Selasa, 28 April 2026

Mahasiswa KKN RPL Ajak Siswa TK Kusuma Kraksaan Olah Limbah Jadi Kerajinan Cantik

Kegiatan edukatif bertema pengelolaan lingkungan dilaksanakan di TK Kusuma Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, pada 13–24 April 2026. Kegiatan ini mengusung tema “Mengolah Limbah Kertas dan Botol Bekas Menjadi Kerajinan Cantik” dan diikuti oleh siswa-siswi TK Kusuma bersama masyarakat sekitar dengan penuh antusias.

Program ini menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Jember dalam meningkatkan kesadaran lingkungan sejak usia dini. Melalui kegiatan ini, anak-anak diajak untuk memahami bahwa sampah bukan hanya barang buangan, tetapi juga dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat dan bernilai seni.

Kegiatan diawali dengan pemberian materi melalui tayangan video edukatif serta penjelasan langsung mengenai pentingnya menjaga lingkungan dan cara sederhana mengurangi sampah, khususnya limbah kertas dan botol plastik. Anak-anak tampak fokus dan bersemangat saat mengikuti sesi ini, didampingi oleh guru dan pemateri.

Selanjutnya, peserta diajak untuk praktik langsung mengolah limbah menjadi kerajinan tangan. Anak-anak bersama warga membuat berbagai karya dari botol bekas yang dilapisi bubur kertas. Proses pembuatannya dimulai dari penyusunan kerangka botol, pelapisan menggunakan bubur kertas dengan variasi ketebalan, hingga tahap akhir yaitu menghias hasil karya sesuai kreativitas masing-masing.

Hasil karya yang dihasilkan pun beragam dan menarik. Botol-botol bekas yang sebelumnya tidak terpakai berhasil disulap menjadi tempat pensil, vas mini, hingga hiasan dekoratif dengan warna-warni cerah yang estetik. Karya tersebut membuktikan bahwa limbah dapat dimanfaatkan menjadi barang bernilai guna sekaligus memiliki nilai estetika.

Salah satu mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember, Fatmawati, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak anak-anak dan masyarakat untuk lebih peduli terhadap sampah serta memanfaatkan limbah menjadi sesuatu yang bermanfaat. Edukasi lingkungan harus dimulai dari hal sederhana dan sejak usia dini,” ujarnya.

Guru TK Kusuma Kraksaan juga mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, program ini sangat bermanfaat karena tidak hanya melatih kreativitas anak, tetapi juga membangun kebiasaan baik dalam menjaga kebersihan lingkungan sekolah dan rumah.

Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa tidak hanya memahami konsep pengelolaan sampah, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Keterlibatan masyarakat sekitar juga menjadi langkah positif dalam membangun kepedulian bersama terhadap lingkungan.

Kegiatan ini menjadi salah satu upaya nyata dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, kreatif, dan berkelanjutan, dimulai dari lingkungan sekolah hingga masyarakat sekitar.

 

Inisiatif Mahasiswa KKN UNMUH Jember: Ajak Wali Murid TK Muslimat Kandangtepus 04 Jaga Kebersihan Lingkungan Sekolah

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri Universitas Muhammadiyah Jember melaksanakan aksi nyata dalam menjaga kebersihan lingkungan sekolah di TK Muslimat Kandangtepus 04. Kegiatan ini menjadi istimewa karena mahasiswa KKN yang melaksanakan program tersebut juga merupakan guru aktif di sekolah tersebut, sehingga pengabdian yang dilakukan menjadi bentuk dedikasi ganda bagi dunia pendidikan dan masyarakat sekitar.

Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran wali murid terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekolah sebagai salah satu faktor pendukung kenyamanan dan kesehatan anak dalam proses belajar. Lingkungan sekolah yang bersih dan asri diyakini mampu menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan bagi anak usia dini.

Kegiatan diawali dengan pembukaan sederhana namun penuh makna. Mahasiswa KKN menyampaikan pentingnya peran bersama antara guru dan wali murid dalam menciptakan lingkungan sekolah yang sehat, aman, dan nyaman bagi anak-anak.

Suasana hangat semakin terasa saat kegiatan senam bersama dimulai. Meskipun hanya diikuti oleh beberapa wali murid, semangat kebersamaan tetap terlihat jelas. Gerakan senam yang dilakukan bersama menjadi sarana mempererat hubungan emosional antara guru dan orang tua siswa sebelum melanjutkan kegiatan inti.

Setelah senam, kegiatan dilanjutkan dengan aksi bersih-bersih lingkungan sekolah. Mahasiswa KKN bersama wali murid membersihkan area kelas, halaman sekolah, serta area bermain anak. Fokus utama kegiatan ini adalah memastikan lingkungan bebas dari sampah, dedaunan kering, dan barang-barang yang sudah tidak terpakai agar anak-anak dapat belajar dan bermain dengan lebih nyaman dan higienis.

Kegiatan berlangsung dengan penuh semangat gotong royong. Para wali murid turut aktif membantu membersihkan lingkungan sambil berdiskusi ringan mengenai kondisi sekolah dan kebutuhan anak-anak selama proses belajar.

Sebagai penutup, kegiatan dilanjutkan dengan makan bersama dalam suasana santai dan penuh keakraban. Momen ini dimanfaatkan oleh mahasiswa KKN yang juga berstatus sebagai guru untuk berdialog lebih dekat dengan para wali murid, tidak hanya mengenai kebersihan lingkungan sekolah, tetapi juga perkembangan siswa secara umum.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin sinergi yang lebih kuat antara sekolah dan orang tua dalam mendukung tumbuh kembang anak usia dini. Kebersihan lingkungan sekolah bukan hanya tanggung jawab guru, tetapi juga menjadi bagian dari kepedulian bersama demi terciptanya pendidikan yang lebih baik di TK Muslimat Kandangtepus 04.

 

Mahasiswa KKN UNMUH Jember Dorong Pemberdayaan Masyarakat Melalui Tanaman Obat Keluarga (TOGA)

Pemberdayaan masyarakat melalui penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) menjadi salah satu upaya strategis dalam meningkatkan kemandirian masyarakat, khususnya di bidang kesehatan dan ekonomi. Program ini dilaksanakan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Jember bersama masyarakat setempat dan ibu-ibu PKK sebagai bentuk pengabdian nyata kepada masyarakat.

Kegiatan tersebut berlangsung pada Kamis, 23 April 2026, bertempat di lingkungan permukiman warga dengan memanfaatkan pekarangan rumah serta lahan kosong sebagai media penanaman TOGA. Program ini dilatarbelakangi oleh pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pemanfaatan tanaman obat sebagai alternatif pengobatan tradisional yang mudah dijangkau dan ramah lingkungan.

Mahasiswa KKN melihat bahwa masih banyak lahan kosong yang belum dimanfaatkan secara optimal, sementara kebutuhan masyarakat terhadap pengobatan alami semakin meningkat. Oleh karena itu, melalui program ini, masyarakat diajak untuk mengenal berbagai jenis tanaman obat seperti jahe, kunyit, serai, daun sirih, temulawak, dan tanaman herbal lainnya yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan.

Kegiatan diawali dengan sosialisasi mengenai pentingnya TOGA dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. Dalam sesi ini, mahasiswa KKN memberikan edukasi tentang fungsi tanaman obat sebagai alternatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap obat kimia, sekaligus sebagai langkah preventif menjaga kesehatan keluarga.

Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan teknik penanaman dan perawatan tanaman, mulai dari cara memilih bibit yang baik, proses penanaman, hingga perawatan rutin agar tanaman dapat tumbuh optimal. Setelah itu, masyarakat bersama mahasiswa melakukan praktik langsung penanaman TOGA di pekarangan rumah warga.

Sebagai bentuk keberlanjutan program, mahasiswa juga melakukan pendampingan serta pembagian bibit tanaman obat kepada masyarakat agar kegiatan ini dapat terus berjalan meskipun masa KKN telah selesai.

Antusiasme warga, khususnya ibu-ibu PKK, terlihat sangat tinggi selama kegiatan berlangsung. Mereka merasa program ini sangat bermanfaat karena tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga membuka peluang usaha berbasis herbal rumahan yang dapat membantu meningkatkan perekonomian keluarga.

Melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya memperoleh keterampilan baru dalam budidaya tanaman obat, tetapi juga didorong untuk memanfaatkan hasil panen sebagai alternatif pengobatan tradisional maupun peluang usaha berbasis produk herbal.

Mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember berharap program penanaman TOGA ini dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas kesehatan, kesejahteraan ekonomi, serta kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekitar. Dengan langkah s

 

Efektivitas Clay sebagai Media Ekspresi Visual: KKN UNMUH Jember Tingkatkan Fungsi Kognitif Anak Usia Dini

Tahukah Anda bahwa segenggam clay warna-warni ternyata mampu melatih fungsi otak anak? Pertanyaan tersebut dijawab oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Jember melalui program bertajuk “Parenting Efektivitas Clay sebagai Media Ekspresi Visual untuk Meningkatkan Fungsi Kognitif Anak Usia Dini” yang digelar pada 17 April 2026 di TK Bina Insani, Candimulyo, Kabupaten Jombang.

Program ini menyasar para orang tua yang memiliki anak usia 4–7 tahun, karena pada masa emas (golden age) tersebut stimulasi sensorik dan motorik sangat berperan penting dalam perkembangan fungsi kognitif anak, seperti konsentrasi, memori kerja, kreativitas, hingga kemampuan problem solving.

Melalui aktivitas membentuk clay, mahasiswa KKN menunjukkan bahwa ekspresi visual melalui sentuhan dan permainan kreatif dapat menjadi salah satu bentuk stimulasi yang efektif bagi perkembangan otak anak. Anak-anak diajak untuk membentuk berbagai objek sederhana menggunakan clay, seperti buah, bunga, hewan, dan bentuk imajinatif lainnya.

Selain itu, mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember juga mengajak ibu-ibu anggota pengajian An Nisa di Desa Jombatan, Jombang, yang memiliki anak maupun cucu usia 3–6 tahun untuk mengikuti praktik pembuatan clay yang aman dan sederhana dari bahan dasar tepung terigu. Kegiatan ini bertujuan agar orang tua dapat membuat media bermain edukatif secara mandiri di rumah tanpa harus mengeluarkan biaya besar.

Kegiatan tersebut berlangsung dengan lancar dan mendapat apresiasi tinggi dari para peserta. Mereka merasa mendapatkan pengetahuan baru mengenai pentingnya stimulasi perkembangan anak melalui aktivitas sederhana namun bermakna.

Sebagai rangkaian penutup program KKN, mahasiswa juga bekerja sama dengan salah satu toko buku dan alat tulis, yaitu TOKO ATK STORE yang berlokasi di Jalan Pulo, Jombang. Dalam rangka memperingati Hari Kartini pada 25 April 2026, mahasiswa KKN mengadakan kegiatan bermain clay bersama anak-anak sebagai sarana eksplorasi kemampuan kognitif dan kreativitas.

Anak-anak terlihat sangat antusias dan gembira mengikuti kegiatan tersebut. Mereka bebas berkreasi sambil belajar mengenal bentuk, warna, tekstur, serta melatih koordinasi motorik halus.

Anis Rofiatin, salah satu wali murid TK Bina Insani yang mengikuti kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasinya. “Kegiatan seperti ini sangat menunjang kreativitas anak. Anak-anak jadi lebih aktif, berani berekspresi, dan belajar dengan cara yang menyenangkan,” ujarnya.

Program ini sejalan dengan tema KKN UNMUH Jember 2026, yaitu “Efektivitas Clay sebagai Media Ekspresi Visual untuk Meningkatkan Fungsi Kognitif Anak Usia Dini”. Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap orang tua semakin sadar bahwa permainan sederhana seperti clay dapat menjadi sarana penting dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

 

PROGRAM OUTING CLASS KKN AFIRMASI PG-PAUD UNMUH JEMBER: Mengajak Siswa, Orang Tua, dan Guru ke Tempat Bermain “The Nice Play Land” Kota Probolinggo

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Afirmasi PG-PAUD Universitas Muhammadiyah Jember menyelenggarakan kegiatan edukatif dan kolaboratif berupa outing class ke tempat bermain “The Nice Play Land” yang berada di Kota Probolinggo pada tanggal 30 April 2026. Kegiatan ini melibatkan siswa, guru, serta wali murid dalam suasana yang penuh keceriaan dan kebersamaan.

Kegiatan outing class ini bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan di luar lingkungan sekolah, mengenalkan anak pada lingkungan baru, serta mengembangkan kemampuan motorik anak melalui berbagai aktivitas bermain yang edukatif.

Selain itu, kegiatan ini juga memberikan manfaat positif bagi anak-anak, seperti belajar berinteraksi dengan teman sebaya di luar lingkungan sekolah, meningkatkan rasa percaya diri, serta melatih koordinasi tubuh dan kekuatan fisik melalui berbagai wahana permainan yang tersedia.

Rangkaian kegiatan diawali dengan edukasi singkat dan pengenalan berbagai aktivitas fisik kepada siswa. Selanjutnya, mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember memandu kegiatan dengan mengenalkan lingkungan sekitar area bermain “The Nice Play Land”. Anak-anak diajak mengenal berbagai binatang melata yang berada di area tersebut, sehingga mereka dapat belajar sambil bermain secara langsung.

Setelah itu, anak-anak diperkenalkan dengan berbagai macam permainan yang berhubungan dengan perkembangan motorik, baik motorik kasar maupun motorik halus, yang dapat mereka pelajari dan mainkan bersama teman-temannya. Kegiatan ini berlangsung dengan penuh antusias karena anak-anak terlihat sangat senang mengikuti setiap permainan yang disediakan.

Kegiatan kemudian ditutup dengan istirahat dan makan bersama. Momen ini tidak hanya menjadi waktu untuk beristirahat, tetapi juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antar wali murid, guru, dan siswa, sekaligus memberikan semangat baru bagi anak-anak dalam menjalani kegiatan belajar di sekolah.

Program outing class ini mendapat apresiasi yang sangat positif dari wali murid maupun siswa. Mereka berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan pada tahun-tahun berikutnya dengan suasana yang lebih meriah dan kegiatan yang lebih beragam.

Pihak guru juga menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi perkembangan sosial dan motorik anak, sehingga program outing class direncanakan akan menjadi salah satu program tahunan sekolah sebagai bentuk pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna bagi anak usia dini.

 

Edukasi Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut, Mahasiswa KKN RPL Unmuh Jember Ajak Anak, Guru, dan Masyarakat Lakukan Pemeriksaan Gigi Sejak Dini

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) RPL Universitas Muhammadiyah Jember melaksanakan kegiatan edukasi mengenai cara menggosok gigi yang tepat serta screening kesehatan gigi pada anak-anak TK Dharma Wanita Wirolegi. Kegiatan ini berlangsung di Pendopo Kantor Kelurahan Wirolegi pada Sabtu, 25 April 2026.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran anak-anak, guru, masyarakat, serta orang tua mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut sejak usia dini. Edukasi dan pemeriksaan kesehatan gigi ini dipandu oleh mahasiswa Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan Universitas Jember.

Dalam kegiatan edukasi, mahasiswa menyampaikan bahwa menggosok gigi sebaiknya dilakukan minimal dua kali sehari, yaitu setelah sarapan dan sebelum tidur. Anak-anak juga diperkenalkan pada teknik menyikat gigi yang benar melalui metode demonstrasi yang menarik, interaktif, dan mudah dipahami.

Selain pemberian edukasi, dilakukan pula screening atau pemeriksaan kesehatan gigi untuk mengetahui kondisi awal kesehatan gigi anak. Pemeriksaan ini meliputi identifikasi gigi berlubang, tingkat kebersihan gigi, serta kondisi gusi. Dengan adanya pemeriksaan ini, diharapkan permasalahan kesehatan gigi dapat diketahui lebih awal sehingga penanganan dapat dilakukan dengan tepat.

Kegiatan ini mendapatkan respon positif dari pihak sekolah maupun masyarakat sekitar. Anak-anak terlihat sangat antusias dan aktif berpartisipasi selama kegiatan berlangsung. Para guru juga merasa terbantu karena kegiatan ini memberikan pemahaman tambahan mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi kepada para siswa.

Melalui kegiatan ini, diharapkan anak-anak dapat membentuk kebiasaan menjaga kebersihan gigi sejak dini sehingga mampu mencegah berbagai permasalahan kesehatan gigi di masa mendatang. Selain itu, dukungan dan peran aktif orang tua serta guru sangat diperlukan dalam membimbing dan mengawasi kebiasaan anak dalam merawat kesehatan gigi sehari-hari.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi mahasiswa KKN dalam mendukung kesehatan anak usia dini serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan gigi dan mulut sebagai bagian dari pola hidup sehat.

 

Hirup Lilin, Reda Cemas dan Pusing: Mahasiswa KKN UM Jember Ajak Anak SD Griya Ananda Membuat Lilin Aromaterapi

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) RPL PG PAUD Universitas Muhammadiyah Jember, Sinta Vidayanti, menghadirkan kegiatan kreatif dan edukatif bersama anak-anak SD Griya Ananda melalui pembuatan lilin aromaterapi. Program ini menjadi salah satu inovasi sederhana namun bermanfaat untuk membantu anak-anak mengatasi rasa cemas, pusing, migrain, hingga hidung tersumbat secara alami.

Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Gedangan, Kabupaten Malang, saat anak-anak sedang menjalani kegiatan UKA. Melihat kondisi beberapa siswa yang sering merasa tegang, pusing, atau mengalami sesak napas ringan, Sinta Vidayanti menghadirkan solusi sederhana berupa lilin aromaterapi buatan sendiri.

“Saya melihat anak-anak sering merasa tegang, pusing, bahkan kurang nyaman saat beraktivitas. Daripada langsung bergantung pada obat, saya ingin mengenalkan cara relaksasi alami melalui aromaterapi,” ujar Sinta.

Bersama puluhan siswa, ia mengajak anak-anak membuat lilin aromaterapi menggunakan bahan sederhana seperti minyak goreng, stearin, crayon, dan minyak esensial. Beberapa aroma yang digunakan antara lain lavender untuk membantu menenangkan pikiran, eucalyptus untuk melegakan pernapasan dan hidung tersumbat, serta peppermint yang dikenal dapat membantu meredakan sakit kepala dan rasa pusing.

Kegiatan ini berlangsung dengan penuh antusias. Anak-anak tampak senang saat mencampur bahan, memilih warna dari crayon, hingga menentukan aroma favorit mereka sendiri. Selain menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan, kegiatan ini juga memberikan pemahaman baru tentang manfaat bahan alami untuk kesehatan.

Salah satu peserta, Fia (8), mengungkapkan rasa senangnya setelah mengikuti kegiatan tersebut.

“Wangi, adem, kepalaku jadi enakan,” ujarnya sambil tersenyum.

Kepala SD Griya Ananda, Bapak Ashofro Abiry, S.Psi., M.Edu., turut mengapresiasi ide kreatif dan inovatif yang dibawa oleh mahasiswa KKN.

“Selama ini saat kegiatan UKA, beberapa anak sering mengeluh pusing, sementara lokasi desa cukup jauh dari pusat layanan kesehatan. Dengan adanya lilin aromaterapi buatan mereka sendiri, anak-anak memiliki alternatif sederhana untuk membantu meredakan keluhan tanpa harus langsung minum obat. Selain itu, mereka juga belajar berkreasi,” jelasnya.

Di akhir kegiatan, setiap anak merasa bahagia karena dapat membawa pulang satu lilin aromaterapi hasil karya mereka sendiri sesuai aroma yang dipilih. Hal ini menjadi pengalaman berharga karena mereka tidak hanya belajar membuat produk sederhana, tetapi juga memahami manfaatnya bagi kesehatan.

Sinta juga memberikan pesan penting agar penggunaan lilin tetap aman, yaitu dengan menyalakan lilin hanya selama 20–30 menit, di ruang terbuka, dan selalu dalam pengawasan orang dewasa.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN membuktikan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak hanya sebatas mengajar di kelas, tetapi juga menghadirkan solusi kreatif yang bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari. Lilin aromaterapi sederhana ini menjadi simbol bahwa inovasi kecil dapat membawa dampak besar—menenangkan, menyehatkan, dan memberi pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak-anak di Desa Gedangan, Kabupaten Malang.

Connect