Toga Sempurna untuk Ayah Ibu di Surga, Kisah Haru Tria Fenda Wisudawati Dengan IPK 3,99 Unmuh Jember
Momen wisuda umumnya menjadi hari bahagia yang dirayakan bersama keluarga inti. Namun, realita berbeda harus dihadapi oleh Tria Fenda Afi Wijaya pada Rapat Terbuka Senat Wisuda ke-54 Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember). Berdiri tanpa pendampingan ayah dan ibu, mahasiswi Program Studi S1 Manajemen ini justru sukses membuktikan diri dengan menyandang predikat Wisudawan Terbaik Tingkat Universitas berbekal IPK nyaris sempurna, 3,99. Rentetan pencapaian yang ia raih menjadi wujud nyata bahwa kehilangan sosok kedua orang tua tidak menghentikan langkahnya untuk terus mencetak prestasi.
Ujian berat dalam hidup Tria sudah datang sejak ia masih
duduk di kelas tiga SMA. Tepat saat ia tengah bersiap menghadapi ujian
kelulusan, sang ibu meninggal dunia. Kehilangan tersebut tentu menjadi pukulan
telak. Namun, ia menolak menjadikan duka sebagai alasan untuk menyerah. Tria
justru mengubah kesedihannya menjadi energi pembuktian. Hasilnya, ia berhasil
meraih nilai ujian kelulusan tertinggi dan mempertahankan posisi juara satu
berturut-turut di sekolahnya, sebelum akhirnya memantapkan langkah melanjutkan
pendidikan ke Unmuh Jember.
Sayangnya, takdir kembali menguji ketangguhan Tria di
masa-masa paling krusial dalam perkuliahannya. Memasuki semester tujuh, tepat
saat ia baru akan memulai proses penyusunan skripsi, sang ayah menghembuskan
napas terakhirnya. Berpulangnya ayahanda membuat Tria sangat terpukul dan
menyisakan trauma mendalam. Di tengah situasi yang berat tersebut, Tria
teringat dan berpegang erat pada pesan yang selalu ditekankan oleh kedua orang
tuanya semasa hidup.
"Terus fokus dan jangan pernah lari dari tanggung
jawab," kenangnya mengulangi pesan tersebut saat diwawancarai.
Prinsip itulah yang kemudian memacunya untuk kembali
bangkit, mengerjakan skripsinya, dan bertekad mewujudkan impian almarhum kedua
orang tuanya untuk melihatnya menjadi mahasiswa terbaik.
Hebatnya, di tengah perjuangan menyelesaikan tugas akhir
dengan kondisi batin yang sedang berduka, langkah Tria tidak melambat sama
sekali. Ia tidak sekadar mengejar nilai di dalam kelas, melainkan terus aktif
memperluas kapasitas dirinya di berbagai bidang.
Ketekunannya tersebut mengantarkan Tria lolos sebagai salah satu penerima program prestisius Djarum Beasiswa Plus (Beswan Djarum) 2024/2025. Ia juga berhasil menyabet gelar Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) mulai dari tingkat program studi, fakultas, hingga universitas, yang memberinya kesempatan berharga mewakili Unmuh Jember di ajang Pilmapres tingkat nasional. Di sela-sela kesibukannya, Tria juga aktif mengabdi sebagai relawan Duta Kepemudaan, rajin memberikan edukasi dan advokasi kepada para pelajar di sekolah-sekolah mengenai pentingnya personal branding dan bahaya narkoba.
Kini, berdiri tegak membawa gelar kelulusan tertinggi, Tria
tak menampik adanya rasa rindu karena tidak bisa mempersembahkan pencapaiannya
langsung ke tangan kedua orang tuanya. Meski demikian, ia merasa bersyukur
karena telah berjuang maksimal menuntaskan amanah mereka.
Mengakhiri masa studinya, Tria menitipkan pesan kuat bagi
rekan-rekan mahasiswa yang tengah berjuang menghadapi hambatan akademiknya
masing-masing. Ia menegaskan pentingnya menjaga fokus agar tidak mudah goyah
apalagi menyerah oleh keadaan. Baginya, sesulit dan setidak enak apa pun proses
bimbingan maupun hambatan yang datang, tetaplah fokus pada proses dan tujuan
akhir, karena usaha tersebut pada akhirnya pasti akan membawa hasil.

Posting Komentar