Hirup Lilin, Reda Cemas dan Pusing: Mahasiswa KKN UM Jember Ajak Anak SD Griya Ananda Membuat Lilin Aromaterapi
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) RPL PG PAUD Universitas Muhammadiyah Jember, Sinta Vidayanti, menghadirkan kegiatan kreatif dan edukatif bersama anak-anak SD Griya Ananda melalui pembuatan lilin aromaterapi. Program ini menjadi salah satu inovasi sederhana namun bermanfaat untuk membantu anak-anak mengatasi rasa cemas, pusing, migrain, hingga hidung tersumbat secara alami.
Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Gedangan, Kabupaten
Malang, saat anak-anak sedang menjalani kegiatan UKA. Melihat kondisi beberapa
siswa yang sering merasa tegang, pusing, atau mengalami sesak napas ringan,
Sinta Vidayanti menghadirkan solusi sederhana berupa lilin aromaterapi buatan
sendiri.
“Saya melihat anak-anak sering merasa tegang, pusing, bahkan
kurang nyaman saat beraktivitas. Daripada langsung bergantung pada obat, saya
ingin mengenalkan cara relaksasi alami melalui aromaterapi,” ujar Sinta.
Bersama puluhan siswa, ia mengajak anak-anak membuat lilin
aromaterapi menggunakan bahan sederhana seperti minyak goreng, stearin, crayon,
dan minyak esensial. Beberapa aroma yang digunakan antara lain lavender untuk
membantu menenangkan pikiran, eucalyptus untuk melegakan pernapasan dan hidung
tersumbat, serta peppermint yang dikenal dapat membantu meredakan sakit kepala
dan rasa pusing.
Kegiatan ini berlangsung dengan penuh antusias. Anak-anak
tampak senang saat mencampur bahan, memilih warna dari crayon, hingga
menentukan aroma favorit mereka sendiri. Selain menjadi pengalaman belajar yang
menyenangkan, kegiatan ini juga memberikan pemahaman baru tentang manfaat bahan
alami untuk kesehatan.
Salah satu peserta, Fia (8), mengungkapkan rasa senangnya
setelah mengikuti kegiatan tersebut.
“Wangi, adem, kepalaku jadi enakan,” ujarnya sambil
tersenyum.
Kepala SD Griya Ananda, Bapak Ashofro Abiry, S.Psi., M.Edu.,
turut mengapresiasi ide kreatif dan inovatif yang dibawa oleh mahasiswa KKN.
“Selama ini saat kegiatan UKA, beberapa anak sering mengeluh
pusing, sementara lokasi desa cukup jauh dari pusat layanan kesehatan. Dengan
adanya lilin aromaterapi buatan mereka sendiri, anak-anak memiliki alternatif
sederhana untuk membantu meredakan keluhan tanpa harus langsung minum obat.
Selain itu, mereka juga belajar berkreasi,” jelasnya.
Di akhir kegiatan, setiap anak merasa bahagia karena dapat
membawa pulang satu lilin aromaterapi hasil karya mereka sendiri sesuai aroma
yang dipilih. Hal ini menjadi pengalaman berharga karena mereka tidak hanya
belajar membuat produk sederhana, tetapi juga memahami manfaatnya bagi
kesehatan.
Sinta juga memberikan pesan penting agar penggunaan lilin
tetap aman, yaitu dengan menyalakan lilin hanya selama 20–30 menit, di ruang
terbuka, dan selalu dalam pengawasan orang dewasa.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN membuktikan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak hanya sebatas mengajar di kelas, tetapi juga menghadirkan solusi kreatif yang bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari. Lilin aromaterapi sederhana ini menjadi simbol bahwa inovasi kecil dapat membawa dampak besar—menenangkan, menyehatkan, dan memberi pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak-anak di Desa Gedangan, Kabupaten Malang.
Tags : Berita KKN Pengabdian


Posting Komentar