiatan ini bertujuan menanamkan kebiasaan hidup bersih dan sehat sejak usia dini, khususnya dalam menjaga kebersihan gigi melalui kebiasaan menggosok gigi secara rutin minimal dua kali sehari.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa memberikan edukasi dengan metode yang menarik dan interaktif. Anak-anak diperkenalkan cara menggosok gigi yang benar menggunakan alat peraga berupa model gigi palsu. Pendekatan visual ini membantu anak-anak lebih mudah memahami setiap tahapan menyikat gigi dengan baik dan benar.

Untuk memastikan pemahaman peserta, salah satu siswa diminta maju ke depan untuk mempraktikkan cara menggosok gigi menggunakan alat peraga. Setelah itu, seluruh anak mengikuti praktik langsung dengan menggunakan sikat gigi masing-masing yang telah dibawa dari rumah. Kegiatan berlangsung dengan penuh antusias, di mana anak-anak tampak bersemangat mengikuti setiap arahan.

Tidak hanya melibatkan siswa, kegiatan ini juga diikuti oleh wali murid. Salah satu perwakilan wali murid menyampaikan apresiasinya terhadap program tersebut. “Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi anak-anak karena melatih mereka untuk rajin menggosok gigi. Biasanya kalau bu guru yang menyampaikan, anak-anak lebih mudah mengikuti,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN RPL PG PAUD Unmuh Jember berharap kebiasaan menjaga kebersihan gigi dapat tertanam sejak dini dan terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat, khususnya pada anak usia dini.


Mahasiswa KKN RPL Unmuh Jember Edukasi PHBS di TK Aidelwais Desa Sapih

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Universitas Muhammadiyah Jember menggelar kegiatan edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di TK Aidelwais, Desa Sapih, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, pada Senin (21/4/2026).

Kegiatan ini bertujuan menanamkan kesadaran hidup bersih dan sehat sejak usia dini, sekaligus melibatkan peran aktif wali murid dalam mendukung pembiasaan tersebut di lingkungan keluarga.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN memberikan sosialisasi dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami anak-anak. Materi yang disampaikan meliputi pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan sebagai bagian dari pola hidup sehat.

Tidak hanya berupa teori, kegiatan juga dilengkapi dengan praktik langsung. Anak-anak bersama wali murid diajak membersihkan lingkungan sekolah, merapikan ruang kelas, membuang sampah pada tempatnya, serta mempraktikkan cara mencuci tangan yang benar.

Suasana kegiatan berlangsung penuh antusias. Anak-anak terlihat aktif mengikuti setiap arahan, sementara wali murid turut berpartisipasi dalam mendampingi dan memberi contoh langsung kepada anak-anak.

Salah satu guru TK Aidelwais menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut. “Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk membiasakan anak hidup bersih sejak dini. Harapannya, kebiasaan ini bisa terus diterapkan di rumah,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN RPL Unmuh Jember tidak hanya menjalankan program pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga berkontribusi dalam membentuk karakter anak yang peduli terhadap kebersihan dan kesehatan.

Diharapkan, edukasi PHBS ini dapat menjadi langkah awal dalam membangun generasi yang sehat, disiplin, dan memiliki kesadaran lingkungan sejak dini.

Mahasiswa KKN RPL Unmuh Jember Edukasi Gizi Anak dan Parenting Sehat bagi Orang Tua

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) RPL Universitas Muhammadiyah Jember menggelar program edukasi gizi anak dan parenting sehat yang menyasar wali murid serta guru di TK Tunas Bangsa 01 Jember. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman orang tua mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang dalam mendukung tumbuh kembang anak sejak usia dini.

Melalui tema “Lauk Praktis Bekal Sehat Anak Usia Dini”, mahasiswa KKN memberikan pemahaman bahwa makanan bergizi tidak harus mahal, melainkan dapat diolah secara kreatif dari bahan sederhana. Orang tua diajak untuk lebih inovatif dalam menyajikan makanan agar menarik minat anak, sekaligus tetap memenuhi kebutuhan gizi harian mereka.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai pentingnya gizi pada masa pertumbuhan anak. Dalam sesi ini, dijelaskan berbagai hal yang perlu diperhatikan orang tua dalam mengatur pola makan anak. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan praktik pembuatan menu sehat berupa sosis sayur, yang diharapkan dapat menjadi alternatif bekal bergizi sekaligus meningkatkan nafsu makan anak.

Selain edukasi gizi, mahasiswa KKN juga memberikan parenting mengenai pentingnya menjaga kecukupan cairan tubuh melalui konsumsi air putih. Orang tua diimbau untuk membiasakan anak membawa bekal minuman dari rumah guna menghindari konsumsi minuman berpemanis buatan yang banyak dijual di sekitar lingkungan sekolah. Kebiasaan ini juga diharapkan menjadi contoh positif bagi anak dalam menjaga kesehatan sejak dini.

Program edukasi ini tidak hanya menyasar lingkungan sekolah, tetapi juga diperluas ke masyarakat. Mahasiswa KKN turut memberikan penyuluhan kepada ibu-ibu Muslimat Masjid Al-Islah di Desa Harjomulyo, Kecamatan Silo, serta kepada Karang Taruna Desa Karangharjo mengenai pentingnya menjaga hidrasi tubuh melalui konsumsi air putih secara rutin.

Sebagai penutup, kegiatan dilanjutkan dengan aksi sanitasi lingkungan sekolah bersama wali murid sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan. Hal ini menjadi bagian penting dalam mendukung pola hidup sehat, karena lingkungan yang bersih merupakan fondasi utama kesehatan.

Melalui program ini, mahasiswa KKN RPL Universitas Muhammadiyah Jember berharap dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi seimbang dan kebiasaan hidup sehat. Langkah sederhana seperti penyediaan makanan bergizi dan konsumsi air putih secara rutin diharapkan mampu membentuk generasi yang sehat, aktif, dan berkualitas di masa depan.

Mahasiswa KKN Unmuh Jember Gelar Parenting di KB Darun Najah, Tekankan Pentingnya Hidup Bersih dan Kemandirian Anak

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Jember menggelar kegiatan parenting bertema “Peran Orang Tua dalam Membentuk Kebiasaan Hidup Bersih dan Kemandirian Anak Usia 4–5 Tahun” di KB Darun Najah pada Selasa (21/4/2026). Kegiatan ini diikuti oleh para wali murid sebagai upaya meningkatkan pemahaman orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak sejak usia dini.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai pentingnya masa golden age, yakni periode usia 4–5 tahun yang menjadi fase krusial dalam pembentukan karakter anak. Pada tahap ini, anak cenderung mudah meniru kebiasaan yang ada di lingkungan sekitarnya, sehingga peran orang tua sebagai teladan menjadi sangat penting.

Pemateri menjelaskan berbagai contoh kebiasaan hidup bersih yang dapat diterapkan di rumah, seperti mencuci tangan sebelum dan sesudah makan, membuang sampah pada tempatnya, serta menjaga kebersihan diri. Selain itu, orang tua juga diajak untuk melatih kemandirian anak melalui aktivitas sederhana, seperti merapikan mainan, makan sendiri, hingga memakai sepatu tanpa bantuan.

Tidak hanya itu, peserta juga diberikan pemahaman bahwa pembentukan kebiasaan anak membutuhkan konsistensi dan pendekatan yang lembut. Orang tua diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang mendukung agar anak terbiasa hidup bersih dan mandiri tanpa paksaan.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif yang berlangsung hangat. Para wali murid tampak antusias berbagi pengalaman serta mengajukan berbagai pertanyaan terkait tantangan dalam menerapkan kebiasaan hidup bersih dan kemandirian anak di rumah.

Melalui kegiatan parenting ini, mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember berharap terjalin sinergi yang kuat antara sekolah dan orang tua dalam mendukung perkembangan anak. Dengan pembiasaan yang tepat sejak dini, diharapkan anak-anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang sehat, disiplin, dan mandiri dalam kehidupan sehari-hari.

Connect