Mahasiswa KKN RPL Ajak Siswa TK Kusuma Kraksaan Olah Limbah Jadi Kerajinan Cantik
Kegiatan edukatif bertema pengelolaan lingkungan dilaksanakan di TK Kusuma Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, pada 13–24 April 2026. Kegiatan ini mengusung tema “Mengolah Limbah Kertas dan Botol Bekas Menjadi Kerajinan Cantik” dan diikuti oleh siswa-siswi TK Kusuma bersama masyarakat sekitar dengan penuh antusias.
Program
ini menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN)
Universitas Muhammadiyah Jember dalam meningkatkan kesadaran lingkungan sejak
usia dini. Melalui kegiatan ini, anak-anak diajak untuk memahami bahwa sampah
bukan hanya barang buangan, tetapi juga dapat diolah menjadi sesuatu yang
bermanfaat dan bernilai seni.
Kegiatan
diawali dengan pemberian materi melalui tayangan video edukatif serta
penjelasan langsung mengenai pentingnya menjaga lingkungan dan cara sederhana
mengurangi sampah, khususnya limbah kertas dan botol plastik. Anak-anak tampak
fokus dan bersemangat saat mengikuti sesi ini, didampingi oleh guru dan
pemateri.
Selanjutnya,
peserta diajak untuk praktik langsung mengolah limbah menjadi kerajinan tangan.
Anak-anak bersama warga membuat berbagai karya dari botol bekas yang dilapisi
bubur kertas. Proses pembuatannya dimulai dari penyusunan kerangka botol,
pelapisan menggunakan bubur kertas dengan variasi ketebalan, hingga tahap akhir
yaitu menghias hasil karya sesuai kreativitas masing-masing.
Hasil
karya yang dihasilkan pun beragam dan menarik. Botol-botol bekas yang
sebelumnya tidak terpakai berhasil disulap menjadi tempat pensil, vas mini,
hingga hiasan dekoratif dengan warna-warni cerah yang estetik. Karya tersebut
membuktikan bahwa limbah dapat dimanfaatkan menjadi barang bernilai guna
sekaligus memiliki nilai estetika.
Salah
satu mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember, Fatmawati, menyampaikan
bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan kepedulian terhadap lingkungan
sejak dini.
“Melalui
kegiatan ini, kami ingin mengajak anak-anak dan masyarakat untuk lebih peduli
terhadap sampah serta memanfaatkan limbah menjadi sesuatu yang bermanfaat.
Edukasi lingkungan harus dimulai dari hal sederhana dan sejak usia dini,”
ujarnya.
Guru
TK Kusuma Kraksaan juga mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, program
ini sangat bermanfaat karena tidak hanya melatih kreativitas anak, tetapi juga
membangun kebiasaan baik dalam menjaga kebersihan lingkungan sekolah dan rumah.
Melalui
kegiatan ini, diharapkan siswa tidak hanya memahami konsep pengelolaan sampah,
tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Keterlibatan
masyarakat sekitar juga menjadi langkah positif dalam membangun kepedulian
bersama terhadap lingkungan.
Kegiatan
ini menjadi salah satu upaya nyata dalam menciptakan lingkungan yang bersih,
sehat, kreatif, dan berkelanjutan, dimulai dari lingkungan sekolah hingga
masyarakat sekitar.






